Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:08 Bismillahirrahmanirrahim. 0:09 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:11 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:14 sayyidina Muhammad. Asalamualaikum 0:16 warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat yang 0:20 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 0:21 Senang sekali, bahagia sekali saya 0:24 Karolin dapat hadir di ruang dengan 0:26 Ikhwan dan Akhwat. Setiap hari Jumat 0:28 tentu saja Rasil hadir di ruang dengar 0:30 Ikhwan dan Akwad dengan sesi fikih 0:33 wanita dan guru kita Ustazah Harini 0:35 Amran telah berada di seberang sana. 0:38 Mari kita sapa terlebih dahulu. 0:39 Asalamualaikum warahmatullahi 0:41 wabarakatuh, Ustazah. 0:42 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:45 wabarakatuh. Sehat, Mbak? 0:47 Masyaallah. Alhamdulillah. Luar biasa. 0:48 Allahu Akbar. Benar, Ustaz. 0:50 Masyaallah. [tertawa] 0:52 Masyaallah. Ustazah juga sehat. Apa 0:54 kabar, Ustazah? Alhamdulillahilladzi 0:56 binikmatihi tatimus shihat. 0:58 Alhamdulillah 0:59 tetap kerenan jawaban ustazah. 1:02 Masyaallah. Dan Iwan dan Awat insyaallah 1:04 selama kurang lebih 90 menit ke depan 1:07 kita akan mendengarkan kajian yang akan 1:09 dibawakan oleh Ustazah dan kali ini 1:11 temanya adalah manusia terbaik di sisi 1:14 Allah Subhanahu wa taala. Tafadal 1:17 ustazah 1:17 ya. Jazakillah Mbak Olin 1:19 bismillahirrahmanirrahim. 1:21 Alhamdulillah. Alhamdulillahilladzi 1:23 alafa baubinaasbahna 1:26 binikmati ikhwana. Ya rabbana lakal 1:29 hamdu bil iman. Ya rabbana lakal hamdu 1:32 bil islam. Yaabbana lakal hamdu bil 1:35 quran lakal hamdu bil ahli wal muah. 1:39 Lakal hamdu 1:42 anamtaha. 1:44 Allahumma shi wasallim wabarik ala 1:46 sayidina Muhammadin waa alihi aj. 1:51 Allah inuka 1:58 najlismin 1:59 saah. Kita duduk sejenak ya, beriman 2:02 sesaat. Mudah-mudahan ee perbincangan 2:05 kita dengan duduk sejenak ini sambil 2:07 mendengarkan atau melihat ee Rasil TV 2:10 ya, mendengarkan Radio Rasil, 2:11 mudah-mudahan Allah memberikan kita 2:14 keistikamahan dalam keimanan, dalam 2:16 keislaman ini. Insyaallah kita 2:20 membincangkan tentang manusia terbaik di 2:23 sisi Allah ya. Masyaallah. Mudah-mudahan 2:25 kita di antaranya ya. 2:27 Amin ya. ee kita bahas hadis. Hadis yang 2:30 ee judulnya ada di dalamnya itu bunyinya 2:34 khair. Khair. Jadi bisa khairukum bisa 2:37 khairun nas. Jadi [mendengus] artinya 2:39 sebaik-baik kalian atau sebaik-baik 2:41 manusia. Jadi memang manusia terbaik 2:44 khairun nas atau sebaik-baik kalian itu 2:47 memang ee bukan sekedar kehormatan saja, 2:51 tapi itu sebenarnya tujuan hidup seorang 2:54 mukmin. Karena Islam itu mengarahkan 2:57 setiap manusia itu agar tidak hanya 3:00 menjadi baik untuk dirinya sendiri, tapi 3:03 juga bermanfaat untuk umat dan mulia di 3:06 sisi Allah. Jadi di sini tentu saja ee 3:09 tujuan menjadi manusia terbaik menurut 3:11 Islam tuh kan tentu kita juga ingin 3:13 meraihnya ya. Tentu kita ingin meraih 3:15 rida Allah. Kita ingin menjadi manusia 3:18 yang dicintai Allah, menjadi sumber 3:20 kebaikan bagi sesama. tidak hanya 3:22 bermanfaat untuk diri tapi juga untuk 3:24 orang lain ya dan menjadi ee 3:27 mudah-mudahan bisa menjadi teladan di 3:29 tengah-tengah umat insyaallah ya dan 3:31 tentu saja mendapatkan derajat tertinggi 3:34 di akhirat ya. Jadi kita membahas 3:36 mudah-mudahan kita bisa mengikutinya, 3:39 bisa mengamalkannya dari beberapa hadis 3:42 Nabi yang akan kita bahas ini tentang 3:45 manusia terbaik di sisi Allah. ee di 3:48 antaranya hadis yang diriwayatkan oleh 3:52 Tirmidzi ya, itu yang berbunyi 3:56 kirukum liahlihi wa ana kirukum liahli. 4:01 Yang terbaik di antara kalian itu adalah 4:04 yang terbaik kepada keluarganya dan aku 4:07 adalah yang terbaik di antara kalian 4:10 kepada keluargaku. Masyaallah. 4:13 Ini hadis ini menggambarkan kepada kita 4:15 ya menunjukkan kepada kita bahwa standar 4:19 kebaikan sejati di dalam Islam itu tidak 4:22 hanya diukur dari hubungan sosial di 4:25 luar rumah saja. Kan kalau kita di luar 4:28 mungkin orang mengenal kita, "Ih, baik 4:31 ya, dermawan ya, sabar ya, lembut ya 4:34 gitu ya. Apakah itu di tempat lingkungan 4:36 kita, di ee kantor, di masyarakat, di 4:40 mana-man lah di luar ya. 4:41 Hubungan-hubungan kita di luar ya. Kan 4:43 biasa kalau di luar tukajain ya jarang 4:45 ketemu yaah pokoknya jaga image aja lah 4:48 gitu ya. Dia enggak tahu siapa dia 4:49 sebenarnya. Nah, Islam itu menunjuk apa? 4:53 Memberikan standar kebaikan. Jadi ukuran 4:56 kebaikan sejati itu adalah bagaimana 4:59 seseorang itu memperlakukan keluarganya, 5:02 terutama orang yang terdekat. ya, istri, 5:05 anak-anak atau suami atau orang tua. 5:07 Nah, ini penegasan dari Rasulullah bahwa 5:11 ee kita lihat eh waanairukumli ya, bahwa 5:16 Rasulullah itu tidak hanya memberikan 5:18 perintah tapi juga memberikan teladan 5:20 langsung. Beliau kan menyatakan, "Ana 5:22 khairukum liahli dan aku adalah yang 5:25 terbaik kepada keluargaku." Artinya kita 5:29 diperintahkan untuk meneladani beliau 5:31 dalam memperlakukan keluarga. Jadi bukan 5:34 hanya dalam ibadah atau berdakwah saja, 5:36 bahkan bagaimana sikap Rasulullah 5:39 terhadap keluarganya, terhadap istrinya 5:41 di rumah. Jadi ini menunjukkan 5:43 pentingnya akhlak di rumah ya. Karena 5:46 kita tahu keluarga itu kan tempat 5:49 pertama yang akan merasakan siapa kita 5:51 sebenarnya. Ya kan banyak orang kalau 5:54 ada kasusnya sampai sudah viral gitu ya, 5:56 ih 5:58 gitu ya KDRT gitu ya. Ih, enggak nyangka 6:02 ya ternyata. Nah, itu karena itu di luar 6:04 rumah. Di luar rumah itu kan orang bisa 6:06 aja berpura-pura baik, bisa aja 6:09 berpura-pura santun, sabar gitu ya. 6:12 Berpura-pura pokoknya banyaklah 6:14 kepura-puraan di luar itu ya. Tapi kalau 6:17 di rumah itu enggak bisa ya. Karena di 6:19 rumah tuh ketemu dia terus gitu ya. 6:21 Seakan-akan sudah menjadi bagian di 6:24 antara kita. Maka di sinilah Islam 6:26 menekankan keikhlasan dan konsistensi 6:30 akhlak. bukan pencitraan ya. Jadi bentuk 6:34 ee keberbaikan kepada keluarga itu itu 6:37 merupakan bagian dari manusia terbaik di 6:40 sisi Allah. Baik yang baik kepada 6:42 keluarga itu yang terbaik. Ya, misalnya 6:45 ee konkrnya ya khairukum eh khairukum eh 6:50 apa namanya? Khairukum khairukum liahli. 6:52 Yang terbaik di antara kalian tuh yang 6:54 yang terbaik kepada keluarganya. Misal 6:56 ya, bagaimana bersikap lembut, kasih 6:59 sayang. Sebagaimana Rasulullah telah 7:00 contohkan kepada kita ya, bagaimana 7:02 beliau sangat lembut kepada istrinya, 7:06 menyapa dengan panggilan sayang, enggak 7:08 berkata kasar, mengontrol emosinya, 7:11 menyampaikan teguran dengan santun, luar 7:14 biasa gitu ya. Bahkan kayaknya belum 7:16 ada. Eh, bukan belum ya, jarang kali ya. 7:18 Ada suami ketika pulang malam ee 7:21 ngetuk-ngetuk pintu, istrinya tertidur 7:24 belum enggak bisa bangun karena karena 7:26 tidur ya. Terus beliau gelar serbannya 7:30 terus tidur di depan pintu gitu ya. 7:33 Kayaknya kalau suami model begini 7:34 sekarang kayaknya jarang ya. Ada mah 7:36 malah mungkin diteriak-teriakin ya 7:39 dimarah-marahi gitu ya ngomel-ngomel 7:42 orang suami capek pulang deh kayak gitu 7:44 ya. dibentak-bentak ya. Nah, kita lihat 7:46 Rasulullah tidak pernah berkata kasar 7:49 ya, selalu mengontrol emosinya karena 7:52 memang luar biasa ya beliau itu ya ee 7:54 tauladan kita. Bahkan beliau juga 7:56 membantu pekerjaan rumah ya. Padahal 7:59 kalau kita lihat ya beliau tuh kan punya 8:01 anak itu kan hanya dengan ee dari ibunda 8:05 Khadijah binti Khuwailid ya. Artinya 8:07 beliau anak-anaknya sudah besar. E 8:09 artinya sebut setelah itu ya. itu kan 8:11 dari istri-istri yang lain tuh 8:13 istilahnya kalau enggak punya enggak 8:14 punya anak maksudnya di rumah kan ya 8:17 enggak ada kesibukan dong gitu ya ya 8:19 bisa manja-manja bisa kayak bos gitu 8:21 dilayani semuanya gitu ya air dituangin 8:24 makanan wah kayak gitu ya tapi ternyata 8:26 tidak ketika ee Ibunda Aisyah ditanya 8:30 apa yang dilakukan oleh baginda Nabi di 8:32 rumahnya beliau menjawab beliau membantu 8:35 istrinya di rumah ya artinya apapun 8:38 pekerjaan rumah yang bisa beliau 8:39 lakukan, beliau lakukan Buan, tapi kalau 8:42 dengar azan beliau langsung keluar 8:45 artinya langsung menunaikan salat. Jadi 8:46 enggak enggak ini ya maksudnya enggak 8:49 sampai ya artinya itu contohlah buat 8:52 kita ya buat ee para kepala keluarga. 8:55 Enggak aib kok bantu istri, bantu 8:57 keluarga ya. Enggak aib kok kalau suami 8:59 nyuci piring, ngasuh anak, membersihkan 9:01 rumah enggak aib kok gitu. Itu kan 9:03 menunjukkan kasih sayang kan. Khairukum 9:05 khairukum liahlih. Apalagi kalau 9:07 diniatkan karena Allah masyaallah tuh 9:09 ya. Nah, termasuk dalam hal ini misalnya 9:12 di antaranya memberikan nafkah yang baik 9:14 dan halal karena ini adalah bentuk 9:16 tanggung jawab ya sebagai infak dan 9:19 sodqah ya. Tapi terkadang kita temukan 9:22 ya karena memang barangkali teladannya 9:24 bukan Rasulullah. Jadi ada semacam kayak 9:26 mentang-mentang gitu ya. Jadi arogan 9:29 karena dia telah menafkahi, mencukupi 9:31 kebutuhan keluarganya, istrinya, 9:34 memberikan kenyaman. kenyamanan. Ketika 9:36 ada perilaku yang tidak baik, yang tidak 9:38 berkenan, langsung deh gitu keluarlah 9:40 kata-kata. Aku sudah cari R, kamu 9:43 tinggal apa di rumah. Nah, kayak gitu 9:44 ya. Ternyata Rasul enggak begitu. 9:46 Masyaallah ya. Jadi khairukum khairukum 9:49 liahlihi ya. Membimbing keluarganya. 9:52 Karena semua yang dilakukan tuh kan 9:53 karena Allah menciptakan lingkungan 9:55 rumah yang aman emosional. Karena rumah 9:58 itu tempat berlindung bukan sumber 9:59 ketakutan. suami itu tidak memaktakan 10:02 kehendaknya atau otoriter ya. Buka 10:04 dialog, memuliakan pasangan, menghargai. 10:08 Nah, inilah dari hadis ini. Masyaallah 10:10 ya. Ternyata kita diberikan contoh nyata 10:14 bagaimana Rasulullah itu menunjukkan 10:16 wahairukum liahli dan aku adalah yang 10:19 terbaik di antara kalian kepada 10:21 keluargaku. Tapi jangan katakan, "Ah, 10:23 sombong banget." Enggak begitu. 10:24 Nauzubillah minzalik. Rasul itu kan 10:25 teladan kita, nabi kita, tempat kita ee 10:28 mencontoh perilakunya. Karena khuluk 10:30 Qur'an, karena akhlaknya Al-Qur'an, maka 10:33 ini menjadi suatu motivasi bagi kita 10:36 bagaimana kita ingin menjadi yang paling 10:38 terbaik dalam keluarga kita karena itu 10:40 adalah manusia yang terbaik di sisi 10:42 Allah. Masyaallah ya. Jadi ini penting 10:45 banget ya ee hadis ini dipahami oleh 10:48 kita semua karena yang terbaik di sisi 10:51 Allah tuh adalah yang terbaik terhadap 10:52 keluarganya. Kalau di luar mah jaim. 10:54 Bisa jadi malah dosa nanti ya kalau 10:56 niat-niatnya bukan karena Allah. cari 10:59 apa nam perhatian biar dianggap ee apa 11:01 bertanggung jawab gitu ya. Nauzubillah 11:04 minzalik. Jadi dari hadis ini kita 11:06 mengambil hikmah dan pesan bahwa 11:09 keberhasilan seseorang itu diukur dari 11:13 rumah tangganya. Jadi bukan dari ee 11:16 bagaimana sikapnya di luar. Ini terutama 11:19 bagi orang tua yang mau cari mantu kali 11:21 ya. Mau cari mantuk misalnya, apakah mau 11:25 cari mantuk perempuan atau mantuk laki 11:27 ya bolehlah tuh galilah informasi 11:30 bagaimana e sikapnya di rumah gitu. 11:33 Kalau dia seorang kalau kita punya anak 11:34 perempuan nyari mantu laki, coba kita 11:37 tanyakan cari informasi bagaimana sikap 11:40 dia terhadap orang tuanya gitu ya. Jadi 11:43 ee pesan dari hadis ini yang kita ambil 11:47 hikmahnya luar biasa ya. bahwa kebaikan 11:51 sejati itu tidak cukup di ruang publik, 11:54 tapi harus dibuktikan di ruang pribadi. 11:57 Ya. Jadi kalau misalnya ee ketika kita 12:02 ini penting juga barangkali kalau 12:04 skrining jadi pejabat kali ya perlu juga 12:06 dibuat dilihat keluarganya juga kali ya. 12:09 Jadi penilaiannya dari keluarga jadi 12:11 bukan pilihan dari teman-teman 12:12 kantornya. Coba ditanya istrinya 12:15 bagaimana sikapnya gitu apa. Itu juga 12:17 bisa dijadikan e patokan ya. Nah, jadi 12:19 di sini Rasulullah itu menjadi teladan 12:21 utama kita dalam memperlakukan keluarga. 12:23 Beliau adalah teladan kita. Bagaimana 12:25 pentingnya membangun rumah tangga dengan 12:28 cinta, adab, dan empati. Masyaallah. 12:30 Jadi, ini satu hadis kalau dijabarkan 12:33 luas banget ya. Intinya adalah manusia 12:36 terbaik di sisi Allah itu adalah yang 12:37 terbaik terhadap keluarganya. Ya kan 12:40 kita diperintahkan terutama kepada eh 12:42 pemimpin keluarga ya anfusakum wa 12:45 ahlikum naro ya jagalah dirimu dan 12:49 keluargamu dari api neraka ya menjaganya 12:52 tentu dengan nilai-nilai akhlak 12:53 keislaman ya bagaimana membawa keluarga 12:57 ini mudah-mudahan semuanya selamat dari 13:01 marabahaya dunia ya dengan segala macam 13:04 godaan-godaan yang ada tentu dimulai 13:06 dari rumah ini yang pertama pertama ya, 13:09 Mbak ya. Hadis tentang khairukum ya, 13:12 manusia terbaik ya. Kemudian berikutnya 13:16 ee khairukum man taalamal Quran waamah. 13:22 Ya, ee yang terbaik di antara kalian itu 13:26 adalah orang yang taalam itu yang 13:29 belajar Al-Qur'an wa alamah, yang 13:33 mengajarkan. Ini kan temanya Al-Qur'an 13:36 ya. Jadi ee dalam hadis ini para ulama 13:40 itu menyebutkan ee Nabi menyampaikan 13:45 sabda ini itu dalam berbagai kesempatan 13:48 ya. Ee makanya hadisnya itu hadis 13:50 riwayat Imam Bukhari ya, hadis sahih itu 13:53 ee menyebutkan bahwa ee bagaimana 13:56 Rasulullah itu memotivasi para sahabat. 13:59 Memotivasi para sahabat itu agar 14:01 semangat dalam mempelajari Al-Qur'an. 14:04 Karena Al-Qur'an ini adalah tuntunan 14:05 hidup kita. Al-Qur'an ini adalah way of 14:09 life kita. Maka diberikanlah motivasi 14:11 oleh Rasulullah. Karena sebaik-baik 14:14 manusia itu ee yang terbaik itu adalah 14:17 yang antara dua. Pokoknya kalau 14:19 dua-duanya boleh, salah satu di antara 14:21 dua. Paling tidak jangan sampai tidak 14:23 dua-duanya, yaitu belajar dan 14:27 mengajarkan. Nah, jadi ee bagaimana 14:30 hadis ini mengangkat derajat orang-orang 14:33 yang menjadikan Al-Qur'an itu sebagai 14:35 bagian dari hidupnya. Dengan cara apa? 14:37 Dengan belajar. Ya, belajar itu ya 14:39 belajar membacanya, belajar ee untuk 14:42 dapat ee 14:45 menghafalnya misalnya atau mempelajari 14:47 tafsirnya atau mampu mengajarkan kepada 14:49 orang lain. Itu temanya Al-Qur'an. Aib 14:52 rasanya ya kalau kita sebagai umat Islam 14:54 tidak bisa membaca Al-Qur'an. Aib. Aib. 14:57 Kenapa aib ini Al-Qur'an ini adalah 14:59 pedoman hidup kita? Mungkin kita bisa 15:03 mempelajari yang lain-lain ya. Bahasa 15:05 yang lain aja kita pelajari apalagi 15:06 bahasa bahasa kayak bahasa Inggris gitu 15:08 ya. Yang lain Mandarin dipelajar. Kenapa 15:11 bahasa Islam, bahasa Al-Qur'an, bahasa 15:13 ee wahyu Allah itu tidak dipelajari? 15:16 Jadi rasanya aib. Makanya semangat eh 15:18 semangat belajar membaca Al-Qur'an, 15:20 semangat mempelajari tafsirnya, semangat 15:23 untuk ee mengajarkannya ya. Jadi ini 15:26 juga kita lihat konteksnya juga 15:28 menghargai ya menghargai peran para guru 15:31 dan para murid dalam majelis ilmu yang 15:33 mengajarkan Al-Qur'an. Jadi ini penting 15:36 banget ya ee bagaimana kita belajar dan 15:40 mengajarkan. Nah, kalau di sini juga 15:42 termasuk tidak hanya sekedar belajar 15:44 membaca atau belajar menafsirkan, tapi 15:47 juga bagaimana dari ilmu yang kita 15:50 pelajari ini kita mampu mengamalkannya, 15:52 ya, mentadaburkannya, ya, sehingga kita 15:55 bisa ee mengamalkan atau paling tidak 15:57 menjadi Quran yang berjalan ya, tidak 15:59 hanya sekedar membaca, menghafal, tapi 16:02 mampu menjadikan hidup kita itu semuanya 16:06 adalah Al-Qur'an. Nilai-nilai Al-Qur'an 16:08 ada bersama kita ya. Mudah-mudahan 16:10 Allahum ja'alana min ahlil Quran. 16:12 Allahum ja'alna wriyatana min ahlil 16:14 Quran. Min hamil Quran. Itu ya doa kita 16:16 kan gitu ya. Semoga kita dan anak 16:18 keturunan kita itu pembawa Alqur'an ya. 16:22 Ee ahli Quran insyaallah ya. Jadi ini ee 16:26 yang terkait dengan khairukum ya. Yang 16:30 berikutnya lagi yang ada khairnya itu 16:33 adalahirunas 16:35 man umruhu 16:38 amaluhuirunas. 16:42 Sebaik-baik kalian atau sebaik-baik 16:44 manusia itu adalah man umruhu yang 16:47 panjang umurnya. Wauna amaluhu dan baik 16:52 amalnya. Pertanyaannya, Mbak, mungkin 16:54 ada yang nanya kali gini misalnya ya, 16:57 mendingan mana panjang umur ee 17:02 apa ee ee panjang umur 17:07 ee sebentar ee umurnya pendek, amalnya 17:10 baik atau umurnya pendek, amalnya baik 17:13 ya. Ee umurnya pendek, amalnya baik atau 17:16 umurnya apa? Panjang tapi amalnya 17:18 amalnya baik. [tertawa] 17:20 Mendingan mana, Mbak ya? Umurnya 17:22 panjang. 17:24 Umurnya panjang. Amalnya banyak. 17:26 Baiklah. 17:27 Ya pasti yang umurnya panjang. 17:28 Sempurna maunya gitu 17:30 ya. Kan semua kembali kepada takdir 17:32 Allah. Masalah umur ya kan. Allahlah 17:34 yang telah menakar umur kita. Jadi dalam 17:37 hadis ini manusia yang terbaik itu 17:39 adalah yang panjang umurnya, baik 17:42 amalnya. Jadi di sini umur itu kan 17:44 memang nikmat yang Allah berikan kepada 17:47 manusia, tapi juga amanah. Ya, umur 17:51 Allah tidak menciptakan umur tuh 17:53 sia-sia. Artinya semakin panjang umur 17:56 seseorang tentu peluang untuk beramal 17:59 saleh juga panjang. Ya, jadi kita 18:01 berharap ya kalau kan suka ada orang 18:04 doa, "Ya Allah panjangkanlah umurku agar 18:06 aku bisa melihat anak cucuku menikah." 18:09 gitu ya. Besar-besar kan ada juga begitu 18:11 ya minta umurnya panjang. Sebenarnya 18:14 enggak ada masalah minta umur panjang, 18:15 tapi masalahnya adalah mampu enggak 18:17 beramal dengan baik ya. Mampu enggak 18:19 kita mengisi hari-hari kita dengan amal 18:21 yang saleh? Itu yang yang permasalahan. 18:23 Jadi, umur tuh bukan soal kuantitas, 18:26 tapi kualitas. Banyak orang hidup lama 18:29 tapi enggak ada apa-apanya. Kosong dari 18:31 makna. Enggak memiliki sesuatu. Umurnya 18:33 panjang tapi tidak tidak banyak yang dia 18:37 bawa bekal. Ya, 18:38 panjang umur hanya berharga tuh, hanya 18:41 berkualitas atau ber ee bernilai itu 18:44 kalau dipakai untuk taat kepada Allah. 18:47 Nah, sebaliknya panjang umur tapi penuh 18:50 maksiat itu akan menambah hisab dan azab 18:52 aja. Jadi, ya sekarang ee kita lihat 18:57 umur pendek tapi berkualitas itu jauh 18:59 lebih baik ya. Masyaallah ya. Ya itu 19:01 masalah umur kan masalah-masalah 19:03 ketentuan Allah. Tapi paling tidak di 19:05 sini sebaik-baik manusia itu adalah yang 19:06 umurnya panjang kemudian ee amalnya juga 19:10 banyak ya. Karena orang yang paling 19:12 buruk itu adalah orang yang panjang 19:14 umurnya tapi amalnya buruk. Nauzubillah 19:16 minzalik. Jadi, oleh karena itu kita 19:18 diberikan kesempatan nih untuk 19:19 memperbaiki diri kalau memiliki umur 19:21 panjang. Ee umur panjang itu kan berarti 19:24 apa? Kesempatan beristigfar, kesempatan 19:27 bertobat, kesempatan menambah ilmu, 19:29 kesempatan memperbaiki akhlak, dan 19:31 kesempatan untuk memperbanyak amal 19:34 jariah, amal saleh kita tuh terbuka 19:36 karena umurnya panjang. Maka beramallah 19:39 karena setiap orang dimudahkan menuju 19:40 tujuan hidupnya. Mumpung masih sehat, 19:43 mumpung masih bisa kita mengerjakan 19:45 apapun, mumpung kita diberi waktu, ayo 19:47 isi waktu itu dengan hal-hal yang 19:49 bermanfaat ya. Karena kita kan enggak 19:51 tahu juga ya ajal ya, ya Allah pada saat 19:54 kita, "Ah, sebentar aja ternyata Allah 19:57 cabut nyawa kita." Ya Allah, itu kan 19:59 malaikat melihat mendatangi manusia itu 20:02 kan dalam sehari kan 70 kali, Mbak ya. 20:03 Kita kan enggak tahu nih usia berapa 20:05 kita akan diambil, ya. Makanya aduh 20:08 mudah-mudahan waktu kita isi dengan 20:10 sebaik-baiknya, ya. Insyaallah ya. Maka 20:12 orang yang berumur panjang itu yang baik 20:14 amalnya itu berkah. Berarti dia umurnya 20:17 berkah, amalnya juga berkah. Mereka tuh 20:20 menjadi bisa menjadi sumber ilmu ya, 20:22 hikmah, keteladanan, luar biasa ya. 20:25 Karena dia mengisi waktunya, 20:26 hari-harinya dengan berkualitas ya. Jadi 20:29 peringatan juga buat kita nih bukan 20:31 masalah ee panjang umur dengan banyak 20:34 rezeki atau apa, tapi paling tidak 20:37 amalnya berkualitas. 20:39 menjadi pengingat kita nih untuk 20:40 mengevaluasi diri nih ya. Di usia 20:43 sekarang ini kan setiap tahun kan 20:44 semakin bertambah nih usia kita. 20:45 Kira-kira bertambahnya usia kita ini 20:47 bertambah enggak ya amalnya ya? 20:49 Wallahualamnya. Masyaallah. Kalau saya 20:52 melihat di sini Mbak ya, yang terpenting 20:55 nih dalam memperberat amal kita dalam 20:58 kehidupan ini yang pertama dan utama itu 21:00 adalah memperbaiki niat. Karena dengan 21:03 niat ini itu akan memperberat amal kita. 21:06 Karena innamal binniat. 21:08 Ada orang yang beramal sama hasilnya 21:10 beda. Ya, misalnya nih ee pendengar 21:14 rasil saat ini kan dengerin kajian kita 21:17 ya. Dengerin tuh awalnya diniatin enggak 21:19 sih? Kadang-kadang kan hidup kita 21:20 seperti air yang mengalir ya, Mbak ya. 21:23 Ya, jalani aja tapi enggak ada niatnya. 21:26 Kalau niatnya sekedar ah iseng-iseng ah 21:28 mau dengerin rasil apa sih acaranya? 21:30 Iseng-iseng nih ya dapatnya iseng-iseng 21:32 aja. Tapi ketika kita niatkan untuk 21:34 mendapatkan ilmu agar Allah berikan kita 21:37 hidayah Allah agar agar Allah tuntun 21:40 hati kita, agar Allah selamatkan kita, 21:43 Allah agar Allah bimbing kita itu dapat 21:46 tuh ya agar Allah berikan kita ilmu dan 21:50 mampu mengamalkannya agar waktu kita 21:53 berkah insyaallah dapat semua. Jadi 21:56 sekali lagi khairukum ee yang yang kita 21:59 bahas ini adalah yang mantola umur 22:02 umruhu yang panjang umurnya dan ee bagus 22:05 amalnya. Jadi di sini ee memberikan kita 22:08 motivasi ya kesadaran waktu ya. Ya, 22:12 bagaimana waktu yang ada. Kita kan 22:13 enggak tahu juga nih umur panjang atau 22:15 pendeknya kan. Nah, jadi kita bagaimana 22:17 memanfaatkan waktu agar waktu itu bisa 22:20 berkualitas. Jadi kita punya semangat 22:23 untuk berbenah diri. apa nih yang kita 22:25 lakukan di usia sekarang ini dan 22:28 keinginan kita juga untuk memenuhi sisa 22:30 umur kita dengan amal terbaik. Kira-kira 22:32 amal terbaik apa ya? Amal jariah dari 22:34 niat kemudian amal jariah. Jadi ee dari 22:37 pembahasan ini manusia yang terbaik di 22:40 sisi Allah tuh yang panjang umurnya yang 22:41 amalnya juga bagus itu ya tuh umur tuh 22:44 umur panjang tuh bukan bukan jaminan 22:46 kemuliaan tapi menjadi kemuliaan kalau 22:48 diiringi dengan amal yang baik dan 22:50 istikamah. Itulah sebaik-baik manusia ee 22:53 di sisi Allah yang semakin lama 22:55 hidupnya, semakin banyak pahalanya dan 22:58 amalnya juga semakin baik. Masyaallah 23:01 luar biasa. Semakin beratlah timbangan 23:03 amalnya. Dan mudah-mudahan juga ee 23:06 hisabnya dimudahkan, tidak berat ya. 23:10 Jadi ini Mbak sebelum kita istirahat ya, 23:11 Mbak ya. 23:13 [terkesiap] 23:14 Baik. Masyaallah. Sudah dipaparkan tadi 23:16 sebagian dari materi kita pada siang 23:19 hari ini, yaitu manusia-manusia terbaik 23:21 di sisi Allah Subhanahu wa taala. Kami 23:24 undang ikhwan dan akhwat untuk 23:25 menyampaikan pertanyaan terkait dengan 23:27 tema. Silakan di nomor WhatsApp seperti 23:28 biasa di 0811999720. 23:35 Insyaallah kami akan kembali tapi 23:37 setelah nasyid berikut ini. [musik] 23:47 Radio Silaturahim juga Rasil TV Ikhwan 23:50 dan Akhwat saat ini sedang menyimak 23:52 fikih wanita bersama Ustazah Helini 23:53 Amran dengan tema kita yaitu manusia 23:55 terbaik di sisi Allah Subhanahu wa 23:57 taala. Masih ada satu poin lagi yang 23:59 ingin disampaikan Ustazah Tafada Ustazah 24:00 ya. Bismillahirrahmanirrahim. 24:02 Selanjutnya kita ee membahas 24:05 membincangkan ee sebaik-baik manusia ya. 24:09 Itu dalam hadis Rasulullah ee bersabda, 24:13 "Khairukum fil jahiliyah." 24:16 Khiarukum fil islam. Khiarukum eh fil 24:19 jahiliyah. Hiarukum fil islam. Idza 24:22 faqihu. Ya, idza faqohu ya. ee 24:26 sebaik-baik kalian itu ee di sebaik-baik 24:30 sebaik-baik kalian di masa jahiliah ee 24:33 adalah sebaik-baik kalian pula di masa 24:36 Islam jika mereka memahami agama. Jadi 24:40 artinya di sini sebaik-baik kalian di 24:42 masa jahiliah mungkin di masa jahiliah 24:44 itu sebelum Islam tuh kan dia terbaik 24:46 ya. Nah, mereka juga akan menjadi 24:48 terbaik di masa Islam syaratnya apa? 24:51 Faqohu ya. Faqihu ya. Mereka tuh 24:53 syaratnya paham agama. Jadi artinya di 24:56 sini bahwa 24:58 potensi manusia di masa jahiliah itu 25:03 tidak diabaikan di dalam Islam. Karena 25:05 Islam itu agama fitrah. Islam itu tidak 25:08 menghapus kelebihan dan potensi 25:11 seseorang ya ee tapi mengarahkannya 25:15 sehingga menjadi manfaat bagi agama dan 25:17 umat. Ya, syaratnya tadi kan ya faqohu 25:21 ya. 25:22 faqahu atau fakihu agar mereka fakih 25:26 fqih 25:26 syaratnya mereka paham. 25:28 Oh 25:29 fakih itu kan fikih ya. 25:31 Allahum faqihna fiddin. Ya Allah berikan 25:33 aku pemahaman terhadap agamaku. 25:35 Rasulullah itu pernah mendoakan Ibnu 25:36 Abbas Allah faqihu fiddin. Ya Allah 25:39 berikan dia pemahaman. Jadi kita boleh 25:41 juga dong Allahihni fiddin. Ya Allah 25:43 berikan aku pemahaman terhadapin. Jadi 25:45 syaratnya itu dia paham agama. Nah, jadi 25:49 di sini kita lihat ya bagaimana 25:52 ee dalam hadis ini ya sebaik-baik kalian 25:55 tuh yang di masa jahiliah dia juga dalam 25:56 Islam juga ee terbaik juga ee bila dia 26:00 tuh paham dia fakih. Jadi ee Islam tuh 26:04 menegaskan bahwa orang yang hebat di 26:07 masa jahiliah bisa juga hebat di masa 26:10 Islam dengan syarat dia paham agama. 26:14 Jadi Islam tuh mengangkat potensi ya. 26:16 Islam tuh enggak menghancurkan potensi 26:18 orang loh ya. Islam tuh enggak memaksa 26:20 orang menjadi semuanya sama, seragam, 26:23 menghilangkan ee prestasi prestasi masa 26:25 lalu. Enggak. Islam itu membina 26:27 kepribadian. Islam itu mensucikan niat 26:30 seseorang, membimbing amal seseorang. 26:32 Yang penting syaratnya fakir, paham 26:34 terhadap agama. Ya, makanya kalau kita 26:37 lihat contohnya misalnya seperti Umar 26:39 bin Khattab ya, dia kan pemimpin Quraisy 26:41 dulu ya. Ee dalam Islam kan juga jadi 26:43 khalifah. ee terkemuka juga tuh 26:45 orangnya. Atau seperti Khalid bin Walid 26:47 ya itu ahli strategi Quraisy dulu di 26:50 Khalid Khalid bin Walid itu panglima 26:53 perang di waktu perang Uhud ya. Setelah 26:55 ee masuk Islam itu jadi Saifulah, pedang 26:58 Allah yang tajam. Jadi ee banyak ya 27:01 orang-orang yang di masa jahiliahnya 27:03 berprestasi ya hebat. Setelah masuk 27:06 Islam dia menyadari itu adalah hidayah. 27:09 Dia memperbaiki diri. dia apa menuntut 27:12 ilmu ya, paham terhadap agama itu terus 27:16 berlanjut. Jadi syarat idza faqohu atau 27:20 id faqihu eh fqih itu menjadi syarat. 27:24 syarat ketika di masa jahiliah sebelum 27:26 Islam dia hebat, tokoh, selama dia 27:30 memahami Islam, masuk Islam tuh juga 27:32 akan terus. Jadi, kekuatan, kecerdasan, 27:35 dan bakat itu memang harus diarahkan 27:39 oleh syariat, oleh ilmu agama. Jika 27:42 tidak, potensi-potensi itu nanti bisa 27:44 menyesatkan loh. Jadi, harus dibingkai, 27:46 dibingkai dengan agama, pemahaman agama. 27:49 Karena banyak orang yang cerdas secara 27:52 akademik tapi terjebak ee 27:54 pemahaman-pemahaman liberalis ya, 27:56 sekuler ya, syubhat dalam pemikirannya. 27:58 Jadi kalau mereka enggak memahami agama 28:00 dengan benar itu bisa sesat ya. Enggak 28:03 paham agama ya bisa dengan keahlian 28:06 narasinya gitu ya. Dia bisa merubah 28:08 orang kan enggak benar itu. Makanya 28:10 harus dibingkai dengan syariat, paham 28:13 agama. Jadi ee tentu saja ini harapan 28:17 bagi orang-orang yang dulu pernah salah 28:20 dalam arti enggak mengenal penciptanya, 28:22 enggak enggak mengenal dinullah itu. Ee 28:25 jadi mereka tuh kita diberikan ee mereka 28:28 tuh bisa ee mendapatkan harapan baik ya 28:31 kalau mereka tuh dibingkar dengan 28:32 syariat ketika hijrahnya dalam Islam itu 28:34 juga hebat. Masyaallah. Jadi bisa 28:36 menjadi manusia yang terbaik ya. Jadi 28:39 inilah ee sekarang tugas kita ya ee 28:42 sebagai umat Islam tuh kan bagaimana 28:44 mengarahkan potensi ya ketika ada orang 28:47 yang jadi mualaf ya ee masuk Islam, 28:50 bagaimana potensi dia sebelum Islam itu 28:53 bisa kita arahkan dan tentu saja ini 28:55 menjadi ee potensi yang luar biasa untuk 28:58 kejayaan Islam mengarahkan mereka untuk 29:01 bisa bermanfaat bagi umat ya, bagi agama 29:06 ya ee supaya mereka tuh bisa tafakh 29:08 fidin mempelajari agamanya ini. Jadi ee 29:12 bagaimana dengan hadis ini? Hiarukum fil 29:14 jahiliyah, hyarukum fil Islam itu 29:16 menghargai potensi manusia. Ya, itu 29:18 manusia yang terbaik yang memahami 29:20 agamanya. Fakih fikdin. Ee ini 29:23 sebaik-baiknya manusia ya. Apalagi kalau 29:25 memiliki ilmu-ilmu misalnya dia ahli IT 29:28 terus sebelumnya masuk Islam. Wah, itu 29:30 bisa dimanfaatkan ya untuk kejayaan 29:32 Islam ya. Barangkali itu, Mbak, ya. 29:34 Mudah-mudahan kita termasuk dalam 29:36 kategori manusia yang terbaik. 29:37 Insyaallah. 29:38 Amin. Insyaallah. 29:41 Baik, Ustazah. Kita langsung saja ke 29:42 tanya dan jawab, ya. Izinkan saya 29:44 membacakan penanya-pertanya. Ee penanya 29:47 pertama ini hamba Allah. Asalamualaikum 29:49 warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah. 29:51 Waalaikumsalam. Warahmatullahi 29:53 wabarakatuh. 29:55 Ustazah, kira-kira apa sih yang 29:57 menyebabkan seseorang itu di luarnya 30:00 baik? Tapi kepada kita keluarga inti, 30:04 galak, pelit, dan tidak menyenangkan. 30:07 Bahkan kalau kita dalam satu mobil, 30:10 enggak ada tuh ustazah ngajakin ngobrol. 30:13 Kalau saya bersama dengan ayah saya, ee 30:17 ibu saya selalu mengeluhkan betapa ayah 30:21 manis kepada orang lain, namun pahit. 30:24 Kalau bersama-sama dengan Ibu saya, Ibu 30:27 sampai mengevaluasi diri apakah beliau 30:31 sudah tidak menyenangkan lagi untuk ayah 30:33 saya. Terima kasih, Ustazah. Oh, dan 30:36 bagaimana cara mengatasinya? 30:39 Ee ini cerita orang tua ya. 30:41 Orang tua [tertawa] ini anaknya berarti 30:42 yang WhatsApp. 30:43 Masyaallah. Jadi begini ee barangkali 30:46 kita hanya bisa menganalisa ya kenapa 30:49 sampai seseorang itu beda di luar, beda 30:52 di dalam ya. 30:53 ir batin ya kan kalau dalam sisi itu kan 30:57 kalau bahasa istilahnya kan muna ya 31:00 orang munafik itu kan tampilan luarnya 31:05 kalau kamu lihat dia tuh bagus tampilan 31:08 tapi hatinya enggak gitu ya kan kita 31:10 enggak mengatakan itu ya terhadap orang 31:12 tua kita tapi paling tidak kalau kita 31:14 mencermati ya menganalisa kenapa bisa 31:17 terjadi dualisme seperti itu baik di 31:20 luar 31:21 ee tidak baik di dalam. Bisa jadi ini 31:25 karena ee 31:28 tidak paham atau lemahnya pemahaman 31:32 terhadap ee amal ya. Ee ee bagaimana 31:36 lemahnya ikhlas, lemahnya niatnya, niat 31:39 yang tidak tulus. Ketika seseorang 31:41 memahami bagaimana ee keikhlasan, 31:45 ketulusan itu, itu menjadi patokan 31:48 penting dalam ee memperberat timbangan 31:50 amal saleh, pasti dia akan baik juga di 31:53 dalam. Karena ini kan amanah. Jadi bisa 31:55 jadi karena kurang memahami adin ya, 31:57 agama ya, bagaimana kewajiban seorang 31:59 ayah, seorang suami gitu ya. Kan ini 32:03 amanah pernikahan itu kan ee amanah yang 32:06 dititipkan Allah kepada kita. Nah, 32:09 sebagai kepala keluarga tentu akan 32:11 menjaga amanah itu kalau misalnya ee ya 32:15 artinya pendidik awam itu kan memimpin, 32:19 mengatur, mendidik. Nah, barangkali ada 32:20 yang sampai ibunya evaluasi misalnya ya 32:23 kenapa-kenapa ya artinya bingung juga 32:25 kenapa bisa jadi itu dia tadi ya karena 32:26 kekurangan ee pemahaman terhadap ee 32:31 tugas amanah yang diberikan oleh Allah. 32:33 Jadi kurang ilmulah barangkali kurang 32:35 ilmu agama sebenarnya. Peran suami itu 32:37 apa sih? tujuannya apa sih rumah tangga 32:39 ke mana? Jadi kalau saya lihat di sini 32:40 perlu juga barangkali ee mungkin bisa 32:43 jadi kurang sadar akhirat kali ya. Kalau 32:46 orang kurang sadar akhirat kan bisa aja 32:47 ya karena bisa jadi minimnya ilmu agama 32:50 itu bisa jadi kemungkinan itu ya kalau 32:52 kita analisa. Bisa juga yang keduanya 32:55 itu karena pola asuh artinya ee memang 33:01 kurang memahami. Bisa jadi ada orang 33:04 yang sudah paham agama tapi masih juga 33:06 gitu ya. KDRT, KDRT yang dilakukan. Bisa 33:09 jadi ya, bisa jadi ini karena pola asuh. 33:12 Jadi pola asuh yang keliru dari orang 33:15 tua kemudian diwariskan kepada anaknya 33:18 ya ilmu lagi ya. Mestinya kan ilmu-ilmu 33:20 yang terkait dengan parenting Islam itu 33:22 kan juga perlu dibahas bagaimana 33:24 memutuskan mata rantai gitu ya. Nah, 33:26 bisa jadi itu penyebabnya di antaranya 33:28 itu jadi ee mewariskan kembali perilaku 33:31 yang didapat dari orang tua ya. Jadi 33:34 karena dia enggak punya ee pengalaman, 33:36 enggak punya ilmu, akhirnya apa yang 33:38 diterapkan, yang dia rasakan dia 33:39 kembalikan ee terjadi lagi kepada 33:42 keluarganya. Bisa jadi itu ya. Atau bisa 33:45 jadi ee 33:47 banyak sih ya kebiasaan kemunafikannya. 33:49 Bisa jadi ya itu tadi 33:51 ee memang sebenar tuh enggak pek nikah 33:54 ini ya terpaksa ya enggak ikhlas ya 33:57 banyaklah ya. Nah, bagaimana 33:59 mengatasinya? 34:01 Ini memang tidak mudah ya untuk merubah 34:03 orang ya, merubah kebiasaan itu enggak 34:05 mudah. Tapi paling tidak ini pelajaran 34:08 yang ee akan datang nih ya bagi tadi 34:10 kalau anak ya coba ini jadi belajar dari 34:14 ee apa yang kita dapatkan dari orang tua 34:16 ya. Belajar lagi ya ee ilmu-ilmu 34:18 parenting dan segala macam. Kemudian 34:21 yakinkan, tekadkan pada diri kita ini 34:23 tidak akan terulang lagi ya. Jadi 34:26 maafkan, putuskan mata rantai. Nah, 34:28 kalau memang memungkinkan, coba deh kita 34:31 ajak ee ayah atau ibu ini untuk 34:34 bermusyawarah ya. Atau paling kalau 34:36 misalnya anak paling ke ayah ya, 34:38 masing-masing ya tanyakan ya kenapa ya 34:40 gini-gini aku enggakkanlah isi hati aku 34:43 sedih gini gini gini gitu ya. Ya bisa 34:45 jadi ya itu kan semoga kembali kepada 34:46 Allah. Tentu saja doa dan mohon kepada 34:48 Allah tu tentu juga penting ya. Nah, ini 34:50 ee bisa itu di antaranya bisa jadi tidak 34:54 punya komunitas tadi punya ilmu. Ilmu 34:56 itu kan harus dicari. Ilmu kan harus 34:59 punya lingkungan ya. Jadi kayaknya Mbak 35:01 Olin ini catatan buat kita ya, termasuk 35:04 untuk anak laki-laki kita atau para 35:06 suami atau bapak kita. Sepertinya 35:08 komunitas pengajian untuk bapak-bapak 35:11 enggak sebanyak ibu-ibu ya. 35:12 Betul. Nah, ini masalah nih di sini nih. 35:15 Ketika si ayah yang mestinya dialah yang 35:18 mendidik keluarganya, mestinya dia 35:20 mempunyai ilmu keislaman tuh lebih 35:22 banyak daripada keluarganya untuk bakal 35:25 ee modal untuk mendidik. Tapi kan 35:27 kenyataannya yang banyak kan perempuan 35:29 akhirnya sabar, diam kayak gitu ya. Nah, 35:31 jadi bisa jadi seperti itu. 35:32 Wallahualamin. Yang penting doa ya ee 35:34 mudah-mudahan selalu berikan ya 35:37 kesabaran yang berlipat dan kesadaran 35:39 untuk ee orang tuanya. Insyaallah. 35:41 Amin. Insyaallah. Eh, yang sabar ya, 35:44 Mbak. Insyaallah lewat doa nanti 35:47 dibolak-balikkan hati. Insyaallah. Baik, 35:49 saya akan lanjut ke pertanyaan 35:51 berikutnya. Ini masih dari hamba Allah. 35:53 Asalamualaikum warahmatullahi 35:55 wabarakatuh. 35:56 Waalaikumsalam. Warahmatullahi 35:58 wabarakatuh. Karolin boleh agak panjang 36:01 ya. 36:01 Boleh. Insyaallah saya akan edit-edit 36:04 dikit tapi ya. ee hamba Allah bertanya, 36:06 "Ustazah ee ee suami saya salah satu 36:10 aktivis yang ee yang aktif sekali 36:15 apabila ada bencana alam. Kemudian kalau 36:19 misalnya dipanggil untuk dibutuhkan 36:22 tenaganya, dia akan terlebih dahulu 36:24 hadir dan memberikan minimal tenaganya. 36:28 kami memiliki warung. Alhamdulillah kami 36:32 sekeluarga merasa tercukupi atas kerja 36:34 keras yang sudah diberikan oleh suami 36:38 hamba, suami saya, Ustazah. Namun 36:41 lingkungan sepertinya menjudge keluarga 36:45 kami tidak memiliki terutama orang tua 36:48 saja bahwa saya dibilang rumahnya 36:52 segitu-segitu aja padahal anak sudah 36:54 besar karena suami kebanyakan aktivitas 36:58 yang tidak menghasilkan. Saya kaget 37:01 juga, Ustazah dibilang seperti itu. 37:04 Kemudian saya diminta untuk bicara 37:06 kepada suami saya seperti bilangin ke 37:10 suaminya, jangan kebanyakan ee bantu ini 37:13 dan itu, tapi yang tidak menghasilkan 37:17 sehingga ee kamu tidak memiliki rumah 37:20 yang baik. mendingan kerja lebih keras 37:22 lagi, warungnya dibesarin kalau mungkin 37:26 ee memiliki modal untuk memperluas 37:28 menjadi toko yang besar. Mohon 37:31 penguatannya, Ustazah. Terima kasih. 37:34 Panjang lagi, Ustazah. Tapi intinya itu 37:37 ya memang cara pandang itu berbeda ya. 37:41 Cara pandang antara keluarga inti dengan 37:46 keluarga besar terhadap anaknya itu 37:49 memang berbeda ya. Jadi gini ee yang 37:53 penting kan sekarang bagaimana ibu 37:55 dengan keluarga itu kan yang penting ya. 37:58 Yang penting kan seperti apa yang Ibu 38:00 alami, perasaan ee kenyamanan itu kan 38:03 itu yang penting itu. Apakah hidup 38:06 berhutang atau tidaknya kan itu yang 38:07 penting itu ya kita enggak berhutang ya. 38:10 Jadi memang ee cara pandang orang dengan 38:13 keluarga kita tuh beda. Jadi kalau 38:15 menurut saya sih begini aja sih 38:16 sebenarnya ya. Ee selama pendidikan anak 38:20 tidak anak tidak terlantar. Ini kan 38:22 masalah motivasi. Ini kan menolong orang 38:24 enggak ada duitnya. Masyaallah ya. Yang 38:27 penting ibu dan suami itu seperti apa 38:29 gitu ya. Jadi sepakati aja. Kalau memang 38:32 ibu sepakat dengan suami seperti itu ya 38:34 jalani aja dan niatkan karena Allah. 38:37 Mudah-mudahan berkah gitu ya. selama 38:39 tidak berkekurangan, selama tidak 38:41 meminjam, berhutang kepada orang, selama 38:43 tidak menyulitkan orang, selama tidak 38:45 membawa beban buat orang lain gitu ya. 38:47 Cuman kadang-kadang cara pandang itu 38:48 berbeda. Ada orang yang kok begini amat 38:51 mestinya begitu gitu ya. Nah, ini 38:53 kembali kepada ee dipulangkan kembali 38:56 kepada ibu dan suami ya. Seperti apa? 38:59 Apakah ibu juga enggak enggak ini enggak 39:01 enggak puas kayaknya benar juga ya. Nah, 39:04 sekarang kan yang menjalani rumah tangga 39:05 kan ibu dan suami. Nah, orang lain itu 39:08 kan kadang-kadang cara pandangnya 39:09 berbeda dilihat dari latar belakang pola 39:12 pikir. Ada yang pola pikirnya ee umum, 39:16 materialis misalnya ngapain sih 39:18 bantu-bantu orang enggak ngasilin, 39:20 enggak punya duit, rugi gitu. Mendingan 39:23 ee keluarga yang diperhatikan. Kan ada 39:25 yang begitu kan dia cara pandang 39:26 sebenarnya. Nah, ini perlu di ee 39:29 disatukan ya maksudnya dicoba 39:31 dikompromikan cara pandang ibu dengan 39:33 suami ya. Kalau suami ini kan amal saleh 39:36 ya, alhamdulillah kan ini sudah ada 39:38 warung untuk menghidupi keluarga kita. 39:40 Kita enggak berhutang kepada orang, 39:41 anak-anak sekolahnya lancar. Kalau 39:44 masalah rezeki nanti rumah mudah-mudahan 39:46 Allah berikan rezeki yang berlipat. Yang 39:48 penting ini saya ada tenaga. Saya akan 39:50 bantu orang. Mudah-mudahan dengan 39:51 keberkahan ini Allah berkahi kita 39:53 insyaallah kalau enggak ada saya mungkin 39:54 orang susah untuk membantu ini kan ee 39:57 kayakkayak gitulah ya. Jadi ini ee 39:59 permasalahan antara ibu dan suami. 40:01 Adapun masukan dari orang tuh iyain aja. 40:03 Iya iyaah gitu aja. Karena nih kita 40:06 enggak bisa ee melakukan rumah tangga 40:09 kita itu seperti apa yang dikehendaki 40:11 orang. Nanti beda-beda lagi. Iya kan? 40:13 Kalau kita misalnya banyak itu semuanya 40:16 ee kalau kita mengikuti dan menuruti itu 40:18 ya mbok di rumahnya dibesarkan, 40:20 warungnya diinikan ya pengin jadi 40:23 sekarang bertekad aja ibu dan suami 40:26 seperti apa gitu ya untuk membesarkannya 40:28 tapi tanpa mengurangi atau tanpa ee 40:32 mengabaikan yang lain. Jadi itu kan 40:33 teknis aja sih sebenarnya ya, bagaimana 40:35 cara mengembangkan ee usaha tapi juga 40:39 bisa leluasa untuk membantu orang kan. 40:43 Artinya kita ee bicarakan ini memang 40:45 untuk kebaikan bersama ya. Insyaallah 40:47 setiap orang yang beramal saleh niatnya 40:49 karena Allah itu rezeki. W yattaqillah 40:51 yaj'alahu makhraja. Jadi semuanya kalau 40:53 kita lakukan karena Allah, apapun yang 40:55 kita ee apalagi itu membantu sebaik-baik 40:57 kalian itu kan yang bermanfaat untuk 40:58 orang lain gitu ya. Itu juga akan 41:01 impactnya ke kita juga insyaallah. Maka 41:02 dirumuskan aja semuanya. Kalau mau boleh 41:05 aja, tapi tidak mengurangi yang lain. 41:07 Tidak. Ngapain sih bantu-bantu orang? 41:08 Yang penting ekonomi dua-duanya kita 41:10 kerjakan. Bantu orang juga ekonomi juga 41:11 perlu ditingkatkan begitu ya. [berdehem] 41:13 Yang penting terhadap orang tuh tetap 41:15 santun ya baik gitu. Wallahuam 41:18 ya. Iyain aja kata ustazah kalau orang 41:20 tua bicara ustazah [tertawa] 41:21 karena bukan tempat kita untuk 41:23 mengkoreksi ya ustazah ya. 41:24 Betul. 41:25 Iya. Baik. Ee ini dari Ibu Dharma 41:27 Ustazah. Masyaallah Ustazah menyimak 41:29 tausiah Ustazah Herini Amran. Saya 41:32 kemudian jadi ingat almarhum suami saya 41:34 yang dulu jika Sabtu dan Minggu ketika 41:37 libur kita mengerjakan nyuci, nyuci 41:39 piring, nyapu, ngepel juga lap-lapu kita 41:42 berdua. Semoga beliau sudah Allah 41:44 tempatkan di tempat yang termulia ya 41:47 Allah. 41:48 Ini ini e ini kan apa komentar ya, Mbak 41:50 ya? 41:51 Jadi ini e saya tambahkan ya, ini buat 41:53 kita-kita yang masih ada pasangan hidup 41:56 nih ya. ini kan ibu ini kan masyaallah 41:58 mudah-mudahan nanti dikumpulkan di surga 42:00 bersama keluarga juga insyaallah ya. 42:02 Nah, bagi kita nih yang masih ada 42:04 pasangan hidup bersama kita, ayolah yuk 42:07 kita buatkan ee hubungan yang baik. 42:10 Jangan berantem-berantem dulu nih. Kita 42:12 nanti kalau udah udah dipisahkan itu 42:14 nanti yang ingatnya itu 42:15 kenangan-kenangan kita buat kenangan 42:16 yang terindah, 42:18 pahala yang banyak. Bersama-sama yuk 42:20 kita bangun rumah tangga yang yang tidak 42:23 hanya di di dunia sakinah, mawadah 42:26 warahmah, tapi nanti juga di sana juga 42:27 kita ngumpul. Jangan berantem lulu gitu 42:30 ya. Jangan mikir pokoknya bagaimana 42:32 semumpuk masih hidup loh gitu ya. 42:35 kenangan-kenangan manis ya beribadah 42:37 bersama tuh ayo kita bangun sama-sama 42:40 baca Quran barengan ke masjid atau apa 42:43 kegiatan-kegiatan agama karena inilah 42:45 yang akan kita kenang nanti kalau 42:46 pasangan hidup kita itu diambil oleh 42:48 Allah ya masyaallah Ibu ya alhamdulillah 42:50 ya mudah-mudahan ngumpul semua di surga 42:52 insyaallah 42:53 amin insyaallah baik dari Ibu Darma saya 42:56 ke Ibu Nining. Asalamualaikum 42:57 warahmatullahi wabarakatuh Ustazah dan 42:59 Bapak Waalaikumsalam warahmatullahi 43:02 wabarakatuh. Bagaimana ustazah 43:04 memberikan pengertian kepada anak yang 43:06 baru beranjak e dewasa. Usia saat ini 18 43:09 tahun, namun apabila kepada orang tua 43:13 tidak santun. Namun saya melihat ketika 43:16 dia bicara kepada orang tua, temannya 43:18 bahkan dengan teman-temannya baik, 43:20 alhamdulillah akhlaknya. Saya jadi 43:22 bingung kenapa dia membedakan perlakuan 43:25 kepada orang lain dan tidak baik kepada 43:27 ayah dan ibunya sendiri. Mohon 43:29 bimbingannya, Ustazah. 43:31 Eh, biasanya Mbak Olin ya kalau kita 43:36 kalau saya ditanya perilaku anak remaja 43:39 kita kepada orang tuanya, kita ee memang 43:43 perlu memperbaikinya ya. Tapi yang 43:46 penting terlebih utama dahulu adalah apa 43:50 yang dulu pernah kita berikan kepadanya 43:52 gitu ya. Karena anak itu mauludin yuladu 43:57 alal fitroh. Semuanya itu lahir dalam 44:00 keadaan suci. Ibarat kertas kosong. 44:04 Ya, bayi itu kan enggak tahu apa-apa. 44:06 Maksudnya enggak punya apa-apa. Nah, 44:09 ketika sudah menjadi remaja ini jadi 44:12 kayak begini ini apa yang sudah kita 44:14 kasih kepada mereka? Apa yang sudah kita 44:16 tanam kepada mereka? Apa yang sudah kita 44:17 ajarkan nih? Apa yang sudah kita 44:19 contohkan nih? Kok jadi begini? Nah, 44:20 jadi yang pertama dan utama itu adalah 44:22 kita evaluasi nih sebagai orang tua ya. 44:26 Apakah dulunya dia melihat orang tuanya 44:30 atau mungkin dia mengalami bagaimana 44:32 dulu orang tuanya bersikap kepada dia 44:35 atau mungkin dia punya 44:36 kekecewaan-kekecewaan 44:38 terhadap orang tuanya dengan perilaku 44:41 orang tuanya yang mungkin mengajarkannya 44:44 dan mendidiknya tidak baik gitu ya. 44:46 Jadi, pertama itu dulu kita beristigfar, 44:48 mohon ampun kepada Allah dulu mungkin 44:51 pernah ee mengajarkan hal-hal yang tidak 44:54 baik gitu ya. Jadi kayak ini Mbak, ada 44:57 ee seorang sahabat e bukan sahabat, ada 44:59 orang ya di masa di masa Umar bin 45:01 Khattab kalau enggak salah ya itu dia 45:04 tuh berjalan sama anak muda ee lagi 45:07 jalan sama bapaknya tuh anak muda tuh 45:09 marah-marahin bapaknya, nunjuk-nunjuk 45:11 bapaknya, berkata kasar kepada bapaknya 45:13 tuh. Uh, orang aja ngelihat tuh gemes 45:15 gitu ya. Kan kita tahu ya di masyarakat 45:17 ya kalau ada kalau ada anak yang 45:20 membesarkan suaranya, menghardik atau 45:22 marah-marahin orang tuanya kan pasti 45:24 kesal kan ini anak enggak enggak tahu 45:27 balas muli anak durhaka kan begitu. Nah, 45:29 orang-orang juga begitu. Jadi ketika 45:31 nyalah-nyalahin marah-marahin anaknya 45:33 karena anaknya itu ee mengeraskan suara 45:36 bentak-bentak bapaknya, si bapaknya tuh 45:38 ee mau dibelain dia malah nyuruh diam. 45:41 Udah, udah, udah, udah, udah. Arti 45:42 biarkan, biarkan. Jadi biarkan aja 45:45 anaknya itu memarahi dia. Terus kata 45:47 bapaknya itu, "Kamu kenapa sih kok 45:48 anaknya begitu kok dibiarkan?" Terus dia 45:50 bilang, "Saya dulu juga begini terhadap 45:52 orang tua saya. Bisa jadi ini adalah 45:55 balasan terhadap saya dulu." Jadi, dia 45:57 tuh menyesali diri kayak gitu ya 45:59 contohnya. Jadi sekali lagi Ibu ee kita 46:03 evaluasi ya, mungkin dulu anak ini juga 46:07 mendapatkan perlakuan yang seperti itu 46:11 dulu. Jadi yang masalahnya kan kita 46:13 kurang ilmu sebenarnya 46:15 karena kita enggak belajar, enggak 46:16 nuntut ilmu. Kita kan didik anak 46:18 kayaknya tuh semuanya sama deh. Warisan 46:20 dari orang tua deh kayaknya ya. Karena 46:22 karena memang sekolah parenting itu kan 46:24 memang belum ada ya. Dulu kita didik 46:26 anak ya sebagaimana bekal dari orang tua 46:29 kita ajarkan lagi sebagaimana kita di 46:31 diperlakukan orang tua kan anak usia 5 46:34 tahun sama ya kalau apa-apa ngelar ya 46:36 jangan ya enggak boleh anaknya diam 46:38 nurut ketika anaknya usia 8 tahun 46:40 modelnya kayak begitu anaknya sudah 46:42 mulai matanya lihat melotot-melotot gitu 46:44 ya pas anaknya sudah usia 10 12 baru 46:47 ngomong dibantah kenapa enggak boleh 46:49 gitu ya nanti kalau sudah remaja satu 46:51 kata kita 10 kata dia. Padahal model 46:53 kita mengajar anak itu enggak ada 46:55 bedanya. Padahal anak itu kan tumbuh 46:57 kembang, zamannya beda dengan zaman 46:59 kita. Kita kita aja yang kurang ilmu 47:01 barangkali dalam ee menghadapi anak-anak 47:03 ini. Jadi bisa jadi seperti itu di 47:05 antaranya, Ibu, ya. Itu bisa jadi karena 47:07 faktor keberhasilan dalam mendidik anak 47:09 itu di antaranya adalah ee dari 47:12 keluarga, dari orang tua. Nah, bisa juga 47:15 mungkin di rumah tuh sudah baik, enggak 47:18 ada kata kasar. Baiklah, pokoknya 47:20 pokoknya baiklah, baguslah ya. Ee 47:23 ternyata lingkungan 47:25 anak ini bergaul dengan teman-temannya 47:28 yang barangkali temannya itu juga tidak 47:31 memiliki akhlak yang baik, akhirnya 47:33 terbawa terpengaruh gitu ya. Nah, jadi 47:36 ee lingkungan kemudian pergaulan, 47:40 masyarakat ya. Nah, sekarang 47:41 pertanyaannya nih anak kita dengan orang 47:43 tuanya, temannya kok santun? Kok dengan 47:47 kita enggak santun? ya tadi bisa jadi 47:49 karena masa lalunya ya kekecewaan atau 47:52 bisa jadi karena banyak faktor ya kalau 47:54 kekecewaan anak tuh kan banyak ya ee apa 47:57 kalau yang istilah sekarang tuh luka 47:59 batin ya Mbak ya 48:00 batin. Nah sementara dia dengan orang 48:02 tua temannya itu kok bisa santun? Bisa 48:04 jadi karena dia punya teman yang 48:05 temannya itu santun sama orang tuanya. 48:08 Ah jadi dia jaim jaga image. 48:10 Heeh. 48:11 Apalagi ee mana mau anak itu 48:13 dipermalukan ya ee apa dia pasti jaga 48:16 inilah ya. Jadi banyak. Nah, sekarang 48:18 bagaimana caranya agar kita ee tidak 48:22 mengalami seperti ini? Tentu saja, Bu, 48:24 diajak ngomong aja anaknya, ngajak 48:26 ngobrol, ajak di tempat, di waktu dan 48:29 suasana yang enak, nyaman, ya kita 48:31 ngobrol aja. Kok Ibu sedih ya ketika 48:34 kamu memperlakukan orang tua, teman 48:36 kamu? Baik, kok ibu jadi sedih ya? Kok 48:38 ibu kayak, "Aduh, sedih banget. Kenapa 48:40 ya, Nak?" Ya salah, ibu. Kayak gitulah. 48:41 Pokoknya saling membuka dirilah ya. 48:43 Kalau memang kamu pernah tersinggung, 48:46 kamu mungkin trauma dengan perlakuan 48:48 orang tua, minta maaf. Ayo kita sekarang 48:50 ibu pengin deh punya anak. Nah, itu ya 48:51 itu salah satu di antaranya itu. Dan 48:53 tentu saja ee usaha yang kita lakukan 48:55 berikutnya adalah doa tanpa 48:57 henti-hentinya. 48:59 Bisa jadi, Bu, bisa jadi ya kan 49:03 kekeliruan kita yang karena enggak punya 49:05 ilmunya tuh terucap kata-kata yang tidak 49:07 baik. Dulu ketika dia kita marah sama 49:08 dia misalnya ya sampai bilang, "Kamu tuh 49:11 durhaka ya sama orang tua yang lain kamu 49:14 sama orang tua sendiri kamu kayak gitu 49:15 kamu enggak hidup kamu enggak berkah 49:17 kayak kayak begitu tuh bahasa-bahasa 49:19 begitu nanti diamin malaikat tunggu aja 49:21 tanggal mainnya akan berlaku." Bukankah 49:23 ma yalfidu minadibun? 49:26 Setiap yang kita ucapkan itu semuanya 49:29 tercatat. Nah, nanti diamin malaikat 49:30 tunggulah. Makanya ibu hati-hati orang 49:32 tua ya. Jangan sampai yang keluar dari 49:35 lisannya itu adalah kalimat-kalimat 49:37 sumpah, kalimat-kalimat yang tidak baik, 49:40 kalimat-kalimat ee marah yang 49:43 menyebabkan nanti malaikat mengaminkan. 49:45 Ya, jadilah kayak begitu. Kamu ya keras 49:47 kepala, kamu dibilangin enggak nurut. 49:49 Nah, enggak nurut tadi ya gitu ya. Jadi 49:52 yang kayak begini, Bu ya. Mudah-mudahan 49:54 selama kita ee mendoakan anak kita 49:57 berharap kepada Allah yang mendoakannya, 50:00 meridainya. Mudah-mudahan anak kita 50:02 suatu saat akan kembali kepada kita 50:05 sesuai dengan harapan kita. Insyaallah. 50:07 Amin. Insyaallah. Amin. 50:09 Baik. Ee sudah lengkap insyaallah 50:11 dijelaskan Ustazah dan saya akan beralih 50:14 ke pertanyaan berikutnya. Ini satu 50:16 pertanyaan dari hamba Allah, Ustazah. 50:19 Asalamualaikum warahmatullahi 50:21 wabarakatuh, 50:23 Ustazah. 50:23 Waalaikumsalamumsalam warahmatullahi 50:25 wabarakatuh. 50:25 Saya hamba Allah mau bertanya. Jika 50:28 memiliki suami NPD, NPD itu narsistic 50:31 personality disorder ya, tidak pernah 50:34 mengajarkan salat dan mengaji. Em, saya 50:36 memiliki anak laki-laki sekarang sudah 50:38 mau remaja. Ketika mendidik salat dan 50:41 mengaji, dia selalu bilang, "Bapak aja 50:42 enggak salat atau mengaji. Apalagi 50:45 sekarang mau ikut ngerokok karena lihat 50:48 bapaknya. Dan saya sudah infokan ini 50:50 juga ke suami. Namun suaminya, suami 50:52 saya seperti tidak peduli, diam saja. 50:55 Memang karena juga sering dibentak. Anak 50:57 saya sudah mulai tidak menyukai 50:59 bapaknya. Saya selalu menasehati anak 51:02 supaya bagaimanapun itu bapaknya harus 51:05 tetap hormat. Bagaimana ya, Ustazah? 51:07 Sikap saya untuk memperbaiki kondisi ini 51:09 ke depan? 51:12 Ee memang suatu cobaan ya ujian buat Ibu 51:16 ya. Inti hidup kita ini memang penuh 51:18 dengan ujian ya. Ujian itu dari berbagai 51:20 macam apapun ya. bisa lewat suami ujian 51:23 itu, anak, orang tua, harta atau 51:26 apapunah itu adalah bagian dari ujian. 51:28 Ee masyaallah ya. ND ibu-ibu sudah tahu 51:31 suaminya NPD. 51:32 Iya. Sudah keluar dari mana Bu ini 51:34 [tertawa] diagnosanya NPD? 51:37 Masyaallah. Tapi memang kan suka ada tuh 51:39 di media sosial Mbak ya. Suami 51:41 Iya. Ada kriterianya mungkin ada 51:44 NPD. Jadi ee menghadapi 51:48 kalau memang benar ya suaminya NPD itu 51:51 pertama rida dan ikhlas karena ini 51:54 takdir dari Allah. 51:56 Subhanallah. 51:56 Terus mau diapain? Mau tukar tambah, 51:59 [tertawa] 51:59 mau ee pisah. Kan bukan itu solusinya. 52:03 Ini sudah takdir ya. Mudah-mudahan Allah 52:05 berikan kebaikan yang banyak dari takdir 52:08 yang Allah berikan. Ini takdir ini ujian 52:10 cobaan ya. Karena memang ee mestinya kan 52:13 suami itu kan jadi kawam pemimpin 52:16 idealnya kan gitu ya. Dialah yang 52:18 mengajarkan agama kepada anak-anak kita, 52:20 mengajarkan salat, membimbing. Kan 52:22 idealnya begitu. Tapi yang harus kita 52:24 pahami bahwa di dunia ini enggak ada 52:26 yang ideal. Sempurna tuh nanti di 52:28 akhirat. Di dunia ini enggak ada yang 52:29 sempurna. Ya. Jadi bagaimana ee ketika 52:33 menghadapi suami seperti ini? Tapi suami 52:35 yang seperti ini kan kalau marah enggak 52:37 mukul kan ya, Bu ya? Tadi sebutin 52:39 enggak, Mbak? Enggak disebutin sajaah. 52:41 Artinya ee hanya marah-marah gitu ya 52:45 atau gimana tuh? 52:47 Jelaskan juga 52:48 enggak jelas ya. Intinya gini, selama 52:50 dia masih menunaikan kewajibannya ya 52:52 sebagai seorang suami, sebagai seorang 52:55 ayah ya mau enggak mau memang ee dengan 52:59 takdir yang Allah berikan ini berarti 53:00 ujian kesabarannya harus diperbanyak, 53:02 dipertebal, diperberat. Ya memang 53:05 judulnya sabar mau gimana lagi? kecuali 53:08 kalau sudah ee melakukan 53:10 tindakan-tindakan yang tidak yang 53:12 berbahaya ya dalam arti KDRT, dalam arti 53:16 hal yang membawa ee dampak yang tidak 53:19 baiklah ya. Nah, itu memang perlu 53:21 dipertimbangkan ya karena memang kalau 53:24 di media-media tuh Mbak ya ee menikah 53:27 dengan suami NPD lebih baik pecerai gitu 53:29 ya Mbak ya bahasanya begitu ya. Ah kan 53:32 enggak begitu juga. maka dilihat aja ini 53:34 dari mana kriterianya, sejauh mana 53:36 perlakuannya. Ya, kalau selama dia masih 53:38 bertanggung jawab ya tinggal kita 53:40 menghadapi ee selain ee yang ee apa kita 53:45 menghadapi apa yang menjadi 53:46 permasalahannya. Oleh karena itu pertama 53:49 yakin dan rida kepada Allah ini adalah 53:51 ujian. Oleh karena ini adalah ujian maka 53:54 perkuat hubungan dengan Allah. Ya, 53:56 jadikan Allah sebagai tempat kita 53:58 mengadu ya. Kalau ngadu rumah suami 53:59 malih saya salahin nanti ya enggak bisa 54:01 dengar ya. minta Allah. Jadi, backup 54:04 kita tuh hanya Allah. Walaupun 54:06 bagaimanapun ya, tetap kita 54:08 menghargainya sebagai suami nanti. Nah, 54:10 di sini kita dekatin anak nih karena 54:12 tentu anak ini mendapatkan perlakuan 54:14 yang tidak baik dari ayahnya. Jadi, kita 54:17 ganti posisinya dengan mengayomi anak, 54:20 memberikan perhatiannya. Ee karena 54:23 memang susah juga ya. Kalau NPD itu kan 54:24 suka manipulatif ya, plan fitting segala 54:27 macam tuh ya. Kalau sudah sampai harga 54:29 dirinya dihancurkan repotlah gitu ya. 54:32 Maka ee kita ajak anak ini ber ee 54:36 komunikasi, berdialog. Sampaikanlah apa 54:38 yang dia rasa. Pokoknya kita ini deh 54:40 kita jadikan anak kita ini sebagai 54:43 apalagi usianya berapa tuh? Usia 54:45 del Oh, sudah sini disebutnya 54:50 meranjak dewasa ini sajaah 54:51 ya. Apalagi usia-usia beranjak dewasa. 54:54 Jadi ketika kita 54:55 remaja 54:56 ya ketika kita jadikan dia sebagai 54:59 teman. Kalau Ali bin Abi Thalib itu kan 55:00 membagi fase ya, 0 sampai usia 7 tahun 55:04 itu yulaibuhum. 7 sampai ee 14 itu 55:08 yuaddibuhum. 14 tahun ke atas 55:11 yusohibuhum itu artinya menjadikan teman 55:14 gitu ya. Artinya ini anak kita ajak 55:16 dialog, kita ajak berpikir, kita 55:18 dekatkan. Pokoknya hubungan antara ibu 55:20 dan anaknya harus terjadi harmonis. 55:23 Biasanya mudah-mudahan dengan hubungan 55:25 baik ini anak itu bisa ngikut gitu ya, 55:27 bisa nurut insyaallah. Jadi itu ee apa 55:30 yang kita bisa lakukan atau bisa juga 55:32 minta dukungan orang ketiga. Melibatkan 55:35 orang ketiga itu apakah ustaznya atau 55:38 gurunya atau mediator dari pihak 55:40 keluarga yang bisa membimbingnya ee 55:43 mengajarkan salat, yang nyuruh dia salat 55:45 ya. Siapa orang yang dianggap yang 55:47 dihormati oleh anak ini. Jadi kita kita 55:49 carikan ee apa namanya? pihak ketiga ya 55:53 untuk bisa mimbing anak. Karena memang 55:55 berat ya kalau ayahnya tidak bisa 55:58 jadikan contoh itu berat ya. Ini anak 56:01 laki-laki ya, Mbak ya? 56:02 Iya, Kak. Anak laki-laki karena mau 56:04 diajarin salat 56:05 memang berat ya. Karena memang anak itu 56:07 kan butuh figur, butuh teladan. Kalau 56:09 dia tidak dapatkan teladan dari 56:11 bapaknya, gimana dia mau? Nah, maka 56:12 carikan pihak ketiga yang bisa ee 56:15 menggantikan peran bapaknya ini. Mungkin 56:17 kakeknya, mungkin e pamannya gitu ya. 56:20 minta dibimbing nih anak ini ya. Nah, 56:23 jadi ini ee yang kita lakukan ya ee 56:25 mintalah Allah sebagai backup kita, 56:28 pelindung kita. Kalau yang kalau memang 56:31 sudah di terindikasi NPD memang susah ya 56:33 diajak dialog ya akan sulit ya untuk 56:36 diajak berkomunikasi ya. Merasa diri 56:39 paling benar. Emang ya sudah ini ujian 56:41 dari Allah. Semoga Allah berikan jalan 56:43 keluar dari ujian ini. Tetap bersabar, 56:45 dekatkan hubungan dengan Allah dan minta 56:46 kepada Allah agar anak kita ini menjadi 56:48 anak ya sesuai dengan harapan kita. 56:50 Insyaallah. 56:50 Insyaallah. Insyaallah. Amin. Baik, Ibu 56:53 hamba Allah. Mudah-mudahan sudah 56:55 ditenangkan dan nampaknya juga menjadi 56:59 pertanyaan terakhir di sesi pada siang 57:02 hari ini. Sebelum kita closing mungkin 57:04 Ustazah kami harapkan kesimpulan 57:06 tafadol. Ya, pendengar yang dirahmati 57:09 Allah bahwa motivasi-motivasi yang 57:12 disampaikan oleh Rasul dengan khairun 57:14 nas ya itu adalah manusia yang terbaik 57:16 di sisi Allah ini adalah untuk 57:19 memberikan pemahaman kepada kita, 57:22 keyakinan kepada kita bahwa baik itu 57:25 tidak hanya untuk diri sendiri, tapi 57:27 bagaimana baik kita itu bermanfaat untuk 57:29 umat dan mulia di sisi Allah. Karena 57:32 tujuan manus menjadi manusia yang 57:34 terbaik itu adalah agar kita mendapatkan 57:36 keridaan Allah. Agar Allah itu mencintai 57:39 kita. Mudah-mudahan kita termasuk di 57:41 antara yang sebaik-baik manusia. 57:45 Insyaallah dan keluarga kita insyaallah. 57:47 Astagfirullah wakum. Asalamualaikum 57:49 warahmatullahi wabarakatuh. 57:51 Waalaikumsalam warah 58:13 menjadi muslim dan muslimah yang lebih 58:15 baik lagi. Insyaallah yang bertugas pada 58:17 hari ini saya Karolin didampingi Ondi 58:20 juga Algi. Kami terima kasih untuk 58:22 pertanyaan yang sudah masuk. 58:24 Mudah-mudahan lengkap dan jelas dijawab 58:27 oleh Ustazah. Dan mohon maaf apabila ada 58:29 kekurangan saya akan tutup dengan doa 58:32 kafaratul majelis. Subhanaka Allahumma 58:35 wabihamdika ashadu alla illa anta 58:37 astagfiruka wa atubu ilaik. Wabillahi 58:39 taufik walhidayah. Wasalamualaikum 58:42 warahmatullahi wabarakatuh.