Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wabihi
- nastain waa umurid dunya waddin wasalatu
- wassalam ala asrofil iyaai wal mursalin
- waa alihi wasohbihi ajmain. Qallahu
- taala fil quranil karim.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Qulu subhanaka la ilma lana illa ma
- alamtana innaka antal alimul hakim.
- Waqala aidon innallaha wa malaikatahu
- yushalluna alan nabi. Ya ayyuhalladzina
- amanu shu alaihi wasallimu taslim.
- Sadaqallahulim. Alhamdulillahiabbil
- alamin. Masih dipancarkan dari jalan
- Masjid Silaturahim nomor 36 Cibubur,
- Bekasi. Milah Radio Silaturahim dan
- Rasil TV untuk Islam yang satu. Ikhwan
- akhwat yang dimuliakan Allah Subhanahu
- wa taala. Bagaimana kabar Anda di Jumat
- sore ini? Semoga selalu dalam keadaan
- sehat walafiat. Senang sekali saya Fauzi
- Ridwanul Haq ditemani oleh Neza dan juga
- Yusuf Subangkit dapat kembali menemani
- ikhwan akhwat dalam program tausiah sore
- edisi Jumat 18 Rabiul Akhir 1447
- Hijriah dan juga bertepatan dengan
- tanggal 10 Oktober
- 2025 bersama guru kita almukaram Ustaz
- Ahmad Shoh MA. Alhamdulillah beliau
- sudah hadir bersama kita. Kita sapa guru
- kita terlebih dahulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sehat, Ustaz?
- Alhamdulillah sihah waliah atas doa dari
- semuanya. Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Masyaallah. Nah, semoga
- kesehatan juga dirasakan oleh ikhwan
- akhwat di mana pun Anda berada. Kami
- doakan semoga dalam keadaan sehat
- walafiat. Yang sedang sakit semoga Allah
- segera sembuhkan penyakitnya. segera
- angkat [berdehem] penyakitnya. Dan
- tentunya sekarang adalah setiap siaran
- dengan Ustaz Ahmad Saleh adalah waktu
- mustajab untuk berdoa. Bagi ikhwan
- Masyaallah
- yang sedang sakit
- berdoa insyaallah. Kemudian bagi ikhwan
- awat yang sedang dalam perjalanan dalam
- safar merupakan salah satu ee waktu
- mustajab juga, Ustaz ya.
- Nah, insyaallah. Iya.
- Baik, Ikhwan Ahwad. E semoga kajiannya
- dapat menemani ikhwan akhwat di segala
- aktivitas Jumat sore sebelum mengakhiri
- hari Jumatnya sebelum magrib.
- Insyaallah Ustaz Ahmad Saleh pada sore
- kali ini akan melanjutkan pembahasan
- tentang kitab larangan yaitu haram
- menggunjing dan perintah menjaga lidah.
- Kemarin sudah disampaikan oleh Ustaz
- Ahmad Saleh tiga hadis mungkin salah
- satunya
- innal abdaatakam
- kalimah min ridam.
- E insyaallah pada Jumat [berdehem] kali
- ini Ustaz Ahmad Salh akan melanjutkan di
- hadis ketujuh tentang haram menggunjing
- dan perintah menjaga lidah. Namun
- sebelumnya bagi ikhwan akhwat yang ingin
- berpartisipasi
- dapat mengirimkan pertanyaan di WhatsApp
- 0811999
- 720. Dan bagi Anda yang ingin
- berinteraksi langsung dengan ustaz dapat
- menghubungi di 0218451512.
- Mari kita simak dan dengarkan ilmu yang
- akan disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh
- tentang haram menggunjing dan perintah
- menjaga lidah dari kitab Syarah Riyadus
- Shihin. Tafadul Ustaz.
- Alhamdulillahi
- hamdan katsiran thyiban mubarokan fih
- kama yuhibuna waard. Ashadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
- ashadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluhu wa innahu la nabiya ba'da.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- nabiyina Muhammadin wa ala alihi wa
- ashabihi waman tabiahum biihsanin ila
- yaumilqiamah. Amma ba'd.
- Ikhwan kaum muslimin, akhwat kaum
- muslimat. Alhamdulillah kita diberikan
- kembali ee kesempatan oleh Allah
- subhanahu wa taala untuk melanjutkan
- kajian kita, kajian kitab Syarhu Riyadus
- Shihin. Kita sekarang masuk ke bab 254,
- yaitu haram mengguncing dan perintah
- menjaga lidah. Masuk ke hadis ketujuh
- gitu ya. Baik, untuk tidak memperpanjang
- perkataan kita mulai saja. An Sufyan bin
- Abdillah radhiallahu anhu qal, qulu ya
- rasulullah
- hadisni biamrin aimu bihi qal qulallaha
- tummaqim.
- Q ya rasulallah ma akfa ma tako alya
- faakisani
- nafsih tummaq hadza ruidziu
- waqala haditun hasanun shahihun
- dari Sufyan bin abdillah radhiallahu anh
- ia berkat
- qulu ya rasulullah aku bertanya wahai
- utusan Allah hadis Bisni terangkan,
- ceritakan
- biamrin dengan satu urusan gitu ya. Ee
- aasumi adisni terangkan kepadaku,
- jelaskan kepadaku biamrin dengan satu
- urusan atau dengan sesuatu
- bihi aku berpegang teguh dengannya.
- Qala, Nabi berkata, Nabi menjawab, "Qul
- rabbiallah." Katakanlah
- Tuhanku adalah Allah. Maksudnya qul
- rabbiallah itu katakan Tuhanku adalah
- Allah. Maksudnya katakanlah bahwa aku
- beriman kepada Allah. Jadi, Rabbiallah.
- Tuhanku adalah Allah. Maksudnya ee apa
- nama? Aminu billah.
- Ya, saya beriman kepada Allah.
- Tummastaqim. Kemudian istiqamahlah.
- Maksudnya kemudian tetap mengabdi kepada
- Allah dan menjauhi segala larangannya.
- Ah, itu istikamah tuh begitu.
- Kemudian kamu istikamah dalam
- menjalankan perintah-perintah Allah dan
- menjauhi segala larangannya.
- Qullu. Aku berkata lagi kata Sufyan bin
- Abdillah.
- Ya Rasulullah, wahai utusan Allah, ma
- akwafa ma takofu alayya.
- Ee aku, ya Rasulullah, apakah yang
- paling engkau khawatirkan terhadap
- diriku? Nah, ini e sesungguhnya apa?
- Diwakili oleh Sufyan. Kenapa nanti
- diwakili? Karena sifat-sifat ini juga di
- apa namanya? Menimpa umat Nabi Muhammad.
- Nah, di sini diwakili oleh Sufyan. apa
- yang kau takutkan dari yang paling kau
- takutkan dariku tuh apa gitu kan. Faakza
- bilisani nafsihi. Kemudian Nabi faak
- mengambil bilisani lidahnya nafsihi.
- Jadi mengambil lidahnya sendiri. Tummaq.
- Kemudian Nabi bersabda, "Hau
- Tirmidzi waqala hadisun hasanun shahih."
- Jadi ee Nabi kenal betul siapa Sufyan
- gitu loh. Maka ketika Sufyan bertanya,
- "Apa yang paling kau takutkan dariku?"
- Ah, Nabi memegang lidah. Dan ini e apa?
- Lisan ya. Lisan ya. lidah ini juga
- menjadi pelajaran bagi umat Nabi
- Muhammad yang lain
- ya agar senantiasa menjaga lidahnya.
- Maka ada hadis mengatakan qul khairon
- auliasmut berkatalah yang baik atau
- kalau tidak bisa berkata baik hendaknya
- diam
- tuh. Berkata baik lebih baik daripada
- diam tapi diam lebih baik daripada
- berkata buruk.
- Gitu. Gitu ya. Nah, ini jadi ee apa
- namanya ini menarik sekali ya lisan ya.
- Hza e faisani nafsihi tummaq hadza hadza
- sambil memegang lidahnya.
- Nah, dari hadis ini dapat kita gali ya
- mutiara-mutiaranya
- bahwa perintah untuk meneliti keberadaan
- iman terlebih dahulu lalu
- menindaklanjutinya dengan amal-amal
- saleh untuk menunjukkan iman dan
- meneguhkannya.
- Oh ya, saya iman kepada Allah
- membenarkan adanya n apa ee peng e qul
- rabbiallahu itu maknanya saya meyakini
- bahwa Allah pencipta saya.
- Saya meyakini
- bahwa yang ee mengatur kehidupan saya
- gitu adalah Allah.
- Oh, saya meyakini bahwa yang memberikan
- potensi-potensi
- kepada saya itu adalah Allah. Itu rabbi
- Allah tuh begitu ya. Jadi mengakui Allah
- sebagai pencipta alam semesta. Segala
- yang ada itu apa? Seluruh makhluk Allah
- yang menciptakan, seluruh makhluk Allah
- yang mengatur. Dan seluruh makhluk
- Allahlah yang memberikan
- potensi-potensinya.
- Baik itu apa namanya ee
- hal-hal yang mendukung kehidupannya ee
- maupun ya pokoknya yang mendukung
- berbagai macam kehidupannya itu Allah
- gitu ya. Nah, kemudian yang kedua
- peringatan mengenai urgensi lisan dan
- bahayanya.
- Karena lisan itu sangat cepat
- mendatangkan kehancuran.
- Sekali lagi ya, ketika ulama membahas
- bahwa karena lisan itu sangat cepat
- mendatang kehancuran kehancuran
- walika maka bersamaan dengan itu karena
- lisan itu sangat cepat mendatangkan
- kebaikan tuh. Karena segala sepotensi
- yang Allah berikan itu senantiasa
- bernilai dua.
- Bernai kebaikan, bernilai keburukan.
- Allah kasih lisan.
- Ah, tadi apa? Ee mendatangkan
- kehancuran. Lebih cepat mendatangkan
- kehancuran. Kalau begitu berarti orang
- yang tidak bisa bicara berarti ditolong
- oleh Allah. Masyaallah.
- Kan begitu. Karena kalau dikasih bisa
- mendatang kehan kehancuran.
- Wah, kalau gitu kalau ini ditolong
- berarti orang mendingan tidak bisa
- bicara aja semuanya. Nah, maka oleh
- sebab itu juga yang bisa bicara bisa
- mendatangkan kebaikan.
- Kalau begitu orang yang tidak bisa
- bicara rugi
- karena tidak bisa mendapatkan kebaikan
- dari lisan. Maka sekali lagi [berdehem]
- semua potensi yang Allah berikan
- bernilai dua.
- Kebaikan dan keburukan.
- Kebaikan dan keburukan, potensi-potensi
- itu. Nah, maka oleh sebab itu orang yang
- sukses, orang yang ditolong oleh Allah,
- semua potensi yang Allah berikan
- semuanya digunakan di jalan Allah. Tuh
- kaya itu baik. Apa buru?
- Baiklah orang kaya sehingga tidak
- minta-minta. Ah, bagus.
- Hm.
- Tetapi kalau kemudian kekayaannya tidak
- digunakan di jalan Allah, dia berikan di
- jalan togut, dia pakai poya-poya, akan
- jadi penyesalan nantinya, keburukan.
- Nah, maka oleh sebab itu beruntunglah
- orang yang tiada dikasih harta. Nah,
- sehingga dia tidak bisa tidak bisa
- membelanjakan di jalan Thaagut karena
- enggak punya.
- Tapi dia tidak punya kebaikan dari
- harta.
- Tuh, maka oleh sebab itu, maka semuanya
- sama. Pada hakikatnya semuanya sama.
- Yang kaya, yang miskin sama,
- yang pejabat, yang rakyat sama,
- sama-sama diuji. Jangan dikira pejabat
- doang yang diuji, rakyatnya juga diuji.
- Eh,
- pejabatnya jujur apa enggak? Pertanyaan
- yang sama juga ditanyakan ke rakyat.
- Rakyat ya jujur apa enggak? Kan begitu.
- Iya.
- Rakyat e Oh, pejabatnya korupsi apa
- enggak? Rakyatnya juga ditanya korupsi
- apa enggak rakyatnya.
- He.
- Ah, rakyat mah enggak mungkin korup ah.
- Siapa bilang
- hanya mungkin kalau kalau rakyat
- kelasnya beda gitu ya. Proyek-proyek kan
- tidak harus pemerintah, rakyatnya juga
- sama kan gitu. Nah, maka oleh sebab itu
- hendaknya kita makanya pertolongan Allah
- adalah Allah. Apa pertolongan Allah itu
- didapatkan oleh mereka yang senantiasa
- menggunakan
- segala bentuk potensi yang datang dari
- Allah di jalan Allah. Baik besar maupun
- kecil, sedikit maupun banyak sama.
- Nah, kalau begitu ah punya harapan kita
- gitu loh ya. kita gak bisa diberi harta
- tidak diberti harta banyak tapi apakah
- kita kemudian me apa namanya
- memanfaatkan harta yang ada di kita
- meskipun sedikit di jalan Allah apa gak
- jangan-jangan justru kita menganggap apa
- korupsi kepada para pejabat tapi kita
- sendiri korupsi korupsi apa menggunakan
- harta yang Allah berikan bukan di jalan
- Allah itu korupsi
- korupsi juga
- korupsi juga karena akan mengakibatkan
- hukuman.
- Istrinya minta, "Bang, nih beras sudah
- habis,
- beli barang 2 liter mah gitu.
- Enggak ada. Padahal ada tuh. Kenapa mau
- dibelikan rokud?
- Rokud itu apa? Rokok gitu kan. Nah, itu
- bisa
- bisa kategorinya apa?
- Korupsi. korupsi
- gitu loh dibanding untuk beli beras dia
- belikan untuk itu
- gitu loh. Nah, tapi nanti pembahasannya
- itu ikhtilaflah ramai gitu kan. Tapi
- paling tidak seperti itu.
- Atau ketika anak minta SP untuk bayar
- SPP enggak? Enggak ada. Padahal ada
- dipakai judi. Tuh. Jadi dalam tanda
- petik memanfaatkan harta di jalan judi
- itu korupsi
- kan. Korupsi juga memanfaatkan harta itu
- tapi bukan di jalannya.
- Memanfaatkan harta bukan di programnya
- gitu loh ya. Nah sama dibelanjakan tapi
- tidak pada peruntukannya. Dianggapnya
- korupsi meskipun baik. Kalau dalam
- pengertian korupsi kan begitu. Tapi
- kalau dalam bahasa kita selama itu
- dijalankan di jalan kebaikan maka itulah
- yang yang disebut dengan pertolongan
- Allah. Disebut dia bersyukur.
- Nah, gitu ya. Oke. Baik. Nah, maka oleh
- sebab itu ee
- makanya kemudian ada seorang ulama ee
- menyatakan ada kekhawatiran terhadap
- lisan karena lisan merupakan kendali
- manusia. [berdehem]
- Apabila ia melepaskan kendali itu, maka
- ia pasti mengakibatkan sesuatu yang
- tidak disenangi pemiliknya baik suka
- atau tidak suka. Sifat ini tidak
- terdapat pada anggota tubuh selain
- lisan, gitu. Nah, maka oleh sebab itu ee
- hendaknya kita mengevaluasi dirilah ee
- apa yang telah kita lakukan terhadap
- anggota badan ini. Lisan apakah dipakai
- untuk membaca Quran, dipakai untuk
- ngasih nasihat, dipakai untuk zikir
- kepada Allah, atau dipakai untuk gibah,
- dipakai untuk memfitnah, dipakai lain
- sebagainya. Nah, itu evaluasi mulai dari
- lisan semuanya. lisan, mata, telinga,
- ya, tangan, kaki itu evaluasi. Oh iya,
- perasaan kaki saya dipakainya banyak ke
- jalan maksiat nih.
- Astagfirullah.
- Itu kan sungnya nangis itu kalau kalau
- kita ngerti bahasa tubuh nangis.
- Diduga keras bahwa dia nanti akan nuntut
- kita. Kenapa? Karena dipakai ke jalan
- maksiat.
- Maksudnya dipakai ke jalan kemaksiatan
- tuh dipakai untuk maksiat. Karena bisa
- jadi dipakai jalan ke tempat maksiat
- tapi dipakai dakwah. Bisa toh?
- Bisa.
- Ahah. Bisa ke tempat maksiat gak
- nasehati itu para apa namanya? Ee para
- Heeh. gitu. Dinasehhati kan menuju jalan
- kemaksiatan tapi maksudnya dakwah.
- Tapi yang di saya maksud di sini dipakai
- di jalan maksiat itu betul-betul dipakai
- untuk melakukan maksiat. Nah, maka oleh
- sebab itu evaluasi sebaiknya sebelum
- tidur evaluasi
- mulai dari bangun tidur sampai mau tidur
- lagi tuh anggota badan tuh dipakai apa?
- Aduh, ya Allah saya ternyata belum bisa
- memanfaatkan ini. Atau
- lebih banyak digunakan di hal yang
- dilarang oleh Allah, dibenci oleh Allah.
- Kan kejujuran-kejujuran itu kan kalau
- kita mengevaluasi mah insyaallah jujur.
- Beda kalau ditemukan oleh orang lain,
- kamu begini ya. Oh nolak gitu. Nah, maka
- oleh sebab itu lakukanlah ee evaluasi
- oleh diri kita gitu ya Allah. Ee
- kemudian misalnya berawal dari mata.
- Aduh ya Allah ampun ya Allah.
- Tadi saya melihat, tapi gimana saya naik
- motor
- atau naik mobil saya harus lihatnya ke
- depan. He.
- Saya aduh masyaallah memuji Allah pernah
- dijemput oleh seorang sopir sudah sepuh.
- Sudah sepuh tapi saya memuji Allah.
- Jadi kan kalau malam karena kami
- dijemputnya malam, diantar pulangnya
- malam. Mohon maaf ya kalau dalam keadaan
- gelap. Oh, iya.
- Lampu itu kan tembus
- termasuk, mohon maaf termasuk kepada
- seseorang yang berpakaian
- ketika disorot lampu tembus tapi dia
- kemudian dimatikan dulu. Tek dimatikan
- dulu
- sehingga dia nyebrang terlihat jelas
- nyeberang baru dinyalakan lagi. Waduh.
- Saya bilang masyaallah ini. Saya bilang
- ya orang saleh nih supirnya dalam hati
- saya. sebennya orang saleh. Saya juga
- tidak berani nanya, tapi saya menangkap
- ee apa namanya? Niat baiknya.
- Oh, iya. Masyaallah. Masalahnya kalau
- yang [berdehem]
- ee tidak transparan itu biasa nyala
- gitu. Misalnya celana levice eh mohon
- maaf celana jin. [tertawa] Cel pakai
- celana jin biasa. Tapi ketika pakai ee
- ee kain yang tembus pandang dia matikan.
- Masyaallah. Nah, itu berarti menjaga
- mata tuh. Beliau beramal saleh untuk
- dirinya dan untuk saya
- sebagai orang yang di sampingnya.
- Iya.
- Nah, kalau itu saja dia sudah
- bersedekah, maka masyaallah Allah pun
- akan bersedekah kepada dia tuh. Maka
- bisa jadi dia
- dipakai jadi sopirnya.
- dapat keberkahan-keberkahan
- karena dijalankan dengan ketakwaan gitu.
- Nah, ini makanya aduh masyaallah saya
- sudah tahun berapa sudah lama itu
- dijemput ada satu acara terus pulangnya
- diantar sambil ngobrol gini. Nah,
- kemudian dia matikan dulu tek. Saya
- enggak enggak nanya karena memang ah
- sudahlah saya paling tidak saya ngambil
- manfaatnya nyalakan lagi itu lampu
- senternya. Masyaallah. Oke. Baik. Ya,
- bisa ditiru, Ustaz.
- Kenapa
- bisa ditiru?
- Betul itu bisa ditiru. Hanya saja
- persoalannya
- bisa juga kalau misalnya kita naik motor
- juga sama.
- Iya.
- Kalau memungkinkan
- ya kalau misalnya kan motor itu kan 24
- jam harus nyala terus lampunya ya kan.
- mau siang, mau ini, mau apa? Nah, kalau
- misalnya mendung atau sudah mau masuk
- malam tetapi kemudian ada remang-remang,
- nah itu bisa dimatikan dulu gitu ya. Ah,
- tapi kemudian ya memang ee persoalannya
- ee memang ada kekuatan lampunya,
- candelanya besar tapi ada kekuatan
- lampunya tidak begitu. sehingga kemudian
- ketika ini juga tidak terlalu
- transparan, tidak terlalu nembus. Tetapi
- ya untuk kehati-hatian sih bagus ya ee
- untuk menghindarinya. Oke. Baik.
- Baik. Saya kira ini ee hadis ketujuh ee
- walan yakni ee hadis ke-8 atau hadis
- ke-1519
- dalam kitab riwayat shihin. An ibni Umar
- radhiallahu anhuma qala qala Rasulullahi
- sallallahu alaihi wasallam, "La tuqsiru
- alama atau la tuqsirul kalama
- bighirikrillah
- fainna kasratal kalamiirikrillah
- taala qoswatun lilqolbi wa inna
- abadanasi minallahi alqolbul qosi."
- Masyaallah. Ah, dari Abdullah bin Umar
- semoga Allah meridai keduanya, yaitu
- meridai Abdullah dan meridai Umar bin
- Khattab. Ia berkata bahwa Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam bersabda, "La
- tuksiru janganlah kalian terlalu banyak
- alkalama
- berbicara bighir zikrillah tanpa zikir
- kepada Allah."
- kalami. Karena sesungguhnya kebanyakan
- bicara bighirikrillahi
- tanpa zikir kepada Allah qoswatun
- lilqolbi akan mengeraskan hati.
- Ya, bahkan di sini qoswatun lilqolbi ya
- keras bagi hati. Wa inna abadasi. Dan
- sesungguhnya manusia yang paling jauh
- minallah dari Allah itu adalah alqalbul
- qosi.
- Orang yang keras hatinya ya. Alqalbul
- qosi itu kalau secara harfiah maksudnya
- hati yang keras. Tetapi maksudnya adalah
- orang yang memiliki hati yang keras.
- Rawahu Tirmidzi.
- Ya, maksudnya apa yang dimaksud dengan
- qolbul qasi? Hati yang keras,
- tidak terpengaruh nasehat. Ikut kajian
- dengar hasil tiap waktu tapi tidak
- pengaruh. nasihat-nasihat ustaznya. Nah,
- itu alqalbul qosi
- ya. Keras hati itu tidak terpengaruh,
- tidak merubah, tidak merubah ee
- nasihat-nasihat itu menjadi lebih baik
- gitu ya. Ya, kamal ada sebagaimana biasa
- saja begitu ya. Nah, maka oleh sebab itu
- ee hendaknya ee dihindari banyak bicara
- ya, kecuali memang dipersilakan suruh
- banyak bicara. Tapi banyak bicara juga
- hendaknya ee harus ber ee apa namanya?
- Merujuk gitu ya. Merujuk kepada intisari
- Al-Qur'an, intisari sunah Rasulullah
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Nah, mutiara yang dapat kita ambil
- banyak berbicara yang tidak berguna itu
- bisa menyebabkan keras hati dan jauh
- dari rahmat Allah gitu ya. Jadi jauh
- dari Allah maksudnya jauh dari rahmat
- Allah. Karena jauh dari Allah itu
- menjadi bahasa kiasan.
- Karena kita tetap aja di situ ya. ee
- maksudnya taqarub ilallah mendekatkan
- diri kepada Allah itu bukan secara
- harfiah. Kalau secara harfiah mah tetap
- aja jaraknya sebegitu.
- Nah, tetapi itu adalah maknawiah.
- Taqarub ilallah itu maksudnya mentaati
- Allah. Taqarub mendekat. Jadi semakin ee
- taat kepada Allah, semakin beribadah
- kepada Allah, posisi kita semakin dekat.
- Semakin maksiat kepada Allah, semakin
- jauh kita dari Allah. Itu maksudnya gitu
- ya. Jadi bukan pengertian hissiah, bukan
- pengertian ee zahir hakiki, bukan. Tapi
- pengertiannya adalah maknawi gitu atau
- majazi gitu ya. Oke. Baik. Nah, ini
- hadis yang ke-8.
- Hadis yang kees9. Abi Hurairallahu anhu
- qa Rasulullahi wasallam, manqula
- mahay
- majlai dakal jannah. Rahu Tirmidzi
- waqala haditun hasan. Man waqohullahu.
- Barang siapa yang Allah jaga syarro
- kejelekan ma baina lahyaihi di antara
- dua ee apa namanya? Dua anggota e
- lahyaihi itu ya tulang dagunya.
- Wasar ma bain rijlaihi. Dan keburukan
- dari apa yang di antara dua kakinya
- dakhalal jannah maka dia akan masuk
- surga. E ya waqohullah itu Allah jaga ya
- wiqayah e takwa itu dari situ. Heeh.
- Ma baina lahyaihi. Apa [berdehem] yang
- di antara lahyaihi dua dagunya tulang
- dagunya lahyai atau kalau lihyah apa ya
- tumbuh di dagu itu jenggot. E maksudnya
- adalah ma bain lahyaihi itu maksudnya
- lisan. W baina rijlaihi di antara dua
- kaki maksudnya kemaluan. Nah dari sini
- dua hal yang ditekankan oleh Rasulullah
- untuk dijaga adalah lisan dan kemaluan.
- Penegasan perintah menjaga lisan dan
- tidak membiarkannya bebas berbicara
- sesuatu yang tidak diridai oleh Allah
- serta menjaga kemaluan agar tidak
- melakukan sesuatu yang haram. Jadi
- memang rata-rata [berdehem]
- tentang anggota tubuh ini ya yang paling
- banyak ditekankan adalah lisan dan
- kemaluan.
- Beda dengan yang lainnya ya. Tetapi
- kemudian Nabi tetap memberikan
- arahan-arahan agar seluruh anggota badan
- itu dikendalikan
- di dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu
- wa taala. Ee anggota tubuh lain yang
- disebut oleh Nabi adalah alqalbu, hati,
- kemudian mata, ya mata, hati, kemudian
- apa? Lisan, kemaluan
- ee terus apalagi? Banyak sekali. Tapi
- kalaupun tidak dihafal, seluruh anggota
- tubuh agar diperhatikan
- karena mereka adalah ee sesuatu yang
- punya potensi untuk berbuat baik maupun
- berbuat buruk. Nah, maka oleh sebab itu
- kalau lisan itu ada ee akibat buruknya
- maka ada akibat baiknya. Kemaluan juga
- begitu.
- Ketika Nabi memperingatkan ada akibat
- buruk yang diakibatkan oleh kemaluan,
- [berdehem] maka dipastikan ada akibat
- baik yang dilakukan oleh kemaluan.
- Makanya kan sesungguhnya [berdehem]
- melampiaskan syahwat ketika kepada yang
- haknya, kepada yang benar itu sedekah
- kategorinya. Masyaallah.
- Ya sodqah. Begitu juga melihat paskan
- hawa nafsu. Ya Rasul. Iya. Bagaimana
- coba kalau dilampiasanya kepada sesuatu
- yang haram? Dosa tidak dosa. Nah, maka
- logikanya kalau disalurkannya kepada
- yang benar menjadi sod sodqah. Nah, maka
- oleh sebab itu dalam Islam itu gak ada
- ajaran yang sia-sia.
- Makanya mohon maaf ya, mohon maaf
- bagi ya ini mungkin mungkin kelasnya
- para nyai ya, para nyai dengan para kiai
- gitu ya. Apalagi dulu enggak belum ada
- TV, belum ada ee medsos itu enggak ada
- acara yang menarik. Maka tiba-tiba
- anaknya ketiga, anak kelima. Nah, tetapi
- tadi dia punya keyakinan itu di
- antaranya saya niatkan supaya saya juga
- ee khusyuk dalam ibadah, supaya saya
- tidak galau, maka itu jadi melampiaskan
- itu adalah diniatkan untuk juga
- pendekatan diri kepada Allah Subhanahu
- wa taala. Nah, gitu ya. Maka sekali lagi
- tidak ada syariat Islam yang tidak ada
- manfaatnya. Semua bermanfaat gitu ya.
- Baik, saya kira ini ee tiga hadis dalam
- pertemuan ini sampai hadis ke9
- insyaallah akan kita lanjutkan pada ee
- hadis berikutnya insyaallah.
- Demikian yang dapat dikemukakan.
- Wasallallahu ala nabiina Muhammadin.
- Wallahu aam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Alhamdulillahirabbil
- alamin. Jazakumullah khairan kir ustaz.
- Mm. Baik, sudah kita dengarkan dan sudah
- kita simak ilmu dari Ustaz Ahmad Saleh.
- Tiga hadis dari hadis keetujuh sampai
- hadis keesemboga bermanfaat.
- Amin. Allahum amin.
- Demikian Iwanawat kami akan rehat
- sejenak. Setelah nada tafka berikut kami
- akan lanjutkan di sesi kedua untuk tanya
- jawab. Terima kasih.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Terima
- kasih Iwan Awat masih bersama Radio
- Silaturahim [berdehem] dalam program
- tausiah sore. Saat ini Anda sedang
- mengikuti siaran live tausiah sore
- bersama Ustaz Ahmad Saleh mengkaji kitab
- syarah Riyadus Shihin tentang
- haram menggunjing dan perintah untuk
- menjaga lidah. Tadi sudah disampaikan
- oleh Ustaz Ahmad Saleh tiga hadisnya.
- Kemudian sekarang kita akan tanya jawab.
- Sebelum tanya jawab, mm kita akan
- bacakan
- komentar-komentar terlebih dahulu. Yang
- pertama dari
- Ibu Ida di Bekasi.
- Alhamdulillah Ustaz sedang menyimak.
- Terima kasih Ustaz atas ilmunya.
- [mendengus] Semoga Ustaz sehat selalu.
- Amin. Allahum amin.
- Dan diberkahi, dirahmati Allah subhanahu
- wa taala.
- Amin. Allahum amin.
- Kemudian Bapak Yudi. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga Ustaz senantiasa sehat walafiat.
- Amin. Allahum amin.
- Dan bisa selalu memberikan pencerahan
- syariah kepada kami, Ustaz.
- Amin. [berdehem]
- Kemudian Paman, Bapak Maman Sumantri
- alhamdulillah menyimak via radio.
- Kemudian Ibu Darniwati
- alhamdulillah menyimak
- dan sambil minum obat sakit kepala.
- Masyaallah syafaqillah tabaraka wa
- taala.
- [batuk][berdehem]
- Makasih Ustaz doanya.
- Kemudian ada Ibu Sri, ada Ibu Tati
- menyimak. Alhamdulillah ada Bapak Mul
- Hhenri menyimak.
- Barakallahu fikum.
- Ada Bapak Abu Abdillah, Bapak Imam
- Pratomo juga menyimak. Sekarang kita
- akan membacakan
- pertanyaan pertama dari
- dari Bapak
- ee siapa dulu? Ustaz dari Bapak Bagus,
- Ustaz.
- Oke.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, bagaimana kiranya kalau kita
- sudah berusaha intropeksi dan bertaubat
- tapi kita masih sering mengulangi
- dosa-dosanya dan merasa khawatir kalau
- Allah membiarkan kita untuk terus
- mengulang-ulang
- dosanya yang demikian tersebut? Ustazah.
- Nah, masyaallah. Barakallahu fikum.
- Tayyib. Pertanyaan yang bagus sekali,
- bagaimana ketika kita sudah introspeksi
- diri, sudah bertaubat,
- tapi masih kadang melakukan dosa-dosa
- yang apa? Dosa-dosa lagi. Baik, kita
- bagi dulu ya. Pertama kita tobat dari
- sebuah persoalan gitu ya. Kemudian ee
- kita ngulang lagi dosa yang sama. H
- gitu ya. Maka tobatnya itu gitu ya,
- belum sampai kepada tujuan. Itu satu
- gitu ya.
- Nah, kemudian kalau kita bertobat dari
- satu dosa, satu dosa nih kita bertobat
- katakanlah mohon maaf ya, mohon maaf
- misalnya dosanya apalah gitu. Kemudian
- kita melakukan dosa yang lain yang
- berbeda
- gitu ya. itu akan berbeda dengan yang
- tadi. Kalau yang tadi itu belum bertobat
- sempurna gitu ya, baru baru tobatnya
- istilah simbolis.
- Astagfirullahalazim. Ya Allah saya itu
- dosa ternyata. Nah itu ngulangi lagi.
- Nah itu satu dengan yang kedua saya
- misalnya melakukan misalnya mohon maaf
- melakukan dosa terhadap istri kemudian
- saya tobat eh besoknya melakukan dosa
- kepada tetangga. Ah kan beda tuh gitu
- ya. Nah, tapi semuanya adalah
- dikehendaki oleh syariat itu berhenti
- dari melakukan kemaksiatan. Itu intinya
- tobat itu adalah berhenti dari melakukan
- kemaksiatan.
- Iya, kemaksiatan. Ketika kita sudah
- berupaya berhenti berbulan-bulanan,
- kemudian kita melakukan dosa lagi.
- Nah, itu insyaallah ditolelir gitu loh
- ya. Ditolerir, dimaafkan. dimaafkan tuh
- maksudnya kalau dia bertobat. Nah,
- tetapi kalau tadi dia dengan sengaja
- dengan dia tahu, aduh subhanallah wah
- itulah makan masyaallah dia tahu betul
- bahwa ini dosa, tahu betul bahwa ini
- adalah tapi dia melakukannya lagi.
- Bahkan ini ada pandangan bahwa dosanya
- lebih besar dibanding dosa yang pertama.
- Kenapa? karena dia melakukannya dengan
- kesengajaan dan dengan pengetahuan. Maka
- oleh sebab itu dosa yang dilakukan oleh
- orang bodoh dengan dosa yang dilakukan
- dengan orang oleh orang berilmu berbeda.
- H ged
- kalau orang bodoh bisa jadi maaf
- dimaafkan langsung tapi orang berilmu
- ada prosesnya. Nah, maka oleh sebab itu
- kenapa karena mestinya orang berilmu itu
- diharapkan ngasih contoh tidak maksiat.
- Nah, tapi kemudian lagi-lagi
- kalau kita lihat orang berilmu melakukan
- kemaksiatan, jangan coba-coba ngikuti.
- Ah, di aja tuh ulama melakukan. Karena
- dia sudah tahu jalan tobatnya. Kalau
- antum kan belum tahu jalan tobatnya.
- Namanya orang bodoh.
- Nah, gitu ya. Nah, maka oleh sebab itu,
- Subhanallah, itulah ee maka oleh sebab
- itu kita mohon pertolongan Allah.
- Intinya situ, ya Allah, yaqbalika.
- Wahai yang membolak-balikkan hati,
- tetapkanlah hatiku dalam agamamu dan
- ketaatan kepadamu.
- Intinya kekuatan itulah yang harus
- senantiasa kita mintakan kepada Allah.
- Karena aduh masyaallah
- konsekuensi orang berilmu juga ada yang
- teruji. Dia tahu bahwa ini hukumnya
- begini, tapi dia masih melakukan.
- Kalau bukan pertolongan Allah, dia tidak
- akan mampu meninggalkan sesuai dengan
- pengetahuannya.
- Makanya kan banyak juga, mohon maaf ya,
- guru ngaji melakukan maksiat,
- penceramah melakukan maksiat.
- Nah, itu karena apa tadi? Bisa jadi dia
- khilaf.
- Khilaf itu ya bisa pemahamannya
- macam-macam. Tapi khilaflah kategorinya
- meskipun intinya adalah ngikuti setan
- kan begitu tapi oh dia khilaf.
- Kemudian dia nyesal tidak melakukannya
- lagi kan begitu. Nah, tetapi kemudian
- ada orang yang khilaf kemudian nyesal
- dan tidak melakukannya lagi. Tapi ada
- orang yang khilaf nyesal tapi melakukan
- lagi.
- Tuh. Maka oleh sebab itu ya muqallibal,
- maka oleh sebab itu hendaknya kita
- senantiasa dekat memohon kepada Allah
- agar Allah senantiasa membimbing kita.
- Makanya ketika kita membaca Al-Fatihah
- itu betul-betul dipahami.
- Ihdinasiratal
- mustaqim.
- Nah, orang yang kalau yang sudah tadi
- pemahamannya ke situ, ihdinasiratal
- mustaqim lama tuh.
- Ihdin kan kalau gini eiratal
- mustaqimathalladzina
- anamta alaihim giril magdubi alaihim
- wadin
- itu standar bacaannya.
- Tapi kalau bacaan di tahajud gitu ya,
- [mendengus] alhamdulillahiabbil
- alamin.
- Direnungi dulu tadi sampai dia
- berinteraksi dengan dirinya. Dusta kau
- kadabta anta. Kau katakan segala puji
- bagi Allah tapi faktanya kau sendiri
- ingin dipuji.
- Katanya alhamdulillahirabbil alamin gitu
- ya. Tapi kamu sendiri ingin dapat pujian
- sehingga kebenaran yang datang dari
- Allah engkau sembunyikan. Nah, makanya
- orang-orang yang itu tuh lama salat
- tahajudnya.
- Masyaallah. Nah, ketika tadi
- ihdinasiratal
- mustaqim.
- Ihdina itu bukan bukan tunjuki
- tapi tuntunlah.
- Tuntun.
- Nah, ihdinasiratal mustaqim. Karena
- mubasyaratan maf'ulnya disebut ihdinas.
- Tapi kalau ihdina ila ah itu tunjuki.
- Nah kan ada sementara surah apa dalam
- surah al-fatihah ihdinasiratal
- mustaqim mubasyaratan tanpa ila. Maka
- itu maksudnya maka tuntunlah kami di
- jalan yang lurus sirat ya. Sirat dengan
- sabil itu beda. Oke. Baik. Karena
- waktunya ya. Tetapi paling tidak sirat
- itu seluruh jalan, seluruh sabil.
- Makanya di dalam Al-Qur'an sirat itu
- tidak ada jamaknya. Yang ada mufrad.
- Oh, sirat. Mufrad.
- Heeh. Sirat. Adapun sabil ada subul.
- Jamak.
- Jamak gitu ya. Sabilillah ada suburus
- salam. Oke. Nah, maka oleh sebab itu
- sekali lagi ketergantungan kita kepada
- Allah harus senantiasa
- zikirnya tetap misalnya subhanallah.
- Subhanallah. Apa arti subhanallah?
- Annafyu.
- Subhanallah itu annafyu dipahami sebagai
- bentuk peniadaan.
- Bentuk peniadaan apa? Bentuk peniadaan
- segala kekurangan dan cacat.
- Jadi, subhanallah, maha suci Allah itu
- pengertiannya maha suci Allah dari cacat
- dan kekurangan.
- Nah, alhamdulillah itu isbat
- penetapan
- bahwa Allah itu maha sempurna.
- Kalau tadi bebas dari cacat dan yang
- sesuatu yang tidak layak, nah kalau
- sekarang alhamdulillah. Alhamdulillah.
- Allah itu maha sempurna yang maha
- mengabulkan. Maka orang yang mengucapkan
- alhamdulillah alhamdulillah tidak akan
- pernah ragu minta kepada Allah.
- Apa? Yakin betul semua permintaannya
- akan dikabul oleh Allah.
- Amin.
- Tuh itu alhamdulillah. Alhamdulillah.
- Maka dia tidak pernah gundah
- meskipun
- hidupnya pas-pasan. Allah belum
- menurunkan rezeki yang banyak gitu tapi
- dia tidak gundah.
- Wong kita aja naik pesawat tenang aja
- tidur bahkan ya. Padahal yang
- ngendalikannya pilot.
- Pilot
- lah. Kita yang ngendalikan Allah masa
- enggak tenang kan begitu.
- Astagfirullah.
- Yang mendalikan kehidupan kita kan
- Allah. Masa tidak tenang? Wong kita aja
- di di pesawat bisa tidur kok. Tenang aja
- ada pilot ini yang padahal pilot juga
- bisa salah. Eh ini zat yang tidak pernah
- salah, tidak pernah kelilu. Masa kita
- masih gundah. Ya gitu. La haula wala
- quwwata illa billah. Nah, begitu ya.
- Jadi saya kira
- ee sekali lagi menggantungkan diri
- kepada Allah itu sebuah keniscayaan.
- Kita akan senantiasa berpasrah diri dan
- mengatakan la haula wala quwwata illa
- billahil aliyil adzim.
- Maka semakin dihayati semakin pasrah,
- semakin
- khauf kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Ya, antara raja dan khauf itu kan harus
- dua-duanya harus ada.
- Iya,
- harus ada, harus seimbang. Tetapi untuk
- memaknai khauf tadi di antaranya oh
- masyaallah
- kan di dalam di jiwa kita juga ada
- pertanyaan-pertanyaan
- yang kadang dijawablah dengan ilmu yang
- kita pahami gitu. Khauf rasa takut
- kepada Allah harus ada sebagaimana raja
- sebagaimana harapan kepada Allah juga
- harus tumbuh. Nah, sehingga seimbang ah
- supaya tidak putus asa dan tidak ujug
- ujub.
- Nah, gitu ya. Tidak ujub mah semuanya
- diserahkan kepada Allah. E ya Allah
- kadang di hati eh saya insyaallah ibadah
- saya taat terus kok sama Allah. Ah
- pasti. Nah ingat tuh ingat kepada yang
- tadi. Ih ternyata saya banyak salah juga
- kadang ya. Jangan-jangan juga salah itu
- belum tentu diampuni oleh Allah lah.
- Maka senantiasa muncul maka istigfar.
- Jadi ada apa? Ada annafyu ada isbat ada
- istigfar.
- mohon ampun kepada Allah. Ada juga
- harapan-harapan. Maka oleh sebab itu,
- seorang ee apa? Orang berilmu
- seringkiali juga berdoa, "Ya Allah,
- saya melakukan maksiat bukan karena saya
- tidak tahu bahwa itu haram."
- Nah, ini ini dari sisi raja. Dari sisi
- raja.
- Tapi saya melakukan maksiat itu karena
- saya yakin Engkau Maha Pengampun. Dari
- sisi itunya rjanya.
- Tapi kemudian aduh nanti bisa disalah
- pahami kalau oleh orang awam tuh.
- Iya
- bisa disalah pahami. Tapi faktanya
- memang begitu juga. Nah maka muncul
- Allah itu syariul hisab. Cepat hisabnya.
- Eh misal walahum adzabun alim walahum
- adzabun adim.
- Ingat tuh kepada azab-azab itu maka
- kemudian menjadi seimbang. Nah nanti ee
- kesimpulannya adalah bahwa kita harus
- senantiasa menggantungkan kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Kemudian berusaha
- semaksimal mungkin menjauhi
- larangan-larangannya.
- Hasilnya serahkan kepada Allah
- gitu ya. Hasilnya serahkan kepada Allah.
- Tidak harus dipikirkan terus. Karena
- kalau dipikirkan terus jawabannya sama.
- Sama. Maka kemudian oh ya Allah.
- Ah akhirnya mintalah sama Allah gitu ya.
- Karena ee semua pertanyaan di dalam
- benak kita, di dalam jiwa-jiwa kita
- terjawab gitu ya. Terjawab itu termasuk
- apa? tergantung pengetahuan kita ya.
- Pengetahuan kita pun kadang ee kan ada
- yang melihat dari beberapa sisi. Nah,
- pengetahuan ini begini.
- Ee agar kita bisa baik sangka terus
- kepada Allah.
- Ee begini misalnya jika 5 + 5 = 10 gitu.
- Jika 5 + 5 = 10, bagaimana jika 5 + 5 =
- 14 atau 14 itu dianggap benar? Gimana
- caranya memahaminya? Y mesti harus cari
- alasan dengan pendekatan ilmu apa supaya
- 5 + 5 = 14 itu benar.
- Nah, maka dipahami secara filosofis 5 +
- 5 = 10. 10 itu apa?
- Nah, itu filosofis namanya. Sehingga
- nanti bisa membaca semua hukum-hukum
- syariat-syariat.
- 5 + 5 = 10. 10 itu diurai satu puluhan
- 0 satuan.
- Kan begitu di waktu kita SD tuh ya. 1-an
- 0an.
- 5 + 5 = 14. Supaya jadi benar. Gimana?
- Oh, satu enan
- satuan.
- 1an
- 1an berarti setiap enam satu kelompok
- enam satu kelompok enam satu kelompok
- ketika kita mau bikin grup polibal
- voli.
- Poli poli kan satu grupnya berapa orang?
- Enam orang.
- Misalnya 5 + 5 + 5 dari grup ini berapa
- grup bisa dibikin? Oh, sekian grup
- sisanya sekian satu empat. Berarti itu
- satu kelompok bola poli sisanya empat
- orang
- gitu. Maka Oh, jadi bisa benar itu jadi
- 5 + 5 14
- kan seperti begini. log 10 1
- tapi 2 log 8 gitu ya kan itu suya log
- 101 itu suya ada angka yang dihilangkan
- 10 10 log 10 gitu asalnya
- Ustaz.
- Heeh. Orang sains sih paham gitu kan.
- Heeh. Nah itu variasi-pariasi itu
- sebetulnya menunjukkan bagaimana kita
- bisa membenarkan orang yang beda dengan
- kita. He
- itu dengan tadi 5 + 5 = 10 menurut kita.
- Oh dia kok 5 + 5 kok 14. Oh ternyata
- dipahaminya begini sehingga akhirnya
- lapang dada. Kenapa dia? Oh dalilnya itu
- yang dipakai. Dalil saya ini.
- H.
- Nah kenapa itu bisa dipakai di dalam
- masalah muamalah
- apalagi masalah furuiah
- itu bisa dipakai.
- Jadi dalil ini, rumus ini kita pakai dan
- makanya saya berkeyakinan benar
- berdasarkan pemahaman saya. Benar
- berdasarkan pemahaman saya itu benar
- berdasarkan kaidah atau dalil yang saya
- pakai ini. Adapun mereka beda hasilnya.
- Oh, siapa tahu dia pakai kaidah atau
- rumus yang berbeda atau dalil yang
- berbeda. Itulah yang kemudian saya
- lapang dada. H. Kenapa? Karena saya bisa
- menduga mesti dia mereka pakai rumus
- yang berbeda gitu. Kalau itu sekali lagi
- masalah apa? Masalah muamalah atau
- masalah furuk.
- Furuk.
- Kalau masalah akidah diusahakan sama
- gitu ya. Meskipun juga ee ada hal-hal
- yang kemudian memang menjadi perdebatan.
- Nah, gitu saya kira ya. Ee jadi ini yang
- dapat saya jawab. Wallahu aam bissawab.
- Wallahuam bawab. Demikian Bapak Bagus,
- semoga dapat menjawab. Berikutnya
- pertanyaan dari Bapak Ramli, Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh,
- Ustaz, mohon pencerahannya. Bagaimana
- hukumnya jika seseorang yang mempunyai
- profesi sebagai buzer, Ustaz, yang
- kerjaannya menjelekkan pihak lawan,
- Ustaz? Baik. ee jawaban umumnya ngadu
- domba itu
- ya itu dilarang dalam Islam. Jadi ada
- kalau kategorinya ngadu domba kan bazar
- di katakanlah dia tidak terlibat karena
- dia dibayar ngadu domba kemudian cari
- kelemahan musuhnya nanti Bazer sonoh
- juga sama cari kelemahan musuhnya gitu
- ya. Nah, maka oleh sebab itu
- sesungguhnya titik islah, titik
- perdamaian,
- titik perbaikan itulah yang semestinya
- gitu loh bisa ditempuh gitu loh. Kalau
- tadi bohongnya bohong untuk ngadu domba,
- bohong untuk menjatuhkan lawan. Tapi
- kalau bohong masih boleh ditolelir
- ketika maksudnya adalah untuk islah.
- Misalnya sesungguhnya kubu ini itu ingin
- minta maaf tuh sama kubu yang
- sebelahnya. Begitu juga sama sebenarnya
- mereka sih ingin koalisi gitu loh. Jadi
- kalimat-kalimat bohong tapi yang
- dimaksudkan kebaikan itu masih bisa
- ditolerir. Tetapi kalau maksudnya tadi
- mencari kesalahan gitu ya. Nah, kemudian
- mencari kesalahan pun bisa dibagi dua
- gitu ya. bisa mencari kesalahan itu
- benar dia memang salah. Bisa mencari
- kesalahan ngada-ngada fitnah gitu ya.
- Kalau mencari kesalahan benar ya berarti
- kita ee apa namanya? Gibah. Kalau
- mencari kesalahan tapi tidak pernah
- melakukannya itu adalah fitnah. Maka
- sekali lagi ee apa namanya? menyerang
- lawan dengan hal-hal yang bohong apalagi
- tidak dibenarkan.
- Demikian saya kira yang dapat saya
- jawab. Wallahu aam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Bapak Rohili
- ya. Eh Bapak Ramli semoga dapat
- menjawab.
- Ini banyak pertanyaan tentang dosa,
- Ustaz.
- Oh iya iya iya.
- Berikutnya dari Ibu Aminah Ustaz.
- Naam.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Ustaz, kalau kita banyak melakukan dosa,
- apakah kalau kita bertaubat
- insyaallah apakah Allah mengampuni
- dosa-dosa kita, Ustaz?
- Namam, jika kita banyak dosa kemudian
- bertobat, apakah Allah akan mengampuni?
- Naam.
- Allah akan mengampuni. Bukan hanya Allah
- akan mengampuni. Kalau kita tobat, Allah
- sangat senang. senang
- tuh. Jadi bukan hanya mengampuni gak
- Allah suka.
- Sebaik-baik orang berdosa adalah
- bertobat. Tuh. Maka ketika kita punya
- salah, punya dosa bertobat. Allah suka.
- Allah suka itu kan berarti diampuni
- dosanya gitu loh ya. Apalagi kemudian
- karakter kita sebagai manusia gitu loh
- ya. Jadi ee jawabannya adalah naam.
- Jawabannya adalah pasti diampuni oleh
- Allah Subhanahu wa taala jika
- taubatannya adalah taubatan nasuha.
- Tidak seperti taubatan yang ditanyakan
- di awal. Ah, tobat tapi ngulang lagi
- tobat. Nah, nanti jatuhnya
- bisa jadi kalau ngulang-ngulang itu bisa
- jadi mempermainkan Allah. L gitu katanya
- sudah tobat. Tapi kalau kemudian tadi
- dia berupaya untuk tidak melakukan
- maksiat, tapi kemudian setelah sekian
- lalu apa? Jebol lagi. Nah, itu
- insyaallah ditolir gitu ya. Tetapi
- sekali lagi orang yang lebih baik adalah
- orang yang mampu mengendalikan hawa
- nafsunya. Meskipun sekali lagi tidak
- semua orang bisa, tetapi bukan berarti
- ya bukan berarti kita tidak mampu
- insyaallah dengan pertolongan Allah.
- Makanya tadi pendekatan diri kepada
- Allah harus senantiasa
- menemani upaya-upaya kita dalam mengabdi
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka
- kita mengatakan la haula wala quwwata
- illa billah.
- Tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas
- pertolongan Allah. Itu akan terasa dalam
- kehidupan sehari-hari ya. bagi mereka
- yang ee sudah punya pengetahuan tapi
- masih saja melakukan dosa gitu ya. Ada
- banyaklah setelah diteliti-teliti banyak
- dosa baik dosa kecil maupun dosa
- menengah mesti dilakukan baik oleh orang
- awam maupun orang berilmu gitu ya. Baik,
- demikian yang dapat saya jawab. Wallahu
- aam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Ibu Aminah
- semoga dapat menjawab. Berikutnya
- pertanyaan dari Bapak Rohili Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Saya Rohili di Pulau Gebang. Izin
- bertanya, Ustaz.
- Bagaimana jika berbuat dosa?
- Kalau sebelum
- kalau belum bertobat maka akan masuk
- neraka. Tapi bagaimana dengan mereka
- yang berbuat kemungkaran, dosa-dosa
- besar pada zaman Ahlul Fatrah, Ustaz?
- Apakah neraka berlaku bagi mereka,
- Ustaz?
- Baik, ya. Sebelum saya membahas Ahlul
- Fatrah, ya. Jadi, orang yang berdosa,
- dosanya dosa ya yang tidak terampuni,
- dosa syirik.
- Ketika dia tidak bertobat sebelum
- matinya, maka diancam oleh siksaan. Oke.
- Tapi ketika dia melakukan dosa dan
- dosanya itu dosa-dosa kategorinya
- kata dosa ee kecil, maka Allah
- bisa mengampuni. Bukan bisa Allah
- berkehendak mengampuni atau Allah
- membiarkan.
- Jadi kalau dosa kecil, dosa selain
- syirik itu Allah kalau Allah berkehendak
- mengampuni diampuni
- tanpa tobat.
- Tapi kalau menghendaki nyiksa, nyiksa
- gitu ya. Oke. Nah, maka oleh sebab itu
- sekali lagi orang yang syirik itu harus
- bertobat gitu. Nah, jadi orang jadi yang
- diancam neraka itu adalah mereka yang
- melakukan dosa syirik atau dosa besar.
- gitu ya. Ee apa namanya yang dinyatakan
- oleh Allah sendiri itu tidak akan
- diampuni dan dia tidak tobat maka
- diancam neraka. Tapi kalau tobat tadi
- kamu akan mendapatkan Allah maha
- pengampun
- kalau tobat itu ya. Nah, bagaimana
- dengan ahlul fatrah? Nah, gitu ya. Aduh,
- masyaallah. Ini fatrah sekarang
- manfaatnya apa sih kita membahas Ahlul
- Fatrah? Oh, sebagai keilmuan saja. Oke.
- Baik. Ya, Ahlul Fatrah ketika tidak ada
- yang datang kepadanya
- pemberi nasihat kan karena terputusnya
- Nabi ya kan.
- Nah, sesungguhnya kan sesungguhnya ada
- pelanjut
- ketika dia masih agamanya masih hanif,
- ada pelanjut setelah Nabi wafat itu gitu
- ya. Tapi karena misalnya ee sudah
- gunjang-ganjing persoalannya,
- agamanya sudah tak tidak diketahui mana
- yang benar, mana yang tidak benar, tidak
- ada lagi pemberi peringatan. Kemudian
- dilahir di masa matroh, sama nabi, nabi
- yang diutus belum juga datang. Maka ini
- nanti ada ujian
- pasca
- meninggal dunia.
- Nah, jadi penentuannya nanti ada ujian,
- ada tes
- gitu [berdehem] ya. Maka oleh sebab itu
- inilah bedanya
- ee Sayidina Abdullah dengan Abu Lahab
- gitu ya. Maka ada istilah apa? Istilah
- nonmuslim
- dengan kafir.
- Abu Lahab kafir.
- Kalau Sayidina Abdullah nonmuslim.
- Ee beda. Kenapa? Karena beda perlakuan.
- Kalau kafir langsung disiksa.
- Kalau nonmuslim ada ujian dulu tes gitu.
- Nah, begitu. Jadi ahlul fatrah itu tidak
- langsung ditetapkan. Maka oleh sebab itu
- hadis-hadis yang mengatakan
- bahwa abi
- wa abuka finar
- itu kemudian ditakwil
- atau dimaknainya tidak tekstual.
- Abi bapakku. Nah, dalam Al-Qur'an aba
- bapak-bapak itu bisa di dalamnya juga
- termasuk paman.
- Ma ta'buduna mim ba'di. Apa yang akan
- kalian ibadahi setelah aku? Aku akan
- mengibadahi Tuhan Bapakmu dan Tuhan-Than
- dari ee Ibrahim apa? Dari aba e dari aba
- itu jemah dari bapak-bapak. Tapi
- disebutnya di situ ada Ismail,
- ada Ishak
- gitu loh. Loh, Ismail dan Ishak itu kan
- adik kakak.
- Iya
- kan mesti salah satunya ketika itu orang
- yang ditanya turunan Nabi Yakub mesti
- ada yang menganggap paman salah satunya
- gitu ya. Ya kalau keturunan Ishak
- berarti ke Ismail paman.
- Nah maka Abi dimaknai pamanku
- gitu loh. Karena ada di antara
- paman-paman Nabi yang telah didakwahi
- kafir menuntut hatinya menolak syariat
- Islam. dan meninggal dalam keadaan kafir
- gitu ya. Nah, ini saya kira jadi
- ee ahlul fatrah itu kurang lebih begitu
- yang saya pahami. Demikian yang dapat
- saya jawab. Wallahu aam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Bapak Rohili
- semoga dapat menjawab.
- Ee lanjut Ustaz.
- Iya.
- Sekarang pertanyaan dari Bapak Raya,
- Bapak Haji Raya Depok, Ustaz.
- Heeh.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga Ustaz Ahmad Saleh dan Kru Rasil
- sehat walafiat.
- Amin. Allahum amin.
- Ustaz ee
- pertanyaan saya dalam salat ini
- pertanyaan dalam salat, Ustaz.
- Oke.
- Dalam salat saya kurang sujud. kurang
- kurang sujud baru satu kali sujud pada
- rakaat terakhir. Kemudian makmum
- memperingati saya.
- Heeh.
- Maka saya lakukan sujud terakhir.
- Iya. Sujud sahwi.
- Sujud sahwi. Tapi ee pada saat sujud
- sahwi makmumnya tidak mengikuti sujud
- sahwi. Ustaz bagaimana itu? Kemudian
- bagaimana itu, Ustaz?
- Oh iya.
- Terima kasih, Ustaz.
- I. Baik. sepengetahuan saya imam
- dijadikan itu untuk diikuti makmum gitu
- dulu kaidahnya.
- Jadi kalau kemudian imam melakukan
- sesuatu makmum tidak mengikuti berarti
- putus hubungan imam-makmumnya
- gitu loh. Jadi kategorinya mufaraqah
- gitu kalau tidak ngikuti imam gitu loh
- ya. Tapi kemudian kalau tidak diniatkan
- mufaraqah gimana? Nah ini persoalan
- sekali lagi ya. Jadi bahkan imam salah
- pun diikuti. Misalnya begini mestinya
- [berdehem][batuk] ee seperti tadi ee
- katakanlah sujud kedua tapi kemudian
- salam.
- Si imamnya salam mestinya kan sujud
- keduanya ditinggalkan. Kemudian makmum
- mengatakan subhanallah.
- Imamnya
- tetap nyelesaikan salamnya langsung
- zikir. Setelah subhanallah sudah tiga
- kali kemudian ini baru kan salam tuh.
- Salam. Asalamualaikum. Pak, Pak, Pak.
- Tadi kurang sujudnya kurang satu.
- Nah, terus gimana ditambah? Ayo kita
- nambah lagi. Nambah satu sujud.
- Sujud sahwi.
- Nah, tambah lagi satu sujud. Kemudian
- sujud sahwi.
- Ah, kemudian salam. Hm. Gitu loh ya.
- Karena ini pernah terjadi ee Rasul
- sendiri pernah dalam tanda petik lupa
- satu rakaat. Sehingga sahabat bertanya,
- "Ya Rasulullah, apa salat ini di qasar?"
- Enggak, enggak. Tadi kurang satu rakaat.
- Oh, gitu. Gitu. Nah, kenapa kemudian
- kenapa tidak bilang subhanallah gitu ya?
- Nah, tapi kemudian faktanya itu ee maka
- kemudian Nabi menyuruh, "Udah kalau gitu
- kita tambah lagi satu rakaat.
- Nitabah satu rakaat kemudian Nabi sujud
- sahwi dan salam. Ah jadi ee kalau tidak
- mengikuti ini persoalan pertama bagi
- mereka yang niatnya mufaraqah berarti
- diserahkan kepada apa yang dia ingin
- lakukan.
- Tapi tetap harus aturan-aturan salat kan
- begitu. Tapi kalau dia apa namanya
- bermakmum kepada imam itu berarti dia
- harus ngikuti imam. Kalau seperti tadi
- imamnya kurang satu sujud,
- iya diperingatkan subhanallah enggak
- ngerti, subhanallah enggak ngerti,
- subhanallah tidak ngerti juga. Baru kita
- ikut salam, setelah itu ngomong
- ya,
- Pak atau Pak Imam. Kurang satu sujud
- kita ini. Oh, kurang satu sujud. Ayo
- kalau gitu kita tambah. Nah, gitu.
- tambah satu sujud kemudian
- sujud sahwi. Nah, baru kemudian tadi.
- Maka itulah kurang kurang lebih ee apa
- namanya? Jadi salamnya jadi salamnya dua
- kali
- ya karena memang karena lupa tadi. Nah,
- seperti itu kurang lebih yang dapat saya
- ee jawab karena persoalan-persoalan itu
- menarik kan. Ee
- hubungan makmum dengan imam itu ya
- menariklah gitu loh ya. sehingga
- kemudian perlu kita memahami ee
- fikih-fikih yang demikian itu. Meskipun
- tidak semua pemahaman dipahami, tapi
- paling tidak ada pemahaman dasarlah.
- Demikian. Wallahuam
- bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian
- Bapak Raya semoga dapat menjawab.
- Berikutnya terakhir mungkin Ustaz.
- Namam
- dari Bapak Dodi di Cilangkap Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Izin bertanya, Ustaz.
- Nam
- kalau saya ada rezeki, manakah yang
- lebih utama? Apakah saya sedekah untuk
- fakir miskin
- apa untuk memberangkatkan
- ustaz atau orang saleh ibadah umrah,
- Ustaz? Jazakullah [tertawa] kiran.
- Iya. Baik. Masyaallah. Jika pertanyaan
- itu dihadapkan ke saya, maka saya akan
- jawab, "Dahulukan menyantuni fakir
- miskin."
- Karena memberangkatkan ustaz atau orang
- saleh untuk menunaikan ibadah haji.
- Kalaupun Anda tidak memberangkatkan
- haji, tidak dosa. Satu.
- Kedua, ustaz tersebut tidak dosa
- kalaupun tidak menunaikan ibadah haji.
- Kalau memang belum mampu.
- Adapun menyantuni fakir miskin itu
- kewajiban. Bahkan kita disebut pendusta
- agama kalau tidak merhatikan fakir
- miskin. Maka oleh sebab itu hendaknya
- kita mendahulukan apa? Fakir miskin.
- Kecuali begini,
- yang punya harta itu di lingkungan kita
- banyak
- dan fakir miskinnya sangat sedikit.
- Kalaupun kita tidak menyantuni fakir
- miskin pada saat itu telah di-cover oleh
- tetangga kita, maka boleh saja kemudian
- kita memberangkatkan orang saleh atau
- ustaz yang belum menunaikan ibadah haji
- dan umrah. Tapi kan sesungnya mereka
- belum wajib.
- Karena belum wajib gitu, maka tidak
- apa-apa susunya kalaupun tidak
- diberangkatkan.
- Nah, jadi tetapi kalaupun itu diambil
- langkahnya tidak ada masalah karena
- fakir miskin juga tertangani
- gitu. Kecuali di tempat kita ini
- terbatas atau ada banyak orang punya
- harta tapi untuk menyantuni fakir miskin
- keteteran karena fakir miskinnya banyak.
- Karena keteteran maka difokuskanlah
- menyantuni fakir miskin dengan
- mengabaikan, memberangkatkan ustaz
- menunaikan ibadah haji dan umrah karena
- ustaz belum wajib gitu ya. Jadi itu
- kurang lebih yang dapat saya jelaskan.
- Wallahuam
- bisawab.
- Wallahuam bawab. Demikian Bapak Dodi
- semoga dapat menjawab. Alhamdulillah
- kita sudah di
- akhir waktu. Terima kasih kepada ikhwan
- akhwat yang sudah bertanya dan menyimak.
- Kemudian kita bacakan lagi ke ee
- komentar-komentar dari Bapak Rahman.
- Alhamdulillah Ustaz ikut
- deres ilmu, Ustaz.
- Ah, masyaallah. Barakallahu fikum.
- Kemudian dari Ibu Retno, alhamdulillah
- hadir penyimak melalui radio Ustaz.
- Barakallahu fikum.
- Bapak Abdul Rasid juga. Bapak Arwin.
- Alhamdulillah, Ustaz. Terima kasih atas
- nasihat, tausiah, dan pencerahannya,
- Ustaz.
- Barakallah fikum.
- Kemudian dari Ibu Hani.
- Alhamdulillah Ustaz menyimak melalui
- radio pencerahan tausiah sore, Ustaz.
- Alhamdulillah. Terima kasih, Ikhwan
- Awat. Ibu Angit juga alhamdulillah
- menyimak tausiah sore.
- Terima kasih kepada seluruh ikhwan
- akhwat. Baik, Ustaz. Sebagai penutup,
- Ustaz, tafadol, Ustaz. Nam sebagai
- penutup. Maka oleh sebab itu hendaknya
- kita kendalikan lisan
- agar supaya tidak melakukan kemaksiatan.
- Maka solusinya hendaknya banyak berzikir
- ya. Ee bicara jika ada manfaatnya
- lakukan. Tapi ketika kita bicara banyak
- bicara ke sana kemari tidak ada
- manfaatnya hindari. Maka isilah dengan
- zikir, istigfar,
- baca selawat gitu ya. Maka ee baik juga
- ketika kita punya amalan harian.
- Nah, amalan harian itu salah satunya
- untuk menutup
- kemaksiatan-kemaksiatan.
- Maka misalnya, "Oh, saya baca inilah
- tiap hari." Kalau biasanya kita yang
- tidak punya pekerjaan,
- yang sudah pensiun atau misalnya ee
- preland. Nah, itu kan sangat apa
- namanya? sangat riskan karena
- waktu-waktunya banyak kosong. Maka
- segeralah dengan baca Quran, zikir, baca
- selawat, istigfar dan lain sebagainya.
- Ya, demikian yang dapat saya ee
- kemukakan. Wasallallahu ala nabiyina
- Muhammadin walhamdulillahi rabbil
- alamin. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Jazakumullah khairan
- kiran, Ustaz.
- Wyakum.
- H ini juga ada
- dari mohon doanya dari
- mohon doa dari
- ee di Sukabumi. Ikhwan dari Sukabumi
- sedang
- kena musibah penyakit. Ustaz mohon
- doanya dari semua pendengar asir.
- Masyaallah.
- Jazakullah, Ustaz. Ya, baik. Semoga eh
- Bapak Aab Supriatna di Sukabumi Allah
- sembuhkan
- penyakitnya. Dan kepada seluruh ikhwan
- awat yang sedang dalam sakit juga kami
- doakan semoga Allah segera angkat
- penyakitnya.
- Amin. Allahum amin.
- Terima kasih Ustaz. Terima kasih ikhwan
- akhwat. Saya Fauzi Ridwan mohon maaf
- atas segala khilaf dan serta Neza dan
- juga Yusuf bangkit. Subhanakallahumma
- wabihamdika asadu ilahaill astagfiruka
- waubuik. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.