Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 [musik] 0:09 [musik] 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. 0:18 Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan 0:19 kiriban fih yuhibuna Allah wasallim 0:24 wabarik ala sayidina Muhammadin waa ali 0:26 sayidina Muhammad. Masih dipancarkan 0:28 dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36, 0:31 Kalimanggis, Cibubur, Bekasi, Radio 0:33 Silaturahim dan juga Rasil TV untuk 0:36 Islam yang satu. Asalamualaikum 0:38 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan 0:39 akhwat yang dirahmati Allah. Senang 0:41 sekali saya Rizal Alhaq bersama 0:43 teman-teman yang bertugas ada Kang Ondi 0:46 dan juga Ustaz Algi ya. Di pagi hari ini 0:49 dalam program acara renungan di bawah 0:51 naungan Al-Qur'an. Seperti biasa bersama 0:54 guru kita Ustaz Husein Alatas untuk 0:57 edisi Kamis ya ikhwan awad kita sudah 1:00 memasuki hari ke 3 di bulan Syakban 1447 1:06 Hijri ya bertepatan juga dengan hari 1:07 ke-22 1:09 di bulan Januari 1:12 2026 Ikhwan Awat alhamdulillah semoga di 1:14 pagi hari ini kebaikan ee rahmat Allah 1:18 mencurahkan ee dicurahkan kepada kita 1:20 semua ikhwan akhwat dan semoga ikhwan 1:22 Iwan akhwat juga selalu dalam keadaan 1:24 baik, sehat juga ya. Dan tidak lupa bagi 1:27 Iwan akhwat yang tengah diuji sakit 1:29 semoga diberikan kesembuhan oleh Allah 1:31 subhanahu wa taala dan juga sakitnya 1:34 menjadi kafarat bagi dosa-dosanya. Amin. 1:36 Amin ya rabbal alamin. Telah hadir guru 1:39 kita Ustaz Husein Al-Attas yang di 1:41 kesempatan ini insyaallah akan kembali 1:44 menjawab beberapa pertanyaan yang ikhwan 1:47 akhwat kirimkan dan kami juga mengundang 1:49 partisipasi Iwan akhwat di pagi hari ini 1:51 untuk menyampaikan pertanyaannya. Baik, 1:53 untuk membuka pertemuan kita seperti 1:56 biasa kita awali dengan pembacaan Quran 1:59 surah Al-Fatihah yang akan dibimbing 2:01 langsung oleh Ustaz. Kami persilakan 2:05 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 2:12 Bismillahirrahmanirrahim. 2:19 Bismillahirrahmanirrahim. 2:25 Alhamdulillahiabbil 2:28 alamin 2:31 arrahman. 2:35 maiki yaumiddin 2:39 iyaka na'budu wa iyyaka nasta 2:45 ihdinasirathal 2:47 mustaqim 2:50 shathalladzina 2:52 an'amta alaihim 2:56 ghairil maghdubi alaihim 3:00 wad 3:04 in. 3:08 Amin. Amin. Amin ya rabbal alamin. 3:10 Ikhwanawat telah kita buka bersama 3:11 dengan pembacaan Quran surah Alfatihah 3:15 yang dipimpin langsung oleh Ustaz Husin 3:17 atas. Ikhwan akhwat. Selanjutnya, 3:19 Ustaz, ada beberapa pertanyaan yang kami 3:22 himpun yang sudah dikirimkan oleh ikhwan 3:25 akhwat ee terkait 3:27 ee ujian dan kegagalan dalam hidup, 3:29 Ustaz. Nah, Ikhwan akhwat saya akan 3:32 bacakan beberapa pertanyaan dari Ikhwan 3:34 Akhwat. Namun kami mengundang 3:36 partisipasi dari Ikhwan Akhwat juga 3:37 untuk mengirimkan pertanyaannya kepada 3:40 Ustaz USA atas. Insyaallah eh nanti ada 3:44 waktu kita akan membacakan dan dijawab 3:46 oleh beliau. 3:48 Yang pertama ini dikirimkan oleh siapa? 3:53 Hamba Allah. 08 ee 99007 3:57 sekian-sekian. 3:59 Asalamualaikum warahmatullahi 4:00 wabarakatuh, Ustaz. Ustaz, saya sudah 4:02 berusaha jujur dan ya bekerja keras 4:05 selama bertahun-tahun. 4:07 Namun usaha saya, bisnis saya justru ee 4:11 mengalami kegagalan, Ustaz, atau 4:12 bangkrut. Sementara teman saya ada yang 4:16 menggunakan cara yang tidak baik atau 4:19 curang justru sukses dan saya lihat 4:22 semakin kaya. Nah, mengapa Allah itu 4:23 memberikan kegagalan kepada yang taat 4:27 dan keberhasilan kepada yang bermaksiat. 4:31 Saya sambungkan juga, saya lanjutkan 4:33 juga dengan dua pertanyaan lain, Ustaz. 4:34 Karena hampir satu tema, Ustaz, ya. 4:37 Silakan, 4:37 ya. terkait kegagalan juga sudah saya 4:40 sudah rutin Ustaz melakukan salat 4:43 tahajud dan duha juga 4:46 khusus ee untuk meminta salah satu hajat 4:49 saya tapi ternyata hasilnya gagal Ustaz 4:54 apakah ada yang salah dengan doa saya 4:57 atau memang doa itu tidak bisa mengubah 5:00 takdir yang buruk satu lagi dari hamba 5:04 Allah ustaz setelah berhijrah 5:08 Saya justru kehilangan pekerjaan dan 5:10 teman-teman. Rasanya seperti gagal dalam 5:12 menjalani hidup yang baru, Ustaz. Nah, 5:15 bagaimana membedakan antara ujian 5:18 kenaikan derajat dengan azab atau dosa 5:22 di masa lalu, Ustaz? Syukran, Ustaz. 5:24 Tiga pertanyaan dari ikhwan-akhwan. 5:28 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 5:33 Bismillahirrahmanirrahim. 5:37 Alhamdulillahi 5:39 rabbil alamin hamdan katsiran thyyiban 5:43 mubarakan fi kama yuhibbu rabbuna waard. 5:48 Allahumma sholli 5:51 wasallim wabarik ala sayyidina wa nabina 5:55 Muhammadin 5:57 wa alhi thyibin wasohabatihil guril 6:01 mayamin wasairina ala nahjihil qawimi 6:05 ila yaumiddin. 6:09 Allahumma atina minika rahmah waimna min 6:13 ladunka ilman nafi waf'ana bima 6:16 alamtana. 6:18 Rabbana zidna ilman wa alhikna 6:21 bisolihin. 6:25 Waba ba'du. 6:28 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 6:30 subhanahu wa taala. 6:32 Pendengar 6:33 radio TV silaturahmi. 6:38 Semoga Allah Subhanahu wa taala 6:41 senantiasa meneguhkan iman kita, 6:45 mencurahkan rahmat-Nya atas kita semua, 6:49 keluarga kita. 6:51 Begitu pula kepada seluruh anak bangsa 6:55 kita agar selalu berjalan di atas 6:58 petunjuk-Nya, diterangi oleh cahaya-Nya. 7:02 dan menyadari 7:03 bahwa kehidupan dunia ini 7:07 adalah ujian bagi kita yang akan 7:09 menentukan 7:10 apakah kita sukses, apakah kita gagal. 7:18 Kesuksesan 7:21 di dalam Al-Qur'an 7:23 diungkapkan oleh Allah Subhanahu wa 7:25 taala dengan ungkapan muflih atau 7:29 muflihu. 7:33 Sedangkan kegagalan 7:35 diungkapkan dalam Al-Qur'an salah 7:38 satunya dengan ungkapan alkhasir atau 7:41 alkhasirun. 7:46 Allah berfirman, 7:51 "Faman faqulat mawazinuhu faulaika humul 7:54 muflihun." 7:56 Orang-orang yang timbangan amalnya 7:58 berat, maka merekalah orang-orang yang 8:00 sukses dan orang-orang yang beruntung. 8:06 Waman khoat mawazinuhu faulaikalladzina 8:09 khasiru anfusahum. 8:14 Adapun orang-orang yang timbangan amal 8:16 mereka ringan, maka merekalah 8:18 orang-orang yang mengalami kerugian 8:20 segala-galanya. termasuk mereka 8:22 kehilangan diri mereka, kehilangan 8:24 harapan mereka. 8:28 Nah, orang-orang yang merugi 8:30 disebutkan ciri-cirinya oleh Allah 8:32 Subhanahu wa taala. Begitu juga 8:34 orang-orang yang beruntung. Nah, untuk 8:36 orang-orang yang beruntung Allah 8:38 berfirman 8:40 ya dalam suratul mukminun menggambarkan 8:43 mereka, 8:45 qod aflahal mukminun. 8:48 Sungguh 8:51 telah beruntung orang-orang yang beriman 8:54 di mana hidupnya, 8:56 langkahnya, 8:58 gerak-geriknya 9:00 betul-betul dimotivasi oleh imannya. 9:04 Baik iman kepada Allah dengan penuh 9:06 keyakinan akan janji-janjinya. Iman 9:08 kepada hari akhir. Iman kepada rasulnya 9:12 dengan mengikuti petunjuknya. Begitu 9:14 pula berpegang pada kitab suci yang 9:16 Allah jadikan sebagai pedoman hidup 9:18 kita. 9:19 Qod aflahal mukminun. Sungguh telah 9:23 beruntung sukses orang-orang yang 9:25 beriman. Allah sebutkan ciri-ciri 9:27 mereka. Alladzina hum fi shatihim 9:30 khasiun. Itu mereka yang khusyuk dalam 9:33 salat mereka. 9:35 Mereka betul-betul menikmati saat-saat 9:37 yang indah manis di saat mereka 9:39 menghadap ke hadapan Allah. 9:42 bermunajat kepadanya, mencurahkan isi 9:45 hatinya dengan harap begitu pula dan 9:49 takut berharap kepada rahmat-Nya, 9:53 berlindung dari azabnya. Demikian pula 9:56 dalam menghadapi tantangan dan cobaan 9:59 hidup ini hatinya hanya betul-betul 10:02 bergantung pada Allah. Iyaka na'budu wa 10:05 iyyaka nasta 10:10 walladzina hum anill lagwi muaridun. 10:14 Mereka di samping khusyuk dalam salat 10:16 mereka, mereka menjauh dari ucapan, dari 10:19 perbuatan, 10:21 dari pekerjaan kesibukan yang sia-sia 10:24 yang akan merugikan dirinya. Apalagi 10:27 perbuatan dosa. 10:29 Walladzina hum lizzakati failun. 10:34 Dan mereka-mereka 10:36 yang betul-betul 10:38 menunaikan zakat 10:41 baik yang lahir maupun yang batil. 10:44 Karena zakat di samping berarti 10:46 mensucikan juga menumbuhkan. 10:49 Zakat bukan hanya terbatas pada uang 10:52 yang kita infakkan, 10:54 tapi zakat juga masuk di dalamnya semua 10:58 amalan yang akan mensucikan jiwa kita. Q 11:00 aflaha man zakaha waqoba. 11:04 Termasuk orang membaca Al-Qur'an juga 11:06 tazkiah membaca dan meresapinya. 11:09 Salat juga merupakan tazkiah. 11:13 Berbuat kebaikan tazkiah. Seluruh amal 11:15 kebajikan akan mensucikan jiwanya. 11:18 Termasuk di antaranya menginfakkan 11:20 hartanya. 11:23 Jadi mereka selalu bekerja berupaya 11:26 untuk mensucikan jiwa mereka hingga amal 11:28 juga yang keluar dari jiwa yang suci 11:30 beda dengan amal yang bersumber dari 11:32 jiwa yang 11:35 walladzina hum difurujihim hafidun dan 11:38 mereka-mereka yang menjaga kemaluan 11:40 mereka 11:41 illa ala azwajihim kecuali pada 11:43 pasangan-pasangan yang Allah halalkan 11:46 wama malakat aimanuhum atau hamba-hamba 11:49 sahaya mereka ya yang mereka miliki, 11:54 yang Allah halalkan bagi mereka 11:57 diperlakukan dengan perlakuan yang 11:59 mulia. Sekarang masa-masa hamba saya 12:02 telah berakhir 12:04 berarti pada pasangan-pasangan mereka. 12:08 Walladina humfurujihim 12:10 hafidun illa ala azwajihim a malakat 12:14 aimanuhum fnahum giumin. Maka mereka 12:17 orang-orang yang tidak tercela. Orang 12:19 yang menyalurkan syahwatnya di tempat 12:21 yang halal pada pasangannya. Bukan hanya 12:24 tidak tercela, bahkan mereka mendapatkan 12:26 ganjaran kebaikan dari sisi Allah. 12:30 Waroadalika faulaika humuladun. Adapun 12:33 yang menyalurkan syahwatnya bukan pada 12:35 pasangan yang Allah halalkan, maka 12:37 mereka orang yang melampaui batas. 12:41 Setelah itu, walladzina hum lianatihim 12:44 wa ahdihim run. Dan mereka-mereka yang 12:47 menjaga amanat yang diamanatkan pada 12:49 mereka, menepati janji mereka, mereka 12:52 menjaga betul-betul. Ini merupakan buah 12:55 dari iman. Dan salah satu kriteria 12:58 orang-orang yang sukses dan selamat. 13:02 Walladzina hum li amanatihim 13:05 wa ahdihim walladzina hum ala shawatihim 13:08 yuhafidun. 13:10 Dan mereka-mereka ya yang betul-betul 13:13 apa? Selalu menjaga salat mereka. 13:18 Baik syaratnya, rukunnya ya 13:21 kekhusyukannya. Bukan hanya sekedar 13:23 gerakan olahraga tapi gerakan-gerakan 13:27 yang merupakan apa? gerakan-gerakan yang 13:30 mengandung makna yang mendalam dengan 13:32 berdirinya, dengan rukuknya, dengan 13:35 sujudnya yang semuanya menggambarkan 13:38 penyerahan, 13:40 ketundukan, kepatuhan yang mutlak kepada 13:42 Allah. 13:45 Ulaika humul waritun. Merekalah yang 13:48 akan menjadi pewaris. 13:50 Alladzina yaritunal firdaus hum fiha 13:53 kholidun. Yang mewarisi surga firdaus 13:56 kekal dalamnya untuk selama-lamanya. 13:59 Jadi kesuksesan bukan karena dia 14:01 mendapatkan jabatan, karena jabatan 14:03 justru merupakan amanat yang berat. 14:06 Bukan karena mendapatkan harta yang 14:08 banyak ya, bukan karena perdagangannya 14:11 sukses maju. Tapi kalau dia lupa kepada 14:15 Allah bukan beruntung. Itu merupakan 14:17 kegagalan. 14:19 Nah, sepanjang perjalanan kita dalam 14:21 kehidupan dunia, kalau kita menerima 14:24 nikmat kita bersyukur, 14:27 dicoba dengan kesempitan kita bersabar, 14:29 ini merupakan jalan kesuksesan buat 14:31 kita. 14:33 Kalau kita jujur, kemudian usaha kita 14:36 kadakan sepi, ya katakan bahkan 14:39 bangkrut, sedangkan yang curang maju 14:42 berkembang dengan pesat, jangan maju 14:45 sebagai apa? Pertanda kesuksesan. He. 14:48 Sedangkan kita dalam usaha katakan 14:51 mengalami kemunduran, kegagalan sebagai 14:53 pertanda kegagalan. Allah sedang mencob 14:55 mencoba Anda. 14:57 Tuhan kita yang maha pengasih sedang 14:59 menguji kita. 15:01 Apakah kita hijrah? Apakah kita jujur? 15:06 Tujuannya mengharapkan rida Allah dan 15:08 surga yang Allah janjikan. Apa 15:10 tujuannya? Supaya usaha kita lancar, 15:12 supaya diangkat menjadi pejabat, pergi 15:14 umrah, pergi haji, supaya mendapatkan 15:16 jabatan. Kalau itu tujuannya, tujuan 15:19 kita rendah, sepele, tujuan yang fana. 15:22 Tapi kalau tujuan kita jujur, tujuan 15:25 kita berjuang, tujuan kita katakan dalam 15:28 semua amal kita, Allah dan ridanya yang 15:31 kita harapkan, kita tidak akan goyah 15:33 pada saat diuji, tidak akan lupa pada 15:36 saat diberikan nikmat. 15:40 Jadi, jangan Anda menganggap pada saat 15:43 Anda jujur kemudian Anda bangkrut, Anda 15:45 gagal. Tidak. Kalau Anda menerima sabar, 15:49 Anda orang yang sukses. Pada saat 15:52 diberikan nikmat, Anda juga bersyukur 15:54 dan berbagi. Itu pertanda kesuksesan. 15:57 Tapi mereka yang mendapatkan jabatan, 15:59 katakan dipilih menjadi wakil rakyat 16:01 atau diangkat sebagai menteri atau 16:04 diangkat sebagai gubernur lalu 16:05 mengundang orang untuk mengadakan 16:07 syukuran, berarti dia tidak paham, 16:10 tidak paham bahwa jabatan itu amanat, 16:13 belum dikerjakan, 16:14 belum dilaksanakan dengan baik dan 16:16 jujur, sudah syukuran. Ini kan salah 16:19 kalau pada zaman dulu mereka menangis 16:21 dalam menerima jabatan. Seperti Umar bin 16:23 Abdul Aziz ketika mertuanya meninggal 16:25 dunia, dia diangkat sebagai penggantinya 16:28 karena orang yang terbaik. 16:30 Dia langsung menundukkan kepalanya. 16:33 Menundukkan kepalanya. Dia mengatakan 16:35 kepada umat, "Silakan kalian pilih orang 16:37 yang yang kalian anggap lebih baik dari 16:39 saya." Ketika mereka memaksa agar Umar 16:42 bin Abdul Aziz tetap menjadi khalifah, 16:45 dia kembali ke istrinya dengan 16:46 mendudukkan kepalanya. Dia mengatakan 16:49 kepada istrinya Fatimah, "Saya sedang 16:51 menghadapi betul-betul beban yang 16:53 berat." 16:56 Beban yang berat ya yang dikhawatirkan 16:58 bisa mencelakakan dirinya di hari akhir 17:00 nanti. Karena pada saat itu dia bukan 17:02 kerja untuk dirinya saja, tapi untuk 17:04 umatnya. 17:06 L dia berkata kepada Fatimah, "Ya 17:08 Fatimah, mengingat beban ini berat, saya 17:11 berikan kamu dua pilihan. 17:14 kamu mendampingi saya, membantu saya 17:17 sebagai apa? Sebagai pendamping saya. 17:20 Tapi saya harap kamu serahkan semua 17:23 perhiasan kamu masuk ke dalam Baitul Mal 17:26 agar dia layak menjadi penambing 17:28 khalifah. 17:31 Atau kamu tetap dengan perhiasan kamu, 17:34 dengan apa? Semua hiasan dunia yang kamu 17:36 miliki, tapi kita berpisah. 17:40 Ternyata Fatimah mengatakan, 17:44 "Saya tak mungkin akan menukar kamu 17:46 dengan dunia dan seluruh isinya." Mulai 17:49 saat itu, ayah yang tadi seorang raja 17:52 yang berkuasa, Fatimah ternyata dia 17:55 mencontoh Sayidah Fatimah Azzahra putri 17:57 Rasulullah. Dia lepaskan semua 17:59 perhiasannya, dia masukkan ke dalam 18:00 baitul mal. Dan mulai saat itu dia 18:02 menjadi istri yang mendukung suaminya 18:06 dalam perjuangannya dan lebih banyak 18:09 untuk melayani umatnya daripada 18:11 kepentingan diri mereka. Ini orang yang 18:12 sadar. 18:14 Mereka diberikan jabatan, menangis bukan 18:16 gembira. Kalau orang sekarang 18:17 beranggapan apa? Ini merupakan malam 18:20 lailatul qadar. 18:21 Anugerah, Ustaz. 18:22 Anugerah. Saya diundang oleh seorang 18:24 pejabat tinggi di ee orang kedua lah di 18:27 satu kementerian. 18:28 Hm. 18:31 Waktu saya akan menyampaikan ceramah, 18:32 dia bilang, "Ustaz, saya selama ini 18:35 gagal, 18:37 tapi alhamdulillah semenjak si fulan 18:39 diangkat jadi menteri, saya mendapatkan 18:42 malam lailatul qadar." 18:43 Masyaallah. 18:45 Maksudnya apa? Ya, alhamdulillah saya 18:48 sekarang dapat keluasan, dapat 18:50 kesempatan dan lain sebagainya. Dia 18:51 tidak malu-malu. Padahal dia ini salat 18:54 bahkan pergi haji barang kita lagi. Dia 18:57 mengatakan, "Saya dapat malam." 18:58 Maksudnya dapat jabatan yang bisa 19:01 membuat dia apa? Bisa memupuk 19:03 keuntungan, kesenangan. 19:07 Saya hanya bisa menggeleng-gelengkan 19:09 kepala. Anda salah paham. Ini bukan 19:11 tanda kesuksesan atau lailatul qadar. 19:14 Ini betul merupakan malam yang hitam 19:17 kelam. Karena Anda tidak memahami bahwa 19:19 jabatan merupakan amarah. 19:23 Jadi kepada ikhwan kita yang dicoba, 19:26 ketahuilah bukan hanya Anda. Dulu ketika 19:30 saya mulai pulang dari Mesir, saya 19:32 berharap kepada Allah untuk memberikan 19:35 saya usaha yang bisa menghidupkan saya. 19:38 Dan dakwah saya tidak bergantung pada 19:40 pemberian orang. Hingga kalau seandainya 19:43 saya menyampaikan kebenaran tidak 19:45 diundang lagi, saya tidak khawatir. 19:48 Jadi tidak khawatir terhadap pemboikotan 19:50 orang. Ya, 19:52 tidak senang bergegas-gegas karena 19:54 mendapatkan apa? Mendapatkan imbalan 19:57 yang besar dari tempat-tempat saya 19:59 mengajar. 20:00 Saya mulai dagang. Saya mulai dagang 20:03 dalam satu bidang. Saya ambil barang 20:05 dari orang. Ternyata bukan untung malah 20:08 rugi. Akhirnya saya harus pinjam hiasan 20:11 istri saya untuk saya jual demi membayar 20:14 apa? Kerugian. Usaha lagi dari usaha 20:17 yang lain gagal lagi. 20:20 Arti bukan sekali gagal. 20:23 Bukan sekali ga gagal. Allah kasih gagal 20:25 berulang kali sampai Allah subhanahu wa 20:27 taala dengan rahmati buka usaha yang 20:31 membuat saya alhamdulillah bisa dapat 20:33 hidup bahkan bisa memiliki rumah ya pada 20:37 saya itu tinggal di pinggir kalian 20:39 perlahan-lahan Allah kasih alhamdulillah 20:42 kita bisa ee mendidik menyekolahkan anak 20:45 kita mereka juga berumah tangga tapi ini 20:49 bukan pertanda kesuksesan ini masih 20:51 dalam ranah ujian 20:54 masih dalam ranah ujian dan nasib kita 20:56 ditentukan bukan karena gelar saya 20:58 sebagai ustaz tamat dari Alazhar atau 21:01 menyampaikan di radio Rasil atau umatan 21:03 Wahid. Tidak. Malah apa yang saya 21:06 lakukan semua akan masuk dalam hisab. 21:08 Untuk siapa kamu ini berdakwah? 21:11 Untuk siapa? Kalau untuk Allah kalau 21:14 diperiksa apa yang saya sampaikan ini 21:16 benar apa tidak? He. 21:17 Jadi, ustaz atau ulama tuh hisabnya amat 21:19 berat. Kalau dia berbicara bukan untuk 21:22 Allah atau menyampaikan sesuatu yang 21:23 tidak benar atau menyeleweng dari ayat 21:26 Allah Subhanahu wa taala karena ingin 21:27 menyenangkan sebagian orang, maka 21:29 celakalah saya. 21:32 Nabi Ayub dicoba oleh Allah 21:36 ketika dia sedang jaya-jayanya, 21:38 tahu-tahu anaknya satu persatu meninggal 21:40 dunia. 21:43 Setelah anaknya diambil oleh Allah, 21:45 hartanya juga mulai apa? berguguran satu 21:48 persatu. 21:50 Setelah hartanya habis, mulai tubuhnya 21:53 terkena penyakit. Tapi setiap menghadapi 21:55 cobaan, dia mengatakan, "Innalillahi 21:57 maha walillahi ma ak." Bagi Allah apa 22:01 yang Allah ambil karena miliknya. Ya 22:04 kalau Allah tiba saatnya mau mengambil, 22:06 kita enggak bisa menolak sama sekali. 22:08 Tapi Nabi Ayub tidak pernah berkeluh 22:10 kesah. 22:12 Bayangkan seorang nabi yang tadinya 22:15 dihormati di tengah-tengah 22:16 lingkungannya, 22:18 akhirnya terkena penyakit sampai 22:20 diasingi oleh masyarakatnya dianggap 22:21 orang yang sial dan terkutuk. Tapi dia 22:24 tidak pernah sama sekali berkeluh kesah. 22:26 Pada akhirnya dia berdoa setelah sekian 22:28 lama menghadapi cobaan 22:32 fadau ananiit 22:35 binusbin waabani 22:39 buramurahimin. 22:41 Dia tidak mengatakan Allah subhanahu wa 22:43 taala menimpakan diri dengan penyakit 22:45 tapi setan mengenakan dirinya dengan 22:48 keburukan dan azab. Karena apa? Ini 22:50 merupakan gangguan dari setan yang ingin 22:52 apa? Yang ingin membuat dirinya goyah. 22:56 Hingga keyakinannya apa? Runtuh. Dan dia 22:59 beranggapan dirinya tertimpa kesialan 23:01 karena dirinya berada dalam kebaikan. 23:04 Jadi kalau seandainya Anda saat ini 23:06 gagal dalam katakan berbisnis dengan 23:09 cara yang jujur, 23:13 sedangkan yang curang, yang hidupnya 23:15 tidak benar diberikan kemajuan, Anda 23:17 bukan gagal. Anda sebetulnya diuji kalau 23:20 Anda bersabar, Anda orang yang lurus. 23:23 Sedangkan dia dari pertama perjalanan 23:25 menuju kegagalan bahkan menuju 23:27 kebinasaan, kehancuran. 23:30 Oleh karena itu, kita harus sadar bahwa 23:32 hidup ini sebetulnya ujian yang akan 23:34 menguji kita baik dengan anak kita, 23:37 dengan istri kita, dengan usaha dan 23:39 harta kita. Begitu juga yang berhijrah 23:41 di jalan Allah. 23:43 Jangan menganggapan setelah dia 23:45 berhijrah di jalan Allah Subhanahu wa 23:47 taala yang tadinya pendapatannya begitu 23:50 besar dari cara yang haram, begitu dia 23:52 hijrah mulai sempit. 23:54 Katakan dia seorang pejabat yang tadinya 23:57 dia menerima uang suap setiap kali dia 24:00 mengadakan kunjungan bahkan mau ke luar 24:02 negeri dia punya bekal tersedia. 24:05 Kemudian juga tiketnya atau katakan 24:08 umpamanya dia ee umpamanya akan 24:12 menikahkan anaknya rombongan mereka 24:14 memberikan bantuan sekian miliar untuk 24:16 acara perkawinannya. 24:18 Ketika dia sadar dia tobat kembali 24:20 kepada Allah. Makan dari yang halal, 24:24 usaha dari yang bersih mulai menurun. 24:26 Orang mulai bicara sifuran sok-sokan. 24:30 Sok-sok betul-betul apa? Sok-sok yang 24:33 agamis. Akhirnya nasibnya sial. 24:36 Pendapatan yang begitu besar, mobil 24:38 mewah semua hilang. Ya, punya rumah yang 24:40 sederhana, mobil sederhana dibilang 24:43 gagal karena dia hijrah di jalan Allah. 24:46 Salah itu. Apa yang diambil dan 24:50 ditinggalkan insyaallah menjadi 24:52 pembersih, penghapus dosanya. 24:54 Mana yang lebih baik di akhirat? Apa di 24:57 dunia dibersihkan? Allah bersihkan dari 25:00 yang kotor. Allah bersihkan dari yang 25:03 kotor. Sampai akhirnya dia tidak 25:06 memiliki kecuali rumah tinggal, 25:07 kendaraan ala kadarnya. Tapi anaknya 25:09 baik-baik. Alhamdulillah anaknya 25:11 baik-baik. 25:12 Allah kasih baik-baik semuanya. Satu 25:14 hari dia telepon saya WA saya, "Ustaz, 25:18 alhamdulillah sekarang saya setiap hari 25:20 lima waktu di masjid saya sudah siap 25:23 untuk dipanggil Allah." 25:24 He. 25:24 Saya sudah siap dipanggil 25:25 Allah. 25:27 Sebelumnya ini orang waktu dia masih 25:28 menjabat 25:32 ke mana dia pergi selalu tidak bisa 25:34 lepas dari perempuan 25:37 sampai dia menangis 25:39 salat juga ditinggalkan. 25:41 Tadinya 25:43 selalu ke mana dia pergi yang terpikir 25:46 dalam benaknya adalah perempuan. 25:50 Allah kasih begitu dia hijrah dia 25:51 berhenti dari perbuatan tersebut 25:54 orang beranggapan dia jatuh miskin. 25:56 jatuh melarat. 25:57 H 25:57 padahal semenjak saat itu anaknya 25:59 berubah menjadi baik-baik semuanya. 26:00 Kehidupannya lebih tenang dan 26:02 bolak-balik ke masjid. Lalu dia WA 26:05 sebelum dia meninggal dunia, saya sudah 26:07 siap untuk memenuhi panggilan Allah. 26:09 Nah, kira-kira menurut Anda gagal tidak 26:11 ini orang coba kalau dia terus berakhir 26:15 sampai akhir hidupnya di hari akhirat 26:18 wali iyadubillah dengan dia meninggalkan 26:20 salat berbuat zina apa jadinya? Apalagi 26:22 menerima suap. Hm. 26:24 Waktu dia berhenti bekerja, 26:26 teman-temannya mengatakan, "Kamu nih 26:27 gila." 26:28 He. 26:29 Orang mau keluar duit supaya dapat 26:31 jabatan seperti kamu, tapi ternyata kamu 26:33 ini tinggalkan. Dia mengatakan, "Yang 26:35 gila kalian, yang gila ka 26:38 kalian, 26:38 yang tidak sadar kalian dalam kegilaan." 26:42 Jadi kalau kita perhatikan bersama-sama, 26:45 hidup ini ujian. Jadi jangan Anda 26:47 beranggapan seorang pejabat yang sukses 26:51 ya, anaknya belajar di luar negeri ya 26:53 atau katakan saya sebagai seorang ustaz 26:57 banyak pendengarnya menyampaikan juga 26:58 dengan cara yang baik. Semua ini bakal 27:00 ditanya oleh Allah. 27:01 H 27:02 diminta pertanggungjawabannya. 27:05 Bisa-bisa Anda yang sukses, saya ini 27:07 yang kelihatan besar di luar merupakan 27:10 orang yang gagal. Nah, kita tidak mau 27:12 mendahului Allah. Kita berhusnudan pada 27:14 Allah. Kita mohon ampun atas kesalahan 27:16 dosa kita dan mudah-mudahan Allah terima 27:19 amal kebaikan kita yang betul-betul kita 27:22 lakukan semata-mata untuk Allah 27:24 subhanahu wa taala. Oleh karena itu 27:26 Allah ingatkan kita pada ayat 153 27:29 suratul baqarah. Ya ayyuhalladzina 27:32 amanutainu 27:34 bisobri was innallaha maobirin. Wahai 27:38 orang-orang yang beriman 27:40 dalam menjalani kehidupan menghadapi 27:42 cobaannya istainu bisabri wasah. 27:45 Hendaklah kamu berusaha untuk menjadikan 27:48 sabar sebagai bala bantuanmu. Kemudian 27:51 salat. Salat berarti kita curhat mengadu 27:56 kepada Allah. Mengungkapkan juga 27:58 kepatuhan ketundukan kita. 28:00 juga penyesalan atas keburukan-keburukan 28:02 kita kembali pada Allah. Innallaha 28:05 maobin. Sungguh Allah bersama orang yang 28:07 bersabar. Bukan bersama pejabat yang 28:10 korup, bersama konglomerat yang hina, 28:12 tapi bersama orang yang bersabar. 28:17 Sedangkan pejabat yang korup begitu 28:19 turun mulai serangan-serangan terhadap 28:22 mereka luar biasa. Waktu dijaya 28:24 dipuja-puja, 28:26 begitu jatuh dihina-dina 28:29 menjadi bahan cemuan media tidak 28:31 berhenti mencerca dirinya. Hidupnya 28:32 dalam ketakutan. 28:35 Jadi biar mereka tertawa sesaat ya tapi 28:38 mereka akan menangis sepanjang masa 28:40 kecuali mereka bertobat. Sedangkan Anda 28:42 di dunia Anda dicoba oleh Allah, Anda 28:45 bersabar menerima pasrah kepada Allah 28:48 sebagai seorang hamba. Di saat diberikan 28:50 kesenangan syukur, diberikan kesempitan 28:52 Anda bersabar. Anda bukan orang yang 28:54 gagal. 28:56 Nah, Allah berfirman dalam surah 28:58 Albaqarah juga ayat 155. 29:04 Wala nabluannakum 29:06 ini wala nabluannakum ini merupakan 29:10 penegasan yang amat tegas dari Allah. 29:12 Sungguh kami akan menguji kalian. Kata 29:15 bala yablu artinya menampakkan 29:19 wajah seseorang sebagaimana adanya. yang 29:22 tadinya manusia berkedok atau dia tidak 29:25 tahu bahwa dirinya berlapisan kedok, 29:28 berlapiskan kepalsuan melalui ujian akan 29:31 nampak nanti dirinya yang sebenarnya. W 29:34 nabluannakum. Kami akan menguji atau 29:37 kami benar-benar akan menguji kalian dan 29:39 menampakkan kalian sebagaimana hakikat 29:41 kali sudah. Karena terkadang orang 29:43 merasa diri saleh, baik ya bertakwa 29:47 kepada Allah, menjaga salatnya. Begitu 29:51 ditawarkan sesuatu yang haram, ternyata 29:53 dia langsung runtuh. Kelihatan enggak 29:56 keasliannya? 29:57 Jangan dilihat salatnya, jangan dilihat 29:59 puasanya, jangan lihat hajinya. 30:02 J begitu dia diuji, diberikan 30:04 kesempatan, ternyata dia khianat. Di 30:07 sini terlihat wajah aslinya itu cobaan. 30:10 Jadi kami benar-benar akan menguji 30:12 kalian 30:14 bisyai minal khaufi wal dengan sedikit 30:17 dosis rendah dari rasa takut. Karena 30:20 kalau menghadapi ketakutan yang sebenar 30:21 tidak akan tahan sedikit dosis serendah 30:24 takut walju juga saat-saat kalian 30:28 merasakan rasa lapar. 30:31 Kemudian wqsim minal amwali wal 30:33 anfusiarat. 30:35 Begitu juga 30:37 harta kalian yang mulai berkurang 30:39 sedikit demi sedikit. 30:42 Begitu juga orang-orang yang kalian 30:43 cintai ternyata dipanggil oleh Allah. 30:47 Wsamarat. Begitu juga apa mengalami 30:50 cobaan hasil tanaman kalian atau 30:52 perbekalan kalian juga mulai apa 30:54 berkurang dan menurun. 30:57 Wabasyir shobirin. Lalu Allah katakan 31:00 sampaikan kabar gembira. Kabar gembira 31:03 dari Allah untuk orang yang bersabar. 31:05 Alladzina idza asobathum musibatun qolu 31:08 innalillah. Itu mereka-mereka yang kalau 31:11 terkena musibah mereka tidak berkeluh 31:14 kesah. Mereka mengatakan innalillah. 31:17 Kami ini milik Allah. Kami, harta kami, 31:20 keluarga kami, harta benda kami, saudara 31:23 kami, semua milik Allah. 31:26 Wa inna ilaihi rojiun. Dan pada akhirnya 31:28 semuanya kami akan kembali pada Allah. 31:30 Lalu Allah bilang apa? Ulaika alaihim 31:33 shawatum mirbihim warahmah. Mereka orang 31:35 yang dinaungi selawat oleh Allah dan 31:37 rahmah. Waulaika humul muhtadun. Dan 31:40 mereka orang-orang yang benar-benar 31:42 dalam petunjuk Allah Taala. 31:46 Tapi orang yang lupa kepada Allah, 31:47 merekalah orang yang berugi. W takunuina 31:50 nasullaha faansahum anfusahum 31:54 ulaika humul 31:57 ulaika humul 32:00 humul khosirun. 32:02 La yastawi ashabunari wa ashabul jannah. 32:05 Ashabul jannati humul faizun. 32:10 Jadi Allah ingatkan, "Jangan kalian 32:13 termasuk dari orang-orang yang lupa 32:15 kepada Allah. 32:17 La takunu kalladina nasullaha faansahum 32:20 anfusahum ulaika humul fasiquun." 32:23 Jangan sekali-kali kalian termasuk 32:26 dari orang yang lupa kepada Allah. 32:29 Akhirnya Allah membuat mereka lupa diri. 32:32 Mereka bukan berjalan menuju tujuan 32:34 hidup mereka yang sebenarnya, tapi jalan 32:36 keluar dari hidup dari cara hidup yang 32:39 benar dan mereka menganggap diri mereka 32:41 benar padahal mereka sedang berjalan 32:43 menuju jurang kehancuran. 32:46 Nasullaha fasiahum. Mereka lupa kepada 32:48 Allah. Allah merupakan mereka. Ini 32:50 orang-orang yang betul-betul rugi. 32:53 Setiap orang yang fasik yang keluar dari 32:55 jalan yang benar apalagi menganggap 32:57 dirinya dalam kebenaran padahal dalam 32:59 perbuatan salah mereka orang-orang yang 33:01 benar-benar paling merugi. Nah, inilah 33:05 orang-orang yang timbangan amal mereka 33:07 ringan. Jadi menjawab pertanyaan tadi 33:09 ikhwan ya dengan keluh kesahnya bukan 33:12 hanya Anda 33:14 Kang Rizal Ondi dan Algi. Semua dalam 33:19 perjalanan ini pasti kita akan 33:21 menghadapi liku-liku cobaan. Ada masa 33:23 terangnya, ada masa gelapnya, ada 33:26 lapang, ada sempit. Itu wajar. 33:29 Kita sebagai hamba mau tidak mau harus 33:32 melalui semua itu untuk bisa meraih apa? 33:35 Kemuliaan di sisi Allah. 33:37 Jadi jangan berkecil hati. Jangan Anda 33:40 mengatakan bahwa saya enggak cocok untuk 33:42 berusaha. Tidak. Lanjutkan. Kalau Anda 33:45 berhijrah di jalan Allah ditinggalkan 33:46 oleh teman, Allah gantikan teman yang 33:48 baik nanti bagi Anda. Karena hidup ini 33:50 bukan hanya ada mereka. Tinggalkan 33:53 teman-teman yang buruk berkumpul dengan 33:55 teman-teman yang baik. Kalau tadinya 33:57 Anda biasa minum-minuman keras, katakan 33:59 merokok, berzina, 34:00 iya. 34:01 Anda berhijrah, kumpul bersama orang 34:03 yang saleh. Jangan pandang remeh mereka. 34:07 Saya sering dulu kalau menghadapi 34:08 kesedihan, kesumpan sewaktu di Mesir, 34:11 saya datang ke Mesir bertemu dengan 34:13 saudara-saudara yang di chat 34:15 C 34:15 dari negara Afrika yang berzikir di 34:18 masjid. Dia ceritakan pengalamannya 34:20 bagaimana negaranya yang kacau balau. 34:23 Dia terus dari negerinya, kehilangan 34:25 orang tuanya, kehilangan anaknya, tapi 34:27 dia tersenyum sambil bersyukur kepada 34:29 Allah Taala. Karena yang pergi tidak 34:31 akan hilang. H 34:32 baik orang tuanya, keluarganya bisa ada 34:34 saat pertemuan kembali di hari akhir 34:36 nanti. Itu menjadi hiburan buat kita 34:38 semua. Tapi jangan mata kita menoleh ya 34:41 memandang orang-orang yang dulu menjadi 34:43 teman kita. Si fulan ternyata tidak 34:46 hijrah, maju usahanya punya ini, asetnya 34:49 berkembang dan lain sebagainya. 34:50 Waliadzubillah. 34:52 Baik, masyaallah. Terima kasih, Ustaz 34:55 penjelasannya. tadi tiga pertanyaan 34:57 terkait ya ujian ya Ustaz ya kegagalan 35:00 dan 35:01 memang dalam kehidupan ini pasti Ustaz 35:04 ya kita tuh akan diuji pasti kita akan 35:07 merasakan titik terendah juga ustaz ya 35:09 dalam hidup 35:10 pasti 35:10 tapi insyaallah kalau kita melibatkan 35:12 Allah tadi Ustaz jelaskan tidak ada yang 35:14 sia-sia Ustaz insyaallah betul 35:17 masih ada penjelasan Ustaz terkait 35:18 apakah kita lanjutkan ini ada pertanyaan 35:22 dua pertanyaan dari Pak Jailani dan juga 35:25 Pak Ahmad di Depok. Nah, ini yang 35:28 mungkin 35:30 fikih ee kontemporer mungkin, Ustaz. Ini 35:32 kaitannya ini mengenai ee peleter, 35:36 Ustaz. Beli sekarang bayar nanti. Ini 35:38 memang 35:39 ee apa istilahnya merambahlah 35:41 ke berbagai kalangan apalagi kalangan 35:43 bawah. Ustaz terkait ibadah umrah. Ustaz 35:47 nih Ustaz sahkah ibadah umrah saya jika 35:52 keberangkatan umrah atau jika baju 35:54 ihramnya didapat dari hutang aplikasi 35:57 Ustaz? Katanya meskipun aplikasi 35:59 tersebut berlabel syariah. Ustaz satu 36:03 lagi ini juga ya kekinian juga nih Ustaz 36:07 em mengenai aplikasi untuk membayar 36:11 zakat Ustaz. Apakah zakat saya tetap sah 36:14 jika nominal yang diterima amil itu 36:18 berkurang untuk biaya aplikasi? Ataukah 36:21 saya harus melebihkan bayarannya agar 36:23 nilai pokok pokok zakatnya itu tetap 36:27 utuh, Ustaz? Pertanyaan dari Pak Jalen 36:29 di Jakarta dan juga Pak Ahmad di Depok. 36:33 Bismillahirrahmanirrahim. 36:37 Banyak godaan bagi apa? Bagi kita saat 36:41 ini, apalagi di tengah-tengah krisis 36:42 ekonomi, 36:44 sulitnya lapangan pekerjaan. 36:49 Kita kebetulan tidak punya uang. 36:53 Kita butuh contohnya umpamanya beras, 36:57 minyak, kebutuhan pokok. 37:01 Kita pinjam dari teman-teman kita, 37:03 ternyata tidak ada yang membantu 37:06 dan dia merasa punya harga diri. malu 37:09 kalau sampai dia apa meminta ke sana 37:11 kemari. Akhirnya terpaksa 37:15 dia ambil barangnya, pembayarannya 37:18 menyusul. 37:19 Hm. 37:19 Itu kan merupakan kata payter. 37:22 Piletter 37:22 bayar nyusul. Kita beli barangnya 37:25 pembayaran menyusul. Selagi belum sampai 37:28 batas waktu atau selagi masih berada 37:31 pada batas waktu dia enggak kena bunga. 37:33 Hm. Tapi begitu liwat batas waktu dia 37:36 kena bunga. 37:38 Begitu juga kredit kan sama. Kalau dia 37:41 katakan bayar sebelum liwat temponya dia 37:46 tidak kena bunga. Tapi begitu liwat 37:47 tempo maka bank tidak akan berbelas 37:50 kasihan pada kita. Bunga yang dikenakan 37:52 juga cukup. Apa ini kan merupakan 37:54 jebakan-jebakan 37:56 kita itu memang gampang senang kalau 37:59 kita terima barang dulu. Tapi waktu 38:02 datang waktu pembayaran walaupun uang 38:04 kita ada, kita kadang-kadang 38:05 menunda-nunda ada keperluan lain. 38:09 Ini betul-betul merupakan cobaan. Ada 38:11 juga pinjol. Pinjol iklannya luar biasa 38:16 menjamur di sana sini. Kita buka 38:18 aplikasi aja mesti apa 38:20 ada pinjol. 38:22 Yang lebih berbahaya lagi judi online. 38:24 He. 38:25 Seharusnya negara membersihkan ini 38:27 semuanya. 38:29 seharusnya negara menyediakan ya lembaga 38:32 keuangan bagi mereka-mereka yang 38:35 terdesak ya butuh negara bisa memberikan 38:39 pinjaman buat mereka tanpa bunga kan 38:41 rakyat mereka 38:42 iya 38:43 daripada makan gratis bergizi 38:47 yang berpotensi 38:49 memberikan peluang korupsi ya kepada 38:53 mereka-mereka yang membuka dapur 38:55 tersebut ini bukan membuka lapangan 38:57 pekerjaan buka buat masyarakat bukan itu 39:00 kalau uangnya yang begitu besar ya 39:03 memberikan makan orang sebanyak Rp50 39:05 juta lebih digunakan untuk apa? Untuk 39:09 membuka lapangan pekerjaan. Usaha-usaha 39:13 kecil mereka ingin bekerja. Orang buka 39:16 usaha kelapak muda di Sulawesi bisa 39:18 memberangkatkan keluarganya 23 orang 39:20 pergi haji. 39:21 Masyaallah. 39:23 pengusaha kelapa muda 23 orang 39:25 diberangkatkan haji dari hasil 39:27 keuntungannya. 39:29 J kalau mau usaha apa aja bisa. Kalau 39:31 perlu ada apa? Ada edukasi buat 39:34 masyarakat kira-kira kerja apa agar 39:37 mereka diberikan bimbingan untuk buka 39:39 lapangan usaha yang bisa saling apa? 39:41 Saling menunjang. 39:42 Jangan diperbanyak mall-nya, jangan 39:44 diperbanyak Indomaretnya atau 39:46 Alfamat-nya. 39:47 Perbanyak justru apa? 39:50 perbanyak justru yang kita harapkan 39:52 pasar-pasar tradisional, 39:55 usaha-usaha kecil menengah itu yang 39:58 harus dibantu. Jadi mereka diberikan 40:01 pengarahan nih usaha, peluang usaha buat 40:03 kamu di daerah ini. Sudah ada bidang 40:05 ini, bidang ini. Sekarang kamu masuk 40:06 dalam bidang ini. 40:08 Berikan modal, diberikan kontrol. 40:10 Kontrol dulu. Diawasi supaya jangan 40:12 sampai apa? Jangan sampai terima uang 40:14 kaget digunakan untuk apa? Untuk yang 40:17 tidak P. Jadi kalau seandainya di satu 40:19 wilayah diawasi ya diberikan bantuan 40:22 pinjaman, diberikan edukasi 40:25 insyaallah ekonomi kita akan berkembang 40:27 dengan pesat. Karena ekonomi makro tidak 40:30 akan dapat tegak tanpa ada ekonomi 40:33 mikro. He. 40:34 Kalau sekarang ini hanya uang berputar 40:36 di kalangan konglomerat sama pejabat. 40:40 Yang saya khawatirkan negara ini akan 40:42 runtuh. Kalau begini caranya 40:44 pejabat juga banyak melarikan uang 40:46 keluar. Begitu juga konglum beratnya. 40:49 Akhirnya dari hari ke hari 40:51 rakyat akan menjadi apa? Menjadi 40:53 betul-betul beban buat negara dan bisa 40:56 saja jadi kemarahan massa yang akan 40:58 merugikan negara dan bangsa. Nah, 41:01 berkaitan dengan kondisi saat ini masih 41:03 belum ada lembaga keuangan 41:06 yang syari dalam arti sebenarnya. Karena 41:08 baik itu bursa syariat ya atau katakan 41:12 ee bank syariat itu hanya dalam akadnya 41:15 saja. Tapi kenyataannya tidak demikian. 41:19 Jadi kalau dalam kondisi dia butuh 41:22 pendesak, tidak ada yang menolong, dia 41:24 ambil barang kemudian dia apa katakan ee 41:28 gunakan pelet pembayaran berikutnya, 41:31 hendaknya dia berusaha mohon pada Allah 41:33 di samping berusaha untuk segera 41:36 membayar sebelum tiba waktunya. 41:39 Dan jangan biasakan hobi berbelanja yang 41:41 tidak perlu. H 41:42 Rasul tidak pernah mau beli sesuatu 41:44 kalau dia enggak punya sama sekali apa 41:46 harganya. 41:47 Rasul la yarian laiduaman. Kalau kita 41:51 kan pegang kredit card. Begitu kita 41:54 masuk di satu mall ternyata yang menjadi 41:57 penjaga wanita cantik. Walaupun enggak 41:59 niat beli ya 42:02 kita beli belanja. Setelah itu kita 42:03 bilang, "Kamu ambil bagian kamu, saya 42:05 bayar." Enggak apa-apa ngebos. Karena 42:08 laki-laki punya kelemahan di hadapan 42:09 wanita. Banyak kejadian seperti ini. 42:11 Iya. Iya. 42:13 Sales asuransi, sales-sales barang. 42:16 Bahkan saya saksikan di rumah, di satu 42:17 rumah sakit jantung, sales-sales 42:19 perempuan yang genit-genit, berpakaian 42:21 yang tidak senonoh datang kepada para 42:23 dokter menawarkan produk-produk mereka. 42:26 Ini kan godaan suuhnya kan. 42:28 Iya. 42:28 Ulama juga sama. Ulama juga banyak 42:32 cobaan godaannya 42:34 dari mereka-mereka peserta pengajian ya 42:38 dan lain sebagainya. Seringki 42:41 wala iyyaubillah lupa diri, lupa usia 42:44 kita, lupa peran dan tanggung jawab 42:46 kita. 42:47 Jadi usahakan kalau tidak sangat-sangat 42:51 perlu jangan gunakan pilet. Jangan 42:53 gunakan pilet. Jangan gunakan juga kartu 42:55 kredit. Jangan biasakan kita ikuti nafsu 42:58 berbelanja kita. Ya, ini dikenal dengan 43:02 nama apa? Eh, Emilda Sindrome. 43:05 Emilda Sindrome. 43:06 Karena Emilda Marcos dulu hobinya 43:08 belanja. Iya. 43:09 Hobinya belan 43:10 walaupun enggak perlu di serumahnya 43:12 sepatunya bisa ribuan. Dia masih beli 43:14 lagi sepatu yang baru bukan karena mau 43:16 dipakai. 43:17 Ketika dia meninggalkan Filipin dari 43:20 luar dia marah-marah. Dia mengatakan, 43:22 "Kori gunakan saya punya sepatu. Kori 43:24 gunakan saya punya sendal." Jadi kalau 43:26 kita lihat ini penyakit yang kalau 43:29 dibiarkan akan merusak kita. 43:30 H 43:31 akan menjadi beban buat kita. Jadi suami 43:34 istri jangan biasakan belanja yang tidak 43:36 perlu. hendaknya diperhitungkan dengan 43:38 baik-baik. Nah, kalau dia terpaksa harus 43:41 menggunakan kartu kredit atau 43:43 menggunakan pil letter, hendaknya dia 43:46 berjuang sebelum 43:49 waktu dan jatuh tempo dia membayar agar 43:52 terbebas daripada bunga. Nah, berkaitan 43:54 katakan dia beli pakaian ihram dengan 43:57 pilet, 44:00 begitu dapat uangnya segera dia bayar 44:02 kalau bisa sebelum jatuh tempo. dia 44:05 usahakan jangan gampang ngambilnya, tapi 44:08 kita menunda-nunda pembayarannya 44:10 akhirnya menjadi beban buat kita. Kalau 44:13 bisa tunggu sampai Allah berikan 44:14 kemudahan untuk membeli pakaian ihram, 44:16 itu akan lebih baik. Nah, berkaitan 44:18 dengan zakat dengan sendirinya zakat 44:20 yang harus kita keluarkan sesuai dengan 44:21 apa? Jumlah zakat kita. Jadi kalau 44:25 seandainya kita serahkan kepada satu 44:27 lembaga, mau enggak mau kan kalau kita 44:30 mengirim kan dikenakan potongan. 44:31 Iya. 44:32 Tambahkan biaya pemotongan. Seperti 44:34 kalau orang berkorban, 44:36 biaya pemotongannya harus dikeluarkan. 44:38 Jangan sampai biaya pemotongan diambil 44:39 dari mana? 44:41 Dari hewan korban kita. 44:43 He 44:43 contohnya kulit dan kaki diberikan 44:45 kepada yang memotong tanpa kita bayar. 44:48 Itu akan mengurangi nilai korban kita. 44:50 Jadi dalam hal ini akhlak 44:53 hendaknya kita sebagai seorang muslim 44:55 berusaha untuk menjauh dari hal-hal 44:58 seperti ini yang akan menjerumuskan kita 45:00 ke dalam perangkap riba dan akan melilit 45:04 kita hingga akhirnya kita pada saat 45:06 waktunya kita enggak mampu membayar akan 45:08 menjadi beban yang berat buat kita. Dan 45:10 saya harapkan berkaitan dengan zakat ya. 45:13 Zakat kadang-kadang diserahkan ke 45:16 lembaga-lembaga yang menerima zakat. He. 45:19 Tapi di sekeliling kita, di sekeliling 45:21 kita banyak orang yang membutuhkan 45:22 zakat. 45:24 Nah, ini lembaga-lembaga yang 45:25 mengumpulkan zakat ini terkadang mereka 45:28 salah kaprah. 45:30 Seharusnya zakat yang diambil dari satu 45:32 wilayah 45:34 tidak dibawa keluar sampai orang di 45:37 wilayah tersebut mencukupi. 45:39 Jadi seharusnya katakan punya basis atau 45:42 bas mau mengambil zakat dari satu 45:44 wilayah seharusnya dia inventarisir 45:47 berapa jumlah orang yang mustahik, 45:49 berapa jumlah orang yang wajib zakat. 45:52 Nah, mereka kumpulkan zakat tersebut. 45:54 Kemudian mereka bagikan kepada wilayah 45:56 tersebut. Kalau ada kelebihan baru 45:58 diangkut ke tempat lain. Kalau sekarang 46:01 kan tidak. 46:02 He 46:02 kita kirimkan uang kita ya kepada 46:05 lembaga yang mengumpulkan zakat. Di 46:08 sekeliling kita banyak orang susah. 46:10 Bahkan mungkin kerabat-kerabat kita yang 46:12 tidak wajib kita berikan nafkah juga 46:13 banyak kesusahannya. Oleh karena itu 46:15 saya lebih suka 46:17 bagaimana kalau satu warga itu 46:19 mengumpulkan zakatnya kemudian dibagikan 46:22 kepada lingkungannya. 46:23 H 46:23 daripada kita serahkan kepada siapa? 46:27 Ada yang bisa kita serahkan keluar itu 46:29 saham fisabilillah. Katakan saham 46:32 fisabilillah umpanya kepada lembaga yang 46:34 berjuang di jalan Allah Taala kita 46:36 merasa bahwa mereka jujur dan baik. Kita 46:38 bisa berikan saham fisabilillah untuk 46:41 mereka. 46:42 Biar digunakan untuk membantu perjuangan 46:44 mereka. 46:45 Termasuk juga wafir riqab, 46:47 zakat yang diberikan untuk membewaskan 46:49 budak. 46:49 He 46:50 wal muallafati qulubuhum juga bisa 46:53 diberikan kepada lembaga yang bergerak 46:55 dalam bidang dakwah. Tapi untuk fuqara 46:58 wal masakin dan lain sebagainya 47:00 sebaiknya dikelola oleh kita dan 47:02 dibagikan kepada para mustahik di 47:04 sekitar kita. Itu yang paling utama. 47:13 diambil dari orang kayanya, dikembalikan 47:15 lagi kepada orang-orang miskin di 47:17 sekitar mereka. 47:18 Jangan yang jauh kita siram, yang dekat 47:20 apa? Terkadang kita enggak jelas ke mana 47:23 perginya uang yang dikumpulkan zakat. 47:24 Betul gak? 47:25 Betul. 47:26 Itu yang mesti diperhatikan. Jadi 47:27 berkaitan dengan pelet, pinjol, hindari 47:30 sedapat mungkin dan biasakan untuk tidak 47:33 membeli sesuatu kalau kita enggak punya 47:35 uangnya. Dan sabar, tunggu sampai datang 47:38 kemudahan dari Allah. Wallahuam. 47:39 Iya. Tadi ee untuk keberangkatan umrah 47:42 pun, Ustaz sebetulnya itu tidak 47:43 mendesak, Ustaz, ya. 47:44 Ihramnya. 47:45 Ihramnya. Tapi untuk keberangkatan juga 47:47 memang sekarang ada beberapa program 47:48 itu, Ustaz. Berangkat dulu dibayar 47:50 kemudian juga, Ustaz. Ada bagaimana tuh, 47:53 Ustaz? 47:53 Sebetulnya kalau kita memang enggak 47:54 mampu kan la yukallifulahu nafsan illa 47:58 haji maupun umrah limanist ilaihi 48:00 sabila. Bagi yang mampu kan. 48:02 Betul. 48:02 Di samping untuk berangkat untuk 48:04 keluarganya di rumah. Kalau memang belum 48:06 mampu, belum datang kewajiban atas 48:08 dirinya. 48:09 Kecuali kalau seandainya ada orang mau 48:11 berangkatkan dia umrah. Kalau kamu punya 48:14 kamu bayar. Enggak punya saya ikhlaskan. 48:16 Lain masalahnya kan. 48:17 Betul. 48:17 Yang penting jangan membuat dia terliit 48:19 hutang. Akhirnya untuk kebutuhan rumah 48:21 tangganya nanti menjadi apa? 48:23 Menjadi beban yang berat. Contoh itu 48:26 pedagang kelapak di Sulawesi itu. 48:28 Iya. Masyaallah, Ustaz. 48:30 Itu contoh yang baik. Dia bisa 48:32 memberangkatkan bukan hanya dirinya, 48:33 tapi 23 orang berangkat pergi haji. 48:36 Masyaallah. Dia enggak beli mobil, dia 48:38 pakaiannya sederhana, enggak beli mobil 48:40 mewah, enggak beli rumah mewah. Kalau 48:42 sekarang aneh. 48:45 Kita perhatikan dia berdakwah ke sana 48:48 kemari menentang korupsi, memerangi 48:51 tindakan-tindakan yang tidak benar, 48:53 menuntut keadilan, punya kesempatan 48:57 pakai mobil mewah. Dari mana uangnya? 49:01 Ternyata dakwah merupakan bargaining 49:03 tawar-menawar buat dia. Dia serang satu 49:05 kelompok, 49:06 begitu orang tersebut terpojok, 49:08 dipanggil diberikan uang. Ini banyak 49:11 kejadian seperti ini. Waliaubillah. 49:13 Jangan sampai kita termasuk dari mereka. 49:15 Baik, Ustaz. Nampaknya waktu yang 49:18 membatasi, Ustaz. Mungkin terakhir 49:19 satu lagi ya. Silakan. 49:20 Ee ini selanjutnya dari Pak Arwin. 49:25 Ustaz, ini pertanyaannya singkat saja, 49:27 Ustaz. Ustaz, terima kasih atas ee 49:30 penjelasannya ini, Ustaz. Saya ingin 49:32 bertanya, bolehkah seorang wanita yang 49:36 sedang haid memandikan jenazah, Ustaz, 49:39 dari Pak Mar Maulid Arwin, 67 tahun 49:42 Lenteng Agung, Ustaz. 49:44 Bismillahirrahmanirrahim. 49:47 Seorang yang haid 49:50 di saat dia memandikan jenazah kan 49:52 haidnya enggak mengenai siapa? 49:54 Jenazah. 49:55 Haidnya hanya pada dirinya. 49:57 Heeh. Di saat dia memandikan jenazah kan 49:59 tangannya juga suci kan. 50:00 Iya 50:00 betul gak? Tangannya juga su 50:02 suci. 50:02 Suci. Dia bisa memandikan jenazah, 50:04 mensucikannya. Ya walaupun orang yang 50:07 tidak haid lebih utama tapi yang haid 50:09 juga tidak bermasalah. Memandikan 50:11 jenazah, mensucikannya ya. Maka dengan 50:15 ini apa? Apa yang dilakukan merupakan 50:18 hal yang tidak mengurangi. Kalau ada 50:21 yang tidak haid, yang suci itu lebih 50:23 afdal. Tapi kalau tidak ada, walaupun 50:26 dia haid, dia memahaman, memandikan 50:27 jenazah, mensucikan, membersihkan 50:29 dirinya 50:31 dengan persyaratan-persyaratan tuan yang 50:34 telah berlaku, maka enggak ada masalah 50:36 apa-apa sama sekali. 50:39 Dia dilarang untuk katakan salat, ya kan 50:42 dalam keadaan haid, ya. Dia boleh 50:44 melintas di masjid tapi tidak berdiam di 50:47 masjid. He. 50:48 Jadi kalau dia terpaksa harus melintas 50:51 di masjid itu bagi orang junub pun boleh 50:54 kan? W junuban illain 50:59 kalau duduk di bagian teras masjid 51:02 seperti itu, Ustaz, bagaimana, Ustaz? 51:03 Ee kalau memang itu merupakan wilayah 51:05 masjid yang digunakan untuk salat 51:07 berdiam, ya otomatis apa? Termasuk hal 51:10 yang tidak dianjurkan. 51:11 He. 51:12 Tapi kalau merintah saja tidak menjadi 51:14 soal. 51:16 Karena teras juga bagian dari masjid 51:17 kan. 51:18 Iya betul ustaz. 51:18 Teras bagian dari masjid. Itu hanya 51:20 sebagai takzim dan takrim 51:23 bagi rumah Allah. Sebagaimana kita 51:26 sebelum membaca Al-Qur'an kalau 51:28 menyentuhnya kita bersuci terlebih 51:29 dahulu takziman wa takriman untuk 51:33 membedakan antara kitab Allah dan kitab 51:35 yang lain. 51:37 Antara kitab Allah dan kitab yang lain. 51:42 Karena Allah bilang, "Waman yuadim 51:44 hurumatillah fahua khairun lahu 51:48 waman yuadim syairallah fanaha minw." 51:51 Yang menghormati kehormatan-kehormatan 51:54 Allah. 51:55 itu akan kembali kebaikannya buat diri 51:57 yang menghormati juga syair Allah, 51:59 simbol-simbol agama Allah ini dengan 52:02 sendirinya itu pertanda sebagai 52:04 ketakwaan 52:06 hatinya kepada Allah Subhanahu wa taala. 52:08 Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla 52:11 ilaha illa anta astagfiruka wa atubu 52:13 ilaiik. 52:15 Baik, demikianlah ikhwan akhwat, 52:16 renungan di bawah naungan Al-Qur'an 52:18 bersama guru kita Ustaz Husein Alatas 52:21 menjawab beberapa pertanyaan dari ikhwan 52:23 akhwat yang disampaikan di kesempatan 52:24 pagi hari ini. Mohon maaf jika belum 52:26 sempat kita bacakan semuanya ya, karena 52:28 keterbatasan waktu seperti biasa seperti 52:30 ada WA dari Pak Yuman, kemudian hamba 52:34 Allah, kemudian Ibu Fanny, Pak siapa 52:37 nih? Kundarto dan lain-lain. Insyaallah 52:40 kita akan bertemu di ee lain kesempatan 52:44 ya, Ikhwana Nawat. Insyaallah kita 52:45 bertemu kembali besok Ustaz. Insyaallah 52:47 tanya jawab lagi pukul 09.30 insyaallah. 52:50 Dan Iwana Nawawat terima kasih atas 52:52 kebersamaannya. Semoga penjelasan 52:54 nasihat-nasihat dari Ustaz Husein tadi 52:57 semakin meneguhkan ya keyakinan kita 53:00 kepada Allah. Meskipun dalam kegagalan 53:03 Ustaz ya. Kita tetap 53:04 dalam cobaan. 53:05 Dalam cobaan bukan dalam kegagalan 53:07 insyaallah ya. Dalam cobaan kita tetap 53:09 ya bersujud, berikhtiar dan tetap 53:12 sepenuhnya bergantung kepada Allah. Saya 53:13 Rizal Haq dan Kang Ondi dan juga Ustaz 53:16 Agi undur diri. Billahi taufik 53:18 walhidayah. Wasalamualaikum 53:19 warahmatullahi wabar. 53:19 Waalaikumsalam.