Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
2:56 [Tepuk tangan] 2:58 M 3:03 [Musik] 3:09 Bismillahirrahmanirrahim. 3:11 Asalamualaikum warahmatullahi 3:12 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin 3:15 wasalatu wassalamu ala sayyidina 3:17 Muhammad waa alihi wasbihi ajmain. Rbi 3:20 zidni ilma Allahumf bimaamtani waimni 3:24 mafuni warzuqni ilman yangi. Dipancarkan 3:27 dari jalan masjid silaturahim nomor 36 3:31 Kalimanggis Cibubur Bekasi. Radio 3:33 Silaturahim dan Rasil TV untuk Islam 3:35 yang satu. Ikhwan akhwat yang dirahmati 3:37 Allah subhanahu wa taala. Apa kabar Anda 3:39 di sore hari ini? Semoga dalam keadaan 3:41 sehat walafiat. yang menjalankan ibadah 3:44 saumnya di hari pertama ini menjadi hari 3:46 yang spesial. Karena spesialnya adalah 3:48 kita masih diberikan nikmat oleh Allah, 3:52 nikmat usia dan nikmat ibadah sehingga 3:54 kita bisa melaksanakan lagi bulan suci 3:58 Ramadan. Dan Iwan akhwat. Senang sekali 4:01 saya Angga Aminudin ditemani oleh Neza 4:03 dan juga Yusuf Subangit meja operator 4:06 dapat kembali hadir menemani Anda dalam 4:08 acara tau siiah sore edisi hari Kamis 23 4:12 Maret 2023. Hari pertama ya Ikhon Ah di 4:16 bulan Ramadan ini. 1 Ramadan 1444 4:19 Hijriah. Dan hari pertama ini kita akan 4:22 mendengarkan tausiah dan juga nasihat 4:25 dari guru kita yang alhamdulillah telah 4:28 hadir di studio, Ustaz Zain Alhadi. 4:31 Asalamualaikum warahmatullahi 4:32 wabarakatuh, Pak Ustaz. 4:33 Waalaikumsalam warahmatullahi 4:35 wabarakatuh. 4:36 Apa kabarnya, Pak Ustaz? Sehat? 4:37 Alhamdulillah sehat. Senang. 4:39 Berarti ini Ramadan yang sudah ke berapa 4:41 kali buat Pak Ustaz? 4:44 Sudah banyak. 4:45 Sudah banyak ya, Pak Ustaz ya. 4:46 Masyaallah. 4:47 Luar biasa, Pak Ustaz ya. masih 4:49 diberikan kesempatan Allah. 4:50 Alhamdulillah 4:51 untuk bisa ketemu lagi sama Ramadan. 4:54 Insyaallah. 4:55 Hari Kamis ini hari pertama nih, Pak 4:57 Ustaz. 4:57 Iya, 4:58 hari pertama Ramadan. 5:00 Langsung kita dapat nasihatnya dari 5:02 Ustaz ini ya. 5:03 Insyaallah. 5:04 Dan kita akan mengangkat topik mengenai 5:06 menikmati rasa ibadah. Nah, kalau tadi 5:09 misalkan ikhwan akhwat juga sudah berapa 5:12 kali nih ketemu bulan Ramadan, apakah 5:14 sudah merasakan Ramadan-Ramadan yang 5:16 dilalui di tahun-tahun sebelumnya itu 5:18 dengan rasa nikmat? Nikmat itu nikmat 5:20 ibadah atau hanya rutinitas saja? Rutin 5:23 aja puasa, tarawihnya, baca Qurannya, 5:26 tapi kenikmatannya kok terasa kurang. 5:29 Nah, kita akan renungkan ini bersama 5:31 Ustaz Zain. 5:32 Ustaz Zin akan merenungi ini semua 5:33 dengan dengan kita semua. Kami 5:35 persilakan, Pak Ustaz. 5:36 Baik, terima kasih. 5:38 Bismillahirrahmanirrahim. 5:40 Alhamdulillahiabbil 5:42 alamin. Wasalatu wasalamu ala sayyidina 5:45 wa habibina Muhammadin asrofil mursalin 5:48 wa alih thahirin wa ashabihil mayamin. 5:50 Wa ba' 5:53 iya kita awal Ramadan ini kita berusaha 5:59 untuk bisa menikmati 6:02 rasa ibadah bermacam-macam rasa. 6:06 Mengapa demikian? Karena sesungguhnya 6:09 diri kita ini terdiri dari dua bagian. 6:13 Satu raga dan dua yang kedua jiwa. Yang 6:16 raga semacam bungkusan saja. Kulit jaket 6:19 kulitlah. Benar. Jaket kulit yang kita 6:22 yang asli itu ya ada dalam jiwa itu 6:25 nanti itu beruh ya pantulan dari ruh 6:29 Allah. Jadi abadi jiwa tidak dari tanah 6:32 kembali ke tanah. sementara saja untuk 6:36 memperagakan isi jiwa melalui raga. Di 6:40 dunia ini kita dikasih raga untuk bisa 6:43 memperagakan bila jiwa kita saleh, baik, 6:46 memperagakan kesalehan dengan raga ini. 6:52 Itu jadi kita peragakan siapa kita 6:54 sebenarnya, apa peranan kita, apa 6:57 peranan yang kita bawa sebagai apa kita 7:00 peragakan. Tapi yang mengisi yang 7:04 berbuat itu jiwa ruh yang kita itu asli 7:07 yang mendengar ruh yang berbicara ruh. 7:12 Nah, tapi caranya gimana? Ya dipikir dan 7:15 dirasa dong. Karena pikiran dan rasa itu 7:17 ada dalam ruh. 7:21 makanan raga materi 7:24 buah-buahan, sayuran, biji-bijian semua 7:26 itu 7:28 makanan raga, air 7:31 macam-macam makanan itu. Nah, makanan 7:33 ruh juga macam-macam, 7:36 berbeda-beda rasa. 7:39 Rasa nasi goreng lain, sayur asem lain, 7:41 semua seperti itu. Nah, makanan dulu 7:43 beda rasa ibadah, nikmatnya ibadah lain, 7:47 nikmat nikmatnya ibadah malam lain, 7:51 nikmatnya ibadah bersedekah lain. Semua 7:54 sudah merasakan tinggal kekuatannya itu 7:57 berapa. 8:00 Karena kalau makan sayur 8:04 tanpa rasa, bagaimana rasanya? 8:09 Hamp. 8:10 Hamp. Tidak ada rasa. 8:14 Bagaimana kalau ibadah tanpa rasa? Hamp. 8:19 Melaksanakan kewajibannya aja. 8:23 Apa yang disebut khusyuk dan sebagainya 8:24 itu mana rasa? 8:28 Kalau makanan untuk dapat perasaan 8:32 kurang rasa ditambahin garam, ada yang 8:33 tambahin kecap, ada yang tambahin sambal 8:36 itu rasa. supaya berasa. Ketika berasa 8:39 badan puas, senang sebentar. Nah, kalau 8:43 kesenangan rohani tidak sebentar. 8:47 Lama 8:50 sebenarnya ibadah ini bukan kebutuhan 8:54 Allah, kebutuhan kita. Allah beri resep 8:56 karena sayang pada kita. Kenapa? Karena 9:00 Dia Maha Suci. Dia buat surga tanpa 9:02 batas, luasnya, luar biasa. Kenikmatan 9:05 tanpa batas untuk siapa? 9:08 Yang masuk ke surga. Yang pantas untuk 9:10 tinggal di surga. 9:12 Suci. 9:14 Allah suci, Maha Suci. Surga suci. Yang 9:16 masuk ke sana yang suci juga. 9:22 Setengah suci masih sudah bisa. Allah 9:26 yang Allah yang sempurnakan kesuciannya 9:28 nanti. Tapi kalau 0% kesucian, wah 9:33 berat. Nah, itu bagaimana? Nah, itu kan 9:35 nanti jiwa itu kan ada tiga menurut 9:38 Al-Qur'an. 9:39 Jiwa mutmainah, 9:42 jiwa lawwamah, jiwa amarah. 9:46 Jangan bawah dulu ya. Jiwa amarah tuh 9:49 yang fitrahnya tidak berfungsi. Fitrah 9:52 itu apa? Fitrah itu kalau bahasa kita 9:54 tuh peri kemanusiaan. 9:57 Karena manusia diciptakan punya peri 9:59 kemanusiaan. Fitrah itu Allah semayamkan 10:02 ada di jantung hati kita, ada dalam jiwa 10:05 kita, dalam ruh kita. Itu 10:10 ruh gak bisa didiskusikan. Nabi pun 10:12 ditanya enggak tahu. Kata Allah enggak 10:14 tahu. Memang iya apa kita mendiskusikan 10:18 ruh sesuatu yang memang gaib tidak bisa 10:20 kita lihat tapi bisa tahu rasanya ada. 10:24 Saya bisa bicara ni kasih punya ruh. 10:26 Kalau ruh saya sudah keluar gak bisa. 10:28 Gak bisa bicara, gak bisa melihat, tidak 10:30 bisa mendengar. Walaupun lidahnya tetap 10:32 ada, telinga ada, mata ada, tapi sudah 10:35 hilang. 10:37 Yang punya diri sudah keluar. Ini jaket 10:40 kulitnya aja, badannya ini 10:43 enggak ada apa-apanya. Dari tanah 10:44 kembali ke tanah. Kita dari Allah pulang 10:46 ke Allah. Nah, Allah maha suci pulang 10:49 harus suci. 10:51 Mana mungkin bisa suci ruh kita kalau 10:54 lapar terus, haus terus. 10:57 Badan harus kasih air minum jus-jus. 11:02 Badan lapar kasih makanan. Roh lapar 11:06 cari hiburan. Konser 11:09 apalagi itu enggak terhibur cuma lupa 11:12 sementara lupa diri di situ. Setelah itu 11:15 pusing lagi. 11:17 Tidak ada ketenangan ruh, ketenangan 11:20 jiwa, kesenangannya tanpa konsep resep 11:23 dari Allah. 11:25 Karena dia menciptakan 11:27 ruh kita ini rindu kepada Allah karena 11:30 pantulan dari ruh dia enggak bisa dong 11:32 mau menyatu terus. Nah, itu yang katanya 11:35 Syekh Siti Zainar tuh sampai dikafirkan 11:38 dia berasa menyatu dengan Allah 11:39 sebenarnya bukan menyatu zat mudah aja 11:41 lah cari dalilan damai. Dia itu menyatu 11:45 rasa 11:46 jadi tidak kafir. 11:49 Menyatu rasa ruh pantulan dari roh 11:52 Allah. 11:53 Dia dengar Allah, dengar Allah terus 11:55 ingat Allah terus di mana-mana ingat 11:57 Allah. 11:59 Ya, menyatu rasa. 12:01 Memang itu harus 12:04 kita bisa 50% 20% itu sudah bagus. 12:09 Bagaimana? Nah, jiwa yang amarah itu 12:13 tidak pernah nyatu rasa lagi, terpisah. 12:16 Yang menonjol di dalam dirinya itu 12:18 keinginan itu keinginan tubuh. 12:22 keinginan raga itu kita jadi abdi, jadi 12:25 pelayan raga kita. Permintaan ini, 12:28 permintaan tubuh kita semua kita itu 12:30 layan berapa persen hidup kita melayani 12:33 keinginan-keinginan raga nafsu. 12:39 Itu namanya jiwa marah. Nah, kalau yang 12:41 sebentar keinginan raga, yang sebentar 12:44 keinginan nafsu bolak-balik itu jiwa 12:46 lawwamah. 12:47 Laqsimu binafsil lawamah itu di Quran 12:50 semua. Nah, yang paripurna itu, yang 12:54 excellent itu jiwa mutmainah. 12:58 Ini yang fitri, ini yang punya peri 12:59 kemanusiaan. Kalau bahasa kita peri 13:01 kemanusiaan. Jiwa mutmainah itu 13:03 berpancasilais banget. 13:07 Senang persatuan, kemanusiaan yang adil 13:09 dan beradab, Ketuhanan Yang Maha Esa, 13:12 itu semua ada di jiwa mutmainah. 13:18 Terjemahnya fitrah itu apa? peri 13:20 kemanusiaan. 13:22 Orang yang fitri itu berperi 13:24 kemanusiaan. 13:26 Nah, bagaimana 13:28 menimbulkan fitrah itu? Bagaimana 13:32 memperdayakan fitrah? Bagaimana agar 13:35 jiwa itu berfitrah? Fitri. Nah, tidak 13:37 jiwa yang tawama, tidak jiwa yang asu. 13:43 Ah, itu Allah kasi resep puasa, ibadah. 13:46 Semua ibadah itu memfitrahkan, 13:50 menghidupkan fitrah dalam jiwa kita. 13:53 Peranan fitrah lebih menonjol dari 13:54 peranan keinginan lainnya. 13:58 Itu timbulnya semua dalam jiwa. Kalau 13:59 jiwa itu fitri, keinginannya fitri. Jiwa 14:03 su ya su terus dari jiwa ini. Makanya 14:07 disuruh pakai niat. Memperbuat-buat itu 14:09 pakai niat. Kenapa? Niatnya itu supaya 14:12 difitrahkan. 14:13 Niat yang fitri melahirkan perbuatan 14:16 yang fitri. Perbuatan-perbuatan yang 14:19 fitri membentuk 14:22 kepribadian, kebiasaan kepribadian. 14:25 Terus berjiwa fitri. Nah, ini puasa ini 14:28 kita membentuk 14:31 menimbulkan fitrah di hari kita. 14:33 Membentuk memberi peranan kepada fitrah. 14:35 Caranya puasa. Arti puasa apa? Menahan, 14:39 ngerem. Rem atau streskan. Dua nih 14:43 fitrah dan nafsu. Yang kanan ni fitrah 14:46 ini alawam ini kalau seimbang. Nah, 14:48 distreslah keinginan 14:51 keinginan ada yang dijajah nekotin 14:55 di siang hari 14:57 sampai dilarang diharamkan melayani 15:00 keinginan hawa. Materi 15:04 raga kita itu materi yang dimakan semua 15:06 materi jiwa ruh makanannya juga ruh 15:10 makanannya juga yang gaib seperti itu. 15:13 Ibadah 15:14 ruh makanannya ibadah ruh tidak suka 15:17 tahu. 15:20 Jadi bagaimana 15:22 itu kita tekan tekan itu keinginan dari 15:26 menit ke jam dari jam ke hari terus 15:28 sebulan itu dia turun ke bawah 15:30 peranannya di bawah ruh di ruh ini ada 15:33 apa? Ada jiwa ada rasa, ada pikir, ada 15:35 akal. Akal berperan 15:41 timbul rasa. Caranya bagaimana? 15:45 Kalau makan membutuhkan rasa, pakai 15:47 machin segala macam supaya ada rasa. 15:50 Ibadah harus punya rasa. 15:54 Bagaimana rasa berpuasa sedang ibadah 15:57 dengan Allah? Jiwa suci. Coba yang biasa 16:00 merokok jam segini nih. Dia bebas rokok. 16:03 Dia sudah merdeka ini berapa saat dari 16:05 jajahan nikotin. 16:07 Tambah disadiri disadari dia itu sudah 16:09 menjadi budak nikotin sebenarnya. Maaf 16:11 ya melayani saya pernah ngalami. Bilang 16:14 itu pernah saya ceritakan dulu di daerah 16:17 sana pu di Malimping sana. ceramah malam 16:20 acara maulidan malam sana selesainya itu 16:23 jam . 16:26 Mampirlah di rumah tetangga situ, Pak 16:28 Haji. 16:30 Hujan besar. 16:33 Tungun istrinya bilang, "badan anak kita 16:35 panas tuh, tolong beliin obat." Aduh, 16:38 hujan enggak mau dia. Hujan berat. Sejam 16:42 kemudian dia mau mau rokok, buka laci, 16:45 rokoknya habis. 16:47 Keluar hujan-hujan beli rokok. Ini orang 16:51 sudah 16:52 kepada anaknya obat anaknya enggak buat 16:55 rokok. rokok itu ditulis di situ 16:57 dilarang merokok berbahaya dia baca itu 17:00 dia beli juga dihisab juga kenapa dia 17:03 sudah menjadi sudah terikat dengan 17:06 nikotin sudah dijajah oleh nikotin fakta 17:09 itu. Itu baru satu nikotin belum 17:11 lain-lainnya lagi. 17:13 Apa arti hidup dia kalau menjadi hanya 17:15 menjadi budak itu menjadi pelayan 17:18 keinginan yang nakal? 17:21 Nah, untuk untuk menyembuhkan penyakit 17:25 seperti itu 17:27 supaya menekan keinginan-keinginan itu 17:31 walaupun yang halal dilarang. Kenapa? 17:34 Latihan berobat ini berobat 17:38 resep dari Allah. Puasa tekan merokok 17:41 tekan mau sarapan rokok mau nasi goreng 17:44 semuanya halal pun gak boleh. latihan 17:46 supaya keinginan itu terkendali turun 17:50 keinginan itu tidak menguasai diri kita 17:52 lagi. Yang muncul dimanja apa yang 17:55 dimanja ibadah di manja 17:59 salat ingin dekat dengan Allah bersuci 18:01 dulu wudu cuci muka, buang segala 18:04 ngeres-ngeres yang di dalam bukan ngeres 18:07 yang di muka kotor yang bermuka tuh air 18:11 juga hilanglah itu yang di dalam itu. 18:13 Tapi simbolnya cuci muka, cuci 18:18 kekotoran otak, pikiran dan niat. 18:20 Perasaan itu dibersihkan. Kemudian 18:22 menghadap Allah. Salat. Salat kebutuhan 18:26 kita itu 18:27 di salat itu ada energi tinggi. Tinggi 18:31 sekali 18:33 bisa mensirnakan segala karatan-karatan 18:36 di otak dan di perasaan. 18:39 Tapi salatnya bagaimana? Jadi jangan 18:42 rasa ada rasa 18:44 berasa sedang salat, berasa sedang 18:46 manda-manja dengan Allah, 18:50 berasa lagi disayang Allah, ditarik, 18:53 ditarik, 18:54 dipimpin, dituntun, dituntun untuk 18:56 menuju ke istananya ke surga sana. 18:59 Enggak dibiarkan kita dibimbing 19:04 karena hidayah ya itu hidayah itu salat 19:06 puasa itu hidayah. 19:09 resep ampuh untuk mensucikan, 19:12 memanusiakan diri kita. Asli manusia itu 19:15 dilahirkan tuh dalam keadaan fitrah. 19:17 Tidak ada bayi bisa bohong. Tidak ada 19:20 bayi bayi sadis, tidak ada. Nanti 19:22 lingkungan dan salah ajaran yang bikin 19:24 manusia itu rusak. 19:27 Nah, ini kita mungkin berapa persen ada 19:30 sedikit kotoran apa sebagainya. 19:32 11 bulan kita dijajah oleh keinginan. 19:36 1 bulan ini keinginan kita tekan. Tekan 19:41 dari menit ke menit ke jam terus kita 19:43 tekan sampai sekarang kita sedang 19:44 nekang. Apa yang dimanjain? 19:47 Keinginan ibadah, keinginan dekat dengan 19:49 Allah. 19:51 Kita ikuti kemauan rohani itu. Rohani 19:55 yang indah. Rindu pada Tuhannya kita 19:58 bawa rindu pada Allah. Kita kasih 20:00 makanan dan gizi-gizi. Apa makanan gizi 20:03 rohani? Ibadah. 20:05 Ibadah macam-macam rasanya macam-macam. 20:08 Nasi goreng rasanya lain, nasi campur 20:11 lain, semua ada rasa lain. Nah, sekarang 20:13 puasa rasanya gimana? Lega. Lega, dada 20:17 lebar. Lebaran lebar 20:22 tidak sempit lagi. Senang 20:25 orang-orang itu senang di hari raya. 20:27 Kalau baru ingin supaya puasa itu 5 20:30 bulan atau 6 bulan dalam setahun, 20:33 tapi cukup sebulan ini. Jangan 20:35 dilewatkan, 20:37 dirasakan nikmatnya. Berpuasa semua 20:40 ibadah itu nikmat. Kalau pakai rasa. 20:43 Kalau tanpa rasa mana ada nikmat. 20:48 Rasa sedang menghadap Allah. Ibadah rasa 20:52 sedang mensucikan diri menjadi lebih 20:55 dari malaikat. 20:57 Malaikat itu suci, disucikan. Dia 20:59 diciptakan seperti itu tanpa usaha. Tapi 21:02 kita melalui satu perjuangan, 21:05 perjuangan besar. 21:07 Jihad 21:09 menundukkan keinginan memanjakan 21:13 fitrah yang selalu cenderung. Apa 21:16 cenderungnya fitrah? Ingin dekat Allah, 21:18 ingin mengenal Tuhannya, apalagi 21:22 cenderung membela kebenaran. 21:26 cenderung memihak kepada keadilan. 21:30 Dia kalau ada kezaliman dia tersinggung. 21:33 Itu orang asli, manusia yang berperi 21:35 kemanusiaan itu bila ada terjadi suatu 21:38 kezaliman dirinya marah, fitrahnya 21:41 marah, tidak menerima. 21:46 itu manusia asli 21:49 berperi kemanusiaan itu 21:52 seorang itu bila ada tamu banyak datang 21:55 ke rumahnya satu tamu 21:59 meminta 22:00 satu tamu lagi memberi. 22:05 Hati Anda senang yang mana 22:09 senyum kepada yang mana pada dua-duanya. 22:11 itu 22:14 yang memberi ya dia bahagia dia sudah 22:18 maju buat dirinya 22:20 yang minta ini membahagiakan kita 22:23 alhamdulillah anda datang 22:26 anda membantu saya 22:30 kita yang dibant dengan sedekah yang 22:33 kita berikan itu naik pangkat kita, 22:35 derajat kita itu. 22:39 itu orang datang membawa kebaikan buat 22:41 kita, dia meminta itu, itu kebaikan buat 22:44 kita. 22:49 Yang memberi juga ya baiklah. Tapi tidak 22:51 sama dengan yang itu. Itu buat di 22:52 akhirat, buat di masa depan kita di 22:55 sana. Yang datang meminta itu, yang 22:58 datang memberi ya baik buat kita 22:59 sementara di sini. Mari mana yang lebih 23:02 baik sebenarnya? 23:05 yang datang meminta itu 23:08 dia menaikkan derajat kita, pangkat kita 23:10 di akhirat. 23:14 Mencapai itu 23:16 nikmat dalam beribadah itu melalui 23:18 perjuangan. 23:20 Tapi enggak berat, bukan berat-berat 23:22 paksa diri. Enggak biasa saja 23:23 santai-santai. 23:26 Ini Ramadan ini pesta besar buat kita. 23:29 Itu 23:31 pesta 23:33 besar. 23:34 tidak pakai gedung. Kalau urusan materi 23:36 pesta pakai gedung. Urusan rohani 23:39 gedungnya ada di dalam hati. 23:43 Senang berusaha untuk cinta 23:48 Ramadan. Cinta Allah, cinta sebagainya 23:50 termasuk Ramadan. Ini suatu kesempatan 23:53 emas buat kita ini. Keuntungan luar 23:55 biasa. 23:57 Wah, tidak bisa dibayangkan. Kelebihan 24:00 luar biasa. Sebulan ini kita akan masuk 24:02 dalam satu suasana yang sangat 24:05 membahagiakan jiwa, menyenangkan. 24:08 Asal ada rasa. Kalau tidak ada rasa 24:11 tidak bisa. 24:14 Siapa kita? Ada orang luar negeri tanya 24:17 kepada kita, bilang, "Ada ada buah salak 24:19 di sini. Bagaimana itu buah salak?" 24:22 Bulat agak lonjong sikit. Kulitnya itu 24:24 ada dia disusun rapi kecil-kecil itu 24:28 tajap supaya tidak diambil hewan. 24:31 dilindungi. 24:33 Oh, dalamnya dalamnya putih. Kadang ada 24:35 anaknya agak kecil. 24:39 Nah, rasanya gimana? Tidak bisa. Kamu 24:41 harus makan dulu baru tahu rasanya. 24:43 Tidak ada kata-kata yang bisa lidah 24:46 membahasakan bagaimana rasa rasa salak 24:49 itu. 24:52 Jadi, bimana kamu harus makan 24:54 jadi? 24:56 Nah, begitu juga rasa salat. 25:00 dengan wudu yang rapi, 25:03 tenang, tidak terburu-buru, 25:06 sopan menghadap Allah. 25:09 Hah? Bacaannya tidak ngebut. Kalau 25:11 ngebut itu tidak menghadap Allah tanpa 25:13 rasa itu pasti. 25:16 Ya, dapat pahala upah capek juga. Tapi 25:20 bisa juga ada salah karena meremehkan 25:22 Tuhan ini untuk menghadap dia 25:27 menghadap. 25:29 Rasakan sedang menghadap rasa baru dapat 25:33 menikmati puasa, 25:36 menikmati salat, menikmati puasa. J 25:39 sekarang nikmat kita sudah jam sekian 25:41 ini badan ringat bebas dari penjajah. 25:45 Kita yang punya diri, kita yang punya 25:47 diri. tidak lagi didikte oleh keinginan 25:51 11 bulan kamu dikti saya cukup kamu 25:54 harus nurut dengan nurut pada saya itu 25:57 kita setir kita yang punya maut nah 25:59 fitrah itu ingin apa ingin salat bawa 26:02 salat malam ingin puasa nikmati puasa 26:06 ini keinginan ruh semua perbuatan yang 26:08 keinginan ruh itu menyenangkan pernah 26:11 dengar ada orang menyesal melakukan 26:13 salat 26:15 ada orang menyesal melakukan puasa 26:19 Ada orang menyesal membaca Al-Qur'an? 26:21 Tidak pernah ada. Kecuali orang tidak 26:24 waras. 26:26 Karena keinginan fitrah. 26:29 Kasihan fatah. Fitrah itu kita nomor 26:31 duakan. Di bulan-bulan lain. Kita lebih 26:33 banyak melayani keinginan materi. Kini 26:38 saatnya Allah stop urusan tubuh. Cukup 26:43 siang hari ini setengah hari saja 26:45 latihan. Kalau Allah suruh 24 jam berat. 26:48 Allah tahu cukup setengah hari. Setengah 26:51 malam tidak. Setengah hari yang siang. 26:54 Latihan. Sekarang kita sedang latihan. 26:57 Turuti keinginan fitrah. 26:59 Fitrah kita ingin mendengar 27:01 ceramah-ceramah yang mengajak yang 27:03 mengajak 27:05 kepada Allah. Mengajak mensucikan diri. 27:08 Senang dia. 27:10 Senang gak sekarang kita seperti ini? 27:12 Menyenangkan. 27:14 Salat. menyenangkan berasa dengan Allah. 27:17 Puasa kini kita sedang ngikuti fitrah 27:20 kita sesuai dengan ajaran Allah. Nanti 27:22 jiwa kita bersih. 27:25 Subhanallah. Menyenangkan. 27:28 Salat malam berduaan dengan Allah. Sunyi 27:31 senyap alam semua tidur. Kita bangun 27:34 curhat kita kepada Tuhan kita. Dia yang 27:38 menciptakan. 27:39 Penuh kasih sayang. disediakan hidup 27:42 abadi tanpa kematian, tanpa sakit, tanpa 27:47 sedih, tidak ada stres, semua indah, 27:51 semua senang, sehat selamanya, 27:56 senang hati, senang semua pikiran, 27:58 senang rasa. 28:01 Afala taskur, apakah kita tidak 28:04 bersyukur pada Allah? 28:06 Kita bersyukur kita dijadikan seorang 28:08 yang menuhankan dia. Kenal kenal padanya 28:14 yang menciptakan, yang menghidupkan. 28:16 Masa enggak kenal kepada yang 28:17 menghidupkan? Kan aneh 28:20 sudah kenal bersyukur. Terus Tuhan yang 28:23 menghidupkan ini galak apa penyayang? 28:28 Penyayang. Ya. Qohar itu di nomor berapa 28:31 itu? Di Asmaul Husna. Ya Rahman, Ya 28:34 Rahim di depan. 28:36 Bismillahil qohar tidak. 28:37 Bismillahirrahmanirrahim. 28:40 Berbuat salah dihukum setimpal dengan 28:42 kesalahan. 28:45 Berbuat kebaikan berlipat-lipat 28:48 gandakan. 28:50 Rahmanrahim. Pengasih kita disayang. 28:54 Yang sudah bisa puasa, bisa salat, 28:58 senang mendengar ceramah yang mengajak 29:00 kepada Allah, mengajak kepada kedamaian 29:03 itu disayang Allah. dituntun oleh Allah 29:07 mendekat kepadanya dimanja 29:10 dijagain. 29:13 Tapi kok ustaz sayang kok tuh Tuhan gak 29:15 saya minta ini minta itu enggak belum 29:17 dikasih tuh. Allah memberikan yang 29:20 terbaik. Kalau permintaan kita yang 29:22 diberikan di permintaan kita banyak yang 29:24 diberikan apa yang kita minta mungkin 29:26 kita sudah enggak salat lagi sekarang. 29:28 Lain lagi keadaan diri kita ini yang 29:30 diberikan semua yang terbaik karena 29:32 disayang. itu yangat cerita yang 29:34 tenggelam di sungai itu dia keinginnya 29:37 dikasih helikopter untuk nyelamatkan 29:39 dia. Tidak Allah kasih batang pisang. 29:43 Kenapa? Bintang pisang menyelamatkan dia 29:45 pegang selamat. Helikopter datang ke 29:47 situ enggak bisa nyelamatkan dia. 29:49 Diturunin rantai atau tali tangan dia 29:52 basah licin gak bisa. 29:55 Allah tidak berikan. Kadang diberikan 29:57 apa yang kita minta. Tapi kalau itu 29:59 berbahaya diganti yang diberikan yang 30:02 selamat untuk kita di dunia dan di 30:03 akhirat. H itu dia takdir Allah. Semua 30:07 indah. Semua kejadian yang nampak kalau 30:10 kita lihat dengan hati nurani sanubari 30:14 indah semuanya. Beri sakit pun kita 30:17 berterima kasih indah. Ada hal yang 30:19 berbahaya kalau kita tidak sakit pergi 30:21 ke suatu tempat yang sangat berbahaya. 30:25 Nanti kalau di akhirat ditunjukin tuh 30:26 aku takdirkan kamu begini, ini sebabnya. 30:28 Kut takdirkan kamu ini sebabnya. Kita 30:31 akan sujud enggak habis-habis. Di Quran 30:33 dikasih contoh 30:35 Khidir itu dengan Nabi Musa itu 30:39 sudah sering mendengar itu kan? Nah itu 30:42 masa ada kapal malah dibolongin. 30:46 Protes terus Nabi Musa itu. Karena dia 30:48 punya ilmu syariat, enggak punya ilmu 30:49 hakikat ya. Dia enggak dapat ilmu 30:52 kasyaf. 30:53 Hidir dapat ya tahu ini kalau sebentar 30:56 lagi diambil bajak laut ini supaya 30:59 enggak diambil dibolongin sikitlah 31:00 tenggelam enggak diambil selamat disuruh 31:02 jadi selamat 31:04 ada tiga itu insyaallah lain kali 31:06 mungkin banyak sudah disampaikan ustaz 31:07 lain saya dengar alhamdulillah nah itu 31:10 artinya dia diabadikan dalam Al-Qur'an 31:12 supaya kita mengerti 31:15 takdir Allah itu kelihatannya kuning 31:16 padahal putih kelihatannya menyakitkan 31:19 padahal menyenangkan 31:21 itu iman percaya Daya kepada takdir itu 31:23 ya itu 31:26 jangan mengeluh. Hati kita jadi senang. 31:29 Sakit pun berterima kasih. Yang nampak 31:31 semua keputusan Allah semua nampaknya 31:33 indah. 31:35 Rasa 31:37 punya rasa iman percaya pada Allah dalam 31:40 keadaan kejepit ke apapun dia senyum. 31:46 Kenapa dia punya orientasi berpikir 31:49 sudah ke alam abadi sana? 31:52 Ya sabar aja dikit lagi pindah sana. 31:54 Sudah ya emang fakta kok itu. Ustaz 31:57 jangan cerita mati terus dong. Nah fakta 32:00 kok enggak boleh disampaikan. Emang ada 32:02 yang enggak mati? Kalau saya enggak 32:04 ceritain enggak mati. Mati juga. 32:07 Ada lagi yang tanya, "Ustaz kok Tuhan 32:09 tega tuh orang-orang miskin dimatiin apa 32:12 kena longsor tuh di Cilacap?" Yaah. 32:15 Ialah Pak masa sudah miskin masih mati 32:17 di lewat rumah sakit. 32:19 Bi dia mati gratis itu dikubur langsung 32:22 tanpa biaya. Memang kalau enggak ada 32:24 longsor enggak mati? Mati juga. 32:27 Itu urusan Tuhan. Tuhan tidak itu 32:29 sebenarnya mati yang indah itu tidak 32:32 menyusahkan orang. 32:35 Walaupun longsornya itu ulah manusia. 32:37 Sebabnya 32:39 tanahnya batu pengganjal-pengganjal 32:41 tanah itu diambil semua pohon ditebang 32:44 ya longsor. Tapi Allah tahu itu sudah 32:48 dibiarkan. 32:52 Was kita kembali sekarang bagaimana bisa 32:55 merasakan 32:57 keindahan beribadah, 32:59 kenikmatan beribadah. Kalau sudah bisa 33:02 ya saya juga masih belajar ini kan yang 33:05 disampaikan teori teori tapi kita bisa 33:08 berusaha belajar bisa sampai menikmati 33:12 salat menikmati puasa 33:15 itu orang-orang di daerah yang di Yaman 33:19 itu ada bagian namanya Hadramut itu 33:21 penduduknya dari zaman dulu itu 33:23 urusannya ibadah saja 33:26 di situ itu orang tarawih itu 33:30 berkat kali-kali dia ikut tarawih dibagi 33:33 nih jam 08.00 sampai jam sekian masjid 33:34 ini. Entar jam 10.00 sampai sini masjid 33:36 ini 33:38 jadi dia bisa 100 rakaat 33:41 20 rakaat jadi lima masjid tarawih di 33:44 sini entar di situ biarkan ajalah dia 33:46 menikmati bukan wajib kanah 33:50 dia menikmati 33:55 tidak salah 33:57 itu batasan rakaat enggak ada nabi juga 34:01 pernah hanya 3 malam itu 34:05 gak perlu didiskusikan, gak perlu 34:06 diributkan. Rasakan saja, nikmati. 34:10 Ibadah itu untuk dinikmati oleh rohani. 34:14 Beri kenikmatan kepada rohani kita 34:16 sendiri. Senang itu adanya di ruh, bukan 34:19 di badan. 34:21 Badan cuma enak, dipijit, enak, memang 34:23 disuntik sakit sikit. Ada rasa seperti 34:26 itu. Tapi rasa ibadah lain lagi. 34:30 Senang dada itu lebar gitu tenak. 34:33 Senangas 34:36 ada dimaki, di apa sudah enggak mempan 34:38 lagi itu 34:40 sudah enggak marah lagi. Dia sudah punya 34:42 kesenangan sendiri, sudah punya 34:43 kenikmatan sendiri dalam hidupnya. 34:46 Itu banyak orang-orang seperti itu. 34:50 Baik apa dia sufi, mau sufi mau gak tak 34:52 ada masalah. Itu tasawuf itu bukan ilmu 34:55 baru, bukan bidah. Itu Quran semua dari 34:58 Quran dipetik dinamain tasawuf. Qad 35:02 aflaha man zakaha. Beruntung orang yang 35:04 bersihkan hatinya. Sofi artinya ya sufi 35:07 itu membersihkan hati. Jadi guran semua 35:10 itu 35:12 fikih juga kan dari Quran juga buatan 35:14 manusia tapi ambil sehari dari Quran. 35:18 Fikih itu budaya, 35:21 tafsir juga budaya. Tapi dari Al-Qur'an 35:23 yang sesuai dengan Al-Qur'an, tafsir 35:25 atau fikih itu menjadi syariat. 35:28 Yang tidak sesuai ya tidak. 35:32 Apa yang tidak sesuai? Ada hadis katanya 35:35 saya sering dengar itu 35:38 seorang istri taat pada suaminya. 35:41 Ibunya sakit keras, suaminya melarang 35:43 dia, melarang dia menemui ibunya, 35:45 menjenguk ibunya. W katanya wafat masuk 35:48 surga. Tidak benar itu. Bertentangan 35:51 dengan Quran. 35:53 Masa Quran dikalahkan? Al-Qur'an itu 35:55 bakti. Takwa pada Allah, bakti pada ibu 35:58 bapak. Takwa kepada Allah, bakti pada 35:59 ibu bapak. Malah ada sahabat selalu 36:02 jihad di depan, salat di depan, alim 36:05 luar biasa. Ketika akan wafat tidak bisa 36:08 syahadat. 36:11 Alqamah namanya. 36:14 Nabi talkinkan dia untuk bersyahadat. 36:17 Tidak bisa. Terus nabi tanya, "Ini dia 36:20 ada ayah atau ibunya?" "Ada." Ayah 36:22 meninggal, ibunya ada di kampung. Harap 36:24 panggil saya Rasulullah mau ketemu. 36:27 Kalau dia enggak bisa, saya akan ke 36:28 sana. Terus ke sana kasih tahu, "Ya 36:31 Rasulullah, dia mau datang. Kalau 36:33 Rasulullah saya harus datang. Jangan 36:34 Rasulullah menyusahkan Rasulullah." Saya 36:36 datang. Sudah datang. Ibu ada sakit hati 36:39 sama putra ibu nih. Ini anak ibu. Iya. 36:42 Ada sakit hati? Tidak. Tidak. Dia anak 36:44 baik. 36:45 Bilal ambil kayu. 36:47 Sudah ditumpuk kayu situ. Tanya, 36:50 "Ut apa kayu ya Rasulullah? Mau bakar 36:52 anak ibu?" "Jangan, ya Rasulullah." "I 36:54 saya maafkan." "Ya, ada sakit hati ada. 36:57 Dia setelah nikah tidak pernah nengok 36:58 saya lagi." Nah, itu terus dimaafkan. 37:02 Terus dia syahadat. 37:04 Nah, Ibu kan bertentangan dengan hadis 37:06 yang tadi ya. Ini yang dekat Quran yang 37:09 sama dengan Quran bakti pada ibu bapak 37:13 begitu ada ukuran Al-Qur'an. Al-Qur'an 37:16 pegang teguh. 37:19 Nah, bagaimana membaca Quran pakai rasa 37:21 atau tidak? Ala qulubin 37:25 tadabur itu namanya. Am ala qulubin 37:27 akfaluha atau hati nurani yang sudah 37:29 terkunci. Terkunci oleh keinginan hawa 37:32 yang dimanja. Kalah itu rohani, kalah 37:36 fitrah kalah 37:39 baca Quran walaupun dia ngerti 37:42 paham bahasa Arab dia tahu tapi belum 37:44 tentu dia merasakan. 37:46 Boleh enggak saya kasih contohnya pahit 37:48 sikit. Bisa enggak lapang dada menerima 37:50 ayat Quran walaupun bertentangan dengan 37:53 apa yang dilakukan? 37:56 Saya berat membicaranya tapi gimana ya? 37:59 Misalnya Albaqarah 38:02 187. Albaqarah 187. Watimusam ilal lail. 38:08 Terjemahnya apa? Sempurnakan puasa 38:11 sampai gelap. 38:13 Magrib kita masih terang. 38:16 Nah, terus kita lebih utamakan ini 38:17 terjemah ini. 38:20 Kebiasaan magrib kita buka puasa. 38:22 Kebiasaan Quran kita abaikan. 38:25 Terserahlah. Saya hanya memberi contoh. 38:27 Kembali lihat lagi Quran. Lototin itu 38:29 gelap sampai gelap. 38:32 Ah, mundurlah berapa menit. 38:36 Itu saja supaya puasanya sempurna. 38:40 Dit tanyakan bukalah Qurannya. Tanya 38:42 ulama-ulama, ustaz kita semua. 38:46 Mungkin dulu itu ditentukan magrib. 38:48 Magrib magrib zaman dulu itu gelap. Saya 38:51 ingat masih saya kecil itu magrib itu 38:53 gelap. Cuma ada perubahan zaman pada 38:55 tahun 6 tahun berapa itu? Tahun '5 ada 38:59 perubahan waktu itu enggak enggak 39:01 dirubah jadwal itu sampai sekarang sudah 39:05 berapa puluh tahun 39:07 itu mesti diadakan penyelidikan lagi. 39:10 Dilihat 39:12 Quran bilang malam berarti gelap. Nah, 39:15 kalau gelap itu sama di jamnya jam 39:18 berapa gitu dikit kok. Hanya berapa 39:21 menit? 39:22 A kita lanjut. supaya ada rasa. Karena 39:25 ini puasa ini tingkat tinggi ini supaya 39:29 sempurna puasa kita itu bisa merubah 39:33 merubah jiwa kita. 39:35 Tambah lagi ini di puasa ini memang 39:38 Allah kasih waktu. Makanya di 11 bulan 39:40 kita menjadi pelayan nafsu. 39:44 Sekarang ditekan selama sebulan ini 39:48 dimanjakan 39:50 rohani, keinginan rohani dimanjakan 39:52 sampai jadi fitri, 39:55 lebaran. Nah, lebaran fitrah itu apa? 39:58 Lebaran hari kemanusiaan. 40:02 Saya usulkan itu kalau perlu hari 40:03 Pancasila itu hari lebaran. Karena 40:06 manusia sudah Pancasilais itu 40:09 berketuhanan yang maha esa, berperi 40:11 kemanusiaan, 40:13 keadilan manusia yang adil dan beradab 40:15 itu mana bisa kalau enggak puasa. 40:20 Timbulnya peri kemanusiaan itu puasa. 40:23 Apalagi yang sudah berasa contoh haji 40:27 wukuf di Arafat 40:29 itu apa tujuan Allah? Rasa. 40:33 Makanya tidak ustaz tidak pakai sorban. 40:36 Presiden tidak pakai pakaian dinas, 40:38 polisi tidak pakai pangkat, tentara gak 40:40 pakai pangkat, pakai kain selembar sama 40:42 semua kaya, miskin, rakyat, masyarakat 40:45 duduk jadi gembel Allah situ. Pasir di 40:48 bawah, langit di atas. 40:51 Itu untuk mengajar manusia itu berasa 40:53 jadi hamba Allah. Di situ kenal diri. 40:56 Kalau masih pakai atribut-atribut itu 40:58 enggak kenal diri. Orang datang masih 41:00 hormat-hormat gitu, Ustaz. hormat ini 41:03 situ sudah enggak ada ustaz lagi. Hamba 41:06 Allah kecil semua. Raja pun situ. Tap 41:09 sekarang kan sudah berubah. 41:12 Nah, itu yang bidah itu sebenarnya 41:14 tempat ibadah dirubah. 41:16 Arti ibadah tuh di situ sudah hilang. 41:19 Ada yang di mobil mewah, ada apa itu 41:23 kemahnya mewah dengan ASI, dengan 41:25 makanan kayak pesta. Bukan pesta rohani 41:27 itu pesta badan. 41:30 Pesta rohani. Rohaninya ditekan di 41:32 padang pasir saja seperti biasa. 41:34 Bolehlah pakai tenda itu. 41:37 Tapi kalau sudah asir yang tinggi besar 41:40 ditaruh di situ, makanan 41:41 berlebih-lebihan, buah-buahan begitu 41:42 banyak, ngapain di situ? 41:46 Kenapa enggak pergi ke hotel saja? 41:49 Kalau mau duduk di Arafat itu duduk di 41:51 pasir tuh biar tahu diri. Itu Allah 41:55 ngajarkan tahu diri 41:57 rohani. Jadi berasa ini aku hamba Allah. 42:00 telah bawah pasir di atas langit. Kalau 42:02 tidak ada air, tidak ada hujan, tidak 42:03 ada tumbuhan, siapa mau kasih makan aku? 42:07 Ya Allah, itu sadar manusia pulang tuh 42:09 berubah. Ada berasa di sana merasa 42:12 bertuhan, merasa jadi hamba, makhluk. 42:17 Aku bukan ustaz, ini bukan raja, manusia 42:19 biasa. Itu hanya nama diberikan orang 42:22 jadi presiden, dan jadi derajat 42:24 sebentar. Semua itu enggak sebenarnya. 42:27 Tidak sebenarnya. 42:29 Sama aja drama itu membawa peranan apa 42:33 itu? 42:35 Kenapa itu mesti dirubah? Yang enggak 42:37 boleh dirubah itu harus berasa baca 42:40 Quran berasa berpuasa berasa sedang 42:43 menekan keinginan memanjakan ruh. Ruh 42:46 ingin dekat Allah. Ajak bawa dia ngaji 42:48 baca Quran, berdialog dengan Allah. Bawa 42:51 dia sujud menuhankan Allah. 42:55 Bangun malam, curhat pada Allah, nangis, 43:00 minta disayang, manja-manja pada Allah 43:02 boleh. 43:04 Itulah arti dari semua ini. Ada rasa 43:08 makan gak ada rasa gak bisa rasa. 43:11 Hidupkan rasa 43:13 baca Quran dengan rasa nikmat seperti 43:16 berdialog dengan Allah. Jadi 43:18 kesimpulannya agama ini sebenarnya 43:19 menikmat memberi nikmat rohani. Nikmat 43:22 rohani. 43:24 Apalagi sedekah. Ya Rabbi ya Karim. 43:28 Bukin rasa. Jadi enggak nitip saja kalau 43:30 bisa sekali-sekali turun sendiri ke 43:32 lapangan. 43:34 Betul-betul cari orang yang betul-betul 43:36 butuh. Apalagi di hari puasa ini. 43:38 Kasihan kalau sampai kurang makan untuk 43:41 buka puasa sampai tidak ada untuk sahur. 43:44 Hanya nasi dengan kerupuk saja. 43:46 Kadang-kadang ada banyak itu. 43:49 Pergilah ke daerah-daerah miskin itu. 43:52 Lihat rumahnya itu yang kotor. 43:55 Bayi-bayinya itu di kasur yang sudah 43:57 lapuk 43:59 tidak minum susu. Dikasih minum teh 44:01 saja. Itu bayi-bayi banyak itu. 44:05 Nah, itu coba hati bagaimana ketika kita 44:09 atau Anda membantu itu, Anda mendapat 44:11 surga di dada. senang bisa menyenangkan 44:15 orang lain, 44:17 bisa berbagi kepada yang lain. Hati itu 44:20 jadi hidup hati itu baru punya peri 44:23 kemanusiaan. 44:25 Kita cuma pandai menyebut peri 44:27 kemanusiaan. Peri kemanusiaan di mana 44:29 perinya? Kemanusiaannya di mana? Apa 44:32 yang dilakukan? 44:34 Apa yang dilakukan? 44:38 menyebut peri kemanusiaan dibuktikan, 44:41 dirasakan. Semua ini harus dirasakan 44:45 jangan itu salat, baca Quran, 44:48 kumpul-kumpul kebiasaan saja tanpa rasa. 44:52 Makan gak mau tanpa rasa. Kenapa ibadah 44:54 mau tanpa rasa? Kenapa baca Quran tanpa 44:57 rasa? Enggak ngerti, Ustaz. Kalau tidak 45:00 ngerti tapi ada rasa bisa bergetar hati. 45:04 nenek, kakek di kampung-kampung itu baca 45:06 Quran. Qurannya kadang sudah keriting, 45:09 gak ada kulitnya lagi. Miskin gak mampu 45:11 beli Quran. Untung rasil bagi-bagi itu 45:13 alhamdulillah banyak yang lain. Memang 45:15 harus dibagi itu. 45:19 Dia itu di sana di kampung banyak tidak 45:22 banyak ilmu dia, tapi punya rasa. 45:26 Kamu cinta sama Nabi, Kanjeng Nabi, 45:28 Gusti Allah sudah luar biasa tu. Dia 45:31 kadang-kadang membaca Al-Qur'an 45:32 meneteskan air mata. 45:34 Dia tidak paham. Ada energi di situ. 45:40 Nur segala tuh ada nur. Allah tuh nur. 45:44 Roh tuh nur. 45:47 Cahaya. 45:49 Hidupkan itu. 45:51 Hidupkan hati. Hidupkan nurani dengan 45:54 rasa. 45:56 Rasa salat, rasa lagi berpuasa. Sekarang 46:00 senang bebas dari penjajahan. Yang biasa 46:03 merokok sedang bebas. Kalau bisa bebas 46:06 terus. Sudah magrib gak merokok lagi. 46:08 Bebas terus. 46:10 Itu masih ringat makruh kata ulama masih 46:13 gak apa-apa pas. Tapi kalau yang 46:15 betul-betul haram bebas terus. Bebaskan 46:18 diri dari itu semua itu. Itu penjajah 46:21 merugikan kita, menghancurkan masa depan 46:24 kita. Masa depan hari tua 46:27 patuk-patuk. 46:29 Belum lagi masa depan di surga, di 46:31 akhirat. 46:33 Kalau yang haram-haram itu terlalu 46:35 banyak, itu merusak menghilangkan rasa 46:38 ketuhanan. 46:40 Menghilangkan rasa ketuhanan kita. 46:43 Rasa menuhankan Allah itu hilang dengan 46:45 maksiat-maksiat itu. 46:48 Ini kesempatan 46:51 mendekatkan diri kepada Allah. Luar 46:53 biasa. 46:54 Kalau bisa diperpanjang puasa itu, 46:56 diperpanjanglah. 46:58 Sekarang pertanyaan kira-kira Bapak Ibu 47:01 pendengar ini semua ada jaminan gak 47:03 bahwa tahun depan kita masih hidup bisa 47:05 puasa lagi? 47:08 Ada jaminan enggak? 47:11 Gak ada. 47:15 Jadi kalau kemungkinan ini puasa 47:18 terakhir, 47:21 kesempatan emas. 47:23 Kesempatan emas 47:25 jangan buang. semenit 2 menit hilang 47:27 rugi 47:29 rugi besar ini detik-detik emas semua 47:32 ini. Saya ulang contoh sedikit yang 47:34 minggu lalu orang masuk ke dalam gua 47:38 gelap nginjak batu masih ingat kan? 47:42 Enggak mau ambil. Satu ambil sikit lah, 47:45 satu ambil lebih berapa dikit. 47:48 Batu 47:50 kan gelap enggak tahu. Keluar ternyata 47:53 emas. Nyesal semua. Kita sekarang gelap 47:57 enggak tahu apa ini Allah berikan untuk 47:59 kita ini puasa ini dengan menahan nafsu 48:02 dan sebagainya. Apa kira-kira pemberian 48:04 dari Allah yang kita sebut pahala itu? 48:06 Kita menyebut pahala tapi kita enggak 48:08 tahu apa pahalanya. Pialaah. 48:11 Tu sini banyak piala pahalanya itu ada 48:14 kalau main bola kaki lumayan duitnya 48:16 gede dapat tuh dapat pahala ya dia main 48:19 bola kak main bola itu tinju petinju 48:21 dapat juga itu di dunia urusan materi 48:24 itu ini dengan Allah kita yang punya 48:26 dunia yang punya seluruh harta di dunia 48:28 yang bisa membuat segala macam Anda mau 48:30 minta pesawat dari burung bisa burung 1 48:33 kilo panjangnya lebar 500 m di dalamnya 48:35 ada restoran ada kolam renang kalau 48:38 Allah mau bikin kun pakun jadi itu buat 48:40 anda di situ. 48:41 Tapi kalau minta di dunia heboh, enggak 48:42 mungkin. Di surga boleh, apa saja boleh. 48:44 Allah bikin langsung ambil, terbanglah, 48:47 naiklah burung tuh. 48:51 Allah maha kuasa. Apa mau dia buatkan di 48:54 sana? 48:56 Hidup abadi. 48:58 Apa yang manusia cari di dunia ini 49:00 enggak ada di sana semua. Atau semua 49:02 ingin enggak mati-mati panjang umur di 49:04 sana. Di sini mesti mati. Ingin tidak 49:07 mau sakit sama sekali. Di sana tanpa 49:08 sakit, di sini pasti sakit. 49:11 Apalagi 49:13 mau cakep terus di sana, cakep terus di 49:15 sini enggak tetap peot nanti. 49:19 Itu sudah fakta. Kita lihat memang 49:22 begitu hidup ini 49:24 yang kemarin saya bugar sekarang ada di 49:26 ruang ICU 49:30 mau apa 49:32 begini hidup kita harus bina masa depan 49:35 yang baik kita hidup ke depan agar kita 49:38 hidup di hari itu nikmat. 49:41 di akhirat juga nikmat juga anak-anak 49:43 kita masa depannya harus lebih baik. 49:46 Semua rumah tangga dari rumah tangga ini 49:48 jadi negara 49:49 ya. Rumah tangga-rumah tangga dari 49:51 kumpulan rumah tangga ini jadi bangsa. 49:58 Jadi memperbaiki bangsa itu memperbaiki 50:00 rumah tangga. 50:02 Ma bikin anak bangsa, negara bangsa yang 50:04 akan datang sehat. Sehatkan anak-anak 50:06 yang ada sekarang. Terutama itu saya 50:09 tadi yang miskin-miskin itu 50:11 tema sosial itu jangan turun-turun ke 50:15 tempat yang ada TV saja. Enggak perlu 50:17 ada TV lillahi taala. Kalau punya peri 50:19 kemanusiaan turun tanpa dipakai TV. Ini 50:23 enggak ada TV enggak mau buat apa-apa. 50:26 Karena karena TV karena Allah lah. 50:30 Apalagi kebangsaan ya karena bangsa. 50:32 Kalau kena kebangsaan enggak perlu pakai 50:34 TV segala. 50:36 Boleh sih, tapi tidak harus seperti 50:39 kalau enggak ada TV enggak berbuat. 50:43 Nasionalis mana? Nasionalisnya 50:46 yang tidak Islam itu nasionalis. Bantu 50:48 itu anak-anak bangsa itu 50:51 yang banyak sekali yang susah. Kenapa 50:55 harus dibantu anak-anak yang maaf ya 50:58 yang cukup berada yang tak ada TV lagi. 51:02 Ada sedikit terganggu datang semua hak 51:05 hak anak-anaklah macam-macam. Itu yang 51:07 terlantar di kampung-kampung itu banyak. 51:09 Kenapa enggak didatangi? 51:12 Di mana kebangsaan? 51:17 Kita ajaran Islam sudah mengajarkan kita 51:19 cinta bangsa. Ini bulan puasa. Lihat 51:22 umat Islam ini semua bersedekah di 51:23 mana-mana. tidak panggil TV. 51:28 Umat Islam itu baik sekali. 51:31 Itu asrama yatim saya berkabar ke negeri 51:33 ini siapa yang kasih dana? 51:37 Muslimin. 51:40 Semua dermawan, orang-orang Islam ini 51:42 yang berada itu saya lihat sendiri 51:44 ke mana-mana itu mereka datang menyumbah 51:47 membawa. 51:50 Alhamdulillah. Jadi orang Islam 51:53 jangan lagi ada yang mencela-cela 51:55 muslimin. 51:57 Tidak bisa. Biar bagaimanapun muslimin 51:59 ini faktanya itu yang lain juga baik. 52:02 Tapi yang Islam jangan jangan di selalu 52:06 di apa dituduh macam-macam. Apa gunanya 52:12 katanya kebangsaan persatuan? Persatuan 52:16 ya sama-sama 52:18 Islam yang mayoritas kok yang jadi 52:21 diremehkan. Janganlah untuk kedamaian 52:24 persatuan dan kesatuan masing-masing 52:26 menghormati satu sama lain. Umat Islam 52:29 sudah toleransi. 52:31 Jangan diajarin tidak toleransi. Sudah 52:33 bertoleransi banget. Ada di guraan 52:34 disuruh toleransi. 52:36 Tapi yang lain yang minoritas jangan 52:38 tidak toleransi. Turansi juga 52:42 baru damai, baru persatuan dan kesatuan 52:45 negara terjamin 52:48 itu insyaallah 52:50 itu masa depan anak-anak, 52:53 masa depan kita 52:57 di dunia, tapi yang lebih penting lagi 52:59 di akhirat yang abadi. Oleh karena itu, 53:02 digalakkanlah ibadah-ibadah itu didorong 53:05 terus dikembangkan. 53:10 Dan rasa keadilan ditumbuhkan, 53:16 rasa peri kemanusiaan ditumbuhkan. Itu 53:18 ini puasa ini. Waduh, saya ada 2 menit. 53:23 Banyak faedah puasa itu menghilangkan 53:26 benci, menghilangkan kikir dari yang 53:28 berada, menghilangkan iri dari yang 53:31 tidak mampu. Karena dibantu dia tidak 53:33 iri lagi. Kalau gap ekonomi itu 53:38 di masyarakat terlalu jurangnya terlalu 53:40 jauh seperti sekarang ini, 53:43 yang berpoya berlebih-lebihan, 53:45 bermiliaran taburan dari segala macam 53:47 dengan yang hanya punya uang R5.000 53:50 untuk makan siang. 53:55 Ada istilah tuh makan apa? Nasi kucing. 54:00 Ada yang lebih lagi dari itu. Ini 54:02 beneran turun ke bawah baru lihat. 54:06 Bukan turun ke bawah resmi-resmi itu di 54:08 TV itu belum. Kalau belum nginap itu di 54:11 kampung tuh baru tahu. 54:14 Terus apa itu? 54:16 Umat Islam diajarkan untuk bersedekah. 54:21 Yang lain juga insyaallah semoga 54:27 punya melatih mendidik per kemanusiaan. 54:32 Nah, kalau 54:34 perbedaan 54:36 kekayaan terlalu jauh misalnya kalau 54:39 dari yang income perkapita yang besar 54:41 dan yang kecil digabung baru dibagi itu 54:44 gak bisa mengukur kekayaan seperti itu. 54:46 Lihat berapa persen penduduk mendapat 54:48 berapa persen. 54:51 20% penduduk bisa menikmati 60% kekayaan 54:54 negara. Kan terlalu besar itu. 40% 54:57 golongan miskin hanya dapat 10%. Nah, 54:59 itu yang makan nasi pakai kerupuk 55:02 saja 55:04 itu pun jarang dapat 55:08 itu jurang pemisahnya terlalu jauh. Itu 55:11 akan menimbulkan kecemburuan sosial. 55:13 Sudah ada cemburu sosial tapi enggak 55:16 bisa demo. Dia demo bawa motor melawan 55:19 arus. Dia dagang gerobaknya diketengahin 55:23 karena kesal. 55:25 mobil-mobil mewah diseliber-seliber di 55:28 samping dia 55:30 itu ada demo terselubung itu. Nah, ini 55:34 kalau terlalu jauh seperti ini itu tidak 55:37 menjamin kesatuan persatuan 55:40 diambil 55:42 kalau diberi pajak 55:45 pajaknya ini kepada di produsen 55:50 dan distributor 55:52 dibebankan kepada konsumen. 55:55 40% yang miskinnya konsumen. Untung 55:57 konsumen kecil dia enggak beli yang 55:58 mahal-mahal lumayan juga menyusahkan 56:01 pajak. Biarlah itu buat semuanya. Tapi 56:04 untuk bisa mengambil dari 20% penduduk 56:08 yang menikmati 60% kegayaan negara itu 56:11 diambil dari situ 20% dipindahkan ke 56:13 menengah dan ke yang ke bawah. Beda 56:16 memang, tapi tidak terlalu jauh. 56:19 Jadi artinya pajak-pajak barang mewah 56:22 dibesarkan uangnya itu subsidi 56:26 makanan pokok 56:31 gitu. Kunting keadilan 56:34 Pancasila itu mengatur untuk 45. 56:41 Mudah-mudahan 56:42 dengan puasa ini kita bisa menjadi 56:44 manusia yang berperi kemanusiaan, 56:46 manusia yang berketuhanan kepada Allah 56:49 Taala yang maha esa. 56:52 Ini mendidik Pancasila isi puasa ini 56:58 Pancasila itu sekali lagi 57:02 sebagian kecil dari ajaran Islam. 57:06 Sebagian. 57:08 Masih banyak lagi ajaran Islam yang 57:09 indah-indah seperti itu. Jadi ada 57:11 penceramah yang membanding Rasulullah 57:14 dengan Bapak Soekarno. Ya, jangan 57:16 lagi-lagilah jauh dong. Pak Soekarno 57:18 sendiri itu sujud menyembah Allah. Pergi 57:20 haji dia. 57:25 Dia juga cinta Nabi Muhammad. Dia selalu 57:27 berselawat kepada Nabi Pak Soekarno itu. 57:32 Doakan saja Pak Soekarno itu insyaallah 57:34 mendapat balasan yang baik, diampuni 57:36 kesalahannya semua presiden kita yang 57:38 lain. Pak Soekarno, Bapak Soeharto, Pak 57:42 Habibi, 57:43 Pak Gus Dur. Gus Dur juga tuh banyak 57:45 kebaikannya itu. Jasa Gus Dur ini orang 57:48 semua lihat salahnya saja. Jasa Gus Dur 57:51 itu yang berjasa menghapus feodal di 57:54 negeri ini. Dulu istana itu angker 57:57 mesti pakai dasi, mesti pakai apa segala 58:00 macam masuk situ Gus Dur semua orang 58:02 pakai sendal jepit masuk pakai sarung 58:04 masuk. Itu suatu keadilan 58:08 suatu keadilan yang luar biasa. 58:10 Dihabiskan feudal. Ah, ini kelihatan 58:13 feodal tumbuh lagi nih. Sadarlah, jangan 58:16 lagi hidupkan itu. Itu bertentangan 58:18 dengan Pancasila. 58:20 Keadilan sosial, kemanusiaan yang adil 58:22 dan beradab. Itu semua di dirasakan dan 58:25 diamalkan. Bukan dibuat nyanyi-nyanyian, 58:28 lagu-lagu. 58:31 Insyaallah kita dapat merasakan ibadah, 58:34 menikmati puasa, menikmati salat malam, 58:37 menikmati bersedekah. Bersedekah itu 58:39 nikmatnya luar biasa. Kita duduk situ 58:41 lihat kalau bisa pergi ke kampung beri 58:43 makanan yang enak ajak buka bersama di 58:45 situ. Kemudian lihat dia makan bagaimana 58:47 itu. Dia nerima beri pemberian itu 58:49 gimana. Mukanya itu riang gembira 58:51 nampaknya itu masuk ke hati kita. Kita 58:53 yang jadi bahagia lebih senang dari yang 58:55 nerima itu. Boleh dicoba nikmatnya 58:58 bersedekah. Rasain bahagia. Enggak ada 59:01 hiburan lebih indah daripada itu. Kalah 59:03 itu hiburan jalan-jalan ke Jepang ke 59:05 mana tuh enggak tidak menyenangkan 59:07 seperti itu. Boleh coba pergi ke tempat 59:09 yang agak miskin tuh kemu bawa makanan 59:11 duduk situ makan bareng sama dia. Coba 59:14 rasa kenikmatan kita yang merasakan 59:15 nikmatnya lebih dari yang makan. 59:19 Dia mukanya riang dia gembira. 59:21 Subhanallah. Belum lagi rekaman Allah 59:23 itu direkam itu Allah tahu semua. Mala 59:26 makut juga alam malakut arwah-arwah 59:29 semua tahu. 59:32 Insyaallah mudah-mudahan Allah bimbing 59:34 kita dapat melaksanakan ibadah puasa ini 59:37 dengan secara sebaik-baiknya. 59:40 Di malam hari kita ibadah terus di siang 59:42 hari ibadah dan berusaha insyaallah. 59:44 Amin ya rabbal alamin. 59:47 Ikwan akhwat yang dirahmati Allah 59:49 subhanahu wa taala. atau usia sore di 59:51 kesempatan kali ini bersama Ustaz Zain 59:53 Alhadi mengangkat topik mengenai 59:55 menikmati rasa ibadah. Bagi Anda yang 59:58 ingin bertanya dan juga memberikan 1:00:00 komentar, silakan sampaikan ke nomor 1:00:02 WhatsApp Rasil di 0811999720. 1:00:07 Untuk berdialog langsung, Anda juga bisa 1:00:09 telepon kami di 0218451512. 1:00:13 Kami akan segera kembali. 1:00:17 [Tepuk tangan] 1:00:19 Hab 1:00:24 [Musik] 1:04:30 [Tepuk tangan] 1:04:38 [Musik] 1:04:44 radio silaturahim untuk Islam yang satu. 1:04:46 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 1:04:47 subhanahu wa taala, terima kasih masih 1:04:48 bersama kami dalam tausiah sore, Ustaz 1:04:51 Zain Alhadi mengangkat topiknya mengenai 1:04:53 menikmati rasa ibadah. Kami juga menyapa 1:04:56 Anda ikhwan akhwat pemirsa YouTube 1:04:59 channel Rasiel TV. Anda juga bisa 1:05:01 memberikan komentarnya melalui komen ya, 1:05:04 kolom komen di channel kami. Silakan 1:05:07 sampaikan komentar ataupun 1:05:08 pertanyaan-pertanyaannya. Baik, Pak 1:05:10 Ustaz, kita masuk ke sesi kedua. Kita 1:05:13 akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang 1:05:15 sudah masuk dari ikhwan dan akhwat. Ada 1:05:19 Bapak Abdullah di Bogor. Asalamualaikum 1:05:21 warahmatullahi wabarakatuh. 1:05:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:05:24 wabarakatuh. 1:05:25 Semoga Pak Ustaz selalu dirahmati oleh 1:05:27 Allah subhanahu wa taala. 1:05:29 Amin. 1:05:30 Pak Ustaz, seperti halnya rasa dalam 1:05:32 makanan itu ada pahit, pedas, bukan 1:05:36 hanya manis, bahkan yang kecut juga ada. 1:05:39 Ibadah sepertinya apakah bisa 1:05:42 dianalogikan seperti itu? Ada ibadah 1:05:44 sepertinya kalau kita lakukan itu pahit. 1:05:49 Ada juga ibadah yang terasa manis, ada 1:05:51 juga yang terasa asin. Bagaimana ini, 1:05:53 Pak Ustaz? Mohon penjelasan. Terima 1:05:55 kasih. 1:05:55 Bismillahirrahmanirrahim. 1:05:57 Jadi kemungkinan jarang tapi ada yang 1:06:00 pahit atau apa yang dia munafik 1:06:02 sebenarnya dia ibadah berpura-pura. 1:06:05 Ada yang seperti itu, ada yang mungkin 1:06:07 terpaksa enggak enak sama orang lain, 1:06:09 ada juga. Itu jadi pahit buat dia malah 1:06:12 beban berat karena kepura-puraan. Tapi 1:06:16 di situ enggak banyak jumlahnya. 1:06:18 Kalau menjelang pemilu mungkin ada 1:06:20 tambahlah. 1:06:21 Menjelang pemilu 1:06:22 tambah yang pakai jilbab. 1:06:24 Iya. Iya. 1:06:26 Pakai jilbabnya aja enggak benar. 1:06:29 Kelihatan muka air dari air muka tuh 1:06:31 kelihatan. Orang yang salat bisa 1:06:33 mengenal lagi yang salat tahu kelihatan. 1:06:35 Enggak laki enggak perempuan. Kalau yang 1:06:37 begitu-begitu ketahuan kelihatan dari 1:06:38 mukanya itu. Muka orang salat kena wudu 1:06:40 itu lain. 1:06:41 He. 1:06:42 Ada ada sesuatu yang kita enggak bisa 1:06:44 utarakan melalui melalui bahasa. Beneran 1:06:47 saya kadang kalau jalan jalannya sama 1:06:50 sopir ya dia mau nanya alamat nih. Mau 1:06:52 ngajar nih. 1:06:53 Heeh. 1:06:54 Pak yang itu tuh tanya tuh jangan-jangan 1:06:56 dia itu. Iya itu pasti orang baik. Air 1:07:00 mukanya ada kelihatan. Heeh. 1:07:02 Kelihatan sekali yang salat mah enggak 1:07:04 salat tuh kelihatan 1:07:07 abstrak. Tapi tapi kelihatan bisa 1:07:09 dibaca. Nah, betul ada yang terpaksa 1:07:13 yang munafik dan sebagainya itu pahit 1:07:14 pedas buat dia itu. Tapi bagi yang 1:07:16 memang sudah cinta agama, cinta Allah, 1:07:19 dia senang hati dia hiburannya itu 1:07:23 karena seperti musik di dalam dada 1:07:26 gedungnya di situ. Konser konser ibadat 1:07:30 iman ya bahasanya kita gunakan seperti 1:07:33 itu. Jadi dia enggak butuh lagi 1:07:35 konser-konser. itu sudah situ di situ di 1:07:38 dadanya itu gedungnya di situ. Di situ 1:07:41 dia sudah menikmati kedekatan dengan 1:07:42 Allah. Dia rasa, dia rasa lagi sujud 1:07:45 berasa rukuk juga berasa. Dia berasa 1:07:49 berhadapan dengan Allah. Wajahtu wajha. 1:07:51 Kau arahkan wajahku. 1:07:54 Tapi memang melalui proses. Proses 1:07:56 pelan-pelan nyambung. Maka itu kalau 1:07:58 salat ada godaan, godaan, godaan, godaan 1:08:00 itu ke sana kemari diamin aja. Itu 1:08:02 pancingan dari khannas. Kalau kita terus 1:08:05 mikirin dia ini ganggu ini ganggu. Jadi 1:08:07 kita sibuk sama dia akhirnya. 1:08:09 Hm. Cuekin nanti hilang sendiri dia 1:08:12 capek enggak bisa teruskan apa yang kita 1:08:16 nikmati salat itu nikmati santai. 1:08:18 Nikmati nikmati jangan terpaksa. Jangan 1:08:21 terburu-buruk punya waktu khusus. 1:08:25 Wudunya apa? Hanya rahim juga kok dalam 1:08:28 keadaan terdesak terjepit bisa jamak. 1:08:32 Di zaman Nabi lain lagi sahabat di 1:08:34 tempat Nabi tapi pernah jamak. di surah 1:08:36 Sahih Muslim ada dia di lain waktu di 1:08:39 Bukhari saya masih kecil baca itu ada 1:08:41 sahabat mala salat zuhur di akhir waktu 1:08:45 salat asar 1:08:47 di awal waktu jadi habis salat zuhur dia 1:08:50 baca baca baca terus azan asar jadi 1:08:52 sekali wudu sekali duduk dua salat 1:08:57 kalau dia ambilnya 1:09:00 takdim ya diajukan bukan di akhir. 1:09:03 Kadang di akhir salat zuhur di akhir di 1:09:05 akhir asar. Zuhur sama asar dia bareng. 1:09:08 Tapi enggak jamak. Pakai salamualaikum. 1:09:11 Asalamualaikum. Zikir baru salat asar. 1:09:13 Enggak lama 10 menit azan magrib. 1:09:16 Ada yang begitu. Tapi itu tidak. Yang 1:09:18 saya lihat itu dia di awal di ditarik 1:09:21 asarnya. Bukan ditarik tetap di akhir 1:09:24 zuhur. Di di akhir di akhir zuhur. Dia 1:09:27 salat zuhur baru duduk baca zikir segala 1:09:29 macam terus azan asar. Jamak namanya 1:09:32 jamak suari seperti jamak tapi bukan 1:09:34 jamak. Ada juga itu enggak itu enggak 1:09:37 masalah. Yang masalah itu merasakan. 1:09:41 Tentu di awal waktu lebih bagus merasa 1:09:45 patuh sama Allah langsung itu apa begitu 1:09:49 diperintah langsung datang 1:09:53 merasakannya itu. Jadi ada yang merasa 1:09:55 pahit merasa p ada yang terpaksa, yang 1:09:58 ria itu dia yang disebut di Quran itu ee 1:10:03 wailun. Apa itu wailun ya? E lil 1:10:06 musinalladinaum shatihim sahun. 1:10:09 He. 1:10:10 Nah. Sahun itu apa? 1:10:13 Sahun itu apa? Yang salatnya sahi. Sahu. 1:10:16 Tidak sadar. 1:10:20 Sahun itu tidak sadar. Tidak bisa 1:10:23 merasakan salat. Jadi kebiasaan saja 1:10:25 melaksanakan kewajiban sudah. Ini bukan 1:10:28 begitu. Ini menghadap Allah. Pertemuan 1:10:32 indah dirasakan. Dirasakan itu nanti 1:10:34 rasanya indah. Senang menyenangkan. Nabi 1:10:37 salat ibadah semua macam-macam rasa 1:10:39 beda-beda rasa. Rasa salat malam, rasa 1:10:41 baca Quran, lain lagi. Semua itu 1:10:44 menenangkan, menenangkan, menyenangkan. 1:10:46 Kalau sudah ikhlas lillahi taala, 1:10:49 hidupnya senang. Baru sudah setelah itu 1:10:51 di luar salat juga dia bahagia aja, 1:10:53 senang-senang aja, senang, tidak ada 1:10:56 beban. Itu aneh di situ sampai disebut 1:10:59 jiwa mutmainah. 1:11:01 Tepat pulang ke akhirat itu sudah di 1:11:03 sudah jadi khusus. Tuhan sambut yaard. 1:11:11 Wahai jiwa yang mutmainah. Itu jiwa yang 1:11:14 sudah seperti itu. Ejiik 1:11:18 selamat datang. Kembalilah kepada 1:11:19 Tuhanmu. Ratan diridai. Diridai itu arti 1:11:23 dicintai. 1:11:24 Sudah dimaafkan dosanya semua. Terus 1:11:26 dicincai disayang mardiah dan diridaiin. 1:11:30 Saling rida. Nah semua itu melakukannya 1:11:33 apa? supaya bisa merasakan salat dan 1:11:36 ngaji. Sabar. 1:11:39 Kuncinya sabar. Sabar bisa enggak? Bisa 1:11:42 kalau mau mengalah 1:11:45 lagi ibadah terpikir itu belum 1:11:48 dikerjain, itu belum dikerjain. 1:11:50 Ngalahin, kalahin. Ini Allah 1:11:53 kalahin. Sabar dalam ibadah, sabar dalam 1:11:56 baca Quran. Baru baca sebagian itu 1:11:59 ingat-ingat itu belum itu ada aja itu 1:12:00 memang kerjaan Honas. Cuekin aja baca 1:12:03 terus. Allah lebih utama. Rasain. Kalau 1:12:06 sudah rasain enggak mau berhenti baca 1:12:07 Quran tuh. Kalau sudah berasa boleh 1:12:09 pakai suara. Kalau enggak ganggu orang, 1:12:11 enggak ada orang boleh pakai suara 1:12:12 tinggi. Dengar kita sendiri yang dengar. 1:12:15 Biar suara kita pales kayak apa. Kalau 1:12:17 kita yang dengar sendiri enak aja. Itu 1:12:19 nikmat. Nikmat membaca Al-Qur'an bisa 1:12:22 dengan dirasakan tadi. Semua dirasakan. 1:12:25 Nikmat-nikmat Allah itu banyak kali. 1:12:27 Makan pisang rasakan bukan asal makan. 1:12:29 Itu buat materi ya. buat materi seperti 1:12:32 itu. Nah, kalau makan besok dirasakan 1:12:34 lebih nikmat kalau dirasakan begitu juga 1:12:37 ibadah insyaallah. 1:12:41 Selanjutnya, Pak Ustaz kita ke Ibu 1:12:42 Jamilah. Asalamualaikum warahmatullahi 1:12:44 wabarakatuh. 1:12:46 Pak Ustaz rahimakumullah. 1:12:50 Semoga Ustaz selalu sehat dan tetap 1:12:53 semangat berdakwah di jalan Allah. Amin. 1:12:56 Amin. 1:12:56 Ketika seorang istri berada pada masa 1:13:00 idah ini karena suaminya wafat, Pak 1:13:03 Ustaz. 1:13:04 Iya. 1:13:04 Ada beberapa larangan kan di antaranya 1:13:06 larangan keluar rumah kecuali ada uzur 1:13:08 syari. Bagaimana di bulan Ramadan ini, 1:13:11 Pak Ustaz? Bolehkah salat tarawih keluar 1:13:13 rumah yaitu di masjid dan juga iktikaf 1:13:16 pada 10 hari terakhir bulan Ramadan 1:13:18 nanti? Terima kasih jawabannya, Pak 1:13:20 Ustaz. Terima wasalam. 1:13:21 I. Bismillahirrahmanirrahim. 1:13:24 Pertama, setiap hukum itu hukum idah ya, 1:13:27 hukum apa saja kita memahami 1:13:29 motivasinya. 1:13:31 Tujuan hukum itu dibuat untuk apa? 1:13:35 Tujuan hukum idis 1:13:37 berpisah janganlah sampai nyakitin atau 1:13:41 buat orang jadi curiga, buat orang bikin 1:13:44 apa itu salah salah penafsiran. Jadi 1:13:47 mereka dosa nanti. Jadi itu maksudnya 1:13:50 itu tidak bersal. 1:13:53 Kalau yang biasa kerja saya tetap kerja. 1:13:55 Kalau bukan tu Ida gak boleh kerja 1:13:57 gimana? Kalau dia jadi apa itu tulang 1:14:00 rumah tangga gimana? Maksudnya itu tidak 1:14:02 bersolek. Jadi tidak orang yang lihat di 1:14:05 sekeliling itu Islam itu sangat menjaga 1:14:07 perasaan masyarakat. Jangan sampai 1:14:09 masyarakat salah paham. Loh, kok baru 1:14:11 bercerai kok udah udah jalan-jalan udah 1:14:14 dandan-dandan itu Bapak sudah punya 1:14:17 simpanan dari sebelum. Auzan itu kasihan 1:14:19 orang itu. Jangan sampai punya buruk 1:14:20 sangka. Jadi Allah suruh tidak bersal 1:14:24 itu maksudnya keluar yang penting boleh 1:14:26 kerja termasuk penting. Dia di rumah 1:14:28 enggak keluar tapi dia dandan tuh pakai 1:14:30 apa merah-merah pakai segala macam itu. 1:14:33 Orang liihatnya kok aneh baru pisah 1:14:36 sudah kayak gitu apalagi kenapaanya itu 1:14:40 3 bulan kalau cerai mati 4 bulan 10 hari 1:14:44 lebih lama padahal sudah meninggal kan 1:14:47 itu justru turut belasangkawa. 1:14:50 Jadi keluarga almarhum itu melihatnya 1:14:53 dia betul sama suaminya itu dia sedih 1:14:56 itu kan tidak dandan. 1:14:58 itu agama menjaga sampai ke situ 1:15:00 kerukunan supaya tidak ada salah sangka, 1:15:02 tidak ada buruk sangka. Maksudnya ke 1:15:04 sana kalau sudah tahu maksudnya berarti 1:15:06 keluar perlu bolehlah kerja boleh. Jadi 1:15:10 di rumah itu tidak dandan tetap aja 1:15:12 seperti berduka. Kalau juga enggak duka 1:15:14 pernah ribut kali sama suami pura-pura 1:15:16 duka juga dapat pahala. Menjaga 1:15:19 kedamaian, menjaga perasaan mertua dan 1:15:22 orang-orang di kampung. itu juga habis 1:15:25 bercerai juga idah tuh maksudnya itu 1:15:27 tunjukkan sedih 1:15:29 walaupun kalau enggak sedih lagi marahan 1:15:32 sama suami tetap seperti orang sedih itu 1:15:35 untuk kedamaian masyarakat bukan untuk 1:15:38 pura-pura segala macam tidak kedamaian 1:15:41 jadi orang tuh enggak buruk sangka 1:15:42 enggak salah sangka lingkungan itu 1:15:44 dihormati perasaan orang tuh dijaga 1:15:47 indah ajaran Islam ini kalau bisa 1:15:49 dipahami dengan akal bukan dogma akal ni 1:15:52 dipakai dari Allah. Ini apa maksudnya? 1:15:55 Ini tujuannya apa? Ini enak itu ibadah 1:15:58 tadi tujuannya apa? Rasa. Pakai rasa 1:16:00 tujuannya apa? Meng-upgrade jiwa, 1:16:05 membersihkan jiwa. Indah semua itu yang 1:16:08 harus dilihat. Bisa gak ditanya nanti 1:16:10 apa-apa yang seperti itu? Semua ada 1:16:12 tujuan. Baik. Kita baru tahu tadi zakat 1:16:14 itu untuk apa? Zakat itu tujuannya untuk 1:16:17 menciutkan jurang pemisah antara kaya 1:16:19 dan miskin. Supaya apa? Supaya orang 1:16:21 miskin tidak iri. Orang kaya tidak 1:16:23 kikir, tidak congkak, 1:16:26 semua punya tujuan maksud yang dicapai. 1:16:29 Nah, maka itu zakat fitrah tidak boleh 1:16:32 untuk bangunan. 1:16:33 Harus diberikan dari bulan puasa dari 1:16:35 sekarang. K pakai nunggu takbiran buat 1:16:38 mereka supaya bisa buka puasa, supaya 1:16:40 mereka bisa sahur, 1:16:42 supaya bisa ada gizi, ada bayi atau 1:16:45 anaknya bisa beli susu. 1:16:48 Indah agama ini. Supaya hamba Allah 1:16:50 muslimin ini di bulan puasa jangan 1:16:51 sampai ada yang tidak bisa punya makanan 1:16:53 untuk buka dan sahur. 1:16:55 Apa semuanya mau sahurnya di malam 1:16:57 takbiran? Kan tidak. 1:16:59 Biar ada lebih dia bisa jual. Dia beli 1:17:01 baju anaknya beli apa anak-anak senang 1:17:03 pakai baju baru sedang punya itu 1:17:05 disenang mereka dibuat senang 1:17:09 kita juga bikin hati kita senang jangan 1:17:11 ada sedih, jangan merasa terpaksa 1:17:12 puasanya nikmati dengan senyum pasti ada 1:17:15 keindahan di balik ini. Dan yang 1:17:17 pahalanya itu apa? Kita enggak tahu apa 1:17:18 yang pahalanya. Luar biasa. Nanti kata 1:17:20 Allah pahala puasa itu disembunyikan. 1:17:23 kejutan nanti di akhirat 1:17:25 yang pasangannya sudah meninggal salah 1:17:27 satu atau suami istri nanti dipertemukan 1:17:29 itu istrinya atau suami yang sudah wafat 1:17:32 duluan itu nanti di malaikat bawa 1:17:34 diantar ayo sini saya suruh ada suaminya 1:17:37 istrinya lagi duduk sudah menunggu sudah 1:17:38 keren luar biasa dapat dan-dandan yang 1:17:40 sangat-sangat nah ketemulah di situ 1:17:43 masih di kuburan itu bisa ketemu 1:17:47 nanti kalau sudah di padang mahsyar 1:17:48 enggak ketemu lagi. entar ketemu lagi di 1:17:50 surga lagi dengan badan yang sudah lain 1:17:54 seperti insyaallah. 1:17:55 H 1:17:58 baik, semoga terjawab ya, Ibu. Dan 1:18:00 selanjutnya kita akan ke ini ada Umi 1:18:04 Aisyah di Jakarta Timur. Asalamualaikum 1:18:07 warahmatullahi wabarakatuh, 1:18:09 Pak Ustaz. Semoga selalu dalam lindungan 1:18:12 Allah dan juga kruhasil. 1:18:14 Bagaimana, Pak Ustaz, dengan 1:18:19 Al-Qur'an yang kita baca setiap hari 1:18:22 dengan hanya di lisan saja tanpa kita 1:18:24 mengkajinya dan juga meresapi isinya. 1:18:27 Apalagi di bulan Ramadan seperti ini, 1:18:29 Pak Ustaz. Terima kasih. 1:18:31 Bismillahirrahmanirrahim. 1:18:35 Ya, sesuai dengan kemampuan 1:18:37 masing-masing. Bagi mereka yang memang 1:18:40 tidak sekolah dari awalnya itu tidak 1:18:42 ngerti ya dia baca saja. Yang penting 1:18:45 rasa. Tadi saya sudah sampaikan banyak 1:18:48 orang tidak punya ilmu tapi punya rasa. 1:18:51 Kadang dia mengalir air mata baca Quran. 1:18:53 Banyak itu. 1:18:54 He 1:18:55 banyak sekali ada. Tapi apalagi kalau 1:18:57 ada rasa ada ngerti lagi. Nah, kan 1:18:59 manusia berbeda-beda kemampuannya. Tapi 1:19:02 yang wajib rasa dulu. rasa baru paham. 1:19:06 Paham mengerti? 1:19:08 Paham sama terjemah beda dong. Paham itu 1:19:11 paham seperti sudah saya banyak tuh di 1:19:15 Quran mesti dengan pemahaman baru bisa 1:19:18 baru bisa meresap rasa indah luar biasa. 1:19:22 Seperti di Al-Qur'an itu janin-janin di 1:19:25 perut ibunya itu dalam tiga tiga 1:19:28 kegelapan diterjemah yang tanpa rasa 1:19:30 itu. Maaf karena belum ada pengetahuan 1:19:32 waktu itu. Sekarang terjemahnya mereka 1:19:35 dalam perut ibunya itu dalam tiga 1:19:36 lapisan. 1:19:38 Lapisan dinding perut, lapisan itu 1:19:41 embrio, lapisan janin. Jadi kalau ibu 1:19:44 tuh kejedot apa segala macam banyak 1:19:46 jatuh jatuh atau apa anaknya dium gak 1:19:49 apa-apa dilindungi Allah. 1:19:52 Begitu sayang Allah. Maka itu ketika ada 1:19:54 janin haid berhenti itu darahnya diguna 1:19:57 untuk buat lapisan pertahanan keamanan 1:20:01 sudah dilindingi Allah dalam perut itu 1:20:04 dan seterusnya. 1:20:06 Nah, kita bisa merasakan seperti itu. 1:20:09 Nah, itu ketika baca Quran boleh 1:20:10 sekali-sekali lihat artinya. Kita lihat 1:20:12 di situ kadang apa laatabbarunal Quran. 1:20:14 Apakah mereka baca Quran tidak tadabur? 1:20:17 Tidak tadabur itu tidak merasakan. Nah, 1:20:19 rasakan ketika dia itu afala taskurun, 1:20:22 apakah kalian tidak bersyukur? Jawab 1:20:23 pakai bahasa Indonesia aja. Ya Allah, 1:20:26 saya hamba-Mu yang bersyukur. Ya Allah, 1:20:27 saya akui semua nikmat yang kau berikan. 1:20:30 Jaz alhamdulillah syukransyukran 1:20:32 afan-afan ya Allah. Itu rasa nanti sur 1:20:35 naru jahanam Allah diap. Ya Allah, saya 1:20:38 enggak kuat ya Allah gak sanggup saya 1:20:40 sakit di dunia aja saya sudah enggak 1:20:42 sanggup. Jangan ya Allah singkirkan 1:20:44 neraka dari saya. Singkirkan neraka dari 1:20:46 saya. Boleh itu berdialog dengan Allah. 1:20:49 Lihat artinya sebentar. Banyak itu 1:20:51 ayat-ayat isinya banyak pertanyaan. 1:20:53 Banyak kali. Afala takqilun. Apakah 1:20:56 kalian tidak berakal? Afala tatafakarun. 1:20:59 Apa kalian tidak bertafakur? 1:21:01 Makanan main telan saja. 1:21:04 Lihat telur terus telan goreng enak. 1:21:07 Pikirin dari mana itu telur. Sebelum 1:21:09 dimakan ada di mana? Di perut ayam. 1:21:14 Terus sampai ke situ ke hadapan kita 1:21:16 prosesnya gimana? 1:21:20 Lihat susu 1:21:22 daging 1:21:24 dari rumput. 1:21:26 Manusia bisa enggak dari bikin rumput 1:21:28 jadi susu? Jadi daging belum? Enggak 1:21:30 tahu nanti. Tapi itu Allah rumput 1:21:33 masukin di pabriknya itu dimxer di perut 1:21:36 sapi, di perut kambing menjadi bubur. 1:21:39 Buburnya tiga warna putih, merah, hijau. 1:21:43 Yang hijau keluar ke belakang 1:21:45 kotoran. Yang merah balik ke arteri. 1:21:50 Yang turun ke bawah putih, bersih, 1:21:52 murni, setitik tidak kecampur dengan 1:21:54 yang merah dan hijau itu. Subhanallah. 1:21:59 kayak bubur rumput. Tanya rumput. Eh, 1:22:02 rumput. 1:22:04 Hah? Kamu itu sudah dibakar, dibakar, 1:22:06 diinjak-pinjak. Kenapa tumbuh lagi? 1:22:08 Tumbuh lagi. Kalau dia bisa ngomong, dia 1:22:10 jawab, "Hai manusia, kamu enggak tahu 1:22:11 diri. Aku ini ditugaskan Tuhanmu untuk 1:22:15 memberi makan, beri susu untukmu." 1:22:18 Ya, makanya tumbuh terus tanpa pupuk. 1:22:23 Karena kebutuhan pokok, susu dan daging 1:22:25 gizi buat manusia Tuhan. manusianya 1:22:30 apalah tasykurun apa enggak berzikir apa 1:22:32 enggak bersyukur apa enggak berpikir 1:22:35 berpikir itu aja enggak bisa enggak aneh 1:22:39 melihat rumput enggak ingat daging susu 1:22:41 dari rumput 1:22:44 subhanallah kasih sayang Allah 1:22:47 kekuasaannya rumput jadi susu dan daging 1:22:51 kalau kita piara kambing piara sap bayar 1:22:53 enggak susunya dagingnya enggak bayar 1:22:56 dari Allah 1:22:58 kalau beli di pasar ya bayar upah upah 1:23:01 peternak upah pedagang insyaallah 1:23:05 kita ke pertanyaan terakhir Pak Ustaz 1:23:07 ini sebut saja hamba Allah di Tangerang 1:23:11 asalamualaikum warahmatullahi 1:23:12 wabarakatuh 1:23:13 waalaikumsalam warahmatullahi 1:23:14 wabarakatuh 1:23:15 Pak Ustaz bagaimana ketika kita 1:23:16 bersedekah 1:23:18 ada perasaan dalam diri ini ingin 1:23:21 diketahui oleh orang lain tidak ingin 1:23:24 dipuji tapi ada perasaan itu. 1:23:27 makin besar makin ingin diketahuaihi 1:23:29 oleh orang lain walaupun tidak ingin 1:23:30 dipuji. Bagaimana cara menghilangkan 1:23:33 perasaan itu, Pak Ustaz? Terima kasih. 1:23:34 Masyaallah tak tidak apa-apa. Cara 1:23:36 menghilangkannya gini, ingat 1:23:39 di dunia ini Bapak-bapak presiden atau 1:23:42 selainnya waktu dia hidup tiap hari 1:23:45 pujian, puja-puji luar biasa 1:23:48 dari Pak Soekarno, Pak Harto puji terus 1:23:51 biar salah dipuji terus. Pernah saya 1:23:53 lihat sendiri di televisi itu Pak Harto 1:23:56 sedang memberi laporan. 1:23:58 Laporan apa itu? Keris hasil pekerjaan 1:24:01 kalau bulan Agustus ya. 1:24:02 H 1:24:03 iya. Itu Pak Harto terus ngomong dikit 1:24:06 tepuk tangan. Bicara lagi Pak Harto 1:24:09 tepuk tangan lagi terus tepuk tangan 1:24:11 lagi berhenti sebentar Pak Harto napas 1:24:12 dulu tepuk tangan lagi. Sekali Pak Harto 1:24:15 ucapkan ah di bidang ini kita ada 1:24:17 kekurangan. Tepuk tangan juga. 1:24:21 Jadi dia enggak dengarkan pokoknya asal 1:24:23 Pak napas tepuk tangan. Bilang ada 1:24:26 kekurangan, ada kekurangan tepuk tangan 1:24:29 juga. 1:24:31 Ini terjadi di DPR itu waktu itu. 1:24:35 Sekarang enggak tahu lebih apa kurang 1:24:37 dari itu. 1:24:39 Ya, DPR jangan ditanya, Pak Ustaz. 1:24:41 Iya. Bukan ini kita untuk niat baik 1:24:45 supaya bisa tidak seperti itu. 1:24:47 Iya. Jujurlah itu kan kan saya orang 1:24:50 mengatakan ini kekurangan ini salah 1:24:52 ditepuk tangan kan ini terjadi kok 1:24:56 tepuk tangan terus orang bicara salah 1:24:58 pun tepuk tangan lagi. Sekarang ada 1:25:00 salah ngomongnya tepuk tangan juga 1:25:03 itu kan jadi kayak ngeledek itu. Nah itu 1:25:07 jadi ini harus punya rasa. Jadi, terus 1:25:10 sekarang Bapak Presiden itu dulu berapa 1:25:13 tahun dia itu lama sekali puja-puji 1:25:16 setiap hari. Terakhir sebelum dia jadi 1:25:18 terengser 3 tahun dimaki-maki itu 1:25:20 dibenci 1:25:23 padahal 3 tahun itu dia udah sudah 1:25:25 artinya sudah sangat baiklah yang 1:25:28 lalunya. Iya. Terus gimana itu 1:25:33 apa artinya pujian itu sekarang 1:25:37 ada guna enggak? Ada 1:25:39 orang tahu untuk apa? Orang tahu kita 1:25:42 enggak ada guna. Orang tidak bisa 1:25:45 apa-apa terhadap kita enggak punya 1:25:46 surga, enggak punya neraka. Dan akan 1:25:48 bubar hilang puji-pujian hilang, 1:25:50 maki-maki juga jangan hirau. Hilang 1:25:52 semua enggak ada artinya semua itu. Puji 1:25:55 maki mau katain mau puji masa bodohlah 1:25:57 enggak ada. Kita enggak sudah enggak 1:25:58 kepikirin yang begitu. Kita pikirin masa 1:26:00 depan. Masa depan di akhirat selamanya. 1:26:05 Di sini sebentar kok. di sana orientasi 1:26:07 berpikir ke sana sehingga tidak tidak 1:26:09 nanti kehinginan itu hilang Pak hilang 1:26:11 sudah akan hilang ingat aja akhirat kita 1:26:13 semua akan pindah ke sana yang kita 1:26:15 butuhkan Bapak sering sedekah tuh 1:26:18 terkenal di sana di alam malakut ada 1:26:21 berita di sana orang tua kita, tetangga 1:26:24 semua yang sudah meninggal dengar itu 1:26:25 kebaikan kita itu lebih baik terkenal di 1:26:27 sana maaf saya ulang cerita satu lagi 1:26:29 nih waktunya sedikit apalah wesor ini 1:26:32 sudah tadi ya belum di zaman dia 1:26:36 pengembala kambing 1:26:37 yatim ya dia ngurus ibunya dia kerja 1:26:40 sebagai upah menggembala kambing buat 1:26:43 ngurus ibunya semua dia tuh di Madinah 1:26:45 enggak di Nabi di Madinah dia di Yaman 1:26:47 enggak pernah ketemu Nabi. Tapi cintanya 1:26:49 kepada Nabi luar biasa. Imannya tinggi 1:26:52 pakai rasa. Jadi dia Nabi begini, Nabi 1:26:54 begini, dia pakai rasa cinta sama Nabi 1:26:57 apalagi sama Allah. Jadi daripada 1:26:59 suerima saya sudah rindu benar kepengin 1:27:02 namun Rasulullah, izinkan saya ke 1:27:04 Madinah. Jangan dulu nak ibu masih 1:27:07 butuh, ibu masih enggak kuat. I mah 1:27:10 enggak jadi dia tunda. Padahal dia sudah 1:27:12 kangen betul sama Nabi itu hingga pada 1:27:14 suatu saat dan Nabi di Madinah juga tahu 1:27:17 dari diberitakan dari dalam malakut 1:27:20 bahwa ada manusia yang bernama Uskaran 1:27:22 kalau datang nanti Nabi bicara kepada 1:27:24 sahabatnya kalau dia datang ke Madinah 1:27:25 ini kalian minta doain dari dia. Kan 1:27:28 bingung sahabat siapa itu UIS. Nah 1:27:31 ketika ibunya wafat dia sudah kumpulkan 1:27:33 ongkas dia berangkat. Sampai di Madinah, 1:27:36 Nabi sudah wafat, dia datang ke kuburnya 1:27:39 biasa diciumin. Itu orang cinta kan 1:27:40 begitu. Foto juga diciumin, HP-nya pun 1:27:42 diciumin. Diciumin, ciumin, ciumin itu 1:27:45 kubur Nabi itu cinta kepada Rasul luar 1:27:47 biasa. Kemudian dia pegang semua 1:27:49 rindulah dilampaskan rindunya di situ. 1:27:52 Nah, sampai di jalan orang ingat itu dia 1:27:54 wis datang semua minta doa. Khalifah 1:27:56 Umar apa khalifah Abu Bakar datang minta 1:27:58 doa karena Nabi pesan itu. Kenapa? Dari 1:28:01 mana tahu? Dari alam sana, alam malakut. 1:28:04 Dia tidak dikenal di dunia ini orang 1:28:06 miskin, anak yatim. Tapi di sana dia 1:28:08 baik bakti kepada ibunya. Manusia 1:28:11 terkenal di alam malakut. Terkenal di 1:28:14 sana lebih abadi. Terkenal di sini 1:28:16 main-mainan. 1:28:18 Buktinya mana? Yang sudah terkenal semua 1:28:19 sekarang enggak ada. Dikenang juga 1:28:21 enggak. 1:28:24 Enggak ada yang ziarah kuburnya juga 1:28:28 sedikit yang ziarah. I. 1:28:29 Nah, itu Bapak ingat ke situ. Insyaallah 1:28:31 akan tidak kepikiran lagi yang seperti 1:28:33 itu. Pikiran kita akhirat saja abadi di 1:28:36 sana. Sehat terus, senang terus, cakep 1:28:39 terus, mudah terus. Wah, itu semua 1:28:42 kenikmatan semua di sana. Insyaallah. 1:28:46 Insyaallah. Baik, Pak Ustaz. Sebagai 1:28:48 penutup dari seluruh bahasan kita, apa, 1:28:51 Pak Ustaz? 1:28:52 Ya, insyaallah kita bisa mengendalikan 1:28:56 rasa. Jadi ibadah ibadah yang baik 1:28:58 dikumpulkan rasa itu rasa yang sangat 1:29:01 indah luar biasa. Beda dengan rasa untuk 1:29:04 tubuh. Makanan enak, enak, enak tapi 1:29:07 sementara. 1:29:09 Lepas dari ridah enaknya hilang. Tapi 1:29:12 nikmatnya ibadah tuh melekat. Nikmatnya 1:29:15 puasa, nikmatnya salat, nikmatnya 1:29:17 bersedekah tuh sangat menyenangkan hati 1:29:21 kita dan melapangkan dada kita. kita 1:29:24 tidak mempan lagi dimaki, dikatain, 1:29:26 disanjung sudah enggak masalah buat kita 1:29:27 itu dipuji pun enggak masalah 1:29:29 biasa-biasa saja. Orientasi berpikirnya 1:29:31 sudah lain. Nikmat menikmati ibadah, 1:29:35 menikmati ibadah makanan rohani, gizi 1:29:37 rohani. Rohani yang merasakan senang dan 1:29:39 susah roh, bukan tubuh. Tubuh kasih 1:29:42 makan saja. Ingat itu. Insyaallah rasa 1:29:45 hidupkan rasa. Amin ya rabbah. 1:29:48 Amin. Demikianlah ikhwan akhwat yang 1:29:51 dirahmati Allah subhanahu wa taala. atau 1:29:52 usia sore kita edisi hari ini. Semoga 1:29:55 apa yang disampaikan oleh Ustaz Zain 1:29:56 Alhadib bermanfaat bagi kita semua. Kami 1:30:00 undur diri. Mohon maaf atas segala 1:30:01 kesalahan kata. Billahi taufik wal 1:30:03 hidayah. Subhanakallahumma wabihamdika 1:30:05 ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka 1:30:07 wa atubu ilaik. Asalamualaikum 1:30:09 warahmatullahi wabarakatuh.