Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 Brail TV. [musik] 0:12 Asalamualaikum warahmatullahi 0:14 wabarakatuh. Apa kabar Fatimah? 0:17 Waalaikumsalam. Alhamdulillah baik. 0:20 Baik ya. Masyaallah. 0:22 Saya dengar Fatimah Jumat lalu ini ada 0:25 di lapangan dia tidak bisa salat Jumat. 0:28 Anda berorasi cukup naratif sepertinya. 0:31 Apa yang diresahkan sebenarnya oleh 0:33 teman-teman dan ada apa di balik layar 0:35 sana sebagai ketua badan eksekutif 0:38 mahasiswa, wakil ya wakil ketua badan 0:40 ini tentu banyak cerita diskusi tentang 0:43 bangsa ini. Nah, saat inilah Anda 0:46 didengar di 26 negara dan dari Aceh 0:49 sampai Banyuwangi radio ini menyiarkan 0:52 siaran pagi hari ini. Apa yang Anda 0:54 kritik? Tadi kita sudah bincang dengan 0:56 Bang Abdullah tentang amar makruf nahi 0:58 mungkar. Resiko-resikonya apakah Anda 1:01 sudah pelajari bersama teman-teman? 1:03 Mungkin kami ingin dengar di balik ini 1:06 dan keresahan apa selain urusan BGN dan 1:09 lain-lain terhadap kegiatan para 1:11 pemimpin bangsa ini. Silakan Fatimah 1:14 Azzahra. 1:15 Oke, siap. Luar biasa. sebuah kehormatan 1:18 bisa berbicara ya di Radio Rasil ini. 1:22 Amin. 1:22 Sebelumnya ee terkait demonstrasi hari 1:25 Jumat lalu, 1:27 dari kami sebetulnya yang paling 1:28 meresahkan adalah ketika kami dihadang 1:31 secara tiba-tiba karena kami sudah 1:33 mengirimkan ee pemberitahuan ya bahwa 1:35 kami akan aksi 1:36 namun tiba-tiba dihadang dan dihadangnya 1:38 itu berkali-kali dan dalam berbagai rute 1:40 gitu. Terus setelah kita sudah mencari 1:42 router lain, masih dihambat lagi. 1:44 Dihambat lagi. 1:45 Dan memang kita berangkat dari kampus 1:47 itu pukul 10.00. 1:48 He. 1:49 Sehingga teman-teman yang laki-laki yang 1:51 muslim harus berhenti dulu untuk jumatan 1:54 sebelum kita melanjutkan aksi. Dan 1:56 rencananya memang kita akan jumatan di 1:58 sekitar dukung atas. 2:00 Tapi karena diblokir ya sudah akhirnya 2:02 kita belok, belok, belok dan mencari 2:04 tempat untuk teman-teman bisa jumatan 2:06 dan alhamdulillah ketemu dan 2:08 alhamdulillahnya sih masih sempat ya 2:09 gitu. Tapi kita sangat kecewa karena ya 2:13 aparat yang menjaga ini kita tidak tahu 2:15 apa alasannya mereka harus menghambat 2:17 jalan dari jauh gitu ya sampai kita 2:19 harus muter-muter 2:21 dan kesannya kayak tidak 2:23 mempertimbangkan gitu aspek bahwa kita 2:25 nih harus beribadah juga gitu. 2:28 Heeh. Nah, ee apa yang diresahkan apa 2:31 ide-ide yang berlangsung selama demo dan 2:34 isu apa yang diangkat ee di antara 2:38 keadaan bangsa ini Fatimah? Oke. 2:41 Sebetulnya dari mahasiswa tuh merasa ada 2:44 beberapa hal yang tidak dipertimbangkan 2:46 secara matang mungkin ya sebelumnya 2:49 oleh pemerintahan hari ini gitu. 2:51 Saya paham bahwa mereka sudah ee 2:54 menjelaskan beberapa kali ya terkait ya 2:56 pemborosan APBN bahwa ya mereka 2:58 menganggap itu tidak boros. Bahkan ada 3:00 yang bilang sudah hemat R00 triliun. He. 3:03 Tapi kenyataannya kita melihat uang 3:05 banyak sekali dihabiskan sehari-hari itu 3:08 untuk program-program yang kita rasa 3:11 tujuan ini kurang 3:13 ajek gitu. Tujuannya ini masih sangat 3:15 gamang. 3:16 Awalnya tujuannya A tiba-tiba B. 3:18 Misalkan seperti MBG awalnya stunting 3:20 terus tiba-tiba berganti alasan jadi 3:22 ekonomi. Tapi setelah dilihat realitanya 3:24 juga tujuan ekonomi yang disebut tidak 3:26 tercapai. Jadi kita merasa pemborosan 3:29 ini juga terkait dengan bagaimana negara 3:31 menghabiskan uang sebegitu banyak untuk 3:33 program-program yang tujuan dan 3:35 konsepnya itu masih belum saklek, belum 3:38 jelas gitu. 3:39 Nah, ini sangat mengkhawatirkan. 3:41 Kemudian juga adanya militarisme di 3:43 ranah sipil yang kita harap itu bisa 3:45 dihentikan. Bahkan ironisnya ketika kita 3:47 sedang menuntut hal itu, hal itu juga 3:49 yang dipertontonkan pada kita gitu 3:51 dengan ada TNI yang ikut turun untuk 3:53 menjaga 3:54 ee demonstrasi tersebut gitu. yang 3:56 pertama kali dilakukan setelah reformasi 3:58 sehingga ini juga menjadi begitu ironis. 4:00 Nah, tapi dari berbagai tuntutan ini 4:02 sebenarnya bermuara pada tuntutan 4:04 terakhir kita yaitu tentang bagaimana 4:06 sikap Pak Prabowo sebagai presiden. 4:08 Menurut kita persoalan ini sebetulnya 4:10 juga dilandasi oleh bagaimana Pak 4:13 Prabowo sebagai presiden memimpin negara 4:15 dan memimpin program-program yang 4:17 menjadi unggulan dan ide-ide Pak Prabowo 4:18 sendiri seperti itu. 4:20 He ya. Eh, ada singgungan singgungan 4:23 Fatimah tentang sikap Prabo yang 4:27 kayaknya agak ee apa antikritik ya, 4:30 karena nanti dituduh nyinyir atau antek 4:33 asing. Dan apa yang ingin ee Fatimah 4:37 ingatkan kalau mungkin ada orang di 4:39 lingkungan Pak Prabowo yang dengar pagi 4:41 hari ini bisa didengar langsung. 4:43 Sebenarnya apa yang mahasiswa ini 4:45 inginkan dari seorang pemimpin sekelas 4:48 Prabowo Subianto ini? 4:50 Oke, sebelumnya sebenarnya yang paling 4:53 kita inginkan tentunya kita ingin punya 4:55 presiden yang gentleman gitu. Ketika ada 4:58 satu hal yang dia paham bahwa oke ini 5:00 aspirasi masyarakat yang mungkin ada 5:02 benarnya, bisa dipertimbangkan. 5:04 Ee Pak Prabowo bisa gentle harusnya 5:07 untuk mengakui bahwa oke ini ada kendala 5:09 AB CDE, maka solusi yang akan kita 5:11 terapkan adalah ABC DFG. seperti itu 5:14 sebenarnya dan menurut kita seharusnya 5:16 itu tidak sulit untuk seorang presiden 5:18 yang bahkan ya orang-orang yang 5:19 membantunya sangat banyak gitu kan. Jadi 5:21 sebenarnya presiden tidak harus 5:22 memikirkan segala hal itu sendiri tapi 5:24 presiden tuh harus menjadi spokespers 5:25 untuk rakyat juga terutama dalam hal-hal 5:28 yang tuntutannya itu tinggi gitu. 5:29 Seperti MBG ini kan kita melihat 5:31 tuntutannya tinggi ya di masyarakat 5:32 perbincangannya ramai sekali gitu. Nah, 5:34 sehingga tidak bisa menurut kita 5:37 Presiden terus-menerus menyerahkan 5:39 komunikasi publik ini pada orang-orang 5:41 yang 5:42 tidak dipilih oleh rakyat gitu. Kadang 5:43 rakyat itu juga ingin presidennya 5:45 sendiri yang dia pilih yang ketika ee 5:48 pemilihan blusukan ke mana-mana ya 5:51 sekarang ketika sudah di atas sana di 5:53 kursi kepemimpinan juga bisa menyapa 5:56 rakyat-rakyatnya dengan cara menjawab ee 5:58 keresahan-keresahannya secara langsung. 6:00 Seperti itu sebetulnya. 6:01 He iya. Eh, Fatimah, dalam aktivitas ini 6:05 Anda [berdehem] sebagai mahasiswa kan 6:07 sudah banyak nih sekarang ada tandingan 6:10 paradoks ee apa ya ee apa ada ee BM satu 6:15 dan lain-lain. Ada yang pergi ke Pak 6:17 Wapres, ada yang pergi ke Solo 6:19 macam-macam juga ada ee apa ya orang 6:23 bilang doxing atau apa ya perundungan 6:25 terhadap para aktivis. Apakah terjadi 6:27 sama lingkungan teman-teman atau Fatimah 6:29 sendiri? 6:32 Kalau kepada saya terjadinya sebenarnya 6:34 cukup lama ketika saya baru terpilih di 6:36 awal tahun memang 6:38 ada semacam teror ya dikirim paket 6:41 kemudian 6:42 WhatsApp ayah saya tuh sempat di-hack 6:44 untuk ee mengirim pesan-pesan ancaman 6:47 dan sebagainya. Tapi itu sudah berlalu 6:49 sih 6:50 dan kalau kepada saya pribadi dan 6:52 teman-teman di UI so far belum ada lagi 6:55 gitu. Tapi saya rasa ini masih terjadi 6:57 di ee unif-unif lain. He 6:59 seperti itu. 7:00 He. Ee ke depan Fatimah ini kan banyak 7:03 rencana nampaknya tidak sebentar dan Pak 7:07 Prabo nampaknya sudah entah ya mungkin 7:09 akibat dari narasi Dinopati Jalal ee 7:13 tidak jadi pergi ke Rusia nampaknya 7:15 tidak tidak apa namanya tidak tidak 7:18 mudah 7:18 bukan hal yang sepele keadaan bangsa 7:20 ini. Apa yang direncanakan? 7:22 program-program apa ke depan ee yang 7:24 menjadi harapan ee bangsa ini kan 7:27 biasanya di mahasiswa. Apakah itu 7:28 disadari juga oleh mahasiswa? Gimana? 7:32 Hm. Dari kami sebetulnya kami sedang 7:35 mendiskusikan secara cukup intens 7:37 kira-kira kita akan melakukan 7:41 ide-ide apaagi 7:42 terkait aspirasi kita ya. Karena 7:44 sebetulnya juga kita sebagai mahasiswa 7:47 ini kita merasa bahwa tugas utama kita 7:48 sebenarnya adalah menyampaikan kerusahan 7:51 kita sebagai bagian dari rakyat itu 7:53 sendiri. Sehingga yang kita inginkan 7:55 adalah supaya keresahan rakyat ini bisa 7:58 mengudara dengan baik gitu sehingga bisa 8:00 didengar secara lebih komprehensif dan 8:02 lebih jelas gitu. Heeh. 8:04 Sehingga kita memikirkan kira-kira kita 8:06 akan ee melakukan apa lagi untuk bisa mm 8:10 apa ya menjaga pembahasan-pembahasan ini 8:13 supaya tidak ee redup lalu padam gitu 8:16 pembahasannya. Karena biasanya seperti 8:18 itu kan. Ini yang kita khawatirkan gitu. 8:20 Karena kalau seperti itu atensi dari 8:21 pemerintah akan hilang lagi gitu. Dan 8:23 kita harus [berdehem] membuat atensi 8:25 dari awal lagi. 8:26 Dan sebetulnya menurut saya untuk Pak 8:28 Prabowo apabila Pak Prabowo merasa resah 8:30 gitu ya sampai membatalkan ke Rusia 8:32 menurut saya ini saat yang tepat untuk 8:34 Pak Prabowo hadir gitu. 8:35 H 8:36 hadir bicara kepada rakyatnya tentang 8:39 segala dinamika yang terjadi ini. Saya 8:40 rasa itu akan cukup menenangkan rakyat 8:42 kok. Kalau seandainya di ee katakan oleh 8:44 Pak Prabowo itu 8:45 sesuai be gentleman dan juga memahami 8:48 betul gitu keresahan rakyat bukan dengan 8:50 bantahan atau 8:52 di awalnya iya saya memahami ee rakyat 8:55 begini-begini tapi hati-hati antek asing 8:57 di akhirnya. Nah, itu membuat rakyat 8:59 merasa 9:00 jadi batal gitu apa ee empati dari 9:02 Presiden ini jadi batal ketika di 9:04 akhirnya ada tuduhan. Nah, saya rasa ini 9:06 momen yang tepatlah untuk Pak Prabowo. 9:07 Jadi, bila ada orang-orang yang dekat 9:09 dengan Pak Prabowo yang mendengar radio 9:10 ini hari ini, mungkin bisa titip saran 9:13 juga ke Pak Prabowo seperti itu. 9:16 Masyaallah. Ya, mudah-mudahan didengar 9:17 ya. E, Pak I ee [erangan] nah sebagai 9:22 mahasiswi kedokteran 9:24 dan juga kejiwaan terhadap bangsa ini, 9:27 Fatimah pernah mensurvei enggak keadaan 9:29 bangsa ini, kesehatannya maupun 9:31 kesehatan jiwanya? Banyak orang bilang 9:34 kita sedang menghadapi di lingkungan 9:36 kita ini bukan orang-orang yang 9:38 baik-baik saja jiwanya karena luar biasa 9:41 keadaannya. Bagaimana Fatimah melihatnya 9:43 ini? 9:45 Dari apa yang saya tahu sejauh ini 9:48 adalah dari dosen-dosen saya sebetulnya 9:50 ya karena mereka yang secara aktif 9:52 dengan metodologi yang paling oke untuk 9:55 ee melakukan semacam survei dan 9:57 penelitian ee secara nasional gitu ya. 10:00 kira-kira apa yang terjadi dan memang 10:01 sebetulnya aspek kesehatan itu menjadi 10:04 sangat apa ya perlu untuk ditingkatkan 10:06 sebetulnya hari-hari ini gitu. 10:08 Banyak sekali ee penurunan ee apa ya 10:12 penurunan fasilitas gitu ya yang bisa 10:13 didapatkan oleh masyarakat yang 10:15 sebetulnya mempersulit seperti misalkan 10:16 BPJS. 10:17 BPJS itu ternyata sekarang mereka itu 10:20 hanya bisa memilih satu 10:22 ee apa ya? Satu pembiayaan gitu. 10:24 Seandainya mereka punya anak nih, 10:26 anak mereka misalkan mengalami down 10:28 syndrome atau sebagainya, mereka harus 10:30 bukan cuman ke aspek tentang mental kan, 10:33 tapi juga rehabilitasi fisik dan 10:35 sebagainya. Nah, tapi dengan sistem BPJS 10:37 yang terbaru ini mereka hanya bisa pilih 10:39 satu, mau perbaiki mental ee ke 10:42 kejiwaan atau mau fisik gitu. Nah, 10:44 sehingga orang tua ini menjadi bingung 10:46 sisanya mereka jadi harus bayar sendiri 10:47 dan sebagainya. Nah, ini sebenarnya 10:49 sangat mengkhawatirkan. Belum lagi 10:51 pelayan BPJS itu yang kalau ee 10:53 seandainya kita tahu ya itu kan antrinya 10:55 banyak sekali ya 10:56 sehingga orang tidak mendapatkan waktu 10:57 yang cukup untuk bicara dengan dokter 10:59 meskipun dokternya ingin bicara 11:01 sekalipun secara panjang tapi sistemnya 11:04 membuat dia tidak bisa gitu karena 11:05 antriannya begitu panjang dan sebagainya 11:07 gitu luar biasa dokternya cuma dapat 11:09 10.000 lagi. 11:11 Betul. [berdehem] Jadi itu sangat 11:12 mengkhawatirkan. Karena ini yang 11:13 sebenarnya kita pikirkan gitu. Kalau 11:15 seandainya ada kita bayangkan satu 11:17 keluarga kecil ya, 11:18 di situ misalkan anak mereka datang ke 11:20 sekolah dapat MBG sekali sehari. 11:22 He. 11:23 Pulang tapi melihat ibunya itu kalau 11:25 sakit dia susah pakai BPJS misalkan. Itu 11:28 kan tetap aja gitu. Apakah 11:31 semangat dari anak ini untuk sekolah 11:32 akan naik dengan MBG ketika ada hal-hal 11:35 lain di rumahnya yang tidak terpenuhi 11:36 gitu. 11:37 Nah, ini yang sebenarnya ee kita 11:39 khawatirkan gitu. Jangan sampai kita 11:42 salah menentukan prioritas dan cara gitu 11:44 ya, cara untuk menyelesaikan satu hal 11:46 gitu. Apakah ketika ada ee anak 11:48 kelaparan 11:49 kita [berdehem] berikan makan setiap 11:51 hari atau kita perbaiki ekonomi supaya 11:53 orang tuanya bisa memberikan dia makan 11:54 tiga kali sehari. Ini ini mestinya ya 11:57 entah ya cantolan atau potret negeri 12:00 mana kalau kita bisa lihat India, Kuba 12:03 atau Iran atau ya kalau Iran sudahlah 12:07 nanti kita dituduh macam-macam tapi kan 12:09 banyak negeri-negeri yang bisa 12:10 menyelesaikan masalah kesehatan 12:12 pendidikan atau apanya. Apakah pernah 12:15 Fatimah lihat itu ee menjadi sebuah 12:17 potret atau ada cita-cita Fatimah 12:20 sendiri untuk masa depan Indonesia? 12:24 Cita-cita saya sebetulnya mungkin 12:28 sesungguhnya ya tidak jauh sebetulnya 12:30 dari cita-cita Pak Prabowo juga sebagai 12:31 presiden. Pak Prabowo kan cita-citanya 12:33 ingin tidak ada anak lapar, 12:35 tidak ada anak yang putus sekolah dan 12:37 sebagainya. Saya juga berharap yang sama 12:39 gitu, terutama sebagai anak muda yang 12:40 baru kemarin lulus SMA 12:42 dan baru masuk ee kuliah selama 3 tahun 12:44 gitu kan. Jadi saya masih sangat apa ya 12:46 masih merasa dekatlah dengan adik-adik 12:48 SMA, SMP dan sebagainya. Jadi tentu saya 12:50 juga menginginkan hal yang sama. Tapi 12:52 hal yang paling saya inginkan lagi 12:54 sebetulnya adalah bahwa mereka itu bisa 12:56 makan bukan karena dapat dari sekolah 12:58 yang hanya satu kali sehari. Saya ingin 13:00 orang tua mereka mampu memberikan mereka 13:02 makan tiga kali sehari. Saya ingin bukan 13:04 hanya anak-anaknya yang bisa makan ee 13:06 bergizi gitu ya di sekolah, tapi 13:08 keluarganya juga di rumah. 13:09 Saya ingin mereka bisa makan enak itu 13:11 bukan hanya di sekolah dengan 13:12 teman-temannya, tapi juga di rumah 13:14 dengan keluarganya secara lengkap gitu. 13:16 Saya ingin mereka bisa melihat orang tua 13:18 mereka itu apa ya, segar, bugar, sehat. 13:22 Kalau sakit ada solusi tidak perlu 13:23 pusing gitu. Nah, itu sebenarnya yang 13:25 saya inginkan. Nah, saya rasa hal 13:27 seperti itu sejauh ini saya yang masih 13:29 mahasiswa ya mungkin nanti ee 13:31 orang-orang lain bisa menyempurnakan. 13:33 Tapi saya rasa 13:34 mimpi seperti itu tuh hanya bisa 13:36 diselesaikan dengan ee solusi-solusi 13:38 yang sistematik gitu terhadap semua 13:40 orang. Mungkin dari aspek ekonomi dan 13:42 sebagainya. Bukan hanya dengan 13:44 memberikan nasi itu langsung kepada 13:46 anak-anak itu sekali sehari gitu, tapi 13:48 kan ada mekanisme supaya 13:49 mereka keluarganya bisa hidup dengan 13:51 normal seperti itu. 13:53 Hmm. Ya. Eh, luar biasa. Ini banyak 13:56 cita-cita bangsa kita dan nampaknya 13:59 negeri yang luar biasa kayanya ini bisa 14:01 sebenarnya. Apakah itu disadari juga 14:03 bisa sebenarnya kalau mau bukan begitu? 14:06 Ee Fatimah? 14:07 Betul. Betul. setuju. 14:10 Eh, apa kalimat terakhir menjelang 15 14:13 menit kita berbincang nih? Karena 14:15 sebentar lagi kita akan pada berita dari 14:17 langit langsung dari Settle Amerika nih. 14:20 Silakan Fatimah sebagai closing 14:21 statement untuk pendengar radio 14:23 silaturahim berbagai tempat nih di 32 14:26 negara. Ah, kok banyak banget hari ini 14:28 ya. Silakan Fatimah. [berdehem] 14:30 Siap. kepada seluruh teman-teman 14:32 mahasiswa ya mungkin yang saat ini juga 14:34 sedang ramai diperbincangkan tentang 14:36 keberpihakannya karena ada beberapa 14:38 kelompok mahasiswa yang mungkin punya 14:39 pandangan berbeda. Saya ingin katakan 14:41 juga bahwa tidak apa-apa karena 14:43 demokrasi menjamin itu dan kita yang 14:45 juga ingin menjaga demokrasi itu tetap 14:47 hidup gitu kan. 14:48 Dan saya berharap kita bisa berpendapat 14:52 itu bersama-sama dengan sains yang 14:55 mendukung gitu. Jadi kita tidak apa-apa 14:57 beda pendapat sebetulnya. Yang penting 14:58 ada alasan, ada argumentasi yang logis 15:01 yang bisa kita terima sehingga diskusi 15:02 itu menjadi berbobot dan ada maknanya 15:05 gitu. 15:05 Karena demokrasi itu seharusnya kita 15:07 maknai dengan perdebatan yang ada 15:08 isinya, bukan hanya perdebatan yang ada 15:10 kepentingannya seperti itu. 15:12 Nah, [berdehem] itu sih yang kita 15:13 harapkan kepada seluruh mahasiswa dan 15:14 kepada ee teman-teman yang lain 15:17 di seluruh Indonesia dan di seluruh 15:19 dunia. Mungkin saya ingin teman-teman 15:21 juga untuk sekaligus mendoakan kondisi 15:24 bangsa Indonesia yang mungkin saat ini 15:25 sedang agak sakit supaya bisa segera 15:27 sembuh kembali seperti itu. 15:29 Amin. Amin. Amin. Amin. Terima kasih 15:31 Fatimah Ahzahra. Kami ucapkan terima 15:34 kasih atas ee bincangnya pagi. Salam 15:36 buat keluarga. Asalamualaikum 15:37 warahmatullahi wabarakatuh. 15:38 Waalaikumsalam.