Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Rasul TV [musik]
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim,
- alhamdulillahirobbil alamin hamdan
- katsiran thayyiban mubarakan kama
- yuhhibbu robbuna wa yardho.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- sayyidina Muhammadin wa ala alihi
- sayyidina Muhammad. Masih dipancarkan
- dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimanggis Cibubur Bekasi. Radio
- Silaturahim dan juga Rasul TV untuk
- Islam yang satu.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh ikhwan akhwati yang
- dirahmati Allah senang sekali di
- kesempatan Kamis pagi hari ini kami bisa
- menyapa ikhwan akhwat dalam program
- acara renungan di bawah naungan Alquran
- untuk edisi eh 12 Dzulqa'dah 1447
- Hijriah bertepatan juga dengan 30 April
- ya 2026.
- Alhamdulillah di kesempatan ini guru
- kita Ustad Husein Alatas akan
- kembali melanjutkan eh renungan di bawah
- naungan Alquran insya Allah di
- kesempatan ini kita akan mendengarkan
- kajian beliau dari Quran surah Al
- Baqarah
- ayat yang pertama sampai dengan ayat
- yang kelima insya Allah.
- Namun sebelumnya kita awali dulu dengan
- pembacaan Quran surah Al Fatihah kami
- silakan Ustad.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirobbil
- alamin.
- Arrahmanirrahim.
- Maliki yaumiddin.
- Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in.
- Ihdinas siratal mustaqim.
- Siratal lazina an'amta
- alaihim.
- Ghairil maghdubi alaihim.
- [musik]
- Ihdinas siratal mustaqim.
- Siratal lazina an'amta alaihim.
- [berdehem]
- Ghairil maghdubi alaihim walad dallin.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alif lam
- mim.
- Zalikal kitab.
- La raiba fih.
- Hudal lil muttaqin.
- Allazina yu'minuna bil ghaibi wa
- yuqimunas salata wa mimma razaqnahum
- yunfiqun.
- Wallazina yu'minuna bima
- unzila
- ilaika wa ma unzila min qablik.
- Wabil akhirati hum yuqinun.
- Wabil
- akhiratihim
- Ulaika
- ala hudam mir rabbihim.
- Wa ulaika
- humul muflihun.
- Sadaqallahul
- azim.
- Wa sadaqa rasuluhul karim. [batuk]
- Wanahnu ala zalika minasyahid.
- [berdehem]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirobbil
- alamin.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa alihi
- wasahbihi wabarik wasallim.
- Allahumma atina min indika rahmat. Wa
- alimna [mendengus][berdehem] mil ladunka
- ilman nafi'a.
- Wanfa'na bima allamtana.
- Rabbana zidna ilman walhikna
- bissholihin.
- Assalamualaikum ya Rasulallah.
- Assalamualaikum wa ala warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah pagi hari ini kembali kita
- berjumpa di bawah [berdehem] naungan
- Alquran.
- Untuk
- renungan kita pagi hari ini
- insya Allah kita akan memulai renungan
- kita bersama surah Al Baqarah
- dimulai dari ayat [berdehem] pertama
- hingga ayat 5.
- Setelah
- kita membaca surah Al Fatihah
- yang ditutup dengan
- bimbingan Allah Subhanahu wa ta'ala
- [berdehem]
- yang mengajarkan kepadanya.
- Ihdinash shiraathal mustaqiim.
- Shiraathal ladziina an'amta alaihim.
- Ghairil maghdhuubi alaihim waladh
- dhaalliin.
- Ya, tunjukkan kami ke jalan yang lurus.
- Itu jalan orang-orang yang telah Engkau
- limpahkan nikmat karunia-Mu atas mereka.
- Bukan jalannya orang
- yang terkena
- murka-Mu atau yang tersesat dari
- jalan-Mu.
- Di sini kita memohon kepada Allah
- petunjuknya.
- [berdehem]
- Agar Allah subhanahu wa ta'ala
- menunjukkan ke jalan yang lurus.
- Dalam suratul baqarah
- Allah subhanahu wa ta'ala menjawab doa
- kita.
- Dengan firman-Nya
- bismillahirrahmanirrahim.
- Dengan nama Allah
- yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
- Di mana pelajaran kita
- kita mohon kepada Allah untuk
- mengiringinya dengan rahmat yang Maha
- Pengasih lagi
- Penyayang.
- Alif laam miim.
- Pembukaan yang amat unik.
- Pembukaan ini kalau kita teliti, kita
- pelajari
- selalu setelah itu diiringi dengan
- menyebut dan menunjuk kepada Alquran.
- Sebagaimana firman Allah dalam surah ini
- alif laam miim
- dzalikal kitaab.
- Alif laam miim tilka ayaatul kitaab.
- Haa miim tanzilul kitaabi minallahi al
- aziizil
- hakiim.
- Taha ma anzalna alaika al-Qur'ana
- litasyqa.
- Begitu juga Yasin
- wal Qur'anil
- Hakim.
- Ada dua surah yang Allah Subhanahu wa
- Ta'ala
- tidak sebutkan Alquran setelah
- huruf-huruf semacam ini secara
- eksplisit.
- Tapi
- sebagaimana surah
- Al-Ankabut, demikian pula surah Ar-Rum.
- Dalam surah Al-Ankabut Allah berfirman
- Bismillahirrahmanirrahim
- Alif Lam Mim ahasibannasu ayyutroku
- ayyakulu amanna wahum la yuftanun.
- Dalam surah Ar-Rum
- Bismillahirrahmanirrahim
- Alif Lam Mim ghulibatirrumu fi
- Maka kedua surah ini
- yang tidak disebutkan secara eksplisit
- langsung Alquran dapat kita satukan
- dengan
- surah-surah yang lain yang serupa.
- Walaupun secara eksplisit tidak
- disebutkan sebetulnya bagi yang
- merenungkan dia akan menemukan
- isyarat kepada Alquran
- sebetulnya begitu jelas dan gamblang.
- Nah, mari bersama-sama
- kita renungkan [berdehem] sekilas
- ayat-ayat
- yang menjadi pembuka dari surah
- Al-Baqarah
- yang membimbing kita ke jalan yang
- lurus.
- Karena Alquran merupakan jalan yang
- lurus yang dimaksudkan oleh Allah
- Subhanahu wa Ta'ala
- sebagaimana firman Allah dalam surah
- Yasin Bismillahirrahmanirrahim
- Yasin wal Qur'anil
- innaka laminal
- mursalin.
- Ala siratim mustaqim. Tanzilal Azizir
- Rahim. Jelas sekali, di sini Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala menjelaskan bahwa
- nabinya berada di atas jalan yang lurus.
- Lalu diterangkan, tanzilal Azizir Rahim,
- yaitu kitab yang diturunkan dari sisi
- Yang Maha Perkasa lagi Maha
- [berdehem]
- Jadi, jawaban dari doa kita pada surat
- Al Fatihah, ihdinash siratal mustaqim,
- dijawab oleh Allah, alif lam mim,
- zalikal kitab, la raiba fihi.
- Hudan lil
- Jadi, huruf-huruf semacam ini yang
- dikenal dengan huruf Al Muqatta'ah.
- Sebetulnya
- mengisyaratkan akan tantangan Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala kepada yang
- meragukan Alquran turun dari sisi Allah.
- Walaupun bahasa yang dipergunakan oleh
- Allah, demikian pula kalimatnya,
- merupakan
- bahasa kalimat yang biasa dipergunakan
- oleh manusia dalam komunikasi mereka.
- Tapi ternyata
- rangkaian dan susunan ayat-ayat Alquran
- merupakan rangkaian dan susunan yang tak
- mungkin dapat ditandingi oleh manusia.
- Kita dapat umpamakan, Kang Rizal,
- manusia diciptakan Allah dari tanah.
- Manusia juga membuat patung-patung
- yang terbuat dari ta
- Tapi ternyata
- beda tidak hasilnya di antara keduanya?
- Beda sekali. Begitu pula Alquran,
- walaupun diturunkan dalam bahasa Arab,
- tapi kitab ini merupakan wahyu ilahi.
- Di dalamnya terdapat
- ayat-ayat yang memberikan bimbingan dan
- petunjuk
- bagi umat manusia menuju keselamatan
- mereka.
- Baik dalam kehidupan dunia maupun dalam
- kehidupan akhir.
- Alif lam mim.
- Zalikal kitab.
- Kita tahu bahwa kata zalika merupakan
- kata penunjuk untuk sesuatu yang jauh.
- Allah gunakan kata ini untuk
- menunjuk kepada Alquran. Menjelaskan
- bahwa kitab suci Alquran begitu tinggi.
- Jauh dari jangkauan manusia untuk dapat
- menandingi dan menirunya.
- Al kitab dengan mempergunakan alif lam
- jinsiyah di sini
- menunjukkan akan kesempurnaannya.
- Dialah merupakan satu-satunya kitab
- yang akan mengantarkan kalian menuju
- petunjuk dan kehidupan
- yang tidak sama sekali akan mengantarkan
- kalian menuju kesesatan maupun
- kebingungan.
- Jadi zalika
- kata penunjuk ini menunjukkan akan
- kedudukan Alquran
- yang turun dari sisi Allah subhanahu wa
- taala
- yang jauh dari jangkauan kemampuan
- manusia untuk menirunya.
- Al kitab menunjukkan kesempurnaan dari
- kitab ini.
- La raiba fih.
- Kebenarannya
- pasti tidak terdapat keraguan. Dia bukan
- merupakan opini bukan merupakan dugaan
- karena datangnya dari sang pencipta yang
- menciptakan kita
- menciptakan seluruh alam semesta
- menganugerahkan kita akal mengajarkan
- kita ilmu. Bagaimana mungkin Al kitab
- yang datang dari sisi Allah
- dengan akal dan ilmu pengetahuan kita
- akan bertentangan.
- Mustahil.
- Sebagaimana Allah.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ar-Rahman allamal Quran.
- Khalaqal.
- Insan allamahul.
- Bayan. Ar-Rahman.
- Yang Maha Pengasih. Dia yang mengajarkan
- Alquran kepada kita.
- Alquran merupakan manifestasi dari
- rahmat Allah.
- Khalaqal insan. Begitu juga Ar-Rahman
- yang menciptakan manusia.
- Yang terdiri dari pasangan pria dan
- wanita.
- Juga merupakan manifestasi dari rahmat
- Allah.
- Allamahul bayan.
- Juga kemampuan.
- Yang dimiliki manusia, kecerdasannya,
- kemampuannya berkomunikasi,
- begitu pula menyerap berbagai macam ilmu
- pengetahuan, juga merupakan manifestasi
- dari rahmat Allah.
- Jadi bagaimana mungkin ketiga hal ini
- akan mengalami pertentangan. Berbeda
- dengan.
- Pengetahuan manusia.
- Terkadang sejalan dengan kebenaran atau
- menemukan sebagian kebenaran, tapi
- banyak dari apa? Aturan-aturan produk
- manusia mengalami benturan dengan
- manusia itu sendiri. Tidak mampu menjaga
- keseimbangan di antara manusia. Begitu
- pula keseimbangan antara mereka dengan
- jiwa mereka. [mendengus]
- Karena apa? Datangnya bukan dari sumber
- yang menciptakan manusia, Yang Maha
- Pengasih lagi Maha Penyayang.
- Jadi dzalikal kitab.
- Allah menunjuk kepada kitabnya yang
- begitu agung, begitu sempurna.
- Itulah. Merupakan Alkitab yang
- sebenarnya. Yang Maha Sempurna.
- Karena datang dari Allah Yang Maha
- Sempurna.
- Di dalamnya terdapat rahmat Allah.
- Karena yang menurunkannya adalah
- Ar-Rahman Yang Maha Pengasih.
- La raiba fiih. Tak terdapat keraguan di
- dalamnya sedikitpun.
- Karena pengetahuan manusia kebanyakan
- yang bersifat prediksi dan dugaan,
- tapi berbeda dengan ilmu Allah Subhanahu
- wa ta'ala.
- Hudan lil muttaqin,
- tapi yang akan dapat menerima petunjuk
- yang terdapat dalam Alquran,
- hanyalah orang yang bertakwa.
- Oleh karena itu Allah tegaskan,
- dia menjadi petunjuk
- yang bertakwa. Karena hanya orang yang
- bertakwa, yang memiliki kesiapan untuk
- menerima petunjuk dan kebenaran Alquran.
- Adapun yang tidak bertakwa kepada Allah,
- yang hanyut bersama hawa nafsunya,
- bersama kecintaan terhadap dunia,
- pasti mereka akan menolak, menentang
- apa-apa yang datang dari Alquran, karena
- tidak sejalan dengan hawa nafsu mereka,
- dengan kebiasaan hidup mereka yang penuh
- dengan kezaliman.
- Maka Allah berfirman,
- Wajahadu biha wastaiqonatha,
- anfusuhum zulman wa ulua.
- Mereka mengingkari ayat Allah,
- bukan karena tidak jelas atau tidak
- benar,
- tapi karena apa? Karena mereka hidup
- tenggelam dalam kezaliman dan
- kesombongan.
- Begitu juga Allah menerangkan kepada
- kita,
- untuk menghibur Rasulnya. Fainnahum la
- yukadzdzibuna,
- sesungguhnya mereka tak mendustakan
- engkau wahai Rasulullah, mereka yakin
- akan kebenaran.
- Engkau tumbuh di tengah-tengah mereka
- dalam kejujuran dan kesucian.
- Walakinna dzalimina biayatillahi
- yajhadun, tapi orang-orang yang terbiasa
- berbuat kezaliman, merekalah yang
- mengingkari ayat Allah.
- Oleh karena itu Allah terangkan,
- bahwa ayat-ayat suci Alquran,
- hanya akan menjadi petunjuk bagi orang
- yang bertakwa yang punya kesiapan untuk
- menerima kebenaran.
- Nah, mari bersama-sama
- kita dengarkan keterangan Allah mengenai
- sifat orang yang bertakwa
- agar kita dapat betul-betul [berdehem]
- mempersiapkan diri kita, menyesuaikan
- diri kita untuk menjadi orang yang
- bertakwa hingga tidak diharamkan dari
- petunjuk Alquran.
- [berdehem]
- Alladzina yu'minuna alladzina yu'minuna
- bil ghaib.
- Wa yuqimuna sholah wa mimma razaqnahum
- yunfiqun.
- Ciri atau kriteria pertama orang yang
- bertakwa adalah mereka yang beriman
- kepada yang ghaib.
- Sebagian ahli tafsir mengatakan diantara
- yang ghaib adalah Allah subhanahu wa
- taala.
- Apa benar
- Allah subhanahu wa taala
- merupakan hal yang ghaib?
- Betul tak terjangkau, tak terlihat oleh
- pandangan mata kita.
- Tapi Allah subhanahu wa taala bersama
- kita di manapun kita berada.
- Kehadirannya tidak pernah terpisah dan
- meninggalkan diri kita. Walaupun kedua
- bola mata kita
- tak mampu untuk melihatnya.
- Sebagaimana banyak benda-benda materi
- materi
- yang tak terjangkau oleh pandangan mata
- manusia. Contohnya mengenai jiwa,
- nyawa.
- Betul tak?
- Begitu pula kita menyaksikan
- bagaimana benda yang mengandung magnet
- menarik benda logam, kita bisa
- menyaksikan
- gejalanya, tapi hakikat magnet tersebut
- tak terlihat oleh mata kita.
- Apakah ini merupakan hal yang ghaib?
- Oleh karena itu saya tidak sependapat
- [berdehem]
- ya, dengan mereka-mereka yang mengatakan
- bahwa Allah merupakan sesuatu yang
- ghaib.
- Oleh karena itu Ibrahim
- ketika berdialog dengan kaumnya
- untuk
- mengajak mereka berpikir dan merenung
- beliau berdialog dengan menggunakan
- logika mereka.
- Ketika di suatu malam menyaksikan
- eh, bintang yang menyala bagaikan eh,
- planet yang menyala bagaikan apa?
- Bagaikan bintang.
- Yang dikenal dengan bintang timur.
- Padahal merupakan planet. Cuma planetnya
- ya
- menyala dan terang benderang seperti
- Venus.
- [berdehem]
- Dan dikenal bahwa pada masyarakat pada
- saat itu masyarakat
- masyarakat di mana Ibrahim hidup bersama
- mereka dikenal mereka menyembah salah
- satunya adalah Venus.
- [berdehem]
- Ibrahim
- berkata kepada mereka di suatu malam
- bahwa ini Tuhanku.
- Tapi begitu tenggelam
- lenyap Ibrahim mengatakan saya tidak
- menyukai Tuhan yang tenggelam.
- Saya butuh kepada Tuhan yang setiap saat
- bersama saya.
- Sebagai pegangan dan tempat saya
- bergantung.
- Lalu begitu menyaksikan bulan muncul di
- hadapan mereka pada malam berikutnya dia
- mengatakan
- ini Tuhanku.
- Tapi begitu dia tenggelam
- dia mengatakan apa?
- Dia mengatakan
- seandainya Tuhanku tidak menunjukkan aku
- niscaya aku akan tergolong dari
- orang-orang yang tersesat.
- Ini bukan gambaran bahwa Ibrahim mencari
- kebenaran tapi Ibrahim di sini ingin
- membuka mata mereka bahwa Tuhan
- seharusnya tidak pernah meninggalkan
- mereka, bersama mereka, mengayomi
- mereka, membelai mereka, melindungi
- mereka kapan saja mereka perlu, mereka
- mengadukan urusan mereka kepada Allah.
- Nah, di pagi hari menyaksikan matahari
- terbenam, dia mengatakan ini baru
- Tuhanku.
- Ini lebih besar. Ternyata matahari sama
- dengan
- Bulan. dengan yang lain. Dia pun
- tenggelam. Begitu tenggelam dia
- mengatakan, "Wahai kaumku, aku berlepas
- tangan dari apa yang kalian persekutukan
- bersama Allah."
- "Aku hadapkan wajahku
- kepada sang pencipta yang menciptakan
- langit bumi
- dengan lurus dan sekali-kali saya bukan
- tergolong dari orang-orang yang
- mempersekutukan Allah."
- Ini merupakan logika, cara berkomunikasi
- yang Allah ajarkan kepada Ibrahim dalam
- menghadapi kaumnya, mengajak mereka
- berpikir.
- Jadi
- kalau seandainya dimaksudkan dengan
- alladzina yukminuna bil ghaib, yang
- beriman kepada yang ghaib
- di sini adalah Allah subhanahu wa
- ta'ala, betul. Mata kita tak mampu untuk
- melihat.
- La tudrikuhul abshar wa huwa yudrikul
- abshar.
- Tapi Allah mengingatkan kita bahwa Allah
- bersama kita di manapun kita berada,
- bukan kebersamaan ruang maupun waktu.
- Kebersamaan yang jauh lebih indah.
- Bersama kita di sini, bersama juga
- makhluk yang terdapat di benua yang
- lain, begitu pula yang terdapat di
- langit. Semua dalam jangkauan ilmu
- Allah, kekuasaannya. Allah mendengar doa
- kita walaupun tanpa kita sebutkan dengan
- mulut kita, bisikan hati kita diketahui
- oleh Allah.
- Nah, beriman kepada yang ghaib di sini
- termasuk malaikat dan termasuk juga apa
- yang Allah ingatkan kita mengenai hari
- akhir.
- Mengenai hari akhir,
- akhir di mana kita akan dibangkitkan,
- kita akan dihisab, kemudian di sana
- setiap orang akan ditentukan nasibnya
- sesuai dengan amalnya. Apakah masuk ke
- dalam surga, apakah masuk ke dalam api
- neraka, karena kebebasan yang Allah
- berikan buat mereka, konsekuensinya
- mereka akan tanggung di hari kemudian
- nanti.
- Inilah Kang Rizal.
- Apa yang kita dapat ambil kira-kira
- pelajaran dari Al Iman Bil Ghaib?
- Berbeda sekali orang yang beriman kepada
- yang ghaib, tahu dirinya akan berdiri di
- hadapan Allah mempertanggungjawabkan
- amalnya,
- dengan orang yang beranggapan kehidupan
- hanya kehidupan dunia.
- Yang beriman kepada yang ghaib, dia akan
- berhati-hati.
- Dia khawatir, takut apabila
- perbuatannya, sikapnya, sepak terjangnya
- akan menjerumuskan dirinya dalam azab
- api neraka selama-lamanya.
- Sedangkan orang yang tak beriman kepada
- hari akhir,
- sebagaimana yang kita jumpai pada
- kebanyakan orang,
- diberikan jabatan berkhianat,
- menyengsarakan rakyat hanya untuk
- kepuasan hawa nafsunya.
- Mereka membagi-bagi negara,
- ya,
- mereka gerogoti di sana maupun sini
- untuk kepentingan mereka dengan
- mengatasnamakan rakyat,
- mengatasnamakan undang-undang yang mudah
- sekali untuk apa?
- Untuk mereka permainkan.
- Tapi berhadapan dengan Allah, bisakah
- mereka melakukan hal yang sama?
- Allah mengetahui apa yang nyata dan apa
- yang tersembunyi.
- Oleh karena itu beriman kepada yang
- ghaib ini,
- sebetulnya membedakan antara manusia
- sebagai khalifah yang bertanggung jawab
- dengan hewan dan binatang yang mengikuti
- nalurinya.
- Kalau kita menyaksikan seekor kucing di
- muka umum menggauli pasangannya, tidak
- mengherankan.
- Kita menyaksikan juga katakan seekor
- kuda bergaul dengan pasangannya di muka
- umum, tak mengherankan.
- Begitu juga ayam tanpa malu-malu
- melakukan perbuatan tersebut. Nah, kalau
- kita sama dengan
- binatang
- maka
- dengan sendirinya kita kehilangan
- kemanusiaan kita, kehilangan kemuliaan
- kita. Nah, di sinilah perbedaannya.
- Yang beriman kepada yang ghaib, bukan
- beriman kepada khurafat.
- Tapi beriman kepada tanggung jawab besar
- yang akan dipertanggungjawabkan di
- hadapan Allah. Semoga Allah menuangkan
- di hati kita al iman bil ghaib yang
- mendidik kita.
- Kemudian wayuqimuna sholah.
- Untuk memperkuat iman kita, menumbuhkan
- ketakwaan di hati kita
- Allah subhanahu wa ta'ala bimbing kita
- untuk mendirikan sholat. Bukan hanya
- mengerjakan sholat, tapi mendirikan
- sholat hingga hubungan kita dengan Allah
- subhanahu wa ta'ala selalu dalam keadaan
- fresh,
- dalam keadaan segar.
- Bahkan kita mendengarkan panggilan dan
- undangan Allah begitu
- terbit fajar shadiq, kita mendengarkan
- panggilan Allah. Karena yang
- dikumandangkan oleh muadzin itu
- adalah panggilan Allah.
- Peran dari muadzin mengumumkan panggilan
- Allah subhanahu wa ta'ala pada saat
- tersebut. Kita memulai pagi hari kita
- mendengarkan undangan yang begitu
- hangat,
- penuh cinta, penuh dengan janji-janji
- yang indah
- untuk menghadap ke hadapan Allah.
- Kembali mengulangi tauhid kita,
- menerangkan kebesaran, keagungan Allah
- Ta'ala agar kita ini tidak tertindas
- oleh apa?
- Oleh perasaan lemah di hadapan makhluk
- atau merasa tak berdaya di hadapan
- tekanan hidup ini.
- Dengan panggilan Allahu Akbar, Allahu
- Akbar.
- Asyhadu an la ilaha illallah, diingatkan
- kita akan kesaksian kita.
- Asyhadu anna Muhammad Rasulullah,
- kemudian panggilan hayya ala shalah
- bukan untuk membebani kalian hayya alal
- falah untuk membawa keberuntungan bagi
- kalian.
- Jadi dasarnya adalah iman. Kemudian
- shalat kita
- menjaga hubungan yang begitu mesra,
- hangat bersama Allah dari waktu ke waktu
- dari mulai terbitnya fajar.
- Kemudian kita mengarungi kehidupan di
- siang hari, kembali kita mendengarkan
- panggilan Allah yang begitu hangat dan
- mesra.
- Kembali kita beristirahat, melanjutkan
- pekerjaan kita kembali kita mendengarkan
- seruan dan panggilan Allah di waktu
- ashar.
- Bersama tenggelamnya matahari, Allah
- tidak meninggalkan kita sebagaimana
- menemani kita di siang hari di malam
- hari juga pada saat maghrib.
- Pada saat isya, kita mendengarkan
- panggilan yang begitu hangat. Bagi orang
- yang tak bertakwa akan risau begitu
- mendengarkan panggilan Allah untuk
- shalat, shalat lagi, shalat lagi. Dia
- merasa terganggu. Tapi bagi yang beriman
- yang mencintai Allah yang merasa
- kebahagiaannya di tangan Allah.
- Begitu pula
- tempat dia berlindung dari segala
- ancaman ketakutan, Allah. Begitu juga
- rezekinya semua di tangan Allah. Begitu
- datang panggilan Allah, ini panggilan
- yang amat indah
- yang amat hangat dan menjanjikan.
- Beda antara yang bertakwa dan tidak
- bertakwa.
- Kemudian
- wa mimma razaqnahum
- yunfiqun. Mereka bukan hanya menjalin
- hubungan yang mesra hangat bersama
- [berdehem] Allah. Tapi jiwa mereka penuh
- kecintaan kepada hamba-hamba Allah.
- Sesama saudara mereka, disaat mereka
- diberikan kelebihan, mereka ingat pada
- saudara mereka di sekeliling mereka.
- Tanpa diminta.
- Tanpa ditegur.
- Wa mimma razaqnahum yunfiqun. Dan dari
- apa yang kami anugerahkan bagi mereka
- dari rezeki kami.
- Mereka menginfakkan.
- Harta mereka. Untuk mereka-mereka yang
- membutuhkan.
- Mereka bukan hidup sendiri.
- Mereka hidup.
- Sebagai makhluk sosial diantara
- saudara-saudari mereka.
- Baik yang berasal dari ayah ibu yang
- sama.
- Merupakan saudara-saudari biologis.
- Disamping saudara-saudari biologis juga
- saudara dalam iman.
- Kalau tidak seiman, mereka adalah
- saudara-saudari kita. Kewajiban kita
- untuk mengajak mereka kembali kepada
- Allah.
- Memperkenalkan mereka kepada Tuhan kita
- yang Maha Pengasih.
- Mengikuti bimbingan petunjuknya, tapi
- bukan memaksa mereka.
- Kalau mereka menolak.
- Tanggung jawab kita yang telah
- memberikan peringatan selesai. Kalau
- mereka butuh.
- Selagi mereka tidak termasuk orang yang
- memerangi kita, memusuhi kita.
- Kita membantu mereka sebagaimana Allah
- Subhanahu wa Ta'ala.
- Wa mimma razaqnahum yunfiqun.
- Disini Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak
- menggunakan kata perintah infakkanlah.
- Tapi Allah Subhanahu wa Ta'ala ingatkan
- yang kamu miliki adalah karunia dari
- Allah.
- Rasa rahmat akan tumbuh dihati orang
- yang bertakwa. Tanpa mereka diminta.
- Setiap kali mereka punya kelebihan,
- mereka akan lihat orang-orang yang
- membutuhkan, kedua orang tuanya,
- kerabat-kerabatnya,
- fakir miskin, hatinya amat lembut.
- Inilah merupakan gambaran dari jiwa-jiwa
- orang-orang yang bertakwa.
- Dengan kriteria yang Allah subhanahu wa
- taala sebutkan.
- Selanjutnya,
- walladzina yukminuna bima unzila ilaika
- wa ma unzila min qablik. Kita lihat
- bagaimana Islam yang inklusif.
- Islam yang inklusif. Dan mereka yang
- beriman kepada apa yang diturunkan Allah
- kepadamu, itu Alquran.
- Kemudian,
- wa ma unzila min qablik. Dan apa yang
- diturunkan Allah kepada rasul-rasul dan
- nabi sebelum engkau.
- Allah gunakan kata wa ma unzila, ya, min
- qablik. Dengan sendirinya tidak termasuk
- pemalsuan-pemalsuan yang dilakukan oleh
- tangan-tangan kotor
- yang melakukan infiltrasi, mencampur di
- antara yang hak dan batil.
- Mereka yang beriman kepada apa yang
- Allah turunkan kepadamu dan diturunkan
- juga kepada rasul-rasul sebelum engkau.
- Oleh karena itu, kita beriman kepada
- kitab Taurat, beriman kepada Injil,
- beriman kepada Zabur, beriman juga
- kepada suhuf Ibrahim, ya, walaupun tidak
- lagi ada di tengah-tengah kita.
- Semuanya merupakan kitab-kitab Allah.
- Dan mereka juga merupakan rasul-rasul
- Allah. Dan nabi kita bukan merupakan
- rasul yang pertama, tapi merupakan
- kelanjutan dari rasul-rasul sebelumnya
- yang menyampaikan amanat Allah tanpa
- pamrih. Harapannya hanya keridaan Allah,
- menyampaikan juga amanat Allah dengan
- sejujur-jujurnya, tidak menambahkan
- sesuatu dan tidak mengurangi sesuatu.
- Sedangkan sunnah beliau
- merupakan
- aktualisasi dari Alquran. Maka tak akan
- ada pertentangan antara Alquran dan
- sunnah Rasul.
- Jadi ada Islam
- konseptual yaitu Alquran, ada Islam
- aktual yaitu sosok Nabi kita yang akhlak
- dan kehidupannya adalah Alquran. Oleh
- karena itu riwayat-riwayat yang tidak
- sejalan dengan Alquran dengan tegas kita
- tolak tidak mungkin ini berasal dari
- Rasul yang menyampaikan risalah Allah
- dengan sebenar-benarnya.
- Nah Kang Rizal kita lihat dari kriteria
- tentang orang yang bertakwa
- yang mencakup tentang al iman bil ghaib.
- Kemudian
- mendirikan sholat
- yang membuat hubungan bersama Allah
- senantiasa hangat dan mesra.
- Yang dari waktu ke waktu kita
- mendengarkan panggilan dan undangan dari
- Allah.
- [mendengus]
- Kemudian kita menginfakkan kelebihan
- harta kita untuk mereka-mereka yang
- membutuhkan panggilan iman di hati kita.
- Rasa persaudaraan tanggung jawab dan
- juga sebagai persiapan untuk menghadap
- Allah di hari akhir nanti.
- Kemudian beriman kepada seluruh kitab
- yang Allah turunkan kepada nabi-nabi
- rasul yang diutus oleh Allah subhanahu
- wa taala.
- Begitu sederhana Allah menjelaskan
- kepada kita ajaran
- tidak membingungkan
- tidak membuat kita berkelompok-kelompok
- menjadi pengikut mazhab A atau B dan
- mazhab ini bukan hanya terbatas pada
- mazhab fiqih sampai akidahnya pun ada
- mazhabnya.
- Kita tidak menggunakan kata akidah
- yang penuh infiltrasi tapi kita gunakan
- kata iman dengan rukun-rukun yang begitu
- jelas. Siapa yang beriman kepada
- rukun-rukun iman
- mereka saudara seiman.
- Begitu juga kita
- menggunakan nama Islam yang Allah ridai,
- bukan menggunakan nama mazhab yang tidak
- jelas asal usulnya.
- Yang tidak mendapatkan rekomendasi dari
- Allah. Tapi bukan berarti kita
- mengingkari ulama-ulama dan para
- mujtahid. Kita hormati mereka, kita
- merenungkan pendapat mereka. Tapi beda
- antara pendapat mereka dengan apa yang
- datang dari Allah. Mereka bukan nabi dan
- rasul. Kalau ada perbedaan di antara
- pendapat, wajar.
- Kita mengambil yang terbaik dan paling
- sesuai dengan tantangan dan kebutuhan.
- Jadi dengan iman,
- dengan Islam,
- dengan ihsan, itulah merupakan hal yang
- digambarkan dalam surat Al Baqarah ini.
- Keterangan mengenai iman yang begitu
- indah.
- Kemudian bagaimana Allah membimbing kita
- menjadi makhluk sosial yang penuh dengan
- rahmat.
- Begitu juga.
- Untuk menjaga semuanya, Allah berikan
- bimbingan, tuntunan ibadah yang selalu
- mengikat kita dengan Allah.
- Jadi hubungan kita dengan manusia,
- dasarnya hubungan kita dengan Allah.
- Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang tertinggi
- di alam semesta, yang tertinggi dalam
- hati kita. Kita mencintai Allah melebihi
- kecintaan kita kepada selainnya. Kita
- berpegang dalam hidup ini hanya kepada
- Allah. Iyyaka na'budu.
- Wa iyyaka nasta'in.
- Ihdinas shirat al mustaqim.
- Shirathalladzina an'amta alaihim.
- Ghairil maghdubi alaihim waladh dhallin.
- Nah, ditutup dengan ulaika alaa hudan
- mir rabbihim wa laa wa bil akhiratihim
- yuqinun.
- Jadi, walladzina yu'minuna bima unzila
- ilaika wa maa unzila min qablik.
- Kemudian wa bil akhiratihim yuqinun, dan
- terhadap hari akhirat mereka betul-betul
- penuh dengan rasa yakin, bukan hanya
- percaya.
- Yakin yang selalu mengingatkan mereka
- dalam setiap sepak terjang dan perbuatan
- mereka.
- Allah sebutkan akhirat dua kali.
- Yang pertama dalam kata al-ghaib.
- Yang kedua lebih tegas lagi Allah
- ingatkan mengenai hari akhirat.
- Dan sering Allah menggunakan usul usul
- macam ini, contohnya ya ayyuhalladzina
- amanu ittaqullah wal tanzur nafsun ma
- qaddamat lighad wattaqullah. Innallaha
- khabirun bima ta'malun. Jadi Allah
- subhanahu wa ta'ala sebutkan
- secara mujmal dalam kata al-ghaib,
- secara khusus dalam kata al-akhirat.
- Wabil akhirati
- hum yuqinun. Bukan hanya percaya,
- tapi benar-benar yakin.
- Ulaika ala hudan mir rabbihim wa ulaika
- humul muflihun.
- Nah, merekalah orang yang berada di atas
- petunjuk Allah.
- Bukan mereka-mereka yang hanyut bersama
- nafsu, bersama angan-angan, berpecah
- belah, berselisih, memperdebatkan soal
- pendapat dan mazhab, akhirnya mereka
- bukan lagi orang-orang yang mengingat
- hari akhir, tapi mereka menggunakan
- agama untuk dunia mereka. Memfitnah
- sana, memfitnah sini, memecah belah
- sana, memecah belah sini, mereka lupa
- kepada Allah, lupa akan persaudaraan
- mereka satu dengan lainnya.
- Ulaika ala hudan mir rabbihim. Ini
- langsung penegasan dari Allah, bukan
- dari kita.
- Sesungguhnya merekalah orang-orang yang
- berada di atas petunjuk Allah. Wa ulaika
- humul muflihun, dan merekalah
- orang-orang yang benar-benar sukses,
- beruntung dan selamat.
- Apa kita tidak ingin
- masuk dalam golongan orang yang ada di
- atas petunjuk Allah?
- Orang yang meraih keberuntungan
- bagi yang ingin ayat-ayat
- dari pembukaan suratul baqarah dari
- mulai ayat 1 hingga 5. Ayat yang begitu
- jelas, gamblang, tidak sama sekali
- membingungkan dan dia merupakan
- kebenaran yang pasti tidak meragukan.
- Oleh karena itu mari kita permudah agama
- jangan dipersulit dengan berbagai macam
- tambahan-tambahan yang membingungkan.
- Nabi mengatakan basyiru
- wala tunafiru. Sebarkan kabar gembira,
- jangan membuat orang takut. Wayassiru
- wala tu'assiru. Permudah jangan kalian
- persulit. Allah juga berfirman
- yuridullah bikumul yusra wala yuridu
- bikumul usra. Kemudahan datang dari
- Allah, yang sulit datang dari kita nih
- yang hobi mempersulit karena ada
- gangguan jiwa disebabkan kecintaan pada
- dunia.
- Begitu juga maja'ala alaikum fiddini min
- haraj. Allah tidak jadikan adanya
- kesulitan dalam agama. Jadi kalau kita
- sama-sama apapun latar belakang mazhab
- kita, suku kita membaca ayat ini
- kita akan bersatu enggak?
- Bisa bersatu. Begitu kita mulai
- berafiliasi kepada kelompok dan golongan
- di sana
- setan akan masuk di tengah kita.
- Demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah.
- Mari bersama-sama
- kita renungkan
- ayat-ayat suratul baqarah ini yang
- merupakan jawaban
- dari doa kita. Ihdinas siratal mustaqim
- dalam al fatihah terdapat saripati
- Alquran yang insyaallah kita akan
- renungkan nanti.
- Al baqarah merupakan surah yang
- memberikan jawaban di samping
- surah-surah yang lain.
- Demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah, semoga bermanfaat.
- Subhanakallahumma wabihamdih asyhadu an
- la ilaha illa anta astagfiruka wa atubu
- ilaik wala quwwata illabillah.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikianlah Ikhwan Akhwat
- renungan dari Quran surah Al Baqarah
- ayat pertama sampai ayat kelima Ustaz
- ya. Ini ada beberapa pertanyaan yang
- sudah masuk mungkin besok Ustaz. Besok
- insya Allah.
- Di sesi tanya jawab ya, di Jumat pagi
- insya Allah Ikhwan Akhwat.
- Kita keep dulu, kita simpan dulu
- pertanyaan dari Ikhwan Akhwat insya
- Allah besok jam 09.13 semoga tidak ada
- halangan kita akan bacakan beberapa
- pertanyaan dari Ikhwan Akhwat yang
- dikirimkan di kesempatan pagi hari ini.
- Ikhwan Akhwat semoga kita dapat memetik
- ibrah pelajaran dari
- renungan yang disampaikan oleh Ustaz
- Husain Alatas.
- Semakin meyakini terhadap Alquran Ustaz
- ya.
- Betul. Tidak ragu dan insya Allah
- jadi petunjuk untuk kita dan memperoleh
- keberuntungan Ustaz. Amin. Keberuntungan
- tidak hanya akhirat saja Ustaz dunia
- juga mungkin Ustaz ya. Betul, kata
- aflaha yuflihu itu diambil dari kata al
- filaha yang artinya bertani. Ehm. Aflaha
- menggambarkan petani yang beruntung.
- Dengan sendirinya beruntung di dunia.
- Beruntung juga di akhirat. Dan itulah
- yang menjadi harapan kita semua.
- Baik Ikhwan Akhwat terima kasih Ustaz.
- Dan juga terima kasih kepada Ikhwan
- Akhwat. Saya Rizal Alhaq dan juga
- teman-teman yang bertugas ada Akhi Ondy
- dan juga Akhi Algi undur diri. Billahi
- taufik walhidayah. Wassalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. Terima kasih Ustaz.