Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 [musik] 0:12 Bismillahirrahmanirrahim. 0:14 Asalamualaikum warahmatullahi 0:16 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:17 rahimakumullah. 0:19 Alhamdulillah wasyukurillah kita dapat 0:21 bersama-sama kembali di acara jendela 0:23 sekolah yang mudah-mudahan mempersuasi 0:26 kita semua untuk dapat lebih banyak 0:30 membantu dan mendukung buah hati 0:32 putra-putri tercinta kita. Tidak lupa 0:35 salam selawat kita lantunkan untuk 0:37 junjungan umat kekasih kita Muhammad 0:39 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 0:42 Semoga kelak kita mendapatkan syafaat 0:44 beliau dan bertemu dengan beliau 0:48 bersama-sama. dengan beliau di saat yang 0:50 sangat kita rindukan di yaumil akhir. 0:53 Hari ini jendela sekolah ee kembali 0:58 hadir yang merupakan sajian 1 jam 1 jam 1:03 lebih mungkin ya yang menginspirasi 1:06 untuk kita semua bagaimana melihat dunia 1:09 pendidikan lebih nyata, lebih dekat, dan 1:12 lebih bermakna. 1:14 Bahasan kali ini itu sebetulnya sangat 1:18 banget penting untuk masa depan buah 1:22 hati kita, yaitu bagaimana memantapkan 1:26 cita-cita 1:28 melalui observasi profesi. 1:32 Ini program unggulan nih di SMA Insan 1:35 Mandiri Cibubur ya. Jadi apakah anak 1:40 kita mau jadi dokter atau mau jadi 1:43 pilot? atau mau jadi ee guru besar atau 1:47 apapun juga ya. Yang jelas yang hadir 1:51 ini nanti ada dua sesi nih ikhwan 1:52 akhwat. Yang pertama hadir ee 1:56 Ibu guru kita, guru bimbingan konseling. 1:59 Asalamualaikum warahmatullahi 2:00 wabarakatuh. 2:01 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:03 wabarakatuh. 2:04 Perkenalkan dong kameranya di sana. 2:07 [tertawa] 2:08 Iya. Ee ikhwan akhwat, perkenalkan saya 2:12 Anisa Rahmawati. guru BK di SMA IT Insan 2:15 Mandiri Cibubur yang insyaallah ee hari 2:18 ini membersamai di segmen jendela 2:21 sekolah kali ini. 2:23 Dan dua siswa yang hadir duluan nih coba 2:25 perkenalkan diri. 2:29 Baik. Asalamualaikum warahmatullahi 2:31 wabarakatuh. 2:32 Waalaikumsalamumsalam warahmatullahi 2:34 wabarakat. Eh, saya Azahran salah satu 2:36 siswa yang menjalani observasi profesi 2:40 di SMA IT Insan Mandiri Cibubur. 2:43 Satu lagi. 2:46 Asalamualaikum warahmatullahi 2:47 wabarakatuh. 2:49 Ee perkenalkan saya Razan dari kelas 11 2:52 SMA IT Insan Mandiri Cibubur. 2:56 Baik, nanti di sesi kedua ada lagi siswa 3:00 lain yang juga akan hadir ke ruangan 3:03 kita. Pertanyaan ke Ibu yang 3:08 sungguh sangat membantu nih kita dengar 3:11 ya anak-anak SMA itu bingung ketika aduh 3:15 cita-citanya mau ke mana. Nah, dari 3:18 sudut pandang guru BK seperti apa nih? 3:21 Oke. Nah, memang ee Ibu dan Ikhwan 3:25 akhwat sekalian, fase SMA ini merupakan 3:29 fase ee penting karena di sinilah masa 3:33 transisi dari masa remaja menuju dewasa 3:36 awal. Sehingga ee siswa-siswa ataupun 3:40 anak-anak remaja ini seringki dihadapkan 3:43 dengan banyak keputusan besar yang akan 3:46 berkaitan dengan hidupnya. entah itu 3:49 perihal peminatan belajar, kemudian 3:52 terkait dengan persiapan karir, e 3:54 jurusan kuliah misalnya, profesi dan 3:57 lain sebagainya. Dan apabila pada fase 4:01 ini mereka tidak didampingi, tidak 4:03 diarahkan, tidak dibimbing, 4:06 ee khawatirnya mereka ee memutuskan 4:10 ataupun mengambil keputusan itu 4:12 berdasarkan ikut-ikutan atau 4:14 menyesuaikan dengan tren yang sedang 4:16 marak di tengah mereka. 4:18 Belum lagi kalau ayah ibu juga punya 4:20 tuntutan ya, kamu harus jadi ini ya, 4:22 [tertawa] padahal anaknya mau jadi yang 4:24 lain. 4:25 Betul sekali, Bu. 4:26 Iya. 4:27 Terus kan ada program ee desain 4:31 cita-cita ya di SMA Insan Mandiri. Ee 4:35 bisa digambarkan? 4:37 Baik. Ee mungkin saya beri sudut pandang 4:40 dari BK ya, Ibu ya. He. 4:42 Jadi di ee ada fokus utama di bidang 4:46 bimbingan konseling ini ada empat empat 4:49 fokus utama kami. Yang pertama terkait 4:52 dengan ee kepribadian pribadi, kemudian 4:56 yang kedua sosial, yang ketiga ee 4:59 belajar, dan yang keempat itu karir 5:01 ataupun profesi. Nah, program desain 5:04 cita-cita ini merupakan salah satu 5:06 bagian dari layanan bimbingan konseling 5:08 di bidang karir di mana kami bukan hanya 5:12 ee mengarahkan tapi juga mendampingi 5:16 dalam persiapan mereka untuk memilih, 5:18 memantapkan serta merencanakan karir ke 5:21 depannya. seperti itu. Jadi, desain 5:24 cita-cita ini adalah bagian dari program 5:27 unggulan sekolah kami juga yang mana 5:30 tahapannya tidak instan akan tetapi 5:34 ee berkelanjutan dan bertahap seperti 5:37 itu, Ibu. 5:39 Jadi, cari tahu apa yang diminati 5:42 anak-anak tapi juga ditambahkan dengan 5:45 ee keistimewaan mereka. Ya, 5:47 betul. Sebab siapa tahu minatnya itu 5:49 karena itu tadi gambaran dari 5:52 orang-orang yang banyak bicara, 5:53 memberikan informasi, tapi sebetulnya 5:56 dia unggul di ee bagian tertentu gitu 5:59 ya. 5:59 Iya, betul. 6:00 Iya. Dan kalau observasi profesi ini 6:06 menjadi penting dalam desain cita-cita 6:10 seperti apa itu? 6:11 Oke, mungkin saya izin sedikit jelaskan 6:13 terkait dengan tahapan-tahapan di desain 6:15 cita-cita. Jadi, desain cita-cita ini 6:18 berawal dari kami mencoba untuk mm 6:24 membantu siswa untuk mengenali potensi 6:27 dirinya. Ini ee di ee cara yang kami 6:31 gunakan yaitu ada beberapa subtes yang 6:34 dilakukan misalnya dengan tes MIR atau 6:36 multiple intelligence research. Kemudian 6:39 ada tesisc juga untuk mengetahui 6:42 kepribadian, kemudian potensi ee minat, 6:45 bakat, dan passion yang bisa ee siswa 6:49 kembangkan ke depannya. Nah, setelah 6:52 mengetahui potensi yang ada, maka ee 6:55 kami arahkan bentuknya bisa dalam 6:58 pembuatan road map namanya atau peta 7:01 peta perjalanan 7:03 ee kurang lebih 1 sampai 5 tahun ke 7:05 depan itu apa yang mau mereka lakukan 7:08 dari kelas 10 kemudian kelas 11, kelas 7:10 12 hingga hingga memilih ee jurusan 7:14 pendidikan di jenjang pendidikan 7:16 berikutnya. Nah, observasi profesi ini 7:19 merupakan salah satu tahapan setelah 7:21 mereka ada belajar juga bersama. Kami 7:25 waktu itu ada sesi maestro kelas 7:27 namanya, Ibu. He 7:28 itu kami menghadirkan para ahli ee 7:32 menghadirkan misal bidang kedokteran 7:34 kami menghadirkan dokter, di bidang 7:35 arsitektur kami menghadirkan arsitek 7:37 untuk anak-anak belajar secara langsung 7:40 bersama ahlinya, bersama orang yang 7:43 profesional di bidang tersebut terkait 7:45 dengan apa sih yang harus mereka 7:47 persiapkan dan lain sebagainya. Nah, 7:49 setelah ee class itu, maka tahapan 7:52 berikutnya adalah observasi profesi ini 7:54 di mana para siswa mengetahui secara 7:57 langsung dunia kerjanya itu seperti apa, 8:00 realita di lapangannya seperti apa, dan 8:03 apa sih yang harus mereka persiapkan ke 8:04 depannya seperti itu. 8:07 Jadi, beneran nyaman banget nih ya, 8:10 Ikhwan Akhwat kalau ada pendampingan 8:12 seperti ini. Oke, sekarang kita ke siswa 8:15 yang hadir di sini yang seperti 8:17 dijelaskan tadi ikut di dalam program 8:20 ini ke Azahran dulu deh. 8:24 Emm, 8:26 informasinya pengin jadi penerbang mau 8:30 terbang gitu. [tertawa] 8:32 Gimana ceritanya? Jadi kenapa kok 8:35 tertarik dengan profesi terbang meskipun 8:38 enggak punya sayap? 8:41 ee saya tuh tertarik untuk menjadi pilot 8:44 atau masuk ke bidang penerbang tuh 8:46 karena kita bisa ee menghubungkan antar 8:49 wilayah dan antar masyarakat. Jadi, 8:52 masyarakat tuh bisa berinteraksi ee dan 8:55 bisa 8:56 berbagi gitu. Misal hasil hasil alam 8:59 atau kebudayaan. Kita juga bisa membantu 9:03 orang yang mungkin dia tuh ada pekerjaan 9:07 jadi lebih cepat datangnya. 9:10 menembus awan lagi ya. Wis keren banget 9:13 ya. Dan selama observasi di PPI ini, apa 9:17 saja sih yang bisa dilihat dan 9:19 dipelajari secara langsung 9:22 di PPIC ini atau Politeknik 9:24 Pederembangan Indonesia Curuk itu tuh 9:26 kita harus siap mental, siap fisik, dan 9:28 juga akademik. 9:30 Ee kita tuh harus siap mental karena di 9:32 sana kita di Wisma itu tuh juga tegas ee 9:36 mentor-mentor, guru-guru itu tegas. 9:39 Dan untuk fisik kita tuh dilatih di sana 9:42 minimal lari 5 kilo, harus 9:45 bisa push up minimal 20, sit up, plank 9:48 dan olahraga lain. Kalau akademik itu 9:51 kita ee difokuskan ke fisika karena kan 9:54 pesawat tuh ee terbang juga karena 9:57 dibantu ilmu fisika. 9:58 Iya. Itu enggak masalah tuh push up 20 10:01 kali, 50 kali itu 10:02 ee untuk sekarang lagi saya latih juga 10:05 untuk jogging lari. 10:06 He 10:07 iya. Iya. Terus terkait dengan ee 10:10 profesi pilot yang tentunya enggak waktu 10:14 masih bocah enggak bayangin kan ya untuk 10:16 jadi pilot. Nah, itu kira-kira apa sih 10:18 yang membuka mata hatimu untuk aku mau 10:21 ambil profesi ini gitu? 10:24 Ee saya tuh ee emang dulu tuh bukan 10:28 pilot ya, tapi kayak kebanyakan 10:30 anak-anak lain pengin jadi tentara. 10:32 Oke. 10:33 Nah, karena tapi tentara tuh waduh susah 10:35 nih gimana ya masuk tentara ya? eh lebih 10:38 berat gitu daripada pilot. Tapi saya 10:40 tetap pengin yang ee semi militer. Saya 10:44 cari-cari ada polisi. Cuman kurang 10:46 tertarik polisi tuh. Nah, akhirnya saya 10:49 ketemu nih pilot. Pilotnya tetap semi 10:52 militer cuman ee menarik gitu. Dia tuh 10:56 tugasnya untuk menghubungkan wilayah, 10:59 terus untuk mengantar orang-orang. Jadi 11:02 saya emang lebih prefer ke pilot tuh 11:05 karena itu tadi 11:07 lewat observasi tadi itu ya 11:09 ngomong-ngomong pernah terbang 11:12 ee kalau terbang pakai pesawat pernah 11:15 rasanya pengin duduk di kursi pilot 11:18 pengin banget 11:18 pengin banget oke mudah-mudahan ya jelas 11:22 observasi lewat yang sudah kita lewati 11:25 ini membuat 11:28 perasaan jadi semakin mantap ee ee 11:31 semakin kuat atau kayaknya realistis deh 11:35 gitu. Gimana 11:36 kalau untuk diri saya sendiri makin kuat 11:39 karena ee saya tuh jadi tahu apa aja 11:41 yang harus saya pelajarin, apa aja yang 11:43 harus saya siapkan untuk masuk ke PPI. 11:46 Jadi saya pas sudah tes di sana, pas 11:48 sudah masuk ke PP-nya enggak kagok lagi 11:49 gitu buat mengikuti pelajaran dan 11:52 aktivitas yang ada di sana. 11:54 Siap. Ya, mudah-mudahan ikhwan akhwat 11:56 juga doain mudah-mudahan 11:59 ee benar-benar bisa terbang jadi pilot 12:01 ke siswa yang satunya ee tadi lupa deh 12:04 namanya siapa? 12:05 Ee Razan. 12:06 Razan. Nah, sama juga dengan yang ingin 12:09 diketahui terkait dengan kenapa kalau 12:13 Razan memilih jadi apa ya tadi ya? 12:17 Seorang diplomat. 12:18 Ah, tadi sudah dengar tapi persisnya 12:21 jadi ingin menjadi diplomat. 12:25 Sebenarnya ini saya sambil sedikit 12:27 cerita ya mungkin. 12:28 Heeh. Lah 12:28 ee 12:30 awal menjadi diplomat itu tertarik sama 12:33 apa yang dikatakan sama papa. Jadi 12:36 Oh, jadi pengaruh ayah luar biasa ya. 12:39 Oke. 12:40 Ayah ee sebelum itu ayah saya itu ee 12:43 orang di kementerian juga. 12:45 He 12:46 ee di bidangnya biro hukum. Terus karena 12:49 papa nih kayak seru seru banget 12:51 bahas-bahas politik yang enggak yang 12:53 enggak beres di zaman sekarang. di 12:55 sekarang. 12:56 Terus kayak saya 12:58 seru juga sih politik. Coba deh yang 13:00 awalnya saya ee ada terkaitannya dengan 13:03 public speaking. He. 13:05 Terus kayak kata Bapak juga diplomat itu 13:07 penting di bahasa, relasi. Terus karena 13:10 di Kementerian Perdagangan ini gimana 13:12 caranya kita membuat orang itu orang 13:15 yang kita tawarkan itu suka dengan kita 13:17 secara positif? 13:18 He. Heeh. 13:20 Ee mungkin itu sih 13:22 jadi 13:22 terinspirasi dari saya 13:24 yang ada dalam benak dan pemikiran itu 13:27 bagaimana berada di ranah diplomasi 13:31 kemudian juga ee perundingan 13:33 internasional. Luar biasa sekali. Jadi 13:37 kalau 13:39 banyak nih kita-kita yang sebetulnya 13:41 kurang familiar ya yang dilakukan di 13:44 Direktorat Jenderal Perundingan 13:46 Perdagangan Internasional itu yang Razan 13:50 ketahui seperti apa? Ee yang pertama 13:53 Kementerian Perdagangan itu ee harus 13:56 memahami ee komunity ke luar negeri 13:58 untuk mengimpor ee impor-mengor. 14:01 He 14:02 ee dan untuk menjual promosi Indonesia 14:05 ke negara tujuan. Mungkin contohnya 14:08 Amerika yang menjadi pasar yang belum 14:10 lengkap digarap oleh Indonesia dan maka 14:13 kayak Indonesia harus bersaing dengan 14:16 Cina sama Jepang dan banyak negara lain. 14:19 Secara internasional ee Indonesia ini 14:22 memasuki pasar 14:25 ee 15 besar 14:26 secara internasional. 14:31 15 besar kita sudah masuk nih. 14:33 I. 14:33 Wow. Keren banget ya. Terus 14:35 ngomong-ngomong 14:37 apa nih kira-kira keterampilan yang 14:39 sangat dibutuhkan di ranah yang Razan 14:42 pilih? 14:44 Kalau menjadi seorang diplomat itu 14:46 paling penting 14:48 bahasa. Bahasa itu penting untuk seorang 14:51 diplomat ketika di luar negeri. 14:53 Heem. He. 14:54 Ketika ee ee berdagang di luar khususnya 14:59 di Kementerian Perdagangan ini yang 15:01 paling penting itu tadi yang saya ucapin 15:03 bagaimana membuat orang bekerja sama 15:05 dengan kita itu suka dengan apa yang 15:08 kita sampaikan kepada mereka atau 15:11 penawaran kita kepada mereka. 15:14 Jadi, setidak-tidaknya bahasa dunia tahu 15:18 ee 15:18 bahasa Inggris ya kan. Terus tambah lagi 15:21 yang menarik menurut gambaran Razan. 15:24 Kalau saya secara pribadi saya bisa 15:27 bahasanya Arab. Bahasa Arab 15:29 Arab. Terus nanti karena terkait dengan 15:33 hubungan internasional yang luar biasa, 15:35 Cina juga belajar gitu ya. Jerman 15:37 [tertawa] 15:38 Oh, Mandarin ya, bukan Cina. 15:40 Oke. Emm, dari observasi ini adakah ee 15:46 perjalanan selama proses observasi ini? 15:49 yang mengubah cara pandang Razan terkait 15:54 dengan cita-cita ini tadi atau plus 15:58 kalau kuliah nanti ke jurusan apa gitu? 16:01 Oke. Ee kalau sampai sekarang saya 16:05 enggak ada perubahan plan untuk 16:06 mengambil jurusannya ya, tapi ada 16:08 sedikit perubahan plan mengambil kuliah. 16:12 Mungkin yang awal itu saya mau di ee UI 16:17 mengambil jurusan hubungan 16:18 internasional. Heeh. 16:19 Dan saya ubah ke plan UGM mengambil juga 16:24 hubungan internasional. Ee 16:28 tidak ada perubahan. Tetapi 16:30 mungkin ketika saya sudah masuk ke 16:33 jurusan hubungan internasional 16:35 he 16:36 dan ee menjadi diplomat yang masih 16:38 sangat awal, saya dapat pesan dari 16:42 Pak Bayu. 16:43 He 16:44 ee Pak Bayu itu direktur Atase Berlin di 16:48 Kementerian Peryangan. He 16:50 kata beliau itu seorang di itu enggak 16:53 enggak gampang banyak pengaruhnya tetapi 16:59 pemikiran ee Genz yang pertama di zaman 17:03 sekarang itu 17:04 harus instan secara menjadi untuk 17:06 menjadi diplomat. 17:08 Iya. Generasi milenial itu memang ah 17:12 tawarannya banyak sekali mau jadi apa 17:14 dan bagaimana. Terus ngomong-ngomong kok 17:17 dari UI milih ke UGM memang pengin basa 17:20 jawo apa piye? [tertawa] 17:22 Ini sih lebih karena 17:26 lebih lingkungannya tuh kayak lebih 17:29 terjangkau harga-harganya. 17:31 Oh oke. Udah gitu nanti ee bisa bahasa 17:34 Jawa lagi. 17:36 Udah gitu jauh dari ayah ibu gitu kan. 17:38 Kalau jauh dari ayah ibu kan 17:39 kerinduannya beda ya. Oke, sebelum nanti 17:42 ee kita ganti ke teman-teman yang lain, 17:46 ini khusus untuk Rezan yang memilih 17:50 perundingan internasional nih. Profesi 17:53 ini menurut 17:55 Arazen 17:57 menuntut kepribadian tertentu enggak? 17:59 Kalau orang yang pendiam itu bisa enggak 18:02 sih dengan profesi menjadi diplomat? 18:06 Mungkin 18:08 bukan enggak bisa sih ee harus lebih 18:10 lebih berat belajarnya. 18:11 Lebih berat belajarnya. Kalau saya 18:13 sedikit cerita kepribadian saya itu saya 18:15 tuh orangnya tipe orang yang ramah. 18:18 Maksudnya gampang bergaul dengan 18:20 lingkungan yang baru. Heeh. 18:21 Terus 18:23 kemudian 18:25 ee ingin aja mengetahui hal-hal yang 18:27 baru yang belum saya ketahui. Orang 18:29 kepoan saya 18:31 kepo nih gitu ya. 18:33 Oke. Emm kalau profesi ini menuntut 18:38 kepribadian ya itu jangan sampai ada 18:40 muncul kata kepo. Skill apa nih yang 18:43 sekarang mulai dari sekarang ini dilatih 18:45 Razan untuk ee cita-cita yang tadi sudah 18:48 ada dalam ee gambaran? Kalau yang 18:51 pertama itu bahasa saya ngejar banget 18:54 bahasa Inggris kalau menjadi diplomat 18:56 itu. 18:57 Terus yang kedua itu ee di public 19:01 speaking komunikasi kayak masih 19:03 agak-agak kurang terus 19:05 kurang-kurang kata, takut takut salah 19:07 kata. 19:08 Terus yang ketiga itu 19:11 relasi. 19:13 Iya. Jadi itu yang sekarang sedang 19:17 dioptimalkan, diperjuangkan. Kembali ke 19:20 kawan yang satu lagi. Emm Azran ya. 19:25 Oh, susah banget sihnya. [tertawa] 19:29 Ngomong-ngomong nih kalau sudah pernah 19:32 terbang dan pernah tahu lebih banyak 19:35 dunia penerbangan, pokoknya tahu lebih 19:37 banyak. Tu tantangan terbesar menurutmu 19:39 apa terkait dengan cita-cita ini? 19:42 Ee kalau tantangan terbesar sudah pasti 19:44 di akademik. akademik tuh kita harus 19:47 dapat nilai yang tinggi untuk masuk ke 19:49 PPI ini. 19:51 Ee habis itu ada di fokus 19:54 karena kan di pesawat tuh pasti banyak 19:56 banget tombol-tombol ya. Jadi kita harus 19:59 fokus buat merhatiin sesuatu. Karena 20:02 kalau pesawat itu ada satu aja yang 20:05 salah pasti semuanya bakal salah. 20:07 He 20:08 ee misal ada 20:10 tombol yang lupa dinyalain itu pasti 20:12 bakal berpengaruh sama penerbangan. 20:14 Misal nanti pesawatnya bisa aja 20:17 tiba-tiba mesinnya mati gitu atau enggak 20:19 tiba-tiba ee lampunya kedip-kedip, 20:23 oksigennya mati gitu kan. Kalau ada satu 20:26 yang lupa enggak dinyalain tuh pasti ada 20:28 yang anomalinya, ada yang rusak gitulah. 20:32 He he. 20:33 Padahal tanggung jawab pilot berapa 20:35 puluh penumpang itu kalau sampai 20:37 kecelakaan kan. Wow. Oke. Jadi, detail 20:40 memang harus dikuasai ya terkait dengan 20:44 apa namanya ee profesi yang akan 20:47 digelutin nanti. Sementara 20:50 emm yang perlu dipegang teguh untuk 20:53 menjadi seorang pilot untuk menuju 20:56 cita-cita luar biasa ini di samping 20:58 tentu tadi detail disiplin waktu perlu 21:01 enggak? 21:02 Perlu karena kalau kita tahu di bandara 21:05 itu kalau kita telat semenit aja itu 21:07 udah enggak boleh masuk. Kalau kita ee 21:10 sebagai penumpang nih, kita telat misal 21:12 1 menit 21:13 atau berapa detik pun itu nanti enggak 21:14 boleh masuk ke dalam pesawatnya karena 21:17 bakal ada perbedaan-perbedaan muatan dan 21:19 perbedaan-perbedaan 21:21 untuk ee berat pesawatnya itu pasti 21:24 beda. 21:24 Jadi itu penumpang apalagi pilotnya ya. 21:27 Enggak telat enggak jadi terbang deh. 21:29 [tertawa] 21:30 Oke. Terus yang perlu ditingkatkan dari 21:33 sisi akademik apaan? 21:36 di kalau SMA harus di ee bidang IPA sih 21:40 nanti masuk jurusan IPA karena kita tuh 21:43 tadi kayak tadi kita perlu ilmu fisika 21:46 karena nanti kita di PP itu benar-benar 21:48 belajar rata-rata fisika. 21:51 Oke. 21:54 Jadi ikhwan akhwat dua siswa yang pengin 21:57 jadi pilot sama diplomat sudah kita 22:00 simak bahasannya. Nanti kami kembali 22:02 untuk menghadirkan siswa lain. Kita 22:05 lihat apa gerangan cita-cita mereka. 22:08 Oke, kita jedah sejenak. Tetap bersama 22:10 Rasil untuk Islam yang satu. 22:22 [musik] 22:25 Terima kasih. Masih bersama Rasil untuk 22:27 Islam yang satu di acara Jendela 22:30 Sekolah. 22:31 yang hari ini mudah-mudahan bahasannya 22:35 mempersuasi kita semua untuk jauh lebih 22:39 siap ya. Bukan hanya mendampingi, 22:41 mendukung putra-putri kita, tetapi juga 22:43 bagi anak-anak itu sendiri. Ada satu 22:46 lagi yang baru hadir bisa perkenalkan 22:48 diri. 22:51 Asalamualaikum warahmatullahi 22:52 wabarakatuh. 22:53 Waalaikumsalam. 22:54 Perkenalkan nama saya Gamial Rifat 22:56 Atari, bisa dipanggil Ari. Saya dari 22:58 kelas 12. 23:00 Oke. Ari dari kelas 12. 23:05 Ngomong-ngomong 23:07 kenapa sih 23:09 orang kok pengin jadi sesuatu? Nah, 23:11 kalau Ari sendiri pengin jadi apa tadi? 23:13 Saya ingin menjadi dokter. 23:15 Dokter. 23:16 Dokter. 23:17 Ada alasan tertentukah? 23:19 Ada. Pertama saya melihat sosok ayah 23:21 saya sebagai seorang dokter dan itu 23:23 sudah pasti menjadi motivasi saya juga. 23:25 Oke. 23:26 Lalu saya ingin membantu banyak orang 23:28 yang kurang mampu di luar sana dengan 23:31 mungkin kita anggap saja seperti 23:33 bersedekah. Kita membantu banyak orang 23:35 dan itu kita mendapatkan dunia maupun 23:37 mendapatkan akhirat juga. 23:39 Masyaallah. Nanti jadi kalau Ari sudah 23:42 jadi dokter nih, Ikhwan Akhwat pasti 23:45 akan melakukan sedekah profesi ya. Hari 23:49 Jumat yang datang aku obati apapun free. 23:52 Wis keren banget itu sedekah profesi ya. 23:56 Oke. 23:57 Emm pernah observasi di mana? 24:00 Saya pernah melakukan observasi di Rumah 24:03 Sakit Umum Kabupaten Tangerang. 24:05 Tangerang ya. Nah, pada saat melakukan 24:08 observasi itu apa nih yang paling 24:11 berkesan bagi Ari? 24:12 Jadi yang paling berkesan buat saya 24:14 mungkin saya boleh cerita dulu kegiatan 24:16 saya selama sana. 24:17 Heeh. Boleh-boleh. 24:18 Jadi saya melakukan observasi profesi 24:20 ini selama kurang lebih 2 hari. 24:22 He. 24:23 Jadi pada hari pertama saya pasti 24:25 bertemu dengan atasan meminta izin 24:27 apakah boleh melakukan observasi. 24:29 Itu juga dari sekolah sudah memberikan 24:31 surat-surat. Jadi saya tinggal datang 24:33 untuk menghadap. Setelah itu saya 24:35 dipertemukan kepada dokter itu kepala 24:39 pada bidang dokter kesehatan namanya dr. 24:41 Atat Ridwan. 24:42 He. 24:43 Dia mendampingi saya selama di sana. 24:46 Beliau dokter umum. Jadi saya mengikuti 24:48 kegiatan-kegiatan dokter umum di sana. 24:50 Beliau sangat sibuk. Masyaallah. Dia 24:54 berpindah-pindah pekerjaannya 24:56 mengecek-ngecek yang lain. Dia ke ruang 24:58 perawat, ruang vaksinasi seperti itu. 25:01 Jadi satu hari saya mengikuti kegiatan 25:03 beliau dan beliau juga menjelaskan 25:04 tempat-tempat di rumah sakit itu. Pada 25:07 hari kedua saya itu mengikuti beliau 25:10 khusus ee kegiatan vaksinasi. He. 25:13 Jadi, kegiatan vaksinasi ini adalah 25:14 vaksinasi miningitis untuk orang-orang 25:16 yang ingin melaksanakan umrah dari 25:18 proses 25:20 memasukkan vaksin hingga langsung 25:23 disuntikkan terhadap pasien. 25:26 Selama 2 hari berada di dalam observasi 25:30 menyaksikan ini dan itu, itu menurut Ari 25:33 yang paling susah apa tuh? 25:37 Jadi yang paling yang paling susah 25:39 dihadapi dokter itu adalah mungkin kita 25:41 harus tepat waktu karena yang kita 25:42 hadapi adalah pasien dan itu berhubungan 25:44 dengan mungkin nyawa seseorang. Kita 25:46 harus tepat waktu dan ternyata di 25:49 realita dunia medis itu kita harus bukan 25:52 hanya merasakan bukan hanya melihat 25:54 pasien tapi kita juga merasakan empati 25:56 apa yang dirasakan oleh pasien tersebut. 25:59 Oke, jadi 26:02 observasi sudah memunculkan banyak 26:05 sekali gambaran. Ada yang berubah enggak 26:08 dari cita-cita setelah ee melihat 26:10 realita di dunia kedokteran, di rumah 26:14 sakit dengan begitu banyak peristiwa 26:16 yang dialami oleh para pasien, 26:18 mengubahkah rencana keinginan untuk 26:21 menjadi seorang dokter atau bahkan makin 26:24 mantap gitu? 26:25 Justru saya semakin yakin untuk menjadi 26:27 seorang dokter. 26:28 Dan saya juga mengetahui seberapa capai 26:30 menjadi dokter. Karena itu di saat ini 26:32 mumpung saya sudah kelas 12, saya sudah 26:34 pasti untuk mempersiapkan segalanya yang 26:36 berhubungan dengan kedokteran dari 26:38 pendidikan nilai akademik hingga 26:40 lain-lainnya. 26:43 Oke. 26:45 Jadi semakin mantap nih ya. 26:46 Iya. 26:47 Itu belum berkembang tuh nanti jadi 26:48 spesialis apa belum tahu ya. Jadi dokter 26:51 umum dulu gitu. Enggak ada gambaran 26:53 spesialisasinya nanti pengin apa. Saya 26:55 sudah ada gambaran. Saya bismillah 26:57 insyaallah menjadi dokter spesialis 26:59 ortopedi. 27:00 Hmm. Ortopedi. 27:02 Wahai ikhwan akhwat yang senja usia, ini 27:05 penting banget berhubungan dekat dengan 27:07 ee dokter dokter yang berada di ranah 27:10 ortopedi. Terus ngomong-ngomong kalau 27:14 sebagai profesi seorang dokter itu 27:17 dilihat dari sisi kemanusiaannya selama 27:21 observasi kemarin seperti apa? 27:24 sisi kemanusiaannya itu berarti pasti 27:27 kita sangat mau dokter-dokter itu yang 27:29 saya lihat sangat mengutamakan pasien. 27:31 He. 27:32 Saya juga diajak oleh dokter Atot untuk 27:34 ke ruang perawat. Di situ kami melihat 27:37 mereka membantu pasien dengan sepenuh 27:40 hati tanpa melihat lain-lain. Mereka 27:42 mengutamakan keselamatan dan kesehatan 27:45 pasien itu tersebut. 27:46 He. 27:48 Iya. Jadi 27:50 yang namanya kepedulian luar biasa. Iya, 27:53 benar. 27:54 Empati posisinya di mana? [tertawa] 27:56 Tetap harus tinggi ya, harus tinggi. 27:58 Karena biar bagaimanapun 28:00 sulitnya menghadapi pasien, para dokter 28:03 yang areobasi di sana 28:05 tetap berusaha untuk membuat yang sakit 28:09 jadi lebih ringan dan segala macamnya. 28:13 Oke. 28:15 Ada yang mau ditambahkan terkait untuk 28:17 mempersuasi yang lagi dengerin nih biar 28:21 pengin juga jadi dokter gitu? 28:23 [tertawa] 28:24 Mungkin kalau untuk jadi dokter 28:25 persiapannya panjang apalagi kita 28:28 menempuh pendidikan dokter itu kurang 28:29 lebih bisa 5 sampai 6 tahun. Jadi itu 28:32 adalah proses yang panjang. Kita harus 28:33 mempersiapkan fisik, mental dan jika 28:36 menjadi dokter tuh jangan melihat dari 28:38 uangnya saja. Mungkin uang tidak 28:41 seberapa besar tapi kesiapan kitalah 28:44 yang bakal menentukan itu semua. 28:46 Oke, terima kasih Ari. Jangan lupa 28:49 sedekah profesi nanti ya kalau sudah 28:51 jadi dokter ya. berikan layanan gratis 28:54 di waktu-waktu tertentu. 28:56 Baik, kita kembali ke guru BK kita nih. 29:00 Emm 29:02 dengar dari tiga siswa lewat apa yang 29:06 tadi diceritakan. 29:09 Apa nih kira-kira yang bisa diambil 29:12 oleh yang dengerin kita? 29:15 Oke, mungkin ee benang merah dari ketiga 29:19 cerita 29:21 teman-teman kita yang sudah melaksanakan 29:23 observasi profesi ini, kita bisa 29:26 menyadari bahwa cita-cita itu tidak 29:29 lahir dari angan-angan ataupun harapan 29:32 semata, tapi 29:33 juga dengan 29:36 upaya, dengan doa tentu saja dan dengan 29:39 realita. Jadi di observasi profesi ini 29:43 ee harapan kami para siswa itu 29:46 benar-benar melihat realita di lapangan. 29:50 Bukan hanya katanya aja gitu, tapi juga 29:54 betul-betul melihat oh nyatanya seperti 29:57 ini gitu. Jadi baik itu pilot ee 30:01 diplomat maupun dokter semuanya ini ee 30:05 menunjukkan bahwa setiap profesi apapun 30:07 itu bentuknya tetap membutuhkan upaya, 30:11 tetap membutuhkan kesiapan diri, 30:13 disiplin, dan nilai tanggung jawab yang 30:15 besar. Karena ee ketika ee siswa melihat 30:20 langsung dunia profesi, jadi mereka 30:22 bukan hanya ee 30:25 menggaris bawahi aku ingin menjadi apa, 30:27 tapi siapkah aku untuk menjadi itu 30:31 menjadi profesor. 30:32 Dan sebagai guru BK, bagaimana 30:34 meyakinkan mereka bahwa kamu pasti bisa? 30:38 Oke. Tentu saja diyakinkan dengan ee 30:43 mungkin kita bisa berlandaskan 30:47 ayat Al-Qur'an di Quran surah at-Tin 30:50 yang menyebutkan bahwa Allah itu 30:52 menciptakan kita manusia dengan ahsanit 30:55 takwim, dengan sebaik-baiknya 30:58 penciptaan. Jadi apapun yang kita 31:03 harapkan, yang kita impikan, 31:06 Allah itu sudah berikan porsi yang tepat 31:10 dan sempurna. Tinggal kita upayakan, 31:13 kita jemput peluangnya, kita usahakan. 31:16 Jadi 31:17 yakinlah pasti bisa. Pasti [tertawa] 31:19 bisa. Oke. Terus dari observasi yang 31:22 dilakukan ini, motivasi mereka kira-kira 31:26 bertumbuh luar biasa berapa persen atau 31:29 berkali-kali lipat malahan? Bisa 31:31 diceritakan? 31:32 Iya. Alhamdulillah untuk sejauh ini yang 31:35 kami dapatkan karena ee salah satu 31:38 output dari 31:39 ee observasi profesi ini mereka harus 31:41 membuat karya tulis gitu. Jadi mereka 31:43 melaporkan. He. 31:44 Nah, alhamdulillah ee melihat bagaimana 31:47 antusiasme anak-anak juga ketika 31:50 melakukan kegiatan observasi ini, 31:52 motivasi belajar mereka insyaallah 31:55 meningkat dan sejauh ini mereka banyak 31:58 yang semakin yakin dengan apa yang 32:00 mereka minati. misalnya minat ke dokter 32:03 setelah 32:05 melaksanakan observasi profesi ini makin 32:06 yakin dan makin ee melag dengan realita 32:10 menjadi dokter itu seperti apa. Begitu 32:12 juga dengan Razan, dengan Azahran, 32:14 begituun dengan teman-teman yang lain. 32:16 Jadi alhamdulillah untuk motivasi 32:18 belajar mereka juga meningkat 32:20 dengan baik. 32:21 Iya. 32:22 dari pengalaman yang di ee alami oleh 32:26 siswa-siswa kita, 32:28 sekolah memfasilitasinya sedemikian 32:31 rupa. 32:33 Jadi kalau mereka sudah datang, 32:35 observasi enggak stop sampai di situ aja 32:37 dong ya. Nah, 32:39 ee bagaimana itu semua bisa membentuk 32:42 cita-cita semakin mantap tadi itu ada 32:44 usaha tertentu juga kah? Oke. Nah, tentu 32:47 saja di sini ee pihak sekolah bersama 32:51 orang tua juga kami 32:53 tugas kami adalah sebagai pendamping 32:56 bukan penentu. 32:58 Ee 32:59 kami percaya bahwa semua anak itu 33:01 bintang. Semua anak terlahir dengan 33:05 kompetensi dan potensinya masing-masing. 33:07 Hanya bagaimana potensi itu ditemukan 33:10 kemudian dikembangkan. Nah, di situlah 33:13 pihak sekolah ini menjadi ee pendamping 33:16 pendampingi siswa dalam bentuk melakukan 33:18 refleksi, melakukan coaching, melakukan 33:22 ee konseling sehingga ee cita-cita dari 33:26 Ananda ataupun anak-anak itu betul-betul 33:29 terarah dan terencana dengan baik. 33:32 Keren banget ya, Ikhwan Akhwat. Dan 33:34 kayaknya enggak semua sekolah punya 33:35 program ini deh. 33:37 Betul sekali. 33:39 Iya, betul, Ibu. Jadi ee program desain 33:41 cita-cita ini memang salah satu program 33:43 unggulan di sekolah kami di SMA IT Insan 33:46 Mandiri Cibubur. Di mana kayaknya kalau 33:50 dulu kita sekolah belum ada nih yang 33:53 program memang betul-betul membantu kita 33:56 untuk merencanakan masa depan itu 33:58 seperti apa. Kalau boleh saya putar 34:00 waktu, mungkin saya ingin sekali sekolah 34:02 di sini karena program ini amat sangat 34:04 mendukung karena betul-betul memberikan 34:07 fasilitas ataupun kesempatan yang banyak 34:10 untuk bisa belajar secara langsung. 34:12 Bukan hanya melihat dari dunia luar, 34:15 bukan hanya mendengar dari katanya dan 34:17 katanya, tapi betul-betul mempersiapkan 34:20 mm masa depan siswa dengan amat sangat 34:24 terencana. dimulai dari menggali potensi 34:27 diri dengan ee tes ee MIR maupun DISC 34:31 dan lain sebagainya. Kemudian juga 34:34 membuat rencana perjalanan selama kurang 34:36 lebih 3 tahun sampai 4 tahun ke depan. 34:39 Kemudian dihadirkan para ahli. 34:42 Kemudian juga ada ee kesempatan untuk 34:44 observasi profesi ini di bidang yang 34:46 kita minati dan itu betul-betul 34:49 menjadi gerbang awal untuk kita ataupun 34:54 siswa itu bisa semakin yakin dengan ke 34:58 depannya mereka tuh mau menjadi manusia 35:00 bermanfaat yang seperti apa 35:02 yang sesuai juga dengan ee selera dan 35:05 apa ini mereka ya minat mereka. Terus 35:08 ngomong-ngomong nih di era media sosial 35:11 yang sungguh sangat luar biasa terbuka, 35:14 banyak sekali yang bisa mempengaruhi 35:17 para ee pengguna media sosial ini. 35:22 Banyak juga siswa yang ee terpengaruh 35:26 dengan profesi-profesi yang instan, 35:29 viral gitu. Nah, itu bagaimana sekolah 35:32 menyikapi hal ini. 35:33 Oke, memang media sosial ini biasanya 35:37 menampilkan hasil bukan proses. 35:40 Nah, betul. Jadi banyak sekarang 35:43 sepertinya anak-anak kalau ditanya 35:45 cita-citanya mau jadi apa, banyaknya 35:47 bilangnya jadi selebgram atau YouTuber 35:49 gitu ya, Ibu ya. Tapi ya karena ee 35:53 hal-hal yang diperlihatkan di media 35:54 sosial tentu yang biasanya yang 35:56 membahagiakan, yang instan. 35:58 Perjuangan beratnya enggak ada. Nah, 35:59 perjuangan beratnya bagaimana dia 36:01 mencapai itu, itu jarang sekali 36:03 diperlihatkan dan jarang di ee disadari 36:06 oleh para ee kita pengguna sosial media. 36:10 Nah, maka sekolah hadir untuk meluruskan 36:14 bahwa setiap profesi ini memiliki jalan 36:16 dan prosesnya masing-masing. Tidak ada 36:18 yang instan. Semua butuh proses, semua 36:21 butuh perjalanan dan perjuangan. Nah, 36:24 tinggal di mana, di bagian mananya kita 36:26 mau memperjuangkan 36:29 dari perjalanan selama ini. Kebanyakan 36:32 kesalahan siswa dalam menentukan 36:34 cita-cita tuh di bagian apanya sih? 36:36 Nah, biasanya banyaknya 36:39 siswa itu memilih cita-cita itu tanpa 36:42 mengenal potensi dirinya ataupun minat 36:45 ee bakat dirinya. Jadi ee kebanyakan 36:50 mereka melihat dari sisi enaknya. Oh, 36:52 enak ya. jadi diploma misalnya, uangnya 36:55 banyak misalnya, atau jadi dokter 36:58 [tertawa] 36:58 biasanya. Akan tetapi ee kurang terbuka 37:01 perihal realitanya itu seperti apa. 37:04 Bahwa oh menjadi diploma itu prosesnya 37:07 panjang, banyak hal yang harus 37:08 dikorbankan bahkan gitu. Itu pun jadi 37:11 dokter dan lain sebagainya. Jadi 37:13 biasanya ee kebanyakan siswa itu mm 37:17 belum melag terkait dengan proses yang 37:22 panjang untuk mencapai satu profesi 37:23 tertentu gitu. Ini kan sesuai dengan 37:26 acara ini juga disimak sama ayah bunda 37:28 kan. 37:29 Seberapa besar sih pengaruh atau peran 37:31 ayah bunda terhadap ee cita-cita anak 37:35 cita-cita. Oke. Tentu saja peran orang 37:36 tua itu sangat besar ya Ibu ya. He. 37:38 Jadi ee orang tua itu mitra sekolah 37:42 gitu. Jadi kita bermitra dengan orang 37:45 tua, kita bersama-sama 37:47 dengan orang tua untuk men-support 37:50 apa yang memang Ananda ini inginkan, 37:54 potensinya di mana. 37:55 Kita sama-sama kembangkan sekolah 37:57 fasilitasi sekolah. orang tua mendukung 38:01 dari rumah, dari doa, dan dari ee 38:04 hal-hal yang memang mendukung ataupun 38:07 memfasilitasi Ananda dalam mencapai 38:09 cita-citanya tentu saja. 38:11 Iya, karena di sekolah anak-anak juga 38:13 sudah di ee kembangkan berbagai pikiran 38:18 dan ee keinginan kerinduannya bisa jadi 38:21 jembatan dengan orang tua ya. Siapa tahu 38:23 berbeda. Ayah maunya enggak, kamu harus 38:25 jadi A. Anaknya bilang, "Enggak, aku mau 38:27 jadi B." misalnya seperti itu. Oke. 38:30 Nah, dari observasi profesi ini yang 38:36 apa namanya juga membentuk karakter ya, 38:40 bukan hanya arah karirnya doang itu ee 38:44 ada gambaran seperti apa? 38:46 Iya. Jadi ee observasi profesi ini bukan 38:50 hanya ee apa namanya? Observasi profesi 38:55 ini sangat membentuk karakter siswa. 38:57 Jadi, siswa belajar bagaimana 38:59 bertanggung jawab atas sesuatu. Sekecil 39:02 apapun hal yang mereka lakukan, mereka 39:04 harus mempertanggungjawabkannya. 39:06 Kemudian disiplinnya, empati, dan juga 39:09 amanahnya. Nah, ini pendidikan karakter 39:12 yang nyata. Bukan hanya teori di kelas, 39:15 bukan hal-hal yang bisa dipelajari 39:17 secara teoritis, tapi secara praktis. 39:19 Nah, maka di observasi profesi ini 39:23 mereka mempelajari nilai-nilai karakter 39:25 yang mungkin tidak mereka temukan secara 39:29 ee materi di kelas seperti itu. 39:32 Oke. Nah, kita kayaknya masih ada 39:36 sedikit waktu nih nanya ke yang pengin 39:40 jadi dokter. O iya. 39:43 Kalau sebelum melakukan observasi itu 39:46 kira-kira ekspektasi 39:48 terhadap profesi yang akan dipilih ini 39:53 ada perbedaan enggak dengan setelah 39:55 melihat 39:57 atau makin kuat atau bagaimana? 39:59 Mungkin sedikit berbeda. Saya pikir jadi 40:00 dokter tuh capek. Ternyata pas di 40:02 lapangan sangat capek. Ternyata 40:04 bukan cuman capek tapi 40:05 bukan cuman sangat capek karena dokter 40:07 itu berpindah-pindah. Bukan hanya di 40:08 satu ruangan dia pindah ngecek pasien 40:10 ini ke pasien yang ini membantu perawat. 40:12 Banyak sekali tugasnya. 40:14 Jadi pakai bingit inya tujuh gitu ya. 40:16 [tertawa] 40:17 Terus em selama observasi itu ada enggak 40:20 momen yang gila ini nih beneran enggak 40:22 bakal gue lupain seumur hidup gitu? Apa 40:24 misalnya? 40:26 Mungkin enggak ada sih. Paling kayak 40:27 tadi aja yang kan saya juga masih dokter 40:29 umum kan. 40:30 Itu pun juga prosesnya masih beberapa. 40:32 Saya cuma 2 hari itu paling yang kita 40:34 muter-muter rumah sakit mengecek pasien 40:36 itu aja capek hitungannya. Rumah sakit 40:38 kan besar kita pasien ruangan ini ke 40:40 ruangan itu seperti itu. 40:42 Kalau terkait dengan profesi dokter 40:44 jelas nilainya luar biasa bagi 40:46 kehidupan. Ada gambaran spesial dari 40:50 Ari. Dokter bagiku adalah misalnya 40:54 jadi dokter bagi saya adalah mungkin 40:57 nilainya dalam perjalanan kehidupan 40:59 seseorang kan pasti ada tuh ya. 41:01 Gimana-gimana 41:02 dokter itu mungkin sangat penting bagi 41:04 kehidupan kita karena dia juga 41:06 menyangkut kesehatan. kita di masyarakat 41:09 juga. Jadi dia membantu kita untuk 41:11 menjaga kesehatan kan juga hal yang 41:12 sangat penting mungkin untuk pekerjaan, 41:15 untuk melakukan berbagai aktivitas 41:17 seperti itu. 41:18 Oke, sebelum kita akhiri ada yang mau 41:21 dipesankan kepada teman-teman di luar 41:24 sana? 41:25 Teman-teman di luar sana mungkin untuk 41:27 teman-teman sangkatan saya yang kelas 12 41:29 juga mungkin semangat untuk mencapai 41:32 kampus impiannya dan untuk mencapai 41:33 cita-citanya. belajaran lebih giat 41:36 supaya cita-citanya bisa sampai. Terima 41:38 kasih. Oke, yang mau jadi diplomat masih 41:42 ada di sini enggak, ya? Oh, masih ada. 41:44 [tertawa] 41:45 Kayaknya pertanyaan sama deh. Pengin 41:48 tahu banget nih dikaitkan dengan ee apa 41:53 cita-cita dan setelah observasi dan 41:56 segala macamnya ini makin mantap, ada 41:59 keraguan atau justru 42:02 apa yang bisa diceritakan? 42:05 Ee mungkin ada sedikit keraguan 42:07 di pembelajaran bahasa 42:11 bahasa Inggris. Tapi kata papa itu 42:14 belajar enggak ada yang telat sih. Jadi 42:16 ee mencoba ee belajar dari awal lagi. H 42:20 bahasa Inggris secara basic sampai jadi 42:23 diplomat. 42:24 Ya, bilang sama ayah kalau hari Minggu 42:27 atau Sabtu pulang kan. Enggak, 42:29 enggak. Ya, pokoknya kalau ketemu ayah 42:31 jangan bicara pakai bahasa Indonesia, 42:33 pakai bahasa Inggris. [tertawa] Maksa 42:35 nih ya. Karena eh kan learning by doing 42:38 katanya kan kalau kalau enggak belajar e 42:41 itu baru bahasa Inggris nanti katanya 42:43 pengin bahasa lainnya. Oke deh. Terus em 42:47 pertanyaan berikutnya selama observasi 42:49 itu ee momen yang juga tidak bisa 42:52 dilupakan kira-kira apa 42:54 ee momen yang paling enggak bisa yang 42:57 enggak bisa saya lupakan? 42:58 Heeh. 43:00 Ada banyak sih sebenarnya, tapi salah 43:01 satunya itu ketemu Pak Budi Santoso, 43:05 Menteri Perdagangan 43:07 dan mungkin ketemu teman-teman rekan 43:09 kerja Papa dulu terus ketemu orang-orang 43:13 yang sangat hebat. Contohnya kayak 43:16 Bolvi, Pak Bayu, 43:17 H 43:18 Bu Tiara itu orang-orang yang 43:20 menginspirasi. 43:22 Jadi menyemangati ya. Oke. Nilai apa nih 43:25 kira-kira sebagai seorang diplomat? 43:28 nilai apa nih yang ee bisa kamu genggam 43:32 erat kemudian menjadi bagian dari karir 43:35 ke depannya? Ee mungkin saya ingin 43:39 menginspirasi orang banyak ee banyak 43:41 orang di luar sana. 43:43 Heeh. 43:43 Terus mungkin 43:46 karena ee kerjaan diplomat itu mungkin 43:48 gajinya lumayan ya. Mungkin salah satu 43:50 impian saya ketika saya sudah sukses 43:52 nanti saya ingin ee membuat atau 43:56 menyumbang ke rumah yatimat. 43:59 Masyaallah itu cita-cita yang dibold 44:03 digaris bawahi sehingga mudah-mudahan 44:05 alam pun mendukung ya bisa terwujud ya. 44:07 Amin. 44:08 Oke, kembali ke guru BK kita di 44:12 penghujung ee acara jendela sekolah kita 44:16 ini. Saran untuk orang tua di rumah dong 44:20 kira-kira 44:21 untuk anak-anak yang masih bingung 44:24 menentukan ee cita-citanya. 44:27 Oke, mungkin untuk ee ayah bunda yang 44:32 masih bingung mm bagaimana cara 44:37 memfasilitasi 44:39 anak-anaknya dalam menentukan cita-cita 44:42 atau impiannya. 44:44 Mungkin yang pertama bisa dilakukan 44:46 adalah menggali potensinya. Kalau memang 44:50 anaknya masih di usia dini dalam artian 44:52 masih kecil, masih berproses dan lain 44:55 sebagainya bisa difasilitasi dengan 44:57 berbagai hal yang memang terlihat oh dia 45:00 punya minat di sini, dia sepertinya 45:03 berbakat di sini. Nah, itu bisa 45:04 difasilitasi untuk digali apakah itu 45:07 misal memang diberikan mm kursus 45:11 tambahan atau seperti apa gitu. Kemudian 45:14 apabila memang sudah di fase remaja 45:16 seperti kakak-kakak kita di sini 45:19 eh dampingi dan yakinkan dan berikan ee 45:23 gambaran realitanya seperti apa. Karena 45:26 mm potensi yang sudah mereka miliki itu 45:29 akan jauh berkembang lebih pesat jika 45:33 diberikan kesempatan ataupun peluang 45:35 yang besar untuk mereka bisa berproses 45:37 dan berkembang. Maka ee salah satunya 45:42 adalah dengan program desain cita-cita 45:44 yang sudah kami siapkan di SMA IT Insan 45:48 Mandiri Cibubur ini bahwa he 45:51 ee program ini bukan hanya untuk 45:54 mengetahui cita-cita yang seperti apa, 45:56 tapi juga mengenal dirinya, mengenal 45:58 dunia profesi, kemudian juga mampu 46:00 merencanakan masa depan secara matang 46:04 dengan pendampingan pihak sekolah, 46:06 guru-guru, wali kelas, dan lingkungan 46:07 sekolah yang sportif. Jadi ee 46:12 cita-citanya itu bukan sekedar angan, 46:14 tapi juga nyata dan bisa diperjuangkan 46:17 dengan cara yang 46:18 keren banget. Tapi SMA nih ya, kenapa 46:21 enggak dari SMP gitu desain cita-cita 46:23 diberikan? 46:25 Iya, sebetulnya ee setahu saya di SMP 46:28 juga sekarang sudah di dijalan dan 46:30 diarahkan. 46:31 Alhamdulillah. Oke, 46:33 kita sudah di penghujung. Kalau boleh 46:38 emm dirangkam dirangkum dalam satu 46:43 kalimat, satu alinea misalnya gitu. 46:46 Makna dari observasi profesi ini bagi ee 46:51 sekolah yang untuk anak-anak atau 46:53 mungkin juga bagi Ari dan juga aku lupa 46:57 namamu susah sekali Raz. Razen Razen 47:00 [tertawa] 47:01 seperti apa kira-kira? 47:03 Oke. Dari 47:05 dari Ibu dulu dong. [tertawa] 47:08 Dari saya dulu. Oke. Ee untuk program 47:12 observasi profesi ataupun desain 47:13 cita-cita ini, 47:16 mm 47:19 sangat 47:21 membuka 47:23 mata dan 47:25 hati. 47:25 Kenyata mata dan hati ya. karena membuka 47:28 mata ee bahwa realita di lapangan 47:31 ternyata tidak semudah apa yang 47:32 dibayangkan. Membuka hati karena 47:34 ternyata banyak sekali hal-hal yang 47:38 harus dipersiapkan bukan hanya secara 47:41 materi tapi juga non materi seperti 47:43 empati kemudian rasa rasa memiliki. Nah, 47:48 itu dari kegiatan observasi profesi ini 47:52 ee hal itu yang bisa didapatkan. Oke, 47:55 Razen starting apa? Closing 47:57 statement-nya kalau boleh satu kalimat 47:59 aja terkait dengan observasi profesi 48:01 bagimu. 48:03 Membuat saya lebih terarah dari tujuan 48:05 saya. 48:07 Terarah. Mantap jadinya ya. Ari 48:11 kalau buat saya adalah membuat saya 48:13 untuk lebih serius dalam belajar 48:16 gara-gara observasi jadi lebih serius 48:18 gitu ya 48:18 karena perjuangan yang berat seperti 48:20 itu. 48:20 He. Oke. Jadi itu ikhwan akhwat 48:25 kehadiran jendela sekolah kali ini 48:28 terkait dengan desain cita-cita yang 48:31 sudah kita simak. mudah-mudahan juga 48:33 mempersuasi kita, memberikan gambaran 48:35 kepada kita untuk Ibu BK kita nih, ada 48:39 closing statement yang mau disampaikan 48:41 kah? 48:42 Oke, boleh Ibu. Jadi ee ikhwan akhwat 48:46 dan teman-teman semua, 48:50 87% mahasiswa di Indonesia ini mengaku 48:54 salah jurusan. 48:56 Nah, kenapa hal ini bisa terjadi? karena 49:00 ee banyak yang tidak mengenali potensi 49:03 dirinya. Oleh karena itu ee pendidikan 49:08 menjadi hal yang amat krusial untuk 49:10 dipersiapkan dan pilihlah sekolah yang 49:14 tidak hanya menyiapkan akademik, tetapi 49:17 juga membantu menyiapkan untuk 49:19 mewujudkan cita-cita Ananda. Dan di SMA 49:23 IT Insan Mandiri Cibubur ini kita akan 49:26 bantu mewujudkan melalui program 49:29 unggulan kami yaitu Desain Cita-cita. 49:34 Masyaallah. Jadi, ikhwan akhwat, 49:38 bahasan kali ini mudah-mudahan 49:40 betul-betul memberikan satu gambaran 49:44 baru bagi perjalanan ke depan. Apalagi 49:46 kalau anak-anak kita masih SMP ya, SMA. 49:49 Baik, terima kasih sekali lagi kepada 49:52 Ibu BK kita dan juga kepada siswa-siswa 49:55 yang sudah hadir dari Insan Mandiri 49:59 Cibubur dan tentu tidak lupa ya untuk 50:03 siswa yang inspiratif memberikan masukan 50:07 bagi yang mendengarkan. Semoga apa yang 50:10 dibagikan hari ini akan membuka jendela 50:14 hati bagi orang tua ataupun bagi 50:16 anak-anak di dalam memandang pendidikan 50:21 cita-cita terkait dua ini. Baik, sampai 50:24 jumpa di jendela sekolah 2 minggu yang 50:27 akan datang di hari yang sama yaitu di 50:29 hari Senin ya. Billahi taufik wal 50:31 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi 50:34 wabarakatuh.