Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brail TV. 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:18 warahmatullahi wabarakatuh. 0:21 Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad 0:22 wa sayyidina Muhammad. Alhamdulillah 0:24 kita berjumpa lagi hari ini dalam acara 0:27 psikologi keluarga di studio 2. Sudah 0:29 ada di sini prea e siapa? Ice ya. Eca 0:35 Eca. Eca Sabrina. 0:38 Kemudian Damar. Nanti namanya diganti. 0:41 Ahmad Rafi'i. Ahmad Rafi'i lebih bagus 0:43 ya. Masyaallah. Oke. Di sini juga Ustaz 0:46 Hasan Sajali. Kita jumpa lagi dalam 0:48 psikologi keluarga bersama Ustaz Husin 0:51 bin Hamid Alattas juga Ustaz Abu Bakar 0:53 Baraja dan Baja Nur Nuning. Tentu saja 0:55 ada Tiabudi dan Algi. Ada dua kasus yang 1:00 masuk. Pertama ee suami yang katanya 1:04 kasar kata istrinya mesti dua-duanya 1:06 nih. Kalau bisa apa betul suaminya ini 1:09 kasar ya. Yang kedua jadi istri juga 1:12 suami yang suka bercanda. Ya saya juga 1:15 gimana kalau saya nikah lagi? 1:17 Tapi dia enggak enggak genitan orangnya 1:19 cuma suka bercanda gitu. Apa istrinya 1:21 takut juga enggak pernah ditanggapi oleh 1:23 istrinya. Ya nanti akan dibahas oleh 1:24 Ustaz Husein dan Ustaz Abu Bakar Baraja. 1:27 Asalamualaikum Ustaz Husein. Ustaz 1:28 Baraja. Waalaikumsalam warahmatullahi 1:30 wabarakatuh. Oke sekarang kita baca 1:32 al-Fatihah dulu ya. 1:38 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:39 Bismillahirrahmanirrahim. 1:47 Alhamdulillahirabbil 1:50 alamin 1:54 arrahmanirrahim maiki 1:59 yaumiddin iyyaka na'budu wa iyyaka 2:05 nasta' 2:07 ihdinasirathal 2:12 mustaqimathalladzina anamta 2:18 Aiin. 2:21 [Tertawa] 2:26 Amin. Alhamdulillah kita sudah membaca 2:28 al-Fatihah. Mudahanmudahan Allah memberi 2:31 jalan bagaimana kita menyelesaikan bisa 2:34 keluar dari masalah yang kita hadapi. 2:36 Baik Mbak Nuding bisa dibacakan kasusnya 2:37 seperti apa? Terima kasih, Mas Krishna. 2:40 Asalamualaikum Ustaz. Waalaikumsalam. 2:43 semua yang sedang bersama Rasil. 2:45 Mudah-mudahan kasus hari ini juga 2:47 mempersuasi yang dengar untuk bisa 2:50 menjadi sosok pribadi yang jauh lebih 2:53 tepat bagi yang ada bersama-sama kita. 2:57 Yang pertama nih, Ustaz. Asalamualaikum, 2:59 Ustaz Husein, Ustaz Abu 3:01 Bakar. Kami menikah sudah jelang 7 3:04 tahun, punya dua anak laki-laki dan 3:06 perempuan dan yang sekarang ini sudah 3:09 mau masuk ke 3:10 SD saya. 3:13 Bingung sekali ini. Suami itu tidak mau 3:15 mengatakan apapun. Kami menikah dalam 3:17 keadaan enak dan bahagia selama 1 tahun. 3:21 Dalam perkenalan kami cukup baik dan 3:24 menyenangkan. Pertama, suami ini baik 3:26 dan sangat baik, Ustaz. Ketika masuk 3:29 anak yang pertama, mulailah terlihat 3:32 kekasarannya. Dia menggunakan tangan, 3:34 dia menjambak, dan dia lakukan itu 3:38 selama 3 tahun pernikahan. Memasuki 3:40 tahun kelima mulai menunjukkan perilaku 3:42 yang aneh. Di saat kami punya anak yang 3:45 kedua, yang sering dia lakukan adalah 3:47 chatting dengan perempuan lain. Katanya 3:49 sih teman SMP memang enggak personal di 3:52 dalam grup, tapi sesuatu yang tidak 3:55 diduga itu dia mulai menchatting 3:58 langsung. Dia sudah enggak pernah lagi 4:00 menjawab WA saya, Ustaz. Akhirnya kami 4:04 hidup masing-masing dan kalau diajak 4:06 ngomong suaranya keras sepertinya enggak 4:09 senang. 4:10 Dan saya jadi enggak enak mau ngomong, 4:12 Ustaz. Perilakunya sudah kasar baik 4:14 kata-katanya atau tangannya. Dan ini 4:17 sering terjadi akhir-akhir ini. Itu kata 4:21 dia sih enggak ada kemesraan lagi. Dan 4:24 dia cari perempuan lain, Ustaz. Karena 4:27 saya ajak ngomong dianya menggas, saya 4:30 jadi enggak bisa ngomong lagi deh. Ya 4:31 udah, makanya saya mau tanya. Suami 4:34 benar atau saya yang salah? Mohon 4:36 penjelasannya. Itu yang pertama, Ustaz. 4:39 Kemudian yang 4:41 kedua dari seorang wanita 4:46 juga saya punya suami humoris, suka 4:50 bercanda. Bercandanya terkadang enggak 4:53 lucu. Misalnya sambil senyum-senyum tuh 4:55 dia bilang, "Yang, kalau aku nikah lagi 4:58 gimana? Kamu kan jadi lebih ringan 5:01 kerjanya dan kamu bisa jadi ahli surga." 5:04 Ooh, nadanya bercanda, Ustaz. Karena aku 5:07 tahu di kantor atau di luar dia memang 5:10 enggak genit sih. Dia beberapa kali 5:12 bercanda seperti itu, Ustaz. 5:13 Diulang-ulang lagi mungkin saya enggak 5:16 pernah respon. Saya diam aja. Ini 5:18 gimana, Ustaz, kalau dia enggak cuma 5:20 bercanda, tapi beneran. Terima kasih. 5:23 Heeh. 5:26 Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi 5:28 rabbil 5:30 alamin. Allahumma sholli ala Muhammadin 5:33 wa Ali Muhammad. 5:36 Allahumma atina minika rahma waimna min 5:39 ladunka ilman nafi wfa 5:45 bimaamtana. Allahumdina subalam 5:48 waakrijna 5:49 minadulumati wahdina ilaatikal mustaqim. 5:55 menjawab pertanyaan ibu yang 6:01 pertama mengenai suaminya yang pada 6:04 tahun pertama cukup baik 6:07 mesra 6:11 hingga datang anak 6:15 pertama. Semenjak saat 6:18 itu suaminya mulai berlaku kasar. 6:22 terkadang memukul, terkadang menjambak. 6:28 selama 3 tahun seringki dia melakukan 6:31 perbuatan semacam 6:34 ini. Lalu setelah itu suaminya mulai 6:37 bersikap 6:39 dingin. Kalau diajak 6:41 bicara dia langsung mengangkat 6:45 suaranya dan bila ditanya dia merasakan 6:49 bahwa dia sudah tidak apa tidak 6:52 merasakan kemerseraan bersama istrinya 6:54 dalam kehidupan rumah tangga. Bahkan 6:56 mulai 6:57 dia chattingan sama wanita 7:01 lain. Nanti kalau kita lihat dari sisi 7:05 ini jelas suaminya melakukan 7:10 kesalahan. Jadi kalau kita 7:12 melihat dari apa yang disampaikan 7:16 oleh ibu tadi, suami melakukan kesalahan 7:21 dan pelanggaran. 7:25 Allah Subhanahu wa taala dalam Al-Qur'an 7:28 menjelaskan kewajiban suami terhadap 7:30 istrinya. 7:31 Waasyiruhunna bil maruf fain karumuhunna 7:36 faasuaian wahuair lakum. 7:40 Gauli mereka dengan cara yang baik ya, 7:43 yang menumbuhkan cinta, menumbuhkan juga 7:46 rasa 7:49 hormat dan 7:51 membuat hati sang istri juga semakin 7:54 dekat dengan kita. Karena kebaikan ini 7:56 betul-betul meluluhkan kata-kata yang 7:59 manis ya sebagaimana yang dicontohkan 8:01 oleh Nabi kita Muhammad sallallahu 8:03 alaihi wasallam kepada istri-istri 8:06 beliau. 8:09 Manusia tidak mungkin sempurna, baik itu 8:11 wanita maupun laki-laki. Kalau kita 8:14 hanya bisa melihat kekurangan seseorang, 8:17 maka tidak mungkin kita dapat berteman, 8:19 bersahabat. Begitu juga tidak mungkin 8:21 kita akan merasakan kebahagiaan dalam 8:24 kehidupan rumah tangga apabila tidak ada 8:27 saling 8:28 pengertian. Kita harus paham bahwa 8:30 manusia baik itu pria wanita pasti ada 8:33 kekurangannya. 8:34 Maka Allah mengatakan, 8:39 "Fainumunanumun 8:42 faasuan wahuair." 8:45 Jadi kalau ada sesuatu yang kamu tidak 8:48 sukai kepada istri kamu, 8:52 mungkin kamu tidak 8:55 menyukai sesuatu dari 8:58 perbuatannya atau penampilannya, tapi 9:03 ternyata di sisi yang lain wanita ini 9:05 sebetulnya apa? Penuh dengan 9:08 kebaikan. Cuma kalau kita hanya fokus 9:11 melihat kekurangannya, maka semua 9:13 kebaikannya akan sirnah. 9:15 Tapi seharusnya kita objektif. Kalau 9:18 kita lihat katakan istri kita punya satu 9:22 kekurangan, bisa saja bersama 9:24 kekurangannya terdapat 9:26 kelebihan-kelebihan yang tidak ada pada 9:28 wanita yang lain. Dia merupakan istri 9:31 kita yang Allah halalkan. Maka dengan 9:32 sendirinya kewajiban kita, tanggung 9:34 jawab kita memperlakukan dirinya dengan 9:37 mulia. Dan Nabi juga mengatakan 9:40 khairukum khairukum liahli. 9:42 Sebaik-baiknya kalian itu kalau mau 9:44 lihat orang baik, yang paling baik buat 9:47 keluarganya. Kalau dia baik keluar 9:49 terhadap keluarganya, tidak baik, 9:51 berarti orang ini orang yang 9:54 murain. Artinya orang yang ingin tampil 9:56 di muka orang dalam keadaan 9:58 baik. Tapi ternyata perilaku yang 10:02 sebenarnya merupakan 10:03 perilaku perilaku yang tidak baik. 10:07 Jadi kalau seandainya suami ibu ya mulai 10:11 bersikap kasar, menjambak dengan 10:13 sendirinya ini akan menumbuhkan perasaan 10:15 tidak nyaman juga kebencian di hati ibu 10:18 sehingga ibu tidak dapat memperlakukan 10:21 suami juga dengan cara yang 10:22 yang baik. 10:28 Kemudian dia juga mulai beralih 10:30 chattingan pada wanita yang lain. Ya, 10:33 ini juga merupakan satu 10:36 kesalahan. Kenapa dia tidak berusaha 10:39 untuk menjaga tanaman yang ditanam di 10:42 rumahnya, menjaga ladangnya? Kenapa dia 10:45 harus memperhatikan ladang orang lain? 10:48 Allah berfirman, 10:50 "Nisaukum harul lakum fau harakum anum 10:56 waqaddimufusikum wattaqulah waamu 10:58 annakum wiril mukminin." 11:05 Jadi apa yang dilakukan suami dengan 11:08 berlaku kasar pada istrinya merupakan 11:11 pelanggaran dalam agama dan tidak sesuai 11:15 dengan tuntunan Nabi kita Muhammad 11:17 sallallahu alaihi wasallam. Dan ini akan 11:21 menodai ajaran agama kita. Jadi kita 11:24 harus tahu bahwa perilaku seorang muslim 11:28 benar salah dikaitkan dengan agamanya. 11:31 Kalau benar orang akan memuji agamanya, 11:34 kalau tidak benar orang akan mengatakan 11:37 apa? Itu yang diajarkan Islam. Suami 11:40 berlaku kasar, berlaku arogan terhadap 11:43 istrinya. Apalagi kalau dia berdalil 11:46 dengan ayat, berdali dengan hadis dan 11:48 ditempatkan bukan pada tempatnya. Ini 11:51 betul-betul melakukan perbuatan dosa. 11:54 Bukan hanya kezaliman pada istrinya, 11:57 tapi dia juga menzalimi agamanya. 12:01 dan dia membuat agamanya di 12:04 mata orang-orang ya sebagai ajaran yang 12:08 betul-betul tidak manusiawi. Dan ini 12:11 yang kita perhatikan dan sering dengar 12:13 di tengah-tengah 12:15 masyarakat. Karena Rasul dikenal sebagai 12:18 orang yang betul-betul amat mulia dalam 12:20 memperlakukan istrinya termasuk terhadap 12:24 putrinya. 12:26 Dia merupakan orang yang memuliakan 12:28 putrinya. Seperti apabila Sayidah 12:30 Fatimah datang, dia bangun, dia kecup 12:32 keningnya, ditempatkan di tempat 12:34 duduknya. Disapa dengan sapaan Ummu 12:37 Abiha, ibu dari ayahnya. Bila berangkat 12:40 keluar meninggalkan Madinah, rumah 12:42 beliau merupakan rumah yang terakhir 12:46 ditinggalkan. Jadi, mengapa kita justru 12:49 mengikuti cara-cara jahiliah dalam 12:52 memperlakukan keluarga kita? Kenapa 12:54 bukan mengikuti tuntunan yang Allah 12:56 ajarkan dalam kitabnya, dicontohkan oleh 12:59 nabinya agar kita bisa bergabung dengan 13:02 kafilah mereka dan kita di sini juga 13:04 ikut mengharumkan nama agama 13:09 kita. 13:11 Lalu dalam menyikapi atau menghadapi hal 13:14 ini, bagaimana kira-kira sikap istri? 13:17 Kita bukan hanya mengatakan suami salah 13:20 dalam hal ini ya, tapi penting kita 13:24 mengetahui sikap apa yang harus 13:26 dilakukan oleh seorang istri di saat dia 13:30 menghadapi suaminya yang mulai apa? Yang 13:33 mulai menjauh 13:36 daripadanya. Al-Qur'an menyebutkan dalam 13:39 suratun 13:40 nisa, wainimroatun khofat m ba'liha 13:44 nusyuzan au. 13:47 Fala junaha alaihima ay yusliha 13:51 bainahuma sulha wasulhu 13:54 khair wbiratil 13:58 anfusuh. Kalau seorang 14:00 wanita mulai merasakan ya bahwa suaminya 14:05 mulai berpaling menjauh 14:07 daripadanya, maka di sini Allah 14:10 subhanahu wa taala memberikan tuntunan 14:13 untuk melakukan suluh perbaikan di 14:15 antara mereka. 14:17 Bagaimana caranya? 14:20 Caranya dari pihak laki-laki ya kalau 14:24 bisa ikut serta dalam pertemuan. Begitu 14:27 pula dari pihak perempuan. Pilih orang 14:29 yang bijak, yang dewasa di antara 14:32 mereka untuk mencari alasan dan 14:38 sebab dari sikap suaminya. Apakah ini 14:40 kembali kepada sikap istrinya yang 14:42 memancing dirinya untuk melakukan 14:44 tindakan-tindakan tersebut. dan 14:46 merasakan perasaan yang menjauh dari 14:49 istrinya. Apakah ini sikap perbuatan 14:53 suaminya yang sewenang-wenang yang 14:55 membutuhkan nasihat dan peringatan bahwa 14:58 ini perbuatan kelak akan menjadi beban 15:00 yang berat di hari kemudian 15:02 nanti. Jadi, tempuh jalan suruh 15:05 perdamaian. 15:07 Sebagaimana yang Allah ajarkan dalam 15:09 suratun nisa juga ya agar kedua belah 15:13 pihak mengutus hakam orang yang bisa 15:17 menjadi penengah yang adil di antara 15:20 mereka. Fabatu hakaman min ahlihi wa 15:25 hakam min ahliha. In yurida islahan 15:28 yuwaffiqillahu 15:31 bainahuma. Jadi hendaknya masing-masing 15:33 mengirimkan utusan sebagai penengah. ya. 15:37 Dan yang dikirim harus orang yang 15:38 betul-betul berakal bijak, bukan orang 15:41 yang mudah untuk mendengarkan ya 15:45 penyampaian dari satu pihak. Nah, kita 15:48 harapkan mudah-mudahan penengah dari 15:51 pihak laki-laki ini ya bertanya kepada 15:54 penengah dari pihak perempuan apa 15:57 kira-kira yang menjadi alasan. Kemudian 16:00 dari pihak ini juga 16:01 bertanya ya kepada pihak laki-laki apa 16:04 yang menyebabkan dia melakukan perbuatan 16:06 seperti ini. Apabila ada kesalahan dari 16:10 pihak istrinya kan bisa ditengahi dan 16:13 bisa dihilangkan 16:15 sebabnya. Kalau sebabnya memang dari 16:17 suami yang sewenang-wenang, maka dari 16:20 pihak keluarga laki-laki harus bertindak 16:22 tegas. Di samping memberikan nasihat, 16:25 memberikan juga peringatan. Jangan 16:26 melakukan perbuatan aniaya. Karena apa? 16:29 Kalau mereka membiarkan, mereka 16:31 bertanggung jawab atas dosa kezaliman 16:34 yang dilakukan oleh pihak 16:36 laki-laki. Karena kita kan merupakan 16:38 makhluk sosial yang bermasyarakat, yang 16:42 berkeluarga. Di mana perbuatan seseorang 16:44 itu bukan hanya menjadi tanggung jawab 16:46 pribadinya. 16:47 Kalau dia sebagai contoh katakan 16:50 melakukan pembunuhan tidak 16:52 sengaja, kemudian dia wajibkan dia untuk 16:55 membayar ganti rugi pada pihak keluarga 16:57 yang terbunuh yang ikut memikul tanggung 17:00 jawabnya bukan hanya dia, keluarga ya 17:03 yang berhak menerima warisan kalau dia 17:05 meninggal, mereka juga dikenakan 17:07 kewajiban untuk ikut membantu dalam 17:11 membayar ganti rugi kepada pihak 17:14 keluarga yang terbunuh. 17:16 Nah, ganti ruginya berapa? Ganti rugi 17:19 cukup 17:20 besar. Ganti ruginya sebanyak 1.000 17:22 dinar. Kurang lebih sekitar 17:25 4,8 17:27 k, miliar lah kurang lebih. Tapi kalau 17:30 sekarang harga emas sampai 17:32 1,7 kalikan coba 4 kom 6 17:38 kilo. 4,6 kilo 1,7 berapa kira-kira? 4 m 17:43 lebih. Dan bukan hanya sampai di sana. 17:47 Dia wajib berpuasa 2 bulan 17:49 berturut-turut. Oh, gitu. Wajib berpuasa 17:52 2 bulan berturut-turut. Jadi, ada yang 17:56 berkaitan hak keluarga, ada yang 17:59 berkaitan dengan hak Allah karena dia 18:00 melenyapkan nyawa seseorang walaupun 18:02 tidak sengaja. Contohnya dia bawa 18:04 kendaraan menabrak seseorang tidak 18:06 sengaja kan? Dia wajib untuk membayar, 18:09 dia ganti rugi bagi keluarganya. Kecuali 18:12 kalau pihak mereka mengikhlaskan 18:13 seluruhnya atau mengikhlaskan 18:15 sebahagiannya. Antara dia dengan Allah 18:17 dia wajib untuk berpuasa dua bulan ber 18:20 dua itu dua dua ini menunjukkan 18:22 bagaimana Islam menghargai nyawa 18:25 seseorang. 18:28 Nah, kezaliman juga terhadap seseorang 18:32 baik memukul seseorang, melukainya 18:34 dikenakan qisos. Dikenakan k qisos. 18:37 Kisah sesuai dengan perbuatannya atau 18:40 dinilai dengan apa? Dengan uang. Untuk 18:44 menjaga seseorang agar tidak berbuat 18:46 aniaya kepada 18:48 sesamanya. Ini merupakan pendidikan dari 18:51 Allah agar kita menjunjung tinggi 18:54 kehormatan. Kenapa Allah Subhanahu wa 18:56 taala jadikan 4 bulan dari 12 bulan 18:59 sebagai bulan 19:01 suci? Dan dalam bulan suci ini Allah 19:03 mengharamkan kezaliman dengan 19:05 pengharaman yang keras. 19:08 Tujuannya untuk mendidik kita agar kita 19:10 menjaga lidah kita, menjaga tangan kita, 19:13 menjaga juga apa diri kita dari 19:16 perbuatan aniaya kepada orang lain. 19:19 Allah jadikan sebagian tempat di muka 19:21 bumi sebagai tempat suci. Makkah, 19:25 Madinah, Yarussalam. Tujuannya apa? 19:28 Untuk mendidik kita agar menjaga diri 19:31 kita dari perbuatan aniaya. 19:34 Jadi pendidikan Allah untuk kita semua 19:38 agar kita betul-betul menjaga diri kita 19:42 untuk melakukan 19:44 perbuatan-perbuatan aniaya terhadap 19:46 orang lain dan diperintahkan kita 19:48 berbuat ihsan. Dalam kehidupan rumah 19:51 tangga, rumah tangga dibangun di atas 19:53 keadilan. Kemudian di samping keadilan 19:57 dihiasi dengan 19:58 ihsan. Keadilan artinya apa? 20:01 keseimbangan antara kewajiban dan hak. 20:04 Suami punya kewajiban memperlakukan 20:06 istrinya dengan mulia, memberikan nafkah 20:08 yang baik buat dirinya, ya. Tidak 20:11 menyakiti dirinya dengan kata-kata yang 20:13 tidak baik ataupun sikap. itu kewajiban 20:16 suami. Nah, di samping kewajiban yang 20:19 dijalankan, dia juga memiliki hak untuk 20:21 memperapatkan perlakuan yang mulia dari 20:23 istrinya, layanan yang baik, ya, 20:27 mentaati suaminya, tidak mengizinkan 20:30 orang yang bukan muhrimnya masuk ke 20:32 dalam rumahnya kecuali pada saat ada 20:35 suaminya. Nah, di sini kita lihat 20:38 bagaimana ada kewajiban, ada hak. Oleh 20:42 karena itu Allah perintahkan kita secara 20:44 umum dalam seluruh aspek kehidupan 20:45 innallaha yamuru billi. 20:48 Pertama diperintahkan untuk menegakkan 20:50 keadilan. Setelah itu datanglah ihsan 20:52 sebagai hiasan. Karena keadilan 20:54 terkadang 20:55 tajam maka ihsan yang membuat lembut. 20:58 Sebagai contoh seorang laki-laki pada 21:02 masa kuat masa sehatnya dia bersikap 21:05 baik pada istrinya, bersikap 21:07 mulia. Subhanallah. Pada pertengahan 21:10 umur terjadi 21:12 kecelakaan hingga dia menjadi orang yang 21:14 tak mampu bekerja, tak mampu menjalankan 21:17 kewajiban pada istrinya. Kalau 21:20 berdasarkan 21:22 keadilan, dengan sendirinya istrinya 21:25 menjalankan kewajiban sebagai istri, 21:27 suami tidak mampu untuk melakukan tugas 21:29 sebagai seorang suami secara penuh. Di 21:32 sini istri dirugikan kan? Betul gak? 21:34 Betul. Tapi kalau melihat sebelumnya 21:37 suaminya begitu baik, bertanggung jawab, 21:39 ya, maka istri di sini 21:42 ya diingatkan untuk berbuat ihsan kepada 21:45 suaminya, memaklumi kekurangannya. Dan 21:48 kekurangannya bukan dengan sebab atau 21:50 sengaja, tapi pada saat dia menjalankan 21:52 tugasnya sebagai seorang suami untuk 21:54 bekerja mencari nafkah. 21:57 Begitu juga 21:59 sebaliknya, seorang suami menikahi 22:02 seorang wanita, istrinya merupakan 22:05 wanita yang salehah, yang baik dan 22:07 mulia, menjalankan tugasnya sebagaimana 22:10 mestinya, tahu-tahu ternyata istrinya 22:13 terkena 22:14 penyakit sepanjang waktu di tempat 22:17 tidur, tidak mampu menjalankan tugas 22:20 sebagai seorang istri. 22:23 Saya kenal seorang 22:25 ulama. Dia menikah dengan seorang wanita 22:28 hanya beberapa tahun. Setelah itu 22:30 istrinya 22:31 sakit dan hampir dikatakan terkadang dia 22:34 lupa suaminya dalam keadaan tidak sadar. 22:37 Terkadang dia ingat suaminya. Itu selama 22:39 puluhan tahun suami tidak pernah menikah 22:42 lagi. Luar biasa. Ini ulama besar. Ulama 22:46 besar yang masyaallah tidak pernah 22:48 menikah lagi. Tiap suaminya mau ke luar 22:50 negeri bilang sama istrinya, "Apa yang 22:52 kamu inginkan?" Ya, subhanallah. Pada 22:55 usia 60 tahun si istri 22:57 Subhanallah kesadarannya 22:59 kembali. Dia berkata pada suaminya, 23:01 "Kalau kamu ingin menikah lagi, silakan 23:03 menikah lagi." Suaminya tertawa 23:05 mengatakan terlambat sekarang. 23:08 Tapi kita lihat bagaimana orang alim ini 23:12 bukan hanya berilmu, tapi dia 23:14 mengamalkan ilmunya. dia perlakukan 23:16 istrinya betul-betul dengan 23:19 mulia. Jadi tidak selamanya kita ni 23:22 jaya, tidak selamanya kita kuat, tidak 23:24 selamanya kita cantik, menarik. Oleh 23:26 karena itu, perempuan yang mengabaikan 23:28 tugasnya sebagai istri karena bangga 23:30 dengan kecantikannya, berkumpul dengan 23:33 teman-temannya, begitu dia dalam keadaan 23:36 lemah ya, kecantikannya hilang, dia 23:40 tidak memiliki deposit apa-apa untuk 23:42 dihargai, dihormati maupun 23:44 dicintai. Suaminya diperlakukan dengan 23:47 cara tidak baik, pada saat istrinya 23:49 dalam kondisi lemah, suami pasti akan 23:52 mengabaikan dirinya. Nah, ini kejadian 23:54 Mbak 23:55 Nuning. Seorang perempuan termasuk 23:58 wanita yang cantik dan menjadi buah 24:00 bibir di 24:02 Jakarta. Kawin pria kaya 24:06 raya, memiliki rumah yang amat luas dan 24:10 mewah. Sampai tangga rumahnya diisukan 24:14 terbuat dari emas. 24:17 Pada saat itu dia wanita yang 24:19 betul-betul paling 24:21 sejahtera. Suaminya sebagai seorang yang 24:25 berusaha rupanya ketampanannya kurang 24:27 rupanya. Atau dia mungkin terlalu bangga 24:29 dengan dirinya yang cantik 24:32 jelita, kurang memperhatikan suaminya. 24:36 Dia mengabaikan, meremehkan 24:39 suaminya sampai akhirnya suaminya merasa 24:42 diabaikan secara terus-menerus. 24:48 Subhanallah. Dia jatuh cinta pada 24:52 kemenakan 24:54 istri. Kecantikannya jauh langit 24:57 bumi. Tapi kenapa? Soalnya yang selalu 25:00 menyediakan makanan yang menghidangkan 25:02 keperluan si laki-laki ini ke manakan? 25:05 Istrinya. Istrinya mengabaikan sibuk 25:07 dengan kecantikannya dan teman-temannya. 25:11 Waktu si perempuan ini tahu suaminya 25:14 ternyata menikahi kemenakannya marah 25:17 yang luar biasa. Apa 25:19 kelebihannya? Si suami mengatakan 25:21 kelebihannya dia peduli terhadap saya. 25:25 Sedangkan saya yang peduli terhadap 25:26 kamu. Kamu tidak 25:28 hargai. Dengan sendiri laki-laki condong 25:30 kepada apa? Kepada orang yang peduli, 25:33 prihatin 25:34 terhadapnya. Kecantikan bukan 25:36 segala-galanya. Ada masanya. Kekayaan 25:38 juga begitu. Laki-laki kalau kaya raya 25:41 memperlakukan istrinya dengan cara yang 25:43 tidak baik, menyakiti perasaannya yang 25:46 akan tumbuh kebencian bukan cinta maupun 25:48 hormat. Begitu juga perempuan di saat 25:51 dia bersikap sombong, arogan, bangga 25:54 terhadap suaminya, tidak bersikap baik, 25:58 lembut, melayani suaminya sebagaimana 26:01 dia ingin betul-betul diperhatikan oleh 26:04 suaminya. Jadi kalau kita perhatikan 26:06 Mbak Uning yang sekarang terjadi ini 26:09 dalam kehidupan rumah tangga tidak 26:10 terdapat keadilan maupun 26:13 keseimbangan. Di mana suami sebelum 26:16 menuntut haknya dijalankan kewajibannya. 26:19 Dia memaklumi kekurangan istrinya. 26:21 Wanita juga 26:23 demikian. Dijalankan kewajibannya 26:25 sebagai istri. Dia hormati suaminya. Dia 26:28 muliakan suami, ditutupi kejelekannya, 26:30 disebarkan kebaikannya. 26:32 Di sisi yang lain dia juga menerima 26:35 haknya perlakuan yang baik dari 26:37 suaminya. Kalau salah satu katakan lemah 26:41 karena tidak bisa menjalankan 26:42 kewajibannya seperti di PHK dari 26:45 pekerjaannya, kebetulan istrinya berjaya 26:49 dalam suasana PHK dia bisa buka usaha. 26:52 Ya, di sini bisa dibagi tugasnya. Si 26:54 laki-laki membantu istrinya dalam 26:56 apa-apa yang bisa dibantu. Seperti 26:58 seorang wanita di PHK dari pekerjaan dia 27:01 menangis 27:02 tersedu-sedu. Akhirnya Allah kasih 27:04 subhanallah Allah berikan hidayah 27:05 membuka warung 27:07 gado-gado. Kemudian setelah itu mulai 27:09 makan pagi ya seperti keturas untuk 27:13 orang-orang yang makan pagi. Dia enggak 27:15 perlu membuat tetangga-tetangga titip 27:17 sama dia. Kemudian malam dia buka nasi 27:20 goreng. Ternyata pendapatan dia lebih 27:22 besar daripada gajinya. 27:24 Nah, urusan belanja suaminya yang 27:27 belanja. Suami yang mengurus hal seperti 27:29 ini. Kemudian di saat istrinya bekerja, 27:31 suami yang menjaga anak-anaknya atau 27:33 mengantar sekolah. Harus ada 27:35 keseimbangan di antara keduanya. Jangan 27:38 laki-laki bilang, "Ini urusan 27:39 perempuan." Ini 27:41 jahiliah. Ini j jahil jahiliah. Jadi 27:44 harus betul-betul ada tawazun dan 27:47 taadul. Keseimbangan di antara kewajiban 27:50 dan hak. Siapa yang ingin dihormati? dia 27:54 harus menghormati juga saudaranya. Jadi 27:56 apa yang dilakukan suami dalam hal ini 27:58 salah? Nah, solusinya coba ibu minta 28:02 ditengahi dalam masalah ini. Kalau ibu 28:05 salah, ibu perbaiki kesalahan ibu. Kalau 28:07 suami salah, dia harus minta maaf dari 28:09 kesalahan dia. Tapi kalau tidak ada 28:12 titik temu si laki-laki masih ee apa 28:15 namanya? tidak bersikap baik, tidak 28:17 merubah perilakunya, bahkan dia tidak 28:20 menjalankan tugasnya sebagai seorang 28:21 suami. Mau tidak 28:24 mau perpisahan merupakan jalan yang 28:27 terbaik bagi keduanya agar si perempuan 28:29 tidak memamah biak kesedihan dan 28:32 perlakuan yang tidak baik. Akhirnya 28:34 timbul nanti trauma yang tidak 28:36 diharapkan dalam kehidupan rumah tangga. 28:39 Bisa-bisa saja dia mengalami gangguan. 28:41 Jadi kalau memang setelah ditengahi 28:44 tidak ada jalan keluar, yang 28:47 terbaik mereka berpisah. Semoga si 28:50 wanita mendapatkan pasangan yang lebih 28:53 baik, yang menghargai, memuliakan 28:55 dirinya. Dan si laki ya juga menyadari 28:59 kesalahannya. Karena terang-terangan 29:01 perbuatan zalim tidak akan dibiarkan 29:03 oleh Allah subhanahu wa taala. albirru 29:06 la yablah wambu 29:11 yunaludan arti perbuatan baik tidak akan 29:13 pernah dilupakan oleh Allah bahkan Allah 29:15 balas dengan lebih 29:17 baik perbuatan buruk perbuatan aniaya 29:20 tidak akan dilupakan oleh Allah maka 29:23 lakukanlah sebagaimana yang kamu 29:25 kehendak kamu akan terima balasan dari 29:28 perbuatan kamu laki-laki yang memuliakan 29:30 keluarganya akan dimuliakan Allah tapi 29:33 yang merendahkan, menghinakan 29:34 keluarganya Ya, Allah Subhanahu wa taala 29:37 akan rendahkan dan hinakan dirinya. 29:38 Begitu pula istri. J mari bersama-sama 29:42 kita membangun kehidupan atas dasar 29:45 keadilan. Kemudian meningkat setelah itu 29:47 menuju al-ihsan. Adapun kasus yang 29:52 kedua, laki-laki sering humor dengan 29:55 istrinya. 29:58 bercanda mau kawin 30:00 lagi. Sebetulnya laki-laki yang suka 30:03 bicara seperti ini biasanya lebih jauh 30:06 dari apa? Dari yang 30:10 diam-diam. Saya kenal orang diam-diam 30:13 enggak pernah bicara pernikahan ya. 30:15 Tahu-tahu punya terminal di sana, 30:18 stamplas di sini punya pos di sana 30:21 kelihatannya 30:23 diam. Dan ini saya alami ya saya 30:25 saksikan sendiri. diam enggak ada 30:28 suaranya. Tapi ternyata masyaallah 30:31 tabungannya 30:33 banyak. Tapi banyak suami yang suka 30:36 bercanda sama istrinya. Sebetulnya itu 30:39 bahagian dari ventilasi. Mending mana 30:41 ibu kira-kira keluar dari hatinya apa 30:44 tersimpan di 30:45 hatinya? Kita di rumah sering bercanda 30:47 sama istri. Istri ketawa aja. Dia bilang 30:50 apa? Lebih baik kamu keluarkan dari 30:52 mulut kamu daripada disimpan di hati. 30:55 Jadi, Ibu enggak perlu khawatir apalagi 30:57 suami Ibu enggak genit. Alhamdulillah. 30:59 Bukan tipe-tipe yang cengengesan. Ya, 31:02 jadi 31:03 Ibu awasi saja. Kalau dia wajar-wajah, 31:07 tidak cengengesan, tidak geri, tidak 31:08 punya hubungan dengan perempuan, artinya 31:11 ibu anggap ini merupakan ventilasi. He. 31:14 Dan ibu anggap sebagai humor, ibu ikut 31:16 tertawa bersama diri. Bilang yang 31:18 penting jangan serius ya. 31:21 Kita doakan 31:22 mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala 31:24 berikan keberkahan kepada kita semua. 31:27 Dan ingat bekal untuk menjaga 31:29 kebahagiaan kita. Iman kepada Allah 31:32 artinya berpegang bersandar kepada Allah 31:35 kemudian bertakwa. Kita menjunjung 31:37 tinggi menghormati bimbingan petunjuk 31:39 Allah dan apa yang diajarkan rasulnya 31:41 sallallahu alaihi wasallam. Wallahuam. 31:45 Masyaallah. Ya. Wahai para pria. cobalah 31:49 seperti yang apa yang ustaz bilang ya 31:50 terkait dengan itu tadi ee 31:54 jambakin kemudian mukul dan segala 31:57 macamnya tapi selalu saja ada cara dan 32:00 jalan bukan? Mari kita simak apa yang 32:02 akan disampaikan oleh Ustaz Abu Bakar. 32:10 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 32:14 warahmatullahi wabarakatuh. 32:16 Waalaikumsalamsalam warahmatullahi 32:18 wabarakatuh. 32:21 Alhamdulillah, segala puji yang 32:24 memberikan 32:25 nikmat yang selalu memberikan nikmat 32:29 kebahagiaan, 32:31 ketenangan yang kita akan nikmati. 32:36 Begitu juga Rasulullah sallallahu alaihi 32:39 wasallam sebagai 32:41 panutan yang akan 32:43 memberikan dirinya untuk 32:48 diikuti. Dan kita sebagai pengikut akan 32:53 selalu 32:54 memperhatikan apa-apa yang 32:59 terjadi. Kejadian yang terjadi 33:02 adalah seorang istri dan seorang 33:07 suami keduanya menikah dengan 33:11 kebahagiaan. Pertama kali dia hidup 33:15 dengan 33:17 bahagia 33:20 terus-menerus 3 tahun kemudian dia 33:22 merasakan 33:24 dirinya resah. 33:26 Dan kemudian timbullah pertama kali 33:30 punya anak, si istri sibuk dengan 33:34 kesibukan 33:37 anak-anaknya. Dan sang 33:40 suami dia juga sibuk karena dia tidak 33:43 pernah disibukkan oleh 33:46 istrinya karena istrinya menyibukkan 33:50 anaknya. Ketika itu apa yang terjadi? 33:53 Masing-masing bergerak. 33:58 kehidupan mulai 34:01 buyar. Tahun demi tahun mencapai 5 tahun 34:06 kemudian istrinya merasa bahwa dia sudah 34:09 tidak nyaman karena kalau diajak bicara 34:14 menggas mengatakan dengan kasarnya 34:18 berkata dengan 34:21 sinisnya. Apa yang terjadi? 34:25 Karena suaminya terbiasa, dia selalu 34:30 bicara 34:32 menyenangkan, 34:34 membahagiakan selalu. Namun setelah 3 34:38 tahun karena sibuknya si istri kepada 34:44 anaknya, jadi si istri sibuk sama 34:48 anaknya, apa yang terjadi? Si suami 34:50 enggak kebagian. 34:54 Suami tidak 34:56 kebagian. Apa yang terjadi? Mau bicara 35:00 sama suami, suami lebih keras. Karena 35:03 apa? Karena si istri enggak biasa 35:07 menyampaikan 35:09 yang seperti 35:11 itu. Jadi, selalu 35:15 ribut. Itu di 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun 35:19 selalu ribut menurut beritanya. 35:24 Jadi keributan itu 35:27 membuat istrinya tidak nyaman. Waktu 35:30 istrinya tidak nyaman, mengatakan 35:34 pun dengan kata-kata yang tidak 35:37 menyenangkan. Akhirnya si suami 35:40 menimbulkan perasaan yang tidak nyaman. 35:43 akhirnya melakukan tindakan 35:47 kasar dengan memukul dengan berkata yang 35:51 tidak 35:53 baik. Efeknya apa yang 35:56 terjadi? Masing-masing berbicara 35:59 sendiri-sendiri seperti orang yang sudah 36:02 tidak kenal lagi datang ke rumah biasa 36:05 saja. 36:08 Jadi si istri tidak 36:11 memperhatikan tidak 36:15 memperhatikan bagaimana 36:19 suaminya. Jadi istri itu tidak 36:22 memperhatikan apa yang harus 36:27 dilakukan. Apa yang harus dilakukan bagi 36:31 seorang istri. 36:35 Jadi si istri ini enggak bisa melakukan 36:39 sesuatu. Efeknya adalah melihat orang 36:44 lain. Kenapa? Kalau pengin diajak 36:47 ngomong, pengin ngomong dia tidak mau. 36:51 Dia melakukan sesuatu. Habisnya 36:54 bagaimana? ya dia cari orang 36:57 lain karena si istri tidak pernah mau 37:02 diajak 37:04 ng kata si istri bahwa sudah tidak bisa 37:08 diajak ngobrol kalau ngobrol ngomongnya 37:10 gas. Nah, karena dia sibuk dengan 37:14 anaknya maka ketika dia ngobrol sama 37:17 suami juga ya entar dulu, entar dulu nih 37:19 lagi ee bikin popok mungkin benarin 37:23 popoknya. 37:25 Bagaimana perasaan kita ketika ditanya 37:28 kita lagi menanyakan sesuatu atau 37:31 memberikan sesuatu, kata-kata entar dulu 37:34 nih lagi ngerjain popok nih atau lagi 37:38 ngasih makan 37:40 anak. Apa yang terjadi pada saat 37:43 itu? Ya, perasaan kesal sang suami 37:48 menunjukkan. 37:51 Namun enggak bisa mengatakan bahwa 37:53 kenapa kamu kok sekarang enggak bisa 37:56 diajak ngomong? Suami pengin mengatakan 37:58 itu enggak 38:00 bisa. Apa yang membuat suami tidak bisa? 38:04 Karena kesibukan istri terhadap 38:07 anak-anaknya. 38:10 Jadi si suami enggak bisa 38:12 ngomong, "Ah, di 38:16 sinilah efek daripada keduanya." Efeknya 38:21 apa? 38:24 Masing-masing kehidupannya dia 38:26 sendiri-sendiri. Kalau ditegur 38:30 emosi yang menimbulkan perasaan yang 38:33 tidak nyaman. Nah, di situ perasaan itu 38:38 menunjukkan bahwa saya tidak suka dengan 38:43 caramu. Sang suami mengatakan, "Saya 38:46 tidak suka dengan caramu." Tapi tidak 38:49 dikatakan. Dia hanya memperlakukan. 38:54 Dia tidak mengatakan bahwa saya tidak 38:56 suka dengan caramu, tapi dia 39:02 memperlakukan. Dengan kondisi yang 39:04 seperti itu, suami sudah mengatakan tapi 39:07 tidak 39:09 keluar. Nah, di 39:11 sini apa yang 39:14 terjadi? Terjadilah keributan. suami 39:17 mendapatkan istri, dia mencoba untuk 39:20 chatting kepada temannya yang bisa 39:23 diajak ngobrol. E si teman itu juga 39:25 punya suami, tapi tidak menjadikan 39:29 sesuatu yang benar. 39:32 Misalkan ya, bagaimana kita bisa membuat 39:36 kehidupan yang lebih baik? Kalau 39:39 misalnya anak-anak perhatikan ketika ada 39:44 suami pulang, perhatikan kondisi suami, 39:48 istri perhatikan. Lepaskan baru makan 39:52 dua suap, tiga suap lepas enggak 39:55 apa-apa. Insyaallah akan 40:00 bermanfaat. Ketemukan suaminya dan 40:03 berikan informasi yang baik. 40:08 Ajak anak-anak itu dekatkan si suami, 40:11 menerima sang suami. Jadi pembicaraannya 40:15 itu lebih 40:18 menenangkan. Jadi, bagaimana ya ajak 40:22 berbicara dengan suami yang 40:26 baik sehingga suami pun menyampaikan 40:29 kata-kata ini yang saya inginkan. 40:35 Jadi suami enggak mengges karena ketika 40:37 kalau misalnya dia mengatakan sesuatu 40:41 tiba-tiba ee istri sedang melakukan 40:44 sesuatu mengatakan bahwa saya sedang 40:46 menyuapin anak, saya lagi gendongin 40:50 anak, lagi melakukan sesuatu. Nah, di 40:53 situ menjadi emosi 40:58 suami. Kembalikan kepada prosesnya. 41:02 Bagaimana seorang istri menjadi seorang 41:05 istri, memberikan pengetahuannya, 41:08 memberikan 41:09 pengertiannya, itu yang 41:13 penting. Karena dia seorang rumah 41:15 tangga, dia hanya menjaga 41:18 anak-anaknya, 41:21 oke, suaminya juga baik. 41:26 Kembalikan kepada posisi yang 41:28 menyenangkan bahwa suami ingin diajak 41:33 bicara. Kalau suaminya diajak bicara, 41:37 diajak menenangkan, didengarkan 41:40 omongannya, dia akan 41:42 mendengarkan dan kehidupan itu akan 41:45 kembali lagi. Perhatikan bahwa 41:49 ajak suami dengan anak-anak untuk 41:53 berbicara. Jadi waktu nyuapin tiga suap 41:57 cukup enggak harus 42:00 habis. Kenapa kok sampai harus entar 42:03 dulu, dikit lagi nih dikit 42:05 lagi. Kenapa kok kita harus? Padahal ada 42:09 komunikasi suami. Ajak anak itu kepada 42:13 suami. Setelah ngobrol udah enak-enak, 42:16 ambil makanan itu sambil berbicara, 42:19 sambil menyuapin di depan 42:23 suami. Itu yang 42:26 menikmati. Dan sang suami juga bahagia. 42:31 dengan ketenangan itu membuat dirinya 42:34 lebih enak dan dia tidak akan pergi ke 42:38 mana-mana. Dia tidak akan pergi melihat 42:41 ke sana melihat perempuan atau chatting 42:43 dengan perempuan. Dia tidak akan pernah 42:46 karena sudah apa yang menjadi 42:50 keinginannya dia sudah 42:54 terlepaskan. Itu yang 42:56 penting. Insyaallah itu akan lebih baik. 43:02 Nah, ee pertanyaan yang kedua ini kan 43:08 guyonan. Dia 43:10 berguyon ee saya mau menikah 43:13 lagi. Sang istri mengatakan, "Ya sudah, 43:17 apa boleh buat kan gitu." Padahal dia 43:20 tidak ingin, cuman mengatakan. Istrinya 43:23 enggak menjawab diamin aja. Apalagi 43:25 didiamin aja nanti dia 43:28 penasaran. Kalau misalnya dia berguyon 43:32 ya ketawa bersama-sama. 43:34 Namun 43:36 perhatikan 43:37 guyonan-guyonan itu akan 43:41 menjadi ketika misalnya diketawain atau 43:45 dicuekin atau di biarkan itu pikirannya 43:50 akan terus mengatakan mengatakan 43:52 mengatakan dan dia akan mencari. 43:56 Tapi harus 43:58 hati-hati. Jangan sampai ketika dia 44:01 mengatakan bahwa saya mau menikah lagi, 44:04 oh iya. Oh, berikan pelayanan yang 44:08 servis yang 44:10 baik. Kalau kita memberikan servis yang 44:13 baik, enggak jadi nih nikah lagi enggak 44:16 jadi. Jadi dia memberikan servis 44:19 istrinya sambil bercanda, boleh cari aja 44:22 yang lebih dari saya. dia 44:26 servis. Nah, suami mengatakan, 44:29 "Bagaimana saya mau mencari yang lebih? 44:31 Orang kamu doang ada. Yang ada cuman 44:34 kamu." Ya, jadi bagaimana pembicaraan 44:38 dan usahakan katakan sama 44:42 suami, usahakan jangan berguyon 44:46 berlebihan. 44:48 Ketika kita berlebihan, kelebihan itulah 44:51 yang 44:52 membuat dan dia terus menarik masuk ke 44:56 dalam diri 44:59 kita. Hati-hati dengan berguyon yang 45:02 nantinya akan masuk ke dalam diri kita. 45:07 Masyaallah, Mas Krishna. Itu sebabnya 45:10 kali ya surga di bawah telapak kaki ibu. 45:13 Ngurusin anak berat banget, lagi nyuapin 45:15 pun suami minta perhatian. 45:17 Pokoknya jangan ke anak doang gitu. Wis 45:20 keren banget. Masih ada waktu sedikit. 45:22 Silakan, Ustaz. 45:24 Tadi yang di sentuh Ustaz Abu Bakar hal 45:27 menarik ya. Memang ada laki-laki saya 45:30 tahu karena istrinya sibuk sama anaknya. 45:34 Bahkan makanan pun kalau suaminya pulang 45:37 dia enggak sisihkan buat 45:39 suaminya. Ini buat anaknya itu buat 45:41 anaknya. Jadi si laki-laki begitu pulang 45:44 capek, dia merasa enggak diperhatikan 45:46 sama apa? Sama istrinya. Karena fokus 45:48 perhatian ibu pada anak. Nah, dia harus 45:51 beli makanan di luar. Lama-kelamaan 45:53 timbul 45:54 apa? Kebosanan. Apalagi kalau dia 45:57 menyaksikan rasakan pasangan suami istri 46:00 yang istrinya selalu berikan perhatian 46:02 buat 46:03 suaminya, hidangkan makanan, bahkan 46:05 utamakan suaminya. Lama-lama dia merasa 46:08 apa? Kok istrinya semakin buruk di 46:11 matanya? ya tidak sama dengan istrinya 46:14 fulan. Akhirnya mulai dia mencari-cari 46:18 kira-kira wanita yang bisa apa? Bisa 46:21 mengisi kekosongan di hatinya. Jadi 46:25 seharusnya istri menjaga 46:26 keseimbangan antara kewajiban dia 46:30 sebagai istri dan kewajiban dia sebagai 46:33 ibu. Itu harus dijaga. Kalau tidak 46:36 rusaknya keseimbangan akan merusak 46:38 hubungan di antara mereka. Jadi dia 46:40 perhatikan anaknya, tapi di sisi yang 46:43 lain di saat suaminya pulang, dia harus 46:46 sediakan dan berikan perhatian secara 46:48 penuh untuk 46:50 suaminya. Jadi sebetulnya ee terjadinya 46:53 kerusakan karena apa? Karena rusaknya 46:57 keadilan. Karena ada hak anak, ada hak 47:00 suami kan. Itu betul-betul mesti dijaga 47:04 dengan sebaik-baiknya. 47:05 Sepandai-pandainya wanita sebagai istri 47:08 atau sebagai ibu yang bisa menempatkan 47:10 segala sesuatu pada 47:12 tempatnya. Kalau suaminya mau istirahat 47:14 di rumah si ibu ingatkan pada anaknya. 47:17 Ayah kamu mau istirahat habis letih 47:20 bekerja jangan kamu bersuara, jangan 47:22 kamu berisik. Tapi kalau dibiarkan 47:24 anaknya mengacau suaminya pada saat 47:26 istirahat pada akan kerja lagi, itu jadi 47:29 sebab kebencian suami pada istri. 47:31 Karena siswa merasa ini kan wilayah 47:33 kamu. Dia sudah kerja di luar mencari 47:36 nafkah. Dia butuh 47:38 istirahat. Tapi istri tidak pandai 47:40 menempatkan dirinya mengatakan ini kan 47:42 anak kamu. Biar dia bermain 47:44 bersenang-senang. Dia lupa bahwa ada 47:47 apa? Ada hak-hak suami dalam hal ini 47:52 untuk apa? 47:54 Dan terkadang yang lebih repot lagi 47:57 kalau itu anak, anak bawaannya bukan 47:59 anak suami. 48:01 Jadi seorang laki-laki menikah dengan 48:02 seorang janda, sudah punya anak, 48:05 tahu-tahu ternyata si istri tidak 48:07 memberikan perhatian kepada suaminya, 48:10 lebih banyak perhatiannya kepada 48:12 anaknya. Jadi berikan hak masing-masing, 48:14 hak anak kita berikan, hak istri kita 48:16 berikan. Begitu juga berkaitan dengan 48:19 hak orang 48:20 tua. Seorang laki-laki memiliki orang 48:24 tua yang sudah tidak bekerja, dia punya 48:26 kewajiban juga pada istri. Maka di saat 48:29 dia menerima katakan gajinya atau 48:32 pendapatan dia, dia harus bagi dengan 48:34 adil apa yang dibutuhkan orang tuanya, 48:37 apa juga yang dibutuhkan istri dan 48:39 anaknya. Jangan sampai apa? Jangan 48:42 sampai karena berpihak pada 48:44 istrinya, kecintaannya membuat dia lupa 48:46 menjalankan kewajiban pada orang tua. 48:49 Atau karena ketaatan pada orang tua, dia 48:51 tidak berikan hak-hak istrinya, 48:53 nafkahnya tidak dipenuhi secara baik. 48:56 Nah, ini yang akan merusak kehidupan. 48:58 Oleh karena itu, kita jumpai wani 49:00 pria-pria yang baik ya yang melaksanakan 49:04 kewajibannya dengan penuh. Dia 49:06 mendapatkan pendapatan yang cukup 49:08 diberikan hak istrinya, anak-anaknya. 49:11 kemudian diberikan orang tuanya. Satu 49:13 kali istrinya mengatakan, "Saya tuh 49:15 enggak senang kamu berikan untuk orang 49:17 tua kamu secara berlebihan." 49:20 Si laki langsung bicara, "Dalam hal ini 49:23 saya ingatkan 49:25 kamu. Saya dari mulai dalam kandungan 49:29 kemudian dibesarkan oleh orang tua 49:31 hingga saya bisa menjadi suami yang baik 49:33 bertanggung jawab untuk kamu. Kalau kamu 49:36 tidak bisa berlapang dada melihat saya 49:38 berbakti pada orang tua saya, saya akan 49:40 pilih orang tua saya daripada kamu." H. 49:46 Nah, dengan cara seperti ini ya istri 49:49 tahu bahwa suaminya serius dalam 49:52 menjalankan kewajiban dia, kebaktian 49:54 pada orang tua dan jelaskan bagaimana 49:56 ayat-ayat Allah memerintahkan dia. Waqab 49:58 rabbuka all'udu 50:00 wabil waridaini ihsan. Karena sebagian 50:02 anak-anak perempuan tumbuh dalam 50:04 lingkungan yang tidak tahu hak orang 50:07 tua. Nah, begitu juga kalau seandainya 50:10 suaminya diperintahkan oleh orang tuanya 50:12 untuk menzalimi istrinya, suami harus 50:15 bersikap jelas pada orang tuanya. Saya 50:18 diperintahkan Allah untuk berbakti, 50:20 berbuat baik pada ayah ibu, tapi kalau 50:22 menyangkut hak orang lain. Kalau saya 50:24 turuti ibu menzalimi seseorang, ibu akan 50:28 berat hisabnya di hari akhirat. Jadi 50:30 betul-betul dia jalankan kewajibannya 50:33 pada orang tua, dia jalankan 50:34 kewajibannya pada istri, begitu pula 50:36 pada anaknya, begitu pula pada 50:38 masyarakatnya. 50:39 Jadi ada betul-betul apa aturan dalam 50:43 Islam timbal balik antara hak dan 50:45 kewajiban. Kalau dia sudah menjalankan 50:47 kewajibannya, haknya enggak diberikan 50:49 pasti akan apa? Akan merusak 50:51 keseimbangan. Jadi betul-betul harus 50:53 kita jaga. Jangan kita menuntut 50:56 terus-menerus, tapi kewajiban kita. Kita 50:59 berkata kasar pada istri kita atau kita 51:01 ingin mendapatkan kata-kata yang lembut, 51:02 mustahil. Betul gak? Iya. Kamu akan 51:06 menerima sesuai dengan apa yang kamu 51:08 keluarkan. Jadi, mari bersama-sama kita 51:11 jaga rumah tangga kita dan jauhkan 51:13 kesombongan, kebanggaan diri. Ingat, 51:17 semua itu anugerah dari Allah. Saat ini 51:19 Allah berikan, besok bisa saja Allah 51:21 Subhanahu wa taala ambil. Dan jangan 51:24 pandang remeh orang-orang yang lemah. 51:27 Terkadang kita pandang remeh istri kita 51:30 atau satu waktu kita dalam keadaan 51:32 jatuh, ternyata Allah berikan kemuliaan 51:34 buat istri 51:36 kita. Kalau kita perlakukan manusia 51:38 dengan mulia, insyaallah Allah akan buka 51:41 pintu rahmatnya dan manusia juga akan 51:44 memuliakan kita. Ahsin ilanasi tastid 51:49 qulubahumu 51:52 falastadal 51:54 falastadal insana 51:56 ihsan. Jadi 51:59 perlakukan manusia dengan baik, kamu 52:01 akan kuasai hati mereka. Karena kita 52:05 tahu bahwasanya perbuatan baik itu 52:06 membuat apa? Membuat orang itu 52:09 betul-betul luluh. 52:12 Ada satu orang ingin menagih hutang 52:14 dengan marah-marah. Begitu datang kita 52:16 sabut, kita hargai, kita hidangkan 52:17 makanan bermacam-macam. Begitu dia mau 52:20 nagih dia enggak enak. 52:23 Betul enggak? Artinya bagaimana kebaikan 52:25 itu bisa meluruhkan hati seseorang. Jadi 52:28 mari kita gunakan kata-kata yang baik, 52:31 perbuatan yang baik dan mulia. 52:33 Insyaallah kita yang akan diuntungkan 52:36 sebelum orang lain. Mudah-mudahan Allah 52:38 jadikan majelis kita, psikologi keluarga 52:41 kita ini memberikan solusi, 52:44 memberikan jalan keluar, penerangan, 52:46 bukan menambahkan beban dalam kehidupan 52:48 rumah tangga kita. Jalau seperti tadi 52:51 yang Ustaz Abu Bakar katakan, bah si 52:53 perempuan terlalu fokus, peduli terhadap 52:56 anaknya, kurang memberikan perhatian 52:58 pada suaminya, ibu perbaiki sikap ibu. 53:01 Jaga hak suami, jaga juga hak anak ibu. 53:05 Insyaallah yang tadinya dalam keadaan 53:08 layu, insyaallah akan kembali segar. 53:10 Mudah-mudahan Allah limpahkan rahmatnya 53:13 kepada kita semua. Kepada Ustaz Abu 53:15 Bakar, Ibu Hajah Nur, begitu juga kepada 53:18 Ustaz Muhammad Krishna, ada Ustaz 53:19 Junaidi Abul Hasan Asyadili. Beliau 53:22 beristri dua nih. Allah kasih. 53:23 Alhamdulillah jadi contoh yang baik. 53:26 Ust. Lukman, ada Ustaz Atep, ada 53:29 anak-anak kita yang sedang magang. 53:31 Mudah-mudahan Allah limpahkan rahmatnya 53:32 kepada kita semua dan kepada seluruh 53:34 keluarga besar Radio 53:36 Silaturahmi. Subhanakallahumma 53:38 wabihamdik ashadu alla ilahailla anta 53:41 astagfiruka wa atubu ilaik walu minkum. 53:44 Wasalamualaikum warahmatullahi 53:45 wabarakatuh. Waalaikumsalam 53:47 warahmatullahi wabarakatuh. 53:48 Alhamdulillah. Terima kasih Ustaz 53:49 Husein, Ustaz Abu Bakar Raja. Jadi hidup 53:52 ini mesti ada keseimbangan dan 53:54 berkeadilan dan semuanya itu ada di 53:56 Al-Qur'an. Silakan membaca Al-Qur'an ya. 53:58 Terima kasih sekali lagi. Baik, saya 53:59 Muhammad Krishna Atep siap Budi dan Algi 54:02 mohon pamit. Wabillahi taufik 54:04 walhidayah. Wasalamualaikum 54:05 warahmatullahi wabarakatuh.