Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan
- kiriban fih yuhibuna Allah wasallim
- wabarik ala sayidina Muhammadin waa ali
- sayidina Muhammad. Masih dipancarkan
- dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36,
- Kalimanggis, Cibubur, Bekasi, Radio
- Silaturahim dan juga Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah. Senang
- sekali saya Rizal Alhaq bersama
- teman-teman yang bertugas ada Kang Ondi
- dan juga Ustaz Algi ya. Di pagi hari ini
- dalam program acara renungan di bawah
- naungan Al-Qur'an. Seperti biasa bersama
- guru kita Ustaz Husein Alatas untuk
- edisi Kamis ya ikhwan awad kita sudah
- memasuki hari ke 3 di bulan Syakban 1447
- Hijri ya bertepatan juga dengan hari
- ke-22
- di bulan Januari
- 2026 Ikhwan Awat alhamdulillah semoga di
- pagi hari ini kebaikan ee rahmat Allah
- mencurahkan ee dicurahkan kepada kita
- semua ikhwan akhwat dan semoga ikhwan
- Iwan akhwat juga selalu dalam keadaan
- baik, sehat juga ya. Dan tidak lupa bagi
- Iwan akhwat yang tengah diuji sakit
- semoga diberikan kesembuhan oleh Allah
- subhanahu wa taala dan juga sakitnya
- menjadi kafarat bagi dosa-dosanya. Amin.
- Amin ya rabbal alamin. Telah hadir guru
- kita Ustaz Husein Al-Attas yang di
- kesempatan ini insyaallah akan kembali
- menjawab beberapa pertanyaan yang ikhwan
- akhwat kirimkan dan kami juga mengundang
- partisipasi Iwan akhwat di pagi hari ini
- untuk menyampaikan pertanyaannya. Baik,
- untuk membuka pertemuan kita seperti
- biasa kita awali dengan pembacaan Quran
- surah Al-Fatihah yang akan dibimbing
- langsung oleh Ustaz. Kami persilakan
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin
- arrahman.
- maiki yaumiddin
- iyaka na'budu wa iyyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim
- wad
- in.
- Amin. Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Ikhwanawat telah kita buka bersama
- dengan pembacaan Quran surah Alfatihah
- yang dipimpin langsung oleh Ustaz Husin
- atas. Ikhwan akhwat. Selanjutnya,
- Ustaz, ada beberapa pertanyaan yang kami
- himpun yang sudah dikirimkan oleh ikhwan
- akhwat ee terkait
- ee ujian dan kegagalan dalam hidup,
- Ustaz. Nah, Ikhwan akhwat saya akan
- bacakan beberapa pertanyaan dari Ikhwan
- Akhwat. Namun kami mengundang
- partisipasi dari Ikhwan Akhwat juga
- untuk mengirimkan pertanyaannya kepada
- Ustaz USA atas. Insyaallah eh nanti ada
- waktu kita akan membacakan dan dijawab
- oleh beliau.
- Yang pertama ini dikirimkan oleh siapa?
- Hamba Allah. 08 ee 99007
- sekian-sekian.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Ustaz, saya sudah
- berusaha jujur dan ya bekerja keras
- selama bertahun-tahun.
- Namun usaha saya, bisnis saya justru ee
- mengalami kegagalan, Ustaz, atau
- bangkrut. Sementara teman saya ada yang
- menggunakan cara yang tidak baik atau
- curang justru sukses dan saya lihat
- semakin kaya. Nah, mengapa Allah itu
- memberikan kegagalan kepada yang taat
- dan keberhasilan kepada yang bermaksiat.
- Saya sambungkan juga, saya lanjutkan
- juga dengan dua pertanyaan lain, Ustaz.
- Karena hampir satu tema, Ustaz, ya.
- Silakan,
- ya. terkait kegagalan juga sudah saya
- sudah rutin Ustaz melakukan salat
- tahajud dan duha juga
- khusus ee untuk meminta salah satu hajat
- saya tapi ternyata hasilnya gagal Ustaz
- apakah ada yang salah dengan doa saya
- atau memang doa itu tidak bisa mengubah
- takdir yang buruk satu lagi dari hamba
- Allah ustaz setelah berhijrah
- Saya justru kehilangan pekerjaan dan
- teman-teman. Rasanya seperti gagal dalam
- menjalani hidup yang baru, Ustaz. Nah,
- bagaimana membedakan antara ujian
- kenaikan derajat dengan azab atau dosa
- di masa lalu, Ustaz? Syukran, Ustaz.
- Tiga pertanyaan dari ikhwan-akhwan.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi
- rabbil alamin hamdan katsiran thyyiban
- mubarakan fi kama yuhibbu rabbuna waard.
- Allahumma sholli
- wasallim wabarik ala sayyidina wa nabina
- Muhammadin
- wa alhi thyibin wasohabatihil guril
- mayamin wasairina ala nahjihil qawimi
- ila yaumiddin.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi waf'ana bima
- alamtana.
- Rabbana zidna ilman wa alhikna
- bisolihin.
- Waba ba'du.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala.
- Pendengar
- radio TV silaturahmi.
- Semoga Allah Subhanahu wa taala
- senantiasa meneguhkan iman kita,
- mencurahkan rahmat-Nya atas kita semua,
- keluarga kita.
- Begitu pula kepada seluruh anak bangsa
- kita agar selalu berjalan di atas
- petunjuk-Nya, diterangi oleh cahaya-Nya.
- dan menyadari
- bahwa kehidupan dunia ini
- adalah ujian bagi kita yang akan
- menentukan
- apakah kita sukses, apakah kita gagal.
- Kesuksesan
- di dalam Al-Qur'an
- diungkapkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala dengan ungkapan muflih atau
- muflihu.
- Sedangkan kegagalan
- diungkapkan dalam Al-Qur'an salah
- satunya dengan ungkapan alkhasir atau
- alkhasirun.
- Allah berfirman,
- "Faman faqulat mawazinuhu faulaika humul
- muflihun."
- Orang-orang yang timbangan amalnya
- berat, maka merekalah orang-orang yang
- sukses dan orang-orang yang beruntung.
- Waman khoat mawazinuhu faulaikalladzina
- khasiru anfusahum.
- Adapun orang-orang yang timbangan amal
- mereka ringan, maka merekalah
- orang-orang yang mengalami kerugian
- segala-galanya. termasuk mereka
- kehilangan diri mereka, kehilangan
- harapan mereka.
- Nah, orang-orang yang merugi
- disebutkan ciri-cirinya oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Begitu juga
- orang-orang yang beruntung. Nah, untuk
- orang-orang yang beruntung Allah
- berfirman
- ya dalam suratul mukminun menggambarkan
- mereka,
- qod aflahal mukminun.
- Sungguh
- telah beruntung orang-orang yang beriman
- di mana hidupnya,
- langkahnya,
- gerak-geriknya
- betul-betul dimotivasi oleh imannya.
- Baik iman kepada Allah dengan penuh
- keyakinan akan janji-janjinya. Iman
- kepada hari akhir. Iman kepada rasulnya
- dengan mengikuti petunjuknya. Begitu
- pula berpegang pada kitab suci yang
- Allah jadikan sebagai pedoman hidup
- kita.
- Qod aflahal mukminun. Sungguh telah
- beruntung sukses orang-orang yang
- beriman. Allah sebutkan ciri-ciri
- mereka. Alladzina hum fi shatihim
- khasiun. Itu mereka yang khusyuk dalam
- salat mereka.
- Mereka betul-betul menikmati saat-saat
- yang indah manis di saat mereka
- menghadap ke hadapan Allah.
- bermunajat kepadanya, mencurahkan isi
- hatinya dengan harap begitu pula dan
- takut berharap kepada rahmat-Nya,
- berlindung dari azabnya. Demikian pula
- dalam menghadapi tantangan dan cobaan
- hidup ini hatinya hanya betul-betul
- bergantung pada Allah. Iyaka na'budu wa
- iyyaka nasta
- walladzina hum anill lagwi muaridun.
- Mereka di samping khusyuk dalam salat
- mereka, mereka menjauh dari ucapan, dari
- perbuatan,
- dari pekerjaan kesibukan yang sia-sia
- yang akan merugikan dirinya. Apalagi
- perbuatan dosa.
- Walladzina hum lizzakati failun.
- Dan mereka-mereka
- yang betul-betul
- menunaikan zakat
- baik yang lahir maupun yang batil.
- Karena zakat di samping berarti
- mensucikan juga menumbuhkan.
- Zakat bukan hanya terbatas pada uang
- yang kita infakkan,
- tapi zakat juga masuk di dalamnya semua
- amalan yang akan mensucikan jiwa kita. Q
- aflaha man zakaha waqoba.
- Termasuk orang membaca Al-Qur'an juga
- tazkiah membaca dan meresapinya.
- Salat juga merupakan tazkiah.
- Berbuat kebaikan tazkiah. Seluruh amal
- kebajikan akan mensucikan jiwanya.
- Termasuk di antaranya menginfakkan
- hartanya.
- Jadi mereka selalu bekerja berupaya
- untuk mensucikan jiwa mereka hingga amal
- juga yang keluar dari jiwa yang suci
- beda dengan amal yang bersumber dari
- jiwa yang
- walladzina hum difurujihim hafidun dan
- mereka-mereka yang menjaga kemaluan
- mereka
- illa ala azwajihim kecuali pada
- pasangan-pasangan yang Allah halalkan
- wama malakat aimanuhum atau hamba-hamba
- sahaya mereka ya yang mereka miliki,
- yang Allah halalkan bagi mereka
- diperlakukan dengan perlakuan yang
- mulia. Sekarang masa-masa hamba saya
- telah berakhir
- berarti pada pasangan-pasangan mereka.
- Walladina humfurujihim
- hafidun illa ala azwajihim a malakat
- aimanuhum fnahum giumin. Maka mereka
- orang-orang yang tidak tercela. Orang
- yang menyalurkan syahwatnya di tempat
- yang halal pada pasangannya. Bukan hanya
- tidak tercela, bahkan mereka mendapatkan
- ganjaran kebaikan dari sisi Allah.
- Waroadalika faulaika humuladun. Adapun
- yang menyalurkan syahwatnya bukan pada
- pasangan yang Allah halalkan, maka
- mereka orang yang melampaui batas.
- Setelah itu, walladzina hum lianatihim
- wa ahdihim run. Dan mereka-mereka yang
- menjaga amanat yang diamanatkan pada
- mereka, menepati janji mereka, mereka
- menjaga betul-betul. Ini merupakan buah
- dari iman. Dan salah satu kriteria
- orang-orang yang sukses dan selamat.
- Walladzina hum li amanatihim
- wa ahdihim walladzina hum ala shawatihim
- yuhafidun.
- Dan mereka-mereka ya yang betul-betul
- apa? Selalu menjaga salat mereka.
- Baik syaratnya, rukunnya ya
- kekhusyukannya. Bukan hanya sekedar
- gerakan olahraga tapi gerakan-gerakan
- yang merupakan apa? gerakan-gerakan yang
- mengandung makna yang mendalam dengan
- berdirinya, dengan rukuknya, dengan
- sujudnya yang semuanya menggambarkan
- penyerahan,
- ketundukan, kepatuhan yang mutlak kepada
- Allah.
- Ulaika humul waritun. Merekalah yang
- akan menjadi pewaris.
- Alladzina yaritunal firdaus hum fiha
- kholidun. Yang mewarisi surga firdaus
- kekal dalamnya untuk selama-lamanya.
- Jadi kesuksesan bukan karena dia
- mendapatkan jabatan, karena jabatan
- justru merupakan amanat yang berat.
- Bukan karena mendapatkan harta yang
- banyak ya, bukan karena perdagangannya
- sukses maju. Tapi kalau dia lupa kepada
- Allah bukan beruntung. Itu merupakan
- kegagalan.
- Nah, sepanjang perjalanan kita dalam
- kehidupan dunia, kalau kita menerima
- nikmat kita bersyukur,
- dicoba dengan kesempitan kita bersabar,
- ini merupakan jalan kesuksesan buat
- kita.
- Kalau kita jujur, kemudian usaha kita
- kadakan sepi, ya katakan bahkan
- bangkrut, sedangkan yang curang maju
- berkembang dengan pesat, jangan maju
- sebagai apa? Pertanda kesuksesan. He.
- Sedangkan kita dalam usaha katakan
- mengalami kemunduran, kegagalan sebagai
- pertanda kegagalan. Allah sedang mencob
- mencoba Anda.
- Tuhan kita yang maha pengasih sedang
- menguji kita.
- Apakah kita hijrah? Apakah kita jujur?
- Tujuannya mengharapkan rida Allah dan
- surga yang Allah janjikan. Apa
- tujuannya? Supaya usaha kita lancar,
- supaya diangkat menjadi pejabat, pergi
- umrah, pergi haji, supaya mendapatkan
- jabatan. Kalau itu tujuannya, tujuan
- kita rendah, sepele, tujuan yang fana.
- Tapi kalau tujuan kita jujur, tujuan
- kita berjuang, tujuan kita katakan dalam
- semua amal kita, Allah dan ridanya yang
- kita harapkan, kita tidak akan goyah
- pada saat diuji, tidak akan lupa pada
- saat diberikan nikmat.
- Jadi, jangan Anda menganggap pada saat
- Anda jujur kemudian Anda bangkrut, Anda
- gagal. Tidak. Kalau Anda menerima sabar,
- Anda orang yang sukses. Pada saat
- diberikan nikmat, Anda juga bersyukur
- dan berbagi. Itu pertanda kesuksesan.
- Tapi mereka yang mendapatkan jabatan,
- katakan dipilih menjadi wakil rakyat
- atau diangkat sebagai menteri atau
- diangkat sebagai gubernur lalu
- mengundang orang untuk mengadakan
- syukuran, berarti dia tidak paham,
- tidak paham bahwa jabatan itu amanat,
- belum dikerjakan,
- belum dilaksanakan dengan baik dan
- jujur, sudah syukuran. Ini kan salah
- kalau pada zaman dulu mereka menangis
- dalam menerima jabatan. Seperti Umar bin
- Abdul Aziz ketika mertuanya meninggal
- dunia, dia diangkat sebagai penggantinya
- karena orang yang terbaik.
- Dia langsung menundukkan kepalanya.
- Menundukkan kepalanya. Dia mengatakan
- kepada umat, "Silakan kalian pilih orang
- yang yang kalian anggap lebih baik dari
- saya." Ketika mereka memaksa agar Umar
- bin Abdul Aziz tetap menjadi khalifah,
- dia kembali ke istrinya dengan
- mendudukkan kepalanya. Dia mengatakan
- kepada istrinya Fatimah, "Saya sedang
- menghadapi betul-betul beban yang
- berat."
- Beban yang berat ya yang dikhawatirkan
- bisa mencelakakan dirinya di hari akhir
- nanti. Karena pada saat itu dia bukan
- kerja untuk dirinya saja, tapi untuk
- umatnya.
- L dia berkata kepada Fatimah, "Ya
- Fatimah, mengingat beban ini berat, saya
- berikan kamu dua pilihan.
- kamu mendampingi saya, membantu saya
- sebagai apa? Sebagai pendamping saya.
- Tapi saya harap kamu serahkan semua
- perhiasan kamu masuk ke dalam Baitul Mal
- agar dia layak menjadi penambing
- khalifah.
- Atau kamu tetap dengan perhiasan kamu,
- dengan apa? Semua hiasan dunia yang kamu
- miliki, tapi kita berpisah.
- Ternyata Fatimah mengatakan,
- "Saya tak mungkin akan menukar kamu
- dengan dunia dan seluruh isinya." Mulai
- saat itu, ayah yang tadi seorang raja
- yang berkuasa, Fatimah ternyata dia
- mencontoh Sayidah Fatimah Azzahra putri
- Rasulullah. Dia lepaskan semua
- perhiasannya, dia masukkan ke dalam
- baitul mal. Dan mulai saat itu dia
- menjadi istri yang mendukung suaminya
- dalam perjuangannya dan lebih banyak
- untuk melayani umatnya daripada
- kepentingan diri mereka. Ini orang yang
- sadar.
- Mereka diberikan jabatan, menangis bukan
- gembira. Kalau orang sekarang
- beranggapan apa? Ini merupakan malam
- lailatul qadar.
- Anugerah, Ustaz.
- Anugerah. Saya diundang oleh seorang
- pejabat tinggi di ee orang kedua lah di
- satu kementerian.
- Hm.
- Waktu saya akan menyampaikan ceramah,
- dia bilang, "Ustaz, saya selama ini
- gagal,
- tapi alhamdulillah semenjak si fulan
- diangkat jadi menteri, saya mendapatkan
- malam lailatul qadar."
- Masyaallah.
- Maksudnya apa? Ya, alhamdulillah saya
- sekarang dapat keluasan, dapat
- kesempatan dan lain sebagainya. Dia
- tidak malu-malu. Padahal dia ini salat
- bahkan pergi haji barang kita lagi. Dia
- mengatakan, "Saya dapat malam."
- Maksudnya dapat jabatan yang bisa
- membuat dia apa? Bisa memupuk
- keuntungan, kesenangan.
- Saya hanya bisa menggeleng-gelengkan
- kepala. Anda salah paham. Ini bukan
- tanda kesuksesan atau lailatul qadar.
- Ini betul merupakan malam yang hitam
- kelam. Karena Anda tidak memahami bahwa
- jabatan merupakan amarah.
- Jadi kepada ikhwan kita yang dicoba,
- ketahuilah bukan hanya Anda. Dulu ketika
- saya mulai pulang dari Mesir, saya
- berharap kepada Allah untuk memberikan
- saya usaha yang bisa menghidupkan saya.
- Dan dakwah saya tidak bergantung pada
- pemberian orang. Hingga kalau seandainya
- saya menyampaikan kebenaran tidak
- diundang lagi, saya tidak khawatir.
- Jadi tidak khawatir terhadap pemboikotan
- orang. Ya,
- tidak senang bergegas-gegas karena
- mendapatkan apa? Mendapatkan imbalan
- yang besar dari tempat-tempat saya
- mengajar.
- Saya mulai dagang. Saya mulai dagang
- dalam satu bidang. Saya ambil barang
- dari orang. Ternyata bukan untung malah
- rugi. Akhirnya saya harus pinjam hiasan
- istri saya untuk saya jual demi membayar
- apa? Kerugian. Usaha lagi dari usaha
- yang lain gagal lagi.
- Arti bukan sekali gagal.
- Bukan sekali ga gagal. Allah kasih gagal
- berulang kali sampai Allah subhanahu wa
- taala dengan rahmati buka usaha yang
- membuat saya alhamdulillah bisa dapat
- hidup bahkan bisa memiliki rumah ya pada
- saya itu tinggal di pinggir kalian
- perlahan-lahan Allah kasih alhamdulillah
- kita bisa ee mendidik menyekolahkan anak
- kita mereka juga berumah tangga tapi ini
- bukan pertanda kesuksesan ini masih
- dalam ranah ujian
- masih dalam ranah ujian dan nasib kita
- ditentukan bukan karena gelar saya
- sebagai ustaz tamat dari Alazhar atau
- menyampaikan di radio Rasil atau umatan
- Wahid. Tidak. Malah apa yang saya
- lakukan semua akan masuk dalam hisab.
- Untuk siapa kamu ini berdakwah?
- Untuk siapa? Kalau untuk Allah kalau
- diperiksa apa yang saya sampaikan ini
- benar apa tidak? He.
- Jadi, ustaz atau ulama tuh hisabnya amat
- berat. Kalau dia berbicara bukan untuk
- Allah atau menyampaikan sesuatu yang
- tidak benar atau menyeleweng dari ayat
- Allah Subhanahu wa taala karena ingin
- menyenangkan sebagian orang, maka
- celakalah saya.
- Nabi Ayub dicoba oleh Allah
- ketika dia sedang jaya-jayanya,
- tahu-tahu anaknya satu persatu meninggal
- dunia.
- Setelah anaknya diambil oleh Allah,
- hartanya juga mulai apa? berguguran satu
- persatu.
- Setelah hartanya habis, mulai tubuhnya
- terkena penyakit. Tapi setiap menghadapi
- cobaan, dia mengatakan, "Innalillahi
- maha walillahi ma ak." Bagi Allah apa
- yang Allah ambil karena miliknya. Ya
- kalau Allah tiba saatnya mau mengambil,
- kita enggak bisa menolak sama sekali.
- Tapi Nabi Ayub tidak pernah berkeluh
- kesah.
- Bayangkan seorang nabi yang tadinya
- dihormati di tengah-tengah
- lingkungannya,
- akhirnya terkena penyakit sampai
- diasingi oleh masyarakatnya dianggap
- orang yang sial dan terkutuk. Tapi dia
- tidak pernah sama sekali berkeluh kesah.
- Pada akhirnya dia berdoa setelah sekian
- lama menghadapi cobaan
- fadau ananiit
- binusbin waabani
- buramurahimin.
- Dia tidak mengatakan Allah subhanahu wa
- taala menimpakan diri dengan penyakit
- tapi setan mengenakan dirinya dengan
- keburukan dan azab. Karena apa? Ini
- merupakan gangguan dari setan yang ingin
- apa? Yang ingin membuat dirinya goyah.
- Hingga keyakinannya apa? Runtuh. Dan dia
- beranggapan dirinya tertimpa kesialan
- karena dirinya berada dalam kebaikan.
- Jadi kalau seandainya Anda saat ini
- gagal dalam katakan berbisnis dengan
- cara yang jujur,
- sedangkan yang curang, yang hidupnya
- tidak benar diberikan kemajuan, Anda
- bukan gagal. Anda sebetulnya diuji kalau
- Anda bersabar, Anda orang yang lurus.
- Sedangkan dia dari pertama perjalanan
- menuju kegagalan bahkan menuju
- kebinasaan, kehancuran.
- Oleh karena itu, kita harus sadar bahwa
- hidup ini sebetulnya ujian yang akan
- menguji kita baik dengan anak kita,
- dengan istri kita, dengan usaha dan
- harta kita. Begitu juga yang berhijrah
- di jalan Allah.
- Jangan menganggapan setelah dia
- berhijrah di jalan Allah Subhanahu wa
- taala yang tadinya pendapatannya begitu
- besar dari cara yang haram, begitu dia
- hijrah mulai sempit.
- Katakan dia seorang pejabat yang tadinya
- dia menerima uang suap setiap kali dia
- mengadakan kunjungan bahkan mau ke luar
- negeri dia punya bekal tersedia.
- Kemudian juga tiketnya atau katakan
- umpamanya dia ee umpamanya akan
- menikahkan anaknya rombongan mereka
- memberikan bantuan sekian miliar untuk
- acara perkawinannya.
- Ketika dia sadar dia tobat kembali
- kepada Allah. Makan dari yang halal,
- usaha dari yang bersih mulai menurun.
- Orang mulai bicara sifuran sok-sokan.
- Sok-sok betul-betul apa? Sok-sok yang
- agamis. Akhirnya nasibnya sial.
- Pendapatan yang begitu besar, mobil
- mewah semua hilang. Ya, punya rumah yang
- sederhana, mobil sederhana dibilang
- gagal karena dia hijrah di jalan Allah.
- Salah itu. Apa yang diambil dan
- ditinggalkan insyaallah menjadi
- pembersih, penghapus dosanya.
- Mana yang lebih baik di akhirat? Apa di
- dunia dibersihkan? Allah bersihkan dari
- yang kotor. Allah bersihkan dari yang
- kotor. Sampai akhirnya dia tidak
- memiliki kecuali rumah tinggal,
- kendaraan ala kadarnya. Tapi anaknya
- baik-baik. Alhamdulillah anaknya
- baik-baik.
- Allah kasih baik-baik semuanya. Satu
- hari dia telepon saya WA saya, "Ustaz,
- alhamdulillah sekarang saya setiap hari
- lima waktu di masjid saya sudah siap
- untuk dipanggil Allah."
- He.
- Saya sudah siap dipanggil
- Allah.
- Sebelumnya ini orang waktu dia masih
- menjabat
- ke mana dia pergi selalu tidak bisa
- lepas dari perempuan
- sampai dia menangis
- salat juga ditinggalkan.
- Tadinya
- selalu ke mana dia pergi yang terpikir
- dalam benaknya adalah perempuan.
- Allah kasih begitu dia hijrah dia
- berhenti dari perbuatan tersebut
- orang beranggapan dia jatuh miskin.
- jatuh melarat.
- H
- padahal semenjak saat itu anaknya
- berubah menjadi baik-baik semuanya.
- Kehidupannya lebih tenang dan
- bolak-balik ke masjid. Lalu dia WA
- sebelum dia meninggal dunia, saya sudah
- siap untuk memenuhi panggilan Allah.
- Nah, kira-kira menurut Anda gagal tidak
- ini orang coba kalau dia terus berakhir
- sampai akhir hidupnya di hari akhirat
- wali iyadubillah dengan dia meninggalkan
- salat berbuat zina apa jadinya? Apalagi
- menerima suap. Hm.
- Waktu dia berhenti bekerja,
- teman-temannya mengatakan, "Kamu nih
- gila."
- He.
- Orang mau keluar duit supaya dapat
- jabatan seperti kamu, tapi ternyata kamu
- ini tinggalkan. Dia mengatakan, "Yang
- gila kalian, yang gila ka
- kalian,
- yang tidak sadar kalian dalam kegilaan."
- Jadi kalau kita perhatikan bersama-sama,
- hidup ini ujian. Jadi jangan Anda
- beranggapan seorang pejabat yang sukses
- ya, anaknya belajar di luar negeri ya
- atau katakan saya sebagai seorang ustaz
- banyak pendengarnya menyampaikan juga
- dengan cara yang baik. Semua ini bakal
- ditanya oleh Allah.
- H
- diminta pertanggungjawabannya.
- Bisa-bisa Anda yang sukses, saya ini
- yang kelihatan besar di luar merupakan
- orang yang gagal. Nah, kita tidak mau
- mendahului Allah. Kita berhusnudan pada
- Allah. Kita mohon ampun atas kesalahan
- dosa kita dan mudah-mudahan Allah terima
- amal kebaikan kita yang betul-betul kita
- lakukan semata-mata untuk Allah
- subhanahu wa taala. Oleh karena itu
- Allah ingatkan kita pada ayat 153
- suratul baqarah. Ya ayyuhalladzina
- amanutainu
- bisobri was innallaha maobirin. Wahai
- orang-orang yang beriman
- dalam menjalani kehidupan menghadapi
- cobaannya istainu bisabri wasah.
- Hendaklah kamu berusaha untuk menjadikan
- sabar sebagai bala bantuanmu. Kemudian
- salat. Salat berarti kita curhat mengadu
- kepada Allah. Mengungkapkan juga
- kepatuhan ketundukan kita.
- juga penyesalan atas keburukan-keburukan
- kita kembali pada Allah. Innallaha
- maobin. Sungguh Allah bersama orang yang
- bersabar. Bukan bersama pejabat yang
- korup, bersama konglomerat yang hina,
- tapi bersama orang yang bersabar.
- Sedangkan pejabat yang korup begitu
- turun mulai serangan-serangan terhadap
- mereka luar biasa. Waktu dijaya
- dipuja-puja,
- begitu jatuh dihina-dina
- menjadi bahan cemuan media tidak
- berhenti mencerca dirinya. Hidupnya
- dalam ketakutan.
- Jadi biar mereka tertawa sesaat ya tapi
- mereka akan menangis sepanjang masa
- kecuali mereka bertobat. Sedangkan Anda
- di dunia Anda dicoba oleh Allah, Anda
- bersabar menerima pasrah kepada Allah
- sebagai seorang hamba. Di saat diberikan
- kesenangan syukur, diberikan kesempitan
- Anda bersabar. Anda bukan orang yang
- gagal.
- Nah, Allah berfirman dalam surah
- Albaqarah juga ayat 155.
- Wala nabluannakum
- ini wala nabluannakum ini merupakan
- penegasan yang amat tegas dari Allah.
- Sungguh kami akan menguji kalian. Kata
- bala yablu artinya menampakkan
- wajah seseorang sebagaimana adanya. yang
- tadinya manusia berkedok atau dia tidak
- tahu bahwa dirinya berlapisan kedok,
- berlapiskan kepalsuan melalui ujian akan
- nampak nanti dirinya yang sebenarnya. W
- nabluannakum. Kami akan menguji atau
- kami benar-benar akan menguji kalian dan
- menampakkan kalian sebagaimana hakikat
- kali sudah. Karena terkadang orang
- merasa diri saleh, baik ya bertakwa
- kepada Allah, menjaga salatnya. Begitu
- ditawarkan sesuatu yang haram, ternyata
- dia langsung runtuh. Kelihatan enggak
- keasliannya?
- Jangan dilihat salatnya, jangan dilihat
- puasanya, jangan lihat hajinya.
- J begitu dia diuji, diberikan
- kesempatan, ternyata dia khianat. Di
- sini terlihat wajah aslinya itu cobaan.
- Jadi kami benar-benar akan menguji
- kalian
- bisyai minal khaufi wal dengan sedikit
- dosis rendah dari rasa takut. Karena
- kalau menghadapi ketakutan yang sebenar
- tidak akan tahan sedikit dosis serendah
- takut walju juga saat-saat kalian
- merasakan rasa lapar.
- Kemudian wqsim minal amwali wal
- anfusiarat.
- Begitu juga
- harta kalian yang mulai berkurang
- sedikit demi sedikit.
- Begitu juga orang-orang yang kalian
- cintai ternyata dipanggil oleh Allah.
- Wsamarat. Begitu juga apa mengalami
- cobaan hasil tanaman kalian atau
- perbekalan kalian juga mulai apa
- berkurang dan menurun.
- Wabasyir shobirin. Lalu Allah katakan
- sampaikan kabar gembira. Kabar gembira
- dari Allah untuk orang yang bersabar.
- Alladzina idza asobathum musibatun qolu
- innalillah. Itu mereka-mereka yang kalau
- terkena musibah mereka tidak berkeluh
- kesah. Mereka mengatakan innalillah.
- Kami ini milik Allah. Kami, harta kami,
- keluarga kami, harta benda kami, saudara
- kami, semua milik Allah.
- Wa inna ilaihi rojiun. Dan pada akhirnya
- semuanya kami akan kembali pada Allah.
- Lalu Allah bilang apa? Ulaika alaihim
- shawatum mirbihim warahmah. Mereka orang
- yang dinaungi selawat oleh Allah dan
- rahmah. Waulaika humul muhtadun. Dan
- mereka orang-orang yang benar-benar
- dalam petunjuk Allah Taala.
- Tapi orang yang lupa kepada Allah,
- merekalah orang yang berugi. W takunuina
- nasullaha faansahum anfusahum
- ulaika humul
- ulaika humul
- humul khosirun.
- La yastawi ashabunari wa ashabul jannah.
- Ashabul jannati humul faizun.
- Jadi Allah ingatkan, "Jangan kalian
- termasuk dari orang-orang yang lupa
- kepada Allah.
- La takunu kalladina nasullaha faansahum
- anfusahum ulaika humul fasiquun."
- Jangan sekali-kali kalian termasuk
- dari orang yang lupa kepada Allah.
- Akhirnya Allah membuat mereka lupa diri.
- Mereka bukan berjalan menuju tujuan
- hidup mereka yang sebenarnya, tapi jalan
- keluar dari hidup dari cara hidup yang
- benar dan mereka menganggap diri mereka
- benar padahal mereka sedang berjalan
- menuju jurang kehancuran.
- Nasullaha fasiahum. Mereka lupa kepada
- Allah. Allah merupakan mereka. Ini
- orang-orang yang betul-betul rugi.
- Setiap orang yang fasik yang keluar dari
- jalan yang benar apalagi menganggap
- dirinya dalam kebenaran padahal dalam
- perbuatan salah mereka orang-orang yang
- benar-benar paling merugi. Nah, inilah
- orang-orang yang timbangan amal mereka
- ringan. Jadi menjawab pertanyaan tadi
- ikhwan ya dengan keluh kesahnya bukan
- hanya Anda
- Kang Rizal Ondi dan Algi. Semua dalam
- perjalanan ini pasti kita akan
- menghadapi liku-liku cobaan. Ada masa
- terangnya, ada masa gelapnya, ada
- lapang, ada sempit. Itu wajar.
- Kita sebagai hamba mau tidak mau harus
- melalui semua itu untuk bisa meraih apa?
- Kemuliaan di sisi Allah.
- Jadi jangan berkecil hati. Jangan Anda
- mengatakan bahwa saya enggak cocok untuk
- berusaha. Tidak. Lanjutkan. Kalau Anda
- berhijrah di jalan Allah ditinggalkan
- oleh teman, Allah gantikan teman yang
- baik nanti bagi Anda. Karena hidup ini
- bukan hanya ada mereka. Tinggalkan
- teman-teman yang buruk berkumpul dengan
- teman-teman yang baik. Kalau tadinya
- Anda biasa minum-minuman keras, katakan
- merokok, berzina,
- iya.
- Anda berhijrah, kumpul bersama orang
- yang saleh. Jangan pandang remeh mereka.
- Saya sering dulu kalau menghadapi
- kesedihan, kesumpan sewaktu di Mesir,
- saya datang ke Mesir bertemu dengan
- saudara-saudara yang di chat
- C
- dari negara Afrika yang berzikir di
- masjid. Dia ceritakan pengalamannya
- bagaimana negaranya yang kacau balau.
- Dia terus dari negerinya, kehilangan
- orang tuanya, kehilangan anaknya, tapi
- dia tersenyum sambil bersyukur kepada
- Allah Taala. Karena yang pergi tidak
- akan hilang. H
- baik orang tuanya, keluarganya bisa ada
- saat pertemuan kembali di hari akhir
- nanti. Itu menjadi hiburan buat kita
- semua. Tapi jangan mata kita menoleh ya
- memandang orang-orang yang dulu menjadi
- teman kita. Si fulan ternyata tidak
- hijrah, maju usahanya punya ini, asetnya
- berkembang dan lain sebagainya.
- Waliadzubillah.
- Baik, masyaallah. Terima kasih, Ustaz
- penjelasannya. tadi tiga pertanyaan
- terkait ya ujian ya Ustaz ya kegagalan
- dan
- memang dalam kehidupan ini pasti Ustaz
- ya kita tuh akan diuji pasti kita akan
- merasakan titik terendah juga ustaz ya
- dalam hidup
- pasti
- tapi insyaallah kalau kita melibatkan
- Allah tadi Ustaz jelaskan tidak ada yang
- sia-sia Ustaz insyaallah betul
- masih ada penjelasan Ustaz terkait
- apakah kita lanjutkan ini ada pertanyaan
- dua pertanyaan dari Pak Jailani dan juga
- Pak Ahmad di Depok. Nah, ini yang
- mungkin
- fikih ee kontemporer mungkin, Ustaz. Ini
- kaitannya ini mengenai ee peleter,
- Ustaz. Beli sekarang bayar nanti. Ini
- memang
- ee apa istilahnya merambahlah
- ke berbagai kalangan apalagi kalangan
- bawah. Ustaz terkait ibadah umrah. Ustaz
- nih Ustaz sahkah ibadah umrah saya jika
- keberangkatan umrah atau jika baju
- ihramnya didapat dari hutang aplikasi
- Ustaz? Katanya meskipun aplikasi
- tersebut berlabel syariah. Ustaz satu
- lagi ini juga ya kekinian juga nih Ustaz
- em mengenai aplikasi untuk membayar
- zakat Ustaz. Apakah zakat saya tetap sah
- jika nominal yang diterima amil itu
- berkurang untuk biaya aplikasi? Ataukah
- saya harus melebihkan bayarannya agar
- nilai pokok pokok zakatnya itu tetap
- utuh, Ustaz? Pertanyaan dari Pak Jalen
- di Jakarta dan juga Pak Ahmad di Depok.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Banyak godaan bagi apa? Bagi kita saat
- ini, apalagi di tengah-tengah krisis
- ekonomi,
- sulitnya lapangan pekerjaan.
- Kita kebetulan tidak punya uang.
- Kita butuh contohnya umpamanya beras,
- minyak, kebutuhan pokok.
- Kita pinjam dari teman-teman kita,
- ternyata tidak ada yang membantu
- dan dia merasa punya harga diri. malu
- kalau sampai dia apa meminta ke sana
- kemari. Akhirnya terpaksa
- dia ambil barangnya, pembayarannya
- menyusul.
- Hm.
- Itu kan merupakan kata payter.
- Piletter
- bayar nyusul. Kita beli barangnya
- pembayaran menyusul. Selagi belum sampai
- batas waktu atau selagi masih berada
- pada batas waktu dia enggak kena bunga.
- Hm. Tapi begitu liwat batas waktu dia
- kena bunga.
- Begitu juga kredit kan sama. Kalau dia
- katakan bayar sebelum liwat temponya dia
- tidak kena bunga. Tapi begitu liwat
- tempo maka bank tidak akan berbelas
- kasihan pada kita. Bunga yang dikenakan
- juga cukup. Apa ini kan merupakan
- jebakan-jebakan
- kita itu memang gampang senang kalau
- kita terima barang dulu. Tapi waktu
- datang waktu pembayaran walaupun uang
- kita ada, kita kadang-kadang
- menunda-nunda ada keperluan lain.
- Ini betul-betul merupakan cobaan. Ada
- juga pinjol. Pinjol iklannya luar biasa
- menjamur di sana sini. Kita buka
- aplikasi aja mesti apa
- ada pinjol.
- Yang lebih berbahaya lagi judi online.
- He.
- Seharusnya negara membersihkan ini
- semuanya.
- seharusnya negara menyediakan ya lembaga
- keuangan bagi mereka-mereka yang
- terdesak ya butuh negara bisa memberikan
- pinjaman buat mereka tanpa bunga kan
- rakyat mereka
- iya
- daripada makan gratis bergizi
- yang berpotensi
- memberikan peluang korupsi ya kepada
- mereka-mereka yang membuka dapur
- tersebut ini bukan membuka lapangan
- pekerjaan buka buat masyarakat bukan itu
- kalau uangnya yang begitu besar ya
- memberikan makan orang sebanyak Rp50
- juta lebih digunakan untuk apa? Untuk
- membuka lapangan pekerjaan. Usaha-usaha
- kecil mereka ingin bekerja. Orang buka
- usaha kelapak muda di Sulawesi bisa
- memberangkatkan keluarganya 23 orang
- pergi haji.
- Masyaallah.
- pengusaha kelapa muda 23 orang
- diberangkatkan haji dari hasil
- keuntungannya.
- J kalau mau usaha apa aja bisa. Kalau
- perlu ada apa? Ada edukasi buat
- masyarakat kira-kira kerja apa agar
- mereka diberikan bimbingan untuk buka
- lapangan usaha yang bisa saling apa?
- Saling menunjang.
- Jangan diperbanyak mall-nya, jangan
- diperbanyak Indomaretnya atau
- Alfamat-nya.
- Perbanyak justru apa?
- perbanyak justru yang kita harapkan
- pasar-pasar tradisional,
- usaha-usaha kecil menengah itu yang
- harus dibantu. Jadi mereka diberikan
- pengarahan nih usaha, peluang usaha buat
- kamu di daerah ini. Sudah ada bidang
- ini, bidang ini. Sekarang kamu masuk
- dalam bidang ini.
- Berikan modal, diberikan kontrol.
- Kontrol dulu. Diawasi supaya jangan
- sampai apa? Jangan sampai terima uang
- kaget digunakan untuk apa? Untuk yang
- tidak P. Jadi kalau seandainya di satu
- wilayah diawasi ya diberikan bantuan
- pinjaman, diberikan edukasi
- insyaallah ekonomi kita akan berkembang
- dengan pesat. Karena ekonomi makro tidak
- akan dapat tegak tanpa ada ekonomi
- mikro. He.
- Kalau sekarang ini hanya uang berputar
- di kalangan konglomerat sama pejabat.
- Yang saya khawatirkan negara ini akan
- runtuh. Kalau begini caranya
- pejabat juga banyak melarikan uang
- keluar. Begitu juga konglum beratnya.
- Akhirnya dari hari ke hari
- rakyat akan menjadi apa? Menjadi
- betul-betul beban buat negara dan bisa
- saja jadi kemarahan massa yang akan
- merugikan negara dan bangsa. Nah,
- berkaitan dengan kondisi saat ini masih
- belum ada lembaga keuangan
- yang syari dalam arti sebenarnya. Karena
- baik itu bursa syariat ya atau katakan
- ee bank syariat itu hanya dalam akadnya
- saja. Tapi kenyataannya tidak demikian.
- Jadi kalau dalam kondisi dia butuh
- pendesak, tidak ada yang menolong, dia
- ambil barang kemudian dia apa katakan ee
- gunakan pelet pembayaran berikutnya,
- hendaknya dia berusaha mohon pada Allah
- di samping berusaha untuk segera
- membayar sebelum tiba waktunya.
- Dan jangan biasakan hobi berbelanja yang
- tidak perlu. H
- Rasul tidak pernah mau beli sesuatu
- kalau dia enggak punya sama sekali apa
- harganya.
- Rasul la yarian laiduaman. Kalau kita
- kan pegang kredit card. Begitu kita
- masuk di satu mall ternyata yang menjadi
- penjaga wanita cantik. Walaupun enggak
- niat beli ya
- kita beli belanja. Setelah itu kita
- bilang, "Kamu ambil bagian kamu, saya
- bayar." Enggak apa-apa ngebos. Karena
- laki-laki punya kelemahan di hadapan
- wanita. Banyak kejadian seperti ini.
- Iya. Iya.
- Sales asuransi, sales-sales barang.
- Bahkan saya saksikan di rumah, di satu
- rumah sakit jantung, sales-sales
- perempuan yang genit-genit, berpakaian
- yang tidak senonoh datang kepada para
- dokter menawarkan produk-produk mereka.
- Ini kan godaan suuhnya kan.
- Iya.
- Ulama juga sama. Ulama juga banyak
- cobaan godaannya
- dari mereka-mereka peserta pengajian ya
- dan lain sebagainya. Seringki
- wala iyyaubillah lupa diri, lupa usia
- kita, lupa peran dan tanggung jawab
- kita.
- Jadi usahakan kalau tidak sangat-sangat
- perlu jangan gunakan pilet. Jangan
- gunakan pilet. Jangan gunakan juga kartu
- kredit. Jangan biasakan kita ikuti nafsu
- berbelanja kita. Ya, ini dikenal dengan
- nama apa? Eh, Emilda Sindrome.
- Emilda Sindrome.
- Karena Emilda Marcos dulu hobinya
- belanja. Iya.
- Hobinya belan
- walaupun enggak perlu di serumahnya
- sepatunya bisa ribuan. Dia masih beli
- lagi sepatu yang baru bukan karena mau
- dipakai.
- Ketika dia meninggalkan Filipin dari
- luar dia marah-marah. Dia mengatakan,
- "Kori gunakan saya punya sepatu. Kori
- gunakan saya punya sendal." Jadi kalau
- kita lihat ini penyakit yang kalau
- dibiarkan akan merusak kita.
- H
- akan menjadi beban buat kita. Jadi suami
- istri jangan biasakan belanja yang tidak
- perlu. hendaknya diperhitungkan dengan
- baik-baik. Nah, kalau dia terpaksa harus
- menggunakan kartu kredit atau
- menggunakan pil letter, hendaknya dia
- berjuang sebelum
- waktu dan jatuh tempo dia membayar agar
- terbebas daripada bunga. Nah, berkaitan
- katakan dia beli pakaian ihram dengan
- pilet,
- begitu dapat uangnya segera dia bayar
- kalau bisa sebelum jatuh tempo. dia
- usahakan jangan gampang ngambilnya, tapi
- kita menunda-nunda pembayarannya
- akhirnya menjadi beban buat kita. Kalau
- bisa tunggu sampai Allah berikan
- kemudahan untuk membeli pakaian ihram,
- itu akan lebih baik. Nah, berkaitan
- dengan zakat dengan sendirinya zakat
- yang harus kita keluarkan sesuai dengan
- apa? Jumlah zakat kita. Jadi kalau
- seandainya kita serahkan kepada satu
- lembaga, mau enggak mau kan kalau kita
- mengirim kan dikenakan potongan.
- Iya.
- Tambahkan biaya pemotongan. Seperti
- kalau orang berkorban,
- biaya pemotongannya harus dikeluarkan.
- Jangan sampai biaya pemotongan diambil
- dari mana?
- Dari hewan korban kita.
- He
- contohnya kulit dan kaki diberikan
- kepada yang memotong tanpa kita bayar.
- Itu akan mengurangi nilai korban kita.
- Jadi dalam hal ini akhlak
- hendaknya kita sebagai seorang muslim
- berusaha untuk menjauh dari hal-hal
- seperti ini yang akan menjerumuskan kita
- ke dalam perangkap riba dan akan melilit
- kita hingga akhirnya kita pada saat
- waktunya kita enggak mampu membayar akan
- menjadi beban yang berat buat kita. Dan
- saya harapkan berkaitan dengan zakat ya.
- Zakat kadang-kadang diserahkan ke
- lembaga-lembaga yang menerima zakat. He.
- Tapi di sekeliling kita, di sekeliling
- kita banyak orang yang membutuhkan
- zakat.
- Nah, ini lembaga-lembaga yang
- mengumpulkan zakat ini terkadang mereka
- salah kaprah.
- Seharusnya zakat yang diambil dari satu
- wilayah
- tidak dibawa keluar sampai orang di
- wilayah tersebut mencukupi.
- Jadi seharusnya katakan punya basis atau
- bas mau mengambil zakat dari satu
- wilayah seharusnya dia inventarisir
- berapa jumlah orang yang mustahik,
- berapa jumlah orang yang wajib zakat.
- Nah, mereka kumpulkan zakat tersebut.
- Kemudian mereka bagikan kepada wilayah
- tersebut. Kalau ada kelebihan baru
- diangkut ke tempat lain. Kalau sekarang
- kan tidak.
- He
- kita kirimkan uang kita ya kepada
- lembaga yang mengumpulkan zakat. Di
- sekeliling kita banyak orang susah.
- Bahkan mungkin kerabat-kerabat kita yang
- tidak wajib kita berikan nafkah juga
- banyak kesusahannya. Oleh karena itu
- saya lebih suka
- bagaimana kalau satu warga itu
- mengumpulkan zakatnya kemudian dibagikan
- kepada lingkungannya.
- H
- daripada kita serahkan kepada siapa?
- Ada yang bisa kita serahkan keluar itu
- saham fisabilillah. Katakan saham
- fisabilillah umpanya kepada lembaga yang
- berjuang di jalan Allah Taala kita
- merasa bahwa mereka jujur dan baik. Kita
- bisa berikan saham fisabilillah untuk
- mereka.
- Biar digunakan untuk membantu perjuangan
- mereka.
- Termasuk juga wafir riqab,
- zakat yang diberikan untuk membewaskan
- budak.
- He
- wal muallafati qulubuhum juga bisa
- diberikan kepada lembaga yang bergerak
- dalam bidang dakwah. Tapi untuk fuqara
- wal masakin dan lain sebagainya
- sebaiknya dikelola oleh kita dan
- dibagikan kepada para mustahik di
- sekitar kita. Itu yang paling utama.
- diambil dari orang kayanya, dikembalikan
- lagi kepada orang-orang miskin di
- sekitar mereka.
- Jangan yang jauh kita siram, yang dekat
- apa? Terkadang kita enggak jelas ke mana
- perginya uang yang dikumpulkan zakat.
- Betul gak?
- Betul.
- Itu yang mesti diperhatikan. Jadi
- berkaitan dengan pelet, pinjol, hindari
- sedapat mungkin dan biasakan untuk tidak
- membeli sesuatu kalau kita enggak punya
- uangnya. Dan sabar, tunggu sampai datang
- kemudahan dari Allah. Wallahuam.
- Iya. Tadi ee untuk keberangkatan umrah
- pun, Ustaz sebetulnya itu tidak
- mendesak, Ustaz, ya.
- Ihramnya.
- Ihramnya. Tapi untuk keberangkatan juga
- memang sekarang ada beberapa program
- itu, Ustaz. Berangkat dulu dibayar
- kemudian juga, Ustaz. Ada bagaimana tuh,
- Ustaz?
- Sebetulnya kalau kita memang enggak
- mampu kan la yukallifulahu nafsan illa
- haji maupun umrah limanist ilaihi
- sabila. Bagi yang mampu kan.
- Betul.
- Di samping untuk berangkat untuk
- keluarganya di rumah. Kalau memang belum
- mampu, belum datang kewajiban atas
- dirinya.
- Kecuali kalau seandainya ada orang mau
- berangkatkan dia umrah. Kalau kamu punya
- kamu bayar. Enggak punya saya ikhlaskan.
- Lain masalahnya kan.
- Betul.
- Yang penting jangan membuat dia terliit
- hutang. Akhirnya untuk kebutuhan rumah
- tangganya nanti menjadi apa?
- Menjadi beban yang berat. Contoh itu
- pedagang kelapak di Sulawesi itu.
- Iya. Masyaallah, Ustaz.
- Itu contoh yang baik. Dia bisa
- memberangkatkan bukan hanya dirinya,
- tapi 23 orang berangkat pergi haji.
- Masyaallah. Dia enggak beli mobil, dia
- pakaiannya sederhana, enggak beli mobil
- mewah, enggak beli rumah mewah. Kalau
- sekarang aneh.
- Kita perhatikan dia berdakwah ke sana
- kemari menentang korupsi, memerangi
- tindakan-tindakan yang tidak benar,
- menuntut keadilan, punya kesempatan
- pakai mobil mewah. Dari mana uangnya?
- Ternyata dakwah merupakan bargaining
- tawar-menawar buat dia. Dia serang satu
- kelompok,
- begitu orang tersebut terpojok,
- dipanggil diberikan uang. Ini banyak
- kejadian seperti ini. Waliaubillah.
- Jangan sampai kita termasuk dari mereka.
- Baik, Ustaz. Nampaknya waktu yang
- membatasi, Ustaz. Mungkin terakhir
- satu lagi ya. Silakan.
- Ee ini selanjutnya dari Pak Arwin.
- Ustaz, ini pertanyaannya singkat saja,
- Ustaz. Ustaz, terima kasih atas ee
- penjelasannya ini, Ustaz. Saya ingin
- bertanya, bolehkah seorang wanita yang
- sedang haid memandikan jenazah, Ustaz,
- dari Pak Mar Maulid Arwin, 67 tahun
- Lenteng Agung, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Seorang yang haid
- di saat dia memandikan jenazah kan
- haidnya enggak mengenai siapa?
- Jenazah.
- Haidnya hanya pada dirinya.
- Heeh. Di saat dia memandikan jenazah kan
- tangannya juga suci kan.
- Iya
- betul gak? Tangannya juga su
- suci.
- Suci. Dia bisa memandikan jenazah,
- mensucikannya. Ya walaupun orang yang
- tidak haid lebih utama tapi yang haid
- juga tidak bermasalah. Memandikan
- jenazah, mensucikannya ya. Maka dengan
- ini apa? Apa yang dilakukan merupakan
- hal yang tidak mengurangi. Kalau ada
- yang tidak haid, yang suci itu lebih
- afdal. Tapi kalau tidak ada, walaupun
- dia haid, dia memahaman, memandikan
- jenazah, mensucikan, membersihkan
- dirinya
- dengan persyaratan-persyaratan tuan yang
- telah berlaku, maka enggak ada masalah
- apa-apa sama sekali.
- Dia dilarang untuk katakan salat, ya kan
- dalam keadaan haid, ya. Dia boleh
- melintas di masjid tapi tidak berdiam di
- masjid. He.
- Jadi kalau dia terpaksa harus melintas
- di masjid itu bagi orang junub pun boleh
- kan? W junuban illain
- kalau duduk di bagian teras masjid
- seperti itu, Ustaz, bagaimana, Ustaz?
- Ee kalau memang itu merupakan wilayah
- masjid yang digunakan untuk salat
- berdiam, ya otomatis apa? Termasuk hal
- yang tidak dianjurkan.
- He.
- Tapi kalau merintah saja tidak menjadi
- soal.
- Karena teras juga bagian dari masjid
- kan.
- Iya betul ustaz.
- Teras bagian dari masjid. Itu hanya
- sebagai takzim dan takrim
- bagi rumah Allah. Sebagaimana kita
- sebelum membaca Al-Qur'an kalau
- menyentuhnya kita bersuci terlebih
- dahulu takziman wa takriman untuk
- membedakan antara kitab Allah dan kitab
- yang lain.
- Antara kitab Allah dan kitab yang lain.
- Karena Allah bilang, "Waman yuadim
- hurumatillah fahua khairun lahu
- waman yuadim syairallah fanaha minw."
- Yang menghormati kehormatan-kehormatan
- Allah.
- itu akan kembali kebaikannya buat diri
- yang menghormati juga syair Allah,
- simbol-simbol agama Allah ini dengan
- sendirinya itu pertanda sebagai
- ketakwaan
- hatinya kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilaha illa anta astagfiruka wa atubu
- ilaiik.
- Baik, demikianlah ikhwan akhwat,
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- bersama guru kita Ustaz Husein Alatas
- menjawab beberapa pertanyaan dari ikhwan
- akhwat yang disampaikan di kesempatan
- pagi hari ini. Mohon maaf jika belum
- sempat kita bacakan semuanya ya, karena
- keterbatasan waktu seperti biasa seperti
- ada WA dari Pak Yuman, kemudian hamba
- Allah, kemudian Ibu Fanny, Pak siapa
- nih? Kundarto dan lain-lain. Insyaallah
- kita akan bertemu di ee lain kesempatan
- ya, Ikhwana Nawat. Insyaallah kita
- bertemu kembali besok Ustaz. Insyaallah
- tanya jawab lagi pukul 09.30 insyaallah.
- Dan Iwana Nawawat terima kasih atas
- kebersamaannya. Semoga penjelasan
- nasihat-nasihat dari Ustaz Husein tadi
- semakin meneguhkan ya keyakinan kita
- kepada Allah. Meskipun dalam kegagalan
- Ustaz ya. Kita tetap
- dalam cobaan.
- Dalam cobaan bukan dalam kegagalan
- insyaallah ya. Dalam cobaan kita tetap
- ya bersujud, berikhtiar dan tetap
- sepenuhnya bergantung kepada Allah. Saya
- Rizal Haq dan Kang Ondi dan juga Ustaz
- Agi undur diri. Billahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabar.
- Waalaikumsalam.