Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 [musik] 0:14 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:17 warahmatullahi wabarakatuh. 0:20 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 0:22 nastain waa umurid dunya waddin wasalatu 0:25 wasalam ala asrofil iyaai wal mursalin 0:28 waa alihi wasohbihi ajmain. Ashadu alla 0:32 ilahaillallah wa ashadu anna muhammadan 0:34 abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli 0:37 wasallim wabarik ala nabiyana muhammadin 0:40 waa alihi wasohbihi ajmain. Qallahu 0:43 taala fil quranil karim. 0:45 Azubillahiminasyaitanirjim. 0:53 inaka antalimul 0:55 waq inallaha waaikatahu yusuna alan nabi 1:00 ya ayyuhalladzina amanu shu alaihi 1:04 wasallimu taslim sadaqallahulim 1:06 alhamdulillahiabbil alamin masih 1:08 dipancarkan dari jalan masjid 1:10 silaturahim nomor 36 Cibubur Bekasi 1:13 inilah radio silaturahim dan rasil TV 1:16 untuk Islam yang satu ikhwan Akhwat yang 1:18 dimuliakan Allah subhanahu wa taala. 1:20 Bagaimana kabar Anda di Jumat sore ini? 1:23 Semoga selalu dalam keadaan sehat 1:25 walafiat. Senang sekali saya Fauzi 1:27 Ridanul Haq ditemani oleh Neza dan juga 1:30 Yusuf Subangkit dapat kembali menemani 1:32 ikhwan akhwat dalam program tausiah sore 1:36 edisi Jumat 12 Rabiul Awal 1447 1:40 Hijriah dan juga bertepatan dengan 1:43 tanggal 5 September 2025 bersama guru 1:47 kita almukaram Ustaz Ahmad Saleh MA. 1:50 Alhamdulillah beliau sudah hadir bersama 1:51 kita. 1:52 Oleh karena itu, maka kita sapa guru 1:55 kita terlebih dahulu. Asalamualaikum 1:56 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:58 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:59 wabarakatuh. 2:00 Bagaimana kabarnya, Ustaz? 2:02 Alhamdulillah sihat walafiat atas doa 2:04 dari semuanya. Alhamdulillah. 2:06 Alhamdulillah. Masyaallah. Baik, Ikhwan 2:08 Awat Ustaz Ahmad Saleh dalam keadaan 2:10 sehat walafiat dan semoga kesehatan juga 2:13 dirasakan oleh ikhwan akhwat di mana pun 2:15 Anda berada. Kami doakan selalu dalam 2:19 keadaan sehat walafiat. Semoga kajiannya 2:22 dapat menemani ikhwan akhwat di Jumat 2:25 sore di hari yang baik, di momen yang 2:29 baik, momen kelahiran Nabi di tanggal 12 2:34 Rabiul Awal adalah kelahiran Nabi. 2:36 Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat, 2:39 semoga menjadi pahala yang besar dan 2:42 banyak yang akan diterima oleh Allah 2:45 subhanahu wa taala. 2:47 Baik, Ikhwan. Selamat. Insyaallah Ustaz 2:51 Ahmad Saleh pada sore ini akan membahas 2:54 tentang 2:56 ee kitab 3:00 larangan. 3:02 Kitab larangan bab haram menggunjing dan 3:05 perintah untuk menjaga lidah. 3:08 N [berdehem] 3:10 baik ikhwanat. Bagi Anda yang ingin 3:12 berpartisipasi dalam kajian ini dapat 3:14 mengirimkan di nomor WhatsApp 3:15 0811999720. 3:19 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 3:21 langsung dengan ustaz dapat menghubungi 3:23 di 0218451512. 3:28 Baik, Masri kita dengarkan ilmu yang 3:30 akan disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh 3:31 tentang haram menggunjing dan perintah 3:34 untuk menjaga lidah. Tafadol ustaz 3:36 naam. Alhamdulillahi 3:40 hamdan katsiran thyiban mubarokan fih 3:44 kama yuhibuna wa yard. Ashadu alla 3:48 ilahaillallah wahdahu la syarikalah 3:52 wa ashadu anna muhammadan abduhu wa 3:55 rasuluhu wa innahu la nabiya ba'da. 3:58 Allahumma sholli ala Muhammadin wa 4:01 [berdehem] ala alihi wa ashabihi waman 4:04 tabiahum biihsanin ila yaumil qiamah. 4:07 Amma ba'd. Ikhwan dan akhwat pendengar 4:10 radio silaturahim serta pemirsa Rasil 4:12 Visual di mana pun berada. Alhamdulillah 4:16 pada suasana yang begitu bahagia, 4:19 suasana ee saat dilahirkannya 4:23 baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam 4:25 ya ini 12 Rabiul Aal. Menarik 4:28 sesungguhnya untuk kita pelajari dan 4:30 kita pahami. 4:31 Jadi maksud daripada memperingati atau 4:34 mengingat kelahiran itu bisa jadi 4:38 asalnya mengingat tanggalnya. 4:41 Oh, tanggal 12 Rabiul Aal gitu. Namun 4:44 kemudian orang yang berpikir akan 4:46 meningkatkan bukan mengingat tanggal dan 4:49 harinya tapi mengingat perjuangan 4:52 [berdehem] Nabi Muhammad sallallahu 4:53 alaihi wasallam atau mengingat diutusnya 4:57 mengingat kelahiran seorang nabi yang 4:59 akan apa nam merubah dunia minadzulumati 5:04 ilan nur 5:07 bukan berarti mengingat tangganya 5:09 memperingati kelahiran nabi itu. Tapi 5:12 kemudian dikembangkan lagi mengingat 5:14 akhlak-akhlaknya. 5:17 Karena siapa yang mengingat akhlak 5:19 akhlak baginda kemudian mengikutinya 5:22 dijamin dia masuk surga. 5:24 Amin. 5:25 L. Kenapa lah? Karena Nabi itu 5:29 Al-Qur'an. 5:31 Karena akhlakul Quran adalah Nabi itu 5:34 akhlaknya Quran. Berarti akhlaknya 5:35 diingat, diikuti. 5:37 Berarti kita sama dengan mengamalkan 5:39 Al-Qur'an. 5:42 Laqana lakum fi rasulillahi uswatun. 5:45 Maka 5:47 menarik sekali orang yang 5:49 memperingatinya dengan e dengan ee mohon 5:53 maaf ya istilahnya memahami kulitnya 5:56 saja jelas akan berbeda dengan orang 5:59 yang memperingatinya dengan mendalam. 6:03 Sebagaimana orang yang berselawat 6:06 kelasnya kelas apa? kelas kelas ee ee 6:09 kulit dengan orang yang memahami 6:12 berselawatnya dengan kelas pemahaman 6:16 kan orang yang kan biasa kita Allahumma 6:18 shalli ala sayyidina Muhammadin wa ala 6:20 ali sayyidina Muhammad khata al amr 6:23 i 6:23 tapi bagi orang yang mengenal Rasulullah 6:26 sallallahu alaihi wasallam mengenal 6:28 perjuangannya yang begitu dalam dia 6:30 katakan Allahumma ya Allah sholli 6:35 berilah selawat 6:37 Sayidina Muhammad kepada pejuang dakwah 6:42 kepada orang yang membawa kami 6:44 minulumati 6:46 dari kegelapan jahiliah kepada terangnya 6:48 keimanan gitu loh. Betapa beratnya 6:52 perjuang baginda. 6:55 Sekiranya saya mungkin dulu hidup 6:57 bersamanya gitu ya. Jadi akhirnya ee apa 7:00 namanya? Saya ingin membelanya, saya 7:03 ingin mengikuti perjuangannya. 7:06 Tetapi saya ditakdirkan lahir pada zaman 7:09 ini. Tapi saksikanlah ya Allah bahwa 7:11 saya mencintainya. 7:14 Bahwa saya ingin bersamanya, ingin 7:16 menjadi tetangga di surgamu ya Allah. 7:19 Tuh gitu. Jadi dia Allahumma sholli ala 7:22 sayyidina Muhammadin itu satu kali 7:24 ngucapkan selawat saja itu. Nah itu ya. 7:26 Oke, jadi ini saya kira ee hendaknya 7:29 kita 7:31 memaknai 7:33 ee peristiwa-peristiwa itu tenteran 7:35 dengan upaya-upaya dengan ilmu-ilmu yang 7:37 ada kita kemudian ee apa namanya? 7:40 bersungguh-sungguh 7:42 ee menggali dengan ilmu-ilmu itu, 7:45 alat-alat yang kita miliki dengan 7:47 harapan kita sampai kepada kedalamannya, 7:50 kemudian sampai kepada penghayatannya, 7:53 sampai kepada mengaplikasikan apa yang 7:56 kita pahami dari arahan-arahan baginda 7:59 Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nah, 8:01 ini saya kira sebagai pengantar karena 8:03 memang ee lagi-lagi jangan sampai kita 8:06 memperingatinya hanya sekedar 8:08 seremonial. 8:10 Ah, dulu kan seremonial itu bahkan 8:12 perdebatan-perdebatan tuh seremonial. 8:15 Wah, itu bidah. Ya sudah, gak apa-apa. 8:18 Memang bidah. 8:20 Sekali lagi memang bidah. Kenapa? Karena 8:22 Nabi tidak melakukannya. Kalau mau 8:25 pengertiannya memperingati kelahiran 8:27 Nabinya setahun sekali. 8:29 Yang sunah itu memperingati kelahiran 8:32 Nabi tiap pekan. 8:34 Tuh, tiap pekan, tiap hari Senin 8:37 diperingati. Diperingati. Nabi sendiri 8:39 memperingati kelahirannya dengan siam, 8:42 dengan saum. 8:43 Kenapa engkau puasa hari Senin ya 8:45 Rasulullah? Karena pada harinya lianna 8:48 wulidu fih. Karena aku dilahirkan di 8:51 hari Senin. Tuh kalau mau jadi sunya 8:55 dasar dari peringatan itu ada dasarnya. 8:58 Hanya bedanya kalau kita frekuensinya 9:01 setahun sekali, kalau baginda Nabi 9:03 sepekan sekali gitu loh. Nah, oke. Baik, 9:07 ya. Jadi saya bilang, "Ya sudah, enggak 9:09 usah ributlah. Kalau misalnya Anda itu 9:11 bilang, "Ya sudah, enggak usah 9:12 ngadakan." 9:13 Biarkanlah yang mengadakan. 9:16 Merefleksikan kecintaannya dengan upaya 9:19 tadi. Jadi, susunya upaya 9:22 kemudian ada tablig atau apalah namanya 9:25 gitu ya. Kemudian makan-makan. 9:28 memberi makan fakir miskin kan mohon 9:30 maaf ada kalanya fakir miskin juga punya 9:33 rasa malu 9:36 kalau dipanggil diundang ngusun ngantri 9:38 gitu kan nah maka diajak makan bersama 9:42 atau paling tidak ketika si anak yatim 9:44 itu datang dapat berkat 9:46 kan tidak kentara tidak ketahuan bahwa 9:49 dia hanya orang yang diperhatikan 9:53 karena ramai-ramai maka seakan-akan 9:55 semuanya punya hak makan kan. Nah, itu 9:57 juga upaya menutupi aib. Bukan aib ya, 10:01 menutupi kelemahan orang lain juga. 10:04 Jadi, masyaallah. Oh, saya bilang I ini 10:06 saya juga tentu belakangan saja 10:08 memahaminya gitu ya. Nah, intinya adalah 10:11 bagi yang menyatakan bahwa itu bidah ya 10:14 sudah enggak usah ngadakan 10:16 tapi biarkan hormati orang yang 10:18 mengadakannya. Nah, kecuali kalau dalam 10:22 acara-acara itu memang ada 10:23 kemaksiatan-kemaksiatan, 10:25 maka kemaksiatan itulah yang harus 10:28 dicegahnya, 10:30 gitu ya. Oke. Baik. Nah, kita masuk 10:33 kepada kitab memamcing dan perintah 10:36 menjaga lisan. Tayib. Ee Imam an-Nawawi 10:41 ee memulai bab ini dengan mengutip 10:44 beberapa ayat. Di antaranya surah 10:46 Al-Hujurat ayat 12. Kemudian surah QF 10:50 ayat 18. 10:52 Di dalam surah Alhujurat ayat 12 itu 10:55 menarik. Wag 10:57 ba'dukum ba 11:00 ayuhibbu ahadukum 11:03 lahma akhianum 11:10 baukum ba. Dan janganlah ada di antara 11:12 kamu yang mengguncing sebagian yang 11:15 lain. 11:17 Ayyuhibbu ahadukum. Apakah salah seorang 11:19 kalian suka ayakul lahma akhihi memakan 11:23 daging saudaranya maitan yang telah 11:26 mati? Jadi daging yang dimakannya itu 11:29 daging yang mati maitan. Berarti bisa 11:32 dimai sukakah kamu memakan daging 11:35 saudaranya telah mati gitu loh ya. 11:38 Fakarihtumu. 11:40 Di dalam terjemah teral diterjemahkan 11:43 tentu kalian merasa jiji kepadanya. 11:46 Itu sebutnya karihtumuh itu bisa 11:49 bermakna jiji karena as kari tumuh itu 11:51 enggan, 11:52 engg 11:53 engan. Kari kariha fakarihtumu. 11:56 Maka kalian sangat enggan. Maka bisa 11:58 dimenai jiji. Kemudian merasa kotor, 12:02 merasa najis, merasa a macam-macam. 12:04 Pokoknya sudah jiji. Nah, intinya adalah 12:06 merasa enggan. Tentu kamu merasa enggan 12:09 memakan daging saudaramu yang telah 12:12 mati. Nah, itu ilustrasi daripada apa 12:16 namanya? Mengguncing 12:18 gibah. 12:21 Ya, gibah itu menurut Quran itu sama 12:24 dengan apa? Memakan daging bangkai 12:27 saudaranya itu saking saking apa 12:30 namanya? Saking ee kotornya perbuatan 12:33 itu ya, saking jijinya perbuatan itu 12:37 gitu loh, gitu ya. Kemudian di dalam 12:39 surah QF ayat 18, ma yalfidu minulin 12:44 illa ladaiqibun atid 12:47 ma yalfidu. Kalau terjemahnya tidak ada 12:51 suatu kata yang diucapkannya melainkan 12:53 ada di sisinya malaikat pengawas yang 12:55 selalu siap mencatat. Ma yalfidu 12:59 tidaklah ia melafazkan. Asalnya begitu. 13:02 Yalfidu itu melafazkan. 13:04 Ma yalfidu tidaklah ia melafazkan. Min 13:07 qulin dari satu perkataan, dari satu 13:10 ucapan. Illa kecuali ladaihi pada 13:13 sisinya atau di sisinya raqibun atid. 13:19 Malaikat yang siap mencatat. Maka 13:21 raqibun atid sebagian memaknai. Raqib 13:24 itu nama malaikat sama atid itu gitu loh 13:28 ya. Nah, asalnya ya wallahuam. Tapi yang 13:31 jelas Quran menyatakan bahwa kita 13:36 ucapan-ucapan kita itu ada rekamannya, 13:39 ada catatannya. Kalau dulu kalimatnya 13:42 kan ee catat. Nah, kalau sekarang kan 13:45 lebih ee lebih memungkinkan kecepatan 13:48 mencatat dengan kecepatan merekam. Jadi, 13:51 ada rekamannya. Nah, kan e tidak harus 13:54 dicatat, diputar aja, rekam aja pakai 13:57 kamera. Suaranya ada, kemudian apa? 14:02 Visualnya ada. 14:03 Jadi seperti itu ya. Dulu e apa namanya 14:07 pemahamannya adalah mencatat 14:10 gitu. Karena dulu ee baru sebatas 14:13 merekam itu memaknainya dengan catatan. 14:16 Belum ada ilustrasi bahwa ucapan-ucapan 14:19 itu, gambar-gambar itu terekam. Nah, 14:21 setelah kamera ditemukan, oh ternyata 14:24 itu yang dimaksud gitu loh ya. Jadi ada 14:27 dokumentasinya. Heeh. 14:30 Nah, jadi oleh sebab itu berdasarkan 14:32 pengantar yang dikemukakan oleh Imam 14:34 an-Nawawi bahwa setiap mukalaf itu 14:38 seyogyanya menjaga lisannya dari semua 14:41 pembicaraan 14:43 kecuali yang jelas maslahatnya. Jadi 14:46 kalau jelas maslahatnya ucapkan. Kalau 14:49 tidak jelas maslahatnya diam. 14:53 Nah, jadi tidak jelas saja diam. Apalagi 14:56 diketahui perkataannya itu e mengundang 14:59 kemudaratan, 15:01 maka itu hendaknya diam gitu ya. Ah, nah 15:04 ini ee apa namanya? Pengantar yang 15:07 dikemakakan oleh Imam an-Nawawi 15:10 rahimahullah tabaraka wa taala. Amma 15:13 ahadis. 15:15 Amma alahadis 15:17 kirah. Adapun hadis-hadisnya banyak. 15:21 Alhaditul awal hadis yang pertama an Abi 15:24 Hurairat radhiallahu anh an Nabi 15:27 shallallahu alaihi wasallam q manana 15:30 yumminu billahi wal yaumil akhir 15:34 falyaqul khairon a liyasmut. 15:38 Enya hadis ini panjang tapi karena 15:41 pembahasannya tentang bab apa ucapan 15:44 maka di ngambil potongan ini. Mangkana 15:47 barang siapa yukminu billah beriman 15:49 kepada Allah wal yaumil akhir dan hari 15:51 akhir. Nah berarti ini ini seringki Nabi 15:55 meringkas ya. Ada e asasul iman yang sit 16:01 ya. Ada asasul iman yang enam itu 16:05 seringki oleh Nabi diringkas jadi dua. 16:07 Iman kepada Allah dan hari akhir gitu. 16:11 Barang siapa yang iman kepada Allah dan 16:13 hari akhir falyaqul khairon maka 16:16 hendaknya ia berkata kohairon berkata 16:19 baik. 16:21 Aasmut atau diam atau diam. Jadi kalau 16:25 tidak bisa berkata baik hendaknya diam 16:28 tapi kalau bisa berkata baik hendaknya 16:30 berkata baik. Jika diam itu adalah emas 16:34 gitu ya. Jika diam itu ya diam diam itu 16:37 emas ada ada istilah seperti itu. Maka 16:39 berkata baik adalah berlian. Tuh gitu 16:44 ya. Heeh. 16:46 Nah hadis ini secara jelas menyatakan 16:48 bahwanya orang yang beriman itu tidak 16:52 berbicara kecuali pembicaraan itu baik. 16:55 Yaitu yang tampak jelas maslahatnya. 16:58 Ketika ia meragukan maslahatnya, maka 17:00 hendaknya ia tidak berbicara. Kamu lakum 17:04 gitu ya. Heeh. Nah, mutiara yang dapat 17:07 kita lihat dari hadis ini di antara 17:10 kesempurnaan iman seorang hamba kepada 17:13 Allah adalah berbicara yang baik-baik 17:17 atau menahan lisannya untuk tidak bicara 17:19 sesuatu yang tidak bermanfaat. Jadi 17:21 kalau imannya sempurna, senantiasa yang 17:24 keluar dari lisannya adalah perkataan 17:27 yang baik. Bahkan tidak pernah keluar 17:31 dari mulutnya, dari lisannya perkataan 17:34 yang tidak jelas. Jangankan kotor, tidak 17:37 ada manfaatnya saja, tidak terucap. Ah, 17:39 itu menunjukkan kesempurnaan iman. Tapi 17:42 ada orang beriman yang berkata masih 17:45 berkata bicaranya bicara yang tidak 17:47 jelas. 17:48 Ah, itu kan berarti ya dia beriman tapi 17:51 imannya belum kamilan belum tamaman 17:56 gitu. Banyak sekali hadis mengatakan la 17:58 yminu ahadukum atau manana yukmin 18:02 billah. Maka yang dimaksud iman itu 18:04 adalah al imanu kamil. Iman yang 18:08 sempurna. Jadi la yukminu berarti 18:11 tidaklah iman sempurna gitu loh ya. Dia 18:14 tetap kategorinya iman tapi belum 18:17 sempurna. 18:18 Tiib al haditusani 18:22 hadis yang kedua an Abi Musa radhiallahu 18:25 anhu q qulu ya rasulallahi ayyul muslimi 18:30 afdolu q manimal muslimuna min lisanihi 18:35 waadi 18:39 ya rasulallah wahai utusan Allah ayyul 18:42 muslimina afdol muslim mana yang paling 18:46 utama 18:49 muslimanii 18:53 yaitu orang yang lidah dan tangannya 18:55 tidak menyakiti orang-orang Islam 18:58 lainnya. 19:00 Nah, ini kalau kemudian ada ee ada 19:03 perbandingan dan analisa, 19:06 maka orang yang tidak menyakiti muslim 19:09 lainnya, jangankan muslim, orang kafir 19:11 aja tidak dia sakiti. 19:14 Maka hua afdolul muslim. 19:18 Ya, dibanding orang yang salat salat 19:22 tahajudnya tiap malam, puasa sunahnya 19:26 tiap hari, tapi dia masih saja menyakiti 19:30 tetangganya, tidaklah lebih baik 19:33 daripada orang yang tidak salat tahajud, 19:36 tidak puasa sunah, tapi dia menjaga 19:38 lisan dan tangannya dari orang-orang 19:41 muslim lainnya. Tuh, begitu. Maka itu 19:45 loh dalilnya mana? Nah, ini dalilnya. 19:48 Jadi, muslim yang afdal itu yang muslim 19:51 lainnya bebas dari lisan dan tangannya. 19:56 Nah, dibandingkan ketika ada orang yang 19:58 salat tahajud, salat tahajud kan sunah. 20:01 Iya. 20:01 Saum sunah, wajibnya dia kerjakan gitu 20:04 kan. Ee dibanding dia melakukan tahajud 20:09 sunah, saum sunah juga melak tapi dia 20:11 menyakiti tetangganya atau menyakiti 20:13 orang Islam lainnya. ini tidak lebih 20:15 baik dibanding ini. 20:17 Masyaallah 20:18 yang tidak salat tahajud, tidak puasa, 20:21 sunah berturut-turut gitu kan, tapi dia 20:24 menjaga 20:25 lisan dan tangannya kepada orang lain 20:28 tuh. Jadi kenapa? Karena dia cukup 20:31 wajibnya saja pada akhirnya. Karena 20:34 sesungguhnya salat-salat atau 20:36 ibadah-ibadah mahdah itu harus berbuah 20:40 kebaikan. 20:42 Jadi kalau ibadah mahdah dilakukan, 20:46 ibadah apa namanya? Ee ee buahnya, 20:49 buahnya tidak memetik apa tidak 20:52 menghasilkan kebaikan boleh dibilang 20:54 percuma. 20:58 Makanya 21:00 persoalan orang yang salat rajin itu 21:03 menjadi persoalan ketika dia tidak 21:05 perhatian kepada yatim piatu, 21:08 tidak perhatian kepada fakir miskin, 21:10 tidak perhatian kepada orang-orang yang 21:12 perlu bantuan. 21:14 Nah, maka salatnya nanti dipertanyakan. 21:17 Nah, maka kenapa? Karena salat itu 21:20 wazalika bersamaan dengan salat itu 21:23 harus ada buah. Buahnya yaitu apa? 21:26 kebaikan, 21:27 berbuat baik, kebaikan kepada orang lain 21:30 gitu loh. Nah, maka Oh, maka nanti ada 21:33 ahlil ibadah masuk neraka. Ada. 21:38 Tapi ada orang yang ibadahnya terbatas 21:42 tetapi karena dia peduli kepada tetangga 21:44 atau kepada makhluk Allah yang lainnya. 21:47 Bahkan dalam satu riwayat, pezina 21:50 perempuan, pezina Yahudi. 21:53 Pezina Yahudi 21:54 gara-gara dia ngasih minum kepada 21:56 anjing. 21:58 Masyaallah. Tuh, itu apa maknanya? Oh, 22:02 karena maka kesalehan sosial 22:05 itu harus jadi buah daripada kesalehan 22:08 ritual. 22:10 Kalau kesalehan ritual saja tidak 22:12 berbuah kesalehan sosial, dipertanyakan 22:16 ini benar enggak ibadah pada Allah atau 22:17 cuma main-main? Kan bisa begitu 22:19 bisa main-main. 22:22 Nah, maka oleh sebab itu agar tidak 22:24 dinilai main-main, agar ditilai 22:27 dinilainya serius maka harus buahnya 22:30 tidak harus lebat. 22:33 Tidak harus lebat. Sekemampuannya aja 22:35 dia menolong. Misalnya berbagi 22:37 istilahnya tiap Jumat berkah gitu. Masak 22:41 lima apa? Lima bungkus. Karena 22:42 kemampuannya lima bungkus. Kasih 22:44 tetangganya yang miskin yang memerlukan. 22:47 Ditingkatkan lagi 10 bungkus. 22:49 Ditingkatkan 15 bungkus. Ditingkatkan 22:51 bertahun-tahun jadi 20 bungkus bahkan 22:53 25. Masya itu sebagai bukti keimanan 22:57 ritual. 22:59 Kalau keimanan itu ee apa namanya? 23:01 filqbi fur. Nah, diaplikasikannya dengan 23:05 amal saleh. Ya, itu kalau dalam 23:07 definisinya gitu. Waalun bil arkan dan 23:11 diamalkan dengan rukun-rukun. 23:13 Nah, maka kemudian pengamalan itu 23:17 pengamalan itu sebagai bukti. Makanya 23:19 iman dan amal saleh selalu digandingkan 23:21 dalam Quran itu. Heeh. Jadi, iman dan 23:24 amal saleh selalu digandingkan. Maka 23:26 oleh sebab itu tadi kepedulian tidak 23:29 harus kemudian wah karena saya ini 23:31 orang-orang sampai jutaan miliaran untuk 23:34 apa ngasih makan kepada orang-orang 23:36 miskin ya Anda juga tidak harus jutaan 23:39 ratusan ribu lah paling tidak ah ratusan 23:41 ribu juga saya enggak punya ustaz ya 23:44 puluhan ribu puluhan ribu juga enggak 23:46 punya ya berdoa untuk tetangganya yang 23:49 penting tetangganya tidak tersakiti. 23:54 Kan senyum kepada tetangga itu kan 23:56 sedekah. 23:58 Nah, itu kan tidak bermodal sesungguhnya 24:00 gitu ya. Tidak modal ratusan ribu atau 24:02 jutaan. Sodqah dengan senyum. Selalu 24:06 berbuat bermuka manis kepada tetangga, 24:09 kepada sesama muslim itu juga sod sodqah 24:13 gitu ya. Oke. Baik. Ini ee apa namanya? 24:16 Hadis pertama. Nah, kemudian hadis kedua 24:19 tadi bahwa yang selamat dari orang apa 24:23 dari ee lisan dan tangannya umat Islam 24:26 itulah ada apa namanya ee muslimin yang 24:29 afdal. Maka oleh sebab itu kejar 24:32 kedudukan ini agar orang lain selamat 24:35 dari lisan dan tangan kita gitu loh ya. 24:38 Oke. Baik. Nah, mutiara yang dapat kita 24:40 lihat bahwa larangan menyakiti orang 24:42 lain dan muslim yang terbaik adalah yang 24:45 tidak mengganggu orang lain gitu ya. Tib 24:49 kita lanjutkan hadis ketiga. Ikhwan an 24:51 Sahal bin Sa'ad qala 24:54 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 25:04 muttafaqun alaih. 25:07 Siapa yang menjamin kepadaku untuk 25:09 menjaga apa yang ada di antara dua 25:11 tulang dagunya 25:13 dan apa yang ada di antara dua kakinya, 25:16 maka terjamin surga baginya. Nah, 25:19 maksudnya siapa yang bisa menjaga 25:22 lisannya? Dua dagu itu maksudnya lisan. 25:26 menjaga perkataannya. 25:29 Dua kaki maksudnya parjinya ya. Parjinya 25:33 hanya diarahkan kepada yang halal gitu 25:36 ya. Adapun yang haram dia jaga. Betul. 25:39 Nah, ketika dia mampu menjaga itu dua 25:42 posisi itu yaitu lisan dan parjinya kata 25:46 Nabi dijamin dia masuk surga gitu ya. 25:49 Nah, mutiara-mutiara hadis yang dapat 25:51 kita gali dari hadis ketiga ini, menjaga 25:54 lisan dan kemaluan agar tidak jatuh 25:57 dalam perkara haram merupakan jalan 25:59 untuk masuk surga dan selamat dari 26:01 neraka. 26:03 Maka oleh sebab itu sesungguhnya 26:09 salah satu untuk mendapatkan rahmat 26:11 Allah atau salah satu untuk bisa selamat 26:14 di dunia dan di akhirat. Jadi laksanakan 26:16 aja kewajiban yang Allah tetapkan, 26:20 jauhi larangannya. Ya, kalau larangan 26:23 enggak boleh nawar-nawar. 26:25 Tapi kalau perintah melaksanakan itu 26:27 boleh pilih-pilih sesuai kemampuan gitu 26:30 loh. Nah, kalau kita tidak bisa banyak 26:34 beramal selama meninggalkan 26:35 kemaksiatan-kemaksiat cukup bagi dia 26:38 selama kewajibannya ditunaikan dan 26:41 menjauhi segala larangannya. Itu 26:43 kesimpulan sederhananya. 26:46 Ah, dalam kehidupan sehari-hari bisa 26:48 diurai. 26:49 Oh, kita enggak boleh nyakiti tetangga 26:52 gitu loh. Larangan aja dahulukan dahulu 26:55 sehingga kita jauhi. Nah, adapun 26:57 kewajiban tadi kewajiban kan bisa 26:59 dihitung sesungguhnya kewajiban itu ee 27:02 intinya adalah mastatna mastatum 27:06 sesuai dengan kemampuanmu. Semuanya 27:09 syariat itu mesti sesuai dengan 27:10 kemampuannya. 27:12 Ya, ibadah, haji dan umrah sesuai 27:14 kemampuan. Termasuk takwa juga sesuai 27:17 kemampuan. 27:19 Ittaqulaha mastatum. Bertakwalah kepada 27:23 Allah sesuai kemampuanmu. 27:26 Masyaallah. Padahal kan sesungguhnya 27:28 asalnya adalah haqqo tuqatih. 27:30 Sebesar-besar apa? Sebenar-benar takwa. 27:33 Namun karena kita punya keterbatasan 27:36 tadi, aduh misalnya mohon maaf saya ini 27:40 tidak bisa menjaga lisan. 27:43 Padahal sekali lagi berkata berkata 27:46 kotor, berkata yang menyinggung perasaan 27:48 itu dilarang. Maka seringkiali saya 27:52 masih apa masih mengucapkan kata-kata 27:55 yang lague. Lagui. Maka ada lagu 27:59 lagu. 28:01 Lagu itu artinya iya lagu 28:04 laguun. 28:04 Lagu itu lagui tidak ada manfaatnya gitu 28:08 loh asalnya begitu. Namun sekarang 28:10 orang-orang berpikir oh bagaimana supaya 28:13 lagu bisa bermanfaat. Nah maka bisa 28:16 syairnya syairnya syair-syair selawat, 28:19 syair-syair pujian. Nasyid namanya 28:22 gituah. Nasyid juga susunnya tidak harus 28:25 selalu ber apa penyebutan itu tidak 28:28 harus selalu bernama ee bernuansa 28:31 islami. 28:32 Ee nasyid itu nasyid itu adalah lagu 28:35 bahasa kita gitu ya. Hanya itu bahasa 28:37 Arab aja gitu. Eh enggak boleh dengar 28:39 nyanyian nasyid aja pada sama juga 28:42 nasyid juga nyanyi nyanyian. Hanya 28:44 maksudnya mungkin nasyid yang dimaksud 28:46 adalah nyanyian yang bernuansa religius 28:50 gitu ya. Oke, saya ki sebagai pengantar 28:53 kajian kita pada sore hari ini. Tiga 28:56 hadis yang dapat dikemukakan. Ee 28:59 wasallallahu ala nabiyina Muhammadin 29:02 wallahu aam bisawab. 29:06 Alhamdulillahiabbil alamin. Wallahuam 29:08 bawab. jazakumullah khairan keiran ustaz 29:10 atas ilmunya dari tiga hadis dari Imam 29:14 Nawawi dalam kitab Riyadus Shihin yang 29:17 disyarahkan oleh Syekh Dib Albugo dan 29:20 kawan-kawan. 29:21 Baik Ihman Ahmad tetap di radio 29:22 silaturahim kami akan hadir di sesi 29:25 kedua untuk tanya jawab tetap di Radio 29:27 Silaturahim. Terima kasih. 29:43 Alhamdulillahi rabbil alamin. Terima 29:45 kasih Ikhwan Awat masih bersama Radio 29:47 Silaturahim 29:49 dengan program tausiah sore bersama 29:52 Ustaz Ahmad Saleh 29:54 dengan tema 29:56 haram menggunjing dan perintah menjaga 29:58 lidah. sudah disampaikan oleh Ustaz 30:01 Ahmad Saleh tiga hadis. Ee sebelum kita 30:04 menjawab pertanyaan yang diajukan oleh 30:07 ikhwan akhwat, izinkan kami untuk 30:09 membacakan komentar-komentar. Yang 30:12 pertama dari Bapak Anwar. 30:15 Asalamualaikum warahmatullahi 30:16 wabarakatuh, Ustaz. Jazakumullah khairan 30:18 kirun ustaz ilmunya. 30:20 Insyaallah. 30:20 Kemudian yang kedua dari Bapak Arwin. 30:24 Asalamualaikum warahmatullahi 30:25 wabarakatuh Ustaz. 30:26 Waalaikumsalam warahmatullahi 30:27 wabarakatuh. Terima kasih atas tausiah, 30:29 nasihat, dan pencerahannya, Ustaz. 30:31 Semoga Ustaz dan pejuang dakwah serta 30:34 pendengar Radio Rasil selalu dalam 30:36 keadaan sehat walafiat dan dilindungan 30:39 Allah Subhanahu wa taala. H. 30:41 Kemudian yang 30:43 ketiga dari Ibu Jamilah, yang keempat 30:48 dari Ibu Lasmiati, Bapak Mustofa Hasan, 30:51 Ibu Retno, Ibu Hati, Ibu Sri, Ibu Bapak 30:57 Nana Sumarna. Alhamdulillah kami 30:59 menyimak, Ustaz. Ibu Hani Hufaidah. 31:03 Asalamualaikum warahmatullahi 31:04 wabarakatuh, Ustaz. 31:05 Waalaikumsalam warahmatullahi 31:07 wabarakatuh. 31:07 Semoga Ustaz selalu sehat walafiat. 31:09 Alhamdulillah kami hadir menyimak di 31:11 radio pencerahan tausiah sore. 31:15 Barakallahu fikum. 31:16 Kemudian Ibu Angget alhamdulillah 31:18 menyimak tausiah sore, Ustaz. 31:20 Barakallah. Bapak Imam Pratomo, 31:24 Bapak Abdullah Khaliq, Bapak Abdul 31:26 Rasyid, Ibu Neli. 31:30 Sekarang kita akan membacakan pertanyaan 31:33 dari 31:37 ya, dari Bapak 31:42 dari Bapak Asep. 31:44 Asalamualaikum warahmatullahi 31:45 wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam 31:47 warahmatullahi wabarakatuh, 31:49 Ustaz. Bagaimana caranya ibadah ritual 31:52 supaya bisa diaplikasikan ke ibadah 31:55 sosial, Ustaz? Sehingga dapat membentuk 31:57 akhlak yang lebih baik. Mohon 31:59 pencerahannya, Ustaz. 32:00 Ah, masyaallah. Barakallahu fikum. 32:02 Semoga Allah Subhanahu wa taala 32:04 merahmati yang bertanya dan membimbing 32:07 yang akan menjawabnya. Tiib. 32:10 [berdehem] 32:10 Bagaimana caranya supaya 32:13 ibadah mahdoh atau ibadah-ibadah ritual 32:16 itu ee berdampak kepada ibadah sosial? 32:22 Pertama, tentu harus paham 32:24 ini pendidikan ini. Maksud saya pendidik 32:27 itu ibadah ini 32:30 hubungan sosialnya ke mana? Tentu harus 32:33 senantiasa ikut kajian, kajian Quran, 32:36 kajian sunah gitu ya. Nah, maka sekali 32:39 lagi pesan salat itu dilihat dalam surat 32:42 Almaun gitu. Oh, peduli kepada fakir 32:45 miskin, menolong orang yang memerlukan. 32:48 Nah. Oh, salat pendusta agama, 32:52 penipu agama, orang yang rajin salat, 32:56 rajin puasa ke Makkah, ke Madinah tiap 32:59 tahun bolak-balik gitu loh. Tapi 33:02 kemudian tidak peduli, wah penipu agama 33:05 itu gitu loh. Nah, maka oleh sebab itu 33:09 makna haji itu apa? Makna umrah itu apa? 33:12 Makna salat itu apa? Makna puasa itu 33:15 apa? Nah, nanti setelah kita tahu dari 33:18 Quran dan sunah, oh berupaya tuh kan 33:22 sering dibahas puasa. Puasa itu apa? 33:25 Pengendalian lisan intinya. 33:28 Kemudian mendorong perbuatan baik 33:30 lainnya. Nah, itu disebut puasanya 33:33 berhasil gitu loh. Kalau kemudian puasa 33:36 tetap men itu baru tingkattingkat dasar. 33:39 Kalau cuma puasanya saja, menahannya 33:41 saja. Apa ada manfaatnya? Ada. 33:44 Tapi kenapa dalam pembahasan-pembahasan 33:46 seakan-akan menakutkan? Supaya kita 33:49 beranjak 33:50 dari tataran apa namanya? hisiah, dari 33:54 tataran simbolistik taswiriah menuju 33:58 kepada tataran maknawiah 34:01 gitu loh ya. Kan kita sudah 34:03 bertahun-tahun ngajinya gitu. Masa tetap 34:05 di taswiriah saja disimbolis saja 34:08 ributnya simbolistik. 34:11 Ada yang angkat tangan sebegini, ada 34:13 yang begini ribut. Kita sudah harus 34:17 meninggalkan itu. Beranjak dari 34:20 pembahasan simbolistik menuju kepada 34:22 pembahasan-pembahasan maknawi agar 34:25 bermanfaat beragamanya 34:29 gitu. Agar kita tidak ribut internal. 34:32 Fokuskan tuh Yahudi yang harus dihadapi. 34:34 Itu kan begitu. Bukan hanya ribut antar 34:37 kita, tapi musuh-musuh Islam yang jelas 34:40 malah terabaikan. 34:43 Maka saya katakan, "Sudah, orangnya 34:45 sudah bersyahadat sudah enggak usah 34:46 diganggu gugat gitu loh." Maka kemudian 34:49 kita dorong mualaf-mualafnya untuk 34:52 meningkatkan pemahamannya. Sebagaimana 34:54 kita juga mendorong diri kita untuk 34:57 meningkatkan pemahaman. 34:59 asalnya pemahamannya sektoral, 35:03 kemudian ee pemahaman ee apa namanya 35:07 yang lainnya, pemahaman lainnya. 35:09 Kemudian nanti seluruh pemahaman bisa 35:12 dirangkum 35:13 tuh. Nah, maka oleh sebab itu tidak lagi 35:16 nanti kemudian gampang menyalahkan orang 35:19 lain. Nah, saya paham orang yang gampang 35:22 menyalahkan itu kenapa? Karena memang di 35:25 zaman sahabat juga sama 35:28 ada 35:28 ada di zaman sahabat juga yang gampang 35:32 gampang menjustifikasi. 35:34 Kenapa? Karena pemahamannya nasiah 35:38 tekstual. 35:39 Iya. 35:40 Maka wajar salah gak apa-apa disalahkan. 35:43 Iya disalahkan. Makanya saya katakan ee 35:46 termasuk misalnya ee apa namanya? 35:49 pembahasan bidah kan ternyata di zaman 35:53 Imam Assyafi'i setelah ditemukannya 35:55 ushul fikih macam-macam bidah pun jadi 35:57 macam-macam 35:59 bidah macam-macam jadi maka kemudian 36:01 dikenal ee oleh muridnya atau bidah 36:04 hasanah. Kalau Imam Syafi'i sendiri ada 36:07 bidah mahmudah. 36:09 Bidah 36:10 yaah ada bidah mahmudah maka mulailah 36:13 dipahami dirinci. Karena bidah itu tidak 36:16 semua bidah adalah kemaksiatan. 36:20 Bahkan ada bidah yang hukumnya wajib tuh 36:24 gitu loh. Nah, maka oleh sebab itu saya 36:26 kira 36:28 ee persoalan-persoalan tentang ee apa 36:31 namanya tadi supaya mengaplikasikan 36:34 ibadah ritual menjadi ee berdampak 36:37 kepada kesalehan sosial, maka harus 36:39 paham 36:40 ya. Intinya begini untuk memahami semua 36:43 ritual itu intinya berbuat baik kepada 36:46 apa? Kepada sesama makhluk. ya kepada 36:49 sesama muslim, ya kepada orang kafir ya 36:53 kepada makhluk Allah lainnya itu intinya 36:55 rahmatan lil alamin itu inti dari semua 36:58 apa namanya dari semua ibadah mahdah 37:00 itu. Karena Nabi Muhammad diutus illa 37:03 rahmatan lil alamin kecuali untuk 37:06 menjadi 37:07 ee rahmat bagi seluruh alam. Jadi, Nabi 37:10 Muhammad itu bukan rahmat untuk orang 37:11 Islam saja, tapi rahmat juga untuk orang 37:14 kafir. Nah, rahmat juga bagi makhluk 37:17 yang lainnya, baik binatang maupun alam 37:20 malakut gitu ya. Jadi ee maka saya kira 37:24 kajian-kajian Anda atau kajian-kajian 37:27 kita hendaknya ditingkatkan untuk 37:29 mengetahui. Jadi tuntutan-tuntutan 37:32 untuk berbuat baik kepada sesama, kepada 37:35 makhluk Allah lainnya itu adalah 37:38 proyeksi dari ibadah mahdoh. 37:42 Ah jadi ini proyeksi itu adalah ibadah 37:44 sosialnya, kebaikan sosial, kesalehan 37:46 sosial dari proyeksi dari ibadah-ibadah 37:49 mahdoh gitu loh. Jadi baik salat maupun 37:53 puasa maka buahnya harus menjadi 37:57 rahmatan lil alamin. 38:00 Demikian saya kira yang dapat saya 38:01 jelaskan. Wallahu aam bisawab. 38:07 Wallahuam bisawab. Demikian Bapak Asep 38:09 semoga dapat menjawab. Jadi intinya yang 38:11 penting ada buahnya, Ustaz. Ya. 38:12 Betul ada buahnya. Iya. 38:14 Ee berikutnya pertanyaan kedua dari 38:17 Bapak 38:18 Ruhaili. Bapak Rohili. Asalamualaikum 38:22 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 38:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 38:25 wabarakatuh. 38:26 Saya Rohili di Pulau Gebang, Ustaz. 38:28 Izin. Masyaallah. Barakallahu fikum. 38:31 Mengapa sesama umat Islam dalam 38:34 memperingati hari kelahiran Rasulullah 38:36 sallallahu alaihi wasallam selalu 38:39 berbeda pendapat, Ustaz? Ada yang bidah. 38:42 Jadi mana yang benar, Ustaz? Apakah yang 38:44 merayakannya atau yang biasa-biasa saja, 38:46 Ustaz? Jazakallah. 38:47 Oke. Masyaallah. Barakallahu fikum. 38:49 Begini. Kenapa dalam menyikapinya 38:51 berbeda? Karena semua manusia ilmunya 38:55 berbeda-beda. 38:57 Maka muncul perbedaan juga dalam 39:01 menyimpulkan sebuah acara. Nah, saya 39:04 ingin tegaskan tidak semua bidah itu 39:07 maksiat. Maka ada bidah yang hukumnya 39:11 wajibun. 39:14 Nabi pernah membangun madrasah enggak? 39:18 Nabi pernah membangun madrasah gak? Di 39:20 zaman Nabi? 39:21 Tidak. 39:21 Madrasah? 39:22 Tidak. 39:22 Tidak pernah. 39:25 Nah, makanya kata Imam Assyafi'i, 39:26 membangun madrasah itu jadi bidah 39:28 hasanah. Bahkan bisa hukumnya wajib. 39:31 Ketika anak-anak tidak bisa belajar di 39:33 masjid, kenapa? Karena masjidnya terbuat 39:36 dari apa namanya? Ee atapnya terbuat 39:39 dari ee apa itu? Alang-alang. 39:42 ketika hujan merembes. [mendengus] Nah, 39:45 ketika musim hujan anak-anak tidak bisa 39:47 sekolah, tidak bisa belajar. Maka 39:50 mengganti atap menjadi kewajiban. 39:53 Meskipun ganti atap itu bidah, 39:57 membangun madrasah menjadi wajib. 40:00 Padahal membangun madrasah itu bidah. 40:04 Oke, sekarang e kembali 40:07 siaran tablig kajian sore di radio 40:10 silaturahmi itu bidah apa bukan? 40:12 Bidah. 40:13 Bidah. Nabi enggak pernah ngisi acara di 40:16 radio silaturahim. 40:18 Nah, kan begitu pemahamannya. Jika bidah 40:21 itu adalah segala sesuatu yang tidak 40:23 pernah dikerjakan oleh Nabi, tidak 40:25 pernah diucapkan oleh Nabi, maka dakwah 40:27 lewat radio silaturahim atau radio-radio 40:30 lain atau televisi lain itu bidah. Maka 40:33 ada bidah yang hukumnya bukan hanya 40:36 haram tapi wajib. 40:39 Tuh gitu ya. Nah, begitu juga tentang 40:42 tadi memperingati kelahiran. Isyarat 40:45 memperingati kelahiran ada bagi yang 40:47 enggak mengadakan karena Nabi tidak 40:49 pernah ngadakan seperti sekarang ini. Ya 40:51 enggak usah. 40:53 Ketika Anda menyalahkan orang yang 40:55 melakukan apa? Peringatan hari kelahiran 40:58 Nabi. Dituntut dalil kalau ingin 41:00 menyalahkan. 41:02 mana larangannya. Kan begitu. Kemudian 41:05 Anda kan nanya, "Mana perintahnya?" 41:08 Jadi, para ikhwan sekalian, para 41:11 pendengar sekalian, para ee hadir apa 41:14 namanya? Mustami, jadi ada kalanya 41:19 ketika kita melakukan sesuatu tidak 41:21 dituntut dalil. Ada kalanya yang 41:24 dituntut dalil itu adalah ibadah mahdoh. 41:28 Pertanyaannya adalah ah ini juga 41:31 debatable nih ketika saya mengatakan 41:33 ibadah mahdoh debatable 41:37 pertama gitu ya ee Nabi pernah melakukan 41:42 peringatan hari kelahirannya enggak? 41:44 Tadi sudah dibuktikan ada bahkan tiap 41:47 pekan. Betul. 41:48 Nah, kalau kita tiap tidak bisa, maka 41:50 kemudian tiap tahun dengan bentuk 41:53 kebaikan yang berbeda. Nabi ke bentuk 41:55 kebaikannya memperingatinya dengan puasa 41:58 kita, dengan mengurai perjalanan 42:00 Rasulullah, dakwah Rasulullah, 42:02 perjuangan Rasulullah sehingga kita bisa 42:05 mengetahui akhlak Rasulullah sallallahu 42:07 alaihi wasallam. 42:09 Nah, maka oh kalau seperti itu apanya 42:12 kemudian yang harus disalahkan? He. 42:15 Nah, biasanya orang yang menjustifikasi 42:18 bahwa ini bidah-bidah karena memang 42:19 belum menganalisa dalil dan tidak 42:22 membaginya. Ah, pokoknya Nabi tidak 42:24 pernah melakukan. Nah, itu tekstualis 42:26 namanya gitu ya. Pokok Nabi tidak pernah 42:28 melakukan ya jangan. Berarti terlalu 42:30 banyak bidah yang dilakukan sekarang. 42:34 Kajian di radio bidah, 42:37 kajian di televisi bidah, bahkan kajian 42:41 kitab misalnya mohon maaf saya sebut 42:44 kitab seperti gini, kajian kitab Riyadus 42:45 Shihin bidah. 42:47 Iya. 42:49 Kalau kepada definisi itu bahwa bidah 42:52 itu adalah sesuatu yang tidak pernah 42:54 dikerjakan, 42:55 tidak pernah diucapkan. 42:58 Jika itu definisinya, kajian kitab 43:00 Riyadus Shihin juga bidah. Karena Nabi 43:02 tidak pernah mengkaji kitab Riyadus 43:04 Shihin. 43:07 Tuh kan jadinya begitu pemahamannya. 43:09 Kalau mau kepada standar-standar 43:11 pengetahuan, standar-standar ilmu. 43:14 Tuh gitu. Maka oleh sebab apalagi kajian 43:17 riyadus sholin tiap hari Jumat, apalagi 43:20 tiap hari Jumatnya itu tiap hari 43:23 jelas-jelas bidah. Nah, hanya sekali 43:25 lagi tidak semua bidah itu maksiat. 43:28 Bahkan ada bidah yang hukumnya wajib. 43:31 yang hukumnya mustahab. 43:34 Mustahab. 43:35 Mustahab itu disukai, mandub, 43:38 gitu ya. Jadi kalau begitu mana yang 43:42 lebih baik, yang melakukan peringatan 43:45 atau yang tidak? Ini juga tidak gampang 43:47 menjawabnya. 43:49 Saya katakan, "Oh, yang lebih bagus itu 43:51 yang melakukan peringatan dan mengambil 43:54 ibrah dari peringatan itu, kemudian 43:56 mengikuti akhlak Rasulullah." Ah, itu 43:58 lebih bagus. 44:00 Ah, saya mah enggak enggak akan ngikuti 44:02 apa tidak akan merayakan karena memang 44:04 oke enggak apa-apa Anda tidak merayakan 44:06 [berdehem] asal Anda akhlaknya seperti 44:07 Rasulullah. 44:09 Intinya di situ gitu loh. Nah, seringki 44:13 ee [berdehem] wasilah-wasilah ini 44:15 menjadi persoalan gitu ya. 44:17 Jadi kesimpulannya 44:19 siapa yang bisa mengambil ibrah baik 44:22 dalam melakukan peringatan ataupun tidak 44:26 mengalami ibrah dan mengikuti akhlak 44:28 Rasulullah, dialah yang lebih bagus 44:32 gitu ya. Nah, demikian saya kira yang 44:34 dapat saya jelaskan. Wallahu aam 44:38 bissawab. 44:40 Wallahuam [berdehem] 44:41 bisawab. Demikian Bapak Rohili semoga 44:43 dapat menjawab. Berikutnya pertanyaan 44:45 ketiga dari Bapak Baron, Ustaz. 44:50 Asalamualaikum warahmatullahi 44:52 wabarakatuh, Ustaz. 44:53 Waalaikumsalam warahmatullahi 44:55 wabarakatuh. 44:57 Ustaz, bagaimana kalau 45:00 orangnya orang tersebut tidak sama 45:02 sekali 45:04 seperti ke masjid untuk berjamaah atau 45:07 ngaji dan tidak bermasyarakat juga tidak 45:10 seperti ikut takziah tahlilah itu tidak 45:14 ikut serta. Ustaz bagaimana Ustaz 45:16 manusia macam apa seperti itu, Ustaz? 45:18 [tertawa] 45:19 Masyaallah nih. Terus jawabannya gimana 45:20 kira-kira? Oh, ini enggak benar tuh. 45:23 Gak. Makanya di syariat Islam itu ada 45:26 hukum-hukum. 45:28 Ada hukum wajib itu. Ini analisa para 45:31 ulama. Hukum wajib mandub, mustahab atau 45:35 sunah, ada makruh, ada haram gitu, ada 45:39 mubah gitu. Itu sebennya tadi membantu 45:42 untuk bisa menilai orang semacam itu. 45:46 Memang masalahnya apa gitu loh. Kan 45:48 begini kita tinjau tentang hukum salat 45:52 berjamaah. 45:55 Salat hukum apa? Salat berjamaah 45:57 hukumnya para ulama kan berbeda 45:59 pendapat. 46:01 Ada yang mengatakan wajibun mutlaqun, 46:03 wajib mutlak. Ada yang menyatakan 46:06 wajibun giru mutlaqin, wajib tapi tidak 46:09 mutlak gitu kan. Ada yang menghukumi ee 46:13 apa namanya? Fardu kifayah. Ada yang 46:16 mengupi sunah muakkad. Tuh. 46:21 Kalau kemudian orang tersebut 46:23 memaknainya sekali lagi ini ya ee bagi 46:27 kita yang memaknai bahwa salat e 46:30 berjamaah itu sunah muakkad, pegang 46:32 sunah muakkad. Tapi kemudian tadi punya 46:35 penilaian. Oh, jangan-jangan dia 46:37 memaknainya salat sunah apa salat 46:40 berjamaah itu adalah fardu kifayah. 46:44 Ah, saya tidak salat berjamaah lah 46:46 karena sudah banyak yang salat berjamaah 46:48 misalnya begitu. Tetapi sekali lagi bagi 46:50 kita yang sudah meyakini 46:53 salat berjamaah itu sunah muakkad 46:56 istiqamah 46:58 tetap tidak terganggu oleh orang lain. 47:01 Enggak pokoknya saya salat berjamaah. 47:03 Nah, karena saya memahami bahwa salat 47:06 berjamaah itu adalah sunah muakkad atau 47:09 mengambil dalil misalnya ee apa namanya 47:12 ee wajib giru mutlak. Wajib tapi tidak 47:15 mutlak. seperti kalau tidak salah yang 47:17 dipahami oleh mazhab Imam Ahmad bin 47:20 Hambal. 47:22 Tapi kalau wajibun girir mutlaqin eh 47:25 wajibun mutlak ini pendapatnya Ibnu Hazm 47:29 kalau tidak salah. Tapi dinyatakan oleh 47:31 para ulama dia adalah adaful qul 47:35 selemah-lemah pendapat gitu ya. Oke. 47:37 Baik. Nah, jadi ketika ada orang tidak 47:40 pernah ke masjid, tidak pernah salat, 47:42 tapi dia salat wajib di rumah 47:45 terus, tapi dia ustaz enggak pernah 47:47 gaul. 47:49 Lagi-lagi kita harus tahu alasannya. 47:52 Paling tidak kita bisa berbaik sangat, 47:54 udah biarin aja dia enggak mau gaul 47:55 juga. Karena bisa jadi dia bisa jadi 47:58 ketika ditanya, "Kenapa kamu enggak mau 48:00 gaul sama masyarakat?" Aduh, aku ini 48:03 orang yang tidak bisa menampik 48:06 menolak keburukan orang lain. Daripada 48:08 saya ikut terbawa-bawa oleh keburukan 48:11 orang lain, lebih baik saya di rumah 48:13 saja. Lah terus gitu gimana kalau 48:14 alasannya begitu? Nah, maka baik sangka 48:17 saja sudah. Jangan ngurusin orang lain, 48:20 urusin aja kita gitu loh. Nah, maka 48:23 ajak-ajak saja. Asalamualaikum, Kang 48:25 Ujang. Kumaha damang? Ayo kita ke 48:28 masjid. Oh iya, hatur nuhun. Insyaallah 48:30 nanti abdin kek nyusul, nanti saya 48:32 nyusul gitu. Gak apa-apa komunikasi 48:35 semacam itu. Tapi masing-masing tidak 48:37 boleh menilai. 48:40 Kenapa? Kalau masing-masing boleh 48:42 menilai nanti bisa ujub. 48:45 Jadi, Anda tidak harus mencari siapa 48:48 yang paling baik di antara kita, 48:51 tetapi nyatakan bahwa saya harus hidup 48:55 lebih baik dibanding masa lalu. 48:58 Jadi, penekanannya dikit, oh saya harus 49:00 lebih baik daripada masa lalu. Saya 49:02 tidak harus membandingkan dengan ustaz 49:04 ini. Saya tidak harus membandingkan 49:05 dengan si fulan, saya tidak harus 49:07 membandingkan dengan kadra wa kada. Gak. 49:10 Maka oleh sebab itu penilaian itu hanya 49:13 apa? penilaian secara mengistimbat hukum 49:16 saja. 49:18 Oh, orang yang seperti ini begini. Tapi 49:20 tidak menjustifikasi bahwa orang 49:21 tersebut begini begini. Jadi dihadapi 49:24 aja misalnya kayak seperti tadi orang si 49:26 sudah diajak aja ngajak ngaji. Ajak 49:28 ngaji. Ah jawabannya seperti apa dia? Oh 49:31 abdi mah di bumi baik saya mah di rumah 49:33 saja. Ya udah enggak apa-apa. 49:36 Terus kemudian jangan sampai juga mengat 49:38 eh kalau di rumah aja mah kamu nanti 49:40 jangan pakai sarung. Kalau salatnya 49:41 pakai ini pakai muk kena ya tidak juga 49:45 harus mengatakan begitu. Nah, makanya 49:47 oleh sebab itu lisan juga harus dijaga 49:50 tuh. Atau paling enggak Anda doakan 49:53 kalau menurut Anda itu salah, ya Allah 49:56 berilah hidayah kepada si fulan. 49:58 Jadikanlah dia mau bergaul dengan 50:00 masyarakat. Jadikanlah dia supaya salat 50:03 berjamaah. begitu 50:07 tidak harus dinilai dalam pengertian apa 50:09 tadi dibanding-bandingkan dengan diri 50:11 kita. Nanti kita akan merasa ujub, 50:14 merasa paling paling hebat, paling suci. 50:18 Nah, si eta mah dia mah jarang ke masjid 50:20 ya. Padahal saya ke masjid tiap waktu. 50:23 Ah, itu saja sudah gak boleh 50:24 ujub ujub 50:25 teu ucub tuh. Maka oleh sebab itu doakan 50:28 saja. Ya Allah berilah kekuatan, berilah 50:31 taufik kepada orang tersebut agar dia 50:34 bisa kazad. Jadi begitu ya. Jadi oleh 50:37 sebab itu ee penilaian tertuju harus 50:39 pada diri kita bahwa kemudian kita 50:42 melihat menilai orang lain itu 50:44 menimbang-nimbang itu dengan Quran dan 50:46 sunah dalam rangka bersikap tanpa 50:49 menyimpulkan. Bersikap itu tadi ngajak 50:51 ke masjid, ngajak misalnya tahlilan, 50:55 ngajak ee apa namanya? Muludan. 50:59 Ah, sekali lagi ee muludan kan 51:01 dinyatakan ikhtilaf, 51:04 Isra Mikraj ikhtilaf. Padahal tadi gitu 51:08 loh. Jika ee apa substansinya adalah 51:12 zikrullah, maka tidak ada masalah gitu 51:14 loh. Hanya kan kita juga kajian hanya 51:16 dikasih nama aja kajian sore 51:21 misalnya sekarang nih tanggal 12 Rabiul 51:23 Aal ee kita namanya apa ini? Tausiah 51:26 sore. 51:27 Tausiah sore. 51:27 Tausiah sore kan bisa diganti juga 51:30 sesungguhnya dalam upaya memperingati 51:33 apa namanya kelahiran Nabi Muhammad maka 51:35 ikutilah acara tausiah sore. Kan bisa 51:38 dihubungkan atau bisa juga tidak 51:41 dihubungkan. Tapi intinya substansinya 51:44 ibadah kepada Allah thabul ilmi gitu. 51:48 Nah kemudian masa thaabul ilmi apa 51:51 namanya? Ee tidak boleh. Nah, kan 51:54 manqala la ilahaillallah dakal jannah. 51:57 Ini dalil menjadi tidak berlaku bagi 51:59 yang melakukan tahlilan. 52:01 Karena yang melakukan tahlilan finar 52:03 katanya kan begitu 52:05 di neraka. Loh, lailahaillallah jannah 52:08 kok. Siapa yang mengata laillallah masuk 52:09 surga? Masa jadi masuk neraka karena 52:11 lailahaillallah. Nah, kan logika-logika 52:14 seperti itulah yang kemudian mohon maaf 52:16 ya saya tidak ingin memojokkan kepada 52:19 pihak tertentu gak sama sekali. Tapi 52:21 secara ilmiah, secara keilmuan harus 52:24 dibedah satu persatu 52:26 ya. Tadi oh ini bidah, ini bidah. 52:28 Ternyata kita juga banyak melakukan 52:30 bidah gitu loh. Misalnya tadi mengata, 52:33 "Oh, ini bidah apa muludan itu bidah." 52:35 Kenapa bidah? Karena Nabi gak pernah 52:37 mengajarkan, enggak pernah mencontohkan. 52:40 Iya. Ente kajian apa? Kitab A. Ah. Nah, 52:42 itu juga bidah. Karena Nabi tidak pernah 52:45 mengkaji kitab A. Apalagi di minggu 52:48 kesatu atau minggu ketiga gitu. Nah, kan 52:51 begitu. Nah, kan kita menuduh bidah 52:54 kepada orang lain, maka dengan konsep 52:56 yang sama itu berbalik kepada kita. Nah, 53:00 maka oleh sebab itu sebumnya mohon maaf 53:02 yang gampang itu tadi pertama nasiah. 53:06 Pertama ee kemudian tidak menggunakan 53:08 ilmu-ilmu lain ya, baik itu ilmu ushul 53:11 fikih, ilmu maqasid dan lain sebagainya. 53:13 Akibatnya tadi tekstualis. 53:16 Sekali lagi tekstualis juga tidak salah. 53:19 Tektualis itu tidak buruk ketika itu 53:21 dipakai untuk dirinya. 53:24 Seperti tadi, "Kang, ayo muludan." 53:27 "Enggak, saya mah enggak muludan." "Oh, 53:28 alhamdulillah, silakan." 53:30 Tapi dia akhlaknya mulia seperti 53:31 Rasulullah. 53:32 "Ayo, Kang, ikut ini apa?" "Ira 53:34 Mikrajan." "Enggak, saya mah enggak Isra 53:36 Mikrajan." Enggak apa-apa selama dia 53:39 tidak menghujat. 53:41 Nah, selama lisannya hadis ini 53:44 terpenuhi. Manana yummin billahi wal 53:46 yaumil akhir falyaqul kohairon aasmut. 53:50 Hendaknya berkata baik atau hendaknya 53:52 dia diam. Selama dia diam gitu maka dia 53:55 yang selamat, dia yang benar. Tuh. Tapi 53:58 kalau kemudian apa-apaan itu kalau 54:00 [tertawa] 54:01 sudah itu ah jatuhlah gitu loh. Padahal 54:04 kan sesungguhnya kalau kita melihat 54:06 substansi 54:08 kan sesungguhnya banyak juga 54:09 contoh-contoh yang tidak diajarkan di 54:12 zaman Nabi nih. Contoh-contoh yang belum 54:14 diajarkan Nabi diamalkan sahabat. Banyak 54:17 itu 54:18 contohnya. 54:19 Heeh. Contohnya apa? Ada sahabat ngimami 54:22 ee salat di rakaat pertama baca surah 54:25 Al-Ikhlas. Di rakaat kedua baca surah 54:28 Al-Ikhlas juga. Kata makmumnya, "Loh, 54:30 ini bidah nih. Nabi enggak pernah baca 54:33 Al-Ikhlas di dua rakaat." Nah, 54:35 dilaporkan kepada Rasulullah, "Ya 54:36 Rasulullah, si fulan telah melakukan 54:39 bidah." 54:41 Kenapa? Bidah apa? Dia baca surat 54:43 Al-Ikhlas di rakaat pertama dan rakaat 54:45 kedua. 54:47 Coba kamu tanya, kenapa dia baca surah 54:49 Al-Ikhlas? [tertawa] 54:51 Ditanya, "Eh, Fulan, kenapa kamu baca 54:53 surah Al-Ikhlas rakaat pertama dan 54:54 kedua?" Aduh, kata dia, "Karena saya 54:58 suka dengan surah Al-Ikhlas. Karena di 55:01 situ disebutkan sifat-sifat Allah 55:03 Subhanahu wa taala." Tuh alasannya itu 55:06 sebenarnya. Lapor lagi, "Ya Rasulullah, 55:09 dia baca itu karena dia suka dengan maka 55:11 apa kata Nabi? Sampaikan padanya 55:14 sesungguhnya Allah suka kepada dia 55:16 karena dia telah suka kepada isi 55:19 al-Ikhlas." 55:20 Berarti ada bidah yang mustahab tuh. Ada 55:24 bidah yang disukai 55:27 tuh kan begitu. Nah, belum. Ah, makanya 55:31 itu menunjukkan bahwa sahabat melakukan 55:33 baca surat Al-His di rakaat kesatu, 55:35 kedua ini menunjukkan belum diajarkan 55:37 oleh Nabi. Buktinya sahabat makmumnya 55:39 protes dalam hatinya. Ah, ini bidah nih. 55:42 Ah, gua laporin nih sama Nabi. Begitu. 55:45 Nah, jadi banyak sekali riwayat-riwayat 55:47 yang kita menyebutnya itu bidah. Namun 55:50 kemudian ee Nabi ya tapi kan itu di 55:53 zaman Nabi 55:56 justru sikap Nabi itu jadi teladan, jadi 55:59 contoh. Nabi berarti menyikapi perbuatan 56:03 bidah sahabat. 56:05 Kan begitu. 56:07 Nabi bersikap terhadap bidah yang 56:09 dilakukan sahabat. tadi baca surah 56:12 Al-Ikhlas tidak diajarkan seperti orang 56:15 yang merukiah dengan suratul fatihah 56:18 sehingga mereka kemudian dikasih 30 ekor 56:20 kambing. Sahabat lain ini bidah nih. 56:23 Nabi enggak pernah ngajarkan begitu. 56:25 Nah, akhirnya dilaporkan kepada Nabi 56:28 setelah dijelaskan bahkan Nabi kan kalau 56:30 gitu mana bagian aku. Kata Nabi. Ah itu 56:32 menunjukkan Nabi setuju terhadap 56:35 perbuatan dalam tanda petik bidah yang 56:37 dilakukan oleh sahabat. Sikap Nabi jadi 56:40 sunah bagi pengikutnya 56:43 gitu loh ya. Nah, ini makanya sekali 56:46 lagi kalau kita tidak membahas dari 56:47 berbagai sudut pandang ilmunya maka 56:50 menjadi keder menjadi cover. K ya keder 56:53 cover keder ya. Baik saja itu yang bisa 56:56 saya jelaskan. Wallahuam 56:59 bisawab. 57:01 Wallahuam bisawab. Demikian Bapak Baron 57:03 semoga dapat menjawab. Berikutnya 57:07 dari Ibu Rukmin, Ustaz. Asalamualaikum 57:09 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 57:10 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:12 wabarakatuh, 57:13 Ustaz. Kalau menggunjing orang yang 57:15 zalim seperti atau pejabat yang zalim 57:19 boleh apa tidak, Ustaz? Misalnya pejabat 57:22 yang semena-mena kepada rakyatnya, 57:24 Ustaz. 57:25 Nam jika ya langsung saja saya jawab ya. 57:30 Jika dia melakukan 57:34 kesewenang-wenangannya 57:35 itu secara terangterangan 57:39 gitu, maka diceritakan juga enggak 57:41 apa-apa. Karena kalaupun kita diam, 57:44 tetap aja orang tahu karena dia 57:45 terang-terangan. 57:48 Tapi kalau kemudian dia melakukan apa 57:50 namanya kemaksiatanlah saya sebut 57:53 kemaksiatan atau kesewenang-wenangannya 57:56 tanpa diketahui banyak orang, maka 58:00 orang yang mengetahuinya hendaknya diam. 58:02 Nah, sekali lagi itu menyembunyikan 58:04 kemaksiatan orang tersebut. Kenapa? 58:07 Karena khawatir kita nanti termasuk 58:10 gibah. 58:11 [berdehem] 58:11 Tapi kalau dia terang-terangan, apalagi 58:13 diliput diliput oleh televisi gitu kan 58:15 dan lain sebagainya meskipun kita diam 58:18 tetap itu akan menyebar karena sudah 58:20 menjadi berita gitu ya. Jadi seperti itu 58:23 ya. Begitu juga kita menyikapi orang 58:26 lain. 58:28 Ah kemudian ada yang dengan sengaja dia 58:31 melakukan kesewenang-wenangan. 58:34 Ada yang karena terpaksa. 58:36 Kenapa? Karena ada terpaksa itu misalnya 58:38 begini. ada kasus ee apa namanya? Dia 58:43 sendiri tidak hati dia tidak menyetujui 58:46 apa yang dia lakukan. Tetapi karena 58:48 atasan dan institusinya menyuruh dia 58:52 melakukan seperti itu, maka dia lakukan 58:56 seperti mohon maaf ya kalau tidak salah 58:58 ee peristiwa kemarin ya. Peristiwa 59:01 kemarin ya ketika di apa disidang 59:05 akhirnya kan dia nangis. Kenapa? Karena 59:07 saya sesungguhnya bukan kehendak saya, 59:10 tapi perintah atasan dan institusi 59:12 katanya begitu. Wallahualam ya. Enggak 59:14 tahu persis. Nah, maka oleh sebab itu 59:17 saya kira ada yang mafu, dimaafkan tapi 59:21 kemudian semuanya kan hakikat kepada 59:22 Allah. di hukum manusia itu hanya hukum 59:25 zahir. Nah, kalau zahirnya nabrak ya 59:28 berarti dihukum nabrak gitu loh. Apapun 59:31 alasannya gitu loh. Kalau kemudian dia 59:34 seperti itu, paling nanti ada ee 59:36 pertimbangan-pertimbangan dari hakim. 59:38 Saya kira itu saja ya. Jadi oleh sebab 59:40 itu [berdehem] 59:41 ee hendaknya kita apa namanya? 59:44 berhati-hati dalam segala hal gitu ya 59:47 untuk ee bisa ee apa namanya ee bisa 59:52 pada akhirnya kemudian kita dengan 59:54 kajian kita menjaga lisan, menjaga sikap 59:57 dan lain sebagainya. Saya kira itu yang 59:59 bisa saya jawab. Wallahuam bisab. 1:00:03 Wallahuam bawab. Demikian Ibu Rukmin 1:00:05 semoga dapat menjawab. Baik, Iwat kami 1:00:09 akan jeda sejenak setana nada takwa 1:00:11 berikut. Insyaallah kami akan lanjutkan 1:00:14 sesi pertanyaan tanya jawab di sesi 1:00:17 kedua. Terima kasih. 1:00:22 [musik] 1:00:34 Alhamdulillahirabbil alamin. Terima 1:00:35 kasih Iwan AT. Masih bersama Radio 1:00:38 Silaturrahim. Saat ini Anda menyaksikan 1:00:40 tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Saleh 1:00:42 dengan tema haram mengunjing dan 1:00:45 perintah untuk menjaga lidah. 1:00:48 Baik, sebelum kita bacakan pertanyaan, 1:00:51 kita bacakan komentar terlebih dahulu. 1:00:54 Selanjutnya dari Ibu Ida di Bekasi, 1:00:55 Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi 1:00:57 wabarakatuh, Ustaz. 1:00:58 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:00:59 wabarakatuh. 1:01:01 Terima kasih, [berdehem] Ustaz. Semoga 1:01:02 Ustaz Ahmad Shoh dan kru dalam keadaan 1:01:04 sehat, berkah rezekinya, Ustaz. Amin. 1:01:07 Allahuma amin. 1:01:08 Kemudian 1:01:10 Bapak 1:01:12 Sumarna. Alhamdulillah menyemak Ustaz. 1:01:16 Ee asalamualaikum Ustaz. Apakah Ustaz 1:01:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01:18 wabarakatuh. 1:01:19 Apakah Ustaz orang Sunda, Ustaz? 1:01:20 Oh iya iya saya orang Sunda ti Bandung 1:01:23 abdi teh. [tertawa] 1:01:24 Oh dari Bandung. 1:01:26 Demikian Pak Nana Sumarna. Ustaz Ahmad 1:01:30 Saleh dari Bandung. 1:01:32 Kemudian Bapak Mulhen Ustaz jazakumullah 1:01:34 khairan kasiron Ustaz ilmunya. Ya. 1:01:39 Kemudian Bapak Mukhtar TNI AU, Ustaz. 1:01:43 H. Masyaallah. Barakallah fikum. 1:01:45 Alhamdulillah ikut mendengar. 1:01:46 H 1:01:47 ee perwakilan dari TNI Kangkat Udara. 1:01:49 [berdehem] 1:01:50 Masyaallah. Barakallah fik. 1:01:51 Berikutnya 1:01:54 kita akan bacakan pertanyaan dari Bapak 1:01:55 Baron, Ustaz. 1:01:57 Namam. 1:01:57 Asalamualaikum warahmatullahi 1:01:58 wabarakatuh, Ustaz. 1:01:59 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:02:00 wabarakatuh. 1:02:01 Ustaz, 1:02:04 dari sekian banyak bacaan selawat, 1:02:06 selawat apakah yang paling disukai oleh 1:02:08 Nabi Muhammad sallallahu alaihi 1:02:09 wasallam, Ustaz? Mohon pencer. 1:02:11 Ah, masyaallah. Barakallah fik. Tiib. 1:02:13 Jadi kalau selawat mana yang paling 1:02:17 disukai? Maka seluruh selawat itu 1:02:20 disukai oleh Rasulullah sallallahu 1:02:22 alaihi wasallam. Mengapa seluruh selawat 1:02:25 itu disukai oleh Rasulullah sallallahu 1:02:27 alaihi wasallam? Karena bisa jadi itu 1:02:30 sebagai argumentasi untuk memberi 1:02:33 syafaat kepada orang yang berselawat. 1:02:35 Maka bentuk selawat semuanya disukai 1:02:38 oleh Rasulullah sallallahu alaihi 1:02:39 wasallam. 1:02:40 Hanya para ulama membagi. Ada selawat 1:02:43 buntung, ada selawat tidak buntung. Gitu 1:02:45 loh. Selawat buntung hanya Allahumma 1:02:48 sholli ala sayyidina Muhammad. Ahah. Itu 1:02:50 buntung. 1:02:52 Kalau tidak buntung, Allahumma sholli 1:02:54 ala sayyidina Muhammadin wa ala alihi 1:02:57 wasohbihi ajmain. 1:03:00 Ah, jadi ada lanjutan untuk keluarganya 1:03:02 dan untuk sahabat-sahabatnya 1:03:05 gitu loh ya. Karena e kan man sha alaiya 1:03:09 wahidan. Siapa yang berselawat kepadaku 1:03:12 satu kali shallallahu alaihi asron. Maka 1:03:16 Allah bersalat kepadanya 10 kali. 1:03:20 Jadi kalau kemudian selawatnya hanya 1:03:22 untuk Nabi berarti hanya 10 kali untuk 1:03:24 dirinya, untuk yang membaca selawat. 1:03:27 Tapi kalau kemudian kita berselawat atas 1:03:30 Nabi dan keluarga Nabi, maka keluarga 1:03:32 kita pun dapat kebagian. Ketika kita 1:03:36 juga diikut sertakan para sahabat Nabi, 1:03:39 maka teman-teman kita pun mendapatkan 1:03:41 kebaikannya ke selawat dari Allah 1:03:44 Subhanahu 10 kali lipat. Jadi kalau kita 1:03:46 baca sekali 10 kali lipat. Kalau ee 1:03:49 misalnya ee ee tiap bakda salat berarti 1:03:52 lima kali berarti 50 kali selawat Allah 1:03:55 kepada kita. Kalau kemudian yang tiap 1:03:59 harinya 1000 kali berarti 10.000 selawat 1:04:04 Allah untuknya. Kalau isinya bersama 1:04:07 keluarga Nabi, berarti juga untuk 1:04:09 keluarganya. Jika isinya juga bersama 1:04:12 para sahabat Nabi selawatnya, maka juga 1:04:15 buat teman-teman si pembaca selawat 1:04:18 tersebut. Masyaallah. Tuh. Maka Oh, 1:04:21 itilah dalil. Jadi dalil itu kenapa kita 1:04:24 harus gaul sama orang saleh. Karena di 1:04:27 enggak-enggak juga akan kecipratan. Baik 1:04:30 kecipratan ilmunya maupun kecipratan 1:04:33 barokahnya. 1:04:36 Kecipratan barokahnya. Maka oleh sebab 1:04:38 itu hendaknya kita menjaga perasaan 1:04:41 orang-orang saleh dan orang-orang alim. 1:04:45 Di samping juga orang alim dan orang 1:04:46 saleh juga menjaga perasaan orang awam 1:04:49 gitu loh. Nah, maka timbal balik. Tapi 1:04:52 yang jelas ee kenapa kita harus 1:04:54 mendahulukan menjaga perasaan orang alim 1:04:57 dan orang-orang saleh? Karena tadi gitu 1:04:59 ya, karena mereka bisa jadi sering 1:05:02 berselawat, sering memohonkan ampun. Kan 1:05:04 kita juga sering memohonkan Allahumfirli 1:05:06 waliwalidaiya 1:05:08 warhamhuma kama allahumfir lil muslimina 1:05:11 wal muslimat wal mukminina wal mukminat. 1:05:15 Tuh. Jadi sesungguhnya kalau kita ingat 1:05:17 itu asal serius fokus 1:05:21 insyaallah kebaikan kita itu ngalir 1:05:23 terus. 1:05:24 Ngalir terus. Mau kita selalu mendoakan 1:05:27 muslimin dan muslimat seluruh dunia kok. 1:05:30 Baik yang masih hidup maupun yang telah 1:05:31 tiada. 1:05:33 Maka itu kemudian kembali mereka akan 1:05:35 balas kembali kepada kita. 1:05:38 Kalau tadi selawat kepada Nabi Allah 10 1:05:41 kali. Kalau kita mendoakan orang mukmin 1:05:43 pun bisa jadi paling tidak satu kali 1:05:46 balasannya. 1:05:48 Tuh kan begitu. Maka aduh iya ya Allah. 1:05:52 Nah tadi asal istikamah dan yakin gitu 1:05:55 loh ya. Nah demikian saya kira yang 1:05:58 dapat saya jelaskan. Wallahuam 1:06:02 bisawab. 1:06:04 Wallahuam bisawab. Demikian Bapak Baron 1:06:07 semoga dapat menjawab. Berikutnya dari 1:06:09 Ibu Siswati Rifai, Ustaz di Batam. 1:06:12 Nam. 1:06:12 Asalamualaikum warahmatullahi 1:06:14 wabarakatuh Ustaz. 1:06:14 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:06:16 wabarakatuh. Kalau kita berselawat 1:06:20 kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi 1:06:22 wasallam pada setiap hari Jumat 1:06:24 namam 1:06:25 tapi kita hadiahkan pahalanya untuk 1:06:27 kedua orang tua tercinta, Ustaz. Apakah 1:06:31 sampai pahalanya, [berdehem] Ustaz? 1:06:32 H iya. Pertama tentang transfer pahala 1:06:35 gitu ya. Nah, pertama begini. Kalaupun 1:06:40 ibu sekali lagi tidak menghadiahkan 1:06:42 pahalanya, 1:06:44 tapi kemudian ibu bersalat kepada Nabi 1:06:47 dan keluarganya, maka ibu bapak dari ibu 1:06:51 sampai dapat pahalanya. Ya tadi 10 kali 1:06:54 itu. 1:06:55 Tapi kalau Ibu ingin pahalanya juga 1:06:58 ditransfer, 1:06:59 selama ibu bapak kita adalah orang yang 1:07:02 iman kepada Allah gitu ya. Oh, saya tahu 1:07:06 ibu bapak saya sudah syahadat atau sudah 1:07:08 muslim. Maka insyaallah sampai. 1:07:10 Amin. 1:07:10 Gitu ya. Tentu pembahasan ini panjang 1:07:13 ya. Pembahasan ini panjang tapi 1:07:15 insyaallah lain waktulah kita bahas. 1:07:16 Tapi intinya insyaallah sampai selama 1:07:18 apa? Selama punya nomor rekeningnya 1:07:21 diketahui ee apa finnya apa rekening 1:07:25 itu? Syahadat. 1:07:26 Pinnya syahadat. 1:07:27 Syahadat. Kalau syahadatnya ee sudah 1:07:29 bersyahadat insyaallah pahala kita bisa 1:07:32 sampai gitu ya. Baik diperuntukkan 1:07:36 untuk ibu bapak kita secara khusus 1:07:38 maupun tidak diperuntukkan secara khusus 1:07:41 tetap ngalir kebaikannya gitu ya. 1:07:43 Demikian wallahu aam bisawab. 1:07:48 Wallahuam bisawab. Demikian Ibu Siswati 1:07:50 semoga dapat menjawab. Eh, baik 1:07:54 ikhwanad. Demikianlah 1:07:55 pertanyaan-pertanyaan dari Ikhwat Ahmad 1:07:57 yang sudah kami bacakan dan dijawab oleh 1:07:59 Ustaz Ahmad Saleh. Eh, kemudian 1:08:03 ada Bapak Mugi Jumana hadir menyaksikan 1:08:06 Ibu Ida di Bekasi juga, Ustaz. Terima 1:08:09 kasih, Ustaz. 1:08:11 Semoga Ustaz selalu sehat, berkah 1:08:13 rezekinya, Ustaz. 1:08:14 Amin. Allahum amin. 1:08:15 Ibu Tati, alhamdulillah mendengar, 1:08:18 Ustaz. Afwan lagi keluar rumah besok 1:08:21 cucu keponakan yang lagi dirawat. 1:08:23 Masyaallah. Ah, masyaallah. Syafahullah 1:08:24 tabaraka wa taala. 1:08:25 Amin. Terima kasih, Ustaz doanya. 1:08:28 Kemudian, baik Ustaz. Demikian sebagai 1:08:31 penutup dan kesimpulan Ustaz. 1:08:33 Baik. Ee penutup yang dapat saya 1:08:34 kemukakan maka hendaknya kita menjaga 1:08:38 lisan. 1:08:41 Menjaga lisan itu bukan sesuatu yang 1:08:43 gampang. 1:08:44 [berdehem] 1:08:45 Apalagi kita di lingkungan tempat 1:08:47 ngerumpi gitu, di lingkungan-lingkungan 1:08:51 yang membaca peristiwa-peristiwa, 1:08:54 maka seringkiali kita juga gatal kalau 1:08:56 tidak ingin bicara, gitu. Maka oleh 1:08:58 sebab ini sebagai orang beriman, kita 1:09:01 baru bisa bicara ketika substansi 1:09:03 pembicaraan kita adalah baik. Kalau 1:09:07 dinilai substansi pembicaraan kita tidak 1:09:10 baik, maka kita upayakan untuk 1:09:13 senantiasa diam. Semoga Allah Subhanahu 1:09:16 wa taala senantiasa membimbing kita 1:09:19 untuk senantiasa berkata baik ya, 1:09:22 berkata khair gitu kan dan menjaga kita 1:09:25 dari berkata-kata yang tidak jelas, 1:09:28 tidak tahu manfaatnya. Demikian 1:09:31 wasallallahu ala nabiina Muhammadin 1:09:34 walhamdulillahi rabbil alamin. 1:09:36 Wasalamualaikum 1:09:38 warahmatullahi wabarakatuh. 1:09:42 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:09:43 wabarakatuh. Jazakumullah khair khair. 1:09:45 Wum. Jazakum khair. 1:09:46 Demikian ikhwan aat Ibu Arsi di Sukabumi 1:09:48 juga terima kasih kepada seluruh 1:09:51 pendengar silaturahim. Terima kasih 1:09:53 sudah mendengarkan tausiah sore bersama 1:09:55 Ustaz Ahmad Saleh. Kami ucapkan banyak 1:09:57 terima kasih. Insyaallah setelah magrib 1:10:01 di Radio Silaturahim dan sekitarnya akan 1:10:05 mengadakan 1:10:07 Maulid Nabi dan tahlilan untuk almarhum 1:10:10 Bapak Fikri Thalib. 1:10:11 Oh iya. 1:10:15 Disiarkan juga melalui YouTube, Ustaz. 1:10:16 Insyaallah. 1:10:17 Oh iya iya. Alhamdulillah. Semoga e 1:10:19 pendengar yang dari jauh bisa melihatnya 1:10:21 lewat YouTube. Terima kasih atas segala 1:10:23 perhatiannya dan doanya untuk keluarga 1:10:27 saya Fauzi Riyadul Haq Mohon diri serta 1:10:30 Neza dan juga Yusuf Subangkit. 1:10:32 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:10:34 alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu 1:10:36 ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi 1:10:38 wabarakatuh. 1:10:39 Waalaikumsalam.