Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Brail
- [Musik]
- TV. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Asalamualaikum.
- warahmatullahi wabarakatuh. Ini
- merupakan hari pertama saya di Syawal
- setelah libur Idul Fitri. Jadi,
- taqoballahu minna wa minkum taqoballahu
- wa karim. Mudah-mudahan dimaafkan segala
- kesalahan saya selama ini memandu acara
- bersama tim Rasil di ruang dengar Ikhwan
- dan Akhwat. Dan alhamdulillah pada siang
- hari ini kami hadir lagi dengan setiap
- hari Jumat ya tema kita yang masih
- berkaitan dengan Syawal bersama guru
- kita Ustazah Herlini Amran. Mari kita
- sapa terlebih dahulu beliau ada di
- seberang sana. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Mbak Olin takabbal minum ya
- Mbak Olin ya dan semua pendengar kita,
- guru semua yang hadir pada saat ini ya.
- Mudah-mudahan Allah terima amal ibadah
- kita selama bulan Ramadan. Insyaallah
- amin ya Allah mudah-mudahan kita
- diberikan rezeki untuk ketemu langsung
- ustazah ya biar bisa saliman dapat
- berkahnya insyaallah yang penting sehat
- ya iya ustazah kita saling melemparkan
- ee sapa lewat virtual tapi alhamdulillah
- tetap harus kita syukuri dan pada siang
- hari ini juga ustazah tema kita masih
- berkaitan dengan Syawal yaitu membuka
- lembaran baru ustazah ya tafadal Ustazah
- I terima kasih Mbak
- Bismillahirrahmanirrahim
- Alhamdulillah.
- Alhamdulillahilladzi
- alubinaahna ikhwana. Ya rabbana lakal
- hamdu bil iman. Ya rabbana lakal hamdu
- bil islam. Ya rabbana lakal hamdu bil
- quran. Ya rabbana lakal hamdu ramadan.
- Lakal hamdu bil maali wal ahli wal
- muafah. Lakal hamdu nikmatin anamta
- biha. Ramadan ini kita hapus semua
- kesalahan kita. Nah, kita bersihkan.
- Kalau di handphone tuh kan data-data
- yang tidak ee berguna itu kita
- hilangkan, kita hapus kembali kepada
- performa seperti awalnya itu ya. Jadi
- sistem itu bisa berjalan lebih ringan
- dan cepat. Nah, begitu juga dengan
- Ramadan.
- Artinya Ramadan ini bagi jiwa manusia
- itu mestinya kita setelah
- menyelesaikannya sebulan penuh kita
- kembali fitri, kembali fitrah, hati kita
- insyaallah jadi lebih bersih, ibadah
- kita mestinya lebih rajin lagi. Lidah
- kita mestinya lebih terjaga lagi dan
- amal kita menjadi ikhlas. Nah, jadi
- artinya kita kembali seperti semula ya,
- nol ya, zero dari dosa-dosa kita ya.
- Ibarat orang yang baru saja dimandikan
- dan disucikan ya dari lumpur ee maksiat
- dan dosa. Itulah Ramadan. Maka sekarang
- kita berada di bulan Syawal ya. Kita
- buka lembaran baru ya. Kita memulai ee
- kehidupan kita dari awal. Yang masa
- lalu-lalu itu yang gelap-gelap yang
- semua maksiat kita sudah kita tutup
- buku. Kita sudah habiskan itu semuanya
- di bulan di bulan Ramadan. Eh, ibaratnya
- bulan Ramadan ini seperti ee kita
- mencuci pakaian ya. Ya. Jadi 11 bulan
- itu kita banyak dosa, banyak maksiat.
- Nah, di bulan Ramadan itu ibarat mesin
- cuci. Kita cuci tuh semua
- pakaian-pakaian yang kotor selama 11
- bulan itu kita cuci, kita bersihkan.
- Sehingga setelah bersih ini bulan
- Syawal, kita kembali fitrah, kita
- kembali suci, kita ee mudah-mudahan ya
- kembali sebagaimana manusia tanpa dosa
- seperti bayi yang baru lahir. Nah, oleh
- karena
- itu sangat sedih tentu saja ya ketika
- kita termasuk dalam ee kategori yang
- Allah peringatkan dalam surah An-Nahl
- ayat 92 yang di situ dikatakan eh Allah
- menyebutkan ya di
- situ, jangan kamu seperti seorang
- perempuan yang menguraikan kembali
- benangnya setelah kuat dipintal. Itu
- artinya apa?
- Setelah kita membersihkan diri kita, ya
- ternyata keluarnya itu pas Syawal itu
- bukannya bertambah baik, tapi
- menghancurkan semua yang sudah yang
- sudah kita bangun dari awal. Ibarat
- perempuan yang memintal atau ee menenun
- ya sudah jadi pakaian bagus, rapi,
- sempurna. Eh kemudian dibuka lagi
- jahitannya, pintalannya, benangnya. Ya
- Allah, sepertinya sia-sia ya. Ya Allah,
- mudah-mudahan tidak seperti itu. Maka
- Syawal ini adalah kita memulai membuka
- lembaran baru, awal langkah baru menuju
- istikamah. Jadi, Syawal inilah kita
- mulai. Nah, ee amal yang dicintai Allah.
- Jadi, ketika kita memulai membuka
- lembaran baru, maka kita ingat ee sabda
- Nabi ya, ahabbul amal ilallah adwamuha
- wainq. amal yang paling dicintai Allah
- itu adalah yang ee kita lakukan walaupun
- sedikit tapi konsisten, aduam ya. Jadi
- kita tetap ee melaksanakan ibadah-ibadah
- rutin walaupun sedikit. Nah, jadi
- contohnya apa ya kalau ee lembaran baru
- yang kita mulai di bulan Syawal ini
- seperti di bulan Ramadan kan kita punya
- target tilawah Quran ya. Ya mungkin di
- antara kita tuh berbeda targetnya.
- Paling tidak setelah kita memulai
- lembaran baru di bulan Syawal ini,
- jangan tinggalkan tilawah Al-Qur'annya
- meskipun walaupun satu halaman per hari
- ya. Alhamdulillah kalau one day one juz
- ya atau lebih dari itu. Sebab ketika
- kita habiskan ibadah di bulan Ramadan
- setelah bulan Syawal kita lupakan,
- nauzubillah minzalik. Mudah-mudahan kita
- ya terhindar atau tidak termasuk seperti
- yang ee Allah sebutkan. Jangan kamu
- seperti perempuan yang mengurai kembali
- benang nun dengan baik, sempurna,
- kemudian diuraikan nauzubillah. Setelah
- kita ber ee optimal beribadah di bulan
- Ramadan,
- mudah-mudahan kita bisa lanjutkan lagi
- ya. Walaupun wainqal walaupun sedikit
- tapi konsisten kita mulai buka lembaran
- baru ya, tidak meninggalkan lagi
- Al-Qur'an yang telah kita baca ya. Yang
- sangat akrab kita baca di bulan Ramadan
- apalagi 10 hari terakhir ya. kita terus
- ya kita rutinkan kembali tilawah
- Al-Qur'an kita, kita jaga ibadah puasa
- sunah kita. Makanya ada puasa 6 hari di
- bulan Syawal ya. Ee puasa 6 hari di buan
- di bulan Syawal ini adalah simbol
- konsistensi kita sebenarnya. Sebagaimana
- ee Rasulullah kan menyebutkan manoma
- Ramadan. Barang siapa yang berpuasa
- Ramadan kemudian atbaahu dia ikuti
- dengan 6 hari di bulan Syawal kaahu
- yaumudhar seperti ee seolah-olah dia itu
- berpuasa sepanjang tahun. ya. Kenapa sih
- 6 hari ya? Kenapa ee enggak 5 hari, 3
- hari ya? Yang jelas ini kan memang
- adalah sunah Nabi ya. Paling tidak
- ketika kita disunahkan untuk ee berpuasa
- 6 hari di bulan Syawal ini mengajarkan
- kita untuk tidak berhenti setelah
- Ramadan. Jadi sebulan kita sudah
- dilatih. Nah, kita mulai lagi Syawal
- bulan peningkatan terhadap amal-amal
- kita dengan apa? meneruskan 6 hari ya
- agar tubuh dan jiwa kita terlatih dalam
- bertakwa ya. Karena memang Ramadan itu
- benih ya, Syawal itu ladang tempat benih
- itu tumbuh. Nah, oleh karena itulah
- Syawal sebagai lembaran baru bagi kita
- ya dengan melaksanakan terus ya Syawal
- mudah-mudahan ee kita semua sudah atau
- sedang melaksanakannya ya. Ada juga yang
- sudah Mbak ya ee menyelesaikannya.
- paling tidak ee dengan 6 hari di bulan
- Syawal ini menyempurnakan kekurangan
- amalan puasa Ramadan kita. Sebagaimana
- ee Ibnu Rajab Al-Hambali itu menjelaskan
- kalau salat
- itu kalau salat itu ada
- ee ibadah atau ee salat sunah rawatib
- qobliah ba'diyah, maka Ramadan itu puasa
- Ramadan itu juga ada qobliah dan
- ba'diyah ya. Jadi kalau untuk
- ibadah-ibadah wajib fardu itu ada
- qabliah ba'diyah. Kalau salat puasanya
- juga begitu ya kata beliau. Kalau
- qabliah Ramadan itu adalah puasa sunah
- di bulan Syakban. Kalau ba'diyahnya itu
- adalah 6 hari di bulan Syawal. Nah, ini
- untuk menyempurnakan kekurangan amalan
- puasa Ramadan kita ya. Bisa jadi ee
- ketika kita berpuasa Ramadan itu ada aja
- ya cacat dan celanya. mungkin lisan yang
- tidak terjaga, hati yang tidak bisa
- ditahan dari ee gibahnya, gibah hati ya
- atau apapun yang mudah mudahan dengan 6
- hari di bulan Syawal ini kita berpuasa
- itu untuk menyempurnakan kekurangan
- amalan puasa kita di bulan Ramadan. Juga
- sebagai rasa syukur kepada Allah dan
- atas taufik ya karena kita dapat
- melaksanakan ee ibadah Ramadan. Jadi
- artinya ee ketika kita berpuasa 6 hari
- di bulan Syawal ini banyak sekali ya
- keutamaan-keutamaannya yang di antaranya
- itu mendapatkan pahala puasa setahun
- penuh ya. Ya, tidak hanya sekedar
- mengikuti sunah Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam, tapi juga sebenarnya
- ini adalah konsistensi dalam ketaatan
- ya. Ee kita berharap bisa husnul
- khatimah dengan puasa ini. Nah, jadi ini
- yang kita lakukan ya ee melanjutkan
- amaliah Ramadan. Jadi membuka lembaran
- baru di bulan Syawal ini adalah saatnya
- kita melanjutkan amaliah Ramadan ya tadi
- dengan misalnya berpuasa 6 hari di bulan
- Syawal. Terus apalagi misalnya ee terus
- membaca atau tilawah Al-Qur'an jangan
- ditinggalkan. Kita berusaha untuk bisa
- qiyamulail ya walaupun hanya dua rakaat
- ya. Inilah uniknya Ramadan ya. Kita bisa
- melaksanakan tarawih selelah apapun.
- Setelah Syawal bisa enggak ya?
- Mudah-mudahan tetap bisa mudah-mudahan
- kita jaga lisan dan adab kita baik
- secara sosial di masyarakat ataupun di
- media sosial. Tetap continue bersedekah,
- berinfak ya walaupun sedikit tapi rutin
- ya kita terus amaliah ini ya inilah yang
- dinamakan istikamah ya. Nah, jadi
- membuka lembaran baru di bulan Syawal
- ini adalah melanjutkan kembali
- amaliah-amaliah di bulan Ramadan
- walaupun sedikit tapi kontinu ya. Nah,
- ee termasuk juga ee saatnya kita
- meningkatkan hubungan sosial kita dan
- silaturahim ya. Membuka lembaran baru
- itu dengan ee memperarat hubungan kita
- dengan ee keluarga kita. Jadi momentum
- Idul Fitri kemarin tuh ya yang sudah
- mudik ketemu orang tua, kerabat, handai
- tolan ya itu kan kemudian saling
- bersalam-salaman gitu ya. Taqabbalallah
- mininkum atau ada yang maaf lahir batin.
- Pokoknya bertemulah dengan semuanya itu
- ya dengan keluarga, tetangga, sahabat
- lama, orang yang pernah ee bertengkar,
- berselisih dengan kita, kita saling
- memaafkan. Artinya kita mulai ee
- membersihkan
- semua masalah-masalah dalam kehidupan
- kita. Kita tidak ingin ketika Allah
- memanggil kita nanti dalam keadaan masih
- bergantung atau tergantung dengan orang
- lain, masih dosa kita masih belum
- selesai. Karena dosa itu ada dua ya,
- dosa kepada kepada Allah dan dosa
- terhadap manusia. Dosa kepada Allah kita
- bertobat mohon ampun Allah ampuni karena
- Allah maha pengampun lagi maha
- penyayang. Tapi dengan manusia tidak.
- Maka oleh karena itu Syawal buka
- lembaran baru kita buka hubungan kita
- yang memperar hubungan lagi dengan
- keluarga ya antara suami istri atau
- mantan suami atau mantan istri ya orang
- tua, anak ya kerabat tetangga sahabat
- lama
- artinya zero. Zero dosa zero eh zero
- mulai dari no lagi. Enggak ada apapun ya
- artinya tiada dosa di antara kita. Kita
- mulai lagi yang ada rasa dengki, marah,
- dendam, benci. Mudah-mudahan di bulan
- Syawal ini kita mulai melatih untuk
- memaafkan ya. Maka oleh karena itu
- kembali juga kepada diri kita
- yai ya rahimahu ya. Barang siapa yang
- ingin diluaskan rezekinya, dipanjangkan
- umurnya, maka sambunglah silaturahim
- ini. Nah, jadi Syawal ini kita buka
- lembaran baru. Mudah-mudahan tidak ada
- dosa di antara kita ya, antara suami ee
- dengan istri atau mantan istri atau kan
- biasanya suka gitu ya, ada dendam-dendam
- masa lalu. Semoga Allah berikan ampunan
- buat kita semua walaupun ee sulit untuk
- memaafkan. Mudah-mudahan di hati kita
- tidak ada lagi rasa dengki dan pasat.
- lembaran baru ini juga berarti memaafkan
- ya dan menghubungkan kembali yang telah
- lenggang. Nah, kita mulai buka lembaran
- baru mulai dari sekarang. Sekecil apapun
- langkah kita, kita tidak menunggu ee
- nanti-nanti karena kita tidak tahu ajal
- kita sampai kapan, ya. Maka oleh karena
- itu saya mengajak diri saya dan kita
- semua untuk membuka lembaran baru dengan
- pertama doa. Kita berdoa kepada Allah
- semoga kita diberikan kekuatan. untuk
- bisa beramal saleh. Kita berdoa kepada
- Allah agar dibantu untuk taat kepadanya.
- Sebagaimana Rasulullah ee mewasiatkan
- kepada sahabat ya, setiap salat fardu
- itu, selesai salat fardu jangan lupa
- untuk berdoa Allahumma ain
- alaikrikaukrika wusni ibadat. Jadi kita
- berdoa agar Allah membantu kita,
- membantu kita agar bisa senantiasa
- mengingatnya.
- Kita mohon kepada Allah agar dibantu
- untuk bisa selalu mensyukuri nikmat yang
- telah diberikannya kepada kita. Kita
- mohon kepada Allah agar dibantu untuk
- menyempurnakan ibadah-ibadah kita
- kepadanya. Maka semua dimulai dari doa.
- Doa ini adalah awal dari setiap
- aktivitas yang akan kita lakukan. Berdoa
- ya. Jadi membuka lembaran baru ini
- dengan mulai dengan berdoa ya. Mendoakan
- ya agar kita diberikan
- keistikamahan ya. Allahum
- anzal istih minta ya diberi kekuatan ya
- allahum
- alah ya Allah karuniakan aku kekuatan
- apa kekuatan untuk e
- beraktivitasaktivitasir dalam setiap
- kebaikan-kebaikan doa ya kemudian niat
- yang tulus ya kita membuka lembaran baru
- ini dengan niat yang ikhlas
- mudah-mudahan hari-hari kita bisa kita
- lalui dengan keikhlasan, kesabaran,
- ketawakalan, semangat untuk beribadah
- kepadanya. Niat ya. Jadi niat itu
- penting. Bahkan satu amal itu
- berjuta-juta niat ya. Berpuluh-puluh
- niat itu mesti kita lakukan. Niat apapun
- niat ya. Nah, ini ee akan memudahkan
- kita insyaallah karena niat itu adalah
- bagian dari motivasi ya. Niat ini mampu
- membangkitkan semangat kita untuk
- beribadah ya. Doa, niat, kemudian
- langkah konsistensi kita ya berusaha
- untuk selalu istikamah. Allahumarzuqnal
- istiqamah. Karuniakan kami
- keistikamahan. Ya, tidak hanya cukup
- itu, hati kita juga harus kembali kepada
- Allah. Ya, memulai membuka lembaran baru
- ini dengan terus mengingat Allah ya.
- Karena kita beribadah ini hanya untuk
- mencari rida Allah. Karena perjalanan
- hidup kita masih
- panjang, masih banyak fase yang akan
- kita lalui ya. Apalagi ee usia-usia yang
- seusia ee saya ke atas ya Mbak Olin ya.
- Karena usia-usia saya ini Mbak Olin,
- usia-usia jedah ya, nenek ya, usia-usia
- yang sudah hampir 60 gitu apalagi yang
- di atasnya ya. Tentu usia-usia yang
- sebentar lagi akan ee menuju Allah.
- Perjalanan menuju Allah itu kan
- perjalanan yang mendaki dan sulit ya.
- Tentu butuh bekal, tentu butuh ee
- bawaan-bawan amal saleh. Ya, kalau tidak
- dimulai dari sekarang kapan lagi? Karena
- ajal itu selalu mengintai kita tidak
- mengenal usia sebenarnya. Tapi paling
- tidak yang usianya sudah di atas ya, di
- atas 40 ke atas itu hati-hati ya. Maka
- oleh karena itu dengan membuka lembaran
- baru ini tentu kita ingin ee hati kita
- menuju Allah ya kembali kepada Allah
- dengan ee membuat bekal-bekal ya. Ini
- memang ee kajian-kajian seperti ini
- untuk mengingatkan kita semua ya.
- Membuka lebaran baru ini tidak hanya
- untuk ee untuk orang siapapun tapi untuk
- kita semua. Bukan orang perorang
- tertentu tapi untuk kita semua karena
- kita tidak tahu Allah beri kesempatan
- kita tuh sampai kapan.
- Apakah Ramadan yang telah kita lalui ini
- adalah Ramadan terakhir kita? Kita tidak
- tahu. Nah, oleh karena itulah kita buka
- lembaran baru ya. Mudah-mudahan ee
- lembaran baru ini mampu memberikan kita
- semangat motivasi untuk kembali kepada
- Allah. Kita perjalanan masih panjang.
- Kita baru melampaui tiga fase ya. Fase
- pertama tuh alam roh. Kemudian alam
- rahim sudah kita lewati. Sekarang kita
- di alam dunia. Perjalanan masih panjang.
- kita belum memasuki fase alam kubur,
- belum merasakan seperti apa kiamat,
- dibangkitkan, dikumpulkan, ya dihisab
- ya, ditimbang amal saleh kita, kemudian
- belum memasuki fase mendapatkan syafaat
- dari Rasulullah atau
- mungkin menjalani sirat ya, perjalan
- jembatan yang sangat tipis itu kita
- belum ke sana, masih jauh ya. Artinya
- sekarang ini kita diberikan kesempatan
- oleh Allah untuk membuat bekal,
- mengumpulkan bekal kita untuk kembali
- kepadanya. Ya, perjalanan kita itu masih
- panjang. Ya Allah, tentu saja
- perjalanan-perjalanan yang masih panjang
- itu butuh bekal dan salah satu bekalnya
- itu adalah nanti Ramadan ini. Dan kita
- di Syawal ini kita buka lembaran baru
- untuk membuat bekalan, menyiapkan
- bekalan yang lebih banyak lagi dengan
- menambah ilmu, menjauhi perbuatan dosa,
- mengingat kematian, memilih teman yang
- baik. Ya. Jadi, mudah-mudahan ee ketika
- kita berada di Syawal ini, mudah-mudahan
- kita berharap inilah lembaran baru yang
- masih kosong kita buka, kita isi dengan
- yang baik-baik saja. Kita tinggalkan
- semua bentuk maksiat, dosa, dan
- kesalahan. Kita berusaha untuk menjadi
- hamba Allah yang diridainya. Semua ujian
- cobaan, musibah yang menimpa kita,
- mudah-mudahan Allah berikan kita
- keikhlasan, keridaan. kita menerima
- semua apa yang telah Allah tentukan
- dengan ikhlas karenanya. Mudah-mudahan
- dengan lembaran baru ini yang terisi itu
- adalah yang baik-baik saja sehingga
- bekal kita semakin banyak. Insyaallah
- inilah Syawal ya, fase baru dalam
- kehidupan kita. Syawal ini adalah
- sebagai pembuka ee sebagai awal
- transformasi diri kita ya. kita
- mudah-mudahan bisa menata hubungan kita
- dengan Allah lebih baik lagi, lebih
- dekat lagi. Kita merasakan kehadiran
- Allah, kita merasakan kasih sayangnya,
- kita kembali kepadanya dengan sepenuh
- hati dan sepenuh jiwa kita mudah-mudahan
- mampu untuk rida dan ikhlas menerima
- semua bentuk ujian cobaan yang telah
- diberikan kepada kita. Mudah-mudahan
- kita mampu menjadi hamb-Nya yang
- senantiasa mensyukuri nikmat karunia
- yang telah diberikan kepada kita. Dan
- mudah-mudahan kita juga mampu bersabar,
- bersabar atas semua ujian cobaan yang
- telah Allah berikan kepada kita.
- Termasuk juga dengan sesama manusia.
- Mudah-mudahan kita memulai buka lembaran
- baru dengan membersihkan hati ya. Tidak
- ada lagi iri, dengki, hasad.
- Mudah-mudahan kita sukses dalam ee
- mengisi Syawal ini dengan
- lembaran-lembaran baru yang terindah.
- Nanti ada lagi setelah Syawal itu ada
- Zulkadah. Nah, masuklah kita di
- bulan-bulan yang diharamkan ketika
- beramal saleh itu berlipat pahala ya,
- berlipat kali ganda pahalanya,
- kebaikannya, beramal salah juga begitu.
- Senantiasa kita diingatkan oleh Allah
- bagaimana di Syawal ini kan bulan
- biasa-biasa saja. Artinya secara bulan
- dalam konsep Islam Syawal itu tidak
- termasuk bulan haram ya. Yang termasuk
- bulan haram yang dimuliakan itu kan
- empat ya. Rajab, Zulqadah, Zulhijah,
- Muharram, Syawal ini hanya fase
- perantara ya. Karena memang semangat
- besar, ibadah besar yang kita lakukan di
- Ramadan Syawal itu masih terasa.
- Kemudian kita diingatkan lagi karena
- biasanya kalau sudah sebulan terasa
- lemas ya, tidak bersemangat lagi.
- Kemudian kita diingatkan kembali dengan
- Zulkadah ya, Zulhijah tuh
- saudara-saudara kita akan ee
- melaksanakan ibadah hajinya. Masyaallah.
- Nanti kita terus berlanjut. Inilah
- konsistensi amal yang insyaallah kita
- jalani dengan baik. Mudah-mudahan Syawal
- ini adalah awal ee kebaikan baru dalam
- hidup kita. Amin ya rabbal alamin. Amin
- ya rabbal alamin. Baik, Iwan dan akhwat
- telah kita ikuti pemaparan ustazah
- seputar tema kita yaitu Syawal membuka
- lembaran baru. Jadi diingatkan sudah
- dimulai dari nol ya. Bukan berarti
- kemudian oke masih banyak nih saldonya,
- kuotanya kemudian kita berlomba-lomba
- mengisinya. Nauzubillah minzalik. Mari
- kita menjaga diri yang ustazah ingatkan
- dan konsistensi dalam ibadah yang telah
- kita lakukan semangatnya pada saat
- Ramadan ayo konsisten dilakukan di bulan
- Syawal dan bulan-bulan berikutnya. Baik,
- kami undang Ikhwan dan Nawat untuk
- menyampaikan pertanyaan seperti biasa
- nomornya tidak berubah di 0811999720.
- Insyaallah kami akan kembali dan
- membacakan pertanyaan ikhwan dan akhwat
- setelah nasyid berikut ini.
- Brail
- TV berasil
- [Musik]
- Syawal membuka lembaran baru. Ada
- beberapa hal yang masih ingin
- disampaikan Ustazah. Tafadul Ustazah ya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Syawal ini
- adalah pembuka lembaran baru. Nah, oleh
- karena itu ee ketika kita mencermati apa
- yang telah disampaikan ee oleh ee dalam
- Ibnu Katsir ya itu menjelaskan ada tanda
- diterimanya amal ya. Tanda diterimanya
- amal itu sebagaimana dalam tafsir
- Alquranim itu
- ya. Di antara balasan kebaikan itu
- adalah kebaikan selanjutnya. Jadi dari
- ee balasan dari perbuatan-perbuatan baik
- itu adalah perbuatan baik selanjutnya.
- Dan di antara balasan keburukan atau
- kejelekan itu adalah kejelekan
- selanjutnya. Artinya apa? Tanda
- diterimanya amal. Ya. Jadi ee Ibnu Rajab
- al-Hambali mengatakan itu adalah
- melanjutkan amal saleh yang telah kita
- lakukan. Jadi melanjutkan amaliah
- Ramadan. Jadi untuk mengetahui apakah
- ibadah Ramadan kita diterima Allah atau
- tidaknya, maka lihatlah setelahnya. Apa
- itu setelahnya? Masih konsisten enggak?
- Artinya melanjutkan amaliah Ramadan
- walaupun tidak seperti dan tidak mungkin
- juga ya kayaknya sih sangat jarang ya
- ada orang yang bisa konsisten
- melaksanakan ibadah sebagaimana di bulan
- Ramadan kayaknya sulit ya banyak hal ya
- kenapa orang enggak bisa lagi seperti
- Ramadan beribadahnya banyak hal karena
- mereka tahu keutamaan Ramadan tentu
- mereka berlomba-lomba untuk melakukan
- berbuat amal saleh kebaikan dan di bulan
- lain tidak seperti Ramadan akhirnya
- semangatnya melemah atau bisa jadi
- alasannya setannya sudah enggak dekat
- lagi gitu ya. Nah, oleh karena itu tanda
- amaliah Ramadan kita diterima oleh
- Allah, maka melanjutkan amaliah Ramadan
- setelahnya dengan tadi ya puasa di bulan
- Syawal atau puasa-puasa sunah lainnya.
- Kan masih banyak puasa sunah yang lain
- ada Senin dan Kamis, ayamul Bid dan
- sebagainya. Kemudian menjaga salat kita
- agar tepat waktu ya. Walaupun memang ee
- kalau di bulan Ramadan tuh ibadah sunah
- pahalanya seperti ibadah wajib pokoknya
- luar biasa ya. Itu bukan berarti di
- bulan lain itu kita abai dengan salat
- kita tetap menjaga salatul amallaha
- alqatiha ya. Amal yang baik yang
- dicintai Allah itu adalah salat di
- waktunya. Nah, kita jaga itu ya menjaga
- salat lima waktu kita ya. upayakan di
- awal waktu yang bapak-bapak ya, yang
- laki-laki upayakan berjamaah ya,
- upayakan di masjid gitu ya. Kemudian
- menjaga salat malam qiyamulail ya baca
- Quran ya walaupun tidak seperti di bulan
- Ramadan tapi tetap kita ee punya amaliah
- atau wirid harian kita membaca Al-Qur'an
- ya, apakah tadabur dan segala macamnya.
- Kemudian ee menjaga zikir dan wirid
- harian ya, berinfak dan segala macam.
- Nah, itu tanda-tanda amal amalnya kita
- ee diterima oleh Allah ya. Dimudahkan
- melaksanakan amal saleh sesudahnya.
- Mudah sekali ya. Jadi tidak tidak malas
- lagi. Sama. Jadi artinya Ramadan itu
- adalah
- latihan sebulan penuh untuk dapat
- menghadapi 11 bulan setelahnya.
- dimudahkan, diberikan keistikamahan,
- mengerjakan amal saleh, kemudian
- mencintai ibadah. Dan tidak kalah
- penting ketika kita mudah-mudahan Allah
- terima amal ibadah kita di bulan Ramadan
- itu tandanya apa? Mudah menangis.
- Menangis maksudnya apa? Menangis ketika
- kita mengingat Allah.
- Membayangkan, mentadaburkan bagaimana
- kekuasaan Allah. Jadi tangisan kita tuh
- bukan tangisan picisan e drama ya, bukan
- ya tangisan-tangisan yang bukan tangisan
- ketika kita merasa diri kita lemah hina
- di hadapan Allah. Tangisan ketika kita
- mengingatnya, tangisan ketika kita
- merasa dosa kita banyak dan hanya Allah
- lah yang yang akan ee mengampuni kita.
- Jadi tangisan yang memang kaitannya
- adalah dengan zikrullah. Maka orang yang
- menangis mengingat Allah itu adalah
- salah satu dari tujuh orang yang akan
- mendapat naungan di bawah naungan ketika
- tidak ada lagi naungan ee di yaum di
- hari kiamat nanti. Jadi mudah menangis
- ya. Kemudian tentu saja yang tidak kalah
- penting adalah membenci kemaksiatan dan
- kemungkaran. Ya. Jadi ketika kita
- memahami bahwa salah satu dari tanda
- diterimanya amal kita di bulan Ramadan
- dan kita membuka Syawal dengan lembaran
- baru, kita sudah tidak lagi bersimpati
- kepada bentuk kemaksiatan atau
- kemungkaran. Kita mudah ee berpihak
- kepada kebenaran, ya. Kemudian termasuk
- juga senang berkumpul dengan orang-orang
- yang suka beribadah. Kita memilih
- komunitas dalam pergawalan sehari-hari.
- Kita mulai ikut pengajian.
- mencari orang-orang yang saleh atau
- salihah yang dapat mengingatkan diri
- kita. Ya, kita tentu dengan lingkungan
- ini kita terus meningkatkan ilmu kita,
- keimanan dan ketakwaan kita sehingga
- kita bisa terjaga. Nah, inilah ee
- membuka amalan ee baru kita di bulan
- Syawal. Nah, termasuk ee ketika kita ini
- kan dua ya, membuka amalan baru. Jadi,
- Syawal itu membuka lembaran baru ya
- terhadap Allah dan terhadap manusia.
- terhadap Allah. Kita berusaha menjadi
- hamba Allah yang diridainya dengan
- mendekatkan diri kepadanya ya. Nah,
- dengan manusia kita berusaha untuk
- menjalin kembali hubungan-hubungan kita
- yang mungkin ee selama ini terkendala
- ya. Seperti apapun ya bentuk sakit
- hatinya kita ya. Tadi Mbak Olin sempat
- ee menjelaskan ya memaafkan tapi tidak
- melupakan ya Mbak ya. Betul Az.
- memaafkan tapi tidak jadi apakah memang
- betul seperti itu? Nah, saya jadi ingat
- ee teringat dalam surat Asyuara ya dalam
- surat ee bukan Asyara Asyura ya. Asyura
- dalam surah Asyura. Surat ee surat
- Asyura itu di ayat ke apa
- namanya? Ee
- 40. Iya. Jadi di surat ee Asyura ayat 40
- itu itu dijelaskan bahwa
- wtinatun
- wahajrallah inahu
- yuhibbimin ini masyaallah nih ya ee
- bahwa dalam ayat ini dijelaskan ya bahwa
- balasan kejahatan adalah kejahatan yang
- serupa. Tapi barang siapa yang ee
- memaafkan dan memperbaiki ya, maka
- pahalanya itu ee atas tanggungan Allah.
- Jadi dalam ayat 40 ini balasan suatu
- kejahatan adalah kejahatan yang
- setimpal. Tetapi barang siapa memaafkan
- dan berbuat baik kepada orang yang
- berbuat jahat maka pahalanya ee dari
- Allah. Sungguh dia tidak menyukai
- orang-orang yang zalim. Jadi
- artinya setimpal ya ee apa namanya kalau
- orang berbuat kesalahan. Nah, artinya
- gini memaafkan itu kan suatu kemuliaan
- tapi apakah mungkin ee bisa melupakan?
- Ya memang target akhir itu tentu kita
- ingin melupakan tapi itu butuh proses
- ya. Ee memang di awal ketika kita
- memaafkan itu tidak menuntut kita untuk
- melupakan karena sangat sulit
- orang-orang yang rasanya sangat jarang
- sekali orang yang ketika di apa ee orang
- berbuat jahat ya zalim kemudian
- dimaafkan langsung lupa. itu sulit ya.
- Paling tidak ee butuh proses waktu.
- Sebagaimana Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam terhadap Wahsyi ya yang telah
- membedah ee membelah perut ee paman
- Hamzah. Jantungnya ya dibedah perut apa
- jantungnya diambil. Itu kan sudah luar
- biasa bentuk kekejiannya ya. Nah
- kemudian masuk Islam Rasulullah menerima
- keislamannya tapi Rasul belum pada saat
- itu belum sanggup untuk melihat wajahnya
- ya. Nah artinya butuh proses ya. Jadi
- memaafkan itu ee pada saat itu belum
- tentu ee bisa melupakan. Tapi memaafkan
- itu adalah tanda hati yang kuat ya.
- Walaupun butuh proses waktu yang panjang
- untuk melupakannya, tapi kalau sudah
- waktunya panjang masih diingat-ingat
- juga kesalahannya kayaknya kayaknya
- dendam deh. Ya jatuhnya dendam karena
- memang dendam i karena masih
- diingat-ingat. Jadi kalau memang ee
- sudah memaafkan itu dilupakan ya, tidak
- lagi mengungkit-ungkit ya atau
- mengangkat-angkat gitu ya. Ee walaupun
- mungkin dengan orang tersebut tidak
- mengangkat-angkat kasusnya ya. Kalau
- sudah ketemu orang ya sudah. Kalau
- memang belum siap untuk berhadapan ya
- tidak tidak berhadapan artinya ee
- hatinya tidak tidak ada lagi sakit hati
- ya. Hatinya sudah ikhlas dan rida.
- Walaupun barangkali ee mungkin butuh
- waktu untuk bisa bertemu ya begitu. Jadi
- ini ee luar biasa ya. Masyaallah Mbak ee
- hati manusia itu kan ee sangat ee
- apalagi manusia biasa seperti kita ya.
- itu untuk memaafkan aja butuh proses.
- Makanya tadi ee dalam ee kehidupan kita
- amal yang sangat besar pahalanya itu
- hanya ada tiga tiga amalan yang sangat
- besar yang pahalanya itu hanya Allah
- yang tahu. Saking besarnya dirahasiakan
- oleh Allah. Saking dahsyat balasan
- pahalanya di sisi Allah. Nah, itu yang
- pertama itu kan puasa ya. Ana ajz ya
- asamli anak saking besarnya pahala itu
- Allah rahasiakan. aku nanti akan
- memberikan ee surprise gitu ya. Saking
- besarnya itu ee pahala puasa. Karena
- memang puasa itu sendiri kita enggak
- bisa enggak bisa apa ya bohong-bohong
- ya. Kita sendiri aja kita enggak berani
- makan minum kan. Karena kita tahu Allah
- melihat kita. Saking besarnya pahala itu
- kita takut kita yakin Allah itu melihat
- kita. Nah kemudian yang kedua sabar ya.
- Inama
- inamair hisab. Orang-orang yang sabar
- itu itu Allah akan berikan dia pahala
- tanpa hisab. Saking besarnya itu
- bersabar. Nah, yang di atas sabar itu
- adalah memaafkan. Masyaallah. Artinya
- orang yang bersabar itu belum tentu bisa
- memaafkan. Tapi orang yang memaafkan
- pasti dia sudah sabar. Nah, itu jadi
- tiga. Itulah pahala yang sangat besana.
- Oleh karena itu ee kalau menurut
- pemikiran saya, Mb orang yang memaafkan
- di awal-awal itu bila belum mampu untuk
- melupakan itu wajar ya. Kenapa? Karena
- ya untuk proses memaafkan aja tuh butuh
- waktu ya, sabarnya panjang ya. Ya,
- masyaallah luar biasa ya. Nah, itu
- memaafkan aja sudah butuh waktu. Tapi
- ketika untuk saat itu ya ee karena
- memang lagi anget-angetnya prosesnya
- mungkin baru ya baru bisa ketemu
- misalnya itu masih ingat itu wajar ya
- tidak melupakan. Tapi insyaallah setelah
- berlalu masa karena waktu itu adalah
- bagian dari ilaj, bagian dari obat ya.
- Waktu itu kan bagian dari obat ya ituu
- nanti insyaallah suatu saat akan
- terhapus ya. Kita lihat. Jadi memang ee
- contohnya gini, Mbak. Biasanya ee ketika
- kita orangnya masih hidup misalnya ya,
- mungkin kita sudah disakiti luar biasa
- ya, kita bisa memaafkan tapi belum bisa
- melupakan. Nanti orangnya meninggal
- gimana? Enggak diingat-ingat tuh
- masa-masa kita disakiti ya enggak ya.
- Artinya yang kita ingat
- kebaikan-kebaikan. Karena itulah jadi
- waktulah yang bagian dari ikhlas.
- Mudah-mudahan ee bukti dari memaafkan
- itu adalah nanti suatu saat bisa ee
- melupakan ya. Bagian dari memaafkan
- suatu saat akan bisa melupakan tapi itu
- butuh proses waktu yang panjang.
- Wallahuam
- masyaallah masyaallah. Ianawan, kita
- berharap ya kita diluaskan hati kita
- agar kita terbebas dari dendam kemudian
- hasad. Tadi ustazah sudah membuka kajian
- hari ini dengan doanya untuk membuka
- lembaran baru di Syawal ini dengan penuh
- keberkahan. Kita akan masuk ee ikhwan
- dan Nawat ke sesi tanya dan jawab. Kita
- langsung saja Ustazah ya ke penanya
- pertama Ustazah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah. Setelah berlalunya bulan
- Ramadan, banyak di antara kita yang
- merasa semangat ibadahnya mulai memudar.
- Padahal selama Ramadan kita diberikan
- kesempatan yang luar biasa untuk
- mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu
- wa taala. Namun mengapa seringkiali kita
- kembali ke kebiasaan lama setelah
- Ramadan? Apakah yang tadi seperti yang
- ustazah sampaikan betul-betul berarti
- bahwa Ramadan kita tidak berhasil
- ustazah dalam mengubah diri kita?
- Ataukah ada hal lain yang perlu
- diperbaiki dalam rangka menjaga
- konsistensi ibadah. Karena tidak mudah,
- Ustazah kembali melaksanakan yang biasa
- kita lakukan di Ramadan, kemudian kita
- laksanakan di bulan yang lain dari Deri
- di Jakarta.
- Iya. Ee jadi begini, biasanya nih
- semangat ibadah ee pasca Ramadan itu
- melemah. Itu pasti ya ee melemah. Karena
- rasanya sepanjang pemahaman saya, Mbak
- Olin, kayaknya enggak ada tuh orang yang
- di bulan Ramadan ibadahnya tuh ee seper
- ee di bulan lain itu seperti diibadah di
- bulan Ramadan. Ya, kayaknya tuh ya.
- Bahkan kalau kita lihat ee Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam sendiri itu
- iktikaf di 10 hari terakhir Ramadan.
- Iktikaf di bulan-bulan lainnya itu tidak
- seperti rasanya tidak seperti di bulan
- Ramadan ya. Nah, ini saya rasa ee
- penyebabnya itu di antara lain ya,
- kenapa ibadah kita pasca Ramadan itu
- tidak sesemangat di bulan Ramadan.
- Pertama, bisa jadi dari mindset kita ya,
- bahwa Ustaz mohon maaf memotong ee
- Ustazah videonya ee termatikan.
- Iya. Oke, silakan dilanjutkan. Maaf,
- maaf. Silakan dilanjutkan. Maaf. Saya
- ya. Jadi ee ketika mindset kita me yang
- ada di benak kita itu bahwa Ramadan itu
- adalah ibadah musiman ya. Karena ee
- ibadah musiman hanya ikut tradisi.
- Itulah salah satu penyebab kenapa kita
- tidak semangat di bulan Ramadan. Karena
- ya tradisi ya hanya ee apa tren musim
- saja ya. itu penyebabnya di antaranya
- bisa juga karena kurang memahami ee
- keutamaan Ramadan karena ibadah itu
- dianggap beban aja Ramadan ya puasa lagi
- ya ada rasa gimana gitu ya. Ee kemudian
- bisa jadi melemahnya semangat ibadah
- Ramadan kita ini karena ada zona nyaman
- duniawi ya. Zona nyamannya apa ya? Kita
- lebih senang men-scroll medsos kita gitu
- ya kan. Kalau sudah pegang medsos ya HP
- itu udah kayak apa gitu ya udah niat sih
- sudah ada lupa waktu ya setan gepeng
- katanya ya Mbak ya. Udah punya semangat
- pengin baca Quran ya. Tangan kanan
- pegang Quran, tangan kiri pegang HP.
- akhirnya yang dominan HP gitu ya. Nah,
- bisa jadi zona nyaman duniawi inilah
- yang menyebabkan tergerus ibadah kita ee
- untuk ee melanjutkan kebiasaan ibadah
- kita setelah Ramadan. Karena ada tadi ya
- rutinitas yang padat ee godaan-godaan.
- Bisa juga karena lingkungan yang lemah
- tidak ada support system ya. ya semuanya
- tuh ee menghabiskan waktu ya akhirnya
- terbawa ya tidak ikut kajian atau jarang
- enggak punya komunitas yang ee
- mengingatkan ya apalagi punya alasan
- setannya sudah dilepas sudah bebas
- sekarang godaannya semakin banyak gitu.
- Ee jadi bagaimana caranya supaya kita
- bisa istikamah ya memang ee untuk
- beribadah sebagaimana di bulan Ramadan
- rasanya itu memang tidak mungkin ya
- pasti sulit ya. Karena memang beda ya ee
- nilai keutamaan Ramadannya dengan bulan
- yang lain. Paling tidak agar kita bisa
- istikamah sampai akhir hayat kita.
- Karena dalam Al-Qur'an itu kan ee
- disebutkan ya wabudaka hattaakal yaqin.
- Sembahlah Rabbmu itu, Tuhanmu itu sampai
- datang kepadamu alyakin yaitu ajal. Maka
- caranya itu di antaranya buat saya ini
- nasihat buat saya dan kita semua ya. doa
- tadi ya selalu mohon kepada Allah akan
- agar diberikan semangat, kekuatan,
- bimbingan agar kita bisa melaksanakan ee
- ibadah ee apa ibadah-ibadah kita selain
- Ramadan ini dengan ee semangat ya, butuh
- doa ya. Terus kemudian tadi ya ilmu
- tambahkan terus ilmu. Karena Rasulullah
- itu memberikan ee panduan kepada kita
- dalam kehidupan ini yang hanya bisa
- ditambah itu adalah ilmu. Jadi kalau
- tambah rezeki, tambah anak, tambah istri
- enggak begitu ya. Rbi zidni ilma. Hanya
- ilmu yang minta ditambahkan ya. Kemudian
- tentu yang tidak kalah pentingnya adalah
- jauhi perbuatan dosa dan maksiat. Karena
- perbuatan dosa dan maksiat itu dapat
- mengalahkan amal saleh kita. perbuatan
- dosa dan maksiat itu dapat ee
- menyebabkan kita terbawa kepada ee
- perbuatan-perbuatan tersebut sehingga
- mengalahkan perbuatan-perbuatan amal
- saleh. Ya, jadi ee dan yang tidak kalah
- pentingnya untuk semangat kita agar bisa
- istikamah sampai akhir hayat ya buat
- kita dan buat saya dan kita semua itu
- jangan lupa mengingat kematian ya. Ya
- Allah hidup ini enggak selama-lamanya.
- Makanya mungkin ada hikmahnya juga ya
- orang-orang di saya tidak bahas tentang
- hukum ya. Apakah ada ulama mengatakan oh
- itu B enggak boleh. Kan kita setelah
- hari raya itu kan kita ziarah kubur ya.
- Hm. Ya, biasanya begitu ya, Mbak ya.
- Betul. Ziarah kubur ke orang tua kita,
- ke makam orang tua kita. Ya, saya sih
- ngambil hikmah saja. Saya terlepas ini
- saya tidak membahas tentang hukum karena
- ini kan tradisi ya. Kita ambil hikmahnya
- kenapa kita ee berziarah ke makam orang
- tua kita. ini maksudnya adalah agar kita
- mengingat kematian, agar kita bisa
- konsisten di bulan Ramadan itu. Kemudian
- kita lanjutkan setelah Syawal agar kita
- terus ya melaksanakan ketaatan kita
- kepada Allah karena nanti kita akan
- mati. Jadi kan apalagi 1 Syawal itu hari
- berbahagia kan udah ke mana-mana makan
- sana sini lupa kayaknya dengan
- Ramadannya satu hari aja bisa
- menyebabkan kita lupa dengan ibadah
- Ramadan ya. Bahkan ada yang masuk rumah
- sakit karena saking banyaknya makan ya.
- Nah, ini dengan mengingat kematian
- mudah-mudahan Allah berikan kita
- kekuatan ya agar kita semangat terus
- beribadah ya. Dan juga ee ini juga
- sangat penting juga ya terpenting juga
- adalah memilih teman yang baik. Memilih
- teman yang baik ini penting. Kalau kita
- enggak punya lingkungan, enggak punya
- komunitas itu siapa yang akan membawa
- kita yang mengingatkan kita. Ya, jadi
- ini Mbak apa yang saya sampaikan ini
- sebenarnya kita sudah tahu ya. Karena
- setiap kita selalu mengulang-mulang ya
- setelah Ramadan selalu ya ee
- pembahasannya ini. Jadi pembahasan ini
- Syawal atau pasca Ramadan sebagai
- lembaran baru itu sebenarnya untuk
- mengingatkan kita. Tidak hanya sekedar
- untuk mengingatkan kita, tapi juga untuk
- meningkatkan
- ee amal ibadah kita ya. Karena memang
- wakir fainikro tanfaul mukminin ya kan.
- Allah memerintahkan kita untuk saling
- mengingatkan karena itu sangat
- bermanfaat bagi orang-orang yang
- beriman. Ya, bahkan Allah sendiri dalam
- Al-Qur'an kan itu ya ada khitabnya
- kepada orang yang beriman. Ya
- ayyuhalladzina amanu aminu gitu ya.
- Wahai orang-orang yang beriman,
- berimanlah. Padahal untuk orang beriman
- disuruh beriman lagi. Nah, itu untuk
- mengingatkan. Jadi apa yang saya
- sampaikan yang kita bahas ini adalah
- untuk kita semua. Mudah-mudahan kita
- bisa saling mengingatkan ya terus ya
- continue melaksanakan ibadah kita
- walaupun kualitasnya tidak seperti
- kualitas atau kuantitas ya tidak seperti
- di bulan Ramadan. kayaknya kita mulai
- deh, Mbak. Misalnya gini, selama bulan
- Ramadan kita bisa tuh tarawih ya.
- Setelah salat Isya kita lanjut tarawih.
- Bisa sekarang bisa enggak? Setelah kita
- salat Isya di rumah lanjut gitu ya,
- apakah 11 rakaat ya, 222 atau 43 bisa
- enggak? Ah, bismillah kita mulai.
- Kalaupun enggak bisa, minimal sudah
- witir dulu nanti baru malam bangun baru
- kita lanjutkan. Mudah-mudahan hal-hal
- yang kayak kayak begini kita mulai.
- Bismillah. Allah paksain gitu ya, Mbak.
- Allah paksain. Iya. Baik, sudah ee
- terjawab insyaallah ya. Ee Bapak Deri,
- saya akan beralih ke ini dari Fatimah di
- Bogor. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah Herlini.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Fatimah bertanya, "Ustazah,
- pasca Ramadan kami merasa bahwa ibadah
- yang kami lakukan maksimal dan saya
- pribadi merasa bahwa nampaknya Allah
- sayang dengan kami. Namun semalam kami
- semua dalam keadaan selamat setelah
- terjadi gempa di daerah kami." Kejadian
- tersebut mengundang banyak pertanyaan
- dalam benak saya. Dalam pandangan Islam,
- Ustazah, apakah musibah seperti gempa
- bumi ada kaitannya dengan perbuatan dosa
- yang dilakukan oleh umat manusia?
- Sedangkan saya merasa bahwa tadi seperti
- yang disebutkan ee Fatimah bahwa dia
- sudah merasa disayang Allah, Ustazah,
- karena ee amal ibadah yang dilakukan
- selama bulan Ramadan. Ataukah ini ee
- memang lebih kepada ujian atau
- peringatan dari Allah. Saya ingin sekali
- memahami lebih dalam tentang bagaimana
- kita seharusnya menyikapi bencana alam
- dari perspektif agama. Terima kasih.
- I eh Fatimah. Mbak Fatimah ya.
- Masyaallah. Alhamdulillah binikmati
- shihat. Allahu Akbar. Ya Allah
- selamatkan ya. Jadi begini ee gempa bumi
- apapun bentuk ujian cobaan musibah yang
- menimpa kita itu adalah bagian dari
- takdir ya dalam kehidupan ini yang telah
- Allah tetapkan. Karena semua musibah
- yang menimpa manusia itu dengan izin
- Allah ya. Ee barang siapa yang beriman
- kepada Allah, Allah akan berikan
- petunjuk pada dirinya ya. Jadi artinya
- musibah yang menimpa apapun di dunia ini
- itu adalah takdir ya dari Allah. Nah,
- jadi ee musibah ini atau ujian ini itu
- bisa dua ee kita lihat ee dari sisi ee
- apa dalam pandangan Islam tuh bisa jadi
- dua ee kita lihat perspektifnya ada dua.
- Pertama bisa jadi itu adalah peringatan
- atau teguran. Jadi bencana yang datang
- itu bisa jadi peringatan dari Allah atas
- kemaksiatan yang sudah meraja lela,
- kemaksiatan sudah tersebar di mana-mana.
- Kemudian Allah berikanlah ee Allah ee
- takdirkan, Allah berikan kepada manusia
- itu ee bencana ya sebagai peringatan
- atau teguran ya. Ya kan? Kalau kita
- lihat dalam Al-Qur'an misalnya, ya Allah
- tidak akan menghancurkan suatu negeri
- melainkan ketika penduduknya berada
- dalam keadaan zalim. Jadi bisa jadi itu
- adalah ee peringatan ya kan ee zaharal
- fasad itu ya telah nampak kerusakan di
- darat di laut disebabkan karena
- perbuatan tangan manusia gitu ya. Ee
- jadi bisa jadi itu adalah bagian dari ee
- peringatan teguran ya. Nah, kemudian ee
- yang kedua itu bagian dari ee ujian ya
- tadi teguran ya. Yang kedua bisa jadi ee
- bagian dari ujian. Artinya apa? Ujian ee
- untuk melihat atau menguji
- hamba-hambanya yang beriman apakah sabar
- atau tidak. Ya. Eah ada yang menarik
- nih, Mbak ya dalam surat Al-Anfal ya.
- Ya, khawatirlah kalian terhadap eh
- fitnah yang tidak hanya menimpa e kepada
- orang-orang yang zalim saja di antara
- kalian ya. Jadi artinya kita waspada,
- ya. Jadi ee menyikapi musibah, bencana,
- ujian cobaan itu ada dua. Pertama, bisa
- jadi itu teguran. Jadi kalau orang yang
- lalai ini adalah teguran kapan lagi bisa
- kembali mendekat kepada Allah. Ya, jadi
- itu ee sebagai teguran. Yang kedua bisa
- jadi sebagai eh ujian apakah bersabar
- atau tidak. Nah, orang-orang yang
- beriman ketika mendapatkan ujian, gempa,
- musibah, kemudian termasuk korban
- misalnya ada yang ada yang korban itu
- dengan ujian itu Allah akan ampuni semua
- dosa-dosanya. Allah akan hapus semua
- dosa-dosanya dan ketika mendapatkan
- ujian itu kemudian meninggal itu tanpa
- dosa. Jadi artinya Allah akan ketika
- mencintai seorang hamba ibtalahu Allah
- berikan dia ujian. Jadi bukan berarti
- orang yang jadi artinya tadi gempa.
- Alhamdulillah Ibu ee Mbak Fatimah tadi
- selamat. Mudah-mudahan itu bagian dari
- rahmat Allah agar selalu mensyukuri
- nikmat Allah. Terus beribadah kepada
- Allah. Allah selamatkan. Allah ee tidak
- tidak termasuk yang ee ee terkena
- bencana itu. Mudah-mudahan itu adalah
- perlindungan Allah. Tapi kan tidak semua
- seperti Mbak Fatimah mungkin ada juga
- hamba-hamba Allah yang saleh tapi
- terkena musibah, ujian cobaan. Ya, itu
- bukan berarti azab Allah. Tapi Allah
- ingin dengan ujian itu menghapuskan
- dosa-dosanya, mengangkat derajatnya.
- Nah, bagi yang lalai, bagi yang sangat
- jauh dengan Allah itu jadi peringatan.
- kapan lagi untuk bisa kembali kepada
- Allah sedangkan Allah telah memberikan
- ujian yang seperti ini. Nah,
- mudah-mudahan dia bisa kembali ya. Nah,
- adapun bagi orang-orang kafir itu adalah
- azab ya. Jadi bencana ee apa gempa dan
- segala macamnya bagi orang kafir itu
- adalah azab bagi mereka. Tapi bagi
- orang-orang Islam, orang-orang beriman
- itu dua, yaitu bagian dari ee ujian
- bentuk kasih sayang Allah ketika dia
- bersabar, derajatnya naik dan bagian
- dari ee apa ketika meninggal misalnya
- itu adalah tanpa hisab. Jadi kita lihat
- sisi positif intinya adalah bahwa kita
- diperintahkan oleh Rasulullah untuk
- selalu berhusnuzan kepada Allah. Ana
- indoni abdi aku tergantung sangkaan
- hambaku kepadaku. Ya, jadi Allah itu kan
- tergantung sangkaan hambanya. Makanya
- bersangka yang baik-baik aja. Jadi
- misalnya Mbak Fatimah, alhamdulillah
- Ramadan ini optimal, alhamdulillah Allah
- berikan keselamatan. Ya, mudah-mudahan
- itu bagian dari perlindungan Allah ya.
- Berbaik sangka aja. Nah, kalau misalnya
- ada yang mendapatkan musibah kemudian ee
- kemudian bersuzon kepada Allah, kenapa
- ya Allah begini? Apa karena Allah enggak
- suka, ya? Apa karena benci? Apa bagian
- dari siksa?Ah, itu seperti itulah
- dugaan. Maka berbaik sangkalah kepada
- Allah ya. Mudah-mudahan setiap ujian,
- musibah cobaan yang menimpa kita itu
- adalah bagian dari ee kasih sayang Allah
- menguji kita. Apakah kita tetap
- istikamah, tetap mendekatkan diri kepada
- Allah dan yang diselamatkan
- mudah-mudahan itu adalah bentuk
- penjagaan Allah kepadanya. Begitu, Mbak.
- Wallahuam bawab. Baik. Masyaallah, Mbak
- Fatimah sudah lengkap ya penjelasan e
- dari Ustazah. Saya akan beralih ke
- berikutnya dari hamba Allah bertanya,
- "Ustazah, kalau puasa Syawal, Ustazah,
- emm kapan yang terbaik? Apakah masih
- diperbolehkan dilakukan ketika sudah
- berada di akhir-akhir bulan Syawal?"
- Ya, memang para ulama beda pandangan ya,
- Mbak ya. Ada dua pandangan. Ada yang ee
- pandangan pertama itu mesti ber di awal
- berturut-turut gitu ya. He. Yang kedua,
- kapan saja yang yang penting selama
- bulan Syawal. Jadi, dua-duanya itu ee
- bisa kita ee pakai apa namanya? Kita
- pegang, ya. Artinya kalau memang
- memiliki kesempatan dan waktu kan lebih
- baik ya memang di di awal ya setelah 1
- Syawal kalau memang memungkinkan tidak
- ada halangan atau kendala. Tapi paling
- tidak selama di bulan Syawal karena
- memang pembahasan tentang summa atbahuin
- syawal itu ulama beda pandangan itu
- berturut-turut. ada yang menyebutkan ee
- tidak kapan saja yang penting di bulan
- Syawal. Nah, sekarang ee kesempatan itu
- ada pada kita ya. Carilah kesempatan itu
- ee sesuai dengan waktu kita. Kan semua
- kembali kepada kita. Apalagi perempuan.
- Ingat loh, kita ada haid-nya bagi yang
- masih haid ya. Jadi kitalah yang bisa
- menimbang-nimbang waktu kapan saatnya
- kita bisa melaksanakan puasa Syawal. Ya,
- begitu intinya jangan sampai
- ditinggalkan karena nanti kan ya
- pahalanya sayang banget ya.
- seperti puasa 1 tahun penuh pahalanya
- gitu kan. Jadi mudah-mudahan kita dapat
- 6 hari di bulan Syawal ya.
- I baik hamba Allah. Kemudian masih dari
- hamba Allah. Ustazah ini juga bertanya
- terkait dengan ee bulan Syawal. Apakah
- benar bulan Syawal merupakan bulan yang
- tepat untuk melaksanakan walimah atau
- pernikahan? Karena banyak sekali saya
- perhatikan masyarakat berbondong-bondong
- melakukan pernikahan di bulan Syawal.
- Apakah ada dalil atau riwayatnya,
- Ustazah?
- Iya, Mbak. Ee para ulama memang
- menyebutkan bulan Syawal itu sunah
- menikah di bulan itu, ya. Karena Ibunda
- Aisyah, jadi Rasulullah menikah dengan
- Ibunda Aisyah itu di bulan Syawal.
- Sehingga para ulama mengatakan sebagian
- dari bulan yang disunahkan untuk menikah
- itu adalah bulan Syawal. Sebagaimana
- Rasulullah menikah ibunda Aisyah.
- Seperti itu, Mbak. Itu jadi kemudian
- jadi Oh, itu jadi kemudian disunahkan
- ya, Ustazah ya.
- Iya, betul. Karena memang ee para ulama
- itu setiap apapun yang Rasulullah
- lakukan itu adalah bagian ee berusaha
- untuk mengikutinya karena itu adalah ee
- bagian dari sunah Nabi. Begitu. Iya.
- Baik, Ustazah. Kemudian dari Adik Aulia
- ini ya bertanya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam.
- Di lingkungan sekolah, Ustazah,
- teman-teman sering melakukan hal-hal
- yang tidak sesuai dengan ajaran Islam
- seperti gosip, bercanda berlebihan, atau
- bahkan berpacaran. Bagaimana seharusnya
- saya bisa tetap bersikap baik dan
- bergaul dengan mereka tanpa ikut terbawa
- arus sekaligus tidak merasa asing dalam
- pergaulan
- sehari-hari? Keren. Aulia.
- Ee begini, siapa nama Aulia ya? Aulia,
- Ustazah. Aulia. Masyaallah.
- Mudah-mudahan bisa ya. Jadi yang pertama
- doa minta kekuatan kepada Allah agar
- diberikan keistikamahan, kekuatan dan
- kalau perlu ee berdoa kepada
- Allahumalni
- mafatihir. Ya Allah jadikan aku pembuka
- pintu kebaikan. Nah, jadi artinya ya
- Allah jadikan aku ee penyebab
- orang-orang mendapatkan hidayah gitu
- kan. Doa gitu ya. Ee minta kekuatan
- kepada Allah nanti tetap bergaul dengan
- mereka. Kalau bisa diupayakan semaksimal
- mungkin ketika mereka bergunjing,
- alihkan pembicaraannya ya. Pokoknya
- setiap mau ngomongin orang alihkan gitu
- ya kalau memang kita mampu untuk
- mengalihkannya. Tapi apabila kita tidak
- mampu untuk mengalihkannya, kita bisa
- menghindar pergi atau
- apa kan biasa ada headset ya dengarin
- apa gitu ya kajian atau apa atau
- berusaha untuk tidak ee ya tidak fokus
- dengan mendengarkannya. Jadi tetap
- bergaul dengan mereka, tapi bukan
- menjauhi ya, tapi berusaha ee untuk ya
- kalau bisa sih mengalihkan
- ee apa yang mereka bicarakan. Jadi itu
- yang penting jaga mata, jaga telinga,
- jaga hati ya, jaga pergaulan ya. kita ee
- kalau memang bikin buat ide-ide yang
- bagus apa misalnya ee acara-acara gitu
- ya dengan kan sekarang banyak Mbak ya
- yang anak-anak remaja itu ya ee
- ustaz-ustaz yang remaja itu ya
- diajak-ajak jadi mereka itu jadilah
- pionir pahalanya besar itu ya mengajak
- mereka itu masyaallah ketika mereka
- mendapatkan hidayah tuh pahalanya kita
- dapatkan itu ya auliya ya yang penting
- kita tidak samaan dengan mereka bahkan
- perlu kita doakan kalau melihat
- kemaksiat kegiatan apapun kita berdoa,
- "Ya Allah, beri mereka hidayah. Ya
- Allah, lindungi aku dari ee pergaulan
- yang tidak baik. Ya Allah, pertemukan
- aku dengan sahabat-sahabat yang salihah
- gitu ya. Mudah-mudahan ee Mbak Aulia
- bisa menjaga ee keimanannya.
- Insyaallah." Amin. Insyaallah.
- Insyaallah. Baik, Ustazah. Tampaknya
- pertanyaan dari Dede Auli ya ee
- mengakhiri sesi tanya dan jawab pada
- siang hari ini. Kiranya sebelum kita
- tutup saja kesimpulan kita pada siang
- hari ini. Iya. Pendengar yang dirahmati
- Allah, Syawal ini bukan penutup ibadah.
- Syawal ini adalah fase baru kita membuka
- lembaran baru sebagai titik awal
- transformasi diri kita. Kita bertekad
- untuk berhijrah dari kemaksiatan kepada
- ketaatan. Kita mulai menata hubungan
- kita dengan Allah. Kita mulai
- melanjutkan ibadah-ibadah kita. Walaupun
- tidak seperti beribadah di bulan
- Ramadan, tapi ada yang kita ee rutinkan.
- Kita mulai menata hubungan kita dengan
- ee manusia, dengan orang tua, kerabat,
- semuanya dengan hati yang penuh dengan
- keikhlasan, tidak dendam, tidak hasad,
- tidak iri, tidak dengki, tidak benci.
- Kita mulai membersihkan hati kita, kita
- buka lembaran baru. Mudah-mudahan
- Ramadan yang ada ini adalah Ramadan
- penuh berkah untuk kita. Allah ampuni
- semua dosa dan kesalahan kita dan
- mudah-mudahan Allah berikan kita
- kesempatan untuk bisa menikmati Ramadan
- berikutnya. Apabila Ramadan ini adalah
- Ramadan terakhir kita, mudah-mudahan
- Allah tutup kehidupan kita ini dalam
- keadaan husnul khatimah. Allah berikan
- kita kesempatan untuk menemuinya dengan
- sebaik-baik pertemuan. Insyaallah
- sebagaimana kita juga berdoa kepada
- Allah dengan doa yang luar biasa.
- Allahq. Ya Allah karuniakan kami agar
- kami bisa memandang wajahMu yang agung
- dan kerinduan untuk berjumpa
- denganmu. Astagfirullahakum.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillah dan jazakillah khairan
- kasiran kepada guru kita Ustazahil Amnan
- dengan penutup e kajiannya. Doanya yang
- begitu menyentuh luar biasa.
- Mudah-mudahan kita semua Allah jaga
- dengan keistikamahan di semangat bulan
- Ramadan. Yang bertugas pada hari ini
- saya Karolin didampingi oleh Algi dan
- Ondi. Kami ucapkan terima kasih kepada
- para pendengar yang telah menyampaikan
- pertanyaannya lewat ee WhatsApp tadi.
- Mudah-mudahan terjawab semua dan
- mudah-mudahan dipanjangkan usia kita
- untuk mengikuti kajian berikutnya. Kami
- tutup dengan doa kafaratul majelis.
- Subhanaka Allahumma wabihamdika ashadu
- alla illa anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Wabillahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikum