Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:21 Bismillahirrahmanirrahim. 0:23 Assalamualaikum warahmatullahi 0:24 wabarakatuh. 0:26 Allahumma sholli ala Muhammad ali 0:27 Muhammad. Alhamdulillah kita berjumpa 0:29 lagi hari ini 0:31 hari yang begitu cerah di pagi hari ini. 0:33 Baik, kita jumpa lagi dalam acara Umul 0:35 Quran bersama Ustaz Husein Al Athas dan 0:38 Ustaz Otong Surasman. 0:40 Kita masih di acara Umul Quran. 0:44 Eee manusia dalam perspektif Alquran 0:47 sifat-sifat manusia, manusia perlu 0:50 mengenali kekurangannya. Itu yang akan 0:52 disampaikan nanti. 0:54 Assalamualaikum Ustaz Husein, Ustaz 0:55 Otong. 0:55 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:56 Baik, kita mulai acara ini dengan 0:58 membaca Al-Fatihah. 0:59 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:05 Bismillahirrahmanirrahim. 1:12 Alhamdulillahirabbil alamin. 1:19 Arrahmanirrahim. 1:25 Maliki yaumiddin. 1:30 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. 1:36 Ihdinash 1:40 shiratol 1:41 Shirotol ladzina an'amta 1:45 alaihim. 1:48 Ghoiril maghdubi alaihim walad dhollin. 2:00 Alhamdulillah kita sudah membaca Al 2:01 Fatihah, mudah-mudahan Allah mudahkan 2:02 kita dalam memahami apa yang disampaikan 2:04 nanti oleh Ustad Husein Alatas. Baik, 2:07 acara ini juga di-share-kan ke Radio 2:09 Alatas Sukabumi, kemudian Radio Sela FM 2:13 di Batam, Radio Habibullah di 2:15 Banyuwangi, Radio Madinah di Pontianak, 2:18 Radio Rasel di Palembang, Radio Luciana 2:21 Number One di Semarang, kemudian juga 2:23 Radio Angkasa 2:25 di Banyubiru 2:26 dan juga Radio Komunitas di Bondowoso. 2:30 Baik, Ustad 2:31 Otong akan mengantarkan mengantarnya 2:33 manusia dalam perspektif Alquran, 2:35 sifat-sifat manusia, manusia perlu 2:38 mengenali kekurangannya. Kepada Ustad 2:40 Otong, 2:41 silakan. 2:42 Assalamualaikum 2:43 warahmatullahi 2:45 wabarakatuh. 2:46 Waalaikumsalam 2:48 warahmatullahi wabarakatuh. 2:49 Alhamdulillah. 2:52 Alhamdulillahilladzi 2:53 anzala ala kitaba walam yaj'al lahu 2:57 iwajaa qoyyimaa 3:01 qoyyimaa liyundziro ba'san syadiidan min 3:04 ladunhu wa yubasyyirol mu'minin. 3:08 Wa yubasyyirol mu'mininalladziina 3:10 ya'maluunash shoolihaati annalahum ajron 3:13 hasanaa 3:15 maakitsiina fiihi abadaa. 3:18 Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa 3:21 syariikalah 3:22 wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa 3:25 rasuuluh. 3:26 Allahumma sholli wa sallim wa baarik ala 3:28 sayyidina Muhammadin 3:30 wa ala alihi wa shohbihi ajma'in amma 3:33 ba'du. 3:35 Ustad yang kiram Al Habib Husein Alatas, 3:38 Ustad Muhammad Krisna, 3:40 juga ada 3:42 tamu kita 3:43 Al Ustad 3:45 Abdul Hasan Asy-Syadzili. 3:48 Eee kru Rasel, 3:51 para pemirsa 3:53 Rasul TV 3:55 yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa 3:56 Ta'ala 3:58 alhamdulillah di pagi hari ini yang 4:01 cukup cerah ya, ee masih adem ya, kita 4:04 dapat 4:05 berjumpa kembali 4:07 pada kajian Ulumul Qur'an 4:10 di mana sebelumnya telah kita bahas oleh 4:13 guru kita Al Habib Husein Al Attas 4:15 secara rinci 4:17 mengenai manusia yang sangat luar biasa 4:21 dari kota eh kosakata Al Ins Al Insan An 4:25 Nas itu merupakan suatu nasehat 4:28 bagi kita agar kita tetap menjadi 4:31 manusia karena manusia itu 4:34 merupakan makhluk yang Allah muliakan 4:36 walaupun kadang-kadang kebanyakan 4:38 manusia itu 4:40 ternyata keluar dari kemanusiaannya 4:42 karena prinsip dasarnya tentunya tidak 4:45 memahami 4:46 konsep-konsep yang Allah berikan melalui 4:48 kitab suci Alquran 4:50 dari kata Al Ins kemarin itu dibahas 4:52 oleh guru kita ya 4:54 ee 4:56 keharmonisan ya, penuh kasih sayang, 4:58 lemah lembut gitu. Kemudian Al Insan 5:01 itu musanna ya, tasniyahnya dari kata Al 5:04 Ins itu menggambarkan pasangan-pasangan 5:06 yang penuh dengan 5:08 cinta kasih sayang, keharmonisan 5:09 kemudian membentuk An Nas ya 5:12 manusia bersuku-suku, berbangsa-bangsa 5:15 yang selayaknya dari kosakata ini 5:17 menggambarkan bahwa manusia itu 5:19 seharusnya ee apa memupuk cinta kasih 5:22 sayang, kebersamaan dengan penuh ya 5:25 ee kasih sayang 5:27 nah pada pagi ini kita akan melanjutkan 5:31 pembahasan masih 5:33 perihal tentang sifat-sifat manusia ee 5:36 agar diberikan solusi ya 5:38 sekaligus sekaligus nasehat buat kita 5:41 agar tetap kita itu posisi kita sebagai 5:44 manusia ya 5:45 yaitu yang akan dibahas melalui 5:48 kaitannya dengan basyar ya yang kemarin 5:50 di 5:51 ulas basyar itu artinya kulit ya, dari 5:53 kulit itu 5:55 menjadi eh apa namanya ada busro, ada eh 5:58 basyiroh dan segala macam. 6:00 Yang eh memberikan informasi bahwa 6:03 eh kegembiraan seseorang itu dilihat 6:05 dari 6:06 wajahnya, dari kulit mukanya itu. Nah, 6:09 artinya 6:10 termasuk tadi disampaikan di dalam 6:12 pembukaan surah Al-Kahfi itu pertama 6:15 memberikan informasi bahwa anugerah 6:18 yang paling besar eh yang Allah berikan 6:20 kepada kita itu yaitu diturunkannya 6:22 kitab suci Al-Qur'an juga memberikan 6:24 informasi bagi orang-orang yang 6:27 eh beriman, beramal saleh akan diberikan 6:30 kegembiraan yaitu dengan dimasukkan ke 6:32 dalam surga Allah subhanahu wa taala. 6:35 Para pendengar dan pemirsa Rasiltv yang 6:37 dimuliakan Allah subhanahu wa taala, 6:39 mari kita simak uraian tentang 6:43 sifat-sifat manusia kemudian dari 6:45 kelemahan sifat manusia itu 6:47 mau tidak mau kita pun tentunya harus 6:50 merujuk kepada kitab suci Al-Qur'an 6:52 agar ketika seseorang itu mempunyai 6:55 sifat-sifat yang buruk ya kemudian 6:57 melalui kitab suci Al-Qur'an itu 6:59 diluruskan ya. Kenapa karena tentunya 7:02 masih banyak waktu ya untuk kita 7:05 mengoreksi diri kita ya untuk kita 7:07 bertobat kembali ke jalan Allah ketika 7:10 kita banyak melakukan 7:12 kesalahan-kesalahan, kekeliruan 7:14 yang otomatis tentunya 7:16 karena tidak ada solusi ya 7:19 melainkan kembali kepada kitab suci 7:21 Al-Qur'an. 7:23 Di mana juga Al-Qur'an sudah memberikan 7:25 penjelasan ya 7:26 bahwa siapapun, kapanpun ya manusia itu 7:29 ketika tidak berpegang kepada kitab suci 7:32 Al-Qur'an maka hidupnya di dalam 7:34 kegelapan-kegelapan 7:36 yang berlapis-lapis ya dalam literatur 7:38 itu kegelapan dalam kesesatan, kegelapan 7:41 dalam murka Allah dan kegelapan dalam 7:43 siksa api neraka. Oleh sebab itu, 7:46 tentunya agar kita tetap di jalan yang 7:48 diridai Allah subhanahu wa taala, 7:50 maka kembalilah kepada kitab suci 7:51 Alquran, di mana pada hari ini, pagi 7:54 ini, akan dirinci oleh guru kita 7:56 sehingga akan 7:58 memberikan solusi kepada kita untuk 8:00 kembali ke jalan Allah subhanahu wa 8:03 taala. Demikian pengantar singkat. 8:05 Terima kasih. Asalamualaikum 8:07 warahmatullahi wabarakatuh. 8:09 Waalaikumsalam warahmatullahi 8:11 wabarakatuh. 8:13 Auzubillah minasyaitanirrajim. 8:15 Bismillahirrahmanirrahim. 8:17 Alhamdulillahirabbil 8:19 alamin. 8:22 Ya rabbana lakal hamdu walakasyukru. 8:27 Walakal azomatu wal kibriya. Kama yang 8:30 bagi di jalali wajhikal karim walia 8:33 azimi sultanik. 8:35 Subhanaka la nuhsi sanaan alaika anta 8:38 kama asnaita ala 8:41 falakal hamdu hatta tarzo, walakal hamdu 8:45 iza rozit, walakal hamdu ba'da rizo. 8:48 Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali 8:51 Muhammad. Rabbana zidna ilman wa alhiqna 8:53 bissholihin. Amma ba'du. 8:56 Ikhwan, akhwat, pendengar, pemirsa Radio 8:59 TV Silaturahim yang dirahmati Allah. 9:02 Ustaz Otong 9:04 yang menemani kita pagi hari ini, Ustaz 9:05 Muhammad Krisna, 9:07 seluruh kru Radio Silaturahim, 9:12 tamu kita Abul Hasan Asyadzili, 9:18 kepada seluruh kaum muslimin dan 9:20 muslimat yang dirahmati Allah. 9:22 Salamullahi alaikum warahmatullahi 9:25 wabarakatuh. 9:34 Para pemirsa, 9:37 para pendengar di manapun Anda berada. 9:41 Kita semua merupakan keluarga besar 9:46 manusia yang berasal dari sepasang 9:53 pria dan wanita. 9:56 Dari sepasang pria itu kakek kita Adam 9:59 dan wanita Hawa. 10:01 Kedua-duanya diciptakan dari entitas dan 10:05 esensi yang sama. 10:07 Lahirlah kita umat manusia bersuku-suku 10:09 berbangsa-bangsa. 10:13 Lalu Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan 10:15 kehendak-Nya 10:17 menempatkan umat manusia yang berasal 10:20 dari ayah ibu yang sama di muka bumi 10:22 sebagai khalifah-Nya. 10:26 Lalu Allah menurunkan kitab-Nya untuk 10:28 menjadi 10:30 tuntunan, bimbingan bagi mereka. 10:33 Agar mereka betul-betul dapat menjadi 10:35 manusia-manusia 10:38 yang baik, mulia, 10:41 yang bekerja sama bersama saudaranya 10:43 sesama manusia dan tidak melakukan 10:46 kerusakan, 10:47 tidak melakukan kejahatan terhadap 10:49 sesama umat manusia. 10:57 Tapi sayang, 11:00 walaupun Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah 11:02 menurunkan kitab-Nya, mengutus Rasul-Nya 11:05 sebagai guru dan teladan bagi umat 11:07 manusia. 11:10 Kebanyakan manusia lebih suka untuk 11:12 hanyut bersama hawa nafsu. 11:18 Mereka 11:19 hanyut bersama pesona kehidupan dunia 11:22 hingga mabuk, 11:23 lupa dan lalai. 11:26 Hingga mereka bahkan tidak mengenal diri 11:29 mereka. 11:30 Karena mereka lupa kepada Allah. 11:32 Kepada Allah. Nasullah fanasiahum, 11:34 mereka lupa kepada Allah akhirnya Allah 11:36 melupakan mereka. 11:39 Dalam surat atau akhir suratul hasyr 11:41 Allah berfirman wala takunu kalladzina 11:43 nasullaha faansahum anfusahum. 11:46 Jangan kalian termasuk dari orang-orang 11:49 yang lupa kepada Allah akhirnya Allah 11:51 membuat mereka lupa diri. 11:53 Begitu mereka lupa kepada Allah setan 11:57 akan apa? Akan langsung mengendalikan 11:59 diri. 12:01 Ulaika humul fasiqun merekalah 12:03 orang-orang yang fasik. Karena begitu 12:05 setan menjadi tuannya 12:07 yang mengemudikan kehidupannya maka akan 12:09 dikemudikan 12:11 untuk apa? Untuk bersikap ingkar pada 12:13 Tuhannya sebagaimana perilaku setan. 12:17 Kemudian 12:21 mendorong dirinya untuk bersikap angkuh 12:24 di atas muka bumi sebagaimana perilaku 12:26 iblis. 12:27 Begitu pula mulai jiwanya dikuasai oleh 12:30 kedengkian. 12:32 Seperti kedengkian iblis terhadap Adam 12:35 alaihi salatu wasalam karena dia merasa 12:38 dirinya diusir dari surga karena 12:42 kehadiran Adam. Padahal karena 12:44 kesombongannya bukan karena kehadiran 12:46 Adam. 12:50 Nah, manusia tanpa disadari 12:53 yang diciptakan Allah subhanahu wa taala 12:56 dalam kondisi yang amat sempurna 13:00 amat betul-betul apa? 13:02 Penuh dengan keseimbangan dan lurus 13:06 ternyata tertular penyakit iblis. 13:09 Ingkar 13:10 sombong 13:12 iri, dengki. 13:15 Akhirnya karena tertular penyakit ini 13:17 perilakunya bukan lagi perilaku manusia. 13:20 Perilakunya mirip dengan perilaku iblis. 13:24 Dia senang di saat dia itu berhasil, 13:26 apa? Berhasil mengajak orang lain 13:30 untuk sama dan mengikuti dirinya yang 13:33 jauh dari Allah Subhanahu wa Ta'ala dan 13:35 hidup dalam kefasikan. 13:37 Dia tidak merasa perbuatannya apa? 13:39 Salah. 13:40 Tidak merasa dirinya 13:43 menyimpang dari kebenaran. 13:45 Karena setan telah menghiasi amal 13:47 buruknya menjadi indah di hadapan 13:49 matanya. 13:51 Sedangkan perbuatan-perbuatan baik, 13:54 perbuatan perbuatan yang mulia 13:56 di matanya bukan hanya tidak menarik 13:59 bahkan menjemukan, 14:01 menjijikkan. 14:06 Nah, penyakit ini ya, 14:09 secara perlahan-lahan menggerogoti 14:11 kesadaran. 14:15 Membuat dirinya wal iyazubillah menjadi 14:18 orang-orang yang lupa diri. 14:21 Mereka merusak tapi beranggapan bahwa 14:23 mereka sedang melakukan kebaikan. 14:25 Seperti Allah berfirman, Wa minannasi 14:28 man yaqulu amanna billahi wal yaumil 14:32 akhir wa mahum bi mukminin. 14:35 Sebagian manusia 14:38 sebagian manusia. 14:42 Ada yang berkata bahwa kami 14:45 telah beriman. 14:51 Wa minannasi man yaqulu amanna billahi 14:54 wal yaumil akhir wa mahum bi mukminin. 14:57 Sebagian manusia ada yang berkata bahwa 14:58 kami telah beriman kepada Allah dan hari 15:01 akhirat. 15:02 Padahal sekali-kali mereka bukan dari 15:05 orang yang beriman. Yukhadi'unallaha 15:08 walladzina amanu. 15:10 Wa ma yakhda'una illa anfusahum wa ma 15:14 yasy'urun. 15:16 Yukhadi'unallaha khada yakhda'u menipu. 15:20 Kalau khada'a 15:24 menunjukkan arti berusaha. 15:28 Berusaha bekerja untuk menipu. 15:31 Untuk menipu. 15:34 Yukhadhi'unallaha wa rasulahu, mereka 15:37 berupaya ya 15:39 untuk menipu, berbohong kepada Allah dan 15:42 Rasul. 15:43 Tapi usaha mereka berhasil apa tidak? 15:45 Wama yakhda'una illa anfusahum, mereka 15:48 tidak menipu kecuali diri mereka 15:50 sendiri. Artinya usaha-usaha mereka 15:52 sia-sia. Jadi Allah gunakan kata khada'a 15:55 yukhadhi'u di sini untuk menjelaskan 15:56 bagaimana mereka berusaha, bersusah 15:59 payah, bersungguh-sungguh untuk menipu 16:02 Allah dan orang yang beriman, tapi semua 16:04 usaha mereka sia-sia. Wama yakhda'una 16:07 illa anfusahum wama yasy'urun, mereka 16:10 tidak menipu melainkan diri mereka 16:11 sendiri. 16:15 Wa idza qila lafi qulubihim maradhun 16:19 fazadahumullahu 16:20 maradha, walahum adzabun alimun bima 16:24 kanu yakdzibun. 16:26 Coba perhatikan fi qulubihim maradhun. 16:29 Dalam hati mereka ada penyakit. 16:33 Berawal dari keinkaran, 16:36 kesombongan, 16:38 kedengkian. Orang begitu dikuasai oleh 16:41 kesombongan, 16:42 dia tidak akan mengenal dirinya. 16:46 Betul enggak? 16:47 Dia menilai dirinya lebih besar daripada 16:50 hakikatnya. 16:52 Bisa dia bercermin, dia merasa dirinya 16:54 orang yang paling tampan. Bisa dia 16:56 berbicara, dia merasa dirinya orang yang 16:58 paling pandai. 17:03 Dalam hati mereka terdapat penyakit 17:05 fazadahumullahu maradha. 17:08 Akibat 17:09 akibat apa? Akibat kejahatan dan dosa 17:12 yang mereka lakukan. Penyakit tersebut 17:14 lama-kelamaan semakin apa? 17:16 Semakin parah. 17:17 Semakin berat. 17:18 Berat. 17:18 Semakin ber 17:19 Berat. 17:20 Faza dahumullahu maulahu, Allah biarkan 17:22 penyakit mereka bertambah dan semakin 17:24 parah. Kalau mereka bertobat kembali ke 17:27 jalan Allah, 17:28 mereka berusaha untuk mengenali diri 17:30 mereka, mengenali Tuhan mereka, 17:33 mengikuti bimbingan petunjuknya, niscaya 17:35 Allah akan 17:36 akan sembuhkan dari penyakit yang 17:39 menimpa mereka. 17:42 Walahum azabun alimun bima kanu 17:44 yakzibun, bagi mereka Allah sediakan 17:46 azab yang maha pedih. 17:47 Kenapa? Disebabkan karena apa? 17:50 Kebohongan-kebohongan yang mereka buat 17:52 dan ada-adakan. 17:55 Pertama, mereka berbohong, 17:57 mereka tahu diri mereka berbohong. Tapi 17:59 di saat kebohongan telah menyebar, 18:02 dia pun termasuk orang yang dibohongi 18:04 oleh kebohongannya sendiri. 18:08 Ada sebuah kisah. 18:11 Satu orang berkata pada temannya, 18:14 satu majelis, 18:15 "Kamu enggak diundang?" 18:17 "Ada acara apa?" "Ada undangan makan di 18:19 rumahnya fulan." 18:23 Dia mengucapkan hal ini kebohongan, 18:26 sebagai guyon, humor, ya, untuk membuat 18:28 orang beramai-ramai datang ke rumah 18:29 orang tersebut, ya, padahal dia tidak 18:31 mengundang sama sekali. 18:34 Akhirnya undangan dari mulut dia 18:35 menyebar kepada teman-temannya. 18:38 Begitu menyebar, 18:41 sampai sejumlah orang tahu, 18:44 orang-orang yang mendapatkan undangan 18:45 dari teman-temannya datang kepadanya, 18:47 "Kamu enggak diundang?" 18:49 "Ada apa?" "Ada acara di tempat fulan." 18:52 "Dari siapa kamu dengar?" "Dari fulan, 18:54 fulan, fulan." Ini berita mutawatir. 18:59 Dia bilang apa? "Jangan-jangan saya 19:01 bercanda menjadi kenyataan." 19:03 "Jangan-jangan dia betul-betul apa? 19:05 Mengundang." 19:07 Akhirnya pada jam yang sama, waktu yang 19:09 sama, dia pergi, ya, 19:11 menuju tempat, ya. 19:14 Dari hasil kebohongannya yang berbalik 19:16 kepadanya. Sampai di sana, ternyata tuan 19:19 rumah enggak mengadakan acara apa-apa. 19:22 Oleh karena itu, 19:24 pepatah Arab mengatakan man hafara 19:25 hufrat, 19:27 dahala fiha. 19:28 Kalau orang menggali lubang, sebelum 19:30 orang lain siapa yang dalam lubang? 19:34 Yang menggali. 19:34 Bisa orang menggali lubang? 19:36 Sebelum orang lain masuk, 19:37 Dia dulu. 19:38 Siapa yang dalam lubang pertama-tama? 19:40 Dirinya. Waktu dia menggali, setiap kali 19:42 melubangi lubang, semakin dalam dirinya. 19:45 Ya, perumpamaan nabi itu, ya, ulama, ya. 19:48 Begitu juga orang kalau berbohong, 19:50 lama-kelamaan termakan oleh 19:52 kebohongannya sendiri. 19:54 Oleh karena itu, banyak tukang ramal, 19:56 dia meramal, dia berbohong. 19:59 Tentu ramalannya berhasil sekali, dua 20:01 kali, tiga kali, ya. 20:03 Lama-kelamaan dia percaya sama 20:04 kebohongan yang dibuat sendiri. 20:07 Lama-kelamaan 20:09 percaya terhadap kebohongan yang dibuat. 20:14 Oleh karena itu, 20:16 berbohong ini merupakan dosa dan 20:18 kejahatan yang besar. 20:20 Apalagi berbohong atas nama Allah dan 20:22 nama rasul. 20:25 Jadi, orang-orang munafik ini kasihan. 20:27 Mereka berupaya menipu Allah dan 20:29 rasulnya, malah yang tertipu akhirnya 20:31 diri mereka sendiri. 20:33 Dalam hati mereka terdapat penyakit, 20:36 lama-kelamaan karena tidak segera 20:38 diobati, penyakitnya semakin berat, ya. 20:42 Akhirnya wal iyadzubillah, disaat orang 20:44 sakit bagaimana? 20:45 Penilaiannya sehat enggak? 20:48 Tidak sehat. 20:49 Makan yang manis dia bilang pahit. Makan 20:52 yang enak dibilang enek. 20:54 Betul enggak? 20:55 Karena tubuhnya enggak sehat, dia tidak 20:57 bisa menilai sesuatu secara objektif. 21:00 Tapi penilaiannya dipengaruhi oleh 21:02 kondisinya yang sedang sakit. 21:07 Nah, banyak orang seperti ini. Sakit 21:11 tapi ternyata apa? 21:13 Memberikan penilaian, 21:16 memberikan keputusan, 21:18 mengatur, merasa diri mereka paling 21:21 benar. 21:22 Yang lebih mengherankan lagi, orang yang 21:24 sehat mengiyakan. Karena apa? Karena 21:27 orang tersebut berkuasa, karena dia 21:29 berharta, dia iyakan, dia benarkan. 21:32 Apalagi kalau yang membenarkan ulama 21:35 yang berilmu, yang tahu kebenaran, dia 21:38 benarkan 21:39 apa-apa yang diucapkan oleh orang-orang 21:41 bodoh. 21:42 Nah, di negeri kita ini banyak keajaiban 21:45 yang kita lihat. 21:46 Kalau di Irak dengan dikenal sebagai 21:48 kota 1001 malam, Surra Man Ra, 21:51 sebuah kota yang bernama apa? Surra Man 21:55 Ra, artinya siapa saja yang melihat kota 21:56 tersebut akan merasa bahagia. 22:01 Di Indonesia ini bukan hanya 1001 malam, 22:04 10.000 1 malam. 22:07 Kita jumpai, Subhanallah, orang-orang 22:09 yang berilmu, yang berpengetahuan, bukan 22:11 memberikan nasehat, peringatan, 22:14 memperbaiki yang salah, malah mengiyakan 22:16 demi keuntungan materi yang tidak 22:18 berarti. 22:21 Akhirnya orang-orang yang bersalah 22:24 semakin menjadi-jadi karena merasa 22:26 mendapatkan apa? 22:27 Pembenaran. 22:30 Pertama, ketika menjumpai yang mungkar, 22:32 si alim protes, 22:35 ingkar. Begitu diberikan jabatan, 22:37 diberikan imbalan, langsung mulutnya 22:39 berubah. 22:41 Ternyata dia bukan berbicara karena 22:43 Allah, berbicara karena ingin 22:45 mendapatkan apa? 22:46 Mendapatkan undangan, 22:48 mendapatkan imbalan agar dia berdiam. 22:51 Bahkan berbalik, bukan hanya berdiam, 22:53 mengubah pernyataan-pernyataan yang 22:55 pernah diucapkan sebelumnya. 22:59 Oleh karena itu, Allah Subhanahu Wa 23:00 Ta'ala berfirman dalam suratul hajj 23:03 Waminannasi manyakbudullaha 23:06 alaharf. 23:08 Sebagian manusia ada yang beribadah pada 23:11 Allah alaharf. 23:13 Apa arti alaharf? 23:17 Kalau kita berada di tepi di ujung ya, 23:20 namanya harf. 23:23 Jadi harful jabal ya, bisa diartikan di 23:26 ujungnya. 23:27 Jadi tepi ya. 23:30 Di mana 23:31 di luar tepi tersebut apa? 23:33 Tidak lagi terdapat apa? 23:35 Tidak terdapat lagi apa namanya wilayah 23:38 tersebut. Jadi kalau ada batasan di 23:41 antara dua kota nah di perbatasan 23:43 tersebut dikatakan harful madinah. 23:47 Ada batasan antara iman dan tidak iman 23:50 atau Islam dan kufur. 23:53 Nah ada yang beribadah pada Allah di 23:54 tepi. 23:56 Tujuannya apa? 23:58 Supaya bisa pindah-pindah. 24:01 Kalau ada keuntungan di tempat kekafiran 24:03 dia pindah. 24:04 Kalau ada keuntungan 24:06 kalau ada keuntungan bersama orang-orang 24:08 yang beriman 24:10 dia akan berpindah bergabung mengatakan 24:12 kami orang yang beriman. 24:17 Waminannasi manyakbudullaha alaharf 24:19 sebagian manusia 24:22 ada yang beribadah kepada Allah 24:25 menyembah Allah di tepi. 24:27 Fainasobahu khoirunitmananabih. 24:29 Kalau di saat dia 24:32 berada dalam ketaatan beribadah kepada 24:35 Allah mendapatkan keuntungan dia akan 24:37 ayem enggak banyak bicara. 24:39 Tapi wa in asobatuhu fitnatun inqolabahu 24:41 alawajhih di saat dia menghadapi cobaan 24:44 yang berat karena mempertahankan 24:46 agamanya langsung dia akan berbalik 24:48 dengan gampang pindah keluar Islam. Saya 24:51 enggak ikut campur. 24:52 Saya tidak termasuk sama sekali dari 24:54 mereka. 24:55 Ini di Qur'an diterangkan dalam suratul 24:58 hajj, dalam suratun nisa 25:01 Kalau orang 25:04 orang munafik ini menjumpai orang-orang 25:06 yang beriman, mengalami peruntungan, 25:08 mereka mengatakan alamnakum maakum. 25:12 Bukankah kami bersama kalian? 25:16 Tapi wa in kana lil kafirina nasibun 25:18 qolu alam nastahfib alaikum wa namnakum 25:21 minal mukminin. 25:23 Kalau yang lagi menerima keuntungan 25:25 orang-orang kafir, dia akan datang 25:27 kepada orang kafir mengatakan bukankah 25:29 kami bersama kalian dan kami yang 25:31 menghalang-halangi orang yang beriman 25:33 dari kalian. 25:37 Nah, ini merupakan sebagian apa? Watak 25:40 manusia yang culas, yang culas, yang 25:43 licik ya. 25:45 Yang gemar apa? Mengejar keuntungan 25:47 walaupun dengan mengorbankan kebenaran. 25:51 Nah, banyak orang-orang semacam ini. 25:54 Mereka berupaya menipu orang-orang yang 25:56 beriman, berupaya untuk menipu Allah 25:59 padahal diri mereka yang tertipu. Mereka 26:01 tidak sadar bahwa diri mereka yang 26:03 terti, tertipu. 26:07 Satu orang 26:11 ditanya kamu sudah salat belum? 26:13 Sudah. 26:15 Fulan jadi saksi. 26:17 Begitu yang bertanya pergi 26:20 saya lihat tuh, saya habis menipu Allah, 26:22 habis menipu dia. 26:24 Dia beranggapan dirinya apa? 26:27 Orang yang menang, padahal dia orang 26:28 yang betul-betul apa? 26:30 Yang termakan oleh kebohongannya, 26:32 terjatuh dari tempat yang mulia. 26:35 Nah, banyak orang seperti ini. 26:38 Banyak orang 26:39 seperti ini. 26:41 Di atas mimbar, dia ceramah. 26:46 Membawa ayat-ayat, membawa hadis-hadis 26:49 membela yang batil, membela yang zalim. 26:52 Sudah keluar dari mimbar, dia bilang 26:54 apa? Bagaimana cara mau saya itu? 26:56 Bagus enggak? 26:59 Kita bohongin saja mereka yang penting. 27:03 Mereka enggak bisa buat apa-apa. Ini 27:05 yang saya ucapkan ini bukan bukan bukan 27:07 cerita kosong, tapi true story. 27:10 Habis keluar dari mimbar, dia bilang 27:12 apa? Saya habis bohongin mereka nih. 27:15 Langsung setelah itu apa? Dia kembali 27:17 minum. 27:18 Tapi di atas mimbar dia ceramah masuk 27:20 orang-orang apa? 27:22 Dan yang paling unik Mas Krisna, 27:24 satu orang, ya, 27:26 mendirikan satu lembaga anti narkoba. 27:29 Lembaga, ya, 27:31 bersama pemuda-pemuda memerangi narkoba. 27:34 Setiap malam di rumah menggunakan 27:36 narkoba. 27:40 Nah, banyak orang-orang seperti ini. 27:43 Jadi kita lihat bagaimana Alquran 27:45 menggambarkan karakter sebagian manusia. 27:50 Di luar mengatakan kami beriman kepada 27:52 Allah dan hari akhirat, 27:54 tapi ucapan, perilaku, dan perbuatannya 27:57 sama sekali tidak cocok dengan 27:59 ucapannya. 28:00 Tapi sayangnya masyarakat, ya, 28:03 mengatakan bahwa dia beriman. 28:05 Padahal Allah mengatakan, "Wama hum bil 28:07 mukminin." Seperti firman Allah dalam 28:09 suratun nur, 28:12 "Wayakulu amanna billahi wabirrasuli 28:15 waatana summa yatawalla farikum minhum." 28:20 "Mim ba'di zalika wama ulaika bil 28:22 mukminin." 28:23 Dan mereka berkata, "Kami beriman kepada 28:25 Allah, beriman kepada Rasul, dan kami 28:28 taat dan patuh." 28:31 Tapi setelah itu, ya, mereka berpaling. 28:36 Setiap diajak untuk mengikuti petunjuk 28:38 Allah, menyambut seruannya, mereka 28:40 menolak. 28:41 Sekali-kali mereka bukan orang yang 28:43 beriman. Bayangkan coba, sekali-kali 28:45 apa? Mereka bukan orang yang beriman. 28:48 Lalu Allah katakan "Wa 28:55 Dalam ayat lain 29:01 Kalau mereka diajak untuk kembali kepada 29:04 Allah dan Rasul-Nya 29:06 Ternyata kamu akan jumpai bagaimana 29:08 orang-orang munafik yang di mulut 29:10 mengatakan beriman dan patuh 29:12 Berpaling dari kamu tanpa malu-malu, 29:15 tapi anehnya 29:17 Kalau mereka tahu bahwasanya hukum Allah 29:20 dan keputusannya akan menguntungkan 29:22 mereka, mereka langsung akan mengatakan 29:24 siap. 29:28 Kalau mereka tahu mereka akan 29:29 diuntungkan dengan hukum Allah, kembali 29:31 kepada Rasul-Nya, mereka akan datang 29:33 dengan patuh dan tunduk. Jadi di mata 29:35 mereka bukan soal benar salah. 29:38 Tapi yang penting 29:40 Keuntungan. Kalau ada keuntungan, di 29:42 mana saja mereka untuk siap apa? 29:46 Untuk siap datang, tapi kalau ada 29:48 kerugian walaupun bersama kebenaran, 29:50 mereka tidak siap sama sekali untuk 29:52 menerima kerugian. Nah, kalau manusia 29:55 karakter mereka semacam ini 29:57 Tidak akan pernah ada perubahan di 29:59 tengah-tengah umat manusia, bahkan yang 30:00 lebih mengerikan lama-kelamaan banyak 30:03 manusia akan tertular penyakit ini 30:05 hingga akhirnya merusak bangsa dan 30:06 negara. Wa idza qila lahum la tufsidufil 30:09 ardhi qolu innama nahnu Muslihun. 30:13 Kalau dikatakan kepada mereka, "Jangan 30:16 kalian merusak di atas muka bumi." 30:20 La tufsidufil ardhi, qolu innama nahnu 30:24 muslihun. 30:25 Mereka bukan hanya tidak mengakui 30:28 kesalahan dosa mereka 30:31 Bahkan mereka membalik "Siapa yang 30:33 bilang kami merusak? Sesungguhnya kami 30:36 saat ini sedang melakukan perbaikan. 30:38 Kenapa kita menghalangi orang-orang yang 30:41 punya kecenderungan apa? Terhadap sesama 30:43 jenis. 30:44 Itu kan hak asasi manusia. 30:46 Hak asasi? 30:47 Manusia. 30:48 Manusia. Kenapa kita halang-halangi 30:49 mereka? Bahkan 30:51 menghalalkan wal iyadzubillah 30:54 perbuatan-perbuatan yang jelas-jelas 30:56 diharamkan Allah. Karena apa? Karena 30:58 keuntungan. Jadi mereka mengatakan bahwa 31:01 kami sedang melakukan perbaikan. 31:04 Wa idza qila lahum la tufsidufil ardhi 31:07 qolu innama nahnu muslihun. Ala innahum 31:10 humul mufsiduna walakin la yasyurun. 31:13 Allah subhanahu wa ta'ala menggunakan 31:14 adat tambih di sini, ya, untuk 31:16 menegaskan. 31:17 Ketahuilah sesungguhnya merekalah 31:19 orang-orang yang merusak, tapi mereka 31:21 enggak sadar. 31:24 Di negeri kita banyak enggak orang 31:25 seperti ini? Merusak melakukan 31:27 kejahatan, tapi mereka melakukan 31:29 perbaikan. Akhirnya orang-orang seperti 31:32 ini sama dengan orang sakit merasa diri 31:34 mereka paling sehat. 31:36 Kira-kira kalau orang sakit merasa diri 31:39 mereka paling sehat, mau enggak 31:40 diobatin? 31:42 Tidak, Mas. 31:42 Dia bakal bilang apa? "Saya enggak 31:44 sakit, kamu yang sakit." 31:47 Sama seperti apa? 31:48 Orang mengunjungi orang-orang di rumah 31:50 sakit gila. 31:53 Nih, pasien-pasien yang sakit apa? 31:56 Tanya sama pengunjung. 31:58 "Kamu gila, ya?" 32:00 "Mau dimasukkan kemari, mau berobat?" 32:03 Mereka mengatakan, "Tidak. Kami datang 32:05 untuk mengunjungi orang-orang yang 32:06 sakit." "Siapa yang kamu kamu anggap 32:08 sakit?" Dia bilang, "Kamu, kamu." "Siapa 32:10 yang bilang?" 32:14 "Saya orang sehat." 32:16 Dia beranggapan dirinya orang se- sehat. 32:19 Kemudian dia berbisik 32:22 kepada apa? Pengunjung. 32:24 "Tahu enggak kamu yang bikin saya 32:25 bingung sampai sekarang?" 32:27 "Kenapa 2 * 2 = 4?" 32:32 "Kenapa 1 + 1 2?" 32:34 Jadi kelihatan sehat 32:36 begitu ngomong apa? 32:37 ketahuan 32:38 ini kisah di Mesir 32:40 kejadian 32:42 di Mesir ada rumah sakit jiwa namanya 32:44 Rumah Sakit Mustasyfa Al Abbasiyah 32:46 ya 32:47 li al majani untuk orang-orang gila, 32:48 kalau di sini kan Grogol kan? 32:50 di sana namanya tempat Abbasiyah di 32:51 tengah kota 32:54 orang berkunjung 32:57 kepada orang yang sakit jiwa 32:59 kelihatan dia sehat bicaranya, memang 33:02 seorang pendidikan tinggi 33:04 bicaranya luar biasa bagusnya, sehat 33:06 ini pengunjung bilang 33:08 ini orang sehat kenapa dibiarkan di 33:10 rumah sakit jiwa? 33:12 tahu-tahu ini orang berbisik sama dia 33:18 yang bikin saya gila kenapa? 2 * 2 = 4 33:23 jadi ada yang konslet kan? 33:25 nah banyak orang-orang seperti ini 33:26 menganggap dirinya sehat ya 33:29 padahal apa? 33:29 sakit 33:30 sakit jiwa yang amat parah wal 33:32 iyadzubillah 33:34 kelihatannya seperti humor 33:36 tapi sebetulnya menggambarkan karakter 33:38 sebagian orang 33:41 mereka merusak tapi menganggap mereka 33:43 melakukan perbaikan 33:45 mereka seolah-olah membela hak-hak 33:47 wanita padahal menjerumuskan wanita 33:50 untuk menjadi sekedar apa? 33:52 menjadi sekedar tempat untuk 33:54 melampiaskan nafsu dari pria-pria yang 33:58 liar yang buas 34:00 si perempuan dikorbankan kehormatannya, 34:02 dianiaya 34:04 hanya dinilai dengan materi yang tidak 34:05 berarti, setelah dia melampiaskan 34:07 nafsunya 34:09 si wanita merasakan dirinya betapa 34:11 murahnya 34:12 dia diciptakan Allah sebagai manusia 34:14 yang diangkat, dimuliakan kehormatannya 34:17 tapi hanya menjadi pelampias nafsu 34:19 pria-pria yang lapar dan haus 34:22 pada saat bernafsu dirayu setelah 34:25 nafsunya terpuaskan dia merasa jijik 34:28 dengan wanita di sampingnya 34:30 apakah ini kebebasan? apakah ini hak 34:32 asasi manusia? Ini jelas-jelasan 34:34 pelecehan, penindasan, penganiayaan. 34:36 Begitu juga kita saksikan bagaimana 34:39 narkoba beredar. Ke mana perginya aparat 34:42 hukum? Tanpa didampingi, dijaga oleh 34:45 aparat hukum yang menyimpang, tidak 34:47 mungkin mereka akan merajalela 34:48 mengedarkan 34:50 narkoba yang merusak generasi 34:53 pemuda, pemudi bangsa kita. Hingga 34:56 kehilangan betul-betul tujuan dan arah 34:58 hidup mereka. 35:01 Ini merupakan penyakit-penyakit 35:03 yang sering kali melanda manusia tanpa 35:05 disadari. 35:07 Bersumber dari syirik yang melahirkan 35:09 keingkaran, melahirkan kesombongan, 35:13 kemudian 35:14 juga melahirkan kedengkian. 35:17 Ini watak-watak setan yang paling 35:20 mengerikan, wal iyazubillah. 35:23 Kemudian Allah ceritakan juga 35:26 sebagian watak manusia. 35:29 Fa ammal insanu 35:31 iza mabtalahu robbuhu faakromahu wana 35:34 amahu fayakulu robbi akroman. 35:38 Manusia, 35:40 sebagian dari mereka ini beranggapan 35:42 ketika diuji oleh Allah. Diuji dengan 35:44 apa? Dengan kesenangan, dengan rezeki 35:47 yang luas, dengan jabatan dan kedudukan. 35:49 Ini ujian. Ini bukan kebanggaan, bukan 35:52 kesuksesan. Kalau seorang menjadi 35:54 walikota, menjadi gubernur, menjadi 35:56 menteri, menjadi presiden, bukan 35:57 kebanggaan, ujian yang bakal 36:00 diminta pertanggungjawabannya. 36:03 Begitu juga di saat diberikan harta, 36:05 diberikan wajah yang tampan, wajah yang 36:07 cantik, kemuliaan nasab, ini ujian. Tapi 36:11 sulitnya manusia beranggapan 36:13 kalau diberikan kenikmatan bukan diuji, 36:15 disayang. 36:17 Kalau dikenakan penyakit, ya, dikenakan 36:20 kemiskinan, kesempitan, baru dia merasa 36:22 dirinya sedang diuji. 36:24 Ana sedang diuji ini. Kenapa? 36:26 Di-PHK dari pekerjaan anak. 36:28 Anak sedang diuji dalam keadaan sakit. 36:31 Tapi dia tidak pernah merasa pada saat 36:32 sehat, pada saat kaya, pada saat senang, 36:35 sedang menjalani ujian. 36:37 Padahal Allah mengatakan 36:40 wal khairi fitnah, kami uji kalian 36:42 dengan hal yang buruk juga dengan 36:43 kebaikan untuk menguji 36:46 diri kalian. Siapa yang beriman, yang 36:49 bersyukur dan bersabar dan siapa yang 36:51 ingkar. 36:54 Nah, Allah terangkan. 36:55 Manusia sebagian dari mereka 36:58 bila diuji oleh Allah. Allah 37:01 muliakan dirinya dengan nasab, dengan 37:03 kedudukan, dengan ilmu. Allah berikan 37:06 dia berbagai macam kenikmatan. 37:09 Rabi akroman. 37:13 Tahu-tahu dia mengatakan, "Tuhanku 37:15 sayang sama aku, memuliakan aku." 37:18 Lihat coba. 37:20 "Bagaimana rumah saya, usaha saya, 37:23 penghasilan saya, anak-anak sehat, satu 37:26 sekolah di Jerman, satu sekolah di 37:28 Amerika, satu menjadi dokter, satu 37:30 menjadi insinyur." Dia ceritakan 37:32 kemuliaan yang Allah berikan padanya. 37:35 Tapi sayang, sungguh sayang, dia lupa, 37:38 dia lengah bahwa dia sedang diuji oleh 37:40 Allah. 37:41 Tapi dia mabuk. Mabuk hanya oleh sedikit 37:44 kesenangan. Pepatah Arab mengatakan 37:46 uskir bizabibah, mabuk oleh satu kismis. 37:50 Kismis kan enggak mabuk kan? Tapi 37:51 disebabkan kismis satu dia mabuk. Ini 37:53 kejadian. 37:55 Ketika seorang, ya, 37:57 kejadian 37:58 bersama orang yang saya kenal. 38:01 Ada seorang pengusaha, haji, ya, 38:04 pengusaha 38:06 yang cukup maju. Ini kira-kira pada 38:07 tahun 38:08 70-an lah. 38:10 Datang kepada seorang alim, datang 38:12 kepada seorang alim. 38:13 Seorang alim. 38:13 Alim berkunjung. Ini orang alim, hafidz 38:15 Quran, orang yang berilmu. 38:18 Di sisi terdapat juga seorang yang 38:20 saleh. 38:22 Waktu si pengusaha masuk, kebetulan dia 38:24 pakai baju koko, pakai sorban, ya, pakai 38:26 kopiah putih. 38:28 Dia seorang haji. Tapi bukan orang yang 38:30 berilmu. 38:31 Nah, ketika duduk di hadapan orang alim 38:33 ini, 38:34 dia bergaya ke sana, bergaya kemari, 38:37 kemudian apa? Pindahkan sorbannya. 38:40 Menggambarkan orang yang sedang apa? 38:42 Yang sedang mabuk 38:44 dengan apa yang dimiliki. 38:47 Lalu, 38:48 orang yang saleh 38:50 di samping orang alim tersebut berkata 38:51 apa? 38:53 Uskir bizabiba. Ini orang kau perhatikan 38:55 coba, ini orang mabuk lihat itu kismis. 38:59 Waktu si orang kaya ini mau keluar, 39:01 mengeluarkan amplop mau diberikan kepada 39:02 orang alim, si orang alim ambil dari 39:04 bantal tempat tidurnya diberikan uang. 39:07 Kasih ini uang untuk keluarga kamu, ini 39:08 hadiah dari saya. 39:11 Dia merasa dirinya terpukul. 39:14 Artinya apa? 39:15 Banyak orang ini 39:17 menjadi lupa diri, menjadi mabuk karena 39:20 apa? Karena orang di sekelilingnya 39:23 membuat dirinya mabuk dengan pujian, 39:26 dengan sanjungan yang berlebihan, bahkan 39:28 membenarkan kesalahannya sampai dia 39:30 merasa dirinya orang yang paling apa? 39:32 Yang paling sempurna. 39:33 Oleh karena itu, kenapa pujian-pujian 39:35 ini berbahaya sekali? 39:36 Sanjungan-sanjungan. Nah, ini yang 39:38 banyak dilakukan oleh orang-orang kita 39:41 terhadap pejabat, pengusaha, mereka yang 39:43 diberikan kelebihan bukan wa tawasau bil 39:46 haqqi wa tawasau bis sabr. 39:50 Jadi, sebagian orang di saat diuji 39:51 diberikan kenikmatan, 39:53 kemuliaan, dia merasa Allah sayang sama 39:55 dirinya. 39:58 Tapi sebaliknya, wa idza mabtalahu 40:00 faqodaro alaihi robbihi rizqohu 40:03 fayakulu, 40:04 wa amma idza mabtalahu faqodaro alaihi 40:06 rizqohu, 40:08 fayakulu robbi ahan. 40:10 Tapi kalau dia diuji 40:12 oleh Allah, lalu Allah subhanahu wa 40:15 taala sempitkan rezeki, ini sebagai 40:17 ujian. 40:17 ta'ala sempitkan rezeki sebagai ujian. 40:22 Langsung dia berputus asa, frustasi. Dia 40:25 mengatakan Allah subhanahu wa ta'ala 40:28 telah menghinakan dirinya. 40:30 Padahal ini merupakan ujian. 40:33 Dan setiap orang akan ditanya oleh Allah 40:35 sesuai dengan ujian yang Allah berikan. 40:37 Yang diberikan 100.000, pertanyaannya 40:39 100.000. 40:40 Yang diberikan 1 juta, beda dong dengan 40:42 yang 100.000. Yang diberikan 1 miliar, 40:44 beda dengan yang diberikan 1 juta. 40:47 Oleh karena itu, mana yang lebih mulia? 40:49 Satu orang punya uang 1 juta, diinfakkan 40:51 500.000. 40:54 Satu orang punya 1 miliar, ya. 40:56 Diinfakkan 100 juta. Mana yang lebih 40:58 mulia? 40:59 1 juta. 41:01 1 miliar sih. 41:02 Yang menginfakkan 100 juta dari 1 miliar 41:05 hanya 1/10 hartanya. 41:07 Sedangkan ini yang menginfakkan 500.000, 41:09 separuh hartanya. 41:11 Jadi bukan dilihat dari banyaknya. 41:13 Dilihat dari apa? 41:15 Dari kebesaran jiwanya. 41:18 Karena kalau dia dari jumlahnya, 41:19 sahabat-sahabat nabi dulu, hidup 41:22 sederhana. Yang mereka keluarkan 41:25 dalam hitungan angka sedikit, tapi 41:27 mereka keluarkan dari apa yang mereka 41:30 miliki, dari perjuangan mereka, dari 41:32 keringat mereka. Mereka keluarkan 41:34 apa-apa yang mereka cintai. 41:37 Tapi banyak koruptor-koruptor walaupun 41:39 mengeluarkan 5, 6 miliar dari hasil yang 41:41 diharamkan Allah, Allah tidak lihat. 41:43 Innamayataqabbalallahu 41:45 minal muttaqin. Allah hanya terima 41:47 persembahan 41:47 orang yang bertakwa. 41:53 Begitu juga Allah gambarkan watak 41:55 manusia. 41:57 Tadi sebagian Allah gambarkan kan? Allah 41:59 gambarkan watak manusia, ya. Ini perlu 42:02 menjadi perhatian kita. 42:05 Innal insana khuliqa halu'a. 42:08 Sesungguhnya manusia, 42:09 ini pria maupun wanita, diciptakan Allah 42:12 halu'a. 42:14 Mudah Penyakit hala, hala. Penyakit hala 42:17 ini ya, punya dua sayap. 42:20 Kalau 42:23 terkena cobaan keburukan langsung dia 42:26 berkeluh kesah, frustasi dan putus asa. 42:30 Dia mencaci maki nasibnya, kenapa Tuhan 42:33 membuat dia lahir ke dunia, kenapa Tuhan 42:35 enggak bertanya dulu sama dia. 42:37 Tapi sebaliknya waiza massahul khairu 42:40 manua, begitu mendapatkan kebaikan dia 42:41 akan berubah menjadi orang yang kikir. 42:43 Ini penyakit yang memiliki dua sayap 42:45 yaitu hala. 42:46 Disaat dicoba dengan kesempitan dia 42:48 berkeluh kesah frustasi, disaat 42:50 diberikan cobaan dengan kelebihan 42:52 menjadi orang yang kikir. 42:54 Bukan dia ingat keadaan dia waktu susah 42:57 membantu saudaranya, tapi berubah 42:59 menjadi orang yang amat-amat kikir. 43:01 Dalam ayat yang lain Allah gambarkan hal 43:04 yang sama. Waiza an'amna alal insani 43:06 a'roda wana a'bi janibih, waiza massahu 43:10 syarru kana yausa. Manusia kalau kami 43:13 berikan kenikmatan, langsung bersikap 43:15 angkuh dan sombong gayanya, bicaranya. 43:19 Waktu dulu enggak punya sama sekarang 43:20 punya bicaranya beda enggak? 43:22 Beda. 43:23 Kita ketemu satu orang yang tadinya 43:25 kalangan biasa. 43:27 Biasa-biasa, 43:29 bukan dari kalangan orang-orang yang 43:30 berada. Subhanallah, satu kali ya, dia 43:35 mendapatkan proyek besar akhirnya 43:37 membangun usaha yang besar. 43:39 Subhanallah, dari orang yang tadinya 43:41 memelas, kalau bicara juga merendah, 43:44 berubah secara total. 43:46 Apalagi dengan uang dia kenal 43:48 pejabat-pejabat, kenal 43:49 pengusaha-pengusaha, kenal artis-artis, 43:52 dia merasa dirinya di atas langit. 43:56 Sampai bicara di hadapan orang yang tahu 43:58 bukan dia mendengar, dia yang berbicara. 44:02 Dia yang memberikan komentar. 44:05 Bahkan dia memberikan penilaian yang 44:06 bermacam-macam, dia merasa dirinya apa? 44:09 Betul-betul sempurna. 44:11 Yang sayang orang-orang yang tahu untuk 44:13 menyenangkan hatinya, manggut-manggut 44:15 sambil mengatakan benar. 44:18 Ini orang-orang yang tertipu oleh 44:20 kehidupan dunia. 44:24 Tapi begitu mengalami cobaan dan 44:26 musibah, berubah menjadi orang yang 44:28 putus asa. Yang kehilangan harapan. Ini 44:31 kejadian yang kita jumpai pada tahun 98, 44:34 banyak contoh orang semacam ini. Begitu 44:36 juga saat ini. 44:37 Usaha-usaha yang tadinya begitu marak, 44:40 keuntungan mereka dapatkan bukan hanya 44:42 setiap hari saja. Setiap menit, setiap 44:45 jam uang datang mengalir. Sekarang dunia 44:48 usaha dalam keadaan apa? 44:51 Dalam keadaan betul-betul lumpuh. Bukan 44:54 hanya di Indonesia, bahkan di seluruh 44:57 penjuru dunia. 44:59 Baru mereka menyadari betapa lemahnya 45:01 diri mereka. Ke mana 45:02 kesombongan-kesombongan mereka 45:04 sebelumnya? 45:07 Tadinya menggunakan pakaian mewah, mobil 45:09 mewah, kendaraan mewah. Sekarang 45:13 ada yang duduk berbaring di tempat 45:15 tidur. Hilang semangat sama sekali. 45:17 Makan enggak nafsu, ini enggak nafsu. 45:20 Mulai bicaranya ngaco. 45:24 Kenapa? Kehilangan betul-betul apa? 45:26 Harapan hidupnya. 45:30 Padahal hidup kita di dunia hanya 45:32 sesaat. 45:33 Setelah itu kita akan tinggalkan dan 45:35 pergi. 45:37 Nah, bagaimana setelah kita tahu 45:39 kekurangan-kekurangan 45:41 yang ada pada manusia? 45:43 Di samping sifat lain itu buas. Manusia 45:46 ini 45:47 bisa dia kehilangan kemanusiaannya akan 45:49 berubah menjadi apa? Al hayawan al 45:52 mutawahhis, binatang yang buas. 45:56 Penyakit ini bisa ada pada manusia, bisa 45:58 membuat manusia ini 46:00 tidak lagi merasa takut, gentar di saat 46:02 dia menumpahkan darah saudaranya. Bahkan 46:04 dia menikmati di saat mencium bau 46:06 anyirnya darah. 46:08 Dia tidak merasa canggung di saat 46:10 menjadikan manusia sebagai tangga bagi 46:12 dirinya untuk menuju kemuliaan. 46:14 Dia tidak merasa risih di saat 46:16 mengeluarkan kata-kata yang kasar, 46:17 kotor, mencaci maki saudaranya. 46:20 Antum bayangkan coba. 46:21 Iya, iya. 46:22 Kehilangan kemanusiaannya. 46:23 Ini kehilangan betul-betul kemanusiaan. 46:27 Kalau manusia sudah seperti ini, 46:29 maka 46:31 bukan hanya dia merusak dirinya, merusak 46:33 orang lain, dan orang seperti ini kelak 46:35 akan menjadi 46:37 bahan bakar api neraka wal iyadzubillah. 46:41 Oleh karena itu, 46:43 bagaimana kita dapat memaintain diri 46:45 kita 46:46 agar tetap kita berada dalam keadaan fi 46:49 ahsani taqwim. 46:50 Agar kita dapat kembali kepada 46:52 fitrahnya. 46:54 Nah, perintah-perintah Allah seperti 46:56 salat yang menghubungkan hati kita 46:58 dengan Allah. 47:00 Salat yang selalu menghubungkan hati 47:02 kita dengan Allah, bukan hanya 47:04 bacaan-bacaan dan gerakan yang tidak 47:06 kita pahami, tapi bacaan yang kita 47:08 pahami artinya. 47:10 Menyadari akan 47:12 Allah berdiri di hadapan. 47:15 Pada saat dia rukuk, sujud, dia merasa 47:17 rukuk, sujud di hadapan Allah. Pada saat 47:19 dia meminta, dia merasakan bagaimana 47:21 Allah subhanahu wa taala mengabulkan 47:23 permintaannya. 47:25 Hatinya selalu ingin bersama Allah dan 47:28 keridhoannya. Bukan bersama kehidupan 47:31 dunia. Di saat hatinya tertuju pada 47:33 dunia, maka Allah hanya akan menjadi 47:35 alat. Agama juga akan menjadi alat dan 47:37 perisai. 47:39 Pada saat tersebut yang akan diminta 47:40 hanya dunia dan kesenangannya, lupa 47:42 kepada Allah subhanahu wa taala. 47:45 Tapi di saat orang hatinya betul-betul 47:48 tertuju pada Allah subhanahu wa taala, 47:51 maka dengan sendirinya perhatiannya akan 47:54 tertuju pada apa-apa yang diridhoi 47:56 Allah. 47:57 Oleh karena itu, manusia dapat dibagi 48:00 menjadi dua golongan. Satu abnauddunya, 48:02 satu abnaul akhirat. 48:04 Yang pertama putra-putra dunia, 48:07 yang kedua putra-putra 48:10 akhirat. 48:13 Siapa yang dimaksudkan dengan 48:14 abnauddunya? 48:19 Yang dimaksudkan dengan abnauddunya 48:21 adalah yang menjadikan dunia sebagai 48:23 fokus perhatian dan tujuan. 48:27 Oleh karena itu, di mana pun dia berada, 48:31 apa pun latar belakangnya, apa pun ilmu 48:33 dan penguasa kekuasaannya, semuanya apa? 48:36 Akan ditujukan untuk dunia. 48:39 Sampai-sampai 48:41 orang yang berilmu agama, hafal Alquran, 48:46 orang yang dikenal sebagai tokoh agama, 48:49 disaat dia menjadikan dunia sebagai 48:50 tujuannya, 48:51 maka dia dengan sendirinya 48:53 tidak akan peduli tentang hak dan batil, 48:56 halal dan haram. Dia akan tempatkan 48:58 ayat-ayatnya, 49:00 dia akan berikan jawaban mengenai agama 49:02 yang bisa menguntungkan dunianya. 49:05 Jadi, abnauddunya bukan hanya orang yang 49:08 bekerja dalam urusan dunia semata, tapi 49:10 orang-orang yang menjadikan dunia 49:12 sebagai tujuan dan pekerjaannya 49:14 seluruhnya 49:15 ditujukan untuk tujuan dunia. 49:19 Tapi kalau abnaul akhirat, putra-putra 49:21 akhirat yang menjadikan Allah dan hari 49:23 akhirat tujuannya. 49:26 Sedangkan keahlian yang dimiliki, 49:28 profesi yang dikuasai, 49:30 baik dia seorang dokter, baik seorang 49:32 desainer, seorang insinyur, seorang 49:35 pengusaha, seorang pejabat, baik dia 49:37 aparat TNI-nya, kepolisiannya, atau 49:39 sipilnya, 49:41 atau wakil rakyatnya, karena tujuannya 49:43 Allah dan hari akhirat, maka dia akan 49:46 bekerja, berbicara sesuai dengan 49:48 keridaan Allah. Dia tidak akan 49:50 berbohong, tidak akan berkhianat, tidak 49:52 akan mengumpulkan harta dari cara yang 49:54 tidak benar dan tidak akan mengarah 49:56 menyalahgunakan jabatan. 50:00 Jadi, yang menjadi abnaul akhirah bukan 50:02 hanya ustaz, bukan hanya kiai, bukan 50:04 hanya ulama. 50:06 Tapi, setiap orang yang menjadikan Allah 50:09 dan hari akhirat sebagai tujuannya. 50:12 Kalau dia seorang guru, dia mengajar 50:13 dengan tulus ikhlas. Dokter, bukan 50:16 materi yang didambakan tapi keridhoan 50:18 Allah. Sedangkan materi pasti tidak akan 50:21 meninggalkan dirinya. 50:22 Allah tidak akan menyia-nyiakan orang 50:24 yang beramal untuk dirinya. 50:27 Jadi, 50:29 penting sekali betul-betul kita ini 50:31 untuk membuat kehidupan kita lurus, 50:34 menjadikan Allah dan hari akhirat 50:36 sebagai tujuan kita. 50:38 Hingga semua upaya kita, semua 50:41 pembicaraan kita akan mengarahkan kita 50:43 ke sana. 50:44 Tapi, begitu hati kita menjadikan dunia 50:47 sebagai tujuan, maka siap-siaplah kita 50:50 akan dikendalikan dan diperbudak oleh 50:52 setan. 50:54 Jadi, abnaul akhirah, ya, 50:57 bukan khusus untuk para ustaz dan kiai, 51:00 ya. 51:01 Tapi, apa? Semua orang yang bekerja 51:05 untuk Allah dan Rasul-Nya, baik dia 51:08 seorang guru matematik, guru fisika, 51:10 guru kimia, guru bahasa Inggris, bisa 51:12 dia mengajarkan murid-muridnya untuk 51:15 betul-betul menguasai ilmunya dan 51:17 mengingatkan mereka akan amanat mereka 51:19 dan tanggung jawab mereka di hadapan 51:21 Allah. Hingga di saat menjadi seorang, 51:24 katakan sarjana, sarjana yang 51:26 bertanggung jawab, betul-betul sadar 51:28 akan dirinya sebagai seorang khalifah. 51:30 Menjadi pengusaha juga pengusaha yang 51:32 bagaimana? Yang sadar bahwa harta 51:34 merupakan amanat dan ujian. 51:37 Dan dia diwajibkan untuk berjuang dengan 51:40 apa yang dia miliki. 51:42 Begitu juga para alim ulama. 51:44 Sadar bahwa ilmu ini bukan kebanggaan, 51:47 kesombongan. Ilmu merupakan apa? Amanat. 51:51 Kalau dia menyalahgunakan ilmunya, maka 51:53 kelak dia akan berdiri di hadapan Allah 51:55 Subhanahu Wa Ta'ala. Oleh karena itu 51:57 abnaul akhirah akan selalu teringat pada 52:00 hadis Nabi kita Muhammad Shallallahu 52:02 Alaihi Wasallam. 52:03 La tazulu qodama abdin hatta yus ala an 52:08 arba. 52:09 Dua telapak kaki anak Adam tidak akan 52:12 bergeser dari apa? Pertanyaan dan 52:14 timbangan Allah. 52:16 Sampai dia menjawab empat perkara. 52:21 An umrih. 52:23 Fima afnah. Bagaimana dia menghabiskan 52:26 umurnya. 52:27 Wa an jismih, tentang tubuhnya. Fima 52:31 ablah, bagaimana dia mempergunakan 52:34 masa-masa kesehatannya, kekuatannya. 52:37 Wa an malihi dan hartanya. Min aina 52:41 iktasabah, dari mana dia dapat? Wa fima 52:44 anfaqoh, dan di mana dia keluarkan bakal 52:46 ditanya oleh Allah. Yang keempat, wa an 52:48 ilmih, tentang ilmunya. Fima fa'ala bih, 52:51 bagaimana dia mempergunakan ilmunya. 52:54 Nah, di saat dia sadar betul-betul 52:56 dan selalu mengawasi Allah pada ucapan 52:59 dan perbuatannya, niscaya hidupnya akan 53:01 lurus. Oleh karena itu, yang 53:03 menyelewengkan manusia adalah hubbud 53:06 dunya. 53:07 Mencintai dunia, 53:08 mencintai 53:10 apa-apa yang terdapat di dunia melebihi 53:12 cinta kita pada Allah Subhanahu Wa 53:14 Ta'ala dan Rasul-Nya. 53:15 Maka Rasulullah pernah berkata kepada 53:17 seorang sahabat ketika sahabat 53:18 mengatakan, "Ya Rasulullah, aku 53:20 mencintai Engkau melebihi 53:24 anakku, 53:26 melebihi istriku, melebihi juga kedua 53:30 orang tuaku, kecuali diriku." Rasulullah 53:33 mengatakan, 53:34 "Kamu belum beriman hingga Engkau 53:36 mencintai aku melebihi segala-galanya." 53:40 Apakah Rasulullah 53:42 meminta, mengharapkan kecintaan manusia? 53:46 Sama sekali tidak. 53:48 Tapi kenapa Rasulullah mengatakan 53:49 begini? 53:50 Karena kalau seseorang lebih mencintai 53:52 dirinya 53:53 dari Allah dan Rasul-Nya, maka dengan 53:56 sendirinya dia akan korbankan Allah dan 53:58 Rasul-Nya demi kecintaan pada dirinya. 54:01 Begitu juga kalau dia mencintai dunia 54:02 melebihi cintanya pada Allah dan 54:04 Rasul-Nya, pasti dia akan jual apa? 54:07 Jual Allah dan Rasul-Nya untuk dunianya. 54:12 Jadi sebetulnya 54:14 syarat pertama yang mesti kita 54:15 perhatikan untuk meluruskan hidup kita, 54:18 kita betul-betul harus mengutamakan 54:20 Allah, 54:21 Rasul-Nya dan hari akhirat dari 54:24 kehidupan dunia ini. 54:26 Baru pada saat itu kita apa? Akan siap 54:29 menerima hidayah dan petunjuk Allah. 54:31 Baru perhatian kita akan tertuju pada 54:34 apa yang Allah ridai, begitu pula tutur 54:36 kata kita. 54:38 Tapi walaupun seorang tamat dari 54:40 Al-Azhar, tamat dari Ummul Qura, dari 54:43 Jami'ah Islamiyah di Madinah, dari 54:45 sekolah-sekolah tinggi ilmu keislaman, 54:48 kalau tujuan dari belajar untuk dunia, 54:50 maka dunia akan menarik dirinya, akan 54:54 menyibukkan dirinya, akan menjauhkan 54:56 dirinya dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. 54:59 Akhirnya seperti yang Allah katakan 55:00 dalam suratul Kahfi, qul hal 55:02 munabbi'ukum 55:04 bil akhsarina a'mala. Katakan, mau tidak 55:07 kalian kami tunjukkan siapa orang yang 55:10 paling merugi amalnya? 55:13 Dijawab oleh Allah, 55:15 alladzina dhalla sa'yuhum fil hayati 55:18 dunya, itu mereka-mereka yang sesat amal 55:21 usaha mereka dalam kehidupan dunia, 55:23 wahum yahsabuna annahum yuhsinuna sun'a, 55:26 tapi mereka beranggapan orang yang 55:28 paling apa? 55:30 Paling baik amal-amal yang mereka 55:33 lakukan. 55:35 Mereka beranggapan merekalah orang yang 55:37 terbaik amalnya. 55:41 Bahaya enggak kalau orang 55:43 tersesat, menyimpang tapi menganggap 55:45 dirinya yang paling baik. 55:48 Ulaika ladzina kafaru bi ayati robbihim 55:51 wa liqoihi. Merekalah orang yang ingkar 55:53 kepada ayat Allah dan perjumpaan dengan 55:55 Allah. Kenapa? Karena dunia. 55:59 Karena kecintaan pada dunia, kecintaan 56:01 pada dirinya melebihi Allah dan 56:03 Rasul-Nya, akhirnya ingkar pada 56:05 ayat-ayat Allah wa liqoihi dan saat 56:07 perjumpaan dengan Allah. 56:10 Fahabithot a'maluhum fala nuqimu lahum 56:13 yaumal qiyamati wazna. Maka amal mereka 56:15 semua berguguran, tidak ada satupun dari 56:18 amalnya yang layak ditimbang oleh Allah. 56:20 Jadi kalau dia pernah berbuat kebaikan, 56:21 pernah sedekah, pernah berinfak, semua 56:24 tidak akan dilihat oleh Allah, sia-sia, 56:26 tak berguna. 56:28 Dzalika jaza uhum jahannamu bima kafaru. 56:32 Maka itulah 56:33 atau merekalah orang-orang yang balasan 56:35 mereka api neraka jahannam disebabkan 56:37 karena keingkaran mereka. Wattakhodzu 56:40 ayati wa rusuli huzwa. Dan mereka 56:43 menjadikan ayat-ayatku dan Rasul-Rasulku 56:46 sebagai apa? Sebagai olok-olokan, 56:49 sebagai bahan tawa. Ini yang kita jumpai 56:51 saat ini. 56:52 Orang yang menyampaikan amanat Rasul 56:54 ditertawakan, 56:56 ya. 56:57 Tapi justru orang-orang yang berbicara 56:59 bohong, berbicara tidak benar diiyakan. 57:03 Jadi kesimpulan dari pelajaran kita pagi 57:05 hari ini 57:07 kalau kita ingin betul-betul 57:09 mempersiapkan diri kita untuk 57:12 menerima rahmat hidayah Allah dan 57:14 menjaga keutuhan dari kemanusiaan kita, 57:17 pertama-tama kita harus mengutamakan 57:19 Allah, 57:21 Rasul-Nya dan hari akhirat. Ini yang 57:23 akan meluruskan hidup kita. Oleh karena 57:25 itu kenapa 57:27 kalimat tauhid, ya, menjadi apa? Menjadi 57:30 pintu masuk kita ke dalam agama Allah. 57:33 Asyhadu an la ilaha illallah wa asyhadu 57:36 anna Muhammadan Rasulullah. 57:39 Pertama kita membersihkan diri kita, 57:42 jiwa kita dari apa? 57:44 Dari adanya Tuhan-Tuhan. 57:47 Kecuali hanya 57:48 Allah. 57:50 Nah, begitu kita mentauhidkan Allah, 57:53 menjadikan Allah sebagai tujuan utama 57:55 kita, begitu pula hari akhirat dan 57:57 Rasul-Nya serta bimbingannya, maka 58:00 selain dari Allah dan Rasul-Nya, selain 58:03 dari kitab Allah Subhanahu wa Ta'ala, 58:05 semua tempatnya di belakang. 58:07 Tapi apa yang sejalan dengan kitab 58:09 Allah, itu yang kita akan utamakan. Tapi 58:11 mereka-mereka yang mempersekutukan 58:13 Allah, yang mengutamakan selain Allah 58:15 Subhanahu wa Ta'ala, ini merupakan awal 58:17 dari penyimpangan yang akan membawa 58:19 menuju kesesatan dan jurang penyesalan. 58:23 Azab di hari akhirat. Wallahu a'lam. 58:26 Subhanakallahumma wa bihamdik. Asyhadu 58:28 an la ilaha illa anta, astaghfiruka wa 58:31 atubu ilaik. Wal afwu minkum. 58:33 Wassalamualaikum warahmatullahi 58:35 wabarakatuh. 58:36 Alhamdulillah, kawan-kawan. Jelas tadi 58:38 dijelaskan oleh Ustaz Husein Alatas ya. 58:41 Mengenai sifat-sifat manusia. 58:43 Baik, terima kasih atas perhatian Anda. 58:44 Terima kasih Ustaz Husein, Ustaz Totong. 58:47 Yang kita akan jumpa lagi di pada hari 58:50 Selasa depan. Saya Muhammad Krisna, 58:52 Neiza, Candra, Bima, kemudian juga 58:55 ee 58:56 ada Hafiz. 58:57 Kemudian juga Anis Mualim. 59:00 Ee Fahri dan Yusuf Subangkit mohon 59:02 pamit. Wabillahi taufik wal hidayah. 59:04 Wassalamualaikum warahmatullahi 59:05 wabarakatuh. 59:05 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:06 wabarakatuh. Alhamdulillah.