Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat
- rahimakumullah.
- Alhamdulillah wasyukurillah kita dapat
- bersama-sama kembali di acara jendela
- sekolah yang mudah-mudahan mempersuasi
- kita semua untuk dapat lebih banyak
- membantu dan mendukung buah hati
- putra-putri tercinta kita. Tidak lupa
- salam selawat kita lantunkan untuk
- junjungan umat kekasih kita Muhammad
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Semoga kelak kita mendapatkan syafaat
- beliau dan bertemu dengan beliau
- bersama-sama. dengan beliau di saat yang
- sangat kita rindukan di yaumil akhir.
- Hari ini jendela sekolah ee kembali
- hadir yang merupakan sajian 1 jam 1 jam
- lebih mungkin ya yang menginspirasi
- untuk kita semua bagaimana melihat dunia
- pendidikan lebih nyata, lebih dekat, dan
- lebih bermakna.
- Bahasan kali ini itu sebetulnya sangat
- banget penting untuk masa depan buah
- hati kita, yaitu bagaimana memantapkan
- cita-cita
- melalui observasi profesi.
- Ini program unggulan nih di SMA Insan
- Mandiri Cibubur ya. Jadi apakah anak
- kita mau jadi dokter atau mau jadi
- pilot? atau mau jadi ee guru besar atau
- apapun juga ya. Yang jelas yang hadir
- ini nanti ada dua sesi nih ikhwan
- akhwat. Yang pertama hadir ee
- Ibu guru kita, guru bimbingan konseling.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Perkenalkan dong kameranya di sana.
- [tertawa]
- Iya. Ee ikhwan akhwat, perkenalkan saya
- Anisa Rahmawati. guru BK di SMA IT Insan
- Mandiri Cibubur yang insyaallah ee hari
- ini membersamai di segmen jendela
- sekolah kali ini.
- Dan dua siswa yang hadir duluan nih coba
- perkenalkan diri.
- Baik. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalamumsalam warahmatullahi
- wabarakat. Eh, saya Azahran salah satu
- siswa yang menjalani observasi profesi
- di SMA IT Insan Mandiri Cibubur.
- Satu lagi.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ee perkenalkan saya Razan dari kelas 11
- SMA IT Insan Mandiri Cibubur.
- Baik, nanti di sesi kedua ada lagi siswa
- lain yang juga akan hadir ke ruangan
- kita. Pertanyaan ke Ibu yang
- sungguh sangat membantu nih kita dengar
- ya anak-anak SMA itu bingung ketika aduh
- cita-citanya mau ke mana. Nah, dari
- sudut pandang guru BK seperti apa nih?
- Oke. Nah, memang ee Ibu dan Ikhwan
- akhwat sekalian, fase SMA ini merupakan
- fase ee penting karena di sinilah masa
- transisi dari masa remaja menuju dewasa
- awal. Sehingga ee siswa-siswa ataupun
- anak-anak remaja ini seringki dihadapkan
- dengan banyak keputusan besar yang akan
- berkaitan dengan hidupnya. entah itu
- perihal peminatan belajar, kemudian
- terkait dengan persiapan karir, e
- jurusan kuliah misalnya, profesi dan
- lain sebagainya. Dan apabila pada fase
- ini mereka tidak didampingi, tidak
- diarahkan, tidak dibimbing,
- ee khawatirnya mereka ee memutuskan
- ataupun mengambil keputusan itu
- berdasarkan ikut-ikutan atau
- menyesuaikan dengan tren yang sedang
- marak di tengah mereka.
- Belum lagi kalau ayah ibu juga punya
- tuntutan ya, kamu harus jadi ini ya,
- [tertawa] padahal anaknya mau jadi yang
- lain.
- Betul sekali, Bu.
- Iya.
- Terus kan ada program ee desain
- cita-cita ya di SMA Insan Mandiri. Ee
- bisa digambarkan?
- Baik. Ee mungkin saya beri sudut pandang
- dari BK ya, Ibu ya. He.
- Jadi di ee ada fokus utama di bidang
- bimbingan konseling ini ada empat empat
- fokus utama kami. Yang pertama terkait
- dengan ee kepribadian pribadi, kemudian
- yang kedua sosial, yang ketiga ee
- belajar, dan yang keempat itu karir
- ataupun profesi. Nah, program desain
- cita-cita ini merupakan salah satu
- bagian dari layanan bimbingan konseling
- di bidang karir di mana kami bukan hanya
- ee mengarahkan tapi juga mendampingi
- dalam persiapan mereka untuk memilih,
- memantapkan serta merencanakan karir ke
- depannya. seperti itu. Jadi, desain
- cita-cita ini adalah bagian dari program
- unggulan sekolah kami juga yang mana
- tahapannya tidak instan akan tetapi
- ee berkelanjutan dan bertahap seperti
- itu, Ibu.
- Jadi, cari tahu apa yang diminati
- anak-anak tapi juga ditambahkan dengan
- ee keistimewaan mereka. Ya,
- betul. Sebab siapa tahu minatnya itu
- karena itu tadi gambaran dari
- orang-orang yang banyak bicara,
- memberikan informasi, tapi sebetulnya
- dia unggul di ee bagian tertentu gitu
- ya.
- Iya, betul.
- Iya. Dan kalau observasi profesi ini
- menjadi penting dalam desain cita-cita
- seperti apa itu?
- Oke, mungkin saya izin sedikit jelaskan
- terkait dengan tahapan-tahapan di desain
- cita-cita. Jadi, desain cita-cita ini
- berawal dari kami mencoba untuk mm
- membantu siswa untuk mengenali potensi
- dirinya. Ini ee di ee cara yang kami
- gunakan yaitu ada beberapa subtes yang
- dilakukan misalnya dengan tes MIR atau
- multiple intelligence research. Kemudian
- ada tesisc juga untuk mengetahui
- kepribadian, kemudian potensi ee minat,
- bakat, dan passion yang bisa ee siswa
- kembangkan ke depannya. Nah, setelah
- mengetahui potensi yang ada, maka ee
- kami arahkan bentuknya bisa dalam
- pembuatan road map namanya atau peta
- peta perjalanan
- ee kurang lebih 1 sampai 5 tahun ke
- depan itu apa yang mau mereka lakukan
- dari kelas 10 kemudian kelas 11, kelas
- 12 hingga hingga memilih ee jurusan
- pendidikan di jenjang pendidikan
- berikutnya. Nah, observasi profesi ini
- merupakan salah satu tahapan setelah
- mereka ada belajar juga bersama. Kami
- waktu itu ada sesi maestro kelas
- namanya, Ibu. He
- itu kami menghadirkan para ahli ee
- menghadirkan misal bidang kedokteran
- kami menghadirkan dokter, di bidang
- arsitektur kami menghadirkan arsitek
- untuk anak-anak belajar secara langsung
- bersama ahlinya, bersama orang yang
- profesional di bidang tersebut terkait
- dengan apa sih yang harus mereka
- persiapkan dan lain sebagainya. Nah,
- setelah ee class itu, maka tahapan
- berikutnya adalah observasi profesi ini
- di mana para siswa mengetahui secara
- langsung dunia kerjanya itu seperti apa,
- realita di lapangannya seperti apa, dan
- apa sih yang harus mereka persiapkan ke
- depannya seperti itu.
- Jadi, beneran nyaman banget nih ya,
- Ikhwan Akhwat kalau ada pendampingan
- seperti ini. Oke, sekarang kita ke siswa
- yang hadir di sini yang seperti
- dijelaskan tadi ikut di dalam program
- ini ke Azahran dulu deh.
- Emm,
- informasinya pengin jadi penerbang mau
- terbang gitu. [tertawa]
- Gimana ceritanya? Jadi kenapa kok
- tertarik dengan profesi terbang meskipun
- enggak punya sayap?
- ee saya tuh tertarik untuk menjadi pilot
- atau masuk ke bidang penerbang tuh
- karena kita bisa ee menghubungkan antar
- wilayah dan antar masyarakat. Jadi,
- masyarakat tuh bisa berinteraksi ee dan
- bisa
- berbagi gitu. Misal hasil hasil alam
- atau kebudayaan. Kita juga bisa membantu
- orang yang mungkin dia tuh ada pekerjaan
- jadi lebih cepat datangnya.
- menembus awan lagi ya. Wis keren banget
- ya. Dan selama observasi di PPI ini, apa
- saja sih yang bisa dilihat dan
- dipelajari secara langsung
- di PPIC ini atau Politeknik
- Pederembangan Indonesia Curuk itu tuh
- kita harus siap mental, siap fisik, dan
- juga akademik.
- Ee kita tuh harus siap mental karena di
- sana kita di Wisma itu tuh juga tegas ee
- mentor-mentor, guru-guru itu tegas.
- Dan untuk fisik kita tuh dilatih di sana
- minimal lari 5 kilo, harus
- bisa push up minimal 20, sit up, plank
- dan olahraga lain. Kalau akademik itu
- kita ee difokuskan ke fisika karena kan
- pesawat tuh ee terbang juga karena
- dibantu ilmu fisika.
- Iya. Itu enggak masalah tuh push up 20
- kali, 50 kali itu
- ee untuk sekarang lagi saya latih juga
- untuk jogging lari.
- He
- iya. Iya. Terus terkait dengan ee
- profesi pilot yang tentunya enggak waktu
- masih bocah enggak bayangin kan ya untuk
- jadi pilot. Nah, itu kira-kira apa sih
- yang membuka mata hatimu untuk aku mau
- ambil profesi ini gitu?
- Ee saya tuh ee emang dulu tuh bukan
- pilot ya, tapi kayak kebanyakan
- anak-anak lain pengin jadi tentara.
- Oke.
- Nah, karena tapi tentara tuh waduh susah
- nih gimana ya masuk tentara ya? eh lebih
- berat gitu daripada pilot. Tapi saya
- tetap pengin yang ee semi militer. Saya
- cari-cari ada polisi. Cuman kurang
- tertarik polisi tuh. Nah, akhirnya saya
- ketemu nih pilot. Pilotnya tetap semi
- militer cuman ee menarik gitu. Dia tuh
- tugasnya untuk menghubungkan wilayah,
- terus untuk mengantar orang-orang. Jadi
- saya emang lebih prefer ke pilot tuh
- karena itu tadi
- lewat observasi tadi itu ya
- ngomong-ngomong pernah terbang
- ee kalau terbang pakai pesawat pernah
- rasanya pengin duduk di kursi pilot
- pengin banget
- pengin banget oke mudah-mudahan ya jelas
- observasi lewat yang sudah kita lewati
- ini membuat
- perasaan jadi semakin mantap ee ee
- semakin kuat atau kayaknya realistis deh
- gitu. Gimana
- kalau untuk diri saya sendiri makin kuat
- karena ee saya tuh jadi tahu apa aja
- yang harus saya pelajarin, apa aja yang
- harus saya siapkan untuk masuk ke PPI.
- Jadi saya pas sudah tes di sana, pas
- sudah masuk ke PP-nya enggak kagok lagi
- gitu buat mengikuti pelajaran dan
- aktivitas yang ada di sana.
- Siap. Ya, mudah-mudahan ikhwan akhwat
- juga doain mudah-mudahan
- ee benar-benar bisa terbang jadi pilot
- ke siswa yang satunya ee tadi lupa deh
- namanya siapa?
- Ee Razan.
- Razan. Nah, sama juga dengan yang ingin
- diketahui terkait dengan kenapa kalau
- Razan memilih jadi apa ya tadi ya?
- Seorang diplomat.
- Ah, tadi sudah dengar tapi persisnya
- jadi ingin menjadi diplomat.
- Sebenarnya ini saya sambil sedikit
- cerita ya mungkin.
- Heeh. Lah
- ee
- awal menjadi diplomat itu tertarik sama
- apa yang dikatakan sama papa. Jadi
- Oh, jadi pengaruh ayah luar biasa ya.
- Oke.
- Ayah ee sebelum itu ayah saya itu ee
- orang di kementerian juga.
- He
- ee di bidangnya biro hukum. Terus karena
- papa nih kayak seru seru banget
- bahas-bahas politik yang enggak yang
- enggak beres di zaman sekarang. di
- sekarang.
- Terus kayak saya
- seru juga sih politik. Coba deh yang
- awalnya saya ee ada terkaitannya dengan
- public speaking. He.
- Terus kayak kata Bapak juga diplomat itu
- penting di bahasa, relasi. Terus karena
- di Kementerian Perdagangan ini gimana
- caranya kita membuat orang itu orang
- yang kita tawarkan itu suka dengan kita
- secara positif?
- He. Heeh.
- Ee mungkin itu sih
- jadi
- terinspirasi dari saya
- yang ada dalam benak dan pemikiran itu
- bagaimana berada di ranah diplomasi
- kemudian juga ee perundingan
- internasional. Luar biasa sekali. Jadi
- kalau
- banyak nih kita-kita yang sebetulnya
- kurang familiar ya yang dilakukan di
- Direktorat Jenderal Perundingan
- Perdagangan Internasional itu yang Razan
- ketahui seperti apa? Ee yang pertama
- Kementerian Perdagangan itu ee harus
- memahami ee komunity ke luar negeri
- untuk mengimpor ee impor-mengor.
- He
- ee dan untuk menjual promosi Indonesia
- ke negara tujuan. Mungkin contohnya
- Amerika yang menjadi pasar yang belum
- lengkap digarap oleh Indonesia dan maka
- kayak Indonesia harus bersaing dengan
- Cina sama Jepang dan banyak negara lain.
- Secara internasional ee Indonesia ini
- memasuki pasar
- ee 15 besar
- secara internasional.
- 15 besar kita sudah masuk nih.
- I.
- Wow. Keren banget ya. Terus
- ngomong-ngomong
- apa nih kira-kira keterampilan yang
- sangat dibutuhkan di ranah yang Razan
- pilih?
- Kalau menjadi seorang diplomat itu
- paling penting
- bahasa. Bahasa itu penting untuk seorang
- diplomat ketika di luar negeri.
- Heem. He.
- Ketika ee ee berdagang di luar khususnya
- di Kementerian Perdagangan ini yang
- paling penting itu tadi yang saya ucapin
- bagaimana membuat orang bekerja sama
- dengan kita itu suka dengan apa yang
- kita sampaikan kepada mereka atau
- penawaran kita kepada mereka.
- Jadi, setidak-tidaknya bahasa dunia tahu
- ee
- bahasa Inggris ya kan. Terus tambah lagi
- yang menarik menurut gambaran Razan.
- Kalau saya secara pribadi saya bisa
- bahasanya Arab. Bahasa Arab
- Arab. Terus nanti karena terkait dengan
- hubungan internasional yang luar biasa,
- Cina juga belajar gitu ya. Jerman
- [tertawa]
- Oh, Mandarin ya, bukan Cina.
- Oke. Emm, dari observasi ini adakah ee
- perjalanan selama proses observasi ini?
- yang mengubah cara pandang Razan terkait
- dengan cita-cita ini tadi atau plus
- kalau kuliah nanti ke jurusan apa gitu?
- Oke. Ee kalau sampai sekarang saya
- enggak ada perubahan plan untuk
- mengambil jurusannya ya, tapi ada
- sedikit perubahan plan mengambil kuliah.
- Mungkin yang awal itu saya mau di ee UI
- mengambil jurusan hubungan
- internasional. Heeh.
- Dan saya ubah ke plan UGM mengambil juga
- hubungan internasional. Ee
- tidak ada perubahan. Tetapi
- mungkin ketika saya sudah masuk ke
- jurusan hubungan internasional
- he
- dan ee menjadi diplomat yang masih
- sangat awal, saya dapat pesan dari
- Pak Bayu.
- He
- ee Pak Bayu itu direktur Atase Berlin di
- Kementerian Peryangan. He
- kata beliau itu seorang di itu enggak
- enggak gampang banyak pengaruhnya tetapi
- pemikiran ee Genz yang pertama di zaman
- sekarang itu
- harus instan secara menjadi untuk
- menjadi diplomat.
- Iya. Generasi milenial itu memang ah
- tawarannya banyak sekali mau jadi apa
- dan bagaimana. Terus ngomong-ngomong kok
- dari UI milih ke UGM memang pengin basa
- jawo apa piye? [tertawa]
- Ini sih lebih karena
- lebih lingkungannya tuh kayak lebih
- terjangkau harga-harganya.
- Oh oke. Udah gitu nanti ee bisa bahasa
- Jawa lagi.
- Udah gitu jauh dari ayah ibu gitu kan.
- Kalau jauh dari ayah ibu kan
- kerinduannya beda ya. Oke, sebelum nanti
- ee kita ganti ke teman-teman yang lain,
- ini khusus untuk Rezan yang memilih
- perundingan internasional nih. Profesi
- ini menurut
- Arazen
- menuntut kepribadian tertentu enggak?
- Kalau orang yang pendiam itu bisa enggak
- sih dengan profesi menjadi diplomat?
- Mungkin
- bukan enggak bisa sih ee harus lebih
- lebih berat belajarnya.
- Lebih berat belajarnya. Kalau saya
- sedikit cerita kepribadian saya itu saya
- tuh orangnya tipe orang yang ramah.
- Maksudnya gampang bergaul dengan
- lingkungan yang baru. Heeh.
- Terus
- kemudian
- ee ingin aja mengetahui hal-hal yang
- baru yang belum saya ketahui. Orang
- kepoan saya
- kepo nih gitu ya.
- Oke. Emm kalau profesi ini menuntut
- kepribadian ya itu jangan sampai ada
- muncul kata kepo. Skill apa nih yang
- sekarang mulai dari sekarang ini dilatih
- Razan untuk ee cita-cita yang tadi sudah
- ada dalam ee gambaran? Kalau yang
- pertama itu bahasa saya ngejar banget
- bahasa Inggris kalau menjadi diplomat
- itu.
- Terus yang kedua itu ee di public
- speaking komunikasi kayak masih
- agak-agak kurang terus
- kurang-kurang kata, takut takut salah
- kata.
- Terus yang ketiga itu
- relasi.
- Iya. Jadi itu yang sekarang sedang
- dioptimalkan, diperjuangkan. Kembali ke
- kawan yang satu lagi. Emm Azran ya.
- Oh, susah banget sihnya. [tertawa]
- Ngomong-ngomong nih kalau sudah pernah
- terbang dan pernah tahu lebih banyak
- dunia penerbangan, pokoknya tahu lebih
- banyak. Tu tantangan terbesar menurutmu
- apa terkait dengan cita-cita ini?
- Ee kalau tantangan terbesar sudah pasti
- di akademik. akademik tuh kita harus
- dapat nilai yang tinggi untuk masuk ke
- PPI ini.
- Ee habis itu ada di fokus
- karena kan di pesawat tuh pasti banyak
- banget tombol-tombol ya. Jadi kita harus
- fokus buat merhatiin sesuatu. Karena
- kalau pesawat itu ada satu aja yang
- salah pasti semuanya bakal salah.
- He
- ee misal ada
- tombol yang lupa dinyalain itu pasti
- bakal berpengaruh sama penerbangan.
- Misal nanti pesawatnya bisa aja
- tiba-tiba mesinnya mati gitu atau enggak
- tiba-tiba ee lampunya kedip-kedip,
- oksigennya mati gitu kan. Kalau ada satu
- yang lupa enggak dinyalain tuh pasti ada
- yang anomalinya, ada yang rusak gitulah.
- He he.
- Padahal tanggung jawab pilot berapa
- puluh penumpang itu kalau sampai
- kecelakaan kan. Wow. Oke. Jadi, detail
- memang harus dikuasai ya terkait dengan
- apa namanya ee profesi yang akan
- digelutin nanti. Sementara
- emm yang perlu dipegang teguh untuk
- menjadi seorang pilot untuk menuju
- cita-cita luar biasa ini di samping
- tentu tadi detail disiplin waktu perlu
- enggak?
- Perlu karena kalau kita tahu di bandara
- itu kalau kita telat semenit aja itu
- udah enggak boleh masuk. Kalau kita ee
- sebagai penumpang nih, kita telat misal
- 1 menit
- atau berapa detik pun itu nanti enggak
- boleh masuk ke dalam pesawatnya karena
- bakal ada perbedaan-perbedaan muatan dan
- perbedaan-perbedaan
- untuk ee berat pesawatnya itu pasti
- beda.
- Jadi itu penumpang apalagi pilotnya ya.
- Enggak telat enggak jadi terbang deh.
- [tertawa]
- Oke. Terus yang perlu ditingkatkan dari
- sisi akademik apaan?
- di kalau SMA harus di ee bidang IPA sih
- nanti masuk jurusan IPA karena kita tuh
- tadi kayak tadi kita perlu ilmu fisika
- karena nanti kita di PP itu benar-benar
- belajar rata-rata fisika.
- Oke.
- Jadi ikhwan akhwat dua siswa yang pengin
- jadi pilot sama diplomat sudah kita
- simak bahasannya. Nanti kami kembali
- untuk menghadirkan siswa lain. Kita
- lihat apa gerangan cita-cita mereka.
- Oke, kita jedah sejenak. Tetap bersama
- Rasil untuk Islam yang satu.
- [musik]
- Terima kasih. Masih bersama Rasil untuk
- Islam yang satu di acara Jendela
- Sekolah.
- yang hari ini mudah-mudahan bahasannya
- mempersuasi kita semua untuk jauh lebih
- siap ya. Bukan hanya mendampingi,
- mendukung putra-putri kita, tetapi juga
- bagi anak-anak itu sendiri. Ada satu
- lagi yang baru hadir bisa perkenalkan
- diri.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Perkenalkan nama saya Gamial Rifat
- Atari, bisa dipanggil Ari. Saya dari
- kelas 12.
- Oke. Ari dari kelas 12.
- Ngomong-ngomong
- kenapa sih
- orang kok pengin jadi sesuatu? Nah,
- kalau Ari sendiri pengin jadi apa tadi?
- Saya ingin menjadi dokter.
- Dokter.
- Dokter.
- Ada alasan tertentukah?
- Ada. Pertama saya melihat sosok ayah
- saya sebagai seorang dokter dan itu
- sudah pasti menjadi motivasi saya juga.
- Oke.
- Lalu saya ingin membantu banyak orang
- yang kurang mampu di luar sana dengan
- mungkin kita anggap saja seperti
- bersedekah. Kita membantu banyak orang
- dan itu kita mendapatkan dunia maupun
- mendapatkan akhirat juga.
- Masyaallah. Nanti jadi kalau Ari sudah
- jadi dokter nih, Ikhwan Akhwat pasti
- akan melakukan sedekah profesi ya. Hari
- Jumat yang datang aku obati apapun free.
- Wis keren banget itu sedekah profesi ya.
- Oke.
- Emm pernah observasi di mana?
- Saya pernah melakukan observasi di Rumah
- Sakit Umum Kabupaten Tangerang.
- Tangerang ya. Nah, pada saat melakukan
- observasi itu apa nih yang paling
- berkesan bagi Ari?
- Jadi yang paling berkesan buat saya
- mungkin saya boleh cerita dulu kegiatan
- saya selama sana.
- Heeh. Boleh-boleh.
- Jadi saya melakukan observasi profesi
- ini selama kurang lebih 2 hari.
- He.
- Jadi pada hari pertama saya pasti
- bertemu dengan atasan meminta izin
- apakah boleh melakukan observasi.
- Itu juga dari sekolah sudah memberikan
- surat-surat. Jadi saya tinggal datang
- untuk menghadap. Setelah itu saya
- dipertemukan kepada dokter itu kepala
- pada bidang dokter kesehatan namanya dr.
- Atat Ridwan.
- He.
- Dia mendampingi saya selama di sana.
- Beliau dokter umum. Jadi saya mengikuti
- kegiatan-kegiatan dokter umum di sana.
- Beliau sangat sibuk. Masyaallah. Dia
- berpindah-pindah pekerjaannya
- mengecek-ngecek yang lain. Dia ke ruang
- perawat, ruang vaksinasi seperti itu.
- Jadi satu hari saya mengikuti kegiatan
- beliau dan beliau juga menjelaskan
- tempat-tempat di rumah sakit itu. Pada
- hari kedua saya itu mengikuti beliau
- khusus ee kegiatan vaksinasi. He.
- Jadi, kegiatan vaksinasi ini adalah
- vaksinasi miningitis untuk orang-orang
- yang ingin melaksanakan umrah dari
- proses
- memasukkan vaksin hingga langsung
- disuntikkan terhadap pasien.
- Selama 2 hari berada di dalam observasi
- menyaksikan ini dan itu, itu menurut Ari
- yang paling susah apa tuh?
- Jadi yang paling yang paling susah
- dihadapi dokter itu adalah mungkin kita
- harus tepat waktu karena yang kita
- hadapi adalah pasien dan itu berhubungan
- dengan mungkin nyawa seseorang. Kita
- harus tepat waktu dan ternyata di
- realita dunia medis itu kita harus bukan
- hanya merasakan bukan hanya melihat
- pasien tapi kita juga merasakan empati
- apa yang dirasakan oleh pasien tersebut.
- Oke, jadi
- observasi sudah memunculkan banyak
- sekali gambaran. Ada yang berubah enggak
- dari cita-cita setelah ee melihat
- realita di dunia kedokteran, di rumah
- sakit dengan begitu banyak peristiwa
- yang dialami oleh para pasien,
- mengubahkah rencana keinginan untuk
- menjadi seorang dokter atau bahkan makin
- mantap gitu?
- Justru saya semakin yakin untuk menjadi
- seorang dokter.
- Dan saya juga mengetahui seberapa capai
- menjadi dokter. Karena itu di saat ini
- mumpung saya sudah kelas 12, saya sudah
- pasti untuk mempersiapkan segalanya yang
- berhubungan dengan kedokteran dari
- pendidikan nilai akademik hingga
- lain-lainnya.
- Oke.
- Jadi semakin mantap nih ya.
- Iya.
- Itu belum berkembang tuh nanti jadi
- spesialis apa belum tahu ya. Jadi dokter
- umum dulu gitu. Enggak ada gambaran
- spesialisasinya nanti pengin apa. Saya
- sudah ada gambaran. Saya bismillah
- insyaallah menjadi dokter spesialis
- ortopedi.
- Hmm. Ortopedi.
- Wahai ikhwan akhwat yang senja usia, ini
- penting banget berhubungan dekat dengan
- ee dokter dokter yang berada di ranah
- ortopedi. Terus ngomong-ngomong kalau
- sebagai profesi seorang dokter itu
- dilihat dari sisi kemanusiaannya selama
- observasi kemarin seperti apa?
- sisi kemanusiaannya itu berarti pasti
- kita sangat mau dokter-dokter itu yang
- saya lihat sangat mengutamakan pasien.
- He.
- Saya juga diajak oleh dokter Atot untuk
- ke ruang perawat. Di situ kami melihat
- mereka membantu pasien dengan sepenuh
- hati tanpa melihat lain-lain. Mereka
- mengutamakan keselamatan dan kesehatan
- pasien itu tersebut.
- He.
- Iya. Jadi
- yang namanya kepedulian luar biasa. Iya,
- benar.
- Empati posisinya di mana? [tertawa]
- Tetap harus tinggi ya, harus tinggi.
- Karena biar bagaimanapun
- sulitnya menghadapi pasien, para dokter
- yang areobasi di sana
- tetap berusaha untuk membuat yang sakit
- jadi lebih ringan dan segala macamnya.
- Oke.
- Ada yang mau ditambahkan terkait untuk
- mempersuasi yang lagi dengerin nih biar
- pengin juga jadi dokter gitu?
- [tertawa]
- Mungkin kalau untuk jadi dokter
- persiapannya panjang apalagi kita
- menempuh pendidikan dokter itu kurang
- lebih bisa 5 sampai 6 tahun. Jadi itu
- adalah proses yang panjang. Kita harus
- mempersiapkan fisik, mental dan jika
- menjadi dokter tuh jangan melihat dari
- uangnya saja. Mungkin uang tidak
- seberapa besar tapi kesiapan kitalah
- yang bakal menentukan itu semua.
- Oke, terima kasih Ari. Jangan lupa
- sedekah profesi nanti ya kalau sudah
- jadi dokter ya. berikan layanan gratis
- di waktu-waktu tertentu.
- Baik, kita kembali ke guru BK kita nih.
- Emm
- dengar dari tiga siswa lewat apa yang
- tadi diceritakan.
- Apa nih kira-kira yang bisa diambil
- oleh yang dengerin kita?
- Oke, mungkin ee benang merah dari ketiga
- cerita
- teman-teman kita yang sudah melaksanakan
- observasi profesi ini, kita bisa
- menyadari bahwa cita-cita itu tidak
- lahir dari angan-angan ataupun harapan
- semata, tapi
- juga dengan
- upaya, dengan doa tentu saja dan dengan
- realita. Jadi di observasi profesi ini
- ee harapan kami para siswa itu
- benar-benar melihat realita di lapangan.
- Bukan hanya katanya aja gitu, tapi juga
- betul-betul melihat oh nyatanya seperti
- ini gitu. Jadi baik itu pilot ee
- diplomat maupun dokter semuanya ini ee
- menunjukkan bahwa setiap profesi apapun
- itu bentuknya tetap membutuhkan upaya,
- tetap membutuhkan kesiapan diri,
- disiplin, dan nilai tanggung jawab yang
- besar. Karena ee ketika ee siswa melihat
- langsung dunia profesi, jadi mereka
- bukan hanya ee
- menggaris bawahi aku ingin menjadi apa,
- tapi siapkah aku untuk menjadi itu
- menjadi profesor.
- Dan sebagai guru BK, bagaimana
- meyakinkan mereka bahwa kamu pasti bisa?
- Oke. Tentu saja diyakinkan dengan ee
- mungkin kita bisa berlandaskan
- ayat Al-Qur'an di Quran surah at-Tin
- yang menyebutkan bahwa Allah itu
- menciptakan kita manusia dengan ahsanit
- takwim, dengan sebaik-baiknya
- penciptaan. Jadi apapun yang kita
- harapkan, yang kita impikan,
- Allah itu sudah berikan porsi yang tepat
- dan sempurna. Tinggal kita upayakan,
- kita jemput peluangnya, kita usahakan.
- Jadi
- yakinlah pasti bisa. Pasti [tertawa]
- bisa. Oke. Terus dari observasi yang
- dilakukan ini, motivasi mereka kira-kira
- bertumbuh luar biasa berapa persen atau
- berkali-kali lipat malahan? Bisa
- diceritakan?
- Iya. Alhamdulillah untuk sejauh ini yang
- kami dapatkan karena ee salah satu
- output dari
- ee observasi profesi ini mereka harus
- membuat karya tulis gitu. Jadi mereka
- melaporkan. He.
- Nah, alhamdulillah ee melihat bagaimana
- antusiasme anak-anak juga ketika
- melakukan kegiatan observasi ini,
- motivasi belajar mereka insyaallah
- meningkat dan sejauh ini mereka banyak
- yang semakin yakin dengan apa yang
- mereka minati. misalnya minat ke dokter
- setelah
- melaksanakan observasi profesi ini makin
- yakin dan makin ee melag dengan realita
- menjadi dokter itu seperti apa. Begitu
- juga dengan Razan, dengan Azahran,
- begituun dengan teman-teman yang lain.
- Jadi alhamdulillah untuk motivasi
- belajar mereka juga meningkat
- dengan baik.
- Iya.
- dari pengalaman yang di ee alami oleh
- siswa-siswa kita,
- sekolah memfasilitasinya sedemikian
- rupa.
- Jadi kalau mereka sudah datang,
- observasi enggak stop sampai di situ aja
- dong ya. Nah,
- ee bagaimana itu semua bisa membentuk
- cita-cita semakin mantap tadi itu ada
- usaha tertentu juga kah? Oke. Nah, tentu
- saja di sini ee pihak sekolah bersama
- orang tua juga kami
- tugas kami adalah sebagai pendamping
- bukan penentu.
- Ee
- kami percaya bahwa semua anak itu
- bintang. Semua anak terlahir dengan
- kompetensi dan potensinya masing-masing.
- Hanya bagaimana potensi itu ditemukan
- kemudian dikembangkan. Nah, di situlah
- pihak sekolah ini menjadi ee pendamping
- pendampingi siswa dalam bentuk melakukan
- refleksi, melakukan coaching, melakukan
- ee konseling sehingga ee cita-cita dari
- Ananda ataupun anak-anak itu betul-betul
- terarah dan terencana dengan baik.
- Keren banget ya, Ikhwan Akhwat. Dan
- kayaknya enggak semua sekolah punya
- program ini deh.
- Betul sekali.
- Iya, betul, Ibu. Jadi ee program desain
- cita-cita ini memang salah satu program
- unggulan di sekolah kami di SMA IT Insan
- Mandiri Cibubur. Di mana kayaknya kalau
- dulu kita sekolah belum ada nih yang
- program memang betul-betul membantu kita
- untuk merencanakan masa depan itu
- seperti apa. Kalau boleh saya putar
- waktu, mungkin saya ingin sekali sekolah
- di sini karena program ini amat sangat
- mendukung karena betul-betul memberikan
- fasilitas ataupun kesempatan yang banyak
- untuk bisa belajar secara langsung.
- Bukan hanya melihat dari dunia luar,
- bukan hanya mendengar dari katanya dan
- katanya, tapi betul-betul mempersiapkan
- mm masa depan siswa dengan amat sangat
- terencana. dimulai dari menggali potensi
- diri dengan ee tes ee MIR maupun DISC
- dan lain sebagainya. Kemudian juga
- membuat rencana perjalanan selama kurang
- lebih 3 tahun sampai 4 tahun ke depan.
- Kemudian dihadirkan para ahli.
- Kemudian juga ada ee kesempatan untuk
- observasi profesi ini di bidang yang
- kita minati dan itu betul-betul
- menjadi gerbang awal untuk kita ataupun
- siswa itu bisa semakin yakin dengan ke
- depannya mereka tuh mau menjadi manusia
- bermanfaat yang seperti apa
- yang sesuai juga dengan ee selera dan
- apa ini mereka ya minat mereka. Terus
- ngomong-ngomong nih di era media sosial
- yang sungguh sangat luar biasa terbuka,
- banyak sekali yang bisa mempengaruhi
- para ee pengguna media sosial ini.
- Banyak juga siswa yang ee terpengaruh
- dengan profesi-profesi yang instan,
- viral gitu. Nah, itu bagaimana sekolah
- menyikapi hal ini.
- Oke, memang media sosial ini biasanya
- menampilkan hasil bukan proses.
- Nah, betul. Jadi banyak sekarang
- sepertinya anak-anak kalau ditanya
- cita-citanya mau jadi apa, banyaknya
- bilangnya jadi selebgram atau YouTuber
- gitu ya, Ibu ya. Tapi ya karena ee
- hal-hal yang diperlihatkan di media
- sosial tentu yang biasanya yang
- membahagiakan, yang instan.
- Perjuangan beratnya enggak ada. Nah,
- perjuangan beratnya bagaimana dia
- mencapai itu, itu jarang sekali
- diperlihatkan dan jarang di ee disadari
- oleh para ee kita pengguna sosial media.
- Nah, maka sekolah hadir untuk meluruskan
- bahwa setiap profesi ini memiliki jalan
- dan prosesnya masing-masing. Tidak ada
- yang instan. Semua butuh proses, semua
- butuh perjalanan dan perjuangan. Nah,
- tinggal di mana, di bagian mananya kita
- mau memperjuangkan
- dari perjalanan selama ini. Kebanyakan
- kesalahan siswa dalam menentukan
- cita-cita tuh di bagian apanya sih?
- Nah, biasanya banyaknya
- siswa itu memilih cita-cita itu tanpa
- mengenal potensi dirinya ataupun minat
- ee bakat dirinya. Jadi ee kebanyakan
- mereka melihat dari sisi enaknya. Oh,
- enak ya. jadi diploma misalnya, uangnya
- banyak misalnya, atau jadi dokter
- [tertawa]
- biasanya. Akan tetapi ee kurang terbuka
- perihal realitanya itu seperti apa.
- Bahwa oh menjadi diploma itu prosesnya
- panjang, banyak hal yang harus
- dikorbankan bahkan gitu. Itu pun jadi
- dokter dan lain sebagainya. Jadi
- biasanya ee kebanyakan siswa itu mm
- belum melag terkait dengan proses yang
- panjang untuk mencapai satu profesi
- tertentu gitu. Ini kan sesuai dengan
- acara ini juga disimak sama ayah bunda
- kan.
- Seberapa besar sih pengaruh atau peran
- ayah bunda terhadap ee cita-cita anak
- cita-cita. Oke. Tentu saja peran orang
- tua itu sangat besar ya Ibu ya. He.
- Jadi ee orang tua itu mitra sekolah
- gitu. Jadi kita bermitra dengan orang
- tua, kita bersama-sama
- dengan orang tua untuk men-support
- apa yang memang Ananda ini inginkan,
- potensinya di mana.
- Kita sama-sama kembangkan sekolah
- fasilitasi sekolah. orang tua mendukung
- dari rumah, dari doa, dan dari ee
- hal-hal yang memang mendukung ataupun
- memfasilitasi Ananda dalam mencapai
- cita-citanya tentu saja.
- Iya, karena di sekolah anak-anak juga
- sudah di ee kembangkan berbagai pikiran
- dan ee keinginan kerinduannya bisa jadi
- jembatan dengan orang tua ya. Siapa tahu
- berbeda. Ayah maunya enggak, kamu harus
- jadi A. Anaknya bilang, "Enggak, aku mau
- jadi B." misalnya seperti itu. Oke.
- Nah, dari observasi profesi ini yang
- apa namanya juga membentuk karakter ya,
- bukan hanya arah karirnya doang itu ee
- ada gambaran seperti apa?
- Iya. Jadi ee observasi profesi ini bukan
- hanya ee apa namanya? Observasi profesi
- ini sangat membentuk karakter siswa.
- Jadi, siswa belajar bagaimana
- bertanggung jawab atas sesuatu. Sekecil
- apapun hal yang mereka lakukan, mereka
- harus mempertanggungjawabkannya.
- Kemudian disiplinnya, empati, dan juga
- amanahnya. Nah, ini pendidikan karakter
- yang nyata. Bukan hanya teori di kelas,
- bukan hal-hal yang bisa dipelajari
- secara teoritis, tapi secara praktis.
- Nah, maka di observasi profesi ini
- mereka mempelajari nilai-nilai karakter
- yang mungkin tidak mereka temukan secara
- ee materi di kelas seperti itu.
- Oke. Nah, kita kayaknya masih ada
- sedikit waktu nih nanya ke yang pengin
- jadi dokter. O iya.
- Kalau sebelum melakukan observasi itu
- kira-kira ekspektasi
- terhadap profesi yang akan dipilih ini
- ada perbedaan enggak dengan setelah
- melihat
- atau makin kuat atau bagaimana?
- Mungkin sedikit berbeda. Saya pikir jadi
- dokter tuh capek. Ternyata pas di
- lapangan sangat capek. Ternyata
- bukan cuman capek tapi
- bukan cuman sangat capek karena dokter
- itu berpindah-pindah. Bukan hanya di
- satu ruangan dia pindah ngecek pasien
- ini ke pasien yang ini membantu perawat.
- Banyak sekali tugasnya.
- Jadi pakai bingit inya tujuh gitu ya.
- [tertawa]
- Terus em selama observasi itu ada enggak
- momen yang gila ini nih beneran enggak
- bakal gue lupain seumur hidup gitu? Apa
- misalnya?
- Mungkin enggak ada sih. Paling kayak
- tadi aja yang kan saya juga masih dokter
- umum kan.
- Itu pun juga prosesnya masih beberapa.
- Saya cuma 2 hari itu paling yang kita
- muter-muter rumah sakit mengecek pasien
- itu aja capek hitungannya. Rumah sakit
- kan besar kita pasien ruangan ini ke
- ruangan itu seperti itu.
- Kalau terkait dengan profesi dokter
- jelas nilainya luar biasa bagi
- kehidupan. Ada gambaran spesial dari
- Ari. Dokter bagiku adalah misalnya
- jadi dokter bagi saya adalah mungkin
- nilainya dalam perjalanan kehidupan
- seseorang kan pasti ada tuh ya.
- Gimana-gimana
- dokter itu mungkin sangat penting bagi
- kehidupan kita karena dia juga
- menyangkut kesehatan. kita di masyarakat
- juga. Jadi dia membantu kita untuk
- menjaga kesehatan kan juga hal yang
- sangat penting mungkin untuk pekerjaan,
- untuk melakukan berbagai aktivitas
- seperti itu.
- Oke, sebelum kita akhiri ada yang mau
- dipesankan kepada teman-teman di luar
- sana?
- Teman-teman di luar sana mungkin untuk
- teman-teman sangkatan saya yang kelas 12
- juga mungkin semangat untuk mencapai
- kampus impiannya dan untuk mencapai
- cita-citanya. belajaran lebih giat
- supaya cita-citanya bisa sampai. Terima
- kasih. Oke, yang mau jadi diplomat masih
- ada di sini enggak, ya? Oh, masih ada.
- [tertawa]
- Kayaknya pertanyaan sama deh. Pengin
- tahu banget nih dikaitkan dengan ee apa
- cita-cita dan setelah observasi dan
- segala macamnya ini makin mantap, ada
- keraguan atau justru
- apa yang bisa diceritakan?
- Ee mungkin ada sedikit keraguan
- di pembelajaran bahasa
- bahasa Inggris. Tapi kata papa itu
- belajar enggak ada yang telat sih. Jadi
- ee mencoba ee belajar dari awal lagi. H
- bahasa Inggris secara basic sampai jadi
- diplomat.
- Ya, bilang sama ayah kalau hari Minggu
- atau Sabtu pulang kan. Enggak,
- enggak. Ya, pokoknya kalau ketemu ayah
- jangan bicara pakai bahasa Indonesia,
- pakai bahasa Inggris. [tertawa] Maksa
- nih ya. Karena eh kan learning by doing
- katanya kan kalau kalau enggak belajar e
- itu baru bahasa Inggris nanti katanya
- pengin bahasa lainnya. Oke deh. Terus em
- pertanyaan berikutnya selama observasi
- itu ee momen yang juga tidak bisa
- dilupakan kira-kira apa
- ee momen yang paling enggak bisa yang
- enggak bisa saya lupakan?
- Heeh.
- Ada banyak sih sebenarnya, tapi salah
- satunya itu ketemu Pak Budi Santoso,
- Menteri Perdagangan
- dan mungkin ketemu teman-teman rekan
- kerja Papa dulu terus ketemu orang-orang
- yang sangat hebat. Contohnya kayak
- Bolvi, Pak Bayu,
- H
- Bu Tiara itu orang-orang yang
- menginspirasi.
- Jadi menyemangati ya. Oke. Nilai apa nih
- kira-kira sebagai seorang diplomat?
- nilai apa nih yang ee bisa kamu genggam
- erat kemudian menjadi bagian dari karir
- ke depannya? Ee mungkin saya ingin
- menginspirasi orang banyak ee banyak
- orang di luar sana.
- Heeh.
- Terus mungkin
- karena ee kerjaan diplomat itu mungkin
- gajinya lumayan ya. Mungkin salah satu
- impian saya ketika saya sudah sukses
- nanti saya ingin ee membuat atau
- menyumbang ke rumah yatimat.
- Masyaallah itu cita-cita yang dibold
- digaris bawahi sehingga mudah-mudahan
- alam pun mendukung ya bisa terwujud ya.
- Amin.
- Oke, kembali ke guru BK kita di
- penghujung ee acara jendela sekolah kita
- ini. Saran untuk orang tua di rumah dong
- kira-kira
- untuk anak-anak yang masih bingung
- menentukan ee cita-citanya.
- Oke, mungkin untuk ee ayah bunda yang
- masih bingung mm bagaimana cara
- memfasilitasi
- anak-anaknya dalam menentukan cita-cita
- atau impiannya.
- Mungkin yang pertama bisa dilakukan
- adalah menggali potensinya. Kalau memang
- anaknya masih di usia dini dalam artian
- masih kecil, masih berproses dan lain
- sebagainya bisa difasilitasi dengan
- berbagai hal yang memang terlihat oh dia
- punya minat di sini, dia sepertinya
- berbakat di sini. Nah, itu bisa
- difasilitasi untuk digali apakah itu
- misal memang diberikan mm kursus
- tambahan atau seperti apa gitu. Kemudian
- apabila memang sudah di fase remaja
- seperti kakak-kakak kita di sini
- eh dampingi dan yakinkan dan berikan ee
- gambaran realitanya seperti apa. Karena
- mm potensi yang sudah mereka miliki itu
- akan jauh berkembang lebih pesat jika
- diberikan kesempatan ataupun peluang
- yang besar untuk mereka bisa berproses
- dan berkembang. Maka ee salah satunya
- adalah dengan program desain cita-cita
- yang sudah kami siapkan di SMA IT Insan
- Mandiri Cibubur ini bahwa he
- ee program ini bukan hanya untuk
- mengetahui cita-cita yang seperti apa,
- tapi juga mengenal dirinya, mengenal
- dunia profesi, kemudian juga mampu
- merencanakan masa depan secara matang
- dengan pendampingan pihak sekolah,
- guru-guru, wali kelas, dan lingkungan
- sekolah yang sportif. Jadi ee
- cita-citanya itu bukan sekedar angan,
- tapi juga nyata dan bisa diperjuangkan
- dengan cara yang
- keren banget. Tapi SMA nih ya, kenapa
- enggak dari SMP gitu desain cita-cita
- diberikan?
- Iya, sebetulnya ee setahu saya di SMP
- juga sekarang sudah di dijalan dan
- diarahkan.
- Alhamdulillah. Oke,
- kita sudah di penghujung. Kalau boleh
- emm dirangkam dirangkum dalam satu
- kalimat, satu alinea misalnya gitu.
- Makna dari observasi profesi ini bagi ee
- sekolah yang untuk anak-anak atau
- mungkin juga bagi Ari dan juga aku lupa
- namamu susah sekali Raz. Razen Razen
- [tertawa]
- seperti apa kira-kira?
- Oke. Dari
- dari Ibu dulu dong. [tertawa]
- Dari saya dulu. Oke. Ee untuk program
- observasi profesi ataupun desain
- cita-cita ini,
- mm
- sangat
- membuka
- mata dan
- hati.
- Kenyata mata dan hati ya. karena membuka
- mata ee bahwa realita di lapangan
- ternyata tidak semudah apa yang
- dibayangkan. Membuka hati karena
- ternyata banyak sekali hal-hal yang
- harus dipersiapkan bukan hanya secara
- materi tapi juga non materi seperti
- empati kemudian rasa rasa memiliki. Nah,
- itu dari kegiatan observasi profesi ini
- ee hal itu yang bisa didapatkan. Oke,
- Razen starting apa? Closing
- statement-nya kalau boleh satu kalimat
- aja terkait dengan observasi profesi
- bagimu.
- Membuat saya lebih terarah dari tujuan
- saya.
- Terarah. Mantap jadinya ya. Ari
- kalau buat saya adalah membuat saya
- untuk lebih serius dalam belajar
- gara-gara observasi jadi lebih serius
- gitu ya
- karena perjuangan yang berat seperti
- itu.
- He. Oke. Jadi itu ikhwan akhwat
- kehadiran jendela sekolah kali ini
- terkait dengan desain cita-cita yang
- sudah kita simak. mudah-mudahan juga
- mempersuasi kita, memberikan gambaran
- kepada kita untuk Ibu BK kita nih, ada
- closing statement yang mau disampaikan
- kah?
- Oke, boleh Ibu. Jadi ee ikhwan akhwat
- dan teman-teman semua,
- 87% mahasiswa di Indonesia ini mengaku
- salah jurusan.
- Nah, kenapa hal ini bisa terjadi? karena
- ee banyak yang tidak mengenali potensi
- dirinya. Oleh karena itu ee pendidikan
- menjadi hal yang amat krusial untuk
- dipersiapkan dan pilihlah sekolah yang
- tidak hanya menyiapkan akademik, tetapi
- juga membantu menyiapkan untuk
- mewujudkan cita-cita Ananda. Dan di SMA
- IT Insan Mandiri Cibubur ini kita akan
- bantu mewujudkan melalui program
- unggulan kami yaitu Desain Cita-cita.
- Masyaallah. Jadi, ikhwan akhwat,
- bahasan kali ini mudah-mudahan
- betul-betul memberikan satu gambaran
- baru bagi perjalanan ke depan. Apalagi
- kalau anak-anak kita masih SMP ya, SMA.
- Baik, terima kasih sekali lagi kepada
- Ibu BK kita dan juga kepada siswa-siswa
- yang sudah hadir dari Insan Mandiri
- Cibubur dan tentu tidak lupa ya untuk
- siswa yang inspiratif memberikan masukan
- bagi yang mendengarkan. Semoga apa yang
- dibagikan hari ini akan membuka jendela
- hati bagi orang tua ataupun bagi
- anak-anak di dalam memandang pendidikan
- cita-cita terkait dua ini. Baik, sampai
- jumpa di jendela sekolah 2 minggu yang
- akan datang di hari yang sama yaitu di
- hari Senin ya. Billahi taufik wal
- hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.