Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil
- alamin wabihi nasta'in wa ala umurid
- dunya waddin wasalatu wassalamu ala
- asrofil iyaai wal mursalin wa ala alihi
- wasohbihi ajmain. Ashadu alla
- ilahaillallah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli
- wasallim wabarik ala nabiyana Muhammadin
- wa ala alihi wasohbihi ajmain. Qallahu
- taala fil quranil karim.
- Aubillahiminasyaitanirrajim.
- Qolu subhanaka la ilma lana illa
- maamtana
- innaka antal alimul hakim. Waqala aidon
- innallaha wa malaikatahu yusuna alan
- nabi. Ya ayyuhalladzina amanu shu alaihi
- wasallimu taslim. Sadaqallahulzim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Masih
- dipancarkan dari jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Cibubur Bekasi.
- Inilah Radio Silaturahim dan Rasil TV
- untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat
- yang dimuliakan Allah Subhanahu wa
- taala, bagaimana kabar Anda di Jumat
- sore ini? Semoga selalu dalam keadaan
- sehat walafiat. Senang sekali saya Fauzi
- Ridwan ditemani oleh Eza dan juga Yusuf
- Subangkit dapat kembali menemani ikhwan
- akhwat dalam program tausiah sore edisi
- Jumat 25 Zulkaah 1446
- Hijriah dan juga bertepatan dengan
- tanggal 23 Mei 2025. Alhamdulillah
- bersama guru kita Ustaz Ahmad Saleh.
- Alhamdulillah beliau sudah hadir bersama
- kita. Kita sapa guru kita terlebih
- dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Masyaallah, Ustaz, kabarnya sehat,
- Ustaz?
- Alhamdulillah sihat walafiat atas doa
- dari semua ikhwan dan akhwat.
- Alhamdulillah.
- Baik, semoga kesehatan juga dirasakan
- oleh ikhwan akhwat sebagaimana Ustaz
- Ahmad Saleh. Dan kami doakan
- semoga ikhwan akhwat di mana pun Anda
- berada dalam keadaan sehat walafiat,
- yang sakit segera Allah sembuhkan
- penyakitnya. Amin. Baik ikhwan awat.
- Semoga kajiannya dapat menemani ikhwan
- akhwat di segala aktivitas baik di rumah
- maupun yang sudah dalam perjalanan
- perjalanan pulang ke rumah semoga dalam
- keadaan sehat dan sampai ke rumah dengan
- selamat dan bertemu dengan keluarganya.
- Baik ikhwan akhwat. Pada Jumat sore kali
- ini, Ustaz akan membahas tentang hal-hal
- yang berkaitan dengan doa
- dalam kitab syarah Riyadus Shihin karya
- Syekh Dib Albukha. Hadis yang ke-20 apa
- nih, Ustaz? Ya.
- E hadis pertama karena beda judul baru.
- Iya.
- Baik, Ikhwan Awat. Bagi Anda yang ingin
- mengikuti kajian ini, berpartisipasi
- dapat mengirimkan di WhatsApp
- 0811999720.
- Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi
- langsung dengan ustaz dapat menghubungi
- di 0218451512.
- Kita persilakan kepada ustaz untuk
- memberikan ilmu tentang hal-hal yang
- berkaitan dengan doa. Tafadul Ustaz.
- Alhamdulillahi
- hamdan katsiran thyiban mubarokan fih
- kama yuhibbu rbuna waardo.
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah. Wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluhu wa innahu la nabiya
- ba'dah. Allahumma sholli wasallim
- wabarik ala nabiyina Muhammadin waa
- alihi wa ashabihi waman tabiahum
- biihsanin ila yaumil qiamah. Amma ba'd.
- Ikhwan dan akhwat pendengar radio
- silaturahim di mana pun berada.
- Alhamdulillah pada sore hari ini kita
- dipertemukan kembali untuk melanjutkan
- kajian kita, kajian kitab Syarhu Riyadus
- Shihin.
- Kemarin kita sudah menyelesaikan bab
- satu bab. Sekarang kita lanjutkan ke bab
- ee babun jadid ya. Nah, itu hal yang
- berkaitan dengan doa. Ah, oke. Untuk
- tidak memperpanjang ee percakapan, kita
- langsung saja kepada bab pertama apa ee
- hadis pertama dalam bab ini atau hadis
- ke-1497
- dalam kitab Riyadus Shihin. Naam.
- Dan dari Usamah bin Zaid radhiallahu anh
- qal, ia berkata,
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- bersabda, qala Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam,
- man sun ilaihi marufun
- faqalailihi
- jazakallahuiran
- faq ablag fanaidu
- waq Qun hasanun shahih.
- Dari Usamah bin Zaid semoga Allah
- meridainya. Ia berkata bahwa Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam bersabda,
- "Siapa yang diperlakukan
- dengan kebaikan mania ilaihi marrufun
- faqalafailihi."
- Kemudian dia mengucapkan kepada yang
- melakukannya gitu kan. melakukan
- kebaikan dari kepada dirinya.
- Ee jazakallahu khairon. Semoga Allah
- membalas kebaikan kepadamu.
- Faqad ablag fanaai.
- Maka ia telah lebih dari cukup dalam
- memuji dan berterima kasih. Gitu. Jadi
- ee jazakallah khairun itu sudah mencakup
- ee pujian dan ucapan syukur kepada si
- pelaku. Si pelaku yang maksudnya ee yang
- telah melakukan apa? kebaikan kepada
- kita. Makruf. Ah berarti di sini kalau
- makrufun
- berarti kebenaran universal, kebaikan
- universal. Apa misalnya ee kalau
- misalnya
- kalau khair ah kebaikan menurut Allah
- dan rasulnya atau menurut syariat. Baik
- menurut syariat apa contohnya baik
- menurut syariat salat. Menurut Islam
- baik, menurut orang lain belum tentu.
- Terus apalagi?
- Ee ya salat ya. Iya salat di antaranya
- gitu yang kebaikan khairan. Ee kemudian
- ee makrufun itu kebenaran universal di
- semua ada di semua sekte, di semua agama
- itu ada. Contohnya apa? Birul walidain.
- Berbuat baik kepada ibu bapak. Di semua
- agama itu menyatakan baik.
- H
- makruf.
- Nah, makruf. Maka sesungguhnya amar
- makruf memerintahkan kepada yang dikenal
- kebaikannya berarti yang universal.
- berlaku adil. Makruf apa khair?
- Makruf.
- Makruf gitu loh. Maka meskipun agamanya
- beda ya kita tetap memerintahkan
- kebaikan kepadanya. kebaikan yang
- dimaksud makruf karena dia juga punya
- ajaran begitu gitu loh. Itu keadilan ke
- kemudian ya keadilan kemudian tadi ya ee
- berbuat baik kepada ibu bapak ee berlaku
- sopan
- kepada sesama itu kebaikan-kebaikan yang
- makruf. Nah, kemudian menolong
- ya menolong. menol pada dasarnya tadi
- kecuali di dalam agama ee apa di dalam
- Talmud.
- Talmud itu adalah pembandingnya
- dari ee Attaurah attakhrifah
- pembandingnya dari Taurat yang telah
- dirubah. Nah, di samping Taurat ada
- Talmud.
- Nah, lihatlah Talmud itu ya. Maka wajar
- kalau kemudian
- saya menduga keras, mohon maaf ya, saya
- menduga keras
- Palestina tidak akan dikasihkan lagi
- sama umat Islam.
- Karena ajaran mereka jangankan begini,
- misalnya kita ketinggalan dompet,
- kemudian yang menemukan orang mereka,
- mereka temukan haram bagi mereka untuk
- kembalikan
- tuh haram. Nah, kecuali sesama mereka
- ini kepada goyim non Yahudi itu haram.
- Maka saya bilang, "Ah, gak akan gak akan
- dikembalikan lagi Palestina itu kecuali
- dengan direbut kembali yaitu hak kita,
- haqqul muslimin." Ah, direbut kembali
- itu Al-Aqsa. Maka slogan kita alha
- al-Aqsa haquna.
- Aqsa.
- Al-Aqsa itu milik kita, milik muslimin,
- milik umat Islam. Karena dulu juga
- Baitul Maqdis atau e apa namanya? Ardul
- Muqaddasah.
- Ardul Muqaddasah itu apa? Tanah yang
- disucikan itu di zaman Nabi Musa juga
- diperuntukkan kepada orang-orang
- beriman, kepada orang-orang Islam, yaitu
- pengikut Nabi mu pengikut Nabi Musa.
- Nah, jadi bedanya nanti ada umat Nabi
- Musa itu yang taat itu muslim.
- Asapi ada juga mereka yang alladina
- yaumunaahum
- atba Musa orang yang mengklaim bahwa
- mereka pengikut Musa. Tetapi
- sesungguhnya mereka menentang ajaran
- Nabi Musa ya sekarang itu Yahudi gitu
- loh. Ah masyaallah. Oke. Baik. Mohon
- maaf ya saya agak sedikit melebar karena
- mereka bicara tentang makruf.
- Iya. Makruf itu adalah sesuatu yang di
- semua lini, di semua agama, di semua
- sekte bahkan itu dianggap baik gitu ya.
- Nah, gitu ya. Manuni ilaihi marufun
- faqaiiri
- jazakallahuir.
- Bagaimana kalau nonmuslim yang melakukan
- kebaikannya sama kita? Misalnya begini,
- kita sakit,
- bingung mau membawa keluarga kita ke
- rumah sakit.
- Ada tetangga kita nonmuslim. Mohon maaf
- ya, saya menggunakan kata nonmuslim aja
- dulu gitu. [tertawa]
- Orang kafir gitu loh. E orang nonmuslim
- nih, Ustaz ini kalau mau apa mau makai
- mobil ngantar keluarga ke rumah sakit
- pakai aja mobil saya. Hanya mohon maaf
- cari aja carikan dulu sopirnya. Nih
- kuncinya
- nih STNK-nya
- nih duit untuk beli bensinnya. Tuh kata
- orang kafir tuh.
- Terus kita jawabnya gimana? [berteriak]
- Ngucapkan jazakallah khairan enggak sama
- dia? [tertawa]
- Nah, itu ya.
- Masyaallah ya Allah ya. Sampaikan justru
- mereka lebih berhak mendapatkan kata
- jazakallahu khairon. Jazakallahu khair.
- Apa artinya tadi? Secara bahasa kan
- diterjemahkannya semoga Allah membalas
- kepadamu kebaikan. Kan begitu.
- Nah, padahal yang dimaksud kalau mau
- mendalam lagi jazakallahu khairon di
- antaranya di antara pengertiannya semoga
- Allah membalasmu dengan Islam.
- H
- tu kepada orang kafir tuh begitu
- maknanya. Jazakallah khairan itu dari
- mana? Hadis menjelaskan inna kunna fi
- jahiliyatin. Kata Hudzaifah bin Yaman.
- Innakunna fi jahiliyatinarin.
- Sesungguhnya kami dahulu dalam keadaan
- jahiliah dan syar.
- Fajaanallahu
- bialir.
- Kemudian Allah mendatangkan kepada kami
- dengan kebaikan ini. Alkhairu bimakna
- alislam.
- Jadi Islam bisa dimaknai bagian dari
- sang disebutkan sebagai kebaikan.
- Makanya nikmat yang paling bagus,
- kebaikan yang kita terima adalah nikmat
- iman dan Islam gitu loh. Maka kalau kita
- jadi sampaikan aja sama mohon maaf ya,
- jika Anda pendengar yang nonmuslim, Anda
- jangan khawatir karena Islam mengajarkan
- kebaikan.
- Masyaallah
- mengajarkan ucapkan jazakallah khairan.
- Semoga Allah memberimu membalasmu dengan
- kebaikan.
- Tuh enggak akan misalnya ditolak lalu
- dihina. Gak
- jangan. Dia mah dari orang kafir enggak
- usah diterima gak.
- Nabi Muhammad sendiri
- Nabi Muhammad sendiri itu tetap
- menganggap baik orang-orang nonmuslim
- yang berbuat baik.
- Ada seorang yang kemudian menjadi
- sahabat
- Hatim namanya Hatim Toy. Beliau itu
- adalah orang yang senantiasa membuka
- gudang persediaan makanannya di zaman
- paceklik.
- Orang Nasrani dia bagikan
- kepada orang-orang yang memerlukan. Nah,
- suatu saat terjadi peperangan antara
- musyrikin Quraisy dengan orang Islam. Di
- antara yang gabung bergabung dengan
- pasukan Quraisy itu ada Adi bin Hatim
- sama adik perempuannya.
- Sama adik perempuan ikut tuh gabung.
- Kalah tuh musyrikin. Ditawanlah adiknya
- oleh muslimin.
- Adi bin Hatim kabur gitu ya karena kalah
- dengan musyrikin kabur. Nah yang ditawan
- adiknya.
- Nah kemudian Nabi melakukan ee apa
- namanya? ee pengontrolan itu apa
- istilahnya?
- [mendengus] Kalau investigasi kan
- mencari ini ee ada istilahnya gitu ya,
- ngontroll lah gitu ya. Kemudian dianya,
- "Oh, e ketika ngontrol begitu kemudian
- berdiri tuh adanya Adi bin Hatim, "Ya
- Muhammad, ya Muhammad gitunya." Kemudian
- Nabi menyahut, "Eh, siapa kamu?" Saya
- Fulanah binti Hatimtoy. Oh, [berteriak]
- Hatimtoy yang dermawan itu. Oh, anaknya
- Hatimto yang dermawan itu. Coba
- tidak di oh Hatimto yang kafir itu.
- Enggak gitu. Tapi kemudian oh Hatimto
- yang dermawan itu. Ya Muhammad izinkan
- saya mengambil tebusan.
- Jadi untuk menebus dirinya, dia minta
- izin untuk pulang ngambil harta.
- Ya sudah saya diizinkan. Tidak tidak
- dikawal, dibiarkan aja.
- Nah, pas sampai ketemu dengan siapa?
- Adi. Dengan kakaknya Adi ee apa namanya?
- Jadi Adi bin Hatim itu sambil
- membersihkan kuda menggurutu.
- Dasar begini menjelek-jelekkan Nabi
- Muhammad. Datanglah anak adiknya. Eh,
- diam kamu. Uskut anta ya adi. Diam kau.
- Sesungguhnya Muhammad itu puji Bapak
- kita katanya gitu. Ah, benar. Apa nama
- Muhammad memuji Bapak kita? Iya. Yuk
- kita ke sono. Adi sudah pakai kalung
- salib. Nah, maka kemudian datang e
- langsung Nabi mengatakan, "Sesungguhnya
- orang-orang Yahudi Nasrani itu menyembah
- para pendetanya." Oh, enggak. kata Adi
- bin Hatim gitu loh. Nah, jadi Nabi
- bacakan ayat surah Taubah itu ya. Heeh.
- Ewa ee Yahudi dan Nasrani itu menyembah
- para pendetanya. Lalu oh gak kami tidak
- pernah menyembah para pendeta-pendeta
- kami. Tapi kata Nabi Muhammad, "Bukankah
- engkau membenarkan apa yang dibenarkan
- pendetamu padahal di kitab kamu
- disalahkan? Bukankah kamu menghalalkan
- begitu kurang lebih apa yang dihalalkan
- pendetamu? Padahal kitabmu mengharamkan.
- Begitu juga engkau mengharamkan apa yang
- diharamkan pendetamu padahal kitab
- padahal kitabmu ee apa menghalalkan. Iya
- begitu kalau itu iya katanya itu sama
- dengan mengibadahi. Jadi oh maka
- kemudian Adi mengambil kalung salibnya
- dicopot kemudian dia ulurkan tangannya.
- Asyhadu alla ilahaillallah wa asyhadu
- annaka muhammadar rasulullah.
- Tuh itu berawal dari apa? dari lisan
- yang terjaga.
- Oh, dia puji Bapak kita. Benar.
- [tertawa]
- Nah, maka oleh sebab itu saya kira
- kalaupun ada nanti ada nonmuslim
- melakukan kebaikan kepada ucapkan saja
- jazakallah khair gitu ya. Kalau bahasa
- mereka kan terima kasih
- semoga jadi terimalah olehmu kasih
- Tuhan. Begitu kan. E terima kasih. Itu
- terjemah dari God bless with you,
- God bless with you gitu kan. Jadi semoga
- Allah apa memberkatimu. Kemudian
- disingkat menjadi goodbye.
- Itu goodbye itu bisa jadi maknanya God
- bless with you
- gitu loh. Nah, terima kasih dalam bahasa
- iya sama-sama gitu kan. Sama-sama. itu
- berarti semoga Allah memberikan kebaikan
- padamu ya. Sama-sama juga kamu juga
- semoga Allah memberikan kebaikan
- kepadamu. Nah, jadi kalau kita umat
- Islam itu selalu ngikuti prasangka
- mereka. Prasangka mereka baik, kita
- doakan baik. Kalau prasangka mereka
- buruk maka keburukan kembali padanya.
- Makanya asalamualaika ya Muhammad kan
- gitu. Dijawab oleh istrinya, oleh ibunda
- Aisyah, waalaikassam walnatullahi alaik.
- Ditambah laknat juga ya Aisyah. Jangan
- begitu. Kalau ada orang Yahudi
- mengucapkan teguran sapaan salam cukup
- dengan wa alaika.
- Kalimatnya cuma wa alaika tapi maknanya
- menarik sekali.
- Kalau si Yahudi betul-betul tulus
- mengucapnya bukan assalamualaikum tapi
- assalamualaikum.
- Jawabnya juga semoga buat kamu
- keselamatan.
- Tapi kalau kehancuran, kebinasaan juga
- buat kamu gitu. Jadi waaika itu
- masyaallah gitu ya. Oke. Baik. Jadi
- faq
- gitu ya. Oke. Baik. Nah, kemudian ke
- hadis ke apa? Kedua ya. An Jabir
- radhiallahu an q Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam la anfusikum.
- aikum w
- amwumakum
- muslim
- anfusikum janganlah kamu berdoa ala
- anfusikum berdoa buruk gitu loh untuk
- dirimu karena menggunakan kata ala
- kalau doa baik itu liusik
- Doa untuk kebaikan.
- Kalau di sini
- janganlah kalian berdoa yang tidak baik
- terhadap dirimu sendiri.
- Jangan pula kamu mendoakan keburukan
- untuk anak-anakmu
- juga kamu jangan berdoa keburukan untuk
- harta kekayaanmu.
- Janganlah kalian berdoa buruk pada waktu
- di mana Allah mengabulkan permintaan
- kalian. Jangan sampai berdoa buruk
- karena khawatir kita tidak tahu. Pas
- kamu doa buruk Allah kabul. Pas saatnya
- mustajab. Maka kan ada doa apa
- waktu-waktu mustajab. Nah, maka oleh
- sebab itu jangan berdoa buruk ya.
- Senantiasa berbuat baik. Bahwa kemudian
- gara-gara harta kekayaan terjadi sesuatu
- ya tidak harus kemudian menyesali.
- Ucapkan saja innillahi wa inna ilaihi
- rojiun. Ya Allah, sesungguhnya saya
- memohon kepada Engkau kebaikan bersama
- harta yang Kau berikan itu, saya mohon
- juga kebaikan. Jadi, kita mohon harta
- yang tidak mengakibatkan saling
- bunuh-membunuh anak-anak kita karena
- rebutan harta.
- Kita minta harta yang diberkahi. Kita
- minta harta yang tidak mengakibatkan
- anak cucu kita saling bermusuhan. Amin.
- Tetapi harta kita menjadi penyelamat
- buat mereka sebagai wasilah ee semakin
- dekat kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Nah, mutiara-mutiara yang dapat kita
- gali dari hadis kedua ini
- jadi larangan berdoa meminta kesialan
- bagi diri sendiri, anak-anak dan harta
- benda karena khawatirkan doanya
- bertepatan dengan waktu mustajab.
- Kemudian ada waktu-waktu khusus yang
- memiliki keistimewaan di mana Allah
- mengabulkan doa pada waktu tersebut.
- Maka hendaknya seorang mukmin mengupahan
- waktu-waktu yang diberkahi untuk berdoa.
- Ya. Dan hendaknya yang diminta dalam
- doanya adalah kebaikan, rahmat dan
- afiah, bukan siksaan dan kebinasaan.
- termasuk juga ya terhadap
- sebaiknya tidak berdoa kebinasaan dan
- siksaan untuk orang lain tuh gitu ya.
- Heeh. Kemudian waktu yang paling
- mustajab adalah tengah malam dan sesudah
- salat fardu gitu ya. Sebagaimana sering
- dijelaskan dan akan dijelaskan pada
- bab-bab yang lain. Oke. Baik, kita masuk
- kepada hadis ketiga ya. Abi huru anhu
- anna rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam qbu
- maquul abdu mirbihi wahua sajidun
- dua
- aqru ma yaakunul abdu
- sedekat-dekat gitu ya sedekat-dekat
- seorang hamba abdu mirbihi kepada
- hambanya eh kepada Tuhannya adalah wahua
- sajid ketika dia sedang sujud Sujud.
- Sajid ini fi apa? Isim. Tapi bisa
- dimaknai fi'il sedang sujud.
- Faaksirud dua. Maka oleh sebab itu
- perbanyaklah doa, perbanyaklah minta
- kepada Allah subhanahu wa taala. Maka
- saya kira ini sering kita bahas ya. Saya
- kira tidak harus saya ulang. Ee jadi
- sedang sujud itu paling tidak tiga doa
- itu jangan dihilangkan apa? Jangan
- dilupakan.
- Allah
- maut sama Allah inni asaluka husnal.
- Bahwa kemudian mau ditambah lagi doa-doa
- lain. Misalnya Allahumma inuka wubuhibuk
- dan selainnya falyatafadol
- maskur dipersilakan.
- Pokoknya sedang sujud mah sepuas-puasnya
- berdoa gitu loh ya.
- Apa? Makanya kelebihan orang yang
- bangunnya lebih awal berdoanya bisa
- lebih menikmati gitu loh ya. Nah kalau
- yang bangunnya apa namanya sudah dekat
- ke subuh jelas mungkin doanya tidak
- lebih panjang atau rakaatnya ya
- rakaatnya mungkin tidak terlalu banyak
- gitu loh ya. Oke. Nah, keutamaan
- mutiara-mutiara yang dapat kita gali
- dari hadis ketiga ini, keutamaan doa
- dalam sujud. Karena pada saat itu orang
- yang salat dalam kondisi paling dekat
- dengan Rabb dan penciptanya. Nah, jadi
- ee saya apa perlu saya jelaskan bahwa
- aqrabu ma yaakunul abdu mirbihi
- sedekat-dekat seorang hamba kepada
- Tuhannya maksudnya dekat secara
- spiritual
- gitu ya. yaitu dekat kedudukan dan
- manzilahnya, bukan dekat posisinya, gitu
- ya. Jadi, maka ee dalam bahasa itu
- termasuk kita memahami tafsir, ada
- pendek apa? Pengertian dekat, ada
- pengertian jauh,
- ada pengertian tekstual, ada pengertian
- kontekstual,
- ada pengertian ee spiritual dan ada
- pengertian ee apa ya? Physically itu
- apa? Jadi, ada spiritual ee kalau ee
- badan itu apa? Jasmani. Jasmani,
- jasmani. Iya, ada pendekatan jasmani,
- ada pendekatan spiritual atau rohani,
- gitu ya. Oke, saya kira ini saja tiga
- hadis ini sebagai pengantar kajian kita
- pada ee kesempatan ini. Wasallallahu ala
- nabiyina Muhammadin. Wallahu aam
- bisawab.
- Wallahuam bisawab. Alhamdulillah.
- Jazakumullah khairan kirsir, Ustaz.
- Waakum jazakallah khair.
- Baik, Ikhwan. Kita sudah mendengarkan
- tiga hadis tentang hal-hal yang
- berkaitan dengan doa. Baik, Ikhwan Awat.
- Kami mengundang Anda untuk bergabung.
- Silakan kirimkan pertanyaan Anda di
- 0811999720.
- Baik, tetap di radio silaturahim dan
- Rasel TV. Kami akan segera kembali.
- Terima kasih.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Terima kasih
- Iwan Nawat masih setia bersama Radio
- Silaturahim dan Rasil TV untuk Islam
- yang satu. Baik, Ikhwan Ahot. Saat ini
- Anda sedang menyaksikan tausiah sore
- dengan tema hal-hal yang berkaitan
- dengan doa yang disampaikan oleh Ustaz
- Ahmad Saleh. Baik, Ikhwan Awat, kita
- sudah memasuki sesi kedua, sesi tanya
- jawab. Sebelum kita bacakan pertanyaan,
- kita akan
- menyapa ikhwan akhwat yang
- menyapa melalui WhatsApp.
- Pertama adalah
- Bapak Imam Pratomo.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Jazakumullah khairan kiron Ustaz
- ilmunya.
- Kemudian ada Pak Maman Sumantri.
- Alhamdulillah menyimak via radio.
- Hm. Masyaallah. Barakallahu fikum.
- Kemudian Ibu Ida menyimak di Bekasi.
- Bapak
- Bapak Ramli di Tangerang ya. Bapak-bapak
- Ramli di Tangerang. Ini pertanyaan,
- Ustaz.
- Oke,
- kita bacakan pertanyaan pertama dari
- Bapak Ramli.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Mohon pencerahannya, Ustaz. Apakah doa
- anak yang tidak salat itu bermanfaat
- bagi orang tuanya yang telah meninggal,
- Ustaz? Jazakumullah khairan kir.
- Baik. Masyaallah. Barakallahu fikum.
- Apakah bermanfaat doa seorang anak yang
- tidak salat?
- Tidak salat.
- Baik. Gini dulu ya. Pertama
- ee dia punya kunci surga enggak gitu
- loh. Apa yang dimaksud kunci surga? Apa
- dia sudah bersyahadat mengucapkan
- asyhadu alla ilahaillallah, asyhadu anna
- muhammadar rasulullah. Iya. Sudah.
- Apakah dia salat? Justru ini tidak. Dia
- tidak salat. Oke. Baik. Kita ee apa?
- Berarti dia telah melakukan ee satu hal
- yang dilarang alias dosa besar
- kategorinya.
- Kenapa? Karena yang membedakan antara
- orang kafir dengan orang mukmin atau
- orang Islam adalah salatnya. Sekali lagi
- salat. Bahkan para ulama mengatakan
- salat itu angka satu dari sekian banyak
- 00
- tidak ada manfaatnya searang tidak ada
- manfaatnya
- amalan kebaikan lain tanpa waa salah
- tanpa salat.
- Nah, maka tanpa salat ini berdampak
- buruk gitu loh. Nah, maka dengan
- pendekatan ini, sekali lagi dengan
- pendekatan ini maka tidak ada
- manfaatnya. satu.
- Tapi kalau kita mau melihat karena itu
- sudah terjadi kemudian ini jadi tetap
- orang meninggalkan salat kalau mendoakan
- ibu bapaknya jangan dicegah.
- Heh kamu ngapain doa kepada ibu bapakmu?
- Enggak manfaat misalnya. Enggak harus
- begitu biarkanlah saja. Karena bisa jadi
- kita berharap kepada Allah azza wa jalla
- dengan wasilah dia dengan bersyahadat
- itu masih diperhitungkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Loh, kenapa kok bisa
- begitu? Pemahaman dari mana? Begini
- akhinal habib.
- Salat itu diwajibkan ada waktunya toh
- ketika peristiwa Isra dan Mikraj baru
- diwajibkan salat. Pertanyaannya
- sebelum Nabi Muhammad Isra dan Mikraj,
- sahabat sekali lagi ini para sahabat
- yang sudah bersyahadat, yang sudah
- muslim diwajibkan salat tidak? Tidak.
- Apakah doanya diijabah oleh Allah apa
- tidak? Tidak. Tidak, ya. Oke. Kenapa
- begitu? Pemahamannya begini.
- Orang tersebut bisa jadi meninggalkan
- salat karena belum ada yang mendidiknya.
- Belum ada yang ngajari tentang salat.
- Wajibnya salat ini ya. Salahnya dia
- enggak ngaji. Aduh, mohon maaf saya
- ngaji bukan tidak mau.
- Saya harus menafkahi keluarga.
- Heeh.
- Saya kerja jauh,
- saya kerja di tengah lautan gitu.
- Sehingga saya ngaji enggak sempat
- misalnya begitu. apapun alasan intinya
- dia kemudian tidak sempat belajar tapi
- sekali lagi jawaban yang lebih lebih apa
- namanya lebih mendekati kebenaran tadi
- enggak ada manfaatnya
- tetapi ada posisi-posisi yang kita harus
- berbaik sangka kepada Allah
- siapa tahu lah gitu loh syahadatnya bisa
- membuka pintu
- siapa tahui itu karena ambigu
- gitu loh pertama Allah sendiri kan
- menyatakan bahwa rah rahmatku
- lebih luas mendahului dari kemurkaanku,
- dari azabku gitu loh. Nah, tetapi yang
- jelas bagi kita dalam masalah ke
- penegakan syariat tidak diterima
- gitu loh ya. Tetapi di kita bersikap
- kalau ada orang yang mendoakan ibu
- bapaknya tapi dia tidak salat jangan
- dicegah meskipun kita berkeyakinan bahwa
- itu tidak akan s. Kenapa begini?
- ketika dia dicegah kemudian dia tidak
- biasa lagi mendoakan ibu bapaknya
- kemudian dia sudah melakukan salat
- karena sudah terbiasa tidak mendoakan
- ibu bapaknya jadi bahaya.
- Makanya biarkan aja mendoakan ibu
- bapaknya. Nah, nanti saat ketika dia
- salat sudah menjadi kebiasaan mendoakan
- ibu bapaknya. Jadi syariat itu menarik
- sekali tuh. Jadi ada wah itu tidak ada
- berg enggak ada gunanya untuk apa kamu
- ngaji? Untuk apa kamu pergi haji dan
- umrah berkali-kali kalau ternyata kamu
- pulang ke rumahmu ke Indonesia kembali
- lagi maksiat?
- Ya, itu ee maka pendekatannya bagi orang
- lain gitu di ini yang hal-hal yang
- motivasi saja. Aduh, masyaallah antum ee
- hampir tiap tahun pergi apa? Umrah, haji
- antum sudah ya. Masyaallah.
- Mudah-mudahan ee umrah dan hajimu atau
- haji dan umrahmu berbekas dalam
- kehidupan sehari-hari. Engkau lebih
- sayang sama istri, engkau lebih mendidik
- anak-anakmu di jalan yang saleh. Tuh ya
- kan kalau cuma ngebandingkan, sekali
- lagi ngebandingkan keburukannya dengan
- kebaikannya dan kita meyakin ah enggak
- ada manfaatnya dia pergi ke sana
- bolak-balik.
- Tapi kalau kita komunikasikannya seperti
- tadi,
- mana kira-kira yang hua afdol wa ahsan
- yang lebih utama? Jelas tadi memotivasi
- dengan melupakan. Nah, melupakan
- keburukannya. Keburukannya disisipkan.
- Mudah-mudahan kamu lebih bertanggung
- jawab.
- Mudah-mudahan kamu semakin cinta sama
- istrimu. Mudah-mudahan kau selalu cinta
- sama anak-anakmu. Tuh, begitu. Nah, maka
- oleh sebab itu memang kita para dai itu
- perlu perlu ee uslub ya memahami
- uslub-uslub. Uslub itu kalimat-kalimat
- yang memang selalu
- dihasilkan dari selalu baik sangka fal
- Allah. Karena diduga seseorang itu
- husnul khatimah gitu. Diduga orang itu
- akan husnul khatimah jika senantiasa
- husnudan kepada Allah. Mangak itu lah.
- Tapi salah ustaz husnudan enggak
- apa-apa. Lebih baik saya salah tapi
- karena husnudan kepada Allah daripada
- kemudian benar berdampak negatif
- gitu ya. Jadi ya sudahlah gak apa-apa.
- Ya Allah ampun engkau maha tahu. Saya
- baiki sangka itu karena saya mengharap
- rahmatmu ternyata salah maafkan aku ya
- Allah. Karena segala sesuatu bisa
- dilihat dari berbagai sisi
- gitu loh. Nah, maka oleh sebab itu yang
- kemudian anak-anak remaja masih brang
- brengbrong di depan masjid
- lebih baik kemudian mereka saat apa?
- Saat ee salat dia salat dulu kemudian
- melanjutkan brang breng brongnya gitu
- kan daripada kemudian dia menjauh dari
- masjid dan dia tidak melakukan
- salatubillah tuh kan begitu. Makanya ada
- pemilihan-pemilihan.
- Makanya kan saya seringkiali aduh jadi
- untuk menjadi aulia Allah jadi waliullah
- itu berat. Karena logikanya harus logika
- husnudan.
- Logika ketaatan logika husnudan. Logika
- rahmah.
- Logika rahmah.
- Rahmah. Logika rahmah itu begini. Mana?
- Jadi lihat orang-orang yang durhaka,
- yang maksiat itu ada kecil, ada ke apa?
- Ada rasa iba. Ya Allah.
- Kasihan.
- Kasihan. Rahmah itu begitu.
- Ya [mendengus] Allah. Mereka itu umat
- nabimu, umat Muhammad.
- Izinkan saya untuk menuntunnya ya Allah.
- Nuntunnya tidak divonis gitu loh. Tidak
- dibidah-bidahkan,
- tidak dikafir-kafirkan.
- Tapi dengan lemah lembut dikasih, diajak
- bahkan diajak makan para ahli maksiat
- itu. Eh, masyaallah lagi pada nyekek
- botol di pinggir jalan. Ayo sini sini
- sini. Ayo masuk kita makan makan dulu.
- Makan dulu makan. Ayo Fad Fad Kamu pesan
- apa kamu pesan gua [tertawa] misalnya
- gitu kan dikasih makan
- sudah itu sudah dibiarkan sudah kamu
- pulang ke rumah istirahat di rumah ya
- jangan lagi nongkrong lagi. Kan sudah
- pada kenyang kan sekarang mah. Besok
- insyaallah ketemu lagi. Nah ketemu lagi
- ngobrol.
- Ah masyaallah kamu masih muda. Kamu
- masih ini punya apa harapan yang bagus.
- Punya masa depan yang mencerahkan. Dah,
- kamu besok mulai salat ya sama saya
- bareng.
- He,
- udah kita enggak usah ke masjid dulu
- lah. Kita adakan aja di sini ya. Aku
- ajarin nanti kamu. Aku enggak ini
- lakukan bertato aku gak apa-apa.
- Nah, jadi diabaikan dulu tatonya,
- antingnya diabaikan dulu aja.
- Nah, nanti sudah mapan, sudah istikamah
- salat baru masuk ajaran.
- dibelikan gamis atau baju koko. Ah,
- kemudian yang perempuan-perempuannya
- dibelikan jilbab. itu kan sudah ada yang
- mencontohkan tuh dai kita dari Malaysia,
- dari ini kan aduh senang saya masyaallah
- alhamdulillah bawa itu sebatas konten
- enggak ada masalah bagi saya malah iya
- gitu tapi yang jelas itu cukup
- mencerahkan gitu cukup memberikan
- pendidikan yang bagus terserah kepada
- Allah nanti mau diterima atau enggak
- tapi saya berharap diterima kan begitu.
- Nah, jadi saya kira ee apa namanya? Nah,
- jadi kesimpulannya ya meskipun kita
- berkeyakinan doanya tidak akan diterima,
- tetap saja kalau ada kita mendapatkan
- orang tidak salat berdoa, biarkan aja,
- doakan ya. Mudah-mudahan kalau
- penyebabnya karena tidak salat, doakan
- ya Allah berilah dia apa? Hidayah agar
- dia bisa melaksanakan salat. Kan begitu.
- Kalau sudah salat kan doanya sekarang
- insyaallah terangkat. Apa yang dulu
- didoakan sebelum salat bisa jadi
- dikabulkan sekarang karena sudah salat
- begitu ya. Sebagaimana gambarannya orang
- yang berbuat baik itu tergantung
- tidak sampai dulu kepada Allah sebelum
- dia masuk Islam.
- Dia berbuat baik tidak dicatat-catatan
- kebaikan.
- Tapi setelah masuk Islam
- kebaikan-kebaikan yang lama yang belum
- dicatat yang tergantung sekarang dicatat
- jadi ahlul khair. Kan begitu. Apa kena
- penyebabnya apa? Kenapa dia kemudian
- dicatat jadi ahlul khair diakibatkan dia
- meyakini lailahaillallah muhammadur
- rasulullah gitu.
- Jadi lailahaillallah itu menarik.
- Muhammadur Rasulullah itu bisa
- mengakibatkan seseorang berdosa bisa
- diampuni dengan lailahaillallah. Berarti
- lailahah juga maknanya istigfar.
- Tuh satu. Yang kedua mendorong kepada
- kebaikan. sebelum mengucapkan
- lailahaillallah muhammadar rasulullah
- amalan-amalan kebaikannya tidak dicatat
- dengan lailahaillallah muhammadur
- rasulullah dia dicatat kebaikan-kebaikan
- masa lalunya
- masyaallah
- tuh iya
- kalau kemudian ada seseorang masih kafir
- ya berbuat baik itu seperti debu yang
- ditiup
- enggak ada bekasnya
- karena tidak meyakini
- Allah
- Allah tuh makanya saya tidak Karena dia
- tidak salat bukan. Meskipun ulama
- menjelaskan bahwa salat angka satu, tapi
- saya lebih cenderung kepada keyakinan
- lailahaillallah muhammadur
- rasulullahnya. Setelah lailahaillallah
- muhammadar rasulullah meskipun belum
- salat tadi dosanya diampuni, catatan
- kebaikannya dicatat.
- Tuh itu pemahamannya gitu ya. Maka
- kenapa kita baik harus baik sangka tadi?
- Bagaimana para sahabat yang belum salat
- iya
- ya gitu kan baru syahadat saja.
- Fakta-faktanya kan masuk surga. Itu
- diisyaratkan oleh Quran maupun hadis itu
- masih masuk surga. [mendengus] Ya, tapi
- kan itu mah belum diwajibkan. Nah, belum
- diwajibkan. Bisa jadi yang belum salat
- pun karena belum diwajibkan dalam tanda
- petik belum sampai.
- Kan sesungguhnya kita sendiri coba
- ditanya apakah kita sudah melaksanakan
- Quran 30 juz?
- Belum.
- Belum. Berarti yang belum dosa dong
- kalau gitu dosa.
- Kalau kita sudah mengerti, sudah baca
- Qurannya, mengerti maksudnya, kemudian
- tidak diamalkan, dosa.
- H.
- Tapi kalau kita mengkajinya secara
- simultan, oh ini hukum ini hukum ini,
- terus ada sesuatu yang belum dikaji,
- belum juga diamalkan, apa juga kita akan
- dituntut dosanya?
- Menurut saya gak. Wong belum ngerti kok.
- H tuh. Nah, kalau ngerti dengan belum
- ngerti itu bedanya orang berilmu dengan
- yang tidak.
- Orang berilmu mah boleh langsung
- dihukumi, tapi orang yang bodoh tidak
- bisa langsung dihukumi.
- Gitu loh. Hua finar. Apaan? Finar. Wong
- dia melakukan begitu karena tidak tahu.
- Dia melakukan itu karena tidak tahu.
- Enggak ada yang ngasih tahu.
- H
- masa langsung final. Belum apa-apa
- finar. Nah, makanya diajari dulu.
- Antum belum tahu bahwa itu tidak boleh.
- Belum. Belum tahu. Bacakan ayatnya,
- bacakan hadisnya. Nah, sekarang antum
- sudah tahu ya ayatnya ada in
- astagfirullahalazim. Aduh, jazakallah
- khairan. Terima kasih banyak ya antum
- telah mengingatkan saya. Tuh kan begitu.
- Masyaallah. Nah, maka oleh sebab indah
- indah sekali jika syariat Islam ini
- dimaknai dengan positif, diamalkan,
- diaplikasikan.
- Kita menganggap orang lain itu tubuh
- kita.
- Kita menganggap orang lain itu jiwa
- kita. Waduh, indah sekali itu. Saya juga
- dulu begitu
- karena saya belum tahu. Saya juga
- begitu. Saya masih datang ke dukun.
- Mau kerja datang ke dukun gitu kan
- supaya apa? Oh, kamu berangkatnya harus
- jam .00, keluarnya harus dari dapur,
- pulangnya baru masuk tengah apa lewat ee
- itu rumah depan gitu. Nauzubillah
- minzalik. Nah, baru nanti kamu akan
- lulus. Nauzubillah gitu kan. Nah, maka
- sekarang mah setelah diajari bahwa kamu
- mau usaha, mau bekerja, baca dulu
- bismillahi tawakaltu alallah la haula
- wala quwwata illa billah. Tuh. Setelah
- tahu maka kemudian ketika ingat masa
- lalunya nangis dia. Astagfirullahalazim.
- Astagfirullahalazim. Ya Allah ampun
- Ahmad. Kan Ahmad tidak tahu ya Allah.
- Meskipun dicela oleh
- tetangga-tetangganya.
- Tetangga-tetangga cuma motret peristiwa
- itu saja tanpa tanpa mengetahui
- pengetahuan orang tersebut.
- Nah, orang yang ini kalau sudah orang
- yang sadar ikhlas itu ya dia hanya mohon
- ampun pada Allah. Bah kemudian
- tetangganya, orang sekitarnya masih
- mencap dia sebagai ahlul maksiat tidak
- apa-apa.
- Gak apa-apa ya Allah. Mereka [mendengus]
- karena mungkin belum tahu mudah-mudahan
- sebagai pembersih dosa-dosa saya kanya
- tuh. [tertawa]
- Jadi masyaallah la haula wala quwwata
- illa billah. Nah, maka oleh sebab itu
- saya kira ee [mendengus] inilah yang
- harus jadi sekali lagi meskipun tidak
- ada manfaatnya ee tapi tetap kita
- berharap dengan mendoakan kebaikannya
- bisa berdampak positif kemudian bisa
- mengakibatkan dia salat. Kemudian dengan
- wasilah salat maka yang doa-doa tadi
- bisa berdampak positif, berdampak ee
- bagus kepada ibu bapaknya yang telah
- meninggal du dunia. Demikian. Wallahuam
- bisawab.
- Alhamdulillah. Wallahuam bisawab.
- Demikian Pak Ramli semoga dapat
- menjawab. Berikutnya [berdehem]
- pertanyaan kedua
- ee dari Ibu Supi dan Bapak Yuman karena
- pertanyaannya sama Ustaz.
- Oke.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [berdehem]
- Kalau dari Pak Yudi, setiap sujud
- disuruh berdoa. Apakah doanya boleh?
- memakai bahasa Indonesia. Kalau dari Ibu
- Supi, ee apakah diperbolehkan kita
- berdoa dalam sujud pakai bahasa
- Indonesia di dalam hati? Oh, iya. Baik.
- Baik. Ya, pertanyaannya, bolehkah berdoa
- dalam bahasa Indonesia? Jadi, khusus
- untuk apa namanya? Khusus untuk sujud.
- Sebagian ulama membolehkan
- meskip meskipun sebagian lagi melarang
- gitu ya. Oke. Kenapa alasan membolehkan?
- Karena bisa jadi dia tidak menemukan
- dalam Quran, dalam sunah yang mewakili
- doanya.
- Misalnya anaknya kan mau ujian e
- didoakan itu di dalam sujudnya. Aduh
- apa? Dalam bahasa dalam bahasa Quran dan
- sunahnya minta kelulusan untuk anaknya.
- Kan begitu. Maka mau tidak mau dia
- membuat doa baru dalam kalau dia ngerti
- bahasa Arab ya mungkin bisa jadi dalam
- bahasa Arab karena untuk menghindari
- bilingual
- e salat bilingual salat dalam dua
- bahasa. Nah untuk menghindari itu dia
- buat doanya dalam bahasa Arab.
- Pertanyaan kemudian doa itu yang dibuat
- meskipun dalam bahasa Arab dari Quran,
- sunah bukan gitu. Nah, maka oleh sebab
- itu kemudian pada akhirnya ulama
- membolehkan sudah boleh gimana ee itu
- dizaharkan apa ee apa nabi ee fiqolbi
- dizaharkan doanya atau di dalam hati.
- Sekali lagi saya tegaskan ee doa dalam
- hati kalau kita belum terbiasa itu ee
- ngelamun
- kategorinya ngelamun. Ha, doa dalam hati
- kecuali fokus.
- Ah, sering latihan zikir khofi.
- Kalau zikir khofi maka doa khofi pun
- terbiasa bisa fokus gitu. Maka kemudian
- menjadi tidak ma tidak masalah gitu loh.
- Jadi sekali lagi ada ulama yang
- melarang, ada ulama yang membolehkan
- khusus dalam waktu sujud. Sekali lagi
- dalam waktu sujud maka doa ee
- diperbolehkan karena memang di situ ada
- perintah dari Nabi. Faakfiruda,
- perbanyaklah doa. Banyak doa misalnya
- doa-doa dari Quran sudah dihafal
- meskipun tidak seluruhnya. Doa-doa dari
- sunah sudah dihafal seluruhnya ataupun
- sebagiannya. Namun ini saya punya
- keperluan. Hm. Punya keperluan. Eh,
- sudah kalau begitu mah enggak usah pada
- sujud atuh berdoanya. Sehabis salat aja.
- He.
- Kalau sehabis salat kan boleh pakai
- bahasa Indonesia ya. Nah, boleh begitu.
- Kalau Anda ragu berdoa pakai bahasa
- Indonesia saat sujud, maka kalau menang
- yang mengakibatkan Anda tenang berdoanya
- bakda salat, falyammal. Lakukan habis
- salat.
- Tapi kalau dia sudah salatnya, mohon
- maaf ya,
- sakit-sakitan,
- duh, bahkan salatnya juga dalam tanda
- petik memaksakan doa sambil duduk atau
- doa sambil berdiri, tapi kemudian saat
- sujud dia sujud.
- Nah, kalau seperti itu
- diduga keraskan dia tidak berharap
- setelah salat.
- Karena apa kira-kira saya sampai kepada
- waktu setelah salat? Ah, sekarang saja
- kan begitu.
- Nah, maka kita tidak bisa
- mengeneralisir.
- Hm. Semua pukul rata pokoknya harus ya.
- Oke, itu normatifnya boleh dipukul rata,
- tapi ada kasus-kasus tertentu yang tidak
- bisa diratakan gitu loh. Maka seperti
- tadi ya sudah Anda berdoa sebelum apa
- saat sujud saja. Apalagi bagi mereka
- sujud itu sebuah kesempatan dan
- keyakinan
- karena itu adalah posisi terdekat
- gitu ya. Posisi terdekat. Karena
- terdekat maka dia sepuasnya dia memohon
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Jadi
- demikian yang dapat saya jelaskan. Jadi
- pada kesimpulannya jika Anda
- berkeyakinan
- ee apa ee tumakninah dengan boleh
- menggunakan doa bahasa Indonesia
- falyammal.
- Kalau kemudian Anda ragu, maka di dalam
- hati. Kalaupun di dalam hati masih ragu,
- maka Anda boleh berdoanya setelah salat
- wajib. Gitu loh ya. Heeh. Demikian.
- Wallahu aam bisawab.
- Wallahuam biswab. Demikian Bapak Yudi
- dan Ibu Supi semoga dapat menjawab.
- Berikutnya pertanyaan ketiga dari
- Ibu Aminah. Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Jazakumullah khairan kairan, Ustaz.
- Wyakum jazakumullah khair.
- Ee Ustaz, izin bertanya e berkaitan
- dengan salat. Hm. Cucu saya kalau salat
- ke masjid itu waktunya suka mepet dengan
- komat.
- Heeh.
- Padahal saya sudah menasehatinya apakah
- salatnya sudah baik atau belum atau
- [tertawa] dinasti Ustaz. Terima kasih.
- Masyaallah. Barakallahu fikum. Jadi saya
- kalau menjawab itu bahkan saya cenderung
- nanya dulu
- maunya dijawab apa? Dijawab baik apa
- dijawab jelek? Gitulah. Oke. Baik. Saya
- akan gunakan pendekatan penilaian baik.
- Itu
- kenapa? Karena dia salat sunah dulu.
- Karena sebaik-baik salat sunah di mana?
- Di rumah.
- Di rumah.
- Maka kemudian habis salat sunah kemudian
- baru berangkat ke masjid. Apalagi
- masjidnya dekat. Mepet ke mana? Ke waktu
- qat. Maka bisa terjadi karena dia
- menunaikan dulu salat sun sunah.
- Tapi kemudian bisa jadi dia menyengaja
- untuk supaya mendekati takbiratul ihram
- saja. Jadi banyak hal yang bisa kita
- lakukan untuk baik sangka. Oh,
- mudah-mudahan cucu saya itu mepet itu
- sengaja karena melakukan sunah
- gitu ya. Kalau kemudian itu dinilai
- negatif ya dinasehat enggak masalah.
- Tapi kalau cucunya kita sudah, dia sudah
- punya ilmu, serahkan kepada Allah, dia
- sudah punya ilmu kok.
- Gitu. Nah, maka oleh sebab itu kan ini
- banyak-banyak banyak isyarat kan bahwa
- sebaik-baik ee salat sunah ee apa
- sebaik-baik salat adalah di rumah
- kecuali salat wajib. Nah, kecuali salat
- wajib berarti di mas di masjid
- berjamaah. Kemudian juga kita sekali
- lagi mohon maaf ya karena saya mengurai
- harus lengkap gitu meskipun saya sudah
- cukup segitu aja
- cukup segitu saja karena memang itu
- dasarnya tetapi banyak di antara kita
- juga ada yang sudah memiliki makam.
- Nah itu makam awal ya begitu gitu loh.
- Tapi makam-makam ee apa namanya tertentu
- ya beda lagi cara memahami logikanya
- beda lagi. Nah tetapi yang jelas bahwa
- ibu telah menasehatinya sudah bagus.
- Kalau anak ibu ternyata masih apa masih
- saja kekeh ee apa sudah mepet waktunya
- baru ke masjid, doakan mudah-mudahan dia
- melakukan itu karena aktivitas-aktivitas
- yang disunahkan oleh Rasulullah Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Kan jadi
- nyaman tuh.
- Hmm. Kan begitu. Aduh anak saya kok
- susah banget ya. Kenapa jadi susah
- pemahamannya bisa begitu kok. Nah, maka
- oleh sebab itu dalam memahami syariat
- tidak bisa dalam satu titik.
- Titik-titiknya banyak harus dijamak,
- dikumpulkan.
- Tapi jelas ee semestinya seorang dai itu
- gitu ya seperti narasumber
- boleh memperketat
- jawabannya. Boleh memperketat. Ustaz,
- apa hukumnya ini? Haram. [tertawa]
- Karena memang ada yang apa? mendominasi
- haram. Padahal sesungguhnya ibahah
- mubah. He
- tuh gitu ya. Misalnya, "Ustaz, saya
- masih senang main musik gimana?" "Ah,
- enggak boleh tuh misalnya gitu." Ah,
- enggak boleh. Itu maksudnya mendorong
- agar dia mengurangi aktivitas main
- musik. Tapi sesungguhnya kan main musik
- kalau diarahkan ee kemudian dia
- nyiptakan lagu lagunya adalah kontennya
- konten zikir kan menjadi tidak masalah.
- Oh enggak ya sama aja lah namanya nyanyi
- konten zikir itu mesti ikhtilaf rame
- gitu loh. Ah makanya kemudian ada musisi
- masuk Islam.
- Heeh.
- Kata dia, "Sekiranya Islam ini
- membolehkan
- musik saya akan kembali main musik
- gitu." Oh ya ya sudah enggak apa-apa.
- Jangan diganggu dulu loh pemahamannya
- begitu. dia
- jangan diganggu kalau dia kemudian
- awalnya dulu masuk Islamnya itu karena
- ada yang menjelaskan bahwa musik itu
- haram, itu suara setan itu gak apa-apa
- biarin aja.
- Tetapi kalau mau lihat
- para sahabat saja nyanyi tuh
- bersenandung ketika amal saleh membangun
- masjid Madinah itu. Nahnuladzina
- bayu Muhammadan ya. Kami adalah
- orang-orang yang berbaiat kepada Nabi
- Muhammad alal islami wal jihadi abadan.
- Atas Islam dan jihad untuk
- selama-lamanya. Itu sambil bersenandung
- tuh oleh Nabi dibiarkan kok.
- Ada anak-anak mainan rebana gitu kan
- lagi main rebana nyanyi. Datang Umar
- apa? Datang Abu Bakar diam.
- Datang Utsman diam. Datang Umar bubar
- [tertawa] enggak apa-apa. Itu
- menunjukkan oh iya masing-masing itu
- punya karisma.
- Nah itu loh. Jadi susunya nanti nanti
- masuk ke dalam hukum.
- Ilatnya apa sih? Kenapa kalau misalnya
- kenapa sih musik diharamkan?
- Ilatnya apa?
- Apa yang mengakibatkan potensi apa yang
- mengakibatkan dilarang? Oh, karena dia
- bisa melupakan Allah. Oke.
- Jadi ilatnya karena bisa melupakan
- Allah. Kalau ternyata musik itu bahkan
- ingat Allah, gimana?
- Nah, kan jadi begitu.
- Seperti kan gini, kenapa kita salaman
- dengan perempuan bukan mahram? itu
- dilarang. Oh, karena bisa saja
- menimbulkan syahwat. Karena bisa saja
- menimbulkan syahwat atau dengan syahwat
- makanya salaman dengan emak-emak yang
- bukan mahram usia 80 tahun. Jadi boleh
- karena ilatnya tidak ada. Tuh kan
- begitu. Nah, makanya Oh, iya juga ya
- susunya. Ih kalau mengkaji syariat indah
- susunya. Makanya oh iya ya enggak usah
- ributlah. Makanya gimana kalau menurut
- antum sendiri gimana? Kadang saya
- begitu, kalau menurut saya haram, ya
- sudah haram tinggalkan.
- Kalau menurut saya sih boleh ya boleh
- gitu tapi kemudian diperkuat dengan
- pemahaman-pemahamannya gitu loh. Kalau
- misalnya serba ketat enggak apa-apa
- serba ketat juga. Wah kalau begitu jadi
- enggak jelas ya. Eh enggak jelas. Justru
- hanya Nabi saja kan begini. Quran
- diturunkan itu pertama mubasyaratan
- sekaligus
- tapi turun kepada Nabi Muhammad
- bertahap. Pertanyaannya, kenapa turun ke
- langit dunia sekaligus sementara dari
- langit dunia kepada Nabi Muhammad
- bertahap?
- Ah, itu ada hikmahnya,
- ada apa? Ada ilatnya gitu. Ada ilatnya
- juga itu. Ada hikmahnya, ada maqasidnya
- gitu loh. Ada ilat, ada hikam,
- hikmah-hikmah, ada maqasidnya.
- Jadi setiap peristiwa, setiap apa yang
- Allah lakukan itu mengandung
- pelajaran-pelajaran. Maka oleh sebab
- itu, itu artinya meskipun kita ilmunya
- sealim apapun kita,
- ilmu macam-macam sudah kita kuasai,
- tetap saja kalau berdakwah itu harus
- tadaruj, harus bertahap gitu. Tidak
- ujug-ujug semua. Kamu harus begini,
- harus begini, harus begini, harus
- begini. Gak dikasih satu ini dulu satu
- bimbingan sampai istikamah.
- Setelah istikamah lanjutkan lagi gitu
- loh ya. Oke. Oke. Demikian saya kira
- yang dapat saya jelaskan. Wallahu aam
- bisawab.
- Wallahuam bawab. Demikian Bu Mina semoga
- dapat menjawab. Alhamdulillah kita ada
- telepon yang masuk Ustaz Nam.
- Asalamualaikum.
- Asalamualaikum.
- Asalamualaikum,
- Bapak.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Dengan Ibu Bapak siapna.
- Iya. Ya,
- saya terutama saya mengucap terima kasih
- juga kepada Bapak Kiai Ahmad Sh. Terima
- kasih. Alhamdulillah
- pada Jumat yang kedua saya pernah
- menanya masalah tentang apa itu
- apa ya [tertawa]
- ee itu jawabannya sama sekali luar
- biasa. Saya benar-benar keterima dengan
- saya.
- Masyaallah.
- Mengai sanad saya tanya ya.
- Oh iya sanad. Iya iya. Heeh
- iya. Nah, saya benar-benar terima kasih
- itu jawabannya.
- Masyaallah. Masyaallah.
- Sesuai ya terusnya sesuai apa yang saya
- laksanakan.
- Heeh. He.
- Cuman kan kayak gini, kenapa saya tanya
- keluar?
- Jadi salah satu ustaz ustaz saya dia
- kalau bicara depan saya tuh dia bilang
- enggak bcana. Saya mau nanya sama dia.
- Aku tersinggung.
- Oh gitu ya.
- Iya. I.
- Jadi saya tanya keluar.
- Oke.
- Saya ucapkan terima kasih banyak.
- Sama-sama. Sama-sama. Masyaallah. Kiai.
- Iya. Iya. Terima kasih. Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Iya, masyaallah mengucapkan
- terima kasih. Alhamdulillah. Ya, waktu
- itu nanya tentang sanad. Ibu Abdul
- Salam.
- Ah, iya. Ya, oke.
- Terima kasih Pak Abdul Salam. Baik,
- berikutnya pertanyaan dari Bapak Pak
- Arwin. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Terima kasih atas tausiah dan
- nasihatnya. Semoga ustaz dan pejuang
- dakwah selalu dalam keadaan sehat
- walafiat serta para pendengar radio
- silaturahim.
- Amin. Allahumma amin.
- Ustaz, izin bertanya di luar tema tapi
- tentang kurban, Ustaz.
- Iya. Ya.
- Adakah keterangan apabila kita kurban
- nazar?
- Kurban nazar kita tidak boleh makan
- daging ya, Ustaz? Kita bernazar tapi
- tidak boleh makan dagingnya, Ustaz.
- Terima kasih atas jawabannya, Ustaz.
- Khairun kairun.
- Iya. Baik. Masyaallah.
- Inilah keluasan ilmu para ulama
- sampai teliti ya dalam sampai teliti
- membahas persoalan itu.
- Misalnya satu kasus itu mohon maaf ya
- kalau saya melihat khalfiahnya latar
- belakangnya.
- Jadi ada orang sedang nyari binatang
- atau hewan kurban ditanya oleh orang,
- "Ji lagi ngapain ini nih? Lagi nyari
- binatang untuk kurban.
- Nah, nyari binatang untuk kurban, maka
- kurbannya kategori nazar
- untuk
- Nah, jadi kurban. Jadi nanti dia
- kurbannya susunya bukan kurban tapi apa?
- Nazar jatuhnya. Jadi, makanya tadi
- hukumnya kurban nazar gitu loh ya. Nah,
- para ulama begitu hati-hatinya di antara
- mereka adalah maka menghukumi
- itu bukan kurban biasa, itu kurban
- nazar. Kalau nazar berarti tidak boleh
- makan dagingnya, gitu loh. Nah, dari
- situ kemudian para ulama lain mengkaji
- kan gitu. Iya.
- Kita hanya menghukumir, tapi maksud
- si pengucap lebih tahu maksudnya
- dibanding yang mendengar.
- Nah, maka oleh sebab itu verifikasi
- tabayun. Eh, Haji tadi Anda tuh
- maksudnya apa?
- Mau nyari hewan kurban? Ya, insyaallah
- saya punya niat untuk berkurban.
- Saya tidak bernazar
- gitu loh. Nah, kalau nazar itu nazartu
- aku bernazar akan beli hewan kurban.
- Nah, jadinya begitu. Ada ulama
- memperketat, ada ulama yang
- melonggarkan.
- Nah, kalau dia kemudian ee berkurban
- tapi masih menghendaki dagingnya, daging
- kurbannya gitu kan, maka dia menyatakan
- bahwa saya menyatakan net her bukan
- nazar mau berkurban saya.
- Nah, adapun ulama yang hati-hati tadi,
- oh itu kata ucapan seperti itu
- kategorinya nazar gitu loh. Nah, tetapi
- tadi si pengucap lebih tahu maksudnya
- dibanding si pendengar.
- Si penulis lebih tahu maksud tulisannya
- dibanding si pembaca
- gitu loh ya. Maka oleh sebab itu Quran
- yang lebih mengetahui siapa? yang
- berkalamnya, yang berfirmannya, yaitu
- Allah Subhanahu wa taala. Maka penafsir
- gitu loh, penafsir itu mengungkap
- maksud-maksud Allah sesuai dengan
- kemampuannya.
- Tuh, sesuai dengan pemahamannya. Maka
- tafsir bisa beda-beda karena sesuai
- dengan pemahamannya, gitu loh. Nah, oke.
- Jadi ee saya kira ee bisa terjawab ya.
- Jadi kalau nazar itu ee sebagaimana
- tadi, oh kalau gitu menjadi tidak boleh
- makan dagingnya karena nazar.
- Iya.
- Tapi kalau kemudian ee apa namanya? Ee
- kurban gitu loh, berarti boleh
- sepertiga. Jangankan sepertiga,
- seluruhnya juga dimakan keluarganya
- boleh. Ya, hanya nanti karena awalnya
- kan begini, [berdehem] jika orang miskin
- yang berkurban loh kok orang miskin kok
- berkurban bisa saja nabung gitu ya.
- Kemudian keluarganya banyak sampai ada
- 25 orang anak cucunya kurban. Oh senang
- dia kurban. Kemudian dia masak. Anak
- pertama dikasih sekian ke anak kedua
- sama masak di rumahmu masing-masing tuh.
- Karena mereka jarang makan daging. Maka
- yang seperti ini jangankan ee apa
- namanya diwajibkan untuk sudah bawa aja,
- bawa aja, bagikan sama keluargamu.
- Karena dia sudah membagikan kepada fakir
- mis fakir miskin gitu loh. Karena
- anak-anaknya miskin gitu loh. Nah, tapi
- bagi mereka yang sudah biasa makan
- daging gitu, maka dua periganya saja
- yang dibagikan. Sepertiganya dia ambil.
- Padahal juga boleh sepertiga dia bagikan
- lagi untuk hadiah, untuk macam-macam.
- Bahkan sepertiganya yang dibagikan oleh
- apa ke panitia gitu loh. Jadi susnya
- fleksibel. Jadi tidak ada aturan ketat
- sesungguhnya. Ah yang penting di si
- pelaku kurban bisa menikmati, bisa
- berbuat baik.
- Kemudian orang-orang miskin juga bisa
- makan. Itu intinya.
- Lah gimana kalau orang kaya ikut makan
- daging kurban? Boleh.
- Statusnya apa? Hadiah.
- Jadi bukan bagian dari daging karena dia
- mustahik. Bukan karena dia dikasih
- hadiah oleh yang berkurban.
- Maka oleh sebab itu, nah tukang jagal
- itu gak boleh dibayar dari hasil kurban.
- Tapi kalau dia miskin kasih daging
- kurbannya.
- Oh, dia kaya. Oh, sudah dikasih kok
- dibayar satu ekor Rp750.000
- misalnya gitu ya. Ya gak apa-apa saya
- rela kok yang berkurban memberi hadiah
- sama dia.
- Asal jangan dijadikan apa? Upah. Upah
- tetap dikasihkan. Pertanyaan upahnya
- dari mana?
- Iya.
- Ya tuh mikir aja. [tertawa]
- Mikir aja dari mana bisa iuran para
- pekurban.
- bisa jadi apa namanya ee upah itu
- diambil dari kas.
- Kalau di zaman dulu bisa diambil dari
- baitul mal, bisa diambil dari dari apa
- yang berkurban ya bisa macam-macam.
- Selama itu apa sumbernya sumber halal.
- Intinya begitu ya. Tidak harus
- ditentukan harus dari yang berkurban.
- Tidak. Bahwa kemudian yang kurban juga
- dimintai lagi untuk bayar ini dan dia
- rida enggak apa-apa.
- Nah, maka kemudian ah menarik sekali
- susulnya kalau ngebahas jadi intinya
- syariat itu indahlah indah. Jadi ee
- tukang jagal tidak boleh dibayar dengan
- daging kurban, tapi boleh dikasih daging
- kurban sebagai hadiah atau karena dia
- fakir miskin kategorinya boleh dapat
- bagian kurban
- gitu loh ya. Karena memang juga ada
- isyaratnya gitu dari Ali bin Abi Thalib.
- Demikian saya kira yang dapat saya
- jelaskan. Wallahuam
- bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Bapak Arwin
- semoga dapat menjawab. Baik ikhw ee
- akhwat kita sudah di ujung waktu. Baik
- Ustaz ee untuk penutup sebagai penutup
- satu.
- Masyaallah. Baik. Nah yang berhubungan
- dengan doa. Jadi kita jangan
- mencemelekkan doa ya. termasuk mendoakan
- kepada orang kafir.
- Mendoakan
- ya. Kalau kepada orang kufar Anda boleh
- berdoa boleh tidak.
- Bahkan kalau kufarnya sudah merugikan
- banyak umat Islam ya tidak harus
- didoakan. Nah tidak harus. Itu artinya
- tetap masih ada pilihan. Bahkan kemudian
- ketika dia menzalimi umat Islam maka
- boleh juga didoakan yang sama.
- Allahumma munzilal kitab syarial hisab
- ihzimil ahzab. Nah, gitu loh.
- Ihzimhum waalzilhum. Karena mereka telah
- mengakibatkan umat Islam apa namanya?
- Terpuruk. Mengakibatkan umat Islam
- terzalimi, sengsara. Maka kita pun boleh
- mendoakan itu. Sekali lagi boleh. Nabi
- pernah sampai kemudian Allah menegurnya
- gitu ya. Nah, tetapi kita ee apa
- namanya? Sebagai [berdehem] pembuktian
- bahwa kita hanya menggantungkan kepada
- Allah, maka berdoa gitu loh ya. Karena
- kita merasa bahwa kita ini diif, lemah,
- maka kemudian hanya mohon pertolongan
- Allah untuk menyelamatkan
- saudara-saudara kita, gitu ya. Jadi
- sangat pentingnya kalau kepada orang
- kafir, apalagi orang kafirnya yang
- berbuat baik kepada kita, maka hendaknya
- kita doakan mudah-mudahan [berdehem]
- mereka mendapatkan balasan yang baik
- dari Allah Subhanahu wa taala
- sebagaimana telah melakukan mereka telah
- melakukan kebaikan kepada kita. Demikian
- saya kira sementara yang dapat saya
- simpulkan. Wasallallahu ala nabiina
- Muhammadin walhamdulillahiabbil
- alamin. Wasalamualaikum.
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakumullah khairan kir.
- [berdehem]
- Baik, Ikhwan Ahwat. Jazakumullah khairan
- kairan juga buat Ikhwan Ahwat sudah
- menyimak tausiah sore bersama Ustaz
- Ahmad Saleh. Semoga Allah membalas semua
- kebaikan ikhwan akhwat.
- Demikian saya Fauzi mohon undur diri
- kurang lebihnya mohon maaf. Beserta Neza
- dan juga Yusuf Subangkit.
- Subhanakallahumma wabihamdika asadua
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.