Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Alhamdulillah kita
- berjumpa lagi hari ini hari Jumat
- tanggal 29 Syawal 1447 Hijriah atau
- tanggal 17 April 2026 kita jumpa lagi
- dalam acara renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an untuk edisi tanya jawab.
- Silakan kalau Anda punya pertanyaan ee
- kirim saja ke 0811999720.
- Ee baik. Alhamdulillah Ustaz Husin sudah
- hadir di sini. Ustaz mari kita baca
- al-Fatihah dulu, Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- Maiki yaumiddin.
- Iyaka na'budu wa iyyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim
- waladin.
- Amin. Alhamdulillah kita sudah baca
- alfatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan
- kita dalam memahami apa-apa yang
- dijelaskan oleh guru kita, Ustaz Husein
- bin Hamid Al-Attas. Baik,
- pertanyaan-pertama dari Bapak Amin.
- Salam Ustaz. Apa yang dinamakan agama
- samawi? Ada berapa agama samawi di bumi
- ini? Karena saya mendengar di iklan
- Rasil katanya agama samawi itu ada tiga.
- Islam, Yahudi, dan Kristen. Mohon
- penjelasannya, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Hamdan katsiran thyyiban mubarokan fi
- kama yuhibbu rabbuna wau.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- abdika wa rasulika sayyidina wa nabiyana
- Muhammadin
- wa alihi wasohbihi wasallim.
- Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
- innaka antal alimul hakim. Wala haula
- wala quwwata illa billahil aliyilim.
- Allahumdina subulas salam wa akhrijna
- minadulumati ilan nur wahdina ilaatikal
- mustaqim.
- Wajirna min adzabi jahannama. Ya rahman
- ya rahim. Ya rabbal alamin. Allahumma
- inna naud naubika nad
- nuzal au nadlima nudlama najhala yujala
- alai. Amma ba'du.
- Asalamu alaika ya rasulullah. Assalamu
- alaina wa ala ibadillahi shihin.
- Wasalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ikhwan akhwat pendengar pemirsa radio TV
- silaturahmi yang dirahmati Allah.
- menjawab pertanyaan saudara kita
- mengenai agama samawi.
- Allah Subhanahu wa taala menerangkan
- kepada kita [berdehem]
- bahwa Allah subhanahu wa taala
- menurunkan wahyunya dan ajarannya kepada
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam
- sebagaimana yang Allah telah turunkan
- kepada nabi-nabi, rasul-rasul sebelum
- nabi kita.
- Setiap nabi [berdehem] datang
- mengulangi dan menegaskan apa yang
- disampaikan oleh nabi dan rasul
- sebelumnya.
- Semuanya mengajak manusia untuk kembali
- kepada Allah.
- Menyembahkannya, menyembahnya dan tidak
- mempersekutukannya
- dengan selainnya.
- Allah perintahkan kita hidup untuk
- meninggalkan
- berbagai macam berhala dalam kehidupan
- dunia ini.
- Baik menyembah selain Allah atau
- mempersekutukan Allah dengan lainnya
- atau kita mengambil acuan hidup kita
- dari selain Allah Subhanahu wa taala.
- Berarti kita mengambil dari sumber yang
- tidak benar. Karena Allah pencipta kita.
- Allah yang menciptakan alam semesta,
- yang telah menetapkan hukum-hukum di
- alam raya ini. Begitu juga hukum dan
- aturan hidup bagi kita orang yang
- beriman.
- Dan agama yang Allah Subhanahu wa taala
- berikan nama secara langsung
- adalah Al-Islam.
- Ini merupakan agama yang dibawa oleh
- Ibrahim dan dia berwasiat kepada
- anak-anaknya,
- kepada keluarganya
- agar mereka betul-betul hidup dalam
- keadaan muslimin. Artinya berserah diri
- kepada Allah, tunduk kepadanya. Di nama
- agama ini
- yaitu al-Islam yang berarti ketundukan,
- kepatuhan dan berserah diri tanpa
- tawar-menawar kepada Allah.
- Karena hanya Allah Subhanahu wa taala
- Tuhan yang layak bagi kita untuk
- berserah diri kepadanya. Karena
- daripadanya kita berasal
- dan kepadanya kita bergantung dalam
- kehidupan dunia ini. Hidup kita
- merupakan manifestasi dari rahmat Allah
- dan kepadanya kita akan kembali.
- Agama yang dibawa oleh Nuh sama dengan
- apa yang diwahyukan kepada nabi kita.
- Sebagaimana dalam surah Syura Allah
- berfirman, "Syaro alakum minaddin ma
- waso bihi nuha.
- Walladzi aaina ilaika wama wasaina bihi
- ibrahima
- wa ismaila
- wama wasa bihi ibrahima
- wa musa wa isa an aqimuddin wala
- tatafarraqu fih.
- Allah terangkan dalam surah Syura bahwa
- Allah mensyariatkan bagi kalian dari
- agamanya
- sesuai dengan wasiat yang Allah berikan
- kepada Nabi Allah Nuh.
- Begitu pula yang kami wahyukan kepadamu
- wahai Rasulullah.
- Begitu juga yang kami wasiatkan kepada
- Ibrahim, kepada Musa, kepada Isa, yaitu
- tegakkan agama dengan tegak dan lurus.
- menghadapkan wajah kita kepada Allah dan
- jangan kalian bercerai-berai dalam agama
- Allah. [berdehem]
- Jadi nama Islam ini diambil
- ya dari kata apa, Pak Krisna? Dari kata
- aslama yuslim
- yang bersumber dari kata salam. Karena
- kalau kita betul-betul semuanya berserah
- diri kepada Allah, tunduk padanya, hidup
- kita akan penuh dengan salam dan
- kedamaian.
- Tapi begitu kita mencampur agama Allah
- dan cara hidup kita dengan hawa nafsu
- manusia, maka terjadilah pertentangan,
- perselisihan,
- kerusakan, bahkan hingga pertumpahan
- darah. Sebagaimana yang kita saksikan,
- manusia-manusia hidup dalam keadaan buas
- dan brutal tanpa menghiraukan
- nilai-nilai kemanusiaan. [berdehem]
- Nabi Allah Musa juga alaihialatu wasalam
- yang menerima Taurah juga
- mengajarkan
- agama yang sama yaitu al-Islam. Begitu
- juga Nabi Allah Isa alaihi shalatu
- wasalam juga mengajarkan
- ajaran yang sama. Begitu juga Nabi kita
- juga menyampaikan ajaran yang sama. Oleh
- karena itu, Islam tidak dinisbatkan
- kepada seseorang. Sebagai contoh yang di
- bawah nabi kita tidak dikatakan sebagai
- Muhammadi. H.
- Begitu juga Isa juga mengajak para
- pengikutnya untuk berserah diri kepada
- Allah. Innallaha rbi warabbukum
- fa'buduhu.
- Sesungguhnya Tuhanku adalah Allah dan
- Tuhan kalian sembahlah Allah Subhanahu
- wa taala. Hadirat mustaqim. Ini
- merupakan jalan yang lurus.
- Jadi semua nabi menyampaikan ajaran yang
- sama.
- Nah, pada masa setelah Nabi Allah Musa
- sebetulnya
- ajaran agama yang disampaikan baik oleh
- Nabi Allah Musa maupun anak keturunan
- Israil tidak dinamakan Yahudi. Karena
- Yahudi merupakan salah satu dari putra
- Yakub.
- Tidak dinamakan juga Kristian yang
- kembali kepada Yesus Kristus. Tidak.
- Tapi dinamakan juga Islam. tidak pula
- dinamakan Muhammadi, dinisbatkan kepada
- nabi kita karena para nabi, para rasul
- menyampaikan ajaran yang sama. Oleh
- karena itu sebenarnya agama samawi itu
- hanyalah satu, hanyalah sa dan Allah
- subhanahu wa taala akan meminta
- pertanggungjawaban kita bagaimana sikap
- kita dalam beragama. Bila kita beragama
- dengan tulus, menghadapkan wajah kita
- kepada Allah,
- tidak bercerai-berai dalam agama Allah,
- melakukan kebajikan,
- berarti kita menjamin keselamatan bagi
- diri kita. Tapi begitu kita berpaling
- dari Allah atau mempersekutukan Allah
- Subhanahu wa taala dengan lainnya atau
- kita hidup melakukan kerusakan di muka
- bumi, berarti kita menutup pintu rahmat
- Allah dari diri kita. kecuali kalau kita
- bertaubat dan memperbaiki diri. Jadi
- sebetulnya apa yang dibawa oleh Almasih
- sebelum Nabi kita yang dibawa juga oleh
- Yahya dan Zakaria
- yang dibawa dan disampaikan oleh Daud
- dan Sulaiman. Begitu pula yang
- disampaikan
- oleh Nabi Allah Musa, Yusuf,
- Yaakub, Ishak, dan Ibrahim. Begitu pula
- yang disampaikan oleh Ismail putra
- Ibrahim semuanya adalah ajaran yang
- landasannya berserah diri kepada Allah.
- Terbebas dari kefanatikan yang
- membutakan, tapi menghubungkan kita
- setiap hamba dengan Allah secara
- langsung. Oleh karena itu, mari
- bersama-sama kita menempuh jalan kembali
- kepada Allah. Jangan dikuasai
- kefanatikan.
- Jangan juga dipecah belah
- berkotak-kotak, bersekta-sekte.
- Tapi sebagaimana yang diajarkan Allah,
- qul in shati wausuki wa mahyaya wa
- mamati lillahibil alamin. La syarika
- lahu wabalika umirtu wa ana awalul
- muslimin. Nabi sebagai orang pertama
- yang berserah diri, kita ikut di
- belakangnya. Nabi melanjutkan ajaran
- Isa. Isa melanjutkan juga ajaran-ajaran
- Nabi sebelumnya. Mereka merupakan
- saudara yang bekerja sama dengan penuh
- ketulusan, kepatuhan kepada Allah. Dan
- Allah telah memuliakan mereka semuanya.
- Nah, yang akan dimuliakan adalah para
- pengikut yang setia mengikuti mereka.
- Adapun kalau saat ini ee sebahagian
- menamakan agamanya Yahudi dinisbatkan
- kepada Yahuda, putra Yakub atau katakan
- Kristian dan lain sebagainya, nama-nama
- ini diberikan oleh manusia. Sedangkan
- nama yang Allah berikan adalah Al-Islam.
- Islam yang dibawa Isa. Islam yang dibawa
- juga oleh Musa. Islam juga yang
- disampaikan oleh Ibrahim. Islam juga
- yang disampaikan oleh Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Semoga kita
- bangsa Indonesia, umat manusia dapat
- bersama-sama kembali berjalan menuju
- Allah Subhanahu wa taala. Amin ya rabbal
- alamin.
- Baik, diikan jawaban untuk Bapak. Amin.
- Ya. Kemudian dari Ibu Dewi di
- Yogyakarta. Salomat Husin.
- Apa dampak dari jariah dari penyebaran
- konten negatif dari media sosial?
- [berdehem]
- Media merupakan sumber dari informasi
- bagi kita.
- Apa yang masuk ya kepada setiap orang
- niscaya akan berpengaruh terhadap
- dirinya, baik itu pengaruh positif
- ataupun pengaruh negatif.
- Oleh karena itu, Al-Qur'an mengingatkan
- kita apabila kita mendengarkan satu
- berita atau informasi,
- jangan kita langsung menerima lalu kita
- mengambil keputusan.
- Ini pada masa Nabi
- ketika manusia masih dekat dengan Nabi,
- apalagi pada saat ini Mas Krishna
- apalagi dengan
- rekayasa melalui AI, berita-berita hoak.
- ya yang begitu luar biasa pada saat ini,
- baik melalui YouTube, melalui Instagram
- ya, begitu juga melalui TikTok hingga
- susah orang sekarang untuk membedakan
- mana berita yang benar dan mana berita
- yang tidak benar.
- Allah berfirman,
- "Ya ayyuhalladzina amanu in jaakum
- fasiquun binabain fatabayyan." Wahai
- orang-orang yang beriman, apabila ada
- berita yang disampaikan oleh seorang
- fasik,
- kalian jangan langsung terima. Tapi
- minta bayin bukti akan berita yang
- disampaikan.
- Antusibuam
- bijahalatin fatusbihu ala ma faalum
- nadimin agar kalian tidak memvonis satu
- kaum atas dasar kebodohan
- kemudian kalian menyesal setelah itu.
- Oleh karena itu hendaknya kita
- berhati-hati begitu kita mendengar
- berita atau menyaksikan tayangan di
- YouTube jangan kita langsung sebarkan,
- tapi hati-hati. Dan tidak semua berita
- yang benar Mas Krishna layak untuk
- disebarkan, apalagi berita yang
- menimbulkan keresahan. Serahkan kepada
- ahlinya untuk menyaring berita tersebut
- dan menyampaikan apa yang perlu
- disampaikan.
- Oleh karena itu ya
- apa-apa yang kita terima melalui
- pendengaran kita, penglihatan kita dari
- pembicaraan umumnya
- ini semua sebetulnya amat berpengaruh
- terhadap kita secara pribadi, terhadap
- juga keutuhan keluarga, terhadap
- masyarakat, terhadap bangsa dan negara.
- Oleh karena itu, kewajiban negara untuk
- menyaring memfilter berita-berita yang
- dapat menimbulkan kerusakan, yang dapat
- menimbulkan keresahan, kerusuhan ini
- merupakan tanggung jawab pemerintah.
- Saya perhatikan negara besar seperti
- Cina yang maju berkembang dengan pesat.
- Mereka melakukan filter dan penyaringan
- yang ketat terhadap informasi berita
- yang masuk.
- Bahkan berhadapan dengan pornografi,
- Cina melakukan pengawasan yang ketat
- hingga rakyatnya dapat hidup sehat,
- dapat bekerja dengan benar, tidak
- dikendalikan oleh hawa nafsu mereka yang
- bisa menimbulkan kerusakan bahkan bisa
- mendorong negara menuju kemunduran dan
- kehancuran.
- Oleh karena itu, kita berharap
- berita-berita yang ditayangkan di
- YouTube maupun di TikTok ataupun di
- Instagram hendaknya coba pemerintah
- melakukan penyaringan
- agar berita-berita yang sampai kepada
- masyarakat yang mendidik, yang
- memberikan informasi yang benar juga
- wawasan dan ilmu pengetahuan yang
- membangun kerukunan kecintaan di antara
- anak bangsa, berjuang untuk kemajuannya.
- Jangan berita-berita
- atau tayangan-tayangan yang dapat
- melemahkan mental masyarakat kita,
- meningkatkan syahwat mereka, membuat
- mereka menjadi liar dan brutal. Oleh
- karena itu, kita perlu mengawasi
- anak-anak kita dalam menggunakan jeget
- [berdehem] ya. Apalagi dengan kemajuan
- dalam bidang AI pada saat ini. Banyak
- orang-orang yang terkena fitnah. Bahkan
- kita saksikan mereka juga memasarkan
- obat menggunakan tokoh-tokoh sosok yang
- cukup terkenal.
- Ada yang menggunakan ulama padahal dia
- tidak tahu menahu sama sekali. Ada yang
- menggunakan tokoh terkenal hingga banyak
- orang terpedaya. Padahal itu semua
- merupakan hoa dan kebohongan. Jadi
- kesimpulannya satu bangsa apabila ingin
- maju maka hendaknya mereka harus
- betul-betul apa? membuka pintu informasi
- yang sehat menyehatkan ya, yang dapat
- mensucikan yang dapat menumbuhkan
- kerukunan dan juga meningkatkan
- kecerdasan anak bangsa kita. Dan Allah
- ingatkan dalam Al-Qur'an Mas Krisna wala
- takfu ma laisa laka bihi ilmun. Jangan
- pernah kamu mengikuti sesuatu tanpa
- dasar ilmu.
- Innasama wal bashar wal fuada kullu
- ulaikaanahu masula. Karena pendengaran
- kamu, penglihatan kamu, begitu pula
- hatimu kelak akan diminta
- pertanggungjawabannya oleh Allah. Dan
- pertanggungjawaban ini amat berat. Oleh
- karena itu, jaga lisan kita. Karena
- lisan kita selagi belum
- berkotek, belum berucap, dia tidak akan
- bertanggung jawab. Begitu kita keluarkan
- kata-kata apalagi yang membawa fitnah,
- pertentangan, kebencian, dan permusuhan
- maka tanggung jawab kita besar. Oleh
- karena itu saya ingatkan kepada para
- ustaz, para ulama, terutama sekali yang
- berafiliasi ke Saudi Arabia. Jangan suka
- menyebarkan berita hoa dan kalian
- beranggapan selagi yang difitnah oleh
- kalian merupakan ahli bidah, perbuatan
- kalian tidak akan dituntut oleh Allah.
- Ini salah besar.
- Allah katakan waid qulum failu wau
- qurba. Kalau kalian berbicara berbicara
- dengan adil dan benar walaupun
- konsekuensinya menyangkut kerabat kalian
- yang dirugikan. Ini yang diajarkan
- Allah. Jadi jangan kalian menyelewengkan
- kebenaran, memutarbalikkan fakta,
- menyebarkan berita hoa dengan alasan
- kalian berjuang untuk membela sunah.
- Hati-hati, sunah tidak akan
- diperjuangkan dengan kebohongan. Begitu
- juga para bazer-ben,
- mosad, agen sionis, ya, agen Barat.
- Ingat, apa yang mereka lakukan bisa
- menghancurkan bangsa mereka. Yang kalian
- terima hanya kepingan dunia yang tak
- berarti, tapi tanggung jawab kalian
- besar di hadapan Allah. Wallahuam.
- Baik, selanjutnya [berdehem] dari hamba
- Allah di Jakarta Selatan.
- Asalamualaikum, Ustaz Husin. Ustaz, apa
- hukumnya orang yang membeli rumah dari
- hasil lelang di bank? Karena kasus si
- pemilik rumah tidak bisa melunasi
- pinjaman uang di bank. Lalu bank menjual
- dengan harga skenanya yang jauh lebih
- murah dan tidak ee dan si pemilik dalam
- kondisi tidak rida atas ini.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Dalam lelang terdapat permainan yang
- amat banyak, Mas Krishna.
- Terkadang sewaktu mereka akan melelang,
- katakan
- ee orang-orang yang macet dan tak mampu
- untuk membayar kewajiban mereka. Pihak
- bank bersepakat
- dengan orang tertentu ya untuk membatasi
- penawaran itu pada harga yang rendah.
- Lalu pegawai bank mendapatkan imbalan
- dari hal tersebut. [berdehem] Jadi
- katakan harga aset senilai R miliar.
- Ketika akan dileleng oleh bank, mereka
- bersepakat dengan beberapa orang bahwa
- penawaran tidak lebih dari 2 miliar.
- Akhirnya
- pemilik aset tersebut merasa dirugikan.
- Banyak di antara mereka yang melakukan
- perlawanan tidak mau keluar dari rumah
- yang dilelang. [berdehem] Pihak pembeli
- juga akhirnya apa? Serba salah. mereka
- tidak mampu mengusir ya karena rumah
- tersebut dihuni sedangkan pihak penghuni
- juga mengalami tekanan menghadapi hal
- tersebut. Oleh karena itu, pada saat
- terjadi lelang,
- hendaknya lelang itu dilakukan dengan
- cara yang betul-betul terbuka, penuh
- ketulusan. Bukan kita justru ya membuat
- orang yang sudah jatuh
- kemudian kita jerumuskan semakin dalam.
- Tapi bantulah saudara-saudara kita.
- Ingat bahwa mereka
- merupakan saudara kita. Apa yang terjadi
- pada mereka bisa terjadi pada kita.
- Kalau kita hancurkan masa depannya,
- harapannya berkaitan juga dengan
- anak-anaknya. berarti kita bertanggung
- jawab di hadapan Allah atas kerusakan
- yang terjadi. Nah, kalau seandainya ada
- saudara kita membeli barang dilelang,
- harga katakan sebesar R miliar, dilelang
- dengan harga 2 miliar, hendaknya pada
- saat dia katakan berhasil membeli, coba
- datangi pemilik barang, akhir akan
- negosiasi bersamanya. mengingat kondisi
- dia yang susah, tidak mampu membayar
- kewajibannya, coba sepakati kira-kira
- berapa yang mesti ditambahkan. Kalau
- harga 5 miliar seharusnya dibeli dengan
- harga 2 miliar, datang kepada orang
- tersebut untuk tidak saling merugikan.
- Prinsipnya la tadlimun wala tudamun.
- Kalian tidak menzalimi saudara kalian
- dan juga saudara kalian tidak menzalimi
- kalian. La bar. Kalian tidak boleh
- membiarkan diri kalian terkena bahaya,
- tapi sebaliknya tidak boleh juga
- membahayakan orang lain. Dan ingat
- ini bukan hanya terhadap kaum muslimin.
- Bahkan seandainya nonmuslim jangan kita
- berbuat kezaliman. Jangankan kepada
- sesama saudara kita seayah seibu
- walaupun tidak seiman. Terhadap hewan
- pun bila kita zalimi, kita bertanggung
- jawab di hadapan Allah. Kalau sekarang
- kita bebas kuat, tapi ingat kebebasan
- kita akan berakhir. Yang ada
- pertanggungjawaban yang berat di hari
- kemudian nanti. Jadi mudah-mudahan para
- pembeli aset melalui lelang mereka bisa
- mempertimbangkan hak-hak orang-orang ya
- yang terjepit. Ajak mereka diskusi.
- Katakan umpamanya dari 2 miliar dia beli
- ajak lagi negosiasi kalau bisa sediakan
- rumah buat dia yang bisa dihuni. Ada
- juga uang untuk kebutuhan mereka. Kalau
- saya dibeli dengan harga 4 miliar juga
- masih menguntungkan.
- Jangan kita gunakan kesempatan dalam
- kesempitan orang lain. Ini perbuatan
- zalim. Wallahuam.
- Baik. Selanjutnya dari Linda Tiani
- Keranggan. Asalamualaikum Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Izin, Pak Ustaz mau tanya. Allah kan
- mengutus ke dunia itu 124.000 nabi dan
- 315 rasul. Apakah perbedaan antara nabi
- dan rasul? Apakah seorang nabi tidak
- diwajibkan untuk menyiarkan agam ajaran
- agamanya? Dan apakah mungkin salah satu
- dari 124.000 nabi itu adalah Sang Buddha
- Sidarta Gautama? Demikian, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Perlu kita
- [berdehem]
- di sini klarifikasi
- jumlah nabi yang disebutkan begitu
- banyak, begitu pula jumlah rasul itu
- bersumber dari riwayat-riwayat
- yang tidak dapat dijadikan sebagai
- dasar.
- Berapa jumlah nabi sebenarnya? Kita
- hanya bisa mengatakan wallahuam.
- Tapi kita mau tidak mau terikat dengan
- nabi-nabi yang kita kenal. Begitu juga
- dengan rasul-rasul yang Allah Subhanahu
- wa taala ceritakan dalam Al-Qur'an yang
- wajib untuk kita imani. Adapun yang
- tidak diceritakan Allah Subhanahu wa
- taala sebagaimana firman Allah,
- warusulan qod qososnahum alaika wausulan
- lam naqsusum alik. Ada rasul yang telah
- kami ceritakan padamu, ada juga
- rasul-rasul yang belum kami ceritakan
- kepadamu. Jadi kita beriman kepada
- seluruh rasul yang diutus oleh Allah.
- Baik yang Allah ceritakan ataupun yang
- Allah tidak ceritakan. Beriman kepada
- seluruh nabi juga yang diutus oleh
- Allah. Baik yang Allah ceritakan maupun
- yang Allah Subhanahu wa taala tidak
- ceritakan. Nah, kalau bicara mengenai
- perbedaan antara nabi dan rasul, kata
- nabi itu diambil dari kata naba, Mas
- Krishna.
- Naba
- yang artinya berita.
- Jadi, naba itu artinya berita, sedangkan
- nabi yang membawa berita.
- Tapi kalau Rasul mereka membawa risalah
- dari Allah. Membawa risalah dari Al.
- Contohnya nabi kita membawa risalah dari
- Allah itu Al-Qur'an.
- Nah, nabi kita di samping sebagai
- seorang nabi yang menyampaikan berita
- dari Allah, beliau juga seorang rasul
- karena menerima apa? Risalah dari Al
- Allah.
- Allah.
- Risalah bisnya diartikan dengan arti
- apa? Diartikan sebagai surat.
- risalah juga bisa diartikan apa? Sebagai
- desertasi juga. Jadi arti risalah ini
- artinya pesan yang langsung disampaikan
- Allah Subhanahu wa taala dalam keadaan
- tertulis seperti Al-Qur'an. Begitu juga
- Isa seorang nabi seorang rasul juga
- karena beliau juga menerima risalah itu
- Injil. Begitu juga
- Nabi Allah Musa seorang seorang nabi dan
- rasul menerima apa? Menerima ee risalah
- dari Allah. Begitu juga Daud alaihialatu
- wasalam yang menerima zabur. Begitu juga
- Ibrahim yang menerima suhuf.
- Inna hadza lafi suhufin ula suhufi
- Ibrahima wa Musa. Jadi nabi-nabi Allah
- subh para rasul mereka menerima risalah
- dari Allah sesuai dengan kebutuhan yang
- dibutuhkan oleh kaumnya. Dan setiap
- rasul pasti nabi. Tapi belum tentu
- setiap nabi adalah ro
- rasul. Karena ada mereka yang bertugas
- untuk menyampaikan
- berita dari Allah seperti nabi-nabi Bani
- Israil. Tapi Allah tidak turunkan
- risalah kepada mereka. Nah, kalau
- berbicara mengenai sida harta Gutama,
- kalau kita perhatikan
- ee ujar-ujar yang disampaikan Sida Harta
- Gotama, banyak yang disampaikan itu
- ujar-ujar yang mirip dengan apa yang
- disampaikan oleh para nabi dan rasul.
- Begitu juga kalau kita berbicara
- mengenai Konghucu.
- Dia pernah ditanya, "Apakah kamu seorang
- nabi?" Dia mengatakan, "Bukan, saya
- seorang guru." Ya, ujar-ujar yang
- disampaikan oleh Kong Hucu banyak
- kemiripannya dengan apa yang disampaikan
- oleh para nabi.
- Begitu juga yang disampaikan oleh siapa?
- oleh Cirus
- atau yang dikenal dengan Zulkarnain.
- Itu pendiri imperium Persia pertama
- yang membebaskan Bani Israil dari apa?
- Dari penjajahan yang dilakukan Nebu
- Khatnizar. Dia yang mengembalikan
- orang-orang Yahudi kembali ke Yerusalem
- setelah tadi diperbudak oleh bangsa
- Babilonia.
- Dan uniknya Mas Krishna baik itu Sirus
- Sida Hartagotama dan Konghuchu ini ya
- ternyata mereka berada pada masa yang
- berdekatan
- arti 2000 ee 500 sekian tahun.
- Dan uniknya Mas Krishna ya mereka kan
- menyebar di berbagai macam daerah ya.
- Kita lihat Sida Harta Gotama ajarannya
- menyebar di wilayah India dan Persia.
- Kemudian Sirus eh Sirus juga e bila
- India. Kemudian di Persia berkembang
- ajaran Sirus. Kemudian Konghuchu di
- wilayah Cina.
- Ujar-ujar mereka banyak persamaannya
- dengan apa yang disampaikan oleh para
- nabi kalau kita renungkan sama-sama.
- Tapi kita tidak memastikan bahwa mereka
- itu nabi. Tapi bisa saja mereka
- merupakan murid dan utusan para nabi
- yang menyampaikan pesan-pesan Allah. Dan
- Allah terangkan dalam Al-Qur'an, waim
- min umatin illa khala fiha nadir. Tidak
- ada satu umat kecuali sudah didatangi
- oleh pemberi peringatan.
- Jadi ee kalau kita sama-sama renungkan
- ya kebijaksanaan dan ujar-ujar yang
- diucapkan oleh Buddha ya, begitu juga
- oleh Konghuchu,
- begitu juga yang disampaikan oleh Sirus,
- kita tidak berbicara mengenai
- penyimpangan dan tambahan-tambahan yang
- dimasukkan oleh para pengikut mereka
- seperti Al-Qur'an juga walaupun mereka
- tidak berhasil memasukkan kebohongan
- melalui riwayat-riwayat hadis mereka
- masukkan.
- Jadi setan bersama kaki tangannya
- berusaha untuk mencampuradukkan di
- antara kebenaran dan kebohongan seperti
- yang dilakukan orang Yahudi hingga Allah
- ingatkan wala talbisul haqqo bil batil
- wattumul haqq wa antum tamamun. Jadi
- kita hargai hormati orang seperti Sida
- Hartagotama ya. Begitu juga yang
- dilakukan oleh Konghuchu yang dilakukan
- oleh Sirus ya yang disebutkan ceritanya
- dalam Al-Qur'an.
- Mereka orang-orang yang berjuang untuk
- kemanusiaan.
- Mereka juga memberikan nasihat yang baik
- berkeliling di tengah-tengah umat. Nah,
- apakah mereka nabi? Apakah mereka
- merupakan utusan para nabi? Wallahuam.
- Kita tidak berani bicara dalam urusan
- yang tidak kita tahu. Tapi kita
- menghargai orang-orang yang berjuang
- demi kemanusiaan. Adapun hisab mereka
- kembali kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Jadi kita kaum muslimin betul-betul
- menghormati orang-orang yang mengajarkan
- kebaikan. Sebagai contoh Mas Krishna
- ketika
- ada tawanan di bawa ke hadapan Rasul di
- antaranya seorang wanita yang wajahnya
- cantik dan terang benerang. Lalu wanita
- ini bangkit mengatakan, "Ya Muhammad,
- dia belum beriman.
- Ee saya dengar kamu mencintai akhlak dan
- pekerti yang luhur.
- Sesungguhnya ayah saya seorang juga yang
- berakhlak mulia.
- Dia menjamu tamu, mendamaikan di antara
- orang yang berselisih sehingga hartanya
- habis untuk kebaikan manusia. Ditanya,
- "Man abuki ayyatuhal marah?" Siapa ayah
- kamu? Dia mengatakan Hatim Athai. Hatim
- atha
- langsung
- Rasulullah mengatakan ee bebaskan wanita
- ini dan muliakan dia karena ayahnya
- mencintai akhlak pekerti yang luhur.
- Jadi kita lihat bagaimana Rasulullah
- menempatkan akhlak pekerti yang luhur.
- Hatim ini dari karim dan narwannya Mas
- Krisna.
- Sampai kalau orang Arab mengatakan jaani
- hatim datang Hatim kepadaku. Maksudnya
- bukan Hatim itu
- maksud seorang dharmawan.
- Jadi kata dharmawan dengan Hatim itu
- melekat menjadi satu. Dia sengaja di
- malam hari memasang lampu di atas apa?
- Di atas kayu atau di gunung.
- Jadi kalau ada orang yang melakukan
- perjalanan kemalaman di jalan bisa
- mampir di tempat dia dan dijamu dengan
- jamuan yang megah. Untanya yang banyak
- dihabiskan untuk mendamaikan di antara
- orang yang berselisih.
- Rasul memuliakan orang-orang seperti
- ini. Tapi bukan berarti
- kalau dia meninggal dunia dalam keadaan
- musyrik, dia akan selamat. Karena kita
- nih sebagai manusia hanya melihat
- lahirnya saja. Kita serahkan batinnya
- kepada Allah. Tapi yang wajib kita
- sampaikan, setiap orang yang hidup
- mempersekutukan Allah Subhanahu wa taala
- setelah sampai kepadanya kebenaran maka
- dia tidak akan selamat di hari akhir.
- Tapi kalau dia belum menerima kebenaran,
- maka yang tahu kebenaran tidak
- menyampaikan dia yang bertanggung jawab
- di hadapan Allah. Jadi urusan hisab dan
- pengadilan bukan tanggung jawab kita.
- Kewajiban kita menyampaikan pesan-pesan
- Allah. Wallahuam.
- Baik. Selanjutnya dari Bapak Saukani.
- Asalamualaikum Husein.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Ustaz, bila dalam hasil jual rumah
- kemudian dikeluarkan zakatnya 6%
- kemudian sisanya sebagian diberikan
- logam mulia sebagai simpanan, apakah
- atas logam mulia tersebut diwajibkan
- zakatnya tiap tahun?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [berdehem]
- Sebagaimana kita tahu
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- farad fin naqdaini rubal usyur.
- Rasulullah mewajibkan pada emas dan
- perak itu 1/40 atau 2,5%.
- Balagan nisab waala alaihil haul. Kalau
- sampai nisab dan berputar selama 1
- tahun. ini berkaitan simpanan emas kita
- atau katakan simpanan uang kita yang
- bisa dinilai dengan emas. Jadi kalau
- uang kita yang kita simpan ya yang tidak
- kita usahakan Mas Krishna uang tersebut
- kalau pada tahun berikutnya jumlahnya
- melebihi nisab ya dan berputar selama 1
- tahun kita keluarkan 2,5%.
- Oleh karena itu sebaiknya uang kita kita
- kembangkan dalam usaha yang real. Jangan
- usaha ya investasi yang tidak jelas yang
- merugikan kita dan kita awasi usaha
- tersebut. Nah, ini mau enggak mau kan
- bisa menyerap lapangan pekerjaan, bisa
- menyerap juga hasil-hasil bumi yang
- bermanfaat melalui usaha kita. Tapi
- kalau uang yang kita usahakan kita
- putar, maka zakatnya bukan 2,5% lagi.
- Contoh untuk pertanian 10% atau 5% kan.
- Profesi juga bukan 2,5% Mas Krisna.
- H
- profesi bukan 2,5%.
- Kalau profesi dikias ke pertanian
- seharusnya sama. Bahkan dalam Al-Qur'an
- pun profesi yang dinamakan alkasbu itu
- ya didampingi dengan apa? Dengan
- pertanian. Ya ayyuhalladzina amanu e
- anfiqu min thyibati ma kasabtum wamimma
- akhrojna lakum ard. Wahai orang yang
- beriman, infakkanlah ya dari usaha
- sebagian dari hasil usaha kalian yang
- baik. Profesi bahagian dari usaha,
- perdagangan juga bahagian dari usaha.
- Dan apa yang kami keluarkan bagi kalian
- dari hasil bumi? Nah, pertanian kalau
- disirami dengan hujan atau air sungai
- 10%. Kalau disirami dengan biaya ya,
- maka dikenakan 5% untuk meringankan
- beban orang-orang yang bertani.
- Seharusnya juga orang-orang yang bekerja
- atau memiliki profesi tentu dia
- mendapatkan katakan setiap bulannya 25
- juta, Mas Krishna.
- Kalau petani ya kalau punya 1 hektar
- setahun itu kalau kerja kalau bagi hasil
- enggak mencapai 25 juta maks.
- He
- keluar 10% masa yang pendapatannya lebih
- besar
- dari pertanian dia mengeluarkan cuma
- 2,5% itu pun dikeluarkan 2,5% setelah
- dipotong kebutuhan dia. Padahal
- pertanian hanya dipotong biaya penanaman
- dan pupuk
- dikeluarkan 5 hingga 10% tergantung
- pengairannya. Sedangkan mereka yang
- menerima gaji R5 juta, R juta yang
- gajinya mencukupi kebutuhannya ternyata
- hanya mengeluarkan 2,5% setelah
- dikeluarkan kebutuhan dia selama
- sebulan. Ini ketidakadilan. Hingga
- akhirnya banyak orang menuduh
- seolah-olah ajaran Islam itu bersifat
- feodal.
- Dia mengambil memungut ya dari
- orang-orang yang lemah. Sedangkan
- orang-orang yang berkecukupan,
- berkelebihan tidak diambil dari mereka
- dengan alasan katanya tidak ada
- contohnya dari Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Ini merupakan fikih
- zakat yang betul-betul
- bagaikan saringan yang lubangnya besar,
- Mas Krishna. He
- yang lubangnya besar. Akhirnya
- banyak yang tidak terkena kewajiban
- zakat. Padahal zakat berhubungan dengan
- harta. Khub min amwalihim. Ambil dari
- sebagian harta mereka. Mau dari
- pertanian, mau dari hasil peternakan,
- mau dari hasil profesi, semua yang
- berasal dari sumber penghasilan yang
- halal diwajibkan mengeluarkan zakatnya.
- Jadi, Mas Krishna
- berkaitan dengan ee apa tadi?
- ee sisa uang dari dia zakat itu di mas
- sisa uang dari setelah dikeluarkan
- zakatnya disimpan dalam bentuk emas ya
- atau dalam bentuk dalam bentuk kartal
- uang tunai dinilai dengan harga emas
- dikeluarkan 2,5%
- 2,5 per
- pers
- persen apabila telah mencapai nisab.
- Nisabnya berapa?
- Nisabnya kurang lebih kan sekitar isruna
- apa? isruna mital itu diperkirakan 80
- sekian emas lah ya.
- 80 sekian emas ini kan dalam bentuk
- simpanan kan. Artinya apa? Dia ee bukan
- orang yang butuh pada simpanan tersebut.
- Dia simpan sama dia dalam bentuk emas.
- Memang dianjurkan simpan dalam bentuk
- emas. Jangan simpan dalam bentuk uang
- kertas baik itu dolar maupun rupiah.
- Untuk disimpan lebih baik dengan emas ya
- yang menjamin haknya secara penuh tidak
- dipengaruhi oleh inflasi.
- Wallahuam.
- Selanjut dari Bapak Papam. Salam Ustaz
- Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Saya seorang mualaf. Saya ingin
- bertanya, apa perbedaan bacaan tahiyat
- awal dengan tahiyat akhir dalam salat
- yang lebih dari dua rakaat? Terus tadi
- ada lagi yang tanya, "Apakah salat
- taubat boleh dilakukan setiap hari?"
- Apa? Salat tobat.
- Salat taubat.
- Salat taubat. Berkaitan dengan salat
- taubat. Kita ini kan diperintahkan untuk
- banyak-banyak beristigfar, bertauat
- kepada all
- Allah. Rasulullah mengatakan
- bahwa aku ini beristigfar dan bertobat
- kepada Allah lebih daripada 70 kali.
- Baik dengan ucapan ataupun kita
- bertaubat, beristigfar melalui salat
- yang kita lakukan. Jadi kalau kita
- sebagai hamba merasa banyak melakukan
- dosa sebelumnya,
- saya ya merasakan bahwa apa yang saya
- amalkan, saya lakukan ya dalam dakwah
- ini tidak berarti dibandingkan dengan
- kelalaian, kekurangan, bahkan dosa-dosa
- kita. Jadi kalau setiap hamba
- banyak-banyak beristigfar baik melalui
- ucapan ataupun melalui salat melakukan
- salat tbat itu merupakan hal yang amat
- indah dan Allah amat mencintai
- orang-orang yang bertauat mensucikan
- diri. Innallaha yuhibbut tawwabin wa
- yuhibbul mutathahirin. Adapun pertanyaan
- sebelumnya
- ee
- tahiyat awal dengan tahiyat akhir beda
- bacaannya apa dari seorang muf
- perlu kita pahami. Sebetulnya dulu
- dikenal bukan tahiyat tapi tasyahud.
- He.
- Tasyahud awal dan tasyahud akhir.
- Baru tahiyat dikenal di kemudian hari
- karena doa ya yang dibaca dalam apa?
- dalam bertasyahud dimulai dari attahiyat
- ya at thaayyibat almubarakat dan lain
- sebagainya sesuai dengan perbedaan. Jadi
- dengan adanya pembukaan attahiyat ya
- maka dinamakan tahiyat sebetulnya
- tasyahud. Jadi kalau seorang mengucapkan
- ashadu alla ilahaillallah wa asyhadu
- anna muhammadar rasulullah ya Allahumma
- sholli ala Muhammadin wa ali Muhammad
- cukup sebetulnya cu
- cukup
- cukup. Nah, cuma ada sebagian orang
- tidak mengucapkan tahiyat dengan alasan
- bahwa tahiyat ini tidak kita jumpai
- dalam Al-Qur'an yang ada tasbih, tahmid,
- takbir, dan tahlil. Adapun mengucapkan
- tahiyat kepada Allah Subhanahu wa taala
- tidak terdapat dalam Al-Qur'an
- yang ada perintah tasbih ya perintah
- untuk bertahmid. Fasabbih bihamdi
- rabbika atau fasabbih bismi rabbikal
- adzim. Adapun memberikan tahiyat ya
- ucapan tahiyat kepada Allah tidak
- terdapat dalam Al-Qur'an. Oleh karena
- itu sebagian kaum muslimin mereka tidak
- mengucapkan tahiyat, tapi mereka
- mengucapkan asyhadu alla ilahaillallah.
- Ada juga yang ditambah dengan
- subhanallah
- walhamdulillah kemudian asyhadu alla
- ilahaillallah wa asyhadu anna muhammadar
- rasulullah.
- Nah, sebahagian kaum muslimin
- mengucapkan salam lebih dulu.
- Assalamualaika
- ayyuhan nabi warahmatullahi wabarakatuh.
- Assalamu alaina wa ala ibadillahi
- shihin. Setelah itu ashadu alla
- ilahaillallah. Tapi sebagian lagi dia
- tidak mengucapkan salam di permulaan
- tapi salam setelah selawat. Ashadu alla
- ilahaillallah wa asyhadu anna muhammadar
- rasulullah. Assalamualaika.
- E Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad. Assalamualaika
- ayyuhan nabiyu warahmatullahi
- wabarakatuh. Assalamualaina wa ala
- ibadillah. Setelah itu wassalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ini
- merupakan perbedaan yang berlangsung di
- tengah kaum muslimin supaya jangan
- sampai apa?
- Jangan sampai Anda nanti akhirnya
- bingung ketika melihat perbedaan ini.
- Jadi ada yang memilih ya membaca
- tahiyat, ada yang tidak membaca tahiyat
- tapi membaca tasbih dan tahmid. Kemudian
- bertasyahud, setelah itu berselawat,
- baru setelah itu mengucapkan salam.
- Ada yang memulai dengan tahiyat
- mengucapkan salam kepada Rasulullah,
- salam kepada sesama saudaranya kaum
- muslimin. Setelah itu berselawat
- kemudian
- mengucapkan assalamualaikum sebagai
- penutup. Perbedaan antara tasyahud awal
- dan tasyahud tsani biasanya pada
- tasyahud awal lebih pendek. Dia
- mengatakan ashadu alla ilahaillallah wa
- asyhadu anna muhammadar rasulullah.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad. Biasanya dia bangkit. Ada yang
- memulai dengan tahiyat, ada yang tidak
- memulai dengan tahiyat. Tapi yang perlu
- kita ingatkan yang pokok yang harus kita
- baca dan tidak kita tinggalkan
- tasyahudnya.
- Asyhadu alla ilahaillallah wa asyhadu
- anna muhammadar rasulullah. Allahumma
- sholli ala Muhammadin wa ali Muhammad.
- Setelah itu kita bangun. Jadi paling
- ringkas tasyahud dan selawat.
- Nah, pada selawat pada salat yang
- terakhir di samping tasyahud selawat ya
- kita mengucapkan salam sebagai penutup
- dari salat kita. Mudah-mudahan ini tidak
- membingungkan karena saya sengaja
- sampaikan hari ini supaya kalau kita
- menyaksikan perbedaan tidak sama sekali
- apa kita bingung. Dan ingat jangan kita
- memandang salat orang lain batal karena
- berbeda. Tapi doa kepada Allah agar
- salat kita, salat saudara kita, kaum
- muslimin semua diterima oleh Allah
- subhanahu wa taala.
- Satu lagi, Pak Ustaz.
- Baik dari Bapak Syekh Umar. Salam satu
- Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi wab.
- Ustaz, bagaimana dengan nazar suami
- untuk mengumrahkan saudaranya 10 orang
- masing-masing R juta, jadi semuanya
- Rp300 juta. Dan yang bersangkutan wafat.
- Setahun kemudian rumah terjual 1 M dan
- diwakilkan oleh istrinya menazarkan
- dengan mengganti uang R,5 juta kepada
- masing-masing keluarga yang sebelumnya
- mau diumrahkan. Apakah nazar itu sudah
- putus? Karena harga pertama R30 juta per
- orang dan setahun kemudian R5 juta per
- orang. Melihat harga meningkat inisiatif
- istrinya dengan menggantikan uang 1,5
- juta per orang, apakah ini sudah mau
- nazar suaminya yang wafat itu?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Kita akan tahu bahwa nazar seseorang itu
- akan ditanya wama faqtum min nafaqatin
- nadartum min nadrin?
- Apa saja ya yang kalian infakkan
- atau nazar yang kalian ucapkan?
- Fainnallaha y'alamu. Allah
- mengetahuinya. Wama lalimina min anar.
- Dan orang-orang zalim yang tidak
- menepati apa-apa yang telah dinazarkan,
- mereka tak akan menjumpai seorang
- penolong.
- Nah, [berdehem] kalau seandainya katakan
- nazar berbenturan dengan katakan
- warisan. Nazar berbenturan dengan
- warisan.
- Warisan.
- Ee
- tadinya suaminya bermaksud untuk
- memberikan katakan ee kepada
- saudara-saudaranya pergi umrah mungkin
- dari hasil penjualan rumah atau mungkin
- dari uang yang lain.
- Iya. Nah, perhatikan kalau seandainya
- apa yang ditinggalkan suami ya
- kemudian dikeluarkan apa-apa yang
- diwasiatkan dan dinazarkan
- tidak melebihi sepertiga. Katakan
- umpamanya hartanya katakan R500 juta
- sedangkan biaya untuk umrah sebesar
- berapa?
- R juta.
- R00 juta kan 10 orang.
- Iya 10 orang. R juta.
- 300. Niscaya warisan akan habis
- digunakan untuk apa? Memenuhi nazar.
- Padahal ada hak ahli waris. H
- ada hak ahli wais
- waris. Nah, dengan nazar dan wasiat itu
- hanya bisa dipenuhi apabila tidak
- melebihi sepertiga.
- Tidak melebihi sepertiga. Jadi kalau
- seandainya suaminya sudah bernazar,
- istri mengetahui dan ini betul-betul
- nazar yang diperkuat untuk
- memberangkatkan saudaranya pergi umrah,
- ternyata suaminya memiliki aset rumah
- sebesar R miliar. Berarti [mendengus]
- kalau R00 juta kan hanya berapa? Enggak
- sampai sepertiga, kan?
- Iya. Enggak sampai sepertiga. Nah, kalau
- memang ya ini tidak membuat sempit ahli
- waris ya, maka seharusnya ibu penuhi
- nadar tersebut. Ibu penuhi
- nazar. Tapi kalau seandainya
- nazar yang dikeluarkan itu ya membuat
- ahli waris ya tidak mendapatkan hak
- mereka sebagaimana mestinya. Katakan
- umpamanya R00 juta untuk ee nazar. 700
- juta dibagikan kepada siapa? Kepada
- anaknya yang jumlahnya banyak.
- Masing-masing bisa aja katakan
- mendapatkan cuma Rp juta. Dengan
- sendirinya ini merupakan wasiat yang
- membuat ijhaf
- ahli waris. Faman khoa mim musin
- janafanman faaslahaum.
- Kalau seorang pemberi wasiat,
- mengeluarkan wasiat tapi menimbulkan
- ijhaf,
- menimbulkan hal yang berat bagi ahli
- waris, ya atau wasiatnya dalam bentuk
- dosa, ya artinya wasiat di tempat
- sesuatu yang mengandung dosa, maka yang
- menerima wasiat boleh mengubah wasiat
- tersebut.
- Boleh mengubah wasiat. Jadi kalau
- seandainya Ibu, Ibu enggak jelaskan
- berapa ahli waris, berapa ahli waris, di
- samping Ibu, saya mau tahu berapa
- anak-anaknya kira-kira. Kalau seandainya
- ahli warisnya hanya ibu kemudian satu
- orang anak, maka sebaiknya apa yang
- dinazarkan oleh suami dan diniatkan
- dikeluarkan untuk mereka agar suami
- betul-betul terbebas dari nadar tersebut
- dan hatinya juga tentram dengan apa yang
- dilakukan oleh keluarganya. Tapi kalau
- seandainya anak ibu banyak ya mereka
- butuh kepada peninggalan tersebut ya
- kemudian apa? Kemudian ya harta yang
- ditinggalkan hanya rumah itu aja, tidak
- ada harta yang lain. Tapi kalau ada
- harta yang lain, Bu, dengan sendirinya
- ini merupakan amanat di atas pundak ibu
- yang mesti ibu keluarkan. R5uta yang ibu
- berikan
- tidak sama sekali sesuai dengan nazar
- yang diinginkan suami. Jadi,
- mudah-mudahan
- Allah Subhanahu wa taala berikan yang
- terbaik buat Ibu. Jadi, Ibu lihat apakah
- Ibu ee apakah yang dikeluarkan untuk
- saudara-saudara suami ibu itu kira-kira
- merugikan ahli waris ya atau wasiat
- tersebut yang tidak sesuai dengan aturan
- Allah bisa dirubah. Tapi kalau sesuai
- dengan aturan Allah Subhanahu wa taala
- dan tidak merugikan ahli waris, maka
- sempurnakanlah nazar suami ibu. Kecuali
- kalau suami berubah sebelum meninggal
- dunia. ada perubahan lagi disebabkan
- karena kondisi tentu itu lain
- masalahnya. Wallahuam. Mungkin cukup
- sampai di sini.
- Baik, Ustaz. Terima kasih ee sudah
- ejawab semuanya. Mudah-mudahan
- jawaban sesuai dengan kehendak Allah.
- Amin. Amin.
- Baik, terima kasih, Ustaz. Baik. Saya
- Muhammad Krishna Setiabudi dan Algi
- mohon pamit. Wabillahi taufik walidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahaillallah.
- Ashadu alla ilahaillallah. Astagfiruka
- wa atubu ilaik.