Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Tepuk tangan]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil
- alamin. Allahumma sholli ala sayyidina
- Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Bagaimana kabarnya
- di sore hari ini? Semoga dalam keadaan
- sehat walafiat dan selalu dalam
- lindungan Allah Subhanahu wa taala.
- Senang sekali kami kru redaksi Radio
- Silaturahim dapat kembali menjumpai Anda
- dalam program tausiah sore bersama Ustaz
- Ahmad Jazuli Kholil yang akan
- membahas
- mahabah bagian kedua untuk edisi hari
- ini Rabu di tanggal 14
- Agustus 2024 Masehi atau 9 Safar 1404 46
- Hijriah. Ikhwan akhwat, langsung saja
- kita akan menyapa guru kita,
- Ustaz Ahmad Jazuli Khalil.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana
- kabar Ustaz di sore hari ini?
- Alhamdulillah bagus. Terima kasih sehat.
- Alhamdulillah Ustaz sehat. Ikhwan dan
- akhwat, langsung saja kita mendengarkan
- pemaparan yang akan beliau sampaikan.
- Tafadol, Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alfatihah ila hadrati sayidina wa
- habibina rasulillah Muhammad ibni
- Abdillah sallallahu alaihi wasallam waa
- alihi waabihi
- wawajihi minalursalinidinabi
- Muslimin muslimat.
- Alfatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin
- arrahmanirrahim maiki yaumiddin iyaka
- na'budu wa iyaka nastain ihdinatal
- mustaqimathalladzina anamta alaihim
- ghairil magdubi alaihim
- waladin amin. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasatu
- wasalamu ala asrofil mursalin sayyidina
- wa maulana Muhammadin waa alihi
- wasohbihi ajmain amma baad fainna asqal
- hadis kitabullah
- tahair had muhammadin sallallahu alaihi
- wasallam umur mukdatha wa mtin bidah wa
- bidatin dolalah waalatin finar
- Para pendengar Radio
- Silaturahim dan pemirsa Rasil TV
- rahimakumullah. Alhamdulillah kembali
- kita panjatkan puji serta syukur ke
- hadirat Allah Subhanahu wa taala yang
- senantiasa melimpah curahkan nikmat
- karunianya kepada kita.
- nikmat iman dan Islam, nikmat sehat
- walafiat, nikmat panjang usia dalam
- taat, termasuk nikmat dipertemukannya
- kita sore ini walaupun lewat udara dalam
- rangka menjalankan salah satu
- perintahnya yang diwajibkan atas kita
- semua yaitu menuntut ilmu yang
- insyaallah pada sore ini kita akan
- melanjutkan kaji kita minggu lalu.
- tentang apa namanya mahabbah ya.
- Mudah-mudahan apa yang kita kaji, yang
- kita
- pelajari ee Allah jadikan sebagai ilmu
- yang bermanfaat bagi kita fid akhirah.
- Selawat dan salam semoga selalu tercurah
- atas junjungan kita Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam beserta
- keluarganya, para sahabatnya, para
- pengikut dan pengamal sunahnya.
- Para pendengar Radio Silaturahim dan
- pemirsa Rasil TV
- rahimakumullah. Ee pada minggu yang lalu
- sudah saya sudah sampaikan
- bahwa ee mahabbah di sini atau suka atau
- cinta ini adalah condongnya hati ya
- kepada
- sesuatu ya.
- bahwa kita semua dikasih oleh Allah
- panca
- indra ya, mata masing-masing. Pancra ini
- punya
- fungsi. Mata fungsinya untuk melihat,
- kuping untuk
- mendengar, ya. Begitu juga indra-indra
- yang lainnya semuanya ini ada fungsinya.
- Nah,
- kemudian mata ini bisa melihat yang
- indah, yang jelek, yang menyenangkan,
- yang tidak. Nah, maka mata ini punya
- kesukaan, punya kecenderungan. Apa
- cenderungnya? Cenderungnya melihat yang
- indah-indah, yang
- cantik-cantik, ya. Nah, ini namanya
- mahabbah yang begitu itu. Ah, kemudian
- telinga senangnya mendengar yang
- merdu-merdu ya. Nah, itu namanya
- mahabbah, namanya suka kita ini cinta.
- Mata suka kepada yang indah ya. Kemudian
- telinga suka kepada yang merdu ya. Nah,
- itu namanya mahabbah yang seperti
- itu.
- Ee karena itulah maka bagi orang-orang
- yang beriman dan bertakwa oleh Allah
- nanti
- diberikan ee di akhirat nanti ya.
- Halo. Habis apa ini?
- H.
- Halo.
- Itu
- Gus. Ya. Baik, saya lanjutkan.
- Ada orang
- ninggalin.
- Ah, iya ada suaranya,
- Gus. Ya. Baik, lanjut
- ya. Ah, jadi di akhirat nanti buat
- orang-orang yang beriman dijanjikan oleh
- Allah Subhanahu wa taala surga. Yang
- surga itu adalah malainun roat uzun
- samiat dan seterusnya. ya, keindahan
- surga ini enggak bisa dikhayalkan,
- enggak bisa
- dibayangkan. Sehebat apapun orang
- mengkhayalkan sebuah keindahan itu tidak
- akan ee mencapai keindahan surga. Ya,
- oleh sebab itu
- maka ee Nabi sallallahu alaihi wasallam
- ketika ditanya oleh nenek-nenek ya ee
- diminta oleh nenek mendoakan agar dia
- masuk surga. Kata Rasulullah, "Nek,
- katanya di surga itu enggak ada
- nenek-nenek. Rasulullah bercanda, ya."
- Nah, maka nangislah si nenek itu.
- Selanjutnya Rasulullah kemudian
- menjelaskan maksudnya, Nek, bukan nenek
- enggak bisa masuk surga ya. Di surga itu
- nanti kalau orang masuk surga walaupun
- tadinya sudah nenek-nenek, nah maka di
- surga nanti muda lagi gitu ya. Muda
- lagi. Kenapa? Tempat indah ya surga.
- Maka tentu penduduknya, penghuninya juga
- harus disesuaikan dengan
- tempatnya. Dan orang senang kalau
- dirinya itu ganteng, dirinya itu cantik.
- Maka ya dijelaskan bahwa penghuni surga
- itu
- nanti tubuhnya tingginya seperti Nabi
- Adam. Kemudian ininya apa? Rupanya kayak
- Nabi Yusuf ya. Kemudian suaranya seperti
- Nabi Allah Daud alaihialatu wasalam.
- Sehingga ketika melihat, "Ya Allah,
- nikmat melihat semua orang karena
- cakep-cakep semuanya, tempatnya indah,
- penghuninya juga tentu
- indah-indah. Suara-suaranya merupakan
- hikmah kalau mendengarkan orang yang
- berbicara akan merasakan kenikmatan.
- Sebagaimana ya, bagaimana Nabi Allah
- Daud kalau sudah membaca kitab Zabur ya,
- jangankan makhluk bernyawa, angin pun
- apa namanya berhenti saking nikmatnya
- suara beliau. Nah, itu penghuni surga
- seperti itu ya. Sehingga orang-orang
- yang berbicara itu semua
- kalimat-kalimatnya hikmah ya. Karena
- apa? Karena telinga kita itu senang
- mendengar yang seperti itu. Begitu juga
- dengan indra-indra yang
- lainnya. Nah, selanjutnya para pendengar
- Radio Silaturahim dan pemirsa Rasil TV
- rahimakumullah.
- ee orang itu ya kita namanya
- manusia menyukai sesuatu ya ni ini
- tingkatan-tingkatan suka ya tingkatan
- mahabbah mencintai sesuatu atau menyukai
- sesuatu karena ee
- rupanya karena rupanya seorang ibu atau
- ibu-ibu ya anak-anak gadis pada menyukai
- bunga. Kenapa? Karena bunga itu
- indah. Jadi yang dia sukai adalah rupa
- dari bunga itu. Maka ini adalah tingkat
- cinta suka yang paling
- rendah. Kenapa ya? Karena yang namanya
- keindahan rupa itu bisa sirna dimakan
- usia dan layu dimakan waktu.
- Nah, ya.
- Tapi ya ada orang yang mau ngaji.
- Kenapa? Karena ustazahnya
- cantik. Mau ngaji karena ustaznya
- ganteng, kiainya. Nah, itu namanya
- sukanya itu adalah melihat
- rupa. Ya, melihat rupa. Nah, Allah
- Subhanahu wa taala mengingatkan wqhul
- musyrikati hatta
- yumminna wum mukminatunir min musyrikati
- walauabatum. Jangan kamu nikahi
- wanita-wanita musyrik hingga mereka
- beriman.
- Sungguh seorang hamba
- perempuan yang
- beriman itu jauh hamba namanya hamba
- atau budak ya bisa jadi itu kulitnya
- hitam mungkin rupanya enggak cantik
- karena budak pendidikannya juga enggak
- ada tapi kata Allah itu lebih baik ya
- dibandingkan dengan wanita-wanita
- musyrik walau ajabatkum walaupun pun
- begitu jelitanya sehingga membuat kamu
- kagum ya kepadanya adalah wanita yang
- hamba tadi budak sahaya ini yang beriman
- itu lebih baik kata Rasulullah kata
- Allah subhanahu wa taala wala tunkihul
- musyrikina hatta yukminu dan jangan kamu
- nikahkan anak-anak perempuan kamu
- saudara-saudara perempuan kamu kepada
- laki-laki musyrik sampai mereka beriman
- Sungguh seorang budak yang beriman,
- budak laki-laki yang beriman itu lebih
- baik daripada laki-laki musyrik.
- Walaupun orangnya tampan, walaupun
- orangnya mungkin kaya ya, tapi karena
- musyrik kata Allah, budak hamba saya
- yang beriman itu lebih baik. Kenapa? Ya.
- Nah, ini namanya biar jelita kayak
- apapun musyrik itu cuma indah, cuma
- cantik
- rupanya ya. Cuma cantik rupanya.
- Sedangkan rupa itu bisa sirna ya. Bisa
- sirna dimakan usia. Nanti kalau sudah
- umur 50 60 sudah hilang kecantikannya.
- Tapi kalau orang beriman, hatinya
- walaupun rupa fisiknya itu enggak
- cantik, tapi hatinya cantik. Sementara
- orang yang hatinya cantik tidak akan
- tidak akan sirna karena usia. Semakin
- tua hati orang beriman akan semakin
- cantik. Nah, inilah yang pertama ya.
- Maka
- ee jadi cinta atau suka karena melihat
- rupa itu
- adalah ee apa namanya? Ee tingkat cinta
- yang levelnya paling rendah. Yang kedua,
- sekarang orang suka kepada bunga bukan
- karena
- bunganya, tapi karena
- baunya, karena wanginya, ya. Maka buat
- orang yang kedua ini enggak semua bunga
- dia suka. Enggak. Enggak semua bunga.
- Hanya bunga-bunga tertentu saja. Karena
- dia tidak karena bukan mencintai rupanya
- tetapi adalah
- baunya. Ya. Seorang ustaz, seorang
- kiai ilmunya luar biasa. Ustaz Abdul
- Somad itu orang alim ya. Ustaz Abdul
- Somad adalah orang alim. Gus Baha itu
- adalah orang yang alim luar biasa. Nah,
- apakah orang itu menyukai Gus Paham?
- Menyukai menyukai mencintai Ustaz Abdul
- Somad itu karena rupanya? Kalau rupanya
- saya rasa ya biasa-biasa aja ya. Ustaz
- Abdul Somad, Gus Baha ya biasalah
- standar ya. Ee nah tapi apa yang
- dicintai?
- Orang pada mengagumi mereka, mencintai
- mereka itu bukan karena rupanya yang
- dicintai, tapi apa yang dimiliki oleh
- mereka. Seperti bunga tadi, bukan
- bunganya yang mereka suka, tapi adalah
- baunya. Bukan rupa Gus Baha, bukan rupa
- Ustaz Abdul Somad, tapi adalah ilmunya
- Abdus Somad, ilmunya Gus Baha. Hmm.
- Karena ilmu mencintai ilmu itu bagus
- sekali. Karena ilmu ini adalah buah dari
- iman. Ya. Nah, karena ilmu itu adanya
- pada diri pada pribadi yang bernama Gus
- e Gus Baha dan Abdus Somad, maka
- mencintai, menyukai Gus Baha apa
- namanya? Abdul Somad ini adalah
- perbuatan yang baik ya. satu keharusan.
- Kita harus mencintai mereka karena
- mereka itu indah ya. Karena indah gitu.
- Kita lihat ada keindahan di dalam diri,
- dalam pribadi
- mereka. Nah, ini yang kedua. Kemudian
- yang ketiga,
- sekarang yang
- ketiga, orang mencintai itu bukan karena
- ee bukan karena bunga, bukan karena
- wanginya.
- Ya, bukan karena
- wanginya. Oh, saya mencintai Gus Baha,
- saya mencintai Ustaz Abdul Somad.
- Kenapa? Karena rupanya
- bukan atau karena ilmunya? Enggak. Bukan
- juga. Kalau yang ketiga, lalu apa yang
- kamu cintai? manfaat dari ilmunya itu.
- Dengan sebab ilmu itulah saya sekarang
- bisa beramal saleh, ngerti bagaimana
- salat, bagaimana wudu, bagaimana puasa,
- bagaimana kemudian zakat, bagaimana
- haji. Itu adalah karena ilmu yang kami
- petik dari mereka. Ya. Nah, kata si ibu,
- "Saya menyukai bunga bukan karena
- rupanya, bukan karena wanginya, tapi
- manfaat dari bunga itu sendiri." Apa
- manfaat wewangian? Imam
- Syafi'i radhiallahu anhu beliau berkata
- bahwa wewangian orang yang biasa memakai
- wangi-wangian itu akan menyebabkan
- otaknya jadinya encer ya, cerdas. karena
- sudah biasa mencium wewangian.
- Jadi ada manfaatnya luar biasa bisa
- menghilangkan stres. Makanya Bapak dan
- Ibu yang saya hormati ya ee coba dilihat
- oleh Ibu orang-orang tua kita dulu kalau
- kalau dalam acara misalnya Maulid Nabi
- ya ada itu suka disediakan di situ bunga
- dan biasanya adalah bunga melati ya.
- Nah, sementara di masyarakat kita ini
- kalau sudah kumpul begitu, ya Allah
- kadang-kadang nih ee yang yang ngerokok
- enggak ngelihat ya, enggak ngelihat
- situasi di mana banyak orang yang enggak
- suka. Sehingga kalau di daerah, ya Allah
- itu asap sudah mengepul di atas. Banyak
- orang yang stres. Dan untuk
- menghilangkan itu kepenatan, kejenuhan,
- stres ini adalah dengan mencium
- wewangian. Makanya ada disempret minyak
- wangi, disediakan bunga melatih.
- Tujuannya buat mel bunga melatih itu
- untuk apa? Untuk diambil oleh apa
- namanya? Nah, oleh yang hadir sambil
- mengisep-ngisep begini gitu tuh ya. Nah,
- jadi manfaatnya bukan wanginya. Nah,
- dari kiai bukan ilmu tapi manfaat dari
- ilmunya. Jadi dengan demikian orang yang
- ketiga ini sebenarnya dia adalah yang
- dicintai oleh dia adalah amal salehnya.
- Nah, ini jelas lebih hebat lagi gitu ya.
- Nah, kemudian yang keempat sekarang yang
- keempat
- adalah orang menyukai sesuatu itu karena
- apa? Karena Allah. Bukan karena rupanya.
- Bukan kar. Jadi dia merupanya mau cakap
- me mau enggak berilmu kek atau tidak
- saya bisa memetik ee apa namanya manfaat
- dari ilmunya atau tidak ya. Ee bukan itu
- yang menjadi alasan. Tapi dia
- mencintainya karena Allah subhanahu wa
- taala. Membenci pun membenci karena
- Allah subhanahu wa taala. Sehingga dia
- tidak dia senang kepadanya. Nah, ya
- siapapun juga apakah dia muslim atau
- bukan muslim karena semua itu adalah
- makhluknya Allah Subhanahu wa taala maka
- dia tidak mau menyakiti siapapun.
- Kenapa? Wong mereka sama-sama makhluknya
- Allah Subhanahu wa taala. Nah, yang
- sekarang ini adalah semacam ini lagi
- ternoda ya. Banyak yang saling caci maki
- menghujat ya. Kelompok A menyerang
- kelompok B. Begitu juga sebaliknya.
- Padahal kalau kita lihat kelompok A
- dengan kelompok B ini sama-sama umatnya
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Tuhannya sama, Nabinya sama,
- kitab sucinya sama, kiblatnya juga sama.
- Ya. Ya. Begitulah namanya kehidupan
- dunia. Mudah-mudahan pendengar bisa
- mengambil ee apa namanya? hikmah
- mengambil ibrah ya, pelajaran yang
- berharga ya ee dari semua yang kita
- saksikan maupun yang kita dengar ya. Ee
- semua ini kalau kita mau ee kalau pandai
- kita ini membaca apa yang kita saksikan
- semua itu adalah merupakan pelajaran
- yang berharga bagi kita. Para pendengar
- hadir silaturahim yang dirahmati Allah.
- Nah, mengenai nanti ee mahabbah ee
- mahabbatul abdi lillahi taala secara
- khusus nanti kita akan bahas secara ee
- apa tersendiri. Selanjutnya para
- pendengar radia silaturahim yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- ee
- manusia. Eh ee sekarang kita melangkah
- kepada ee bahasan berikutnya yaitu yang
- berhak, yang paling berhak dicintai
- adalah Allah Subhanahu wa taala. Yang
- paling berhak dicintai hanyalah Allah.
- Ya, ini subtema yang berikutnya
- nih. Para pendengar silaturahim dan
- pemirsa Rasil TV
- rahimakumullah.
- Ee semua
- manusia, semua
- manusia itu mencintai dirinya sendiri.
- Namun
- sebelumnya silakan nanti Bapak dan Ibu
- pendengar semuanya simak atau
- baca surah at-Taubah ayat
- 24. Di sana menjelaskan bahwa Allah
- memerintahkan kepada kita untuk
- mencintai Allah, mencintai Rasulullah
- dan jihad di jalannya melebihi kecintaan
- kita. kepada
- siapapun, baik itu ayah kita ya. Nah,
- ayah kita berarti nasab, silsilah,
- orang-orang tua kita
- semuanya atau anak kita, keturunan kita,
- saudara-saudara kita, pasangan-pasangan
- hidup kita, harta kekayaan kita,
- kemudian usaha bisnis kita, dan
- tempat-tempat tinggal kita.
- Ya,
- ini kita memang tidak bisa menafikan
- bahwa kita semua suka ya cinta kepada
- ayah, kepada ibu, kepada anak, kepada
- istri, kepada saudara dan itu tidak
- dilarang ya. Memang kita harus
- mencintai, tapi ya termasuk kepada
- rumah, kepada apa harta benda kita ya ee
- usaha kita. Kemudian tempat tinggal
- kita, kita semua cinta, kita suka. Dan
- itu adalah suatu hal yang ee apa
- namanya? Yang sudah pasti ya kita semua
- dan itu tidak dilarang dalam agama. Tapi
- ya kecintaan kita kepada semuanya itu
- jangan sampai melebihi kecintaan kita
- kepada Allah dan Rasul-Nya.
- Apabila kita mencintai diri kita,
- mencintai ee apa namanya ee orang tua,
- anak dan seterusnya melebihi Allah,
- melebihi kecintaan kepada Allah dan
- Rasul-Nya. Nah, ini Allah menyebutnya
- sebagai orang fasik. Makanya di akhir
- ayat itu Allah menyebutkan, "Wallahu la
- yahdil quumal fasikin." Allah tidak akan
- memberikan petunjuk kepada orang-orang
- fasik.
- Nah, selanjutnya apakah
- iya ya apakah bisa kita mencintai orang
- lain seperti Nabi Muhammad ya melebihi
- kecintaan kita kepada diri
- kita? Ya, bisakah seperti ini ya? ee
- para pendengar radi
- silaturahim, semua
- orang pasti ya dia menyukai mencintai
- dirinya sendiri. Dia pengin dirinya itu
- adalah yang
- terbaik. Dia kekal kemudian sempurna ya.
- Dan dia enggak suka kalau dirinya jelek,
- kalau dirinya lemah, kalau dirinya
- bodoh, kalau dirinya pokoknya
- sifat-sifat yang menunjukkan kekurangan.
- Nah, enggak ada yang suka. Kita
- penginnya kan menjadi orang paling
- cakep, paling kaya, paling pintar,
- paling paling paling segalanya, ya. Nah,
- itu semua orang mesti begitu suka pada
- dirinya sendiri ya. Hmm.
- Karena ee karena itulah banyak orang
- yang melakukan ini, melakukan itu
- seperti operasi plastik dan lain
- sebagainya karena pengin dirinya adalah
- yang terbaik dan itu manusiawi yang
- seperti itu. Sehingga kalau orang lebih
- mendahulukan ee mengutamakan diri
- sendiri itu sudah menjadi fitrah
- manusia ya. Ketika sahabat bertanya
- kepada Rasulullah, "Wahai Rasulullah,
- saya punya harta banyak.
- punya duit banyak. Apa yang harus saya
- lakukan dengan uang itu? Kata
- Rasulullah, infakkan buat dirimu. Buat
- saya sudah, Rasulullah, buat ee apa
- namanya? Anak-anakmu. Buat anak sudah,
- Rasulullah, buat istrimu. Buat istri
- sudah saya siapkan, Rasulullah. Ya,
- selanjutnya kamu tahu siapa dan
- seterusnya. Nah, di sini Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam mengatakan,
- "Infakkan buat
- dirimu." Diri sendiri ya, enggak yang
- lain dulu, diri diri
- sendiri.
- Was'alunaka yunfiquun. Mereka akan
- bertanya kepadamu Muhammad, apa yang
- harus mereka infakkan? Qulil afwa. Kata
- Allah, "Jawab oleh kamu, yang diinfakkan
- itu adalah yang lebih dari kebutuhan
- yang kamu
- perlukan." Jadi, kalau kita hari ini
- butuh uang
- Rp100.000, kita punya uang Rp100.000,
- ya, maka kita tidak dituntut untuk
- berinfak karena uang itu dibutuhkan oleh
- kita. Artinya kan utamakan diri sendiri.
- Nah, tapi kok sekarang kita harus
- mencintai Nabi melebihi kecintaan pada
- diri sendiri. Apakah ini bisa yang
- seperti ini? Ya. Nah, ini yang jadi
- sekarang yang pertama adalah semua orang
- mencintai, menyukai dirinya sendiri. Itu
- yang pertama. Yang kedua,
- sekarang yang kedua
- adalah ee orang suka kepada orang yang
- berbuat baik kepadanya.
- Ya, kita suka kepada orang yang berbuat
- baik kepada
- kita. Tulah sekarang umpamanya Anda,
- Anda ini Gus ya, saya jamin hidup kamu,
- saya jamin keluarga kamu semuanya, maka
- pasti ya ente dan keluarga akan
- mencintai saya.
- Walaupun saya itu penjahat, tapi bagi
- ente dan
- keluarga saya bukan penjahat, saya ini
- malaikat. Kan bisa jadi seperti itu.
- Kenapa? Karena semua orang suka kepada
- orang yang baik kepadanya.
- Nah, dan ketika itu karena banyaknya
- kebaikan ya, maka walaupun saya berbuat
- salah biasanya Agus matanya
- buta. Buta dari kesalahan saya juga
- bisu, tidak bisa berbicara dan juga
- kupingnya juga budeg. Hm. Begitulah. Dan
- cinta itu begitu. Makanya kata Nabi ee
- cinta itu membuat orang ee apa namanya?
- tuli dan apa namanya? Bis dan
- buta. Seperti itulah namanya ee cinta
- kepada apa saja
- ya. Nah, ini yang yang kedua. Jadi semua
- orang suka kepada orang ee kita suka
- kepada orang yang baik kepada kita. Dan
- ini
- biasanya dimanfaatkan oleh orang-orang
- yang mempunyai ee kepentingan atau
- mempunyai hajat ya. Karena setiap orang
- ini ee sudah menjadi fitrahnya hati
- manusia ini enggak pernah bohong. Dia
- baik sehingga suka pengin membalas
- kebaikan orang yang berbuat baik
- kepadanya. Nah, sehingga bisa kita lihat
- kalau waktunya mau kampanye ya orang
- memberikan 100 200 karena mengharapkan
- balasan dari kita ya. Lalu kita ini
- enggak berpikir panjang lagi ya. pengin
- membalas kebaikan orang itu. Sementara
- ya hal lain yang yang lebih besar tidak
- diperhatikan. Ini dimanfaatkan oleh
- mereka. Yang kedua, yang ketiga semua
- orang e kita suka kepada orang yang
- baik. Ya, kita ini suka kepada orang
- yang baik walaupun kebaikannya enggak
- pernah sampai kepada kita ya. Enggak
- pernah sampai kepada kita. Kita dengar
- si fulan ini, ya Allah
- dermawannya itu. Berapa banyak itu orang
- ya yang
- dibantu
- ya? Berapa banyak orang yang dibantu?
- Berapa banyak masjid yang dia bikin?
- Wah, subhanallah. Kita itu sampai pengin
- bertemu dengannya ya. Dan kita sampai
- ceritakan kepada orang lain padahal
- enggak pernah berbuat baik kepada kita.
- Ya, artinya kebaikannya enggak pernah
- sampai kepada semua orang itu seperti
- itu ya sebenarnya. Kemudian yang
- terakhir yang kemudian yang
- keempat semua
- orang semua orang itu
- suka kita suka kepada orang lain karena
- ada ee karena ada kesamaan di antara
- kita dengannya.
- Nah, ada kesamaan di antara kita
- dengannya. Adanya munasabah, adanya
- muwafaqoah. Ya, coba kita lihat. Tentu
- orang-orang Golkar lebih suka kepada
- orang-orang
- Golkar. Orang PDI ya lebih suka kepada
- orang PDI. Orang ini lebih suka.
- Begitulah sudah umum namanya orang ya.
- Sehingga Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam bersabda, "Kalau dalam satu
- majelis ada 100 orang mukmin dan satu
- orang munafik, kemudian datang si
- munafik kedua, maka si munafik kedua itu
- akan duduk di samping si munafik
- pertama." Begitu juga kalau dalam satu
- majelis ada 100 orang munafik, satu
- orang mukmin, datang si mukmin kedua,
- maka dia akan duduk di samping si mukmin
- yang pertama. Kenapa? Karena si mukmin
- dengan mukmin kalau berbicara, kalau
- ngobrol
- nyambung. Orang munafik dengan orang
- munafik
- nyambung. Ya. Maka kalau orang muslim
- sekarang banyak bergaulnya dengan orang
- muslim, ya sudah seperti itulah ya.
- Sudah seperti itulah.
- Nah,
- sekarang, nah, makanya agak mengherankan
- sekarang kalau orang muslim, orang
- mukmin lebih banyak bergaul dengan non
- ee non Islam ya e daripada dengan
- saudara
- muslimnya. Itu agak mengherankan. Bukan
- enggak boleh bergaul dengan nonmuslim.
- kita ini dalam agama Islam suruh bergaul
- dengan siapapun juga. Cuma ketika bicara
- masalah mahabbah ya karena ada
- kesamaan di antara dua orang dan
- kesamaan itu yang akan menjadi
- perekat ya menjadi perekat. Syekh Saki
- Albilhi itu punya murid. Beliau ini
- ketika sudah mengajar ya menerangkan
- tentang tawakal, kemudian anak-anaknya
- ini eh muridnya ini suruh pada ee apa
- namanya? Ikhtiar ya. Suruh ikhtiar. Tapi
- muridnya ada yang mengatakan saya enggak
- katanya enggak mau dagang, enggak mau
- ikhtiar. Saya mau tawakal saja sama
- Allah. Dijelaskan oleh beliau. Keliru.
- Keliru. Enggak benar. Tawakal itu enggak
- begitu. Ayo sana.
- berangkat katanya. Maka usaha di tengah
- perjalanan dia ini melihat dua ekor
- burung yang setahu dia si murid nih
- setahu si murid ini burung itu enggak
- pernah akur selalu berantem ya selalu
- berantem tapi yang menarik dua burung
- itu sekarang ini adalah kayak
- saudara kenapa ya nah burung yang
- gedenya itu disuapin oleh burung yang
- kecil yang biasanya jadi musuh
- Ya, subhanallah. Kata kata itu si
- muridnya Saki Albalhi ini luar biasa ini
- pemandangan ya. Maka coba dia dekati
- pengin tahu ada apa ini. Rupanya dua
- burung ini berasa ada makhluk asing
- mendekatinya terbang ya. Nah, yang kecil
- terbang begitu bebasnya. Sementara yang
- besarnya itu terbang nabrak pohonan.
- Oh, paham. Sini si murid sakik ini
- rupanya burung yang gedenya ini buta ya.
- Lalu dia berpikir ini burung ini buta
- ya. Dari mana dia tahu makanan?
- Bagaimana cara menangkap makanannya?
- Memperoleh makanannya. Tapi
- subhanallah Allah subhanahu wa taala
- yang memberikan rezeki kepada semua
- makhluknya. Padahal buta tapi tetap oleh
- Allah diberi
- rezeki gitu ya. Nah, akhirnya kalau
- burung aja begini, masa aku enggak
- dikasih makan oleh Allah. Makanya dia
- balik lagi enggak jadi usaha. Mau e apa
- mau tawakal aja, berserah diri kepada
- Allah seperti burung itu. Nah, ini ada
- kekeliruannya
- ya. Ee begitu pulang ditanya oleh
- gurunya, "Loh, kenapa kamu pulang lagi?"
- ya. Dia ceritakan apa yang dia lihat tuh
- ya. Nah, dia tidak berbuat apa-apa tapi
- Allah tetap memberi rezeki dan saya
- yakin Allah pun akan memberikan apa yang
- saya butuhkan. Karena kata Nabi juga
- orang tidak akan mati selama jatah
- rezekinya masih ada. Lalu kata gurunya,
- "Oh, begitu.
- Nah, jadi kamu itu katanya anakku pengin
- jadi burung
- buta. Rupanya kamu ini pengin jadi
- burung buta. Kenapa tidak terpikir oleh
- kamu anakku untuk jadi burung yang satu
- lagi? Yang nyuapin bukan yang disuapin.
- Bukankah Rasulullah bersabda,
- "Alyadulyair minal yadi suah." Tangan
- yang di atas itu lebih baik daripada
- tangan yang di bawah.
- Nah, inilah para pendengar dia
- silaturahim. Kadang kita
- ini ee meyakini bahwa apa yang kita
- lakukan itu
- benar. Kenapa? Karena keterbatasan
- wawasan, keterbatasan pengetahuan
- kita. Ya. Nah, sehingga diyakini
- selamanya bahwa apa yang kita lakukan
- ini benar. Padahal itu belum tentu ya.
- Dalam surat Kahfi kan dijelaskan,
- "Maukah aku beritahukan kepada kalian
- orang yang perjalanan hidupnya
- rugi?" Ya, yaitu bagaimana mereka yang
- melakukan sesuatu yang dia yakini itu
- kebaikan padahal itu bukan
- kebaikan. Kenapa? karena dia tidak
- ngerti. Begitu gurunya menjelaskan,
- menunjuk ee menjelaskan, baru dia tahu
- kalau ternyata apa yang dia yakini benar
- itu sebenarnya adalah keliru. Di sinilah
- pentingnya kita ini terus thaol ilmi,
- belajar dan jangan cuma belajar kepada
- seorang guru satu mazhab saja.
- Pelajarilah mazhab-mazhab lain walaupun
- beda aliran dengan kita ya. Karena yang
- namanya mutiara itu di mana pun tetap
- mutiara. Begitulah ya para pendengar
- radio silaturahim dan pemirsa Rasul Tib
- rahimakumullah ya. Nah, maka ee sekarang
- ini kalau kita kaum
- muslimin
- umpamanya entah itu dalam Pilpres,
- Pilkada dan lain sebagainya lebih
- cenderung, lebih sreg kita ini memilih
- orang yang seiman dengan dengan kita.
- Ya, iya memang begitulah namanya
- mahabbah.
- Ya, kalau muslimin sekarang orang Islam
- lebih memilih calon pemimpin yang muslim
- yang taat ibadah, ya seperti itulah yang
- namanya
- mahabbah. Tapi kok kenapa ada orang
- Islam memilih pemimpin yang bukan
- muslim? Oh, itu boleh jadi ah bisa jadi
- karena ada kesamaan. Entah kesamaan
- apanya, yang jelas ada kesamaan atau
- paling tidak boleh jadi kayak burung
- yang tadi ya. Sebenarnya enggak pernah
- akur. Cuma berhubung yang satu buta.
- Nah, akhirnya menjadi jadi dia tidak
- tahu mana teman, mana yang bukan teman.
- Ya, ini adalah kita bicara masalah
- mahabah ya seperti itu para pendengar.
- Jadi yang ketiga adalah ee kita semua
- suka kepada orang ee kepada orang yang
- baik ya. Dan juga ee yang keempatnya
- bahwa kita suka kepada orang karena ada
- munasabah, karena adanya muwafaqah di
- antara kita. Nah, nanti yang kelima dan
- keenamnya kita akan bahas pada pertemuan
- yang akan datang ya. Karena ini masih
- masih panjang ee bahasannya.
- Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala
- panjangkan umur kita dalam taat
- kepadanya dan Allah selalu memberikan
- kepada kita sehat walafiat ya lahir dan
- batin. Wallahuam.
- Baik, terima kasih Ustaz atas tausiahnya
- di sore hari ini. Ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Demikianlah pemaparan yang telah
- disampaikan oleh Ustaz Ahmad Jazuli
- Kholil dengan tema mahabbah bagian
- kedua. Dan bagi Anda ikhwan dan akhwat
- yang ingin bergabung kami persilakan di
- 0811999720.
- [Musik]
- Kami akan segera kembali setelah jeda
- berikut
- [Tepuk tangan]
- ini. Islam yang satu yang dipancaruaskan
- dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36,
- Kalimanggis, Cibubur, Bekasi. Ikhwan dan
- akhwat yang dirahmati Allah Subhanahu wa
- taala.
- Kami ingin menyapa para pendengar kami
- terlebih dahulu. Ada Ibu Sri, lalu ada
- Ibu Aminah, Ibu Retno, Ibu Titi,
- kemudian ada Pak Dumadi, Pak Arwin,
- serta ini dari hamba
- Allah di Ibu
- Neli. Kemudian
- ada ini Ibu dari Haji Raya di Sawangan.
- Depok, Ibu
- Rukmini, Bapak Indra, serta Ibu Dewi.
- Terima kasih atas perhatian dari Anda
- dan untuk pertanyaannya mohon maaf
- nampaknya kami belum bisa menjawab
- pertanyaan dari Bapak dan Ibu karena
- kami terputus sambungan Zoom kami dengan
- Ustaz Ahmad Jazuli Kholil.
- Dengan demikian kami sudahi ee
- perjumpaan kita di sore hari ini. Kami
- sudah mencoba menghubungi beliau, namun
- nampaknya belum ada respon. Ikhwan dan
- akhwat, sekali lagi kami mohon maaf dan
- kita berpisah sampai di sini dulu dan
- insyaallah nanti untuk
- pertanyaan-pertanyaan akan kami
- sampaikan pada hari Rabu pekan depan
- insyaallah. Akhirul kalam kami yang
- bertugas di sore hari ini ada Yusuf
- Sebangkit, kemudian ada Neza dan Syabi
- Agus undur diri. Billahi taufik wal
- hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.