Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brail TV.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- wasamidina Muhammad wa alihibihi ajma
- rbi zidni ilma allahumf bimaamtani
- waimni mafuni warzuqni ilman yangf masih
- dipancarkan dari jalan masjid
- silaturahim nomor 36 kalimanggis Cibubur
- Bekasi radio silaturahim dan rasil TV
- untuk Islam yang satu ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala apa
- kabar Anda di pagi menuju siang hari Ini
- senang sekali saya Angga Aminudin
- ditemani oleh Algi dija operator ada
- juga Ondi di kameramen ditemani oleh
- Gustaf. Kami hadir dalam acara renungan
- di bawah naungan
- Al-Qur'an edisi tanya jawab bersama guru
- kita Ustaz Husein Alatas. Silakan bagi
- Anda yang ingin ee bertanya kepada Ustaz
- Husein bisa kirimkan pertanyaannya
- melalui nomor WhatsApp Rasil di
- 0811999720. Anda juga bisa mengirimkan
- berupa eh voice note gitu ya, berupa
- voice note bukan hanya teks. Nanti voice
- note-nya kita akan kita putar. Dan Anda
- juga bisa menyimak kami Ihon Akhwat
- melalui siaran streaming YouTube Rasil
- TV. Alhamdulillah guru kita telah hadir
- di studio dan insyaallah akan kita buka
- sesi tanya jawab renungan di bawah
- naungan Al-Qur'an ini dengan
- bersama-sama kita membaca ummul Quran
- dipandu oleh Ustaz Husan Alas.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Bismillahi
- khairil asma. Bismillahi rabbil ardhi
- wasama.
- Alhamdulillah lakal hamdu wakas syukru
- ya rabbana kama yambagjalali wajhikal
- karim waliim
- sultanik subhanaka la nuhsanaan alaika
- anta kamaita ala
- nafsik falakal hamdu hatta tard wakal
- hamdu idza rit wakal hamdu ba'dar
- ridumma sholli ala sayyidina wa nabina
- muhammadin wa alihi
- nahjihil
- yaumidin Allahumma atina minika rahmah
- waimna minadunka ilman nafiana
- bimaamtanauika ya rasulullah asalamu
- alaina wa ala ibadillah shihin
- wasalamualaikum ayyuhal ikhwatul
- mukminun wal akhwatul mukminat
- warahmatullahi
- wabarakatuh. Pertama, mari kita mulai
- dengan membaca ummul
- Quran.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- [Musik]
- arrahmanirrahim maiki
- yaumiddin. Iyyaka na'budu wa iyyaka
- nasta'
- ihdinasirathal mustaqim.
- Shathalladzina an'amta
- alaihim ghairil maghdubi alaihim
- waladin.
- Baik, Pak Ustaz. Kita langsung ke
- pertanyaan-pertanyaan yang sudah masuk
- ya. Ini saya akan ke pertanyaan pertama
- dari Ibu Lisa Emilda yang mengirimkan
- pertanyaannya melalui voice
- note ya. Silakan. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz Husein,
- Ustaz Hamzah, Pak Krisna dan semua. Saya
- Bu Liza dari Bekasi ingin bertanya,
- Ustaz. Silakan, Ibu. Ee saya pernah buka
- YouTube niatnya pengin belajar ee irama
- dalam belajar Al-Qur'an begitu, Ustaz.
- Nah, tapi saya ketemu ada salah satu
- ulama yang menjelaskan di sana itu ee
- tidak boleh membaca Al-Qur'annya itu
- dengan meliuk-liuk suaranya begitu,
- Ustaz. Nah, yang ingin saya tanyakan ee
- bagaimana batasan kita dalam kita ee
- membaca Al-Qur'an? Ee soalnya kan saya
- pernah mendengar juga katanya kalau kita
- membaca Al-Qur'an itu diusahakan kita
- memperindah suara begitu, Ustaz. Tapi
- untuk khususnya untuk kami kaum
- perempuan ini ee bagaimana ya, Ustaz,
- batasannya dan sebaiknya bagaimana? Ee
- mohon pencerahannya, Ustaz. Terima kasih
- banyak. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Wa waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Menjawab pertanyaan Ibu
- Emilda. Sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an
- al-karim yang mengajarkan kepada
- Rasulnya sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam dalam membaca
- Al-Qur'an sebagaimana dalam surah
- Al-Muzammil. Warattil qurana tartila.
- Nah, bacalah Al-Qur'an dengan
- tartil. Di mana bacaan kita bukan hanya
- sekedar kita
- membaca, bukan juga kita memperindah
- suaranya semata, tapi bacaan yang kita
- baca itu betul-betul
- ya mengena ke dalam hati kita.
- di mana ketukan-ketukan
- ayatnya kita rasakan betul-betul menyatu
- dengan jiwa kita. Kita membaca tidak
- tergesa-gesa dengan irama yang indah dan
- baik.
- Ya, kita mengikuti hukum-hukum dan
- aturan-aturan ya yang diajarkan Allah
- Subhanahu wa taala. Sebagaimana dalam
- suratul qiyamah Allah berfirman pada
- rasulnya, "La tuhar bihi lisanaka
- litaabih." Jangan kamu gerakkan lidah
- kamu dalam membaca Al-Qur'an dengan
- tergesa-gesa. Inna alaina jamahu wa
- qurana. Kamu tidak perlu khawatir akan
- lupa. Menjadi tanggung jawab kami untuk
- mengumpulkan Al-Qur'an.
- inna alaina jamahu wa quran begitu pula
- menjadi kewajiban kami untuk
- membacakannya dan mengajarkan bagaimana
- cara
- membacanya faidza qahu fattabi qurana
- maka bila kami membacakan Al-Qur'an
- kepadamu ikuti cara
- membacanya tumma inna alaina bayana
- kemudian menjadi tanggung jawab kami
- untuk menerangkan menjelaskan
- Al-Qur'an setelah wafat Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Dengan berkembangnya tantangan zaman,
- Allah Subhanahu wa taala menerangkan
- Al-Qur'an kepada para
- rabbaniin yang mempelajari Al-Qur'an
- dengan tulus dan
- menyampaikannya
- kepada umat manusia. Allah berikan ilham
- kepada mereka untuk memahami Al-Qur'an
- dengan metode mengaitkan Al-Qur'an
- dengan Al-Qur'an.
- Jadi, Ibu Emilda pada saat kita membaca
- dengan tartil beda kalau kita membaca
- dengan
- tergesa-gesa. Kita berhenti pada akhir
- ayat. Jangan seperti sebagian orang
- membaca
- Al-Fatihah disambung satu sama lain.
- Sebagai contoh,
- bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil alaminrahmanirrahim.
- Maliki yaumiddin. Ini cara membaca yang
- tidak sesuai dengan perintah
- Allah. Tapi Nabi dalam membaca membaca
- ya pada setiap akhir ayat dia berhenti.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin arrahmanirrahim.
- Maiki
- yaumiddin. Iyaka na'budu wa iyyaka
- nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina an'amta
- alaihim ghairil maghdubi alaihim
- [Tertawa]
- waladin.
- iramanya
- tidak terpengaruh. Artinya tetap dengan
- irama yang baik mengikuti hukum tajwid.
- Baik idghamnya, ikhfanya, begitu pula
- madnya sesuai dengan apa yang Allah
- ajarkan kepada kita semua melalui Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam.
- Tapi kalau seorang membaca Al-Qur'an
- dengan melengking dan
- meliuk-liuk, akhirnya orang bukan fokus
- kepada apa? kepada makna
- Al-Qur'an, tapi lebih condong mengikuti
- irama ayat-ayat yang dibaca dengan cara
- yang
- melengking. Dulu kita tahu di Mesir ya
- ada Syekh Abdul Basit Abdus Somad, ada
- pula Syekh Mahmud Khalil Al-Hushari.
- Orang lebih suka dengan bacaan Syekh
- Mahmud Khalil al-Fushari dibandingkan As
- Syekh Abdul Basit Abdul Somad yang di
- saat membaca berpindah-pindah dari
- qiraat menuju qiraat dengan bacaan yang
- melengking orang asyik mendengarkan
- suaranya dan bacaannya tapi terpalingkan
- dari maknanya. Akhirnya Syekh Abdul
- Basit Abdul Somad mulai beralih membaca
- Al-Qur'an dengan
- tartil sebagaimana yang kita dengarkan
- dalam bacaan
- beliau. Nah, kalau kita mengikuti bacaan
- Syekh Mahmud Khalil
- al-Hushari baik dalam tartilnya maupun
- qiraah mujawadah, kita lihat begitu
- menyentuh ke dalam hatinya.
- Iramanya juga cukup
- menarik seperti dikala beliau membaca
- suraturahman.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Arrahmanu alamal
- quran khalaqal
- insana allamahul bayan. Kalau kita baca
- dengan tartil seperti yang Allah
- ajarkan, subhanallah. Bahkan orang yang
- tidak memahami bahasa Arab, hatinya
- tersentuh. Al-Qur'an seluruhnya adalah
- syifa, penyembuh. Sampai iramanya
- apabila dibaca sesuai dengan aturan yang
- Allah ajarkan akan menjadi penyembuh
- bagi kita. Penghilang kesedihan kita,
- penyejuk hati kita, bahkan juga
- berpengaruh terhadap fisik kita.
- Jadi, Ibu baca Al-Qur'an tanpa sama
- sekali apa? Tanpa sama sekali
- mengabaikan irama ya. Tapi jangan irama
- lebih apa? Lebih menjadi fokus perhatian
- kita. Sesuaikan iramanya dengan tartil
- Al-Qur'an. Tartil artinya kita membaca
- betul-betul apa? ayat demi ayat ya tanpa
- kita
- melompat-lompat atau kita membaca dengan
- melengking-lengking seperti sebagian
- qari Indonesia. Kita dulu dengar
- Muhammad dari Sulawesi bacaannya
- mengikuti Al-Hushari. Tapi ada qari-qari
- yang lebih fokus untuk apa? Untuk
- membaca dengan suara yang melengking dan
- meliuk-liuk. Kemudian para pendengar
- mengatakan Allah. Sampai disebutkan api
- neraka pun Allah. H. Jadi bukan
- memperhatikan
- maknanya, tapi memperhatikan
- iramanya. Nah, seharusnya irama seiring
- dengan maknanya. Ini yang dinamakan
- tartil, berhenti pada setiap akhir
- hayat. Tapi
- ada nasihat yang khusus bagi wanita. Di
- saat mereka membaca Al-Qur'an di antara
- kaum
- wanita mereka bisa
- memperdengarkan Al-Qur'an. dengan lebih
- bebas di hadapan kaum wanita
- dibandingkan kaum pria. Bukan berarti
- suara wanita aurat, tapi terkadang
- seorang wanita yang membaca dengan irama
- yang
- menarik untuk sebahagian laki-laki yang
- hatinya sakit terkadang dia lebih
- tergoda ya tertarik pada iramanya bukan
- terhadap Al-Qur'annya. Maka untuk
- menghindari fitnah ibu-ibu dapat membaca
- dengan lebih bebas di hadapan wanita.
- dengan tartil. Tapi di hadapan kaum pria
- sebaiknya yang membaca Al-Qur'an adalah
- kaum pria. Ibu-ibu harus memahami bahwa
- suara kaum wanita juga mengirimkan
- isyarat-isyarat dan
- getaran-getaran. Nah, bagi sebahagian
- laki-laki yang hati mereka sakit,
- dikhawatirkan kalau sampai nanti
- akhirnya menimbulkan dampak negatif.
- Seperti istri-istri
- nabi. Allah berikan nasihat pada mereka.
- Wahai wanita dari keluarga Nabi, kalian
- tidak sama dengan wanita yang
- lain. Arti kalian menjadi sorotan,
- menjadi ikutan. Jadi perbuatan kalian
- ini kalau salah akan diikuti, baik juga
- akan diikuti. Intaqitunna fala takd bil.
- Pada saat kamu berbicara, kalau kamu
- sebagai wanita yang bertakwa, maka
- hendaklah cara bicara kamu jangan
- meliuk-liuk ya. berirama yang menggoda
- bicara dengan datar. Sayidah Aisyah
- berbicara kepada sahabat Nabi dengan
- irama yang
- datar. Adapun irama yang indah menarik
- biar dipergunakan untuk suami mereka
- masing-masing. Fala takd
- bil fatmaadzi fiqbihi
- marun
- bilmadhi marabun. Akhirnya orang-orang
- yang hatinya sakit tergoda dengan irama
- tersebut. Jadi,
- Ibu dalam membaca Al-Qur'an jangan
- mengabaikan irama ya yang sesuai dengan
- ayat-ayat yang kita baca, tapi jangan
- membuat kita atau para pendengar fokus
- kepada iramanya, tapi hendaklah membaca
- Al-Qur'an sebagai satu
- kesatuan. Terdengar oleh telinga, masuk
- ke dalam hati. Bahkan si pembaca pun
- meresapi hal tersebut. Nah, kalau
- Al-Qur'an dibaca seperti ini, insyaallah
- betul-betul akan masuk ke dalam ke dalam
- kalbu kita yang paling dalam dan akan
- melahirkan perubahan dalam kehidupan
- kita. Wallahuam. H.
- Jadi, kita harus ingat ke prinsip
- dasarnya membaca Al-Qur'an gitu.
- Maksudnya kalau dia
- untuk menjaga kualitas
- bacaan terus dengan memperhatikan
- hukum-hukumnya. He itu bagaimana, Pak
- Ustaz? Apalagi tujuannya misalkan untuk
- mengajarkan tadi kan disebut juga saya
- mendengarkannya di YouTube gitu.
- Akhirnya ini kan kita syiarkan gitu, Pak
- Ustaz. Kita syiarkan orang tuh menyimak
- gitu ya. Jadi peningkatan pembacaan
- Al-Qur'an itu jadi standar gitu buat
- kita. Oh baca tuh kayak gitu gitu. Arti
- kita mengajarkan Quran ya itu dengan
- sendirinya kita mengajarkan mereka bukan
- hanya membaca tapi juga mengajarkan adab
- membaca Al-Qur'an. Hm. Bersuci terlebih
- dahulu. Ya, kita bedakan antara kitab
- Allah dan kitab lainnya. Kita juga
- memurnikan niat kita semata-mata karena
- Allah. Nah, kita belajar Al-Qur'an
- pertama-tama bagi orang-orang yang awam
- kan mengenal hurufnya ya. Kemudian
- setelah dia mengenal huruf, merangkai
- kata-kata, membacanya dengan irama yang
- sesuai dengan apa? Kehormatan Al-Qur'an.
- Jangan iramanya justru yang lebih
- ditonjolkan Al-Qur'annya di bawah.
- Akhirnya tidak memberikan sama sekali
- inspirasi dan perubahan dalam kehidupan
- kita semuanya. Saya di saat membaca
- Al-Qur'an atau mendengarkan orang lain
- membaca Al-Qur'an dengan irama yang
- tertib itu luar biasa tersentuhnya.
- Sampai kadang-kadang kita dalam keadaan
- sumpek. Begitu dengar Al-Qur'an dibaca
- dengan irama yang menyentuh langsung
- semua rasa duka sedih kita hilang.
- Seperti firman Allah wunazilu minal
- Quran ma hua syifaun warahmatun lil
- mukminin. Jadi Ibu Bapak bisa
- menyaksikan melalui YouTube cara membaca
- Al-Qur'an tapi hendaknya membiasakan
- diri kita pada saat membaca atau
- murid-murid yang belajar untuk
- betul-betul menjaga adab di hadapan
- kitab Allah. Karena kita berhadapan
- dengan kitab Allah sama dengan
- berhadapan dengan Allah Subhanahu wa
- taala.
- Wallahuam. Baik, Pak Ustaz. Kita ke
- pertanyaan lainnya. Ini ada Ibu Bonita.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ibu wanita
- Dusin yang dirahmati Allah Subhanahu wa
- taala. Amin. Insyaallah. di Quran surah
- Ar-Rum ayat 41 yang artinya telah nampak
- kerusakan di darat dan di laut akibat
- tangan manusia al-Ayah. Yang saya tangan
- Pak Ustaz, apakah di zaman Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam sudah terjadi
- kerusakan di laut dan di darat sama
- seperti yang terjadi di zaman ini?
- Bagaimana penjelasannya, Pak Ustaz?
- Jazakumullahu khair katir.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rabbana zidna ilman warikna
- bisihin. Ayat dalam suratrum ini
- sebetulnya merupakan pendidikan bagi
- umat nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi whi wasallam.
- Karena ayat ini bukan terbatas hanya
- untuk umat yang hidup pada masa Nabi.
- Tapi sebagaimana kaidah dalam ulumul
- Qur'an, alibrah biumumil lafzi lahusus
- sabab. Yang menjadi patokan dan pegangan
- umum lafaznya bukan sebab ya khusus
- turunnya Al-Qur'an tersebut.
- Kemudian Al-Qur'an juga mengingatkan
- kita untuk tidak melakukan kerusakan di
- muka bumi. Wala tufsidu fil ardi ba'da
- islah. Alam yang diciptakan
- Allah, manusia yang diciptakan Allah
- diciptakan pertama kalinya dalam keadaan
- yang penuh
- keseimbangan. Allah berfirman,
- "Bismillahirrahmanirrahim.
- Sabbihismaikal al'am." Sucikan nama
- keagungan Tuhanmu yang maha agung.
- Jangan terpikir dalam benak kamu ya
- untuk menisbatkan kepada Allah
- sifat-sifat yang tidak layak,
- sifat-sifat yang
- kurang. Karena Allah maha suci dari
- semua itu. Begitu hati kita meresapi
- kesucian Allah, maka akan muncul rasa
- baik sangka terhadap Allah. Tidak
- sebaliknya perasaan buruk sangka seperti
- yang kita dengarkan dari sebagian orang
- terhadap
- Allah. Alladzi khalaqo fasawa. Dia yang
- mencipta menciptakan segala
- sesuatu. Bagaimana dia menjaga
- keseimbangan ciptaannya dan
- menyempurnakannya. Walladzi qaddar dan
- dia menetapkan hukum, aturan ya dan
- kadar pada semua makhluk yang
- diciptakan. Lalu Allah memberikan
- bimbingan kepada kita untuk dapat
- mempelajari hukum tersebut hingga
- melahirkan berbagai macam disiplin ilmu
- pengetahuan yang berhubungan dengan
- manusia lahir yang dinamakan ilmu
- biologi. Dan kita
- perhatikan ilmu biologi bercabang-cabang
- ya terbagi pada sub-sub yang luar biasa
- menakjubkan. Ini semua dari hukum-hukum
- Allah yang Allah Subhanahu wa taala
- tetapkan pada tubuh manusia.
- Kemudian kita
- juga menyaksikan
- bagaimana alam semesta
- ya
- cakrawala dari mulai ya tata surya kita,
- galaksi kita, dari semuanya lahirlah
- ilmu astronomi yang amat menakjubkan.
- lapisan bumi, melahirkan ilmu
- geologi dan berbagai macam cabang ilmu
- pengetahuan bukan berasal dari
- ketiadaan, tapi berasal dari hukum-hukum
- Allah. Semua penuh keseimbangan. Dalam
- suratul mulk Allah mengatakan, "Ma taro
- fi khqira rahmani min tafawud farjiil b
- hal futur." Engkau tidak akan menjumpai
- pada ciptaan Allah yang maha pemurah
- adanya ketidakseimbangan.
- Maka silakan kamu pandang berulang kali
- apakah kamu menjumpai cacat pada ciptaan
- Allah. Nah, di sini kita jumpai semua
- yang datang dari Allah, baik itu manusia
- juga laqad khalaqnal insana fi ahsani
- taqwim datang dalam penuh keseimbangan
- dan
- kesempurnaan. Tapi yang menimbulkan
- kerusakan tangan-tangan manusia baik
- sebelum masa Nabi, pada masa Nabi maupun
- saat ini, tangan-tangan manusia itu yang
- menciptakan kerusakan.
- Terjadi pada masa Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam kerusakan di
- daratan akibat ulah perbuatan manusia.
- Begitu juga di lautan dengan pencemaran
- ya walaupun bukan dalam skala besar saat
- ini. Sekecil apapun Allah melarang kita
- untuk melakukan
- kerusakan. Bahkan kita dilarang untuk
- membuang air seni di sebarang tempat.
- Apalagi di lubang-lubang semut,
- tempat-tempat orang berteduh. Ini
- betul-betul perbuatan ya yang dilarang
- dalam agama.
- Bahkan Rasulullah memasukkan imatul thq
- menyingkirkan gangguan dari jalan. Ya,
- itu merupakan bagian dari apa? Cabang
- keimanan. Sy'batun minal iman. Jadi,
- Islam mengajarkan kita pertama-tama
- berserah diri kepada Allah. kemudian
- mengajarkan kita untuk berbuat ihsan dan
- tidak melakukan kerusakan di muka bumi
- ini. Jadi, Ibu, kerusakan yang terjadi
- pada masa Rasul ya kerusakan dalam skala
- yang kecil.
- bertambah waktu, berkembang biak umat
- manusia, daerah yang dihuni semakin
- banyak kerusakan yang mereka timbulkan
- semakin
- banyak sungai-sungai ya yang penuh
- dengan limbah hingga menimbulkan
- pencemaran kerusakan dan banyak satwa
- yang tadi terdapat di sungai mati akibat
- itu. Sampah-sampah yang bertimbun-timbun
- menimbulkan pendangkalan, menimbulkan
- kebanjiran, penbangan hutan. Ya, begitu
- juga kita jumpai bagaimana rumah kaca
- yang saat ini atau bangunan-bangunan
- kaca yang menimbulkan ee peningkatan
- pada panas bumi kita, polusi juga akibat
- dari apa?
- industri, dari kendaraan bermotor. Ini
- tak terelakkan sebagai efek samping dari
- perbuatan manusia. Negara-negara maju
- jangan jauh-jauh. Singapura sebagai
- contoh negara kecil tapi berusaha
- minimalisir apa ee pengaruh dari apa?
- Dari emisi karbon hingga kita jumpai
- mobil-mobil tidak mengeluarkan asap yang
- berwarna hitam. Tapi kalau di negeri
- kita, kita perhatikan pengawasan kurang,
- kecintaan terhadap bangsa, terhadap
- negara juga kurang. Maka tingkat
- kerusakan di negeri kita luar biasa
- dahsyatnya. Jadi, Ibu yang datang dari
- Allah semuanya adalah kebaikan. Tapi
- kerusakan datang dari kita. Allah tidak
- pernah menciptakan sesuatu yang cacat.
- Lalu orang bertanya, "Bagaimana, Ustaz,
- anak yang lahir dalam keadaan cacat?"
- Allah menciptakan manusia dengan
- hukum-hukumnya menuju kesempurnaan. Tapi
- manusia yang melakukan pelanggaran, ibu
- yang merokok atau suami yang
- minum-minuman keras atau laki-laki yang
- bergaul bebas kemudian bergaul dengan
- istrinya menimbulkan
- akhirnya gangguan pada pertumbuhan janin
- tersebut. Atau ibu yang mengkonsumsi
- obat-obatan antihistamin ya atau steroid
- yang berbahaya buat kandungan. Begitu
- anak tersebut lahir cacat bukan karena
- ciptaan Allah.
- Ciptaan Allah menuju kesempurnaan, tapi
- tangan-tangan manusia melakukan
- kerusakan. Begitu pula di tengah-tengah
- kehidupan masyarakat kita. Bagaimana
- kehidupan masyarakat menjadi rusak
- akibat dari pengabaian, pembiaran
- kemaksiatan yang meraja lela. Begitu
- juga akibat dari korupsi, akibat dari
- apa? Kondisi masyarakat yang hidup dalam
- keadaan di bawah garis kemiskinan.
- akhirnya melahirkan berbagai macam
- tindakan kriminalitas. Nah, pada masa
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam kita lihat melakukan kerusakan
- di muka bumi di antaranya dengan
- menumpahkan darah, melakukan perbuatan
- aniaya ya menimbulkan berbagai macam
- penderitaan bagi apa? Bagi umat manusia.
- Sedangkan di lautan sesuai dengan apa?
- Pencemaran pada saat tersebut. Adapun
- Allah tidak menyebutkan di udara karena
- pada saat itu amat jauh ya amat jauh
- sekali. Nah sekarang kalau seandainya
- ditambahkan fasadu fil barri wal bahri
- wal jawi dengan kita lihat polusi yang
- luar biasa bahkan sampai menimbulkan
- sobekan pada lapisan ozon kita, lapisan
- atmosfer kita. Ini semua akibat dari
- ulah perbuatan manusia. Jangan
- dikembalikan pada Allah. Maka Nabi
- Ibrahim dalam talbiahnya pada saat dia
- berhaji mengatakan labbaik allahumma
- labbaik alhairu minka wasar laisa ilai
- labbaik allahum labbaik kebaikan semua
- dari engkau sedangkan keburukan kembali
- kepada kami. Dalam suratun nisa Allah
- berfirman, "Ma asobaka min hasanatin
- faminallah." Kebaikan yang kamu terima
- dari Allah. W asobaka min sayiatin famin
- nafsik. keburukan yang menimpa kamu
- adalah hasil perbuatan kamu. Jadi, Ibu
- ketika ayat ini diturunkan dengan
- sendirinya jangkauan kerusakan belum
- begitu luas. Tapi ayat ini bukan untuk
- umat yang hidup pada masa Rasul
- semata-mata, tapi untuk setiap zaman.
- Karena kitab ini merupakan kitab
- terakhir dan nabi kita juga merupakan
- nabi yang nabi yang terakhir. Wallahuam.
- Pak Ustaz sedikit
- mengingat tadi karena disinggung
- kerusakan di laut, di darat. di masa
- Rasulullah bahkan sebelum masa
- Rasulullah sampai ke masa saat ini yang
- disebut kerusakan itu ada satu
- penyebabnya yang mungkin sama dari dulu
- sampai sekarang yaitu perang Pak Ustaz
- di zaman Rasulullah saya sampai ingat
- ada salah satu riwayat mengatakan ee
- antara Romawi dan Persia yang perangnya
- ratusan tahun ini, Pak Ustaz. Iya.
- Sampai ada cerita di Laut Merah, Laut
- Kaspia itu emang area perutupahan darah
- gitu kan di laut itu tuh. Nah, jadi
- peristiwa perang ini, Pak Ustaz, kenapa
- menjadi apa ya dari zaman bahkan dari
- zaman nabi-nabi terdahulu gitu ya,
- sampai sekarang perang ini enggak pernah
- usai gitu. Berarti kan mengarah itu
- kepada kerusakan gitu. Bagaimana Islam
- sebenarnya bisa meredakan perang gitu,
- Ustaz.
- Kalau kita perhatikan sama-sama ya,
- Al-Qur'an telah menjelaskan dalam
- suratul baqarah,
- kananasu ummatan wahidah. H. Manusia
- tadinya merupakan satu
- umat yang berinduk kepada induk yang
- sama di mana penciptanya Allah. Mereka
- juga berasal dari pasangan ayah ibu yang
- sama. Darah yang mengalir di tubuh yang
- di tubuh mereka juga sama. Allah
- ciptakan mereka bersuku-suku,
- berbangsa-bangsa bukan untuk bersaing,
- tapi untuk saling mengenal, saling
- mencinta, dan bekerja
- sama. Tapi pengaruh dari hawa nafsu dan
- setan luar
- biasa. Tadi manusia umatan
- wahidah. Fabaatallahun nabiyina
- mubasyirina wa mundin. Di sini ada ayat
- yang tidak disebutkan.
- Artinya majaz bilhafi. Majz dengan
- membuang ya sebagian kalimat karena
- dapat dipahami. Mengapa Allah mengirim
- para nabi dan para rasul? Karena umat
- manusia ikhtalafu watfarqu. Jadiasu
- umatan wahidatan fakalafu.
- Begitu mereka berselisih dengan
- sendirinya
- akan membawa mereka menuju kebencian,
- perseraingan dan pertumpahan darah.
- Fabaatallahun nabiyina mubasyirina wa
- munirin. Maka Allah mengutus para nabi
- ya untuk memberikan kabar gembira dan
- peringatan. Memberikan kabar gembira
- bagi mereka-mereka yang taat. Hidup
- menjaga diri mereka berbuat kebajikan
- kembali kepada Allah. Peringatan bagi
- mereka-mereka yang melakukan kejahatan,
- kezaliman di atas muka bumi. Karena
- Islam mendidik umatnya untuk tidak
- melakukan kezaliman. H bahkan terhadap
- nonmuslim kita tidak dibenarkan
- untuk mengganggu kehormatan dan
- kehidupan seorang nonmuslim kecuali
- kalau dia memulai hal tersebut dengan
- mengangkat senjata, dengan menimbulkan
- kejahatan karena kejahatannya kita
- perangi. Oleh karena itu Allah
- berfirman, "Wala taktulun nafsallati
- harramallahu illa bilhaq."
- Jangan kalian bunuh jiwa-jiwa ya yang
- Allah haramkan tanpa dasar kebenaran.
- Yang Allah haramkan termasuk apa? Jiwa
- setiap insan. Nabi di pada masa hidupnya
- tidak pernah berpikir untuk membunuh,
- memerangi orang yang tidak beriman
- padanya. Selagi mereka hidup baik-baik,
- tidak melakukan kerusakan, haram bagi
- kita untuk mengganggu mereka. Bahkan
- seandai mereka mohon perlindungan kepada
- kita, kita wajib melindungi mereka.
- Sebagaimana firman
- Allah wain ahadun minal
- musyrikinjarta
- kalamahma dalam surah taubah. Kalau ada
- seorang musyrik mohon perlindungan
- kepada kamu dari kejaran katakan
- musuhnya yang mengancam dirinya dan dia
- bukan pelaku kejahatan, kamu rindungi
- dia. Kemudian bacakan ayat Allah.
- Diterima tidak diterima itu mi urusan
- dia. Berikan tempat yang aman buat dia.
- Sampaikan ke tempat yang aman. Tapi
- kalau orang melakukan kejahatan,
- jangankan nonmuslim, seorang muslim
- melakukan pembunuhan ya maka dengan
- sendiri dia bakal dikenakan apa? saksi
- sesuai dengan perbuatannya. Dikembalikan
- kepada pihak keluarga apakah menuntut
- untuk dihukum mati sebagaimana
- perbuatannya ataukah memberikan maaf
- dengan apa? dengan membayar ganti rugi
- atau diberikan maaf seluruhnya tanpa
- membayar ganti rugi. Jadi, Islam dari
- mulai Nabi Adam alaihialatu wasalam
- sampai kepada nabi terakhir dengan kitab
- yang Allah turunkan kepada para nabi
- mengharamkan pembunuhan dan menumpahkan
- darah manusia tanpa hak. Bahkan Nabi
- mendeklarasikan hal ini sebelum PBB ya
- pada haji perpisahan Nabi dengan tegas
- mengatakan, "Ketahuilah bahwa Allah
- haramkan darah sesama kalian, kehormatan
- sesama kalian, begitu juga harta sesama
- kalian. Sebagaimana Allah mengharamkan
- hari mulia tanggal 10 Zulhijah di bulan
- yang diharamkan Allah, di negeri yang
- diharamkan Allah." H. Jadi kita lihat
- bagaimana jauh-jauh hari Nabi kita
- mendeklarasikan hal ini. Oleh karena
- itu, pembunuh pertama yaitu anak Adam
- yang membunuh saudaranya setiap kali ada
- pembunuhan dia
- menanggung dan memikul saham dari kas
- pembunuhan. Begitu juga Bani Israil.
- Siapa saja yang melakukan pembunuhan ya
- atau melakukan kerusakan di muka bumi,
- maka dia mendapatkan saham dari semua
- kerusakan.
- katabani
- israilahuqan
- nafsin ard
- kami telah tetapkan bagi bani Israil
- karena mereka merupakan cucu-cucu dari
- para nabi pembawa
- kitab siapa saja dari mereka ya yang
- membunuh jiwa tanpa dasar kebenaran atau
- melakukan kerusakan di muka bumi, maka
- sama dengan membunuh semua manusia ini
- Netan, Yahud ya, semua penjahat-penjahat
- yang melakukan pembantaian ini, apa yang
- mereka lakukan bukan hanya terhadap
- rakyat Palestin, tapi terhadap semua
- umat manusia. Waman ahyaha fakaama
- ahyasa jam. Tapi yang baik dari mereka
- yang menghidupkan seseorang sama dengan
- menghidupkan seluruh umat manusia. Ini
- ajaran
- agama. Fabatallah nabiina mubasyirin
- wazala maahumul kitab. Allah turunkan
- Alkitab bersama mereka liyahkuminasi fui
- untuk memutuskan di antara manusia apa
- yang terjadi dari perselisihan di antara
- mereka. Tapi manusia tidak menginginkan
- petunjuk
- Allah. Manusia yang bebas dengan hawa
- nafsu mereka melakukan kejahatan,
- kezaliman. Apalagi dengan ee teknik
- manipulasi pada saat ini mereka bisa
- membuat yang hitam menjadi putih, yang
- putih menjadi hitam. Seperti Zionis
- Israel ya.
- Mereka beralasan bahwa mereka lakukan
- pembelaan diri. Iya. Mereka melakukan
- kejahatan di muka bumi. Tapi mereka
- tampil sebagai orang-orang yang berjuang
- untuk membela hak mereka. Ini kan
- kejahatan yang luar biasa. Amerika
- terlibat, Inggris terlibat. Ya, kita
- harapkan Allah berikan hukuman yang
- sesuai dengan perbuatan mereka. Kita
- pasrahkan kepada Allah kapan hal
- tersebut akan terjadi. Jadi, Mas
- Angga berkaitan dengan peran agama.
- Heeh. yang dibawa oleh para nabi, para
- rasul semuanya betul-betul memerintahkan
- kita untuk menjaga hak asasi manusia.
- Haram mengganggu darahnya, hartanya,
- maupun kehormatannya. Ada sebagian orang
- Islam mengatakan kalau hartanya orang
- kafir boleh kita apa? Kita ambil. Siapa
- yang bilang? Hm. Ini mempermalukan
- dirinya sebagai muslim.
- Kalau dia berdagang
- baik-baik, bertetangga dengan kita tanpa
- melakukan
- kejahatan, haram bagi kita untuk
- mengganggu kehormatannya. Bahkan untuk
- mengambil hartanya, kecuali kalau dia
- terlibat dalam memberikan dukungan
- kepada musuh-musuh kita menjadi
- mata-mata harta yang didapatkan
- digunakan untuk memerangi kita. Maka
- dengan sendirinya haram bagi kita untuk
- membeli
- barang-barangnya seperti yang mendukung
- Zionis.
- Kita bukan hanya diperintahkan membaik,
- tapi haram bagi kita untuk membeli
- barang-barangnya. Karena apa? Karena
- sama dengan kita mendukung musuh untuk
- membantai saudara-saudara kita walaupun
- secara tidak langsung.
- Wallahualam.
- Baik, Pak Ustaz. Kita ke pertanyaan
- selanjutnya. Ini sudah ada voice note
- dari Pak Wisnu. Oke, bisa kita naikkan
- pertanyaannya. Bismillah.
- Assalamualaikum Ustaz
- Husein. Ee saya Wisnu dari Bogor. Ustaz
- mau bertanya. Iya. Begini Ustaz.
- Kebetulan saat ini perusahaan kami
- sedang mengikuti tender di sebuah proyek
- di luar kota dan
- kebetulan saya yang menjadi PIC-nya.
- Dalam sebuah diskusi internal kami ee
- ketika penganggaran budget untuk nilai
- projek
- ini, kami beberapa dari kami sepakat
- untuk ee
- menyisihkan
- presentasi
- ee untuk nantinya ditawarkan sebagai
- hadiah kepada panitia.
- Jadi dengan tujuan ya dalam tanda kutip
- ini sebagai
- hadiah ee
- sebelum penentuan pemenang dan jika kami
- yang dimenangkan ee hadiah tersebut kami
- berikan kepada para panitia tersebut.
- Tapi dari
- beberapa teman ya, rekan kami
- di dalam diskusi ini tidak sepakat
- dengan hal ini, Ustaz. Jadi menurut ee
- mereka ini sama juga mengakali atau ya
- menyiasati hukum
- Allah yang mana kita berpura-pura
- memberi
- hadiah ee
- sebelum penentuan
- pemenang dengan tujuan agar kita menjadi
- pemenangnya. Dan ini termasuk dalam
- kategori sogok.
- Jadi ee menurut
- mereka
- nantinya ya hasil yang kita dapatkan
- dari proyek tersebut tidak akan
- berkah. Jadi yang akan saya yang jadi
- pertanyaan saya begini, Ustaz. Apakah
- betul ini termasuk ee dalam kategori
- riswah atau sogok jika kami lakukan hal
- tersebut dengan menjanjikan hadiah
- kepada para panitia jika kami
- ee dipilih sebagai pemenangnya.
- Dan apakah betul juga ee nantinya
- jika kita sebagai pemenang dan kemudian
- hasil dari pekerjaan tersebut menjadi
- haram dan tidak berkah. Begitu, Ustaz.
- Itu saja pertanyaan saya, Ustaz. Ee
- semoga Ustaz ee dan keluarga besar Rasil
- pada umumnya
- senantiasa
- diberikan ee keselamatan dan keberkahan
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Pak Wisnu
- dan rekanumullah khairan. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad.
- Rbana zidna ilman walhikna
- shihin. Kalau kita
- berbicara di luar aturan
- Islam, kalau orang ini
- melakukan kesepakatan ini di Singapura,
- apa yang akan terjadi?
- Kayaknya enggak bisa ya, Ustaz. Akan
- dikenakan hukuman. Iya. panitia yang
- menentukan kemenangan melakukan hal
- semacam ini. Berarti apa? Dia tidak lagi
- ee memilih ya h memilih
- apa? Perusahaan ya yang mengajukan
- tender secara
- objektif tidak lagi profesional tapi
- apa? Melihat ya dan menentukan secara
- subjektif seperti di Saudi Arabia.
- Saudi Arabia ini
- sebetulnya negara yang paling kacau
- aturannya. H
- emir di Saudi Arabia itu katakan
- diangkat sebagai emir ya yang berkuasa
- di kota
- Makkah. Setiap ada pembangunannya ya
- yang ditawarkan kepada
- mereka, mereka biasanya bertanya berapa
- komisi yang kalian akan berikan untuk
- kami? He.
- Maka untuk memenuhi hasrat kerakusan
- mereka, pihak kontraktor mengangkat
- harga tender
- tinggi-tinggi. Ambil tidak peduli. Yang
- penting berapa yang kamu akan berikan
- untuk kami. Yang terbesar itulah yang
- memiliki hak untuk meraih
- kemerangan. Dengan sendirinya yang
- dirugikan
- siapa? Negara. Kan? Negara dirugikan.
- Tapi karena negara pemiliknya adalah
- raja dan penguasa, mereka menggunakan
- hal ini sebetulnya untuk apa? Memberikan
- keuntungan, manfaat bagi keluarga
- mereka. Ini bukan lagi merupakan hak
- kaum muslimin, tapi apa yang terdapat di
- Saudi Arabia dan seluruh kekayaannya
- merupakan milik raja dan keluarga.
- Sedangkan rakyat hanya sebagai
- penumpang.
- Tapi negara-negara yang kita anggap
- beradab ya, kita saksikan bagaimana
- tindakan semacam ini merupakan tindakan
- yang tidak dibenarkan. Bahkan ada aturan
- hukum yang berat. Bisa mereka-mereka
- yang melakukan tindakan semacam ini akan
- kehilangan pekerjaan
- bahkan bisa mendekam dalam penjara.
- Nah, kita di Indonesia sebetulnya
- membutuhkan orang-orang yang jujur, yang
- bersih untuk melakukan
- perubahan. Jangan mengatakan mustahil
- dengan kita saja bisa melakukan
- perubahan di negeri kita ini. Ketahuilah
- sebagaimana api yang besar dimulai dari
- percikan, begitu juga perubahan dimulai
- sebetulnya dari apa? Dari pekerjaan yang
- kecil.
- Saya menyaksikan di salah satu
- negara di mana di tepi pantai penuh
- limbah akibat ada kapal yang tumpah.
- Kapal tanker tumpah menyebabkan tepi
- pantai penuh dengan
- kotoran. Ada seorang yang mencintai alam
- ya
- turun. Dia seorang diri
- ya. Dia menggunakan alat sederhana untuk
- membersihkan pantai sendiri. Sendirian.
- dia tahu tidak mungkin dia mampu untuk
- melakukan
- pembersihan. Tapi ketika dia melakukan
- seorang diri berusaha untuk membuang
- limbah tersebut, orang menyaksikan
- akhirnya orang beramai-ramai terpanggil
- sampai akhirnya pemerintah pun malu.
- Akhirnya bersama-sama mereka melakukan
- pembersihan. Jadi kalau seandainya Pak
- Wisno bersama rekan-rekan di
- perusahaan dalam mengajukan tender,
- mengajukan tender ya secara terbuka,
- transparan, seandainya katakan
- dimenangkan, kita bisa melaksanakan
- pekerjaan kita dengan hati tenang dan
- nyaman. Karena kalau kita menyisihkan,
- katakan hadiah untuk panitia, mau tidak
- mau tendi kita angkat. Tendernya kita
- akan angkat dan panitia berkhianat.
- terhadap orang yang memberikan
- kepercayaan kepada mereka. Nah, kita
- bahagian dari orang-orang juga yang
- terlibat dalam perbuatan khianat
- tersebut. Dan Pak Wisno bersama
- rekan-rekan tidak perlu khawatir ya
- negara kita betul orang-orang yang
- berkhianat ya, merebut kesempatan tapi
- kita tahu ada Allah yang kuasa untuk
- memberikan kesempatan yang lebih baik
- bagi hamba-hambanya yang jujur dan
- lurus. Dan ini sebetulnya merupakan
- usaha dari kita.
- untuk melakukan perbaikan di negeri
- kita. Dimulai dari Pak Wisnu bersama
- rekan-rekan di
- perusahaan melakukan hal ini. Kemudian
- Allah berikan katakan peluang dari cara
- yang halal akan juga mengundang orang
- lain untuk melakukan hal yang sama. Tapi
- kalau kita melakukan hal semacam ini
- karena mengikuti arus sampai kapan
- negeri kita ini akan mengalami
- perbaikan?
- Jadi kita berharap ya kita menjadi
- bahagian yang melakukan perbaikan
- sebagaimana firman Allah ya ee walladina
- yumassikuna bil kitabi wa aqomus inna la
- nudiu ajral muhsinin amana wa aslaha ya
- fala khaufun alaihim wum barang barang
- siapa yang melakukan
- perbaikan ya beriman dan melakukan
- perbaikan Allah subhanahu wa taala akan
- memberikan jaminan buat mereka yang tak
- terhingga di samping rasa aman di hati
- mereka karena tidak melakukan
- kesalahan juga Allah berikan kesuksesan
- yang lebih baik daripada apa-apa yang
- didapatkan dengan cara yang tidak baik.
- Karena begitu seorang menghindar dari
- apa yang diharamkan Allah Subhanahu wa
- taala karena mengharapkan rida Allah dan
- hormat padanya kepada apa-apa yang baik
- Allah akan gantikan dengan yang lebih
- baik.
- Jadi bebaskan diri kita dari
- praktik-praktik pekerjaan semacam ini.
- Kita akan merdeka, terhormat, tidak
- mengalami ketakutan, tidak mengalami
- kerisauan. Jangan sampai kita tidak
- mendapatkan apa-apa di ujung. Tahu-tahu
- kita dianggap bekerja sama dalam
- melakukan tindakan kolusi dan korupsi.
- Oleh karena itu dalam surah e Albaqarah
- setelah dan seusai ayat-ayat yang bicara
- mengenai puasa, Allah berfirman, "Wakulu
- amwalakum bainakum bil
- batil bihaal hukam luluq min amwar
- bilmiumamun." Jangan kalian memakan
- harta kalian sesama kalian dengan cara
- yang batil. Lalu kalian memberikan uang
- suap kepada hukam, kepada penguasa. Nah,
- panita di sini yang menentukan siapa
- yang akan menjadi pemenang. Lakul fariq
- min amwarinas dengan tujuan untuk
- memakan sebahagian dari harta manusia
- dengan cara yang batil. Wa antum
- takamun. Padahal kalian mengetahui. Jadi
- menurut saya, Pak
- Wisnu, di tengah-tengah situasi negara
- kita ini yang
- betul-betul menyedihkan, membuat hati
- kita juga miris. Di tengah-tengah
- suasana semacam ini, bagaikan suasana
- gelap, gulita, kalau ada orang membawa
- lampu ya atau baterai walaupun ya dengan
- cahaya yang tidak besar itu menjadi
- harapan.
- Tapi kalau kita ikut masuk dalam
- kegelapan, akhirnya bila azab turun,
- kita juga akan termasuk di dalamnya. Dan
- saya yakin
- insyaallah apabila kita betul-betul yang
- beriman dan tahu, bersungguh-sungguh
- untuk menjaga aturan Allah dan yakin apa
- yang Allah janjikan buat kita tidak akan
- pernah hilang. Innalladina
- qubunallahamaq khaufun alaihim walahum
- yahzanun. Dalam ayat yang lain,
- tatanazalu alaihimula malaikatu all taku
- w tahzanu wairu bil
- janntillumun. Lalu para malaikat
- berkata, "Nahnu auliyaukum fil hayatid
- dunya wafil ak." Kami yang akan menjadi
- pembela kalian, pelindung kalian dalam
- kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat
- kalau kita istiqamah. Tapi begitu kita
- keluar dari garis istiqamah, maka Allah
- memerintahkan para malaikatnya untuk
- bubar meninggalkan kita. Jadi, mari kita
- merdekakan jiwa kita
- dari perbuatan semacam ini dengan
- harapan mudah-mudahan kita bahagian dari
- orang-orang yang memperjuangkan
- kemerdekaan bangsa kita, negeri kita.
- Dari mereka-mereka yang berbuat hina,
- yang telah mempermalukan diri mereka,
- mempermalukan bangsa mereka hanya untuk
- kesenangan, kepentingan pribadi mereka.
- Wallahuam. Hm.
- Jadi di permasalahan ini kalau melihat
- di negeri ini Pak Ustaz sepertinya ada
- tiga tiga sikap nih dari kita Pak Ustaz.
- Sikap yang pertama itu memang diam atau
- menghindar gitu ketika ada masalah itu.
- Dia enggak mau terlibat atau sikap kedua
- dia melawan gitu. Cuman kan melawan ini
- bukan melawan korporat atau melawan
- pribadi. Yang dilawan tuh sistem Pak
- Ustaz karena apalagi mencontohkan negeri
- lain tuh sistemnya enggak gitu gitu ya.
- Yang ketiga ya terlibat di situ,
- berkecimpung di situ. Nah, kalau ingin
- berubah kan berarti kita melawan nih,
- Pak Ustaz. Nah, melawan sistem tuh
- gimana, Ustaz? Artinya kalau kita lihat
- sistem di negeri kita juga sebetulnya
- tidak membolehkan sikap semacam ini.
- Tapi kan sistem bergantung kepada yang
- mengoperasikan menjalankan. Contohnya
- polisi bertugas untuk menjaga keamanan
- Heeh. Dalam negeri kita, rakyat kita.
- Betul gak? Iya.
- Sedangkan TNI kita bertugas untuk
- menjaga keselamatan negeri kita dari
- mereka-mereka yang ingin melakukan
- kejahatan ya, yang mengancam juga
- keamanan negeri kita, yang memasuki
- wilayah perbatasan negeri kita ya, yang
- juga melakukan berbagai macam
- tindakan-tindakan yang tidak benar. Ini
- pada aturannya sebetulnya jelas. Heeh.
- Tapi kita lihat bagaimana banyak
- polisi, banyak polisi yang melakukan
- pengkhianatan, bekerja sama dengan
- orang-orang yang melakukan kejahatan,
- bekerja sama juga dengan para pengedar
- narkoba. Mereka beranggapan ini
- pekerjaan kecil. Padahal yang mereka
- lakukan ini kerusakan yang amat
- dahsyat. Oleh karena itu yang melanggar
- sistem sebetulnya mereka, Masangga. He
- yang melanggar sistem mereka. Nah, kita
- yang berusaha untuk meluruskan. Kita
- mengajukan tender kita dengan cara yang
- wajar, normal, profesional. Katakan pada
- mereka, "Silakan Anda tentukan
- berdasarkan profesionalitas." He. Jangan
- kalian untuk memilih kami akhirnya
- merugikan kepentingan perusahaan kalian.
- Kalau kalian lihat tender kami ya
- betul-betul layak untuk diterima, kami
- berdoa mudah-mudahan kami dapat
- menjalankan amanat dengan
- sebaik-baiknya. Sebetulnya hal seperti
- ini kita apa kita dambahkan luar biasa
- untuk bisa dilakukan oleh para pengusaha
- kita. Jangan pengusaha yang lalu
- memberikan wasiat kepada anak-anak
- mereka untuk melakukan hal yang sama.
- Sampai kapan negeri kita akan baik? Saya
- pernah ketemu Mas Angga beberapa ikhwan
- yang datang ke pengajian. H dia
- kebetulan tinggal di Belanda.
- Lalu dia mengatakan, "Ustadz, saya ini
- tidak betah di negeri kita ini karena
- saya saksikan berbagai macam praktik
- korupsi, korusi, kesempatan hanya
- dikuasai oleh kalangan-kalangan
- tertentu. Rakyat di hadapan kita
- menderita." Oleh karena itu, saya lebih
- suka berdiam di Belanda. Saya bilang
- kalau seandainya orang seperti kamu yang
- tahu hal-hal yang tidak benar, lebih
- suka hidup instan di Belanda, mengikuti
- aturan sistem yang dibuat di Belanda,
- tidak ada semangat perjuangan untuk
- memerdekakan bangsa kamu. Sampai kapan
- negeri kamu akan
- merdeka? Nanti begitu negeri sudah
- berubah atas perjuangan orang lain, kamu
- akan kembali ke negeri kamu hanya
- sebagai apa? Sebagai penumpang, bukan
- sebagai orang-orang yang terlibat dalam
- melakukan perbaikan. Jadi kalau
- seandainya
- kepribadian saudara-saudara kita seperti
- ini lebih suka berdiam di Belanda,
- berdiam di Eropa, berdiam di Amerika,
- berdiam katakan di Selandia Baru untuk
- mencari aman. Hm. Karena mereka tidak
- sama sekali nyaman menyaksikan ya di
- negara mereka berbagai macam praktik
- yang tidak benar. Kenapa kamu tidak
- menjadi bahagian? Dia melakukan
- perubahan. kebaikan yang terdapat di
- negara-negara lain kamu bawa ke negeri
- kamu. Jangan justru apa yang diimpor
- kerusakan LGBT, Freek ya, gaya hidup
- yang tidak benar. Kenapa harus ini yang
- mereka impor bukan justru apa
- kebaikan-kebaikan yang ada pada negara
- lain. He. Jadi kita berharap
- mudah-mudahan Pak Wisno bisa menjadi
- pahlawan bersama rekan-rekan tolak ya
- perbuatan yang tidak benar. Anda akan
- menjadi mulia dan Anda akan memuliakan
- bangsa negara Anda. Tapi kalau kita
- menerima hal-hal seperti ini, kita akan
- merendahkan diri kita dan juga kita akan
- menghancurkan bangsa kita. Jangan kita
- anggap perbuatan kita itu kecil. Kita
- bahagian dari apa? Satu yang besar. Dari
- yang besar. Wallahuam.
- Baik, Pak Ustaz. Kita ke Sukabumi. Ada
- Pak Susanto dari Sukabumi.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Pak Ustaz,
- izin bertanya mengenai Quran surah
- Ar-Rahman ayat 17. Heeh. Tuhan yang
- memelihara kedua tempat terbit matahari
- dan Tuhan yang memelihara kedua tempat
- terbenamnya. Ini penjelasannya
- bagaimana, Pak Ustaz? Dari Pak Ustaz.
- Syukron jazakumullah. Baik.
- Bismillahirrahmanirrahim. Al-Qur'an
- seringki menggunakan
- bahasa-bahasa majaz. H
- metafora Allah berfirman, "Rabbul
- masyriqaini waabbul magribain." Fabiayyi
- alaikuma tukadziban. Dalam ayat yang
- lain, rabbul masyariqi wal magharib. Hm.
- Rabbul masyariqi wal magharib.
- Sebetulnya pada ayat ini Allah Subhanahu
- wa taala ingin menerangkan kepada kita
- bahwa
- seluruh bumi ya, baik itu wilayah timur,
- barat ya sebetulnya apa seluruhnya
- merupakan apa? Wilayah kekuasaan Allah
- termasuk alam semesta dan seluruh
- isinya. Rabbus samawati wal ardhi wama
- bainahuma. Ya.
- Jadi rabbul masyariq wal magharib.
- Perhatikan coba Mas Angga.
- Almasyariq mana?
- Masyrik timur ya. Jamak dari eh jamak
- daripada masyik. Begitu juga masyriqain
- ya merupakan kata ganda kan.
- Kita Australia ya merupakan wilayah
- Islandia baru wilayah lebih timur
- dibandingkan kita. Betul gak? Mereka ee
- menghadapi matahari
- terbit lebih awal dibandingkan kita
- Indonesia.
- Setelah beberapa waktu mereka menghadapi
- matahari yang terbenam. He. Kita juga
- begitu sama. Negara-negara yang berada
- di wilayah barat pun ya paling barat
- mereka menghadapi saat-saat terbitnya
- matahari dan juga terbenamnya matahari
- kecuali wilayah yang ekstrem. Betul gak?
- He? Artinya wilayah bumi ini sebetulnya
- apa? Dapat dikatakan masyrik juga ya.
- dapat dikatakan juga magrib. Betul
- enggak? Karena magrib menjelaskan tempat
- Heeh. He terbitnya matahari, terbenamnya
- matahari. Dan kita tahu sebetulnya
- matahari bukan terbit dari timur ke arah
- barat. He. Ini merupakan gerakan semua
- matahari. Mataharinya di tempat buminya
- yang melakukan rotasi. Betul enggak?
- Iya. Buminya yang melakukan rotasi.
- Rotasi berputar. Nah, wilayah yang
- berhadapan matahari dikatakan musyrik.
- Heeh. pada saat
- benam magrib kan magrib kita menghadapi
- masyrik menghadapi juga magrib jadi
- kata-kata rabbul masyariqi wal magharib
- atau rabbul masyriqaini wal magribain
- sebetulnya bahasa metafora untuk
- menjelaskan ya he tidak ada satuun
- wilayah ya di bumi kita maupun di alam
- semesta yang bukan merupakan wilayah
- kekuasaan Allah dia penciptanya dia
- penjaganya dia pemeliharanya
- seperti firman Allah ada orang bert
- bertanya-tanya mengenai firman
- Allah ee mengenai Zulqarnain. He
- wasasalunakailqarnain
- qul ya
- wasalunakailqnain.
- Astagfirullahalazim. Lupain
- di surat apa itu, Pak Ustaz? Alkahfi.
- Alkahfi. Kita ini
- manusia di saat kita mulai merasa
- bangga, Allah tunjukkan kelemahan kita.
- H kita lupa. Sedangkan Allah Subhanahu
- wa taala tidak pernah melupakan
- hambanya. Betul gak? Iya, Ustaz. Tidak
- pernah sama sekali melupakan
- hambanya. Bagaimana kalau seandainya
- Allah lupa?
- Zulkarna melanjutkan perjalanan ke
- tempat terbit matahari yang
- ituunluikum minuikro inna makkanna lahu
- ard wainahu miniin
- wajada
- fiininah. Perhatikan di
- siniakailqarnain. Mereka bertanya kepada
- engkau mengenai Zulqarnain. Qulatlu
- alikum minuikro. Katakan aku akan
- membacakan kepada kalian ya bahagian
- dari kisah beliau. Inna makna lahu ard
- waahu
- minaba. Sesungguhnya kami memberikan
- betul-betul apa?
- memberikan
- kekuasaan, kewenangan yang amat luas di
- atas muka bumi ini. Memberikan tamkin,
- kewenangan, keluasannya yang amat luas
- di atas muka bumi ini. Inna makkanna
- lahu fil ardhi waainahu min kulli saaiin
- sabab. Dan kami ya mengajarkan
- menganugerahkan kepadanya ya sebab yang
- menggambarkan ilmu pengetahuan ya. Iya.
- bagi berbagai macam persoalan. Kalau di
- sini dikatakan min kulliin sabab dari
- segala sesuatu Allah ajarkan sebab
- bagaimana untuk apa? Untuk
- mempelajarinya, mengendalikan dan
- menguasainya.
- Faatbaababa mulai dia menempuh ya
- jalannya dengan apa yang Allah
- anugerahkan kepadanya. Hatta balagha
- magribams. Hingga ketika dia tiba ya di
- tempat yang paling barat ya tempat
- terbenamnya
- matahari. Hatta balag maglibasyamsi.
- Hatta balagha
- maghribamsi wajadaha tagubu fi ainin
- hamiah. Wajadaha tagubu fi ain hamiah.
- Dia menjumpai matahari terbenam.
- Kata fi ainin hamiah ya dia apa di
- daerah ya mata air yang berwarna hitam
- dan berbau tidak sedap kata
- hamiah kita semua tahu bahwa tidak
- mungkin matahari terbenam apa terbenam
- apa di perairan ya he lumpur yang
- berwarna hitam iya tapi pemandangan mata
- kita bagaimana pada saat kita
- menyaksikan matahari terbenam
- seolah-olah dia tenggelam Ibut
- sebagaimana kalau kita memandang lautan
- pada saat matahari terbenam, kita
- menjumpai juga apa? Heeh. Matahari
- seolah-olah ditelan oleh lautan. Iya,
- betul. Pandangan mata. Nah, ini
- pandangan mata. Allah berbicara kepada
- mereka sesuai dengan pandangan mata
- mereka. Bukan berarti matahari tenggelam
- ke dalam perairan yang penuh dengan
- lumpur berwarna hitam. Begitu juga
- rabbul masyriqaini magribain merupakan
- metafora majaz yang menggambarkan Allah
- maha kuasa yang meliputi segala sesuatu
- baik buminya, langitnya dia merupakan
- penciptanya, penguasanya, pemelihara dan
- maha tahu tentang apa yang tersembunyi
- di langit maupun di bumi. Wallahuam.
- Baik, Pak Ustaz masih bisa kita jawab
- pertanyaan Ustaz satu lagi. Kita ke
- pertanyaan voice note lagi ya yang masuk
- ya. Ini pertanyaan terakhir, ikhwan
- akhwat dari Ibu Nur. Baik, bisa diangkat
- pertanyaannya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Saya Ibu Nur dari
- Bekasi. Ustaz, mohon nasihatnya untuk
- kami di tengah kondisi ekonomi yang
- sangat sulit seperti sekarang ini. Bahan
- pokok mahal, gas susah, lapangan
- pekerjaan sulit. Bisa diulang pertanyaan
- kita sebagai masyarakat tetap optimis
- dan hanya bergantung kepada Allah.
- Dan kita enggak bergantung sama
- pemerintah yang sepertinya tidak bisa
- mengurus negara ini. Terima kasih atas
- jawabannya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Bisa
- menangkap pertanyaan Pak Ustaz tadi
- kayaknya. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabar Ustaz. Saya Ibu Nur dari Bekasi.
- Ustaz mohon nasihatnya untuk kami di
- tengah kondisi ekonomi yang sangat sulit
- seperti sekarang ini. Bahan pokok mahal,
- gas susah, lapangan pekerjaan sulit.
- Bagaimana kita sebagai masyarakat tetap
- optimis dan hanya bergantung kepada
- Allah dan kita enggak bergantung sama
- pemerintah yang sepertinya tidak bisa
- mengurus negara ini. Terima kasih atas
- jawabannya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wab.
- Bismillahirrahmanirrahim. Kepada Ibu
- kita, Ibu siapa? Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya
- Yudi dari Masjid Arrahman Bogor.
- Pertanyaan saya, bagaimana caranya agar
- kita bisa meningkatkan ibadah kita
- menjelang bulan suci Ramadan? Syukran.
- Yang pertama, Ibu Nur bagaimana
- menghadapi kesulitan nih, Pak Ustaz.
- Yang kedua, menghadapi Ramadan dari Pak
- Yudi.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Al-Qur'an sebagai kitab suci yang
- menjadi pedoman bagi kita kaum muslimin
- sebetulnya telah menunjukkan jalan bagi
- Ibu Nur, bagi saya, bagi semua kaum
- muslimin. Kita harus tahu
- bahwasanya kita sebagai orang yang
- beriman, Allah perintahkan untuk
- berusaha.
- Tapi pada waktu yang sama Allah ingatkan
- bukan usaha kita itu yang menghasilkan
- rezeki. Kita berobat ya bukan obat atau
- dokter yang menyembuhkan kita. Berobat
- makan obat hanya usaha tapi yang
- menyembuhkan kita adalah Allah. Begitu
- juga kita berusaha tapi yang memberikan
- rezeki adalah Allah. Jadi, Ibu Nur
- jangan sekali-kali
- bergantung kepada siapapun dalam hidup
- ini. Bahkan kepada
- anak, kepada saudara yang mampu. Belum
- tentu anak saudara itu yang kita
- investasikan katakan secara
- besar-besaran sampai pinjam sana sini ya
- untuk bisa menjadi orang yang menunjang
- hidup kita di masa akan datang. Jangan
- sekali-kali kita sekolahkan mereka,
- didik mereka, tapi jangan kita
- gantungkan hidup kita pada mereka.
- Tapi gantungkan seluruh hidup kita
- kepada Allah. Dan hal ini telah
- dipraktikkan,
- dicontohkan oleh Sayidah Hajar.
- Ketika Allah Subhanahu wa taala
- perintahkan Ibrahim untuk membawa sang
- istri dan anak yang masih dalam
- gendongan, kedua-duanya tidak mampu
- untuk berusaha. Heeh. Ke lembah yang
- sekarang dengan dikenal dengan nama kota
- suci Makkah atau
- Makkah. Ibrahim menemani istri dan
- anaknya beberapa waktu.
- Kemudian setelah itu Ibrahim berkata
- pada istrinya bahwa saya akan
- meninggalkan kalian. Istri yang berbaik
- sangka pada Ibrahim mengatakan, "Allahu
- amaraka. Apakah Allah yang memerintahkan
- kamu?" Dijawab oleh Ibrahim, "Naam.
- Allahu
- amar. Tuhan yang memerintahkan aku."
- Sang istri tertawas, tersenyum. Kalau
- begitu lan yudiana, dia tidak akan
- meninggalkan menyia-nyiakan kita.
- Ibrahim pergi, Sayidah Hajar berdiam di
- tempat
- tersebut menunggu keputusan Allah. Pada
- saat dia kehabisan bekal, apa yang
- dilakukan? Nah, perhatikan Ibu Nur, dia
- bersai di antara Safa dan Marwa. Sai
- dalam bahasa Arab ya, kata kerjanya sa'a
- yas'a yang artinya berusaha. As'a saya
- berusaha. Bahasa Indonesia usaha
- sebetulnya diambil dari kata asa. Tapi
- karena susah untuk menyebutkan ain
- dirubah menjadi ha. H seperti iklan.
- Bahasa Arabnya iklan. Iklan berubah
- menjadi iklan. Iklan.
- Taklim. Ain dirubah menjadi taklim atau
- taklim? Iya. Iya. Jadi Ibu Nur, Sayidah
- Hajar bersaatnya berusaha. Dia naik ke
- Gunung Safa, melihat ke sana kemari,
- mungkin ada sesuatu yang bisa
- membantunya sambil dia bertasbih,
- berzikir kepada Allah lalu pindah menuju
- Marwah. Sebanyak tujuh kali dia berusaha
- untuk mencari sesuatu yang dapat
- menyambung hidupnya. Selesai dia letih
- lelah bersama anaknya. Dia berdiam di
- tempat yang bernama apa? Yang sekarang
- dikenal dengan sumbu zamzam tersebut.
- di tempat tersebut
- ya dia apa memohon kepada Allah
- Subhanahu wa taala dan dia pasrahkan
- dirinya dia telah melaksanakan kewajiban
- untuk berusaha dan dia mengharapkan
- rezeki kepada
- Allah subhanahu wa taala turunkan Jibril
- membawa kabar gembira kepadanya dan pada
- saat itu Allah pancarkan sumur zamzam
- yang menyebabkan burung-burung
- berdatangan begitu juga kafilah-kafilah
- yang berlalu tert tertarik untuk datang
- ke tempat tersebut karena panggilan air.
- Akhirnya mereka berdiam di sana dan di
- sana Sayidina Hajar membangun
- masyarakatnya ya yang kemudian di
- kemudian hari melahirkan nabi termulia
- nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam yang tumbuh betul-betul dalam
- pendidikan Allah.
- Begitu juga yang dialami Musa ketika
- meninggalkan Mesir menuju Madian. Ketika
- dia sedang berduka, bersedih, dia
- berkata, "Rabbi, inni lima anzalta ilai
- minhairin faqir." Wahai Tuhanku, aku
- amat betul-betul butuh kepada apa yang
- kamu turunkan dari kebaikan. Bukan hanya
- mendapatkan rezeki, bahkan mendapatkan
- istri. Betul gak? Jadi, Ibu Nur, saya
- termasuk orang yang tidak punya pegangan
- jabatan tidak punya pekerjaan, tidak
- punya. Saya bergantung penuh kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Kalau saya
- butuh sesuatu, ya saya berdoa atau saya
- salat sambil
- betul-betul memasrahkan diri saya,
- harapan saya hanya semata-mata kepada
- Allah Subhanahu wa
- taala. Saya berasal juga dari latar
- belakang orang tidak punya. Pernah kita
- ngontrak di pinggir kali dengan
- susahnya. Tapi bagi kita pada saat itu
- merupakan pengalaman yang membahagiakan.
- Kita berumah tangga dalam kondisi yang
- betul-betul amat minim dan kita hanya
- bergantung pada Allah. Karena saya
- beranggapan berharap dari manusia hanya
- membawa kehinaan dan membuat Allah
- memalingkan wajahnya dari kita. Jadi
- walaupun katakan gas langka, lapangan
- pekerjaan sulit, saya kira dibandingkan
- ee kota Makkah pada saat Sayidah Hajar
- berdiam di tempat tersebut, kondisi
- Makkah lebih minim. kita di sini
- alhamdulillah hujan masih turun,
- terdapat tumbuh-tumbuhan, terdapat
- kesempatan. Coba kalau ibu hilangkan
- hijab-hijab di hati ibu, kemudian
- hadapkan hati ibu kepada Allah Subhanahu
- wa taala yang akan mendengarkan ibu, doa
- ibu, ratapan dan rintihan ibu, Allah
- pasti akan mengabulkan permintaan ibu.
- Yang penting hilangkan hijab-hijab
- antara ibu dengan Allah. Karena antara
- kita dengan Allah tidak terdapat media,
- tidak terdapat hijab. Tapi sayang kita
- yang membangun hijab-hijab tersebut yang
- membuat kita merasa Allah jauh dari
- kita. Padahal Allah begitu dekat, bahkan
- selalu bersama kita di mana pun kita
- berada. Jadi,
- Ibu Allah dengan dengan salat yang Allah
- anugerahkan buat kita, kita bisa
- berkomunikasi setiap saat. Bukan hanya
- lima waktu pada saat Allah mengundang
- kita, bahkan di luar lima waktu
- tersebut. Begitu juga melalui doa di
- luar salat. Apalagi yang membuat Ibu
- risau kalau orang bisa bersama presiden,
- bersama katakan menteri atau bersama
- gubernur, walikota, atau bersama
- panglima, TNI
- dan Kapolri merasa aman, nyaman atau
- bersama oligarki. Dia merasa seolah-olah
- hidupnya aman. Ketahuilah sebetulnya
- mereka bukan dalam keadaan aman. Di saat
- datang bencana, tak ada satuun yang
- kuasa menolong mereka. Tapi ibu kalau
- bersama Allah, Allah maha kuasa. Allah
- bersama ibu setiap saat. Sedangkan
- orang-orang yang ibu harapkan mereka
- tidak pernah bersama ibu. Paling ibu
- berbicara dari jauh. Tapi kalau Allah
- setiap saat wahua maakum ainama kuntum,
- dia bersama kalian di mana pun kalian
- berada. Bahkan dia lebih dekat kepada
- kita daripada denyut jantung kita.
- Apalagi yang membuat takut, apalagi yang
- membuat resah. Oleh karena itu, waalaka
- ibadi q
- waqukumuni asajib lakum setiap saat
- tanpa ada batasan
- waktu. Nah, untuk ee menjawab saudara
- kita persiapan Ramadan kita persiapkan
- diri kita dengan banyak
- beristigfar, bertasbih, bertahmid,
- bertakbir, bertakbir, bertahlil.
- Subhanallah, alhamdulillah,
- lailahaillallah, Allahu Akbar.
- Berselawat juga. Kemudian dari sekarang
- kita biasakan diri kita apa yang kita
- inginkan di bulan Ramadan. Dari mulai
- kita menjaga lidah kita. Jangan pas
- Ramadan baru berlatih. Dari sekarang
- kita latihan. Jaga mulut, jaga mata,
- jaga telinga, bangun malam, kemudian
- jaga makanan yang masuk ke dalam perut
- kita. Insyaallah dengan zikir kita,
- dengan menjaga anggota badan kita dari
- apa yang diharamkan Allah Subhanahu wa
- taala, bangun di waktu malam,
- membiasakan diri kita begitu datang
- Ramadan, apa yang kita biasakan, kita
- latih sebelumnya akan menjadi kebiasaan
- buat kita. Dan mudah-mudahan Allah
- sampaikan kita hingga datang bulan
- Ramadan membantu kita untuk dapat
- menjalankan ibadah siang, qiam, mengaji
- Al-Qur'an, merenungkan isinya. Allah
- bantu kita untuk mengamalkannya dan
- Allah bantu juga kita dan kuatkan kita
- untuk dapat
- menyampaikannya kepada saudara dan
- saudari kita. Semoga Allah perbaiki
- pemerintah kita, Allah berikan hidayah
- kepada
- presidennya, kepada para menterinya,
- kepada wakil rakyatnya. Ini kesempatan
- buat mereka untuk bertobat, untuk
- menjadi pahlawan-pahlawan.
- Kalau tidak saya khawatir azab yang akan
- datang turun pada saat tersebut
- penyesaran tidak akan berguna. Jadi
- mudah-mudahan ini kesempatan yang mulia
- buat kita semua, buat para pejabat
- negeri kita, buat para ulama juga saya
- harapkan bisa saling mengingatkan bukan
- saling menyanjung, saling memuji, bahkan
- mendukung orang-orang yang melakukan
- kerusakan, tapi memberikan peringatan,
- memberikan nasihat yang baik kepada para
- pemimpin di atas, termasuk kepada
- saudara dan saudari kita semuanya.
- Mudah-mudahan pertemuan kita pada hari
- ini bersama Mas Angga, bersama Algi,
- Ondi, ada Gustavo di sini, ada juga ee
- ikhwan-ikhwan yang lain, ada Pak Ihsan,
- Pak Farid nih. Kepada seluruh keluarga
- besar radio TV silaturahmi semoga Allah
- limpahkan rahmatnya, ampunannya kepada
- kita semua. Masukkan kita ke dalam
- golongan orang-orang yang betul-betul
- selalu berjuang di jalannya. Baik dengan
- harta, dengan jiwa kita, dengan semua
- yang Allah berikan kepada kita semuanya.
- Semoga Allah ampuni dosa-dosa kita,
- tutup hidup kita dalam keadaan husnul
- khatimah, dibangkitkan, dikumpulkan
- bersama Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Subhanakallahumma
- wabihamdik ashadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik walu minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh. Iat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala.
- Demikianlah acara renungan di bawah
- naungan Al-Qur'an sesi tanya jawab
- bersama guru kita Ustaz Husein Alatas.
- Mohon maaf kepada pendengar-pendengar
- yang belum sempat terjawab
- pertanyaannya. Ini kami sapa ada Ibu
- Rita tadi menyampaikan pertanyaan juga
- Pak Mas
- Udam, ada juga Pak Saani. Begituun
- ada Pak Asalam ini di Kuta ya. Ada juga
- Pak Asep dan juga pendengar-pendengar
- lainnya. Mohon maaf tidak sempat
- terjawab pertanyaannya. Terima kasih
- atas kebersamaan Anda. Kami undur diri.
- Billahi taufik wal hidayah.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilaha illa anta astagfiruka wa
- atubu ilaik. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.