Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Asalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Senang sekali, bahagia sekali saya
- Karolin dapat hadir di ruang dengan
- Ikhwan dan Akhwat. Setiap hari Jumat
- tentu saja Rasil hadir di ruang dengar
- Ikhwan dan Akwad dengan sesi fikih
- wanita dan guru kita Ustazah Harini
- Amran telah berada di seberang sana.
- Mari kita sapa terlebih dahulu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sehat, Mbak?
- Masyaallah. Alhamdulillah. Luar biasa.
- Allahu Akbar. Benar, Ustaz.
- Masyaallah. [tertawa]
- Masyaallah. Ustazah juga sehat. Apa
- kabar, Ustazah? Alhamdulillahilladzi
- binikmatihi tatimus shihat.
- Alhamdulillah
- tetap kerenan jawaban ustazah.
- Masyaallah. Dan Iwan dan Awat insyaallah
- selama kurang lebih 90 menit ke depan
- kita akan mendengarkan kajian yang akan
- dibawakan oleh Ustazah dan kali ini
- temanya adalah manusia terbaik di sisi
- Allah Subhanahu wa taala. Tafadal
- ustazah
- ya. Jazakillah Mbak Olin
- bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillah. Alhamdulillahilladzi
- alafa baubinaasbahna
- binikmati ikhwana. Ya rabbana lakal
- hamdu bil iman. Ya rabbana lakal hamdu
- bil islam. Yaabbana lakal hamdu bil
- quran lakal hamdu bil ahli wal muah.
- Lakal hamdu
- anamtaha.
- Allahumma shi wasallim wabarik ala
- sayidina Muhammadin waa alihi aj.
- Allah inuka
- najlismin
- saah. Kita duduk sejenak ya, beriman
- sesaat. Mudah-mudahan ee perbincangan
- kita dengan duduk sejenak ini sambil
- mendengarkan atau melihat ee Rasil TV
- ya, mendengarkan Radio Rasil,
- mudah-mudahan Allah memberikan kita
- keistikamahan dalam keimanan, dalam
- keislaman ini. Insyaallah kita
- membincangkan tentang manusia terbaik di
- sisi Allah ya. Masyaallah. Mudah-mudahan
- kita di antaranya ya.
- Amin ya. ee kita bahas hadis. Hadis yang
- ee judulnya ada di dalamnya itu bunyinya
- khair. Khair. Jadi bisa khairukum bisa
- khairun nas. Jadi [mendengus] artinya
- sebaik-baik kalian atau sebaik-baik
- manusia. Jadi memang manusia terbaik
- khairun nas atau sebaik-baik kalian itu
- memang ee bukan sekedar kehormatan saja,
- tapi itu sebenarnya tujuan hidup seorang
- mukmin. Karena Islam itu mengarahkan
- setiap manusia itu agar tidak hanya
- menjadi baik untuk dirinya sendiri, tapi
- juga bermanfaat untuk umat dan mulia di
- sisi Allah. Jadi di sini tentu saja ee
- tujuan menjadi manusia terbaik menurut
- Islam tuh kan tentu kita juga ingin
- meraihnya ya. Tentu kita ingin meraih
- rida Allah. Kita ingin menjadi manusia
- yang dicintai Allah, menjadi sumber
- kebaikan bagi sesama. tidak hanya
- bermanfaat untuk diri tapi juga untuk
- orang lain ya dan menjadi ee
- mudah-mudahan bisa menjadi teladan di
- tengah-tengah umat insyaallah ya dan
- tentu saja mendapatkan derajat tertinggi
- di akhirat ya. Jadi kita membahas
- mudah-mudahan kita bisa mengikutinya,
- bisa mengamalkannya dari beberapa hadis
- Nabi yang akan kita bahas ini tentang
- manusia terbaik di sisi Allah. ee di
- antaranya hadis yang diriwayatkan oleh
- Tirmidzi ya, itu yang berbunyi
- kirukum liahlihi wa ana kirukum liahli.
- Yang terbaik di antara kalian itu adalah
- yang terbaik kepada keluarganya dan aku
- adalah yang terbaik di antara kalian
- kepada keluargaku. Masyaallah.
- Ini hadis ini menggambarkan kepada kita
- ya menunjukkan kepada kita bahwa standar
- kebaikan sejati di dalam Islam itu tidak
- hanya diukur dari hubungan sosial di
- luar rumah saja. Kan kalau kita di luar
- mungkin orang mengenal kita, "Ih, baik
- ya, dermawan ya, sabar ya, lembut ya
- gitu ya. Apakah itu di tempat lingkungan
- kita, di ee kantor, di masyarakat, di
- mana-man lah di luar ya.
- Hubungan-hubungan kita di luar ya. Kan
- biasa kalau di luar tukajain ya jarang
- ketemu yaah pokoknya jaga image aja lah
- gitu ya. Dia enggak tahu siapa dia
- sebenarnya. Nah, Islam itu menunjuk apa?
- Memberikan standar kebaikan. Jadi ukuran
- kebaikan sejati itu adalah bagaimana
- seseorang itu memperlakukan keluarganya,
- terutama orang yang terdekat. ya, istri,
- anak-anak atau suami atau orang tua.
- Nah, ini penegasan dari Rasulullah bahwa
- ee kita lihat eh waanairukumli ya, bahwa
- Rasulullah itu tidak hanya memberikan
- perintah tapi juga memberikan teladan
- langsung. Beliau kan menyatakan, "Ana
- khairukum liahli dan aku adalah yang
- terbaik kepada keluargaku." Artinya kita
- diperintahkan untuk meneladani beliau
- dalam memperlakukan keluarga. Jadi bukan
- hanya dalam ibadah atau berdakwah saja,
- bahkan bagaimana sikap Rasulullah
- terhadap keluarganya, terhadap istrinya
- di rumah. Jadi ini menunjukkan
- pentingnya akhlak di rumah ya. Karena
- kita tahu keluarga itu kan tempat
- pertama yang akan merasakan siapa kita
- sebenarnya. Ya kan banyak orang kalau
- ada kasusnya sampai sudah viral gitu ya,
- ih
- gitu ya KDRT gitu ya. Ih, enggak nyangka
- ya ternyata. Nah, itu karena itu di luar
- rumah. Di luar rumah itu kan orang bisa
- aja berpura-pura baik, bisa aja
- berpura-pura santun, sabar gitu ya.
- Berpura-pura pokoknya banyaklah
- kepura-puraan di luar itu ya. Tapi kalau
- di rumah itu enggak bisa ya. Karena di
- rumah tuh ketemu dia terus gitu ya.
- Seakan-akan sudah menjadi bagian di
- antara kita. Maka di sinilah Islam
- menekankan keikhlasan dan konsistensi
- akhlak. bukan pencitraan ya. Jadi bentuk
- ee keberbaikan kepada keluarga itu itu
- merupakan bagian dari manusia terbaik di
- sisi Allah. Baik yang baik kepada
- keluarga itu yang terbaik. Ya, misalnya
- ee konkrnya ya khairukum eh khairukum eh
- apa namanya? Khairukum khairukum liahli.
- Yang terbaik di antara kalian tuh yang
- yang terbaik kepada keluarganya. Misal
- ya, bagaimana bersikap lembut, kasih
- sayang. Sebagaimana Rasulullah telah
- contohkan kepada kita ya, bagaimana
- beliau sangat lembut kepada istrinya,
- menyapa dengan panggilan sayang, enggak
- berkata kasar, mengontrol emosinya,
- menyampaikan teguran dengan santun, luar
- biasa gitu ya. Bahkan kayaknya belum
- ada. Eh, bukan belum ya, jarang kali ya.
- Ada suami ketika pulang malam ee
- ngetuk-ngetuk pintu, istrinya tertidur
- belum enggak bisa bangun karena karena
- tidur ya. Terus beliau gelar serbannya
- terus tidur di depan pintu gitu ya.
- Kayaknya kalau suami model begini
- sekarang kayaknya jarang ya. Ada mah
- malah mungkin diteriak-teriakin ya
- dimarah-marahi gitu ya ngomel-ngomel
- orang suami capek pulang deh kayak gitu
- ya. dibentak-bentak ya. Nah, kita lihat
- Rasulullah tidak pernah berkata kasar
- ya, selalu mengontrol emosinya karena
- memang luar biasa ya beliau itu ya ee
- tauladan kita. Bahkan beliau juga
- membantu pekerjaan rumah ya. Padahal
- kalau kita lihat ya beliau tuh kan punya
- anak itu kan hanya dengan ee dari ibunda
- Khadijah binti Khuwailid ya. Artinya
- beliau anak-anaknya sudah besar. E
- artinya sebut setelah itu ya. itu kan
- dari istri-istri yang lain tuh
- istilahnya kalau enggak punya enggak
- punya anak maksudnya di rumah kan ya
- enggak ada kesibukan dong gitu ya ya
- bisa manja-manja bisa kayak bos gitu
- dilayani semuanya gitu ya air dituangin
- makanan wah kayak gitu ya tapi ternyata
- tidak ketika ee Ibunda Aisyah ditanya
- apa yang dilakukan oleh baginda Nabi di
- rumahnya beliau menjawab beliau membantu
- istrinya di rumah ya artinya apapun
- pekerjaan rumah yang bisa beliau
- lakukan, beliau lakukan Buan, tapi kalau
- dengar azan beliau langsung keluar
- artinya langsung menunaikan salat. Jadi
- enggak enggak ini ya maksudnya enggak
- sampai ya artinya itu contohlah buat
- kita ya buat ee para kepala keluarga.
- Enggak aib kok bantu istri, bantu
- keluarga ya. Enggak aib kok kalau suami
- nyuci piring, ngasuh anak, membersihkan
- rumah enggak aib kok gitu. Itu kan
- menunjukkan kasih sayang kan. Khairukum
- khairukum liahlih. Apalagi kalau
- diniatkan karena Allah masyaallah tuh
- ya. Nah, termasuk dalam hal ini misalnya
- di antaranya memberikan nafkah yang baik
- dan halal karena ini adalah bentuk
- tanggung jawab ya sebagai infak dan
- sodqah ya. Tapi terkadang kita temukan
- ya karena memang barangkali teladannya
- bukan Rasulullah. Jadi ada semacam kayak
- mentang-mentang gitu ya. Jadi arogan
- karena dia telah menafkahi, mencukupi
- kebutuhan keluarganya, istrinya,
- memberikan kenyaman. kenyamanan. Ketika
- ada perilaku yang tidak baik, yang tidak
- berkenan, langsung deh gitu keluarlah
- kata-kata. Aku sudah cari R, kamu
- tinggal apa di rumah. Nah, kayak gitu
- ya. Ternyata Rasul enggak begitu.
- Masyaallah ya. Jadi khairukum khairukum
- liahlihi ya. Membimbing keluarganya.
- Karena semua yang dilakukan tuh kan
- karena Allah menciptakan lingkungan
- rumah yang aman emosional. Karena rumah
- itu tempat berlindung bukan sumber
- ketakutan. suami itu tidak memaktakan
- kehendaknya atau otoriter ya. Buka
- dialog, memuliakan pasangan, menghargai.
- Nah, inilah dari hadis ini. Masyaallah
- ya. Ternyata kita diberikan contoh nyata
- bagaimana Rasulullah itu menunjukkan
- wahairukum liahli dan aku adalah yang
- terbaik di antara kalian kepada
- keluargaku. Tapi jangan katakan, "Ah,
- sombong banget." Enggak begitu.
- Nauzubillah minzalik. Rasul itu kan
- teladan kita, nabi kita, tempat kita ee
- mencontoh perilakunya. Karena khuluk
- Qur'an, karena akhlaknya Al-Qur'an, maka
- ini menjadi suatu motivasi bagi kita
- bagaimana kita ingin menjadi yang paling
- terbaik dalam keluarga kita karena itu
- adalah manusia yang terbaik di sisi
- Allah. Masyaallah ya. Jadi ini penting
- banget ya ee hadis ini dipahami oleh
- kita semua karena yang terbaik di sisi
- Allah tuh adalah yang terbaik terhadap
- keluarganya. Kalau di luar mah jaim.
- Bisa jadi malah dosa nanti ya kalau
- niat-niatnya bukan karena Allah. cari
- apa nam perhatian biar dianggap ee apa
- bertanggung jawab gitu ya. Nauzubillah
- minzalik. Jadi dari hadis ini kita
- mengambil hikmah dan pesan bahwa
- keberhasilan seseorang itu diukur dari
- rumah tangganya. Jadi bukan dari ee
- bagaimana sikapnya di luar. Ini terutama
- bagi orang tua yang mau cari mantu kali
- ya. Mau cari mantuk misalnya, apakah mau
- cari mantuk perempuan atau mantuk laki
- ya bolehlah tuh galilah informasi
- bagaimana e sikapnya di rumah gitu.
- Kalau dia seorang kalau kita punya anak
- perempuan nyari mantu laki, coba kita
- tanyakan cari informasi bagaimana sikap
- dia terhadap orang tuanya gitu ya. Jadi
- ee pesan dari hadis ini yang kita ambil
- hikmahnya luar biasa ya. bahwa kebaikan
- sejati itu tidak cukup di ruang publik,
- tapi harus dibuktikan di ruang pribadi.
- Ya. Jadi kalau misalnya ee ketika kita
- ini penting juga barangkali kalau
- skrining jadi pejabat kali ya perlu juga
- dibuat dilihat keluarganya juga kali ya.
- Jadi penilaiannya dari keluarga jadi
- bukan pilihan dari teman-teman
- kantornya. Coba ditanya istrinya
- bagaimana sikapnya gitu apa. Itu juga
- bisa dijadikan e patokan ya. Nah, jadi
- di sini Rasulullah itu menjadi teladan
- utama kita dalam memperlakukan keluarga.
- Beliau adalah teladan kita. Bagaimana
- pentingnya membangun rumah tangga dengan
- cinta, adab, dan empati. Masyaallah.
- Jadi, ini satu hadis kalau dijabarkan
- luas banget ya. Intinya adalah manusia
- terbaik di sisi Allah itu adalah yang
- terbaik terhadap keluarganya. Ya kan
- kita diperintahkan terutama kepada eh
- pemimpin keluarga ya anfusakum wa
- ahlikum naro ya jagalah dirimu dan
- keluargamu dari api neraka ya menjaganya
- tentu dengan nilai-nilai akhlak
- keislaman ya bagaimana membawa keluarga
- ini mudah-mudahan semuanya selamat dari
- marabahaya dunia ya dengan segala macam
- godaan-godaan yang ada tentu dimulai
- dari rumah ini yang pertama pertama ya,
- Mbak ya. Hadis tentang khairukum ya,
- manusia terbaik ya. Kemudian berikutnya
- ee khairukum man taalamal Quran waamah.
- Ya, ee yang terbaik di antara kalian itu
- adalah orang yang taalam itu yang
- belajar Al-Qur'an wa alamah, yang
- mengajarkan. Ini kan temanya Al-Qur'an
- ya. Jadi ee dalam hadis ini para ulama
- itu menyebutkan ee Nabi menyampaikan
- sabda ini itu dalam berbagai kesempatan
- ya. Ee makanya hadisnya itu hadis
- riwayat Imam Bukhari ya, hadis sahih itu
- ee menyebutkan bahwa ee bagaimana
- Rasulullah itu memotivasi para sahabat.
- Memotivasi para sahabat itu agar
- semangat dalam mempelajari Al-Qur'an.
- Karena Al-Qur'an ini adalah tuntunan
- hidup kita. Al-Qur'an ini adalah way of
- life kita. Maka diberikanlah motivasi
- oleh Rasulullah. Karena sebaik-baik
- manusia itu ee yang terbaik itu adalah
- yang antara dua. Pokoknya kalau
- dua-duanya boleh, salah satu di antara
- dua. Paling tidak jangan sampai tidak
- dua-duanya, yaitu belajar dan
- mengajarkan. Nah, jadi ee bagaimana
- hadis ini mengangkat derajat orang-orang
- yang menjadikan Al-Qur'an itu sebagai
- bagian dari hidupnya. Dengan cara apa?
- Dengan belajar. Ya, belajar itu ya
- belajar membacanya, belajar ee untuk
- dapat ee
- menghafalnya misalnya atau mempelajari
- tafsirnya atau mampu mengajarkan kepada
- orang lain. Itu temanya Al-Qur'an. Aib
- rasanya ya kalau kita sebagai umat Islam
- tidak bisa membaca Al-Qur'an. Aib. Aib.
- Kenapa aib ini Al-Qur'an ini adalah
- pedoman hidup kita? Mungkin kita bisa
- mempelajari yang lain-lain ya. Bahasa
- yang lain aja kita pelajari apalagi
- bahasa bahasa kayak bahasa Inggris gitu
- ya. Yang lain Mandarin dipelajar. Kenapa
- bahasa Islam, bahasa Al-Qur'an, bahasa
- ee wahyu Allah itu tidak dipelajari?
- Jadi rasanya aib. Makanya semangat eh
- semangat belajar membaca Al-Qur'an,
- semangat mempelajari tafsirnya, semangat
- untuk ee mengajarkannya ya. Jadi ini
- juga kita lihat konteksnya juga
- menghargai ya menghargai peran para guru
- dan para murid dalam majelis ilmu yang
- mengajarkan Al-Qur'an. Jadi ini penting
- banget ya ee bagaimana kita belajar dan
- mengajarkan. Nah, kalau di sini juga
- termasuk tidak hanya sekedar belajar
- membaca atau belajar menafsirkan, tapi
- juga bagaimana dari ilmu yang kita
- pelajari ini kita mampu mengamalkannya,
- ya, mentadaburkannya, ya, sehingga kita
- bisa ee mengamalkan atau paling tidak
- menjadi Quran yang berjalan ya, tidak
- hanya sekedar membaca, menghafal, tapi
- mampu menjadikan hidup kita itu semuanya
- adalah Al-Qur'an. Nilai-nilai Al-Qur'an
- ada bersama kita ya. Mudah-mudahan
- Allahum ja'alana min ahlil Quran.
- Allahum ja'alna wriyatana min ahlil
- Quran. Min hamil Quran. Itu ya doa kita
- kan gitu ya. Semoga kita dan anak
- keturunan kita itu pembawa Alqur'an ya.
- Ee ahli Quran insyaallah ya. Jadi ini ee
- yang terkait dengan khairukum ya. Yang
- berikutnya lagi yang ada khairnya itu
- adalahirunas
- man umruhu
- amaluhuirunas.
- Sebaik-baik kalian atau sebaik-baik
- manusia itu adalah man umruhu yang
- panjang umurnya. Wauna amaluhu dan baik
- amalnya. Pertanyaannya, Mbak, mungkin
- ada yang nanya kali gini misalnya ya,
- mendingan mana panjang umur ee
- apa ee ee panjang umur
- ee sebentar ee umurnya pendek, amalnya
- baik atau umurnya pendek, amalnya baik
- ya. Ee umurnya pendek, amalnya baik atau
- umurnya apa? Panjang tapi amalnya
- amalnya baik. [tertawa]
- Mendingan mana, Mbak ya? Umurnya
- panjang.
- Umurnya panjang. Amalnya banyak.
- Baiklah.
- Ya pasti yang umurnya panjang.
- Sempurna maunya gitu
- ya. Kan semua kembali kepada takdir
- Allah. Masalah umur ya kan. Allahlah
- yang telah menakar umur kita. Jadi dalam
- hadis ini manusia yang terbaik itu
- adalah yang panjang umurnya, baik
- amalnya. Jadi di sini umur itu kan
- memang nikmat yang Allah berikan kepada
- manusia, tapi juga amanah. Ya, umur
- Allah tidak menciptakan umur tuh
- sia-sia. Artinya semakin panjang umur
- seseorang tentu peluang untuk beramal
- saleh juga panjang. Ya, jadi kita
- berharap ya kalau kan suka ada orang
- doa, "Ya Allah panjangkanlah umurku agar
- aku bisa melihat anak cucuku menikah."
- gitu ya. Besar-besar kan ada juga begitu
- ya minta umurnya panjang. Sebenarnya
- enggak ada masalah minta umur panjang,
- tapi masalahnya adalah mampu enggak
- beramal dengan baik ya. Mampu enggak
- kita mengisi hari-hari kita dengan amal
- yang saleh? Itu yang yang permasalahan.
- Jadi, umur tuh bukan soal kuantitas,
- tapi kualitas. Banyak orang hidup lama
- tapi enggak ada apa-apanya. Kosong dari
- makna. Enggak memiliki sesuatu. Umurnya
- panjang tapi tidak tidak banyak yang dia
- bawa bekal. Ya,
- panjang umur hanya berharga tuh, hanya
- berkualitas atau ber ee bernilai itu
- kalau dipakai untuk taat kepada Allah.
- Nah, sebaliknya panjang umur tapi penuh
- maksiat itu akan menambah hisab dan azab
- aja. Jadi, ya sekarang ee kita lihat
- umur pendek tapi berkualitas itu jauh
- lebih baik ya. Masyaallah ya. Ya itu
- masalah umur kan masalah-masalah
- ketentuan Allah. Tapi paling tidak di
- sini sebaik-baik manusia itu adalah yang
- umurnya panjang kemudian ee amalnya juga
- banyak ya. Karena orang yang paling
- buruk itu adalah orang yang panjang
- umurnya tapi amalnya buruk. Nauzubillah
- minzalik. Jadi, oleh karena itu kita
- diberikan kesempatan nih untuk
- memperbaiki diri kalau memiliki umur
- panjang. Ee umur panjang itu kan berarti
- apa? Kesempatan beristigfar, kesempatan
- bertobat, kesempatan menambah ilmu,
- kesempatan memperbaiki akhlak, dan
- kesempatan untuk memperbanyak amal
- jariah, amal saleh kita tuh terbuka
- karena umurnya panjang. Maka beramallah
- karena setiap orang dimudahkan menuju
- tujuan hidupnya. Mumpung masih sehat,
- mumpung masih bisa kita mengerjakan
- apapun, mumpung kita diberi waktu, ayo
- isi waktu itu dengan hal-hal yang
- bermanfaat ya. Karena kita kan enggak
- tahu juga ya ajal ya, ya Allah pada saat
- kita, "Ah, sebentar aja ternyata Allah
- cabut nyawa kita." Ya Allah, itu kan
- malaikat melihat mendatangi manusia itu
- kan dalam sehari kan 70 kali, Mbak ya.
- Kita kan enggak tahu nih usia berapa
- kita akan diambil, ya. Makanya aduh
- mudah-mudahan waktu kita isi dengan
- sebaik-baiknya, ya. Insyaallah ya. Maka
- orang yang berumur panjang itu yang baik
- amalnya itu berkah. Berarti dia umurnya
- berkah, amalnya juga berkah. Mereka tuh
- menjadi bisa menjadi sumber ilmu ya,
- hikmah, keteladanan, luar biasa ya.
- Karena dia mengisi waktunya,
- hari-harinya dengan berkualitas ya. Jadi
- peringatan juga buat kita nih bukan
- masalah ee panjang umur dengan banyak
- rezeki atau apa, tapi paling tidak
- amalnya berkualitas.
- menjadi pengingat kita nih untuk
- mengevaluasi diri nih ya. Di usia
- sekarang ini kan setiap tahun kan
- semakin bertambah nih usia kita.
- Kira-kira bertambahnya usia kita ini
- bertambah enggak ya amalnya ya?
- Wallahualamnya. Masyaallah. Kalau saya
- melihat di sini Mbak ya, yang terpenting
- nih dalam memperberat amal kita dalam
- kehidupan ini yang pertama dan utama itu
- adalah memperbaiki niat. Karena dengan
- niat ini itu akan memperberat amal kita.
- Karena innamal binniat.
- Ada orang yang beramal sama hasilnya
- beda. Ya, misalnya nih ee pendengar
- rasil saat ini kan dengerin kajian kita
- ya. Dengerin tuh awalnya diniatin enggak
- sih? Kadang-kadang kan hidup kita
- seperti air yang mengalir ya, Mbak ya.
- Ya, jalani aja tapi enggak ada niatnya.
- Kalau niatnya sekedar ah iseng-iseng ah
- mau dengerin rasil apa sih acaranya?
- Iseng-iseng nih ya dapatnya iseng-iseng
- aja. Tapi ketika kita niatkan untuk
- mendapatkan ilmu agar Allah berikan kita
- hidayah Allah agar agar Allah tuntun
- hati kita, agar Allah selamatkan kita,
- Allah agar Allah bimbing kita itu dapat
- tuh ya agar Allah berikan kita ilmu dan
- mampu mengamalkannya agar waktu kita
- berkah insyaallah dapat semua. Jadi
- sekali lagi khairukum ee yang yang kita
- bahas ini adalah yang mantola umur
- umruhu yang panjang umurnya dan ee bagus
- amalnya. Jadi di sini ee memberikan kita
- motivasi ya kesadaran waktu ya. Ya,
- bagaimana waktu yang ada. Kita kan
- enggak tahu juga nih umur panjang atau
- pendeknya kan. Nah, jadi kita bagaimana
- memanfaatkan waktu agar waktu itu bisa
- berkualitas. Jadi kita punya semangat
- untuk berbenah diri. apa nih yang kita
- lakukan di usia sekarang ini dan
- keinginan kita juga untuk memenuhi sisa
- umur kita dengan amal terbaik. Kira-kira
- amal terbaik apa ya? Amal jariah dari
- niat kemudian amal jariah. Jadi ee dari
- pembahasan ini manusia yang terbaik di
- sisi Allah tuh yang panjang umurnya yang
- amalnya juga bagus itu ya tuh umur tuh
- umur panjang tuh bukan bukan jaminan
- kemuliaan tapi menjadi kemuliaan kalau
- diiringi dengan amal yang baik dan
- istikamah. Itulah sebaik-baik manusia ee
- di sisi Allah yang semakin lama
- hidupnya, semakin banyak pahalanya dan
- amalnya juga semakin baik. Masyaallah
- luar biasa. Semakin beratlah timbangan
- amalnya. Dan mudah-mudahan juga ee
- hisabnya dimudahkan, tidak berat ya.
- Jadi ini Mbak sebelum kita istirahat ya,
- Mbak ya.
- [terkesiap]
- Baik. Masyaallah. Sudah dipaparkan tadi
- sebagian dari materi kita pada siang
- hari ini, yaitu manusia-manusia terbaik
- di sisi Allah Subhanahu wa taala. Kami
- undang ikhwan dan akhwat untuk
- menyampaikan pertanyaan terkait dengan
- tema. Silakan di nomor WhatsApp seperti
- biasa di 0811999720.
- Insyaallah kami akan kembali tapi
- setelah nasyid berikut ini. [musik]
- Radio Silaturahim juga Rasil TV Ikhwan
- dan Akhwat saat ini sedang menyimak
- fikih wanita bersama Ustazah Helini
- Amran dengan tema kita yaitu manusia
- terbaik di sisi Allah Subhanahu wa
- taala. Masih ada satu poin lagi yang
- ingin disampaikan Ustazah Tafada Ustazah
- ya. Bismillahirrahmanirrahim.
- Selanjutnya kita ee membahas
- membincangkan ee sebaik-baik manusia ya.
- Itu dalam hadis Rasulullah ee bersabda,
- "Khairukum fil jahiliyah."
- Khiarukum fil islam. Khiarukum eh fil
- jahiliyah. Hiarukum fil islam. Idza
- faqihu. Ya, idza faqohu ya. ee
- sebaik-baik kalian itu ee di sebaik-baik
- sebaik-baik kalian di masa jahiliah ee
- adalah sebaik-baik kalian pula di masa
- Islam jika mereka memahami agama. Jadi
- artinya di sini sebaik-baik kalian di
- masa jahiliah mungkin di masa jahiliah
- itu sebelum Islam tuh kan dia terbaik
- ya. Nah, mereka juga akan menjadi
- terbaik di masa Islam syaratnya apa?
- Faqohu ya. Faqihu ya. Mereka tuh
- syaratnya paham agama. Jadi artinya di
- sini bahwa
- potensi manusia di masa jahiliah itu
- tidak diabaikan di dalam Islam. Karena
- Islam itu agama fitrah. Islam itu tidak
- menghapus kelebihan dan potensi
- seseorang ya ee tapi mengarahkannya
- sehingga menjadi manfaat bagi agama dan
- umat. Ya, syaratnya tadi kan ya faqohu
- ya.
- faqahu atau fakihu agar mereka fakih
- fqih
- syaratnya mereka paham.
- Oh
- fakih itu kan fikih ya.
- Allahum faqihna fiddin. Ya Allah berikan
- aku pemahaman terhadap agamaku.
- Rasulullah itu pernah mendoakan Ibnu
- Abbas Allah faqihu fiddin. Ya Allah
- berikan dia pemahaman. Jadi kita boleh
- juga dong Allahihni fiddin. Ya Allah
- berikan aku pemahaman terhadapin. Jadi
- syaratnya itu dia paham agama. Nah, jadi
- di sini kita lihat ya bagaimana
- ee dalam hadis ini ya sebaik-baik kalian
- tuh yang di masa jahiliah dia juga dalam
- Islam juga ee terbaik juga ee bila dia
- tuh paham dia fakih. Jadi ee Islam tuh
- menegaskan bahwa orang yang hebat di
- masa jahiliah bisa juga hebat di masa
- Islam dengan syarat dia paham agama.
- Jadi Islam tuh mengangkat potensi ya.
- Islam tuh enggak menghancurkan potensi
- orang loh ya. Islam tuh enggak memaksa
- orang menjadi semuanya sama, seragam,
- menghilangkan ee prestasi prestasi masa
- lalu. Enggak. Islam itu membina
- kepribadian. Islam itu mensucikan niat
- seseorang, membimbing amal seseorang.
- Yang penting syaratnya fakir, paham
- terhadap agama. Ya, makanya kalau kita
- lihat contohnya misalnya seperti Umar
- bin Khattab ya, dia kan pemimpin Quraisy
- dulu ya. Ee dalam Islam kan juga jadi
- khalifah. ee terkemuka juga tuh
- orangnya. Atau seperti Khalid bin Walid
- ya itu ahli strategi Quraisy dulu di
- Khalid Khalid bin Walid itu panglima
- perang di waktu perang Uhud ya. Setelah
- ee masuk Islam itu jadi Saifulah, pedang
- Allah yang tajam. Jadi ee banyak ya
- orang-orang yang di masa jahiliahnya
- berprestasi ya hebat. Setelah masuk
- Islam dia menyadari itu adalah hidayah.
- Dia memperbaiki diri. dia apa menuntut
- ilmu ya, paham terhadap agama itu terus
- berlanjut. Jadi syarat idza faqohu atau
- id faqihu eh fqih itu menjadi syarat.
- syarat ketika di masa jahiliah sebelum
- Islam dia hebat, tokoh, selama dia
- memahami Islam, masuk Islam tuh juga
- akan terus. Jadi, kekuatan, kecerdasan,
- dan bakat itu memang harus diarahkan
- oleh syariat, oleh ilmu agama. Jika
- tidak, potensi-potensi itu nanti bisa
- menyesatkan loh. Jadi, harus dibingkai,
- dibingkai dengan agama, pemahaman agama.
- Karena banyak orang yang cerdas secara
- akademik tapi terjebak ee
- pemahaman-pemahaman liberalis ya,
- sekuler ya, syubhat dalam pemikirannya.
- Jadi kalau mereka enggak memahami agama
- dengan benar itu bisa sesat ya. Enggak
- paham agama ya bisa dengan keahlian
- narasinya gitu ya. Dia bisa merubah
- orang kan enggak benar itu. Makanya
- harus dibingkai dengan syariat, paham
- agama. Jadi ee tentu saja ini harapan
- bagi orang-orang yang dulu pernah salah
- dalam arti enggak mengenal penciptanya,
- enggak enggak mengenal dinullah itu. Ee
- jadi mereka tuh kita diberikan ee mereka
- tuh bisa ee mendapatkan harapan baik ya
- kalau mereka tuh dibingkar dengan
- syariat ketika hijrahnya dalam Islam itu
- juga hebat. Masyaallah. Jadi bisa
- menjadi manusia yang terbaik ya. Jadi
- inilah ee sekarang tugas kita ya ee
- sebagai umat Islam tuh kan bagaimana
- mengarahkan potensi ya ketika ada orang
- yang jadi mualaf ya ee masuk Islam,
- bagaimana potensi dia sebelum Islam itu
- bisa kita arahkan dan tentu saja ini
- menjadi ee potensi yang luar biasa untuk
- kejayaan Islam mengarahkan mereka untuk
- bisa bermanfaat bagi umat ya, bagi agama
- ya ee supaya mereka tuh bisa tafakh
- fidin mempelajari agamanya ini. Jadi ee
- bagaimana dengan hadis ini? Hiarukum fil
- jahiliyah, hyarukum fil Islam itu
- menghargai potensi manusia. Ya, itu
- manusia yang terbaik yang memahami
- agamanya. Fakih fikdin. Ee ini
- sebaik-baiknya manusia ya. Apalagi kalau
- memiliki ilmu-ilmu misalnya dia ahli IT
- terus sebelumnya masuk Islam. Wah, itu
- bisa dimanfaatkan ya untuk kejayaan
- Islam ya. Barangkali itu, Mbak, ya.
- Mudah-mudahan kita termasuk dalam
- kategori manusia yang terbaik.
- Insyaallah.
- Amin. Insyaallah.
- Baik, Ustazah. Kita langsung saja ke
- tanya dan jawab, ya. Izinkan saya
- membacakan penanya-pertanya. Ee penanya
- pertama ini hamba Allah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam. Warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustazah, kira-kira apa sih yang
- menyebabkan seseorang itu di luarnya
- baik? Tapi kepada kita keluarga inti,
- galak, pelit, dan tidak menyenangkan.
- Bahkan kalau kita dalam satu mobil,
- enggak ada tuh ustazah ngajakin ngobrol.
- Kalau saya bersama dengan ayah saya, ee
- ibu saya selalu mengeluhkan betapa ayah
- manis kepada orang lain, namun pahit.
- Kalau bersama-sama dengan Ibu saya, Ibu
- sampai mengevaluasi diri apakah beliau
- sudah tidak menyenangkan lagi untuk ayah
- saya. Terima kasih, Ustazah. Oh, dan
- bagaimana cara mengatasinya?
- Ee ini cerita orang tua ya.
- Orang tua [tertawa] ini anaknya berarti
- yang WhatsApp.
- Masyaallah. Jadi begini ee barangkali
- kita hanya bisa menganalisa ya kenapa
- sampai seseorang itu beda di luar, beda
- di dalam ya.
- ir batin ya kan kalau dalam sisi itu kan
- kalau bahasa istilahnya kan muna ya
- orang munafik itu kan tampilan luarnya
- kalau kamu lihat dia tuh bagus tampilan
- tapi hatinya enggak gitu ya kan kita
- enggak mengatakan itu ya terhadap orang
- tua kita tapi paling tidak kalau kita
- mencermati ya menganalisa kenapa bisa
- terjadi dualisme seperti itu baik di
- luar
- ee tidak baik di dalam. Bisa jadi ini
- karena ee
- tidak paham atau lemahnya pemahaman
- terhadap ee amal ya. Ee ee bagaimana
- lemahnya ikhlas, lemahnya niatnya, niat
- yang tidak tulus. Ketika seseorang
- memahami bagaimana ee keikhlasan,
- ketulusan itu, itu menjadi patokan
- penting dalam ee memperberat timbangan
- amal saleh, pasti dia akan baik juga di
- dalam. Karena ini kan amanah. Jadi bisa
- jadi karena kurang memahami adin ya,
- agama ya, bagaimana kewajiban seorang
- ayah, seorang suami gitu ya. Kan ini
- amanah pernikahan itu kan ee amanah yang
- dititipkan Allah kepada kita. Nah,
- sebagai kepala keluarga tentu akan
- menjaga amanah itu kalau misalnya ee ya
- artinya pendidik awam itu kan memimpin,
- mengatur, mendidik. Nah, barangkali ada
- yang sampai ibunya evaluasi misalnya ya
- kenapa-kenapa ya artinya bingung juga
- kenapa bisa jadi itu dia tadi ya karena
- kekurangan ee pemahaman terhadap ee
- tugas amanah yang diberikan oleh Allah.
- Jadi kurang ilmulah barangkali kurang
- ilmu agama sebenarnya. Peran suami itu
- apa sih? tujuannya apa sih rumah tangga
- ke mana? Jadi kalau saya lihat di sini
- perlu juga barangkali ee mungkin bisa
- jadi kurang sadar akhirat kali ya. Kalau
- orang kurang sadar akhirat kan bisa aja
- ya karena bisa jadi minimnya ilmu agama
- itu bisa jadi kemungkinan itu ya kalau
- kita analisa. Bisa juga yang keduanya
- itu karena pola asuh artinya ee memang
- kurang memahami. Bisa jadi ada orang
- yang sudah paham agama tapi masih juga
- gitu ya. KDRT, KDRT yang dilakukan. Bisa
- jadi ya, bisa jadi ini karena pola asuh.
- Jadi pola asuh yang keliru dari orang
- tua kemudian diwariskan kepada anaknya
- ya ilmu lagi ya. Mestinya kan ilmu-ilmu
- yang terkait dengan parenting Islam itu
- kan juga perlu dibahas bagaimana
- memutuskan mata rantai gitu ya. Nah,
- bisa jadi itu penyebabnya di antaranya
- itu jadi ee mewariskan kembali perilaku
- yang didapat dari orang tua ya. Jadi
- karena dia enggak punya ee pengalaman,
- enggak punya ilmu, akhirnya apa yang
- diterapkan, yang dia rasakan dia
- kembalikan ee terjadi lagi kepada
- keluarganya. Bisa jadi itu ya. Atau bisa
- jadi ee
- banyak sih ya kebiasaan kemunafikannya.
- Bisa jadi ya itu tadi
- ee memang sebenar tuh enggak pek nikah
- ini ya terpaksa ya enggak ikhlas ya
- banyaklah ya. Nah, bagaimana
- mengatasinya?
- Ini memang tidak mudah ya untuk merubah
- orang ya, merubah kebiasaan itu enggak
- mudah. Tapi paling tidak ini pelajaran
- yang ee akan datang nih ya bagi tadi
- kalau anak ya coba ini jadi belajar dari
- ee apa yang kita dapatkan dari orang tua
- ya. Belajar lagi ya ee ilmu-ilmu
- parenting dan segala macam. Kemudian
- yakinkan, tekadkan pada diri kita ini
- tidak akan terulang lagi ya. Jadi
- maafkan, putuskan mata rantai. Nah,
- kalau memang memungkinkan, coba deh kita
- ajak ee ayah atau ibu ini untuk
- bermusyawarah ya. Atau paling kalau
- misalnya anak paling ke ayah ya,
- masing-masing ya tanyakan ya kenapa ya
- gini-gini aku enggakkanlah isi hati aku
- sedih gini gini gini gitu ya. Ya bisa
- jadi ya itu kan semoga kembali kepada
- Allah. Tentu saja doa dan mohon kepada
- Allah tu tentu juga penting ya. Nah, ini
- ee bisa itu di antaranya bisa jadi tidak
- punya komunitas tadi punya ilmu. Ilmu
- itu kan harus dicari. Ilmu kan harus
- punya lingkungan ya. Jadi kayaknya Mbak
- Olin ini catatan buat kita ya, termasuk
- untuk anak laki-laki kita atau para
- suami atau bapak kita. Sepertinya
- komunitas pengajian untuk bapak-bapak
- enggak sebanyak ibu-ibu ya.
- Betul. Nah, ini masalah nih di sini nih.
- Ketika si ayah yang mestinya dialah yang
- mendidik keluarganya, mestinya dia
- mempunyai ilmu keislaman tuh lebih
- banyak daripada keluarganya untuk bakal
- ee modal untuk mendidik. Tapi kan
- kenyataannya yang banyak kan perempuan
- akhirnya sabar, diam kayak gitu ya. Nah,
- jadi bisa jadi seperti itu.
- Wallahualamin. Yang penting doa ya ee
- mudah-mudahan selalu berikan ya
- kesabaran yang berlipat dan kesadaran
- untuk ee orang tuanya. Insyaallah.
- Amin. Insyaallah. Eh, yang sabar ya,
- Mbak. Insyaallah lewat doa nanti
- dibolak-balikkan hati. Insyaallah. Baik,
- saya akan lanjut ke pertanyaan
- berikutnya. Ini masih dari hamba Allah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. Warahmatullahi
- wabarakatuh. Karolin boleh agak panjang
- ya.
- Boleh. Insyaallah saya akan edit-edit
- dikit tapi ya. ee hamba Allah bertanya,
- "Ustazah ee ee suami saya salah satu
- aktivis yang ee yang aktif sekali
- apabila ada bencana alam. Kemudian kalau
- misalnya dipanggil untuk dibutuhkan
- tenaganya, dia akan terlebih dahulu
- hadir dan memberikan minimal tenaganya.
- kami memiliki warung. Alhamdulillah kami
- sekeluarga merasa tercukupi atas kerja
- keras yang sudah diberikan oleh suami
- hamba, suami saya, Ustazah. Namun
- lingkungan sepertinya menjudge keluarga
- kami tidak memiliki terutama orang tua
- saja bahwa saya dibilang rumahnya
- segitu-segitu aja padahal anak sudah
- besar karena suami kebanyakan aktivitas
- yang tidak menghasilkan. Saya kaget
- juga, Ustazah dibilang seperti itu.
- Kemudian saya diminta untuk bicara
- kepada suami saya seperti bilangin ke
- suaminya, jangan kebanyakan ee bantu ini
- dan itu, tapi yang tidak menghasilkan
- sehingga ee kamu tidak memiliki rumah
- yang baik. mendingan kerja lebih keras
- lagi, warungnya dibesarin kalau mungkin
- ee memiliki modal untuk memperluas
- menjadi toko yang besar. Mohon
- penguatannya, Ustazah. Terima kasih.
- Panjang lagi, Ustazah. Tapi intinya itu
- ya memang cara pandang itu berbeda ya.
- Cara pandang antara keluarga inti dengan
- keluarga besar terhadap anaknya itu
- memang berbeda ya. Jadi gini ee yang
- penting kan sekarang bagaimana ibu
- dengan keluarga itu kan yang penting ya.
- Yang penting kan seperti apa yang Ibu
- alami, perasaan ee kenyamanan itu kan
- itu yang penting itu. Apakah hidup
- berhutang atau tidaknya kan itu yang
- penting itu ya kita enggak berhutang ya.
- Jadi memang ee cara pandang orang dengan
- keluarga kita tuh beda. Jadi kalau
- menurut saya sih begini aja sih
- sebenarnya ya. Ee selama pendidikan anak
- tidak anak tidak terlantar. Ini kan
- masalah motivasi. Ini kan menolong orang
- enggak ada duitnya. Masyaallah ya. Yang
- penting ibu dan suami itu seperti apa
- gitu ya. Jadi sepakati aja. Kalau memang
- ibu sepakat dengan suami seperti itu ya
- jalani aja dan niatkan karena Allah.
- Mudah-mudahan berkah gitu ya. selama
- tidak berkekurangan, selama tidak
- meminjam, berhutang kepada orang, selama
- tidak menyulitkan orang, selama tidak
- membawa beban buat orang lain gitu ya.
- Cuman kadang-kadang cara pandang itu
- berbeda. Ada orang yang kok begini amat
- mestinya begitu gitu ya. Nah, ini
- kembali kepada ee dipulangkan kembali
- kepada ibu dan suami ya. Seperti apa?
- Apakah ibu juga enggak enggak ini enggak
- enggak puas kayaknya benar juga ya. Nah,
- sekarang kan yang menjalani rumah tangga
- kan ibu dan suami. Nah, orang lain itu
- kan kadang-kadang cara pandangnya
- berbeda dilihat dari latar belakang pola
- pikir. Ada yang pola pikirnya ee umum,
- materialis misalnya ngapain sih
- bantu-bantu orang enggak ngasilin,
- enggak punya duit, rugi gitu. Mendingan
- ee keluarga yang diperhatikan. Kan ada
- yang begitu kan dia cara pandang
- sebenarnya. Nah, ini perlu di ee
- disatukan ya maksudnya dicoba
- dikompromikan cara pandang ibu dengan
- suami ya. Kalau suami ini kan amal saleh
- ya, alhamdulillah kan ini sudah ada
- warung untuk menghidupi keluarga kita.
- Kita enggak berhutang kepada orang,
- anak-anak sekolahnya lancar. Kalau
- masalah rezeki nanti rumah mudah-mudahan
- Allah berikan rezeki yang berlipat. Yang
- penting ini saya ada tenaga. Saya akan
- bantu orang. Mudah-mudahan dengan
- keberkahan ini Allah berkahi kita
- insyaallah kalau enggak ada saya mungkin
- orang susah untuk membantu ini kan ee
- kayakkayak gitulah ya. Jadi ini ee
- permasalahan antara ibu dan suami.
- Adapun masukan dari orang tuh iyain aja.
- Iya iyaah gitu aja. Karena nih kita
- enggak bisa ee melakukan rumah tangga
- kita itu seperti apa yang dikehendaki
- orang. Nanti beda-beda lagi. Iya kan?
- Kalau kita misalnya banyak itu semuanya
- ee kalau kita mengikuti dan menuruti itu
- ya mbok di rumahnya dibesarkan,
- warungnya diinikan ya pengin jadi
- sekarang bertekad aja ibu dan suami
- seperti apa gitu ya untuk membesarkannya
- tapi tanpa mengurangi atau tanpa ee
- mengabaikan yang lain. Jadi itu kan
- teknis aja sih sebenarnya ya, bagaimana
- cara mengembangkan ee usaha tapi juga
- bisa leluasa untuk membantu orang kan.
- Artinya kita ee bicarakan ini memang
- untuk kebaikan bersama ya. Insyaallah
- setiap orang yang beramal saleh niatnya
- karena Allah itu rezeki. W yattaqillah
- yaj'alahu makhraja. Jadi semuanya kalau
- kita lakukan karena Allah, apapun yang
- kita ee apalagi itu membantu sebaik-baik
- kalian itu kan yang bermanfaat untuk
- orang lain gitu ya. Itu juga akan
- impactnya ke kita juga insyaallah. Maka
- dirumuskan aja semuanya. Kalau mau boleh
- aja, tapi tidak mengurangi yang lain.
- Tidak. Ngapain sih bantu-bantu orang?
- Yang penting ekonomi dua-duanya kita
- kerjakan. Bantu orang juga ekonomi juga
- perlu ditingkatkan begitu ya. [berdehem]
- Yang penting terhadap orang tuh tetap
- santun ya baik gitu. Wallahuam
- ya. Iyain aja kata ustazah kalau orang
- tua bicara ustazah [tertawa]
- karena bukan tempat kita untuk
- mengkoreksi ya ustazah ya.
- Betul.
- Iya. Baik. Ee ini dari Ibu Dharma
- Ustazah. Masyaallah Ustazah menyimak
- tausiah Ustazah Herini Amran. Saya
- kemudian jadi ingat almarhum suami saya
- yang dulu jika Sabtu dan Minggu ketika
- libur kita mengerjakan nyuci, nyuci
- piring, nyapu, ngepel juga lap-lapu kita
- berdua. Semoga beliau sudah Allah
- tempatkan di tempat yang termulia ya
- Allah.
- Ini ini e ini kan apa komentar ya, Mbak
- ya?
- Jadi ini e saya tambahkan ya, ini buat
- kita-kita yang masih ada pasangan hidup
- nih ya. ini kan ibu ini kan masyaallah
- mudah-mudahan nanti dikumpulkan di surga
- bersama keluarga juga insyaallah ya.
- Nah, bagi kita nih yang masih ada
- pasangan hidup bersama kita, ayolah yuk
- kita buatkan ee hubungan yang baik.
- Jangan berantem-berantem dulu nih. Kita
- nanti kalau udah udah dipisahkan itu
- nanti yang ingatnya itu
- kenangan-kenangan kita buat kenangan
- yang terindah,
- pahala yang banyak. Bersama-sama yuk
- kita bangun rumah tangga yang yang tidak
- hanya di di dunia sakinah, mawadah
- warahmah, tapi nanti juga di sana juga
- kita ngumpul. Jangan berantem lulu gitu
- ya. Jangan mikir pokoknya bagaimana
- semumpuk masih hidup loh gitu ya.
- kenangan-kenangan manis ya beribadah
- bersama tuh ayo kita bangun sama-sama
- baca Quran barengan ke masjid atau apa
- kegiatan-kegiatan agama karena inilah
- yang akan kita kenang nanti kalau
- pasangan hidup kita itu diambil oleh
- Allah ya masyaallah Ibu ya alhamdulillah
- ya mudah-mudahan ngumpul semua di surga
- insyaallah
- amin insyaallah baik dari Ibu Darma saya
- ke Ibu Nining. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustazah dan
- Bapak Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Bagaimana ustazah
- memberikan pengertian kepada anak yang
- baru beranjak e dewasa. Usia saat ini 18
- tahun, namun apabila kepada orang tua
- tidak santun. Namun saya melihat ketika
- dia bicara kepada orang tua, temannya
- bahkan dengan teman-temannya baik,
- alhamdulillah akhlaknya. Saya jadi
- bingung kenapa dia membedakan perlakuan
- kepada orang lain dan tidak baik kepada
- ayah dan ibunya sendiri. Mohon
- bimbingannya, Ustazah.
- Eh, biasanya Mbak Olin ya kalau kita
- kalau saya ditanya perilaku anak remaja
- kita kepada orang tuanya, kita ee memang
- perlu memperbaikinya ya. Tapi yang
- penting terlebih utama dahulu adalah apa
- yang dulu pernah kita berikan kepadanya
- gitu ya. Karena anak itu mauludin yuladu
- alal fitroh. Semuanya itu lahir dalam
- keadaan suci. Ibarat kertas kosong.
- Ya, bayi itu kan enggak tahu apa-apa.
- Maksudnya enggak punya apa-apa. Nah,
- ketika sudah menjadi remaja ini jadi
- kayak begini ini apa yang sudah kita
- kasih kepada mereka? Apa yang sudah kita
- tanam kepada mereka? Apa yang sudah kita
- ajarkan nih? Apa yang sudah kita
- contohkan nih? Kok jadi begini? Nah,
- jadi yang pertama dan utama itu adalah
- kita evaluasi nih sebagai orang tua ya.
- Apakah dulunya dia melihat orang tuanya
- atau mungkin dia mengalami bagaimana
- dulu orang tuanya bersikap kepada dia
- atau mungkin dia punya
- kekecewaan-kekecewaan
- terhadap orang tuanya dengan perilaku
- orang tuanya yang mungkin mengajarkannya
- dan mendidiknya tidak baik gitu ya.
- Jadi, pertama itu dulu kita beristigfar,
- mohon ampun kepada Allah dulu mungkin
- pernah ee mengajarkan hal-hal yang tidak
- baik gitu ya. Jadi kayak ini Mbak, ada
- ee seorang sahabat e bukan sahabat, ada
- orang ya di masa di masa Umar bin
- Khattab kalau enggak salah ya itu dia
- tuh berjalan sama anak muda ee lagi
- jalan sama bapaknya tuh anak muda tuh
- marah-marahin bapaknya, nunjuk-nunjuk
- bapaknya, berkata kasar kepada bapaknya
- tuh. Uh, orang aja ngelihat tuh gemes
- gitu ya. Kan kita tahu ya di masyarakat
- ya kalau ada kalau ada anak yang
- membesarkan suaranya, menghardik atau
- marah-marahin orang tuanya kan pasti
- kesal kan ini anak enggak enggak tahu
- balas muli anak durhaka kan begitu. Nah,
- orang-orang juga begitu. Jadi ketika
- nyalah-nyalahin marah-marahin anaknya
- karena anaknya itu ee mengeraskan suara
- bentak-bentak bapaknya, si bapaknya tuh
- ee mau dibelain dia malah nyuruh diam.
- Udah, udah, udah, udah, udah. Arti
- biarkan, biarkan. Jadi biarkan aja
- anaknya itu memarahi dia. Terus kata
- bapaknya itu, "Kamu kenapa sih kok
- anaknya begitu kok dibiarkan?" Terus dia
- bilang, "Saya dulu juga begini terhadap
- orang tua saya. Bisa jadi ini adalah
- balasan terhadap saya dulu." Jadi, dia
- tuh menyesali diri kayak gitu ya
- contohnya. Jadi sekali lagi Ibu ee kita
- evaluasi ya, mungkin dulu anak ini juga
- mendapatkan perlakuan yang seperti itu
- dulu. Jadi yang masalahnya kan kita
- kurang ilmu sebenarnya
- karena kita enggak belajar, enggak
- nuntut ilmu. Kita kan didik anak
- kayaknya tuh semuanya sama deh. Warisan
- dari orang tua deh kayaknya ya. Karena
- karena memang sekolah parenting itu kan
- memang belum ada ya. Dulu kita didik
- anak ya sebagaimana bekal dari orang tua
- kita ajarkan lagi sebagaimana kita di
- diperlakukan orang tua kan anak usia 5
- tahun sama ya kalau apa-apa ngelar ya
- jangan ya enggak boleh anaknya diam
- nurut ketika anaknya usia 8 tahun
- modelnya kayak begitu anaknya sudah
- mulai matanya lihat melotot-melotot gitu
- ya pas anaknya sudah usia 10 12 baru
- ngomong dibantah kenapa enggak boleh
- gitu ya nanti kalau sudah remaja satu
- kata kita 10 kata dia. Padahal model
- kita mengajar anak itu enggak ada
- bedanya. Padahal anak itu kan tumbuh
- kembang, zamannya beda dengan zaman
- kita. Kita kita aja yang kurang ilmu
- barangkali dalam ee menghadapi anak-anak
- ini. Jadi bisa jadi seperti itu di
- antaranya, Ibu, ya. Itu bisa jadi karena
- faktor keberhasilan dalam mendidik anak
- itu di antaranya adalah ee dari
- keluarga, dari orang tua. Nah, bisa juga
- mungkin di rumah tuh sudah baik, enggak
- ada kata kasar. Baiklah, pokoknya
- pokoknya baiklah, baguslah ya. Ee
- ternyata lingkungan
- anak ini bergaul dengan teman-temannya
- yang barangkali temannya itu juga tidak
- memiliki akhlak yang baik, akhirnya
- terbawa terpengaruh gitu ya. Nah, jadi
- ee lingkungan kemudian pergaulan,
- masyarakat ya. Nah, sekarang
- pertanyaannya nih anak kita dengan orang
- tuanya, temannya kok santun? Kok dengan
- kita enggak santun? ya tadi bisa jadi
- karena masa lalunya ya kekecewaan atau
- bisa jadi karena banyak faktor ya kalau
- kekecewaan anak tuh kan banyak ya ee apa
- kalau yang istilah sekarang tuh luka
- batin ya Mbak ya
- batin. Nah sementara dia dengan orang
- tua temannya itu kok bisa santun? Bisa
- jadi karena dia punya teman yang
- temannya itu santun sama orang tuanya.
- Ah jadi dia jaim jaga image.
- Heeh.
- Apalagi ee mana mau anak itu
- dipermalukan ya ee apa dia pasti jaga
- inilah ya. Jadi banyak. Nah, sekarang
- bagaimana caranya agar kita ee tidak
- mengalami seperti ini? Tentu saja, Bu,
- diajak ngomong aja anaknya, ngajak
- ngobrol, ajak di tempat, di waktu dan
- suasana yang enak, nyaman, ya kita
- ngobrol aja. Kok Ibu sedih ya ketika
- kamu memperlakukan orang tua, teman
- kamu? Baik, kok ibu jadi sedih ya? Kok
- ibu kayak, "Aduh, sedih banget. Kenapa
- ya, Nak?" Ya salah, ibu. Kayak gitulah.
- Pokoknya saling membuka dirilah ya.
- Kalau memang kamu pernah tersinggung,
- kamu mungkin trauma dengan perlakuan
- orang tua, minta maaf. Ayo kita sekarang
- ibu pengin deh punya anak. Nah, itu ya
- itu salah satu di antaranya itu. Dan
- tentu saja ee usaha yang kita lakukan
- berikutnya adalah doa tanpa
- henti-hentinya.
- Bisa jadi, Bu, bisa jadi ya kan
- kekeliruan kita yang karena enggak punya
- ilmunya tuh terucap kata-kata yang tidak
- baik. Dulu ketika dia kita marah sama
- dia misalnya ya sampai bilang, "Kamu tuh
- durhaka ya sama orang tua yang lain kamu
- sama orang tua sendiri kamu kayak gitu
- kamu enggak hidup kamu enggak berkah
- kayak kayak begitu tuh bahasa-bahasa
- begitu nanti diamin malaikat tunggu aja
- tanggal mainnya akan berlaku." Bukankah
- ma yalfidu minadibun?
- Setiap yang kita ucapkan itu semuanya
- tercatat. Nah, nanti diamin malaikat
- tunggulah. Makanya ibu hati-hati orang
- tua ya. Jangan sampai yang keluar dari
- lisannya itu adalah kalimat-kalimat
- sumpah, kalimat-kalimat yang tidak baik,
- kalimat-kalimat ee marah yang
- menyebabkan nanti malaikat mengaminkan.
- Ya, jadilah kayak begitu. Kamu ya keras
- kepala, kamu dibilangin enggak nurut.
- Nah, enggak nurut tadi ya gitu ya. Jadi
- yang kayak begini, Bu ya. Mudah-mudahan
- selama kita ee mendoakan anak kita
- berharap kepada Allah yang mendoakannya,
- meridainya. Mudah-mudahan anak kita
- suatu saat akan kembali kepada kita
- sesuai dengan harapan kita. Insyaallah.
- Amin. Insyaallah. Amin.
- Baik. Ee sudah lengkap insyaallah
- dijelaskan Ustazah dan saya akan beralih
- ke pertanyaan berikutnya. Ini satu
- pertanyaan dari hamba Allah, Ustazah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh,
- Ustazah.
- Waalaikumsalamumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Saya hamba Allah mau bertanya. Jika
- memiliki suami NPD, NPD itu narsistic
- personality disorder ya, tidak pernah
- mengajarkan salat dan mengaji. Em, saya
- memiliki anak laki-laki sekarang sudah
- mau remaja. Ketika mendidik salat dan
- mengaji, dia selalu bilang, "Bapak aja
- enggak salat atau mengaji. Apalagi
- sekarang mau ikut ngerokok karena lihat
- bapaknya. Dan saya sudah infokan ini
- juga ke suami. Namun suaminya, suami
- saya seperti tidak peduli, diam saja.
- Memang karena juga sering dibentak. Anak
- saya sudah mulai tidak menyukai
- bapaknya. Saya selalu menasehati anak
- supaya bagaimanapun itu bapaknya harus
- tetap hormat. Bagaimana ya, Ustazah?
- Sikap saya untuk memperbaiki kondisi ini
- ke depan?
- Ee memang suatu cobaan ya ujian buat Ibu
- ya. Inti hidup kita ini memang penuh
- dengan ujian ya. Ujian itu dari berbagai
- macam apapun ya. bisa lewat suami ujian
- itu, anak, orang tua, harta atau
- apapunah itu adalah bagian dari ujian.
- Ee masyaallah ya. ND ibu-ibu sudah tahu
- suaminya NPD.
- Iya. Sudah keluar dari mana Bu ini
- [tertawa] diagnosanya NPD?
- Masyaallah. Tapi memang kan suka ada tuh
- di media sosial Mbak ya. Suami
- Iya. Ada kriterianya mungkin ada
- NPD. Jadi ee menghadapi
- kalau memang benar ya suaminya NPD itu
- pertama rida dan ikhlas karena ini
- takdir dari Allah.
- Subhanallah.
- Terus mau diapain? Mau tukar tambah,
- [tertawa]
- mau ee pisah. Kan bukan itu solusinya.
- Ini sudah takdir ya. Mudah-mudahan Allah
- berikan kebaikan yang banyak dari takdir
- yang Allah berikan. Ini takdir ini ujian
- cobaan ya. Karena memang ee mestinya kan
- suami itu kan jadi kawam pemimpin
- idealnya kan gitu ya. Dialah yang
- mengajarkan agama kepada anak-anak kita,
- mengajarkan salat, membimbing. Kan
- idealnya begitu. Tapi yang harus kita
- pahami bahwa di dunia ini enggak ada
- yang ideal. Sempurna tuh nanti di
- akhirat. Di dunia ini enggak ada yang
- sempurna. Ya. Jadi bagaimana ee ketika
- menghadapi suami seperti ini? Tapi suami
- yang seperti ini kan kalau marah enggak
- mukul kan ya, Bu ya? Tadi sebutin
- enggak, Mbak? Enggak disebutin sajaah.
- Artinya ee hanya marah-marah gitu ya
- atau gimana tuh?
- Jelaskan juga
- enggak jelas ya. Intinya gini, selama
- dia masih menunaikan kewajibannya ya
- sebagai seorang suami, sebagai seorang
- ayah ya mau enggak mau memang ee dengan
- takdir yang Allah berikan ini berarti
- ujian kesabarannya harus diperbanyak,
- dipertebal, diperberat. Ya memang
- judulnya sabar mau gimana lagi? kecuali
- kalau sudah ee melakukan
- tindakan-tindakan yang tidak yang
- berbahaya ya dalam arti KDRT, dalam arti
- hal yang membawa ee dampak yang tidak
- baiklah ya. Nah, itu memang perlu
- dipertimbangkan ya karena memang kalau
- di media-media tuh Mbak ya ee menikah
- dengan suami NPD lebih baik pecerai gitu
- ya Mbak ya bahasanya begitu ya. Ah kan
- enggak begitu juga. maka dilihat aja ini
- dari mana kriterianya, sejauh mana
- perlakuannya. Ya, kalau selama dia masih
- bertanggung jawab ya tinggal kita
- menghadapi ee selain ee yang ee apa kita
- menghadapi apa yang menjadi
- permasalahannya. Oleh karena itu pertama
- yakin dan rida kepada Allah ini adalah
- ujian. Oleh karena ini adalah ujian maka
- perkuat hubungan dengan Allah. Ya,
- jadikan Allah sebagai tempat kita
- mengadu ya. Kalau ngadu rumah suami
- malih saya salahin nanti ya enggak bisa
- dengar ya. minta Allah. Jadi, backup
- kita tuh hanya Allah. Walaupun
- bagaimanapun ya, tetap kita
- menghargainya sebagai suami nanti. Nah,
- di sini kita dekatin anak nih karena
- tentu anak ini mendapatkan perlakuan
- yang tidak baik dari ayahnya. Jadi, kita
- ganti posisinya dengan mengayomi anak,
- memberikan perhatiannya. Ee karena
- memang susah juga ya. Kalau NPD itu kan
- suka manipulatif ya, plan fitting segala
- macam tuh ya. Kalau sudah sampai harga
- dirinya dihancurkan repotlah gitu ya.
- Maka ee kita ajak anak ini ber ee
- komunikasi, berdialog. Sampaikanlah apa
- yang dia rasa. Pokoknya kita ini deh
- kita jadikan anak kita ini sebagai
- apalagi usianya berapa tuh? Usia
- del Oh, sudah sini disebutnya
- meranjak dewasa ini sajaah
- ya. Apalagi usia-usia beranjak dewasa.
- Jadi ketika kita
- remaja
- ya ketika kita jadikan dia sebagai
- teman. Kalau Ali bin Abi Thalib itu kan
- membagi fase ya, 0 sampai usia 7 tahun
- itu yulaibuhum. 7 sampai ee 14 itu
- yuaddibuhum. 14 tahun ke atas
- yusohibuhum itu artinya menjadikan teman
- gitu ya. Artinya ini anak kita ajak
- dialog, kita ajak berpikir, kita
- dekatkan. Pokoknya hubungan antara ibu
- dan anaknya harus terjadi harmonis.
- Biasanya mudah-mudahan dengan hubungan
- baik ini anak itu bisa ngikut gitu ya,
- bisa nurut insyaallah. Jadi itu ee apa
- yang kita bisa lakukan atau bisa juga
- minta dukungan orang ketiga. Melibatkan
- orang ketiga itu apakah ustaznya atau
- gurunya atau mediator dari pihak
- keluarga yang bisa membimbingnya ee
- mengajarkan salat, yang nyuruh dia salat
- ya. Siapa orang yang dianggap yang
- dihormati oleh anak ini. Jadi kita kita
- carikan ee apa namanya? pihak ketiga ya
- untuk bisa mimbing anak. Karena memang
- berat ya kalau ayahnya tidak bisa
- jadikan contoh itu berat ya. Ini anak
- laki-laki ya, Mbak ya?
- Iya, Kak. Anak laki-laki karena mau
- diajarin salat
- memang berat ya. Karena memang anak itu
- kan butuh figur, butuh teladan. Kalau
- dia tidak dapatkan teladan dari
- bapaknya, gimana dia mau? Nah, maka
- carikan pihak ketiga yang bisa ee
- menggantikan peran bapaknya ini. Mungkin
- kakeknya, mungkin e pamannya gitu ya.
- minta dibimbing nih anak ini ya. Nah,
- jadi ini ee yang kita lakukan ya ee
- mintalah Allah sebagai backup kita,
- pelindung kita. Kalau yang kalau memang
- sudah di terindikasi NPD memang susah ya
- diajak dialog ya akan sulit ya untuk
- diajak berkomunikasi ya. Merasa diri
- paling benar. Emang ya sudah ini ujian
- dari Allah. Semoga Allah berikan jalan
- keluar dari ujian ini. Tetap bersabar,
- dekatkan hubungan dengan Allah dan minta
- kepada Allah agar anak kita ini menjadi
- anak ya sesuai dengan harapan kita.
- Insyaallah.
- Insyaallah. Insyaallah. Amin. Baik, Ibu
- hamba Allah. Mudah-mudahan sudah
- ditenangkan dan nampaknya juga menjadi
- pertanyaan terakhir di sesi pada siang
- hari ini. Sebelum kita closing mungkin
- Ustazah kami harapkan kesimpulan
- tafadol. Ya, pendengar yang dirahmati
- Allah bahwa motivasi-motivasi yang
- disampaikan oleh Rasul dengan khairun
- nas ya itu adalah manusia yang terbaik
- di sisi Allah ini adalah untuk
- memberikan pemahaman kepada kita,
- keyakinan kepada kita bahwa baik itu
- tidak hanya untuk diri sendiri, tapi
- bagaimana baik kita itu bermanfaat untuk
- umat dan mulia di sisi Allah. Karena
- tujuan manus menjadi manusia yang
- terbaik itu adalah agar kita mendapatkan
- keridaan Allah. Agar Allah itu mencintai
- kita. Mudah-mudahan kita termasuk di
- antara yang sebaik-baik manusia.
- Insyaallah dan keluarga kita insyaallah.
- Astagfirullah wakum. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warah
- menjadi muslim dan muslimah yang lebih
- baik lagi. Insyaallah yang bertugas pada
- hari ini saya Karolin didampingi Ondi
- juga Algi. Kami terima kasih untuk
- pertanyaan yang sudah masuk.
- Mudah-mudahan lengkap dan jelas dijawab
- oleh Ustazah. Dan mohon maaf apabila ada
- kekurangan saya akan tutup dengan doa
- kafaratul majelis. Subhanaka Allahumma
- wabihamdika ashadu alla illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik. Wabillahi
- taufik walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.