Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad
- wa ali sayyidina Muhammad. Alhamdulillah
- kita berjumpa lagi hari ini hari Jumat
- tanggal 27 Rajab 1447 Hijriah. ini
- adalah hari libur ee Isra Mikraj ya.
- Kemudian ee hari ini juga tanggal 16
- Januari 2026. Ee pertama-tama kami
- ucapkan terima kasih untuk Bapak Ahmad
- Tijari, untuk Ibu Nur, untuk Ibu Nuning
- yang telah mengiriman makanan begitu
- banyak ya. Terima kasih. Alhamdulillah
- nanti insyaallah kami akan menikmatinya.
- Baik, kita ketemu lagi dalam acara
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- untuk edisi tanya jawab. Silakan kalau
- Anda punya pertanyaan kirim saja ke
- 0811999720.
- Hari ini juga ada Kang Atep siabudi, ada
- juga ee Mas Algi. Asalamualaikum, Ustaz
- Husein.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Baik, kita mulai acaranya dengan membaca
- al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- Amin. Alhamdulillah kita sudah baca
- alfatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan
- kita dalam memahami apa-apa yang
- dijelaskan oleh guru kita Ustaz Husin
- bin Hamid Alatas. Ini karena hari Isra
- Mikraj banyak sekali pertanyaan yang
- masuk mengenai Isra Mikraj. Di antaranya
- dari Bapak Ahmad di Batam.
- Apakah Isra Mikraj terjadi dengan jasad
- atau ruh atau hanya rohnya saja?
- Kemudian bagaimana sikap seorang muslim
- terhadap peristiwa Isra Mikraj yang
- sulit dijangkau oleh ee akal. Kemudian
- bagaimana makna Isra Mikraj dapat
- diterapkan oleh dalam kehidupan modern
- yang serba cepat? Ini ada tiga
- pertanyaan tentang Isra Mikraj. Silakan
- Ustazin.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- abdika wa rasulika
- sayyidina wa nabina Muhammadin wa alihi
- wasohbihi wasallim.
- Subhanaka la ilma lana illa maa alamtana
- innaka antal alimul hakim.
- Wala haula wala quwwata illa billahil
- aliyil adzim.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi' wf'na bima alamtana.
- Rabbana zidna ilman walhiqnain.
- Asalamualaika ya rasulullah. Assalamu
- alaina wa ala ibadillahi shihin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Pertama-tama
- sebelum kita
- membicarakan
- peristiwa Isra dan Mikraj yang merupakan
- mukjizat yang besar,
- di dalamnya terdapat pelajaran-pelajaran
- yang amat berguna bagi kita semuanya.
- Perlu terlebih dahulu kita memahami
- kondisi, keadaan, dan suasana Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam
- sebelum beliau diisrakkan dan
- dimikrajkan.
- Keadaan Nabi pada saat itu berada dalam
- suasana sedih, duka yang amat mendalam.
- itu dengan wafat sang paman yang setia
- berjuang membela beliau
- di hadapan tekanan dan teror yang
- dilakukan oleh kaum musyrikin.
- Sang paman Abu Thalib yang merawat
- membesarkan Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam
- setelah sang kakek meninggal dunia
- bersama sang istri Fatimah bin Asad.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- ketika beliau wafat beliau yang langsung
- turun dan dia mengatakan ummi ba'da
- ummi. Ini ibuku setelah ibuku.
- H.
- Dan Abu Thalib merupakan pengganti
- ayahnya.
- Ada riwayat yang mengatakan Abu Thalib
- meninggal dunia dalam keadaan kafir.
- Tapi kalau kita melihat
- keadaan beliau yang berpihak penuh
- kepada Rasulullah sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam, bahkan pada saat
- pemboikotan
- selama 3 tahun Abu Thalib bersama Rasul
- dan bersama orang yang beriman.
- Sedangkan Abu Lahab yang kafir bersama
- kaum musyrikin.
- Dan riwayat yang meriwayatkan bahwa
- beliau wafat dalam keadaan kafir
- diriwayatkan oleh orang-orang yang tidak
- pernah bertemu dengan Abu Thalib secara
- langsung. Oleh karena itu, riwayat ini
- ada cacatnya.
- Diriwayatkan secara tadlis di mana ahli
- hadis menganggap riwayat seperti ini
- cacat.
- Kalau riwayatnya datang dari orang
- seperti Abu Bakar, Umar yang menyaksikan
- keadaan Abu Thalib, tidak heran. Tapi
- yang meriwayatkan justru orang yang
- masuk Islam
- setelah wafatnya Abu Thalib selama
- beberapa tahun.
- Oleh karena itu, kita lebih condong
- kepada riwayat yang meriwayatkan bahwa
- beliau mati dalam keadaan muslim dan
- perjuangan beliau di sisi Rasul
- membuktikan bahwa beliau seorang muslim.
- Karena mustahil Abu Thalib kalau dalam
- keadaan kafir,
- iya
- mengikuti agama orang-orang tuanya akan
- berpihak pada seorang yang memerangi
- agamanya. H
- apalagi hanya kemenakannya terhadap anak
- saja seperti Azar bersama Ibrahim.
- Bagaimana
- dia mengusir sang anak
- apalagi seorang paman. Nah, kita
- lanjutkan kembali. Jadi pada saat itu
- Abu Thalib sang paman sehabis selesai
- pemboikotan diambil oleh Allah.
- Dan sebelumnya Sayidah Khadijah Ummul
- Mukminin radhiallahu anha istri beliau
- yang setia mendampinginya,
- yang mendukungnya, yang menghiburnya,
- yang mempersembahkan seluruh hartanya
- untuk perjuangan Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam juga dipanggil oleh
- Allah. Maka beliau tak ubahnya bagaikan
- seekor burung yang patah kedua sayapnya.
- Kaum musyrikin mulai berani menyakiti
- Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam
- hingga beliau betul-betul merasakan
- kedukaan yang amat-amat mendalam.
- Membutuhkan hiburan.
- Tapi bukan sembarang hiburan yang dapat
- menghibur hati beliau, yang dapat
- menentramkan hatinya dan kembali
- membangkitkan semangatnya.
- Maka dengan rahmat Allah Subhanahu wa
- taala, Allah Subhanahu wa taala
- menjemput nabinya untuk melakukan
- perjalanan yang amat fantastik.
- Dari kota suci Makkah di malam hari
- berangkat menuju
- Albait Al-Maqdis.
- Di sana beliau dinantikan oleh para nabi
- dan rasul.
- Kemudian Nabi diminta untuk menjadi
- imam, para nabi dan rasul makmum di
- belakangnya.
- Secara tidak langsung ini merupakan
- penyerahan
- dari para nabi dan rasul
- yang tadinya mereka bawa setelah wafat
- mereka semuanya diserahkan kepada nabi
- kita. Karena nabi bukan hanya seorang
- rasul untuk satu kaum atau bangsa, tapi
- sebagai rasul bagi semua umat manusia.
- Dan tidak akan ada lagi rasul setelah
- beliau.
- Beliau mengimami mereka.
- Setelah itu
- Jibril alaihialatu wasalam
- memberangkatkan beliau menuju
- Sidratul Muntaha.
- Allah Subhanahu wa taala menjemputnya
- dalam rangka menghiburnya,
- dalam rangka menentramkan hatinya dan
- memperlihatkan ayat-ayat kebesaran
- keagungan Allah. Hingga beliau
- ketika beliau menyaksikan ayat kebesaran
- keagungan Allah kemudian memandang ke
- bumi,
- memandang juga kaum musyrikin yang
- selama ini menentang dan memeranginya
- melihat semua itu merupakan hal yang
- kecil
- dibandingkan dengan pengalaman yang
- begitu menakjubkan yang dialami Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam.
- Apabila
- perjalanan Isra disebutkan pada awal
- suratul Isra
- berkaitan dengan Mikraj Allah sebutkan
- dan ceritakan dalam suratun najm
- walaupun bukan dengan nama Mikraj.
- Karena nama Mikraj disebutkan dalam
- hadis tapi tidak disebutkan dalam
- Al-Qur'an. Allah berfirman, "Walaqad
- roahu nazlatan ukhro inda sidratil
- muntaha."
- Inda sidratil
- muntaha.
- w laq min ayatibihil kubra.
- Sesungguhnya Rasul setelah pertemuan
- pertama berjamaak Jibril yang tampil
- dalam bentuk aslinya di Gua Hira ketika
- menerima wahyu, dia menyaksikan Jibril
- juga dengan penampilan aslinya ketika
- berada di Sidratul Muntaha.
- Pada saat itu sidroh diselimuti oleh
- yang menyelimutinya yang tidak
- disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur'an.
- Di sisinya terdapat surga yang akan
- didiami oleh orang-orang yang beriman.
- Pada saat itu, Nabi menyaksikan
- berbagai macam pemandangan
- yang benar-benar nyata di mana
- pandangannya tidak menyeleweng, demikian
- pula tidak melampaui batas. Dia telah
- menyaksikan ayat-ayat kebesaran
- keagungan Allah yang terbesar.
- dengan pengalaman yang dialami Rasul
- menyaksikan juga surganya, menyaksikan
- kebesaran keagungan Allah. Begitu dia
- menoleh ke bumi,
- hm
- menyaksikan juga pengalaman sebelumnya
- dan penderitaan yang pernah dialami, dia
- merasakan semua itu hilang, semua itu
- menjadi ringan. Hm.
- Maka dalam awal surah Al-Isra Mas Krisna
- Allah berfirman,
- "Bismillahirrahmanirrahim.
- Subhanalladzi
- asro biabdihi lailam minal masjidil
- haram ilal masjidil aqsalladzi barakna
- haulah linuriyahu min ayatina innahu
- huwiul bir."
- Mari kita renungkan ayat ini. Dimulai
- dengan subhana untuk menerangkan bahwa
- peristiwa ini
- bukan peristiwa
- yang dilakukan Rasul sendiri.
- Hm.
- Tapi merupakan peristiwa kejadian ya
- yang dilakukan Allah Subhanahu wa taala
- dan maha suci Allah Subhanahu wa taala.
- Jangan kita bandingkan Allah kebesaran,
- keagungan, kekuasaannya dengan kemampuan
- yang dimiliki manusia. H
- bumi ini di tengah-tengah alam semesta
- merupakan benda yang lebih halus dari
- sebutir debu.
- Masyaallah.
- Di tengah-tengah galaksi kita saja
- merupakan benda yang tidak berarti.
- Apalagi di tengah-tengah alam semesta
- dengan seluruh galaksinya.
- Jadi jangan kita mengukur kekuasaan
- Allah dengan kemampuan atau batasan
- kekuasaan yang dimiliki manusia.
- Maka dimulai dengan subhana maha suci
- Allah alladzi asro biabdihi yang
- memberangkatkan hambanya bukan berangkat
- dengan sendirinya
- memberangkatkan hambanya minal masjidil
- haram dari almjid alham
- ilal masjidil aqsalladzi barakna haulah
- menuju masjid al-aqsa yang kami telah
- limpahkan keberkahan di sekelilingnya
- secara fisik
- Yarusalam merupakan daerah yang subur,
- yang penuh keberkahan. Secara maknawi,
- para nabi dari keluarga Ibrahim melalui
- jalur Ishak
- dilahirkan di sana, wafat di sana.
- Mereka juga menyebarkan dakwahnya di
- sana.
- Sedangkan kota suci Mekah merupakan anak
- keturunan Ibrahim melalui jalur Ismail
- yang kelak menjadi penutup para nabi
- yang kami limpahkan di sekelilingnya.
- Lalu Allah jelaskan mengapa Allah
- berangkatkan nabinya linuriyahu min
- ayatina
- dengan tujuan untuk memperlihatkan
- kepada nabi kami ayat-ayat kebesaran
- kami.
- Untuk memperlihatkan kepadanya ayat-ayat
- kebesaran kami supaya hatinya menjadi
- tentram.
- yang tadinya lemah ya, dia merasa
- kembali kuat dengan perbandingan yang
- dilihat. Dia melihat ternyata kehidupan
- dunia ini sebetulnya merupakan kehidupan
- yang tak berarti. Begitu pula kekuatan
- musuh-musuhnya
- sedangkan kebenaran adalah milik Allah.
- Begitu pula kekuasaan.
- Jadi Nabi begitu kembali ke bumi Mas
- Krishna jiwanya mengalami perubahan.
- Waktu sebelum berangkat bagikan seekor
- burung yang patah kedua sayapnya.
- H.
- Maka begitu beliau kembali, beliau
- terbang dengan sayap kebesaran dan
- keagungan Allah dengan penuh betul-betul
- keyakinan dan semangatnya yang tidak
- pernah apa? Yang tidak pernah redu.
- Innahu hua samiul bashir. Sungguh Dia
- Maha Mendengar lagi Maha
- melihat. Iya.
- Biasanya kalau hal yang berkaitan dengan
- kebesaran Allah ditutup dengan innallaha
- ala kulliyain qodir.
- Tapi di sini innahu huw samiul bashir
- untuk menjelaskan bahwa Allah maha
- mendengar lagi maha melihat keadaan
- hambanya yang sedang bersedih, berduka
- dengan cobaan yang di alam ini.
- Ya Allah. Ya Allah.
- Nah, kalau kita membaca surat Duh,
- Waskrisna,
- H
- surah ini menggambarkan apa?
- menggambarkan
- kesedihan derita Nabi hingga seolah Nabi
- merasa dirinya ditinggalkan. Bisa saja
- surah ini ya turun pada saat-saat Nabi
- menghadapi betul-betul tekanan yang amat
- berat dan kesedihan yang amat mendalam.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Wabuha wallaili idza saja. Demi cahaya
- buha di waktu siang
- dan malam ketika membawa keheningan,
- keteduhan, kesejukan dengan selimutnya
- siang dan malam sini berganti. Begitu
- pula suka duka, manis dan pahitnya
- kehidupan ini merupakan hal yang dilalui
- oleh setiap manusia.
- Allah bersumpah dengan hal ini untuk
- menunjukkan ma waddaakbuka
- wa qala. Sekali-kali Allah tidak
- meninggalkan kamu dan tidak pula
- membenci kamu wahai Rasulullah. Walal
- akhiratuiraka
- minal ulad. Tentramkan hatimu.
- Sesungguhnya hari akhirat sungguh lebih
- baik daripada kehidupan yang pertama itu
- kehidupan dunia. Waufaukaard.
- Dan kelak Tuhanmu akan menganugerahkan
- bagimu apa yang membuat kamu rida. Ini
- merupakan kabar gembira bagi Rasul
- hingga Rasul bertakbir Allahu Akbar.
- Nah, begitu juga pengalaman Nabi dalam
- cobaan yang dihadapi. Dengan wafatnya
- sang paman dan sang istri mereka pergi
- Allah gantikan dengan bekal maknawi
- melalui ayat-ayat kebesaran yang Allah
- tunjukkan.
- Lalu kalau kita membaca surat
- berikutnya, surah asyarh,
- bismillahirrahmanirrahim.
- Alam nasroh laka. Bukankah kami telah
- melapangkan dadamu wahai Rasulullah?
- Wadna anka dan kami angkat beban yang
- berat. Alladzi anqoba yang memberatkan
- punggungmu.
- Warofna lakaikro. Dan kami angkat tinggi
- tinggi sebutanmu
- dengan apa yang dilakukan kaum
- musyrikin. Dari mulai fitnah, teror,
- demikian pula mereka bersama-sama
- memerangi Rasul. Bukan berakhir membawa
- kemenangan mereka. Tapi apa? Tapi justru
- menjadi propaganda gratis yang membuat
- bangsa Arab dan bangsa yang lain ingin
- tahu apa sebetulnya yang terjadi.
- Allah angkat sebutan Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Begitu
- beliau hijrah ke Madinah kemudian mulai
- membangun masyarakat
- kemudian memberikan contoh dalam
- kehidupan yang amat indah. Maka keadaan
- beliau yang tadinya tertekan tertindas
- berubah menjadi apa? menjadi orang-orang
- yang terangkat kemuliaan. Demikian pula
- sebutannya.
- Jadi, Mas Krisna
- sebagaimana yang diterangkan Allah
- kepada rasulnya, perjalanan Isra di
- sini, begitu pula Mikraj yang dialami
- Rasul dalam rangka untuk menunjukkan
- di hadapan Nabi ayat-ayat kebesaran
- keagungan Allah. Hingga beliau yang
- tadinya bersedih, berduka, merasa
- betul-betul seolah ditinggalkan. kembali
- semangatnya berapi-api. Lalu dia membawa
- cerita ini kepada sahabat-sahabatnya
- yang beriman tak goyah. Mereka yakin
- akan apa yang dikabarkan Rasul.
- Sebagian kaum musyrikin seperti sebagian
- kaum materialis sekarang mengatakan apa?
- Mustahil. Impossible. Kalau orang
- berjalan dari Makkah menuju Yerusalem
- berkuda cepat saja membutuhkan waktu
- yang panjang.
- H
- apalagi apa?
- Apalagi dalam satu malam yang singkat
- dia mengatakan berangkat menuju Baitul
- Maqdis kemudian menuju Sidratul Muntaha
- kembali ke bumi. Ini merupakan satu hal
- yang mustahil menurut mereka. Karena
- diukur dengan apa? Dengan kemampuan
- mereka, keterbatasan mereka.
- Kalau kita membaca dalam suratun namal
- mas krishna ketika
- Sulaiman alaihialatu wasalam berkata
- kepada para pembesar negerinya, "Siapa
- di antara kalian yang mampu memisah
- mindahkan singgahsana Balqis dari Yaman
- menuju Yerusalem?" H
- yang terpandai dari bangsa jin. Qala
- ifrit minal jin ana atika bihi qobla an
- taquuma m maqami. Saya akan membawa
- singgahsana tersebut sebelum kamu
- meninggalkan majelis kamu.
- Tahu-tahu seorang manusia yang diberikan
- ilmu oleh Allah qat atika bihi qadziu
- ilmun minal kitab ana bihi qada.
- Saya akan bawa singgahsana tersebut
- sebelum matamu berkedip. H
- sebelum berkedip singgahsana Sulaiman,
- singgahsana Balqis sudah hadir di
- hadapannya.
- Jarak Yaman, Yarussalam lebih jauh
- dibandingkan jarak Makkah dengan
- Yerussalam.
- Begitu Sulaiman menyaksikan
- singgahsana Balqis, dia mengatakan,
- "Qala hza min fadli rbi liyabluani a
- askur akfur." Ini dari karunia Tuhanku
- untuk menguji aku. Apakah aku ini apa?
- bersyukur ataukah aku termasuk dari
- orang yang ingkar. Jadi bagi Allah untuk
- memindahkan apa? Singgasana Balqis
- menuju kota suci ee menuju Yerussalam
- atau memberangkatkan Nabi menuju
- Baitul Maqdis dari kota Makkah atau
- menempuh perjalanan yang jauh menuju
- Sidratul Muntaha. Jangan kita bandingkan
- dengan kemampuan kita.
- Tapi kembalikan kepada kekuasaan Allah
- yang mutlak yang kerajaannya meliputi
- langit bumi yang begitu jauh. Bahkan
- digambarkan dalam suratul maararij,
- malaikat menempuh perjalanan kembali
- satu hari sama dengan 50.000 tahun dalam
- hitungan kita. Taujul malaikatujul
- malaikatu waruhu ilaihi fi yauminana
- miqdaruhu khsina alfan.
- Dengan kecepatan yang begitu dahsyat.
- Satu harinya sama dengan 50.000 tahun
- seorang hamba berdoa kepada Allah.
- Jawabannya datang spontan melalui Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Seperti seorang wanita yang
- dizihar mengadu kepada Rasul, tahu-tahu
- datang jawaban dari Allah Subhanahu wa
- taala. Oleh karena itu, jangan kita
- menganggap Allah terikat oleh dimensi
- ruang dan waktu, tapi ruang waktu di
- bawah kekuasaan Allah dan kendalinya.
- Oleh karena itu Allah bersama hambanya
- di langit, bersama hamb-Nya di bumi,
- bersama kita, bersama seluruh
- makhluknya.
- Tapi bukan kebersamaan tempat dan waktu,
- tapi waktu dan tempat adalah ketentuan
- Allah yang tidak berlaku bagi Allah
- Subhanahu wa taala.
- Adapun riwayat yang diriwayatkan dalam
- sebuah hadis Bukhari yang menyebutkan
- bahwa Sayidah Aisyah ketika malam Isra
- dan Mikraj meraba ke sisi sebelahnya
- menjumpai jasad Rasul di sampingnya.
- Berarti yang melakukan perjalanan Isra
- ada apa? Ada rohnya.
- Tapi hadis ini merupakan hadis yang
- batil, Mas Krishna. Kenapa? Karena pada
- saat Nabi diisrakkan maupun di
- Mikrajkan, Sayidah Aisyah belum kumpul
- dengan Rasul.
- H.
- Sayidah Aisyah belum
- belum kumpul.
- Berkumpulnya di Madinah. Jadi, bagaimana
- mungkin Sayidah Aisyah meraba ke
- sebelahnya ya, lalu menemukan Rasul di
- sisinya? Ini mustahil.
- Cuma hadis ini bagian dari infiltrasi ya
- yang dimasukkan oleh mereka-mereka yang
- tidak menyukai Islam mengatasnamakan
- Sayidah Aisyah. Oleh karena itu perlu
- kita waspada. Hadis-hadis rasul yang
- diriwayatkan oleh semua kalangan baik
- kalangan Ahlusunah maupun Syiah atau
- kalangan yang lain penuh dengan
- infiltrasi yang dimasuki musuh-musuh
- Islam. Mereka tidak mampu merubah
- Al-Qur'an tapi melalui hadis mereka
- masuk. Oleh karena itu, banyak hadis
- yang saling bertentangan bahkan
- bertentangan dengan Al-Qur'an.
- Jadi hendaknya orang yang meriwayatkan
- hadis hendaknya mencocokkan terlebih
- dahulu di hadapan Al-Qur'an. Bukan
- sebaliknya Quran dicocokkan dengan
- hadis.
- Karena Quran merupakan kitab yang pasti
- terjaga.
- Hadis merupakan kumpulan manusia yang
- mungkin salah, mungkin juga benar.
- Lalu kita bertanya, Mas Krisna,
- pelajaran apa yang bisa didapatkan oleh
- kita
- dari peristiwa Isra dan Mikraj?
- Pertama-tama, peristiwa Al-Isra dan
- Mikraj menunjukkan kekuasaan Allah yang
- tak terbatas.
- Maka di saat kita mohon kepada Allah,
- jangan kita batasi kekuasaan Allah
- dengan batasan yang membatasi kita. Dia
- maha kuasa atas segala sesuatu. Dia
- kuasa menolong kita, membantu kita
- walaupun semua pintu tertutup,
- Allah kuasa untuk membukanya. Tapi
- jangan kita merasa bangga dengan
- pintu-pintu yang terbuka bagi kita.
- Allah kuasa untuk menutup dan
- menahannya.
- Kemudian dari peristiwa Isra dan Mikraj
- ini, Nabi menerima langsung salat tanpa
- perantara bukan melalui Jibril. Karena
- salat merupakan amal yang menghubungkan
- langsung seorang hamba dengan Allah
- tanpa perantara. Baik itu Nabi maupun
- umatnya juga berhubungan dengan Allah
- tanpa melalui Nabi, tapi langsung
- berhubungan dengan Allah. Agar setiap
- muslim, setiap mukmin dalam segala
- sesuatu, baik itu kebutuhannya
- menghadapi apa yang dia takut, dia bisa
- langsung berkomunikasi dengan Allah di
- setiap saat, siang hari, malam hari, ya
- baik sendirian atau beramai-ramai. Dan
- panggilan salat sebanyak lima kali bukan
- tujuannya untuk memberatkan kita, tapi
- justru untuk mengajak kita berkomunikasi
- dengan Allah dengan penuh pemahaman dan
- kesadaran. Bukan hanya sekedar kita
- menggerakkan tubuh kita, rukuk, sujud,
- membaca tanpa kita pahami,
- maka tak ubahnya bagaikan seekor keledai
- yang memikul tumpukan buku tapi tidak
- memahami isinya. Jadi hendaknya kita
- yang paling utama memahami dulu salat
- kita, bacaan yang kita baca, gerakan
- rukuk kita, sujud kita, semua ini
- menyimbulkan apa? menyimbulkan
- ketundukan, kepatuhan, kerendahan kita
- di hadapan Allah yang mendidik kita
- untuk tidak bersikap sombong, angkuh di
- hadapan sesama kita karena sama-sama
- hamba Allah Subhanahu wa taala.
- Jadi, peristiwa Isra dan Mikraj ini di
- mana Allah menjemput nabinya untuk
- menghibur dirinya, menunjukkan ayat-ayat
- kebesaran keagungannya ini juga
- merupakan tawaran dari Allah Subhanahu
- wa taala bagi kita. Kita tak dapat
- melakukan Isra dan Mikraj sebagaimana
- Rasul, tapi dengan salat, bingkisan
- hadiah yang Allah anugerahkan, kita
- dapat berkomunikasi langsung dengan
- Allah. Allah bersama kita tidak pernah
- meninggalkan kita walaupun sekejap mata.
- Tapi kita yang seringki lupa, yang tidak
- mengingat Allah kecuali pada saat kita
- dalam kesulitan, kesedihan, pada saat
- aman kita lupa kepada Allah. Jadi sampai
- menunjukkan kekuasaan Allah yang tak
- terbatas dan Allah berjanji untuk
- membantu hamba-hambanya yang beriman
- juga memberikan bingkisan agar kita
- dapat berkomunikasi langsung dengan
- Allah tanpa perantara
- dengan cara-cara yang langsung diajarkan
- oleh Allah yang dipraktikkan oleh Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam. Dan di sini juga kita
- mengambil pelajaran di antaranya
- fainnama al usri yusr. Sesungguhnya
- bersama kesulitan ada kemudahan.
- Nabi yang tadinya bersedih, berduka
- bagaikan seekor burung yang patah kedua
- sayapnya. Begitu mendapatkan
- dukungan bala bantuan dari Allah,
- hiburan dari sisinya, Nabi bangkit
- kembali. ini mengingatkan kita untuk
- tidak pernah berputus asa. Dan hendaknya
- kita dalam kondisi apapun walaupun di
- tengah-tengah cobaan kepungan musuh,
- jangan pernah berkecil hati. Bukan Allah
- meninggalkan kita, tapi Allah menguji
- kita dan ingin mengangkat kita sebagai
- para syuhada juga untuk membuka wajah
- dan kedok-kedok mereka yang berpakaian
- Islam, berpenampilan Islam, tapi
- ternyata hati mereka bukan bersama kaum
- muslimin. Oleh karena itu, peristiwa di
- Gaza sebagai bukti
- yang membuka
- wajah sebenarnya dari para pemimpin Arab
- yang menyaksikan saudara mereka
- dibantai. Mereka duduk berpangku tangan
- bahkan mereka bermesra-mesraan bersama
- Zionis yang terjadi Iran pada saat ini.
- Teror fitnah media-media massa yang
- menyebutkan bahwa sekian banyak korban
- ya pembantaian pemerintah Iran. Kenapa
- semua ini terjadi? Kenapa Amerika Barat
- mendukung? Karena Iran musuh mereka.
- Iran momok bagi Zionis. Iran yang
- mendukung perlawanan terhadap Zionis
- ketika negara Arab semuanya sudah apa?
- memotong kuku-kuku mereka, memotong
- taring-taring mereka ingin berdamai
- dengan Israel. T-Th di tengah-tengah
- mereka terdapat Yaman, terdapat Gaza,
- terdapat juga Hizbullah. Ini merupakan
- apa? Duri yang mengganjal di tenggorokan
- mereka. Dan yang menjadi pendukung
- mereka, membekali mereka dengan senjata
- adalah Iran. H.
- Oleh karena itu, begitu Iran runtuh,
- harapan mereka Yaman tidak berdaya,
- Hamas tidak berdaya dengan mudah dipaksa
- untuk keluar dari negeri mereka
- dijadikan sebagai permukiman Yahudi.
- Sedangkan rakyat Palestin
- terlunta-lunta, tidak memiliki negara.
- Padahal mereka sebetulnya merupakan tuan
- rumah yang sebenar.
- Jadi Zionis bersama Amerika, Trump yang
- merupakan koboy ya yang bobrok, yang
- bejat. Kita saksikan di Venezuela
- bagaimana dia menguasai Venezuela dan
- mengatakan saya presiden sementara untuk
- Venezuela. Mengasuai kekayaan minyaknya.
- Dulu Amerika di Nicaragua, di Haiti, di
- Panama, di berbagai macam negara
- terlibat melakukan intervensi. Tapi
- karena dia kuat, kebenaran yang
- menentukan yang kuat. Oleh karena itu,
- umat Islam apabila tidak bersatu, tidak
- membangun kekuatan, maka selamanya
- mereka akan didikte oleh musuh-musuh
- mereka yang kuat. Sampai kekayaan negeri
- mereka pun diangkut
- dengan pembenaran lagi menjadikan kita
- sebagai kulik-kulik untuk mengangkut
- barang-barang tersebut.
- Jadi kalau kita berjuang Mas Krishna
- tanpa Allah, hidup dengan cobaannya
- tanpa kita berhubungan dengan Allah,
- maka akan jadi betul-betul petaka buat
- kita.
- Tapi Allah subhanahu wa taala membuka
- pintu bagi kita untuk berkomunikasi
- langsung. Waidza saaka ibadi
- apa yang membuat kamu gelisah, sedih,
- berputus asa? Tuhanmu amat dekat. Ujibu
- aku akan mengabulkan doa hambaku di saat
- memohon padaku. Waqbukumuni
- astajib lakum.
- Tuhan kalian berkata, "Mohon padaku. Aku
- akan kabulkan permintaan kalian."
- Oleh karena itu dalam hadis yang sahih
- disebutkan adua silahul mukmin. Doa ini
- senjata bagi orang yang beriman. Di saat
- dia katakan tak berdaya berhadapan
- dengan cobaan yang mengepung dirinya,
- kekuatannya dirantai, dia bisa mohon
- pada Allah. Allah kuasa untuk
- menyelamatkannya sebagaimana
- menyelamatkan Ibrahim dari api yang
- panas membakar.
- Jadi, Mas Krishna,
- pelajaran Isra dan Mikraj ini
- betul-betul
- amat-amat mendalam dan indah
- karena
- berisikan pelajaran dan dukungan dari
- Allah Subhanahu wa taala bagi hamba-hamb
- yang beriman
- yang melakukan mikraj menuju Allah
- Subhanahu wa taala terutama sekali di
- malam hari. Salat merupakan mikrajul
- mukmin. Salat merupakan mikraj bagi
- orang yang beriman. Dia langsung
- berkomunikasi tanpa melalui gurunya,
- tanpa melalui juga ee
- para pembesarnya atau melalui Rasul.
- Bahkan Rasul aja membawa bingkisan
- hadiah dari Allah
- yang maha kuasa yang tak terbatas
- kekuasaannya
- yang maha pengasih yang maha penyayang
- dan tidak akan pernah mengecewakan
- hamba-Nya. Kalau kita bergantung pada
- makhluk baik itu penguasa atau pengusaha
- pasti kita akan kecewa karena mereka
- juga sama-sama butuh. Mereka akan
- memperarat kita, akan menjajah kita.
- Seandainya memberi, mereka hanya mampu
- memberi sedikit.
- seperti kucing yang menunggu di bawah
- meja-meja apa tuan yang sedang makan.
- Dia terima menerima tulangnya, durinya,
- sisa-sisanya.
- Tapi kalau kita mohon kepada Allah, Dia
- yang maha kaya, yang maha kuasa, yang
- maha pengasih, yang maha penyayang, dan
- tidak akan pernah mengecewakan hambnya.
- Jadi pelajaran Isra dan Mikraj ini bukan
- permainan,
- tapi merupakan perjalanan yang amat
- indah menuju Allah yang mengajak kita
- semua bersama-sama untuk melakukan
- mikraj. Jasad kita di bumi, tapi hati
- kita, jiwa kita bersama Allah. Merekalah
- orang-orang yang beruntung.
- Mudah-mudahan ini merupakan pelajaran
- yang bermanfaat bagi kita semua. Dan
- Allah Subhanahu wa taala
- jadikan kita hamba yang selalu
- betul-betul berpegang kepada Allah,
- kepada talinya mengikuti sunah dan
- tuntunan nabinya, berjuang di jalan
- Allah dan tidak pernah berputus asa,
- berkecil hati di hadapan cobaan apapun.
- Karena kita selalu bersama Allah.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik walu minkum wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah terima kasih
- Ustaz Husein atas penjelasannya mengenai
- Isra Mikraj juga menjawab tadi
- pertanyaan dari Bapak Ahmad di Batamnya.
- Terima kasih Pak Ahmad. Baik eh terima
- kasih sekali lagi Ustaz Husin saya
- Muhammad Krishna eh Antep Setiabudi dan
- Algi mohon pamit. Wabillahi taufik
- hidayah wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.