Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat
- yang dapat meraih kami lewat ruang
- dengar Ikhwan dan Akhwat saat hari ini,
- Jumat dan insyaallah saya hadir di ruang
- dengar ikhwan dan akhwat. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Fikih Wanita
- bersama guru kita Ustazah Helini Amran
- hadir saat ini secara hybrid. Kami akan
- menyapa beliau terlebih dahulu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sehat
- ustazah? Sehat?
- Alhamdulillah. Luar biasa. Tetap
- semangat. Allahu Akbar.
- Allahu Akbar. Masyaallah. Ee kita juga
- ee mendoakan semoga yang sedang berusaha
- untuk mencapai perbatasan Gaza saat ini
- Allah lindungi, Allah lancarkan dan
- semua orang-orang yang berikhtiar untuk
- kebaikan dan kemerdekaan saudara-saudari
- kita di Palestina juga diberikan
- keistikamahan Ustazah ya.
- Insyaallah. Insyaallah. Amin. Baik. Dan
- insyaallah ikhwan dan akhwat, kurang
- lebih 90 menit ke depan Ustazah akan
- mengangkat tema kali ini yaitu wasilah
- perbaikan keluarga. Tafadul Ustazah
- ya. Terima kasih Mbak Olin.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillah. Alhamdulillahilladzi
- allafa baina qulubina faasbahna
- binikmati ikhwana.
- Yaabbana lakal hamdu bil iman. Yaana
- bilam yaana
- quranakalamdu
- ahli muah lakal hamduin
- anamtaha
- allahumma shli wasallim wabarik ala
- sayyidina muhammadin waa alihi wa
- ashabihi ajma allahum inna nasaluka
- ridaka wal jannah waubika minhatika
- ay najis bina
- saah kita duduk sejenak, kita beriman
- sesaat. Mudah-mudahan duduk kita sejenak
- ini mudah-mudahan mampu memberikan
- ingat lagi ya, memberikan motivasi lagi
- bagaimana kita ingin memperbaiki
- keluarga kita. Keluarga yang tidak hanya
- berumah tangga di dunia, namun
- mudah-mudahan kelak kita dikumpulkan
- kembali bersama-sama di surgan-Nya. Maka
- judul dari tema kita pada hari Jumat
- yang dimuliakan Allah ini wasilah
- perbaikan keluarga. Ini maksudnya apa
- sih kok wasilah perbaikan keluarga
- bagaimana? Ya, tentu saja ini tidak
- menganggap ee mudah atau ee meninggalkan
- prinsip-prinsip tarbiah ya ee jenjang
- apa proses-proses tarbiah pendidikan
- anak. Tapi ini hanya wasilah, salah satu
- bagian ee wasilah. Nah, jadi wasilah ini
- ee artinya tuh kan secara bahasa sesuatu
- yang dapat mendekatkan ya. Jadi wasilah
- ini segala sarana yang dapat mendekatkan
- seseorang kepada hamba Allah ya dengan
- tentu dengan cara yang diredinya. Jadi
- kita ingin ee pembahasan wasilah ini
- nanti dalam satu tema tentu salah satu
- di antaranya dengan sodqah dan doa ya.
- Nah ee sebelumnya tentang wasilah ini
- apa sih maksudnya wasilah? Jadi wasilah
- ini ee cara sarana ya ee bagaimana kita
- bisa mendekatkan diri kita kepada Allah
- dan bagaimana perbaikan keluarga ini
- bagaimana caranya ee keluarga kita itu
- bisa diperbaiki. Nah, jadi wasilah ini
- sebenarnya juga ee dijelaskan juga ya
- misalnya dalam surah Almaidah ayat e 35
- ya. Ya ayyuhalladina amanqulaha
- ilaiil wasilah wahidu fibilihi
- laakumflihun.
- Wahai orang-orang yang beriman,
- bertakwalah kepada Allah dan carilah
- wasilah atau jalan untuk mendekatkan
- diri kepadanya dan berjihadlah di
- jalannya agar kamu beruntung. Jadi
- wasilah cara memperbaiki keluarga tentu
- saja tujuannya agar kita ee menjadi
- keluarga yang diridai Allah ya. Bertakwa
- kepada Allah. Jadi wasilah dalam Islam
- tuh ada wasilah yang memang
- disyariatkan, ada yang wasilah yang
- tidak disyariatkan. Jadi wasilah yang
- benar itu adalah wasilah yang dapat
- mendekatkan hambanya kepada Allah. Ya,
- tentu saja dengan amal yang diridainya
- ya. misalnya dengan amal saleh ya, salat
- ee sedekah, puasa, tilawah Al-Qur'an,
- sodqah ya tilawah Al-Qur'an itu bisa
- jadi wasilah kita untuk mendekatkan diri
- kita kepada ee Allah ya. atau misalnya
- ee kita pernah mendengarkan hadis hadis
- sahih riwayat Imam Bukhari Muslim
- bagaimana tiga orang yang terperangkap
- dalam gua ya kemudian mereka bertawasul
- ya wasilah tawasul ya ee dengan amal
- masing-masing. Kemudian Allah buka pintu
- gua tersebut. Nah, nanti kita akan bahas
- ya bagaimana wasilah perbaikan keluar
- dengan cara apa kita bisa salah satunya
- untuk memperbaiki keluarga kita ya. Amal
- apa ya nanti kita akan bahas itu ya kita
- bahas dulu tentang wasilah ini. Jadi
- tiga amal yang dijadikan wasilah atau
- tawasul itu mereka terperangkap
- terkurung dalam gua. Ada tiga orang
- mereka bertawasul. Jadi mereka
- mengungkapkan tentu saja karena Allah ya
- semua amal yang telah mereka lakukan ya
- misalnya tiga orang ya yang pertama itu
- bagaimana baktinya kepada orang tuanya
- itu jadikan tawasul agar dibukakan pintu
- goa yang lainnya itu menjauh menjauhkan
- dirinya dari zinah ya jadi dia sudah
- terbuka peluang ya sudah ada tinggal ber
- tinggal semuanya sudah sudah ada di
- hadapan mata tapi karena dia ee takut
- kepada Allah dia menjaga kehormatannya
- dia tidak mau terperosok ya terperangkap
- dalam dosa zina, maka dia bertawasul
- dengan ee amalnya itu. Nah, yang ketiga
- itu menunaikan amanah ya hak orang lain
- dengan sebaik-baiknya. Itu salah satu
- bentuk wasilah atau tawasul ya. Nah,
- bisa juga dengan doa orang yang saleh
- yang masih hidup ya itu juga bagian dari
- ee tawasul atau wasilah agar ee kita ee
- diberikan jalan keluar yang terbaik agar
- doa kita terkabulkan. Ya, para sahabat
- kan banyak minta doa kepada Rasulullah.
- Bahkan Umar bin Khattab minta doa kepada
- anak kecil belum baligh. Ya, ditanyalah
- kenapa minta doa sama anak kecil? Nah,
- kata Umar dia belum berdosa. Dia masih
- suci ya, dia belum ee seperti kita yang
- sudah baligh, ya, banyak dosa. Maka
- doanya, permintaannya itu lebih mudah
- dikabulkan. Nah, itu wasilah-wasilah
- dalam memperbaik ee dalam mendekatkan
- diri kita kepada Allah.
- Adapun wasilah yang terlarang itu tentu
- yang tidak diajarkan Allah ya, tidak
- diajarkan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Jadi sarana yang ee tidak
- diajarkan untuk mendekatkan diri kepada
- Allah itu enggak boleh. Misalnya tawasul
- kepada orang yang meninggal langsung
- minta ya ke kuburan atau ada jimat,
- benda keramat atau apa kuburan. Artinya
- hal-hal yang tidak dicontohkan oleh
- Rasulullah itu tidak bisa dijadikan
- tawasul. Jadi sekali lagi tawasul atau
- wasilah itu adalah sarana untuk
- mendekatkan diri kita kepada Allah ya
- tentu dengan amal-amal saleh kita dan
- tentu dengan niat ikhlas ya ee dan ini
- bisa kita jadikan sebagai salah satu
- sarana kita untuk memperbaiki diri dan
- keluarga ya. Nah, jadi ini ee tentang
- wasilah. Nah, sekarang pembahasan kita
- yang kita fokuskan itu ee yang bisa
- menjadi tawasul kita atau wasilah
- perbaikan keluarga kita ini banyak di
- antara amat. Tapi satu yang kita bahas
- pada siang hari ini yaitu sodqah.
- Jadi sodqah ini merupakan salah satu
- tawasul kita atau wasilah kita untuk
- memperbaiki keluarga kita ya. Sodekah
- itu sendiri kita tahu ya, bagaimana
- keutamaannya itu banyak. Sodqah itu ee
- bisa berupa harta ya yang diberikan
- kepada orang miskin, anak yatim, orang
- duafa ya. Bisa untuk ee infak dakwah,
- masjid, pondok, perjuangan, untuk
- pejuang dakwah dan sebagai macam ya.
- Wafiqu mim roqnakum. infakkanlah ya
- sebagian dari rezeki yang ee Allah
- berikan kepada ee kepada kita ya kepada
- manusia. Jadi sodqah itu banyak
- jenisnya. Bisa juga sodqah dengan
- tenaga, perbuatan ya menolong orang yang
- kesusahan, membantu mengangkat barang,
- menuangkan air minum, menyingkirkan duri
- di gangguan jalan. Itu juga adalah
- seodqah.
- Sodqoh menyingkirkan sesuatu yang
- mengganggu di jalan itu seodqah. Itu
- jenis seodqah itu banyak. Bisa juga
- sodqah lisan itu mengucapkan kata-kata
- baik untuk menyenangkan orang ya. Ee
- idoli surur ya memasukkan rasa bahagia
- kepada orang. Amar makruf nahi mungkar
- itu juga seodqah. Wakalimatu thayibah.
- Sodqah. Perkataan yang baik itu adalah
- seodqah. Ya. Senyum juga seodqah.
- Tabasumuk wajhi ak. Eh seodqah ya itu
- juga seodqah. Menyebarkan ilmu ya
- mengajarkan Quran, menyebarkan
- memberikan nasihat semuanya itu ee
- sedqah ya. ee kemudian doa, istigfar
- semuanya ya. Menahan diri dari kejahatan
- juga sedekah ya. Daripada dia menjadi
- masalah di masyarakat, akhir dia menahan
- diri dari ee kejahatannya itu adalah
- sedekah buat dia ya. Kemudian e sodqah
- jariah juga ya ee semua banyak deh
- jenis-jenis sodqah. Hubungan suami
- istril lah ya. Memberi makan hewan itu
- juga seodqah. Nah, kata kuncinya
- sodqah ini bisa menjadi ee amal saleh
- yang nantinya kita jadikan wasilah atau
- tawasul untuk perbaikan keluarga kita
- tuh ee yang pertama itu adalah niatnya
- itu karena Allah. Jadi di sini fungsi
- niat ya. Jadi walaupun amal saleh itu
- banyak, jika tidak diniatkan karena
- Allah maka tidak ada nilainya. Makanya
- para ulama salaf itu menjelaskan tentang
- niat ini tuh sepertiga Islam. Kenapa?
- Karena ee
- kita tahu ya bagaimana sedekah ini
- menjadi sepertiga ee Islam itu ee karena
- memang tindakan hamba itu kan terdiri
- dari hati, lisan, dan anggota badan.
- Jadi yang namanya iman itu ada di tiga
- hal ya. meyakini dengan hati, diucapkan
- dengan lisan, dibuktikan dengan anggota
- badan, ya itu kan perbuatan. Nah, maka
- niat itu tempatnya di hati. Makan kan
- jadi satu di antara tiga itu ya. Jadi
- salah satu dari tiga tersebut itu yang
- paling utama ya. Makanya niat itu adalah
- ee sepertiga Islam itu sendiri. Makanya
- sekali lagi sebesar apapun amal tapi
- kalau tidak diniatkan karena Allah itu
- enggak ada nilainya. Niat itu tolak ukur
- suatu amal. diterima atau tidaknya
- tergantung niat. Banyaknya pahala yang
- didapat atau sedikit pun tergantung
- niat. Maka niat itu adalah perkara hati
- yang sangat penting. Jadi periksa dulu
- niatnya ketika ee melakukan segala
- sesuatu ya. Jadi niat itu mestinya
- karena Allah ikhlas ya. Jadi luar biasa
- ya niat itu penting ya. Pembeda, pembeda
- antara ibadah yang satu dengan ibadah
- yang lain ya. pembeda antara ee adah dan
- ibadah, kebiasaan atau tradisi dengan
- ibadah ya ee semuanya itu dilihat dari
- niat. Jadi sekali lagi niat ini penting
- dalam ee melaksanakan atau mengamalkan
- hal yang akan kita bahas ini ya, wasilah
- perbaikan keluarga. Nah, sekarang kita
- masuk kepada tema ee wasilah perbaikan
- keluarga itu di antaranya adalah sodqah
- ya tadi ya kita fokus itu sodqah ee
- sodqah ini tadi macam-macam ya. Nah,
- bagaimana dengan ee konteksnya perbaikan
- keluarga?
- Ee perbaikan keluarga ini mungkin kita
- tahu ya namanya mendidik anak itu enggak
- mudah ya. ee kita tahu bahwa ee
- butuh keseriusan, butuh ilmu. Nah, kita
- enggak bahas tentang proses ilmu dan
- segala macam. Ini kan hanya salah satu
- ya, salah satu aja ya untuk melengkapi
- semua perangkat-perangkat dalam
- taribiyatul aulad ya, pendidikan anak
- atau perbaikan keluarga. Nah, salah
- satunya itu adalah seodqah. Dan kita
- tahu seodqah itu kan ee bukan sekedar
- memberikan harta ya. sodqah itu ee ada
- ibadah ee apa namanya yang memang ee
- dilakukan dengan keikhlasan. Ee jadi
- kalau sodqah itu bukan sekedar
- memberikan harta itu sodqah itu ibadah
- hati yang buat berbuah dengan perbaikan.
- Buahnya perbaikan baik bagi diri kita
- ataupun dari ee bagi keluarga kita. Nah,
- ada ee ayat ya yang terkait dengan ee
- perintah untuk sedekah. Ayat ini
- biasanya dijadikan dalil untuk eh zakat
- ya. Misalnya
- dalam surah at-Taubah ayat 103 ya.
- Khusus min amwalihimqataniruhumuzakihim
- biha wasolli alaihim gu ya. Ambillah
- zakat. Ee di sini terjemahannya zakat
- memang ya. Tapi kalau dalam konteks
- ayatnya sodqah. Ambillah zakat ee sedqah
- di sini ya dari harta mereka guna
- membersihkan dan mensucikan mereka
- dengannya dan doakanlah mereka. Nah, itu
- ya. Jadi ayat ini menjelaskan bahwa
- sodqah itu berfungsi sebagai takhir min
- amwalihimqodqataniruhum
- sebagai pembersih jiwa ya. Sodqah ya
- pembersih jiwa. ee kemudian ee tazkiah
- gitu ya. Tazkiah itu artinya ee
- mensucikan akhlak sebagai penyucian ya.
- Penyucian akhlak ya. Maka dengan sodqah
- itu seseorang tidak hanya membersihkan
- hartanya dari orang lain, tapi juga
- mensucikan hatinya dari kikir, sombong,
- dan cinta dunia. Nah, sekarang kaitannya
- dengan perbaikan keluarga tuh apa sih?
- Ya, kaitannya dengan ee sodqah itu
- dengan perbaikan keluarga. Jadi gini,
- wasilah sodqah ini kita bisa pakai ya ee
- manfaatkan bukan segala-galanya. Salah
- satu cara untuk berbeluar misalnya saat
- anak kita tergelincir dalam akhlaknya ya
- mungkin ada akhlak-akhlaknya itu tidak
- tidak berkenan di hati kita. Orang tua
- bisa bersedah dengan niat agar Allah
- menuntun anaknya kembali kepada jalan
- yang lurus. Ya, tadi kan tiga orang yang
- digot kan terkurung ya. Bagaimana
- caranya agar terbuka?
- Nah, agar ee caranya terbuka itu
- ee kemudian mereka ya ee berwasilah
- dengan
- ee amal salehnya ya. Ya, saya sudah
- bersedekah ya Allah, saya sudah ini.
- Maka dengan sodqah itu kita bisa jadikan
- sebagai wasilah amal kita ya. Jadi
- artinya di sini ee kita ingin ya
- bagaimana dengan sodqah kita ini Allah
- perbaiki akhlak anak [berdehem] kita ya.
- Jadi salah satu cara nih ya tadi bukan
- segala-galanya, salah satu cara
- perbaikan akhlak anak ya agar ee
- memiliki akhlak yang baik atau misalnya
- di antara anggota keluarga itu ee
- imannya agak agak sulit ya biar mereka
- teguh imannya atau iman pasangan kita
- misalnya ya yang mungkin suaminya
- rada-rada atau bagaimana gitu ya atau
- keselamatan keluarga. Nah, itu salah
- satu caranya bisa bertawasul dengan
- sodqah. Niatkan sebagai wasilah
- perbaikan. Nah, tetap ya niat utamanya
- tuh ikhlas karena Allah tuh harus.
- Karena kalau kita bersedekah enggak
- karena Allah ya itu tentu rugi ya. Maka
- tetap niat sodqah tuh ikhlas karena
- Allah. Maka doa agar sodqah itu menjadi
- sebab kebaikan keluarga itu bagian dari
- tawasul yang dibenarkan. Ya, maksudnya
- gimana sih?
- Ya. Ee ya Allah aku udah maksudnya kita
- kita ngandelin doa amal kita kepada
- Allah ya seperti yang di dalam goa itu.
- Ya Allah aku sudah ber ee apa ee berbuat
- bakti kepada orang tuaku. Ya Allah aku
- sudah memberikan ini apa pokoknya aku
- sudah tidak berzina itu ya. Makanya
- bukakanlah. Nah begitu juga ya. Ya Allah
- aku sudah sedekah kena Engkau ya Allah.
- Karena kena itu turunkan rahmat
- perbaikilah akhlak anakku. perbaikilah
- keluargaku. Ya, tentu saja itu cara
- salah satu cara di ee dengan di dengan
- cara-cara yang lain ya. Dengan doa,
- istigfar, qiamuler, berikhtiar dengan
- mentarbiah anak, mendidik dengan
- keteladanan, dengan metode-metode
- pendidikan yang lain. Pokoknya semua
- cara ditempuh ya. Makanya ada ibu ya ini
- ada ibu ya dengan mengamalkan ayat tadi.
- Ada ayat tadi ya, hud min amwalihimqiruh
- bihali alaihim. Ibu ini ketika anaknya
- tergelincir ya akhlaknya ya mungkin
- menyakiti hatinya atau mungkin durhaka
- atau apalah ya yang akhlak-akhlaknya itu
- yang yang tidak baik. Kemudian dia ee
- mengamalkan ayat ini surah at-Taubah
- ayat 103 ini. Nah, ayat ini menjadi
- dasar bahwa sodqahnya itu berfungsi
- sebagai thirsih jiwa dan tazkiah,
- penyucian akhlak. Terus dia doa, "Ya
- Allah, ini bentuk pensucian akhlak
- anakku. Ya Allah, anakku tuh ini rusak
- akhlaknya, Ya Allah. Aku mohon, ya Allah
- agar Engkau sucikan anakku ini, Engkau
- perbaiki dia," gitu ya. Jadi, dia
- bertawasul dengan sodqah ini. Karena
- fungsi sodqah itu tutohiruhum wa
- tuzakkihim biha wasolli alaihim. Nah,
- doakanlah mereka. Jadi ini ee mungkin
- bagian dari tadabur kali ya, tadabur
- ayat ee ee si ibu ini bersedekah. Jangan
- ditanya berapa sih sodqahnya biar doa
- dikabul. Itu bab lain itu ya kan
- biasanya kalau kita sama Allah kan
- enggak hitung-hitungan ya kan rasanya ya
- secara umum aja secara adab. Punya harta
- 1 ton nyumbangnya 1 gram misalnya kan
- itu kebang itu mah hitung-hitungan ya.
- Ya jadi kan kita ingin ee ikhlas tuh ya
- enggak usah dihitung-hitunglah pokoknya
- ya itu kan kembali kepada nilai
- keimanan. Keimanan ya. Kalau sedekahnya
- orang kikir mah hitung-hitungan ya.
- Kalau yang ikhlas enggak hitung-hitungan
- itu. Nah, itu salah satu ya. Nah, ada
- ibu lain dalam memperbaiki keluarganya
- dia enggak punya apapun untuk
- disodqahkan ya. Hidupnya pas-pasan,
- enggak punya buat makannya pas-pasan
- lah. Nah, ketika dia lelah ya mungkin
- dia merasa sedih dengan akhlak anaknya
- atau mungkin suaminya rada-rada gitu ya.
- rada-rada pokoknya dia sudah berusaha
- baik. Tapi ya namanya juga ada manusia
- kadang kalanya sampai kepada batas ngadu
- sama Allah ya dia ya kayak mulil tentu
- pasti ya mendekatkan diri kepada Allah.
- Terus dia baca surah Albaqarah ya niat
- baca Albaqarahnya itu dia baca karena
- Allah tentunya. Kemudian dia doa, "Ya
- Allah inilah sodqahku. Terimalah dariku
- ini. Ya Allah perbaikilah anakku
- untukku. Perbaikilah pasangan hidupku.
- perbaikilah keluargaku. E makanya kalau
- dulu orang-orang salafus saleh itu
- ketika dilihat anaknya sepertinya kurang
- ee sesuai dengan apa yang diharapkan,
- dia perpanjang tilawah ee qiyamulailnya.
- Dia perbanyak lagi bacaan Al-Qur'annya.
- Jadi dia berharap kepada Allah agar
- anaknya itu mendapatkan hidayah. Nah,
- itu kan bentuk tawasul ya, wasilah untuk
- perbaikan keluarga dengan amal saleh
- orang tuanya. Ada juga ibu setiap kali
- anaknya jatuh tuh dalam fitnah, dalam
- godaan ya namanya godaan-godaan dunia
- itu luar biasa ya. Dia berdoa untuk
- kebaikan anak itu. Dia berdoa untuk
- hidayah anaknya. Dia berdoa agar anaknya
- itu mendapatkan bimbingan dari Allah.
- Maka doanya itu wa aslihli firiyati inni
- ilaika wa inni minal muslimin. Itu yang
- surah Alahqaf ya ayat 15 itu ya. Ya
- Allah wa aslih firi ya Allah.
- perbaikilah untukku keturunanku.
- Sungguhnya aku bertobat kepadamu. Aku
- termasuk orang yang bersah diri, ya
- Allah. Jadi doa terus dia. Jadi enggak
- ada yang namanya putus asa. Kalau putus
- asa itu pasti dia berhenti berdoa. Ya
- Allah sudah bertahun-tahun berdoa tapi
- kok begini juga. Ah itu tuh berarti
- Allah enggak akan kabulkan. Makanya
- jangan pernah kita putus asa terhadap ee
- tentu saja doa-doa kita, ya. Jadi
- tawasulnya itu ada lagi ibu kan ibu tuh
- kan kita sebagai seorang ibu tuh kan
- enggak sama ya bentuk amal saleh kita.
- Ada yang punya harta banyak dia bisa
- sodqah dengan harta. Ada yang ee punya
- kemampuan bangun malam dia bisa
- perpanjang qiamulailnya karena memang
- hidupnya pas-pasan. Ada yang memang
- sakit-sakitan. Enggak mungkin dia bampu
- malam bangun malam karena sakit-sakitan.
- Dia bisa dengan ee zikir yang dia
- ucapkan ya. Dia dia apa? Terus dia
- zikir, ya. Kemudian doa, "Ya Allah,
- zikirku yang 1000 kali ini adalah
- pendekatanku kepadaamu ya Allah agar
- Engkau perbaiki diriku dan keluargaku."
- Jadi, semua amal saleh itu tawasul
- dengan amal saleh kita. Apapun amal
- saleh, "Ya Allah, aku sudah berbakti
- kepada suamiku begini, Ya Allah." Oleh
- karena itu ya Allah ee beri dia hidayah.
- Nah, gitu ya. Mungkin suaminya itu
- kurang bersyukur kali ya, masih ngelihat
- yang lain-lain gitu ya. Jadi tawasul aja
- dengan amal saleh kita itu bisa. Atau
- ada ibu yang mungkin sanggup untuk puasa
- sunah ya. Apa artinya diberikan kekuatan
- enggak sanggup ee apa namanya qiamulail
- karena kondisi fisik atau enggak punya
- harta ya dia bisanya berpuasa sunah.
- Nah, itu bisa dijadikan sebagai ee
- wasilah tawasul ya agar bisa
- memanfaatkan waktu mustajab untuk
- berdoa. Karena orang berpuasa itu kan
- doanya kan makbul asim hatta yftir ya
- sampai dia berbuka manfaatan untuk
- berdoa. Lalu dia berdoa kepada Allah tuh
- ya dia sanggup berpuasa sunah dia untuk
- kebaikan dirinya, kebaikan anaknya,
- suaminya, keluarganya, rumah tangganya
- semuanya. Nah, itu bentuk beribadah
- kepada Allah dengan niat memperbaiki
- anak-anak, dengan niat memperbaiki
- pasangan dan keluarga kita. Jadi, itu
- wasilah dalam perbaikan keluarga itu
- dengan ee tadi tawasul ya, dengan
- ibadah-ibadah kita dengan sodqah. Nah,
- ikhtiar mendidik anak itu atau
- mendampingi pasangan atau menjaga
- keluarga itu mungkin ada hambatan, ada
- batasannya. Maka salah satu caranya
- bukan satu-satunya tadi pakai tawasul
- tadi ya. Kita bisa mengandalkan kepada
- Allah ya. Bertawasul dengan amal saleh
- kita. Ketika kita sudah berusaha
- semaksimal mungkin tapi hasilnya tidak
- sesuai harapan tentu saja kita
- bertawasukul kepada Allah dengan amal
- kita. Selama niat dari amal kita ini
- ikhlas karena Allah. Pasti Allah tuh
- mencatat pahala kita insyaallah ya.
- Karena kita melakukan itu kan karena
- Allah ya. Ee karena niat kita tuh ee
- karena Allah semata ya kan. Kita enggak
- ngomong-ngomong sama orang makanya
- jangan ngomong itu nanti pamer nanti itu
- ya apalagi merasa diri paling paling
- paling paling gitu ya. Jadi niat tulus,
- niat ikhlas itu insyaallah naik terus di
- hadapan Allah. Selama niat ikhlas karena
- Allah itu enggak ada kegagalan yang
- nyata. Pasti insyaallah Allah kabulkan.
- Ya, manusia itu mungkin bisa lemah
- tenaganya tapi kan tidak bisa
- mengalahkan niat di sisi Allah. Maka
- niat itu penting ya. Innamal a'malu
- binat. Ingat penting karena Mbak ada
- kasus Mbak ada cerita, ada kisah ya ee
- ini kisah ee bukan orang Indonesia ya,
- orang Arab, perempuan Arab ya. Jadi dia
- ketika haji tuh ketika haji ya jadi yang
- menceritakan ini tuh yang yang langsung
- apa menceritakan tentang ibu itu ya
- namanya kan kalau haji itu kan
- ngobrol-ngobrol gitu ya. Terus dia
- cerita ya apa cerita saya katanya ee ya
- dia cerita ee kehidupannya duluah gitu
- ya punya anak. Anak saya tuh saleh
- sekali ee hafal Quran
- qiyamulail enggak pernah putus sejak
- kecil tuh qiyamulail anak saleh berbakti
- kepada saya orang tua padahal saya itu
- single parent jadi bapaknya sudah
- meninggal ketika masih kecil ini anak
- baik saleh gitu ya. Oh pokoknya inilah.
- Nah, saya tuh ee menasehati anak-anak
- teman. Jadi, teman-teman lingkungan
- komunitasnya itu ya, kamu tuh masih ada
- suami kok anak masih gini ya. Ajaklah
- salat ke masjid, ngfalin Quran kayak
- gitu deh gitu ya. Ajaklah ini diajak dia
- nasihatin gitu ya. Ee kamu kan masih ada
- suami, aku aja yang enggak ada suami
- masih bisa mengajar anak gitu ya. Ee
- padahal anak itu enggak buruk-buruk amat
- ya. Ya, ya mungkin enggak salat
- berjamaah di masjid aja. Salat sih salat
- ya. Nah, ternyata tanpa terasa gitu ya,
- ibu itu enggak enggak merasakan proses
- berubahnya anak. Ini anak dari mulai
- tidak mau ke masjid sampai meninggalkan
- salat lima waktu tuh ya. Padahal anak
- tuh sebelumnya saleh tuh ya. Artinya
- hafal Quran, bakti sama orang tua ee
- qiamulil jadi berubah gitu. Dia enggak
- tahu kenapa berubah. Akhirnya
- dinasihatin. Enggak nerima
- nasihat-nasihat ibunya malah ngelawan
- gitu ya. Kirnya duh dia sudah kita kan
- bisa bayangkan bagaimana perasaan
- seorang ibu ya dari anaknya yang saleh
- gitu ya salat di masjid berat jamaah
- hafal Quran, bakti gitu ya kayak mulai
- enggak pernah tinggal eh mulai
- meninggalkan salat akhirnya
- teman-temannya mulai karena pergaulan ya
- teman-temannya itu sudah lama-lama jadi
- narkoba terkena narkoba ya minum pil-pil
- kayak gitu ya aduh galau banget si ibu
- nih terus dia pernah periksa kamarnya
- ternyata ada gambar-gambar kono ada ada
- ini ya Allah bisa terpukul banget.
- Akhirnya si Ibuna, di situ saya belajar.
- Allah sedang mengajari saya, Allah
- sedang mendidik saya. Terus dia
- evaluasi, diintropeksi ternyata masalah
- niat Mbak Olin. Kenapa? Jadi selama ini
- ketika dia menasihati orang itu merasa
- dirinya sudah sukses. Aku dong anakku
- sudahudah saleh. Aku dong karena aku
- bisa mendidik anakku jadi begini. Aku
- dong gitu ya. Jadi itu tanpa terasa itu
- niatnya itu kan dalam hati. Makanya eh
- memang dalam itu ya dalam ulama salaf
- itu mengatakan
- minal amal pelajari niat terus tata niat
- karena lebih lebih agung daripada amal
- itu sendiri. Jadi karena ada rasa kali
- ya dalam hatinya tuh ee mungkin rasa
- pamit kali ya apa sih istilahnya Mbak ya
- ee bangga ya ada rasa apalah di hatinya
- tuh ya halus gitu ya aku dong gitu ya.
- Tapi kan dalam hati ya, akhirnya dia kan
- mengecilkan tanpa disadari ee bagaimana
- anak-anak yang lain. Akhirnya anaknya
- berbalik itu ya Allah sampai tuh dikena
- ee perilaku anak tuh sampai ibu-ibu yang
- lain tuh jadi tahu ternyata gitu ya. Ya,
- kita enggak bicara masalah penilaian
- orang ya, tapi si ibu ini cerita
- bagaimana dia terpukul, dia sedih, dia
- waduh pokoknya berusaha dengan segala
- cara untuk mengingatkan kembali. 3 tahun
- lamanya dia berdoa, dia memahami, "Ya
- Allah, dia tobat. Ya Allah, aku tobat.
- ini masa niat ya selama ini merasa sudah
- sukses mendidik anak ternyata ya Allah
- anak ini dia bangga gitu ya riah dengan
- usahanya ternyata inilah Allah berikan
- dia pengajaran pendidikan langsung tapi
- dia tidak putus asa dia terus berdoa nah
- suatu saat ya waktu dia salat malam jam
- .00 Ya, itu datang anaknya
- nangis-nangis. Ibu ridai aku ya, Bu
- katanya. Ya, akhirnya takis-nangis itu
- berubahlah anaknya. Nah, di sini ee
- bagaimana kita ee pahami dan kita
- pelajari dengan kisah ini masalah niat
- ya. Jadi termasuk amal-amal kita dalam
- perbaikan keluarga itu juga niat ya.
- Jadi jangan niatkannya itu langsung
- kepada yang kita tuju. Niatkan semua
- amal kita karena Allah. Nanti kita bisa
- doa sebagai tawasul kita. Ya Allah, aku
- jalankan ini karena Engkau agar Engkau
- berikan hidayah anak-anakku. Karena
- anak-anak kita ini mendapatkan ee
- kebaikan-kebaikan ya, akhlak yang baik
- itu karena rahmat Allah, bukan karena
- keberhasilan kita sebagai orang tua
- dalam mendidiknya. Semua karena karunia
- dari Allah. Nah, kita kembalikan
- semuanya. Jadi, sekali lagi sebelum
- memulai dalam memperbaiki anak, dari
- kita dulu ya dengan ibadah-ibadah kita.
- Bagaimana kita bertawasul ya dengan
- ibadah kita hanya karena Allah bukan
- karena yang lain. Maka kita menata niat
- niat menata niat kita agar kita bisa
- mengamalkan seluruh ibadah-ibadah yang
- ada. Maka dengan amal itu kita bisa
- bertawasul dan di antaranya itu tadi
- sodqah. Jadi seodqah itu iya sih tiap
- hari ada sodqah Jumat, makan jumat
- berkah gitu ya. Boleh enggak jumat
- berkah kita niatkan? Boleh-boleh aja
- yang penting niatnya karena Allah.
- Enggak dihitung berapa besarnya. Yang
- penting kan ikhlas ya. Besar ikhlas ya.
- Banyak kita ee kita ee sodqah. Ikhlas
- lebih baik daripada sedikit kita
- bersedekah tapi enggak ikhlas
- ya. Jadi ini ya Mbak Olin mudah-mudahan
- ee salah satu cara perbaikan akhlak anak
- kita, keteguhan iman pasangan kita,
- keselamatan keluarga kita, itu dengan
- cara bersedekah ya itu dengan wasilah
- atau tawasul untuk kita niatkan untuk
- perbaikan anak-anak kita. kita niatkan
- ikhlas karena Allah ya. Kita niatkan
- semuanya hanya untuk ee Allah. Dengan
- itu Allah perbaiki keluarga kita
- insyaallah. Begitu.
- Baik. Masyaallah. Alhamdulillah telah
- kita dengarkan pemaparan ustazah dengan
- tema kita yaitu wasilah perbaikan
- keluarga. Kami undang ikhwan dan akhwat
- para pendengar setia radio Silaturahim
- untuk menyampaikan pertanyaannya.
- Seperti biasa nomor WhatsApp belum
- berubah di 081199972.
- Insyaallah ustazah akan membahasnya.
- Tapi nanti setelah Jana nasyid berikut
- ini.
- [musik]
- Hasil TV
- [musik]
- Radio Silaturahim juga Rasil TV dan
- akhwat saat ini masih menyimak fikih
- wanita bersama Ustazah Herlini Amran
- dengan tema kita yaitu wasilah perbaikan
- keluarga. Masih ada pointers yang masih
- ingin disampaikan Ustazah tafadol
- Ustazah.
- Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
- Jadi wasilah atau tawasul dalam
- perbaikan keluarga itu ee bisa dilakukan
- dengan berbagai cara ya wasilah ya agar
- perbaikan keluarga kita itu sesuai
- dengan keinginan kita ya. Tentu saja ee
- tawasul itu misalnya dengan ee berdoa
- dengan Asmaul Husna ya. Kita gunakan
- nama dan sifat Allah itu sesuai dengan
- permintaan kita ya. misalnya Latif
- lembutkanlah hati suamiku gitu ya. Ya
- Hadi berilah hidayah kepada anak-anakku
- misalnya ya. Ya SH perbaikilah urusan
- keluarga kami ya gitu ya. Jadi artinya
- ee doa ya tawasul dengan Asmaul Husna
- atau dengan amal saleh tadi ya ee
- menyebutkan amal saleh yang pernah kita
- lakukan dengan ikhlas karena Allah.
- Kemudian kita jadikan itu sebagai
- wasilah agar doa kita diterima. Ya
- Allah, aku pernah memberikan ee apa
- namanya? Amanah atau memberikan wakaf
- sebidang tanah ya Allah untuk ee dakwah
- untuk wasil atau untuk ee pejuang
- Palestina misalkan ya Allah. Maka dengan
- amal itu ya Allah perbaikilah rumah
- tanggaku. Nah, kayak gitu tuh tawasul
- gitu ya. Tapi mintanya sama Allah ya,
- jangan ngomong-ngomong sama orang
- apalagi update status gitu ya. Itu
- khawatir nanti ada rianya ya. Pokoknya
- yang tahu antara kita dengan Allah
- tawasul itu ya. ya. Atau misalnya dengan
- minta doa dengan orang yang saleh ya.
- Minta doa kepada guru kita, sahabat yang
- saleh. Kita doakan ya minta khusus doa
- agar diberikan sakinah, mawadah,
- warahmah. Ya, tetap kita yakin yang
- mengabulkan itu adalah Allah. Tapi bisa
- jadi dengan perantaraan doa orang lain
- itu bisa lebih makbul gitu ya. atau
- dengan iman kita, dengan ketakwaan kita
- ya, kita berdoa menunjukkan kelemahan
- diri kita sampai nangis-nangis sama
- Allah. Ya Allah, aku sudah menyembah-Mu
- ya Allah dengan tahajud ini ya Allah
- hanya untuk mencari ridamu ya Allah.
- Karena itu ya Allah kabulkan
- permohonanku ya Allah. Lembutkan hati
- anakku ya Allah agar anakku kembali ke
- pangkuan kami yang selama ini tidak
- sulit dikendalikan. Ya Allah lembutkan
- hatinya agar berbakti kepada orang
- tuanya ya Allah. agar mereka memiliki
- agar anak-anak kami memiliki kesantunan,
- kesadaran ya. Agar mereka itu menyadari
- bagaimana orang tuanya sedih ketika
- dilawan atau durhaka oleh anak-anaknya.
- Itu tuh ya doa ya. Atau mungkin dalam
- waktu dan situasi kondisi yang mustajab
- untuk berdoa ya kita bisa dalam sujud
- kita seperti terakhir pokoknya siap
- mulai hari Jumat dan segala macam ya.
- Jadi ini bentuk ee bagaimana perbaikan
- keluarga itu kita dengan wasilahnya itu
- ya dengan bisa dengan doa sodqah apapun
- yang kita bisa lakukan. Jadi kita boleh
- bertawasul artinya ee sebagai wasilah,
- sarana cara agar doa kita dikabulkan
- Allah itu dengan mengungkit-ungkit
- amal saleh kita di hadapan Allah. Bukan
- di hadapan orang, di hadapan Allah. Ya
- Allah, aku lakukan puasa Senin Kamis ini
- hanya untuk mencari ridamu ya Allah
- sebagai wasilahku agar Engkau kabulkan.
- Aja ya.
- Ya kayak gitu kan boleh aja. Bahkan
- kalau untuk niatnya tuh banyak loh,
- Mbak. Kalau para ulama itu dulu itu
- belajar tentang niat itu sampai 20 tahun
- lamanya loh niat untuk belajar niatnya
- itu luar biasa loh. Ee misalnya apa ya
- ee apa dalam olahraga aja misalnya niat
- olahraga olahraganya kan begitu-gitu aja
- ya kadang-kadang enggak kepikiran itu
- ada ilmunya ee niat-niat olahraga
- misalnya ya saya berniat olahraga agar
- mengamalkan sabda Nabi gitu. almukmin
- qowi khairun e wa ahabbuallah minal
- mukmin diif ya. Jadi saya eh berolahraga
- karena mengamalkan sabda Nabi bahwa
- mukmin yang kuat itu lebih baik dari dan
- lebih dicintai Allah daripada mukmin
- yang lemah gitu ya. Jadi itu nawa itunya
- itu ya. Saya niat olahraga agar dapat
- mensyukuri nikmat sehat, agar
- memanfaatkan masa muda, agar menunaikan
- hak tubuh sebagaimana sabda Nabi.
- Innadanika alaika haqqon. Ya, ee berniat
- untuk meraih pahala dan ee dari apa
- namanya untuk ee bisa lebih kuat lagi
- beribadahnya, melatih disiplin,
- menjadikan jiwa lebih sabar agar bisa
- mendudukkan hawa nafsu. Pokoknya banyak
- deh niat-niat gitu ya. Nah, jadi itu
- bisa kita lakukan sebagaimana ee kita
- mengambil peluang-peluang aja. Ini kan
- peluang ada mau diambil enggak? Nah,
- itulah innamal binniat. Semua amal
- tergantung niat. Jadi, tawasul dengan
- amal saleh juga boleh karena Allah gitu,
- Mbak.
- I masyaallah. Baru tahu tadi bisa
- ngungkit-ngkit tapi hanya sama Allah ya.
- Kalau kita kan ngungkit-ngukungit ke
- manusia, ih ngapain ukit-ukit kebaikan
- kita? Jadi tersinggung manusia ya kalau
- sama Allah. Masyaallah.
- Enggak kayak gini, Mbak. Contohnya gini,
- Mbak. Ee misalnya ini kan beda ya dengan
- Allah, tapi contohnya gini. Ada anak
- kita itu enggak disuruh tapi rajin.
- Terus akhirnya dia pengin sesuatu.
- Mungkin kita namanya manusia ya, mungkin
- enggak enggak sensitif lah. Terus anak
- tuh pengin kita enggak enggak enggak
- enggak enggak merasa apa ya. Terus
- anaknya ngomong, "Kan aku udah bantu
- bunda, aku disuruh kan aku bantu. Aku
- mau dong dibelikan itu." Nah, kita
- sebagai orang, "Iya anakku sayang
- akhirnya ya udah beliin aja." Udah gitu.
- Heeh. Itu manusia loh ya. Nah, Allah itu
- lebih baik daripada manusia. Allah itu
- lebih sayang kepada hambanya melebihi
- sayangnya ibu kepada anaknya gitu ya.
- Heeh.
- Iya. Masyaallah. Baik. Ee ikhwan dan
- akhwat, mari kita masuk ke sesi tanya
- dan jawab karena sudah ada beberapa yang
- masuk ke mesin WhatsApp rasil. Saya akan
- mulai dari
- [berdehem]
- mohon maaf mulai dari ini Ibu Suratmi
- Kalidi Kalisari. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ibu Suratmi. Oh ini menyapa
- saja Ustazah. Alhamdulillah menyimak
- Ustazah. Sehat selalu Mbak Olin dan
- Ustazah dan juga kru-kru Rasil. Terima
- kasih Ibu Suratmi. Masyaallah.
- [mendengus] Kemudian ini pertanyaan dari
- Ibu Siti di Bekasi. Ustazah. Ustazah,
- apakah benar sedekah bisa menjadi salah
- satu wasilah agar Allah memperbaiki
- akhlak anak-anak kita? Apabila benar,
- sedekah macam apa saja yang disarankan
- untuk memperbaiki akhlak anak-anak?
- Terima kasih.
- I tadi kita baru bahas itu ya.
- I
- jadi bentuk wasilah itu kan banyak di
- antaranyaah atau sodqah. [batuk]
- Nah, bentuk sodqah apa yang bisa kita
- lakukan agar bisa memperbaiki anak-anak
- kita? Sekarang tanyakan pada diri kita,
- bentuk sodqah apa yang mampu kita
- lakukan? Nah, gitu ya. Mampu sih harta
- ada sih, alhamdulillah. Ya udah, kita
- sedekah dengan harta kita. Mau dikirim
- ke rekening rasil misalnya ya, untuk
- pejuang dakwah dikirim ke Palestina gitu
- ya. dikirim kepada yang berhak untuk
- membantu fakir miskin, anak yatim dan
- segala macamnya. Lakukan karena Allah.
- Nah, kemudian setelah kita ee bersedekah
- ya dengan harta kita, kita tawasul deh
- untuk perbaikan keluarga kita. Ya Allah,
- Rabbana taqobbal minna innaka antas
- samiul alim. Ya Allah, terimalah ee
- sodqah yang aku keluarkan hanya karena
- Engkau mencari ridmu ya Allah. Dengannya
- ya Allah, Engkau perbaikilah
- anak-anakku.
- akhlaknya agar santun kepadaku. Ya
- Allah, karniakan aku bakti dari
- anak-anakku. Nah, itu jadi dengan amalan
- kita itu yang kita lakukan karena Allah,
- kita minta doa sama Allah, "Ya Allah,
- karenanya Engkau mudahkan aku mendidik
- anak-anakku." Nah, itu bentuk tawasul
- itu ya. Makanya kalau dulu sih
- ulama-ulama dulu dalam beberapa ee apa
- namanya? dalam beberapa ee riwayat itu
- ya, dia lihat anaknya ya namanya
- anak-anak tuh kan ada masa-masanya
- negativitas ya. Ada anak-anak merasa
- agak rada-rada l gitu ya. Dia perpanjang
- qiamulailnya. Ya Allah perpanjang
- salatku agar engkau menerima ee
- doa-doaku engkau kabulkan. Nah itu kan
- wasilah dengan ee apa yang dia miliki.
- Jadi sodqah itu tidak hanya dengan
- harta. Kita sudah bahas itu. Tidak hanya
- dengan uang, tidak hanya dengan materi
- tapi bisa dengan yang lain-lainnya.
- membantu orang dengan tenaga kita,
- dengan pikiran kita. Artinya setiap amal
- saleh yang kita lakukan di situ kita
- bisa bertawasul kepada Allah. Ya, kita
- dengan Allah lah yang tahu. Kan kita
- doanya kan kepada Allah, jangan tahu
- orang gitu ya. Khawatir nanti malah jadi
- ri habis seluruh amal kita kalau kita ee
- melakukan amal itu bukan karena Allah.
- Begitu he baik mudah-mudahan terjawab
- ya. Ee Ibu Siti di Bekasi, saya beralih
- ke Bapak Ahmad di Depok. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Wabarakatuh, Ustazah, apakah
- diperbolehkan apabila kita memberikan
- sedekah kepada anak yatim? Kemudian kita
- meminta mereka untuk mendoakan agar
- keluarga kita terlindungi dan terjaga
- imannya. Dengan bersedekah itu kita
- meminta yang mendoa, yang berdoa adalah
- si anak yatim tersebut, Ustazah.
- Ee memang ini pro dan kontrak ya. Jadi
- ada yang ada yang ngeleneh gitu ya, beli
- beli doa dengan uang gitu ya. Itu
- beli doa. Iya. Masya
- doa dengan uang itu sih kebangetanlah
- ya. Jadi intinya gini ee sebenarnya
- kalau kita ikhlas karena Allah
- ya mudah-mudahan ya ya orang yang
- diberikan kebaikan tuh mestinya enggak
- usah disuruh lagi mendoakannya. Kan
- dalam hadis kan Nabi mengatakan, "Jika
- orang e jika engkau diberi hadiah oleh
- orang lain atau diberikan sesuatu maka
- balaslah." Nah, balas dengan balaslah
- dengan yang setimpal. Kalau tidak
- memiliki maka doakanlah. Nah, gitu ya.
- Jadi mestinya sesuatu hal yang seperti
- ini sudah dipahami bersama ya.
- Khawatirnya nanti gini, ini kan masalah
- niat. Niat itu ada di niat itu kan ada
- dalam hati yang terdalam. Jadi kalau
- enggak kita pahami nantinya kita tuh
- pamrih dengan doa orang. Jadi
- seakan-akan kita membeli doa nih loh
- saya sudah sodqah nih berarti doain dong
- doanya yang ini nih nih nih gitu. Nah
- itu tuh khawatirnya nanti ya menjaga
- keikhlasan karena ikhlas itu apa namanya
- ee berat ya. Ikhlas itu adalah suatu
- ibadah yang waspada harus diperhatikan
- karena keikhlasan itu di tiga di tiga
- tempat. sebelum melakukan amal, pada
- saat sedang mengerjakannya dan
- setelahnya itu harus dijaga
- keikhlasannya. Bayangkan tuh ya, awalnya
- mungkin kita ikhlas, pertengahannya
- ikhlas, eh akhirnya belum tentu ikhlas.
- Waduh, repot itu ya. Jadi sekali lagi ee
- idealnya sih sebenarnya enggak usah
- request doa deh gitu ya. Kalau ee
- khawatir kita kurang ikhlas. Tapi paling
- tidak biasanya kalau kita memang ikhlas
- karena Allah tanpa diminta pun
- sebenarnya juga itu didoakan juga makbul
- ya. Kalau enggak kita sendiri yang
- berdoa kan kita sudah beramal saleh kan.
- Jadi misalnya ada hadis Mbak tadaum
- bodqoh. Obatilah orang yang sakit e
- dengan seodqah. Jadi di antara kita
- mungkin ada yang sakit ibunya atau siapa
- anaknya itu mengobatinya itu sodqah aja.
- Niatnya apa? Ya, semangga dengan sodqah
- ini ee mudah-mudahan Allah terima
- pahalanya. Kemudian dengan sodekah ini
- Allah sembuhkan yang sakit itu. Nah, itu
- kan enggak perlu minta-minta doa dengan
- yang sakit. Kita kan langsung aja sama
- Allah. Jadi itu wasilah dengan doa.
- Khawatirnya nanti kalau gitu ada ini
- loh, Mbak. Ada di hati itu jadi kan aku
- udah banyak nih nyumbang nih. Masa
- doanya cuman itu doang ya? Semoga sehat
- cuman itu doang kurang gitu. Doa yang
- banyak nyumbangnya enggak seberapa doa
- enggak banyak. [tertawa]
- Itu, Mbak, yang kita ngasih-ngasih di
- pinggir jalan itu, Mbak, ya. Enggak
- ngasih dikit. Ayo lagi doain, ya.
- [tertawa]
- Doanya kok sebentar amat lagi dong.
- Masyaallah. Baik, ee saya beralih ke
- pertanyaan berikutnya dari Tangerang.
- Ada Ibu Yuli nih. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalamsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustazah, bagaimana kalau dengan ee ustaz
- atau kiai? Saya membawa anak saya yang
- sudah usia 38 tahun dan belum menikah.
- Saya bawa kemudian minta didoakan oleh
- beliau. Kemudian beliau memberikan
- semacam air untuk diminum. Itu boleh
- enggak ya, Ustazah,
- diminta untuk memberikan infak
- seikhlasnya?
- Allahahuam bisawab. Ya, semuanya innama
- a'malu bin niat. Semua tergantung niat.
- Tapi sebenarnya kalau dengan air doa
- dengan air itu memang ada beberapa yang
- sudah melakukannya. Air ya ee dibacakan
- al-Fatihah ya itu doa kalau dia orang
- saleh gitu ya dengan doa itu dibacakan
- itu bismillah ya. Mudah-mudahan bagian
- dari ee wasilah ya Mbak ya. Karena doa
- orang saleh itu kan insyaallah makbul
- ya. Ee apalagi ya kita tahu kesalehannya
- kan. Makanya ee dilihat juga orangnya
- bagaimana. Ada juga kelihatannya saleh
- ternyata gitu ya. Makanya yang kita
- pahamlah mana yang tidak ada pamrihnya
- biasanya gitu. Tapi dia minta
- seikhlasnya. Ya udah ikhlas kasih aja
- enggak apa-apa. Cuman ee sekali lagi itu
- semua kembali kepada keyakinan kita.
- Kalau Ibu yakin eh Bapak ya.
- Ibu I
- kalau Ibu yakin ya bismillahlah.
- Mudah-mudahan dikabulkan Allah. Tapi
- jangan jangan seuzon dengan manusia ya.
- Benar enggak sih kok sekarang dua doa?
- Enggak jang enggak benar lagi doa.
- Jangan deh. Pokoknya itu upaya ya
- sebenarnya kalau upaya-upaya itu bisa
- juga kita sendiri sebagai seorang ibu.
- Doa ibu kepada anak itu seperti doa Nabi
- kepada umatnya. Ya. Jadi artinya doakan.
- Ini pelajaran juga buat ibu-ibu yang
- lain itu mendoakan anak agar dapat jodoh
- tuh jangan ketika anaknya sudah usianya
- ee cukup kemudian baru didoakan. Itu doa
- itu sebelum bahkan sebelum nikah gitu ya
- pada saat baru nikah. Jadi kita minta
- zuriah gitu ya, anak-anak kita,
- keturunan kita itu mendapatkan pasangan
- yang saleh salihah. Jadi Ibu ee kalau
- Ibu yakin itu tidak ada hal-hal yang
- lain, hanya air-air dibacakan doa, ya
- bismillah mudah-mudahan lah ya. Ya,
- kalaupun dikasih uang ya seikhlasnya ya
- itu kan kerelaan ibu ya. Artinya kita
- sebagai yang melakukannya selama ikhlas
- ya sudah bismillah. Yang penting jangan
- pernah punya keyakinan bahwa yang
- mengabulkan doa itu adalah manusia.
- Yang mengabulkan doa itu adalah Allah,
- gitu ya. Itu yang harus jangan sampai
- itu ini doanya makbul loh, ini keramat
- loh, ini. Ah, itu tuh nanti jadi syirik.
- Itu aja ya. Jadi jangan sampai
- mencederai akidah kita begitu ya, Bu.
- He ya. Baik. Tadi Ibu Yuliani di
- Tangerang sudah dijelaskan oleh Ustazah.
- Saya menuju ke hamba Allah ini di
- Jati Asih. Baik, hamba Allah Jati Asih
- bertanya. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh wabarakatuh.
- Ustazah, seperti tadi sudah disebutkan
- Ustazah bahwa doa ibu harusnya Allah
- langsung kabulkan bahkan mustajab. Namun
- saya bingung, Ustazah. Saya memiliki dua
- anak laki-laki dan kedua-duanya saat ini
- hidup dalam ketidakmenentuan
- yang bertentangan dengan agama. Yang
- satu sering terlibat hutang dan ee tidak
- giat bekerja sehingga bergantung kepada
- orang lain, kepada saya atau kepada
- istrinya yang bekerja. Yang kedua,
- bahkan sering minum dan mabuk-mabukan.
- Walaupun masih bekerja, namun dia suka
- minum-minuman keras. Apa yang saya
- lakukan ya, Ustazah? Saya alhamdulillah
- istikamah menjalankan salat tahajud
- sudah lebih dari 5 tahun ini untuk
- mendoakan keduanya. Namun, belum ada
- perbaikan. Ustazah, boleh diberikan
- saran apa yang harus saya lakukan untuk
- anak saya agar mereka kembali ke jalan
- yang lurus? Subhanallah.
- Iya.
- Yang pertama sebagai manusia
- dan khususnya sebagai ibu tentu ini
- tidak lepas dari peran kita dulu sebagai
- orang tua. Karena setiap anak ku
- mauludin yuladu al fitroh. Semua anak
- tuh lahirnya fitrah. Jadi anak itu
- terkena ee apa namanya?
- bentukan-bentukan tuh kan karena dari
- orang tua. Nah, pertama-tama kita
- bertobat. Kita mohon ampun kepada Allah
- atas kelemahan dan kekurangan kita
- dulunya pada saat mendidik anak-anak
- kita sewaktu kecil. Itu itu dulu ya.
- Kita akui dulu di hadapan Allah ya. Ini
- kita mohon ampun kepada Allah atas semua
- dosa-dosa yang kita lakukan,
- ketidaktahuan kita, kurang ilmu kita
- dulu mendidik anak mungkin ilmunya belum
- nyampai ya Mbak ya. Sekarang kan banyak
- ilmu-ilmu parenting. Dulu kan kita
- enggak tahu. Itu pun di luar kekuasaan
- kita. Tapi sebagai hamba Allah tentu
- sangat pantas dan wajib kita bertobat
- atas dosa-dosa yang kita lakukan.
- Sengaja atau tidak sengaja, yang tampak
- atau yang tidak tampak, yang zahir atau
- yang batin, ya yang besar ataupun yang
- kecil. Intinya kita bertobat kepada
- Allah itu dulu, ya. Kita akui kelemahan
- kita. Itu satu. Kemudian yang kedua, doa
- itu terus ya. Terus berdoa. Artinya
- jangan pernah putus asa dengan doa yang
- terus kita munajatkan kepada Allah. ya.
- Insyaallah kita yakin yang penting yakin
- ya, bahwa Allah itu mendengarkan dan
- mengabulkan doa-doa hambanya. Terus doa
- gitu ya. Kemudian yang ketiga tentu saja
- kita lihat keluarganya, kita dekati
- pasangan hidupnya, kita ee ajak ya
- bagaimana agar anak kita ini diberikan
- hidayah oleh Allah. Coba lihat
- makanannya apakah halal atau tidaknya.
- Lingkungannya juga mempengaruhi ya.
- Apakah ee masih memiliki komunitas yang
- membawa ee kepada hal yang jadi arti itu
- dilakukan bekerja sama dengan yang lain
- ya, dengan ee keluarganya ya. Ee
- kemudian ee selanjutnya adalah ee
- berusaha ya mendekatkan ya kalau memang
- ada komunitas yang bisa mengajak kepada
- keimanan gitu ya. Terus artinya upaya
- itu deh hasilnya nanti semuanya
- kembalikan kepada Allah ya. Bisa jadi
- hari ini, saat ini belum sesuai dengan
- keinginan kita. Siapa tahu suatu saat
- Allah mampu ya merubah hati orang ya.
- Kita sih enggak berharap juga setelah
- meninggal baru berubah ya anaknya ya kan
- kita ingin ya. Tapi kembalikan semua
- kepada Allah. Hanya Allahlah yang tahu
- ya hikmah di balik ujian cobaan ini ya.
- Kita lihat seperti inilah Mbak misalnya
- kayak ee dulu Nabi Musa dengan Khidir
- itu ya. Ya kan di sisi manusia ini kok
- anak kecil dibunuh ya. Padahal kan bisa
- jadi ya itu dibunuh karena nanti sudah
- gedenya dia durhaka atau misalnya
- kapalnya dibolongin ini kayak zalim
- banget ya kan bisa jadi ada hikmah na
- bisa jadi anak ini bisa jadi ya ee suatu
- saat ya ketika pengabulan dari Allah
- sudah muncul gitu ya baru dia merasakan
- ya Allah orang tuaku dulu ah akhirnya
- apa dia saleh mungkin kita sudah
- meninggal terus dia kirimin doa
- terbaiknya untuk kita nanti di alam
- barzak iya masyaallah mudah-mudahan lah
- ya yakin mungkin insyaallah Allah akan
- memberikan ee hidayahnya kepada
- anak-anak kita. Kalaupun enggak sekarang
- mungkin pasti hidup itu kan masih
- panjang ya. Betapa indahnya, bahagianya
- seorang ibu sudah meninggal ya atau
- orang tua ya itu terus setiap hari
- dikirimin sama anaknya tuh ya doa ya
- pahala apapun gitu ya. Karena anak itu
- merasa bahwa ya Allah aku nih banyak
- dosa ketika ibu e bapak atau ibuku masih
- hidup aku kurang bakti banyak menyung
- perasaannya banyak menyakiti hatinya aku
- durhaka itu dia tobatnya benar-benar
- setelah meninggal wah bisa jadi itu dia
- mulai ya itu bisa jadi seperti itu ya
- wallahuam insyaallah saja Bu ya berdoa
- karena Allah ee insyaallah mengabulkan
- semua doa-doa hamba Allah
- amin amin ya rabbal alamin ya baik hamba
- Allah diasi insyaallah terjawab saya
- akan ke pertanya Pertanyaan berikutnya
- ini Ibu Nur Haidah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Ustazah, apakah boleh doa untuk
- melembutkan hati ee hati orang-orang
- dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an
- seperti membaca surah Al-Kautsar dan
- lain-lain? Terima kasih ee sebelumnya
- atas jawabannya dari Ibu Nur Haidah di
- ujung Aspal Pondok Gede.
- Ee memang ada beberapa ee apa namanya?
- doa-doa dengan ee berwasilah kepada
- ayat-ayat ya. Bacalah ini segini akan
- begini. Melembutkan hati ini.
- Melembutkan hati siapa ya, Mbak?
- Orang lain [tertawa] katanya. Tapi
- enggak disebutin.
- Saya pernah dulu waktu waktu masih masih
- itu baca suatu buku ya enggak usah
- disebut anggujar robat ya. Kalau engkau
- ee apa saya baca bukunya ya kalau ingin
- menaklukkan hatinya supaya suka denganmu
- bacalah 1000 kali satu ayat gitu ya.
- Iya iya iya. Itu mujarabat.
- Betul betul betul.
- Nah itu dibacalah pada enggak ada
- kaitannya tuh antara ayat itu dengan
- orang jatuh cinta sama kita ya. Nah,
- jadi ini memang ee permasalahan yang
- mujarabat itu memang setahu saya tuh
- memang tidak ya ayat itu kan bukan untuk
- apa ya bukan ayat pelet ya istilahnya
- ayat pelet ee jadi untuk melembutkan
- hati orang tuh sebaiknya sih kita
- mempergunakan ee hadis atau doa-doa yang
- telah maksur yang telah dicontohkan oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ya
- misalnya ee doanya Nabi Musa alaihi
- salam ya yang memang agak kesulit
- dalam berbicara ketika dia harus
- berbicara dengan orang agar orang itu
- lembut hatinya mengikuti hidayah itu kan
- kita sudah hafalirli
- amri wahlul uqdatanisani
- yafqohu
- ya Allah ya Rabbku lapangkanlah untukku
- dadak mudahkanlah urusanku lepaskanlah
- kekakuan dari lidahku agar mereka
- memahami perkataanku jadi supaya kita
- diterima ya apapun yang kita sampaikan
- diterima. Tapi tujuannya tuh bukan
- tujuan ya tadi kayak itu hati-hati
- mempergunakan ayat Al-Qur'an untuk
- kepentingan nafsu gitu ya supaya dia
- suka sama aku pakai ya itu nauzubillah
- apalagi sampai ee merebut suami orang
- nauzubillah minzalik ya karena ada
- kadang-kadang yang ee apa namanya saya
- katakan ini adalah penyimpangan mungkin
- juga dari jin juga ya ayat itu untuk
- hal-hal yang enggak dibenarkan ya jadi
- baca dibaca ini supaya jatuh cinta
- padahal e itu tuh nauzubillah ya itu
- bisa Jadi ada campur tangan jin ya,
- setan ya di dalamnya. Jadi pakailah,
- pergunakanlah doa-doa yang telah
- diajarkan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam atau yang ada dalam Al-Qur'an
- ya. Nah, kalau untuk khusus baca surah
- Al-Kautsar untuk melembutkan hati hati
- hati kita atau hati orang ya inak kautar
- itu ya ee untuk takaruk kepada Allah
- zikir itu ya untuk ee memang tidak ada
- riwayat dari Nabi untuk ee
- mengamalkannya. Jadi ya untuk amannya
- sih gitu ya daripada terlibat daripada
- ini kan kalau ada ulama yang tekstual
- mana ada gitu itu bidah gitu ya, ada
- ulama yang kontekstual ya enggak begitu
- juga. Jadi intinya bacalah doa yang
- pernah diajarkan atau yang ee tidak
- hanya Al-Qur'an dan hadis atau yang
- diajarkan para ulama gitu ya atau doa
- langsung pada Allah langsung aja. Kalau
- kita doa langsung dengan menyebutkan
- kebutuhan kita itu ibarat kita memanah
- kena langsung tuh tembak sasarannya pas
- gitu. Jadi apa yang kita ingin? Ya Allah
- lembutkan hatinya agar tidak marah lagi
- padaku. Gitu ya. Ya Allah. Nah kayak
- gitu tuh ya. Jadi ee langsung aja sama
- Allah insyaallah dan amal-amal saleh
- kita juga bisa kita lakukan. Ya Allah,
- aku telah melakukan ini. Oleh karenanya
- Allah mudahkan aku untuk ee mempengaruhi
- orang-orang. Atau misalnya bisa doa
- Allahumma jaalni maatihahilir
- ya Allah jadikan aku pembuka pintu
- kebaikan bagi orang-orang. Gitu ya. Dan
- penutup pintu-pintu keburukan. Jadi kita
- tuh menjadi orang kalau bersama kita,
- berinteraksi dengan kita, orang tuh
- terbuka hidayahnya banyak kebaikan gitu
- ya. Nah, seperti itu ya doa-doa yang ya
- jangan sampai disalahgunakan ya doanya
- itu.
- He he. Iya. Baik, itu saja nampaknya
- pertanyaan Ibu Nur menutup sesi tanya
- jawab kita pada siang hari ini. Ee
- sebelum saya tutup, mohon kiranya
- kesimpulan kita, Ustazah.
- I pendengar yang dirahmati Allah bahwa
- kita diperintahkan oleh Allah untuk
- beribadah kepadanya dengan niat ikhlas
- dan tulus. Di sisi lain kita sebagai
- hamba Allah punya kewajiban untuk
- memperbaiki keluarga kita. Maka kita
- manfaatkan semua amal-amal ibadah kita.
- Ibadah-ibadah baik ibadah amal ibadah
- seperti salat, puasa, sodqah, doa,
- tilawah, zikir, ataupun amal akhlak
- kita. Bakti pada orang tua, menjaga
- amanah, menolong orang lain. Apapun amal
- sosial kita, kita bisa jadikan sebagai
- sarana untuk memohon kepada Allah agar
- memperbaiki diri kita, pasangan kita,
- anak-anak dan keturunan kita. Ini adalah
- bagian dari silila atau tawasul. Semoga
- Allah memperkenankannya. Akullu
- hadtagfirullahi
- wakum. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah juga kita
- ucapkan jazakillah khairan qasiran
- kepada guru kita Ustazah Harini Amran
- atas waktunya dan ilmunya pada hari ini.
- Perihal apa-apa yang harus kita
- ikhtiarkan dalam rangka kita memperbaiki
- keluarga kita. Insyaallah bermanfaat
- besar terutama bagi para ibu dan ayah
- yang saat ini menyimak radio silaturahim
- yang bertugas pada hari ini saya Carolin
- didampingi oleh Algi juga Ondi. Kami
- mohon maaf apabila ada gangguan atau
- ketidaknyaman terutama mungkin tadi yang
- sudah terganggu hari ini saya agak
- batuk. [tertawa] Jadi mudah-mudahan
- dimaklumi dan tidak mengurangi
- kekhidmatan kita dalam menuntut ilmu.
- Insyaallah kami tutup dengan doa
- kafaratul majelis. Subhanaka Allahumma
- wabihamdika ashadu alla illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik. Wabillahi
- taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.