Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Brail TV.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. Allahumma shalloli ala
- sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina
- Muhammad. Alhamdulillah. Kita berjumpa
- lagi hari ini hari Kamis tanggal 20
- Maret 2025 atau 25 Ramadan. 20 20
- Ramadan afal 20 Ramadan 144
- 6 Hijriah. 6 Hijriah. Sudah banyak yang
- iktikaf ya di masjid-masjid ramai nih.
- Alhamdulill insyaallah mulai malam ini,
- Mas. Mulai malam ini terutama
- malam-malam ganjil tuh lebih ramai lagi
- mestinya semuanya Pak.
- Alham kita jumpa lagi dalam acara
- Bincang Wakaf seperti biasa setiap Kamis
- ketiga dan ini Kamis istimewa karena
- kami juga selain nanti ada Pak Safril ya
- ee Pak Safril pimpinan wakaf di Rasil
- kami juga mengundang Bapak Kiai Dr. Ir.
- Agus Prianto, M.M. Beliau adalah
- Priatno, Mm. ya, Kepala Divisi Humas,
- Sosialisasi dan Literasi ee BMWI, Badan
- Wakaf Indonesia. Badan Wakaf Indonesia
- dan juga beliau pusat memiliki pesantren
- tahfiz Fazrul Almanah di Cawi Bogor.
- Beliau juga konsultan manajemen
- pesantren. Beliau juga ngajar di
- Universitas Juanda di Ciawi ee untuk
- mata kuliah manajemen. Alhamdulillah.
- Asalamualaikum, Pak Agus.
- Waalaikumsalam. Waalaikumsalam
- warahmatullahi w Pak
- Gust dan ee Ondi Saputra dan ee Algi.
- Oke. Ee kita akan bincang wakaf
- ngomong-ngomomong saya ingin tahu BW ini
- berapa aset ya, Pak? Kalau untuk ee aset
- wakaf uang yang sekarang sudah berjalan
- hampir selama 3 tahun kira-kira sekitar
- 3,2 triliun di hari ini ada apa-apanya
- yang jumlah yang
- dikorupsialah ya.
- Oke. Oke. Baik. Kita ee sering mendengar
- wakaf itu orang ngasih gedung, ngasih
- sawah diwakafkan.
- Tapi kami ingin mendapat penjelasan
- mengenai wakaf uang itu seberapa banyak
- dan bagaimana itu teknisnya. Silakan aja
- dulu. Iya. Ee sebelumnya izinkan saya
- menyapa dulu para pendengar hasil yang
- ada di seluruh Indonesia atau dunia
- malah ya. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Innalhamdalillah asadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
- asadu anna muhammadan abduhuasul labi
- ba'dah. Allahummahalli wasallim ala
- sayyidina Muhammad wa ala alihi wasbihi
- ajmain.
- Eh, para pendengar sekalian, izinkan
- saya membacakan satu ayat ee satu dua
- ayat nanti untuk memberikan pencerahan
- kepada kita sekalian untuk diskusi hari
- ini supaya ada ee sesuatu yang
- menjadikan kita lebih termotivasi
- mencintai Al-Qur'an. Eh, tergugah. Yang
- kedua juga supaya dalam kita berbicara
- tentang wakaf ini ada hal-hal yang
- mencerahkan. bukan hanya sekedar secara
- pikiran atau pengetahuan atau knowledge,
- tapi kita ada satu gerakan ataupun ada
- amaliah yang semakin hari semakin
- bertambah. Ya, izinkan saya
- menyampaikan satu ayat dari ee Al-Qur'an
- surat Al Imran ayat yang ke-92.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim. Mimma
- tuhibbun
- wfiquinnallaha bihi alim. yang artinya
- adalah bahwa kamu tidak akan memperoleh
- kebajikan sebelum kamu menginfakkan
- sebagian harta yang kamu cintai. Dan
- apapun yang kamu infakkan tentang hal
- itu, sungguh Allah maha mengetahui. Ya.
- Kemudian ayat yang kedua yang akan
- menginspirasi kita sekalian
- adalah
- amwahumillahi
- habahi habah
- wallahuasya wallahu wasiun alim. Adapun
- perumpamaan orang-orang yang
- menginfakkan hartanya di jalan Allah
- adalah seperti orang-orang yang menabur
- sebut ee sebutir biji atau benih yang
- kemudian menumbuhkan tujuh tangkai dan
- pada setiap tangkai ada 100 biji. Allah
- melipat gandakan pahala bagi siapa yang
- dikehendaki. Allah maha luas lagi maha
- mengetahui. Ini ada di dalam surah
- Albaqarah surah yang kedua ayat 261.
- Nah, kembali ke topik kita ee para
- pendengar sekalian berbicara tentang
- wakaf uang. Memang ee wakaf uang ini ee
- kalau kita lihat ee agak sedikit mundur
- ke belakang dari sejarahnya Nabi dulu
- karena seolah-olah wakaf uang ini
- seperti barang baru, seperti tidak
- dikenal sama sekali di Indonesia. Ya,
- sebetulnya kalau kita lihat runutan dari
- sejarah zaman Nabi itu memang ee di awal
- ee munculnya Islam itu memang baru ada
- yang pertama adalah wakaf benda tidak
- bergerak masjid ya. Amr ee Amr bin ee
- Auf ya mewakafkan Masjid Quba ya. Masjid
- Quba yang sekarang ee kebanyakan para ee
- tamu-tamu Allah yang umrah atau haji ke
- sana itu adalah wakafnya Amr bin Auf.
- Itu adalah wakaf tidak bergerak
- dijadikan masjid. Ya. Kemudian ee
- setelah turun ayat yang tadi saya
- bacakan, Ali Imran ayat
- 92, sahabat Umar ee buru-buru datang
- kepada Rasulullah. Ternyata dia punya
- tanah yang sangat subur untuk kebun
- kurma dan hasilnya sangat mewah, sangat
- luar biasa untuk ukuran ee suatu usaha
- itu betul-betul daging semua ya. Nah,
- beliau mencoba untuk mengamalkan ayat
- ini karena di ayat ini ee sebetulnya
- menantang kepada kita sekalian
- orang-orang yang memiliki harta. Allah
- ee menantang kepada kita sekalian kalau
- kita kepengin dikatakan sebagai orang
- yang baik ya, maka kita diminta untuk
- menginfakkan, mensedekahkan sebahagian
- rezeki yang Allah limpahkan kepada kita
- yang kamu cintai. Bukan harta sisa,
- bukan harta buangan, tapi yang kamu
- cintai. Sahabat Umar sangat mencintai
- kebun kurmanya karena luar biasa
- menghasilkan. Beliau datang kepada
- baginda nabi sehingga itulah yang
- menjadi salah satu hadis riwayat Imam
- Bukhari ya. Kata baginda Nabi, "In habas
- e in ha habasta ya. Insasta itu artinya
- kalau kamu mau tahan pokoknya asluha
- pokoknya ditahan. Tapi kalau kamu ee
- kemudian kepengin mensedekahkan,
- sedekahkan hasilnya." Fatasaddaqo biha,
- maka sedekahkan hasil daripada kebun
- kurma itu. Nah, itu ee muncul awalnya
- yang namanya wakaf produktif. He. Nah,
- itu yang nanti jadi cikalbakal wakaf
- uang itu. Jadi, di awal itu belum ada
- praktik-praktik wakaf uang, tapi
- cikalbakalnya adalah dari yang namanya
- wakaf produktif. Kemudian itu
- berkembang, berkembang terus sampai ke
- sini dengan ee sekian banyak ada ee
- dinamika terutama dalam pemahaman
- terhadap konsep ee wakaf uang itu tadi
- ya. ee sehingga kemudian ee tetap ada
- ikhtilaf, ada perbedaan pendapat di
- kalangan para alim ulama khususnya di
- mazhab Asyafi'i dan Imam Hambali ya. Ada
- separuh yang mereka menerima wakaf uang,
- ada separuh yang belum bisa menerima.
- Tetapi itulah namanya ee zaman yang
- terus berkembang. ada namanya
- ijtihadiah. Justru karena di Al-Qur'an
- tidak ada ee petunjuk-petunjuk teknis
- bagaimana praktik ee yang namanya
- perwakafan, maka ini sebetulnya ranah
- yang ee sangat baik bagi ee wakaf untuk
- orang-orang yang ahli ekonomi syariah
- itu berijtihad. Dan hasilnya adalah
- bahwa kemudian di Turki perkembangan
- ekonomi syariah sangat tumbuh pesat di
- Turki pada abad 15-16. Sehingga
- muncullah mulai ada yang namanya bank
- syariah, ada bank wakaf. Nah, kemudian
- muncul lagi di Bangladesh terakhir. Jadi
- di Bangladesh itu akhirnya adalah ee
- muncul bank wakaf ya, bank yang ber ee
- berbasis kepada wakaf namanya SIBL ya,
- sosial eh social Islamic
- eh bank
- eh Bank Limited ya. Jadi itu adalah
- cikal bakal munculnya ee yang namanya
- pulling fund. orang mulai mengumpulkan
- yang namanya wakaf uang itu digunakan
- untuk kepentingan-kepentingan terutama
- adalah kepentingan untuk menumbuhkan ee
- masyarakat yang ee mereka secara ekonomi
- tidak beruntung bisa ditumbuhkan ee
- untuk mendekatkan jurang supaya
- kemiskinan itu tidak terlalu jauh. Dan
- dari situlah kemudian muncullah di
- Turki, di Malaysia, di negara-negara
- Timur Tengah wakaf uang ada di
- mana-mana. Dan hari ini di Indonesia ee
- wakat uang mulai dibahas di ee mulai
- dibahas di Majelis Ulama Indonesia
- sehingga tahun 2002 sudah ada komisi
- fatwa dari ee Majelis Ulama Indonesia
- nomor 11 bulan Mei yang menyatakan bahwa
- wakaf uang itu adalah hukumnya boleh,
- jaiz. I dari situlah kemudian muncul BWI
- tahun 2007, ada undang-undangnya tahun
- 2004 sampai hari ini sekian banyak
- regulasi yang sudah ee memperbolehkan
- tumbuhnya ee yang namanya wakaf uang.
- Dan sekarang alhamdulillah praktik itu
- sudah banyak kalau kita buka di
- searching di Google ee di banyak
- praktik-praktik ee lembaga kenadiran
- yang sekarang ada di seluruh Indonesia
- yang jumlahnya kira-kira sekarang mereka
- sudah angka 500 nazir wakaf uangnya.
- Sekarang mereka ee mulai bergerak
- membangun ee sistem ekonomi Islam yang
- berbasiskan wakaf dan mereka bergerak
- dari mulai yang skalanya masih kaki lima
- sampai yang skalanya sudah corporate,
- Pak. Itu sudah luar biasa sekarang
- perkembangannya.
- Nah, ini kan mendorong kita untuk
- menumbuhkan semangat pertumbuhan wakaf
- Indonesia juga, Mas Kris. Iya. I ya.
- coba. Artinya dengan penjelasan Pak
- Kiai ee selayaknya pendengar Rasil dan
- umat Islam lah di Indonesia ya harus
- bisa lebih baik atau sekurang-kurangnya
- meniru negara tetangga ya Pak Kiai.
- Betul. Betul. Di Malaysia mereka punya
- gedung-gedung yang sangat apa namanya
- bermanfaat yang hasilnya digunakan
- menopang kesejahteraan atau kebutuhan
- umat. Ya. Di Bangladesh juga begitu.
- Heeh.
- Kalau Pak Safril bagaimana
- dalam mendapatkan wakaf uang nih dari
- komunitas Rasil? Jadi kalau kita Pak
- Kiai bicara komunitas Rasil saja dengan
- pendengaran yang cukup banyak katakanlah
- 7 tu kita kira-kira 750.000 pendengar ya
- 10%-nya saja mau berwakaf ya hanya
- 100.000 Ibu saja misalnya itu kita
- bicara 7,5 miliar. He pertanyaannya
- bisakah Mas Kines saya tanya seperti
- dalam siaran yang lalu R.000 satu kali
- setahun bisa enggak? Bisa kalau dua
- kali? Bisa bisa kalau tiga kali bisa.
- Kalau Mas Krisna ajak anak-anak yang
- sudah sukses itu ikut berwakaf Rp100.000
- sangat bisa. Nah dengan inilah kita
- membangun wakaf yang peruntukannya nanti
- akan diperjelas lagi oleh Pak Kiai. Iya.
- bagaimana wakaf ini berperan
- menanggulangi kemiskinan, menanggulangi
- penderitaan karena tidak bisa berobat
- dan sebagainya, bagaimana membangun
- rumah sakit dan sebagainya. Nah, dengan
- ini pendengar rasil, mari kita pantau
- terus penjelasan dari Pak Kiai. Tapi
- jumlah pendengar hasil yang cukup banyak
- ini kalau digerakkan Allah kemudian
- ikhlas berwakaf 100.000 ribut saja satu
- kali setahun. He insyaallah akan banyak
- sekali yang kita bisa lakukan. Kalau
- kita bicara kemiskinan, maka menurut
- pendapat kita wakaf ini adalah salah
- satu solusinya. Kurang lebih gitu, Mas.
- Oke, Pak Kiai bisa dijelaskan mengenai
- wakaf uang ni dengan Rp100.000 apakah
- boleh dan bagaimana manfaat yang bisa
- dirasakan? Iya. Baik. Jadi memang begini
- Mas Kris dan Pak Safril memang ee selama
- ini ee yang ada di benak masyarakat
- kalau orang berwakaf itu sepertinya
- eksklusif ya harus menunggu kaya atau
- atau wakaf harus tanah gitu. Betul. Iya
- itu kesalahan di kita kan begitu. Tapi
- memang kita sangat memaham eh sangat
- sangat menyadari bahwa memang literasi
- masyarakat tentang wakaf itu banyak yang
- salah paham, banyak yang kurang e
- informasi, kurang sosialisasi bahwa
- wakaf sudah bertransformasi. Ya. Jadi
- artinya bertransformasi itu ee yang
- namanya wakaf tetap dalam ee koridor
- syariah atau fikiah. Tetapi dalam hal
- pengembangan ee model dan medianya sudah
- berkembang pesat. Jadi kalau selama ini
- orang kesannya wakaf itu harus menunggu
- jadi juragan, harus menjadi seorang
- sultan, harus menunggu menjadi orang
- yang kaya atau menunggu tua itu
- sebetulnya satu hal yang tidak tepat.
- Karena Rasulullah itu pada zaman ee
- beliau itu dengan sahabat pada ee
- semuanya ada pada zaman itu. Semua
- sahabat sampai hadisnya mengatakan
- miqdarotin semuanya mereka berwakaf ya.
- Mereka tidak membeda-bedakan muda tua
- kaya atau tidak. Sehingga kalau kita ke
- Madinah banyak yang namanya aset-aset
- wakaf peninggalan para sahabat sampai
- hari ini. Nah, di Indonesia memang
- masalahnya adalah bahwa karena tingkat
- literasi masih rendah, mereka rata-rata
- menganggap seperti tadi wakaf harus
- Rp100.000 ya. wakaf harus menunggu
- uangnya banyak. Padahal tidak. Justru
- yang dimaksudkan dengan transformasi ee
- wakaf itu yang pertama adalah bahwa
- wakaf tetap kita jaga pokoknya ya.
- Karena wakaf itu kalau secara bahasa kan
- artinya menghentikan ee pokoknya itu
- jangan sampai berkurang. Nah, di situlah
- sebetulnya prinsip e prinsip daripada
- wakaf. maka kita jaga prinsipnya ee
- tentang harta benda wakaf itu. Kemudian
- ee yang ee yang kemarin menjadi banyak
- masalah di masyarakat itu seolah-olah
- yang namanya wakaf itu kan harus selalu
- bentuknya beli tanah, bangun masjid,
- bangun pesantren. Nah, sekarang tidak
- sedemikian. Ee sekarang sudah muncul ee
- yang namanya wakaf by digital ya. Jadi
- sekarang wakaf sudah dengan ibaratnya
- dan uang R.000, R.000 sudah bisa
- dilakukan. Oh, bisa. Iya, bisa kita bisa
- kita lakukan. kita sudah masuk ke ee
- yang namanya media-media digitalisasi.
- Banyak platform sekarang bertebaran.
- Nah, ini yang sekarang sebetulnya kalau
- orang kepengin mengambil peran terutama
- di dalam ee keuangan sosial Islam,
- kepengin menabung amal jariah ya dengan
- 10.000 pun sudah bisa. Tidak usah 100 ya
- 10.000 dengan jari kita sudah menjadi
- seorang wakif loh. Sudah tercatat di
- langit. Luar biasa sebagai seorang
- wakif. Ada yang nanya gini, Pak Kiai,
- apa sih beda pahala berwakaf sebagai
- wakif dengan saya ber dengan saya berfah
- atau bersedekah? Iya. Ya, ini jadi yang
- namanya perbedaan prinsip antara sedekah
- infak dan wakaf kan begini. Kalau
- sedekah infak itu begitu kita memperoleh
- ee ataupun kita menyalurkan maka harus
- dihabiskan kepada delan asnaf.
- Selesaikan. Semakin cepat disalurkan
- semakin bagus karena semakin bermanfaat.
- Tetapi kalau wakaf itu adalah seperti
- tadi ee saya sampaikan dari hadis dari
- Imam Bukhari tadi ya. Insyaasta aslaha
- kamu tahan pokoknya. Jadi wakaf itu kita
- tahan pokoknya. Ee kalau kita mau ee
- kita jadikan sebagai e wakaf untuk
- pembangunan, pembangunan masjid silakan
- ya untuk bangun masjid. Tetapi ada satu
- hal yang sekarang ee sedang di apa
- namanya? sedang didengungkan oleh
- pemerintah juga dengan segenap para
- penggerak ekosistem perwakafan adalah
- supaya wakaf itu bisa diproduktifkan,
- tidak terhenti kepada pembangunan
- tempat-tempat ibadah. Itu penting ya. Di
- Indonesia atas ee peran daripada wakaf
- ada 800.000 masjid loh, Pak, yang
- terbangun dengan aset ee dengan aset
- wakaf semua. Tetapi sekarang kita sedang
- menggerakkan aset yang bergerak supaya
- supaya apa? Supaya ada efek, ada impact.
- ya memberikan e suatu kejutan kepada
- masyarakat untuk bisa bergerak.
- Masyarakat ikut bergerak dalam aspek
- ekonominya melalui media wakaf ini, gitu
- loh. Jadi ee dengan adanya wakaf uang
- ini melalui platform-platform digital
- itu maka masyarakat bisa berwakaf kapan
- saja. 24 jam ada di tangan, silakan
- dibuka. Semua platform marketplace
- sekarang sudah ada. Tokopedia, ada,
- Shopee, ada kita bisa semuanya bisa.
- Bahkan Badan Wakaf Indonesia bisa juga
- di-download di Play Store ataupun di
- website ada namanya satu wakaf ee Did
- itu juga bisa berwakaf Rp5.000 sampai
- unlimited sampai tidak terbatas. E sudah
- jadi sudah jadi wakif loh kita itu
- dengan uang masyaallah
- peluangnya lebih besar lagi nih kalau
- dari masa dengan Rp100.000 bisa kita
- sudah kaget.000 aja bisa ternyata.
- Masyaallah untuk wakaf ya. Jadi bahagia
- ini saya tanya dulu, Mas Krisna, ada
- teman saya itu petani kelapa sawit. Iya.
- Jadi dia bilang, "Saya terpaksa kirim
- hasil sawit saya yang tidak terlalu
- banyak ini ke pabrik kelapa sawit itu,
- tapi harganya dibikin rendah." He. Bisa
- enggak mestinya wakaf bikin kebun kelapa
- sawit dong, pabrik kelapa sawit dong
- supaya kita menjual dengan harga yang
- lebih wajar. Iya. Tidak harus ditekan
- oleh pemilik ee pabrik PKS-nya. Iya.
- Kira-kira gimana itu? Iya, betul. Jadi
- kesadaran itu memang sebetulnya ini ya,
- Pak agak agak terlambat ya. Tapi kan
- tidak e bukan berarti kita tidak segera
- untuk melakukan ee tidak selaku ee apa
- tidak segera untuk melakukan hal-hal
- yang ee atau tidak segera melangkah.
- Harus sudah melangkah. Di Indonesia
- sekarang dari beberapa nzir yang
- didaftarkan ke BW itu ada beberapa yang
- sudah memiliki ribuan hektar tanah untuk
- ee wakaf kelapa sawit, Pak. Jadi, kelapa
- sawit itu ee tanahnya bisa diwakafkan,
- kemudian pohonnya juga bisa diwakafkan.
- Jadi, berdiri di atas dua aset wakaf.
- Masyaallah. Tanahnya wakaf, pohonnya
- wakaf. Yang mana yang mau diwakafkan?
- Apakah pohonnya atau tanahnya atau
- dua-duanya? Atau dua-duanya. Luar biasa.
- Masyaallah. Nah, ini ee tentang kelapa
- sawit sekarang memang masuknya adalah
- ranah produktif tadi, wakaf produktif.
- Nah, beberapa nzir kemarin mereka ee
- sekarang memiliki ribuan hektar ee
- kelapa sawit yang berbasis wakaf. Nah,
- memang ee masalah kita sekarang itu kan
- berhadapan dengan praktik-praktik
- ekonomi yang tidak syari bahasanya kan
- tidak begitu, tidak syari. Jadi, di
- dalam praktiknya itu ada yang seperti
- tadi sistemnya memonopoli, kemudian juga
- memaksa kepada para produsen untuk
- kemudian harganya dijatuhkan sehingga
- menyulitkan. Itulah memang ee
- praktik-praktik ekonomi saya kira
- kapitalis yang ee memang betul-betul
- sebetulnya ee tidak menumbuhkan ee
- kepada semua komponen yang ada di
- masyarakat terutama ee komponen
- ekonominya. Jadi memang ke depan ini
- baru ke depan loh, Pak ya, ke depan
- memang harus muncul nadir-nadzir ya yang
- memang nanti mereka bergerak di bidang
- agrobisnis, di bidang ee nantinya e
- corporate untuk bidang perdagangan, tapi
- basisnya adalah wakaf ya. Ada beberapa
- nzir yang mereka sekarang sudah masuk
- agrobisnis tapi belum masuk e sampai
- kepada corporate untuk seperti tadi ee
- seperti bulok menerima hasil panenan
- masyarakat kemudian ikut menstabilkan
- harga untuk menolong para petani. Nah,
- ini kan belum sampai ke sana. Tetapi di
- beberapa tempat ee yang sudah dilakukan
- adalah semacam agrobisnis yang ada di
- daerah Klaten, di daerah Bogor Barat.
- Mereka melakukan proses produksi untuk
- pisang Cavendis.
- Mereka baru mulai, mereka sudah panen
- sekarang ya. Jadi memang nzir di
- Indonesia itu memang baru tumbuh itu
- baru belum sampai 5 tahun para pendengar
- sekalian ya Pak Krisna, Pak Syahril baru
- tumbuh mendekati 5 tahun inilah sehingga
- memang kita harus terus menciptakan
- iklim ya yang kondusif bagi pertumbuhan
- semua komponen ekonomi yang ada di
- masyarakat baik produksi barang ataupun
- produksi jasa. Insyaallah ee Radio Rasul
- ini kalau ee di dalam catatan kami sudah
- menjadi salah satu nzir wakaf uang ada
- di BWI ya. Dengan kemampuan SDM yang ada
- bisa untuk ee memulai menjadi salah satu
- garda ya, terutama menjadi lokomotif
- pendorong ee wakaf produktif yang bisa
- menggerakkan sektor itu ya. Nah,
- sekarang ada marketplace juga, Pak,
- untuk para pengusaha, untuk para petani,
- para produsen supaya mereka ketemu dalam
- bidang perwakafan. Tapi sekali lagi
- memang ekosistem ini baru bertumbuh
- mendekati 5 tahun inilah ya. Sehingga
- kami dari Badan Wakaf Indonesia selalu
- memberikan bekal pelatihan. Sekarang ada
- namanya Lem Diklat, ada sertifikasi
- dalam bidang profesi nadir. Jadi
- sekarang nadir itu tidak boleh hanya
- menjaga masjid dan menjaga makam. Ya,
- sekarang sedang diarahkan. Nadir harus
- punya kemampuan bukan hanya menjaga
- aset, tetapi bisa mengelola dan
- mengembangkan. Ayo para mahasiswa atau
- para sarjana yang bergerak di bidang
- ekonomi, bisnis, di bidang ekonomi
- syariah, terjun ke nadir. Besarkan nadir
- wakaf kita. Jadikan itu sebagai lembaga
- masa depan yang akan menjadi penopang
- peradaban Islam ke depan yang
- menggunakan basis ekonomi syariah,
- terutama adalah ee instrumen perwakafan.
- Nah, gitu.
- Asalamualaikum, Pak Kiai. Pak Kiai,
- kalau kita bekerja di badan wakaf,
- apakah kita mendapat gaji juga? Seperti
- biasa.
- Silakan. Silakan. Ada pertanyaan ya.
- Iya. Ini hari ini saya di apa?
- Didampingi para staf dari badan wakaf.
- Mereka juga sama seperti karyawan biasa.
- Mereka memang ee di badan wakaf itu kan
- sebetulnya lembaga negara yang
- independen ya. Jadi mereka tetap ee
- mendapatkan haknya sebagai orang
- khawatir ya. Terus enggak dapat. Iya
- betul. Jadi ibaratnya mewakafkan seluruh
- waktunya dan ilumunya secara gratis.
- Tidak. Itu tidak profesional namanya.
- Kecuali kecuali memang masih ikhlas amal
- saleh. Kalau di silaturahim wakaf ee
- silaturahim masih berbasis amal saleh
- dulu. Keikhlasan MPI manajemen baik
- ikhlas ikhlas ya. Oke. Baik. Ini ada
- yang tanya nomor teleponnya Pak Kiai
- nih. Nanti saya akan bacakan dua nomor
- telepon Pak Safril. Tan, Pak Kiai. Kalau
- Anda ingin mengetahui lebih banyak
- mengenai kelas, ingin konsultasi
- mengenai masalah wakaf ini nomornya itu
- Bapak K. Dr. Ir. Agus Pra Priatno.
- Priatno. Priatmo, M.M. Ya. Beliau adalah
- kepala divisi Domas ee sosialisasi dan
- Literasi. Ee jadi waka wakaf badan wakaf
- pusat Badan Wakaf Indonesia. Ini
- nomornya
- 0819. Kemudian
- 36 kemudian
- 62
- 996 08 44 4 44 belakangnya 44 ya. 0819
- Iya. 362 3662 629944
- 9944 Oh, maaf, maaf
- 994 Baik, kemudian telepon Pak Safrin
- adalah
- 0816 kemudian
- 85548
- 0816
- 855
- 488. Ee Pak Kiai, bagaimana wakaf uang
- nih dapat digunakan untuk pengembangan
- ekonomi syariah? misalnya pendidikan,
- kesehatan, usaha mikro, apakah dapat?
- Iya. Iya. Jadi pada hakikatnya sekarang
- semua aset wakaf itu bisa kita
- produktifkan karena sebetulnya di dalam
- wakaf sekarang ee wakaf uang wakaf uang
- itu kan sebetulnya memproduktifkan aset
- wakaf supaya bisa berkembang ya. Nah,
- setelah berkembang dia hasil dari
- pengelolaannya itu akan digunakan untuk
- diberikan kepada maukuf alaih, bisa
- disedekahkan. Itu yang bagusnya dari
- wakaf. ee yang membedakan wakaf dengan
- zakat infak sedekah. Kalau zakat infak
- sedekah itu untuk yang menerima ee hasil
- zakat infak sedekahnya itu sudah
- dibatasi oleh agama dalam delapan asnaf.
- Tapi kalau wakaf itu adalah rahmatan lil
- alamin. Ya. Ketika digasa terjadi
- perang, ada tragedi
- kemanusiaan ee kita mengirim ee dari
- lembaga-lembaga wakaf seluruh dunia
- mengirim sana tidak pernah bertanya kamu
- agamanya Islam atau bukan. Ya, ketika
- terjadi gempa bumi kemarin di mana di
- Cianjur ee terdampak masyarakat. Kita
- tidak tanya apakah itu Islam atau bukan
- ya. Wakaf bisa untuk hal-hal yang
- sifatnya kemanusiaan. Bahkan di Turki
- itu ee ada wakaf yang diberikan kepada
- komunitas kucing yang terlantar, kucing
- liar. Ya, itu digunakan dana wakaf untuk
- memberikan makan kepada mereka dan
- dikarantina ya. Bahkan di eh apa
- namanya? Di Bogor di bagian barat itu
- wakaf oksigen Mas Krishna ya. Jadi wakaf
- untuk kehidupan judulnya. Jadi membeli
- hutan diwakafkan kemudian mereka ee
- mensedekahkan oksigen yang diproduksi
- oleh pohon tadi untuk kehidupan. Nah itu
- kan luar biasa. Jadi sedekahnya tidak
- lagi dalam bentuk harta tetapi dari
- pribadi tadinya ee tadinya adalah dari
- teman-teman yang lulusan IPB. mereka
- tergerak untuk melakukan aksi terutama
- terkait dengan lingkungan, isu-isu
- lingkungan ya. Mereka sekarang membangun
- yang namanya kawasan hutan wakaf di sana
- ya. Waduh menarik. Iya. Jadi sudah
- bahkan ada yang lucu di Jakarta ini di
- Bantar Gebang sekarang ee muncul yang
- namanya
- ee tempat pengelolaan sampah ya tempat
- pengelolaan limbah sampah itu berbasis
- wakaf. H gitu. Ada nadirnya sekarang.
- Apa yang dilakukan? ee yang dilakukan
- mereka adalah bahwa mereka ee dengan
- basis wakaf yang mereka kembangkan tadi
- ya, dengan fund racing yang mereka
- lakukan tadi, mereka mengolah
- sampah-sampah yang dianggap sebagai
- masalah bagi masyarakat menjadi
- barang-barang yang berguna. Hm. Gitu
- loh. Diolah sama mereka. Nah, hasilnya
- setelah nanti ee mereka menghasilkan
- dari pengelolaan sampat itu mereka punya
- pesantren gitu. Nah, hasil dari rupiah
- dari pengelolaan pesantren itu digunakan
- membiayai. ee ada ee rumah rumah tahfid,
- ada anak-anak yang mereka harus dibiayai
- dan disantuni seperti itu. Jadi sudah
- bergerak ke banyak hal ya. Oke. Nah,
- gitu kira-kira gambarannya Pak Syahril
- ya. Baik Mas Krisna mungkin sambil
- menunggu ada pertanyaan ya dari
- pendengar Rasil sendiri sebetulnya sudah
- ada beberapa wakif itu Pak Kiai yang
- rutin berwak berwakaf. Bahkan ada satu
- orang di antaranya namanya Pak Samat
- Riadi. Beliau itu kalau kirim itu 21.000
- misal berkali-kali. Iya. I berkali-kali
- tapi rutin ya. Rutin. Kemudian ada juga
- Bu Siti Miras. Nah itu sama keluarganya.
- I. Kemudian ada Bu sering beliau Bu,
- kemudian Bu Yuli di Jambi mudah-mudahan
- juga mendengar ini. Bu Sulis yang juga
- beberapa kali artinya ikhwan-ikhwan kita
- ini, akhwat kita ini sudah memahami
- tentang wakaf itu. I dan sekarang yang
- kita minta adalah bisakah membantu
- sebagai duta wakaf untuk mendorong
- keluarga yang lain, teman, sahabat untuk
- berwakaf. Saya bertemu dengan satu orang
- teman saya, Mas Krishna. Iya. Sudah
- usianya agak lanjut. Saya tanya begini,
- Pak Kiai. Heeh. Ee dengan usia begini,
- Anda kerja luar biasa selama hampir 40
- tahun. Heeh. Dengan hasil sedemikian
- bagus. Sudah berwakaf belum? Iya.
- Rasanya sebetulnya bukan beliau tidak
- mau berwakaf, Pak Kiai. Perlu ada yang
- mengingatkan itu. Iya, betul. Nah,
- dengan begitu langsung beliau berwakaf.
- Iya. Ya. Dan tentu saja kalau ini
- bergulir dalam jumlah besar ataupun
- kecil, maka insyaallah wakaf Indonesia
- akan bisa berperan dalam menanggulangi
- kesulitan ekonomi khususnya yang terkait
- dengan kemiskinan branggalik. Begitu,
- Pak Kiai. Iya. Iya, Pak Syahril. Jadi
- memang Pak Sfril. Eh, Pak Syafril. Iya,
- Pak Syafril. Jadi memang ee dalam kaitan
- tadi orang berwakaf kemudian ee
- katakanlah beliau sudah purna tugas ya.
- Sudah purna tugas. Maka yang pertama
- adalah bahwa jangan ketinggalan untuk
- tercatat juga sebagai seorang wakif.
- Berap pun besarnya tadi kami sudah
- sampaikan ee bahwa berapapun besarnya
- tetap akan dicatat di langit sebagai
- seorang wakif. Ya, ada yang nanya gini,
- Ustaz. Berapa lama
- itu amal saya itu dicatat Allah sebagai
- Oh, iya betul. Inilah yang namanya
- kelebihan wakaf. Selama bahwa sighahnya
- sighahnya atau akadnya bahwa itu
- diwakafkan kemudian itu masih terus
- digunakan ya sebagai harta benda wakaf
- yang digunakan untuk ibadah atau
- kemaslahatan, maka selama itu pula yang
- namanya pahala itu terus mengalir, tidak
- akan pernah terputus. Nah, itu yang
- dinamakan dengan amal jariah. Dalam
- hadis Nabi yang disampaikan bahwa ketika
- ee anak bani Adam itu meninggal, maka
- terputus semua amalan kecuali tiga hal.
- Yang pertama adalah sedekah jariah atau
- amal jariah. Termasuk wakaf ini. Nah,
- wakaf itu menurut Imam Kahlani dalam
- kitab Subuh Salam dikatakan bahwa yang
- namanya amal jariah itu ya wakaf. Karena
- zakat, infak, sedekah itu begitu
- dibagikan selesai. Hm. Tetapi wakaf
- tidak akan langsung dibagikan selesai,
- tetapi digunakan terus-menerus. Bapak,
- Ibu bangun masjid untuk salat
- seumur-umur kan enggak ada masjid
- dijual. ya nanti akan diwariskan
- generasi selanjutnya dan selanjutnya
- digunakan untuk membangun jalan,
- digunakan untuk kepentingan sosial itu
- akan digunakan orang terus dan memang
- wakaf peruntukannya tidak boleh habis.
- Ini yang tadi dikatakan bahwa kita harus
- habasta asluha, harus dijaga pokoknya.
- Makanya para nadir ini orang-orang yang
- diamanah untuk mengelola wakaf ini harus
- betul-betul amanah. Harus betul-betul
- amanah menjaga harta wakaf ini supaya
- terus bisa dimanfaatkan. Jadi kalau kita
- sebagai seorang ayah, sebagai orang tua
- punya anak-anak, ayo putra-putri kita,
- keluarga kita, kita ajak semuanya
- menjadi keluarga yang memang nanti di
- dunia ini berkumpul bersama karena
- beriman kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Ketika nanti kita semuanya kembali ya
- kepada Allah subhanahu wa taala, kita
- harus kembali ke alam akhirat, kita akan
- insyaallah akan berkumpul kembali adalah
- karena amal kita terutama amal jariah
- itu di surganya Allah gitu. Di surganya
- Allah. Bahkan dalam satu kalimat kami
- selalu terngiang dengan apa yang
- disampaikan oleh ee dulu Ketua BWI
- Profor Muhammad N. Beliau mengatakan
- demikian. Di dunia ini banyak orang yang
- punya rumah, banyak orang yang punya
- kendaraan, bahkan tidak satu. Ya,
- artinya kita di dunia ini punya aset
- properti, tetapi banyak orang lupa
- mempersiapkan aset di akhirat. He, gitu
- loh. Apa itu aset akhirat? Wakaf itu
- kita siapkan.
- Jangan sampai di dunia kita ini menjadi
- tenor karena kita punya harta benda
- dihormati orang. Begitu sampai di
- akhirat kita gelandangan karena tidak
- menyiapkan di sana. Ternyata enggak
- punya rumah, enggak punya kendaraan ya
- kan. Masyaallah. Jangan sampai terjadi.
- Kita jawab pertanyaan dari pendengar
- dulu ya. Salam Pak Kiai. Pak Kiai,
- bagaimana ee hal-halnya wakaf tanah yang
- tidak dimanfaatkan dianggurin saja atau
- didiamkan saja?
- Bagaimana? Iya. Para pendengar sekalian
- menurut catatan di Ditwa di Kemenak
- Pusat ya itu memang dari 100% tanah yang
- datanya sudah masuk itu hanya 4% yang
- termatkan. Iya yang termatkan. Jadi ada
- 96% itu tidur itu tanah wakaf itu. Nah
- itu gimana tuh? Nah di sini makanya kami
- sekarang sedang melakukan pendataan ya.
- Jadi sekarang kami sedang melakukan link
- and match dengan para pengusaha ya.
- Karena kadang-kadang alasan mereka,
- "Kami tidak punya dana, Pak, untuk
- membangun pesantren, membangun masjid,"
- gitu loh. Nah, sebetulnya wakif kalau
- melihat bahwa tanahnya itu enggak
- diapa-apain berpuluh-puluh tahun atau
- bertahun-tahun, laporkan kembali ke BWI
- supaya dipindahkan nadirnya gitu loh.
- Jadi, di dalam peraturan BWI seperti
- itu. Kalau sampai ada tanah
- ditelantarkan kemudian tidak
- dimanfaatkan, laporkan kepada BWI.
- Karena BWI yang bisa memindahkan ya.
- Hanya BWI yang boleh ya memindahkan
- nadir itu diproses nanti laporkan ke kua
- maksudnya dipindahkan nadir itu seperti
- apa, Pak? Nadirnya dicabut cabut cabut
- tanahnya tidak lagi ke nadir itu.
- Pindahkan ke nadir lain. Tapi wakafnya
- iya betul wakafnya tidak boleh dicabut.
- Tetap status tanah itu wakaf tapi
- diamanahkan kepada nadir lain yang
- memang dia amanah mengelola. Hanya BWI
- yang boleh untuk mencabut ee kenadiran
- yang ada di masyarakat. Oke.
- Salam, Pak Kiai. Bagaimana kalau kita
- mewakafkan rumah kos? I, apakah hasilnya
- juga bisa kami ambil? Iya, ini masalah
- ijarah ya, masalah sewa menyewa kamar
- kan berarti kos ya. Jadi kalau umpamanya
- itu mau diwakafkan ya, kalau bangunan
- kos itu kalau dalam konteks ekonomi
- syari kan namanya kan ijarah
- sewa-menyewa. Kalau itu mau diwakafkan,
- maka hasil dari kelolaan cost tadi harus
- dimokuf alehkan. Ya, kita kalau sudah
- menyatakan bahwa bismillah, kami punya
- rumah kos, kami akan wakafkan ini kos
- yang berbasis wakaf, maka Bapak
- ikhlaskan itu untuk menjadi hartanya
- Allah Subhanahu wa taala. Kembalikan
- kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Kemudian hasil dari kelolaan kos tadi
- silakan disalurkan. Ya boleh. Yang
- mengatur Nadir. Yang yang mengatur
- Nadir. Kalau yang bersangkutan kepengin
- mengatur sendiri silakan ya. Silakan.
- Kalau umpamanya akan menyatakan bahwa
- saya kan Nadir juga boleh perorangan,
- Pak. Boleh perorangan. Saya mau ee
- wakafkan kos-kosan ini dan saya akan
- mengatur sendiri untuk wakafnya.
- Silakan. Kalau nanti hasilnya dari hasil
- ee sewaan kos tadi separuh mau
- dikembangkan lagi supaya supaya ee kamar
- kos tadi bertambah lagi enggak apa-apa.
- Separuhnya nanti disedekahkan. H atau
- mensubsidi kepada mahasiswa yang mereka
- miskin, mereka tidak mampu membayar
- kamar kos. Kan banyak yang mereka itu e
- kesulitan ekonominya, ayahnya di PHK
- terkena masalah ekonomi, gratiskan saja.
- Itu maukuf alinnya. Sedekahin saja
- dengan hasil itu. Ee insyaallah nanti
- yang pertama adalah
- bahwa rumah kosnya tadi tidak ke
- mana-mana. dia akan tetap menjadi ee
- harta wakaf yang akan mengalirkan
- pahala, tetapi nanti sedekahnya adalah
- dari pemberian kepada masyarakat ataupun
- orang-orang yang memang secara ekonomi
- harus disedekahin gitu. Tapi tidak 100%
- boleh. Katakanlah 50%-nya nanti untuk
- menambah kamar lagi. Tapi itu adalah
- sudah berbasis wakaf karena sudah
- diikrarkan sudah ada sigahnya. Harta
- benda wakaf. Nah, sudah menjadi harta
- benda wakaf. Begitu. Asalamualaikum, Pak
- Kiai. Saya ingin bertanya. Kalau orang
- yang berwakaf dengan jumlah kecil,
- apakah harus tercatat juga seperti tanah
- dan lain-lain? Ee artinya alangkah tidak
- simpelnya kan kalau sedekah bisa
- langsung dicemplungkan ke kota. Kalau
- wakaf atau apa harus dicatat, harus
- diurus. Oh, sama ya. Jadi ketika kita
- sudah mengetahui kan di ee wakaf digital
- kan sekarang ada. Jadi di wakaf digital
- itu memang akadnya bahwa ketika kita
- sudah menekan ataupun sudah mengirimkan
- dari harta kita ini untuk diwakafkan,
- maka akadnya dari awal adalah itu sudah
- masuk ke nadir wakaf karena itu
- terdaftar di badan wakaf gitu loh. Lah
- nanti harta yang mengalir ke sana akan
- dikelola oleh para nadir berapapun.
- Karena memang sistem di dalam digital
- itu by digital itu kan secara syariah
- tidak ada usul gor semuanya jelas. ee
- apa namanya? Perjanjian-perjanjian yang
- ada juga untuk wakaf ikrarnya maka dia
- mengalir. Tidak perlu untuk harus datang
- ke mana kua atau datang ke ke masjid
- ketemu dengan masjid gak perlu terlalu
- monitor lagi enggak perlu. Iya gak perlu
- karena memang nazir-nadzir yang ada di
- sana memang sudah disertifikasi ya.
- Artinya aman begitu berwakaf ya melalui
- aplikasi itu insyaallah sudah sudah akan
- dijamin am sebagai Iya. Iya. Harta
- pendawakan uang ya. Karena mereka
- diawasi berlapis. He ya. Jadi para nadir
- ini diawasi berlapis. Jadi mereka
- diawasi Kemenak, diawasi oleh BWI,
- diawasi oleh OJK. Dan OJK juga dalam hal
- ini juga ikut mengawasi pergerakan
- keuangan yang ada di lembaga-lembaga
- keuangan yang non bank. Jadi semuanya
- terawasi. Asalamualaikum, Pak Kiai.
- Apakah Pak Kiai perlu ee edukasi kepada
- RT RW agar araganya mau berwakaf karena
- dia paling langsung ee dekat dengan
- masyarakat?
- Iya. Ya. Jadi memang
- ee bukan hanya RT RW, sebetulnya wakaf
- ini kan sebetulnya menjadi instrumen
- kita bersama kaum muslimin di seluruh
- Indonesia dan dunia. Ya, yang lebih
- spesial para pendengar sekalian,
- Indonesia ini dari mulai tahun 2018 itu
- menjadi negara paling dermawan di dunia
- nomor satu sampai 2024 kemarin masih
- menengat ee masih menempati nomor satu.
- H eh menurut W giving index. Jadi betapa
- mulianya orang Indonesia karena memang
- orang Indonesia itu sangat dermawan, ya.
- Nah, ketika kemudian penelitian itu
- dilanjutkan, apa sih motivasi mereka
- sehingga mereka menjadi orang dermawan?
- Ternyata motivasi agama nomor satu.
- Artinya agama mampu menggerakkan jiwa
- sosial masyarakat itu. Nah, hanya saja
- pengetahuan masyarakat memang masih
- sangat minim. Yang pertama adalah
- tentang ee instrumen filantropi atau
- zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Yang
- mereka tahu hanya zakat saja rata-rata.
- Pokoknya kalau mau Idul Fitri takbiran
- berarti zakat gitu loh ya.
- Padahal ada instrumen yang luar biasa.
- Justru itu jauh lebih besar manfaatnya
- daripada yang namanya zakat yaitu infak,
- sedekah, dan wakaf. H gitu loh. Kalau
- zakat begitu malam takbiran ee selesai
- sampai salat dibagikan selesai. Tapi
- infak, sedekah dan wakaf kemudian
- diwujudkan dalam bentuk bangunan,
- pendidikan, madrasah, fasilitas umum itu
- akan tetap berada dan bisa dimanfaatkan
- ee oleh masyarakat semuanya gitu loh.
- Nah, ada satu contoh Mas ee Krishna dan
- ee Pak Syafril bahwa karena adanya wakaf
- inilah
- maka kita tahu yang namanya Universitas
- Al-Azhar itu ada mahasiswa kira-kira
- 425.000 di dalamnya di Mesir ya. di
- Mesir itu digratiskan semua mereka tidak
- dibebani biaya pendidikan sama sekali.
- Bayangkan
- R25.000 dan itu adalah kampus terbesar
- di dunia jumlah mahasiswanya dibiayai
- semuanya. Atas dasar apa itu bisa
- terbiayai adalah karena wakaf. Mereka
- punya wakaf yang ada di mana-mana di
- Mesir itu sampai ketika negara kolab
- wakaf tampil ya karena memang ee wakaf
- bisa untuk men-support ee APBN yang ada
- di sana karena saking besarnya. Nah, itu
- ee yang belum ada di kita adalah yang
- pertama pengetahuan tentang pentingnya
- instrumen infak, sedekah, dan wakaf. Dan
- yang kedua, kemudian bagaimana setelah
- mereka mengerti, mereka paham, mereka
- tergerak ya tergerak menyalurkan yang
- namanya infak sedekah wakaf ini ke
- lembaga-lembaga yang memang mereka punya
- strategi yang bagus. Mereka punya
- catatan tentang ee apa namanya?
- Kontribusi terhadap ekonomi yang memang
- transparan. bertanggung jawab,
- akuntabilitasnya bagus, itu harus bisa
- dipertanggungjawabkan. Jadi, masyarakat
- harus sedikit selektif supaya apa yang
- diwakafkan itu betul-betul memberikan
- manfaat yang luar biasa. Alhamdulillah
- banyak pemahaman yang baru didapat oleh
- pendengar dan mereka langsung pengin
- berinfak. Ini nomor rekening yang ee
- kami akan bacakan 5.000 ternyata bisa ya
- buat buat wakaf ya. ya. Oke. Ini ee
- rekening ee lembaga wakaf silaturahim di
- BSI adalah 2 2-nya 4 kali. Kemudian
- 3007 ee 2 2nya 4 kali
- 30307 atas nama siapa Pak Spril? Lembaga
- Wakaf Silaturahim. Lembaga Wakaf
- Silaturahim. Ya, kalau ingin ee ingin
- bertanya masalah wakaf bisa hubungi
- Bapak Kiai Agus. Ini nomornya silakan
- dicatat.
- 0819 sudah. Kemudian
- 36 kemudian
- 62
- 99 44. Demikian ya, Pak Kiai ya. Iya,
- betul. 08193
- 6662
- 69944. Kemudian nomor telepon Pak
- Safril. ini pimpinan dari lembaga wakaf
- silaturahim ya
- 0816 kemudian
- 855
- 488 ya sudah ada yang tanya lagi Pak Kia
- bagaimana mekanisme orang yang berwakaf
- dengan jumlah kecil ee yang praktisnya
- bagaimana iya ya jadi nomor satu memang
- kalau kita sudah berniat mau wakaf jadi
- memang akadnya memang sudah wakaf ya
- jadi bed jadi memang kalau kita akadnya
- sedekah atau infak berarti ke mana saja
- boleh ke masjid. Akad itu tidak tidak
- perlu bertemu. Tidak perlu bertemu dalam
- hati kita ketika berniat itu saya mau
- wakaf atau saya mau infak atau sedekah.
- Ketika kita niatnya sedekah atau infak,
- datang ke masjid ada kotak amal masukkan
- saja. Itu nanti sama masjid kan akan
- digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang
- ada di masjid baik itu dakwah atau
- sosial. He. Tapi ketika kita niatnya
- wakaf supaya nanti ee harta yang kita
- wakafkan itu mengalir terus pahalanya,
- maka harus disalurkan memang ke
- kegiatan-kegiatan yang memang
- betul-betul berbasis wakaf. Contohnya
- kalau sekarang sudah dibantu dengan
- platform tadi, silakan ee dicari di HP
- kita, dibuka saja. Kalau nanti ee
- setelah kegiatan pengajian ini atau
- kajian kali ini jangan jangan
- sungkan-sungkan. HP-nya dibuka saja ya
- ke beberapa platform yang terkenal di
- Indonesia itu dibuka saja. Wakaf ketik
- saja akan keluar dia dengan berbagai
- macam modelnya. Atau kalau kepengin lagi
- yang lebih e terstruktur secara bagus
- dibuka satu wakafnya Badan Wakaf
- Indonesia. Nanti para pendengar akan
- bisa melihat uang wakafnya mau diarahkan
- ke mana. Apakah untuk rumah Al-Qur'an
- atau masjid yang ada di daerah terpencil
- atau membiayai santri yang sedang
- menghafal Quran atau untuk membangun
- sumur atau pom air air sumur yang ada di
- pedalaman banyak sekali sampai ke Gaza
- ya. Apa apakah mau dikirimkan untuk
- pengungsi Gaza? Tinggal pilih ya. Nanti
- begitu kita ketik uangnya mengalir ke
- sana, nanti akan muncul itu ee nanti
- akan muncul di dalam ee rekapitulasi
- uangnya akan muncul wakaf kita ada di
- situ dan insyaallah nanti akan
- disalurkan dari lembaga nadir itu.
- Karena apa? Karena memang ee
- lembaga-lembaga nadir dalam pengawasan
- BWI harus melaporkan ee setiap 6 bulan
- itu apa saja yang mereka lakukan harus
- diaudit semuanya ya. Oke. Iya. Begitu.
- Jadi bagaimana cara memilih lembaga
- wakaf yang ter kredibel gitu yang yang
- transparan. Ya. Jadi sebetulnya kalau ee
- dalam konteks perwakafan itu nomor satu
- ee kalau kita mau mengetahui nadir itu
- bagus atau tidak, tanyakan dulu izin
- operasionalnya. Hm. Gitu. Kadang-kadang
- ada juga nadir-nadzir dalam tanda petik
- nakal ya. Sama juga dengan infak sedekah
- yang kadang-kadang juga ada
- lembaga-lembaga yang nakal. Mereka
- menggunakan ee istilah sebagai lembaga
- sosial ataupun lembaga keagamaan. Tapi
- sebetulnya itu kan ee melakukan ee
- penipuan ya. kita lihat di Google kita
- buka saja banyak ya panita pembangunan
- masjid ternyata abal-abal ya jadi
- seperti itu. Nah ee cara yang paling
- gampang adalah tanyakan dulu apakah ada
- izin operasionalnya ee dari Badan Wakaf
- Indonesia. Kalau ada berarti aman karena
- terawasi gitu. Kalau izin itu ada
- nomornya, ada nomor ada nomornya, ada
- nomor registrasinya. Ada nomor
- registrasinya. Nah, nadir yang
- profesional biasanya ketika mereka pun
- meng-upload di medsos itu selalu di
- bawahnya tertulis nomor registrasi BWI
- selalu dimunculkan sebagai ee sebagai
- penanda bahwa mereka adalah para nadir
- yang kompeten dan profesional. Mereka
- terjaga dan diawasi oleh semua
- lembaga-lembaga yang berkompeten di
- Indonesia gitu loh. Nah, soal nanti
- bagaimana seandainya mau disumbangkan ke
- masjid dan sebagainya tidak apa-apa ya.
- Itu tetap ya. Itu tetap wakaf. Tetapi ee
- barangkali memang ee kemanfaatannya
- hanya sebatas itu saja. Tetapi kalau
- wakaf ini masuk ke lembaga-lembaga nadir
- yang memang besar, yang memang mereka
- profesional, insyaallah harta wakaf kita
- ini akan bisa dikembangkan menjadi
- investasi dan nanti akan bisa berbuat
- banyak hal. Ya, banyak berbuat hal itu
- artinya apa? Jadi nanti ee harta wakaf
- yang Bapak atau Ibu sekalian ee salurkan
- melalui lembaga nadir yang profesional
- tadi akan masuk ke ee bisnis-bisnis yang
- berbasis wakaf ya. Sekarang sangat
- banyak ya karena memang medsos pun
- sangat terbuka. Silakan dibuka saja. Di
- situ sangat banyak model-model bisnis
- yang berbasis wakaf dari rumah sakit,
- SPBU, membangun pasar, bangun hotel,
- agrobisnis ya sekarang hampir semua
- bisnis sudah dimasukin kecuali
- bisnis-bisnis yang haram. ya, perjudian
- atau yang jelas ada unsur najisnya,
- pabrik minuman keras itu pasti enggak
- ada. Tapi untuk semua bisnis yang
- sifatnya produktif dan untuk kebutuhan
- atau hajat masyarakat ee umum itu hampir
- sepertinya sudah dimasukin semua.
- Termasuk rumah sewa seperti tadi
- ditanyakan ada rumah kos ya kemudian
- perhotelan itu sudah ada beberapa di
- Indonesia seperti itu. Ini yang tanya
- alamat ee Badan Wakaf Indonesia itu di
- mana dan ee yang mendapat sertifikat itu
- untuk yang kadar wakafnya berapa? Oh iya
- iya betul. Nah, Badan Wakaf Indonesia
- itu ada dari mulai tingkat pusat sampai
- kabupaten para pendengar. Jadi, kalau di
- tingkat pusat itu ada di Taman Mini
- kantornya ya. Nanti di pintu utama itu
- ada pelangnya besar di situ. Badan Wakaf
- Indonesia. Jadi, Badan Wakaf Indonesia
- itu adalah merupakan lembaga negara
- independen yang ada di bawah presiden
- langsung ya yang bertugas untuk yang
- pertama menjaga, mengelola dan
- mengembangkan harta benda wakaf menurut
- Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004.
- Kemudian di tingkat provinsi ada BWI
- perwakilan ya. Kemudian di kabupaten
- juga ada BWI kabupaten atau kota ya.
- Jadi kalau wakaf Bapak Ibu sekalian ee
- terutama yang wakaf tanah ada di bawah
- 500 m cukup sampai ee cukup sampai
- kabupaten saja. H ya. Tetapi kalau yang
- tadi kasusnya wakaf uang semua nadir
- wakaf uang harus ke BWI pusat. Kalau
- yang kecil tidak ya. Kenapa Pak? Yang
- jumlahnya kecil. Oh jumlahnya kecil
- tidak usah ya. Kalau yang kecil silakan
- nanti langsung berhubungan aja dengan
- nadir-nadzir. Memang ee yang mengelola
- langsung adalah para nadir ya. Badan
- Wakaf Indonesia ini sebagai ee regulator
- mengawasi fungsinya ya. Tetapi BWI juga
- punya kenadiran yang tadi saya sampaikan
- satu wakaf. Jadi di dalam
- undang-undangnya BWI di samping sebagai
- regulator, sebagai alat ee negara ya
- untuk mengawasi tentang perwakafan juga
- BWI ada operatornya berupa nadir wakaf
- uang. Oke, ya. Silakan kalau mau ke
- platformnya Badan Wakaf Indonesia.
- Asalamualaikum. Siapakah yang mengaudit
- BWI?
- Allah ya. Iya, Allah Subhanahu wa taala.
- Kalau secara kelembagaan BPK tetap
- masuk. Iya. BPK tetap masuk ya. Tapi
- dalam konteks bahwa kemudian lembaga
- kenadirannya kita punya organ di dalam
- itu yang memang mengaudit karena memang
- kita adalah orang-orang yang harus ee
- memiliki integritas ya, moralitas kita
- harus bagus ya. Insyaallah mudah-mudahan
- bisa amanah. Pak Kiai yang mendoakan nih
- semoga BWI tidak terpeleset nih. Iya,
- insyaallah. Karena amanah uang nih
- lumayan banyak dan dari rakyat Indonesia
- mudah-mudahan tidak sampai terpeleset
- seperti lembaga lain ya yang terpeleset
- itu. Gimana menjaga itu, Pak? Iya. Jadi
- ee para ee pendengar sekalian ee
- sekarang ini kami juga sebagai sebuah
- lembaga yang memang berurusan dengan
- bidang perwakafan lagi sedang terus
- untuk menyusun peraturan-peraturan dan
- kode etik ya. peraturan dan kode etik
- supaya ee kinerja dan ee etika
- bekerjanya juga ada dalam koridor
- syariah, ada di dalam koridor-koridor
- yang memang ee di dalam Islam itu ee ada
- aturan-aturan yang harus kita tepati ya.
- Jadi ee ada kode etik itu maksudnya
- adalah supaya semua yang ada di badan
- pakaamia punya integritas ya. Punya
- integritas untuk betul-betul meniatkan
- bahwa yang kita lakukan adalah dalam
- rangka untuk ee apa namanya?
- berkontribusi terhadap perkembangan
- ekonomi syariah terutama instrumen
- perwakafan dan itu memberikan ee
- sumbangsih kepada negara ini terutama
- dalam aspek ekonominya ya. Jadi kita
- seperti itu. Mohon doanya kepada seluruh
- pendengar. Mudah-mudahan kami semua yang
- ada di badan ini bisa terus amanah dan
- menjaga kredibilitasnya. Kayaknya bukan
- bisa memberikan kembali ee panduan
- praktis untuk memulai wakaf uang
- termasuk mekanisme transfernya, dananya
- bagaimana dan ee tips untuk menjadi
- wakaf uang sebagai bagian dari gaya
- hidup Islami. I. Jadi nanti ee para
- pendengar sekalian memang di dalam ee
- wakaf uang memang ee ada beberapa
- namanya ada beberapa ee model yang bisa
- dilakukan. Kalau untuk tingkat
- lembaga-lembaga besar atau kampus-kampus
- ada namanya private placement yaitu
- wakaf yang untuk ee setingkat corporate.
- Tapi untuk masyarakat ya wakaf-wakaf
- yang dari masyarakat itu mereka dikelola
- oleh para nazir ya. dan nadir itu
- tersertifikasi semua karena memang harus
- mendaftarkan ke Badan Wakaf dalam
- pengawasan dan harus melaporkan juga
- setiap 6 bulan. Jadi, Teman-teman
- sekalian para para pendengar ee kalau
- akan mewakafkan silakan ee di apa
- namanya di platform ataupun di searching
- itu sangat banyak Nadir yang menawarkan
- untuk menerima penyaluran harta benda
- wakaf. Ya, silakan kalau supaya
- pengetahuan tentang wakaf juga
- bertambah, ditelepon atau di WA saja
- karena mereka pasti ada WA atau nomor
- telepon yang bisa dihubungi. Tanyakan
- saja apakah ada nomor registrasi dari
- Badan Wakaf Indonesia gitulah. Ini kan
- untuk keamanan nih ya kan? Untuk
- keamanan apakah ada? Kalau lembaga kita
- itu ada nomornya yang di sini. Iya. Oke.
- Nomor ini contohnya ada di yang ada di
- Rasil tuh. He. Yang sebelah kananembe
- lembaga wakaf silaturahim menginduk ke
- pada Yayasan Wakaf Rumah Kur Rumah Quran
- Silaturahim. Nomornya sekian itu, Mas.
- Nomornya BWI nomornya
- 3300408
- 161023. Mungkin kalau Iya. Ini hanya
- mengkonfirmasi aja Mas Krishna bahwa
- kita kenaziran kita itu juga terdaftar
- di BWI. Itu saja.
- merupakan salah satu dari apa yang Pak
- Kiai sebut tadi ya. Ini untuk bertanya
- lebih lanjut silakan hubungin Pak Safril
- di
- 0816
- 858 atau ke Pak Kiai di
- 0819
- 3662
- 994. Bapak Kiai Dr. Ir. Agus
- Priatmo, M.M. Kepala Divisi Humas
- Sosialisasi dan Literasi ee Badan Wakaf
- Indonesia pusat yang beralamat di Taman
- Mini di Pintu gerbang pertama ya, Pak
- ya. Gerbang pertama. Betul. Betul.
- Banyak yang suka datang, Pak yang Iya.
- Banyak tamu-tamu yang secara pribadi
- mereka punya masalah wakaf, mereka
- datang bertanya atau ee para mahasiswa
- rombongan mereka biasanya kepengin
- mengetahui lebih jauh tentang ekosistem
- wakaf. Karena sekarang banyak
- prodi-prodi yang memang mereka
- mengkhususkan dalam bidang ee ziswaf ya.
- Mereka datang, mereka minta penjelasan
- tentang ekosistem wakaf e melalui BWI.
- Ada juga tamu dari luar negeri banyak.
- Sekarang mereka apa ingin mereka mereka
- tahu. Nah, mereka biasanya study banding
- ya dengan wakaf-wakaf yang ada di
- Indonesia karena memang ee kita saling
- belajar sebetulnya karena memang
- instrumen wakaf ini kan ee baru
- berkembang dari tahun 5 jadi kita saling
- belajar dan Indonesia luar biasa ya.
- Indonesia adalah negara yang eh bisa
- membuat wakaf cor principal yang pertama
- di dunia ya. Panduan wakaf untuk panduan
- pengelolaan wakaf itu yang membuat
- justru orang Indonesia ya. Jadi itu
- dibuat oleh ee Badan Wakaf Indonesia
- dengan Bank Indonesia ya. Dibuat ee WCP
- atau wakaf core principle dan itu yang
- pertama di dunia ya. Karena memang
- perkembangan wakaf sedang terus ditumbuh
- kembangkan dan banyak aturan
- tuntunan-tuntunan yang harus terus
- diperbaiki dan disempurnakan. Dan
- alhamdulillah ee sekalipun ee dalam hal
- tata kelolanya mungkin kita agak sedikit
- tertinggal, terutama dalam hal asetnya
- ya. Tetapi ke depan mudah-mudahan ee
- dengan dukungan masyarakat dan keadaan
- ekonomi yang mudah-mudahan juga terus
- membaik, wakaf terus bisa bertumbuh
- bersama-sama dengan ee kaum muslimin
- muslimat yang ada di seluruh Indonesia.
- Jadi mitos bahwa wakaf hanya untuk orang
- kaya dan harus dalam jumlah besar itu
- tidak betul, Pak. Ya. Tidak betul. Tidak
- betul. Iya. Karena surga itu hak semua
- kaum muslimin.
- Jadi kalau kita wakaf 5.000 saja sudah
- tercatat sebagai n bilang sudah sama
- malaikat dicatat tuh sebagai seorang
- wakif.
- Masyaallah mantap Pak Spril apalagi yang
- bisa kita gerakkan untuk pendengar hasil
- untuk Pak Safril. Silakan Pak Safril.
- pendengar rasil ee di seluruh
- Indonesia. Kita melalui
- kebersamaan
- meng menyalurkan wakaf sebagai wakif
- insyaallah akan banyak sekali
- manfaatnya ya terutama menanggulangi
- berbagai permasalahan umat ya. Tentu
- saja bukan uang yang ini disalurkan
- tetapi digunakan dan manfaatnya akan
- digunakan. Ya, banyak pendengar hasil
- yang sudah beberapa kali berwakaf. Tentu
- kita enggak bisa sebut satu persatu,
- banyak sekali.
- Dan mengulangi yang telah disampaikan
- oleh Pak Kiai Agus Priatno tadi, mari
- kita berwakaf terus. Berwakaf terus dan
- ajak keluarga, tetangga, rekan sekerja
- untuk juga ikut berwakaf. Insyaallah
- yang mengajak saja bisa dapat manfaat,
- Pak Kiai. Ya, I betul, betul, betul,
- betul. Jadi dengan begitu saya kira
- wakaf di Indonesia bisa tumbuh tidak
- kalah dengan negara-negara sabar kita di
- Malaysia yang sangat pesat maupun di
- Bangladesh contohnya. Dengan itu yang
- akan turut ee menanggulangi permasalahan
- bangsa ini dari aspek ekonomi
- syariahnya. Mas suatu waktu mungkin kita
- bicara masalah zakat eh inf wakaf
- pertanian kali ya. Iya boleh. karena
- pertanian Indonesia ini bisa menjadi
- salah satu solusi bagi apa namanya beban
- yang berat dipikul oleh bangsa ini gitu.
- Iya. Dan itu ada juga ee apa namanya
- satu lembaga nadir yang ada di
- Kalimantan itu juga menjadi nzir yang
- sangat produktif dari berbasis wakaf itu
- sekarang hasil pertaniannya itu
- agrobisnya dikirim ke luar negeri semua
- itu. Masyaallah. Ya mungkin sekali
- jualnya dolar itu. Masyaallah. Mantap.
- Mantap. Baik. Benar. Ini mungkin salah
- satu dari yang akan kita bahas kemudian.
- Berapun wakaf, nilai wakaf yang Anda
- salurkan, insyaallah akan bermanfaat.
- Kalau kita bisa menggulirkan ini
- bersama-sama m melalui crowdfunding,
- tentu hasilnya akan lebih baik.
- Mudah-mudahan Allah buka pikiran kita
- dan beri kita taufik untuk menunaikan
- wakaf ini semata-mata mencari rida
- Allah. Mas. Oke, terima kasih Pak Kiai
- Agus dan Pak Safril atas literasinya
- mengenai wakaf ini banyak sekali yang
- tadinya tidak paham menjadi paham bahwa
- wakaf bisa juga dilakukan oleh tidak
- mesti orang kaya, orang yang ada
- rezekinya setiap orang. Setiap orang I
- ee bisa e berwakaf ya. Surga itu sekali
- lagi menjadi hak setiap orang yang
- beriman ya dengan ee banyak pintu yang
- ada di sekian banyak pintu surga apalagi
- di bulan Ramadan ya. Ada salah satu
- pintunya adalah pintu zakat atau pintu
- wakaf yang menjadi hak kita ketika kita
- melaksanakan itu. Allah maha kaya dan
- maha mencatat kita. Silakan berwakaf. Ee
- mana tadi nomor rekeningnya? Ini ya
- nomor nomor rekeningnya ya. Nomor
- rekening ya lembaga wakaf silaturahim.
- He lembaga wakaf silaturahim yaitu 3000.
- Bukan bukan, bukan, Mas. Itu yang nomor
- itu nomor terdaftarnya tetapi nomornya
- itu adalah rekening kita di BSI itu
- adalah 222. Oh, yang tadi ya. 22 duanya
- 4 kali 3307.
- Iya, anggota itu nomor yang ini ya.
- Nomor pendaftaran kita harus ya. Oke,
- sekali lagi terima kasih.
- Pak Kiai Agus dan Pak Safril.
- Mudah-mudahan ee ini menjadi pengetahuan
- kita mengenai
- perwakafan. Bagi saya Muhammad Krishna,
- kemudian juga Gustaf ee kemudian e Ondi
- dan Algi. Mohon pamit. Wabillahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.