Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin hamdan katir
- thyiban barokan fih kama yuhibbu rabbuna
- waard. Allahumma sholli wasallim wabarik
- ala sayyidina Muhammadin wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Masih dipancarkan
- dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimanggis Cibubur Bekasi. Radio
- Silaturahim dan juga Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Senang sekali di kesempatan pagi hari
- ini kami bisa kembali menjumpai ikhwan
- akhwat di hari Kamis ya. Kita sudah
- memasuki hari yang ke-24
- di bulan Juli ee memasuki 28 Muharam
- Ustaz ya sekarang ya 28 Muharram 1447
- Hijriah. Bagi Iwan Hawat yang menyimak
- siaran di pagi hari ini, alhamdulillah
- Ustaz Husin bisa hadir live secara
- langsung Ihwat. Jadi nanti ee kami
- persilakan ikhwan akhwat untuk
- menyampaikan pertanyaan dari kajian
- tafsir yang akan disampaikan di
- kesempatan ini yaitu tafsir Quran surah
- Aljasiyah. Ustaz ya silakan Ikhwan Nawat
- untuk menanggapi, mengomentari ataupun
- tadi ya terkait kajiannya kami
- persilakan untuk menyampaikan
- pertanyaannya di 0811
- 99720.
- Nanti Ikhwan Wat bisa mengirimkan pesan
- WhatsApp ataupun e voice note juga kami
- persilakan atau video eh voice call juga
- kami persilakan Ianat. Baik, kita sapa
- guru kita Ustaz Husin yang sudah hadir
- di studio. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kami persilakan untuk ee memimpin ee doa
- alfatihah, Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- Maiki yaumiddin.
- Iyaka na'budu wa iyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim waladin.
- Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Alhamdulillah telah kita buka bersama
- dengan pembacaan Quran surah Al-Fatihah.
- Semoga Allah mencurahkan rahmatnya dan
- juga keberkahannya kepada kita semua di
- kesempatan pagi hari ini. Dan
- selanjutnya kami persilakan kepada ustaz
- untuk menyampaikan kajian tafsir Quran
- surah Aljasiah.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [berdehem]
- Alhamdulillahiabbil
- alamin
- hamdan katsiron thayyiban mubarokan fi
- kama yuhibuna.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad.
- Allahummaahdina subulasam waakhrijna
- minadzulumati ilan nur wahdina ilaatikal
- mustaqim.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi unfaana bimaam rbana
- zidna ilmanna
- asalamu alaika ya rasulullah assalamu
- alaina wa ala ibadillahi shihin
- wassalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh
- ikhw akhwat pendengar dan pemirsa radio
- TV silaturahmi yang dirahmati Allah.
- Begitu pula kepada para pendengar
- pemirsa
- umatan wahidah.
- Semoga
- melalui silaturahmi
- di antara kita membuka hati
- dengan penuh ketulusan
- dalam iman kepada Allah yang menjadi
- ikatan di antara kita. kita dapat
- menjadi satu umat yang berinduk kepada
- induk yang sama.
- Karena asal usul kita juga
- dari ayah ibu yang sama diciptakan oleh
- Tuhan yang sama. Beriman juga kepada
- Nabi yang sama, kitab yang sama. Kenapa
- kita harus berselisih dan saling
- bermusuhan?
- [berdehem]
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah. Pada
- pagi hari ini, insyaallah kita akan
- memulai renungan kita bersama surah
- Aljaah
- yang diturunkan di kota suci Makkah
- terdiri dari 37
- ayat
- yang penuh dengan pelajaran
- yang berisikan
- kabar gembira dan juga peringatan.
- bagi kita semua bahwa kita hidup di
- dunia ini bukan kehidupan yang sia-sia
- sambil lalu, tapi kita sebagai khalifah
- yang menerima amanat yang kita akan
- pertanggungjawabkan di hari akhir nanti
- di hadapan Allah Subhanahu wa taala.
- di mana pada hari tersebut keadilan
- ditegakkan.
- Bahkan rahmat dan kemurahan Allah
- limpahkan bagi hamba-hambnya yang
- beriman dan bertakwa.
- Sedangkan mereka yang ingkar durhaka
- mereka akan menerima balasan atas
- keingkaran dan kedurhakaan mereka.
- Kita semua
- pada saat ini
- diawasi oleh Allah. Allah dengar ucapan
- kita, Allah juga
- saksikan perbuatan kita.
- Ini setiap saat Allah Subhanahu wa taala
- menemani kita dan tak pernah
- meninggalkan kita. Wahua maakum ainama
- kuntum. Dia bersama kalian di mana pun
- kalian berada.
- Oleh karena itu, hendaklah kita menjaga
- adab kita di hadapan Allah dalam seluruh
- ucapan dan sepak terjang kita terhadap
- sesama saudara kita.
- Dan mari bersama-sama kita persiapkan
- bekal kita untuk menghadap ke hadapan
- Allah.
- bertobat, memohon ampun dari
- kesalahan-kesalahan kita yang kita
- lakukan selama ini. Mudah-mudahan sisa
- umur kita yang amat berharga ini yang
- akan menentukan nasib kita, Allah
- Subhanahu wa taala bantu kita untuk
- mengisinya dengan amalan-amalan saleh
- yang Allah ridai dengan penuh ketulusan
- jauh dari kebanggaan dan kesombongan.
- Mari bersama-sama kita mulai renungan
- kita bersama surah Aljafiah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Pembukaan
- yang mengajak kita semua
- untuk kembali kepada Allah. ingat
- kepadanya akan nikmat-nikmat yang Allah
- anugerahkan kepada kita.
- Juga mengingatkan kita
- bahwa kita
- dari semua potensi yang Allah berikan
- kepada kita, begitu pula seluruh makhluk
- alam raya dan isinya,
- semuanya berjalan
- dengan ketetapan dan aturan Allah.
- Apabila kita melupakan Allah, maka kita
- akan menjalani kehidupan kita di
- tengah-tengah alam raya ini. Dalam
- kehidupan dunia ini
- terpisah dari rahmat Allah.
- Begitu pula dari bantuan,
- dukungan, bimbingan, dan petunjuknya.
- Kita akan hidup dalam keadaan membabi
- buta di tengah-tengah kegelapan.
- Berbeda apabila kita
- memasukkan diri kita ke dalam rahmat
- Allah yang maha pengasih.
- Kita memohon kepadanya agar Allah
- Subhanahu wa taala memberkahi usaha
- kita, membimbing kita menuju
- amalan yang lebih baik dan kehidupan
- yang lebih mulia. Maka kuncinya
- adalah bismillahirrahmanirrahim.
- Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi
- maha penyayang.
- Sehingga apa yang kita lakukan
- seluruhnya merupakan ibadah kepadanya,
- pengakuan juga akan nikmat-nikmatnya.
- Dan ini juga merupakan apa? Ungkapan
- dari tauhid kita kepada Allah Subhanahu
- wa taala.
- Di mana orang yang beriman akan memulai
- seluruh aktivitas mereka, sepak terjang
- mereka.
- selalu dengan iringan rahmat Allah
- Subhanahu wa taala berlepas tangan dari
- selainnya.
- Dalam perjalannya selalu dia berzikir
- dan mengingat Allah kemudian ditutup
- dengan alhamdulillahi rabbil alamin.
- Dia memuji Allah subhanahu wa taala atas
- semua yang Allah telah anugerahkan
- padanya. Kemampuan dia beramal,
- kemudian bantuan dan bimbingan dari
- Allah.
- Hasil apapun
- sudah sewajibnya atas kita kita memuji
- Allah. Karena kita memuji Allah bukan
- hanya pada pemberiannya,
- tapi pada saat Allah menahan dari kita
- sesuatu.
- Di sana juga terdapat hikmah dan
- kebaikan yang tidak kita ketahui, tapi
- Allah maha tahu. Maka kita memuji Allah
- atas pemberiannya,
- atas nikmat anugerah-Nya, juga nikmat
- menjauhkan kita dari apa-apa yang tidak
- baik bagi kita. Alhamdulillah
- wasyukrulillah
- alal mani wal atha
- wa ala
- al usri wal yusri. Begitu juga waq
- segala puji bagi Allah
- pada saat Dia memberi, pada saat Dia
- menahan, pada saat Allah Subhanahu wa
- taala mencoba kita dengan kesempitan,
- begitu pula dengan keluasan pada saat
- dalam kemudahan maupun kesulitan. Ingat
- jangan pernah kita memuji, melupakan
- untuk memuji Allah, bersyukur padanya
- maka hasil akhir yang kita akan terima
- segala kebaikan bagi kita dan
- orang-orang yang kita cintai.
- Jadi, bismillahirrahmanirrahim
- bukan hanya kita memohon bantuan kepada
- Allah, tapi kita masukkan amal kita
- ke dalam rahmat Allah Subhanahu wa taala
- yang pengasih dan penyayang. sepenuhnya
- kita berserah diri kepadanya dan
- mengakui nikmat-nikmatnya.
- Hamim
- ini merupakan pembukaan
- dari sebagian surah-surah Makkiyah.
- Begitu juga pembukaan dari sebagian
- surah madaniyah
- seperti pembukaan dalam suratul baqarah
- alif lam mim dalalikal kitab.
- Pembukaan dalam surah Al Imran juga alif
- lam mim Allahu la ilahailla huwal hayyul
- qayyum. [berdehem]
- Begitu juga pembukaan bagi sebagian
- surah Makiah seperti Yasin wal Quranil
- hakim.
- Thaha ma anzalna alaikal qurana litasqo
- ha mim tanzilul kitabi minallahil azizil
- hakim.
- Pembukaan dengan huruf semacam ini
- atau yang dikenal dengan huruful muqatah
- sebetulnya berisikan tantangan Allah
- terhadap orang-orang yang meragukan
- kebenaran kitab ini yang turun dari sisi
- Allah.
- huruf-huruf ini yang kemudian menunjuk
- kepada Al-Qur'an seperti Yasin wal
- Quranil hakim, thaha ma anzalna alaikal
- qurana litasqo. Begitu juga ha mim
- tanzilul kitab minallahil azizil alim.
- Seolah-olah Allah berkata kepada mereka,
- "Bukankah kitab suci Al-Qur'an ini
- diturunkan ya dalam bahasa kalian?
- Mempergunakan juga kalimat yang biasa
- kalian pergunakan juga huruf-huruf yang
- sama." Bila kalian meragukan kebenaran
- Al-Qur'an ini, kalian buktikan bahwa
- kalian mampu untuk
- juga menghasilkan kitab yang sama.
- Heeh. Atau lebih baik dengan bekerja
- sama bersama kalangan jinnya dan
- manusianya.
- Silakan kalian kumpulkan semua bala
- bantuan kalian. Buktikan
- keragu-raguan kalian terhadap kesucian
- kitab suci ini melalui tantangan yang
- kalian lakukan.
- Sebagaimana tantangan Allah. Qul
- intuntum fiim mimma nazzalna ala abdina
- fau mli wadu syuhadaakum
- minunillahuntum.
- Katakan kalau kalian merasa bimbang ragu
- terhadap apa yang kami turunkan kepada
- hamba kami
- silakan kalian ya buktikan tuduhan
- kalian dengan merangkai mendatangkan
- satu surah yang sama dengan surah yang
- terdapat dalam Al-Qur'an.
- Dan panggil bala bantuan kalian dari
- kalangan jin dan manusia. Kumpulkan
- semuanya
- kalau kalian benar pada tu dengan
- kalian. Tapi faillam taf'alu walan
- taf'alu fattaquarati waquduas wal hijar
- lil kafirin. Kalau kalian tak mampu dan
- tidak mungkin kalian akan mampu,
- maka hati-hatilah kalian. Waspadalah,
- lindungi diri kalian dari azab api
- neraka yang bahan bakarnya
- manusia itu sendiri sebagai bahan
- bakarnya. Begitu pula batu yang
- disediakan oleh Allah untuk orang-orang
- yang ingkar yang mengingkari kebenaran
- yang begitu jelas gamblang di hadapan
- matanya.
- [mendengus]
- Ternyata walaupun bahan bakunya tersedia
- yang merupakan dalam jangkauan mereka
- baik itu huruf-hurufnya, kalimatnya yang
- digunakan Al-Qur'an bukan merupakan
- kalimat dan huruf yang asing bagi bangsa
- Arab.
- Perumpamaannya sama seperti yang sering
- kita ungkapkan,
- manusia yang diciptakan Allah Subhanahu
- wa taala berasal dari tanah.
- Hm.
- Patung-patung yang dibuat oleh manusia
- terbuat dari tanah. Bahan bakunya tidak
- berbeda.
- Tapi kira-kira sampai di mana kemampuan
- patung yang dibuat oleh manusia dari
- bahan baku yang sama dengan Al-Qur'an?
- Ya. Ya. Juga yang berasal dari bahan
- baku yang sama yang ada pada jangkauan
- mereka. Kenapa kitab suci Al-Qur'an
- berbeda dengan karya mereka?
- H
- perbedaannya sama dengan manusia yang
- diciptakan Allah Subhanahu wa taala yang
- berakal, berpikir ya dengan
- patung-patung yang merupakan benda-benda
- mati yang tidak memiliki sama sekali
- akal, tidak memiliki kekuatan maupun
- daya. Oleh karena itu, camkan
- wahai manusia bahwa Allah telah
- memberikan kepada kalian burhannya dan
- hujahnya.
- Maka renungkanlah ayat-ayat Allah
- Subhanahu wa taala yang mengajak kita
- merenung berpikir, bukan mengajak kita
- hanyut bersama hawa nafsu kita,
- kehilangan akal sehat kita. Padahal kita
- datang ke dunia ini bukan untuk apa?
- bukan untuk mengikuti hawa nafsu kita,
- tapi untuk mempersiapkan bekal kita bagi
- kehidupan yang kekal dan abadi.
- [berdehem]
- Jadi, Hamim
- yang menantang mereka-mereka yang
- meragukan.
- Tanzilul kitabi minallahil azizil hakim.
- Perbedaan kitab suci Al-Qur'an dengan
- kitab yang lain. Sesungguhnya kitab suci
- ini diturunkan dari Allah atau dari sisi
- Allah yang maha perkasa lagi maha
- bijaksana.
- [mendengus]
- yang menurunkan Alkitab. Al-Qur'an
- adalah yang maha perkasa, yang maha
- bijaksana, yang sebelumnya menurunkan
- Injil, menunjulkan, menurunkan Zabur,
- menurunkan kitab suci Taurat. Begitu
- pula suhuf Ibrahim, lembaran-lembaran
- kitab yang Allah berikan kepada Ibrahim
- yang isinya kandungannya sama. Mengajak
- manusia untuk menegakkan agama Allah,
- bersatu di dalamnya dan tidak
- bercerai-berai.
- Apa
- bukti bahwa Allah maha perkasa lagi maha
- bijaksana?
- Buktinya terdapat dalam kitab suci
- Al-Qur'an. Orang bisa melihat yang
- membaca merenungkan Al-Qur'an di
- dalamnya terdapat keajaiban yang luar
- biasa dan juga menunjukkan akan
- kekuasaan Allah. Karena dia satu-satunya
- Tuhan yang menciptakan langit, bumi, dan
- apa yang terdapat di dalamnya yang
- menetapkan hukum-hukum aturan yang
- begitu sempurna yang membuat alam
- semesta dan seluruh isinya hidup dalam
- suasana yang harmoni. Ini menggambarkan
- keperkasaan. Di samping keperkasaan juga
- menggambarkan kebijaksanaan di mana
- seluruh ciptaannya, seluruh aturannya
- betul-betul menunjukkan akan
- kebijaksanaan Allah Subhanahu wa taala.
- Baik alam manusianya, hewannya,
- tumbuh-tumbuhannya, begitu pula
- bangunan galaksinya dengan
- bintang-bintangnya
- yang amat menakjubkan. Dan sampai saat
- ini manusia telah menemukan bukan hanya
- 100.000 ribu galaksi, tapi
- bertriliun-triliun galaksi telah
- ditemukan. Sedangkan setiap galaksinya
- penuh dengan bintang-bintang yang
- bertaburan
- yang sebahagian lebih besar bahkan dari
- matahari kita yang merupakan salah satu
- bintang. Tapi kita justru mengangkat
- kepala, membusungkan dada dengan penuh
- kesombongan. Padahal bumi kita merupakan
- sebuah planet kecil di alam raya ini
- yang berputar pada sumbunya hingga
- terjadi perubahan siang malam yang
- mengitari mataharinya
- dan matahari merupakan salah satu
- bintang di tengah-tengah Milky Wayi atau
- galaksi Bima Sakti kita satu bintang.
- H.
- Tapi ternyata manusia
- berkelahi,
- bertarung untuk apa? Untuk memperebutkan
- kepingan-kepingan dunia yang tak
- berarti. Padahal kalau mereka hidup
- rukun, mereka akan hidup sejahtera
- dengan kembali kepada Allah mengikuti
- bimbingan dan tujuan tuntunannya.
- Jadi, kitab suci ini diturunkan dari
- sisi Allah yang maha perkasa lagi maha
- bijaksana. Silakan Anda buktikan, baca,
- renungkan ayat-ayatnya.
- Inna fis samawati wal ardhi la ayayatin
- lil mukminin. Sesungguhnya
- di langit begitu pula di bumi penuh
- dengan tanda-tanda
- bagi orang yang beriman. Kenapa Allah
- peruntukkan untuk orang yang beriman?
- Karena banyak orang berakal, berpikir,
- bahkan berilmu.
- Mereka menemukan hukum-hukum di alam
- raya ini. Bahkan mereka membaginya
- kepada berbagai macam disiplin seperti
- fisika, hukum yang diambil dari apa?
- Dari alam raya ini. Begitu juga biologi
- merupakan hukum-hukum
- yang melahirkan ilmu biologi
- yang penuh keteraturan. Begitu juga
- geologinya, astronominya.
- Dari hukum-hukum ini mereka membukukan
- disiplin-disiplin ilmu ya yang membantu
- mereka untuk apa? untuk
- berkembang di muka bumi ini,
- melakukan eksplorasi,
- bahkan keluar menuju ruang angkasa
- menyaksikan alam yang terbentang begitu
- luas yang mereka ketahui hanya sedikit.
- Tapi ternyata karena mereka tidak
- beriman, mereka menemukan ayat-ayat yang
- begitu banyak yang menunjuk kepada Allah
- semua sia-sia di hadapannya. Karena
- jiwanya dipenuhi dengan hawa nafsu,
- keserakahan, kerak dan menjadikan dunia
- sebagai perhatian dan tujuannya.
- [mendengus]
- Hingga Allah sebutkan, "Inna fisamawati
- wal ardhi laayatin lil mukminin."
- Sesungguhnya di langit maupun di bumi
- penuh dengan tanda-tanda bagi orang yang
- beriman. Karena hanya orang yang beriman
- ya yang dapat betul-betul memahami arti
- dari berbagai macam ayat-ayat,
- tanda-tanda yang terdapat di langit
- maupun di bumi.
- Wafi khalqikum w yabutu min dabatin
- ayatun liquumi yuqinun. Demikian pula
- pada penciptaan kalian wahai manusia.
- W yabut
- minabbah. Dan apa yang Allah tebarkan di
- atas muka bumi dari hewan-hewan yang
- melata.
- Termasuk di antaranya hewan-hewan ternak
- ya
- yang melata di muka bumi. Begitu juga
- beraneka macam satwa yang terdapat di
- hutan. Begitu juga di lautan. Apa yang
- Allah tebarkan di atas muka bumi? Dari
- hewan yang melata.
- La wafi khqikum w yutu minabbatin ayatun
- yuqinun dan dalam penciptaan kalian atau
- pada penciptaan kalian dan apa yang
- Allah tebarkan di atas muka bumi dari
- hewan-hewan yang melata
- merupakan tanda-tanda
- liqaumi yukinun bagi orang yang
- berkeyakinan.
- Ini pertama dimulai dengan iman ya.
- Mengenal Allah Subhanahu wa taala.
- Beriman bahwa dialah sang pencipta yang
- menciptakan seluruh alam semesta dan
- isinya.
- Kemudian dengan merenungkan ayat-ayat
- Allah, rahasia yang terdapat dalam
- dirinya dari rahasia penciptaan. Begitu
- juga hewan-hewan yang melata, maka
- tumbuh keyakinan dalam sanubarinya.
- Jadi masuk ya melalui pintu keimanan,
- mengakui bahwa Allah Tuhannya dan
- pencipta seluruh alam semesta dan dia
- beriman bahwa Al-Qur'an diturunkan dari
- sisi Allah ketika dia merenungkan
- tentang dirinya, tentang ayat-ayat Allah
- yang terdapat di langit dan di bumi,
- imannya bertambah.
- Ini memasuki fase kedua.
- Kemudian watilaf laili nahar w anzallahu
- minamaatun
- ylamun liquilun.
- Demikian pula pada perubahan malam dan
- siang silih berganti
- yang terus kita saksikan.
- tidak pernah terlambat, tidak pernah
- pula lebih cepat.
- Penuh keteraturan terjadi perubahan
- malam dan siang. Di malam hari kita
- beristirahat,
- berselimutkan malam. Di siang hari kita
- bekerja berusaha
- di bawah penerangan cahaya matahari
- yang menerangi kita tanpa speser pun
- kita mengeluarkan biaya.
- Lampunya begitu terang benerang.
- Sedangkan lampu yang kita pergunakan di
- rumah kita
- yang tidak sebanding terangnya dengan
- matahari, kita harus mengeluarkan biaya.
- Heeh.
- Terlambat akan terjadi pemutusan. Tapi
- kapan Allah pernah memutuskan cahayanya?
- Walaupun dari orang-orang kafir.
- Jadi pada perubahan malam dan siang.
- Wama anzalallahu minasamaai
- rizqin faahya bihil ard ba'da mautiha.
- Begitu pula apa yang Allah turunkan dari
- langit. Min rizqin. Dari rezeki
- maksudnya hujan ya yang menumbuhkan bagi
- mereka rezeki.
- Baik itu tumbuhannya termasuk hewan juga
- yang makan dari tumbuh-tumbuhan bumi
- yang menjadi karunia dan rezeki bagi
- mereka.
- Dan apa yang Allah turunkan dari langit
- mir rezekin yang merupakan rezeki.
- Faahya bihil ard ba'da mautiha. Lalu
- Allah menumbuhkan atau menghidupkan bumi
- setelah kematian. Faahya bihil ard
- bautha. Dengan air yang Allah turunkan.
- Allah menghidupkan bumi setelah kematian
- yang tadinya
- hitam, gersang, kering, kerontang,
- begitu hujan turun kembali denyut
- kehidupan. Kita saksikan dan kita
- rasakan
- membawa kabar gembira buat kita. harapan
- watasrifir riyah. Begitu pula perkisaran
- angin. Terkadang bertiup dari selatan,
- terkadang bertiup dari utara, terkadang
- bertiup dari timur,
- terkadang bertiup dari barat.
- Perkisaran angin ini semua ditetapkan
- Allah dengan penuh hikmah yang membawa
- manfaat bagi mereka. Orang-orang yang
- berilmu, yang berakal, mereka menemukan
- rahasia kebesaran dan keagungan Allah.
- Jadi, watasrif firriah. Demikian pula
- perkisaran angin yang diatur oleh Allah
- Subhanahu wa taala ayatun liquumi
- yaqilun merupakan tanda-tanda yang
- menunjukkan kebesaran Allah bagi orang
- yang berakal.
- [mendengus]
- Adapun orang yang tidak berakal,
- walaupun Allah berikan dia akal tapi
- tidak dipergunakan
- hidupnya hanya
- mengikuti hawa nafsunya
- bagaikan hewan-hewan ternak yang memamah
- biak.
- Hewan hidup dengan tujuan yang Allah
- Subhanahu wa taala kembalikan manfaatnya
- bagi kita dari susunya, dagingnya,
- kulitnya, bulunya hingga tulangnya
- sampai kepada kotoran yang bermanfaat.
- Tapi manusia
- yang Allah berikan anugerah yang tak
- terhingga limpahkan berbagai macam
- kemurahan atas dirinya, ternyata menjadi
- makhluk yang merusak di atas muka bumi.
- Hewan lebih baik daripadanya.
- Setelah itu Allah Subhanahu wa taala
- mengajak kita untuk memperhatikan dan
- merenungkan nikmat-nikmat tadi. Tilka
- ayat, tilka ayatullahi natluha alaika
- bilhaq. Demikianlah itulah ayat-ayat
- Allah, tanda-tanda kebesaran Allah yang
- kami bacakan kepada kalian bilhaq,
- dengan hak
- yang tak terbantahkan.
- Fabiayyi hadisin ba'dallahi wa ayatihi
- yukminun. Maka dengan perkataan siapa
- lagi
- setelah ayat-ayat Allah dan firman Allah
- mereka akan beriman.
- Kalau mereka tidak mau mengimani hal
- ini,
- maka dengan ucapan siapa lagi?
- Setelah Allah Subhanahu wa taala
- pencipta kalian berbicara, wa ayatihi
- dan ayat-ayat yang dipaparkan,
- apalagi yang akan membuat mereka
- beriman?
- Jadi kalau mereka tidak bisa beriman
- dengan semua ini, maka
- tidak ada jalan bagi mereka untuk
- mengimani sesuatu. Karena Tuhannya yang
- telah menjelaskan kepada mereka dan
- ayat-ayat yang bertebaran bertaburan di
- hadapan mereka, mereka tolak untuk
- menerima.
- Begitulah orang-orang yang dikuasai hawa
- nafsu,
- dikuasai kerakusan kecintaan pada dunia,
- mereka dipalingkan dari kebenaran.
- Tapi orang yang beriman, hati mereka
- terbuka untuk menerima kebenaran. Semoga
- Allah menjadikan kita sebagai
- hamba-hamba-Nya
- yang beriman, yang bersyukur, yang
- selalu mengingat Allah baik dalam
- keadaan senang maupun susah, lapang
- maupun sempit. Dan selalu dalam seluruh
- aktivitas kita, kita selalu mulai dengan
- bismillahirrahmanirrahim.
- Dalam usaha kita, kita selalu mengingat
- Allah dan ditutup dengan alhamdulillahi
- rabbil alamin. Subhanakallahumma
- wabihamdik ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka wa atubu ilaik walu minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Demikian tadi kajian Quran ee surah
- Aljasiah ya
- 1 sampai 3 Ustaz ya. kita dari 1 ya
- sampai ee 6 ya.
- Oh ayat 6 ya. Baik. Dan ikhwan akhwat
- kami persilakan. Ustaz masih ada waktu
- ya untuk
- membacakan beberapa
- ee WA yang sudah dikinkan ikhwan akhwat
- dan kami juga mengundang ikhwanat yang
- lain mungkin bisa mengirimkan pertanyaan
- ataupun tanggapannya dari kajian tafsir
- Quran surah Aljasiyah yang disampaikan
- oleh Ustaz Husein Altas di Kamis pagi
- hari ini. Yang pertama nih dari Pak
- Jailani di Cinere ee Tangerang Selatan.
- Eh, ustaz tadi menyampaikan bahwa ya
- manusia itu merebutkan kepingan-kepingan
- dunia yang tidak berharga. Nah, Ustaz,
- bagaimana menghilangkan
- sifat rakus yang ada pada diri kita
- terhadap materi, terhadap hal duniawi.
- Sebagai contoh, mungkin ketika bekerja
- sama dalam usaha suka ada yang ee salah
- satunya rakus katanya akhirnya zalim
- terhadap rekan usahanya dan juga
- pegawainya. Contoh juga ketika orang
- biasa yang baik dan saleh, tapi saat
- mendapat kedudukan jabatan, sifat rakus
- itu muncul.
- Korupsi seperti menjadi hal yang biasa.
- Mohon nasihatnya, Ustaz.
- Apa yang disampaikan oleh Pak Jailani?
- Ya,
- Pak Jailani.
- Pak Jailani,
- apa yang Anda utarakan ini merupakan
- realita yang kita jumpai di
- tengah-tengah arena kehidupan.
- Orang yang tadinya baik, saleh,
- sebelum menerima jabatan, setelah
- menerima jabatan, berubah menjadi orang
- yang culas,
- yang dikuasai oleh nafsu angkara murka.
- menghalalkan segala cara untuk
- mengukuhkan
- kedudukannya.
- Bahkan yang tadinya miskin belum punya
- kesempatan setelah kaya mulai thagoha wa
- tajabbara
- tamaskana falamma tamakana tafar'ana
- tadinya melas. Begitu dia mulai berkuasa
- langsung berubah menjadi Firaun, berubah
- menjadi Qarun. Lupa
- akan keadaannya dulu. Bekerja sama
- masing-masing dengan tulus. Tapi begitu
- melihat keuntungan begitu banyak dan
- besar, yang satu ingin berbuat curang
- kepada saudaranya.
- Ini merupakan realita yang kita saksikan
- di mana-mana.
- Hm.
- Lalu bagaimana kita dapat mengelak
- dari semua ini? Jalan satu-satunya
- kita selalu ingat Allah, ingat hari
- akhirat.
- Kita merasakan betul-betul Allah
- melihat,
- mendengar apa yang kita ucapkan, yang
- kita perbuat walaupun dalam kesendirian
- jauh dari mata manusia.
- Oleh karena itu dalam pokok-pokok ajaran
- kita yang diajarkan
- oleh Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasallam di samping
- alislam yang artinya penyerahan kepada
- Allah. Kemudian iman ya kepada apa?
- Rukun-rukun yang akan menjadi pilar
- kehidupan kita. Yang ketiga, ihsan.
- Nah, ihsan ini yang seringki kita
- abaikan.
- Ihsan dalam bahasa Arab diambil dari
- kata hasan baik. Ahsana yuhsinu yang
- berbuat baik. Karena apabila orang
- meresapi
- dan betul-betul apa? menyatu dengan
- ihsan seluruh perbuatannya akan baik
- itu an ta'budallah kaannaka tarah fainam
- takun tarah fainnahu yar. Engkau
- menyembah Allah seolah-olah engkau
- melihat Allah. Ini merupakan makam
- tertinggi
- hingga dia melihat Allah bersama segala
- sesuatu.
- Hingga pada saat dia bicara, pada saat
- dia bekerja, berpikir, berencana, dia
- selalu merasakan Allah bersamanya.
- Nah, orang yang selalu merasakan Allah
- bersamanya dan melihat Allah dengan
- kalbunya mungkin enggak menyeleweng.
- Enggak mungkin.
- Fainam takun taruh. Kalau kamu belum
- bisa, belum merasakan melihat Allah ya
- bersama seluruh gerak-gerik kamu,
- finnahu yarab, paling tidak kamu merasa
- kamu dilihat oleh Allah.
- Jadi kalau seandainya kita betul-betul
- ya
- meresapi makna ihsan yang diajarkan
- Rasul ini dengan sendirinya ihsan ini
- akan mendorong kita menjadi motif yang
- kuat untuk berlomba-lomba dalam
- kebaikan. tidak akan sayang kita
- mempersembahkan harta yang kita cintai.
- Jangan kita berpikir, jangankan kita
- berpikir apa? Untuk mengambil hak orang
- lain, bahkan yang ada pada kita, kita
- enggak sayang persembahkan
- sampai orang tidak sayang
- mempersembahkan jiwanya.
- Heeh.
- Untuk apa? Meraih kemuliaan di sisi
- Allah Subhanahu wa taala. Tapi sayangnya
- kita ini apa? Cinta kepada dunia dan
- ingin beristirahat. Padahal perjalanan
- hidup kita di dunia merupakan
- perjalanan.
- Artinya seluruh kehidupan kita di dunia
- merupakan perjalanan. Jadi kalau kita
- mau istirahat belum waktunya
- kira-kira sia-sia gak?
- Sia-sia.
- Jadi kita beristirahat di dunia dari
- pekerjaan untuk membuat kita bersemangat
- kembali bekerja. Dunia bukan tempat kita
- beristirahat.
- Iya. Kalau kita beristirahat di dunia
- mencari kesenangan, kita membangun
- kemegahan di atas jembatan yang
- merupakan tempat yang kita lintasi, kita
- merupakan orang yang paling bodoh. Oleh
- karena itu, hendaklah kita menumbuhkan
- ihsan. Selalu mengawasi Allah atau
- paling tidak kita diawasi oleh Allah.
- Kalau kita sedang duduk-duduk berbicara,
- tidak menyadari bahwa kita dilihat oleh
- Allah, diperhatikan oleh Allah, bahkan
- dicatat amal kita, kita akan berbicara
- sembarangan. H
- menyakiti orang, menyinggung orang,
- menjatuhkan martabat orang. Betul
- enggak? Tapi kalau kita menyadari kita
- melihat Allah atau paling tidak kita
- merasa dilihat oleh Allah, ini yang akan
- menjaga kita. Saya teringat, Kang Rizal,
- satu
- e seorang jenderal
- ditanya, "Kira-kira siapa yang pantas
- untuk menjadi kepala staf?" Saya enggak
- sebutkan kepala staf darat atau udara.
- Hm.
- Akhirnya apa? Dia mengatakan, "Murut
- saya si fulan, saya lihat dia
- betul-betul baik,
- santun, jujur,
- dan bertawadu.
- Subhanallah pendapatnya, nasihatnya
- diterima, diangkat menjadi kepala staf.
- Begitu dia duduk, baru duduk
- kemudian dia menyampaikan sambutannya,
- kelihatan kesombongan, keangkuhan."
- Masyaallah.
- Berubah
- dari sebelumnya yang begitu. Apa
- yang begitu? sederhana, santun, dan
- tawadu mulai muncul kesombongan.
- Akhirnya selesai pertemuan
- yang memberikan masukan tadi datang.
- Saya kecewa
- saya yang memberikan masukan kepada
- panglima agar menunjuk engkau menjadi
- staf kepala
- kepala staf.
- Karena saya lihat kamu tawabuk,
- sederhana,
- tidak melihat keangkuhan. Tapi begitu
- kamu naik di podium, sikap kamu berubah.
- Saya benar-benar kecewa.
- Sama-sama jenderal ini yang bicara.
- Jadi kita jumpai banyak ulama juga
- begitu. Sebelum populer ya dia merendah
- merakyat. Begitu dia mulai populer
- mulai sikap akuhnya [berdehem] muncul.
- Mulai pasang tarif.
- Hm.
- Mulai apa? Jaga jarak dari masyarakat.
- Kita hanya bisa mengatakan la haula wala
- quwwata illa billah. Inilah orang yang
- tidak beriman kepada Allah dan hari
- akhirat. Wallahuam. Baik, Ustaz.
- Selanjutnya ee ini ada tanggapan yang
- barusan disampaikan. Zaman sekarang
- orang banyak yang individualis katanya
- jarang yang mengutamakan orang lain.
- Dulu Nabi dan para sahabat mengutamakan
- sahabat yang lain katanya Ustaz
- tanggapan dari hamba Allah gimana Ustaz?
- Itu memang betul. Orang kalau tidak
- beriman kepada hari akhirat ya,
- tidak sama sekali bersiap-siap untuk ke
- sana, pasti dia akan egois.
- Hm.
- Egois mementingkan dirinya, keluarganya,
- kepentingannya. Walaupun darah mengalir
- dan bangkai berjatuhan,
- tapi begitu dia menjadikan dunianya
- untuk bekal akhiratnya, maka dia akan
- berlomba-lomba untuk melakukan segala
- kebaikan. mengutamakan orang lain bukan
- merupakan karena
- h
- tapi apa mengutamakan dengan tulus
- mengharapkan yang di sisi Allah
- subhanahu wa taala seperti yang
- dilakukan sahabat-sahabat Nabi. Bukan
- hanya sehari dua hari kaum Anshar selama
- bertahun-tahun menampung kaum Muhajirin
- yang belum memiliki apa-apa. Wiruna ala
- anfusihim walauana bihim khas. Oleh
- karena itu, perkuatlah keimanan kita
- kepada hari akhir dan banyak
- merenungkan. Tapi sebagian orang ketika
- kita bicara soal akhirat, dia bilang
- apa? Ustaz, jangan bicara akhirat aja
- dong, Ustaz. Kita bicara apa yang kita
- harus lakukan ke depan nih supaya kita
- bisa maju, bisa mapan, bisa sejahtera.
- Dia marah kalau diingatkan hari akhir.
- Seperti seorang perempuan yang
- berpakaian tidak senonoh, berangkat ya
- menghadiri resepsi.
- diingatkan, "Ittaqillah ya fulana,
- bagaimana kalau seandainya malakul maut
- datang menjemput kamu, kamu dalam
- keadaan seperti marah besar
- marah karena apa? Diingatkan pada
- sesuatu yang menakutkan sedangkan dia
- mau bersenang-senang, bernikmat-nikmat."
- Paham gak?
- Iya. Iya.
- Dibilang kalau bicara begini di masjid
- bukan kita lagi mau jalan ke resepsi.
- Jadi banyak orang kalau diingatkan
- tentang akhirat menolak karena apa?
- Semangat dunianya menurun.
- Padahal tidak. Dia bisa bekerja di dunia
- tapi untuk bekal akhiratnya. Jangan
- agama bahkan digunakan untuk dunianya.
- He.
- Wallahuam.
- Baik. Selanjutnya di 0878125006
- sekian-sekian.
- Saya selalu izin bertanya Ustaz. Saya
- selalu mendengar kajian-kajian doa lewat
- jalur langit katanya. Konsepnya seperti
- apa ya, Ustaz? Dan akhir-akhir ini saya
- selalu ketika selesai salat dari
- sepertiga malam sesudah saya zikir dan
- memohon semuanya kepada Allah sekarang
- ini saya sengaja suka memanjatkan doa
- sambil menghadap ke langit meminta
- segalanya cerita semuanya kepada Allah.
- Apakah ini keluar dari keimanan kita?
- Karena kita tiap berdoa menghadap ke
- langit. Demikian Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allah Subhanahu wa taala pada awal
- suratul hadid berfirman, "Hual awalu wal
- akhir."
- Dialah yang awal, tidak ada sesuatu
- sebelumnya.
- Wal akhir. Dan dia pula yang akhir dan
- menutup. Tidak ada sesuatu setelah
- Allah. Termasuk waktu
- dan ruang.
- H. Oleh karena itu, ruang membatasi
- kita, tapi tidak membatasi Allah. Begitu
- juga. Begitu juga apa? Begitu juga
- waktu.
- Oleh karena itu, pada saat kita
- menghadap ke langit, jangan kita
- beranggapan Allah berdiam di langit.
- Hm.
- Tapi kita menghadap ke langit menuju
- ketinggian dan keagungan.
- Menyadari kita yang lemah, yang rendah,
- yang papa dan miskin. Mengangkat tangel
- sambil menada, mencucurkan air mata.
- Kita bermunajat pada Allah. Yang lebih
- penting lagi kita menyadari kedekatan
- Allah yang begitu dekat dengan kita.
- Tidak pernah dia meninggalkan kita,
- tidak pernah dia jemu mengawasi kita.
- Bahkan tangannya terurur setiap saat.
- Cuma sayang kita melupakannya.
- Sedangkan Allah tidak pernah melupakan
- kita. Nah, jadi pada saat kita berdoa,
- mengangkat tangan kita sambil menada ke
- atas, mohon kepada Allah sebagai hamba
- yang lemah, yang miskin, yang papa, yang
- butuh kepada Tuhan yang Maha Kaya, yang
- Maha Agung. Munajat merupakan hal yang
- indah. Anda bisa bermunajat dalam bahasa
- Indonesia
- atau bahasa Jawa yang mudah bagi Anda
- atau bahasa Sunda silakan, tidak ada
- batas. Dan Allah memahami kita dalam
- bahasa apapun,
- tapi dengan ketawaduan, kerendahan dan
- jangan Anda mempersekutukan Allah dalam
- doa. And lepaskan hati Anda dari selain
- Allah. Percayakan hidup Anda kepada
- Allah. Allah akan langsung turun tangan
- mengelurkan bantuannya kepada Anda.
- Baik, Ustaz. Selanjutnya ini dari Pak
- Mujito.
- Begitu jelas ee dalam Al-Qur'an tentang
- dunia dan seisinya dengan lengkap yang
- bisa kita lihat, kita baca hingga hari
- ini. Apakah kitab-kitab terdahulu juga
- menerangkan hal yang sama, Ustaz? Atau
- berfokus apa? Eh atau berfokus kepada
- apa kitab-kitab terdahulu tersebut, ya
- Ustaz? Dan apakah kitab lembaran Nabi
- terdahulu yang masih ada hingga kini,
- Ustaz? Terima kasih. Semoga ustaz selalu
- sehat katanya Pak Mujizi.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [berdehem] Selagi
- kitab yang Allah turunkan
- yang terjaga belum dinodai oleh
- tangan-tangan manusia dengan kepalsuan
- dan kebohongan, kandungan isi dan
- pokoknya sama. Sebagaimana firman Allah,
- syaro alakum minaddin ma was bihi nuha.
- Allah mensyariatkan bagi kalian dari
- agamanya sesuai dengan apa yang Allah
- wasiatkan kepada Nuh.
- Nabi Nuh merupakan kakek kedua umat
- manusia setelah Adam. Walladzi aaina
- ilaik. Begitu juga yang kami wahyukan
- kepadamu.
- W was bihi Ibrahima wa Musa wa Isa. Dan
- apa yang telah kami wasiatkan kepada
- kamu kepada apa? Eh apa yang kami
- wasiatkan kepada Ibrahim? Kepada Musa
- dan Isa. Apa pesan Allah? An aqimuddin
- wfar.
- Tegakkan agama Allah dan jangan kalian
- bercerai-berai dalamnya. Jadi dua hal
- yang ditekankan Allah.
- Bersatu dalam agama menghadapkan wajah
- kita ke hadapan Allah. Menegakkan
- agamanya. Kedua, bersatu dalamnya. Bukan
- dalam mazhab, dalam sekta, tapi bersatu
- dalam agama
- Allah. Ini merupakan
- apa yang Allah turunkan pada setiap
- nabi. Adapun hukum-hukum dan aturan ya
- Allah sesuaikan aturan hukum dengan
- kondisi dan keadaan zamannya. Apa yang
- ada sekarang tidak ada pada masa lampau.
- Betul gak?
- Tapi
- semuanya berinduk kepada Allah, kepada
- kebijaksanaannya.
- Oleh karena itu, kitab-kitab terdahulu
- seperti kitab ee suhufnya Ibrahim
- disesuaikan lembaran-lembarannya dengan
- kondisi dan tantangan zaman pada saat
- itu. He.
- Begitu juga kitab Taurat
- kemudian dilanjutkan dengan Zabur yang
- berisikan pujian-pujian
- kepada
- Allah.
- Dan kitab Zabur yang berisikan pujian
- kepada Allah ini tidak berdiri sendiri
- tapi tetap mengacu kepada kitab Taurah
- aturan dan hukum-hukumnya.
- Kitab Injil pun demikian.
- Kitab Injil ini ya juga tidak berdiri
- sendiri, tapi juga merujuk kembali
- kepada kitab Taurat. Oleh karena itu,
- Isa mengatakan, "Wa musaddiqan lima
- baina yadaiya minat taurah." Aku
- diperintahkan untuk kembali apa?
- Menegaskan,
- mengulangi kebenaran apa yang terdapat
- dalam kitab Taurat. Jadi umat Nasrani di
- samping berpegang kepada kitab Taurah,
- perjanjian lamanya
- h
- juga kepada perjanjian baru yang Allah
- turunkan. Nah, Al-Qur'an mencakup
- semuanya.
- Kalau orang yang mengetahui apa yang ada
- pada suhuf Ibrahim, apa yang ada pada
- kitab Taurah, Zabur, maupun Injil, baca
- Al-Qur'an. Al-Qur'an mencakup semuanya.
- Hikmah-hikmah yang terkun dalamnya. Ini
- bukan karena kefanatikan. Tapi kitab ini
- bukan kitab-kitab. Bukan kitab bangsa
- Arab, kitabnya Allah.
- He.
- Begitu juga Islam bukan agamanya orang
- Arab. Karena orang Arab juga banyak yang
- menentang Rasul bahkan yang kafir. Bukan
- juga apa bukan agamanya orang Arab dan
- monopoli mereka. Ini agama Allah yang
- Allah turunkan. Cuma Allah pilih nabinya
- dari bangsa Arab diturunkan di negara
- Arab lalu menyebar di permukaan bumi.
- Itu pilihan Allah bukan pilihan bangsa
- Arab. Bangsa Arab dimuliakan oleh
- Al-Qur'an dan Rasul-Nya. Kalau mereka
- tidak beriman, ya mereka berarti apa?
- Menyia-nyiakan kemuliaan yang Allah
- berikan. Kalau bangsa Indonesia beriman
- kepada Allah, kepada kitabnya, mereka
- memuliakan diri mereka dengan iman. Jadi
- jangan pernah mengatakan bahwa Islam di
- Indonesia bukan agama pribumi.
- Hm.
- Memang bukan agama pribumi, bukan agama
- yang berasal dari bumi, tapi agama yang
- datang dari pencipta kita semuanya.
- Demikianlah sudah pukul
- 7.
- Insyaallah kita berjumpa kembali pada
- hari Kamis. Jadi setiap Senin Kamis kita
- live
- ya membawakan tafsir Al-Qur'an. Jadi
- kelanjutan suratul Jiyah insyaallah
- pada hari Senin biillah. Semoga Allah
- berikan keberkahan pada usia kita,
- kesehatan, keafiatan, Allah panjangkan
- umurnya agar kita tetap dapat berjuang
- di jalannya jauh dari kerakusan dari
- kecintaan pada dunia. Tapi kita
- mengutamakan apa yang di sisi Allah dan
- janjinya. Subhanakallahumma wabihamdik
- ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka
- wa atubu ilaika walu minkum.
- Wassalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikianlah ikhwan akhwat
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- bersama guru kita Ustaz Husein Alatas.
- Alhamdulillah di kesempatan ini live dan
- ikhwanat terima kasih atas
- kebersamaannya juga ee pesan-pesan
- singkat yang disampaikan, pertanyaan dan
- juga tanggapannya. Mohon maaf jika ada
- yang belum ee sempat kita bacakan.
- Insyaallah di lain kesempatan ya. Ada
- Ibu Aminah, kemudian Ibu Ani. Terima
- kasih juga tanggapannya dan beberapa
- nomor lain yang tidak menyebutkan
- namanya. Insyaallah kita bertemu di hari
- Senin insyaallah Ustaz live ya dan Kamis
- lagi insyaallah.
- Dan akhirnya saya Rizal Alhaq bersama
- kru yang bertugas ada Kang Ondi Saputra
- dan juga Ustaz Algi Fakrji. Dan Kang
- Fahri undur diri. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.