Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brail
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Allahumma shi ala sayyidina Muhammad wa
- ali sayidina Muhammad. Alhamdulillah
- kita berjumpa lagi hari ini hari A Jumat
- tanggal 15 Muharram 1457 Hijriah atau 18
- Juli 2025. Kita jumpa lagi dalam
- renungan di bawah nangun Al-Qur'an untuk
- edisi tanya jawab. Silakan kirim
- pertanyaan Anda ke 0811999
- ee 720. Nanti akan dijawab oleh Ustaz
- Husein insyaallah ya. Baik. Asalamu
- Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Abang Ondi dan Algi juga mendampingi
- kita. Baik, kita mulai acara ini dengan
- membaca al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- Maiki yaumiddin.
- Iyaka na'budu wa iyyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim waladin.
- Alhamdulillah kita sudah baca alfatihah.
- Nita dalam memahami apa-apa yang
- diuraikan oleh ustazah. Baik, pertanyaan
- pertama dari Ibu Inayah Ciputata.
- Asalamuin.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Kalimat bismillah huruf ba adalah
- alistianah. Apakah dimaksud dengan
- al-istianah ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammadin wa ali Muhammad.
- Assalamualaika ya rasulullah. Assalamu
- ala ahli bait thyibin.
- Wasalamu ala shabatikal gurril mayamin
- wasairina ala nahjikal qawimi ila
- yaumiddin.
- Wasalamu alaina wa ala ibadillahi
- shihin. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. Allahumma atina minika
- rahmah waimna min ladunka ilman nafi
- unfa bimaamta
- wab'du menjawab pertanyaan Ibu Inayah ya
- Ibu Inayah
- pada saat seorang membaca
- bismillahirrahmanirrahim
- apa tujuan
- dia memulai
- pekerjaannya nya
- memulai katakan bacaannya dengan membaca
- bismillah.
- Nah, para ulama mengatakan bahwa
- ketika dia memulai membaca bismillah
- maka maknanya abtadiu
- musta'inan.
- abtadiu ya
- mustain
- mustainan artinya aku memulai
- pekerjaanku abtadiu amali atau abtadiu
- qiroati mustahinan ya bismillah dengan
- nama Allah
- jadi ba di sini maksudnya ya menunjukkan
- arti apa
- mohon pertolongan dan bantuan Allah
- subhanahu wa taala dengan menyebut dan
- membaca nama Allah Subhanahu wa taala
- agar pekerjaan kita ini berjalan dengan
- apa? Dengan mudah, dengan lancar ya.
- Diterima dan diberkahi oleh Allah
- subhanahu wa taala.
- Jadi mereka menafsirkan bahwa ba di sini
- ya berarti istianah artinya mohon
- bantuan. Mohon
- bantuan.
- Bantuan dan pertolongan.
- Tapi sebetulnya
- makna dari ba di sini bukan hanya
- permohonan bantuan dan pertolongan, tapi
- juga apa?
- Kita sebagai hamba yang menerima karunia
- yang tak terhingga dari Allah Subhanahu
- wa taala
- yang memberikan kita akal kemampuan
- untuk bekerja.
- Juga pada saat kita menikmati
- nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada
- kita, kita membaca nama Allah Subhanahu
- wa taala dengan sendirinya. Ya, tujuan
- kita membaca pada saat tujuan kita
- menyebut nama Allah pada saat kita makan
- dan minum dengan sendirinya bukan
- berarti apa? Lil istianah.
- Tapi kita makan minum ya dengan
- menyebutkan nama Allah karena Allah
- Subhanahu wa taala pencipta kita yang
- menganugerahkan berbagai macam nikmat
- nikmatnya kepada kita dengan sendirinya
- menyebutkan nama Allah Subhanahu wa
- taala. Kita memohon dari Allah Subhanahu
- wa taala izin dan restunya untuk dapat
- menikmati nikmat-nikmatnya
- dan mohon kepada Allah untuk memberkahi
- makanan yang Allah berikan kepada kita
- dan juga berarti syukur kepadanya pada
- saat kita menyebut nama Allah. Di
- samping kita mohon izin dari Allah ya
- untuk mencicipi nikmatnya juga ungkapan
- syukur kita kepada Allah subhanahu wa
- taala dan juga mohon kepada Allah
- bantuannya.
- agar apa yang kita makan menjadi
- keberkahan,
- kesehatan bagi kita semua. Jadi makna ba
- di sini bukan hanya untuk memohon izin,
- untuk memohon pertolongan.
- Pada saat kita menyembelih seekor ayam
- atau kambing ataupun sapi,
- dengan sendirinya makhluk hidup ini kan
- milik Allah. Allah Subhanahu wa taala
- anugerahkan bagi kita. Kalau kita
- memotong tanpa menyebutkan nama Allah,
- ini merupakan sikap lancang.
- kita mengambil sesuatu, menyembelih
- sesuatu tanpa seizin pemiliknya. Maka
- pada saat kita memotong sembelihan kita
- dengan menyebutkan nama Allah, kita
- menyebutkan nama pemiliknya, memohon
- izin dari pemiliknya,
- kemudian mohon kepada Allah Subhanahu,
- mohon kepada Allah Subhanahu wa taala
- untuk memberkahi apa-apa yang kita makan
- dan juga sebagai ungkapan syukur kita
- kepada Allah. Karena segala sesuatu
- berasal dari Allah dan juga kembali
- kepada Allah. Jadi bismillah sebetulnya
- merupakan
- simbol dari seorang yang bertauhid
- kepada Allah Subhanahu wa taala yang
- menyadari bahwa seluruh miliknya adalah
- milik Allah. Maka dalam segala hal
- selalu dia memohon izin dari Allah
- sebagai ungkapan syukurnya dan juga
- mohon kepada Allah untuk memberikan
- kepadanya keberkahan pada apa yang
- dimakan, yang diminum juga pada saat dia
- membaca ataupun bekerja. Jadi ba di sini
- bukan hanya berarti istianah tapi
- mengandung makna yang amat mendalam di
- mana kita menyadari dan mengakui semua
- nikmat berasal dari Allah.
- Maka kita memulai dengan menyebut nama
- Allah dan juga mengungkapkan syukur yang
- tak terhingga kepadanya. Wallahuam.
- Baik, selanjutnya dari Bapak Syukur di
- Purwakarta. Asalamualaikum, Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Apakah kita ee bertanya
- masalah-masalah ilmu keislaman dengan
- menggunakan chat GPT dan sejauh mana
- akurasinya dan kesesuaiannya pada
- Al-Qur'an dan hadis dari Bapak Syukur.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rabbanaidna ilman waikna bihin.
- Kita memanfaatkan GPT ya sebagai
- bantuan merupakan hal yang baik.
- Saya sering mencoba bertanya kepada GPT
- apa-apa yang berhubungan dengan
- ayat-ayat Allah? Bagaimana makna ayat
- ini?
- Uraaian yang diuraikan oleh GPT ternyata
- mengandung uraian dan penjelasan yang
- lebih simpel, lebih mudah dibandingkan
- terjemahan-terjemahan yang terdapat
- dalam apa? Terjemahan Departemen Agama
- atau terjemahan Saudi Arabia. Dia
- berikan terjemahannya. Kemudian dia
- berikan kesimpulan
- dari ayat tersebut merupakan hal yang
- baik dan positif.
- Begitu juga pada saat kita katakan
- bertanya kepada GPT, bagaimana kita
- menjadi orang yang bertakwa? Dia berikan
- bimbingan petunjuk yang amat indah untuk
- menjadi orang yang bertakwa.
- Ini merupakan hal yang positif.
- Tetapi walaupun demikian ya kita tidak
- mungkin menyamakan antara GPT dengan
- kitab Allah.
- Dengan apa? Dengan kitab Allah. dan
- petunjuk rasul-Nya. Oleh karena itu,
- kita memanfaatkan GPT ya dengan
- sebaik-baiknya, tapi yang kita rasakan
- salah ya dengan sendirinya kita hindari.
- Dalam segala hal kita mengambil yang
- baik, yang jernih, sedangkan yang kotor
- kita sisihkan. Oleh karena itu apabila
- kita memanfaatkan GPT ya mengenai satu
- informasi jangan kita telan begitu saja.
- hendaknya kita kalau bisa bertanya
- kepada yang ahli apakah betul
- terjemahan, uraian dan maksud yang
- diterangkan oleh GPT.
- Jadi, dalam hal ini kita harus memahami
- betul-betul bahwa apa yang diuraikan
- oleh GPT tidak bersifat sakral,
- tapi tergantung kecocokan
- dengan kebenaran. Dan tolak ukur
- kebenaran dalam agama kita adalah kitab
- suci Al-Qur'an dan petunjuk nabinya
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam.
- Jadi kalau ada yang meragukan, ada yang
- tidak jelas, fas'alu ahladzikri in
- kuntum laun. Tanya pada ahlinya,
- mereka-mereka yang berilmu, yang
- bertakwa kepada Allah subhanahu wa
- taala.
- Dan perlu kita ingatkan kepada para
- ustaz,
- para kiai,
- para habaib, begitu juga kepada para
- guru agar mereka tidak bicara
- sembarangan.
- Karena apa yang mereka sampaikan
- mudah sekali untuk dicek
- apalagi untuk kalangan yang
- berpendidikan. mereka dapat membuka GPT
- lalu membandingkan apa yang disampaikan
- dengan fakta-fakta yang dipaparkan oleh
- GPT. Kalau seandainya mereka berbicara
- tanpa dasar, tanpa ilmu, ya tanpa
- argumen, mereka akan jatuh di mata para
- pengikut mereka.
- Kepercayaan masyarakat akan hilang dan
- mereka akan kehilangan legitimasi
- mereka. Oleh karena itu, hendaklah
- setiap orang berbicara berbicara atas
- dasar ilmu, atas dasar kebenaran. Jangan
- suka menyebarkan kebohongan atau ikut
- menyebarkan berita-berita hoa seperti
- yang saya jumpai pada sebagian media
- dakwah,
- baik melalui YouTube-nya,
- baik itu melalui ee Facebook-nya,
- Instagram-nya.
- Banyak sekali waliyadubillah
- cerita-cerita, berita-berita hoa bahkan
- menjurus ke arah fitnah.
- Jadi hendaknya bicaralah sesuai dengan
- pengetahuan kita. Wala takfu ma
- laisaraka bihi ilmun. Jangan bicara
- tanpa dasar ilmu. Jadi pada saat ini
- ulama-ulama, kiai, para habaib, para
- ustaz ya mereka sebetulnya akan apa?
- apa yang mereka bicarakan akan dicompare
- dengan data-data yang mereka baca,
- mereka terima dari GPT. Jadi hati-hati
- kontrol pengawasan terhadap apa yang
- mereka ucapkan, pernyataan yang mereka
- nyatakan bukan lagi seperti dulu
- diterima oleh mereka yang kosong dan
- ditelan begitu saja. Sekarang mereka
- bisa melakukan komparasi.
- Jadi hendaklah kita berhati-hati jangan
- sampai kita menodai kehormatan agama
- kita dengan kebohongan dan hoa hoax yang
- kita sebarkan. Wallahuam.
- Baik, selanjutnya dari Ibu Sri Ningsi di
- Banyuwangi. Asalamualaikum Husin.
- Waalaikumsalam warahmatull.
- Apakah mungkin seseorang melakukan
- syirik tanpa menyadarinya? Seperti
- apakah bentuk syirik dalam kehidupan
- modern?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ada sebuah riwayat berbunyi, "Asyirku
- billah akhfa min dabibi namlatin sauda
- ala sakhratin e sauda fi lailatin
- dolma."
- Asyirku billah akhfa min namlatin sauda
- ala shrin
- somma fi lailatin dolma. Syirik ini
- lebih halus daripada semut hitam di atas
- batu hitam pada saat malam yang gelap
- gulita.
- Karena syirik ini wali iyadzubillah
- berasal dari bisikan dan tipu daya
- setan. Dan setan sebagaimana yang
- Al-Qur'an sebutkan ya, di antara
- kebiasaannya
- adalah apa? Bersembunyi. Tidak berani
- tampil secara terang-terangan. Oleh
- karena itu kita berlindung
- azubirabbinnas malikinnas ilahinnas min
- syarril waswasil kh alwas alkhannas yang
- bersembunyi halus
- pada saat orang beramal yang dilakukan
- amal kebaikan
- setan bisa masuk ke dalam hatinya ya
- untuk apa mengalihkan tujuan dari
- amalnya yang tadinya lillah dengan
- sedikit pujian sanjungan dia lupa.
- Akhirnya amal yang dimaksudkan untuk
- Allah mulai dengan bisikan setan membuat
- dia bangga, membuat dia menyebutkan
- tanpa dia sadari.
- Akhirnya kehilangan manfaat dari apa?
- Dari amalnya.
- Masuk dalam syirik sagir yaitu riya.
- Begitu juga
- pada saat orang
- mengaku beriman kepada Allah.
- mengaku beriman kepada Allah,
- beriman kepada kitabnya sebagai pedoman
- hidup. Tapi ternyata iman hanya sebatas
- ucapan atau sebatas katakan makrifah
- dalam hatinya, tapi tidak mempengaruhi
- perilakunya. Di mana dalam jalan
- hidupnya dia tidak mengikuti sama sekali
- kitab Allah dan petunjuk Rasul-Nya, tapi
- dia mengikuti gaya hidup orang yang
- tidak beriman. Ini juga bahagian dari
- syirik. Bahagian dari sy
- syirik.
- Syirik.
- Karena apa? Karena dia mengaku beriman
- pada Allah, beriman kepada kitabnya,
- tapi dalam kehidupannya tidak mengacu
- kepada kitab Allah. Padahal kitab Allah
- bukan hanya untuk dibaca dengan suara
- yang indah atau untuk dihafal, tapi
- untuk dijadikan sebagai pedoman hidup.
- Hingga Allah berfirman, "Waman lam
- yahkum bima anzalallah faulaika humul
- kafirun." Siapa yang tidak mau menerima,
- memutuskan
- dalam ee kehidupannya dengan hukum
- Allah, Allah nyatakan mereka sebagai
- orang yang kafir.
- Dengan sendirinya ini berlaku oleh
- berlaku kepada orang-orang yang punya
- kemampuan wewenang. Dia gantikan hukum
- Allah Subhanahu wa taala dengan hukum
- selainnya.
- Tapi kalau masyarakat awam yang tidak
- punya wewenang, mereka tidak terkena
- sanksi ini. Tapi yang punya wewenang
- untuk menegakkan hukum Allah, lalu dia
- menolak dan digantikan dengan yang lain,
- dia masuk dalam kategori orang yang
- kafir. Artinya ingkar kepada Allah
- walaupun dia mengaku bersumpah sebagai
- seorang muslim.
- Syirik ini betul-betul amat banyak.
- pada saat dia menggantikan
- apa yang datang dari Allah Subhanahu wa
- taala yang bertujuan untuk menyatukan
- umat digantikan dengan nama-nama
- slogan-slogan dan atribut-atribut ya
- yang menggantikan apa yang datang dari
- Allah dengan selainnya hingga umat
- terjerumus dalam fitnah perpecahan. Ini
- masuk juga dalam kata syirik. H
- sebagai contoh, Allah Subhanahu wa taala
- memberikan nama untuk kita sebagai
- identitas, yaitu al-Islam
- dan muslim.
- Allah berfirman,
- "Waraditu lakumul islama dina." Allah
- juga tegaskan, "Innaddinaallahil
- islam."
- Begitu juga Allah tegaskan
- yang diterima di sisi Allah
- sebagai agama dan pedoman hidup yang
- mengatur kehidupan kita adalah Islam
- yang artinya berserah diri secara penuh
- kepada Allah.
- Barang siapa yang
- mengikuti
- agama yang bukan Islam yang dasarnya
- patuh tulus berserah diri kepada Allah,
- sekali-kali tidak akan diterima di sisi
- Allah dan di hari akhirat dia termasuk
- orang yang merugi.
- Dan nama Islam ini bukan nama baru dari
- mulai masa nabi kita. Tapi nabi-nabi
- sebelumnya semua mengajak orang untuk
- mengislamkan diri mereka kepada Allah.
- Sebagaimana Allah berkata pada Ibrahim,
- idola lahu rbuhu aslim qala aslamtu
- lirabbil alamin. Ini merupakan nama yang
- Allah berikan kepada kita yang
- [berdehem] Allah ridai. Sedangkan
- nama-nama lain bukan datang dari Allah
- dan tidak menjamin keridaan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Apalagi kalau menggantikan nama ini yang
- menjerumuskan umat dalam fitnah dan
- perpecahan.
- Oleh karena itu, mari kita kembali semua
- ya kepada identitas yang Allah berikan
- kepada kita. Bahkan Rasul mengajarkan
- kepada kita doa untuk menekankan,
- menegaskan masalah ini. Roditu billahi
- rban wabil islami
- dinan wabi Muhammadin nabian wa rasula.
- Aku rida ya Tuhanku yaitu Allah sebagai
- apa? Sebagai Rabbku.
- Allah bukan hanya Tuhan yang aku sembah
- tapi yang membimbing menuntun dan
- mengatur hidupku dengan hukum-hukum dan
- aturan yang Allah berikan.
- Wabil islami dina Islam sebagai agamaku.
- Wabi Muhammadin nabiyan wa rasula. Dan
- Muhammad sebagai nabi dan rasul. Islam
- rukun-rukunnya jelas.
- Kemudian fondasinya keimanannya juga
- jelas. Kalau kita umat Islam mau bersatu
- dalam Islam,
- menanggalkan pakaian-pakaian
- golongan ya yang memecah belah kita,
- merobohkan sekat-sekat di antara kita
- bersatu dalam Islam, berserah diri
- kepada Allah. Apabila perbuatan kita,
- sikap kita, tindak tanduk kita
- bertentangan dengan apa yang Allah
- turunkan dalam kitabnya, kalau kita
- sebagai muslim kita rela untuk
- memperbaikinya. Jangan mengatakan, "Saya
- ikuti nenek moyang saya. Saya ikuti guru
- fulan, ustaz fulan atau kiai fulan atau
- habib fulan, tidak. Mereka semua harus
- tunduk kepada Allah. Oleh karena itu,
- radio silaturahmi ini membangun hubungan
- atas dasar iman dan Islam, bukan atas
- dasar kelompok, sekte, mazhab atau
- partai. Karena semua ini tidak sama
- sekali memiliki dasar dan rujukan yang
- berasal dari Allah maupun dari
- Rasul-Nya.
- Jadi kita ingin betul-betul membersihkan
- kehidupan kita kaum muslimin dari
- sebab-sebab pertentangan perselisihan
- yang membuat kita terjer rumus dalam
- kebencian. Nah, pandangan kita terhadap
- Imam Syafi'i, Maliki, Hambali sebagai
- guru-guru ya yang memimpin
- umat pada masa hidup mereka dan mereka
- tidak pernah sama sekali mengajak orang
- untuk menjadikan mereka sebagai atribut
- bagi para pengikuti. Tetap mereka
- termasuk Rasul, para sahabat mengajak
- kepada Allah. Jadi orang yang suka
- bertepuk dada, membanggakan kelompok dan
- golongannya, yakin bahwa dia orang
- musyrik.
- Dan bukan saya yang bicara, tapi Allah.
- Wala takunu minal musyrikin. Jangan kamu
- tergolong orang musyrik. Kalau tidak
- salah ayat 31 dari surat Rum. Jangan
- sekali-kali kalian tergolong dari orang
- musyrik. Siapa mereka ya Allah?
- Minalladzina farquinahum. Yaitu mereka
- yang memecah belah agama mereka.
- Wanu Syia. Akhirnya mereka
- bergolong-golongan. Kullu hizbin
- bimaadahim farihun. Tiap hizib, tiap e
- kelompok merasa bangga dengan apa yang
- ada pada mereka.
- Jadi kata Syiah, jamak dari Syiah itu
- adalah artinya pengikut.
- mereka mendirikan kelompok ya dengan
- doktrin-doktrin yang mereka ikuti. Jadi
- sebetulnya kata Syiah bukan hanya
- berlaku kepada Syiah Iran, berlaku
- kepada Syiah di Yaman, tidak.
- Tapi berlaku untuk setiap kelompok.
- Jadi sekarang ahlusunah yang menamakan
- sebagai Ahlusunah sebagai mazhab ya,
- bukan sebagai acuan yang merujuk kepada
- sunah Rasul, mereka juga Syiah.
- Hm.
- Salafi juga Syiah.
- Semua adalah Syi Syiah.
- Nah, baru betul-betul mereka akan
- diterima oleh Allah dan disambut oleh
- Allah kalau mereka semua kembali kepada
- Allah, bersatu dalam Islam. Kalau tidak,
- saya khawatir mereka masuk dalam
- kategori orang-orang yang
- mempersekutukan Allah. Allah berikan
- nama yang indah, berikan jalan hidup
- yang indah, turunkan kitabnya sebagai
- buku undang-undang. Mereka tinggalkan,
- mereka gantikan dengan doktrin-doktrin.
- Satu dari salaf,
- satu juga dari riwayat-riwayat
- yang bertentangan dengan petunjuk Allah
- yang mengajak kita kembali kepada Allah
- subhanahu wa taala. Maka dengan tegas
- Allah mengatakan, "Innalladzina farraqu
- dinahum wau syiasta minhum fi
- sesungguhnya mereka-mereka yang memecah
- belah agama mereka hingga mereka
- bergolong-golongan terpecah-pecah. kamu
- bukan dari mereka. Artinya kamu bukan
- pemimpin mereka, mereka bukan
- pengikutmu. Ini yang saya sampaikan
- bukan pendapat mazhab, bukan juga ucapan
- rasul, tapi firman dari Allah yang
- menekankan bahwa seorang baru tauhidnya
- akan diterima
- pada saat dia mentauhidkan kalimahnya
- dalam tauhid, menyatukan kalimahnya,
- hatinya dalam bertauhid. Jadi mengajak
- kita berjamaah.
- bekerja sama saling mencinta di jalan
- Allah. Inilah merupakan slogan semboyan
- hidup yang selalu kita kumandangkan.
- Mudah-mudahan hingga akhir hayat kita
- tidak dicemari nodari oleh fanatisme
- bergolongan dan berkelompok, tapi kita
- memandang semua kaum muslimin adalah
- saudara kita. Kita mengajak bukan
- mencaci, bukan mencerca tapi mengajak
- untuk bersama-sama berkumpul di jalan
- Allah.
- bukan sebagai pengikut, tapi sebagai
- sahabat dan teman perjalanan.
- Sebagaimana Nabi memandang orang yang
- beriman kepadanya sebagai
- sahabat-sahabat beliau yang mulia yang
- berjuang menuju Allah. Ini yang kita
- inginkan. Wallahuam.
- Baik, selanjutnya dari Bapak Ali Basah
- di ISAB Bumi. Asalamualaikum Ustaz
- Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi.
- Izin bertanya. Ketika membaca Al-Qur'an,
- selawat atau zikir atau tasbih yang
- dipandang baik oleh Allah banyak
- jumlahnya atau keikhlasannya. Sedangkan
- ada zikir dan selawat yang jumlahnya
- ratusan. Bagaimana tanggapan Pak Ustaz
- demi kebaikan untuk hambanya? Mohon
- penjelaannya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Pada saat kita membaca Al-Qur'an,
- Allah Subhanahu wa taala bukan melihat
- banyaknya ayat yang kita baca,
- tapi Allah Subhanahu wa taala
- perintahkan kita pada saat membaca
- Al-Qur'an ya atau mendengarkan Quran
- dibacakan untuk kita renungkan.
- Kita diperintahkan untuk tidak
- tergesa-gesa tapi membacanya dengan
- tartil.
- Kalau kita membaca satu juz dengan
- cepat, tartil hanya sekitar 20 ayat.
- Sambil diapi lebih berharga yang 10 20
- ayat ini daripada satu juz yang kita
- baca tanpa adab membacanya sebagaimana
- yang diajarkan Allah. Karena Allah
- berfirman, "La tuhar bihi lisanaka ljal
- bih." Jangan kamu gerakkan lidah kamu
- dalam membaca Al-Qur'an dengan
- tergesa-gesa.
- Inna alaina jam'ahu wa qurana.
- Sesungguhnya menjadi tugas kami untuk
- apa?
- Mengumpulkan Al-Qur'an. Jadi kamu tidak
- perlu khawatir akan lupa. Allah yang
- kumpulkan Quran baik dalam hati Nabi
- kita maupun apa ditulis ya
- pada saat diturunkan sebagaimana yang
- Rasulullah perintahkan kepada para
- sahabatnya.
- wa quranah dan tugas kami juga untuk
- mengajarkan bagaimana cara membacanya.
- Faidza qonahu fattabi qurana. Kalau kami
- membacakan Al-Qur'an, ikuti cara
- membacanya.
- Nah, Allah mengajarkan kepada rasulnya
- warattil qurana tartila. Baca Al-Qur'an
- dengan tartil. Jangan tergesa-gesa.
- Sebagai contoh, kita membaca Al-Fatihah.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi
- rabbil alamin
- arrahmanirrahim.
- Tidak harus orang menyanyikannya dengan
- apa? Dengan nyanyian yang
- bermacam-macam, tapi dibaca dengan
- tertil, tidak tergesa-gesa sambil
- meresapi maknanya.
- Itu merupakan ee cara membaca yang
- diajarkan oleh Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam sebagaimana yang Allah
- ajarkan kepadanya.
- Baik itu kita memenuhi hukum tajwidnya,
- idghamnya, ikhfanya, ikhlnya, begitu
- juga panjang dan pendeknya. Karena semua
- ini berpengaruh terhadap makna dari ayat
- yang kita baca. Nah, pada saat kita
- bertasbih juga
- kalau kita bertasbih di masjid membaca
- tergesa-gesa subhanallah, subhanallah,
- subhanallah, subhanallah, ini bacaan
- yang sama sekali tidak masuk ke dalam
- hati.
- Bacaan yang baik kita baca pelan-pelan.
- Subhanallah,
- subhanallah, subhanallah sambil kita
- resapi masuk ke dalam hati. Akan
- berpengaruh terhadap seluruh sel-sel
- tubuh kita pada saat membacanya. Sel-sel
- tubuh kita, darah kita, ya semua ya yang
- berhubungan dengan tubuh kita akan
- dipengaruhi dengan apa? Dengan bacaan
- kita. Jadi baca subhanallah,
- subhanallah, subhanallah. Kalau kita
- tergesa-gesa tidak usah baca 33. Baca
- subhanallah 10 kali. Sebagaimana dalam
- riwayat Bukhari. Subhanallah.
- Subhanallah. Subhanallah. Kemudian
- alhamdulillah. Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Allahu akbar. Allahu
- akbar. Allahu akbar.
- Jadi baca sambil meresapinya lebih utama
- daripada kita banyak membaca tapi tanpa
- kita resapi. Imam Ali mengingatkan kita,
- "Jangan pikiran kamu, perhatian kamu
- tertuju untuk membaca Al-Qur'an
- sebanyak-banyaknya tanpa kamu resapi."
- Alladzina atainahumul kitab yatlunahu
- haqqo tilawati ulaika yumminuna bih.
- Orang yang kami berikan Alkitab, mereka
- baca, mereka renungkan dengan
- sebaik-baiknya. Merekalah orang-orang
- yang benar-benar beriman. Jadi, baik itu
- bertasbih, berzikir, berselawat, jangan
- tergesa-gesa resapi yang kita baca
- dari tasbih, tahmid, takbir. Tasbih akan
- mensucikan jiwa kita dari buruk sangka
- terhadap Allah yang kita yakini pada
- saat itu Allah yang maha suci, yang maha
- sempurna, yang maha bijaksana, maha
- pengasih penyayang, dan tidak pernah
- menzalimi hambanya. Sedangkan
- alhamdulillah merupakan puja-puji yang
- dipanjatkan langit bumi kepada Allah
- yang maha mulia. Kita sebagai hamba-Nya
- yang berhutang dengan seluruh nikmat
- hidup kita kepada Allah sewajibnya kita
- membaca alhamdulillah
- yang membuat hati menjadi tentram,
- bahagia, penuh dengan rasa syukur.
- Sedangkan
- lailahaillallah yang merupakan
- pengulangan dari baiat kita. kepada
- Allah. Kemudian
- Allahu Akbar.
- Orang kalau meresapi Allahu Akbar, dia
- akan merasakan semua dalam hidup ini
- selain Allah kecil. Termasuk dukanya,
- kegelisahannya, keresahannya, cobaan dan
- tantangan hidupnya. Dengan Allahu Akbar
- kita melihat segala sesuatu berubah
- menjadi apa? Tidak berarti di hadapan
- kebesaran dan keagungan Allah. Begitu
- juga berhadapan dengan para pembesar,
- para penguasa.
- yang kuat, yang menakutkan. Begitu kita
- ucapkan Allahu Akbar, kita melihat
- mereka sebagaimana
- kedudukan mereka sebagai hamba. Oleh
- karena itu, dalam salat kita berulang
- kali bertakbir, tujuannya untuk apa?
- Tujuannya untuk betul-betul kita
- meresapi kebesaran keagungan Allah.
- Kemudian juga kita melihat selain Allah
- Subhanahu wa taala sesuai dengan
- kedudukan yang sama dengan kita. Yang
- kaya tidak lebih mulia dari yang miskin.
- Yang kuat tidak lebih mulia dari yang
- lemah. Yang berilmu tidak lebih mulia
- dari yang bodoh. Kecuali dengan iman dan
- takwanya kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Wallahuam.
- Baik, selanjutnya dari Bapak Abdul
- Salam. Salam Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi.
- Saya bertanya tentang Alawi keturunan
- dari Rasulullah. Dari dari yang mana ya?
- Dari Bapak Abdul Salam.
- Bapak Abdus Salam ya selama ini kan
- banyak ya.
- Banyak pembicaraan mengenai keabsahan
- nasab dari Balwi
- yang datang dari saudara Imat.
- Sebetulnya sebelumnya pun ya telah ada
- isu seperti ini.
- Nasabwi di sini kembali kepada
- Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam ya
- dari keturunannya Rasul yang berasal
- dari apa? Dari Habar Maut karena merujuk
- kepada kakek mereka Alwi ya yang
- terhubung kepada keluarga Rasul di atas.
- Dan mereka terbagi-bagi ya di Indonesia
- ya seperti marga Al-Attas, Al-Idrus,
- Al-Syahab ya
- mereka terhubung
- kepada Rasulullah sallallahu alaihi wa
- wasallam melalui kakek-kakek mereka yang
- terdapat di Habar Umud. Sedangkan
- saudara Imat mempertanyakan
- mempertanyakan
- salah seorang yang diragukan katanya
- bukan merupakan apa? Keturunan Rasul.
- Orang tersebut bernama Ubaidillah
- dan dia dimakamkan sebetulnya di
- Hadrumah di tempat yang bernama Bor.
- Sampai sekarang masjidnya makamnya pun
- masih ada.
- Tuduhan yang dilontarkan oleh saudara
- Imat ini atas dasar
- dugaan-dugaan yang bersumber dari
- sebagian buku yang tidak ditulis pada
- masa
- orang yang disebutkan nama itu dicurigai
- namanya. Setelah beberapa ratus tahun
- baru buku tersebut ditulis.
- Nah, buat para baw sebetulnya nasab ini
- merupakan amanat, beban, dan tanggung
- jawab. Bukan kebanggaan.
- Bagi para balwi atau para habaib ini
- amanat nama ini sebetulnya bukan
- merupakan kebanggaan yang membuat mereka
- sombong atau lebih baik daripada yang
- lain atau lebih mulia. Ini merupakan
- amanat dengan nasab ini yang
- menghubungkan mereka kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- Maka seharusnya mereka lebih baik dari
- yang lain. Dalam kebaikan terdepan,
- dalam keburukan mereka terjauh, mereka
- juga memperlakukan manusia sebagaimana
- Rasul memperlakukan manusia. Rasul
- memperlakukan manusia dengan mulia. Nah,
- kalau mereka betul-betul merupakan
- keturunan Rasul ya dari jalur ibu yaitu
- dari Al-Husain atau Al-Han
- bin Ali, ibu mereka Asayidah Fatimah
- putri Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasallam. Kalau
- betul-betul mereka merasa terhubung
- dengan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam, seharusnya mereka mencontoh
- kakek mereka bagaimana memperlakukan
- manusia, bagaimana berbicara kepada
- mereka, bagaimana
- hidup sebagai pelayan yang melayani
- manusia dan mengangkat mereka dari
- kehinaan menuju kemuliaan, dari
- kegelapan menuju kehidupan yang
- terangpenerang.
- Adapun hanya sekedar nasab yang
- menghubungkan mereka dengan rasul, tapi
- amal yang bertentangan dengan Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam ini tidak akan menyatukan
- mereka bersama rasul.
- Mereka tidak akan dikumpulkan bersama
- rasul bahkan mereka akan memikul beban
- yang amat berat di sisi Allah Subhanahu
- wa taala. Oleh karena itu, dalam
- perdebatan antara saudara Imat
- dan lain-lainnya, begitu pula
- pernyataannya
- yang diucapkan bahwa Alwi tidak
- terhubung dengan Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Bagi saya ya ini
- merupakan hal yang tidak penting.
- Tapi sebetulnya pernyataan saudara Imat
- ini berbahaya sekali.
- Karena apabila seorang mengaku ya
- mengaku tanpa dasar kebenaran bahwa dia
- terhubung nasabnya dengan rasul ini wali
- iyadzubillah merupakan orang yang
- dilaknat bahkan terjerumus dalam
- kekafiran. Malun manintasaba iliri abih
- dikutuk orang yang menasabkan dirinya
- kepada bukan orang tuanya.
- Kemudian sebaliknya kalau orang menudus
- nasab seseorang tidak benar ini juga
- masuk dalam kekafiran. Berarti saudara
- iman ketika mengatakan bahwa nasab
- Baalwi tidak benar antara dua
- kalau dia benar ya pada tuduhannya
- berarti Ba Alwi ini ya telah menasabkan
- diri mereka secara tidak benar kepada
- siapa? Kepada Rasulullah maka mereka
- orang-orang yang kafir dan dikutuk oleh
- Allah.
- Sebaliknya kalau tuduhan saudara imat
- tidak benar, ternyata betul-betul nasab
- mereka terhubung, sedangkan dia
- melontarkan fitnah, mengatakan bahwa
- nasab mereka tidak benar, maka kekafiran
- balik kepadanya.
- Kekafiran balik kepadanya. Jadi kalau
- seorang mengkaf mengkafirkan seseorang
- maka kekafiran ini kalau bukan kepada
- yang dikafirkan, maka kepada yang
- mengkafirkan. Jadi apa yang dilakukan
- saudara imat ini merupakan sesuatu yang
- besar bukan permainan.
- Artinya
- kalau dia benar maka para balwi yang
- mengaku sebagai cucu Rasulullah
- orang-orang yang menisbatkan diri mereka
- secara bohong maka mereka orang yang
- dikutuk oleh Allah. Tapi kalau tidak
- justru saudara imat yang menuduh tanpa
- dasar kebenaran, maka dia yang termasuk
- orang yang dikutuk oleh Allah Subhanahu
- wa taala.
- Jadi hati-hati dalam hal ini. Tapi kalau
- buat saya pribadi ya ini merupakan
- tanggung jawab, amanat. Bahkan kita
- merasa malu untuk mengaku sebagai cucu
- Rasulullah kalau kelakuan kita tidak
- lebih baik dari orang lain. Sampai Al
- Habib Abdullah bin Albi Al Haddad
- mengatakan, "Wfaul aslu min hasyimin kan
- nafsu min bahilah." Apa artinya? Seorang
- mengaku dari keluarga Hasyim itu kakek
- Rasulullah mengaku sebagai turunan
- Rasulullah. Sedangkan jiwanya bukan
- berjiwa mulia seperti jiwa Rasulullah
- tapi jiwa suku Bahilah yang rendah, yang
- kikir,
- yang jauh dari kemuliaan.
- Oleh karena itu, apabila kamu mengaku
- sebagai keturunan orang mulia, maka
- buktikan melalui perilaku kamu, sikap
- kamu. Bukan menunjukkan kesombongan,
- merasa diri lebih baik dari orang lain,
- membedakan dirinya dari orang-orang di
- sekitarnya. Ini bukan perilaku yang
- diajarkan Rasul, tapi ini perilaku iblis
- yang menganggap ana khairun minhu. Saya
- lebih baik daripadanya.
- minarinahuin.
- Engkau ciptakan saya ya Allah dari api.
- Kau ciptakan dirinya dari tanah. Seorang
- menjadi ketunan rasul bukan pilihannya.
- Itu merupakan ketentuan Allah. Oleh
- karena itu, apa yang mau dibanggakan?
- Apa yang mau dibanggakan?
- Apa yang membuat dirinya sombong? itu
- bukan pilihan dia, bukan usaha dia.
- Begitu juga orang lain yang bukan
- keturunan Rasul yang lahir baik itu di
- Jawa, lahir di daerah Sunda, atau
- katakan di Afrika itu bukan pilihan
- mereka. Oleh karena itu, Bilal menjadi
- mulia walaupun bukan keturunan Rasul.
- Salman al-Farisi menjadi mulia walaupun
- dia berasal dari Persia. Sedangkan Abu
- Lahab, Abu Jahal walaupun punya hubungan
- dengan Rasul, mereka hina, dihinakan
- oleh perbuatan mereka. Oleh karena itu
- kita ingatkan kepada kaum muslimin,
- jangan suka membawa-bawa bangsa,
- menyerang katakan umat Islam ya di Iran
- dengan alasan bahwa mereka merupakan
- orang-orang Majus dari Persia.
- Tuduhan ini tuduhan yang akan
- betul-betul merugikan mereka. Atau
- menghina seseorang karena kulitnya hitam
- atau karena latar belakang sukunya.
- Semua ini bukan merupakan ajaran Islam
- dan ajaran Nabi kita. Maka semua berasal
- dari jahiliah. Nah, sekarang yang banyak
- beredar ini saling membanggakan
- kelompok, golongan atau nasab atau habib
- ya atau Gus dan lain sebagainya bukan
- berasal dari Allah, bukan berasal dari
- Rasul, tapi ini merupakan tradisi
- jahiliah yang dihidupkan di
- tengah-tengah kita kaum muslimin. Jadi
- kembali berkaitan dengan kalangan habaib
- ya atau kalangan Balwi ya nasab mereka
- berdasarkan apa yang diyakini oleh
- keturunan Balwi. Bahwa mereka terhubung
- dengan Rasulullah. Yang ingin
- memeriksakan nasabnya bisa datang kepada
- apa ee pencatat nasab ya yang
- dikumpulkan oleh Rabitah Alawiyah.
- Kantor mereka berada di daerah eh
- Simatupang.
- Simatupang bisa datang ke kantor
- Rabitah. Bisa memeriksakan nasabnya bagi
- orang yang ingin tahu. Bagi orang yang
- ingin tahu. Tapi perlu kita ingatkan
- kembali nasab mereka yang terhubung
- dengan Rasulullah bukan berarti mereka
- dengan sendirinya lebih mulia dari yang
- lain. Tidak. Tapi yang mulia adalah yang
- beriman dan bertakwa kepada Allah
- Subhanahu wa taala.
- Oleh karena tidak perlu seorang bertepuk
- dada mengatakan, "Saya keturunan Rasul."
- Bahkan seharusnya kita merasa malu.
- Merasa malu ya. Kita terhambung dengan
- Rasulullah tapi akhlak perilaku kita
- kalau tidak baik. Apalagi digunakan
- untuk membully orang lain. Ini perbuatan
- yang dibenci oleh Allah dan
- mempermalukan Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- Saya tidak ingin isu nasab ini menjadi
- alat untuk mengalihkan kita dari hal-hal
- yang prinsip dan penting.
- Mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan.
- Mari kita berjuang di jalan Allah. Mari
- kita memerangi yang mungkar. Mengajak
- kepada yang makruf dan mengajak kepada
- segala kebaikan. Hisab kamu tidak akan
- hilang di sisi Allah Subhanahu wa taala.
- Baik itu kamu bawi, bukan bawi. Kalau
- Anda bawi, keturunan Rasul walaupun
- diingkari
- tidak akan mengubah kenyataan.
- Tapi walaupun Anda keturunan Rasul,
- kalau perilaku Anda tidak mengikuti
- Rasul, tidak akan menyelamatkan Anda,
- malah akan mencelakakan Anda. Begitu
- juga yang bukan keturunan Rasul, mereka
- tidak lebih rendah dari orang yang
- memiliki hubungan nasab dengan Rasul.
- Malah kalau mereka berbuat lebih baik,
- mereka lebih mulia daripada orang yang
- berasal dari keturunan Rasul tapi dengan
- akhlak yang tidak baik. Malah mereka
- akan lebih dimuliakan di sisi Allah,
- dimuliakan di sisi Rasul-Nya. Dan Rasul
- tidak akan melihat orang dengan nasabnya
- selagi perbuatannya hina. Tapi Allah
- Rasul akan melihat orang dengan
- perilaku, sikap dan perbuatan yang
- mulia. Dan persaudaraan di hari akhirat
- nanti persaudaraan dalam iman.
- Demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah mengingat pada saat ini hari Jumat
- insyaallah kita lanjutkan kembali dalam
- dialog kita pada hari Jumat ya atau hari
- Rabu atau mungkin hari yang lain di saat
- diperlukan. Subhanakallahumma wabihamdik
- ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka
- wa atubu ilaik walu minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah terima kasih
- Ustaz Husin atas jawaban-jawaban yang
- diberikan untuk para yang bertanya. Baik
- saya Muhammad Krisna Saputra dan Algi
- mohon pamit. Wabillahi taufikah.
- Wasalamualaikum warahmatullah.
- Waalaikumsalam.