Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Rasil
- TV untuk Islam yang satu.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Kita
- berkesempatan untuk berada bersama-sama
- di acara psikologi keluarga.
- Asalamualaikum Ustaz Husein, Ustaz Abu
- Bakar, Mas Krishna yang harus menyapa
- karena tadi sibuk baca sekarang silakan.
- Oke. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Kita jumpa lagi dalam acara
- psikologi keluarga pada hari ini. Ini
- hari Rabu tanggal 23 Oktober 2019 atau
- tanggal 24 Safar 1441 Hijriah. Ya,
- seperti biasa Radio Sulatara dan Rasil
- TV melalui YouTube kembali menghadirkan
- acara psikologi keluarga bersama Ustaz
- Husein tadi Maning sudah bilang ya,
- Ustaz Abu Bakar Baraja dan Hajah
- Nur dipanggil sekarang Hajah Nur. Oke. E
- ini kasusnya yang masuk adalah tentang
- seorang istri yang tinggal lama suami
- belum punya anak. Suam Oh, tinggal ee
- seorang istri yang tinggal sama di rumah
- mertua di rumah mertuanya. suaminya itu
- sayang mengatakan ibunya lebih lebih
- manja ke ibunya daripada ke istrinya.
- Jadi istrinya kurang berperan di sini.
- Jadi istrinya itu cemburu ke ibu
- mertuanya. Nanti akan diceritakan oleh
- selengkapnya ya. Asalamualaikum Husin.
- Waalaikumsalam Abu Bakar. Kita mulai
- acaranya dengan membaca alfatihah ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin arrahmanirrahim.
- [Musik]
- iki
- yaumiddin iyaka na'budu wa iyyaka
- nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina an'amta alaihim ghairil
- maghdubi alaihim wad
- Baik, kasus lengkapnya akan dibacakan
- oleh ee Mbak Hajah Nur Afadol.
- Terima kasih, Mas Krisna. Ikhwan akhwat
- rahimakumullah.
- Kalau bertanya pada diri sendiri,
- sebesar apakah cinta, hormat, dan peduli
- kita
- pada ee mertua, kasus kali ini bisa kita
- jadikan gambaran dan jawabannya akan
- membuat kita semakin pandai menempatkan
- diri insyaallah. Ya, Ustaz Husein, Ustaz
- Abu Bakar. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Rasanya saya enggak kuat
- kalau diduakan dengan
- ibunya. Saat ini saya masih tinggal di
- rumah mertua. Suami ini tidak bisa lepas
- dari ibunya. Saya bisa dibilang kalah
- dari mertua saya, yaitu ibunya suami.
- Suami saya ini manja banget, Ustaz.
- Kalau pulang dari kantor yang dicari
- ibunya, bukan saya. Kalau lagi
- duduk-duduk minum kopi, kalau ada ibunya
- saya sepertinya enggak ada tuh di antara
- mereka enggak hadir, enggak dianggap.
- Dan ini maaf membuat saya kesal, Ustaz.
- Sudah beberapa kali saya mau pindah
- rumah saja, tapi suami bilang, "Enggak
- bisa tinggalin ibu." Padahal, Ustaz,
- masih banyak anak perempuan yang
- lainnya. Jadi saya serba salah
- dan komunikasi saya dengan suami menjadi
- tidak
- nyaman. Sampai saat ini memang kami
- masih belum dikaruniai anak meskipun
- sudah 5 tahun
- menikah. Apakah karena kami belum punya
- anak suami selalu manja pada
- ibunya? Kedekatan saya dengan mertua
- akibatnya juga tidak akrab. Saya seperti
- malah ketakutan. sebaiknya harus
- bagaimana ya, Ustaz? Saya sayang sama
- suami. Jadi, mohon solusinya. Terima
- kasih untuk semua yang ada di Rasil.
- Oke, silakan Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil
- alamin. Allahumma sholli wasallim
- wabarik ala sayyidina wa nabina
- Muhammadin wa alihi wasohbihi
- wasallim. Subhanaka la ilma lana illa ma
- alamtana innaka antal alimul hakim. Wala
- haula wala quwwata illa billahil
- aliyilim. Rabbana zidna ilmanna bisihin.
- Amma ba'du. Ikhwan akhwat pendengar
- pemirsa yang dirahmati Allah subhanahu
- wa
- taala. Bapak,
- Ibu di mana pun Anda
- berada yang sedang menjalani kehidupan
- berumah tangga dengan serba-serbi dan
- liko-likunya.
- Begitu pula ikhwan yang menemani kita
- pagi hari ini, Ustaz Abu Bakar
- Baraja, Ustaz Muhammad Krishna, Hajah
- Nur Rasyid, dan semua rekan kru yang
- menemani pagi ini. Salamullahi
- warahmatullahi wabarakatuh.
- menjawab pertanyaan
- [Musik]
- ibu yang masih tinggal di perumahan
- mertua
- indahnya mengaruhkan karena suami begitu
- dekat, begitu akrab dengan orang
- tua lebih daripada
- dirinya. Pertanyaannya, apakah ini
- wajar? Apakah ini merupakan hal yang
- tidak wajar? Apakah wajar kalau seorang
- istri cemburu kepada ibu
- mertua? Apakah tidak
- wajar? Pertama, Ibu kita sebagai orang
- yang
- beriman mendengar
- langsung perintah dari Allah Subhanahu
- wa taala. Waqadbuka alla ta'budu illa
- iyah wabil walidaini
- ihsana.
- Allah Subhanahu wa taala telah
- menetapkan, telah
- memerintahkan menggunakan kata qada ini
- merupakan satu hal yang
- tegas bahwa kalian dilarang menyembah
- kecuali hanya Allah. Karena Allah yang
- menciptakan kalian. Seluruh hidup kita
- kalian kalian dan kita semua berasal
- dari dari Allah. Sedangkan selain Allah
- adalah sama-sama makhluk seperti kita.
- Kemudian terhadap kedua orang tua kita,
- ayah ibu kita, Allah wajibkan kita
- berbuat ihsan kepada mereka, berbuat
- kebaikan. Apakah mereka dari kalangan
- orang-orang yang saleh atau mereka dari
- kalangan orang-orang yang tidak saleh,
- sikap baik itu wajib untuk kita lakukan
- terhadap mereka dengan mengingat
- kebaikan mereka.
- Kalau kita mendurhakai mereka, walaupun
- orang tua kita bukan orang-orang dari
- kalangan orang-orang yang saleh, Allah
- tidak akan rida kepada
- kita. Oleh karena itu, perintah dari
- Allah Subhanahu wa taala agar kita
- berbuat ihsan bukan untuk mentaati
- mereka. Oh tidak mengatakan waqada rbuka
- alla ta'budu ya
- illa iyah wabil walidaini itaatan.
- Karena kalau diperintahkan untuk taat,
- bisa saja orang tua memerintahkan kita
- melakukan perbuatan yang tidak benar.
- Karena kewajiban taat pada ayah, ibu
- walaupun tidak benar kita ikuti. Oleh
- karena itu Allah gunakan kata ihsan ya
- artinya dalam ketaatan kepada mereka
- harus dikaitkan dengan ketaatan pada
- Allah Allah. Tapi berbuat ihsan walaupun
- mereka bukan dari kalangan orang
- baik-baik. Katakan bapak kita umpamanya
- orang yang suka banyak berbuat
- kesalahan. Kesalahan dia antara dia
- dengan Allah. Kalau dia berbuat
- kesalahan pada manusia kita ingatkan dia
- untuk bertobat. Bahkan kita sebagai anak
- bisa menggantikan apa-apa yang diambil
- dari orang lain dengan cara yang tidak
- benar. Berkata lembut, santun, sopan,
- tapi tetap kita punya kewajiban untuk
- mengingatkan dirinya di saat dia salah.
- Jadi ini merupakan ketetapan dari Allah,
- perintah yang tegas agar kita berbuat
- baik kepada ayah ibu kita. Kemudian di
- antara ayah ibu kita lihat bagaimana
- Nabi mengingatkan hak ibu kita itu tiga
- kali hak dari ayah
- kita. Ayah kita menjadi sebab kelahiran
- kita.
- Kita berasal dari spermanya dan dia
- merawat, mengasuh, memberikan nafkah
- untuk kita. Tapi ibu kita, dia
- melahirkan kita hamil dalam keadaan
- susah payah. Begitu pula dalam keadaan
- melahirkan begitu pula merawat kita.
- Sebagian besar waktu kita bersama ibu
- kita. Nah, saya bertanya pada wanita
- yang statusnya sebagai istri. Kapan Anda
- mulai menemani suami? Ya, apakah
- semenjak dalam
- kandungan? Apakah semenjak dia masih
- bayi,
- remaja,
- dewasa setelah dia matang? Ya, melalui
- pendidikan orang tuanya menjadi seorang
- pria yang bertanggung jawab, apakah dari
- mulai
- mentah istri menemani suami semenjak
- suami matang, dewasa?
- Kalau dia dalam keadaan mentah melamar
- seorang wanita, belum tentu ada yang mau
- menerima. Betul gak? Iya. Tapi orang tua
- dari mulai anak tersebut
- ya berkembang dalam kandungannya, peran
- orang tua begitu
- besar. Merasakan deritanya dari bulan ke
- bulan sampai 9 bulan.
- Bagaimana beban yang cukup berat di
- samping beban bayi, air ketubannya dan
- lain sebagainya itu beban yang cukup
- berat. Dibawa berjalan, dibawa tidur,
- bahkan di malam hari untuk menjaga
- anaknya agar tidak kenapa-kenapa. Dia
- berbaring dalam kondisi yang cukup
- berat. Napasnya pun tersengal-sengal.
- Jadi, Ibu di sini harus bisa memaklumi
- kalau seandainya seorang anak ya yang
- lama dalam kandungan ibunya, disusui
- ibunya, dibesarkan ibunya, hatinya lebih
- berat kepada ibu. Dan ibu harus
- bersyukur kalau ibu memiliki seorang
- suami yang berbakti pada orang tuanya.
- Karena ini akan membawa keberkahan buat
- ibu. seharusnya ibu bersyukur, bangga,
- senang, dan ibu tidak boleh merasa
- disaingi. Kecuali kalau ada wanita
- lain. Kalau ada wanita lain bersaing
- dengan ibu, ibu harus bersedih, berduka
- itu wajar. Tapi kalau terhadap ibu
- mertua apalagi tidak menyakiti ibu,
- tidak menzalimi ibu, gimana kalau ibu
- berhadapan dengan ibu mertua yang
- memerintahkan laki-lakinya menceraikan
- ibu atau punya hati yang jelas kalau
- diberikan sesuatu oleh suami dia tidak
- terima. Dia taruh garam di bawah bantal
- katanya supaya ibu tidak betah menjadi
- istrinya. Banyak kelakuan ibu mertua
- yang luar biasa. Nah, selagi ibu mertua
- baik-baik, tidak menyakiti ibu secara
- fisik maupun batin, tidak memerintahkan
- anaknya berbuat aniaya pada ibu, suami
- ibu juga mengasihi ibu, berikan
- kesempatan buat suami untuk berbakti
- pada orang tuanya. Ini akan membawa
- keberkahan buat ibu dan hapuskan rasa
- cemburu terhadap ibu mertua. Karena ini
- bukan berasal dari apa? dari perasaan
- yang wajar, tapi dari bisikan setan yang
- ingin membuat ibu bermusuhan dengan
- orang yang seharusnya ibu syukuri.
- Dengan kebaikan ibu mertua yang mendidik
- suami ibu menjadi orang baik, menjadi
- orang yang bertanggung jawab, menjadi
- orang yang betul-betul menghargai budi
- kebaikan orang tuanya. Ibu harus
- mensyukuri suami semacam ini. Gimana
- kalau ibu dapat suami yang durhaka pada
- orang tuanya, suami yang tidak peduli
- pada orang tuanya, suami juga berbuat
- aniaya pada istrinya. Nah, ibu
- mengatakan ibu sayang pada suami. Nah,
- ibu sayang pada suami, sayangi juga
- orang yang disayangi oleh suami. Cinta
- pada suami, cintai orang yang dicintai
- oleh
- suami.
- Berbakti kepada orang yang suami ingin
- berbakti kepadanya, ibu akan menjadi
- buah hatinya, ibu akan menjadi surganya,
- ibu akan menjadi wanita pujaannya. Kalau
- ibu tidak menjadi perintang penghalang
- antara dia dan orang tuanya. Oleh karena
- itu, Ibu hendak dalam masalah ini mohon
- pada Allah untuk membersihkan hati ibu
- dari cemburu tersebut yang tidak pada
- tempatnya. Ibu dukung suami untuk
- berbakti pada orang tuanya. Jangan ibu
- merasa disaingi. Ini merupakan hal yang
- wajar. Kalau ibu bersaing dengan ibu
- mertua, salah
- besar. Kalau ibu bersaing dengan istri
- kedua, wajar.
- Tapi kalau ibu bersaing sama ibu mertua
- yang seharusnya ibu bersyukur, berterima
- kasih, menghormati, menghargai dirinya
- yang telah menganugerahkan ibu seorang
- pria yang baik, yang bertanggung jawab,
- seharusnya ibu bersyukur pada Allah,
- alhamdulillah yang telah menganugerahkan
- saya seorang suami yang bakti pada
- ibunya.
- Ibu akan selalu betul-betul merasa
- terhormat punya suami semacam ini. Tapi
- kalau suami yang bersikap kasar, kurang
- ajar pada orang tuanya, ibu menikah
- dengan suami semacam ini, itu
- betul-betul merupakan kehinaan dan
- rahmat serta keberkahan akan tertutup
- dari ibu. Oleh karena itu, seorang
- laki-laki di saat ingin memberikan
- nafkah buat ibunya, tidak perlu minta
- izin pada istrinya. Tidak perlu minta
- izin kecuali kalau uang istrinya. Kalau
- uang suaminya tidak boleh sedikit pun
- istri bermuka asam kecuali kalau haknya
- enggak diberikan, nafkahnya tidak
- diberikan. Jadi dalam hal ini ibu
- hendaknya betul-betul berusaha untuk
- menyadari kedudukan orang tua bagi suami
- ibu juga penghargaan ibu terhadap
- kebaikan ibu mertua yang telah mendidik
- suami ibu.
- Alhamdulillah ibu mendapatkan suami
- semacam ini. Begitu juga suami ibu juga
- bersyukur dengan orang tua ibu yang
- telah mendidik, membesarkan ibu,
- kemudian menganugerahkan ibu sebagai
- istrinya tanpa pamrih, tanpa meminta
- sesuatu. J. Kalau ibu sempurnakan akhlak
- ibu, pribadi ibu, ibu akan betul-betul
- menjadi wanita pujaan untuk suami dan
- kelak anak ibu juga akan berbakti kepada
- ibu seperti suami ibu berbakti kepada
- orang tuanya. J kalau ibu mendukung,
- kelak ibu akan menikmati di hari tua
- saat-saat anak-anak insyaallah berbakti.
- Kalau sekarang ibu belum punya anak,
- mungkin disebabkan perasaan tadi ibu
- belum dianugerahkan anak. Insyaallah
- kalau ibu bersihkan perasaan ibu keluar
- insyaallah anak-anak yang saleh yang
- penuh dengan rahmat dan keberkahan.
- Karena kalau ibu mengandung dengan hati
- jealous, cemburu pada mertua, saya takut
- nanti anak ibu kelak tidak akan berbakti
- pada
- ibu. Dibersihkan hati. Mulai saat ini
- sikap ibu perbaiki dengan mertua. Ibu
- dukung suami ibu dengan penuh kecintaan
- dan legowo. Insyaallah mulai saat itu
- ibu akan hamil melahirkan anak-anak yang
- akan memuja ibu. menghargai ibu berbakti
- pada ibu di saat ibu tua. Wallahuam.
- Iya. Kalau wanita lainnya adalah wanita
- yang melahirkan orang yang kita cintai.
- Seperti Ustaz Husein bilang, cintai yang
- dicintai oleh suami kita. Jadi
- perjuangan ini akan dibantu bagaimana
- caranya oleh Ustaz Abu Bakar. Silakan.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah.
- Ustaz Mas
- Krishnaing dan teman-teman semua hadirin
- yang
- mendengarkan.
- Ternyata rasa kasih sayang itu
- bermacam-macam, berwarna-warna.
- Rasa kasih sayang akan tumbuh dalam
- kehidupan kita pada saat kita sedang
- berproses di dalam diri kita. Rasa kasih
- sayang
- itu akan kita dapatkan ketika kita
- benar-benar mencari, melihat,
- merasakannya. Itu adalah rasa kasih
- sayang. Ketika rasa kasih sayang itu
- sudah bersemayam dalam diri kita, maka
- kita tidak akan perlu mencari karena
- kita akan terus mendapatkan rasa kasih
- sayang. Rasa kasih sayang yang
- terputus-putus kita bingung
- menentukannya. Mana yang sayang dengan
- saya, mana yang tidak sayang dengan
- saya. Karena rasa bingung itulah karena
- dia mendapatkan rasa sayang yang
- terputus-putus.
- Oleh karena itu, rasa kasih sayang yang
- terus berada di dalam dirinya dan dia
- bisa kita sebagai individu, manusia yang
- benar-benar menerima rasa kasih sayang
- itu adem, ayem, tentram yang ada di
- dalam tubuh kita, maka kita tidak akan
- pernah merasa kehilangan rasa kasih
- sayang atau takut takut direbut rasa
- kasih sayang
- kita atau kita takut tidak akan pernah
- diberikan rasa kasih sayang karena rasa
- kasih sayang itu sudah
- ada sudah ada di dalam diri
- kita. Kalau kita tidak pernah mempunyai
- rasa kasih sayang, bagaimana kita bisa
- menerima rasa kasih sayang dari orang
- lain?
- Kalau kita sendiri tidak pernah bisa
- menikmati rasa kasih sayang, bagaimana
- orang memberikan senyuman kepada kita,
- kita akan katakan, "Eh, tujuannya apa
- dia memberikan senyuman?" Karena kita
- sendiri tidak pernah menikmati dalam
- diri kita bahwa ada di dalam diri kita
- itu rasa kasih sayang. Bagaimana kita
- bisa memberikan juga kepada orang lain.
- Oleh karena itu, ketika kita
- membutuhkan, kita kan enggak pernah
- dapat. Ketika seorang
- suami sayang kepada
- ibunya, pasti seperti yang tadi sudah
- dijelaskan, pasti dia juga akan sayang
- kepada
- istrinya. Karena sang suami itu mampu
- memberikan rasa kasih sayangnya. Kecuali
- kalau suaminya tidak mampu memberikan
- kasih sayang kepada orang tuanya, yakin
- dia tidak akan mampu memberikan kasih
- sayang pada
- siapapun. Karena interaksi inilah yang
- terbentuk. Karena sang anak tersebut,
- sang suami tersebut sudah mendapatkan
- rasa kasih
- sayangnya. Loh, kalau begitu saya enggak
- dapat dong rasa kasih sayang. Perhatikan
- diri
- kita. Apa yang menyebabkan kita tidak
- mendapatkan rasa kasih sayang
- itu? Kenapa kok kita cemburu kepada
- mertua, kepada siapapun ketika sang
- suami atau istri melakukan sesuatu pada
- orang lain. Kita cemburu pada orang
- lain, bukan cemburu pada apa yang kita
- butuhkan.
- Yang pernah saya sampaikan kalau kita
- cemburu kepada mertua, kita cemburu
- kepada wanita yang di luar lain, seorang
- istri yang cepu pada suaminya, pada
- wanita lain, pada wan pada mertua,
- cemburu pada
- anak, kita enggak akan pernah
- mendapatkan rasa kasih sayang itu pada
- suami kita. Kita cemburu pada suami
- kita. ambil rasa kasih sayang
- suami. Ketika dia memberikan rasa kasih
- sayang kepada ibunya, tidak mungkin sama
- dengan memberikan kepada istrinya dan
- juga tidak mungkin sama memberikan
- kepada anaknya, kepada temannya. Tidak.
- Karena rasa kasih sayang itu dia akan
- rasakan yang
- berbeda-beda. Ketika dia berkomunikasi
- dengan ibunya, ada sesuatu yang di mana
- dia merasakan sesuatu dia anaknya yang
- pernah diberikan rasa kasih
- sayangnya. Ketika dia berkomunikasi
- dengan istrinya, dia seorang suami yang
- mana dia akan bisa mendapatkan rasa
- kasih sayang tersebut. Oleh karena itu,
- perhatikan rasa kasih sayang
- kita. Perhatikan rasa kasih sayang kita.
- Yuk, fokus perhatian kita kepada diri
- kita dulu. Pernahkah kita merasa nyaman
- ketika kita melihat suami? Pernahkah
- kita merasa nyaman ketika kita melihat
- mertua, melihat ibu, melihat anak,
- melihat makhluknya Allah? Kita pernah
- enggak merasa nyaman?
- Rasa nyaman yang ada di dalam diri kita,
- merasa tenang yang ada di dalam diri
- kita, itulah yang membuat seseorang
- mampu menerima rasa kasih sayang dari
- siapapun. Mertua kita mendapatkan kasih
- sayang dari anaknya, pasti mertua kita
- juga akan memberikan rasa kasih
- sayangnya kepada istrinya, kepada
- anaknya pasti. Karena ini interaksi rasa
- kasih sayang tersebut. Tapi mampukah
- kita
- menerimanya? Pengukuran yang kita akan
- dapatkan. Apakah kita melihat sesuatu
- yang kita miliki, yang kita perhatikan?
- Adakah rasa tenang di dalam diri kita?
- Kalau kita melihat seseorang merasa
- tenang, berarti rasa sayang ada di dalam
- diri kita. Maka kita akan mendapatkan
- rasa kasih sayang kepada siapapun.
- melatih setiap kali kita melihat mertua
- kita, oh dia
- ibu, dia yang membuat tenang kita. Lihat
- bahwa dia akan memberikan kebaikan buat
- kita.
- Bukan suami saya selalu diperhatikan,
- saya enggak diperhatikan. Karena kita
- tidak pernah mau menerima rasa kasih
- sayang itu, tidak mau menerima rasa
- perhatian
- itu. Kembali kepada diri kita. Apakah
- kita melihat makhluknya Allah itu akan
- merasa tenang? Misalnya kucing sedang
- berjalan, kita tenang enggak? Oh, nanti
- dia makan ikan, nanti dia makan. Itulah
- pikiran kita yang tidak
- tenang. Ketika misalnya terlihat semut
- lagi berjalan-jalan. Wah, ini yang
- mengganggu kita. Bagaimana semut itu
- bisa kita usir karena kita tidak
- tenang melihat makhluknya Allah di sini
- kita tidak tenang. Bagaimana kita bisa
- menerima rahmatnya Allah? Bagaimana kita
- bisa menerima rasa rahmatnya dari
- mertua, suami, oleh siapapun kita sulit
- menerimanya. Oleh karena itu, ciptakan
- dalam diri kita rasa tenang ketika kita
- memperhatikan, melihat,
- merasakannya. Rasa tenang dulu. Ketika
- kita sudah tenang, maka akan
- tercipta. Maka diawali di dalam rumah
- tangga itu dengan sakinah, mawadah
- warahmah. Ada ketenangan. Bagaimana kita
- bisa berinteraksi, berkomunikasi,
- memunculkan rasa. Kalau jiwa kita tidak
- pernah merasa
- tenang, maka ciptakan dulu rasa tenang
- tersebut. Wujudkan kembali rasa tenang
- kita mulai saat ini.
- Perhatikan. Perhatikan. Setiap kita
- melihat sesuatu, rasa tenang jiwa kita,
- diri kita, pikiran
- kita. Bukan merasa, "Ih, kenapa sih?
- Kenapa sih?" Tidak itu yang terjadi.
- Tetapi begitu kita melihat sesuatu, itu
- makhluknya Allah, itu ciptanya Allah.
- Begitu indahnya. Subhanallah,
- masyaallah, Allahu Akbar. Yang ada di
- dalam diri kita. Kalau ini sudah berada
- di dalam diri kita, semua yang kita
- terima, semua yang kita dapatkan akan
- merasakan kasih sayang tersebut.
- Jadi tenangkan diri
- kita. Apapun yang ada di dalam
- lingkungan kita, di peringatan kita,
- pendengaran kita, pasti diri kita akan
- menjadi menerimanya. Tapi kalau kita
- tidak pernah merasa tenang, jangan
- mengharap diberikan, disayang, di apapun
- kita tidak akan pernah merasakan. Kita
- bilang belum, ini enggak cukup, enggak
- cukup. Karena kita tidak pernah merasa
- tenang. Ditang itulah kita akan terus
- meningkatkan rasa syukur kita. Kalau
- kita kita bersyukur tapi kita enggak
- tenang, enggak
- mungkin. Enggak akan mungkin kita bisa
- bersyukur kalau diri kita tidak tenang.
- Oleh karena itu, tenangkan. Begitu kita
- melihat sesuatu, itulah nikmatnya Allah.
- Begitu kita mendapatkan sesuatu, inilah
- yang kita rasa kita dapatkan. Inilah
- kita punya sesuatu, inilah yang kita
- miliki. Bukan orang lain, bukan
- perhatian yang lain, bukan. Inilah
- ketika itu terjadi, maka diri kita akan
- tenang. Tidur kita akan tenang, enggak
- gelisah, enggak gitu. Aduh, nanti suami
- saya kok perhatiannya sama mertua. Jadi
- pitaran kita kalau ada mertua jalan aja
- bingung, gelisah. Karena kita tidak
- pernah merasa tenang. Begitu melihat
- mertua datang, subhanallah, ini yang
- melahirkan suami
- saya. Apapun yang terjadi pada mereka,
- ada kebaikan yang kita bisa dapatkan
- kalau diri kita tenang. Maka ciptakan
- rasa tenang kita dari pendengaran,
- penglihatan kita bahwa itu membuat diri
- kita tenang. Insyaallah kalau kita
- tenang, kita tidak akan pernah merasakan
- sesuatu yang tidak
- menyenangkan. Terima kasih. Iya. Em,
- jadi ketenangan, kedamaian membuat hati
- jadi nyaman. Perempuan itu kalau ibunya
- kita harus upayakan. Kalau yang lain
- belum tentu ya, Ustaz. boleh berjuang
- dengan cara yang berbeda. Tetapi kalau
- beliau adalah wanita yang mengandung dan
- melahirkannya, jawaban Ustaz Abu Bakar
- dan Ustaz Husein itu benar-benar membuat
- kita harus membuka sekat pikiran kita
- lebih luas lagi. Emm, ada beberapa
- pertanyaan yang langsung saja kita
- bacakan, Ustaz. Asalamualaikum, Pak
- Ustaz. Ini di sini putri saya sudah
- bercerai dengan suaminya.
- Alasannya di luar seperti yang dibahas
- adalah karena tidak kuat dengan jarak
- yang
- berjauhan. Suaminya kuliah di luar
- negeri, sekarang sudah pulang ke
- Indonesia. Saya ingin sekali pertemukan
- kembali mereka dalam ikatan pernikahan,
- tapi suaminya takut, tidak mampu menjadi
- suami yang baik.
- usaha saya untuk menyatukan kembali
- mereka atas pernikahan mereka yang sudah
- ee seperti ini. Bagaimana, Ustaz Sukron?
- Kemudian yang satunya lagi merupakan em
- pendapat yang asalamualaikum Ustaz
- Husein, Ustaz Abu Bakar. Kalau menurut
- saya mungkin saja si Ibu tadi kurang
- membuka diri untuk lebih dekat dengan
- mertuanya. Kalau kita dekat sama mertua,
- pasti deh suami kita lebih sayang sama
- kita. Saya justru kepengin suami saya
- lebih dekat sama ibunya, tapi malah
- kebalikannya. Mertua saya lebih dekat
- sama saya daripada pada anak kandungnya.
- Ya, dari Mbak Emil dan kalau yang tadi
- dari hamba Allah. Nanti yang lain
- mungkin akan saya sampaikan kalau
- waktunya masih memadai. Silakan, Ustaz.
- Ee saya ingin tambahkan tadi berkaitan
- pertanyaan yang pertama.
- Seorang istri harus tahu bahwa cinta ini
- berbeda-beda. Seperti yang Ustaz Abu
- Bakar katakan tadi. Cinta terhadap ibu
- beda dengan cinta terhadap
- istri. Cinta pada anak beda dengan cinta
- terhadap istri maupun terhadap orang
- tua. Begitu pula cinta pada teman dan
- sahabat. Jadi jangan
- sekali-kali seorang merasa seolah-olah
- apa?
- cintanya akan direbut karena kedekatan
- dia dengan orang tua, kedekatan dengan
- anak, kedekatan dengan teman. Karena di
- jiwa kita terdapat serambi-serambi. Ada
- serambi untuk orang tua, ada serambi
- untuk anak, ada serambi untuk istri, ada
- serambi untuk
- teman. Begitu juga kalau dia dimadu pun
- jangan khawatir kalau suaminya
- betul-betul adil. Karena dalam jiwanya
- terdapat serambi untuk istri pertama,
- kedua, ketiga, keempat.
- Kalau seandainya terjadi ini bukan
- anjuran. Artinya kalau masing-masing
- bersikap adil tidak akan terjadi
- keributan. Cuma kalau laki-lakinya tidak
- menempatkan dirinya bersikap tidak adil,
- Allah juga murka terhadap dirinya. Jadi
- jangan alasan karena Allah bolehkan
- poligami, dia menikah lagi kemudian
- tidak berlaku adil. Berarti dia apa? Dia
- mencederai kehormatan Allah dan hukum
- yang Allah berikan tujuannya untuk
- menegakkan keadilan.
- Oleh karena itu, yang terbaik seorang
- laki-laki hanya dengan satu istri. Kalau
- memang sudah harmoni, tidak perlu dia
- menikah lagi, itu lebih baik buat
- dirinya. Jadi, tidak perlu ada
- kecemburuan. Seperti yang tadi Ibu Emil
- katakan, kalau seandainya seorang istri
- dekat dengan mertuanya, ya suami akan
- dekat dengan
- dirinya. Kalau dia menghargai keluarga
- mertuanya, suami akan lebih menghargai
- dirinya. Jadi jangan dijadikan
- persaingan, tapi jadikan apa? Jadikan
- ini justru merupakan apa? Bahagiaan yang
- akan memperindah, yang akan memberikan
- kehangatan dalam kehidupan rumah tangga.
- Jadi, Ibu jangan berdiri sebagai
- oposisi, tapi berilah di samping suami
- mendukung
- kebaktiannya, memberikan juga apa
- namanya ee sikap-sikap yang baik, indah,
- yang akan membuat kehidupan menjadi
- indah. Karena cinta ini bagaikan
- cahaya. Sedangkan kebencian, permusuhan,
- kerenggangan adalah kegelapan yang akan
- membuat keindahan hidup kita akan
- hilang. Nah, berkaitan dengan pertanyaan
- berikutnya tadi dari hamba Allah
- bisa diulangi lagi tadi.
- Heeh. Hubungan. Nah, seorang sudah
- menikah. menikah kemudian suaminya
- berada di luar
- negeri. Memang ini persoalan seorang
- wanita. Saya enggak tahu menikah sudah
- kumpul apa belum, apakah baru dalam
- ikatan saja. Ini merupakan persoalan
- bagaimana seorang laki-laki merantau
- keluar.
- Oleh karena itu, di saat suami ingin
- berangkat keluar,
- ya dia harus bertanya pada istrinya,
- "Kamu siap
- tidak untuk menanti, menunggu, dan
- bersabar?" Karena bagaimanapun juga
- perpisahan ini akan apa? Akan membuat
- mau tidak mau apa? Hubungan di antara
- mereka akan apa? Berkurang, akan
- terganggu. Apalagi kalau seandainya
- masuk nanti orang ketiga. Iya.
- Lihat seorang wanita yang jauh dari
- suaminya. Si wanita juga bergaul ke sana
- kemari. Pada saat dia membutuhkan
- kehangatan, membutuhkan juga hiburan,
- bisa saja dia bercengkerama atau curhat
- pada seorang laki-laki atau seorang
- laki-laki di saat menjumpai seorang
- wanita seperti ini berusaha untuk
- mendekati dirinya.
- Oleh karena
- itu ee perpisahan
- ya yang cukup lama dan jauh hendaknya
- betul-betul dipertimbangkan secara
- baik-baik dan laki-laki bertanya pada
- istrinya. Lalu kita bertanya, "Dalam
- Al-Qur'an ada tidak ketentuan batas
- maksimal untuk
- perpisahan?" Ada tidak kira-kira
- ada dalam Al-Qur'an.
- Oleh karena
- itu, dalam satu
- kisah, Sayidina Umar biasa
- berkeliling di sekeliling rumah
- sahabatnya. Jadi malam hari sebagai
- khalifah dia berkeliling dari rumah ke
- rumah ingin tahu keluhan mereka walaupun
- tidak masuk. J kalau ada suara tangisan
- anak-anak, ada keluhan, dia tahu sebagai
- seorang
- pemimpin. Kalau pemimpin zaman sekarang
- justru dia minta dilayani oleh
- masyarakatnya, ditaati, dipatuhi. Kalau
- dulu justru mereka berusaha turun
- mendengarkan keluh kelesah dari
- masyarakatnya. Nah, satu kali Sayidina
- Umar ketika sedang berjalan mendengarkan
- suara pantunan seorang
- wanita yang mengeluhkan ranjangnya dalam
- keadaan
- kosong. Suaminya pergi jauh untuk
- berperang. Kalau bukan karena takut pada
- Allah Subhanahu wa taala, niscaya
- ranjang ini akan bergoyang walaupun
- suaminya tidak berada di rumahnya.
- Sayidina Umar
- terkejut ya mendengarkan pantuan wanita
- ini. Wanita ini mengungkapkan isi
- hatinya apa adanya. Akhirnya Sayidina
- Umar bertanya kepada putrinya,
- "Kira-kira berapa lama wanita itu ya
- bisa bersabar ditinggal oleh suaminya?"
- Dijawab oleh istrinya, "Ya, kira-kira
- mungkin 4
- bulan." Kira-kira 4 bu. Ternyata dalam
- Al-Qur'an ya juga Allah sebutkan
- isyaratkan ke arah itu di mana seorang
- laki-laki kalau dia katakan bersumpah
- untuk tidak menggauli istrinya, Allah
- berikan batas waktu hanya selama 4
- bulan. Tidak boleh dia menggantung
- istrinya selama bertahun-tahun. Dia
- hanya diberikan batas waktu 4 bulan.
- Kalau dia mau merujuk, merujuk cara
- baik-baik. Kalau mau berpisah, pisah
- dengan cara baik-baik. Karena kalau dia
- menggantung ini wanita akan menyiksa
- dirinya. J kalau kamu sudah tidak suka
- lagi jangan apa? Jangan kamu
- pertahankan. Nah diberikan masa untuk
- menunggu, menanti, berpikir selama 4
- bulan. Allah berfirman dalam suratul
- baqarah. Lilladina yuluna min nisaiihim
- tarabbusu arbaati asur fain fau
- fainnallaha gfururah rahim. Waam thq
- fainnallaha samiun alim. Bagi pria-pria
- yang bersumpah untuk tidak menggauli
- istrinya, mungkin karena marah, karena
- apa, Allah berikan jeda waktu 4
- bulan. Kalau mereka kembali, Allah maha
- pengampun lagi maha penyayang. Kalau
- mereka ingin berpisah, Allah maha
- mendengar lagi maha tahu. Artinya kenapa
- begini? Karena memang wanita ya kalau
- dibiarkan tetap sebagai istri tapi juga
- tidak diperlakukan sebagai istri, tidak
- digauli, ini akan menzalimi dirinya.
- Dalam kondisi seperti ini, laki-laki
- harus ambil keputusan. Mau terus cara
- baik-baik atau pisah. Jadi apa yang
- diucapkan oleh putri Umar ibn Khattab
- radhiallahu anhuma. Begitu pula apa yang
- disampaikan oleh wanita tersebut yang
- berpantun mengeluhkan suaminya yang
- pergi berperang meninggalkan dirinya
- dalam waktu yang cukup lama. Kalau bukan
- karena takut pada Allah, niscaya akan
- terjadi perselingkuhan.
- minari jawib. Itu ungkapan yang
- diungkapkan oleh wanita. Langsung mulai
- saat itu Sayidina Umar melakukan
- rolling. Setiap 4 bulan sekali pasukan
- harus kembali digantikan dengan pasukan
- yang
- lain. Jadi kita harus
- mempertimbangkan kalau wanita yang sudah
- tua mungkin yang menopaus ditinggal
- mungkin ya masih apa masih dapat dia
- menang. Tapi kalau wanita-wanita
- muda ditinggalkan, dia bergaul apalagi
- bekerja, tidak bekerja di luar, tidak
- bergesekan dengan laki-laki saja ya
- sudah persoalan. Apalagi kalau bekerja
- di
- luar dapat pujian dari
- laki-laki, dapat perhatian lulu hatinya
- lupa kepada apa? Kepada suaminya yang
- jauh di mata.
- Oleh karena itu saya punya pengalaman
- ketika berangkat
- haji ya, kebetulan ada sebagian ibu-ibu
- ini berangkat tanpa suami, tanpa
- keluarga. Mereka bersama suaminya
- harmoni. Begitu pergi haji ternyata apa?
- Mulai si perempuan ini mencari tempat
- untuk bersandar. Akhirnya berangkulan
- tangan dengan laki-laki yang bukan apa.
- Bayangkan coba. Karena alasan katanya
- tempatnya tinggi naik ke atas dia
- beranggulah dengan laki-laki lain. Nah,
- ini
- perbuatan-perbuatan yang wali
- iyadubillah dibenci oleh Allah. Nah,
- kenapa terjadi? Karena
- perempuan-perempuan ini kan enggak tahu
- sama sekali hukum Allah. Dia beranggapan
- merupakan hal yang biasa. Sampai orang
- pernah bertanya dalam satu pengajan,
- "Ustaz, boleh enggak kita bernostalgia
- dengan mantan pacar?" Ibu-ibu,
- nenek-nenek menostalgia dengan mantan
- pacar minta izin sama suaminya. Saya
- bilang, "La haula wala quwwata illa
- billah." Mestinya ibu ini sudah masuk
- kurung batang sebetulnya. Karena
- pertanyaan ini pertanyaan yang luar
- biasa
- anehnya. Laki-laki kalau mengizinkan
- istrinya pergi dengan pacarnya atau
- mantan pacarnya dayut yang tidak punya
- cemburu. Kalau si perempuan melakukan
- ini, berarti perempuannya sudah tidak
- lagi dapat
- membedakan mana batas-batas hukum Allah
- Subhanahu wa taala. Oleh karena itu, Ibu
- ya, kalau seandainya dia minta berpisah
- karena jauh dari suaminya, itu merupakan
- hak
- dia. Nah, kemudian kalau seandainya
- ingin bertemu kembali, ingin
- dipersatukan kembali, ya kalau suaminya
- masih betul-betul suka terhadap dirinya,
- tidak perlu takut. Sampaikan pada suami,
- tidak perlu takut, dia tidak akan
- menjadi suami yang baik. Asal dia ada
- cinta, ada tanggung jawab ya dan dia
- menjalankan perintah Allah. Insyaallah
- Allah akan membantu. Karena setiap
- laki-laki biasanya kalau mau kawin
- begitu ketakutan. Kira-kira bisa enggak
- dia menjadi laki-laki yang baik,
- bertanggung jawab, memberikan nafkah,
- sedangkan sekarang aja gaji cuma berapa,
- pendapatan juga masih belum menentu.
- Ketahuilah ini semua merupakan tanggung
- jawab Allah. Yang penting tugas kamu
- berusaha bertakwa kepada Allah. Kalau
- kita mau pertimbangkan, pikirkan buat
- besok apa ya, kebutuhan kita bulan depan
- sekian, anak yang sekolah sekian bisa
- akhirnya mati sebelum waktunya. Saya ini
- menghadapi berbagai macam tantangan,
- kebutuhan hidup saya enggak pernah
- pikirkan. Yang penting saya berusaha,
- saya pasrah sama Allah Taala. Karena
- saya semua kehidupannya bergantung pada
- Allah. Bahkan denyut jantung kita Allah
- yang gerakkan. Paru-paru kita kembang,
- kenc Allah.
- semuanya dari Allah. Yang penting
- kewajiban kita sebagai seorang mukalaf,
- sebagai khalifah Allah, jalankan
- perintah Allah, jauhi larangannya,
- bertakwa kepada Allah, berserah diri
- padanya, Allah akan buka pintu rahmat
- yang seluas-luasnya. Wallahuam.
- Subhanallah. Ikhwan akhwat, apa yang
- kita dengar dari Ustaz Husein akan kita
- tambahkan dengan apa yang akan
- disampaikan Ustaz Abu Bakar untuk
- melengkapi pembelajaran hari ini.
- Silakan, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. Jarak itu bisa
- mendekatkan kita sejauh manapun itu akan
- mampu memberikan dekat kepada
- kita. Sedekat apapun juga bisa
- menjauhkan dari diri kita.
- bukan jarak yang menjadi ketentuan di
- dalam kehidupan
- kita, tapi bagaimana
- kita
- mampu
- menciptakan hubungan interaksi kita
- benar-benar
- terjadi. Jauh bagaimanapun saat ini
- komunikasi kita menjadi dekat.
- Kalau dulu dengan surat, kalau dulu
- dengan berbagai macam cara masih
- ada
- interaksi, bukan menjadikan
- dekat yang menjauhkan kita karena kita
- ada ketakutan.
- yang menjauhkan kita karena kita tidak
- pernah mau tahu apa yang akan terjadi,
- apa yang menjadikan semua itu. Seperti
- dikatakan tadi, waktu ingin pergi
- berpisah, kesan apa yang
- terjadi waktu ingin pergi ke kantor? Ada
- kesan apa yang
- tercipta? Kesan inilah yang akan terus
- mengikat kita.
- Tapi kalau kesannya adalah
- ketakutan pergi jauh sekolah di luar
- negeri, di luar kota, maka yang
- terpikirkan kita nanti di sana dia
- ngapain? Seorang istri yang sudah
- berprasangka, sudah
- mempersepsikan sesuatu yang tidak pernah
- dia inginkan, maka di saat itulah
- kegelisahan kita.
- Kita tidak inginkan suami yang jauh itu
- melakukan sesuatu yang Allah tidak
- inginkan. Tidak. Semua orang tidak akan
- pernah ada yang mau apalagi istrinya
- yang sayang.
- Tapi kalau sudah menggunakan
- persepsi yang
- salah, anggapan yang salah, maka
- perasaan kita akan terus digoda oleh
- kesalahan
- itu. waktu dia pergi, waktu suami kita
- pergi yang jauh, tapi kalau kita
- merasakan bahwa dia sedang berjuang, dia
- sedang sekolah, dia sedang berpikir
- bahwa nanti dia akan mendapatkan sesuatu
- yang akan diberikan kepada keluarganya,
- itu menjadikan diri kita tenang.
- Tapi kalau kita sudah punya persepsi
- yang
- negatif, waktu mau pergi jauh, mau
- sekolah, nanti di sana ada temannya,
- nanti di sana dia akan melakukan yang
- begini. Nanti kalau dia ke sana ketemu
- sama
- dosennya, semua pikiran-pikiran negatif
- itulah yang membuat diri kita resah.
- Oleh karena
- itu, kalau kita mampu membuat satu kesan
- dan berpikir yang baik, apa yang akan
- terjadi pada suami kita yang jauh,
- insyaallah akan menjadi dekat.
- Kalau yang dekat pun misalnya dia pergi,
- tapi pikiran kita selalu terbayang. Oh,
- nanti dia ketemu sama wanita di
- kantornya, nanti dia akan berpikir
- seperti ini. Nanti di kantor dia akan
- bertemu dengan teman-temannya, nanti ada
- sekretarisnya, nanti ada-ada semua yang
- terpikirkan. Maka kita akan mengalami
- gelisah.
- suami yang enggak akan pergi ke kantor,
- nanti istri saya kedatangan tamu, nanti
- ada orang yang datang saya enggak tahu.
- Itu juga di kantor di kita akan
- gelisah. Semua itu dari bagaimana kita
- mampu mempersepsikan yang baik, melihat
- yang baik.
- Oleh karena
- itu, sebelum berpisah, sebelum
- meninggalkan, ada kesan yang membuat
- dirinya tenang.
- Ada kesan yang baik yang mengiringi
- kepergiannya, yang membuat perpisahannya
- tersebut sesuatu yang
- indah dan yang akan terus
- berkenang sampai dia akan kembali lagi
- dan kenangan itu akan terus tercipta
- kembali.
- Perhatikan ketika kita pergi ke kantor,
- ke luar negeri, ke mana
- saja, perasaan sudah gelisah. Waktu
- pulang bertemu kembali, perasaan gelisah
- itu
- meningkat. Perasaan gelisah itu akan
- terus. Nah, benar enggak ini? Dia akan
- mencari yang dicari.
- Apa yang dicari? Benar enggak persepsi
- dia waktu meninggalkan, waktu
- berpisah baik itu istri maupun
- suami, persepsi yang salah akan membuat
- sesuatu kegelisahan. Maka pada saat itu
- enggak nyaman. Pergilah, berpisahlah
- dia. Oke, dia sudah berpisah, sudah
- mengajukan perpisahan. Kemudian
- bagaimana bisa menyatukan kembali?
- Kita sebagai orang tua ingin
- anak-anaknya
- bahagia. Kembalikan kepada istri atau
- suami yang
- merasakan gelisah atau tidak atau
- berpikir yang tidak nyaman. Informasikan
- bahwa semua itu tidak terjadi. Berikan
- informasi-informasi yang baik terhadap
- istri. Sampaikan kepada anak kita. Kalau
- anak kita wanita, kita sampaikan bahwa
- suamimu
- baik, dia bekerja, dia tidak akan
- melakukan. Itu buktinya di ee egnya dia,
- dia berfotohan, dia duduknya
- bersamaan. Itu persepsi.
- Jangan perhatikan bahwa dia akan sayang
- sama kamu. Jadi masukkan informasi yang
- baik kepada istri juga informasikan
- kepada calon suami yang
- kembali. Sesuatu istrinya baik, dia juga
- merindukan, dia sayang. Mungkin pada
- saat itu dia bingung sama dirinya.
- Kenapa dia paksakan untuk meminta pisah?
- Nah, proses informasi yang baik ini yang
- akan
- mendekatkan kembali kepada persepsi.
- Rubah persepsi anak kita, rubah persepsi
- mantan suaminya yang akan kembali kepada
- menjadi suaminya. Persepsikan
- kebaikan-kebaikan. Pasti dia akan
- merasakan tenang.
- Oleh karena itu, informasi yang baik
- akan menghapus segala sesuatu yang tidak
- baik. Terima kasih. Emm, luar biasa.
- Mudah-mudahan benar-benar mempersuasi
- dan menginspirasi kita. Siapa tahu ada
- di antara teman-teman yang juga
- bermasalah dengan orang sebagaimana yang
- dibahas hari ini, ibu mertua atau ayah
- mertua. Boleh tambah satu lagi. Kita
- masih punya waktu sedikit. Ini dari
- hamba Allah, Pak Ustaz, saya dulunya
- sama loh dengan cerita tadi. Suami
- depend on his belov mother. Tapi yang
- saya lakukan ikutan manja aja merapat ke
- ibunya. Suami lebih banyak bertanya ee
- maksudnya ke ibunya suami
- sambil lebih banyak bertanya bagaimana
- membesarkan suami bisa keren seperti
- sekarang, bisa baik, beriman dan
- sebagainya.
- Alhasil, ibu sangat dekat dengan saya.
- suami saya yang justru cemburu. Kok Mama
- bisa lebih dekat, lebih sering ngobrol
- sama kamu sih? Ee ke mana-mana malah
- minta kamu yang temenin. Oke. Tapi Ustaz
- ada masalah sekarang suami terPHK. Kalau
- saya
- kerja maksudnya kerja kerja kerja keluar
- kali ya. Mereka atau ibu suami merasa
- gengsi anaknya enggak kerja, yang kerja
- menantunya. Apakah kami pindah ke rumah
- saja yang dikontrakkan? Karena kami
- punya rumah, kami
- kontrakin. Kembali saja ke sana biar
- enggak enaknya ibu enggak harus dihadapi
- karena anaknya nganggur dan mantunya
- yang kerja. Ya, silakan.
- Bismillahirrahmanirrahim. Apa yang Ibu
- lakukan terhadap mertua merupakan hal
- yang baik. Adapun cemburunya suami
- sebetulnya bukan cemburu benci, cemburu
- sayang.
- cemburu-cemburu sayang. Arti bukan hal
- yang negatif dalam hal ini. Adapun
- berkaitan dengan kondisi suami yang di
- PHK, suami sebetulnya tidak perlu
- berkecil hati. Jalan hidup bukan hanya
- pada apa? Pengerjaan pada tempat dia
- punya berusaha. Karena Allah Subhanahu
- wa taala menjanjikan bagi kita
- pintu-pintu rahmatnya. Walladzina jahadu
- fina
- lanahdiannahum subulana. Orang-orang
- yang berjuang di jalan
- kami, kami akan tunjukkan bukan hanya
- satu
- jalan, tapi suburna jalan-jalan yang
- bermacam-macam. Jadi, kalau seandainya
- tadinya hanya satu jalan dari usaha
- tersebut, Allah akan tunjukkan jalan
- yang lebih banyak lagi. Yang penting dia
- berjuang di jalan Allah. Artinya
- berusaha bekerja ini merupakan
- perjuangan dengan mengharapkan rida
- Allah. tidak melakukan perbuatan yang
- tidak benar, Allah akan buka pintu yang
- amat
- baik. Nah, kalau saat ini suami enggak
- bisa bekerja, ibu bisa berusaha.
- Contohnya ibu bisa katakan ee usaha
- catering, kuliner, ya secara online.
- Yang penting ibu dalam berusaha hindari
- usaha-usaha yang terlalu banyak
- bergesekan dengan apa? dengan pria yang
- asing. Karena ini nanti lama-kelamaan
- bisa ibu mendapatkan katakan mendapatkan
- cacing tapi ibu kehilangan apa?
- Kehilangan yang lebih besar. Jadi
- usahakan dalam usaha ibu tidak banyak
- bergesekan dengan
- laki-laki. Usaha-usaha yang kira-kira
- tetap menjaga kehormatan ibu ya. Dan
- saya pikir suami ibu walaupun di PHK kan
- bisa mendampingi ibu
- usaha supaya ibu mertua tidak merasa
- gengsi. Betul gak? Saya jumpai seorang
- wanita yang menangis sedih, luar biasa.
- Kenapa? Dia curhat dirinya di PHK. Orang
- kalau baru di PHK dia merasa jantungnya
- seolah apa? Putus. Mau keluar dari
- kerongkongan dia putus asa, sempit yang
- luar biasa. Saya bilang, "Kamu enggak
- usah khawatir. Kamu harus tahu bahwa
- rezeki kamu bukan di tempat kantor kamu.
- Rezeki kamu dari Allah. Coba kamu usaha
- buka usaha kok contohnya bikin gado-gado
- bisa ya usaha kecil tapi itu
- keuntungannya cukup besar. Lumayan."
- Akhirnya bikin gado-gado. Alhamdulillah
- bikin gado-gado pertama rasanya kurang
- begitu enak. Lama-kelamaan ya terasa
- enak gado-gadonya.
- Kemudian dia lihat ternyata gado-gado ya
- menghasilkan. Alhamdulillah pagi-pagi
- ditambah dengan apa? Dengan
- makanan-makanan ringan. Orang mau pergi
- ke kantor ada ketan ada ini. Dia enggak
- perlu bikin. Orang tangga yang bikin.
- Dia sediakan
- tempatnya. Kemudian malam hari ah
- daripada iseng bikin aja nasi
- goreng. Jadi pagi bikin nasi itu, siang
- gado-gado sama ada bakwan orang titip.
- Bakwan orang titip ini. Malam-malam
- bikin nasi goreng. Kerjaan-kerjaan di
- rumah bisa ngurus suami, bisa ngurus
- anak. Suami yang berbelanja kan bisa
- kerja sama sama-sama. Kalau suaminya
- gengsi karena belanja di pasar
- keterlaluan. Gengsi itu kalau seandainya
- dia minta sama orang kalau
- kerja itu perbuatan mulia. Sampai saya
- bilang, "Saya lebih suka anak saya kerja
- di pasar induk." Ya, katakan dagang
- sayur daripada menjadi ustaz yang apa?
- Ustaz yang menjual agama Allah atau
- menjadi pejabat yang korup. Pendingan
- jadi pedagang di pasar indo ketahuan
- terhormat luar biasa atau jadi super
- grade enggak apa-apa. Betul gak? Yang
- penting usaha yang halal. Jangan dia
- menjadi pejabat korup menjadi ustaz ya
- kondang ternyata wali iyadzubillah
- menjual agama Allah dengan harga yang
- murah. Jadi saya pikir suami yang di PHK
- ini bisa mendampingi istrinya untuk
- berusaha.
- Jangan istri bekerja yang jauh dari
- rumah, meninggalkan anak, meninggalkan
- suami. Nanti di jalan banyak tuyul-tuyul
- ini yang merusak akhirnya kebahagiaan
- rumah tangga. Atau paling tidak bisa
- menimbulkan kecurigaan yang tidak-ti
- akhirnya suasana yang sudah indah rusak
- hanya karena apa? Kita kan tahu setan
- itu selalu ingin apa? Menimbulkan
- kecurigan. Innyaana yanzagu bainahum.
- Walaupun tidak terjadi, tapi sebab
- konflik bakal muncul bermacam-macam.
- Nah, suami jangan duduk di rumah putus
- asa. Coba kerja sama-sama istri dong.
- Katakan istri yang bikin kue, bikin
- kuliner, suami yang bawa motor, bawa
- mobil, ngantar makan-makan ke pabrik,
- perusahaan-perusahaan. Betul gak? J
- kondisi begini sebetulnya ee kalau ibu
- sudah nyaman di rumah mertua, suami
- mendampingi ibunya untuk berbakti
- padanya, ibu ingin berusaha, ajak suami
- berusaha sama-sama.
- yang berhubungan dengan laki-laki di
- luar, suami yang hadapi. Yang
- berhubungan dengan apa? Dengan hal-hal
- yang tidak menimbulkan yang tidak-tid.
- Karena pada zaman sahabat Nabi dan
- wanita-wanita Islam melakukan hal
- seperti ini. Jadi kita lihat peran
- wanita itu
- sebetulnya amat besar, luar biasa. Ada
- seorang
- wanita ee menjadi apa? Menjadi orang
- yang menghasilkan. Tapi terhadap
- suaminya tetap hormatnya luar biasa. Dan
- dia menjaga pada setiap pertemuan dan
- rapat suaminya mengambil keputusan
- walaupun isi dari mana?
- Isinya dari istri. Karena apa? Karena
- suami betul-betul mencintai istri. Dia
- mencintai suaminya dan ingin betul-betul
- menjaga kehormatan suaminya. Nah,
- sebagaimana istri menjaga kehormatan
- suami, suami juga harus menjaga
- kehormatan istri. Jangan kalau di luar
- jelek-jelekin istri, depan perempuan
- jelek-jelekin istri mau cari simpati.
- Akhirnya bukan perempuan sifati
- perempuan malah apa? Jiji sebal. Betul
- gak? Seharusnya dia jaga hunna libasul
- lakum wa antum libas lahun. Wanita
- sebagai penutup aurat suami, suami juga
- sebagai penutup
- aurat. Jadi betul-betul saling
- menghargai, saling menghormati, rumah
- tangga akan bahagia. Jadi, Ibu kalau Ibu
- ingin usaha, silakan usaha. Tapi biar
- didampingi sama suami. Biar didampingi
- sama suami. Jangan bekerja dalam
- pekerjaan yang bisa nanti membuat rumah
- tangga ibu
- tergores. Itu yang kita harapkan.
- Wallahualam.
- Iya, jawabannya jelas. Usaha bareng itu
- lebih keren daripada kalau sendiri.
- Takut banyak hal yang akan mengikuti.
- Tapi apa kata Ustaz Abu Bakar? Mari kita
- simak.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ketika kita terputus bukan berarti kita
- sudah selesai. Karena ketika kita
- terputus pasti ada jembatan yang kita
- akan lalui
- berikutnya. Kenapa kita menyesali ketika
- kita sudah
- terputus? Ketika kita terputus, kita
- merasakan diri kita di bawah, maka kita
- sulit untuk bangun.
- Tapi ketika kita terputus bahwa kita
- lihat di luar di sana akan lebih banyak.
- Suatu hari semalam saya bertemu dengan
- seseorang. Ketika dia
- bekerja, dia bekerja dengan benar-benar
- kemudian tiba-tiba dia diputus tanpa dia
- diketahui karena apa, karena apa, karena
- apa. Kemudian dia keluar. Ternyata di
- luar sana dia mampu berkembang.
- dia mampu mengembangkan
- potensinya. Oleh karena itu, bukan
- putusnya kerja atau kita dipecat atau
- diperlakukan sebagaimanapun. Bukan
- berarti itu seperti yang tadi dikatakan
- oleh Ustaz Zin
- bahwa rezeki kita bukan hanya di satu
- tempat itu. Masih banyak rezeki yang
- lain kalau kita mau
- melihatnya. Kalau kita mau melihatnya.
- Tapi kalau kita
- hanya merasakan
- bahwa itu
- satu-satunya, kita tidak akan pernah
- bisa bergerak melakukan
- apa. Lepas yang satu, kita akan lihat
- yang
- lainnya. Begitu kita merasakan sesuatu
- selesai, kita akan lihat pekerjaan kita
- yang lainnya.
- Jangan berhenti. Kalau kita selalu
- berhenti pada satu tempat, kita hanya
- terkungkung pada satu tempat, kita hanya
- berada di satu tempat, maka kita tidak
- akan pernah bisa. Kita pernah bisa
- bekerja, berarti kita akan bisa bekerja
- berikutnya.
- Kita pernah melakukan sesuatu yang baik,
- pasti kita akan bisa melakukan
- kebaikan-kebaikan berikutnya. Kalau kita
- memahaminya sebagai seorang istri yang
- suaminya di PHK, katakan sama suami
- bahwa kamu pernah bekerja, kamu pernah
- punya keahlian, kamu pernah punya
- kemampuan. Itu yang
- diwujudkan. Wah, suami saya PHK. Kalau
- gitu saja yang bekerja. Oke, kalau
- memang sudah harus seperti itu, seperti
- yang tadi sudah diterangkan. Tetapi
- kalau suami punya potensi, punya
- kemampuan, yuk tumbuhkan. Karena ketika
- diputus mungkin dia merasakan dirinya
- tidak
- berguna. Sekarang tunjukkan bahwa
- kemampuan sang suami
- ada. Kebisaan yang sudah pernah
- dilakukan ada.
- Maka wujudkan sang suami biarkan melek
- kembali bahwa saya pernah melakukan
- pekerjaan yang bagus. Pada saat kita
- mampu melihat apa yang pernah kita
- lakukan, maka kita akan melakukan
- berikutnya. Akan melakukan berikutnya.
- Ketika kita selalu melihat kebaikan yang
- kita sudah lakukan, maka kita akan
- melakukan kebaikan-kebaikan seterusnya.
- Terima kasih. Salam. Subhanallah. Keren
- banget ya. Mudah-mudahan kita punya
- semangat dan ee tekad yang sama seperti
- yang apa kita dengar hari ini sehingga
- mampu menjadikan kita pada posisi
- menantu dan istri yang benar-benar
- diridai Allah. Terima kasih untuk Mbak
- Ratna, untuk eh Ibu Hani, kemudian juga
- untuk Mbak Din, serta yang tidak ada
- namanya untuk kebersamaan kali ini.
- Insyaallah acara ini Ustaz banyak sekali
- dapat jempol
- karena mengingatkan kita pada kondisi.
- Sementara pertanyaan, kapan nih jadi
- lebih dari 2
- jam? Nanti kita tunggu Mas Kristen
- silakan.
- Oke. Banyak yang suka ya, banyak
- jempolnya. Terima kasih atas perhatian
- Anda semuanya. Kita akan jumpa lagi pada
- acara psikologi keluarga hari Rabu
- depan. Saya Muhammad Krishna. Terima
- kasih Ustaz Husin. Eh Ustaz Tubar
- keluarga. Saya Muhammad Krishna Rasyid
- dan Fahri mohon pamit. Wabillahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Musik]