Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan katon
- thayiban barokan f yuhibbunaard
- shi wasallim wik sayidina Muhammadin waa
- ali sayidina Muhammad. masih dipancarkan
- dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimanggis Cibubur Bekasi. Radio
- Silaturahim dan juga Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah. Senang
- sekali di pagi hari ini Senin pagi kami
- kembali menyapa ikhwan akhwat dalam
- program acara renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an untuk edisi 14 Rabiul Akhir
- ya. 14.47 47 Hijriah bertepatan juga
- dengan hari ke-6 di bulan Oktober 2025.
- Ikhwanat semoga dalam keadaan baik,
- dalam keadaan sehat dan selalu dalam
- lindungan Allah Subhanahu wa taala. Dan
- bagi ikwan yang mungkin tengah diuji
- sakit semoga segera diberikan kesembuhan
- oleh Allah subhanahu wa taala. Amin.
- Amin ya rabbal alamin. Telah hadir guru
- kita Ustaz Husein yang akan memberikan
- kajian tafsir renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an yaitu Quran surah Albayyinah
- ayat yang pertama sampai 8. Ikhwanat
- kita awali dengan baca al-Fatihah
- bersama-sama yang akan dibimbing
- langsung oleh Ustaz Husein. Kami
- persilakan Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- Maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim waladin.
- Amin. Amin. Amin. Semoga ikwanat kita
- semua mendapatkan curahan rahmat di pagi
- hari ini mengawali pagi dengan renungan
- Al-Qur'an. Insyaallah ikwan bisa membuka
- e Quran surah Albayyinah ya surah ke-89
- dalam Al-Qur'an juz 30 insyaallah sampai
- ayat yang terakhir ayat yang ke-8. Kami
- persilakan Ustaz untuk renungannya.
- Auzubillahiminasyaitanirjim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin.
- Alhamdulillahilladzi
- hadana
- Alhamdulillah alladzi hadana lil imani
- wal islam.
- Waana
- waamna kulla ma alimna
- waja'alana min umati nabina Muhammadin
- al mabuti rahmatan lil alamin. Shawat
- rabbi wasalamuhu alaihi wa ala alihi
- wasohbihi waman ihtada bihadihi ila
- yaumiddin.
- Assalamualaika ya rasulullah.
- Asalamu alaina wa ala ibadillahi shihin.
- Wassalamualaikum ayyuhal ikhwal mukminun
- wal akhwatul mukminat warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [mendengus]
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi' unf'na bimaamtana.
- Rabbana zidna ilman alhikna bisolihin.
- Ikhwan Akhwat yang dirahmati Allah, pagi
- hari ini insyaallah kita bersama-sama
- akan merenungkan
- secara singkat
- surah Al-Bayyinah
- yang terdiri dari delapan ayat
- surah
- yang memberikan kita penerangan wawasan
- yang amat-amat
- bermanfaat berarti bagi kita dalam
- memahami
- tuntunan agama kita
- juga memahami sebab terjadinya
- pertentangan, perselisihan di antara
- umat beragama
- termasuk di antara umat Islam.
- Kata albayyinah
- yang merupakan nama dari surah ini yang
- diambil dari ayat pertama dari surah
- Albayyinah ini.
- Al-Qur'an mempergunakannya untuk
- beberapa makna.
- Pertama
- untuk sesuatu yang jelas, terang
- benerang dan tidak mengandung kesamaran.
- Di samping makna ini, Al-Qur'an juga
- mempergunakannya sebagai bukti
- yang jelas dan pasti yang tidak
- meragukan,
- tidak dikatakan bayyinah
- sebagai bukti kecuali kalau dia
- menunjukkan makna yang pasti, yang
- jelas, dan tidak meragukan.
- Di antara makna yang lain, albayyinah
- menunjuk kepada Al-Qur'an alkarim
- juga menunjuk kepada arrasul sallallahu
- alaihi wa alihi wasallam.
- Di mana kedua-duanya merupakan bayinah
- yang datang dari sisi Allah.
- di mana manusia
- setelah datangnya Rasul dan turunnya
- Al-Qur'an, mereka tidak dapat beralasan
- bahwa mereka belum pernah mendapatkan
- penerangan, penjelasan yang datang dari
- sisi Allah Subhanahu wa taala.
- Oleh karena itu, Al-Qur'an
- dan Rasul merupakan hujah Allah, argumen
- Allah Subhanahu wa taala yang tak
- terbantahkan,
- yang akan membungkam
- mulut mereka-mereka yang beralasan bahwa
- mereka belum pernah mendapatkan
- penerangan, penjelasan dari sisi Allah
- Subhanahu wa taala.
- Kalau kita renungkan bersama-sama, Kang
- Rizal, surah Albayyinah yang terdiri
- dari delapan ayat ini berisi empat
- pelajaran
- yang amat penting. Berisikan empat pokok
- pelajaran yang amat penting.
- Yang pertama-tama
- bahwa kehadiran Rasul dan turunnya
- Al-Qur'an ini merupakan hujah Allah yang
- amat penting.
- Di mana kedatangan Rasul dan turunnya
- Al-Qur'an ini merupakan hujah Allah bagi
- umat manusia seluruhnya.
- bahwa Allah Subhanahu wa taala telah
- menjelaskan agamanya, tuntunan hidupnya
- dengan sejelas-jelasnya
- dan Allah memelihara
- wahyunya,
- kitab sucinya
- dengan pemeliharaan yang tak
- memungkinkan terjadinya kebohongan,
- terjadinya juga tambahan atau
- pengurangan atau pemalsuan.
- Karena kalau ini terjadi berarti hujah
- Allah Subhanahu wa taala hilang.
- Mengapa?
- Turunnya Al-Qur'an dan kedatangan Rasul
- begitu amat penting
- dan ini merupakan argumen Allah
- Subhanahu wa taala. Karena pada saat
- Nabi diutus, para ahli kitab telah
- bercerai-berai.
- Kitab suci Taurah yang asli ya telah
- apa? telah menjadi menjadi apa? Menjadi
- kitab yang penuh pemalsuan di sana sini
- disebabkan karena serangan demi serangan
- yang dialami oleh umat Yahudi ketika
- mereka berada di Yerusalam.
- Dari mulai ketika mereka ingkar kepada
- Allah meninggalkan kitab suci Taurat,
- datanglah pasukan Babilonia yang
- dipimpin oleh Nabu Khadnizar
- memporak-porandakan Yerusalam.
- Lalu pemuda-pemuda mereka, wanita-wanita
- mereka diangkut menuju Babilonia.
- Hingga datang Sairus atau Zulkarnain
- yang berhasil membebaskan mereka,
- mengembalikan mereka kembali menuju
- Yerusalam.
- Tapi ternyata
- mereka masih tidak jera
- yang menjerumuskan mereka ke dalam
- kehancuran akibat dari keingkaran
- mereka. Akhirnya datanglah Alexander
- Almdoniah
- yang menghancurkan dan meluluh
- lantakkan.
- Kekuasaan mereka memperbudak
- juga
- pria-pria
- mengangkut wanita mereka serta membakar
- dan menghancurkan kitab Taurat.
- Dan ini masih tidak berakhir.
- Datang Titus pada tahun 70 Masehi. Ya,
- bagaimana Titus menghancurkan juga
- orang-orang Yahudi bukan karena Allah
- berbuat zalim hingga Allah tidak
- menolong mereka, tapi karena mereka
- berbuat kezaliman atas diri mereka.
- [mendengus]
- Dan ini terus berlangsung hingga kini
- kita saksikan bagaimana Zionis ya yang
- merupakan kelanjutan dari orang-orang
- Yahudi yang ingkar dan kafir melakukan
- kejahatan terhadap kemanusiaan,
- mengobarkan peperangan, memproduksi
- senjata untuk membuat senjata mereka
- laris. Ya, mereka ciptakan peperangan.
- Kemudian mereka juga menjadi
- bangkir-bangkir yang hidup dari darah
- dan keringat manusia.
- bukan hanya menghancurkan satu kaum,
- tapi berapa banyak negara yang mereka
- hancurkan dengan kerakusan dan
- keserakahan mereka. [mendengus] Oleh
- karena itu, Zionis merupakan kanser di
- tubuh umat manusia. Di tengah
- bangsa-bangsa Zoris ini merupakan kanser
- yang amat berbahaya.
- [mendengus]
- Nah, keadaan umat Yahudi ya yang telah
- bercerai-berai juga menempatkan
- ayat-ayat Allah bukan pada tempatnya.
- Sedangkan kitab Taurah yang merupakan
- bukti Allah Subhanahu wa taala telah
- bercampur dengan kebatilan.
- Kemudian umat Nasrani ya semenjak tahun
- 325 Masehi ya mereka meninggalkan ajaran
- Almasih alaihialatu wasalam. di mana
- tadinya para pengikut Almasih mereka
- beriman bahwa Almasih sebagai seorang
- nabi dan rasul.
- Oleh karena itu, gereja-gereja mereka
- pun dinamakan gereja rasul. Sampai
- datang pada masa Konstantin
- dengan kekuasaannya atas permintaan
- Gereja Paulin atau Paulin Church, Gereja
- Paulus ya mengadakan pertemuan
- mengundang seluruh para pengikut umat
- Kristian.
- Tahu-tahu ternyata melalui kekuatan
- Romawi mereka mengumumkan bahwa Yesus
- bukan sebagai seorang manusia atau nabi
- maupun rasul, tapi dia merupakan anak
- Tuhan. Kemudian mereka mendeklarasikan
- bahwa Injil yang sah yang dapat menjadi
- pegangan hanya empat. Lukas, Yohanes,
- Matius, dan Markus.
- Sedangkan Injil yang lain dianggap
- sebagai bidat atau Injil bidah.
- Nah, mulai saat itu setelah pertemuan
- yang ditolak oleh sebagian yang hadir,
- mereka melakukan pembantaian berdarah
- terhadap orang-orang yang menolak Yesus
- sebagai anak Tuhan. Lalu mereka
- mengerahkan pasukannya ke Mesir, ke Asia
- Tengah untuk memaksakan doktrin mereka
- yang mengubah ajaran Almasih. Hingga
- umat manusia pada saat itu tenggelam
- dalam kegelapan. Di mana argumen Allah
- Subhanahu wa taala yang Allah turunkan
- kepada Musa maupun Almasih Isa
- alaihialatu wasalam telah bercampur
- dengan yang batil.
- Maka datanglah sesuai dengan janji Allah
- dan kabar yang Allah kabarkan kepada
- para nabi dan rasul
- akan kehadiran seorang nabi dan rasul.
- Ya Allah jadikan sebagai nabi dan rasul
- penutup dengan kitab sucinya yang akan
- dijaga sepanjang masa yang menjadi
- argumen Allah Subhanahu wa taala
- menggantikan kitab-kitab sebelumnya.
- Jadi, Kang Risal ee kehadiran Rasul dan
- turunnya Al-Qur'an ini bukan merupakan
- sesuatu yang bersifat apa? tambahan tapi
- hal yang amat mendasar yang menjadi
- argumen Allah. Tanpa argumen tersebut
- umat manusia dapat beralasan di hari
- kemudian nanti bahwa kami tidak tahu
- menahu tentang petunjuk dan agama ya
- Allah. Sedangkan yang kedua
- dari apa yang kita petik dari suratul
- bayyinah ini bahwa
- para ahli kitab dahulu kalah mereka
- bercerai-berai bukan karena kebodohan,
- tapi mereka bercerai-berai setelah
- datangnya ilmu, datangnya bukti,
- datangnya penerangan, penjelasan yang
- sejelas-jelasnya.
- Sebelumnya mereka berjanji bahwa mereka
- apabila
- menerima bayyinah dari Allah itu seorang
- rasul yang membacakan ayat-ayat suci,
- mereka berjanji untuk mengikuti rasul
- tersebut meninggali atau meninggalkan
- pendirian dan keyakinan mereka
- sebelumnya.
- Ternyata itu hanya Isa jempol.
- Begitu Rasul datang membawa bukti
- kebenaran yang datang dari Allah,
- ternyata mereka menolak kecuali sebagian
- kecil dari mereka. Akibat mereka
- mengikuti hawa nafsu mereka, mereka
- bercerai-berai
- menjauh dari kebenaran. Dan ternyata
- penyakit ini bukan hanya terjadi pada
- para ahli kitab Yahudi maupun Nasrani,
- terjadi juga pada umat Islam.
- Allah utus rasulnya dengan kitab suci
- yang disampaikan dengan penuh amanah
- tanpa menambahkan sesuatu dan
- menguranginya. Ternyata kaum muslimin
- meninggalkan Al-Qur'an sebagaimana
- mereka
- orang-orang Yahudi maupun Nasrani
- meninggalkan kitab suci mereka.
- Pada masa Sulaiman mereka gantikan kitab
- suci mereka dengan apa? Dengan
- mempelajari sihir. Watabu maatlina
- mulki Sulaiman.
- Mereka menggantikan kitab Taurah dengan
- Talmud yang mirip dengan riwayat-riwayat
- yang tidak terjamin kebenarannya
- sebagaimana kitab Taurah yang Allah
- turunkan kepada Musa. Begitu juga kita
- kaum muslimin meninggalkan Al-Qur'an
- yang pasti kebenarannya dengan
- riwayat-riwayat yang tidak pasti dan
- mereka tidak kembalikan kebenarannya
- kepada kitab suci Al-Qur'an. Ini yang
- kedua. [mendengus]
- Yang ketiga,
- sebenarnya ajaran Allah ini amat
- sederhana sebagaimana yang dijelaskan
- dalam suratul bayyinah maupun ayat-ayat
- yang lain. Allah tegaskan, wama umiru
- illa liya'budullaha
- mukhlisina lahuddina hunafa wauqimus
- shah wauzzakah walika dinul qayyimah.
- Sesungguhnya mereka para ahli kitab
- termasuk kita tidak diperintahkan oleh
- Allah melainkan untuk mengabdi kepada
- Allah dengan setulus-tulusnya.
- Ibadah kepada Allah dengan
- setulus-tulusnya.
- Artinya
- mengabdi kepada Allah ya
- dengan mentauhidkannya. Kemudian dalam
- seluruh kehidupan mereka, mereka
- betul-betul penuh keikhlasan
- melakukan dan menjalankan hidup mereka
- semata-mata karena Allah. Ini yang akan
- dapat meluruskan hidup mereka dan
- menyatukan juga umat yang menuju Allah
- dengan penuh ketulusan.
- Tapi begitu kita
- mempunyai niat-niat, tujuan-tujuan,
- ambisi-ambisi selain dari Allah ini yang
- akan memecah belah kita melahirkan
- sekta-sekta, kelompok-kelompok,
- golongan-golongan masing-masing,
- mengagungkan doktrin mereka dan membius
- para pengikut mereka.
- Kemudian
- wama umiru illa liya'budullaha muklisina
- lahuddina hunafa. Mereka tidak
- diperintahkan
- melainkan untuk beribadah kepada Allah
- dengan tulus dan murni secara lurus
- menghadapkan wajah mereka kepada Allah.
- Wauqimus shah. Kemudian mereka juga
- diperintahkan untuk mendirikan salat
- agar hati mereka ya yang telah bertauhid
- dan tulus kepada Allah selalu diingatkan
- melalui salat. Karena salat di antara
- tujuannya apa? Waqimataikri.
- Dirikan salat agar kamu selalu mengingat
- aku. Selama lima kali satu hari. Seorang
- menghadap kepada Allah.
- Kira-kira bagaimana keadaannya?
- Semua menghadapkan wajah mereka kepada
- Allah dengan tulus,
- tidak mempersekutukan Allah dengan
- selainnya. Niscaya umat yang Allah
- siapkan dan janjikan sebagai umat yang
- terbaik akan lahir mulai saat itu. Bukan
- lagi masing-masing menghadapkan wajahnya
- kepada siapa? Kepada berhala-berhala
- yang bermacam-macam saat ini. Bisa saja
- yang menjadi berhala adalah sektanya,
- kelompoknya, mazhabnya, bahkan bisa
- gurunya pun menjadi berhala karena
- gurunya menjauhkan dia dari Allah
- Subhanahu wa taala. Oleh karena itu, apa
- saja yang memalingkan kita dari Allah,
- apapun bentuknya,
- baik bersifat materi atau bersifat
- maknawi, dinamakan thaghut. Artinya
- sesuatu yang mengeluarkan kita,
- menyimpangkan kita dari Allah.
- [mendengus]
- Nah, Allah ingin kita semua dari
- berbagai macam arah, dari latar belakang
- yang berbeda-beda.
- Kita menghadapkan wajah kita kepada
- Allah. Sebagaimana dari Allah kita
- berasal dan kepada Allah kita bergantung
- dalam seluruh kehidupan kita.
- Nah, salat ini moment memelihara menjaga
- agar hati kita selalu ingat kepada
- Allah, merindukan Allah, mengharapkan
- Allah dan juga hormat takut kepadanya.
- Nah, wuzz zakah akan memelihara
- keharmonian di antara apa? yang kaya
- dengan yang miskin, yang kuat dengan
- yang lemah, saling bekerja sama sesuai
- dengan peran mereka dan potensi yang
- Allah berikan kepada mereka.
- Dan mereka tidak merasa harta menjadi
- miliknya, tapi titipan yang Allah
- titipkan padanya. Mereka tidak merasa
- ilmu miliknya, mereka tidak merasa
- kekuasaan miliknya, tapi apa? Titipan.
- Dan satu hari Allah akan mengambil
- titipannya dari kita. Innillah.
- Sesungguhnya kami adalah milik Allah wa
- inna ilaihi rojiun. Dan pada akhirnya
- kita kepadanya akan kembali. Jadi jangan
- pernah Anda ini merasa bahwa harta
- kekuasaan, pengetahuan sebagai milik
- Anda. Tapi Anda sebagai khalifah yang
- menerima amanat dari Allah. [mendengus]
- Nah, dengan seorang mementen menjaga
- imannya, tauhidnya, keikhlasannya kepada
- Allah melalui salat. Di mana salat bukan
- hanya mengajak tubuh kita salat, tapi
- seluruh eksistensi kita. Tubuh kita,
- lisan kita, hati kita, pikiran kita,
- semua seiring seirama melakukan salat di
- hadapan Allah Subhanahu wa taala.
- mencurahkan isi hatinya juga menunjukkan
- rasa hormat dan tunduknya kepadanya.
- [mendengus]
- Oleh karena itu, perlu kita memahami
- ajaran Islam yang sederhana dengan
- jelas. Lalu orang bertanya, "Apakah
- tidak ada kewajiban yang lain
- selain dari tadi?" Ketahuilah, salat ini
- merupakan rukun. Merupakan rukun Islam
- kita.
- Begitu juga zakat merupakan rukun Islam
- kita. Begitu pula puasa. Kita tahu arti
- rukun itu di antara maknanya pilar.
- Kalau pondasinya iman kepada Allah,
- iman kepada hari akhirnya,
- iman kepada apa yang Allah wajibkan
- untuk kita imani, maka pilar-pilarnya
- adalah salat. Di antaranya kalau ada
- pilar berarti ada bangunan yang
- bertumpul di atasnya. Karena kehidupan
- kita semua bertumpuh. Bertumpu apa? Di
- atas ibadah kita kepada Allah yang
- tulus, yang lurus. Kemudian diawasi oleh
- salat kita yang selalu mengingatkan kita
- kepada Allah. Kemudian bagaimana Allah
- ajarkan kita amalan yang akan dapat
- membersihkan jiwa kita, harta kita, dan
- menyatukan hati umat manusia yang
- beriman kepada Allah. di mana yang
- miskin merasa si kaya sebagai walinya,
- yang berilmu merasa yang berilmu sebagai
- walinya, tidak membulinya. Begitu pula
- ya yang kuat [mendengus] merasa bahwa
- mereka sebagai wali orang-orang yang
- lemah. Kalau tatanan ini ya atau
- kerangka agama ini betul-betul kita
- pahami, kita resapi, maka seluruh
- kehidupan kita akan bertumpu di atas
- pilar yang kokoh dan di atas fondasi
- yang kuat.
- Oleh karena itu Rasul mengatakan asalatu
- imaduddin. Salat ini merupakan tiang
- agama. Faman aqomaha faqad aqomadin.
- Siapa yang menegakkannya berarti dia
- menegakkan agamanya. Waman [mendengus]
- hadamaha faqad hadamaddin. Siapa yang
- merobohkannya berarti dia meroboh
- agamanya. Nah, agama ini yang berarti
- seluruh kehidupan kita bertumpu di atas
- pilar Islam berfondasikan iman kita
- kepada Allah dan hari akhir. [mendengus]
- Ini yang harus ditanamkan pada anak-anak
- kita. Jadi dengan jelas ya, pokok yang
- ketiga di sini menerangkan bahwa ajaran
- agama itu sederhana. Tapi sekarang kita
- bukan meresapi salat kita, malah kita
- berdebat dalam urusan salat kita yang
- membuat hati kita gersang. yang pokok
- tidak kita perhatikan ya. Kita berada di
- hadapan Allah yang sepele-sepele. Itu
- yang jadi apa? Perhatian umat Islam saat
- ini.
- Akhirnya mereka meninggalkan kewajiban
- mereka yang lain. Bahkan terjerumus
- dalam kemungkaran. Nah, yang keempat,
- Kang Rizal.
- Dengan tegas Allah Subhanahu wa taala
- mengatakan,
- "Siapa saja yang beriman dan mengerjakan
- amal saleh tanpa melihat latar belakang
- sukunya, bangsanya, warna kulitnya
- ataupun nasabnya,
- siapa saja
- mereka adalah umat yang terbaik, manusia
- yang terbaik yang akan menempati surga
- yang mengalir di bawahnya sungai-sungai
- Allah rida kepada mereka karena iman dan
- amal saleh mereka.
- Mereka juga rida kepada Allah dengan
- balasan yang Allah berikan. Ini
- keputusan dari Allah.
- Dan ini pula tujuan dari penciptaan
- manusia. Wama khalaqnas samaa wal ard w
- bainahuma baila. Kami tidak pernah
- menciptakan langit bumi dengan sia-sia
- tapi dengan tujuan yang jelas. Itu
- liyabluakum ayyukum ahsan wa. Oleh
- karena itu, walaupun kakeknya Nabi kalau
- dia tidak mengikuti kakeknya mereka
- semua orang-orang yang tersingkir.
- Tapi walaupun bukan dari keluarga
- nabinya, kalau dia beriman, beramal
- saleh, bertakwa, maka Rasul akan
- memandangnya dan dia akan masuk dalam
- pengikut Rasul dan akan mendapatkan
- janji Allah. Jadi jangan pernah kita
- berangan-angan
- hanya dengan hubungan darah atau kita
- punya hubungan dengan kiai-kiai
- terkemuka atau habib terkemuka. Lalu
- Allah Subhanahu wa taala memandang kita
- secara istimewa. Tidak.
- Yang istimewa di hadapan Allah yang
- beriman dan bertakwa. Di sini keadilan
- Islam. Setiap orang punya kesempatan
- yang sama. Apapun latar belakangnya. Dan
- mereka-mereka yang punya kelebihan,
- mereka tidak punya hak untuk apa? Untuk
- bersikap sombong, bangga, atau
- berangan-angan dengan kelebihan yang
- Allah berikan kepada mereka. Jadi,
- innalladzina amanu wailus shihat ulaika
- humir
- jauh
- anhar
- aballahu
- sebaliknya.
- bahwa orang-orang
- yang kafir ingkar kepada apa yang Allah
- turunkan kepada nabinya.
- Baik berkaitan dengan [berdehem]
- hari akhir, cara hidup yang Allah
- turunkan dalam Al-Qur'an diingkari,
- digantikan dengan cara hidup orang yang
- tak beriman. Lalu mereka melakukan
- kejahatan, maka dengan tegas Allah
- putuskan mereka seburuk-buruknya
- makhluk.
- siapapun dia, apapun latar belakangnya,
- apapun nasabnya, maka mereka
- seburuk-buruknya makhluk. Allah
- menggunakan kata alladzina di sini,
- innalladzina kafaru min ahlil kitabi wal
- musyrikina fi jahannama kholidina fiha
- ulaika hum syarrul bar
- bari. Nah, musnad ilaih ya yang
- diterangkan apabila datang dalam bentuk
- isim mausul seperti alladzina di sini
- ini bersifat umum
- tidak menunjuk kepada kelompok tertentu
- tapi siapa saja yang memiliki kriteria
- tersebut akan disatukan bersamanya.
- Jadi empat
- hakikat yang amat penting dalam suratul
- bayyinah ini mesti kita pahami. Yang
- pertama tadi bahwa kehadiran Rasul dan
- Al-Qur'an merupakan sesuatu yang amat
- mendasar, penting karena dia merupakan
- argumen Allah Subhanahu wa taala setelah
- argumen-argumen sebelumnya dikotori oleh
- tangan-tangan manusia yang menjadi hakim
- yang memutuskan mana yang hak dan mana
- yang batil.
- Kemudian yang kedua, para ahli kitab
- mereka berpecah belah, berselisih bukan
- karena kebodohan, tapi setelah datangnya
- ilmu karena mengikuti hawa nafsu mereka.
- Yang ketiga, ajaran Islam amat
- sederhana, mudah untuk dipahami.
- Dimulai dari beribadah kepada Allah,
- tidak mempersekutukannya dengan sesuatu
- dan menghadapkan wajahnya dengan tulus
- kepada Allah. Kemudian mendirikan salat
- dan mengeluarkan zakat. Itulah merupakan
- ajaran yang berisikan nilai-nilai yang
- mulia. Yang keempat, Allah jelaskan
- bahwa siapa saja yang beriman beramal
- saleh, mereka sebaik-baiknya makhluk
- menerima janji Allah. Sedangkan
- [mendengus] yang ingkar, menolak untuk
- beriman dan mengikuti petunjuk Allah
- siapapun dia, maka mereka adalah
- seburuk-buruknya [mendengus] makhluk.
- Mari bersama-sama ikhwan akhwat kita ee
- renungkan secara singkat dan sekilas
- setelah uraian tadi ee
- makna dari suratul bayyinah ini.
- Mudah-mudahan dapat menjadi bekal yang
- sebaik-baiknya bagi kita semua.
- Azubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Lam yakunilladzina kafaru min ahlil
- kitab wal musyrikina munfakina
- hatta tatiahumul bayinah.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Kita memulai
- dan merenungkan ayat-ayat Al-Qur'an ini
- dengan hati yang penuh tulus
- semata-mata.
- Kita lakukan dengan mengharapkan rahmat
- Allah Subhanahu wa taala yang maha
- pengasih lagi maha penyayang. Maka
- dengan iringan rahmat Allah yang maha
- pengasih lagi maha penyayang, kita
- bersama-sama membaca dan merenungkan apa
- yang kita baca dan kita pelajari.
- Sekali-kali
- [mendengus]
- orang-orang yang kafir dari kalangan
- ahli kitab, baik Yahudinya, Nasraninya
- maupun yang lain.
- Demikian pula orang-orang musyrik.
- Mereka tidak akan bergeser dari
- pendirian mereka, keyakinan mereka
- hingga datang kepada mereka albayin
- argumen Allah, penerangan Allah yang
- sejelas-jelasnya.
- Lalu Allah terangkan apa albayyinah yang
- mereka tuntut. Rasulum minallahi yatlu
- suhufan mutahab.
- itu seorang rasul
- yang datang dari sisi Allah
- yang membacakan, menerangkan,
- menjelaskan lembaran-lembaran kitab yang
- disucikan.
- Di mana kitab tersebut kitab suci yang
- tidak bercampur dengan hawa nafsu yang
- langsung datang dari sisi Allah
- Subhanahu wa taala.
- [mendengus]
- Ini permintaan mereka
- yaitu rasulum minallah yatlu
- suhufam mutaharah fiha kutubun qayimah.
- Dan di dalamnya terdapat
- lembaran-lembaran
- catatan yang berisikan catatan-catatan
- yang
- mengandung sistem nilai yang lurus dan
- meluruskan. Karena kata qayyimah,
- begitu juga kata
- qiaman ya semua berasal dari kata apa?
- Dari kata qama yaquumu,
- tegak dan lurus.
- Alqayimah di sini ya merupakan sifah
- musyabbah
- yang menerangkan bahwa isi Alkitab ini
- berisikan penerangan mengenai
- nilai-nilai
- petunjuk dan pedoman hidup yang lurus.
- Di mana yang mengikutinya akan berjalan
- di atas jalan yang lurus dan akan
- meluruskan kehidupan mereka.
- Yatlu suhuf mutaharah fiha kutubun
- qimah. Dari ayat ini kita memahami bahwa
- Al-Qur'an dari mulai zaman Nabi memang
- telah dicatat dan ditulis.
- Nabi menerima wahyu, dibacakan kepada
- para penulis wahyu, ditulis dalam
- lembaran-lembaran
- yang mencatatnya. Oleh karena itu, pada
- masa hidup Nabi, Al-Qur'an telah
- terkumpul.
- Sahabat menyalin dan menyebarkannya.
- Bukan dikumpulkan pada masa sahabat.
- Bahkan [mendengus] sebelum Nabi diutus,
- kitab suci Al-Qur'an telah terkumpul
- dalam sebuah kitab yang diletakkan di
- Lauh Mahfuz. Bal hua Quran majid fi
- lauhin mahfud. Falaqsimu bimawaqi nujum
- wa innahuqamun laamunaim
- innahu lauranun karim fi kitabim
- la yamuhu mutahaun. Al-Qur'an berada
- pada kitab yang terjaga, terpelihara
- yang tidak disentuh kecuali oleh
- hamba-hamba Allah yang suci. Itu para
- malaikat yang menjaga mengantarkannya
- kepada rasul diterima oleh Rasul dijaga
- oleh Allah. Bagaimana mungkin Al-Qur'an
- terjamah oleh kebatilan?
- kalla innaha tazkiraakar
- fi suhufin mukarromah marfuatin
- mutaharah biidi safarah kiram barah ini
- merupakan keterangan Allah dalam surah
- abasa
- jadi kitab suci yang dibawakan oleh
- rasul dijelaskan kepada mereka dan
- dicontohkan
- itu merupakan bayyinah yang mereka minta
- dan sekarang bayyinah ini kita hanya
- baca Pada saat tertentu, pada saat
- acara-acara
- diperlombakan dengan suara yang indah,
- tapi tidak lagi menjadi rujukan bagi
- kita semua.
- Wama tafarraqalladzina utul kitab illa m
- ba'di ma jaathumul bayyinah. Dan tidak
- terjadi perpecahan di antara para ahli
- kitab dan perselisihan melainkan setelah
- datang kepada mereka albayinah.
- Mengapa? Dalam ayat yang lain Allah
- sebutkan bagian bainah wadina utul kitab
- illa baahumul ilmuah
- hawa nafsu ambisi ya
- yang mereka ikuti akhirnya memalingkan
- mereka dari petunjuk Allah mereka
- jadikan tuhan mereka hawa nafsuaraita
- manak ilahahu hawa apa kamu tidak
- melihat orang yang menjadikan tuhannya
- nya hawa nafsunyaahu
- akhirnya Allah biarkan dia tersesat
- bukan dalam kebodohan ala ilmin dalam
- pengetahuan karena nafsu menutupi
- hatinya
- akhirnya Allah menyegal pendengaran
- maupun hatinya yang menjadi penyegal
- hawa nafsu
- wala aliawa
- Allah letakkan tabir juga pada
- matanyaahdihi
- siapa lagi yang kuasa memberikan hidayah
- kepada orang seperti ini kalau Allah
- tinggalkan dirinya. Afala tadakkarun?
- Apa kalian tidak sadar dan mengambil
- pelajaran? Maka siapa saja yang
- mengikuti hawa nafsunya, mustahil dia
- akan menerima petunjuk Allah. Tidak
- mungkin antara Al-Qur'an dan hawa nafsu
- akan berjalan seiring seirama, kecuali
- apabila nafsu disesuaikan dengan Quran.
- Tapi kalau Al-Qur'an disesuaikan dengan
- hawa nafsu, maka yang ada wali
- iyadzubillah adalah kebohongan dan
- kerusakan di atas muka bumi.
- Jadi wama tafarraqalladina utul kitab
- illa min ba'di ma jaat humul bayinah.
- Dan tidak terjadi perpecahan di antara
- para ahli kitab melainkan setelah
- datangnya albayyinah kepada mereka. Ini
- merupakan hakikat dan pokok yang kedua.
- [mendengus]
- Setelah itu Allah jelaskan tentang apa
- yang Allah perintahkan kepada mereka. W
- umiru illa liya'budullaha mukhlisina
- lahuddina hunafa. Dan mereka tidak
- diperintahkan melainkan hanya untuk
- mengabdi kepada Allah subhanahu wa taala
- dengan penuh ketulusan
- dan lurus menghadapkan wajah mereka
- kepada Allah.
- Wuqimus wusuzakah untuk mement jiwa
- mereka, ibadah mereka, ketulusan mereka
- diperintahkan untuk mendirikan salat
- untuk menjaga dan menciptakan
- keharmonian di antara mereka-mereka
- yang beriman kepada Allah. Allah
- perintahkan mereka berzakat,
- membersihkan jiwa, membersihkan harta
- mereka dan mendekatkan
- orang-orang yang butuh kepada mereka
- semata-mata karena mengharapkan rida
- Allah, bukan ingin mengambil manfaat
- dari mereka.
- Walika dinul qayimah. Itulah agama ya
- yang berisikan nilai-nilai yang lurus
- dan indah.
- Ini merupakan pokok yang ketiga. Yang
- keempat, innalladzina kafaru min ahlil
- kitabi wal musyrikina fi nari jahannama
- kholidina fiha ulaika hum syarulah.
- Sesungguhnya orang-orang yang ingkar
- yang kafir dari kalangan ahli kitab,
- demikian pula kalangan kaum musyrikin,
- maka tempat mereka dalam api neraka
- jahanam, kekal di dalamnya. Dan mereka
- adalah seburuk-buruknya makhluk,
- seburuk-buruknya manusia. Ini penegasan
- dari Allah dan tidak ada sama sekali apa
- yang dikecualikan.
- Siapa saja yang ingkar kafir dari
- kalangan ahli kitab, termasuk kita kaum
- muslimin sekarang juga masuk dalam
- kategori ahli kitab ataupun orang
- musyrik maka tidak ada tawar-menawar
- tempat mereka api neraka jahanam kekal
- di dalamnya.
- Sebaliknya
- innalladzina amanu wailus shihat ulaika
- humirul bar. Sesungguhnya orang yang
- beriman dan mengerjakan amal saleh,
- hidup mereka betul-betul penuh dengan
- amalan-amalan saleh. Hati mereka beriman
- dan mengharapkan Allah pada apa yang
- mereka [mendengus] lakukan.
- Maka mereka adalah sebaik-baiknya
- manusia, sebaik-baiknya makhluk.
- Ini juga merupakan penegasan dari Allah,
- bukan penilaian manusia.
- Apapun latar belakang mereka tidak
- berbeda. Jazumbihim
- balasan mereka di sisi Tuhan mereka
- tahu khidina fiha abada. Taman-taman
- surga
- dengan tempat kediaman yang amat indah
- permai mengalir sungai yang
- bermacam-macam melintasi apa pandangan
- mata mereka. Sungai susunya, madunya,
- khamar yang tidak membakmukkan air yang
- jernih. Sebagaimana yang diterangkan
- Allah dalam surah Muhammad.
- Hati yang penuh kedamaian tanpa ada
- kedengkian, kebencian, maupun rasa
- dengki itu menyempurnakan kebahagiaan
- mereka. Dan banyak yang Allah tidak
- terangkan yang tak mungkin dapat kita
- khayalkan, kita berikan.
- Balasan mereka adalah taman-taman surga
- yang indah, loka, kekal, dan abadi.
- Mengalir sungai-sungai
- di sekitar tempat kediaman mereka. Dari
- bawah mereka mengalir sungai-sungai
- yang betul-betul
- membawa
- pemandangan yang amat indah, paduan yang
- amat indah di antara sungai-sungainya.
- tempat yang hijau indah permai dengan
- kedamaian hati kebahagiaannya jauh dari
- kekeruhan
- khidina fiha abada mereka kekal di
- dalamnya untuk selama-lamanya
- radhiallahu anhum Allah rida kepada
- mereka kepada orang yang beriman beramal
- saleh waru anhu. Mereka pun rida atas
- apa yang Allah berikan kepada mereka.
- Radhiallahu anhum waradu anhum. Dalika
- liman khasba. Balasan ini Allah sediakan
- bagi siapa saja yang hormat takut kepada
- makam Tuhannya. Bukan takut kepada
- manusia tapi mereka takut kepada makam
- kebesaran dan keagungan Tuhannya. Dan
- mereka malu kepadanya karena Allah
- Subhanahu wa taala telah melimpahkan
- nikmat karunianya.
- Tapi syukur mereka yang sedikit,
- kelalaian mereka yang amat banyak. Orang
- yang seperti ini yang selalu merasa
- malu, hormat kepada Allah, merekalah
- yang akan menerima janji Allah. Bukan
- seperti mereka-mereka yang menyepelekan
- Allah subhanahu wa taala. Wallahuam.
- Baik. Demikianlah ikhwan akhwat,
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an.
- Renungan tadi Quran surah Albayyinah,
- Ustaz, ya. Ayat yang pertama sampai
- dengan ke-8. sampai terakhir. Ustaz
- masih ada waktu kita bacakan beberapa ee
- pesan ee WA dari Ikhwan Akhwat.
- Ini ada dua pertanyaan dari Ummu Zahra
- terkait kajian di pagi hari ini dan juga
- dari Pak Hidayat
- dari Ummu Zahra. Ustaz, bagaimana
- kedudukan orang yang ee berada di
- pedalaman misal di pedalaman Amazon atau
- pedalaman Papua yang sama sekali tidak
- tahu Islam? Ustaz yang sama sekali belum
- pernah masuk dakwah Islam ke sana.
- Apakah mereka juga termasuk ingkar atau
- kafir? Dan apakah juga neraka juga
- balasannya? Seperti yang ada dalam Quran
- surah Albainah tadi, Ustaz. Kemudian
- dari Pak Hidayat, Ustaz mengatakan
- kitab-kitab lain sudah tidak ada
- perubahan ee sudah ada perubahan dan
- tidak otentik lagi. Nah, kita yakin juga
- yakin Quran dari awal diturunkan sampai
- kiamat Allah jaga. Tidak ada perubahan.
- Tapi hadis-hadis tidak ada yang
- menjamin. Apalagi riwayat-riwayat
- atau kisah-kisah tentang Nabi kita.
- Misal, Ustaz, saya sering mendengar
- kisah Nabi Muhammad seperti berlebihan,
- terutama di bulan Maulid. Kisahnya
- menurut saya seperti dibuat-buat dari
- seorang yang
- nge-fans banget dengan Nabi dengan cara
- berlebihan. Seolah melebihi Allah sang
- pencipta. Bagaimana memuliakan Nabi agar
- tidak melebihi batas? Syukran, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- As Syekh Muhammad Al-Ghazali
- rahimahullah yang telah meninggal dunia
- dan dia merupakan seorang pendakwah yang
- gigih, sabar berjalan di jalan Allah dan
- tidak tergiur dengan kekuasaan dan harta
- benda.
- Satu hari ditanya,
- "Bagaimana Yuha Syekh kalau seandainya
- satu kaum tidak pernah menerima sama
- sekali peringatan, pengajaran?
- Bagaimana nasib mereka di tangan Allah
- Subhanahu wa taala?" Syekh Muhammad
- Ghazali mengatakan, "Allah maha adil."
- Quran berulang kali menerangkan bahwa
- Allah tidak akan menyiksa satu kaum
- sampai Allah mengutus seorang rasul di
- tengah-tengah mereka. W kunna muadibina
- na rasula dalika
- dalika alam yakunbuka muhlikal qura
- bidulmin wa ahluha
- wa ahluha walika alam yakunbuka.
- Ini dalam suratul an'am kita bacakan
- dulu ayatnya biar lebih jelas. kita
- saat-saat ini gampang lupa
- Quran surah Al-Anam Ustaz ya.
- Iya.
- [berdehem]
- Nah, kita lihat pada ayat 120 ee 130
- dari suratul An'am. Kita lihat bagaimana
- keterangan dari Allah berkaitan
- dengan orang-orang yang telah menerima
- peringatan dari Allah
- dan bagaimana perlakuan Allah terhadap
- orang yang belum
- sama sekali menerima petunjuk dari
- Allah.
- Ya masyaral jinni wal ins. Wahai
- kalangan jin dan manusia.
- Alam ya'tikum rusulum minkum yaqusuna
- alaikum ayati.
- Apakah belum sampai kepada kalian
- rasul-rasul dari kalangan kalian yang
- menerangkan, menjelaskan kepada kalian
- ayati yauna alikum ayatium
- liqumikum
- dan memberikan peringatan kepada kalian
- mengenai hari pertemuan dan pengumpulan
- kalian hari ini.
- Syahidna anfusina. Mereka menjawab, "Ya
- Allah, kami bersaksi bahwa kami berbuat
- kesalahan. Semua itu telah sampai dan
- datang kepada kami.
- Wasahidu ala anfusihim qu syahidnaumul
- hayat dunya. Lalu Allah terangkan mereka
- terpedaya oleh kehidupan dunia tidak
- memperhatikan menghargai peringatan
- petunjuk yang datang dari Allah.
- Wasyahidu ala anfusihim annahum kanu
- kafirin. Dan mereka bersaksi atas diri
- mereka
- bahwa dulu mereka adalah orang-orang
- yang ingkar kafir. Artinya orang yang
- tahu kebenaran kemudian mengingkarinya.
- Dalika alam yakun rbuka muhlikal qura
- bidulmin wa ahluha gofilun. Yang
- demikian itu Allah jelaskan ya ulasan
- dari yang sebelumnya bahwa Allah
- sekali-kali tidak akan membinasakan
- penduduk-penduduk negeri secara aniaya
- sedangkan mereka gofirun belum pernah
- mendapatkan peringatan sebelumnya.
- Dalika alam yakunbuka muhlikal qurulmin
- waha gofilun. Arti sekali-kali Allah
- tidak akan membinasakan
- penduduk-penduduk negeri secara aniaya.
- Sedangkan penduduknya lalai, tidak
- pernah mendapatkan peringatan sebelum.
- Bahkan sebelum masuk ke dalam api
- neraka,
- SOP yang dihitetapkan Allah Taala,
- malaikat bertanya, "Alam yatikum nadir?"
- Apakah belum pernah peringatan datang
- kepada kalian? Qala qod jaana nadirun
- fakadzabna wa ma nazarallahu minaiin in
- antum illa takzibun.
- Mereka berkata, "Telah datang kepada
- kami apa? Pemberi peringatan." Q
- jaanairun fakadabna. Tapi kami dustakan.
- Wa nazalallahu min. Dan kami katakan
- Allah tidak pernah sama sekali
- menurunkan sesuatu. In antum illa fialin
- fialin kabir. Sesungguhnya kalian berada
- dalam kesesatan yang amat besar. Mereka
- menuduh Rasul justru sebagai apa?
- sebagai orang-orang yang tersesat.
- Qolu qod jaana nadir fakadzabna wa ma
- nazzalallahu minai. Dan kami berkata,
- "Tidak pernah Allah subhanahu wa taala
- menurunkan sesuatu.
- Lna ma nazalallahu minaiin in antum illa
- fialin
- kabir. Sesungguhnya kalian adalah
- orang-orang yang berada dalam kesesatan
- yang amat besar. Waqu la kunna nasmil
- fi asil. Mereka berkata, "Seandai dulu
- kami mau mendengar atau mau berpikir
- berakal, tidak mungkin kami akan menjadi
- penghuni api neraka Sair."
- Faaro bidambihi. Mereka mengakui dosa
- mereka, maka balasan mereka fasuhqan
- lihabus sair. Maka celakalah ya
- kebinasaanlah ya kerugian bagi para
- penghuni api neraka sair. Mereka bukan
- orang-orang yang belum pernah
- mendapatkan peringatan. Tapi mereka
- telah menerima peringatan tapi mereka
- abaikan karena mereka tertipu oleh
- kehidupan dunia.
- Oleh karena itu, berkaitan dengan
- mereka-mereka yang belum pernah
- mendapatkan peringatan, Allah akan
- menghisab mereka sesuai dengan ilmu yang
- sampai kepada mereka.
- Dengan sendirinya kita yakin Allah maha
- adil, maha bijaksana. Kita enggak tahu
- ya
- bagaimana keputusan yang Allah akan
- putuskan bagi mereka-mereka yang belum
- pernah mendapatkan peringatan tapi kita
- yakin bahwa keadilan Allah Subhanahu wa
- taala akan ditegakkan.
- Cuma sekarang perlu kita bertanya kepada
- diri kita. Ini yang bakal ditanya oleh
- Allah.
- Allah tidak bakal bertanya mengenai
- hisab mereka.
- He.
- Tapi Allah bakal bertanya kepada kita.
- Kamu tahu satu kaum belum mendapatkan
- peringatan. Kenapa kamu tidak datang
- kepada mereka memberikan peringatan?
- Kenapa kamu justru tidak datang kepada
- mereka untuk berdakwah di tengah-tengah
- mereka?
- Ini yang bakal ditanya oleh Allah.
- Kenapa kamu tidak menyampaikan pesan
- Allah kepada mereka? Karena setelah
- Rasul wafat maka umatnya menggantikan
- misi Rasul.
- Kuntumir ummatin ukrijat linasuruna
- bilufan munkarun billah.
- Kemudian pertanyaan yang kedua,
- Al-Qur'an merupakan kitab suci
- yang betul-betul terjaga, terpelihara
- dan berada pada kedudukan yang amat
- tinggi. Hingga Allah bersumpah dengan
- posisi dari setiap bintang akan
- kemuliaan Al-Qur'an yang dulunya
- tersimpan dalam kitab yang terjaga,
- terpelihara di Lauh Mahfud. Kemudian
- diantarkan oleh duta-duta Allah yang
- mulia dari malaikat. diterima oleh duta
- Allah dari kalangan manusia nabi kita
- dan sepanjang hidup rasul dijaga agar
- mampu untuk menyampaikan amal
- setelah wafat Rasulullah Quran ternyata
- terjaga, terpelihara
- terkumpul dalam lembaran-lembaran
- yang dijaga oleh Allah dan tidak
- mengandung kebatilan sedikit pun.
- Ini merupakan apa? merupakan
- pesan dari Allah bagi setiap orang dari
- kita untuk menyampaikan misi Rasul
- mengajak manusia kepada Allah, bukan
- mengajak manusia untuk apa? Berkiblat
- kepadanya.
- Nah, kalau kitab suci begitu
- terpelihara, terjaga, bagaimana hadis?
- Sedangkan hadis Rasul kumpulan riwayat
- bukan ditulis pada masa Rasul di bawah
- pengawasan Rasul seperti Al-Qur'an tapi
- riwayat-riwayat
- ya yang didengar oleh para sahabat. Nah,
- mereka meriwayatkannya bukan dengan
- lafaz yang diucapkan oleh Rasul, tapi
- mereka meriwayatkannya dengan maknanya.
- Sedangkan bahasanya dari mereka. Ini
- saja sudah memungkinkan terjadi distorsi
- bahkan kesalahpahaman.
- Oleh karena itu, Nabi pada masa hidupnya
- mengingatkan, "La taktubuhair Quran."
- Jangan kalian tulis dari aku selain
- Quran.
- Yang menulis silakan dihapuskan supaya
- jangan bercampur dengan Quran.
- [mendengus]
- Mau hadis dikumpulkan pada masa Bani
- Umayyah? Pada masa
- Bani
- Bani Umayyah mulai orang aktif
- mengumpulkan riwayat dan hadis. Jaraknya
- cukup jauh dari Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam.
- Akhirnya karena perhatian mereka tertuju
- pada hadis Al-Qur'an ditinggalkan
- sebagaimana para ahli kitab meninggalkan
- Taurah menggantikannya dengan Talmud
- yang sama dengan riwayat.
- Nah,
- orang-orang yang yang apa yang cinta
- kepada Rasul sallallahu alaihi wasallam,
- mereka karena kecintaannya, rasa
- kagumnya, akhirnya mereka menerima
- riwayat-riwayat yang berlebih-lebihan,
- yang tidak benar
- karena cinta. Karena cinta ini bisa
- membuat orang apa? Menjadi buta,
- terlena.
- Terlena. Nah, para pencipta meriwayatkan
- dari Rasul hal-hal yang berlebihan.
- Begitu juga para pembencinya menisbatkan
- kepada Rasul kotoran-kotoran yang
- menjijikkan.
- Heeh.
- Itu manusia tidak akan luput dari hal
- ini.
- Iya.
- Pencinta akan berlebih-lebihan karena
- rasa kagum. Ya. Sedangkan yang membenci
- pasti akan meriwayatkan riwayat-riwayat
- kebohongan yang mengungkapkan kebencian
- mereka. Seperti pepatah Arab. Wa aina ee
- wain rid aibin karilah. Pandangan mata
- yang cinta, yang senang tumpul untuk
- dapat melihat kekurangan. Yang kelihatan
- apa? Semuanya kesempurnaan.
- Tapi wakin ahtiil masawiah. Sedangkan
- pandangan kebencian hanya membongkar
- apa? Mengungkapkan hal-hal yang buruk.
- Tidak akan melihat kebaikan sama sekali.
- [mendengus]
- Jadi berkaitan dengan riwayat-riwayat
- yang disampaikan pada saat peringatan
- Maulid ya kita jumpai memang banyak yang
- berlebih-lebihan bahkan bertentangan
- dengan Al-Qur'an. H
- ini kita buktikan. Begitu juga orang
- yang mencintai siapa? Mencintai Imam Ali
- alaihialatu wasalam. Banyak dari mereka
- yang berlebih-lebihan bahkan menempatkan
- Imam Ali di atas Rasulullah.
- Karena apa? Berlebih-lebihan kita.
- Padahal punya pedoman Al-Qur'an dan
- sunah-sunah Rasul yang sejalan dengan
- Quran.
- Hm.
- Tapi ternyata kita tinggalkan Quran,
- kita lebih memusatkan perhatian kita
- kepada riwayat.
- Begitu juga orang yang mencintai
- kerajaan Saudi, ulama Saudi Arabia juga
- secara berlebih-lebihan.
- Mereka bahkan memuja ulama-ulama mereka
- seperti contoh jangan jauh-jauh memuja
- Ibn Utsaimin sebagaimana dalam musim
- yang dibuat ya untuk mengumpulkan
- peninggalan Ibn Utsaimin secara
- berlebih-lebihan. Sampai dalam
- ceramah-ceramah mereka lebih banyak
- menyebutkan syekh-syekh mereka daripada
- apa? Daripada Al-Qur'an maupun Rasul.
- Qala Syekh fulan, qala Syekh fulan, qala
- Syekh fulan, qala asyekh Syaikhul Islam
- Ibn Taimiyah. Sedangkan Allah sedikit
- paling hanya sebagai pembukaan aja.
- Begitu juga kalangan Sufiah juga lebih
- banyak menyebutkan masyaah-masyaikh
- mereka
- yang dari Habrut juga begitu lebih
- banyak menyebutkan tokoh-tokoh Hadramut
- daripada Al-Qur'an.
- Jadi setiap kalangan pada saat ini ya
- di saat mereka berfanatik pada satu
- kelompok, golongan maupun tokoh pasti ya
- akan keluar kebohongan dari mulut
- mereka. tidak ragu lagi. Oleh karena
- itu, untuk menunjukkan ya mana yang
- benar, mana yang salah kembali kepada
- kitab Allah Subhanahu wa taala. Rasul
- adalah utusan Allah.
- Manusia yang amat terjaga, terpelihara
- hidupnya. Hidup dalam kebersihan,
- kejujuran.
- Tapi walaupun demikian, bukan berarti
- rasul yang mulia ini kedudukannya sama
- dengan Allah.
- Dia seorang rasul, seorang hamba Allah.
- in basar mlukum yuha ilaiya perbedaan
- rasul dengan kita, beliau menerima wahyu
- sedang tidak beliau hidup dengan wahyu
- dengan penuh ketulusan hingga menjadi
- manusia mulia karena ketaatan pada
- Allah.
- Iya.
- Anama ilahukum ilahun.
- Sedangkan Tuhan kalian hanya satu yaitu
- Allah.
- Oleh karena itu, dalam perayaan Maulid
- lebih banyak orang bercerita tentang hal
- yang berlebihan, bukan ketauladanan
- beliau. Kalau maulid menceritakan
- kehidupan beliau, ketah niscaya umat
- bangsa Indonesia ini telah berubah di
- masjid-masjid, musala-musala,
- sekolah-sekolah. Jangan bicara tentang
- Rasul. Bicara mengenai akhlaknya,
- kepribadiannya, perjuangannya,
- kemuliaannya,
- deklarasinya yang mengumumkan dengan
- tegas persamaan manusia dan kemuliaan
- mereka dengan iman dan takwa. Ini enggak
- disampaikan, tapi dongeng-dongeng
- cerita. Setelah itu ujung-ujungnya
- mengharapkan syafaat Rasul walaupun
- tidak mengikuti Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Mungkin apa
- yang saya ucapkan ini menyakitkan
- sebagian orang. Tapi terkadang obat itu
- pahit, terkadang kebenaran itu tidak
- sejalan dengan apa? Dengan arah angin
- kebiasaan dan budaya kita. Tinggal
- silakan apa yang mau diikuti. Famansya
- falyukmin waman sya falyakfur. Tapi
- betul-betul kita menyatakan bahwa Nabi
- ini merupakan manusia yang betul-betul
- hidup dengan wahyu.
- Al-Qur'an dan Rasul tak dapat
- dipisahkan. Kalau Al-Qur'an itu
- merupakan sebuah kitab yang memberikan
- penerangan, maka Nabi yang mendapatkan
- penerangan, pencerahan dari Al-Qur'an
- menjadi nur. Jadi Quran bagikan matahari
- Nabi sebagai nur yang memantulkan cahaya
- matahari di tengah-tengah kegelapan
- hidup ini. Oleh karena itu, cintailah
- Rasul dengan mengikutinya. Cintai Rasul
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam ya
- sebagai apa? tauladan bagi kita dalam
- kehidupan ini dan jangan kita
- berlebih-lebihan akhirnya kita keluar
- dari jalan Allah. Nah, sebagai penutup
- Rasul pernah berkata kepada Imam Ali,
- dia mengatakan, "Ya Ali, inna fika
- syabahan biisa bni Maryam. Kamu ini ada
- kemiripan dengan Isa putra Maryam dalam
- keadaan yang dihadapi. Alladina ahabuka
- yang mencintai kamu berlebih-lebihan
- tentang kamu.
- Akhirnya fadu mereka sesat. Walladina
- abuk yang benci kamu bahatuka
- menyebarkan berita-berita fitnah-fitnah
- kebohongan.
- Hingga di mata mereka ini
- Muawiyah lebih mulia daripada Ali bin
- Abi Thalib.
- Muawiyah lebih mulia. Kenapa? Karena
- Muawiyah memberontak terhadap Ali bin
- Abi Thalib dianggap apa? Ijtihad.
- Tapi putranya Al-Husain ketika menentang
- kebobrokan Yazid dianggap Al-Husain
- adalah baqi yang keluar dari kebenaran.
- Nah, kita di hari akhir nanti insyaallah
- akan menyaksikan bersama-sama
- orang-orang ya yang dibuat apa? dibuat
- melakukan perbuatan yang
- berlebih-lebihan baik karena cinta
- kepada Rasul maupun kepada keluarga
- Rasul. Begitu juga kita akan menyaksikan
- orang-orang yang dikuasai kebencian
- hingga mereka menyebarkan kebohongan dan
- kepalsuan. Nah, yang kita minta dari
- Allah istiqamah di atas jalannya.
- berpegang pada kitab sucinya dan
- mencontoh nabi kita betul-betul
- menjunjung tinggi kehormatan Allah juga
- kehormatan rasul-Nya kehormatan juga
- para nabi dan kita menghormati
- memuliakan para ulama yang saleh yang
- berjalan di atas jalan Allah.
- Mudah-mudahan Allah tutup hidup kita
- dalam keadaan husnul khatimah.
- Subhanakallahumma wabihamdik
- ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka
- wa atubu ilaik walfu minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Demikianlah
- ikhwan akhwat renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an bersama guru kita Ustaz Husein
- Alattas. Sungguh indah dan menyejukkan
- insyaallah meskipun tadi disampaikan ada
- pahitnya juga Ustaz ya. Tetap harus kita
- sampaikan, Ustaz ya. Baik ikhwanat.
- Semoga ee ilmu yang kita dapatkan di
- hari ini tidak hanya sampai telinga saja
- tentunya masuk ke dalam hati dan kita
- amalkan dan menjadi petunjuk dalam
- kehidupan kita. Dan kami sampaikan
- sekali lagi terima kasih Ustaz atas
- kajiannya. Terima kasih ada Bang Ondi
- dan Algi pagi hari ini sudah mengawal
- acara renungan di bawah Al-Qur'an. Kami
- undur diri. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.