Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 [musik] 0:13 [musik] 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. 0:18 Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan kiran 0:19 thayiban barokan f yuhibunaard shi 0:22 wasallim wabarik ala sayidina Muhammadin 0:24 waa ali sayidina Muhammad. masih 0:26 dipancarkan dari Jalan Masjid 0:27 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 0:30 Bekasi. Radio Silaturahim dan juga Rasil 0:32 TV untuk Islam yang satu. Asalamualaikum 0:34 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan 0:35 akhwat yang dirahmati Allah. Senang 0:37 sekali di Kamis pagi hari ini kami bisa 0:41 kembali mencupai ikhwan akhwat dalam 0:43 program acara spesial ya, renungan di 0:46 bawah naungan Al-Qur'an untuk edisi 7 0:50 Mei ya, bertepatan juga dengan 20 0:52 Zulkaidah 1447 Hijriah. Di kesempatan 0:56 ini, Ikhwan Akhwat, kita kedatangan tamu 0:58 spesial yaitu Dr. Adi Wibowo Nurhidayat, 1:03 spesialis kejiwaan 1:05 yang insyaallah di kesempatan ini kita 1:06 akan bincang-bincang spesial terkait 1:09 kesehatan mental. Tidak lupa guru kita 1:11 juga Ustaz Husain Alatas hadir di studio 1:14 yang akan mengkaji dari sisi spiritual 1:17 atau keagamaan. Asalamualaikum 1:19 warahmatullahi wabarakatuh, Ustazam 1:21 warahmatullahi wabarakatuh. 1:22 Kabar baik dan sehat ya? 1:24 Alhamdulillah. Alhamdulillah, ikhwan 1:26 akhwat, di kesempatan ini insyaallah 1:27 kita akan membahas bagaimana 1:31 ee tren ya meningkatnya gangguan 1:34 kesehatan mental di kalangan remaja 1:37 khususnya saat ini. Dan ini merupakan 1:39 tantangan ee serius ya yang merupakan 1:42 perhatian ee kita semua melalui dialog 1:47 ini. Insyaallah kita akan 1:49 mengidentifikasi 1:51 faktor penyebab serta ragam gangguan 1:55 mental baik yang tampak maupun yang 1:57 tersembunyi. Nah, ini guna memahami 2:00 urgensi masalah ini dari sudut pandang 2:03 ee medis ya nanti dr. tadi yang akan 2:05 menjelaskan dan juga esensi ajaran Islam 2:09 seharusnya nanti juga akan memaparkan 2:11 seperti apa. Insyaallah Ywanawat kita 2:13 akan coba membedah bagaimana ee stres, 2:17 kecemasan, dan depresi dipetakan dalam 2:20 konsep kesehatan jiwa yang komprehensif. 2:23 Dan ikhwan akhwat, kita sudah ee tidak 2:25 asing lagi sebetulnya dengan dr. Adi 2:28 Wibo Nur Hidayat ini yang sudah beberapa 2:31 kali sharing mengenai kejiwaan dirhasil. 2:34 Cuma sudah lama, Dok, nih enggak siaran 2:36 ni. Insyaallah kita jadwalkan. Oh, 2:38 [tertawa] iya. 2:40 Baik. Mungkin untuk yang pertama, Dok, 2:42 tadi faktor-faktor apa saja sih, Dok? Ee 2:45 penyebab meningkatnya gangguan kesehatan 2:47 mental remaja khususnya. Dan memang saat 2:49 ini bukan hanya remaja juga, Ustaz, ya. 2:52 Semua dewasa apalagi pejabat mungkin, 2:54 Ustaz. 2:54 Pejabat ulama juga. 2:56 Ulama juga. 2:58 Silakan, Dr. Adi terlebih dahulu. 2:59 Baik, terima kasih. 3:01 Asalamualaikum warahmatullahi 3:01 wabarakatuh. Alhamdulillah. 3:03 Alhamdulillahabbil sayidina Muhammad wa 3:05 ala sayyidina Muhammad. Yang kami 3:07 hormati guru kita semua Habib Husein 3:11 Alatas dan para kru Rasil dan ee 3:14 pendengar Rasil dan ee Rasil TV di 3:17 seluruh ee Indonesia dan di mana saja 3:20 berada. Ee terkait dengan faktor 3:23 penyebab orang mengalami gangguan jiwa 3:26 terutama pada remaja ya anak remaja itu 3:29 banyak faktor ya. Nah, yang pertama 3:32 adalah faktor nature. Nature itu bisa 3:35 karena Allah memberikan e masalah 3:37 gangguan jiwa itu sudah dari sananya ada 3:40 genetik keturunan. Nah, itu secara umum 3:43 sih 30% itu memang gangguan jiwa itu 3:45 nature-nya ada 30%. 3:48 Nah, kemudian yang faktor kedua adalah 3:50 nurture. Nurture itu faktor yang di luar 3:53 ee genetik turunan itu bisa beragam 3:56 mulai dari ee faktor lingkungan, 4:00 kemudian faktor ketika seseorang itu 4:02 dalam kandungan, faktor ketika seseorang 4:05 itu dalam proses persalinan ya. Misalnya 4:08 ada kesulitan ibunya melahirkan ya lama 4:11 lahirnya. Kemudian faktor gizi ketika 4:14 anak remaja. Kemudian faktor bully 4:17 misalnya ada perundungan baik di sekolah 4:20 ya di lingkungan rumah dan juga faktor 4:23 trauma ya. Ee nah faktor trauma ini juga 4:26 menjadi masalah yang ee nanti mungkin 4:29 Habib Husein bisa membahasnya karena di 4:31 psikiatri modern ini sebagian besar ee 4:35 sekarang mengatakan bahwa trauma pada 4:38 masa anak dan remaja itu akan 4:41 menyebabkan seseorang menjadi cemas dan 4:43 depresi di masa dewasa tuanya. Nah, jadi 4:46 itu ee jadi masalah yang besar karena 4:49 ternyata kalau kita itu ee mengalami 4:52 trauma pada masa anak remaja itu menjadi 4:55 ee beban nanti di kemudian hari ya 4:58 sehingga timbulnya di kemudian hari 4:59 bukan langsung ujuk-ujuk ada. Itu 5:02 mungkin yang sesuai dengan ee apa 5:05 petunjuk dan anjuran Rasulullah. Berbuat 5:07 baiklah kepada anakmu, sayangilah 5:10 anakmu. Jangan berkata kasar. Nah, itu 5:13 tuh adalah sangat relate tuh dengan ee 5:15 kenapa di masa kecil trauma itu bisa 5:18 membuat orang jadi cemas depresi di masa 5:20 dewasanya gitu ya. Kemudian yang lain 5:22 juga adalah hal-hal yang terkait dengan 5:24 misalnya ee 5:26 ee tadi sudah bully kemudian trauma. 5:29 Hal-hal yang lain dengan stres ya. 5:31 stresor misalnya di sekolah ya misalnya 5:34 anak remaja dipaksa untuk masuk ke 5:37 sekolah tertentu ya itu sangat trauma 5:40 melihat papa mamanya itu bertengkar 5:43 dan sampai dia bisa sampai histeris 5:45 sampai menangis sampai depresi mengurung 5:47 diri. Jadi itu adalah faktor penyebabnya 5:50 secara umum nature dan nurture-nya. 5:54 Baik, Dok. Untuk ee jenis gangguan 5:58 mental ini, Dok, kira-kira yang paling 6:00 sering dialami remaja yang disadari 6:03 maupun yang tidak disadari itu apa, Dok? 6:06 Untuk saat ini biasanya, Dok? 6:08 Ya, kalau misalnya kita lihatnya ada 6:10 survei ya dari Indonesian National 6:12 Adolescence Mental Health Survey ya 6:14 beberapa tahun lalu ini sekitar 34 tahun 6:16 yang lalu 6:17 dari Kementerian Kesehatan itu dikatakan 6:19 bahwa remaja usia 10 sampai 17 tahun itu 6:24 satu dari tiga orang anak remaja itu 6:27 mengalami gangguan mental, Habib. 6:30 Jadi lumayan besar nih ya kalau dari 6:32 kita konversi ke nominal itu sekitar 6:35 15,5 juta ya remaja yang ada gangguan 6:38 jiwanya. Sementara kalau dari secara 6:42 pernah mengalami gangguan jiwa selama 6:44 hidupnya itu tadi. Kemudian kalau 6:47 misalnya bagaimana remaja yang mengalami 6:50 gangguan mental, gangguan jiwa dalam 1 6:52 tahun terakhir itu jumlahnya satu dari 6:55 20 remaja. Jadi misalnya 1 tahun nih 6:58 2025 ke 2026 1 tahun itu ada sekitar 2,5 7:03 juta remaja yang ada gangguan jiwa ya. 7:05 He 7:05 satu dari 20 ini bisa jadi bisa lebih 7:08 besar nih nilainya ya apa ee jumlahnya 7:11 karena kan kita ini sekedar survei saja 7:13 ya 7:13 mengambil ee sampelnya dari ee komunitas 7:17 tertentu ya. 7:18 Iya. 7:19 Kemudian hal-hal yang terkait dengan 7:20 tadi ya ee yang paling sering apa 7:23 hasilnya adalah ee ini ya gangguan cemas 7:26 itu sekitar 3,7% 7:28 depresi 1%. Yang lain adalah gangguan 7:31 perilaku, stres pasca trauma, dan ADHD. 7:34 Ya, sekarang namanya eh lebih besar lagi 7:37 adalah ASD, autism autism spektrum 7:41 disorder. Ya, jadi 7:42 apa itu, Dok? 7:43 Eh, ADHD itu gangguan pemusatan ee 7:46 perhatian, ya, hiperaktif dan pematan 7:48 perhatian. Sementara kalau ASD itu 7:51 ee spektrum eh autism spektrum disorder 7:54 itu adalah ee 7:57 gangguan ee spektrum autis ya. autis itu 8:00 terentang dari ee yang sangat ringan 8:02 sampai yang sangat berat ya. Termasuk 8:04 adik, 8:04 termasuk adik ya. Jadi itu adalah ee 8:06 gambarnya seberapa serius masalah mental 8:11 atau kejiwaan pada ee anak dan remaja. 8:15 Baik, Dok. Nah, dari ee hal-hal ini, 8:19 Dok, sebelum nanti kita ingin melihat 8:21 juga dari perspektif Islam dari Ustaz 8:23 Husin, sebetulnya seberapa serius sih, 8:25 Dok, masalah ini jika dilihat dari ee 8:28 perspektif kesehatan, Dok? 8:30 Sebenarnya cemas depresi itu ee 8:34 qadarullah ya itu memang adalah 8:37 cemas itu ee derivatnya diturunkan dari 8:41 ee kondisi flight or flight ya. 8:45 Allah itu menciptakan otak manusia itu 8:47 ada alarm ya namanya amigdala yang akan 8:51 ee seperti dia sensor ee asap kebakaran 8:55 ya. Kalau misalnya dia ada sesuatu yang 8:56 mengancam jiwanya dia apakah dia fight 8:59 melawan atau flight ngabur gitu ya. 9:01 Nah pada kondisi ini ee fight or flight 9:05 itu kalau misalnya seseorang terlalu 9:08 sering ya misalnya anak yang ee papa 9:11 mamanya berantem setiap hari di rumah 9:12 gitu ya. Jadi itu alarm itu akan terpicu 9:15 tiap hari sehingga Amigdala itu eh dia 9:19 bingung nih apakah ini normal atau 9:21 akhirnya responnya terus-terusan gitu 9:23 ya. Nah, sementara Amigdala itu 9:25 fungsinya setelah dia mendapatkan ee 9:30 tanda-tanda ya untuk dia sebagai alarm, 9:33 dia akan eh connect tuh dengan 9:35 hipotalamus ya. Di hipotalamus itu akan 9:38 menyuruh kepada eh Sunan saraf simpatis 9:40 melepaskan kortisol. 9:43 dan juga adrenalin. Apa yang terjadi 9:46 dalam tubuh kita itu akan ee timbul tuh 9:49 berdebar-debar, keringat dingin. Ya, itu 9:52 adalah gambaran ee yang membuat orang 9:56 itu fight or flight. 9:59 Itu normalnya gitu ya. Allah menciptakan 10:01 ee ee mekanisme demikian. 10:04 Tetapi kalau itu menjadi berkepanjangan, 10:07 menjadi kronis, itulah akhirnya ee 10:10 berakhir pada gangguan cemas. atau 10:12 depresi 10:15 itu yang yang ee gambarnya dari sudut 10:17 pandang kesehatan kedokteran. Baik, 10:21 Ustaz Husin. Nih, dari sisi ee 10:23 keislaman, perspektif Islam, Ustaz. 10:26 Bagaimana konsep kesehatan mental ini 10:27 juga ee bisa apa istilahnya melihat 10:30 stres, kecemasan, dan depresi ini? Dan 10:33 tadi ya seberapa serius Ustaz? Tadi kan 10:37 Ustaz bilang tidak hanya remaja, dewasa 10:39 juga, pejabat juga malah dan ulama juga. 10:42 [tertawa] Masyaallah, Ustaz ya. Tapi 10:44 silakan, Ustaz. 10:46 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 10:48 Bismillahirrahmanirrahim. 10:50 Alhamdulillahiabbil 10:52 alamin. Hamdan katsiran thyiban 10:55 mubarakan fih kama yuhibuna waard 11:00 subhanaka la nuhsi tanaan alaika anta 11:03 kamaita ala nafsik. Falakal hamdu hatta 11:07 tard wakal hamdu radit wakal hamdu ba 11:11 rid. Allahumma sholli ala abdika wa 11:15 rasulika sayyidina Muhammadin wa alihi 11:18 wasohbihi wabarik wasallim. Allahumma 11:21 atina minika rahmah waimna minadunka 11:25 ilman nafi unfa bimaamtana. 11:30 Asalamualaika ya rasulullah. Assalamu 11:32 alaina wa ala ibadillah shihin. 11:36 Asalamualaikum warahmatullahi 11:37 wabarakatuh. 11:40 Alhamdulillah wasyukrillah pagi hari ini 11:43 kita ditemani oleh 11:47 dokter kita, sahabat saya yang tidak 11:49 asing lagi, Dr. Adi Wibo. 11:54 Saya berkenalan dengan beliau ini bukan 11:58 baru, 11:59 tapi semenjak lama kita berhaji 12:02 bersama-sama pada tahun berapa? 12:04 2020 12:05 Haji 12:06 I sudah 26 tahun yang lalu. 12:09 Bukan 2020 dong. 12:10 2000 mungkin 12:12 200. 12:13 Jadi studio mereka yang berkontribusi ya 12:17 dalam perjuangan [berdehem] 12:19 kita yang mengajak umat untuk kembali 12:21 bersama-sama menuju Allah dalam Islam 12:25 yang satu. 12:27 membangun persaudaraan 12:29 yang erat, penuh kehangatan semata-mata 12:32 karena mengharapkan rida Allah Subhanahu 12:35 wa taala. Bukan karena kepentingan atau 12:37 keuntungan dunia yang fana yang bakal 12:40 kita tinggalkan. [berdehem] 12:43 Berhubungan dengan tema kita pada pagi 12:45 hari ini, berkaitan dengan gangguan jiwa 12:49 yang melanda banyak orang. Bukan hanya 12:51 di kalangan remaja, bahkan kalangan 12:54 orang tua. Begitu pula di kalangan para 12:58 pejabat kita termasuk ulama-ulama kita. 13:02 Tak dapat dipungkiri bahwa penyakit ini 13:04 tidak pandang bulu. 13:06 Tua, muda, yang berpendidikan tinggi, 13:11 semua terancam untuk terkena gangguan 13:13 jiwa. 13:15 Kalau kita perhatikan 13:18 dari uraian dan keterangan mengenai 13:21 gangguan jiwa, mereka menyebutkan 13:24 depresi, 13:26 kemudian juga kecemasan, ya. 13:29 Kemudian 13:31 juga yang berkaitan dengan autism 13:33 seperti yang tadi dikatakan dr. Adi yang 13:35 bersifat spektrum termasuk di dalamnya 13:37 adalah ADHD yaitu gangguan fokus. begitu 13:41 pula impulsif ya, hiperaktif dan lain 13:45 sebagainya sebagai penyebab gangguan 13:47 adik ini. Lalu kita bertanya-tanya 13:51 bagaimana perilaku korupsi? Apakah ini 13:54 bersumber dari jiwa yang sehat? Apakah 13:56 jiwa yang sakit? Sakit 13:59 berkhianat. 14:01 Ya. Kemudian juga 14:06 di antara gangguan jiwa waliyadubillah 14:08 juga 14:10 berbagai macam jenis LGBT 14:13 ini merupakan perilaku yang berasal dari 14:16 gangguan jiwa. Jadi kalau kita 14:18 perhatikan sebetulnya gangguan jiwa ini 14:21 betul-betul amat luas dan bisa melanda 14:24 bukan hanya kalangan-kalangan anak-anak 14:27 remaja, tapi melanda 14:29 manusia secara umum pada saat mereka 14:32 terputus hubungan mereka dengan Allah 14:35 Subhanahu wa taala. Mereka terpisah dari 14:38 bimbingan dan petunjuk Allah Subhanahu 14:40 wa taala yang menciptakan mereka, yang 14:42 menata jiwa mereka. Begitu mereka 14:44 terputus dari Allah, maka jiwa mereka 14:48 akan berada dalam kondisi yang 14:51 betul-betul amat mengkhawatirkan. Oleh 14:53 karena itu dalam suratuz zuhruf Allah 14:55 berfirman, 14:57 waman yasyuikri rahman nuqayit lahuanan 15:01 fahua lahu qor wa 15:03 innahumuddunahumilahsabun 15:06 annahum muhtadun. Jadi siapa saja yang 15:11 terputus hubungannya dengan Allah atau 15:14 katakan hubungan dengan Allah hubungan 15:16 yang amat rapuh ya, maka kami akan 15:19 membiarkan setan 15:21 mengendalikan dirinya. 15:23 Ke mana dia pergi, jiwanya, perilakunya 15:26 dikendalikan oleh setan. 15:29 Maka lahirlah berbagai macam gangguan 15:31 jiwa. 15:34 Dan yang menakutkan mereka-mereka yang 15:36 mengalami gangguan jiwa seperti ini, 15:40 mereka merasa diri mereka dalam 15:43 kebenaran. 15:45 Mereka merasa perilaku mereka ini bukan 15:47 perilaku yang menggambarkan gangguan 15:49 jiwa. Mereka beranggapan bahwa ini 15:51 merupakan perilaku yang sehat seperti 15:53 yang terjadi di kalangan pejabat di saat 15:55 mereka berbohong, berkhianat, melakukan 15:57 tindakan korupsi. Mereka sadar enggak 16:00 ini perbuatan tidak benar? 16:03 Akhirnya mereka bahkan melakukan 16:05 pembenaran. 16:09 Kemudian di kalangan ulama sebagai 16:11 contoh yang seharusnya ulama itu 16:13 menyampaikan pesan Allah Subhanahu wa 16:15 taala. Ternyata mereka bukan 16:17 menyampaikan pesan Allah. Mereka 16:19 menyampaikan pesan pribadi mereka untuk 16:22 keuntungan dunia. Juga pesan-pesan 16:24 majikan-majikan 16:26 yang membayar dan membiayai mereka. 16:29 Akhirnya mereka berkhianat terhadap 16:30 Allah Subhanahu wa taala. Mereka 16:32 berkhianat terhadap diri mereka sebagai 16:35 akibatnya apa? 16:37 Di samping jiwa mereka yang tidak sama 16:40 sekali sehat juga menimbulkan berbagai 16:43 macam fitnah di tengah-tengah umat 16:45 manusia. Oleh karena itu, salah satu 16:48 sebab atau faktor yang menyebabkan 16:51 gangguan jiwa, ulama-ulama yang tidak 16:53 menyampaikan pesan Allah Subhanahu wa 16:55 taala dan petunjuknya 16:57 beralih menjadi pesan-pesan pribadi. 17:01 Nah, kita lihat coba yang digambarkan 17:03 Allah dalam suratul Jumah'ah, suratul 17:06 baqarah, surah Al-Imran dan ayat-ayat 17:09 yang lain. Allah menjelaskan misi Rasul. 17:14 Bismillahirrahmanirrahim. 17:16 Hualladzi baata fil ummiina rasul 17:20 minhum. Dialah yang telah mengutus ya di 17:24 tengah-tengah masyarakat umiin ya yang 17:27 tidak sama sekali mengenal pendidikan 17:29 baca tulis. Hidup betul-betul apa? 17:33 Sebagaimana keadaan mereka ya yang lahir 17:37 ya dari rahim ibu mereka, tumbuh di 17:39 tengah-tengah masyarakat tanpa 17:40 pendidikan hingga cara hidup mereka 17:43 betul-betul tidak tertata dengan baik. 17:46 Dapat dikatakan mereka seradak seluduh 17:49 karena tidak mendapatkan pengarahan dan 17:51 pendidikan. 17:53 Apa misi Rasul? 17:55 Yatlu alaihim ayatih. Misi Rasul itu 17:59 pertama pencerahan. Pemahaman yang benar 18:02 ini yang bisa mengarahkan kepada 18:04 perilaku yang benar. Oleh karena itu, 18:07 peran Rasul membacakan ayat-ayat Allah 18:09 di tengah mereka. 18:12 Lalu berpindah kepada tahap keduanya. Wa 18:16 yuzakihim. 18:18 dengan memahami ayat-ayat Allah 18:21 Subhanahu wa taala yang datang dari 18:23 pencipta mereka, yang menciptakan 18:25 mereka, yang menata jiwa mereka, yang 18:27 lebih tahu mengenai apa yang baik bagi 18:29 jiwa mereka dan apa yang membahayakan 18:32 jiwa mereka. Wauzakihim 18:35 wuzak. Maka kotoran-kotoran, 18:38 perilaku-perilaku ya penyakit-penyakit 18:41 yang tadinya mengendap dalam jiwa mereka 18:43 karena pengaruh lingkungan ya, pengaruh 18:46 juga pendidikan yang tidak sehat dengan 18:49 bimbingan petunjuk Al-Qur'an mulai 18:52 kerak-kerak yang mengendap dalam jiwa 18:53 mereka dibersihkan sedikit demi sedikit. 18:57 Maka lahirlah di tengah-tengah 18:58 masyarakat jahiliyah umat yang baru. 19:02 Seolah-olah mereka baru dilahirkan. 19:03 Padahal mereka bukan baru lahir. Mereka 19:06 hidup di tengah-tengah masyarakat 19:08 jahiliah yang gelap gulita. 19:11 Tahu datang Rasul dengan membawa 19:13 pencerahan, mensucikan jiwa mereka dari 19:15 endapan-endapan jahiliah. Menjadi 19:18 manusia yang beradab, manusia yang 19:20 santun, manusia yang mencintai 19:22 kebajikan, manusia yang mempertahankan 19:24 kebenaran. Walaupun taruhannya nyawa, 19:26 walaupun harus menghadapi siksaan yang 19:29 pedih, tapi ternyata apa? Dengan 19:31 pendidikan dari Allah dan ketahuladan 19:34 Nabi terjadi perubahan dalam hidup 19:36 mereka. 19:38 Lalu kita bertanya, "Kenapa umat kita 19:40 pada saat ini yang membaca Al-Qur'an kok 19:43 tidak mengalami perubahan?" Karena 19:45 mereka hanya membaca, tidak meresapi, 19:47 tidak berusaha untuk memahami bimbingan 19:49 dan petunjuk Allah yang berhubungan 19:51 dengan apa? dengan pendidikan dan juga 19:55 terapi bagi jiwa mereka yang bisa 19:58 melahirkan manusia-manusia yang 20:00 betul-betul bersifat mulia. Kemudian 20:05 wuallimuhumul kitaba wal hikmah. Yang 20:08 tadinya tidak berpendidikan, Allah 20:10 ajarkan mereka Alkitab. Dari pelajaran 20:14 yang Allah berikan lahirlah hikmah 20:16 kebijaksanaan. 20:18 Mereka keluar dari kegelapan menuju 20:20 kehidupan yang terang benerang. Wa kanu 20:23 minqoblu lafial mubin. Walaupun pada 20:26 masa sebelumnya mereka berada dalam 20:28 kesesatan yang amat nyata. 20:31 Kan jaraknya dekat sekali kan antara 20:33 masa jahiliah dengan pencerahan ya 20:36 hidayah yang dibawa oleh Nabi kita 20:38 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 20:40 Ternyata kita jumpai dari berbagai macam 20:43 kalangan. Baik dari kalangan pembuka 20:45 Quraisy yang tadinya dikuasai oleh 20:47 kesombongan, keangkuhan. kalangan 20:50 mawali, kalangan budak, mereka bisa 20:52 duduk sejajar merasakan persaudaraan 20:55 dalam iman maupun persaudaraan dalam 20:57 apa? Dalam kemanusiaan 20:59 yang berasal dari kalangan budak tidak 21:01 lagi apa merasa rendah minder seperti 21:03 sebelumnya pada masa jahiliah. Sedangkan 21:05 dari kalangan pemuka-pemuka Quraisy 21:07 tidak lagi merasakan apa? Ketinggian, 21:09 kesombongan. Mereka duduk bersama-sama 21:12 dalam suasana yang penuh keharmonian, 21:14 kecintaan. Ini menggambarkan bagaimana 21:16 kesehatan jiwa juga kesehatan sosial, 21:18 kan? kesehatan sosial yang amat 21:20 [berdehem] indah, luar biasa. Kemudian 21:22 bagaimana mereka berjuang menghadapi 21:25 berbagai macam teror termasuk di 21:28 antaranya agresi baik dari kaum 21:30 musyrikin, kemudian juga pengkhianatan 21:33 orang-orang munafik yang bekerja sama 21:35 dengan orang-orang Yahudi, tapi tidak 21:36 membuat mereka goyah. 21:38 Mereka menghadapi ancaman yang 21:40 bermacam-macam. Mereka mengatakan 21:41 hasbunallah wanikmal wakil. 21:44 Artinya apa? 21:46 Agama bukan lagi hanya sekedar 21:50 ee bersifat ritual, tapi agama menjadi 21:54 terapi, menjadi juga bekal bagi mereka 21:57 untuk bertahan menghadapi berbagai macam 22:00 cobaan. Nah, kita ambil contoh. Kita 22:02 lihat Gaza. Kira-kira trauma yang 22:05 dihadapi Rat Gaza besar apa tidak? 22:07 Sangat. 22:09 Tapi perhatikan, mereka mengalami enggak 22:11 gangguan jiwa seperti yang dialami oleh 22:13 masyarakat modern yang aman? 22:17 Mereka bahkan berharap untuk dapat mati 22:19 syahid. Orang tua menghadapi istrinya, 22:22 anaknya ya yang binasa disebabkan karena 22:26 bombardiran yang dilakukan Israel. Dia 22:28 membungkus anaknya dengan penuh 22:30 kecintaan. Dia kecup anaknya begitu pula 22:32 keluarganya dan dia mengatakan 22:34 mauidunaal jannah. Tempat kita berkumpul 22:38 bersama-sama surga. Begitu juga Iran. 22:40 Kita saksikan 22:43 Iran bukan hanya berhadapan dengan 22:45 Israel, berhadapan juga dengan Amerika, 22:47 bahkan berhadapan juga dengan 22:49 pengkhianatan negara-negara teluk. 22:52 Ketika mereka diancam, ditekan, 22:55 bahkan datang utusan delegasi dari 22:57 Pakistan mengatakan, "Lebih baik kita 22:59 mengalah terhadap negara adaya." Mereka 23:01 mengatakan, "Kami hidup mulia. Kami juga 23:03 ingin mati dalam keadaan mulia." 23:07 Artinya apa? Bagaimanapun besarnya, 23:10 beratnya ujian bagi orang yang beriman, 23:13 yang berpegang teguh pada Allah, yang 23:15 memahami tujuan hidup yang sebenarnya, 23:18 mereka tidak akan pernah goyah. 23:21 Jadi sebetulnya umat Islam pada saat ini 23:24 yang kita lihatnya nampaknya mereka 23:27 sebagai orang-orang Islam tapi sayang 23:29 sungguh sayang mereka justru dalam 23:32 keadaan gersang, kering. Karena Islam 23:34 hanya sekedar apa? sekedar nama, sekedar 23:37 slogan. Ya. Kemudian ibadah juga bukan 23:41 mereka rasakan sebagai apa? Sebagai 23:43 hubungan yang hangat, manis, besra 23:45 bersama Allah. Mereka bisa mencurahkan 23:47 isi hati mereka, menumpahkan harapan 23:50 mereka juga mereka merasa aman di saat 23:53 mereka berlindung kepada Allah Subhanahu 23:55 wa taala. 23:56 Dan kita harus tahu semua manusia 23:59 diciptakan Allah Subhanahu wa taala fi 24:01 ahsani takqwim. Laqad khalaqnal insana 24:04 fi ahsani takqwim. ini bukan hanya 24:06 berbicara mengenai fisiknya, tapi 24:08 berbicara mengenai jiwanya. Lalu kita 24:11 bertanya, kenapa ada anak-anak yang 24:13 lahir mengalami gangguan apa itu membawa 24:15 gangguan autism, ya kemudian adik-HD dan 24:18 lain sebagainya. Ini sebetulnya ada 24:20 faktor-faktor dan sebab-sebab 24:23 yang datang dari manusianya itu sendiri 24:27 atau merupakan cobaan dari Allah 24:29 Subhanahu wa taala. Sebagai contoh 24:31 seorang ayah ya yang biasa bermain 24:34 perempuan secara liar. kemudian 24:36 menggauli istrinya. Akhirnya lahirlah 24:38 anak yang cacat. Itu kan enggak mau 24:40 tidak mau tidak lepas dari apa? 24:42 Perbuatan manusia. 24:44 Begitu juga katakan ibu ya yang tidak 24:47 menjaga dirinya atau terkena penyakit. 24:50 Sebagai contoh jangan jauh-jauh. Seorang 24:51 ibu terkena campak pada saat dia hamil. 24:55 Akhirnya lahir anaknya dalam keadaan 24:56 tidak sehat dan sempurna. Ini merupakan 24:59 cobaan dari Allah Subhanahu wa taala. 25:01 Tapi sebab ya, sebab dan akibat tidak 25:04 dapat diingkari. Begitu juga ayah yang 25:07 suka minum-minuman keras, ayah yang 25:09 merokok. Termasuk juga apa? Seorang yang 25:12 korupsi, 25:13 orang tua korupsi ya. Kemudian 25:16 melahirkan anak yang tidak sehat. Lalu 25:18 datang pernah sekali waktu dia ke rumah 25:20 mengatakan, "Apa solusinya kira-kira, 25:22 Ustaz?" Saya bilang, "Cara hidup kamu 25:24 perbaiki, berhenti dari korupsi, berikan 25:26 makanan yang halal buat anak kamu. 25:28 Insyaallah anak kamu bisa menjadi 25:29 sehat." Jadi kalau kita perhatikan Allah 25:32 Subhanahu wa taala dalam kebijakannya 25:36 tidak pernah sama sekali apa? Menzalimi 25:39 manusia. Tapi kita manusia yang 25:41 menzalimi diri kita. Kesimpulannya 25:43 dalam menghadapi berbagai macam gangguan 25:45 jiwa ini, kita pertama-tama harus 25:47 memahami manusia diciptakan Allah 25:50 Subhanahu wa taala fi ahsani takqwim. 25:53 dalam perjalanan hidupnya baik pengaruh 25:55 lingkungan, pendidikan, manusia tercemar 25:58 oleh pencemaran yang bermacam-macam. 26:00 Lalu pertanyaannya, apakah ada harapan 26:02 untuk memulihkan mereka kembali? Harapan 26:05 jelas ada. Masyarakat jahiliyah dulu 26:07 penuh dengan gangguan jiwa. Tapi dengan 26:09 datangnya Rasul membacakan Al-Qur'an, 26:13 memberikan bimbingan petunjuk kepada 26:15 mereka, kemudian mengajak mereka untuk 26:17 kembali kepada Allah. Tuhan mereka 26:19 meninggalkan penyembahan terhadap selain 26:21 Allah. Allah Subhanahu wa taala dalam 26:24 waktu relatif singkat langsung 26:28 memperbaiki keadaan mereka bahkan 26:30 menyempurnakan mereka menjadi umat yang 26:33 istimewa. 26:35 Kemudian di samping ee ibadah menjadi 26:40 terapi buat mereka atas dasar pemahaman 26:42 yang benar juga dibutuhkan lingkungan 26:45 yang sehat dan baik. Lingkungan yang 26:47 sehat ini penting. Karena kita jangan 26:50 dekat anak muda, kita orang tua katakan, 26:53 "Ustaz, masuk dalam lingkungan yang 26:55 tidak baik pasti jiwanya akan terganggu 26:57 gak?" 26:58 Pasti terganggu. Masuk dalam lingkungan 27:01 yang sehat, yang baik, yang tenang, 27:03 tentram, orang yang sakit. Begitu masuk 27:05 di tengah-tengah mereka, dia mengatakan, 27:07 "Saya merasa aman, merasa tentram yang 27:09 saya tidak rasakan selama ini di 27:10 tengah-tengah masyarakat." Seperti 27:12 pejabat yang korup begitu masuk dalam 27:14 lingkungan yang sehat, pergi haji 27:16 bersama-sama kita ke tanah suci, 27:18 mendengarkan pencerahan pencerahan, 27:20 mulai dia bercerita. 27:23 Dia menyesal karena mengikuti atasannya 27:25 yang mengajak dia untuk melakukan 27:27 khianat dalam anggaran. Anggaran katakan 27:30 100 disulap menjadi 10.000. 27:33 Itu kita lakukan semuanya, Ustaz. Dia 27:35 ingin bertobat kembali kepada Allah 27:37 Taala. Air matanya berlinang-linang 27:39 dibacakan ayat Allah tersentuh. Begitu 27:41 kembali ke tanah air baru seminggu kita 27:44 adakan reuni. Ketika saya ingatkan itu 27:46 kembali dia pura-pura tidak tahu sama 27:48 sekali. Bayangkan itu baru seminggu kita 27:52 adakan reuni apa yang diceritakan yang 27:55 dicurahkan dari keluh kesah ternyata 27:58 apa? Semua dilupakan. Nah, ini pengaruh 28:00 lingkungan. Ketika dia berada dalam 28:02 lingkungan yang baik dia terbawa baik. 28:05 Masuk dalam lingkungan yang tidak baik 28:07 tidak baik. [mendengus] 28:09 Orang yang tadinya stabil, sehat, 28:12 tahu-tahu masuk dalam lingkungan 28:13 semuanya bercerita mengenai keluh kesah. 28:16 Masalah ekonomi begini, masalah negara 28:18 seperti ini. Akhirnya yang tadinya penuh 28:21 rasa percaya diri, kehilangan harapan, 28:23 pulang ke rumah dalam keadaan stres, 28:25 berpengaruh, marah-marah terhadap 28:26 istrinya, marah-marah terhadap anaknya. 28:28 Itu bisa bayangkan. Jadi pengaruh 28:30 lingkungan ini betul-betul abad penting. 28:33 Oleh karena itu Allah bersumpah 28:34 bismillahirrahmanirrahim 28:36 wal asri 28:37 innal insana lafi khusrin 28:40 amanu wailushat. 28:42 Ada lagi yang wat tawu bilhaqqi wa tawu 28:45 bisabri. Ini menggambarkan lingkungan 28:48 yang saling mengingatkan untuk tetap 28:50 dalam kebenaran. Bersabar sampai menanti 28:53 sambil menantikan pertolongan Allah 28:55 Subhanahu wa taala. Jadi iman amal saleh 28:57 perlu dijaga di pagar. dalam lingkungan 29:01 yang saling mengingatkan kita kepada 29:03 Allah Subhanahu wa taala. Ustaz juga 29:05 demikian, Kang Rizal. Begitu masuk di 29:07 tengah-tengah lingkungan pejabat 29:10 pengusaha dengan gaya hidup mereka, 29:14 mereka datang dengan taksi atau mobil 29:16 yang sederhana, 29:18 merasa minder. 29:20 Akhirnya nunduk-nunduk di kalangan 29:21 pejabat. Tidak lama kemudian ada pejabat 29:24 yang menawarkan dia kendaraan yang baik, 29:26 rumah yang baik, ya. 29:28 Akhirnya si ulama tersebut ketika dia 29:32 berbicara bukan lagi apa berbicara 29:34 menyampaikan pesan Allah tapi 29:36 menyampaikan pesan kekaguman 29:38 kecintaannya kepada pejabat tersebut 29:40 akhirnya melihat perbuatan salahnya jadi 29:42 benar. Ketika orang mengritik pejabat 29:44 tersebut kamu tidak tahu dia bagaimana 29:46 akhlaknya, pribadinya. Kenapa? Karena 29:49 diukur dengan kesenangan yang diterima, 29:52 bukan diukur dengan perbuatannya 29:54 terhadap bangsa maupun negara. 29:57 Nah, ini yang terjadi banyak pada para 29:59 ulama. Ketika mereka dekat dengan 30:00 penguasa, dekat juga dengan pengusaha, 30:04 maka logikanya bukan lagi logika yang 30:06 sehat, tapi logikanya logika mereka. 30:10 Jadi, kita enggak bisa mengingkari bahwa 30:12 manusia betul-betul ibnu biati, putra 30:15 dari lingkungannya. Jadi berhubungan 30:17 dengan Allah atas dasar pemahaman yang 30:19 benar, mengenal tujuan hidup mereka, 30:22 kemudian meresapi ayat-ayat Allah, 30:25 kemudian salat. Salat bukan hanya 30:27 sekedar ritual, tapi salat yang membuat 30:31 kita dapat berkomunikasi bersama Allah 30:33 Subhanahu wa taala, mencurahkan isi hati 30:35 kita. Jadi, seperti kita berbicara 30:37 kepada Allah kemudian dengan rasa yakin 30:39 bahwa Allah mampu untuk menyelesaikan 30:41 semua problema kita. 30:44 Kemudian lingkungan yang sehat dan baik. 30:46 Kemudian kedekatan keluarga, 30:49 keterbukaan. Dan hendaknya orang tua 30:51 dalam menghadapi gangguan-gangguan yang 30:53 ada pada remaja, jangan hanya terbatas 30:56 fokus melihat perilakunya. 30:58 Perhatikan jiwanya dan hatinya. 31:01 Perhatikan jiwanya dan hatinya. Karena 31:03 perilaku itu sebagai akibat dari apa? 31:06 Dari jadi dari jiwanya di saat jiwanya 31:09 sehat, perilakunya pasti akan sehat. 31:10 Jiwanya sakit. 31:12 Sebagai contoh, saya ingat ketika 31:14 seorang anak pada masa puber 31:17 ini saya tahu betul 31:20 dalam keadaan bermuram durja, stres, 31:22 gelisah yang luar biasa. Orang tuanya 31:25 bertanya, "Kenapa kamu seperti ini?" 31:29 Stres bah. Stres apa kamu? 31:32 Abah kamu yang banting tulang berusaha 31:34 siang malam untuk menyekolahkan kamu. 31:36 Kamu cuma menikmati semua ini. L kamu 31:39 merasa stres. Dia tidak tahu bagaimana 31:41 derita anaknya pada masa puber tersebut. 31:43 Dia sedang mengalami kegelisahan. 31:45 Sering dia membandingkan diri dengan 31:47 teman-temannya, dengan gaya hidup 31:49 mereka. Sedangkan kondisi keadaannya 31:51 begitu lemah. Sering dibulahing dibully 31:54 di sekolah ya 31:56 disepelekan. itu kan menimbulkan stres. 31:58 Nah, orang tua seharusnya bertanya, 32:01 "Apa yang membuat kamu bergelisah?" 32:03 Kalau karena Buai, dia bisa memberikan 32:06 motivasi yang baik, nasihat yang baik. 32:08 Kalau karena katakan kondisi ekonomi, 32:10 dia bisa menghibur anaknya, "Nak, 32:12 seorang mulia bukan karena ekonominya 32:14 baik, tapi karena akhlak dan 32:17 perilakunya. Dan kamu harus tahu ini 32:19 yang paling mahal. Kamu hidup dalam 32:22 keadaan apa adanya, tapi dengan akhlak 32:24 kamu yang baik, mulia, kamu merupakan 32:26 anak yang mulia yang dicintai Allah. 32:28 Paling gak ada penghargaan. Dia merasa 32:30 bahwa dia dihargai oleh Allah, dihargai 32:32 oleh orang tuanya. Kedekatan keluarga 32:34 ini penting. Jangan hanya fokus pada 32:37 perilaku anak kita, tapi perhatikan 32:40 kondisi jiwanya, hatinya. Kalau bisa ada 32:43 keterbukaan anak untuk curhat pada orang 32:45 tuanya, jangan sampai anak lebih banyak 32:47 curhat keluar. Jadi dalam hal ini kalau 32:50 kita lihat gangguan jiwa ini sebetulnya 32:52 bukan hanya terbatas pada depresi, cemas 32:55 ya itu hanya merupakan orang bilang 32:57 ungkapan 32:58 tapi sebab-sebabnya amat banyak. Oleh 33:00 karena itu, setiap akhlak yang buruk 33:04 yang diperangi oleh Islam itu merupakan 33:07 gangguan jiwa. Setiap sifat-sifat mulia 33:10 yang ada pada manusia yang dianjurkan 33:12 oleh agama itulah merupakan gambaran 33:14 dari kesehatan manusia. Jadi manusia 33:16 yang berakhlak mulia, yang berperilaku, 33:19 yang baik, yang penuh keseimbangan, 33:21 dialah orang yang jiwanya sehat. Tapi 33:24 orang-orang ya yang perilakunya tidak 33:26 baik, perbuatannya buruk, melakukan 33:28 perbuatan-perbuatan yang hina, ini 33:30 menggambarkan orang yang mengalami 33:32 gangguan jiwa. Saya teringat kepada 33:34 seorang dokter jiwa mengatakan begini, 33:37 "Ternyata saya temukan tidak ada satu 33:39 orang pun yang aman dari gangguan jiwa, 33:42 termasuk saya." 33:45 Dia menyadari ternyata apa? Kita ini 33:47 terkadang menganggap diri kita sehat. 33:49 Padahal sebetulnya ada gangguan-gangguan 33:52 dalam jiwa kita yang mesti kita 33:54 perbaiki. 33:56 Kita terkadang melakukan 33:58 kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik, 34:00 kita menganggap itu harus vale. Padahal 34:02 ini merupakan bahagia dari gangguan 34:03 jiwa. 34:06 Kita suka katakan menggosip, bicara-bara 34:09 yang tidak baik. Itu gangguan jiwa. 34:12 Karena itu kan hanya merupakan efek dari 34:14 jiwa yang sakit. Betul gak? Jadi akarnya 34:18 jiwa. Oleh karena itu, Nabi kita 34:19 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 34:22 sebagai apa namanya? Sebelum kita 34:25 berpindah kepada Tul hadis, Rasulullah 34:27 mengatakan, "Ala inna fil jasadi mudg." 34:30 Shahal jasadu waid fasadat fasadal 34:35 jasad. Ketahuilah dalam diri manusia 34:38 terdapat mudgah segumpal daging. Kalau 34:41 dia sehat, tubuh manusia semua akan 34:44 sehat. Kalau dia sakit, tubuh manusia 34:47 juga akan mengalami gangguan. Ala 34:49 wahiyalqb. Ketahuilah dia adalah 34:53 jantung. 34:54 Jantung bukan hati. Secara anatomi 34:57 adalah jantung. Apabila ada gangguan 34:59 pada jantung, baik itu penyempitan, 35:01 penyumbatan atau katup jantung atau 35:04 pompanya itu akan terasa langsung. 35:07 Nah, jantung ini sebagai perumpamaan 35:10 bagi jiwa manusia. Kalau jantung sehat, 35:13 tubuhnya akan sehat. Begitu juga kalau 35:16 jiwa manusia sehat, perilakunya akan 35:18 sehat. Tapi jiwa manusia mengalami 35:21 gangguan dan penyakit, perilakunya pun 35:23 juga akan sakit. Oleh karena itu, kita 35:25 diperintahkan muhasabah. 35:28 Jangan kita hanya mempedulikan gangguan 35:30 penyakit yang ada pada orang lain. Coba 35:32 banyak-banyak melihat, mengawasi dirinya 35:36 agar dia terus melakukan perbaikan. 35:39 Ini yang kita harapkan dari setiap 35:40 muslim. Jadi saya tidak mengatakan bahwa 35:42 saya ustaz nih bebas dari gangguan jiwa. 35:45 Tidak. Banyak yang mesti kita perbaiki. 35:49 Jadi sebetulnya gangguan jiwa itu kalau 35:52 kita hadapi dengan cara yang bijak bukan 35:54 lari. Seperti ustaz katakan dikatakan 35:57 ada yang putus asa, ada yang lari 36:00 flight. 36:01 Nah, melarikan diri macam-macam. Ada 36:03 yang menggunakan obat-obatan ya seperti 36:05 menggunakan narkoba, menggunakan minuman 36:07 keras ya. 36:09 Ada yang frustasi, sudah menyerah apa 36:12 adanya. Nah, kita yang beriman 36:14 diperintahkan berjihad. Walladina jahadu 36:17 finahdiannahum subulana. dan orang-orang 36:20 yang berjuang di jalan kami, kami akan 36:21 tunjukkan bagi mereka jalan-jalan keluar 36:24 kami. Nah, kita harapkan mudah-mudahan 36:26 kajian-kajian kita ini bisa memberikan 36:28 semangat, motivasi untuk berjuang dan 36:31 tidak menyerah di hadapan gangguan setan 36:33 yang berupaya untuk apa? Untuk merusak 36:36 jiwa kita. Wallahuam. 36:38 Baik, terima kasih ee Ustaz Husein tadi 36:41 beberapa hal agar kita terhindar dari 36:43 gangguan jiwa ini. Mendekatkan diri, 36:44 semakin mendekatkan diri kepada Allah, 36:46 kemudian dari lingkungan yang sehat, 36:47 Ustaz, ya. Nah, dradi khususnya untuk 36:50 remaja. Remaja ini kan sekarang gen alpa 36:52 sama Gen Z mungkin ya. 36:55 Sekarang kan ketergantungan terhadap 36:57 media sosial ee smartphone itu juga 36:59 mungkin menjadi faktor juga penyebab ee 37:03 kesehatan apa gangguan kesehatan mental 37:05 juga, Dok. mungkin ada pasien klien ee 37:08 ee yang apa disebabkan dengan hal itu 37:11 dan bagaimana solusinya dan solusi 37:13 praktis terutama juga untuk ee 37:16 menghadapi gangguan mental seperti itu 37:18 seperti apa. 37:19 Baik ee sebelum ke pertanyaan tadi Kang 37:23 Rizal, saya akan bicara sedikit mengenai 37:25 apa itu ee gangguan jiwa dari sudut 37:28 pandang ee ee WHO gitu ya. Ee apa itu 37:33 sehat ya? Bagaimana dengan ee yang 37:36 dikatakan oleh Habib Husein tadi? 37:38 Ee terima kasih ilmunya, Bib tadi 37:40 mengenai ee sudut pandang Islam. Kalau 37:43 dari WHO sendiri mengatakan 2030 itu 37:48 depresi akan menjadi ee penyebab 37:51 penyakit ee dengan beban ee penyakit 37:55 terbesar di dunia. 37:57 Depresi, bunuh diri itu nomor satu di 37:59 dunia. 2030 mengalahkan semua penyakit 38:03 infeksi mau malaria, HIV AID ya atau 38:07 penyakit-penyakit seperti diabetes 38:09 melitus, hipertensi, 38:11 kemudian ee penyakit-penyakit yang 38:13 terkait dengan penyakit jantung koroner. 38:15 Jadi itu semuanya itu kalah dengan 38:16 depresi. 38:17 Itu prediksi WHO sebelum COVID ya. 38:20 Bagaimana COVID menyerang aja saya rasa 38:22 akan lebih awal ya depresi menjadi nomor 38:25 satu dan itu terbukti secara klinis, 38:27 secara epidemiologis ya. banyak orang 38:29 yang galau, gelisah ya. Nah, kemudian 38:32 yang terkait dengan apa-apa saja yang ee 38:36 terjadi pada ee saat ini gitu ya, yang 38:39 banyak terjadi itu pada anak remaja 38:40 adalah depresi ya, kemudian 38:42 kecenderungan untuk ide-ide untuk bunuh 38:44 diri ya karena memang e Gary Bage in 38:48 Gary Bage out ya dunia modern itu dunia 38:51 yang sangat cepat. 38:52 Dulu waktu Habib Husein, saya dan 38:55 generasi sebelumnya kita itu baca buku. 38:58 Ada waktu untuk merenungi, untuk ee 39:02 memaknai makna dari kalimat, mengetahui 39:06 hal-hal yang ee boleh dan tidak boleh. 39:08 Tapi itu sekarang itu semuanya serba 39:10 cepat. 39:11 Iya. 39:11 Di dunia modern itu 39:13 gar bitch in, sampah masuk, Gary Bage 39:15 out, sampah yang keluar. Ya, WhatsApp 39:18 ya, tidak disaring langsung di-forward 39:20 ya. Kemudian hal-hal yang terkait 39:22 pokoknya harus ee hasilnya harus cepat 39:25 termasuk di dunia kerja kan targetnya 39:27 sekian harus tercapai kalau tidak ee 39:30 marah-marah bosnya gitu ya. Itu hal 39:32 demikian yang dulu tidak ee tidak 39:35 secepat ini ya. E kemudian ada internet 39:38 ya. Kita tahu semua itu adalah hal-hal 39:41 yang membuat kita menjadi terpacu dan 39:43 tidak bisa merenung mengenai apa sih 39:45 yang harus kita pikirkan ya. Kemudian eh 39:49 selain tadi ada self har ya, anak remaja 39:53 sekarang tuh apa-apa ambil pisau 39:56 menyayat lengan. Ya, 39:59 saya dokter jiwa alhamdulillah baru 20 40:01 tahun ya dan sekarang itu kecenderungan 40:04 untuk cutting atau melukai diri itu 40:06 makin tinggi tuh. 40:07 Iya. Iya. 40:08 pada anak remaja. Jadi anak ada saya 40:10 nangan anak SD ya, kelas 6 SD, ada SMP, 40:14 ada SMA, ada kuliah. Jadi maksud saya 40:17 itu terentang dari ee semua ee segmen 40:20 usia dan ee penyebabnya macam-macam tuh. 40:24 Ada yang karena putus pacar, cutting, 40:28 ada karena dimarahi sama guru cutting. 40:31 Ada dimarahi sama papa mamanya cutting 40:35 ambil handphone-nya orang tua cutting 40:36 cutting. 40:37 Jadi sangat rapuh loh. 40:39 Ada nilai pelajaran sekolahnya tidak 40:42 sesuai cutting. Jadi sangat rapuh 40:44 fragile gitu ya. Jadi anak remaja 40:46 sekarang tuh betul-betul 40:47 ee fragile. Tidak se staf apa se sekuat 40:52 orang-orang sebelum ee zaman ini gitu 40:55 ya. Jadi memang betul ee Habib Husein 40:57 tadi mengatakan ya kita harus coba untuk 41:00 ee muhasabah ya, menilai ya. Kemudian ee 41:05 masalah ekonomi sekarang ya sangat 41:07 menghimpit. 41:09 Pasien saya tuh banyak yang masalah 41:10 ekonomi karena masalah ekonomi sekarang 41:13 makanya ada cemas depresi gitu. 41:16 Emang ekonomi sekarang paling paling 41:19 hancurlah buat saya ya. Sehingga yang 41:21 tadi Habib katakan benar tuh ya koruptor 41:24 itu nanti di akhirat akan ditanya tuh 41:28 apa sih yang buat kamu jadi negara 41:30 Indonesia itu menjadi sehancur ini gitu 41:32 ya. Uang-uang yang amanahnya harusnya 41:36 untuk kesejahteraan rakyat jadi tidak 41:39 disalurkan dengan baik sehingga 41:41 rakyatnya menjadi cemas dan depresi. 41:43 Iya. 41:44 Saya rasa orang Indonesia itu bukan 41:47 orang yang malas, Bib. Pekerja keras. 41:50 amanah. Tetapi karena ee para 41:52 pemimpinnya, para pejabatnya itu banyak 41:54 yang korupsi. Jadi yang level menengah 41:58 bawah itu akhirnya terbawa ke dalam 42:00 jurang ee kehancuran ekonomi sehingga 42:03 kemudian menjadi gangguan-gangguan jiwa 42:05 yang terjadi di masyarakat itu nanti 42:07 azabnya luar biasa tuh untuk koruptor di 42:09 akhirat. Itu para koruptor lain dihukum 42:11 mati. 42:12 Ya, itu saya setuju tuh. Kemudian 42:14 terkait dengan tadi ya misalnya ee 42:17 muhasabah ya, tawazun ya. Kalau kami di 42:21 psikiatri itu memang pendekatannya 42:23 adalah 42:24 bio, psiko, sosial, spiritual. Jadi 42:28 pendekatan yang komprehensif itu melihat 42:30 satu masalah itu dengan pendekatan 42:31 biologis, psikologis, pendekatan sosial, 42:34 dan spiritual. Nah, spiritual itu yang 42:36 sering dilupakan. 42:38 Cuma dikasih obat, tapi yang tadi 42:40 dikatakan jiwanya tidak disentuh gitu 42:42 ya. sehingga jiwanya kosong dan hampa. 42:47 Dikatakan tadi Habib Husein, walladzina 42:50 jahadu fina lanahdianahum subulana. 42:53 Allah tuh kan berjanji tuh kalau kamu 42:56 berjihad bersungguh-sungguh tuh Allah 42:57 bukan jalan ya. Min haisu la yahtasib ya 42:59 Bib. 43:00 Iya. 43:00 Tanpa disangka-sangka dari mana tuh 43:03 jalan keluarnya? Jadi kalau sekarang 43:06 lagi banyak masalah memang Allah itu 43:09 menurunkan Adam dan Hawa itu ke dunia 43:11 tuh karena untuk menyelesaikan masalah 43:14 gitu. Kalau enggak kita tetap ada di 43:16 dunia di surga tuh bukan di dunia lagi. 43:19 Kemudian terkait dengan ee tadi ya 43:21 bagaimana sih ee menyelesaikan masalah 43:24 kejiwaan pada anak remaja maupun yang ee 43:26 dewasa. Yang pertama kalau ada masalah 43:30 ketahui dulu penyebabnya ya, pemicunya 43:33 apa sehingga orang itu jadi cemas dan 43:34 depresi. Yang kemudian adalah buat 43:37 catatan kenapa sih ee saya ini depresi, 43:41 saya cemas. 43:43 Kemudian ee kenali itu gejala-gejala 43:46 fisik maupun mental. 43:48 berdebar-debar ya, ketakutan, 43:52 negative thinking, putus asa, itu tolong 43:55 dicatat sehingga kita tahu pemicunya 43:58 apa, gejalanya apa. Kemudian perbaiki 44:01 kopeng mekanism kita. Kalau kita rasanya 44:05 ee belum kuat dengan ujian dan masalah 44:07 dari Allah, perbaiki diri ya. Dekat, 44:11 makin dekat sama Tuhan ya. 44:14 Spiritualitasnya itu dijaga dan 44:16 ditingkatkan gitu. sehingga itu yang 44:18 akan membuat orang menjadi ee tahan dari 44:20 semua godaan dan cobaan. Ee khusus untuk 44:24 remaja memang remaja itu dalam literatur 44:27 ilmiah otak manusia itu berkembang 44:30 sampai usia 18 tahun, Bib. 44:32 Dan yang belum berkembang itu adalah 44:34 prefrontal cortex di mana bagian otak 44:38 itu yang menentukan decision making. 44:41 Bagaimana orang itu mengambil keputusan. 44:45 Makanya remaja itu kan galau, pancaroba 44:48 ya, rebellion ya, sukanya ngelawan. Itu 44:52 memang Allah itu menciptakan otaknya 44:55 belum berkembang sampai 18 tahun. Nanti 44:58 18 itu menetap tuh 45:00 prefronteral konteksnya sudah matang. 45:02 Makanya ketika masa remaja itulah kita 45:05 harus menghindari hal-hal yang tadi 45:07 narkoba, seks bebas dan yang banyak 45:10 sekarang ni LGBT nih, Bib 45:13 guy, lesbianisme ya itu hal-hal yang 45:16 memang saya hadapi sehari-hari ya 45:18 masalah-masalah demikian ya memang itu 45:22 jadi masalah kita di Indonesia ya. Hal 45:25 yang memang harus kita ee kembalikan ke 45:29 jalannya Allah dan rasulnya gitu ya. 45:32 Jadi ee sekali lagi WHO bilang sehat itu 45:35 tiga, Bib. Sehat fisik, sehat mental 45:38 jiwa, dan sehat kantong. 45:40 Sehat ekonomi finansial itu sehat. Itu 45:43 WHO yang bilang ya. Bagaimana orang 45:46 tidak sehat kantongnya bisa mikir ya itu 45:49 tuh jadi satu sehat yang jadi satu 45:51 kesatuan. 45:53 Tadi ee Habib mengatakan 45:57 iskariman amut syahidan. hidup mulia 46:00 atau mati syahid. Itulah tujuan kita 46:02 semua gitu ya. Makanya jangan mudah 46:04 berputus asa. Mungkin demikian dari saya 46:06 Kang Rizal. Baik. [berdehem] 46:08 Ini ee kita sudah ada pertanyaan Ustaz 46:11 karena waktu kita langsung ke pertanyaan 46:12 dulu. Dan bagi Iwan yang mungkin baru 46:15 bergabung baru mendengarkan program 46:17 acara ini, kita masih dalam acara 46:19 program acara naungan di bawah naungan 46:21 Al-Qur'an. Spesial di kesempatan ini 46:22 kita kedatangan tamu Dr. Adi Wibowo 46:26 Nurhidayat, 46:27 SpKJ. Ya, beliau riwayat pendidikannya 46:30 di Universitas Universitas Indonesia, 46:33 dokter umum, psikiater dari UI juga di 46:36 tahun 2025, Master of Public Heart di 46:40 University Amsterdam KIT Free, Dok, ya, 46:44 2007. Kemudian juga NEDA, NIDA research 46:49 Fellow University of Pennsylvania 2008 46:53 dan 2010. Kemudian juga Robert S. 46:56 McNamara, World Bank Research Fellow 46:59 University of Amsterdam 2014 dan juga 47:03 subspesialis konsultan psikiatri adiksi 47:07 kolegium psikiatri Indonesia 2015. Tadi 47:11 ikhwan akhwat di awal kita sudah 47:12 mendengarkan bagaimana faktor-faktor 47:14 penyebab gangguan kesehatan mental pada 47:16 remaja khususnya dan juga Ustaz 47:18 menjelaskan juga bagaimana ini ee juga 47:22 ke apa istilahnya terjangkit kepada 47:25 dewasa, pejabat dan para ulama juga ya. 47:28 Dan tadi Ustaz menjelaskan juga 47:29 bagaimana solusinya. Ini pertanyaan dari 47:32 ee siapa ini? Hamba Allah. Ustaz ee izin 47:35 bertanya. Saat ini saya berusia 31 47:37 tahun. Saat ini saya bekerja, saya 47:40 selalu terlihat kuat di hadapan 47:41 teman-teman, tetapi saya selalu menangis 47:44 di hadapan Allah karena sebetulnya saya 47:47 tidak sekuat itu. Hanya saja saya 47:49 belajar menyembunyikan perasaan saya. 47:52 Saya merasa tidak jujur kepada 47:53 teman-teman ketika mereka mengatakan 47:56 bahwa hidup saya bahagia. Mohon 47:58 nasihatnya Ustaz Husein dan juga Drter 48:01 Adi. Silakan. 48:02 Bismillahirrahmanirrahim. 48:04 Mungkin banyak yang seperti ini, Ustaz. 48:14 tadi yang bertanya saudari kita ya. 48:15 Iya, 48:16 saudari kita bertanya tapi tidak 48:18 menjelaskan 48:20 apa kira-kira keluhan. 48:23 Dia hanya menjelaskan ee 48:27 menjelaskan perasaan tidak nyamannya, 48:29 gelisahnya, tapi penyebab keluhannya 48:31 enggak disebutkan di sini. 48:34 Dengan sendiri kita menjawab secara 48:35 umumnya. 48:38 Apabila seorang betul-betul 48:41 berserah diri kepada Allah Subhanahu wa 48:43 taala, rida ya dengan 48:47 ketentuan-ketentuan Allah Subhanahu wa 48:49 taala yang tidak pernah menzalimi 48:51 hamba-Nya. 48:53 Di saat dia menerima nikmat, dia 48:55 bersyukur. 48:57 Di saat dia mengalami cobaan, dia 48:59 bersabar. 49:00 Ini merupakan gambaran dari jiwa orang 49:03 yang beriman. Hingga Nabi mengatakan, 49:06 "Sungguh beruntung keadaan orang yang 49:09 beriman." Di saat dia diberikan nikmat, 49:11 dia bersyukur. 49:12 Maka Allah tambahkan karunianya. Di saat 49:15 dia dicoba dengan kesabaran, hal-hal 49:18 yang membutuhkan kesabaran dia bersabar. 49:20 Allah berikan dia ganjaran tanpa hisab 49:23 dan selalu didampingi oleh Allah. Karena 49:26 Allah berjanji orang-orang yang bersabar 49:28 akan selalu bersama Allah. Wasbir 49:31 wobruka illa billah. 49:34 Jadi kalau dihadapi semua ini dengan 49:37 selalu betul-betul 49:39 sadar, 49:41 menerima dan rida sebagaimana Ayub 49:44 alaihialatu wasalam dicoba dengan 49:46 kematian anaknya satu persatu. Dia 49:48 mengatakan 49:50 bahwa semua ini milik Allah yang 49:52 dititipkan kepada kita. Allah berhak 49:55 mengambil kapan waktu yang diinginkan. 49:59 Ketika hartanya yang tadinya melimpah 50:01 semua berguguran dan hancur, dia 50:04 mengatakan innalillahi ma walillahi ma 50:06 ak. Ini semua milik Allah. Kapan dia 50:09 ingin mengambil itu menjadi haknya. 50:13 Begitu juga ketika dia sakit parah 50:16 hingga diasingi oleh masyarakatnya 50:18 dianggap orang yang terkena kutukan. 50:20 Padahal tadinya dipuja di tengah 50:21 masyarakat, dia menerima semua itu. Dia 50:25 tidak pernah sama sekali apa? 50:27 menyalahkan Allah dan takdirnya. 50:30 Sampai pada puncaknya setelah menjalani 50:33 cobaan, dia mengatakan, "Rabbi anniu 50:38 wa anta arhamahimin." Rbiani 50:42 binusbin. Dia tidak menisbatkan 50:44 penyakitnya kepada Allah, tapi dia 50:46 mengatakan, "Ya Allah, aku telah terkena 50:48 gangguan dari setan. 50:50 Dan Engkau Maha Pengasih lagi Maha 50:52 Penyayang. 50:54 Aku mengalami cobaan dan Engkau Maha 50:56 Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah 50:58 Subhanahu wa taala sembuhkan 51:00 penyakitnya. Allah anugerahkan anak yang 51:03 lebih baik dan lebih banyak dari 51:04 sebelumnya. Begitu pula hartanya. 51:07 Jadi ketahuilah kita semua manusia di 51:10 dunia sedang menjalani ujian dan Allah 51:14 bersumpahkan menguji setiap manusia. 51:19 minal kfi 51:22 minal amwali walusi 51:25 kami benar-benar akan menguji kalian 51:27 dengan sedikit dosis rasa takut Allah 51:30 enggak mengatakan bil khuf bai minal kf 51:33 sedikit dosis rendah dari rasa takut 51:36 walju begitu juga takut menghadapi 51:39 kelaparan, 51:41 berkurangnya harta 51:43 kemudian 51:45 orang-orang yang kita cinta meninggalkan 51:48 kita. 51:51 Kemudian hasil bumi yang berkurang ya 51:53 dari kebutuhan pangan kita ini merupakan 51:56 ujian. Tujuannya apa? Untuk menampakkan 52:00 hakikat diri kita. Kalau bagi Allah, 52:01 Allah maha tahu yang tersembunyi. Tapi 52:03 agar manusia di saat dia menerima 52:06 balasan, dia menyadari semua itu 52:07 merupakan akibat atau buah dari 52:10 perbuatannya. 52:12 Ujian ini untuk menguji dirinya dan 52:14 menampakkan hakikat dirinya di hadapan 52:16 dirinya. 52:18 Bukan karena Allah ingin tahu melalui 52:20 cobaan. Karena Allah maha taahu. Oleh 52:23 karena itu, sampaikan kabar gembira 52:25 untuk orang yang bersabar. Alladzina 52:28 idza asobathum musibatun qolu innillahi 52:31 wa inna ilaihi rojiun. Dikala mereka 52:33 terkena musibah, dia mengatakan 52:35 innalillah. Dengan penuh kesadaran kita 52:37 milik Allah, bukan milik kita. harta. 52:41 Demikian pula anak kita, orang-orang 52:43 yang kita cintai. Wa inna ilaihi rojiun. 52:45 Pada akhirnya kita semua akan kembali 52:47 pada Allah. Cuma yang bersyukur dan 52:49 bersabar akan disambut oleh Allah. Dan 52:52 merekalah yang akan mendapatkan sambutan 52:55 Allah dengan panggilan ya ayyatuhan 52:57 nafsul mutmain. Wahai jiwa yang 53:00 tenteram. Kenapa? Pada saat nikmat 53:02 bersyukur bukan berforia, lupa diri. 53:05 Pada saat dicoba, dia bersabar, jiwanya 53:07 akan selalu dalam keadaan harmoni, penuh 53:10 dengan tawazun seperti yang Dr. Adi tadi 53:12 katakan. Tapi kalau orang pada saat 53:15 diberikan nikmat lupa berforia, begitu 53:18 jatuh 53:19 betul-betul amat mengerikan. Nah, kalau 53:22 Ibu menghadapi cobaan, katakan 53:24 disebabkan karena sesuatu tentu mungkin 53:27 bersama suami, mungkin bersama anak yang 53:31 katakan ee tidak menyenangkan seperti 53:34 yang kita harapkan. 53:35 Ibu bisa berdoa kepada Allah. Ibu tidak 53:37 mungkin dapat apa solusi ya yang lebih 53:41 baik daripada Allah yang maha kuasa 53:42 untuk mengubah hati manusia. Allah akan 53:44 tunjukkan jalan yang terbaik. Atau Ibu 53:47 katakan mengalami kesulitan ekonomi yang 53:49 tidak mencukupi. Ibu harus tahu bukan 53:51 hanya ibu seorang diri juga yang 53:52 mengalami cobaan seperti ini. Kita 53:54 setiap orang terkadang dalam simpanan 53:58 saya tuh hanya tersedia Rp100.000, 54:00 Rp150.000. 54:03 Padahal kebutuhan banyak kan. 54:06 Belum lagi orang-orang yang membutuhkan 54:07 yang meminta. Tapi pada saat tersebut 54:10 Allah kasih alhamdulillah tidak ada 54:12 cemas, tidak ada takut sedikit pun. 54:14 Kenapa? Selagi kita bersama Allah, Allah 54:18 Subhanahu wa taala tidak akan pernah 54:20 meninggalkan kita. Dan ketahuilah yang 54:22 selama ini ya meninggalkan Allah kita, 54:26 sedangkan Allah tidak pernah 54:27 meninggalkan kita. Wahua maakum ainama 54:29 kuntum. Walaupun Allah begitu dekat, 54:31 tapi kenapa kita tidak pernah mengadukan 54:33 urusan kita padanya? Kenapa kita tidak 54:34 berharap daripadanya? Kita berharap 54:36 kepada makhluk-makhluk yang kita apa? 54:39 Kita jadikan sebagai tumpuan harapan 54:41 padahal mereka sibuk dengan urusan 54:42 mereka. Kenapa Allah yang begitu dekat 54:45 kita lupakan? Dan saya yakin begitu Anda 54:48 memanggil Allah dengan penuh betul-betul 54:51 apa? keyakinan, 54:53 ratapan dan rintihan, Allah tidak akan 54:55 meninggalkan Anda. Jadi kalau seandainya 54:58 Anda di luar menghadapi kata-kata, 55:00 berusaha untuk bertahan, tersenyum, di 55:03 rumah menangis, maka sebetulnya jalan 55:07 keluar yang terbaik. Pada saat Anda 55:09 menangis, menangis di hadapan Allah. 55:12 Begitu pula pada saat sujud, mohon agar 55:14 Allah Subhanahu wa taala memberikan 55:17 ketentraman, 55:19 bersyukur dalam nikmat, bersabar dalam 55:22 menghadapi cobaan. Dan ketahuilah 55:24 ini sebetulnya jalan kemuliaan buat 55:26 Anda. Saya punya seorang teman, 55:29 tidak dapat tidur 55:32 bahkan berhari-hari. Saatnya tidur pun 55:34 paling hanya beberapa saat walaupun 55:35 sudah menggunakan obat tidur. 55:37 Gelisah, resah, cemas tanpa diketahui 55:40 sebabnya. Usahanya jalan, rumah 55:42 tangganya damai, tapi dia merasakan 55:44 kegelisahan, keresahan yang luar biasa. 55:47 Dia datang berkali-kali saya bilang, 55:48 "Ingat ini kamu sedang mengalami ujian 55:51 untuk mengangkat derajat kamu. Jangan 55:53 datang ke paranormal. Jangan kamu datang 55:55 kepada dukun. Jangan percaya orang yang 55:57 mengatakan bahwa ini gangguan jin. 55:59 Baca Al-Qur'an, mengaji, mohon pada 56:01 Allah. Insyaallah tidak lama kamu akan 56:03 keluar. Allah kasih subhanah Dr. Adi 56:06 kurang lebih mungkin 2 minggu apa 3 56:08 minggu dia mengalami cobaan. 56:10 Istrinya pun sampai telepon mengadukan 56:12 keadaannya. Allah kasih setelah itu dia 56:15 keluar dari kegelisahan menuju 56:17 ketenangan, kedamaian yang luar biasa. 56:20 Lalu kita pergi umrah bersama-sama dia 56:22 merasakan betul-betul ketenangan, 56:24 kebahagiaan yang tidak pernah dirasakan 56:25 sebelumnya. Jadi kalau orang dicoba 56:28 dengan cobaan seperti ini membuat dia 56:30 berlari menangis di hadapan Allah ini 56:32 merupakan jalan yang tepat. Tapi jangan 56:35 pernah datang kepada orang-orang yang 56:37 mengatakan bahwa Anda terkena jin. Anda 56:40 mengalami gangguan setan. Sebetulnya 56:42 pada saat Anda lupa memang setan 56:45 mendekati Anda. Begitu Anda mendekat 56:47 kepada Allah, setan akan berusaha 56:48 menarik Anda 56:49 dengan kecemasan, kegelisahan. Tapi 56:51 kalau Anda terus bertahan, bersabar, 56:53 tidak lama kemudian. Fa inna maal usri. 56:56 Inna maal usri yusro. Allah tidak 56:58 mengatakan setelah, tapi bersama 57:01 kesulitan ada kemudahan. Dan saya 57:05 seperti ibu juga sering menghadapi 57:07 cobaan-cobaan 57:09 ya menghadapi berbagai macam gangguan. 57:12 Tempat saya mengadu adalah Allah. Dan 57:14 begitu saya salat dengan khusyuk membaca 57:16 Al-Qur'an, Allah kasih kegelapan yang 57:19 tadinya menutupi hati kita hilang. Turun 57:22 rahmat Allah bagikan hujan setelah panas 57:25 terik ya yang cukup panjang kita 57:27 merasakan kebahagiaan yang luar biasa. 57:29 Dan cobaan ini untuk mengingatkan kita 57:31 agar kita tidak lupa kita di dunia ini 57:35 sedang menghadapi ujian bukan untuk 57:38 meraih apa? prestasi dengan gelar 57:40 kedudukan harta. Ini akan membuat kita 57:42 lupa pada Allah. Tapi yang diingatkan 57:45 oleh Allah berarti orang yang dicintai 57:47 oleh Allah. Jadi ibu sabar tetap ibu 57:50 dekat dengan Allah mengadukan urusan ibu 57:52 dan yakinlah Allah Subhanahu wa taala 57:54 tidak akan meninggalkan ibu. Wallahuam. 57:57 Baik mungkin ini terakhir untuk dr. Adi. 57:59 Dr. Adi tadi menyampaikan bahwa WHO ee 58:02 menyampaikan kriteria sehat itu kan ada 58:04 tiga ya. secara fisik, mental, dan juga 58:07 kantong ekonomi. Dan 58:09 di tengah kondisi ekonomi yang sangat 58:11 menghimpit sekarang kan akhirnya banyak 58:13 ee terjadi kriminalitas, kemudian 58:16 perceraian, Dok, kemudian juga bunuh 58:18 diri. Nah, bagaimana dokter melihat ini 58:21 dan juga apa ya istilahnya tadi Ustaz 58:24 menyampaikan dari sisi agama seperti itu 58:26 kita lebih bergantung kepada Allah, 58:28 kemudian dari sisi medis dan solusi apa 58:31 ya terutama solusi praktis lah ya. 58:33 terutama untuk hal tadi mengenai ekonomi 58:35 pasti banyak juga kan pasien yang 58:37 mengeluhkan itu sampai depresi yang luar 58:40 biasa, Dok. 58:41 Ya, kalau dari segi sudut pandang medis 58:44 ee untuk cemas dan depresi yang pertama 58:47 adalah kita mengenali kemampuan kita 58:50 coing mechanism ya untuk beradaptasi 58:52 dengan masalah ya. Kalau saya sih dari 58:54 sudut pandang filosofi agama ya tadi 58:57 Habib Husin katakan di Al-insyarah ya 59:00 kalau fainnamal usri yusro inal usri 59:04 yusro. Nah banyak tafsir mengatakan 59:06 dalam satu kesulitan itu ada dua hikmah 59:09 kebaikan kemudahan. Kita enggak tahu tuh 59:11 dua hikmah itu. Satu kesulitan. Du 59:14 hikmah kebaikan dan kemudahan. Ya, Bib. 59:16 Ya. Jadi itu yang harusnya kita yakini 59:19 jadi optimis gitu. Pertama, pertahankan 59:21 optimisme. Jangan pernah kita jatuh, 59:25 jangan pernah kita lari ke yang lain 59:26 tadi. Narkoba, seks bebas, alkohol, 59:30 kemudian ee hal-hal yang tadi ee pinjol 59:33 ya itu tuh bukan solusi karena itu malah 59:36 jadi masalah berikutnya. 59:38 Bunuh diri. 59:38 Iya, bunuh diri, cutting ya. Itu yang 59:40 pertama optimisme. Yang kedua adalah 59:43 ikhtiar ya. Ikhtiar dengan cara yang 59:46 halal, yang berkah, nanti Allah akan 59:47 berikan jalan. Dan yang ketiga adalah 59:50 memperkuat ee spiritualitas. Itu yang 59:53 sering kita lupakan. 59:56 Allah ee itu dekat sama kita. Bahkan di 59:59 had ayat e hadis qudsi kan gitu ya. 1:00:02 Kalau kita datang berjalan, Allah datang 1:00:05 mendekatkan kita berlari gitu. Itu tuh 1:00:08 harus kita yakini betul gitu. Masalah 1:00:10 ini adalah masalah ekonomi, masalah di 1:00:14 dunia. Allah akan berikan solusinya. 1:00:17 Kalau kita itu makin dekat sama Allah. 1:00:19 Jadi itu yang buat kita ee optimis. Nah, 1:00:23 kemudian relaksasi. Kalau kita sudah 1:00:25 enggak tahan, ada serangan panik, ya 1:00:27 kita tiduran atau duduk bersender, tarik 1:00:30 napas panjang, zikir buang pelan-pelan. 1:00:34 Itu akan membantu. Kalau memang tidak 1:00:36 ada juga e jalan keluarnya, pergilah ke 1:00:39 profesional, ke psikiater. 1:00:42 Ke psikiater itu bukan berarti kita 1:00:44 lemah iman. Gak ya? Kalau ada kita sudah 1:00:46 gak tahan lagi, silakan datang. Ee kalau 1:00:49 misalnya gak punya uang, BPJS 1:00:52 Allah ee memudahkan kita di Indonesia 1:00:55 sekarang ya. Jadi gangguan jiwa itu 1:00:57 dicover sama BPJS. Pergilah ke rumah 1:01:00 sakit pemerintah, rumah sakit pemda 1:01:02 untuk cemas dan depresi. Nanti minum 1:01:04 obat ya. Tapi kan nanti ada kadarnya, 1:01:07 tidak selamanya minum obat. Tapi untuk 1:01:09 membantu kalau sudah gak tahan. Karena 1:01:11 kadang-kadang [mendengus] depresi itu 1:01:12 kan ada tiga level, ringan, sedang, 1:01:14 berat. Yang berat itu pecah dua. H 1:01:16 tanpa gejala psikotik, kegilaan atau 1:01:18 dengan gejala psikotik. Orang depresi 1:01:20 itu bisa tiba-tiba dengar suara, lihat 1:01:22 bayangan. Nah, itu yang harus ke dokter. 1:01:24 Sudah 1:01:25 halusinasi, 1:01:26 halusinasi, parno. Nah, itu itu sudah 1:01:29 harus kita ee makan obat. Ya, mungkin 1:01:31 demikian, Kang Rizal. 1:01:33 Baik. 1:01:34 Iya, silakan, Ustaz. Ee yang perlu kita 1:01:36 perhatikan sini dari sudut pandang agama 1:01:40 atau dari keterangan Al-Qur'an, Allah 1:01:41 menjelaskan 1:01:43 setiap 1:01:45 hal-hal yang buruk dan tidak baik yang 1:01:48 menimpa kita, Allah ingatkan itu semua 1:01:51 berasal dari perbuatan kita. 1:01:54 Sedangkan kebaikan datang dari Allah. 1:01:57 Allah mengatakan dalam Al-Qur'an, "Ma 1:01:59 asobaka 1:02:01 min ma ma asobaka min musibatin fabima 1:02:05 kasabat aidikum." Artinya apa saja yang 1:02:09 menimpa kalian itu sebetulnya adalah 1:02:12 hasil ulah perbuatan kalian. Nah, 1:02:14 sebagai contoh Kang Rizal, saya enggak 1:02:16 jadikan orang lain sebagai contoh diri 1:02:17 saya. 1:02:19 Terkadang saya merasakan perasaan tidak 1:02:21 nyaman, gelisah, resah, dan cemas. I 1:02:25 alhamdulillah bukan urusan materi. Saya 1:02:27 rasakan gelisah resah ada apa ini? 1:02:30 Begitu saya lihat ke belakang, ternyata 1:02:34 saya mengucapkan sesuatu yang salah 1:02:37 atau melakukan sesuatu yang salah atau 1:02:39 menyinggung. Jangan kita anggap ini 1:02:41 hanya orang lain. Bahkan terkadang kita 1:02:43 menyakiti perasaan istri kita atau anak 1:02:45 kita itu perasaan tidak nyaman. Bahkan 1:02:47 hewan kita zalimi itu akan menimbulkan 1:02:51 efek yang negatif dalam diri kita. 1:02:53 Waswas. Was-was. Oleh karena itu, pada 1:02:56 saat kita mengalami kondisi seperti ini, 1:02:58 solusinya apa, Kang Rizal? Istigfar, 1:03:02 bertaubat pada Allah. Kemudian kalau 1:03:04 menyangkut hak orang lain, ya hendaknya 1:03:07 kita mohon maaf kepadanya. Oleh karena 1:03:10 itu Allah berfirman, "W nafsin wa 1:03:12 sawaha." 1:03:14 W nafsin wwaha faalhamaha fujuraha wa 1:03:17 taquha qod aflaha man zakaha waqoba 1:03:20 mana. Demi jiwa. Dan bagaimana Allah 1:03:24 ciptakan jiwa manusia dengan penuh 1:03:26 keseimbangan. Kata sawwa yusawi dalam 1:03:28 bahasa Arab itu menggambarkan keadaan 1:03:30 yang seimbang. 1:03:34 Sebagaimana layangan kalau kita buat 1:03:36 kerangkanya ya yang sebelah kanan 1:03:39 sayapnya lebih berat dari yang kiri 1:03:41 pasti pada saat diterbangkan bagaimana? 1:03:43 Oleng. 1:03:43 Oleng bisa singit bisa sedeng. Kalau 1:03:47 oleng singit. Kalau miring ke kanan ke 1:03:49 kiri sedeng. Nah jiwa manusia juga 1:03:51 begitu. bisa sedeng bisa singit jadi 1:03:53 impulsif ya kemudian melakukan 1:03:56 tindakan-tindakan yang berlebihan itu 1:03:57 semua akibat ketidakseimbangan dalam 1:03:59 jiwa padahal Allah ciptakan jiwa manusia 1:04:01 apa 1:04:02 tawazun 1:04:03 penuh tawazun qalhamaha fujuraha wa 1:04:06 taqwaha dan Allah tanamkan dalam jiwa 1:04:08 manusia ini detektor 1:04:11 untuk apa mendeteksi dan memberitahukan 1:04:14 pada seseorang perbuatan baik dan buruk 1:04:17 antara takwa dan fujur pada saat dia 1:04:19 berbuat kebaikan dan ketakwaan jiwanya 1:04:21 akan tenang, lapang, gembira, dan tidak 1:04:25 akan mengeritis dirinya. Tapi begitu dia 1:04:27 berbuat buruk ya langsung keresahan, 1:04:29 kegelisahan, tidak bisa tidur. Itu 1:04:32 karena akibat apa? Perbuatan buruk. Oleh 1:04:35 karena itu jalan keluarnya qod aflaha 1:04:38 man zakaha. Sungguh beruntung orang yang 1:04:41 mensucikan jiwanya. Kalau akibat dosa, 1:04:44 akibat perbuatan yang salah, istigfar 1:04:46 dan tobat. 1:04:48 Kalau akibat dari apa? dari cara hidup 1:04:50 yang tidak benar ya perbaiki cara 1:04:53 hidupnya. Nah, tazkiah di antaranya kita 1:04:56 kembali pada Allah, mendekatkan diri 1:04:58 kepadanya, mendengarkan bimbingan 1:05:00 tuntunannya, beristigfar dan termasuk 1:05:03 berselawat pada Nabi itu akan dapat 1:05:05 menerangi hati kita. Dapat menerangi 1:05:08 hati kita. Jadi kesimpulannya, Kang 1:05:10 Rizal, setiap manusia dalam dirinya 1:05:12 terdapat detektor yang mendeteksi 1:05:14 perbuatan dia baik atau buruk dan akan 1:05:16 menimbulkan akibat pada saat berbuat 1:05:19 baik dia akan bahagia, tenang, gembira. 1:05:22 Pada saat dia berbuat buruk pasti dia 1:05:25 akan bergelisah. Oleh karena itu mereka 1:05:27 para koruptor, para pengkhianat, 1:05:29 ustaz-ustaz juga yang berbicara tanpa 1:05:32 sama sekali apa menyadari akibat dari 1:05:34 pembicaranya menimbulkan fitnah di 1:05:35 antara umat, memecah belah di antara 1:05:37 umat, hidup mereka tidak akan pernah 1:05:39 nyaman. 1:05:40 Oleh karena itu, kita lihat pembicaraan 1:05:42 mereka menggambarkan jiwa mereka yang 1:05:44 sakit dan mudah-mudahan kita tidak 1:05:46 termasuk dari mereka dan bukan berarti 1:05:49 kita yang menyampaikan hal ini bebas 1:05:51 dari gangguan jiwa. Kita terus berjuang. 1:05:54 Mudah-mudahan Allah perbaiki ya diri 1:05:56 kita, sucikan jiwa kita, menjadikan kita 1:05:59 menjadi manusia-manusia yang saleh. 1:06:01 Sebagaimana sahabat Rasul seperti Bilal, 1:06:04 seperti Suhaib, seperti Salman, walaupun 1:06:07 dari kalangan bawah ternyata mereka 1:06:09 menjadi manusia mulia dengan iman dan 1:06:11 tazkiah yang mereka lakukan dengan 1:06:15 dukungan dan rahmat dari Allah Subhanahu 1:06:17 wa taala. Subhanakallahumma wabihamdik 1:06:20 ashadu alla ilahailla anta. astagfiruka 1:06:23 wa astagfiruka wa atubu ilaik 1:06:25 wasalamualaikum warahmatullahi 1:06:27 wabarakatuh 1:06:28 waalaikumsalam warahmatullahi 1:06:29 wabarakatuh terima kasih guru kita Ustaz 1:06:31 Husain Alatas dan juga tamu spesial kita 1:06:34 Dr. Adi. Terima kasih. Terima kasih atas 1:06:37 ilmu dan sharingnya. Sangat bermanfaat 1:06:39 karena waktu yang terbatas juga kita 1:06:41 harus akhiri. Ikhwan akhwat. Semoga 1:06:44 dialog ini, diskusi ini menekankan kita 1:06:46 bahwa kesehatan mental itu adalah amanah 1:06:49 besar yang memerlukan tadi sinergi dari 1:06:51 sisi medis dan juga kemantapan spiritual 1:06:54 atau agama, Ustaz. Ya, melalui keilmuan 1:06:57 Dr. Adi dan juga Ustaz Husin Atas ee 1:06:59 kita diajak tadi lebih peka dalam 1:07:02 mengenali gangguan ee gejala gangguan 1:07:05 kejiwaan sekaligus memahami bahwa Islam 1:07:08 menyediakan ruang ketenangan bagi hati 1:07:10 yang lelah. Insyaallah poin-poin yang 1:07:12 disampaikan tadi mampu memperkuat jiwa 1:07:15 kita, Ustaz. Ya, menangkan kita dr. Adi 1:07:17 bersama-sama. 1:07:19 Drter Adi banyak yang menanyakan tempat 1:07:20 praktiknya di mana dan minta nomornya 1:07:23 katanya. Diizinkan tidak? [tertawa] 1:07:25 Mungkin depan praktiknya ya. Oke aja. Ee 1:07:27 saya praktik di Rumah Sakit Medistra 1:07:31 dan Rumah Sakit Triadipa. 1:07:34 Medistra dan Tripa. 1:07:35 Pasar Minggu. Jalan jalan raya Pasar 1:07:36 Minggu. 1:07:36 Iya. Mungkin bisa di nanti kontaknya ada 1:07:38 di sana ya. 1:07:39 Iya. Di Google juga 1:07:41 di website-nya ada ya. Silakan Iwan dan 1:07:43 Triadipa 1:07:43 yang mungkin ingin bersilaturahim ya ee 1:07:46 dengan dr. Adi bisa datang ke rumah 1:07:48 sakit Medistra dan 1:07:50 Triadipa Ikhwan Awat. Saya Rizal Hak 1:07:53 bersama teman-teman yang bertugas 1:07:54 bertugas ada Kang Ondi Saputra dan juga 1:07:56 Algi Fahrji undurri. Wasalamualaikum 1:07:59 warahmatullahi wabarakatuh. 1:08:00 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:08:02 wabarakatuh. 1:08:11 H