Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Brazil
- [Musik]
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. ala sayidina Muhammad wa
- ali sayidina Muhammad. Alhamdulillah
- kita berjumpa lagi dalam acara renungan
- di bawah naungan Al-Qur'an edisi dialog
- dan tanya jawab. Silakan Anda layangkan
- pertanyaan Anda ke
- 0811999720. Alhamdulillah di studio
- sudah hadir Ustaz Husin Latas, Ustaz
- Hamzah Latos juga sudah hadir di studio
- dan tentu saja ada Ondi Saputra dan Algi
- Fahr Rzi. Baik, kita mulai acara ini
- dengan membaca al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [Musik]
- Alhamdulillahirabbil
- alamin arrahmanirrahim.
- iki
- [Musik]
- yaumiddin iyaka na'budu wa iyyaka
- nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina an'amta
- alaihim ghairil maghdubi alaihim walad
- [Musik]
- Amin. Alhamdulillah kita sudah membaca
- al-Fatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan
- ustaz kita dalam menjawab
- pertanyaan-pertanyaan yang datang dari
- Anda sehingga sesuai dengan keinginan
- dari
- Allah. Baik, Ustaz. Pertanyaan pertama
- datang dari hamba Allah. Ustaz, apakah
- itu makna kemenangan di dalam Islam?
- Makna kemenangan di dalam Islam apa?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil
- alamin. Hamdan katsiran thyyiban
- mubarokan fi kama yuhibbu rabbuna waard.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad kama sholita ala Ibrahim wa
- alirahim wabarik ala Muhammadin wa ali
- Muhammad kama barakta ala Ibrahim wa
- alirahim fil alamina innaka hamidum
- majidalamualaika ya rasulullah
- Wasalamu
- ahlin
- wahabatihi ajmain wa ikhwani minalya wal
- mursalin. Wasalamu alaina waa ibadillah
- shihin.
- Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Subhanaka la ilma lana illa
- ma alamtana innaka antal alimul hakim.
- Wala haula wala quwwata illa billahil
- aliilim. Rbana zidna ilman wahiqna
- bisihin.
- Menjawab pertanyaan pertama. Apa itu
- makna arti?
- Kemenangan dalam
- Islam. Kemenangan dalam
- Islam bagi seorang yang berjuang di
- jalan Allah Subhanahu wa
- taala. Bagi satu masyarakat yang
- berjuang mengharapkan keridaan Allah
- Subhanahu wa taala. Di mana mereka
- melakukan tugas mereka dengan
- sebaik-baiknya.
- Baik dalam masa damai maupun dalam masa
- perjuangan mereka menjalankan tugas dan
- kewajiban mereka sebagaimana yang Allah
- Subhanahu wa taala
- perintahkan. Maka orang-orang semacam
- ini orang yang meraih kemenangan.
- Kemenangan bukan diukur
- dengan kemenangan satu
- pasukan terhadap pasukan yang lain.
- Begitu pula
- kekalahan tidak sama sekali diukur
- dengan kekalahan satu pasukan menghadapi
- pasukan yang
- lain. Tapi kemenangan dalam Islam adalah
- kemenangan orang-orang yang berjuang di
- jalan Allah Subhanahu wa taala hingga
- mereka meninggalkan dunia dengan meraih
- betul-betul janji Allah subhanahu wa
- taala. Allah berfirman di dalam suratus
- Saf. Ya ayyuhalladzina amanu. Wahai
- orang-orang yang beriman.
- Hal adullukum ala tijaratin tunjukum
- minabin
- alim. Wahai orang-orang yang beriman,
- maukah kalian aku
- tunjukkan akan satu perdagangan yang
- akan menyelamatkan kalian dari azab yang
- maha
- pedih? Tumminuna billahi wa rasulih wa
- tujahiduna fi sabilillahi biamwalikum wa
- anfusikum dalikum khairul lakum in
- kuntum tamamun.
- Bila kalian ingin tahu, ketahuilah bahwa
- perdagangan yang akan menyelamatkan
- kalian dari azab yang maha pedih. Kalian
- beriman kepada Allah di mana hidup
- kalian untuk Allah warasulihi. Beriman
- kepada rasulnya dengan mengikuti
- bimbingan dan
- petunjuknya. Watjahiduna fiabilillahi
- biamwalikum wa anfusikum. Dan kalian
- berjuang di jalan Allah dengan harta
- kalian dan jiwa kalian.
- Ikumir lakum
- intumamun. Hal itu akan membawa
- keuntungan yang lebih baik bagi kalian
- dibandingkan dunia yang fana
- ini. Kalian akan menerima
- balasan yang amat mulia di sisi Allah
- Subhanahu wa taala. Baik kalian berhasil
- mengalahkan musuh kalian atau kalian
- terbunuh di jalan Allah Subhanahu wa
- taala.
- Kalau kalian mengetahui makna kehidupan
- yang sebenarnya, sesungguhnya kehidupan
- dunia ini dengan seluruh kesenangannya
- hanyalah permainan dan senda gurau yang
- mempermainkan perasaan kita yang membuat
- kita menjadi orang-orang yang kehilangan
- akal kita, kecuali mereka yang beriman.
- Mereka manfaatkan kehidupan mereka
- sebagai
- ladang amal dan perjuangan mereka bukan
- untuk dunia ini, tapi untuk menggapai
- keridaan Allah Subhanahu wa
- taala. Oleh karena itu dalam surah
- Taubah ayat 111 Allah berfirman,
- "Innallahar minal mukminina anfusahum wa
- amwalahum biahumul jannah."
- Sesungguhnya Allah Subhanahu wa taala
- membeli dari orang yang beriman
- jiwa-jiwa mereka dan harta benda mereka
- dengan imbalan
- surga. Yuqatiluna fiilillahi fayquna.
- Lalu mereka berjuang berperang di jalan
- Allah. Mereka berhasil membunuh
- musuh-musuh mereka dan mereka terbunuh
- di jalan Allah.
- Pada saat mereka membunuh musuh-musuh
- mereka, maka musuh-musuh mereka
- betul-betul akan mengalami kehilangan
- pukulan yang berat. Sedangkan di saat
- mereka terbunuh di jalan Allah, mereka
- meraih janji Allah Subhanahu wa taala.
- Asyahadah
- fibilih wa'dan alaihi haqq fit taurati
- wal injili wal Quran. Ini merupakan
- janji Allah yang Allah tetapkan dalam
- kitab Taurat, dalam kitab Injil dan
- Quran. Waman auffaiahdihi minallah.
- Siapakah yang janjinya lebih tepat dari
- Allah Subhanahu wa taala? Fastabsyiru
- bibikumadzi bum bih. Maka bergembiralah
- kalian dengan perdagangan yang kalian
- lakukan bersama Allah. Walika hual
- fauzulim. Itulah keberuntungan yang amat
- besar.
- Saudara-saudara kita di Palestina yang
- mengalami pembantaian genoset yang
- brutal, kemudian kurban-korban yang
- berjatuhan. Menurut Zionis mereka
- mengalami kekalahan.
- Tapi bagi orang-orang yang beriman ya,
- mereka terbebas dari cobaan hidup ini.
- Mereka disambut oleh malaikatur rahmah,
- ditempatkan di taman-taman surganya
- menantikan saat Allah Subhanahu wa taala
- mengumpulkan mereka di taman surganya
- bersama Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam dan para kekasih-Nya.
- Oleh karena itu, jangan kalian
- menganggap apa yang dialami saudara kita
- di Palestina sebagai
- kekalahan. Justru yang kalah
- mereka-mereka pemerintah-pemerintah Arab
- yang duduk berpangku tangan menyaksikan
- pembantaian
- seperti Ashabul
- Ukhdud menyaksikan bagaimana orang-orang
- yang beriman dilontarkan satu persatu ke
- dalam parit-parit api. Mereka
- menyaksikan dengan penuh kesenangan,
- kenikmatan.
- Padahal mereka sebetulnya orang-orang
- yang terkena azab dan murka
- Allah. Ternyata di negara-negara Arab
- kita jumpai bahkan negara seperti Mesir,
- Saudi Arabia di mana terdapat dua kota
- suci, Emirat Arab, Yordania, kita jumpai
- mereka semua menyaksikan pembantaian
- yang terjadi di tengah-tengah saudara
- mereka duduk berpangkuan.
- Mereka menganggap diri mereka sebagai
- ahlusunah. Apakah sunah Rasulullah
- membenarkan perbuatan mereka? Rasulullah
- mengatakan, "Almukmin akhul mukmin la
- yadlimuhu wdul orang yang beriman."
- Saudaranya orang yang beriman tidak
- mungkin dia akan apa? Menzaliminya dan
- tidak akan mungkin meninggalkan dirinya
- dalam keadaan terani di
- tangan. Tapi mereka menginginkan dunia
- mencari aman. Oleh karena
- itu, mereka lebih
- suka berkolusi bersama
- Zionis. Mereka menyebarkan fitnah-fitnah
- yang keji terhadap saudara kita di
- Palestina. Lalu kita bertanya, "Siapa
- yang tampil membantu mereka?"
- Ternyata yang membantu membela saudara
- kita di Palestina yang bermazhab
- ahlusunah, saudara-saudara kita dari
- kalangan
- Syiah. Baik itu
- Iran karena
- dia membela saudara-saudara kita di
- Palestina maka dia dikecam dan dimusuhi
- oleh dunia.
- Begitu juga saudara-saudara kita di
- Yaman dari kalangan
- Syiah. Begitu juga saudara-saudara kita
- di Libanon. Bahkan untuk membela
- Palestina mereka persembahkan kedamaian
- mereka, keluarga mereka dan pemimpin
- mereka mati di jalan Allah. Sebagaimana
- yang dialami juga pemimpin
- Hamas Ismail Haniah. Pasangan satu
- berasal dari kalangan ahlusunah, satu
- berasal dari kalangan Syiah, Sayyid
- Hasan Nasrullah. Dua-duanya
- mempersembahkan hidup mereka bahkan anak
- mereka. Sayid Hasan sebelumnya
- mempersembahkan putranya Hadi yang
- berusia 18 tahun. Ismail Haniah juga
- mempersembahkan keluarganya. Merekalah
- rijalunqu mahadullah
- alaihumqahu orang yang menepati janji
- mereka kepada Allah. Di antara mereka
- ada yang telah pergi lebih awal. Di
- antara mereka yang sedang menanti saat
- panggilan Allah terhadap
- mereka. Dalam situasi saat ini ternyata
- kita jumpai banyak bazer-bion dan
- antik-antk Zionis.
- Mereka bukan hanya tidak berterima
- kasih, bahkan mengecam Sayid Hasan
- Nasrullah artinya melakukan pembantaian
- penjagalan. Kapan dia melakukan hal
- tersebut? Kalau membantai Zionis, naam.
- Tapi kalau saudara-saudara kita kaum
- muslimin bahkan penduduk Libanon dari
- kalangan umat Nasrani berterima kasih
- banyak kepada beliau karena beliau yang
- membebaskan wilayah selatan pada tahun
- 2000 dari cengkaman Israel.
- Dan sebelumnya kita tahu bagaimana
- bertahun-tahun ya Zionis Yahudi masuk
- sampai ke wilayah Bairut di bawah
- pimpinan Erial
- Shahron menteri pertahanan mereka. Allah
- hancurkan binasakan Ariel Shar setelah
- koma dalam waktu yang panjang. Allah
- juga hancurkan pasukan Israel pada saat
- itu yang bergembira adalah orang-orang
- yang beriman. Sampai As Syekh Said
- Ramadan Albuti mengatakan, "Inni awadu
- an akuna usbaan atau isbaan Sayid Hasan
- Nasrullah." Saya berharap kalau perlu
- saya ini anak akuna musawian Sayid Hasan
- Nasrullah, saya berharap diri
- saya bisa sebanding dengan satu jari
- dari Sayid Hasan Rasulullah. Ini yang
- bicara Syekh Said Ramadan. Inni uhibbu
- akuna musawian.
- Liusb Sayid Hasan Nas. Masyaallah.
- Masyaallah. Tahun 2000 dia berhasil
- mengusir Zionis Israel. Tahun 2006
- berhasil menang secara strategis. Dan
- kita pada saat itu bersama-sama Ikhwan
- Meri berangkat menuju Libanon Selatan
- menyaksikan bagaimana ikhwan antara
- sunah sama Syiah bersatu bersama-sama.
- Dan kita tahu bahwa Hizbullah di bawah
- pimpinan Sayid Hasan Nasrullah, mulut
- mereka terhadap saudara mereka ahlusunah
- begitu indah. Bahkan terhadap umat Nasr
- Nasrani pun memperlakukan mereka dengan
- mulia. Oleh karena itu yang bergembira
- dengan wafatnya Ismail Haniah dan Sayid
- Hasan Nasrullah adalah Zionis. Dan
- antek-antek Zionis, bazer-bazer Zionis,
- merekalah yang menyambut gembira dengan
- wafatnya Sayid Hasan Nasrullah. Bahkan
- sebagian dari mereka bergembira
- menyambut wafatnya Sayid Hasan
- Rasulullah. Ini menunjukkan apa? Bahwa
- hati mereka bersama Zionis. Karena yang
- menjadi ee yang menanggung kerugian dan
- terancam dengan kehidupan Sayid Hasan
- Asallah adalah Zionis dan antik-antik
- Zionis. Bahkan Muhammad bin Salman putra
- mahkota Saudi Arabia yang berkuasa pada
- saat ini berangkat ke Amerika menuntut
- kepada Amerika untuk membunuh Sayid
- Hasan Rasulullah yang membuat mereka
- hidup tidak
- tenang. Ketika Amerika mengatakan bisa
- timbul perang, "Kami siap untuk
- membiayai semua beban peperangan." Itu
- ucapan dari Muhammad bin Salman Al-La'b.
- Kita di sini tidak berbicara mengenai
- Syiah Sunah. Saya mendengarkan ucapan
- yang disampaikan oleh As Syekh Abdul
- Qawi, salah satu ulama di Mesir. Dia
- mengatakan, "Kami berterima kasih banyak
- kepada
- kalian ikhwan dari kalangan Syiah yang
- berjuang untuk membantu kami dari
- kalangan ahlusunah."
- Dia memberikan pujiannya, memberikan
- juga sapaan yang indah, juga memberikan
- ucapan belas sungkawa atas wafatnya
- Sayid Hasan. Dan kita di sini
- betul-betul mengungkapkan duka cita kami
- yang sedalam-dalam.
- nuqaddim
- ahartazi wa
- a'maqaha nuqaddimu liailatid hasan
- nasrullah wahi wa
- ahbabihi wal umatil islamiah ala
- wafatihi wasalullah tabaraka wa taala
- yuskinahu jannatahu
- ma jaddihi wa nabihi muhammadin
- shallallahu alaihi wa alihi wasallam wa
- ahli baitihi wahabatihi wa ikhwani
- anbiya
- Menarik sekali, Mas
- Krisna ucapan yang diucapkan oleh Sayid
- Hasan Rasulullah sebelum
- ajalnya ketika dia memberikan peringatan
- kepada Zionis juga kepada antek-antek
- Zionis. Innakum la tadrun launa man
- tuqatilun. Kalian tidak tahu siapa yang
- kalian
- perangi. Innakum
- tuqatiluna abnaa Muhammadin shallallahu
- alaihi wasallam. Wa abna alin wal hasani
- wal husain wa abnahabati rasulillah
- sallallahu alaihi wasallam. Yang kalian
- perangi putra-putri dari Nabi Muhammad,
- putra-putri dari Ali ibn Abi Thalib
- alhan wal Husin dan sahabat-sahabat
- Rasul. Kata Abna di sini bukan menunjuk
- kepada hubungan biologis. Beda dengan
- aulad. Kalau aulad menunjukkan hubungan
- biologis, tapi abna di sini menunjukkan
- hubungan ideologis. Mereka yang berjuang
- bersama Sayid Hasan adalah putra-putri
- Nabi kita. Putra-putri dari Ali ibn Abi
- Thalib Al-Han wal Husin dan juga sahabat
- Rasulullah seperti Abu Bakar dan Umar.
- Mereka dulu bersatu. Tidak ada Syiah dan
- Sunah, tapi bazer-bazar Zionis,
- antek-antek Zionis yang terus
- menghembuskan kebencian permusuhan di
- antara Syiah dan Sunah. Alaihim
- laknatullahi wal malaikati wasasi
- ajmain. Oleh karena itu, bagi pencinta
- Allah dan Rasul yang mencintai
- orang-orang yang beriman, mereka menolak
- adanya sekat-sekat ini dan menolak
- fitnah-fitnah yang disebarkan untuk
- menimbulkan kebencian, permusuhan di
- antara sesama umat Islam.
- Karena Allah berfirman, "Inna hadi
- ummatukum umatan
- wahidatanukum fattaquun." Allah juga
- mengatakan. Maka yang mengajak ke arah
- perpecahan yang menimbulkan fitnah
- mereka adalah musuh-musuh Allah. Dan
- tidak heran kalau Saudi Arabia melakukan
- hal ini. Emirat Arab takut kalau
- kekuasaan mereka runtuh. Maka mereka
- berlindung kepada Zionis untuk
- mengukuhkan kekuasaan mereka.
- Oleh karena itu, syahidnya Sayid Hasan
- Nasrullah, begitu juga syahadahnya ee
- Sayid Ismail Haniah, kedua-duanya telah
- mempersembahkan hidup mereka yang
- termahal, keluarga mereka untuk Allah,
- Rasulnya, orang yang beriman. Lalu apa
- yang kita akan persembahkan? Apakah
- cacian, makian, fitnah? Apakah ini
- kontribusi kita dalam perjuangan Islam?
- Maka kita nyatakan bahwa mereka menang
- walaupun mereka terbunuh. Begitu juga
- saudara-saudara kita di Palestin meraih
- kemenangan walaupun mereka berjatuhan
- satu persatu. Karena begitu mereka
- meninggalkan jasad mereka, mereka
- dipertemukan dengan para kekasih Allah
- Subhanahu wa taala. Allah berfirman,
- "Inansurullah
- yansurkumitamakum." Kalau kalian
- berjuang untuk Allah, membela agama
- Allah, Allah juga akan menolong membela
- kalian.
- Kalau kalian meraih kemenangan dalam
- peperangan, kalian merasakan
- kebahagiaan dalam kehidupan dunia,
- kehidupan akhir juga. Kalau kalian mati,
- kalian mati sebagai syuhada, apalagi
- yang lebih indah dari semua ini. Tapi
- sayang sebagian orang tidak memahami hal
- ini. Wallahuam. Baik, Ustaz Tamzam ingin
- menambahkan cukup. Cukup. Oke,
- selanjutnya. Salam satuin. Eh, Ustaz,
- kenapa ada ustaz yang sudah jadi ustaz
- cukup dikenal? ee tapi masih saja dia
- bisa tergoda untuk melakukan hal-hal
- yang di luar kidodan Allah. Setelah jadi
- ustaz, apakah ada lagi yang harus
- dibekali agar tidak ee
- tergoda? Dul. Silakan.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil alamin. Allahumma
- shalli wasallim ala sayyidina Muhammadin
- wa ala ali sayyidina Muhammad.
- ya ee kita
- senantiasa apakah kita status kita
- sebagai ustaz, sebagai murid, sebagai
- karyawan, sebagai apapun kita tetap
- dihisab oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Kita akan tetap di awasi oleh Allah
- Subhanahu wa taala, akan dihitung setiap
- tindakan tindak tanduk kita.
- apapun status kita seperti itu. Nah,
- apalagi ketika seorang menjadi
- ustaz. Ketika seorang menjadi ustaz maka
- dia tanggung jawabnya akan menjadi lebih
- besar. Dia harus mengamalkan
- ilmunya. Dia harus menjadi panutan,
- menjadi
- contoh ya.
- karena dia ya menjadi istilahnya public
- figure, menjadi sorotan
- masyarakat. Kalau dia melakukan
- perbuatan-perbuatan yang menyimpang,
- apalagi yang bertentangan
- dengan apa yang Allah Subhanahu wa taala
- perintahkan, ya terkadang
- dia
- memberikan nasihat kepada orang lain,
- tapi dia sendiri enggak mengerjakannya.
- seperti itu. Ini akan dimurkai oleh
- Allah Subhanahu wa taala. Ya, seperti
- dalam surah Saf kan Allah Subhanahu wa
- taala mengecam orang-orang
- Yahudi, para orang alim mereka,
- pendetanya ya, yang memerintahkan
- asalnya kepada penduduk Madinah untuk
- beriman kepada Nabi sebelum Nabi e
- diutus. Tapi ketika Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam sudah diutus
- dan mereka ketahui bahwasanya ternyata
- nabi terakhir ini adalah bukan dari Bani
- Israil, tapi dari Bani Ismail. Bukan
- dari keturunan Yahudi ya, bukan dari
- keturunan apa? Bukan dari bani Bani
- Israil. Mereka kemudian tidak mau
- beriman. Allah apa?
- Allah kecam ya dengan firmannya lima
- taquuluna ma tafalun kabur
- maqtanallahiqualun ini sebenarnya
- kecaman ini untuk siapapun yang memiliki
- ilmu menganjurkan orang lain melakukan
- perbuatan baik tapi dia sendiri tidak
- mengamalkannya. Nah, ini Allah Subhanahu
- wa taala akan murka kepada mereka.
- Sering kita dulu masih kecil kita
- membaca kitab Zubad itu
- ee di sana dikatakan faalimun biilmihi
- lam y'malan
- muadzabun minqoblibadil watan. Seorang
- yang alim yang tidak mengamalkan ilmunya
- dia akan diazab sebelum penyembah
- berhala.
- Ya, dalam hadis Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam pun
- diceritakan bagaimana nanti di yaumul
- qiamah ee ketika di neraka ya ada
- seorang yang disiksa oleh Allah
- subhanahu wa taala ya diazab oleh Allah
- sampai perutnya pecah ususnya
- berhamburan tergulung di api neraka
- seperti ya berputarnya
- ee himar ketika menggiling apa gandum
- seperti itu. Lalu para ahlut neraka ya
- penduduk neraka kenal ini
- orang ya lah kok kamu ada di sini
- gitu. Bukankah kamu dahulu memerintahkan
- orang untuk berbuat
- baik dan juga kamu melarang orang untuk
- meninggalkan perbuatan yang mungkar. Kok
- kamu ada di sini? Seperti itu? Kemudian
- orang itu menjawab, "Naam." Kuntu amuru
- bil maruf wala atihi wa anha munkarin
- waatihi. Ya. Ya. Dulu aku waktu di dunia
- aku suka melarang orang eh memerintahkan
- orang untuk berbuat kebaikan. Tapi aku
- sendiri tidak melakukan kebaikan itu.
- Dan aku melarang mencegah orang untuk
- melakukan perbuatan yang buruk,
- perbuatan yang mungkar. Tapi aku sendiri
- ya melakukan hal tersebut. ini jadi ee
- dia
- diazab ya bahkan ee dosanya ee
- akan apa dua kali lipat dari dosa orang
- lain ya seperti itu karena dia menjadi
- contoh bagi masyarakat sama seperti apa
- yang Allah Subhanahu wa taala sebutkan
- kepada istri-istri Nabi ya bagaimana
- karena istri Nabi ini sebagai panutan
- sebagai contoh ya kalau Mereka melakukan
- kebaikan maka Allah subhanahu wa taala
- akan lipatkan lipat gandakan dua kali
- lipat kebaikannya. Akan tetapi
- sebaliknya kalau melakukan keburukan
- Allah pun akan lipat gandakan
- keburukannya. Kenapa seperti itu? Karena
- mereka adalah sebagai panutan, sebagai
- contoh. Jadi, seorang yang berilmu
- hendaknya dia amalkan ya apa? Amalkan
- ilmunya baru sesuai dengan akan menjadi
- seperti apa yang Allah Subhanahu wa
- taala janjikan.
- Yarfaillahina amanu minkum
- walladinaulat. Wallahkan.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumina
- minika rahm
- waimnaadunka
- naf. Seperti tadi yang Ustaz Hamzah
- sampaikan berkaitan dengan apa yang
- harus dilakukan seorang
- dai. Kita perlu ingatkan
- kepada saudara kita penanya saudari kita
- bahwasanya ustaz juga
- manusia. Ustaz bukan malaikat.
- cobaan yang dihadapi oleh orang-orang
- yang bukan
- ustaz. Ketahuilah bahwa cobaan para
- ustaz lebih berat
- lagi. Apabila seorang ustaz tergelincir,
- maka pengikutnya akan bersama-sama ikut
- tergelincir. Oleh karena itu,
- setan berusaha untuk datang menggoda,
- membujuk seorang ustaz atau ustazah
- dengan tawaran yang bermacam-macam.
- Dan ini
- merupakan mangsa yang paling
- menguntungkan bila
- berhasil. Oleh karena itu, kalau kita
- kembali kepada bimbingan Allah kepada
- Rasulnya Muhammad sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam sebagai seorang yang
- menyampaikan pesan Allah.
- Kalau kita membaca suratul
- muzammil, pada suratul muzammil Allah
- subhanahu wa taala mengingatkan Nabi
- untuk bangun di waktu
- malam.
- Bismillahirrahmanirrahim. Ya ayyuhal
- muzzammil. Wahai orang yang sedang
- berselimut. Qummilila illa qorila.
- Bangunlah di waktu malam kecuali sedikit
- yang kau gunakan untuk istirahat.
- Baik separuh malam atau kurang dari
- separuh. Alaiil Quran tartila atau
- tambahkan lagi dan bacalah Al-Qur'an
- dengan
- tartil. Kenapa Allah bekahi nabinya
- dengan hal ini? Innaulqi
- alaikaanqilan. Sesungguhnya kami akan
- menugaskan engkau dengan tugas yang
- berat. yang berat di mana Nabi akan
- berhadapan dengan masyarakat jahiliah,
- menyampaikan dakwahnya secara
- terang-terangan setelah sebelumnya
- menyampaikan dakwahnya secara
- subuh. Innaulqi alaikaanqila.
- Kemudian pada suratul
- muddatir kita temukan bahwa pada
- pembukaan suratul muddatir Nabi
- memberikan pembekalan kepada Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- dengan bekal yang amat
- indah demi betul-betul apa? Demi
- memudahkan jalannya dan menjaga dirinya
- dari berbagai macam gangguan.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ya ayyuhal muddatir. Wahai orang yang
- sedang berselimut atau berkumur, qum
- faambir. Bangunlah dan berikan
- peringatan. Kalau tadinya dakwah secara
- sembunyi-sembunyi, sekarang dakwah
- secara terang-terangan. Lalu bekal yang
- Allah berikan untuk rasulnya warabbaka
- fakabbir dalam menyampaikan dakwah kamu
- hendaknya hanya Tuhanmu yang kamu
- besarkan dan agungkan. Hingga kamu
- melihat selain dari Allah
- kecil, kamu tidak merasa gentar, tidak
- merasa takut, tidak sama sekali apa
- merasa kecil di hadapan mereka-mereka
- yang akan menentang dakwah. Ini penting
- sekali bagi seorang dai. Tapi di saat
- dia membesarkan dunia, di saat dia
- membesarkan ahlud dunia, maka dia tidak
- akan mampu untuk menyampaikan pesan
- Allah dengan benar dan tidak akan masuk
- ke dalam hati manusia dan mudah
- digelincirkan oleh setan.
- Warabbaka fakabbir. Dan bekalmu dalam
- menyampaikan dakwah ini hendaknya hanya
- Tuhanmu yang kau besarkan dan agungkan
- dalam hatimu. Nabi dari mulai sebelumnya
- mengagungkan, membesarkan Allah. Ini
- bekal untuk Rasul, untuk kita semuanya.
- Kemudianaka fatahir dan pakaianmu
- hendaklah kamu sucikan. Pakaian di sini,
- hadirin sekalian di samping pakaian
- luar.
- Kemudian pakaian dalam kita yang
- dikatakan walibasut takwaika khair dan
- pakaian ketakwaan adalah yang lebih
- baik. Jadi di samping kebersihan lahir,
- kebersihan dalam. Kemudian apa?
- Kebersihan keluarga. Karena keluarga
- kita, istri-istri kita hunna libas lakum
- wa antum libasul lah jadi mulai menjaga
- kebersihan lahir kita, kebersihan batin
- kita, kebersihan keluarga kita agar
- dakwah kita ini betul-betul apa?
- Mengena. Jangan kita bersihkan di luar
- dalam keadaan kotor. Akhirnya orang
- tidak sama sekali apa terpanggil untuk
- menyambut dakwah kita. Oleh karena itu,
- Nabi memulai dakwahnya ke dalam kemudian
- menyampaikan
- keluar dan dimulai betul-betul dengan
- apa? Dengan membesarkan Allah dan
- menjaga kesucian kebersihan dirinya.
- Kemudian warujza fahjur dan segala macam
- kotoran hendaknya kamu jauhi. Ada yang
- beranggapan rujizah di sini adalah
- berhala. Semua baik itu berhala dan
- semua perkataan perbuatan yang kotor
- hendaknya kamu jauhi. Bukan hanya tidak
- melakukan, tapi jauhi segala macam
- kotoran. Seorang dai yang tampil dengan
- kebersihan lahir batin, kemudian sikap,
- perbuatan dan amal yang baik dan mulia.
- menjauhkan dari segala kotoran dengan
- sendirinya akan terlindung dari berbagai
- macam fitnah dan apa-apa yang bisa
- menjerumuskan dirinya ke dalam tipu daya
- setan. Kemudian wala tamnun tastakfir di
- saat kamu memberi, jangan kamu pandang
- pemberian kamu
- besar akhirnya kamu akan
- berhenti pada satu apa? Pada satu
- tingkat dan tidak akan mengalami
- perkembangan dan peningkatan. Tapi di
- saat kita memberi, jangan memandang
- pemberian kita sebagai sesuatu yang
- besar dan jangan mengharapkan balasan
- yang lebih banyak dari orang yang kita
- beri. Tapi berharaplah balasan dari
- Allah Subhanahu wa
- taala. Waliabbika fasbir. Dan untuk
- perjuangan di jalan Tuhanmu bersabarlah
- karena semua yang kamu lakukan tidak
- sia-sia. Ini betul-betul merupakan
- pembekalan yang sebaik-baiknya dan
- seindah-indahnya. Oleh karena itu orang
- seperti saya, Ustaz Hamzah, para
- ustaz, di saat kita tidak menjaga hal
- ini, dengan mudah kita masuk dalam
- perangkap setan. Kalau yang kita
- agungkan, kita besarkan bukan Allah,
- niat kita untuk dunia, maka kita dari
- mulai permulaan akan diselewengkan.
- Kemudian tidak menjaga kebersihan
- pakaian kita lahir maupun batin. Tidak
- menjaga juga kebersihan pada tutur kata
- ucapan perbuatan kita. Kita mendekati
- perbuatan yang
- keji dengan mudah kita akan terpelosok
- ke dalam lembah kehinaan. Jadi, Ibu
- tidak perlu merasa atau Bapak kalau
- menyaksikan ustaz-ustaz hafiz Quran,
- berilmu, melakukan perbuatan yang tidak
- baik, tidak senonok. Dia juga manusia
- biasa. Bahkan setan lebih bersemangat
- dalam menyesatkan dirinya, mendorongnya
- untuk menjual agamanya dengan dunianya,
- mencari muka di hadapan para penguasa,
- pengusaha. Kemudian juga dia manfaatkan
- ilmu dan dakwahnya untuk meraih
- kesenangan dunia orang-orang semacam
- ini, orang-orang yang menjadi budak dan
- hamba setan. Oleh karena itu, hendaklah
- para pendengar, para pemirsa
- banyak-banyak mendoakan kita para ustaz
- agar dijaga oleh Allah, agar tetap
- istikamah, agar dijaga kebersihan hidup
- kita, keluarga kita untuk bisa
- menyampaikan pesan-pesan yang benar.
- Mudah-mudahan hingga akhir hayat kita
- tidak tergiur pada dunia ini. Bahkan
- berharap untuk bisa mempersembahkan
- hidup kita, dunia kita, keluarga kita di
- jalan Allah Subhanahu wa taala. Itu yang
- kita dambakan. Oleh karena itu yang
- membuat orang silau, berkelahi,
- memperebutkan jabatan, kekuasaan harta
- sedikit pun alhamdulillah dengan rahmat
- Allah dan hidayahnya kita tidak tergiut.
- Kita bahagia bisa betul-betul
- mempelajari agama Allah, meresapinya,
- menyampaikannya. Mudah-mudahan hingga
- akhir hayat Allah wafatkan kita dalam
- keadaan muslimin, mukminin, dan
- dikumpulkan bersama Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Begitu juga
- para pendengar, para pemirsa yang
- berbahagia.
- Baik. Ee Afan, sebentar tadi saya ada
- apa mungkin apa salah menyebutkan surah
- Saf dalam surah Saf bukan hanya kepada
- bukan kepada orang-orang Yahudi tapi
- bahkan kepada orang yang beriman. Ya
- ayyuhalladzina amanu lima taquuluna ma
- tafalunallahiqu ma tafalun. Jadi bahkan
- kaum mukminin diingatkan, "Kenapa kalian
- wahai orang-orang yang beriman? Kenapa
- kalian mengatakan apa yang kalian tidak
- kerjakan? Ya, kalau terhadap orang
- Yahudi
- ya mereka dahulu nyemberikan kabar
- gembira tentang Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam tapi akhirnya mereka gak
- beriman. Itu ada di surah Albaqarah ya
- 89 seperti itu. Wallahuam. Baik,
- selanjutnya dari Bapak Wirana. Salam
- satu Hamzah. Waalaikumsalam. Apa artinya
- al-Ikhlas dan bagaimana cara mengajarkan
- ikhlas kepada anak kecil?
- Ya, dalam satu
- ucapan yang disampaikan Amirul Mukminin
- Ali ibn Abi Thalib alaihialatu wasalam,
- kita kalau sebutkan Imam Ali langsung
- dianggap sebagai Syiah. Padahal beliau
- menantu Rasulullah juga salah satu
- sahabat mulia.
- Beliau mengatakan, "Awaluddin
- makrifatuh." Langkah pertama kita
- memasuki agama dimulai dengan kita
- mengenal
- Allah. Bukan mempelajari aturan-aturan,
- hukum-hukum yang berbelit-belit tanpa
- kita mengenal Tuhan kita yang maha
- pengasih lagi maha
- penyayang. Yang menurunkan petunjuknya
- mudah, jelas, terang benerang, bahkan di
- malam harinya.
- Jadi kita harus pertama-tama sebagaimana
- yang beliau katakan dimulai langkah
- pertama masuk ke dalam agama adalah
- makrifatu mengenal
- Allah. Kemudian waamalu makrifatihi
- atasdiqui. Kesempurnaan dari makrifat
- yang akan betul-betul menumbuhkan buah
- dan hasilnya adalah mengamalkan,
- mengaplikasikan apa yang kita apa yang
- kita pelajari ketahui mengenai Allah.
- Kalau kita tahu bahwa Allah Subhanahu wa
- taala pencipta kita yang menganugerahkan
- nikmatnya kepada kita, maka kita
- bertanya kewajiban kita apa? Dengan
- sendirinya kita beribadah kepadanya,
- mengabdikan hidup kita untuk Allah,
- bersyukur padanya atas apa yang Allah
- berikan.
- Jadi ee kesempurnaan dari makrifat itu
- apabila
- diamalkan, diimplementasikan dalam
- kehidupan kita, dalam gerak-gerik kita,
- baru makrifat tersebut akan berkembang.
- Bukan hanya sekedar retorika, narasi
- atau wacana atau pemahaman berhenti
- sampai di sana, tapi menuntut kita untuk
- mengamalkan apa yang kita tahu. Baru
- iman akan tumbuh. Kemudian waamalu
- attasdiqi bihi
- tauhiduhu. Kesempurnaan dari tasdiq
- mengamalkan sesuatu yang kita pahami
- dari petunjuk Allah Subhanahu wa taala
- adalah mentauhidkan
- Allah. Artinya semua betul-betul yang
- kita lakukan semata-mata tertuju untuk
- Allah Subhanahu wa taala di jalan Allah
- dan untuk Allah. Inna shati wausuki wa
- mahyaya waamati lillahi rabbil alamin la
- syarika lahu wabalika umirtu wa minal
- muslimin. Karena tujuan ini penting
- untuk mengarahkan semua gerak-gerik dan
- kehidupan kita agar tetap di jalan
- Allah. Maka tauhidullah, mentauhidkan
- Allah itu merupakan benteng yang akan
- membentengi kita juga merupakan energi
- yang akan mendorong kita untuk
- menjadikan hidup ini sebagai ladang amal
- kebaikan demi keridaan
- Allah. Kemudian wa kamalu tauhidihi al
- ikhlas. Sedangkan puncak dari tauhid
- adalah ikhlas.
- Begitu seorang
- mengikhlaskan jiwanya, hidupnya, amalnya
- teruntuk Allah, dia tidak akan pernah
- berubah. Pada saat menerima kebaikan dia
- akan bersyukur. Pada saat menghadapi
- cobaan dengan ikhlas diterima, dia
- mendapatkan ganjaran tanpa
- hisab. Oleh karena itu, Allah berfirman
- dalam suratul bayyinah, wama umiru illa
- liya'budullaha muklina lahuddina hunafa.
- Mereka tidak diperintahkan ya oleh Allah
- melainkan untuk mengabdi beribadah
- kepada
- Allah. Wama umiru illa liya'budullah
- mukhlisina lahuddin. Dengan
- mengikhlaskan. Mengikhlaskan, arti
- memurnikan pengabdian mereka semata-mata
- hanya teruntuk Allah subhanahu wa taala.
- Dalam bahasa Arab kata khalis adalah
- murni. Labanul khalis adalah susu yang
- murni. Nah, akhlasa yuklisu dalam bahasa
- Arab artinya memurnikan. Jadi, mereka
- beribadah kepada Allah dengan memurnikan
- semua ibadah mereka semata-mata
- tujuannya untuk Allah Subhanahu wa
- taala. Begitu tujuannya untuk Allah, dia
- dengan hati lapang akan menerima semua
- apa yang ditunjukkan oleh Allah. Tanpa
- memilihmilah, dia melaksanakan
- betul-betul dengan penuh ketulusan.
- Karena apa yang dilakukan bukan untuk
- dirinya, bukan untuk dunia.
- Bukan untuk kesenangannya, tapi
- semata-mata mereka mendirikan salat,
- mengeluarkan zakat, semua dilakukan
- dengan penuh kemurnian mengharapkan rida
- Allah. Apabila seorang bekerja untuk
- Allah, beda betul-betul hasil dan
- kesannya. Tapi begitu dia bekerja untuk
- dunia akan terlihat dari air mukanya,
- dari sikapnya, gerak-geriknya. Yang satu
- tulus semata-mata karena Allah tidak
- mengharapkan pamrih, sedangkan yang satu
- menunggu pamri dan balasan. Akhirnya
- mengikat, mengintimidasi, mengeksploitir
- orang-orang yang menerima kebaikan.
- Bahkan dengan bangga dia menyebutkan dan
- menceritakan
- kebaikan-kebaikannya. Wadzalika dinul
- qayyimah. Itulah agama yang di dalamnya
- terdapat nilai-nilai yang akan
- meluruskan kehidupan kita. Oleh karena
- itu, Pak Firman, ikhlas di atas tauhid.
- Tauhid mengarahkan kepada Allah.
- Sedangkan ikhlas memurnikan semua amal
- perbuatan kita, hidup kita termata
- semata-mata hanya untuk Allah. Maka
- Allah tulis turunkan suratul
- ikhlas untuk kita semua. Dan suratul
- ikhlas sebagaimana dalam Sahih Bukhari
- yang diriwayatkan dari Abi Saah
- menyebutkan bahwa ee suratul ikhlas
- adalah sepertiga dari agama kita. Ketika
- seorang
- sahabat bangun di waktu malam, sepanjang
- malam mengulang-ulang Suratul Ikhlas.
- Sahabat yang lain memandang kecil
- perbuatan orang tersebut karena dianggap
- yang bacaannya panjang itu yang lebih
- baik. Pagi hari datang kepada Rasulullah
- mengatakan, "Ya Rasulullah, si fulan
- sepanjang malam mengulang suratul
- ikhlasahuqi memandang kecil." Nabi
- mengatakan, "Walladzi nafsi biyadi
- inilal Quran." Demi yang jiwaku di
- tangannya. Suratul Ikhlas ini sama
- kedudukannya dengan sepertiga Al-Qur'an.
- Kenapa? Karena fondasi Islam dibangun di
- atas Al-Ikhlas.
- Baru setelah
- itu yang kedua adalah beramal sesuai
- dengan petunjuk nabi rasul yang diutus
- oleh Allah. Yang ketiga adalah hari
- kebangkitan. Jadi kalau kita perhatikan
- bersama-sama, ikhlas ini menduduki
- kedudukan yang paling utama. Semua amal
- kita tidak akan diterima kecuali kalau
- kita ikhlaskan niat kita, tujuan kita
- semata-mata untuk Allah. Jadi jangan
- bangga dengan berapa banyak yang kita
- persembahkan, berapa banyak kita bangun
- di waktu malam. Jangan merasa bangga
- dengan Quran yang kita hafal kalau kita
- lakukan semua bukan untuk Allah. Allah
- tidak akan sama sekali bertanggung jawab
- untuk menerima dan membalas amal
- kebaikan kita. Oleh karena itu, ikhlas
- amat penting ini yang dapat menyatukan
- umat Islam bersatu dalam agama Allah
- kalau bukan lagi berjuang untuk
- kelompok, untuk sekta, untuk golongan,
- untuk
- mazhab, tapi untuk Allah. Oleh karena
- itu dengan jelas
- alumakum
- isin. Dan kata Islam artinya kita
- berserah diri sepenuhnya kepada Allah
- dengan bersih tanpa ada embel-embel
- iming-iming yang lain. Sebagaimana
- firman Allah kepada Ibrahim, idola lahu
- rbuhu aslim. Tuhannya berkata padanya,
- "Alim, serahkan jiwa dan hargamu dengan
- murni kepada Allah." Ibrahim menjawab,
- "Qala aslamtu lirabbil alamin. Aku
- pasrahkan jiwa dan ragaku secara tulus
- dan murni teruntuk Allah subhanahu wa
- taala." Dibuktikan oleh Ibrahim dalam
- hidupnya sampai ketika diperintahkan
- untuk menyembelih anaknya tanpa
- ragu-ragu dilaksanakan. Itu yang Allah
- inginkan dari kita.
- Bukan bicara mazhab, bicara sekta,
- bicara golongan, bicara Syiah, bicara
- sunah. Akhirnya karena fanatisme ini
- bisa dijerumuskan ke dalam jurang api
- neraka. Mari kita ikhlaskan niat kita.
- Mari bersama-sama kita berjuang di jalan
- Allah. Dan mari kita laksanakan amar
- makruf nahi mungkar untuk
- meluruskan sikap dan cara hidup kita
- yang tidak benar. Wallahuam.
- Ustaz
- mungkin sampai sedikit apa? Ee memang
- ini sangat penting keikhlasan ini dan
- ini adalah merupakan kunci salah satu
- kunci bagaimana amal kita bisa diterima
- oleh Allah. Ya, yang pertama adalah
- tentunya kesesuaian dengan kitabullah ya
- dan sunah nabinya amal kita itu. Dan
- yang kedua itu harus ikhlas hanya karena
- Allah.
- Allah Subhanahu wa taala berfirman dalam
- surah Albaqarah ee
- 264 ini mengingatkan kita bagaimana
- ee kita harus kita ikhlas di dalam
- beramal. Dan ciri bagaimanakah orang itu
- ikhlas juga terlihat dari tersirat dari
- ayat ini. Allah Subhanahu wa taala
- berfirman, "Ya ayyuhalladzina amanu
- lailuqatikum bil manni
- waladzi yunfiqu maahu riasi w yminu
- billahi walumil akhir." Wahai
- orang-orang yang beriman, janganlah
- kalian gugurkan sedekah kalian. Ini
- Allah salah satu sebutkan contoh yang ee
- terbaik dari apa? Amal kita yaitu
- sedekah yang merupakan bukti dari
- keimanan. Jangan digugurkan itu. Jangan
- kalian batalkan itu sedekah kalian. Arti
- nanti enggak dapat pahala, enggak ada
- pahalanya. Dengan apa? Dengan ee
- menyebut-nyebutnya. Nah, ini berarti
- ciri kalau orang bagaimana ikhlas
- beramalnya ya. Kalau sudah beramal ya
- sudah ya enggak perlu disebut-sebut lagi
- seperti itu ya. Artinya pasrahkan
- semuanya kepada Allah karena kalau ini
- tujuannya hanya untuk Allah subhanahu wa
- taala. Sebab di dalam surah almuddattir
- pun Rasulullah diingatkan, wala tamnun
- tastakir. Jangan kalian menyebut-nyebut
- amal kalian karena tujuannya
- apa? Ingin mendapatkan imbalan yang
- lebih banyak. Ingin mendapatkan apa? ee
- income yang lebih banyak misalnya atau
- balasan yang lebih banyak ya disebut.
- Oleh karena itu ya ciri orang yang
- mukhlis ya ketika diamal dia beramal ya
- sudah berlalu seperti itu aja. Dan
- juga tentunya ciri orang yang ikhlas
- dalam beramalnya ketika dia beramal
- tidak diiringi dengan menyakiti orang
- yang
- diberikan ee amal tersebut. Kalau ini
- berkaitan dengan infak ya.
- Dan juga ya tentunya ciri kalau dia
- ikhlas adalah tidak ria, tidak
- mengharapkan pujian dari manusia, tidak
- mengharapkan sanjungan atau tidak
- mengharapkan apa ee pokoknya
- sesuatu keuntungan duniawi dari apa yang
- dia kerjakan itu. Itu termasuk ya
- pujian-pujian ee nama baik dan
- sebagainya. itu apa ee kira-kira salah
- satu ee ciri daripada keikhlasan
- seorang. Wallahuam. Baik, ini mungkin
- pertanyaan terakhir dari Bapak Budi.
- Apakah betul ada fadilah-fadilah untuk
- surah-surah tertentu di dalam
- Al-Qur'an? Bismillahirrahmanirrahim.
- Memang ada sebagian riwayat ya yang
- menerangkan keutamaan-keutamaan sebagian
- surah seperti ummul
- Qur'an, suratul ikhlas, suratul falaq,
- suratun
- nas. Sebagaimana kita tahu Allah
- subhanahu wa taala perintahkan kita
- untuk membaca suratul ikhlas dengan kata
- qul. Begitu juga suratul falaq, suratun
- nas yang berisikan bimbingan petunjuk
- kepada kita untuk betul-betul apa kita
- menyandarkan hidup kita kepadanya,
- berlindung kepadanya dari berbagai macam
- gangguan yang disebutkan dalam
- surah-surah
- tersebut. Dan insyaallah orang-orang
- yang membaca surah-surah ini dijaga,
- dilindungi Allah apabila dia membaca
- dengan penuh ketulusan dan kekhusyukan.
- Allah sebutkan keutamaan sebagian surah
- seperti suratul baqarah atau sebagian
- ayat seperti ayatul kursi ya dan
- lain-lain sebagainya. Tapi banyak juga
- riwayat-riwayat yang tidak benar.
- riwayat-riwayat yang tidak benar
- bermunculan ee sebagaimana yang
- diriwayatkan dari
- sebagian ee ruah satu orang sebelum
- ajalnya
- ketika berada pada saat sakaratul dia
- berkata kepada temannya bahwa saya telah
- membuat hadis-hadis ya yang menjelaskan
- keutamaan surah-surah al-Qur'an tapi
- saya lakukan bukan tujuannya untuk
- berbohong demi kita apa melemahkan Islam
- tapi demi katanya mengangkat dan
- menguatkan Islam. Karena saya lihat pada
- masa saya orang lebih cenderung kepada
- filsafat, kepada fikih dan pertentangan.
- Maka saya buat hadis-hadis yang
- mengutamakan menjelaskan keutamaan
- sebagian surah Al-Qur'an untuk
- merangsang mereka dengan Al-Qur'an. Tapi
- kebohongan apapun tujuannya merupakan
- satu hal yang tidak dapat diterima.
- Tapi sebagian riwayat-riwayat dalam
- hadis-hadis yang sahih ya kita temukan
- mengenai keutamaan sebagian surah
- Al-Qur'an yang perlu betul-betul kita
- jadikan sebagai pelajaran seperti
- keutamaan ayatul kursi. Begitu juga
- suratul Kahfi yang dianjurkan untuk kita
- baca pada malam Jumat atau hari Jumat.
- Begitu juga mengenai surah Yasin. Tapi
- kita perlu pahami Al-Qur'an seluruhnya
- merupakan
- ayat-ayat Al-Qur'an yang penuh dengan
- rahmat, keberkahan dan semuanya
- merupakan syifa, penyembuh, petunjuk,
- cahaya. Semua datang dari sisi Allah.
- Allah
- berfirman, "Telah datang wahai
- orang-orang yang berim, wahai manusia
- kepada kalian bimbingan nasihat dari
- Tuhan kalian, penyembuh bagi berbagai
- macam penyakit dalam dada kalian."
- Begitu juga ee petunjuk dan rahmat bagi
- orang-orang yang beriman. Umumkan wahai
- Rasulullah, katakan dengan karunia Allah
- dan rahmatnya hendaklah mereka sambut
- dengan penuh kegembiraan. Dia lebih baik
- dari segala apa yang mereka kumpulkan
- dalam kehidupan dunia
- ini. Jadi, Al-Qur'an dari mulai dimulai
- dengan
- basmalahnya ya, surah-surahnya hingga
- akhir surah Al-Qur'an seluruhnya rahmat
- keberkahan. Maka jangan kita hanya fokus
- pada sebagian surah tapi bacalah
- Al-Qur'an. Resapi ayat-ayatnya,
- petunjuk-petunjuknya.
- bukan hanya sekedar mempergunakan
- ayat-ayat Al-Qur'an untuk tujuan-tujuan
- duniawi, tapi kita juga dapat membaca
- Al-Qur'an surah-surahnya untuk memohon
- kesembuhan bagi penyakit kita, keluarga
- kita, atau bagi penyakit yang terdapat
- dalam hati kita. Dan ketahuilah orang
- yang membaca Al-Qur'an dengan khusyuk,
- penuh keyakinan mohon kepada Allah
- dengan keberkahan yang Allah tuangkan
- dalam Al-Qur'an untuk menyembuhkan
- penyakit kita, untuk melapangkan hati
- kita, Allah Subhanahu wa taala akan
- kabulkan. Karena Quran seluruhnya
- rahmat, seluruhnya syifa, seluruhnya
- cahaya, seluruhnya adalah nur. Tapi
- ingat, Al-Qur'an hanya akan menyambut,
- mencintai, mendukung, memberikan syafaat
- kepada para pencintanya. Wallahuam.
- Ustaz Anzah mau tambakan lagi. Iya,
- memang riwayat-riwayat ini membuat kita
- dulu juga di pesantren kadang-kadang apa
- yang kita baca hanya Heeh. Itu
- misalnya Alwaqiah supaya dapat rezeki.
- Terus kemudian ee apa ayat kursi kalau
- takut namanya setan seperti itu. Padahal
- semua ayat. Jadi karena ada
- riwayat-riwayat ini
- akhirnya yang dirutinkan itu aja yang
- dibaca. ayat-ayat yang lain banyak
- berisi petunjuk, berisi hikmah, berisi
- macam-macam ya. Enggak, enggak, enggak
- kita baca seperti itu. Jadi kalau kita
- baca semuanya ya walaupun ada e memang e
- riwayat-riwayat tertentu tentang
- ayat-ayat atau surah-surah tertentu,
- tapi jangan jangan kita hanya fokus itu
- karena semua
- ayat-ayat ayat-ayat Quran ini perlu
- keberkahan, penuh rahmat, penuh hidayah
- di sana penuh dengan syifa seperti itu.
- Jadi kalau kita renungi ayat-ayat Quran
- itu kita akan mendapatkan semua yang
- kita inginkan min saadatud dunia wal
- akhirah. Kehidupan kesenangan dunia dan
- akhirat. Wallahuam. Tah sedikit satu
- orang cerita sama saya.
- Ini orang bukan orang yang tahu agama,
- suka ke masjid ibadah di masjid lima
- waktu.
- ee dia selalu baca suratul fatihah. Dia
- merasakan betul-betul indahnya
- al-fatihah. Walaupun baca yang lain,
- sekali waktu datang kepadanya
- seorang kebetulan
- keponakannya perempuan. Dia
- bilang ee keponakannya laki-laki bilang
- sama dia bahwa istrinya nyuruh dia jual
- ini, jual itu. Dia sudah jual tanahnya
- habis begitu aja. terakhir datang sama
- dia ya minta sebagi dua
- rumah dan biasanya dia turuti semua
- kemauan istrinya dia merasa soal kayak
- enggak punya daya sama sekali si
- laki-laki datang sama pamannya dia
- ceritakan
- masalahnya kenapa kamu bingung
- bilang iyaka na'budu wa iyaka nastain
- Allah kasih pada saat itu si laki-laki
- ketika dengar ayat tersebut langsung
- seperti orang terstrrum begitu itu ada
- sesuatu yang keluar langsung sikapnya
- berubah pada istrinya. Dia merasa selama
- ini dia diperdayakan habis-habisan sama
- istrinya. Kesadarannya muncul selama ini
- dia merasa orang bodoh yang mengikuti
- apa saja yang diminta istrinya. Hanya
- dengan iyaka na'budu wa iyaka nastain.
- Itu yang mampu disampaikan oleh pamannya
- karena dia bukan orang yang berilmu.
- Allah kasih ucapan yang keluar dari hati
- seorang awam yang tulus ternyata menjadi
- obat yang amat indah.
- Wallahuam. Subhanakallah
- wamf. Alhamdulillah. Demikian Iwan
- jawaban jawaban atas pertanyaan
- dimajukan ke hasil ya. Mudah-mudahan
- sesuai dengan apa yang dikenai Allah.
- Terima kasihin Ustaz Hamzah. Baik. Saya
- Muhammad Krishna Algi dan Ondi Saputra
- mohon pamit. Wabillahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.