Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [Musik] 0:09 Bismillahirrahmanirrahim. 0:10 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:12 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:15 sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat 0:18 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala 0:20 yang dapat meraih kami baik itu lewat 0:23 radio maupun streaming via Rasil TV. 0:28 Assalamualaikum 0:29 warahmatullahi wabarakatuh. 0:32 Alhamdulillah ikhwan dan akhwat, kami 0:34 hadir lagi di ruang dengar Ikhwan dan 0:36 Akhwat setiap hari Jumat fikih wanita 0:39 bersama guru kita Ustazah Herlini Amran. 0:43 Kami akan sapa terlebih dahulu guru kita 0:45 yang berada di seberang sana. 0:47 Asalamualaikum warahmatullahi 0:48 wabarakatuh, Ustazah. 0:50 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:52 wabarakatuh, Ustazah. Apa kabar? 0:55 Alhamdulillah. Mudah-mudahan Mbak Olin 0:57 dan semua pendengar ya, Tru Rasil juga 1:00 sehat insyaallah. Oh, masyaallah. 1:02 Alhamdulillah kita diberi kesempatan 1:04 lagi untuk belajar bersama dan mengikuti 1:07 kajian ustazah ya, Ustazah. Dan kurang 1:09 lebih 90 menit ke depan tema yang akan 1:13 diangkat ustazah relate sekali dengan 1:15 akhir tahun yang akan kita sambut akhir 1:18 tahun Masehi ya, yaitu ee muhasabah 1:22 diri. Tafadul Ustazah ya. Akah mbak 1:25 olin. 1:27 Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah. 1:30 Alhamdulillahilladzi alafa baina 1:32 qulubina faasbahna binikmati 1:35 ikhwana. Ya rabbana lakal hamdu bil 1:37 iman. Ya rabbana lakal hamdu bil islam. 1:41 Ya rabbana lakal hamdu bil quran. Lakal 1:44 hamdu bil ahli wal mua. 1:50 anta allahumma shi wasallim wabarik ala 1:54 sayidina muhammadin waa alihi wa asabi 1:57 ajma w allahum inna nasaluka ridal 2:01 jannah naubika minatikaar amin ya rabbal 2:05 alamin tidak terasa ya hari demi 2:10 hari semakin terus ya usia bertambah 2:15 pekan ah bulan bulan, tahun dan sekarang 2:18 sudah berada di penghujung tahun. 2:21 Sepertinya setiap akhir tahun selalu ya 2:25 tema yang dibahas itu tentang muhasabah 2:27 ya. Inilah perjalanan hidup kita di 2:30 dunia 2:31 ini. Waktu itu bergerak terus maju tanpa 2:34 terasa sampailah nantinya kita di usia 2:37 yang mungkin sudah tua ya, mungkin saat 2:39 sebentar lagi akan ee menemui pencipta 2:43 kita ya. Artinya tahun terus berlalu. 2:46 Nah, muhasabah juga terus berjalan. 2:48 Muhasabah ini tidak harus kita lakukan 2:52 setahun sekali ya. Bahkan bisa jadi 2:55 setiap hari. Sebagai sebagaimana Umar 2:57 bin Khattab yang ee menyebutkan ya 3:00 hasibu 3:01 anfusakumbu. Hisab dirimu, evaluasi 3:04 dirimu 3:07 eh sebelum kamu dihisab. Nanti di yaumil 3:10 akhir itu dalam surat Alanbiya ayat 1 3:13 ya. 3:18 telah dekat kepada manusia hari 3:22 menghisab segala amalan mereka sedang 3:24 mereka berada dalam kelalaian lagi 3:27 berpaling daripadanya. Masyaallah. Jadi 3:29 artinya memang Allah memerintahkan kita 3:33 itu untuk ee menghisab diri ya. 3:35 Hisabuhum. Hisab itu kan bukan hisab 3:38 menghisab hasab ya, tapi hisab itu 3:42 artinya dari akar kata hasiba yah sabu 3:46 hisab ya. Kalau secara etimologinya 3:49 secara artinya itu melakukan 3:51 perhitungan, menghisab atau menghitung 3:53 ya. Kemudian yang namanya muhasabah itu 3:56 artinya menilai diri sendiri atau 3:59 mengevaluasi atau intropeksi diri. Itu 4:01 yang namanya menghisab. ee kira-kira 4:05 pendengar atau kita semua itu kalau 4:07 evaluasi yang selama ini dilakukan tuh 4:10 terhadap apa ya? Penghasilanah. Mbak 4:13 Olin dengar kita enggak? Dengar saya 4:14 enggak, Mbak Olin? Enggak. Engar. 4:17 Alhamdulillah ya. Selama ini yang kita 4:19 evaluasi itu paling penghasilan gitu ya 4:22 ee setiap tahun kemudian dihitung-hitung 4:25 income-nya berapa, yang dizakati berapa 4:27 gitu ya atau mungkin bulanan atau 4:30 mungkin setiap pengeluaran harian pun 4:32 dicatat. Nah, sehingga kita akan tahu 4:35 ini apakah tekor atau apakah rugi ee 4:39 runtuh dan segala macam. Nah, ini yang 4:41 terkait hanya satu bagian saja terkait 4:43 masalah ekonomi. Tapi yang diperintahkan 4:46 oleh Allah karena memang menghisab diri 4:48 ini ee perintah dari Allah. Jadi ee 4:52 urgensi atau pentingnya muasabah ini 4:55 karena memang Allah perintahkan kita 4:56 dalam surat Al-Hasyr ayat 18 yang selalu 4:59 kita dengarkan ayat ini di akhir tahun 5:02 ya. Ya ayyuhalladina amanu 5:06 ittaqulah 5:08 maqulah 5:11 inallahirun. Ini perintah kepada orang 5:14 yang beriman itu bertakwalah kepada 5:16 Allah dan hendaklah setiap diri 5:19 memperhatikan apa yang telah 5:21 diperbuatnya untuk hari esok. Hari esok 5:23 itu adalah hari akhirat. Bertakwalah 5:25 kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha 5:28 mengetahui apa yang kamu kerjakan. Jadi 5:30 menghisab diri, mengevaluasi diri ini 5:33 adalah perintah Allah. Karena memang 5:35 kita tidak selamanya di dunia ini. Di 5:38 dunia ini hanya membawa bekal untuk 5:41 nanti dibawa ke akhirat nanti kemudian 5:44 Allah buat perhitungannya. Makanya kita 5:46 ee kalau melihat hadis Rasulullah itu 5:49 ya, manusia itu kan dalam tiga golongan 5:52 tuh. Ada satu golongan yang beruntung. 5:56 golongan yang beruntung tuh jika hari 5:57 ini lebih baik dari hari kemarin ya. 6:00 Yang kedua, golongan merugi jika hari 6:02 ini sama dengan hari kemarin. Yang 6:05 ketiga, golongan yang celaka jika hari 6:07 ini lebih buruk daripada hari kemarin. 6:10 Nah, jadi artinya kita berharap 6:11 mudah-mudahan kita bisa menjadikan hari 6:15 demi hari yang kita lewati ini 6:18 mudah-mudahan lebih baik dari yang 6:20 kemarin menjadi awal menuju perbaikan 6:22 diri insyaallah. Itu pun kalau 6:24 dievaluasi. Jadi kalau enggak dievaluasi 6:26 kan kita enggak tahu ya apakah kita ini 6:30 ee melakukan perbuatan dosa atau 6:32 tidaknya karena suka melupakan ya 6:34 lupakanlah masa lalu. Nah, itu kan yang 6:36 menjadi permasalahan kita ya. Nah, 6:39 inilah ee pembahasan bagaimana muhasabah 6:42 diri ini adalah perintah dari Allah. 6:47 Allahlah yang memerintahkan 6:49 hamba-hambanya untuk memperhatikan apa 6:52 yang telah dia bawa, dia buat untuk 6:55 bekal di hari akhir. Nah, jadi kalau ee 6:57 Ibnu Katsir ya dalam tafsirnya itu 6:59 menjelaskan ya maksud ayat eh watanur 7:03 nafsu maqod itu artinya hitunglah diri 7:06 kalian, evaluasilah diri kalian, 7:09 perhatikan apa yang telah kalian buat ee 7:12 sebelum nanti dihitung nanti oleh Allah 7:14 nanti ee lihat apakah amalan yang 7:17 dilakukan itu adalah amal saleh atau 7:20 amal salah gitu ya. Jadi karena apa? 7:23 Karena semua manusia itu akan ditanya 7:26 tentang nikmat yang telah dia diberikan 7:29 Allah. Nikmat makan, minum, ya harta 7:33 benda, rumah, kendaraan, pakaian, semua 7:36 apapun yang dia peroleh itu juga akan 7:38 ditanya. 7:40 Tummausalunna yaumaidin naim. Kemudian 7:44 kamu pasti akan ditanya pada hari itu 7:47 tentang kenikmatan di dunia ini. Jadi, 7:49 masyaallah ya sampai ee Rasulullah itu 7:51 menjelaskan ya sampai sesuap makanan 7:54 yang enak gitu ya, duren itu juga akan 7:56 ditanya nanti itu. Jadi semua apa yang 7:59 kita peroleh kenikmatan yang Allah 8:01 berikan kepada kita itu akan ditanyakan, 8:03 akan diminta 8:04 pertanggungjawaban. Jadi karena memang 8:07 setiap manusia itu nanti akan mendapat 8:10 apa yang dia kerjakan. Karena memang 8:12 kita hidup sementara kan di dunia. 8:14 Karena memang kita tuh nanti ujungnya 8:16 itu kan ee akhirat itu kan surga ya atau 8:19 neraka itu kan tempat terakhir 8:22 perjalanan hidup kita yang abadi itu 8:24 nanti. Jadi kalau kita lihat orang yang 8:26 meninggal itu bukan awal dari ee ee dari 8:29 apa akhir dari kehidupan. Enggak. Orang 8:31 yang meninggal itu adalah awal dari 8:34 perjalanan yang abadi. Apakah baik atau 8:36 tidaknya tergantung ketika dia hidup di 8:38 dunia. Jadi, oleh karena itulah setiap 8:41 manusia itu akan mendapati apa yang dia 8:44 kerjakan di dunia nanti akan dia 8:46 dapatkan balasan di akhirat. Karena 8:48 tidak ada satuun perbuatan ee 8:51 hamba-hamba Allah, manusia itu di dunia 8:52 kecuali pasti ada pengawas yang menulis, 8:56 yang menghitungnya. Ya, 9:00 yalfidin tidak ada satuun ucapan yang 9:03 keluar kalimat apapun, gerakan apun itu 9:06 selalu tercatat ya. Jadi memang 9:09 masa-masa kita di dunia ini adalah 9:11 masa-masa ee ujian ya. Bekal apa yang 9:14 kita bawa nanti akan dihisab. Karena 9:15 nanti tempat pemberhentian terakhir kita 9:17 yang abadi itu nanti adalah di akhirat. 9:20 Wa inna alaikum lahafidin kiroman 9:23 katibin yalamuna ma 9:25 taf'alun. Bahwa eh di kita ini ada 9:29 malaikat-malaikat yang mengawasi kita, 9:31 mengawasi pekerjaan kita, gerak kita, 9:33 perkataan kita, apapun. Nah, malaikat 9:36 yang mulia di sisi Allah itu mencatatnya 9:39 dan mereka mengetahui apa yang kita 9:41 kerjakan, Ya Allah. Jadi, walaupun kita 9:43 lihat enggak ada orang, tapi ada 9:45 malaikat Allah yang mengawasi setiap 9:46 saat. Nanti di hari kiamat ee setiap 9:49 orang itu akan melihat rekaman dari 9:52 perbuatannya selama di dunia. Ya, jadi 9:55 tidak ada satu yang satu pun enggak ada 9:57 yang bisa mengelak semuanya tercatat 9:59 dengan rapi. Makanya penghisapan itu 10:01 jauh apa cukup panjang ya, lama ya 10:03 50.000 rib tahun lamanya. Sejak kita 10:05 baligh sampai kita meninggal, semua 10:07 amal-amal kita itu rapi. Semua amal-amal 10:10 kita itu tercatat dan sangat tersistem, 10:13 teratur dan tidak ada yang terluput ya. 10:16 Karena memang Allah dengan kekuasaannya 10:20 itu telah mengatur alam ini. Kita lihat 10:22 bagaimana rapihnya ya. Apalagi yang 10:24 membahas tentang kita. Kita ini direkap 10:27 ee amalan kita itu ya bisa bersifat 10:29 harian, bisa bersifat pekanan atau 10:32 tahunan. harian itu kan malaikat 10:34 syif-sifan itu yang subuh dan asar itu 10:36 kan mencatat tuh malaikat subuh semua 10:39 gerak-gerik kita direkam dicatat 10:40 semuanya tidak ada yang luput nanti yang 10:43 magrib sampai subuh lagi itu tiap hari 10:45 itu ada kemudian pekan Senin dan Kamis 10:48 juga tuh ya jadi berlapis-lapis itu ya 10:50 ee laporan-laporan amal kita selama di 10:53 dunia nanti kalau yang ee Senin Kamis 10:56 itu kan pekan tahunan itu Nisfu Syakban 11:00 nanti sebentar lagi ya. Nah, itu semua 11:03 akan mencatat apapun yang kita lakukan 11:06 selama di dunia ini. Nah, nanti di hari 11:09 kiamat nanti akan 11:11 diungkap umtinahum. 11:27 Jadi pada hari itu kamu lihat tiap-tiap 11:30 umat itu berlutut. Tiap-tiap umat 11:32 dipanggil untuk melihat buku catatan 11:34 amalnya. Pada hari itu kamu diberi 11:37 balasan terhadap apa yang telah kamu 11:40 kerjakan. Kemudian Allah berfirman, 11:42 "Inilah kitab catatan ya rekap apa yang 11:45 kamu lakukan di dunia. Kami yang 11:47 menuturkan terhadapmu dengan kebenaran. 11:50 Sesungguhnya kami telah menyuruh 11:51 mencatat apa yang telah kamu kerjakan." 11:54 Nah, adapun orang yang beriman 12:03 yain. Adapun orang-orang yang beriman 12:05 mengerjakan amal-amal yang saleh, Allah 12:08 memasukkan mereka ke dalam surganya. 12:11 Itulah kesuksesan yang nyata, 12:13 keberuntungan yang luar biasa. 12:16 Masyaallah. Jadi, apa yang kita lakukan 12:19 saat ini nanti akan kita tuai nanti di 12:21 akhirat. Nah, inilah pentingnya yang 12:24 namanya mengevaluasi diri atau menghisab 12:27 karena kita akan ditanya terhadap apa 12:29 yang kita lakukan. Ya, mungkin kita dulu 12:31 lupa ya karena manusia itu kan ini 12:34 misisian suka lupa ya. Kalau dievaluasi 12:36 dulu betapa banyak ya mungkin dosa kita 12:39 dengan orang tua ya yang banyak ya dulu 12:42 ketika bal ya begitulah artinya. Apakah 12:47 kita tidak mengevaluasi hubungan kita? 12:50 Nanti kita bahas ya. apa sih yang 12:52 seperti apa sih nanti mengevaluasi, 12:54 menghisab atau 12:56 me atau apa ya menghisab, mengevaluasi 13:00 atau menghitung amal itu seperti apa. 13:01 Kita akan bahas nanti insyaallah. Jadi 13:03 yang penting sekarang ini pembahasan 13:04 kita memunculkan kesadaran bahwa 13:08 mengevaluasi diri itu, mengintropeksi 13:10 diri itu, menghisab diri itu adalah 13:12 perintah Allah kepada hamba-hambanya. 13:15 Jadi Allahlah yang memerintahkan 13:17 hambanya untuk mengevaluasi diri agar 13:20 bisa membawa bekalan di akhir. Karena 13:22 nanti pada hari kiamat orang-orang kafir 13:25 dan ahli maksiat itu akan lemas, akan 13:28 menyesal, menyesali perbuatannya selama 13:31 di dunia. Mereka tentu dalam keadaan 13:33 hina dan ketakutan. Ya, itu masyaallah 13:36 ya. Kalau kita lihat Al-Qur'an itu kan 13:38 semuanya tuh ee apa 13:41 namanya? Memuat apa yang akan terjadi 13:44 nanti ya. 13:56 kitab 14:01 ah. Dan diletakkanlah kitab ya, lalu 14:05 kamu akan melihat orang-orang yang 14:06 bersalah. Jadi hasil ee apa yang kita 14:09 lakukan di dunia itu ya laporan-laporan 14:12 dari perkataan perbuatan perilaku kita 14:14 selama di dunia itu itu kitab catatan 14:17 evaluasi itu itu diletakkan kemudian ee 14:21 kamu akan melihat orang-orang yang 14:23 mujrim, orang-orang yang berdosa, 14:25 orang-orang yang bersalah yang melakukan 14:27 perbuatan ee pelanggaran terhadap 14:29 syariah, ketakutan terhadap apa yang 14:32 tertulis di dalam buku rapor itu ya buku 14:35 laporan itu. buku dalam kitab itu. Dan 14:37 mereka berkata, "Ya 14:39 laitana, aduhai celakalah kami. Kitab 14:43 apa ini? Ini yang tidak meninggalkan 14:45 yang kecil dan tidak pula yang besar. 14:47 Semuanya ada dari 14:50 ucapan-ucapan kedengkiannya, ucapan 14:52 fitnahnya itu semuanya ada. tidak 14:55 meninggalkan yang kecil dan tidak pula 14:56 yang besar melainkan semua ada di situ 14:59 dan mereka dapati apa yang telah mereka 15:01 kerjakan tertulis dan Allah tidak 15:05 menzalimi, tidak menganiaya seorang pun. 15:07 Ya Allah. Jadi enggak ada yang bisa ya 15:11 kita aja kan kadang-kadang dalam 15:13 mengevaluasi misalnya kalau kita punya 15:15 sekolahan misalnya kan ada evaluasi 15:16 tahunan ya rapat guru-guru ada aja yang 15:19 terlewatkan ya tapi Allah dengan maha 15:22 kuasa, maha mulia maha agungnya itu 15:25 dengan malaikat dengan masyaallah tu 15:26 enggak ada yang tertinggal sedikit pun. 15:28 Jadi kalau kita lihat misalnya kalau 15:31 CCTV itu kan bergerak ini cip lah 15:34 mungkin masuk cip dalam tubuh kita itu 15:36 nanti itu itu semuanya aja ada ya. Nah, 15:39 kalau kita tahu ada pengintai pada diri 15:42 kita pasti ngomongnya enggak ini ya kan 15:45 itu ee sudah ada teknologi itu kan 15:48 sekarang sudah canggih ya Mbak ya chips 15:50 itu ya kalau orang Yahudi itu kan pernah 15:51 masukin ke dalam giginya para apa 15:54 mujahidin tuh ya sampai ketika dia 15:57 berobat ee ke dokter gigi dimasukin cip 15:59 dalam gigi tuh ditambal itu ya terus kok 16:01 bocor aja rahasianya ternyata memang 16:03 dipasangin cip itu sedemikian candi 16:05 canggihnya sampai begitu tuh ditaruh di 16:07 apa namanya kecil kecil tapi bisa 16:10 merekap semua apa ee apa yang dilakukan. 16:14 Apalagi Allah penguasa alam semesta itu 16:17 tentu lebih sempurna lagi ya, lebih baik 16:20 lebih masyaallah itu tidak akan pernah 16:23 ee 16:24 terabaikan ya, tidak ada yang 16:27 tertinggal. Nah, ini pentingnya kita 16:30 muhasabah ya. Nah, ini yang pertama 16:31 karena memang perintah Allah. Muhasabah 16:34 itu memang perintah Allah kepada 16:35 hamba-hambanya. Karena hitabnya itu ya 16:37 ayyuhalladzina amanu ya. Yang kedua, 16:40 muhasabah ini, evaluasi dan introseksi 16:43 diri ini adalah merupakan sifat hamba 16:46 Allah yang bertakwa. Jadi kalau seorang 16:49 hamba yang bertakwa pastilah dia itu 16:52 ingin membawa bekalan yang terbaik dalam 16:54 perjalanan panjang menuju Allah. Tentu 16:56 dia akan membawa bekal-bekal yang tidak 16:59 akan pernah bosan, tidak akan pernah 17:01 lelah dia mengumpulkannya. tentu dia 17:04 tidak ingin tergelincir dan jatuh ke 17:07 dalam lembah kemaksiatan. Dia tentu akan 17:10 terus mengintropeksi dirinya, 17:12 memuhasabahi dirinya agar perjalanan ini 17:16 sukses dengan bekalan-bekalan yang ada 17:18 ya. Apalagi nih akhir tahun kan kalau 17:21 yang mau liburan tuh kan padahal cuman 17:24 liburan akhir tahun 2 hari aja di vila 17:27 atau di mana gitu Mbak ya. di atau yang 17:30 umrah yang ke mana yang ke manah gitu ya 17:32 hanya berapa hari sih ee safarnya. Tapi 17:35 coba bekalnya tuh disiapkan dengan 17:38 sedemikian rupa. Khawatir ee ada yang 17:40 tidak terbawa. Dicatat tuh jangan lupa 17:43 bahwa ini persiapan bekal diri ini 17:45 selama 2 hari gitu ya. Itu perjalanan 2 17:48 hari. Bagaimana dengan perjalanan kita 17:51 menuju ke tempat yang abadi akhirat? 17:54 Tentu kita ingin bekal kita itu tidak 17:57 ada yang sedikit pun yang terlupa. Ya, 17:59 maka di sini pentingnya muhasabah. Dan 18:01 muhasabah itu adalah ee sifat hamba 18:04 Allah yang bertakwa. Ya. Eh, ada seorang 18:07 sahabat Maimun itu mengatakan, "La 18:10 yakunul 18:12 abduqiantaakfsih asadu muhasabatan." Ya, 18:15 tidaklah seorang hamba menjadi bertakwa 18:19 sampai dia melakukan muhasabah atas 18:21 dirinya lebih keras lagi. Asyaddu 18:24 muhasabatan minasari. Ya, jadi dia lebih 18:28 detail ya, lebih ee mawas diri, lebih 18:32 berusaha sekeras mungkin itu untuk 18:35 muhasabah dirinya itu lebih daripada 18:37 orang ya temannya yang pelit, yang suka 18:40 perhitungan dengan temannya. Kalau orang 18:42 yang pelit kan gitu ya. 18:44 mungkin dipinjaman temannya, ditagih 18:46 terus pokoknya terus saja ya dihitung, 18:48 dicatat apalah gitu ya. Itu lebih 18:50 mestinya seorang hamba itu jauh lebih ee 18:52 melakukan muhasabah dibandingkan 18:54 orang-orang yang suka menghitung-hitung 18:55 itu ya yang pelit, yang bahil ya ee 18:58 terhadap saudaranya. Nah, itu jugalah ee 19:01 kita lihat Rasulullah ee banyak ya dalam 19:04 beberapa riwayat itu ee orang yang 19:06 pandai, orang yang pandai adalah orang 19:09 yang mengevaluasi, yang menghisab 19:11 dirinya ya dan dia beramal untuk 19:14 kehidupan sesudah kematian. Itu orang 19:16 yang pandai. Sedangkan orang yang lemah 19:18 itu orang yang mengikuti hawa nafsu 19:21 serta berangan-angan terhadap Allah. 19:23 Jadi memang ee sifat hamba Allah yang 19:26 bertakwa itu adalah mereka sudah 19:29 siap-siap ya mempersiapkan 19:32 bekalnya. Nah, itu yang kedua ya. Ee 19:35 kenapa kita harus muhasabah diri? 19:37 Pertama karena memang Allah perintahkan 19:39 kita untuk mengevaluasi diri kita, ya, 19:42 menghisab diri kita. Yang kedua memang 19:43 sifat orang yang bertakwa memang selalu 19:46 mawas, selalu dia berusaha untuk 19:48 memperbaiki dirinya. Ketika banyak dosa 19:50 dan salah, dia akan berusaha untuk 19:52 memperbaikinya. dia tidak ingin nanti 19:54 akan dihisab oleh Allah di yaumil akhir. 19:56 Nah, 19:57 ketiga, buah dari muhasabah ini adalah 20:00 taubat, ya. Jadi, ketika seseorang 20:03 melakukan muhasabah, maka akan nampak 20:06 jelas di hadapannya dosa-dosa yang 20:07 dilakukannya. Kalau kita muhasabah tuh 20:09 begitu kan kadang-kadang suka secara 20:11 tidak sadar kita muhasabah ya, Mbak ya. 20:13 Misalnya habis kita ngomong dengan suami 20:15 apa lagi bertengkar gitu ya. Terus 20:18 kemudian setelah kita apa pergi terus 20:21 kita kan suka kita memikir ulang itu 20:23 namanya muhasabah. Tadi ngomong apa saya 20:25 kok ngomongnya gitu ya kayaknya ada rasa 20:28 rasa apa gitu ya rasa kayaknya enggak 20:30 enak kayaknya nih udah terlalu. Nah itu 20:33 yang kayaknya dosa. Nah ee alhaq itu 20:36 artinya dosa itu adalah maha kafi nafs 20:38 ada rasa enggak enak di hati kayaknya 20:40 gimana kan yang tadi salah ya kayak gitu 20:42 tuh. Itu kan namanya muhasabah. Nah, 20:45 orang yang muhasabah ini ketika dia 20:47 merasa berdosa, dia langsung ee bertobat 20:49 ya atau minta maaf. Atau mungkin anak 20:51 kepada orang tua ya, anak yang dengan 20:54 kata-kata keras, mata melotot, lebih 20:56 tinggi nadanya ketika dia tidak setuju 20:59 dengan orang tuanya. Itu anak itu ketika 21:02 dia udah udah mungkin pergi atau apa dia 21:05 merenung kan suka-suka ada yang begitu 21:07 ya. Terus dia merasa, "Ya Allah, tadi 21:08 kok aku begitu ya." Nanti dia kalau 21:10 memang dia ee berhasil muhasabahnya, dia 21:13 akan bertobat. Dia akan datang lagi ke 21:15 orang tuanya. Maafkan ya aku tadi 21:17 berkata-kata. Nah, kayak begitu. Tu kan 21:19 muhasabah. Jadi ketika seseorang 21:21 melakukan muhasabah itu dia melihat 21:23 dosa-dosanya maka dia akan bertobat. Itu 21:25 buah dari muhasabah. Nah, bagaimana 21:29 mungkin seorang anak cucu Adam dapat 21:32 melihat dosa dan aibnya tanpa melakukan 21:35 muhasabah? Enggak mungkinlah dia. 21:37 Apalagi yang punya prinsip, "Ah, udahlah 21:39 lewat, udah jangan pikirin." Enggak 21:41 begitu. Udahlah masa lalu udah enggak 21:43 usah, enggak usah diingat-ingat lagi. 21:44 Betul, masa lalu tidak diingat-ingat 21:46 lagi. Tapi kalau masa lalunya penuh 21:48 dengan dosa, maksiat, apa enggak 21:50 diingat-ingat lagi? Justru ini bahan 21:53 untuk 21:54 tbat di masa yang akan datang. Nanti 21:57 kalau kita khawatirnya kalau tidak 21:59 melakukan muhasabah, nanti Allah akan 22:01 berikan kita nikmat. Tapi jadi istidraj. 22:04 Dibiarkan dulu. dia ber akhirnya nanti 22:05 baru disiksa ya. Nauzubillah minzalik. 22:08 Jadi muasabah ini mengantarkan kita 22:10 kepada taubat ya artinya diawali dengan 22:13 penyesalan. Makanya annadamatu taubah 22:17 menyesal itu adalah tobat ya. Jadi 22:19 nyesal ya Allah tadi kok atau kita lagi 22:21 ngomong sama teman terus tiba-tiba 22:23 ngomong kita nyeplos gitu ya teman 22:25 langsung wajahnya berubah terus kita 22:27 kayaknya oh iya benar juga nih bahasanya 22:29 kasar banget ya. Nah kayak gitu ya. Nah 22:31 kemudian kita ee minta maaf ya. Jadi 22:33 memang ee buah dari muhasabah ini adalah 22:36 dengan bertobat. Dengan melakukan 22:38 muhasabah ini kita bisa menilai diri 22:40 kita apakah diri kita ini banyak berbuat 22:42 baik atau banyak berbuat salah dalam 22:44 kehidupan sehari-hari. Ya, tentu kita ee 22:48 ingin ya melakukan penilaian itu ya 22:50 tentu saja berdasarkan Al-Qur'an dan 22:52 sunah ya, bukan berdasarkan keinginan 22:54 kita sendiri ya. Jadi ee inilah 22:57 pentingnya muhasabah itu ya. Karena kita 23:01 ee nanti berhadapan dengan Allah, Mbak 23:04 ini perjalanan hidup kita ini sebenarnya 23:06 masih panjang loh ya. Panjang ini kan 23:08 kita di dunia ini kan enggak tahu 23:09 kayaknya sebentar amat. Sebentar dunia 23:11 ini kayaknya sebentar deh. Kemarin kita 23:13 baru aja kita perasaan baru nikah. Eh, 23:15 sekarang anak kita sudah gede sudah 23:17 nikah lagi gitu ya. Perasaan dulu orang 23:19 tua kita masih nganterin ke sekolah eh 23:21 sekarang orang tua kita sudah enggak 23:22 ada, kita sudah jadi orang tua. Waktu 23:24 itu cepat berlalu. Ya, perasaan dulu. 23:27 Nah, banyak perasaan dulu cepat sekali 23:29 berlalu, ya. 23:30 Maka kita tahu ketika kita ee memahami 23:36 waktu berlalu nanti kan kita dipisahkan 23:39 oleh ee saudara-saudara kita anak 23:42 keluarga yang tercinta dengan kematian 23:43 ya. Ya. Jadi kalau sudah saatnya nanti 23:46 saya, Mbak Olin atau kita mungkin sudah 23:48 tua ya, Mbak ya. Entahlah namanya ajal 23:50 kita enggak tahu ya. Itu kan hakatif 23:52 Allah kapan diambilnya itu ya kita 23:54 siap-siap ya. Kemudian kan kita 23:55 dipisahkan masuk ke alam barzakh. Di 23:58 alam barzakh itu kan penantiannya itu 24:00 lebih lama dari alam dunia tuh ya. 24:03 Menunggu dunia sampai kiamat. Ya Allah 24:06 nanti udah kiamat dunia itu ya yang 24:09 ditiupkan sangkakala dua dua kali di apa 24:12 dibangkitkan kembali. itu kan nanti 24:14 format ee kehidupan tuh enggak di 24:16 seperti di bumi. Sejauh mata memandang 24:19 tuh manusia dikumpulkan semuanya sejak 24:22 dari ee awal sejak Nabi Adam sampai yang 24:25 manusia terakhir miliaran itu 24:28 bersiap-siap 24:29 menghadapi ee evaluasi hisab Allah itu 24:33 namanya dinamakan ya padang mahsyar ya 24:36 mahsyar itu mempertanggungjawabkan 24:38 seluruh amalnya. Ya Allah, perasaan 24:40 kalau lagi di situ tuh enggak ingat 24:41 anak, enggak ingat siapapun. Ya, yaul 24:44 maru min akhi wa ummihi wa abi. Pokoknya 24:47 pisah-pisah. Bahkan ada orang yang 24:50 semuanya tuh pengin dia tuh selamat. 24:51 Biarin dia anaknya jadi korban suaminya, 24:53 ibu, orang tuanya biarin. Yang penting 24:55 saya selamat. Karena ini masa-masa detik 24:57 sangat menyeramkan ya. Sejengkal 25:00 matahari di atas kepala. Ya Allah, itu 25:02 detik-detik yang sangat aduh itu kita 25:05 bisa bayangkan ya, bagaimana kita diri 25:07 kita ini diperhitungkan amal kita ini 25:11 wah masa-masa yang dahsyat ya huruhara 25:13 kiamat itu dahsyat banget. Itu untuk 25:16 menentukan di mana posisi kita nanti di 25:19 akhirnya karena ini akati itu adalah 25:22 awal dari kehidupan ya. Apakah 25:24 kehidupannya itu baik atau tidaknya? Itu 25:26 kan di Padang Mahsyar itu ya setelah 25:28 kematian nanti kiamat di Padang Mahsyar 25:30 itu kita belum lagi ketemu tuh dengan 25:33 belum kumpul tuh masih menghujat itu 25:34 antara keluarga ya. Artinya ya nanti 25:37 masih masing-masing ingin selamat ya 25:39 ingin selamat. Nah 25:41 nanti ketika ee di hari kiamat itu 25:46 waulluhum wauhum atihi yaumalqiamah 25:50 fardan. Dan tiap-tiap mereka itu akan 25:52 datang kepada Allah pada hari kiamat 25:54 dengan 25:55 sendiri-sendiri. Jadi pentingnya kita 25:58 muhasabah ini karena nanti di hari akhir 26:00 nanti kita akan datang menghadap Allah 26:02 tuh sendiri-sendiri untuk 26:04 mempertanggungjawabkan segala amal 26:05 perbuatan kita. Kita enggak bisa lagi 26:07 menyadar kepada orang lain, "Saya kan 26:09 begini karena diajak. Saya kan begini 26:10 karena begitu. Saya kan enggak bisa." Ya 26:14 Allah akan meminta pertanggungjawaban 26:16 kita karena kita diberikan akal ya. 26:19 Karena sejak Balih tuh ya. Jadi bukan 26:20 saya kan enggak berhijab nih kan karena 26:22 suami saya nyuruh saya buka. Jadi kata 26:25 suami saya, "Kamu buka aja nanti dosa 26:27 aku yang menanggung." Mana bisa. Begitu. 26:30 Jadi artinya di sini e muhasabah kita ya 26:32 jangan sampai nauzubillah minzalik ee 26:36 karena ketidaktahuan atau mungkin tidak 26:38 punya ilmu ya. Akhirnya kita ee 26:40 mengikuti hal-hal yang akan 26:42 menjerumuskan kita ke dalam api neraka 26:44 ya. Jadi kita akan bertanggung jawab 26:45 terhadap diri kita. Maka sesuatu hal 26:48 yang memang pelanggaran terhadap syariah 26:51 kita hindari. 26:53 Nah, Sofyan Asauri itu pernah 26:55 mengatakan, "Jika kamu bertemu dengan 26:59 Allah dengan membawa 70 dosa yang hanya 27:03 terkait hubungan antara dirimu dengan 27:05 Allah, dosa itu lebih ringan 27:08 dibandingkan dengan sebuah dosa yang 27:11 berkaitan antara dirimu dengan orang 27:13 lain." Wah, 27:15 ternyata dosa yang berat itu yang 27:18 kaitannya dengan orang lain. Kalau orang 27:20 lain itu belum memaafkan, dosanya belum 27:24 diampuni. Tapi kalau dosa terhadap 27:26 Allah, Allah maha pengampun. Innallaha 27:28 gfurur rahim. Ya, Allah tuh maha 27:30 pengampun. Nah, itulah sebabnya kita 27:33 perlu muhasabah di sini. Nah, aspek apa 27:36 saja yang kita perlu muhasabah, yang 27:38 perlu kita 27:39 evaluasi? Wama khalaqtul jinna wal insa 27:42 illa liya'budun. Kita ini kan diciptakan 27:44 Allah kan untuk ee menyembah Allah ya. 27:47 Kita diciptakan Allah. Jin dan manusia 27:49 itu menyembah Allah. Nah, berdasarkan 27:51 ayat ini maka yang harus dimuhasabahi 27:55 oleh kita semua itu aspek dalam aspek 27:58 kehidupan kita itu adalah yang terkait 28:00 dengan ubudiah. Ubudiah ibadah ya yang 28:03 berhubungan dengan Allah ya nanti ee 28:06 dengan ee hubungan dengan manusia juga 28:08 ya yang mengandung nilai ibadah juga. 28:11 Nah, jadi aspek ibadah dia taabudi ya 28:15 yang pertama kali yang kita evaluasi 28:18 adalah ee tujuan penciptaan kita di 28:21 dunia ini adalah menyembah Allah. 28:23 Artinya apa? Tugas dan pekerjaan utama 28:26 manusia dalam menjalani kehidupannya ini 28:29 adalah ibadah. Jadi, ibadah itu apa 28:31 saja? Ibadah tuh yang mencakup ibadah 28:33 wajib dan ibadah yang sunah. Ibadah 28:36 wajib apa? Misalnya ibadah wajib itu 28:39 adalah ibadah yang harus dikerjakan oleh 28:40 setiap muslim. Ibadah yang terdapat 28:43 dalam rukun Islam tu ya. Salat, puasa, 28:47 zakat, haji. Bahkan salat 28:51 itu amalan yang pertama yang dihisab 28:54 oleh Allah pada hari kiamat. Awalabul 28:56 abdu yaumamah itu ya kalau salatnya 28:58 baik, seluruhnya amalan juga baik. Kalau 29:00 cacat, maka amalnya juga akan e cacat 29:04 ya. Maka dia akan merugi, ya. menyesal 29:06 dia. Nah, jadi kaitannya dengan 29:08 muhasabah ini setiap kita ee 29:12 mudah-mudahan mampu ya meningkatkan amal 29:14 ibadah fardunya ya. Maksudnya 29:16 mengevaluasi selama ini niatnya gimana, 29:18 tata caranya, pelaksanaannya, 29:21 penghayatannya. Apakah salat kita ini 29:24 berdampak kepada kehidupan kita atau 29:26 tidak gitu ya. Apakah salat 29:28 malas-malasan? Ya, ini yang perlu 29:30 dievaluasi. Apakah salatnya on time, 29:33 berusaha tepat waktu, yang seperti itu 29:35 ya. tidak hanya diri kita. Nah, apalagi 29:37 kepala keluarga dalam sebuah rumah 29:39 tangga ya, karena qawam pemimpin dia 29:41 akan diminta pertanggungjawaban di 29:42 hadapan Allah. Bagaimana dengan salat 29:45 anak dan istrinya? Ya, karena ini 29:48 menjadi ee pertanggungjawaban karena 29:50 seorang pemimpin itu akan diminta 29:53 pertanggungjawaban di hadapan Allah. 29:54 Kenapa anaknya sampai enggak salat? 29:56 Kenapa istrinya meninggalkan salat? Ya, 29:59 jadi ini memang 30:00 ee apa namanya? ee muhasabah kita ya ee 30:05 dalam keluarga ya. Tidak hanya untuk 30:08 diri kita terkait dengan salat tapi juga 30:10 untuk keluarga kita. Ku anfusakum 30:12 waahlikum naro itu ditujukan kepada si 30:15 bapak pemimpin dalam rumah tangga ya. 30:17 Lindungilah dirimu dan keluargamu dari 30:19 api neraka ya. Jadi memang ee ini bagian 30:22 dari aspek yang harus kita perhatikan 30:25 untuk dimuhasabahi. Jadi ibadah-ibadah 30:27 wajib dulu deh ya. Ya Allah, ini 30:30 tantangan juga buat ee Ibu juga ya ee 30:33 sebagai orang tua ya, bagi anak-anak, 30:35 sebagai pendidik utama ya. Jadi Bapak 30:38 dan Ibu tuh mestinya saling bekerja sama 30:40 ya dalam memperhatikan aspek ubudiah 30:43 keluarganya ya. Ini kan kita enggak mau 30:46 dong terpisah dengan keluarga kita nanti 30:48 di yaumil akhir ya. Berpencar-pencar, 30:51 berpisah-pisah, bercerai-berai ada 30:53 anaknya di neraka tingkat berapa gitu 30:55 ya. Terus kemudian, "Ya Allah, kita 30:57 enggak mau itu. Kita maunya berkumpul di 30:59 dunia sehidup sesurga." Ya, kita 31:02 inginnya begitu. Maka yang pertama kali 31:04 yang dievaluasi adalah salat. Nah, itu 31:08 aspek ta'budi ya. Itu yang wajib. Nah, 31:11 kemudian ibadah sunah juga. Ibadah sunah 31:13 yang tidak kalah pentingnya dengan 31:15 ibadah fardu ini karena ibadah sunah ini 31:18 penyempurna ya. Nah, jadi bahkan ulama 31:21 mengatakan bahwa salah satu indikasi 31:23 kesempurnaan iman seorang mukmin itu 31:25 adalah kelanggengannya dalam 31:27 melaksanakan ibadah sunah. Ya, jadi 31:31 Rasulullah sendiri memberikan porsi 31:32 dalam aspek ini sangat besar ya. Kita 31:35 lihat bagaimana perhatian ee bagaimana 31:38 misalnya Ibunda Aisyah radhiallahu anha 31:39 memperhatikan salat ee Rasulullah ya, 31:41 salat malamnya ya itu sampai bengkak 31:43 kaki Nabi. Masyaallah. Sampai ibunda 31:46 Aisyah itu bertanya, "Ya, ya Rasulullah, 31:48 engkau sudah diampuni dosamu yang lalu, 31:51 yang akan datang kok masih salat itu 31:53 masih bengkak gitu. Kaki itu kok masih 31:55 masih lama salatnya." Nah, ini ya konsep 31:58 rasa syukur yang dilakukan oleh 32:00 Rasulullah untuk contoh bagi umatnya. 32:02 Afala akuna abdan syakur. Tidakkah 32:05 pantas aku menjadi hamba Allah yang 32:06 bersyukur karena aku telah diampuni dosa 32:09 kita. Ya 32:11 Allah, udah jarang-jarang sunahnya, 32:14 enggak ki mulai lagi. Ya Allah, ini 32:15 evaluasi buat kita semua ya. Kemudian 32:18 juga mengevaluasi ee puasa sunah, 32:21 zikrullah, tilawah Al-Qur'an, infak, 32:24 sodqah, ya. Dan semua aspek-aspek ibadah 32:28 yang Rasulullah dan para sahabat ee 32:30 sangat memperhatikannya ya. Itu masalah 32:33 ibadah, ya. Jadi paling tidak untuk kita 32:35 kita sendiri ya masalah ibadah nih coba 32:38 dipahami bacaan salatnya. Berusaha untuk 32:41 lebih khusyuk lagi gitu ya. 32:42 Mudah-mudahan dalam aspek ibadah wajib 32:45 ini ee kita tidak tekor ya. 32:48 Mudah-mudahan ee ya mudah berusaha terus 32:51 ya. Karena memang kita dengan setan tuh 32:54 saling ini ya. Setan tuh kita luar 32:57 biasa. Setan tuh sumpahnya tuh aku akan 33:00 goda manusia sampai kapanpun gitu ya. 33:03 sampai dia mati gitu ya dari depan 33:05 belakang kiri kanan bahkan sampai mau 33:07 meninggal saja itu setan tuh tidak lepas 33:10 untuk menggodanya supaya meninggalnya 33:13 dalam keadaan suul khatimah itu setan 33:15 itu. Nauzubillah ya Allah godaannya itu 33:17 luar biasa ya. Jadi ee itu yang pertama 33:20 ya dalam aspek e taabudi ya 33:23 ibadah-ibadah ya terutama tentu ee yang 33:26 menjadi kewajiban kita. 33:28 Kemudian evaluasi atau aspek yang perlu 33:30 kita muhasabahi itu adalah ee janib 33:33 amali ee jadi ee pekerjaan ya taksibi 33:38 atau perolehan rezeki ya artinya ee 33:42 sumber ee sumber rezeki kita itu sudah 33:48 fix halal atau bagaimana ya karena tidak 33:51 akan bergerak tapak kaki anak Adam pada 33:55 hari kiamat itu dia itu pasti akan 33:58 ditanya tentang lima hal ya, umurnya 34:01 untuk apa dihabiskan ni. Usia-usia kita 34:03 ini tuh habis untuk apa ya, masa 34:06 mudanya ke mana dipergunakan untuk apa? 34:09 Hartanya di mana dia memperolehnya dan 34:12 ke mana dia dibelanjakan. Terus ilmunya 34:15 sejauh mana dia amalkan. Jadi memang 34:17 intinya ya dalam kehidupan kita selain 34:21 tadi taabudi itu semuanya akan dihisab 34:23 ya. pekerjaan, sumber penghasilan itu ee 34:27 apakah wah pokoknya luar biasa deh ya 34:29 Allah. Jangan sampai kita memakan makan 34:31 yang haram ya. Lukmah wah hidayah 34:33 kuluhanas sesuap yang kita makan aja itu 34:35 sudah mampu ee menolak amal kita 40 34:37 hari. Bagaimana kalau bersuap-suap 34:39 bertahun-tahun? Ya Allah 34:40 astagfirullahalazim ya. Apakah semuanya 34:42 jelas ya halalnya? Apakah ada bau-bau 34:45 syubhatnya apalagi haramnya. Ya Allah, 34:48 ini luar biasa ya yang perlu kita kita 34:52 perbaiki dalam ee kehalalan harta ini. 34:56 Karena ini akan menyangkut dengan ibadah 34:57 kita. Setiap yang kita konsumsi itu 35:01 halal itu akan menjauhkan kita dari 35:02 hidayah. Maka evaluasi terhadap sumber 35:06 penghasilan ini penting. Apakah ada 35:09 unsur haramnya atau syubhat itu harus 35:11 ditinggalkan ya. Betapa besar pun 35:14 penghasilannya ya. Kalau besar tapi 35:16 haram itu ya Allah luar biasa ya. Ini 35:19 yang kayak bunga itu yang riba-riba itu 35:21 ya yang non syariah itu tuh ya Allah ini 35:25 akan berdampak loh pada keluarga ya. 35:27 Betapa banyak kita mengambil hikmah dari 35:29 suatu perjalanan hidup manusia ya. Saya 35:31 suka diberikan apa suka dikonsultasikan 35:34 oleh para para ibu yang bermasalah dalam 35:37 rumah tangganya. Ternyata bermula dari 35:39 penghasilan yang haram. Karena suaminya 35:42 bekerja di tempat-tempat yang 35:44 penghasilannya itu haram, menyangkutlah 35:46 itu semua akhlaknya, pribadinya. 35:48 Akhirnya terjadilah perzinaan, 35:49 selingkuh, dan segala macam itu tidak 35:51 lepas dari kehalalan harta. Ya, jadi 35:54 kalau hartanya tidak halal, berdampak ke 35:57 mana-mana itu ya. Ya Allah, yang anaknya 35:59 mah itu semuanya bermula dari harta yang 36:03 haram ya. Jadi keharaman harta itu 36:05 berdampak kepada semuanya terkait dengan 36:08 jabatan, kedudukan, ya, risywah, suap 36:11 itu akan berdampak loh pada dengan 36:12 keluarga ya. Ya, mungkin perilaku ya 36:15 kalau enggak perilaku suaminya anaknya 36:16 lah atau istrinya lah gitu ya akan sulit 36:19 ee mendapatkan hidayah ya terhalang 36:21 hidayah karena keharaman harta yang 36:24 didapat itu. Nauzubillah minzalik ya. 36:26 Kemudian itu yang kedua ya terkait dari 36:28 income ya, sumber penghasilan rumah 36:30 tangga itu juga perlu dievaluasi ya. 36:32 Banyak harta tapi haram itu enggak ada 36:36 gunanya. Sedikit halal itu lebih berkah. 36:40 Ya nanti akan pertanggung jawabnya akan 36:41 berat itu. Ya Allah yang berani ngambil 36:43 uang rakyat ya Allah 36:44 pertanggungjawabannya itu berat ya. Nah 36:47 kemudian yang ketiga aspek kehidupan 36:49 sosial keislaman ya. Janibul hayat 36:51 ijtimaiyiah alislamiyah. Ini penting 36:52 dievaluasi ya. Aspek kehidupan sosial 36:55 itu maksudnya muamalah kita dengan 36:57 sesama ya. Akhlak kita, adab kita 36:59 terhadap manusia. Bahkan kalau 37:01 Rasulullah mengatakan ee bertanya kepada 37:03 sahabat, "Tahukah kalian siapa orang 37:05 yang bangkrut?" Ee sahabatanya menjawab, 37:08 "Orang yang ee tidak ee yang bangkrut 37:10 tuh orang yang enggak punya apa-apa ya 37:11 Rasulullah. Enggak punya uang, enggak 37:13 punya perhiasan." Nah, Rasulullah 37:14 katakan bukan. Orang yang bangkrut itu 37:17 dari umatku adalah orang yang nanti pada 37:19 hari kiamat tuh bawa pahala banyak. 37:21 Pahala salatnya, puasanya, zakatnya, 37:24 amal ibadahnya banyak. Tapi dia juga 37:28 membawa dosa. Dosa memfitnah, mencela, 37:32 menggibah, memakan harta orang lain, 37:34 mengintimidasi, menzalimi orang lain. 37:36 Maka orang-orang yang yang dia zalimi 37:39 itu itu nanti akan ditransfer tuh pahala 37:41 dari dia. Jadi dia tuh buntung, 37:43 bangkrut, rugi. Nah, kalau udah rugi itu 37:46 kan ya Allah kan buat apa tuh? Merasa 37:49 banyak amalnya 37:51 ternyata zero ya. enggak ada lagi dia 37:53 dapatkan nanti di akhirat karena 37:56 kezalimannya terhadap manusia. Jadi ini 37:59 dengan itulah nanti dia akan ee 38:02 dimasukkan ke dalam neraka. Nauzubillah 38:05 minzalik. Jadi memang ee evaluasi itu ya 38:07 jangan sampai kita menzalimi orang tadi 38:09 disebutkan ya itu lebih ee berat dosa 38:14 terhadap sesama manusia. Kalau kita 38:16 berdosa kepada Allah dengan 70 macam 38:18 dosa, Allah akan ampuni. Tapi kalau 38:21 dengan manusia, tunggu dulu sampai 38:22 manusia itu mengikhlaskan. Itu orang 38:24 yang bangkrut, yang muflis itu ya, yang 38:26 suka mencela, memfitnah, memakan orang, 38:28 pokoknya yang menyangkut orang lain lah 38:30 gitu ya. Itu orang yang muflis yang dia 38:32 merasa ee banyak amalnya ternyata dia 38:35 tidak punya apa-apa. nih. Hati-hati juga 38:37 nih ya dosa yang dibuat oleh ee jari ya 38:39 netizen-netizen itu kan suka ya bikin 38:41 komen-komen, komen-komen yang menuduh, 38:45 dapat informasi baru dapat sepihak baru 38:47 dengar langsung dihujat. Padahal kita 38:49 belum tabayun. Hati-hati tuh yang kayak 38:50 gitu ya. Betapa fitnah itu sangat kejam 38:54 ya. Tidak hanya untuk diri orang yang 38:56 memfitnah apalagi di-share belum 38:59 diklarifikasi ee beritanya sudah 39:01 di-share padahal itu tidak benar. Wah, 39:03 dosanya tuh kena deh tuh. Ya Allah, itu 39:06 akan diminta pertanggungjawaban di 39:07 hadapan Allah. Nah, baik. Sekarang ee 39:10 sebagai pembahasan penutup ya, ini kan 39:12 hanya sebagai pengingat ya. Karena ini 39:14 untuk saya kita semua ya untuk di akhir 39:16 tahun selalu ada muhasabah-muhasabah ini 39:19 ya. Di antaranya ee kita mengevaluasi ya 39:22 masalah kita ya dengan Allah, 39:24 ibadah-ibadah wajib, ibadah sunah, 39:27 kemudian muamalah kita dengan orang 39:29 lain, income semua itu di di apa 39:32 diintropeksi ya. Sekarang caranya 39:34 gimana? Ee teknis nih ya. Teknis ya. Ini 39:37 kan semua orang kan berbeda ya. Punya 39:40 masing-masing ee cara untuk intropeksi 39:42 diri dan keluarga. Ee biasanya setelah 39:47 salat Isya sebelum tidur ya mengevaluasi 39:52 perilaku perbuatan yang selama ini ee 39:55 terjadi ya dari ya apa yang kita 39:57 lakukan. Biasa kalau harian itu kan dari 39:59 pagi itu Umar tuh. Umar bin Khattab tuh 40:01 suka begitu tuh. Sebelum tidur dia 40:03 mengingat-ingat kembali tadi pagi 40:04 ngapain? Terus oh ternyata tadi jalan 40:07 enggak jelas itu jalannya. Kakinya 40:09 dipukul kakinya. Ni kaki ini kena ke 40:11 mana? Kenapa sih pergi ke tempat yang 40:14 enggak enggak apa yang enggak 40:16 bermanfaat. Nah kita suka gitu tuh ya. 40:18 Ngapain ya ke mana ya? Ke mall jalan 40:20 enggak ada apa-apanya. Nah itu ee biasa 40:23 aja kan. Tapi kalau Umar tuh kadang 40:24 dipukul kakinya sakit. Yang sakit juga 40:26 dirinya ya. Tapi ini semuanya itu kan 40:28 nanti akan menuntut ya. Kaki berbicara 40:31 menyaksikan, tangan juga berbicara, 40:33 lisan diam. Nah, itu kan nanti kita diri 40:36 kita ini akan mempertanggungjawabkan apa 40:38 yang telah kita lakukan. Nah, itu nih 40:41 kadang-kadang kaki apa ngomong asal ya 40:43 Allah saat ngomong ngomongin orang 40:45 astagfirullahalazim. Makanya ini perlu 40:46 bermuhasabah itu ya mulai dari hal-hal 40:48 yang berkaitan dengan kalau kita 40:50 muhasabah rukun Islam, rukun iman gu ya. 40:53 Kemudian mengingat hal-hal yang 40:55 berkaitan dengan sesama manusia tadi. 40:57 Ngomong apa dengan orang tua? 40:59 Ingat-ingat lagi tadi orang tua ee marah 41:02 enggak ya dengan ucapan kita? Kayaknya 41:04 tuh air matanya ee menggenang tuh di 41:07 matanya ketika kita mengucapkan sesuatu. 41:10 Kayaknya tersinggung tuh orang tua. Ya 41:11 Allah merasa berdosa. Ah besok aku mau 41:13 minta maaf. Kayak gitu ya. atau dengan 41:15 suami ya atau suami dengan istri, dengan 41:18 anak, tetangga, saudara, pokoknya kita 41:21 muasabah ya. Kalau ada hal-hal yang 41:23 tidak enak di hati ee berarti itulah 41:25 dosa ya. Kita akan berusaha untuk minta 41:28 maaf ya. Bahkan ee setiap akan 41:31 meninggalkan rumah kita mencoba merenung 41:34 sebentar. Kita bertekad dengan 41:37 kesungguhan hati kita untuk mengontrol 41:40 nafsu kita untuk bertindak sesuai dengan 41:42 aturan main Allah. Jangan sampai kita ee 41:46 terperdaya oleh hawa nafsu. Nih para 41:48 suami nih nih keluar rumah ini on the 41:51 track lah. Jangan sampai nanti di tempat 41:53 kerja ada perempuan 41:55 dibanding-bandingkan. Itu kan setan suka 41:56 gitu. Akhirnya ah coba ah iseng-iseng 41:59 lama-lama kan akhirnya terjerumus. 42:01 Akhirnya nyesal kan akhirnya rumah 42:02 tangganya berantakan. Itu kenapa? Karena 42:04 tidak dievaluasi dari awal. Mestinya 42:07 ketika sudah salah arah gitu ya sudah 42:09 mulai nyaman berdua-duaan. Kemudian, nah 42:12 itu setan tuh akhirnya memang berduaan 42:14 di kamar. Nauzubillah. Terjadilah 42:15 perzinaan. Mestinya dari awal tuh 42:17 dievaluasi ini salah, ini harus 42:20 dihentikan, gitu ya. Nah, ini ee dengan 42:23 menyadari itu maka sepanjang hari ya 42:26 insyaallah Allah bersama kita. Kita ini 42:28 pasti ada ujian-ujian dalam kehidupan. 42:30 Pasti banyak ujian kita ya. Nah, 42:32 bagaimana kita mengantisipasinya ya? 42:35 Mengantisipasi ujian-ujian yang ada. 42:37 Nah, jadi caranya itu tergantung ee 42:40 masing-masing ya. Tapi paling tidak 42:42 jangan masa bodoh ya. Kadang-kadang kan 42:44 orang suka lupakanlah masa lalu. Iya. 42:46 Enggak begitu. Lupakan masa lalu tu 42:48 artinya jangan ingat-ingat lagi ee 42:51 kejahatan orang kepada kita ya. Sakit 42:53 hati kita. Tapi yang diingat-ingat 42:54 masalah tuh apa yang aku lakukan yang 42:56 akan membawa dampak buruk pada diriku. 42:59 Itu yang mestinya kita perbaiki gitu ya. 43:01 Aku mah udah move on ya. Enggak apa-apa 43:03 move on. Tapi jangan sampai kita lupa 43:05 kita pernah melakukan mencatat perbuatan 43:08 yang menyebabkan orang tersinggung, 43:11 orang terfitnah, orang terzalimi karena 43:14 kita tidak pernah memperbaiki diri. Nah, 43:16 ini yang repotnya ya. Nah, jadi itulah 43:18 Mbak ya ee kita memang senantiasa 43:20 muhasabah dan sebaik-baik muhasabah itu 43:22 adalah ketika kita minta kepada saudara 43:24 kita yang mengenal kita, saya salah apa 43:27 ya kira-kira apa yang harus saya 43:28 diperbaiki? Itu penting banget tuh ya. 43:30 Ini alangkah baiknya saling terbuka. 43:33 Keterbukaan suami istri ya. Suami aku 43:35 selama ini apa yang aku ya pokoknya 43:37 baguslah. Tapi jarang sekali terjadi ya. 43:39 Kadang-kadang adanya membela diri 43:42 kadang-kadang malah menghujat gitu ya. 43:44 Ya Allah ya. Semoga Allah merahmati 43:46 seorang hamba yang ketika menginginkan 43:48 sesuatu ia merenung terlebih dahulu. 43:50 Kalau itu untuk Allah maka ia terus dan 43:52 kalau itu untuk selainnya maka ia 43:53 urungkan. Ini perkataan Alhan Albasri. 43:56 Wallahuam. 43:58 Ya. Baik, Ustazah. Boleh kita langsung 44:00 ke tanya jawab atau masih ada yang ingin 44:03 disampaikan, Ustazah? Ee ada dikit lagi, 44:06 Mbak. He kita karena sudah jam lewat, 44:10 kita langsung ke lanjutkan saja mungkin 44:13 kalau ada yang masih Ustazah ingin eh 44:15 saya lanjut aja, Mbak ya. Ininya ya 44:17 sebentar dikit lagi ya. Jadi untuk 44:19 pertanyaan mengukur tingkat 44:21 spiritualitas kita tuh ada pertanyaannya 44:23 misalnya ya, berapa banyak waktu yang 44:26 dihabiskan untuk ibadah setiap harinya? 44:29 Terus berapa banyak waktu yang 44:30 dihabiskan untuk evaluasi? Ya, berapa 44:33 lembar Al-Qur'an yang kita baca setiap 44:36 hari? Berapa kali salat tahajud kita, 44:38 salat sunah apa saja yang kita telah 44:40 lakukan yang harus kita tingkatkan? 44:43 Apakah kita ee sudah rutin puasa sunah 44:45 gitu ya, Pak Senin Kamis atau ee 9 44:48 Zulhijah atau Asyura atau apa Daud gitu 44:51 ya. Terus kemudian iktikaf. Kemudian 44:53 bagaimana tingkat salat kita, bagaimana 44:55 konsentrasinya, bagaimana kita ketika 44:58 salat apakah 45:00 ee apa dapat menjalani kekhusyukan, 45:03 terasa enggak bahagia di hati kita, 45:05 bagaimana kenyamanan jiwa kita, 45:07 bagaimana tingkat sedekah kita? 45:09 Bagaimana kondisi hati kita terhadap ee 45:12 saudara-saudara kita, keluarga kita. 45:14 Berapa banyak uang yang dihabiskan untuk 45:16 perjalanan dakwah atau sedekah kita? 45:18 Bagaimana dengan makanan kita? Apakah 45:21 kita tahu ini halal atau tidaknya, 45:23 berapa penghasilan kita yang halal atau 45:25 yang subhat? Bagaimana kita ee 45:28 berhati-hati dalam setiap mendengar atau 45:30 menyampaikan ee perkataan atau men-share 45:33 segala sesuatu. Jadi semuanya itu ee 45:35 perlu dievaluasi. Termasuk ee terakhir 45:37 kali kita menangis dalam keadaan kita 45:39 bersendiri karena kita cinta kepada 45:41 Allah itu berapa kali? Kapankah gitu. 45:44 Jadi, berapa banyak perbuatan kita 45:45 dipengaruhi oleh pemikiran orang lain 45:47 dan berapa banyak yang kita murni hanya 45:50 untuk mencari rida Allah. Dan itulah 45:52 barangkali tambahan ee untuk evaluasi 45:55 bahan evaluasi kita masing-masing. 45:56 Wallahuam 45:58 bawab. Baik, penutupnya tadi Ustaz sudah 46:00 sampaikan yang paling penting adalah 46:01 indikator-indikator yang bisa menjadi 46:03 bahan muhasabah diri kita. Dan itu 46:06 kayaknya kalau dibikin tabel dari 46:08 dibikin skala 1 sampai 10 atau baik, 46:11 cukup, kurang, sangat kurang, sangat 46:14 baik. Saya kebayang kalau itu 46:15 benar-benar kita aplikasikan dalam 46:17 kehidupan ee dan setiap hari kita 46:19 lakukan masyaallah mungkin akan terjaga 46:21 sekali setiap langkah kita dalam 46:22 kehidupan ya, Ustazah. Iya. Insyaallah. 46:24 Masyaallah. Baik, Ikh ikhwan dan akhwat. 46:26 Ee kami akan langsung saja ee masuk ke 46:28 sesi tanya dan jawab. Sudah ada beberapa 46:30 yang masuk. Izinkan saya langsung 46:31 membacakannya. Ini di antaranya yang 46:34 memberikan pertanyaan lewat WhatsApp 46:36 adalah Ibu Aminah. Asalamualaikum 46:38 warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah. 46:41 Waalaikumsalam warahmatullahi 46:42 wabarakatuh. Saya Ibu Aminah, pendengar 46:45 setia. Betul. Ee ingin izin bertanya, 46:48 Ustazah. Dulu seingat saya ketika muda 46:51 kami banyak sekali dosanya dan setelah 46:53 tua menyesali dan ingin bertobat. Apakah 46:56 Allah menerima taubat dan mengampuni 46:58 dosa-dosa kita yang sudah lama dan sudah 47:00 lalu, Ustazah? Mohon pencerahannya. 47:01 Terima kasih. Insyaallah, Ibu Aminah 47:04 yang dirahmati Allah. Selama dosa kita 47:07 dengan Allah sebesar apapun, sebanyak bu 47:11 di lautan, sebanyak apapun, Allah itu 47:14 maha pengampun, maha penyayang. Tapi 47:15 kalau itu dosa kepada Allah, ya sebesar 47:18 apapun Allah itu maha pengampun, Allah 47:20 itu maha penyayang, Allah itu maha baik. 47:23 ya dosa kita kepada Allah misalnya 47:25 mungkin dulu kita salatnya enggak 47:27 terlalu khusyuk gitu ya atau pokoknya 47:31 karena ketidaktahuan kaitannya dengan 47:33 dosa kepada Allah itu Allah ampuni. Tapi 47:36 ketika kita memiliki sangkut paut dosa 47:39 dengan manusia Allah tidak akan 47:41 mengampuni sampai manusia itu memaafkan 47:43 kita. Contoh misalnya ketika kita 47:46 menjadi seorang anak pada saat itu, 47:48 menyakiti hati orang tua kita sampai 47:50 luka ya, sedih dan kita belum sempat 47:55 untuk minta maaf gitu ya atau kita 47:57 lupakan. Jadi pada saat kita seorang 47:59 anak durhaka kepada orang tua tuh kan 48:00 dicatat itu oleh malaikat. Nah, biasanya 48:03 kan hubungan sehari-hari tu kan lupa ya. 48:05 Mungkin si anak ya namanya orang tua 48:06 sama anak kan biasa ya orang tua tu kan 48:08 udahlah enggak ingat-ingat tapi 48:10 catatannya masih ada. Nah, betapa banyak 48:12 kita menyakiti hati orang tua. Terus 48:14 kemudian kalau minta maafnya kan minta 48:16 maaf sambil maafin bae. Iya, maaf. Maaf 48:18 yang mana nih? Dari dosa yang mana gitu 48:20 kan. Nah, jadi ketika kita memiliki 48:23 sangkut paut dengan manusia ya, hutang 48:25 yang belum terbayarkan, hati yang 48:27 tersakiti, gibah, gunjing, ya, mencela 48:30 dan segala macam, itu Allah akan ampuni 48:32 kalau manusia itu pun telah memaafkan 48:35 kita. Nah, jadi 48:37 artinya yang menyangkut dengan Adami ya, 48:40 menyangkut dengan manusia, maka kita 48:43 perlu meminta maaf ya, mengembalikan 48:46 hak-hak yang kita ambil. Yang punya 48:48 hutang tuh bayar dulu. Enggak ada itu 48:50 ceritanya. Aku punya hutang sudah tobat 48:51 aja sama Allah deh nanti. Enggak bisa 48:53 sampai orang aja dari hutang aku gitu. 48:55 Ah, gitu. Enggak bisa begitu. Itu akan 48:57 ditagih nanti. Ya Allah, sebesar apa 49:00 tuh? Makanya Rasulullah tuh enggak mau 49:02 tuh menyalati sahabat yang memiliki 49:04 hutang. He ya. Karena ini enggak bisa. 49:08 Allah itu tidak akan ee mengampuni atau 49:12 menangguhkan dulu sampai selesai itu 49:14 masalahnya. Makanya ini kalau hutang tuh 49:16 berat itu kan hak orang. Sebesar apapun 49:18 walaupun se seranting dahan itu ya 49:21 sejengkal tanah sebesar apapun kalau ada 49:24 hak orang yang masih kita miliki belum 49:26 kita 49:27 kembaliikembalikan maka selama itu Allah 49:30 belum memaafkan kita. Nanti kan kalau 49:32 orang-orang yang punya sangkut paut ya, 49:34 Mbak ya, di hari akhirat nanti mungkin 49:36 yang menyakiti orang, menzalimi orang, 49:40 menggiba orang, hutang enggak bayar, itu 49:43 kan hisabnya lama tuh di Padang Mahsyar. 49:45 Bagaimana cara dia ee bisa meminta 49:48 keikhlasan dari orang yang dulu pernah 49:50 dia pinjam, dia sakiti? Itu kan sulit. 49:53 Itu caranya gimana? itu pahalanya 49:56 diberikan kepada orang itu. Itulah cara 49:58 ketika tidak lagi ada dirham atau dinar 50:00 di yaumil akhir. Jadi 50:02 kebaikan-kebaikannya, amal salehnya 50:03 diberikan kepada orang yang pernah dia 50:06 sakiti. Kalau banyak kebaikan, kalau 50:08 enggak ada gimana? Nah, itu ya. Jadi 50:10 mumpung masih hidup ya mudah-mudahan 50:13 kita minta ridanya orang yang pernah 50:15 kita zalimi, orang tua, saudara atau 50:17 siapapun ya, para suami tuh yang 50:19 menyakiti anak dan istrinya dan tidak 50:21 bertanggung jawab meninggalkan begitu 50:23 saja. Hati-hati tuh berat itu nantinya 50:25 ya. Tapi apakah istrinya nanti 50:27 memaafkan? Ya itu tergantung ya. Kita 50:29 kan bicara diri kita ya. Apakah kita 50:31 dimaafkan atau tidak? Wallahuam bawab. 50:33 Ya, intinya Allah maha pengampun, maha 50:35 penyayang. Kalau itu dosa hanya terkait 50:38 dengan ee Allah. 50:40 Wallahuam. Baik, Ibu Amina sudah Ustazah 50:43 jawab pertanyaannya. Saya akan lanjutkan 50:45 ke Bapak Supriatna. Ini bertanya. 50:48 Asalamualaikum warahmatullahi 50:49 wabarakatuh, Ustazah. 50:51 Waalaikumsalam warahmatullahi 50:52 wabarakatuh. Ustazah di akhir tahun ini 50:55 ingin sekali berkunjung ke orang tua. 50:58 Namun kalau orang tua sudah tiada, 51:00 siapakah yang sama derajatnya dengan 51:02 orang tua? 51:04 Ya, pernah ada ee dalam riwayat 51:07 seseorang itu ee ini dari apa? Riwayat 51:11 ada yang dari Ibnu Abbas meriwayatkan 51:13 jadi ada orang yang berbuat dosa. Jadi 51:16 dia tuh ee senang sama perempuan. Ini 51:19 dalam riwayat itu, Mbak ya. 51:21 orang laki-laki itu senang ee apa ee 51:23 senang dengan seorang perempuan. Terus 51:24 dia lamar, ditolak sama perempuan itu. 51:26 Eh, perempuan itu menerima lamaran orang 51:28 lain. Cemburu dia ya, dia bunuh 51:31 perempuan itu. Masyaallah. Nah, di situ 51:33 dia merasa dosa besar, cinta ditolak. 51:36 Ya, itu kan parah itu ya ininya ya 51:38 membunuh itu dia tobat ya. Tidak 51:40 dijelaskan di situ apakah ee sudah di ee 51:44 qisos itu sudah di ee sudah ada hukumnya 51:46 atau tidak ya. Tapi kalau dia bertobat 51:49 ee apa namanya? Melakukan tobat nasuha 51:52 itu kan berarti bisa jadi kisos belum 51:54 belum ada ya. Kemudian dia bertanya 51:56 kepada ee sahabat saya berdosa perbuat 51:59 berdosa besar adakah ee pintu tobat 52:01 terbuka untuk saya? Terus kemudian dia 52:04 kan tentu bertobat itu kan menyesali 52:05 diri tidak mengulangi kembali. Terus 52:07 kemudian ee ditanya oleh Rasulullah, 52:10 "Kamu punya ibu? Punya orang tua?" Orang 52:12 tua saya sudah enggak ada. Ee ibu ee 52:14 kamu punya ibu, ibu saya sudah enggak 52:16 ada. kamu punya kh ya. Khalah itu 52:18 artinya saudara dari pihak ibu ya ada. 52:21 Nah, berbaktilah kepadanya. Nah, artinya 52:23 gini. Salah satu kita ee tobat kita 52:27 diterima oleh Allah itu adalah berbakti 52:28 dengan orang tua ya, terutama ibu gitu 52:30 ya. Jadi kalau ibu enggak ada, bagaimana 52:32 dengan saudaranya, dengan khalahnya. 52:34 Jadi pengganti orang tua kita itu adalah 52:37 kerabat ee saudara, kakak, adik dari 52:39 orang tua kita ya. Kalau misalnya bapak 52:41 ya itu berarti kakak, adiknya, 52:42 keluarganya. Ibu juga begitu ya. Kalau 52:45 kakek nenek pasti sudah enggak ada ya, 52:46 karena kita sudah Nah, itu berarti 52:48 kerabat-kerabatnya. Jadi artinya itu 52:50 untuk menyambung silaturahim. Nah, tidak 52:53 hanya itu sebenarnya ya dalam berbakti 52:56 kepada orang tua ya, ketika orang tua 52:58 sudah tidak ada itu menyambung kembali 53:01 ee silaturahim atau sahabat-sahabatnya 53:03 dulu. Ya mungkin orang tua kita punya ee 53:07 apa kerabat atau teman atau orang-orang 53:09 yang itu kita sambung. Nah, itu dalam 53:12 rangka kita niatkan untuk ee bakti kita 53:14 kepada orang tua ya, agar diampuni dosa 53:17 orang tua dan itu bentuk bakti anak. 53:18 Jadi kalau tidak ada lagi orang tua kita 53:20 kerabat dari Bapak atau Ibu ya kholah 53:22 itu saudara-saudara kandungnya. Jadi 53:24 termasuk ya keturunannya itu kan bagian 53:26 de kerabat kita ya anak-akriba begitu 53:28 ya. He. Oke. Baik Pak Supriatna jelas 53:32 sekali ya jawaban dari Ustazah. Saya 53:33 akan lanjutkan ke pertanyaan berikutnya. 53:35 Hamba Allah Ustazah. Asalamualaikum 53:37 warahmatullahi wabarakatuh. 53:39 Waalaikumsalam. warahmatullahi 53:41 wabarakatuh. Ustazah, saya sering 53:44 teringat dengan dosa saya masa lalu 53:46 ketika saya masih kuliah dahulu kala dan 53:49 saya kebetulan menjadi salah satu senior 53:52 yang ikut acara ospek. Kemudian saya 53:55 ingat sekali ada satu mahasiswi baru 53:58 yang entah kenapa saya terbawa suasana 54:00 saya memarahi dia bahkan mencaci maki 54:04 dan mengeluarkan kata-kata yang sangat 54:06 kasar sehingga dia menangis. Kalau saya 54:08 teringat itu, Ustazah, saya bingung 54:10 sekali. Karena pertama saya tidak tahu 54:12 itu dia siapa. Kedua, saya tidak tahu 54:15 juga mencarinya dia di mana. Bagaimana 54:18 caranya, Ustazah menebus kesalahan dan 54:20 dosa saya terhadap ia yang mungkin saja 54:23 sakit hati pada saat itu. Terima kasih, 54:25 Ustazah. Masyaallah, luar biasa ya. 54:29 Masyaallah. Ini bagian dari muhasabah 54:31 ya. Masyaallah, Ustazah ya. Yang penting 54:34 pertama itu berusaha semaksimal mungkin 54:37 untuk ketemu. Kalau enggak bisa, enggak 54:39 ketemu, doakan. Jadi doakan spesial 54:42 khusus ya kepada Allah terhadap 54:44 mahasiswi itu. Ya Allah, ampuni dosanya 54:47 ya Allah. Ee pokoknya doa deh ee ya 54:50 Allah ee apa kalau dia sedang sakit 54:53 sehatkan, mudahkan jalan hidupnya, 54:55 terima amal ibadahnya. Pokoknya doa-doa 54:57 yang yang sebaik-baik doa ya untuk 54:58 saudara kita. Karena doa terbaik itu 55:01 adalah doa saudaranya terhadap 55:02 saudaranya di belakangnya yang apa ee 55:06 apa tanpa diketahui ya. Jadi doa yang 55:09 terbaik itu adalah ketika kita berdoa 55:11 untuk saudara kita atau orang lain yang 55:13 tidak dia ketahui. Nah, jadi ini bentuk 55:16 ee upaya semoga Allah mengampuni 55:20 dosa-dosa kita ya. Nah, ini juga 55:22 termasuk dosa-dosa ketika kita 55:24 menggibah. Jadi, kafaratul gibah. 55:26 Kafarat bagi dosa gibah ya. ngomongin 55:29 orang. Sama juga ya dengan menzalimi apa 55:32 dengan kata-kata itu adalah dengan 55:33 mendoakannya. Doakan doakan kebaikan. Ya 55:37 Allah lapangkan rezekinya, terima amal 55:39 ibadahnya. Berilah dia hidayahmu ya 55:41 Allah. Ya Allah masukkan dia ke dalam 55:43 surgau. Pokoknya yang terbaiklah itu ya. 55:45 Mudah-mudahan dengan kita mendoakannya 55:48 seikhlas seikhlas ee maksimal keikhlasan 55:52 kita, kita doakan terus ya. Ketika ingat 55:54 kita, kesalahan kita, kita doakan dia 55:55 mudah-mudahan Allah ampuni dosa kita 55:57 insyaallah. Insyaallah dan kalau perlu 55:59 ya Allah temukan aku dengannya gitu ya. 56:03 Biar tenang ya Ustazah ya. Baik Ustazah 56:06 nambahi tiga pertanyaan ini cukup untuk 56:09 ee dibahas Ustazah pada kesempatan kita 56:10 kali ini. Dan sebelum kita tutup kiranya 56:14 kesimpulan Ustazah tafadol. Pendengar 56:16 yang dirahmati Allah, muhasabah diri ini 56:19 adalah pengingat untuk saya, kita dan 56:22 kita semua. Karena kita memahami sekali 56:24 ya, bagaimana Rasulullah membagi manusia 56:27 itu ke dalam tiga golongan. Golongan 56:30 yang beruntung jika hari ini lebih baik 56:33 dari hari kemarin. Golongan yang merugi 56:35 jika hari ini sama dengan hari kemarin. 56:38 Golongan yang celaka jika hari ini lebih 56:41 buruk daripada hari kemarin. Nah, inilah 56:43 yang kita waspadai. Semoga hari-hari 56:46 kita dapat kita lewati bersama-sama 56:49 dengan amal yang semakin hari semakin 56:51 meningkat. sehingga kita mampu 56:53 memperbaiki diri kita sehingga kita 56:55 mendapatkan rida, ampunan dan kasih 56:57 sayang Allah. Astagfirullahakum. 57:00 Asalamualaikum warahmatullahi 57:02 wabarakatuh. Waalaikumsalam 57:05 warahmatullahi wabarakatuh. Jazakillah 57:08 khairan kasiran untuk guru kita Ustazah 57:09 Herlini Amran. Insyaallah bermanfaat 57:12 besar pengingat dan kajian kita pada 57:16 siang hari ini. Dan jangan lupa 57:17 muhasabah seperti yang tadi disampaikan 57:19 ustazah, jangan menanti akhir tahun, 57:22 tapi keraplah dilakukan apabila ada 57:24 kesempatan dengan tadi banyak 57:25 indikator-indikator yang sudah 57:27 disampaikan atau di ee berikan oleh 57:30 Ustazah yang bertugas hari ini. Saya 57:32 Karolin juga didampingi para pejuang 57:34 dakwah di Rasil. Kami mohon maaf apabila 57:36 ada kekurangan dalam kajian dan siaran 57:39 kami pada siang hari ini. Mudah-mudahan 57:40 tidak mengurangi semangat kita untuk 57:43 mengikuti kajian-kajian lain berikutnya 57:45 di Rasil setelah ini. Baik, kami pamit 57:47 undur diri. Subhanaka Allahumma 57:49 wabihamdika ashadu allaha illa anta 57:52 astagfiruka wa atubu ilaik. Wabillahi 57:55 taufik wal hidayah. Wasalamualaikum 57:58 warahmatullahi wabarakatuh.