Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 [musik] 0:12 Bismillahirrahmanirrahim. 0:13 Assalamualaikum warahmatullahi 0:15 wabarakatuh. Waalaikumsalam. 0:17 Alhamdulillahirabbilalamin. 0:19 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:21 wa ala ali sayyidina Muhammad. Ikhwan 0:24 dan akhwat yang dirahmati Allah 0:25 subhanahu wa taala. 0:27 Bagaimana kabar Anda di siang hari ini? 0:30 Semoga dalam keadaan sehat walafiat dan 0:33 selalu dalam lindungan Allah subhanahu 0:36 wa taala. 0:38 Di hari ini ikhwan dan akhwat, 0:39 alhamdulillah kita akan membahas tentang 0:42 bulan-bulan suci atau bulan-bulan yang 0:45 disucikan oleh Allah taala. Itu yang 0:47 menjadi tema kita di hari ini. Bukan 0:50 karena adat atau budaya, tapi karena 0:52 kehendak dan ketetapannya dalam Alquran. 0:56 Di antara 12 bulan, ada empat yang 0:58 dijadikan istimewa. Bulan ini bukan 1:01 sekedar penanda waktu, tapi panggilan 1:03 ilahi untuk mendekat, menahan diri dari 1:06 keburukan dan memperbanyak kebaikan. 1:09 Pada siang hari ini ikhwan dan akhwat, 1:10 telah hadir guru kita, 1:13 Ustaz Fawaz Abi Zawiyah yang akan 1:15 menemani kita dalam program tausiyah 1:18 siang. Semoga apa yang beliau sampaikan 1:21 bermanfaat dan berkah bagi kita semua. 1:23 Kita langsung saja menyapa guru kita. 1:25 Assalamualaikum warahmatullahi 1:27 wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam 1:29 warahmatullahi taala wabarakatuh. Sehat, 1:31 Ustaz? Alhamdulillah [berdehem] sehat. 1:32 Alhamdulillah. 1:34 Saya Biagus ditemani Ondy di switcher 1:36 Rasel TV, serta ada Bung Fahri dan juga 1:40 ada Bung Algi di operator radio. Baiklah 1:43 ikhwan dan akhwat, kita langsung saja 1:45 menyimak 1:46 pemaparan yang akan disampaikan oleh 1:49 beliau. Tafadhol, Ustaz. Alhamdulillah. 1:52 Salamullahi alaikum jami'an, ayyuhal 1:55 mustami'un, 1:57 ayyuhal musyahidun, warahmatullahi 2:00 ta'ala wabarakatuh wa magfiratuhu wa 2:03 ridwanuhu. 2:05 Alhamdulillah wassalatu wassalam ala 2:07 afdali khalqillah. 2:10 Alhamdulillah alladzi ahalla syai'an wa 2:13 harramahu. 2:15 Alhamdulillah ala ni'amihi al 2:17 mutakatsirah. 2:18 Alhamdulillah ala minanihil 2:21 mutaghamirah. 2:22 Alhamdulillah. 2:24 Hamdan thayyiban mubarakan fihi kama 2:26 yuhibbu rabbuna wa yardha. Alhamdulillah 2:29 alladzi bi ni'matihi tatimmus shalihat. 2:32 Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la 2:34 syarikalah wa asyhadu anna Muhammadan 2:36 abduhu wa rasuluh shallallahu wasallama 2:39 baraka alaih wa ala alihi wa shahbihi wa 2:43 tabi'ina lahum 2:45 bi ihsanin ila yaumiddin. Amma ba'du 2:47 subhanaka 2:49 la ilmalana illa ma allamtana innaka 2:52 antal alimul hakim wa la haula wa la 2:56 quwwata illa billahil aliyil adzim. 2:59 Rabbi syrahli sadri wa yassirli amri 3:04 wahlul uqdatan min lisani yafqahu qauli. 3:08 Rabbana atina min ladunka rahmatan wa 3:12 hayyi lana min amrina rasyada. 3:15 Rabbana zidna ilman. 3:18 Hab lana hukman alimna min ladunka ilman 3:21 tawaffana musliman walhiqna bis 3:25 shalihina wa akhiru da'wana 3:28 alhamdulillahirabbil 3:31 alamin. 3:34 Alhamdulillah ma'asyiral hadirin 3:36 mustami'in mustami'at musyahidin 3:38 musyahidat pemirsa pendengar Radio 3:42 Silaturahim AM 720 3:45 Rasul TV 3:47 kanal YouTube yang yang menyiarkannya 3:49 ataupun radio-radio yang bersinergi 3:51 dengan Radio Silaturahim, baik yang ada 3:53 di Jawa Barat, Sukabuminya, Jawa Tengah 3:56 mulai Semarang, kemudian Magelang hingga 3:58 Jogja, Jawa Timur, Surabaya, Bondowoso 4:03 hingga Banyuwangi, 4:04 bahkan Bali, kemudian juga yang ada di 4:06 Sumatera, mulai Palembang, Batam hingga 4:10 negeri jiran, kemudian juga di 4:13 Kalimantan, Pontianak, di Sulawesi, Palu 4:17 hingga Papua, ataupun yang mendengarkan 4:19 melalui Radio Garden Internasional di 4:22 mana saja berada, hafizakumullah 4:25 waroakum, mari kita buka 4:27 tausiah siang hari ini, sebelum kita 4:29 merenungkan panduan ayat-ayat suci 4:31 Alquran tentang bulan suci dan hal-hal 4:34 yang disucikan Allah Subhanahu wa taala. 4:37 Kita buka dengan ummul Quran, suratul 4:39 Fatihah. Bermohon kepada Allah tabaraka 4:42 wa taala, mudah-mudahan kita sekalian 4:45 dijadikan oleh Allah min ahlil Fatihah. 4:48 Diri kita, 4:49 istri, anak, cucu, menantu, 4:52 paman, bibi, kakek, nenek, guru, teman, 4:55 sahabat, murid yang masih hidup, Allah 4:57 jadikan kita semua min ahlil Fatihah. 5:00 Allah gabungkan kita bersama orang-orang 5:02 yang senantiasa dibimbing oleh Allah 5:04 Subhanahu wa taala, orang-orang yang 5:07 telah pernah diberikan nikmat oleh Allah 5:09 kepada mereka, minan nabiyyin, as was 5:12 siddiqin, was syuhada'i, was sholihin. 5:15 Dan mudah-mudahan Allah jadikan kita 5:17 semua min ahlil Quran. Allah jadikan 5:20 kita semua orang-orang yang dirahmati, 5:22 diampuni, dibimbing, dan diredai oleh 5:24 Allah Subhanahu wa taala. 5:27 Dan khususnya kita doakan para guru-guru 5:28 kita, orang tua kita sudah meninggal 5:30 dunia, mudah-mudahan dengan keberkahan 5:32 suratul Fatihah, Allah berkenan berikan 5:34 rahmat pada mereka, ampunan, kesejukan 5:37 dalam kuburnya, dan Allah jadikan 5:39 kuburnya raudhah min riyadhil jannah. 5:41 Tentunya tak lupa kita niatkan untuk 5:43 Baginda Nabi Besar Muhammad shallallahu 5:45 alaihi wasallam wa baraka alaih, 5:47 istrinya, keluarganya, anak cucunya, 5:50 para sahabatnya. Dan juga kita mohon 5:52 pada Allah Subhanahu wa taala para 5:54 ulama-ulama kita semua, guru-guru kita 5:56 semua. Dan juga yang masih hidup kita 5:58 tak lupakan, orang tua kita masih hidup, 6:00 guru-guru kita masih hidup. Kemudian 6:03 orang-orang yang mengenalkan kita kepada 6:04 Islam, bilkhusus founder Radio 6:06 Silaturahim yang senantiasa mengenalkan 6:08 kita, mengajak kita kepada Alquran, 6:11 gurunda kita Alustaz Husein bin Hamid 6:12 Alattas, Alustaz Hamzah bin Alattas 6:15 Alattas, guru kami Alwalid Abah Habib 6:17 Rahman bin Syekh Alattas, Alhabib Umar 6:19 bin Ahmad Alattas, Abuya K.H. Ghazali 6:21 Musannif, Abina K.H. Muhammad Yasin 6:23 Ulumuddin, Amina K.H. Syihabuddin, 6:26 guru-guru kami yang ada di pesantren 6:27 Langitan Sarang dan kemudian yang ada di 6:29 Hadramaut khususnya gurunda kami Alhabib 6:31 Abubakar bin Muhammad bin Faqih, Alhabib 6:33 Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, 6:36 kemudian yang ada di Madinah Alhabib 6:37 Zein bin Ibrahim bin Sumaith, yang di 6:39 Mekah Abuya Sayyid Ahmad bin Muhammad 6:41 Almaliki wa ikhwanihi aljami', 6:43 mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala 6:46 berikan mereka istikamah, kesabaran 6:48 dalam mendakwahkan Islam. Ataupun yang 6:50 nun jauh di sana ada Sayyid Kamal Bagir 6:52 Alhaidari, kemudian Dr. Adnan Ibrahim 6:54 Alhasani, kemudian Sayyid Almansur 6:56 Alkayali, Syekh Fadil Shaleh AsSamirai 6:58 AlBaghdadi, mudah-mudahan mereka semua 7:00 Allah senantiasa berikan anugerah 7:03 panjang umur, 7:05 usia yang panjang, berkah, sehat afiat, 7:07 dimudahkan segala urusannya, disampaikan 7:09 keinginan dan cita-citanya, Allah 7:11 jadikan manfaat buat ummah Alislamiyah. 7:14 Begitupun ulama-ulama yang ada di 7:15 Nusantara kita ini. Ala hadzihinniyah wa 7:18 kulli niyatin shalihah wa ila hadhratin 7:20 nabiil musthafa Muhammadin sallallahu 7:23 alaihi wa alihi wasallam Al Fatihah. 7:28 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 7:33 Bismillahirrahmanirrahim. 7:37 Alhamdulillahirabbil 7:41 alamin. Arrahmanirrahim. 7:44 Maliki Yaumiddin. 7:47 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. 7:53 Ihdinash shirothol mustaqim, 7:57 shirothalladzina 7:59 an'amta alaihim, ghairil maghdubi 8:02 alaihim waladh dhollin. 8:08 Rabbighfirli wali walidayya walil 8:11 mukminin, amin, 8:15 ya rabbal alamin. 8:17 Alhamdulillah para ikhwan dan akhwat 8:19 yang dirahmati Allah Subhanahu wa 8:21 Ta'ala. 8:23 Alhamdulillah kita sudah berada 8:26 di bulan Dzulqa'dah. 8:29 Satu dari empat bulan yang disebutkan 8:32 bagian dari Asyhurul Hurum. 8:36 Yang mana Allah Subhanahu wa Ta'ala 8:38 perintahkan kita 8:40 untuk menjaga kemuliaan Asyhurul Hurum. 8:45 Di atas bulan-bulan yang lain tentunya. 8:48 Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala 8:50 terangkan hal ini dalam Alquran surat 8:52 At-Taubah 8:54 ayat 36 yaitu firman Allah Subhanahu wa 8:57 Ta'ala 8:58 ba'da an a'udzubillahis 9:03 sami'il alim minasyaitanirrajim. 9:08 Bismillahirrahmanirrahim. 9:13 Inna iddatasy syuhuri indallahi 9:17 isnatsa asyaro syahro. 9:21 Itsnatsa asyaro syahron fi kitabillahi 9:25 yauma kholaqos samawati wal ard 9:29 minha 9:31 arba'atun hurum. 9:34 Dzalika dinul Qayyim. 9:38 Fala tadzlimu fihinna 9:42 anfusakum. 9:43 Wa qatilul musyrikina kaffah. 9:50 Wa qatilul musyrikina kaffatan 9:55 kama yuqatilunakum 9:58 kaffah. 10:00 Wa'lamu annallaha 10:03 ma'al muttaqin. 10:08 Sadaqallahul adzim. 10:10 Allahumma arhamna bil Quran. 10:13 Waj'alhu lana imaman. 10:15 Wa nuran wa hudan wa rahmah. 10:18 Allahumma dzakkirna min huma nusina. 10:22 Allimna min huma jahilna. Warzuqna 10:25 tilawatahu ana'al lail. Wa atrafan 10:29 nahar. Ya arhamar rahimin ya rabbal 10:32 alamin. Alhamdulillah. 10:39 Kang Abi Agus. 10:40 Kang Ondy. Siap. Kang Fahri. 10:43 Kang Algi. Yang membersamai kita di 10:46 studio siang hari ini. 10:48 Coba kita renungkan ini. 10:50 Firman Allah Subhanahu wa ta'ala tentang 10:53 ketetapan Allah. 10:55 Semenjak Allah Subhanahu wa ta'ala 10:57 ciptakan langit-langit dan bumi. Apa 10:59 kata Allah? 11:00 Sungguh bilangan bulan. 11:03 Di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala. 11:07 Ada 12 bulan. 11:10 Putaran waktu ya. 11:11 Dalam setahun ini ada 12 bulan. 11:15 Ini Allah Subhanahu wa ta'ala tetapkan 11:18 dalam ketetapannya dalam catatannya 11:20 semenjak Allah ciptakan langit-langit 11:23 dan bumi. 11:25 Bahwa putaran hari. 11:28 24 jam. 11:29 Putaran pekan 7 hari. 11:32 1 bulan, 29-30 hari, dan putaran 11:37 apa? Tahun ada 12 bulan. 11:41 Dari 11:42 12 bulan ini kata Allah, ada asyhurul 11:46 hurum. 11:47 Bulan-bulan yang disucikan Allah. 11:50 Kata hurum diambil dari kata-kata 11:53 harama. 11:54 Artinya tercegah, 11:57 terlarang, 11:59 disakralkan, 12:01 disucikan, 12:03 diharamkan oleh Allah tabaraka wa taala. 12:07 Asyhurul hurum ini kata Allah. 12:09 Nah, ini sebuah 12:12 aturan Allah yang Allah sebutkan dengan 12:14 zalikaddinnulqayyim. 12:17 Itulah ajaran agama yang qayyim. 12:21 Yang tegak lurus, 12:23 bernilai, ya. 12:29 Dan Allah subhanahu wa taala beritahukan 12:31 bahwa 12:32 kita dilarang oleh Allah subhanahu wa 12:34 taala 12:36 melakukan kezaliman 12:38 pada 4 bulan suci tersebut. 12:41 Fala tazlimu fihinna anfusakum. 12:44 Ajaran agama yang begitu lurus, 12:48 tegak, 12:50 bernilai, 12:53 begitu memiliki qimah, ajaran yang 12:55 begitu memiliki 12:57 nilai-nilai yang begitu berharga, begitu 13:00 mahal. 13:02 Dan addin ini adalah ajaran Allah, 13:04 aturan Allah. 13:06 Dan ingat, din ini semua memiliki 13:10 aturan, 13:11 dan ada memiliki nilai, serta balasan 13:16 yang akan diterima bagi orang yang 13:18 mengikuti ajaran tersebut. 13:21 Nah, Allah perlu pertegas dengan 13:22 zalikaddinnulqayyim. 13:24 Bahkan Allah katakan fala tadzlimu 13:26 fihinna anfusakum. 13:29 Mengapa? Karena 13:31 empat bulan ini 13:33 bulan yang sangat disucikan oleh Allah 13:36 Subhanahu wa Ta'ala. 13:39 Dzulqa'dah, 13:41 Dzulhijjah, Muharram, dan nanti Rajab 13:43 sendirian. 13:46 Jika kita renungkan 13:48 kata-kata hurum, 13:50 artinya yang disucikan Allah Subhanahu 13:52 wa Ta'ala. 13:54 Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam 13:56 Qur'an Suratul Hajj ayat ke-30 14:00 memberitahukan kepada umat yang beriman, 14:03 yang beriman kepada Allah dan Alquran 14:06 dengan firman-Nya, 14:08 dzalika wa man yu'adzim hurumatillah 14:12 fahuwa khairun lahu inda rabbih. 14:15 Yang demikian itu, 14:17 maka orang yang 14:18 mau betul-betul mengagungkan, 14:23 menjaga kesucian dan kehormatan hal-hal 14:27 yang dihormat oleh Allah Tabaraka wa 14:30 Ta'ala, 14:33 itu merupakan kebaikan untuk dirinya. 14:35 Yang disimpan di sisi Allah Subhanahu wa 14:38 Ta'ala. 14:40 Dan tentunya al hurumat 14:43 fi asyhurul hurum terlebih lagi. 14:46 Muharramat, itu semua bagian dari 14:51 hal-hal yang disucikan, disakralkan oleh 14:54 Allah 14:55 bagi hamba-hambanya. Maka dari itu makna 14:58 perkara yang haram, artinya 15:01 orang yang beriman kepada Allah dilarang 15:04 melakukan perkara yang haram, tujuannya 15:07 untuk mensucikan diri orang tersebut. 15:11 Dan itu banyak. 15:13 Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah 15:15 satu-satunya 15:16 yang berhak menghalalkan sesuatu dan 15:20 mengharamkan sesuatu yang lainnya. 15:23 Dan itu disebutkan 15:25 berulang-ulang dalam Alquran. 15:28 Bahkan Baginda Nabi Besar Muhammad 15:30 sallallahu alaihi wasallam wa baraka 15:32 alaih 15:34 dilarang oleh Allah subhanahu wa taala 15:38 untuk berani mengharamkan sesuatu yang 15:42 Allah tidak haramkan. 15:45 Satu contoh dalam Alquran surat Al-An'am 15:48 ayat 150. 15:50 Allah berfirman kepada Rasul-Nya, "Qul 15:52 halumma 15:53 syuhadaakumulladzina 15:56 yasyhaduna 15:58 annallaha harrama hadza. 16:01 Fa in syahidu fala tasyhad ma'ahum. 16:05 Wala tattabi' ahwaalladzina 16:07 kadzabu bi ayatina 16:10 walladzina la yu'minuna bil akhirati 16:13 wahum birabbihim ya'dilun. 16:18 Qul ta'alau 16:20 atlu ma harrama rabbukum alaikum 16:24 alla tusyriku bihi syai'a. 16:27 Wabil walidaini ihsana. 16:30 Wala taqtulu auladakum min imlaq. Nahnu 16:34 narzuqukum 16:35 wa iyyahum. Wala taqrabu fawahisya ma 16:39 zahara minha wa ma bathana. Wala 16:42 taqtulun nafsallati harramallahu illa 16:45 bilhaq. Dzalika wassakum bihi la'allakum 16:50 ta'qilun." 16:53 Perkara yang haram artinya perkara yang 16:55 sakral. 16:57 Perkara yang suci. 16:59 Yang dihalangi oleh Allah, dilarang oleh 17:02 Allah untuk dilakukan oleh 17:05 hamba-hambanya yang beriman kepada 17:06 Allah. Tujuannya untuk mensucikan 17:09 dirinya. 17:10 Al-hurumat al-muharramat ya, maka kita 17:14 kalau kita 17:15 ee, namanya, kita baca ayat suci 17:17 Alquran, ada sebutan Al Masjidil Haram. 17:22 Masjid yang suci. 17:25 Makanya kalau kita lagi pergi haji atau 17:26 umrah nih, 17:28 kita akan sering dengar 17:29 para supir-supir angkutan, Kak Abi Agus, 17:33 ketika mengajak kita atau menawarkan 17:35 kita kendaraan untuk ke mana? Untuk 17:38 pergi ke masjid, 17:39 mereka menyebutkan, "Ayo, haram, haram, 17:41 haram, haram." gitu. 17:43 Bukan berarti mereka ngajak orang untuk 17:44 berbuat haram. Maksudnya, "Ayo, silakan 17:48 naik, kita akan pergi ke mana? Berangkat 17:50 ke tanah haram, ke Masjid Al Haram." 17:52 Tanah yang suci, tanah yang sakral, 17:54 tanah yang disucikan Allah tabaraka wa 17:56 taala. Masjid yang sakral, masjid yang 17:59 suci di atas masjid-masjid yang ada di 18:02 permukaan bumi ini. Itu maksudnya Al 18:04 Haram, suci asalnya maknanya, tercegah. 18:08 Tidak sembarang orang boleh 18:11 melewatinya, tidak sembarang orang boleh 18:13 mengkonsumsinya. Itulah barang yang 18:15 haram. 18:16 Nah, di sini ayat kita lihat bagaimana 18:18 Allah subhanahu wa taala dalam Quran 18:19 surat Al An'am. 18:21 Dan surat Al An'am ini 18:23 sebutan lainnya adalah surat At Tauhid. 18:27 Jadi, kalau kita ingin mempelajari 18:28 tentang makrifat kepada Allah, ya, 18:31 kita bisa belajar melalui surat Al 18:34 An'am. 18:35 Sebuah surat Makkiyah yang berisikan 18:37 panduan-panduan dasar tentang 18:41 ketauhidan, 18:43 makrifat kepada Allah dan 18:45 batasan-batasan mana yang dihalalkan dan 18:47 mana diharamkan Allah subhanahu wa 18:49 taala. 18:51 Satu contoh ayat ini, bagaimana Allah 18:52 subhanahu wa taala perintahkan Rasul-Nya 18:55 mengiklankan 18:56 perkara ini. Apa kata Allah? Qul, 18:59 bacakan. 19:00 Qul, katakan wahai Rasulku kepada umat. 19:03 Halumma syuhadaakum, mari bawa sini 19:06 saksi-saksi kalian. 19:09 Alladzina yasyhadun, 19:11 para saksi yang berani bersaksi. 19:14 Annallaha harrama hadza. 19:16 Bahwa Allah mengharamkan hal ini. 19:18 Artinya sesuatu yang tidak Allah Ta'ala 19:21 haramkan. Lalu apabila ada mereka 19:23 orang-orang yang berani bersaksi bahwa 19:25 Allah pernah mengharamkan itu. 19:29 Mana buktinya? 19:31 Silakan bawa juga para saksi. 19:33 Tapi bila dalam Alquran tidak ada 19:35 keharaman itu. 19:37 Hal itu tidak diharamkan dalam Alquran. 19:40 Tidak disebut dalam Alquran sebagai 19:41 perkara yang haram. 19:43 Maka. 19:44 Allah menantang. Memerintahkan Rasulnya 19:46 untuk tantang mereka. Bawa para saksi. 19:49 Berapapun banyaknya para saksi. Ribuan 19:51 saksi sekalipun. 19:53 Yang berani mengatakan bahwa Allah 19:54 mengharamkan sesuatu yang Allah tidak 19:56 sebutkan dalam Alquran. 19:58 Lalu Allah berkata pada Rasulnya. 20:01 Kalau mereka sudah membawa para saksi. 20:03 Berapapun jumlah saksinya. Fa in 20:05 syahidu. Kalau mereka berani bersaksi 20:07 bahwa Allah pernah mengharamkan sesuatu 20:09 yang. 20:11 Tidak disebutkan keharamannya dalam 20:12 Alquran. Maka Allah perintahkan pada 20:15 Rasulnya. Fala tasyhad ma'ahum. 20:19 Jangan dirimu bersaksi. Ikut. Bersama 20:22 mereka. 20:23 Rasul dilarang. 20:25 Dilarang ikut menyaksikan. 20:27 Bersama para saksi-saksi berapapun 20:30 jumlahnya. 20:31 Tentang sesuatu yang Allah Ta'ala 20:33 haramkan. 20:34 Menurut klaim mereka. 20:37 Menurut persaksian mereka. 20:40 Namun rupanya dalam Alquran tidak ada 20:42 keharaman itu. Rasul dilarang oleh Allah 20:45 ikut bersaksi. 20:46 Dan kemudian Allah Subhanahu Wa Ta'ala 20:48 perintahkan Rasulnya wala tattabi'. 20:51 Ahwa alladzina kadzabu bi ayatina. 20:55 Dan jangan sekali-kali dirimu berani 20:58 berittiba'. 20:59 Ikut-ikutan. Ikut serta merta bersama 21:03 orang-orang yang mendustakan ayat-ayat 21:05 Allah. Wah ini penting sekali. 21:08 Banyak dari kita yang berani melontarkan 21:11 ucapan ini halal, ini haram. 21:14 Dalam kitab ini sebutkan halal, di kitab 21:16 ini sebutkan haram. Sedangkan dalam 21:18 Alquran tidak ada keharaman itu. 21:21 Allahu Akbar. 21:23 Nah, orang yang berani berbuat seperti 21:25 itu termasuk orang-orang yang Allah 21:26 katakan kazabu bi ayatillah. 21:30 Kazabu bi ayatina, orang-orang yang 21:32 berani berdusta dan mendustakan 21:34 ayat-ayat Allah. 21:37 Allah larang Rasul-Nya 21:39 mengikuti mereka. 21:42 Beriktiba kepada mereka. Wala tattabi 21:44 ahwa alladzina kazabu bi ayatina. 21:48 Jangan sekali-kali engkau mengikuti 21:50 keinginan 21:51 orang-orang yang telah berani 21:53 mendustakan ayat-ayat Kami. 21:56 Begitupun walladzina la yukminuna bil 21:59 akhirah. 22:00 Dan jangan kamu berani beriktiba, 22:03 ikut-ikutan keinginan orang-orang yang 22:06 tidak mengimani akhirat. 22:09 Ajib. 22:10 Ya. 22:12 Sering sekali kita dengar 22:14 sebutan iman pada hari akhirat. 22:16 Dalam Alquran, beriman pada hari akhirat 22:19 ini 22:20 selalu disandingkan dengan iman kepada 22:22 Allah. 22:24 Apa arti iman? Apakah sekedar percaya? 22:27 Tidak. 22:28 Karena kalau iman hanya diartikan 22:30 sekedar percaya, 22:32 ya, 22:33 maka 22:34 iblis 22:36 masuk dalam kategori orang yang paling 22:38 beriman. 22:40 Arti iman tak lepas dari kata aman. 22:44 Nyaman, tentram. 22:48 Tidak memiliki ketakutan. 22:50 [berdehem] 22:51 Merasa nyaman dekatnya itu namanya iman. 22:54 [batuk] 22:54 [berdehem] 22:54 Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala 22:56 berfirman 22:57 dalam Alquran 23:00 alladzi at'amahum min ju' 23:03 wa amanahum min khauf. 23:06 Kata iman tidak pernah terpisah dari 23:08 kata aman. 23:09 Seseorang yang beriman kepada Allah, 23:12 beriman kepada hari akhir, dia akan 23:15 merasakan kenyamanan 23:17 bersama Allah. 23:19 Nyaman dengan Allah, tidak ada rasa 23:22 takut ya, dari Allah. Kenapa? Sudah 23:26 merasa tentram dan nyaman bersama Allah. 23:29 Nah, beriman pada hari akhir, 23:32 obsesinya, 23:34 tujuan utamanya di kehidupan dunia dari 23:37 bermacam amal perbuatannya hanyalah 23:39 ingin mendapatkan keamanan, kenyamanan 23:42 di hari akhirat. 23:44 Inilah makna beriman. 23:46 Yang di digambarkan sebagai sebuah 23:48 ketundukan atau loyalitas yang total 23:52 kepada apa dan siapa yang diimani. 23:54 Ketika Allah katakan wala tattabi'u ahwa 23:57 alladzina kadzabu biayatina walladzina 24:00 la yu'minuna bil akhirah, 24:02 maka orang-orang yang tidak beriman di 24:04 hari akhir, obsesinya hanyalah 24:06 kenikmatan dan kehidupan dunia yang 24:09 fana. 24:10 Orang beriman kepada Allah, obsesinya 24:12 adalah kenyamanan, keamanan di hari 24:15 akhirat. 24:16 Wahum birobbihim ya'dilun, dan mereka 24:19 orang-orang yang menyimpang dan menjauh 24:22 dari Allah subhanahu wa ta'ala. Jadi, 24:24 dalam ayat ini 24:26 Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan 24:28 kepada Rasul-Nya. Yang pertama, Rasul 24:33 diperintahkan untuk mengumumkan, 24:36 [mendengus] 24:36 kumpulkan orang-orang yang berani 24:38 bersaksi 24:40 bahwa Allah pernah mengharamkan sesuatu, 24:43 namun 24:45 kenyataannya tidak ada hal tersebut 24:48 disebutkan dalam Alquran. 24:51 Maka ketika mereka bersaksi, 24:53 Allah larang Baginda Nabi Muhammad, 24:56 Rasul-Nya ikut bersaksi bersama mereka. 24:59 Artinya, Rasulullah tidak memiliki 25:02 kewenangan mengharamkan sesuatu yang 25:05 Allah tidak haramkan. 25:08 Dan yang kedua, 25:10 Allah Subhanahu wa Ta'ala ra- larang 25:12 Baginda Rasulnya 25:14 untuk mengikuti 25:17 tiga kelompok manusia. 25:19 Yang pertama, 25:21 atau dilarang oleh Allah Ta'ala 25:22 mengikuti 25:24 memenuhi keinginan tiga kelompok orang 25:27 tersebut. Yang pertama, orang-orang yang 25:29 mendustakan ayat-ayat Allah. 25:31 Yang kedua, orang-orang yang tidak 25:33 beriman kepada hari akhirat. 25:35 Yang ketiga, orang-orang yang bersikap 25:37 tidak adil terhadap Allah. 25:40 Bahkan menjauh dari Allah. 25:42 Wahum bi Rabbihim ya'dilun. 25:45 Nah, pada ayat berikutnya, Allah 25:46 Subhanahu wa Ta'ala perintahkan Rasulnya 25:49 untuk membacakan. 25:51 Sebagai penegasan nih, ketika tadi Allah 25:53 katakan halumma syuhada'akum. 25:56 Alladzina yasyhaduna annallaha harrama 25:58 hadza. 25:59 Fa in syahidu fala tasyhad ma'ahum. 26:01 Mengapa? Karena memang dalam Alquran 26:04 Allah tidak menyebutkan keharaman yang 26:07 mereka klaim bahwa itu adalah keharaman 26:09 yang ditetapkan oleh Tuhan. 26:11 Nah, sekarang di ayat 151, Allah 26:13 Subhanahu wa Ta'ala perintahkan Rasulnya 26:16 bacakan 26:18 tentang hal-hal yang diharamkan oleh 26:20 Allah. Dan ini merupakan hal yang 26:22 sakral. Apa itu kata Allah Subhanahu wa 26:25 Ta'ala kepada Rasulnya? Qul ta'alau. 26:28 Rasul, kata kepada mereka, ta'alau, 26:30 kemari. Datang ke sini. 26:34 Atlu ma harrama 'alaikum. 26:36 Ini kan sebagai jawaban tadi. Jawabannya 26:38 apa? Dari klaim bahwa kata mereka Allah 26:41 mengharamkan ini, Allah mengharamkan i- 26:43 itu. 26:45 Kalau tidak ada dalam Alquran, itu 26:46 adalah klaim yang palsu. 26:49 Dan memang repotnya ini, sekarang banyak 26:51 kebohongan yang diviralkan. 26:54 Ya, banyak kebohongan yang diviralkan 26:56 supaya apa? 26:58 Supaya orang-orang terbiasa 27:01 bahwa hal yang palsu, hal yang bohong 27:03 itu menjadi bia- biasa. 27:06 Kan banyak kasus ini. 27:07 Iya kan? 27:08 Contohnya, ya 27:10 banyaklah, termasuk mengatasnamakan aga- 27:13 agama. Mengatasnamakan Allah, 27:16 mengatasnamakan Rasul melalui 27:17 hadis-hadis palsu, tuh. 27:20 Ya, klaim-klaim palsu yang akhirnya 27:23 turun-temurun 27:24 hal itu dianggap kebenaran, padahal itu 27:27 merupakan keboho- 27:29 kebohongan. 27:31 Tapi memang begitu. 27:32 Saya ingat Ustaz Husein bin Hamid 27:34 ya, menceritakan bahwa memang di antara 27:37 strategi musuh-musuh Islam ini 27:40 viralkan kebohongan. 27:42 Viralkan. 27:43 Sehingga semua orang mendengar 27:45 kebohongan tersebut 27:46 ya, sampai mereka mengira itu merupakan 27:50 apa? Kebenaran. Kebenaran. 27:55 Betul enggak? Iya, betul Ustaz. 27:57 Kalau sudah begitu kan susah. 27:59 Contoh, ya dalam pelajaran keagamaan deh 28:02 contohnya ya. 28:03 Hal-hal yang tidak ada dasarnya dalam 28:06 Alquran 28:08 mereka susupkan melalui riwayat yang 28:10 mereka nisbatkan kepada Baginda Rasul 28:12 supaya ini dianggap bagian apa? Dari 28:16 aja- ajaran Islam, padahal itu merupakan 28:19 kebohongan. 28:20 Contohnya, banyak nanti kita akan 28:22 bacakan di pertemuan berikutnya 28:24 insyaallah. Contoh-contoh klaim-klaim 28:27 ya 28:28 yang diklaim sebagai ajaran Islam 28:31 padahal itu tidak ada sumbernya dari 28:34 Alquran, hanya mereka klaim ini ucapan 28:38 Rasul padahal itu kebohongan atas nama 28:40 Baginda Rasul Muhammad sallallahu alaihi 28:43 wasallam wabarakatuh alaihi. 28:45 Baik. 28:47 Allah perintahkan pada Rasul-Nya, 28:48 ta'alau, panggil mereka kemari semua. 28:50 Ayo, sini semua. 28:52 Atlu ma harrama alaikum rabbukum. 28:55 Sekarang aku bacakan hadapan kalian 28:59 apa yang Allah Tuhan kalian pencipta 29:03 kalian haramkan atas kalian. 29:06 Nah, ini berarti apa ini? 29:07 Bagian dari hal-hal yang 29:09 muharramat. 29:10 Ya, yang atau hurumat yang suci. Maka 29:14 hal ini perlu dijaga dan dipastikan 29:17 tidak berlaku atau kita tidak lakukan. 29:19 Apa saja? Yang pertama, alla tusyriku 29:22 bihi syai'a. 29:25 Jangan berani-berani kalian 29:27 memadu cinta Allah 29:32 dengan yang lain. 29:33 Itu makna syirik secara bahasa. 29:36 Biar simpel kita bahasain. Arti syirik 29:38 itu apa? Memadu cinta. 29:42 Ya. 29:42 Karena di mata orang kan syirik itu 29:44 hanya apa? Nyembah pohon, ya enggak? 29:46 Nyembah gunung, nyembah batu, memuja 29:50 keris. Padahal itu hanya bagian kecil. 29:53 Ada hal-hal yang lebih dahsyat dari itu. 29:56 Maka definisi syirik itu dalam Alquran 29:58 surat Al-Baqarah ayat 165, Allah 30:00 sebutkan 30:02 adalah memadu cinta Allah dengan yang 30:07 lain. Itulah makna syirik. 30:09 Itulah pusat dan sumber kekufuran. Allah 30:12 berfirman, 30:13 Wa minan nas may yattakhizu min 30:17 dunillahi 30:19 andada. 30:22 Yuhhibbunahum 30:24 kahubbillah. 30:27 Walladzina amanu 30:30 asyaddu hubban lillah. 30:36 Wa minan nas, ada sebagian orang. 30:40 Ada sebagian manusia, ada. 30:43 Man yattakhizu. orang yang berani 30:46 mengangkat 30:48 menjadikan mindunillah 30:51 dari selain Allah. 30:54 Anda dan tandingan-tandingan bagi Allah. 30:59 Yuhhibbunahum, 31:01 mereka mencintai 31:03 tandingan itu kahubbillah, seperti 31:06 mereka mencintai Allah. Nah, ini yang 31:08 enggak bagus yang dimaksud dengan 31:10 syirik. 31:11 Mencintai selain Allah seperti mereka 31:15 mencintai 31:16 Allah. Alias memadu cinta Allah dengan 31:21 yang lain. 31:23 Itulah 31:24 orang-orang yang syirik. Melakukan 31:26 perbuatan syirik. 31:27 Sedangkan orang beriman, walladzina 31:29 amanu asyaddu hubban lillah. 31:33 Sedangkan orang-orang yang beriman itu, 31:36 cinta mereka kepada Allah lebih 31:39 dari cintanya kepada selain 31:42 Allah. 31:44 Sekalipun terhadap dirinya. 31:46 Sekalipun terhadap orang tuanya. 31:49 Terhadap istrinya. 31:51 Anak-anaknya. 31:52 Negeri, bangsa, dan negaranya. 31:55 Cinta kepada Allah asyaddu. 31:58 Lebih dari kepada yang lain. Kalau orang 32:00 yang mencintai selain Allah seperti 32:05 cintanya kepada Allah, 32:07 maka itu adalah puncak atau sumber dari 32:11 kesyirikan atau kekufuran. 32:16 Itu jadi apa arti syirik? Alla tusyrik 32:18 bisyai'ah. 32:20 Ya, kalau bahasa kita kan menyekutukan 32:21 Allah dengan yang lain. Kalau bahasa 32:23 yang sekarang ini perlu kita viralkan, 32:24 nah ini 32:26 memadu cinta Allah dengan Yang lain. 32:28 Yang lain. 32:30 Kita akan lanjut setelah jeda berikut. 32:33 Insya [tertawa] Allah. Masya Allah. 32:34 Baik Ustaz, terima kasih banyak. 32:37 Masya Allah, Ikhwan dan Akhwat. Eh, tadi 32:39 tentang banyaknya ketukan Allah tadi di 32:42 akhir eh pemaparan yang beliau 32:44 sampaikan. Kami akan kembali setelah 32:47 jeda nasid berikut ini. Tetaplah bersama 32:50 kami. 32:58 Rasul [musik] 32:59 TV 33:06 [musik] 33:18 Radio silaturahim untuk Islam yang satu. 33:21 Ikhwan dan Akhwat yang dirahmati Allah 33:22 Subhanahu wa taala. 33:24 Terima kasih, Anda masih bersama kami di 33:28 kesempatan hari ini. Tausiah siang 33:30 bersama Ustaz Fawaz Abi Zawiyah. 33:34 Dan kita masuk ke pertanyaan pertama, 33:38 Pak Ustaz, dari Fahri 33:40 di Cibubur. Assalamualaikum 33:42 warahmatullahi wabarakatuh. 33:44 Waalaikumsalam warahmatullahi 33:46 wabarakatuh. Mohon maaf, Pak Ustaz, saya 33:48 ingin bertanya tentang adab berwudu. 33:51 Ketika berwudu, apakah diperbolehkan 33:53 hanya menggunakan handuk atau sarung? 33:56 Karena pada umumnya orang di kampung 33:58 mandinya di pancuran ketika berwudu 34:00 hanya menggunakan handuk atau sarung. 34:02 Setelah selesai berwudu baru memakai 34:04 baju. Mohon penjelasan, sah tidak 34:07 wudunya? Terima kasih. 34:10 Rabbana zidna ilman alhiqna bissolihin. 34:15 [berdehem] 34:17 Syarat sah wudu. 34:20 Apakah 34:21 [menghela napas] 34:22 sah berwudu hanya menggunakan handuk 34:25 atau sarung? Bahkan ada pertanyaan, 34:29 bagaimana orang berwudu dalam keadaan 34:32 bertelanjang. 34:34 Tidak berpakaian. Nih, es sembayang 34:36 berarti? 34:37 Ah, bagus. Heeh. Pertanyaannya ini lebih 34:39 ekstrem dari yang tadi yang tadi tanya. 34:41 [tertawa] 34:42 Kan orang mandi kadang mungkin telanjang 34:43 ya, walaupun sempurnanya mandi walaupun 34:45 seorang diri 34:47 as sau'atan bak, aurat depan dan 34:49 belakang 34:51 itu sebisa nya ditutup, misalnya dengan 34:53 menggunakan 34:54 celana pendek atau CD, celana dalam ya. 34:59 Heeh. Jadi tidak boleh polos ya? Agak 35:01 adabnya saja. Oh, adab saja. 35:02 Sempurnanya, walaupun ada ada sebuah 35:04 keterangan 35:05 [berdehem] 35:05 bila kita melepas pakaian Heeh. 35:08 bertelanjang dada, bertelanjang 35:09 bertelanjang badan Heeh. bulat 35:12 sebelumnya kita baca bismillahilladzi 35:15 la ilaha illahu 35:18 maka setan tidak bisa mengganggu kita. 35:20 Itu di dalam kamar mandi? Iya. 35:23 Tapi dalam hati ya. Oh, dalam hati ya, 35:25 iya jadi tidak di, iya, dilafazkan. 35:27 [berdehem] 35:28 Supaya apa? Supaya setan tidak bisa 35:29 melihat aurat kita gitu. Oh. Ya, jadi 35:32 sampai segitu nya tuh. 35:34 Jadi itu bagian dari adab saja adab, 35:35 kesempurnaan atau norma ketika kita 35:39 eh, ingin mandi dalam keadaan seorang 35:42 diri. Mmm. 35:43 Itu pun dianjurkan berpakaian, lalu 35:45 bagaimana di hadapan orang-orang lain? 35:47 Heeh. Jangan sampai aurat kita tampak 35:49 dilihat oleh orang-orang lain. 35:53 Nah, setelah mandi bagaimana kita mau 35:54 langsung wudu? 35:56 Mmm. Karena sebagian orang mungkin mau 35:58 pakai handuk tanggung, ah, wudu dulu 36:00 saja. Heeh. Gitu. Ini masih telanjang 36:02 bulat nih. Mmm. 36:03 Pertanyaannya kan sah apa tidak? 36:04 Jawabannya sah, karena tidak ada dari 36:07 dari Quran 36:09 maupun sunah Rasul ataupun bahkan 36:13 ijtihad para ulama ya, yang berdasarkan 36:15 dalil tentang tidak ada sahnya berwudu 36:20 dalam keadaan telanjang. 36:23 Yang ada syarat sah wudu 36:25 airnya harus apa? Suci men, sucikan gitu 36:28 ya. Syarat-syarat wudhu, airnya apa? 36:31 Suci dan mensucikan, itu saja. Jadi, 36:34 apakah sah wudhunya? Jawabannya tetap 36:36 sah. Sekalipun secara adab, norma 36:40 kurang sempurna, gitu ya. 36:43 Tapi sah wudhunya. Ya, kan pertanyaannya 36:45 apa tadi? Sah atau tidak wudhunya? 36:46 Iya. Orang yang hanya pakai kemben 36:48 sarungan He em. atau andukan, ya 36:50 misalnya mandi pancuran, [berdehem] 36:52 lalu dia berwudhu, sah jawabannya tidak 36:53 apa-apa. 36:55 Kalau Rasulullah sendiri bagaimana 36:56 mandinya Ustaz? Apakah ee 36:58 memakai pakaian atau bagaimana Ustaz? Ee 37:00 disebutkan dalam sebuah riwayat, 37:02 Rasulullah menggunakan izar. Apa itu 37:04 Ustaz? Sarung. He em. Nah, kalau kita 37:07 bahasa kita 37:08 kalau orang dulu namanya basahan. He em. 37:10 Kalau Kang Abi Agus masih ngerasain 37:13 ketemu zaman-zaman kita mandi masih di 37:16 padosan tuh. Padosan? 37:17 Padosan. 37:18 He em. Atau mungkin apa namanya 37:21 Pancuran. pancuran atau mungkin pakai 37:23 nimba, itu biasanya disiapin apa tuh? 37:25 Kain basah. He em. Buat kita man, mandi. 37:28 Itu, walaupun walaupun mungkin 37:30 tujuannya, diantara tujuannya 37:32 ee biar pakaian yang kita bawa enggak 37:34 perlu salin. He em. Karena sudah ada 37:35 basahan di situ kan. Iya. Nah, cuma 37:37 sebenarnya bukan itu tujuannya. 37:38 Tujuannya supaya mandi tidak dalam 37:41 keadaan bertelanjang bulat, orian. He 37:43 em. Itu, dan disebutkan Rasulullah 37:45 menggunakan izar. 37:47 Pakaian atau kain untuk buat pakai man 37:50 mandi. 37:51 Kalau berenang bagaimana Ustaz? 37:53 Berenang? He em. Kan banyak itu berenang 37:56 yang laki dan perempuan itu jadi satu 37:59 begitu. 37:59 Pertama berenang itu halal. He em. Kedua 38:04 yang penting menggunakan apa menutup au, 38:05 aurat. Ya, nah yang masalah memang 38:08 ikhtilat, itu yang masalah. Ikhtilatnya 38:11 iya. Ikhtilatnya, bukan berenang ya. 38:12 Bukan berenang. Berenangnya sendiri, 38:14 ikhtilatnya sendiri. [berdehem] Iya iya. 38:15 Nah, ini yang yang terlarang itu 38:17 bercampur laki dan perempuan 38:20 yang tidak halal 38:22 dalam satu tem- tempat, bahkan tidak 38:25 tidak apa namanya? Terus sedikit yang 38:27 satu sama lain selain terbuka auratnya. 38:30 Itu ikhtilat yang dilarang. Mmm. Artinya 38:32 meman- kan diperintahkan oleh Alquran 38:33 untuk apa? Ghaddul bashar kan? Betul. 38:35 Ah, men- menja- apa? Menundukkan 38:37 pandangan laki-laki kepada perempuan, 38:40 perempuan kepada laki-la- laki-laki. 38:42 Itu. Baik. 38:42 Kalau berenangnya enggak masalah. 38:44 Ya. 38:45 Hamba Allah Pak Ustad ingin bertanya. 38:47 Assalamualaikum warahmatullahi 38:48 wabarakatuh. 38:49 Alaikumus- salam warahmatullahi 38:50 wabarakatuh. 38:51 Eh, saya ingin bertanya tentang hubungan 38:52 suami istri dalam rumah tangga. Apakah 38:55 diperbolehkan suami istri mandi bersama 38:57 dalam satu kamar mandi? Dan apakah hal 38:59 ini sesuai dengan adab Islam? Mohon 39:01 penjelasannya. 39:02 bismillahirrahmanirrahim. 39:04 Diriwayatkan dalam hadis yang sahih 39:07 bahwa Baginda Rasul 39:09 mandi bersama istrinya 39:12 bersamaan. 39:13 Mmm. Gitu. 39:15 Terlebih lagi kalau per- kalau ada 39:16 pertanyaan, kalau mandi bersama istri 39:20 tidak halal 39:23 atau 39:24 tidak 39:25 beradab 39:27 lalu bagaimana dengan hubungan badan? 39:31 Iya. He em. Iya kan? 39:33 Hubungan? Badan. 39:34 Badan. 39:35 [tertawa] 39:35 Artinya kalau mandi bersama istri di 39:38 satu kamar mandi bersamaan 39:40 dianggap tidak sesuai dengan norma 39:42 ajaran Islam, lalu bagaimana kita kumpul 39:45 hubungan badan dengan istri kita? He em. 39:48 Kan itu berduaan. Iya. 39:50 Ya? He em. Nah, kalau hubungan badan 39:52 saja dibolehkan, apalagi sekedar man- 39:54 mandi. Sekalipun adabnya sebagaimana 39:57 disebutkan bahwa ketika tidur bersama 40:00 apa? Kumpul bersama istri He em. tahtal 40:03 ghita, di bawah kain penuh penutup. 40:06 Begitu pula dengan mandi ya? Ya, begitu 40:08 juga. Lebih baik dengan pakaian. 40:09 Dengan pak- bah kalau bahasa bahasa kita 40:11 kain basahan. Kain basah ya. Baik. 40:13 Gitu. Dengan hamba Allah, semoga 40:15 terjawab. Ada salam dari pendengar kita 40:19 di Sydney, Australia, Pak Ustaz. Masya 40:21 Allah. 40:22 Menyimak dari Ibu Nurjanah. Ah, alaikum. 40:25 Salam. Alaiha, alaikunna, alaiki, 40:28 salamullahi taala warahmatullah 40:31 wabarakatuh. Baik. 40:33 Pertanyaan kedua, Pak Ustaz, masih dari 40:35 hamba Allah. Assalamualaikum 40:36 warahmatullahi wabarakatuh. Alaikum 40:39 salam warahmatullahi wabarakatuh. 40:41 Eee, terkait dengan adab berpakaian saat 40:44 salat. Apakah diperbolehkan melakukan 40:46 salat hanya dengan mengenakan sarung 40:48 atau kain penutup yang tidak memiliki 40:51 lengan? Atau apakah ada ketentuan khusus 40:54 mengenai pakaian yang harus dipakai saat 40:56 salat? Naam. 40:59 Eee, 41:00 pertanyaan tadi? 41:02 Salat. 41:03 Pakaian salat. Pakai sarung atau kain 41:05 penutup yang tidak memiliki lengan. Itu. 41:08 Itu jawaban tuh. Oh, [tertawa] iya, saya 41:09 Salatnya sudah memakai pakaian yang 41:11 menutup, tapi tanpa lengan. 41:13 Heeh. Sah tidak? Sah. 41:15 Sah ya? 41:16 Iya, kalau tadi sahnya, sah apa tidak? 41:17 [tertawa] 41:18 Kalau tidak sempurna, Heeh. 41:20 ah, lihatlah bagaimana Rasulullah 41:21 sallallahu alaihi wasallam barakallahu 41:23 alaih, diriwayatkan salat menggunakan 41:25 sarung. 41:26 Heeh. Kemudian, eee, baju, bahkan jubah. 41:30 Heeh. Itu atau rida, atau pakaian yang 41:34 eee, pakaian luaran lah. Pakaian ini 41:36 nah, ini contoh ini. Iya. Ini namanya 41:37 ini pakaian luaran nih. Heeh. Kalau 41:39 bahasa sekarang, outer. 41:40 Heeh, outer. 41:42 salat dengan sarung, persis nih 41:44 sarungnya pakai ini ya. Kemudian ada 41:46 baju, Heeh. ada rida atau jubah. Heeh. 41:50 Pakaian luaran, itu sempurnanya. 41:52 Itu. Heeh. 41:53 Itu saja ya? 41:54 Iya, kalau tadi sahnya, Sah. Sah, sudah 41:57 dengan pakaian, sudah dengan sarung yang 41:58 menutup. 41:59 Kecuali yang lengan, tadi kan gitu kan? 42:01 Nah, maka sah. 42:02 Karena auratnya tertutup sudah. 42:05 [tertawa] 42:06 Baik, Ustaz. 42:06 Contohnya nih, kita kalau di Haram Mekah 42:08 Madinah, eh, berarti Haram Mekah lihat 42:10 banyak yang orang salat cuma pakai kain 42:12 ihram kan? Iya. Apa itu kain ihram 42:14 laki-laki? Iya. Dua lembar kain yang 42:16 satu menutupi 42:18 aurat bawahnya. Heeh. Yang satu menutupi 42:20 ba badannya. Dan tidak tidak sedikit 42:22 yang kadang mereka 42:23 hanya begini saja ini anggap ini kain 42:24 ihram nih, begini saja. Jadi ini sudah 42:26 dengan sarung ihramnya yang bawah. 42:29 Atasnya begini jadi badan kelihatan. 42:30 Iya, heeh. 42:31 tuh, ya. Iya, heeh. Nah, itu sudah sah. 42:34 Karena batas aurat laki-laki dari pusar 42:36 sampai lutut ya. 42:37 Iya, betul. Sudah tertutup kan? 42:38 heeh. Tadi kan lengan doang kan? Iya. 42:40 [tertawa] 42:41 Lengan bukan bagian dari aurat bagi 42:42 laki-laki. 42:44 Ada Ibu Zainab, Pak Ustaz. 42:46 Assalamualaikum warahmatullahi 42:47 wabarakatuh. 42:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 42:50 wabarakatuh. 42:51 Ustaz, jika seseorang sudah berniat 42:52 untuk melaksanakan haji, namun belum 42:54 memiliki kesempatan karena keterbatasan 42:57 biaya, apakah niat tersebut sudah cukup 43:00 untuk mendapatkan pahala ataukah ada hal 43:02 lain yang perlu dilakukan? Naam. 43:05 Allah subhanahu wa taala berfirman, 43:06 "Walillahi 43:08 alannasi 43:10 hijjul baiti man 43:13 istatoa ilaihi sabila. 43:16 Man istatoa ilaihi sabila." 43:20 Orang yang Allah katakan yang kena 43:23 kewajiban haji karena Allah 43:25 yang bisa, mampu 43:28 menuju 43:30 pelaksanaan ritual haji 43:32 sabila jalannya. Ada jalan. Heeh. Kalau 43:35 seperti sekarang nih orang 43:36 waduh, kalau nunggu daftar haji sekian 43:38 lama, niat dulu saja. 43:41 Ya kan? Punya kemampuan secara 43:42 finansial, daftarkan dulu. 43:45 Baik itu minimal porsi atau setengah 43:47 porsi atau seperempat porsi. 43:49 Bila sampai ajal datang belum lagi 43:52 sempat melakukan haji 43:55 pertama kali, maka niat itu sudah 43:58 meng-cover ibadah [berdehem] tersebut. 44:00 Karena orang tersebut dianggap tidak 44:02 memiliki kemampu kemampuan. Namanya 44:04 istatoa. 44:05 Ilaihi sabila. 44:08 Allah gunakan kata sabila jalannya Allah 44:10 Maha tahu loh iya jadi kita Allah 44:12 turunkan ayat ini kewajiban haji itu 44:14 yang memiliki kemampuan 44:16 dari bermacam sisi 44:18 iya kan kalau belum ada jalannya 44:20 enggak apa-apa yang penting niat dulu 44:23 nah diantara syaratnya menabung misalnya 44:25 atau dengan mencicil daftarnya 20 tahun 44:27 ya sudah daftar dulu aja nanti gimana 44:30 ajal kita sudah yang penting sudah ada 44:33 niat dan usaha usaha gitu walaupun kita 44:35 tidak sampai di sana ya na'am walaupun 44:38 belum sampai di sana di sana sampai 44:40 disebutkan kan ada seorang ulama 44:43 yang selalu 44:45 berdoa ketika ada kesempatan beliau 44:48 pergi haji 44:50 berdoa kepada Allah Ta'ala bila hajiku 44:52 diterima maka tolong 44:55 berikan pahala terima haji ini untuk 44:57 orang-orang yang belum mampu 44:59 melaksanakan ibadah haji dari umat Nabi 45:01 Muhammad di seluruh dunia 45:04 doanya cakep kan masyaallah 45:07 kita kan enggak semua orang punya 45:08 kemampuan 45:10 baik finansial 45:11 fisiknya mentalnya itu semua kan terkait 45:15 karena masuk dalam kategori manistatha'a 45:17 ilaihi sabila 45:19 gitu 45:20 tapi paling enak kalau lagi berguru ke 45:22 Tarim Ustaz ya 45:23 terus berhaji ya kan dekat ya 45:26 [tertawa] 45:28 iya itu salah satu jalannya salah satu 45:29 jalannya salah satu jalannya 45:31 salah satu sabila 45:32 [tertawa] 45:33 baik Ustaz terima kasih jazakallah 45:36 Ibu Aisyah assalamualaikum 45:37 warahmatullahi wabarakatuh Pak Ustaz 45:39 waalaikumsalam warahmatullahi kali ini 45:41 saya ingin bertanya tentang ibadah umroh 45:43 apakah seseorang yang sudah melaksanakan 45:45 umroh beberapa tahun lalu namun masih 45:47 memiliki niat untuk kembali lagi 45:50 ini diperbolehkan ataukah ada batasan 45:53 dalam hal jumlah pelaksanaan umroh na'am 45:56 barakallah fikum soal yang bagus 45:58 na'am Allah subhanahu wa ta'ala 46:01 perintahkan orang yang beriman 46:03 melaksanakan ibadah haji dan umrah 46:05 sekali saja. 46:07 Ya, satu kali cukup. 46:10 Lalu bagaimana jika seorang 46:12 punya kerinduan 46:14 dan ada kemudahan secara finansial, 46:16 kesehatan untuk berangkat ibadah umrah. 46:19 Nah, ada batasannya? 46:21 Secara batasan tidak ada, bahkan ada 46:23 sebuah 46:24 informasi melalui riwayat hadis 46:27 perbanyak umrah bagian dari cara 46:29 penghapus dosa katanya, gitu kan. 46:31 Hujajun tatara 46:33 wa umarun nasak tanfinal fakra wa 46:36 mitatasu. 46:37 Itu riwayat, ya. Yang enggak mau terima 46:39 boleh aja, ya. 46:41 Walaupun saat ini dapat 46:42 dipertanggungjawabkan, ya. 46:44 Haji yang berulang-ulang 46:46 begitupun umrah yang berkali-kali 46:48 itu dapat menghilangkan kefakiran 46:51 dan 46:52 menghilangkan 46:54 suul khatimah. 46:56 Nah, sekarang pertanyaannya 46:58 jika kita berhaji berulang-ulang, ini 47:00 tanda kutip, ya. Selain petugas haji, 47:02 ya, pembimbing haji kan ini kan mau mau 47:05 enggak mau kan berangkat terus, ya. Iya. 47:07 Ini secara umum nih, orang-orang umum 47:08 secara umum. Heeh. 47:10 Kita harus 47:11 apa melihat juga skala prioritas. Heeh. 47:15 Ketika dengan kemampuan secara finansial 47:17 kita mampu berhaji setahun 47:18 berulang-ulang 47:20 namun ada 47:22 tetangga kita yang sedang kesusahan 47:25 ya, ada orang yang sedang 47:28 kesulitan, mana lebih utama? 47:30 Kita berangkat ibadah haji umrah Heeh. 47:32 ataukah kita membantu mereka? 47:34 Tentu jawabannya membantu mereka. 47:37 Heeh. Ini kita bicara skala prioritas. 47:40 Iya. 47:41 Tapi bila memang sudah kerinduan yang 47:42 memuncak, makanya disebutkan juga kalau 47:45 bisa memang 47:45 haji umrah juga jangan 47:47 tiap tahun melulu. 47:49 Atau umrah jangan setiap bulan sekali 47:50 berangkat. Heeh. Nanti kerinduan itu 47:52 akan apa? 47:54 Jadi tidak menggebu-gebu. 47:56 Enggak menggebu-gebu gitu, ya. Iya. Nah, 47:57 tapi kalau punya kemampuan dan kerinduan 47:59 sudah begitu menggebu Bismillah 48:01 berangkat, rindu pada Rasul. 48:03 Iya kan? 48:04 Rindu kepada Rasul begitu menggebu. 48:08 Sebagaimana disebut dalam sebuah syair 48:13 kerinduan 48:15 yang bisa merusakkan segala pikiran. 48:18 Eee apa tuh syairnya? Saya lupa ya, saya 48:20 lupa. Jadi ada sebuah penyair mengatakan 48:22 itu gambaran kerinduan kepada Ra Rasul 48:24 yang begitu menggebu gitu. 48:26 Nah, walaupun sekarang kan apa namanya 48:28 akomodasi 48:30 transportasi kan sudah begitu mudah ya. 48:31 Betul. Nah, kalau bicara skala prioritas 48:34 eee larangan, batasan tidak ada. 48:37 Yang penting jangan sampai mengganggu 48:38 hak orang lain. 48:39 Ibaratnya ini misalnya ada porsi dari 48:41 pemerintah pengelola ibadah haji umrah 48:43 He em. eee ada kuota 1.000 orang gitu 48:46 kan. 48:46 Nah, gara-gara kita pakai dengan kita 48:48 pinjam uang lalu kita bisa membayarnya 48:50 orang yang 48:51 ingin ngantri enggak bisa jadi 48:52 berangkat, nah itu jangan juga. 48:55 Kasih kesempatan mereka dulu. 48:57 Kita nanti waktu yang lain saja. 48:59 Kan gitu. 49:00 Itu kita bicara skala prioritas, tapi 49:02 kalau bertanya sah apa tidak? Sah. 49:05 Mau kapan pun boleh saja gitu. 49:06 Iya. 49:08 Begitu gambarannya. Wallahu Ta'ala A'lam 49:09 Bishawab. 49:11 Baik, kita ke tema selanjutnya Pak Ustaz 49:13 ada Ibu Salma. Assalamualaikum 49:15 warahmatullahi wabarakatuh. 49:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:18 wabarakatuh. Ustaz, kalau seseorang 49:20 sebenarnya mampu berkurban tapi sengaja 49:22 tidak melakukannya apakah itu berdosa 49:24 dan bolehkah kita berkurban untuk orang 49:27 tua yang sudah meninggal? Naam, 49:29 masyaallah tabarakallah. 49:31 [berdehem] 49:32 Bismillahirrahmanirrahim. 49:33 [mendengus] 49:34 Yang perlu kita pahami dulu apa itu 49:35 definisi kurban. 49:38 Ya. 49:39 Kata kurban ini diambil dari kata 49:41 taqarruban, ini bahasa kita nih bahasa 49:43 Arabnya taqarruban. 49:45 Artinya 49:47 orang yang memiliki harta 49:49 dan kelebihan 49:51 di hari Idul Adha membeli seekor kambing 49:54 dengan nilai atau atau sapi dengan nilai 49:57 sekian juta lalu 49:59 menyembelih dan membagikan 50:02 sembelihannya 50:03 hasil sembelihannya 50:05 kepada orang-orang tujuannya taqarruban 50:08 nah itu he em taqarruban alias disingkat 50:11 bahasa kita jadi kurban kurban apa itu 50:14 taqarruban atau kurban 50:16 media cara untuk kita mendekatkan diri 50:19 kepada Allah 50:21 dengan mengorbankan 50:23 makanya disebutkan ini kurban ini jadi 50:24 udah jadi bahasa Indonesia kan he em 50:26 pengorbanan kurban 50:28 untuk mengorbankan sebagian harta untuk 50:32 kita belikan seekor hewan 50:34 untuk kita bagikan dagingnya kepada 50:36 orang lain tidak kita nikmati seorang 50:38 diri 50:40 sekalipun dibolehkan kita 50:43 menikmatinya bahkan dalam Alquran 50:46 ada panduan ya bagaimana kita 50:50 diperintahkan oleh Allah untuk 50:52 menyembelih di hari 50:54 lebaran 50:55 Idul Adha 50:56 kemudian kata Allah Ta'ala wa apa 50:58 namanya kulu minha 51:01 makan sebagian dari 51:03 daging yang kita 51:05 sembelih tadi hewan yang kita sembelih 51:06 tadi makan sebagian he em kemudian wa 51:09 at'imu dan berikan 51:12 makanan itu atau masakan itu atau daging 51:15 itu 51:16 kepada siapa 51:17 al qani'ah wal mu'tar 51:20 dalam ayat lain wa at'imu al ba'isal 51:23 faqir 51:25 nah 51:26 berarti 51:27 ada tuntunan 51:30 bagi orang dan tuntutan bagi orang yang 51:32 membeli memiliki kelebihan harta di hari 51:35 Idul Adha untuk melakukan pengorbanan 51:38 harta 51:40 melalui membeli 51:42 dan menyembelih seekor hewan kemudian 51:45 bagikan dagingnya supaya orang lain 51:47 menikma, menikmati. Itu tujuannya. He 51:50 eh. Nah, jadi kalau orang punya 51:51 kemampuan 51:53 ya 51:54 lalu tidak mau berkorban 51:56 nah, ini bukan dari, bukan bagian dari 51:58 ciri orang yang beri, beriman. 51:59 Beriman. 52:00 Kalau kita menilik ya, ada sebuah 52:02 informasi melalui riwayat hadis 52:04 ya Nabi katakan 52:06 malam yudahi 52:08 fala yakrobanna musollana 52:11 orang yang Allah anugerahkan rezeki 52:14 di hari Idul Adha 52:16 ini kan bulan haram nih, kita bicara 52:17 bulan haram kan, bulan suci 52:20 lalu tidak mau berkorban 52:23 jangan dekat-dekat tempat salat kita. 52:27 Jangan masuk ke masjid kita. He em. 52:30 Ini walau sekalipun ulama membincangkan 52:32 ini bukan satu kewajiban He em. ya, 52:35 hanya sekedar anjuran, tapi ini adalah 52:38 kebaikan yang mesti kita lakukan di 52:40 bulan haram 52:42 di bulan suci, demi apa? Mensucikan hati 52:46 He em. mensucikan badan mensucikan 52:49 harta. 52:50 Di bulan suci ini perbanyak kita berbagi 52:53 ya, supaya tujuannya takaruban ilallah 52:56 dan membersihkan diri kita, supaya cuci, 53:00 bersih di hadapan Allah Subhanahu Wa 53:01 Ta'ala. Itu jawabannya untuk Ibu yang 53:04 bertanya tadi, wallahualam. Masya Allah, 53:06 baik Ibu Salma semoga terjawab dan 53:09 pertanyaan terakhir Pak Ustadz dari Ibu 53:11 Khadijah, assalamualaikum warahmatullahi 53:13 wabarakatuh. 53:14 Waalaikumsalam warahmatullahi 53:16 wabarakatuh. Apakah seseorang yang tanpa 53:18 sengaja atau karena ketidaktahuan 53:21 melakukan perbuatan yang bisa dianggap 53:23 syirik seperti menggantungkan 53:26 benda-benda tertentu untuk mendapatkan 53:28 keberuntungan 53:30 apakah itu langsung menjadikan orang 53:31 tersebut terjatuh dalam syirik atau 53:34 bagaimana Pak Ustadz, mohon 53:35 penjelasannya, terima kasih. 53:37 Naam. 53:39 Menggantungkan 53:40 hal-hal yang dinilai memiliki kebaikan. 53:46 Ya, contohnya 53:47 menggantungkan ayat-ayat Quran. Ehm. 53:50 Ya, kan? 53:51 Menggantungkan ayat-ayat Alquran. 53:53 Sekarang sebuah kertas. Ah, ini kita hal 53:55 yang suci ini, Kang Abi Agus. Siap. 53:59 Firman Allah adalah suci. 54:01 Betul? Ehm. Firman Allah adalah suci. 54:05 Nah, ketika firman Allah dituangkan di 54:08 atas sebuah media seperti kertas, 54:11 maka kertas itu mendapatkan kesucian. 54:15 Melalui apa? Ehm. Melalui adanya tulisan 54:18 ayat suci. 54:19 Nah. 54:21 Kemudian kertas yang di situ di atas 54:23 kertas itu tertulis ayat suci 54:25 ditempelkan, misalnya, 54:27 di 54:28 tempat yang tinggi di rumah kita. 54:32 Nah, jika tulis kertas ini dianggap 54:35 memiliki kekuatan 54:37 secara independen, 54:40 dapat menjaga dari hal-hal yang yang 54:42 tidak kita inginkan, keburukan, nah, 54:45 inilah bagian dari yang disebut dengan 54:47 kesyirikan. 54:49 Namun, jika kita memiliki sebuah 54:51 pemahaman, "Oh, ini kertas, di atasnya 54:55 ditulis apa? Ayat Alquran. Suci, ayat 54:58 Alquran, kalamullah. 55:00 Maka, mudah-mudahan 55:02 dengan 55:03 keberkahan kalam suci Allah ini, 55:07 di atas kertas yang mendapatkan kesucian 55:09 karena ada dituliskan ayat-ayat yang 55:11 suci, Allah sucikan rumah saya." 55:14 Bila isi ayatnya tentang ayat-ayat yang 55:17 berisikan doa atau ayat yang 55:19 menggambarkan perlindungan Allah, ya, 55:22 maka itu keyakinannya, itu pemahamannya, 55:26 tidak menghantarkan dia kepada 55:27 kesyirikan. 55:29 Gitu. 55:30 Ya. 55:32 Jadi, gini, ada ada yang namanya satu 55:35 keyakinan, Kang Abi Agus, 55:37 ada yang namanya sugesti. 55:39 Ehm. Nah, itu bagus nih. Iya. Sugesti. 55:43 Enggak usah 55:44 ayat yang digantungkan, 55:46 ya, 55:47 atau foto-foto orang saleh yang 55:49 dipasang. 55:50 Betul enggak? 55:52 Obat saja nih, pil, 55:54 obat 55:55 merek apa misalnya merek ini, Ehm. 55:57 kandungannya parasetamol. Ehm. Kita tahu 56:01 apa efek efek efek kegunaannya, 56:03 parasetamol dapat mengurangi ketegangan 56:06 otot kita atau saraf di tubuh kita yang 56:08 sedang terganggu. 56:10 Bila kita meyakini obat ini yang 56:11 menyembuhkan kita, syirik. Syirik. 56:14 Ehm. 56:15 Padahal itu hanya sebagai sarana, ya. 56:17 Sarana. Wasilah [berdehem] saja. Kalau 56:18 dari kertas mungkin enggak begitu 56:19 manfaat secara fisikal, secara secara 56:21 apa? Secara lahiriah. Ehm. Enggak bawa 56:23 efek apa-apa, ya kan? Ini obat loh. Ehm. 56:25 Obat yang memang teruji 56:28 dapat meregangkan otot yang tegang, Ehm. 56:31 menghilang rasa sakit. 56:33 Bila kita yakini secara independen obat 56:35 itu yang menyembuhkan kita, Ehm. syirkun 56:37 billah. Berarti kalau ada yang bilang, 56:39 "Ke dokter itu saja tuh, sembuh pasti." 56:41 Nah, syirik. Bila itu dipahami Ehm. 56:44 dengan sebuah keyakinan dokter itu mampu 56:46 menyembuhkan penyakit kita secara 56:48 independen, 56:49 bukan perantara dari Allah yang 56:51 menyembuhkan penyakit, syirik sudah. 56:53 Ehm. 56:55 Gitu, apalagi tadi sekedar fotonya orang 56:57 saleh dipajang, ada tulisan-tulisan ayat 56:59 Quran dipajang, gitu. 57:02 Itu, ya. Berarti lebih baik menggunakan 57:05 ditambahkan bahasa insya Allah. Nih, 57:06 obat ini insya Allah sembuh. Iya, 57:08 billah. Insya Allah. Artinya 57:11 ketika kita mema-memahami pertanyaannya, 57:12 enggak tahu kan? Iya. 57:14 Masang-masang ayat-ayat atau misalnya 57:17 ada foto-foto orang saleh, gitu kan? 57:21 Kita punya keyakinan itu secara 57:22 independen Iya. mampu mencegah, mampu 57:25 memberi manfaat, madarat, itu syirkun 57:26 billah. 57:27 Tapi sekedar sugesti, Ehm. Ya, oh, ada 57:30 pasang apa? Pasang pasang fotonya, 57:32 Habib Fulan, Ustaz Fulan, Kiai Fulan. 57:35 Ya, 57:36 supaya ada rasa ini saja nih, ada 57:38 auranya ke sini. Aura positifnya ke 57:40 sini. Kalau sugesti. 57:43 Bukan keyakinan. Kenapa? Tidak mungkin 57:45 dipajang foto beliau, kecuali beliau 57:47 dikenal dengan kesalehannya. Iya, iya. 57:50 Ada satu contoh gini, Kang Adi Bagus. 57:52 Disebutkan dalam riwayat, ya, 57:55 ini tentang foto nih, ya. Ada seorang 57:57 guru ditanya oleh murid, "Sebenarnya 57:59 gimana sih 58:01 masang foto orang saleh tuh?" Heeh. 58:03 Bukan masuk masalah syiriknya, bukan. 58:06 Apa sih 58:07 yang mendasarkan hal itu? Heeh. 58:09 [mendengus] Begini, kata beliau nih, 58:10 jawabannya cerdas nih. 58:12 Disebutkan dalam riwayat sahih, 58:14 bahwa setan 58:17 lari, 58:19 takut 58:21 bila sudah melihat bayangan Sayyidina 58:23 Umar bin Khattab. 58:25 Kata begitu kan. 58:26 Ini terlepas apa namanya, 58:29 sikap apa namanya, sikap 58:31 guru ya, bukan berarti ini kita cerita 58:33 ini saja nih. Ada sebuah informasi 58:34 datang kepada kita, ya, dalam kajian 58:36 keislaman, bahwa saking salehnya 58:40 Sayyidina Umar bin Khattab ini, 58:42 setan saja 58:43 ngelihat bayangan Sayyidina Umar, kabur 58:46 sudah. 58:47 Baru bayangan doang. Iya. Gimana ketemu 58:49 orang ya, gitu ya. 58:50 [tertawa] 58:50 Baik. Sekarang tahu enggak apa sih 58:53 definisi 58:54 fotografi itu? 58:56 Itu kan bayangan 58:59 yang ditangkap kan. Heeh. Lalu tuangkan 59:01 dalam dalam media kertas. 59:04 Nah, bayangan 59:05 alias foto itu, 59:07 ya, yang foto orang-orang saleh itu 59:10 harapannya 59:12 ada aura baik yang bisa kita dapatkan. 59:15 Kan begitu tuh. 59:17 Nah, itu gambarannya. 59:18 Nah, itu. Jadi, itu tuh yang perlu kita 59:20 pahami. Pertama, pahami dulu apa tuh 59:22 arti syirik. Iya. Itu. Syirik itu apa 59:25 Apa bukan hanya gambar, foto, tulisan. 59:27 Segala sesuatu selain Allah. Yang kita 59:30 yakini. 59:31 yakini memiliki kemampuan seperti Allah. 59:34 Sama kepada Allah secara independen 59:37 mampu memberikan manfaat dan menyingkap 59:38 madarat. 59:39 Tanpa izin Allah. 59:41 Itulah syirkun billah. 59:43 Nah, atau mencintai sesuatu. 59:46 Seperti kita mencintai Allah. Allah. 59:49 Syirik billah. 59:50 Makanya Alquran ini adalah kalamullah 59:53 yang tidak mau dimadu. Iya. Karena Allah 59:55 tidak mau dimadu. 59:57 Allah itu wahdah. La syarikalah. 1:00:02 Tidak ada sekutu yang sebanding 1:00:04 dengannya. Tidak ada sekutu yang di 1:00:07 bawahnya. Tidak ada. Hanya Dia esa 1:00:09 tunggal. Yang memiliki kemampuan, 1:00:11 kemuliaan, keagungan. Yang lain hanya 1:00:14 ngikut saja ke ke keagungannya. Ke ke ke 1:00:18 kemuliaannya. Ngikut kepada Allah. 1:00:20 Allah. 1:00:21 Tidak memiliki independen. 1:00:23 Dalam memiliki kemuliaan. 1:00:25 Keagungan, kebesaran seperti Allah. 1:00:27 Allah. Baik, Ustaz. Itu. Makanya jangan 1:00:31 madu cinta Allah dengan yang lain. Iya. 1:00:33 Jangan madu cinta Quran dengan yang 1:00:35 lain. 1:00:36 Itu saja. Baik, Ustaz. Satu pertanyaan 1:00:38 lagi, Ustaz. 1:00:38 Oh, masih ada lagi? Iya. Ini temanya 1:00:40 belum kita habis ini. Iya. Ini dari 1:00:42 hamba dari Ibu Ayu baru saja ngasih 1:00:45 pertanyaan, Ustaz. Masya Allah. Eee 1:00:47 asalamualaikum, Ustaz. Waalaikumsalam. 1:00:49 baru bisa bergabung. Saya ingin 1:00:51 bertanya, apakah kita boleh berkurban 1:00:52 atas nama ayah yang sudah meninggal? 1:00:55 Mungkin bisa dijawab lagi, Ustaz. Baik. 1:00:58 Berkurban atas nama orang yang sudah 1:01:00 meninggal dunia. Kalau di bicara fikih. 1:01:03 Ini ulama fikih beda pandangan nih. 1:01:05 Heeh. Sah enggak sih berkurban untuk 1:01:06 orang yang sudah meninggal dunia? Iya, 1:01:07 iya. 1:01:08 Nah, di di ranah fikih kebanyakan para 1:01:11 ulama fikih memberikan memberikan 1:01:12 jawaban bila tidak ada pesan. 1:01:17 Enggak ada. 1:01:17 Pesan. 1:01:19 Wasiat dari orang. 1:01:20 Tua yang sudah meninggal. 1:01:22 maka tidak boleh kita atau tidak sah 1:01:25 berkurban atas nama mereka. 1:01:27 Sekalipun banyak ulama yang menentang 1:01:30 pandangan ini. He eh. Gitu. 1:01:33 Ya. 1:01:34 Eh, yang menentang bagaimana dasarnya? 1:01:36 Dasarnya, 1:01:38 Nabi sendiri 1:01:40 sudah pernah kok berkurban atas nama 1:01:43 umat Nabi hingga hari kiamat. Masya 1:01:46 Allah. 1:01:47 Di antara saat saat beliau berkurban 1:01:48 ketika menyembelih, Allahumma taqabbal 1:01:50 min Muhammadin 1:01:52 wa min ummati Muhammadin ila yaumil 1:01:54 qiyamah. Ada satu riwayat begitu. 1:01:56 Terimalah dariku kurban ini dan kurban 1:01:58 dari umatku. Jadi, ini kesempatan 1:02:01 emas, ya, Nabi memberikan 1:02:04 kurban untuk umat Nabi Muhammad yang 1:02:07 tidak sanggup berkurban, begitu katanya. 1:02:10 He eh. Tapi, 1:02:11 kita artinya gini, 1:02:13 eh, jalan keluarnya bagaimana untuk 1:02:14 menyikapi perbedaan pandangan ini? Iya. 1:02:16 Udah, kita nyembelih atas nama orang 1:02:18 yang hidup atas nama kita dan minta 1:02:21 kepada Allah sampaikan pahalanya untuk 1:02:24 orang tua yang kita sebutkan namanya. 1:02:25 Contoh gini, ya. Ketika menyembelih, 1:02:27 bismillah, hadzihi udhhiyati. He eh. Ya, 1:02:31 kan? Allahumma taqabbal udhhiyati. Ya 1:02:33 Allah, terimalah sembelihan kurbanku 1:02:35 ini, ya, waj'al tsawaba dzalik dan 1:02:38 berikan pahalanya untuk orang tuaku yang 1:02:40 sudah meninggal yang bernama fulan bin 1:02:42 fulan. Baik, bahasa Indonesia saja 1:02:43 boleh, Kang Ustaz, ya? Boleh. Ya Allah, 1:02:45 inilah eh, sembelihan kurbanku atas nama 1:02:49 aku dan berikan pahalanya untuk ayah 1:02:52 ibuku fulan bin fulan. Udah. 1:02:55 Insya Allah diterima Allah Ta'ala. 1:02:56 Boleh, ya. Amin, ya rabbal alamin. Baik. 1:02:58 Ayu, mudah-mudahan 1:03:00 eh, jawabannya bisa dipahami. Baik, 1:03:03 terima kasih, Ibu Ayu. Semoga terjawab 1:03:05 pertanyaan dari Ibu Ayu. Dan kita sudah 1:03:09 berada di closing, Ustaz. Sudah dikasih 1:03:10 tanda sama Bang Ondy tadi. 1:03:12 Ini kontennya belum rampung sudah 1:03:13 [tertawa] ini. 1:03:14 Berarti, 1:03:15 pekan depan nyambung lagi nih. Masih 1:03:17 tentang apa? Eh. Bulan suci dan hal yang 1:03:19 disucikan Allah subhanahu wa taala. 1:03:21 Masya Allah, syukron Ustaz, bisa 1:03:22 dipahami, salam sehat selalu dari Ibu 1:03:24 Ayu. 1:03:25 Amin, 1:03:26 walakum mislu dalik insya Allah. Terima 1:03:28 kasih Ibu Ayu, baik ikhwan dan akhwat 1:03:29 kita tutup dengan closing statement dari 1:03:32 guru kita. Maaf, masya Allah, closingnya 1:03:35 adalah 1:03:36 hal-hal yang diharamkan Allah begitu 1:03:38 banyak. 1:03:39 Allah haramkan tidak lain untuk kebaikan 1:03:42 kita. 1:03:43 Maka pelajari dari Alquran hal-hal yang 1:03:45 dihormat, yang diharamkan, hurmat, 1:03:48 muharramat, maka insya Allah taala kita 1:03:50 akan kembali kepada Allah subhanahu wa 1:03:51 taala dengan dalam dalam keadaan hati 1:03:54 yang bersih, hati yang salim, hati yang 1:03:56 suci, insya Allah karena kita menjaga 1:03:59 hal-hal yang disucikan Allah subhanahu 1:04:02 wa taala. Barakallahu fikum. Baik. 1:04:05 Jazakallah Ustaz atas tausiahnya, Ibu 1:04:07 Ayu terima kasih, Ibu Anggit juga terima 1:04:10 kasih sudah menyimak serta Bunda 1:04:12 Nurjanah di Australia juga menyimak 1:04:15 siaran kami di siang hari ini serta 1:04:17 ikhwan dan akhwat yang 1:04:20 menyimak dan tidak menyertakan namanya, 1:04:23 kami ucapkan terima kasih atas 1:04:26 apa namanya perhatian dari Anda. Akhirul 1:04:29 kalam kami yang bertugas mohon undur 1:04:31 diri, subhanakallahumma 1:04:38 serta penanya tadi yang sudah bertanya 1:04:41 di acara ini. Jazakumullah khairan 1:04:43 katsira, assalamualaikum warahmatullahi 1:04:45 wabarakatuh.