Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang disayang
- Allah. Alhamdulillah wasyukurillah kita
- dikaruniai kesempatan untuk berada
- bersama-sama di tausiah pagi Rasil untuk
- Islam yang satu yang mudah-mudahan akan
- membuat pikiran kita lebih jernih, hati
- kita lebih bening untuk melangkah ke
- depan dan insyaallah em diizinkan untuk
- menuju destinasi akhir yang kita
- rindukan. Tidak lupa salam selawat kita
- lantunkan kepada kekasih kita junjungan
- umat Muhammad Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam beserta keluarga dan
- kerabatnya. Dan untuk pagi ini seperti
- biasa Ustaz Abul Hidayah Sairoji sudah
- siap untuk kita. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sehat, bugar. Alhamdulillah.
- Dan tampaknya bahasan tentang kasih
- sayang masih sangat-sangat dirindukan
- dengan kondisi negeri yang seperti ini,
- Ustaz.
- Bahasan itu lagi ya, Ustaz ya.
- Alhamdulillah. Jadi, ikhwan akhwat, kita
- akan lanjutkan membahas tentang kasih
- sayang. Betapa luar biasanya dua kata
- itu berperan di dalam perjalanan hidup
- kita. Silakan, Ustaz. [berdehem]
- Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Bismillahi alhamdulillah
- wasalatu wassalamu ala rasulillah
- wa ala alihi wasohbihi waman tabiahum
- biisanin ila yaumil qiamah. Masyaallahu
- kan wama lam yasya lam yakun la haula
- wala quwwata illa billah. Amma ba'd.
- Ayyuhal ikhwah rahimakumullah.
- Para pemirsa dan pendengar radio
- silaturahim
- yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa
- taala. Alhamdulillah segala puji bagi
- Allah. Segala kebajikan keutamaan adalah
- miliknya. yang ada pada kita adalah
- anugerah dan sekaligus titipan yang
- tentu saja tidak gratis karena akan
- diminta tanggung jawab. Apa yang kita
- katakan, apa yang kita perbuat, apa yang
- kita gunakan, semuanya itu akan diminta
- tanggung jawab di hadapan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Maasiral muslimin, ayuhal ikhwah
- rahimakumullah. Saya ingin
- melanjutkan
- pembahasan kita atau kajian kita
- indahnya kasih sayang.
- Karena jika manusia kehilangan kasih
- sayang,
- mungkin yang bersemayam di hatinya
- justru lawannya kebencian,
- hasad, dengki, sikap permusuhan.
- Dan kalau semua itu dilakukan dengan
- motivasi atau latar belakang untuk
- mendapatkan kepuasan,
- maka yang dominan adalah nafsu yang
- serakah. Kalau manusia sudah serakah,
- ini lebih berbahaya, bisa lebih
- berbahaya dari binatang buas.
- Berkali-kali saya berikan ilustrasi di
- sini bahwa sebuas-buas binatang si raja
- rimba masih dibatasi oleh bagaimana
- perut menampung mangsa. Sebatas perut
- mampu menampung mangsa.
- Singa kalau sudah kenyang dia bravo,
- selama jalan walaupun ada rusa, ada
- keledai, ada apa, dia tidur sepanjang
- hari. Tapi kalau manusia rakus, bukan
- tidur, dia bertambah rakus.
- Bertambah rakus.
- Maka para ahli hikmah membaca manusia
- ini ketika dilahirkan tangannya mengepal
- kemudian menangis.
- Dibaca bahwa inilah ambisinya manusia
- ingin mengepal dunia, ingin meraup,
- menggenggam sebanyak-banyak yang dia
- peroleh dunia ini. Kalau ini tanpa
- kendali, manusia tanpa
- tanpa
- agama,
- maka masyaallah
- berbahaya. Dan ternyata benar multrisis
- peradaban ini adalah dilakukan
- justru dirusak oleh manusia bukan pada
- binatang, bukan oleh setan, bukan oleh
- yang lain, tapi justru oleh manusia,
- manusia yang kesetanan.
- Oleh karenanya
- kasih sayang menjadi
- karakter orang beriman.
- Bahkan disebutkan di dalam surah
- Muhammad ayat 29 kalau tidak keliru
- ayatnya. Allah berfirman,
- "Auzubillahiminasyaitanirrajim."
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Muhammadur Rasulullah
- walladzina maahu asyidda alal kuffaru
- hamau bainahum
- alayah. Sadaqallahuladzim.
- Bah Muhammad itu utusan Allah. Betul
- bahwa Muhammad itu manusia tetapi
- pilihan Allah.
- utusan Allah.
- Kalau sudah utusan Allah itu berarti
- mana yang lebih tinggi daripada utusan
- Allah? Utusan pejabat saja datang ke
- rumah kita. Ini utusan Pak Walikota, ini
- utusan Pak Bupati, ini utusan Jokowi.
- Datang kita mesti sambut dengan baik.
- Karena itu orang terhormat menurut apa
- namanya
- apa namanya kepangkatan di di dunia ini.
- Ini Muhammad adalah utusan Allah.
- Allah yang menciptakan alam semesta.
- Raja di atas raja yang maha kuasa, maha
- pengasih dan penyayang. Yang menggenggam
- seluruh jagad dunia ini adalah Allah
- Subhanahu wa taala. Ini utusannya.
- Tentu saja yang diutus itu tidak
- sembarang orang. Mesti pilihan. Dari
- segi dari segi fisik anatominya saja itu
- sudah luar biasa. Kalau dicondro
- bagaimana dedek piadegnya Kanjeng Nabi
- Muhammad itu masyaallah orangnya
- ganteng ya, simpatik, ramah, luwes ya,
- indah semuanya dari rambut, dari mata,
- bulu mata, hidung semua masyaallah. Ada
- sebuah buku yang menggambarkan bagaimana
- pribadi Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam yang itu luar biasa. Belum lagi
- kecerdasannya, belum lagi akhlaknya,
- bahkan Allah sendiri menyanjung sebagai
- akhlak yang agung dan lain-lainnya. Maka
- di sinilah kita
- bersyukur menjadi umatnya. Tapi di sana
- disebutkan
- walladzina maahu asidda wal kuffaru
- hamau bainahum.
- Dan orang-orang yang besertanya artinya
- pengikutnya, para sahabatnya
- yang mengikuti jejaknya. mengikuti
- ajarannya.
- Asyiddau alal kuffar.
- Dia amat keras, tegas terhadap segala
- bentuk kekafiran. Kuffar pakai tasjid di
- sini beda dengan kafarah, kafir.
- Tapi ini orang yang amat sangat
- kafirnya. Dia memusuhi, dia membenci.
- Itu namanya kuffar. Jadi tegas, keras
- terhadap orang yang memusuhi.
- Padahal Rasulullah dan para pengikutnya
- atau umat Islam itu adalah ramah. Tapi
- kalau dimusuhi dengan sikap, dengan
- rekayasa, dengan fitnah, dengan
- pembantaian, dengan penghinaan, maka di
- sini disebutkan asyidda, keras, tegas.
- Jadi sekali lagi memang umat Islam itu
- tidak boleh mengganggu orang lain, tapi
- tidak mau diganggu.
- Ingat itu. Umat Islam itu tidak boleh
- memerangi orang lain, tapi juga tidak
- mau diperangi. Nah, ini jadi sifat
- kesatria sejati.
- Rijalul mukmin. Pribadi yang tidak boleh
- merusak. Jangankan manusia, binatang pun
- tidak boleh dianiaya sembarangan. Rumput
- pun kalau memang gak perlu gak. Jangan
- diganggu, jangan dicabut dan sebagainya.
- Ruhama bainahum. Tapi mereka berkasih
- sayang kepada sesamanya.
- Jadi syarat beragama atau beragama yang
- benar itu sesudah akidah lailahaillallah
- adalah ukhuwah. Ukhuwah kemarin sudah
- saya katakan antara lain di antaranya
- adalah ada beberapa hal yang Allah
- sering menyatakan wahaqat atauqat
- mahabbati lil mutahabina
- fiya.
- Aku tetapkan kecintaanku
- bagi siapa? Bagi orang yang saling
- mencintai di antara mereka. Yang dia
- lakukan itu hanya karena aku, kata
- Allah.
- Jadi kasih sayang itu dilakukan, tapi
- motivasinya karena Allah, bukan karena
- kepentingan, bukan karena ada pamri,
- bukan karena udang dibalik peyek, bukan
- gak ada. Tapi betul-betul dia lakukan
- itu karena Allah semata-mata.
- Kemudian wahaqat mahabbati lil
- mutawilina fiya. Dan aku tetapkan
- kecintaanku bagi orang yang saling
- menyambung kasih sayang. Karena aku,
- kata Allah.
- Jadi karena Allah dia lakukan kasih
- sayang menyambung silaturahim,
- maka orang Malaysia itu kalau memberikan
- hadiah namanya cindra hati. Bukan cindra
- mata, tapi cindra hati. Dari hati ke
- hati wujud sebagai kasih sayang. Wahaqot
- mahabbati lil mutanasihina fiyah. Yang
- ketiga, aku tetapkan kasih sayangku,
- kecintaanku bagi orang-orang yang saling
- berikan nasihat. Kenapa orang berikan
- nasihat? Karena sayang, karena cinta,
- tidak ingin saudaranya ternoda
- kecebur dalam lumpur dosa. Maka dia dia
- tolong jangan lakukan itu, mari kita
- lakukan ini. Maksudnya supaya selamat
- mereka. Dan ini ciri daripada agama
- Islam yang si punya suatu kewajiban amar
- makruf nahi mungkar. Artinya dia supaya
- peduli terhadap sesama, supaya orang
- lain pun selamat sejahtera dunia
- akhirat.
- Dan yang keempat adalah wahaqat
- mahabbati
- lil mutazawirina
- fiya.
- Aku tetapkan kecintaanku bagi orang yang
- saling berkunjung.
- Lama ndak bersu dia datang ke rumah. Apa
- kabar? Aku rindu lama gak percuma kita.
- Mungkin kalaupun tidak datang, mungkin
- sekarang lewat
- lewat WA, lewat ya telepon dan
- seterusnya. Tapi jangan disalahgunakan
- karena mentang-mentang semua sebab
- praktis pakai WA ya sudah semuanya cukup
- dengan pakai komunikasi
- telekom apa namanya telepon atau dan
- seterusnya.
- Jadi mereka saling mengunjungi. Karena
- mengunjungi itu bukan karena
- kepentingan, bukan karena nembung
- ngutang, bukan karena ada keperluan.
- Tidak. Karena Allah dia karena cinta.
- Karena cinta. Kemudian yang kelima
- adalah
- wahaqqat mahabbati
- lil mutabadilina fiya.
- Kecintaanku aku tetapkan bagi orang yang
- saling memberi di antara mereka. memberi
- nasihat, memberi peringatan, mengasihkan
- ilmu, memberikan bantuan, pertolongan
- dan sebagainya. Betapa indahnya Islam
- dalam mengatur agama.
- Dalam kesempatan ini saya ingin
- menyampaikan dua buah hadis Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam yang masih
- ada hubungannya dengan kasih sayang. Itu
- menjadi satu akhlak yang harus melekat
- dan harus dipraktikkan dalam kehidupan
- sehari-hari. Kadang-kadang kita beragama
- itu terjebak pada rutinitas ritual
- karena sudah merasa rajin ke masjid,
- sudah salat, sudah umrah, sudah
- bolak-balik, kemudian sudah pakai jilbab
- pakaiannya dan seterusnya. Lupa pada
- hal-hal lain yang justru
- tersirat pada setiap syariat yang kita
- lakukan. Mengandung makna akhlak atau
- perintah menjalankan akhlakul karimah
- kepada sesama.
- Menghubungkan diri kepada Allah.
- Kebenaran bahwa keimanan seorang kepada
- Allah akan dibuktikan dari baiknya
- akhlak terhadap sesama.
- Dalam sebuah hadis Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam
- yang ditakhrijkan oleh Imam Bukhari
- dalam kitab sahihnya,
- Rasulullah bersabda, Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam bersabda,
- "Taral mukminina fi tarahumihim
- wa taahatufihim
- kamalil jasadi aka udwan tadaahuilirul
- jasadihi bahri
- yang artinya
- lihatlah bagaimana orang-orang beriman.
- Lihat orang-orang beriman di dalam
- saling berkasih sayang, saling
- mencintai,
- saling menyambung silaturahim
- terhadap sesama mereka
- dan saling
- menolong, tolong-menolong, saling
- memberi dan sebagainya.
- Digambarkan oleh baginda nabi kamalil
- jasadi seperti tubuh yang satu awak-awak
- kang sewiji.
- Udwan tadaa lahuirul
- sairu jasadihi bisahri wal hummah. Jadi
- seperti satu tubuh, seperti tubuh ini
- apabila seb sakit sebagian
- dari tubuh kita maka akan mengajak
- dirasakan oleh semua tubuhnya
- sehingga dia tidak bisa tidur di waktu
- malam dan badannya demam panas
- karenanya.
- Nah, itu baru tubuh yang benar gitu.
- Artinya di sini kesatuan persatuan atau
- kaum muslimin
- yang dibangun oleh baginda nabi sebagai
- umat kaum atau
- jemaah
- mereka adalah seperti satu kesatuan
- bukan satu kesatuan seperti pasir di
- satu apa bersatu menjadi gundukan pasir
- tapi satunya itu seperti tubuh yang
- artinya gak bisa dipisah-pisahkan.
- Kalau kakinya terantuk batu,
- maka mulut yang mengaduh, yang
- yang mengeluh, mata yang menangis,
- tangan yang memijat
- kemudian dirasakan semua tubuhnya.
- Apalagi kalau infeksi panas, sakitnya
- menjadikan dia tidak bisa tidur. Itu
- tubuh normal namanya.
- Jadi satu kesatuannya gak bisa
- dipisah-pisahkan.
- Kalau matanya sakit terasa semuanya.
- Bahkan dalam semua gerakan satu sentral
- dipimpin oleh otaknya. Otaknya
- dikendalikan oleh hatinya. Motivasi
- adalah hatinya. Mata yang memandang.
- Ada apa di atas piring? Oh, rupanya
- makanan yang lezat. Dia lapor ke
- otaknya. Otaknya menyimpulkan, "Ini
- makanan yang lezat." Lalu diperintahkan
- tangannya mengambil. Tapi ketika
- tangannya mengambil itu bukan untuk
- tangan sendiri, tapi dimasukkan ke
- mulutnya. Mulut yang mengunyah, kemudian
- perut yang menampung, tapi itu semua
- untuk diratakan kepada seluruh tubuh
- sesuai dengan keperluannya.
- Itu tubuh yang sehat.
- Masa mata memandang seraka enggak saya
- mau melihat, saya akan saya yang melihat
- jadi duekku yang berhak memilikinya.
- Yang lain enggak boleh. Ya silakan aja
- sambal itu dimakan. dimasukkan ke mata
- itu justru mata melaporkan dulu ke otak.
- Otak menganalisa bahwa ini makanan.
- Kemudian dia perintahkan tangan. Tangan
- bergerak kemudian mengambil kuah itu.
- Kuah itu dimasukkan ke dalam mulutnya.
- Dikunyah kemudian ditampung oleh perut
- untuk semua.
- Indah. Luar biasa.
- Masallah.
- Jadi kalau umat Islam kok tidak seperti
- itu lah ya. Ini berarti kita ngikut
- siapa?
- Kalau kita benar adalah umatnya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- mesti asyiddau alal kuffar dan ruhamau
- bainahum
- tarol mukminin. Kamu lihat orang-orang
- beriman
- bagaimana cara dia berkasih sayang?
- Bagaimana cara dia tolong-menolong,
- bagaimana dia cara dia ber saling
- kuat-menguatkan, saling membantu. Ini
- ditunjukkan oleh baginda Nabi, itulah
- mukmin.
- Lah kalau enggak begitu bagaimana? Ya
- berarti keimanannya diragukan.
- pengakuan sebagai mukmin ya mungkin di
- sekitar lisan saja
- belum sampai dijiwai belum sampai iman
- itu meresap ke dalam hati sanubari yang
- mewarnai saraf-saraf otaknya yang
- mewarnai dekup jantungnya yang mewarnai
- gerak nafasnya dan seluruh saraf tubuh
- ini. Kalau memang dia beriman pasti
- kasih sayang itu meresap ke dalam hati
- sanubarinya. dan mampu dia praktikkan
- dalam aktivitas dan kegiatan
- sehari-hari.
- Kemudian hadis yang kedua
- dari surai
- annan Nabi sallallahu alaihi wasallam
- qal.
- Sesungguhnya Nabi sallallahu alaihi
- wasallam bersabda, "Wallahi la yukminu."
- Wallahi la yukminu. Wallahu wallahi la
- yukminu. Sampai tiga kali bersumpah,
- "Demi Allah tidak beriman. Demi Allah
- tidak beriman. Demi Allah tidak
- beriman."
- Kilawaman
- ya Rasulullah. Sahabat bertanya, "Ya
- Rasulullah, siapa yang tidak beriman
- itu?" Qala. Maka baginda Nabi kemudian
- mengatakan, "Alladzi la ya la yamanu
- jaruhu bawaqohu."
- Yaitu orang-orang yang
- menjadikan tidak amannya tetangga atas
- kejahatannya.
- Tetangga tidak disebut sini jarahul
- muslim juga enggak.
- Jarul muslim ndak disebutkan. Tapi
- tetangga siapapun,
- apakah dia orang tidak beriman, apakah
- dia orang kafir, apakah orang Buddha,
- orang Kristen, orang itu tetangga.
- Kalau kita ngaku beriman tapi
- tetangganya tidak lepas dari gangguan
- lisannya, gangguan tangannya, gangguan
- kejahatannya, dia hasad dan dengki,
- bohong agamanya.
- Maka Rasul mengatakan, "La y wallah la
- yukminu." Demi Allah tidak beriman. Demi
- Allah tidak beriman. Demi Allah tidak
- beriman. Artinya itu bukan cerminan dari
- orang-orang beriman.
- Jadi kalau tetangga saja gak boleh
- diganggu juga orang lain.
- Maka gak ada rumusnya kalau orang
- beriman dituduh sebagai orang yang
- merusak, membuat kacau dan sebagainya.
- Kalaupun ada oknum orang-orang yang
- mengaku dirinya beriman, kok berlaku
- menjadikan tidak aman terhadap
- kehidupan, membuat heboh, membuat
- gendro, membuat situasi yang menjadi
- tidak aman, berarti dia tidak mewakili
- sebagai orang beriman.
- Diragukan keimanannya.
- Jadi indah sekali, luar biasa Islam.
- Jadi benar kalau
- ee prim garis besarnya itu rahmatan lil
- alamin itu dipraktikkan dalam kehidupan
- membuat nuansa suasana yang indah. Maka
- berkali-kali di radio ini saya sampaikan
- bagaimana Allah memberikan gambaran
- orang-orang beriman.
- Kasajarin thyibatin asluha
- sabit wa faruha fisama
- titi ukulaha kulinin bidha.
- Jadi iman yang bersemayam di dadanya
- adalah kalimat lailahaillallah. Artinya
- dia orang beriman. Kalau orang beriman
- mampu menghubungkan dirinya kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Mungkin setiap saat
- dia berzikir, dia ibadah, dia taat.
- digambarkan bahwa kalimah thayibah itu
- harus eksis dalam kehidupan. Maka
- digambarkan dia bagaikan pohon yang
- sehat, pohon yang segar.
- Akarnya menghunjam ke bumi, punya
- prinsip, punya pendirian, tidak
- moyak-mayik,
- tidak apa selengekan, tidak miar-miur ke
- sana kemari. Dia punya prinsip dalam
- hidup ini. Apa sih hidup ini harus apa
- yang aku lakukan dalam kehidupan ini?
- Dia jelas punya prinsip dan punya
- pandangan hidup yang jelas. Dan dari
- akar yang kokoh kuat inilah mampu
- menumbuhkan batangnya makin lama makin
- menjulang tinggi kokoh, tegar.
- Ini juga memberi satu gambaran bahwa
- pribadi orang beriman adalah pribadi
- yang tegar dan makin lama makin tinggi
- derajatnya dan martabatnya. Makin
- panjang usia, makin arif dan makin
- bijak. Makin dekat kepada Allah, makin
- arif. Makin banyak amalnya. makin
- mengurangi segala dosanya dan
- seterusnya. Jadi makin lama makin tinggi
- derajat, tambah kaya, tambah juga loman
- dan dermawannya. Makin tinggi pangkat
- jabatan menjadi pemimpin, makin dekat
- dengan rakyatnya, makin pintar tambah
- ilmunya, makin banyak memberikan manfaat
- dengan ilmunya. Begitu selanjutnya itu
- orang beriman. Jadi berakar dari akidah
- yang kuat melahirkan kepribadian yang
- luar biasa. Dari batang yang menjulang
- itulah tumbuh cabang ranting dan daun
- yang hijau ngembuyung hijau royo-royo.
- Indah dipandang mata, sejuk dirasakan.
- Inilah pribadi akhlak orang-orang
- beriman. Jadi sejuk siapapun yang
- berteduh di bawahnya pasti akan
- merasakan kesejukannya. Pohon tidak
- memilah-milah. Eh kamu saja yang
- merasakan sejuk. Kamu bukan orang
- beriman bahkan barang orang Islam panas.
- Gak ada siapapun. Bahkan babi pun kalau
- senang di bawah pohon di waktu panas
- karena dia akan merasakan kesejukannya.
- Binatang buas pun akan bernaung di
- bawahnya. Jadi bernaung pada kalimah
- thayyibah pada panji-panji Islam harus
- melahirkan kesejukan. Indah pada pribadi
- dan akhlaknya. Kemudian bertetangga,
- berteman, bersahabat dengan orang-orang
- beriman akan merasakan nyaman dan
- sejuknya
- dalam kehidupan.
- Bahkan tidak sampai di situ saja. Tuti
- ukulaha
- bidha. Dan dia memberikan buah setiap
- musim tanpa diminta.
- Jadi dia memberikan buah
- tanpa diminta.
- Inilah kontribusi
- mukmin, kontribusi orang beriman. Bahwa
- orang beriman itu akan melahirkan
- buah-buah
- sebagai bagian pengabdian dirinya akan
- melahirkan manfaat dan maslahah dalam
- kehidupan.
- Makanya iman itu jadi sangat penting.
- Orangorang pintar harus kalau beriman
- masyaallah kepintarannya itu akan
- memberikan nuansa suasana indah dan
- kesejukan, kenyamanan dan beri manfaat.
- Kalau pemimpin-pemimpin orang beriman,
- dia akan menjadi pemimpin yang adil,
- yang bijak, yang mengayomi terhadap
- rakyat yang dipimpinnya.
- Begitu selanjutnya. Masyaallah, luar
- biasa. Nah, oleh karenanya kalau Rasul
- mengatakan la wallah la yukminu wallahu
- wallahi la yukminu sampai sumpah beliau
- demi Allah tidak beriman demi Allah
- tidak beriman demi Allah tidak beriman
- sehingga sahabat bertanya waman ya ya
- Rasulullah siapa dia ya Rasulullah qala
- maka baginda Nabi mengatakan alladzi la
- yammanu jaruhu bawaqoh mereka adalah
- orang-orang yang tidak menciptakan
- nuansa aman dan Yaman bagi tetangganya
- dari kejahatan perilakunya. Nauzubillah
- minzalik. Di sini jelas sekali bahwa
- Islam rahmatan lil alamin. Wallahuam
- bissawab.
- Subhanallah. gambaran yang luar biasa
- seperti pohon rindang yang memberi
- keteduhan pada yang lewat atau yang
- bahkan bersandar di bawah memberikan
- buah yang membuat seseorang yang tadinya
- lapar atau haus menjadi teratasi.
- Dan Ustaz, besok kalau enggak salah hari
- lahir sosok yang penuh dengan kasih
- sayang ya, Ustaz ya.
- Iya, betul.
- Dan ini merupakan petunjuk yang sungguh
- sangat luar biasa karena beliau adalah
- sosok yang benar-benar
- memberikan contoh yang tidak bisa
- dinafikan lagi. Baik, sebelum kita
- lanjutkan bisa jadi ada yang ingin
- ditanyakan atau ada yang ingin menelepon
- silakan tetapi kita jelas [musik]
- [musik]
- [musik]
- masih tetap bersama Rasil untuk Islam
- yang satu. Dan kita tengah membahas
- bagaimana kasih sayang begitu punya
- peran yang sangat luar biasa dalam
- perjalanan hidup kita. Dan hamba Allah
- yang paling agung dan sangat mulia yang
- memberikan risalah, membimbing kita
- menuju jalan yang lurus. Jadi pelita dan
- penawar duka adalah sosok yang penuh
- kasih sayang. Dan kita akan lanjutkan,
- Ustaz ke pertanyaan yang sudah dikirim
- dari hamba Allah. Ustaz, Indonesia
- krisis kasih sayang. Bagaimana mungkin
- mengasihi orang yang meremehkan agama
- kita? Kalau harus seperti itu, apa yang
- harus ditata dalam hati, Ustaz? Kalau
- itu apalagi tetangga? Ooh.
- Iya. Kalau masih namanya di dunia, kita
- akan menjumpai hal seperti itu.
- He.
- Dan itu tidak akan berhenti.
- Seperti yang sedang heboh sekarang.
- Bagaimana membully
- melewati karikatur kepada Nabi Muhammad.
- Ini sudah sering sekali sejak zaman Nabi
- sampai hari ini masih akan ada.
- Dulu di Belanda siapa namanya ya?
- Kemudian masuk Islam konon kabarnya. He
- itu kan luar biasa. Bahkan di apa
- namanya? Jatuhi hukuman mati oleh Iran
- akan dibunuh dan seterusnya. Ini akan
- tetap ada. Jadi kalau seperti sekarang
- di Prancis heboh itu menghina dan
- seterusnya walaupun ini selesai nanti
- akan muncul lagi. Jadi seperti yang saya
- kata sering saya sampaikan bahwa
- K.I. Haji Haji Muzadi pernah mengatakan
- Islam tidak pernah bebas dari gangguan.
- Berarti umatnya juga begitu. Tentu saja
- yang dimaksud adalah umatnya.
- Jadi enggak akan berhenti dari gangguan.
- Ya menurut saya selama setan masih hidup
- enggak enggak karena berhenti itu.
- He.
- Kalau bisa dijegat dari depan. Kalau
- dari depan gak bisa dari belakang.
- Belakang enggak bisa dari kanan dari
- kiri. itu mesti difitnah. Kalau bisa
- diperangi, diperangi enggak bisa
- difitnah, diadu domba, dihancurkan dan
- seterusnya itu akan tetap ada. Jadi di
- sini kita harus tetap sabar karena itu
- sekaligus ujian keimanan kita. Apakah
- iman kita cuma di bibir saja atau
- kita berakar seperti pohon tadi? Kalau
- kuat akarnya menghunjam ke bumi, gak
- peduli badai sekalipun gak ada urusan
- itu dia tetap tegar berdiri atasnya.
- Tapi di sini diperlukan kesabaran dan
- tunjukkanlah bahwa Islam itu agama yang
- rahmat,
- berbuat baik. Kita doakan orang-orang,
- tetangga, pemimpin kita yang mungkin
- masih berlaku atau jauh dari kasih
- sayang. Bahkan hari ini
- istilahnya hidup itu orang makan orang.
- Ngesuk mangan sopo? besok makan siapa
- itu dalam kehidupan orang makan orang
- dalam arti yang artinya sebuah sistem
- untuk mengeksploitir kepada sesama itu
- bukan dongeng menjadi kenyataan. Kenapa?
- Karena enggak ngerti dia agama itu
- bagaimana. Nah, kalau sayang sekali
- kalau ini dilakukan oleh orang beriman
- kan berarti bertentangan dengan
- agamanya. Jadi kita tetap banyak
- istigfar, kita berlindung kepada Allah
- dari kejahatan orang dan juga kita
- doakan mudah-mudahan tetangga, pemimpin
- kita dan lain-lain itu diberikan hidayah
- oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Amin. Insyaallah.
- Ustaz, emm kalau berkunjung merupakan
- ungkapan kasih dengan kondisi PSBB.
- Bagaimana kalau berniat mengirim sesuatu
- dengan sens itu? itu berlebihan enggak
- sih, Ustaz?
- Iya, kan Islam itu agama yang
- mengajarkan juga pertimbangan
- pertimbangan sikon.
- Kalau situasi memang darurat, tentu
- hukumnya hukum darurat. Maka dalam Islam
- itu ada ciri khasnya. Aljam'u bainas
- subut wal murunah. Satu agama yang
- syaratnya pasti, jelas, tapi bisa
- menerima perubahan.
- Dalam kondisi normal gak bisa
- diotak-atik. Itu kan sudah syariat.
- Salat subuh dua rakaat waktunya juga
- sudah jelas. Jangan diotak-atik.
- Zuhur 4 rakaat waktunya ya waktu zuhur.
- Jumat ya hari Jumat gak bisa diganti. Ah
- saya repot nanti hari kiainya repot
- nanti jumatannya besok aja hari Sabtu.
- Gak bisa. Gak bisa. Tapi dalam kondisi
- tertentu, misalnya salat di kendaraan,
- di pesawat, bagaimana kita? Salat tetap
- harus dilakukan.
- Tapi karena pesawatnya gak mungkin ya
- apa yang bisa kita lakukan di pesawat
- itu? Gak ada air tayamum, gak bisa
- berdiri duduk, gak bisa menghadap kiblat
- ke manaun. Nah, itulah antara lain.
- Jadi, dalam situasi yang darurat tentu
- saja mau silaturahim. Yang penting hati
- kita,
- niat kita, doa kita, ya apalagi
- kiriman-kiriman sen dan sebagainya ya.
- Kalau enggak kirim sendra hati dengan
- lewat ya kiriman-kiriman. Nah, itu kan
- juga menyambung silaturahim namanya.
- Wallahualam.
- Baik. Kemudian dari Mbak Mbak kali ya.
- Ee saya mencoba untuk berpikir, Ustaz,
- kalau dia adalah sosok yang Allah
- titipkan. Soalnya dia kakak ipar yang
- sangat rewel, nyebelin, tapi dia tinggal
- sama kami. Kalau tidak hanya karena
- titipan Allah, biasanya saya juga akan
- terpengaruh. Menurut Ustaz, apakah yang
- saya lakukan sudah benar atau ada
- petunjuk lain, Ustaz?
- Iya. Artinya begini, ketika itu memang
- merupakan suatu kewajiban kita harus
- menolong dia, apalagi dititipkan
- yang maksimal kita lakukan sesuai dengan
- kemampuan kita. Kita laksanakan titipan
- itu, amanat itu dengan sebaik-baiknya
- yang bisa kita lakukan. Adapun perilaku
- yang nyebelin itu ya sing waras ngalah.
- He.
- Jangan orang lain salah, kita ikut
- salah. Ya, itu pahalanya dua kali lipat
- dibanding kalau dia nerima diam saja.
- Justru itu indahnya di situ. Memang gak
- mudah kan modal ya. Jadi di situlah
- masyaallah kita gak boleh berhenti
- karena cacian. Maka orang beriman dalam
- Al-Qur'an disebutnya wala yakhofuna
- laumalaim.
- Orang yang tidak takut dicela oleh
- orang-orang suka mencela. Orang suka
- mencelai itu adalah cerminan hatinya
- yang hatinya itu penuh semak blukar.
- Jadi yang keluar dari lisannya ya selalu
- ya semak blukar itu. Kalau hatinya
- jernih, maka yang muncul pada pandangan,
- pada perilaku, pada tutur kata-tutur
- kata yang baik. Nah, jadi kita harus
- maklum itu. Jadi jangan orang salah kita
- ikut salah. Maka orang Jawa bilang sing
- waras ngalah. Kita tahu kita lapang
- dada.
- Tapi tetap jangan berhenti untuk
- memberikan kebaikan-kebaikan itu. Soal
- diterima atau tidak itu urusan dia. Tapi
- kewajiban kita menasihati menjadi satu
- pahala dan kemuliaan si Allah Subhanahu
- wa taala. Wallahuam.
- Jadi semakin sulit apa yang kita lakukan
- semakin besar pahalanya.
- Betul. Semakin banyak dosa yang
- berguguran dari kita. Kalau ada sosok
- yang kira-kira memang perlu ee nasehat,
- tapi kita tahu bahwa dia sangat sangat
- sulit dan selalu memberi tantangan,
- lakukan dan lakukan terus karena berarti
- akan ada sekeranjang kebaikan yang kita
- genggam. Begitu ya.
- Sekeranjang terlalu kecil.
- Oh, terlalu kecil.
- Keranjang ada keranjang yang gede.
- Baik, melakukan itu kita jadikan apa ya?
- PR ya. Mari kita
- Iya. Artinya kita memang harus dilatih
- untuk berjiwa besar.
- Heeh.
- Tidak ingin dipuji, tidak takut dicela.
- Kita beranjak pada kebenaran itu tegak
- walaupun badai menghempasnya.
- Ini seperti ini pertanyaan yang ada di
- sini. Ustaz, saya tuh selalu nyapa
- asalamualaikum kek, selamat pagi kek,
- selamat siang. Tapi orang itu tetangga
- loh, Ustaz. Selalu cuman ngelirik doang.
- Sebel, enggak kuat, tapi dia tetangga.
- Ustaz, kalau Ustaz tadi bilang begitu,
- saya rasanya jadi rasa bersalah nih.
- Harus gimana? Apa yang harus saya
- bayangkan agar saya tetap tersenyum
- manis kepadanya dan menyapanya? Enggak
- peduli dia mau jawab atau enggak?
- Nah, itu itu jawabannya.
- Enggak. Bagaimana di sini pertanya
- bagaimana memunculkan perasaan itu di
- hati saya?
- Masih dilirik aja sudah bagus. [tertawa]
- Jadi memang di sinilah kebaikan itu
- selalu menghadapi tantangan.
- Jadi jangan mundur ke belakang ketika
- kebaikan yang kita lakukan. Kita tidak
- tahu kebaikan apa di balik itu semua ada
- hikmah apa. Mungkin kita kita selalu
- berpikir positif, husnudon. Mungkin dia
- enggak ngerti arti salam.
- Kalau kita salam assalamualaikum itu
- artinya kan didoakan selamat.
- Selamat itu kan sumber segala kebaikan.
- Keselamatan sumber segala kebahagiaan.
- Banyak uang enggak selamat. Gimana? Mau
- uangnya banyak, mobilnya mewah, tapi
- enggak selamat. Masuk jurang untuk apa?
- Selamat itu penting. Jadi didoakan
- selamat kok dia tidak mau jawab lah. Itu
- kan berarti orang jahil. Tapi jahil ini
- mungkin karena memang dia jahil
- agamanya. dia enggak ngerti bahwa itu
- adalah doa. Kalau tahu doa itu wujudnya
- digambarkan wujud terlebih baik daripada
- emas, daripada uang, barangkali akan
- grapiak sumana dia akan jawab,
- "Nah, teruskan
- apa namanya ee perbuatan baik itu tanpa
- harus berharap senyum dan balasan
- kebaikan dari orang itu untuk menguji
- keikhlasan kita. Jadi itu jadi karena
- ibadah itu yang kita lihat itu Allah
- kita hubungkan kepada Allah. Saya
- mengucapkan salam itu karena Allah. Maka
- tadi dikatakan fiya ya karena aku. Saya
- mengucapkan salam bukan karena mengharap
- jawaban tapi karena Allah saya
- berkewajiban ketika berbuat baik pada
- tetangga pada saudara ucapkan salam.
- Jadi kita tujukan kepada Allah Subhanahu
- wa taala nanti Allah yang ngurus itu
- urusannya. Wallahualam.
- Baik.
- Emm kita lanjutkan kembali dari hamba
- Allah lagi.
- Lebih buruk mana, Ustaz? Orang yang diam
- aja enggak melain orang lain atau orang
- yang belain orang lain dengan caranya
- tapi jadi dimusuhi
- banyak orang. Menurut Ustaz bagaimana?
- Ini lagi-lagi tetangga, Ustaz.
- Iya, memang tetangga ini luar biasa ya.
- Maka tadi disebutkan
- jangan sampai justru perilaku kita
- menjadikan tetangga tidak aman.
- He
- dari lirikan mata, mata sinis ya
- maksudnya dari tutur kata, dari perilaku
- dan seterusnya. Jaga kita mulai dari
- diri kita. Adapun orang lain berarti
- urusannya dia pada Allah. Kemudian soal
- itu memang oleh Rasulullah sendiri
- ditunjuk ada tiga cara.
- Kalau kamu melihat kemungkaran,
- rubah dengan kemampuan.
- Mampu enggak?
- H
- ya sesuai dengan kemampuan kita. Punya
- wibawa, punya pengaruh, punya apa. Kalau
- gak bisa dengan kemampuan kita, dengan
- nasihat.
- Nasihat kita juga gak mampu. Ya, dengan
- hati
- doa.
- Iya, dengan hati. Artinya kita gak suka
- dengan perbuatan buruknya dan kita
- doakan dia. Jadi, sudah ada caranya.
- Wallahualam. He. Ee ini bertanya soal
- tetangga jadi banyak Ustaz. Ada tetangga
- kami yang sangat ramah tapi karena dia
- perempuan dan dia cantik, banyak
- tetangga yang lain yang cemburu katanya
- dia adalah pelakor. Pengelakor.
- Pelakor.
- Pengganggu orang mungkin maksudnya.
- Enaknya diapain, Ustaz? Katanya.
- [tertawa]
- Ya, berangkat semua yang kita lakukan
- tuh karena Allah, karena keimanan.
- Jangan ada pamri.
- Kalau misalnya ketemu tetangga yang
- janda tua enggak salam, tapi begitu
- janda muda kelimis manis, salamnya
- masyaallah senyumnya lebar. Nah, itu kan
- ada motivasi lain. Jadi dalam Islam itu
- diajarkan pada kita bahwa motivasi dan
- orientasi semua apa yang kita katakan
- kita perbuat itu fiya karena aku. Kata
- Allah. Jadi saya salah mau janda cantik
- ya, janda muda, janda enggak ada
- terserah. Pokoknya saya kewajiban sesama
- muslim apalagi tetangga assalamualaikum.
- Jangan ada embel-embel lain
- karena janda cantik, rondo kembang,
- kemudian salamnya luar biasa malah
- ngajak ngobrol, mampir. Nah, itu lain
- lagi. Itu sudah urusannya. Adapun
- kemudian orang lain pada cemburu, ya itu
- berarti memang ya untuk apa gitu.
- dibiarinlah orang lain cemburu. Kita
- enggak usah
- kalau bisa kita jangan melakukan sesuatu
- yang menjadikan orang cemburu, gitu.
- Iya.
- Ilaham.
- Oke. Emm, banyak sekali yang berterima
- kasih kepada acara terutama pada Ustaz
- Abul terkait dengan kasih sayang,
- memunculkan kasih sayang kembali ee dari
- yang minggu lalu dan juga yang sekarang.
- Ustaz, kalau yang bertanya bagaimana
- menunjukkan
- kepedihan hati tapi harus berkasih
- sayang yang dilakukan oleh Rasulullah?
- Sal kalau enggak salah salah satunya
- yang diludain itu ya. [tertawa]
- Ya, tidak semua harus kemudian dimaknai
- kasih sayang itu ber tersenyum-senyum
- ber apa kalau kita sebagai manusiawi
- tetap manusia punya hati. Kalau kita
- enggak suka ya kita enggak suka. Tapi
- ketidaksukaannya
- itu proporsional. Artinya tidak melalui
- batas dan tidak membuat dosa. Rasulullah
- juga marah kalau ada perilaku manusia
- yang sudah melampaui batas.
- Tapi kemarahan beliau itu biasanya
- masalah-masalah prinsip. Masalah
- menyinggung masalah akidah. bukan
- masalah pribadi, bukan masalah dunia
- yang sepele
- dan kemarahan beliau tetap terkendali
- tidak mengeluarkan kata-kata buruk lah.
- Ini agak susah marah tapi biasanya kan
- kalau sudah marah itu nama-nama ragunan
- itu penghuni ragunan keluar
- kadang-kadang sumpah serapah
- kadang-kadang kalimatnya ya lupa. Nah,
- itu yang jadi kalau kita misalnya tidak
- suka dan itu memang harus kita luruskan
- dengan kalimat kita dengan nada yang
- agak misalnya agak keras sedikit sebagai
- peringatan kepada dia itu ya boleh. Itu
- juga kasih sayang. Jangan diartikan
- kasih sayang itu lemah lembut, getuk
- benyek, [tertawa] kemudian apa-apa ya
- kita nerima. Itu bukan. Tapi ketika itu
- membahayakan, membahayakan kita,
- membahayakan orang lain, akan menjadi
- fitnah yang mengembang menjadi kerusakan
- lebih besar. kita harus mencegah.
- Makanya amar makruf nahi mungkar selalu
- dikaitkan. Jadi kita bicara menasihati
- dia dengan shok terapi juga boleh. Itu
- juga kasih sayang. Orang mau masuk ke
- jurang apa kita elus-elus? Kan enggak
- mungkin. Kita mesti tarik tangannya agak
- keras memang agak sakit tapi selamat dia
- gitu. Jadi ada cara-caranya
- ada cara-cara penempatan segala sesuatu
- pada tempatnya. Jadi bukan berarti kalau
- kasih sayang itu lemah lembut kemudian
- apa-apa dibiarin, harta kita diambil ya
- monggo, istrinya dibawa orang ya
- silakan. Nah, itu itu bukan kasih
- sayang, itu dayus namanya. Jadi kita
- tetap menjaga
- apa? Menjaga dan mengawal syariat yang
- berlaku apa sesuai dengan proporsinya.
- Baik. Em berikutnya, Ustaz, kasih sayang
- pada anak paman lebih daripada anak
- sendiri. Bagaimana menasehatinya? Karena
- anak-anak iri dengan anak paman yang di
- di dilimpahi kasih sayang itu? Ya memang
- ada adat yang seperti itu sebaiknya ya
- kata segala suatu kebaikan dimulai dari
- dirimu, keluargamu
- baru sesudah itu kerabatmu baru
- tetanggamu.
- Sampai Rasul mengatakan berbuat baik
- kepada tetangga pahalanya lebih baik
- daripada orang yang jauh.
- Kalau kamu masak-masakan, maka utamakan
- orang yang paling dekat di antara kamu.
- Siapa yang dekat? Rumahrumahmu, yang
- paling dekat pintunya. Artinya berbuat
- tetangga itu baik gitu loh. Nah, jadi
- prioritas kan terhadap anak. Anak
- sendiri dulu ya baru kemudian
- berikutnya. Artinya begini yang dimaksud
- jangankan anak paman, anak sendiri saja
- kita harus bersikap adil.
- He
- gak boleh. Kemudian
- Bang Cilinde, Mbang Ciladan artinya
- apa tuh?
- Tidak tidak artinya dia harus memberikan
- keadilan gitu loh. Tidak yang kita
- sayang kita manjakan, yang kemudian yang
- lain kita benci enggak boleh. Itu anak
- sendiri, anak kandung anak kandungnya.
- Jadi minimal kita anggap kalau itu sudah
- titipan diberikan pada kita, ya anggap
- itu seperti anak dan diperlakukan sesuai
- dengan keadilan dan proporsinya.
- Gak boleh apalagi melebihkan anak
- sendiri apalagi cara mencolok begitu kan
- menyakitkan itu menyakitkan. Jadi tetap
- sebagai orang tua harus berlaku arif dan
- bijak. Wallahualam.
- Ee ada tambahannya
- anak itu sudah yatim piatu.
- Heeh.
- Maka dilebihkan tadi itu
- ya kelebihnya berarti karena yatim
- piatu. Tapi tetap aja anggap anak yatim
- piatu seperti anak sendiri di rumah.
- Perlakukan tetap berlaku adil itu tetap.
- Jangan apa namanya mencolok kemudian
- disayang kemudian menyakitkan hati
- anaknya sendiri. Jadi ya adillah berlaku
- adil
- jaga perasaan tetap
- jaga perasaannya diperlakukan dengan
- baik tidak dibeda-bedakan.
- Kalau lebaran diberikan baju ya dia ikut
- berikan baju makan bersama-sama.
- Jadi gak boleh memang berlaku tidak adil
- itu dilarang. Wallahualam.
- Ustaz kalau kasih sayang terkait dengan
- anak gadis lain terus kemudian dinikahi
- itu termasuk enggak sih
- maksudnya cinta.
- Kasih sayang disebutnya di sini.
- Iya. Kasih sayang mungkin cinta ya.
- Heeh.
- Mencintai gadis ya jelas manusiawi.
- Bahkan menjadi syarat kalau kamu mau
- menikah syaratnya kamu suka.
- kamu suka. Kalau enggak suka enggak
- boleh dipaksa. Nah, sukanya itu karena
- Allah gitu loh pertimbangannya. Karena
- suka itu kan ada yang menyulutnya, ada
- yang menjadi pendorongnya.
- Misalnya suka karena dia cantik,
- suka karena dia kaya, suka karena dia
- apa dan seterusnya, suka memberi. Nah,
- ini namanya suka lapisan
- suka yang dikehend ini adalah karena
- Allah. He
- apa? karena Allah dilihat agamanya.
- Saya suka karena perilakunya, karena
- akhlaknya dan saya mencintai dia karena
- Allah. Nah, kalau mencintai karena Allah
- berarti menjaga hukum syariatnya. Jangan
- sampai mentang-mentang suka menyayangi
- terus disayangi, diperlakukan loh. Ada
- syariatnya.
- He,
- ada aturan-aturannya. Kalau bukan
- muhriim ya enggak kita enggak berjabat
- tangan apalagi lebih dari itu. Kemudian
- diaturlah aturan sesuai dengan aturan
- Allah Subhanahu wa taala. Jadi boleh
- menyayangi sesama manusia apalagi yang
- mau kita nikahi tapi ada batas-batasnya.
- Mentang-mentang sayang kem tiap hari
- terus apel terus pagi sampai sore malam
- jauh malam kemudian berdua-duaan. Nah
- itu bukan sayang atau sayang disalah
- guna. Wallahuam.
- Baik ustaz. Kita dibatasi waktu jadi
- bisa dirangkum bahasan pagi ini terkait
- dengan kasih sayang.
- Iya saya kira gak perlu dirangkum lagi.
- Memang intinya adalah bahwa kasih sayang
- satu keharusan.
- bahwa agama itu adalah identik dengan
- kasih sayang. He he.
- Kalau di agama kok sangar, agama itu kok
- sombong, agama itu kok hasad, agama itu
- kok dengki, lah ini agama mana gitu.
- Atau kalau kita umat Islam tekun
- ibadahnya, tapi kok masih ada hasad,
- masih ada dengki, tetangganya banyak
- uang kita meriang. Kemudian melihat
- orang lain senang, kita susah. Lihat
- orang lain susah, kita senang. Nah, ini
- berarti hatinya yang enggak beres ini
- harus diberesi atau imannya belum
- meresap ke dalam hati sanubari. Jadi,
- agama itu harus dipraktikkan bukan hanya
- teori, bukan ritual semata. Jadi
- memberikan sibghah celupan pribadinya
- itu nampak menjadi karakter murni bukan
- karena siapa-siapa, tapi karena Allah
- subhanahu wa taala. Saya kira ini yang
- saya bisa saya sampaikan pada pagi hari
- ini. Mudah-mudahan Allah berikan
- pertolongan kepada kita. menjadi hamba
- Allah yang penyayang terhadap sesama
- bahkan terhadap alam sekelilingnya.
- Mohon maaf segala kekurangan kekeliruan.
- Wabillahi taufik walhidayah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Dan insyaallah
- alhamdulillah kita mampu menjadi bagian
- dari yang dibahas hari ini. Karena
- rahmat atau ee kasih sayang Allah itu
- dekat sekali dengan kita yang mengasihi
- hamba-hamba-Nya atau ciptaannya. Dan
- terkait dengan esok di mana esok adalah
- hari lahir sosok yang sangat-sangat
- mulia yang menjadi panutan kita.
- Hidupnya penuh dengan dedikasi kepada
- umat. waktunya habis untuk memikirkan
- masalah umat, berjuang untuk umat,
- mengorbankan air mata dan darah untuk
- umat, dan membiarkan nyawa dipertaruhkan
- untuk umatnya. Bahkan sampai di ujung
- hayatnya, umatlah yang menjadi prioritas
- perhatiannya.
- Beliau adalah Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam yang penuh dengan kasih
- sayang. Mudah-mudahan kita mampu
- mengambil,
- meniru, dan menjadi bagian meskipun
- hanya sedikit sekali dari kasih sayang
- yang Rasulullah berikan. Terima kasih
- Ustaz Abu dan juga untuk teman-teman
- yang senantiasa bersama Rasil. Billahi
- taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.