Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wabihi
- nastain waa umurid dunya waddin wasatu
- wasalam ala asrofiliya wal mursalin waa
- alihi wasohbihi ajmain. Ashadu alla
- ilahaillallah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli
- wasallim wabarik ala nabiy muhammadin
- waa alihi wasohbihi ajmain. Qallahu
- taala fil quranil karim.
- Aubillahiminasyaitanirjim.
- Subhanaka ilana illa maamtana
- innaka antal alimul hakim waq aidun
- innallaha wa malaikatahu yusuna alan
- nabi. Ya ayyuhalladzina amanu shu alaihi
- wasallimu taslima. Sadaqallahulim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Masih
- dipancarkan dari jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Cibur Bekasi.
- Inilah Radio Silaturahim dan Rasil TV
- untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat
- yang dimuliakan Allah Subhanahu wa
- taala, bagaimana kabar Anda di hari
- Jumat sore ini? Semoga selalu dalam
- keadaan sehat walafiat. Senang sekali
- saya Fauzi Ridwanul Haq ditemani oleh
- Neza dan juga Yusuf Subangkit dapat
- kembali menemani ikhwan akhwat dalam
- program tausiah sore edisi 3 Zulhijah
- 1446
- Hijriah dan juga bertepatan dengan
- tanggal 30 Mei B
- 2025 bersama guru kita almukaram Ustaz
- Ahmad Shoh. Alhamdulillah beliau sudah
- hadir bersama kita di studio. Oleh
- karena itu kita sapa guru kita terlebih
- dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sehat, Ustaz?
- Alhamdulillah atas doa dari semuanya
- saya dalam keadaan sehat walafiat.
- Alhamdulillah.
- Alhamdulillahirabbil alamin. Baik ikhwan
- akhwat semoga kesehatan juga dirasakan
- oleh ikhwan akhwat di mana pun Anda
- berada. Semoga dalam keadaan sehat
- walafiat seperti Ustaz Ahwad Saleh yang
- dirasakan seperti ini saat ini. Baik
- ikhwan akhwat. Bagi Anda yang ingin
- berpartisipasi dalam kajian tausiah sore
- bersama Ustaz Ahmad Saleh dapat
- mengirimkan di nomor WhatsApp
- 08111999720.
- Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi
- langsung dengan Ustaz dapat menghubungi
- di 0218451512.
- Insyaallah ee Ustaz Ahmad Saleh sore ini
- akan
- melanjutkan
- dan tentang pembahasan hal-hal yang
- berkaitan dengan doa
- pada bagian kedua
- dalam kajian kitab syarah Riyadus Shihin
- karya Syekh Dib Albugha dan kawan-kawan.
- Insyaallah ee sore ini mulai dari hadis
- keempat ya, Ustaz?
- Hadis keempat. Nam.
- Baik, kita
- mulai. Mari kita dengar. dan simak ilmu
- yang akan disampaikan oleh Ustaz Ahmad
- Saleh tentang hal-hal yang berkaitan
- dengan doa bagian kedua. Tafadul Ustaz.
- Alhamdulillahi hamdan katsiran thyiban
- mubarokan fih kama yuhibuna wa yardo.
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluhu wa innahu la nabi
- ba'dah. Allahumma sholli wasallim
- wabarik ala nabiyina Muhammadin waa
- alihi wa ashabihi waman tabiahum
- biihsanin ila yaumilqiamah. Amma ba'.
- Ikhwan dan akhwat pendengar radio
- silaturahim serta pemirsa Rasil Visual
- di mana pun berada. Alhamdulillah segala
- puji bagi Allah. Kita panjatkan puji,
- kita panjatkan syukur kepada Allah yang
- telah memberikan anugerah kepada kita,
- yaitu anugerah yang tidak ternilai,
- anugerah Islam wal iman. Ini adalah dua
- nikmat yang tidak terkira dibanding
- nikmat-nikmat yang lainnya. Maka oleh
- sebab itu, sebuah keniscayaan bagi kita
- untuk senantiasa bersyukur kepada Allah
- Subhanahu wa taala.
- Ee pada kesempatan ini kita akan
- melanjutkan kajian bab 252 yaitu hal ee
- yang berkaitan dengan doa mulai dari
- hadis keempat. Tiib. Untuk tidak
- memperpanjang perkataan, mari kita
- langsung saja kepada kajian kita hadis
- keempat ya.
- An Abi Hurairat radhiallahu anhu anna
- Rasulullahi shallallahu alaihi wasallam
- q yustajabu liahadikum maam yajal yaqu
- qutubbi
- falam yastajibli
- muttafaqun alai doa seseorang itu akan
- dikabulkan
- selama ia tidak terburu-buru.
- Ia mengucapkan, "Aku telah berdoa kepada
- Tuhanku, tetapi Tuhan tidak
- memperkenankan doaku." Nah, jadi ini
- yang namanya istijal, terburu-buru dalam
- berdoa. Berdoa belum apa-apa dia sudah
- kata, "Wah, saya sudah sering berdoa.
- Enggak dikabul-kabul sampai sekarang."
- gitu. Padahal padahal masyaallah selama
- hidupnya dia selamat, selama hidupnya
- dia sehat, selama hidupnya anak-anaknya
- tumbuh dengan naungan dari Allah
- Subhanahu wa taala. Anak-anaknya cerdas,
- anak-anaknya pintar,
- suaminya sehat, dipromosikan di
- perusahaannya.
- Itu bisa jadi diakibatkan doa-doa kita
- yang diduga oleh kita tidak dijawab oleh
- Allah.
- Padahal itu bisa jadi kita memohon
- sesuatu Allah lebih mengetahui. Ah kalau
- ini dipenuhi yang dimintanya maka akan
- begini dan begitu. Maka dialihkan kepada
- yang lebih baik.
- Dikasihlah suaminya kesehatan,
- dikasihlah dirinya kesehatan, dikasihi
- anak-anaknya kesehatan,
- dikasihlah ibu mertua dan bapak
- mertuanya kesehatan, ibu dan ayah
- kandungnya senantiasa sehat. Nah, kadang
- kita tidak ingat itu gitu karena
- fokusnya kita minta a eh penginnya A
- gitu loh. Padahal sekali lagi
- pertimbangan Allah azza wa jalla itu
- adalah ee ahsan lebih baik dibanding
- dugaan kita. Kadang kita meminta sesuatu
- yang kita sendiri tidak tahu baik atau
- tidak baiknya.
- Minta aja pada Allah, "Ya Allah, berilah
- saya rezeki yang banyak."
- Dia enggak tahu kalau rezeki dikasih
- rezeki yang banyak itu berdampak
- sombong. Gak tahu dia. Tapi pokoknya
- saya minta rezeki yang banyak tapi
- kenapa tidak dikabulkan sampai sekarang?
- Padahal Allah ingin memberikan dulu
- pendidikan,
- memberikan dulu tarbiah,
- menyiapkan dulu kesiapan-kesiapan untuk
- itu dengan baik sangka kepada Allah agar
- terbiasa sabar.
- terbiasa lapang dada. Ah, masyaallah.
- Nanti kalau itu semua semuanya
- memungkinkan ah masya karena hidup ini
- sistemik,
- saling berhubungan.
- Kan sudah kita bahas kadang kesalahan ee
- keburukan kita jadi kebaikan orang lain
- atau keburukan orang lain jadi kebaikan
- kita. Itu bisa bisa seperti itu karena
- sistemik tadi. Nah, doa juga begitu.
- Kalau dikabulkan ini akan berdampak juga
- kepada yang lain, berdampak kepada
- suami, berdampak sama anak-anak. Begitu.
- Maka Allah yang lebih mengetahui
- kapan doa kita dikabul, kapan doa yang
- diminta itu dikabul, kapan Allah
- menggantinya doa itu dengan yang lebih
- baik. Tuh itu Allah yang mat tahu. Oke.
- Tayib. Kemudian hadis berikutnya hadis e
- wafi riwayatin li Muslim.
- Di dalam riwayat Imam Muslim
- yustajabu lilim
- qati
- rahimin maam yastajil
- ya rasulallah malijal
- q yaqu qutu
- waqutam
- arjibuahsir
- Ini yang harus diperhatikan. Masyaallah.
- diiwayat wafi riwayatin muslim dan di
- dalam riwayat Imam Muslim dinyatakan doa
- seorang itu akan dikabulkan selama ia
- tidak berdoa untuk berbuat dosa atau
- ee berdoa untuk memenutuskan silaturahim
- selama ia tidak terburu-buru.
- Beliau ditanya, "Ya Rasulullah, mal
- istijal?" Apa yang dimaksud dengan
- terburu-buru itu?
- Beliau bersabda, orang itu berkata, "Aku
- telah berdoa dan berdoa, tetapi aku
- tidak melihat doaku itu dikabulkan.
- Kalau sudah demikian, maka ia akan letih
- dan ia berhenti berdoa." L itu jadi ee
- buruk sangka kepada Allah itu bisa
- berdampak juga. Sekali lagi berdampak
- menjauh dari Allah, berhenti berdoa,
- "Ah, udahlah saya minta terus sama Allah
- enggak dikabul-kabul." Ah, padahal tadi
- di padahal dia masih bisa bernafas.
- Masyaallah. Itu juga bisa diakibatkan
- oleh doa-doa, dampak doa-doa gitu ya.
- Oke. Baik.
- [mendengus]
- ee mutiara-mutiara yang dapat kita gali
- dari hadis ini, hadis keempat ini di
- dalam bab ini atau hadis ke-1500 dalam
- kitab Riyadus Shihin.
- Yang pertama hendaknya seorang muslim
- berdoa kepada Tuhannya dan hendaknya doa
- itu untuk meminta kebaikan.
- Doanya itu pasti dikabulkan. Catat doa
- itu pasti dikabulkan selama ia tidak
- berdoa untuk meminta berbuat dosa dan
- selama ia tidak terburu-buru
- dikabulkan pasti gitu ya. Ah kalaupun
- enggak itu jadi tabungan gitu. Kalaupun
- tidak dikabulkan di dunia jadi tabungan
- kebaikan kita akan kaget. Insyaallah
- kita akan kaget nanti. Loh ini banyak
- kebaikan dari mana gitu. Kok saya
- perasaan enggak? Inilah doa yang apa
- yang ditunda gitu. Masyaallah. Betapa
- tercengangnya kita
- ketika kita perlu pertolongan Allah.
- Ketika kita dijauhi apa dihadapkan
- dengan permasalahan-permasalahan
- dunia ukhrawi. Karena nanti kan
- persoalannya ukhrawi. Tiba-tiba ada
- kebaikan-kebaikan yang memberi syafaat
- kepada kita, memberikan
- kebaikan-kebaikan kepada kita. Maka itu
- di antaranya adalah doa yang ditunda.
- Doa yang ditunda.
- Doa yang ditunda. Masyaallah. Hah? Dari
- siapa engkau? Gitu kan? Dari mana engkau
- datangnya? Nah, bisa di bisa dipahami
- bahwa kesabaran kenapa baik sangka
- kepada Allah itu harus senantiasa
- dirawat. Masyaallah indah sekali.
- Nabi Muhammad itu adalah perwujudan doa.
- Diutusnya Nabi Muhammad itu perwujudan
- doa. Perwujudan doa siapa? Doa Ibrahim
- Alaih Salam. Berapa ratus tahun itu baru
- dikabul tu? Tapi kenapa? Karena itu
- untuk kebaikan bersama.
- Ibrahim saja berdoa dikabulkan generasi
- ke berapa tuh? Itu padahal seorang nabi
- waliullah itu yang berdoanya.
- Nah, kita juga begitu.
- Bisa jadi kita mohon maaf ya, banyak
- berdoa tapi hidup menderita dalam tanda
- petik hidup menderita. Selama kita dalam
- ketaatan kepada Allah, maka generasi
- kita, generasi kita kesatu, kedua,
- ketiga atau seterusnya maka akan ada
- kemuliaan-kemuliaan
- sebagai wujud apa? Wujud doa kita.
- Masyaallah. Makanya selalu positive
- thinking,
- husnudon kepada Allah. Ketika kita ingin
- husnul khatimah, sebagian ulama mengakan
- begitu, maka senantiasalah husnudon,
- senantiasa husnudon, husnudon, husnudon,
- husnudon, husnul khatimah. Masyaallah.
- Tuh, karena husnudon, husnudon,
- husnudon, husnul khatimah akhirnya gitu
- ya. Oke. Baik. Masyaallah. La haula wala
- quwwata illa billah. Oke. Baik. Kemudian
- yang kedua,
- terburu-buru. Yang mencegah terkabulnya
- doa adalah yang mengakibatkan seseorang
- meninggalkan doa, gitu ya. Maka
- masyaallah ketika doa tidak dikabul
- pertama baik sangka kepada Allah. Yang
- kedua adakan muhasabah,
- evaluasi.
- Ya, maka evaluasi diri itu bagi kita
- adalah syariat.
- Sehingga Umar bin Khattab menyatakan,
- "Hasibu anfusakum qobla an tuhabu."
- Hisablah dirimu sebelum kalian dihisab
- oleh Allah. Hitung-hitunglah kebaikan
- dan keburukan kita sebelum kita dihitung
- oleh Allah.
- Wazinu qobla an tuwazanu.
- Timbang-timbanglah amal-amalmu itu
- menurut perkiraan kita sebelum amal kita
- ini ditimbang di sisi Allah Subhanahu wa
- taala. Nah, maka oleh sebab itu sebagian
- orang sebagian mengatakan bahwa itu
- hadis Nabi. Tapi ee kemudian paling
- tidak yang lebih kuat adalah asar asar
- Umar bin al-Khattab. Tayib. Ini yang
- kemudian menjadi pendorong kita. Jadi
- ketika doa belum dikabulkan kita
- melakukan evaluasi diri muhasabah.
- Bisa jadi kita tertundanya karena kita
- juga tapi ditundanya doa juga sebuah
- kebaikan. ditunda sebuah kebaikan.
- Ditunda juga sebuah kebaikan. Tuh
- adakanya.
- Nah, sekarang ada Allah merindukan
- doa-doa yang dipanjatkan hambanya. Ya
- Allah,
- hamba memohon kepadau ridamu. Hamba
- memohon kepadamu kad waadza. Nah, itu
- tuh dirindukan. Bisa dirindukan oleh
- Allah.
- Tentu kalimat dirindukan oleh Allah itu
- ya Allah tidak butuh siapapun dan apapun
- hakikatnya itu. Tapi maksudnya ilustrasi
- penggambaran bahwa kenapa tadi karena
- doamu itu bisa mengguncang arasy gitu
- loh maksudnya. doamu itu bisa
- menggetarkan penduduk langit gitu loh.
- Maka kemudian Allah merindukan itu
- gitu loh. Allah menyukai permohonanmu.
- Menunjukkan bahwa engkau sangat
- membutuhkan aku. Begitu kata Allah.
- Ketika aku mengatakan Allahus somad,
- Allah tempat bergantung segala sesuatu
- dan engkau membuktikan bahwa engkau
- hanya menggantungkan diri kepadaku
- kepada Allah.
- Nah, maka siapa yang tidak dirindukan
- kalau begitu? Gitulah. Maka oleh sebab
- itu panggilan-panggilan ya Rahman,
- [mendengus]
- ya Rahim,
- ya qudus,
- ya Salam
- itu sekali lagi sangat dirindukan
- karena kita menunjukkan kita seorang
- hamba. menunjukkan bahwa kita adalah
- orang yang sangat membutuhkan
- zat yang maha sempurna. Maka kalimat
- subhanallah,
- alhamdulillah,
- kenapa ini disukai oleh Allah? Siapa
- yang mengatakan subhanallah
- walhamdulillah, maka dia akan
- dibangunkan, ditanamkan pohon di dalam
- surga.
- Apa cikalbakal pohon di dalam surga itu?
- Subhanallah, walhamdulillah.
- Bahkan diriwayatkan juga bahwa pohon di
- dalam surga itu adalah lailahaillallah.
- Maka dapat dipahami bahwa
- lembaran-lembaran surga dedaunan surga
- itu bisa astagfirullahaladzim.
- Kalau bagi nabi kita, bapak-bapak kita
- Adam alaihi salam. Rbanaamna
- anfusana waillam tagfirlana watarhamna
- lanakunanna minal khasirin. Itu dapat
- dipahami itu adalah waraqol jannah,
- lembaran-lembaran surga. Karena pohon
- surga, dedaunan surga itu terdiri dari
- lailahaillallah,
- subhanallah, alhamdulillah
- tuh masyaallah la haula wala quwwata
- illa at thaayib. Mari kita lanjutkan
- kepada ee apa namanya? Hadis ke
- berikutnya yaitu hadis kelima ya. Heeh.
- an Abi Umamah radhiallahu anhu qala
- qilaulillahi
- shallallahu alaihi wasallama
- ayudai
- asma
- q jaful lailil akhir wtil
- maktubat
- rawahu atirmidziu waqala haditun hasanun
- Ditanya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Rasulullah pernah ditanya
- doa yang bagaimana yang lebih didengar
- itu? Ayyudai
- asma. Doa mana yang paling didengar?
- Qal. Nabi menjawabili
- yaitu doa di tengah malam alakhir yang
- akhir
- shawatil maktubat
- dan di jadi ini terjemahnya kalau di
- sini terjemahnya adalah doa sesudah
- salat. Nah, ada perbedaan pendapat
- antara duburo asalawatil
- maktubat dengan ba'da shah.
- Kalau bakda salat berarti setelah salat
- baru berdoa. Kalau dubur shawatil
- maktubat itu adalah dijung-hujung salat.
- Jadi sebelum salam ah doa tuh banyak di
- situ.
- Oh, masih
- dubur itu dubur itu mohon maaf ya. yang
- nempel di ee itu dubur namanya. Nah,
- arti masih salat. Maka ya tidak harus
- diselisihkan juga di bawa kemudi enggak
- yang utama mah ini sebelum apa sebelum
- salam perbanyak doa. Iya bisa dipahami.
- Tapi yang pasca yang bakda salat juga
- bisa dipahami gitu loh. Bahkan berdoa
- terus-menerus ya sebelum salat berdoa ya
- setelah salat juga berdoa. Laisa hunaaka
- musykilah.
- Karena boleh dipahami bahwa kita
- diciptakan untuk berdoa,
- kita diciptakan untuk ibadah, kan
- begitu. W khalaqtul jinna wal insa illa
- liyaud. Salah satu ibadah adalah berdoa.
- Boleh dibilang 1* 24 jam itu kita
- diciptakan untuk salat gitu
- pemahamannya. Jadi maksudnya kapanp
- salat selama ada yang dilarang. Orang
- yang dilarang aja boleh kok. Misalnya
- begini.
- salat bakda asar boleh tidak?
- Tidak boleh.
- Gak boleh. Tapi Nabi pernah
- mencontohkan, pernah salat bad asar.
- Ketika ditanya, "Ya Rasulullah, salat
- apa engkau?" "Aku ini salat bakda
- zuhur."
- Salat bada zuhur?
- Bada zuhur yang diqada. Loh, kan begini
- kok badda zuhur yang diqada, ya? Oh,
- berarti larangannya bukan larangan
- mutlak tuh badda asar.
- Sebagaimana bakda subuh enggak boleh itu
- salat
- dipahami. Oh, maksudnya kenapa waktu itu
- dilarang? Karena khawatir menyerupai
- agama sinto,
- penyembah matahari gitu loh. Maka waktu
- terbit, waktu tergelincir, waktu syuruk
- e syuruk dan apa gurub itu gak boleh.
- Eh, kenapa khawatir tadi menyerupai para
- penyembah matahari?
- Buktinya larangan itu ternyata tidak
- mutlak. Buktinya Rasul saja melaksanakan
- salat sunah b'da zuhri dilakukan setelah
- salat asar
- gitu loh ya. Sebagaimana juga ee apa
- namanya? Nabi pernah kesiangan dan salat
- subuhnya mataharinya sudah terbit. He
- gitu. Ee gitu ya. Oke. Menarik sekali
- kalau sudah kajian fikih itu. Oke. Baik.
- Baik ya. Ah. Jadi
- dubu rasul. Jadi ada dua waktu ah di
- tengah malam akhir maksudnya ya di 2/3
- malam itu adalah waktu-waktu yang
- mustajab.
- Waktu-waktu yang mustajab.
- Zikir juga adalah zikir yang didengar.
- Selawat juga pada saat itu selawat yang
- didengar.
- Selawat itu maksudnya bisa bermakna
- selawat itu bisa maknanya salat-salat
- gitu ya. Jadi ada salat yang tidak perlu
- wudu yaitu salat atas Nabi ya maksudnya
- selawat.
- Selawat atas Nabi tidak harus wudu. Tapi
- sama perintahnya sama. Shu.
- Perintahnya sama.
- Nah sama. shu salatlah dan berselawatlah
- sama gitu. Maka ada salat yang tidak
- perlu wudu, tidak perlu bersuci, yaitu
- salat atas Nabi. Maksudnya selawat atas
- Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tiibl.
- Ee mutiara yang dapat kita gali dari
- hadis kelima itu adalah penjelasan
- tentang waktu mustajab. Jadi dua waktu
- mustajab yaitu pertama tengah malam
- akhir ya dan
- apa namanya? Duburus salat. Duburus
- salat itu bisa penghujung salat bisa
- b'da salat. Karena memang ee beberapa
- riwayat banyak ada yang menyatakan
- duburus salat, ada bakda salat. Oke.
- Baik ya. Ee dan seorang muslim sangat
- dianjurkan untuk memperbanyak doa pada
- waktu tersebut. Jadi ada orang yang
- dianjurkan banyak berdoa, tapi ada orang
- cukup doa sekali aja, [tertawa]
- satu kali 24 jam sekali aja. Ketika
- ditanya, "Kenapa kamu enggak berdoa?"
- Eh, aku ini yakin berdoa pada Allah
- sekali.
- Dan Allah bukan maha pelupa,
- Allah maha mendengar. Jadi, saya minta
- sekali Allah ingat terus gitu loh. Ayo,
- sudah, sudah. Nah, di jadi di masyarakat
- akan ditemukan juga orang semacam itu.
- He sebenarnya banyak ya
- banyak banyak juga lah saya tapi
- dianjurkan banyak berdoa. Banyak juga
- yang banyak berdoa menunjukkan bahwa dia
- sangat butuh kepada Allah azza wa jalla
- tapi ada di sisi lain dia mengatakan
- Allah maha mendengar.
- Allah itu maha mendengar dan Allah tidak
- pelupa.
- Ketika saya minta sekali, Allah selalu
- ingat itu doa saya. Begitu loh. Maka
- oleh sebab itu, itulah e variasi
- kehidupan keberagamaan.
- Makanya kenapa kita harus baik sangat
- kepada Allah? Selama ada cantolannya, ya
- sudah serahkan. Oh, nah ini kan Allah
- yang memutuskan. Misalnya, ya dia cukup
- sedoa sekali, aku sudah ingat, sudah
- bisa begitu. Tapi juga ah dia ini
- mempermainkan syariat,
- disuruh banyak berdoa malah dia cuma
- sekali saja bisa begitu juga.
- Nah, maka oleh sebab itu hendaknya
- dengan keyakinan serahkan segala
- sesuatunya kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Maka ada persoalan-persoalan
- agama itu yang tentatif dan relatif.
- Yang pasti yaitu akidah,
- keimanan, itu pasti.
- Selain itu, gitu, selain itu maka
- semuanya berdasarkan zonnya
- masing-masing.
- H
- dan Allah sesuai dengan zon hambanya.
- Tuh, don itu keyakinan, pemahaman gitu
- loh. Nah, maka kalau disebut dia mah
- jarang berdoa ya urusan dia lah. Wong
- dia kan sudah salat,
- di salat juga ada doa.
- Nah, hanya kalau kita habis salat tetap
- berdoa lagi.
- Kenapa? Karena ingin kita dicatat
- sebagai orang-orang yang butuh kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Kita ingin
- dicatat sebagai orang-orang yang
- senantiasa
- memerlukan pertolongannya. Maka saya
- buktikan, "Ya Allah, aku mohon kepada
- Engkau tiap waktu."
- Kenapa saya mohon kepada engkau tiap
- waktu? Karena aku sangat memerlukan
- engkau. Tidak mungkin aku ditinggalkan
- oleh Engkau barang sedetik pun. Gitu
- makanya. Oh, ya. Ya, ya. bisa dipahami.
- Nah, maka oleh sebab itu hendaknya kalau
- makam kita adalah makam yang dianjurkan
- banyak berdoa gitu ya. Oke. Baik,
- kita lanjutkan kepada hadis keenam.
- Eh an Ubadah ibni Somit Ubad ibn Somit
- radhiallahu anhu anna Rasulullahi
- sallallahu alaihi wasallam
- ard muslimun yalulah taala bidwatin
- illaahullahu
- iyahahu
- minha
- maamin
- faqulun minalum idan nuksiru
- riwayid
- minalliha.
- Nah, ini yang saya kenapa saya jelaskan
- tadi? Dia berdoa kemudian oh saya doa
- sudah banyak berdoa tapi tidak
- dikabulkan padahal sakit dia apa dikasih
- kesehatan dibebaskan dari bala
- itu adalah salah satu bisa jadi persekot
- DP dari doa yang dia panjatkan
- DP
- iya DP gitulah sebagaimana tadi dalam
- riwayat ee ee Ubadah Ibnu Somit ini.
- Nah, tiada seorang muslim pun di
- permukaan bumi yang berdoa kepada Allah
- Taala dengan sesuatu doa melainkan Allah
- akan mengabulkannya atau Allah akan
- menghindarkan bahaya darinya.
- Jadi bisa jadi kita hidup mau celaka doa
- kita juga itu
- anak kita mau menghadapi
- persoalan-persoalan yang diselamatkan
- karena doa kita juga. Masyaallah gitu
- ya. Ah, selama ia tidak berdoa untuk
- sesuatu perbuatan dosa atau memutuskan
- silaturahmi, silaturahim. Kemudian
- seseorang di antara kaum itu berkata,
- "Kalau begitu kami akan banyak berdoa."
- Beliau bersabda, "Allahu aksar." Allah
- lebih banyak lagi karunianya.
- Minta apa saja, Allah tidak akan
- kekurangan gitu. Allahu aksar.
- Allahu akbar.
- Tuh. Jadi, makanya kalau kita banyak
- berdoa, masyaallah apalagi dengan
- keyakinan bahwa Allah itu anugerahnya
- banyak, tidak akan pernah habis lah.
- Kalaupun Allah ngabulkan doa kita juga
- perbendaharaannya tidak akan berkurang.
- In doa kita dikabul semuanya oleh Allah
- pada saatnya perbendaharaan di sisi
- Allah tidak akan berkurang.
- Kenapa?
- Kenapa tidak berkurang? Padahal faktanya
- Allah memberi rezeki kepada hambanya.
- Harusnya berkurang.
- Harusnya kan berkurang. Begini
- maksudnya.
- Kita pergi ke pinggir laut.
- He.
- Kemudian dicelupkanlah jarum ke laut.
- Tek angkat. Air yang nempel itu
- dibanding air di lautan seperti itu
- berkurangnya gitu loh kalau mau
- dipahami. Jadi dianggap saja tidak
- berkurang.
- Berapa air yang nempel di jarum? enggak
- akan ada. Maka
- jangankan sepese apa sepersen sepermil
- saja tidak ada. Maka oleh sebab itu
- tidak akan berkurang.
- Ibadah hamba juga tidak akan bertambah
- karena kekuasaan Allah seluas itu
- dibandingkan dengan ketaatan hamba yang
- terbatas. Tidak akan berkurang
- kemahaagungan Allah dan tidak akan
- berkurang kekuasaan Allah Subhanahu wa
- taala.
- Masyaallah.
- Masyaallah.
- Nah, maka oleh sebab itu
- hendaknya kita senantiasa memohon kepada
- Allah dengan baik sangka, dengan penuh
- harapan.
- Paling tidak ketika kita berdoa terus
- kita dianggap orang yang istiqamah.
- Amin.
- Kalau kita dianggap istiqamah,
- insyaallah husnul khatimah.
- Amin.
- Padahal itu yang kita minta kan.
- Allahumma inni asaluka husnal khatimah.
- Amin.
- Allahumma inni asaluka husnalh.
- Amin.
- Allahumma inni asaluka husnalah.
- Sementara kita ketika minta husnul
- khatimah oleh Allah dikasih jalan untuk
- husnul khatimah tidak ditempuh.
- Maka oleh sebab itu berbaik sangkalah
- kepada Allah dalam segala hal termasuk
- dalam doa.
- Husnul apa? Husnudon. Husnudon. Husnudon
- maka husnul khatimah akhirnya gitu ya.
- Oke. Baik.
- Nah, ini ee apa namanya? Ee hadis
- keenam.
- Doa itu tidak disia-siakan Allah. Jadi,
- Allah tidak akan menyia-nyiakan doa
- kita.
- Apakah juga ketika kita ahli maksiat?
- Qala naam. Ketika kita pun ahli maksiat,
- ketika kita berdoa memohon ampun kepada
- Allah, memohon anugerahnya, pasti
- dikabulkan oleh Allah azza wa jalla. Ah,
- mana dalilnya orang bermaksiat berdoa
- kepada Allah dikabul. Naam. Uqaddimu
- lakum al hujjah. Saya sampaikan
- alasannya.
- Iblis, iblis itu setelah menentang Allah
- diusir dari surga gitu kan berdoa kepada
- mohon pada ya Allah berilah aku tangguh.
- Kan begitu sampai hari kiamat aku akan
- sesatkan keturunan Adam. Apa kata Allah?
- Ya, kamu termasuk yang dibekasi tangguh.
- Padahal iblis tuh. Nah, loh kalau iblis
- saja berdoa kepada Allah didengar atuh
- kita mah insyaallah lah di enggak enggak
- juga sekali lagi di enggak enggak punya
- kebaikan
- di enggak enggak juga kita mah
- masyaallah masih punya harapan gitu loh.
- Allah saja di Allah menggambarkan
- gambaran iblis itu memohon pada Allah
- kabulkan.
- Maka kenapa kita tidak berbaik sangka
- kepada Allah?
- Katakanlah kita orang yang memohon
- kepada sekelas iblis.
- Kalau iblis saja dikabulkan, maka kita
- punya harapan untuk dikabulkan.
- Gitu ya. Maka masyaallah. Baik. Ee apa
- namanya? Jadi sekali lagi ya, bahwa doa
- itu tidak disia-siakan Allah. Bisa jadi
- doa itu dikabulkan sesuai harapan
- terpenuhi atau dengan doa itu Allah
- menghindarkan empunya dari musibah. Tuh
- ya. Jadi kita dibebaskan dari berbagai
- musibah itu akibat doa di antaranya atau
- Allah menyimpan manfaatnya untuk di
- akhirat. Kemudian sesungguhnya kebaikan
- Allah itu lebih banyak daripada yang
- diminta manusia. Makanya wong tidak
- minta aja dikasih karunia kok oleh
- Allah.
- Kita enggak minta sama Allah. Mohon
- maaf, mohon maaf ya. Sekali lagi. Di
- antara kita itu ada yang pernah tidak
- ada orang yang tidak pernah minta istri
- yang salihat.
- Ada tuh pokoknya ngelamar ngelamar ya
- pacaran ngelamar. Eh istrinya salihat
- ternyata tuh. Padahal dia tidak minta
- istri salihat.
- Dia
- cari apa namanya? Cari kerja. Dia fokus
- kepada pekerjaan. Dia lupa tidak pernah
- minta rezeki yang halal pada Allah, tapi
- Allah kasih
- kasih yang halal.
- Nah, oke. Oke. Kalau itu tidak sejak
- kita bayi atau dalam kandungan kita
- dikasih apa? Dikasih nyawa oleh Allah
- Subhanahu wa taala sampai usia kita
- belum baleg. Kita kan gak pernah minta.
- Tapi oleh Allah dikasih oksigen,
- dikasih harta kekayaan lewat ibu bapak
- kita
- atau bayi saat bayi saat masih jadi
- zigot apa kita minta sama Allah, "Ya
- Allah berilah saya." Enggak. Allah kasih
- rezekinya lewat ibu kita. Tuh, itu
- adalah satu bukti sesungguhnya bahwa
- kebaikan Allah itu jangankan diminta,
- enggak diminta juga dikasih. Bahkan ada
- orang yang enggak mau. Ya Allah,
- cukuplah aku segini saja. Jangan kau
- tambah lagi karuniaku. Ada yang begitu.
- Kenapa ada? Kenapa? [tertawa] Ah, aku
- gak bisa mensyukurinya.
- Jangankan mensyukuri apa yang akan kau
- berikan lagi kepadaku. Apa yang telah
- engkau berikan kepadaku sebanyak ini,
- aku belum bisa mensyukurinya, ya Allah.
- Tuh, ada juga yang begitu. Makanya dia
- lebih baik hidupnya sengsara. Ada yang
- ingin sengsara ternyata asal dicintai
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Dapat
- rezeki buru-buru bagi-bagikan. Ada yang
- begitu. Kalau kita kan kelasnya dapat
- rezeki tabung,
- dapat rezeki kumpulkan.
- Ada kelas tertentu yang mereka dapat
- rezeki langsung bagi-bagi.
- Jadi mereka bahkan mereka tidak mikir
- untuk makan hari ini.
- Kenapa?
- Ah, ada Allah. Allah sudah ee
- menjanjikan bahwa Allah akan ngasih
- rezeki kepadaku, maka aku tidak akan
- susah-susah. Sekali lagi itu makamnya
- sudah beda gitu ya. Nah, tetapi kita
- diajarkan untuk berusaha gitu loh. Kalau
- mereka ya makan tidak makan tetap
- bergantung kepada Allah.
- Masyaallah. Ya, dapat rezeki bagikan
- buru-buru. Kalau dia usaha misalnya
- usaha sekalipun dapat bagiannya dia
- bagikan, dia sedekahkan. Masyaallah.
- Nah, itu sekali lagi makamnya ya.
- Masyaallah lah makam yang harus kita
- kejar, yang sudah tidak terikat lagi
- oleh dunia. Yang penting taat kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Nah, baik.
- Saya kira si di penghujung kajian ini
- hadis ketujuh e hadis terakhir dalam bab
- ini. An Ibni Abbas radhiallahu anhu anna
- Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam
- ee daa. Jadi dari Ibnu Abbas radhiallahu
- bahwa Rasul sahu alaihi wasallam berdoa
- saat dalam kondisi susah.
- Lailahaillallahul adzimul halim.
- Lailahaillallahu rabbul arsyil adzim.
- Lailahaillallahu rabbus samawatibul
- warabbul arsyil karim.
- Tidak ada Tuhan kecuali Allah.
- Lailahaillallah. Adzimul halim yang maha
- agung lagi maha lembut. Lha penyantun.
- Lailahailla
- Allahu. Tidak ada sesembahan yang hak
- kecuali Allah. Rabbul arsyil adzim.
- Tuhannya arasy yang agung.
- Lailahaillallahu rabbus samawati. Tidak
- ada Tuhan yang hak disembah kecuali
- Allah yang pencipta langit dan ee
- pencipta bumi. Warabul arsyil karim dan
- pencipta arasy yang mulia. Jadi Rabb itu
- kalau diterima pencipta juga belum belum
- mewakili. Jadi isnya pencipta,
- pemelihara, pemberi potensi itu Rabb itu
- gitu ya. Oke. Nah, ini ee apa namanya?
- Mutiara hadis dari hadis ini solusi pada
- saat kondisi susah dan kritis adalah
- tauhid kepada Allah dan tidak memandang
- selainnya sesudah melakukan berbagai
- upaya serta memperbanyak doa dan zikir
- kepada Allah. Jadi ini adalah teks yang
- diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan
- Muslim. Lailahaillallahul adzimul halim.
- Lailahaillallahu rabbul arsyil adzim.
- Lailahaillallahbuswatbulbulil
- karim. Boleh juga apa dulu e Nabi sering
- banyak baca doa apa? Ya dzal jalali wal
- ikram. Ya zal jalali wal ikram. Ya
- jalali wal ikram. Atau ya Hayyu ya
- Qayyum ya Hayyu ya mana pilih saja
- nama-nama Allah yang husna itu. Pilih
- yakini itu memenuhi.
- Jadi apa bacaan apa ustaz yang paling
- ini semuanya kalau asmaul husna semuanya
- menuju jalan kebahagiaan dunia dan
- akhirat tuh. Jadi tidak harus
- ngumpul-ngumpulkan juga terlalu banyak
- pasal fokus kepada satu. Tapi juga tidak
- salah kalau Anda mengumpulkan had apa
- ajaran-ajaran dari Nabi, doa yang banyak
- kemudian dibaca gak masalah. Tapi lebih
- baik dawamkan salah satu pilihan gitu
- loh. Apa selawat apa zikir gitu ya.
- Pilih salah satu dawamkan perbanyak
- gitu loh ya. Oke. Baik. Saya kira ini
- saja yang dapat saya kemukakan sebagai
- pengantar kajian kita pada sore hari
- ini. Wasallallahu ala nabiina
- Muhammadin. Walhamdulillahi rabbil
- alamin. Wallahu aam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Alhamdulillahirabbil
- alamin. Demikian ikhwan akhwat.
- Jazakumullah khairun kir ustaz.
- Wakum amin. Masyaallah.
- Baikad. Kita sudah selesai sesi pertama
- yang disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh
- tentang empat hadis dari hal-hal yang
- berkaitan dengan doa. Insyaallah kita
- akan lanjutkan di sesi kedua setelah
- nada berikut tetap di Radio Silaturahim
- dan Rasil TV untuk Islamik 1. Terima
- kasih.
- Alhamdulillah terima kasih Wadot masih
- bersama Radio Silaturahim. Saat ini
- sedang berlangsung acara tausiah sore
- bersama Ustaz Ahmad Saleh. Kita sudah
- masuk sesi kedua untuk sesi tanya jawab
- menjawab pertanyaan-pertanyaan dari
- ikhwan akhwat.
- Sebelum kita bacakan pertanyaan, kita
- sapa pendengar dulu yang sudah masuk.
- Bapak Arwin, ada Ibu Hani. Kemudian ada
- Ibu Sri, ada Ibu Anggit.
- Sekarang kita bacakan pertanyaan pertama
- dari Bapak Yudi di Masjid Arrahman
- Bogor. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, izin bertanya. Kalau doa tidak
- kunjung dikabulkan, apa yang harus kita
- lakukan, Ustaz?
- Masyaallah. Barakallahu fikum.
- Semoga Allah merahmati yang bertanya dan
- membimbing yang akan menjawabnya. Baik.
- Ketika doa kita dipastikan itu masyru,
- dipastikan sesuai syariat, berdoa bukan
- untuk dosa, berdoa bukan untuk
- memutuskan silaturahim, maka lanjutkan
- terus berdoa.
- Yang kedua, evaluasinya iringi dengan
- banyak istigfar, mohon ampun, gitu ya.
- ya dengan istigfar astagfirullahalazim
- mau astagfirullahalazim mau
- astagfirullah hal gfur gitu ya. Nah
- sekali lagi nanti ah jadi tidak harus
- dipertentangkanlah ya. Jadi nanti kita
- akan temukan di masyarakat itu ada yang
- baca astagfirullahalazim astagfirullahal
- gfur karena memohon ampun kepada yang
- maha pengampun gitu ya. Tetapi juga
- tidak salah mohon ampun kepada yang maha
- agung gitu loh. Maka sekali lagi tadi
- istigfar perbanyak istigfar karena
- istigfar sendiri juga doa.
- Istigfar doa.
- Istigfar itu doa. Paling tidak menurut
- Quran tuh ada dua tuh istigfar. Ee
- istigfar tuh doa memohon banyaknya
- keturunan gitu loh. Kedua, mohon
- kesejahteraan gitu loh. Jadi akan banyak
- istigfar itu akan ditambahkan keturunan.
- [berdehem]
- Yang kedua ee ditambahkan
- kesejahteraannya. Maka oleh sebab itu
- sekali lagi itu include.
- Jadi apa yang kita minta itu kan kalau
- tidak minta ee apa namanya ee rezeki
- keturunan mesti kebaikan, kesejahteraan
- gitu ya. Oke. Nah, maka oleh sebab itu
- tadi selain ee tetap istiqamah berdoa,
- melanjutkan istimrariah ee kelanjutan
- berdoa terus baik sangka kepada Allah
- gitu ya. Bisa jadi begini, [berdehem]
- bisa jadi doa itu nanti akan dikabul
- ketika kita sudah sangat terdesak gitu
- loh.
- Baru tuh uh kenapa? Karena enggak seru
- kalau antum sekarang minta terus
- dikabul. Enggak seru.
- Enggak seru.
- Enggak seru gitu. Misalnya antum minta
- doa padahal antum masih segalanya ada.
- H
- maka tidak akan terasa. Tapi ketika
- antum mulai menipis persediaan ini
- kemudian Allah datangkan wah. Nah gitu
- loh.
- Kadang masyaallah Allah itu unik ya
- gitu. Unik. Makanya masyaallah
- pertolongan Allah itu kadang muncul di
- saat-saat yang berkesan [berdehem]
- tarbiahnya. Kenapa Allah kabulkan itu
- lama? Supaya berkesan,
- supaya antum semakin bersyukur. Bisa
- jadi begitu. Supaya antum senantiasa
- mengingat Allah.
- Kan begini. Makanya dalam kehidupan, nah
- kan saya sering contohkan ada orang kaya
- raya
- kehilangan putranya yang dicintainya
- sampai dia nangis terus.
- Nangis terus.
- Kemudian kita telepon, "Saya dengar
- anakmu
- meninggal." Ya, anak saya meninggal
- dunia. Kalau gitu ti kirimlah nomor
- rekening saya gitu atau kemudian kita
- transfer kemudian kita WA saya sudah apa
- sudah transfer ke rekening ke rekening
- Anda sebagai bukti ikut berbela sungkawa
- tidak begitu berpengaruh bagi orang kaya
- mah.
- Tapi justru ketika mereka sedang diuji
- begitu, kita dengar misalnya baru
- pulang, baru mendarat di bandara, pulang
- dari luar negeri, kemudian kita telepon
- dan diangkat teleponnya. Aduh, akhi afan
- ana nih baru mendarat, ana dengar putra
- antum meninggal dunia. Sabar ya, Allah
- cinta sama engkau itu. Masyaallah.
- Asal engkau sabar, dia akan menunggumu
- di pintu surganya Allah.
- Betul. Jadi kasih motivasi, kasih
- semangat. Aduh kata dia terima kasih.
- Jazakallah khair.
- Cuma antum nih yang nelepon anak kan
- begitu lah. Itu sangat berkesan itu. Ah
- beda lagi. Tapi kalau kemudian orang
- susah, orang susah makannya ya sehari
- sekali, kadang 2 hari sekali baru makan.
- Nah kalau itu mah perlunya tadi bawa
- sembako, bawa duit nih
- gitu ya. Nah, itu sangat berkesan bagi
- dia yang makannya cuma sekali atau
- bahkan tidak makan sehari, du hari baru
- makan. Jangankan dikasih besar, Rp50.000
- aja aduh sampai dicium-cium.
- Iya.
- Terima kasih Tuhan, terima kasih Nyonya.
- Kan begitu. Nah, doa kita itu seperti
- itu.
- Jadi, kita e keadaan susah kemudian
- dikabul seperti kita dikasih duit
- Rp50.000. R gitu loh. Tidak R miliar,
- Rp50.000 saja sudah berkesan.
- Aduh Rp50.000 nih bisa makan untuk 2
- hari. Dia bilang begitu. Ah R5.000 makan
- sehari makan apa gitu. Tapi bagi dia
- sebuah kebahagiaan.
- Alhamdulillah ya Allah terima kasih
- Engkau telah menolong hamba. Kan begitu.
- Sebagaimana juga orang kaya diberikan
- nasihat
- seakan-akan dipenuhi doanya gitu loh ya.
- Nah, makanya maka oleh sebab itu juga
- jadi pelajaran buat kita. Kita harus
- membaca jadi apa yang diperlukan oleh
- orang gitu. Oh, dia perlunya ee nasehat
- ya nasehat.
- Kalau harta kekayaan mah dia tidak
- kekurangan.
- Oh, dia mah masyaallah tidak perlu
- nasehat dong. Dia sudah sabar.
- makannya juga sekali dalam 2 hari sudah
- sabar dia. Maka dikasihlah makanan,
- kasih sembako, kasih amplop berisi duit
- gitu loh. Nah, tentu kenapa saya harus
- jelaskan amplop berisi duit karena kalau
- dikasih amplop saja bisa salah paham
- gitu. Nah, maka oleh sebab itu, Ikhwan,
- hendaknya kita baik sangka kepada Allah
- Subhanahu wa taala.
- Jadi bisa jadi doa itu sekali lagi akan
- dikabul agar berbekas
- gitu ya. Akan makanya banyak orang yang
- senantiasa berbekas itu dapat rezeki
- langsung tasyakuran
- gitu ya. Motong kambing atau motong
- sapi. Kenapa motong kambing? Tasyakur
- [mendengus]
- ala nikmatillah. Bersyukur atas nikmat
- Allah. Saya hidup sepanjang hidupnya
- Allah senantiasa ngasih rezeki. Padahal
- dia kesusahan. Tapi dia apa katakan? Hm.
- Allah senantiasa menghidupi saya dengan
- kecukupan. Kenapa kecukupan? Karena dia
- hidup dengan kesabaran.
- Nah, dia nikmati, dia syukuri itu bukan
- harta kekayaannya, tetapi rezeki sabar.
- Karena tidak semua orang dikasih sabar.
- Jangankan orang dikasih penderitaan,
- orang dikasih harta banyak aja banyak
- yang tidak bersyukur.
- Tapi dia dikasih penderitaan, dia
- bersabar. Kemudian-kemudian dia diberi
- oleh Allah rezeki yang melimpah. Maka
- dia katakan alhamdulillah.
- Dia semakin bersyukur lagi. Nah, maka
- oleh sebab itu akhinal habib, jadi Anda
- lanjutkan doa itu kepada Allah dengan
- penuh serius, penuh baik sangka.
- dibarengi istigfar, dibarengi selawat
- atas Nabi sallallahu alaihi wasallam.
- Demikian saya kira yang dapat saya
- jelaskan. Wallahu aam bisawab.
- [berdehem] Wallahuam bisawab. Demikian
- Pak Yudi semoga dapat menjawab. Ini
- berikutnya ada telepon masuk nih, Ustaz.
- Nih
- atayib.
- E baik kita
- ee kita angkat teleponnya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Halo.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Iya.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Iya.
- Ee abangku aku bertanya sama Bapak Kiai
- nih.
- Silakan Pak.
- Asalamualaikum. Bapak Kiai Ahmad Saleh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- yang alhamdulillah selalu saya
- mendengarkan terus nih walaupun saya
- sedang keadaan sibuk juga.
- Masyaallah. Masyaallah. Barakallahu
- fikum. Heeh.
- Amin. Saya mau tanya gini, Pak Kiai.
- Nah,
- tentang masalah susunan salat malam.
- Heeh.
- Biasanya kan kita setelah tahajud
- ditutup dengan witir ya.
- Iya.
- Nah, bagaimana kalau saya akan salat
- hajat dulu?
- Heeh. baru saya tahajud terus witir
- gimana kalau gitu bagus atau tidak
- atau sebaliknya tahajud dulu
- tahajud dulu terus
- hajat terus witir gitu
- iya jadi boleh tahajud dulu iya boleh
- tahajud dulu langsung hajat baru tutup
- witir boleh juga hajat dulu baru tahajud
- baru witir juga boleh
- jadi boleh milih yang man yang mana.
- Tetapi kalau hajat sebaiknya, nah gitu
- ya, sebaiknya salat tahajud dulu baru
- hajat.
- Kenapa? Karena hajat itu kan boleh
- dimaknai hajat itu memohon kepada Allah
- hal yang mendesak.
- Nah, didahului
- pengantarnya salat tahajud kan enggak
- langsung kita minta pada Allah. Nah,
- salah satunya tidak langsung minta tuh
- pengantarnya. Pengantarnya atas salat
- tahajud.
- Nah, setelah salat tahajud baru memohon
- kepada Allah dalam pengertian salat
- hajat
- baru ditutuplah salat witir. Boleh
- begitu. Demikian saya kira.
- Terima kasih.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah. Masyaallah. Bapak Abdus
- Salam ya semoga dapat menjawab. Baik,
- selanjutnya ini pertanyaan ketiga dari
- Bapak Hadi Rahmawadi. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, izin bertanya, Ustaz.
- Naam.
- Ada yang mengatakan bahwa berdoa itu
- khusyuk kalau matanya terpejam, Ustaz.
- Apakah itu benar?
- Dan pertanyaan kedua adalah
- masyaallah
- Ustaz, sampai kapankah kita membaca doa
- qunut nazilah? Karena sudah
- bertahun-tahun Israel tetap saja
- membarbardir di Gaza.
- Nah, baik. Masyaallah. Jadi jika Bapak
- berdoanya terasa khusyuk sambil merem
- maka merem.
- Tapi jika kita berdoanya terasa khusyuk
- ketika melek maka melek. Jadi tidak ada
- tuntunan khusus harus melek atau harus
- pejam. pejam gitu loh. Mana yang
- mengakibatkan kita terasa khusyuk, maka
- itulah yang diambil sebagaimana
- sesungguhnya. Begitu juga dalam salat.
- Oh, dari salat juga boleh.
- Dalam salat juga begitu. Jadi, ketika
- kita fokus ke dalam tempat sujud itu
- mengantarkan kepada kekhusyuan, maka
- fokuslah ke tempat sujud. Karena mestin
- sebagian sebagian ulama ada yang
- mendaifkan tuh fokus ke tempat sujud
- itu. Karena ketika fokus ke tempat sujud
- maka kita juga kadang terbayang tempat
- sujudnya apalagi gambarnya gambarnya
- beda gitu. Ih itu apa ya gitu. Nah, maka
- oleh sebab itu ke manaun sekali lagi
- pada akhirnya sebagian ulama mengatakan
- ke mana pun kita ber apa makna
- memfokuskan baik ke tempat sujud atau
- kepada selama itu mengantarkan kepada
- kekhusyuan falyammal
- termasuk tadi merem meskipun merem
- sebagian ulama ada yang memakruhkan
- tuh kan begitu lah. Tapi kalau gimana
- kalau maram itu mengikan khusyuk?
- Nah, kan gitu. Nah, sekarang khusyuk
- tercapai tapi makruh gitu kan. Jadi
- pilihan. Oke. Baik. Saya tidak ingin
- mengajak kepada perselisihan gitu, tapi
- paling tidak wawasan. Wawasan itu paling
- tidak pertimbanganlah gitu loh ya. Jadi
- ee kalau Anda berdoanya sambil merem itu
- khusyuk
- maka sambil merem.
- Tapi ketika berdoa sambil melek
- maka sambil melek.
- Ketika doa Anda khusyuknya sambil melek
- sama merem, merem sama melek, maka merem
- sama melek gitu loh. Intinya di mana
- letak kekhusyuan itu yang harus diambil
- loh gitu loh ya. Kemudian karena ya saya
- tahu tidak ada tuntunan secara khusus
- taujih dari Rasulullah, arahan dari
- Rasulullah. Oh, harus merem enggak ada
- set pengetahuan saya sekali lagi. Oh,
- harus melek juga tidak ada. Maka oleh
- sebab itu, Nabi membiarkan. Kenapa?
- Karena bisa jadi kondisi orang itu bisa
- bermacam-macam.
- Ada orang khusyuk dengan meleknya, ada
- orang khusyuk dengan meremnya,
- gitu ya. Oke. Jadi demikian yang dapat
- saya jelaskan. Wallahuam
- bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Pak Hadis.
- Semoga dapat menjawab.
- Mm. Berikutnya pertanyaan keempat.
- Eh, Ustaz T yang kedua belum nunut
- Nazilah ya. Baik. Iya, Ustaz.
- Jadi begini.
- Jadi pandangan para ulama ini menarik
- gitu ya. Jadi qunut nazilah itu boleh
- dilakukan selama sebulan.
- Setelah sebulan berhenti dulu. Kenapa?
- Karena Nabi berdoa qunut nazilah selama
- sebulan kemudian ditegur oleh Allah.
- Oke. Maka berdasarkan itu memotret itu
- ee sunahnya qunut nazilah 1 bulan.
- 1 bulan.
- Tapi ada orang yang tidak mau baca doa
- qunut nazilah.
- Kenapa tidak mau doa qunut nazilah?
- Karena telah ditegur oleh Allah. Hm.
- gitu loh. Karena ditegur oleh Allah maka
- dia tidak kedoa qunut nazilah. Dia tetap
- memohonkan keselamatan bagi muslimin.
- Tetap mendoakan kebaikan bagi muslimin.
- Nah, memohon hidayah gitu kan. Nah,
- termasuk juga memohon agar memberikan
- solusi terbaik kepada muslimin. Itu di
- mana dibaca? Di doa yang lain. Habis
- tahajud misalnya. Bahkan mereka sekali
- lagi karena ditegurnya itu aduh ditegur
- ya ditegurnya kenapa? Apakah karena
- memohonkan kehancuran bagi yang apa?
- Bagi yang menjajah
- ataukah kan kalau memohonkan keselamatan
- masa ditegur sih.
- Iya.
- I.
- Nah, maka kemudian ada orang yang tidak
- mau mendoakan keburukan termasuk
- musuhnya.
- Tapi karena hadis mencontohkan juga
- bahwa Nabi juga pernah Allahumma
- munzilal kitab syarial hisab ihzimil
- ahzab. Maka dipakai tuh. Jadi
- pandangan-pandangan itu menarik. Tetapi
- saya ee yang diamalkan oleh kami jadi
- pertama doa qanut nazilah sebulan
- kemudian berhenti dulu. Nah ternyata
- diserang lagi genosaid lagi doa qunut
- nazilah lagi selama sebulan berhenti
- dulu. Setelah sebulan
- berhentinya sebulan, Ustaz.
- Iya, berhentinya tidak tidak terukur.
- Sangat tergantung ee kezaliman yang
- dilakukan. Tapi yang jelas sebulan dulu
- baru berhenti sambil membaca keadaan.
- Oh, dia melakukan lagi genosaid. Berdoa
- lagi qunut nazilah sebulan gitu loh ya.
- Jadi ee apa namanya? Boleh dibilang tak
- terbatas. Qunut nazilah itu tidak
- terbatas. Tetapi pelaksanaannya karena
- Rasul, karena kita membaca riwayatnya
- Rasul qunut nazilah selama sebulan, maka
- kita sebulan.
- Kan bisa jadi kalau misalnya genosid-nya
- cuma 2 minggu kan kita tidak harus
- sebulan.
- Kalau genosid-nya dua pekat. Kalau
- kemudian sekarang sudah menjelang 600
- hari,
- sudah menjelang 2 tahun.
- Nah, maka bisa tali 1 bulan berhenti,
- masih juga doa lagi sebulan gitu ya.
- Wallahu aam bisawab.
- Masyaallah. Wallahuam bawab. Baik,
- demikian Bapak Hadis semoga dapat
- menjawab. Berikutnya
- pertanyaan dari Bapak Musyawir di luar
- tema, Ustaz.
- Namam.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Oh, ini tadi salat tahajud, Ustaz.
- Namam,
- Ustaz, kalau dalam salat tahajud setiap
- rakaat kita membaca lebih dari satu
- surat, apakah yang demikian itu
- dibolehkan, Ustaz? Terima kasih.
- Nah, masyaallah barakallahu fikum. Jadi,
- [berdehem]
- misalnya kalau membiasakan diri dalam
- satu rakaat misalnya satu juz
- gitu ya. Satu rakaat satu juz. Nah, juz
- 30 itu
- kan mulai dari surat ke-78 sampai 114.
- Berarti berapa surat tuh?
- Banyak surat [tertawa]
- 30.
- 30 apa? Hampir 40-an ya. 30 sekian itu
- dalam satu rakaat boleh enggak ada
- masalah
- gitu loh. Intinya begini.
- Pertama ditinjau dari pahala. Semakin
- banyak membaca Al-Qur'an semakin banyak
- pahalanya. Satu, ditinjau dari banyak
- pahala. Kedua, semakin banyak manfaat
- yang didapat dari pemahaman bacaan yang
- dibaca itu semakin bagus.
- Boleh juga kita ngulang-ulang
- tadi. Jadi bukan bukan 30 sekian surat,
- satu surat tapi diulang-ulang boleh
- agar membekas dalam jiwa. Qul huwallahu
- ahad. Allahus somad. Lam yalid walam
- yulad walam yakun lahu kufuwan ahad. Qul
- huwallahu
- ahad. Allahusad. Terus aja al-Ikhlas
- tidak ada masalah
- jika dimaksudkan agar bacaan Al-Fatihah
- itu terpatri dalam kalbu kita.
- Jangankan diulang dua kali, tiga kali
- sampai 10 kali pun tidak ada masalah.
- selama tadi berdampak positif gitu loh
- ya. Karena begini, para ulama memandang
- bacaan Quran itu ada yang menilai
- terhadap banyaknya bacaan di antaranya
- Imam Syafi'i. Makanya Imam Syafi'i
- pernah ditanya, "Mana yang lebih afdal?
- Banyak baca Quran tapi tidak mengerti
- maksudnya atau baca Qurannya sedikit
- tapi mengerti maksudnya?"
- Kata Imam Syafi'i, lebih baik baca Quran
- yang banyak meskipun tidak ngerti
- maksudnya. Kenapa? Karena satu huruf 10
- kebaikan. Berarti semakin banyak huruf
- yang dibaca semakin banyak kebaikan.
- Tuh. Tapi ada orang ya itu pendapat Imam
- Syafi'i. Adapun aku aku memahaminya
- siapa yang berdampak positif dari
- bacaannya maka itu lebih utama dibanding
- bacaan tapi tidak mengerti sedikit pun.
- He
- ada masalah kan. Dua-duanya juga benar
- kan begitu. Nah, maka oleh sebab itu,
- Ikhwatul iman, maka ee sekali lagi dalam
- satu rakaat boleh pengertiannya kan
- riwayat dua surat misalnya kan witir
- saja di rakaat ketiga kadang tiga surat
- tuh Al-Ikhlas, Al-Falaq, Annas.
- Nah, maka itu menunjukkan kebolehannya
- juga jika dibaca di waktu tahajud gitu
- ya. Kalau misalnya oh ee satu apa
- namanya? satu juznya cuma satu surat
- enggak apa-apa juga. Tapi ada kalanya
- satu juz banyak surat. Jika punya
- komitmen satu rakaat satu juz maka
- menjadi boleh gitu kan membaca apa ee
- suratnya lebih dari satu surat. Demikian
- yang dapat saya jelaskan. Wallahuam
- bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Pak Musyawir
- semoga dapat menjawab. Berikutnya kita
- bacakan dari Bapak Abdullah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh,
- Ustaz. Doa yang ditunda dan dibalas
- Allah nanti di akhirat. Tapi ternyata di
- dunia kita berdoa dengan terburu-buru
- dan bahkan berkata doa tidak akan
- dikabul. Apakah doa yang demikian itu
- akan dikabul? Jazakumullah khair.
- Iya. Saya jawab saya tidak tahu. Begitu
- [tertawa] ya. Tetapi masyaallah kan
- semuanya ada isyaratnya. [batuk]
- [berdehem]
- Isyaratnya adalah
- sesungguhnya seseorang itu sesungguhnya
- Allah itu bersama don hamb-Nya.
- [berdehem]
- bisa dimaknai
- bahwa doanya tidak akan dikabul
- karena dia sudah menganggap tidak akan
- dikabul gitu loh. Tapi kemudian masih
- tetap dikabul karena dia masih
- berkeyakinan bahwa tidak ada sesembahan
- yang hak, tidak ada sesembahan yang
- memiliki Asmaul Husna kecuali Allah. Di
- antara Asmaul Husna itu [berdehem]
- adalah yang maha mendengar,
- yang maha mengabulkan.
- tempat bergantung segala sesuatu. Maka
- sekali lagi saya pada intinya mengatakan
- saya tidak tahu itu Allah akan kabulkan
- apa enggak. Tapi isyarat dari situ
- pertama Allah bersama zon hambanya.
- Kalau hambanya sudah berprasangka tidak
- akan dikabulkan berarti tidak akan
- dikabulkan.
- Tapi ternyata loh ternyata dikabulkan.
- Bisa begitu. Karena apa? Oh, karena dia
- masih meyakini Allah adalah pemilik
- Asmaul Husna
- dengan penjabaran Allah tempat
- bergantung, Allah tempat meminta gitu.
- Ada pertentangan terserah kepada Allah
- nanti pertentangan mana yang akan
- diambilnya. Tuh, makanya sekali lagi
- kalau dalam masalah itu tidak bisa kita
- menjustifikasi karena kalau sudah
- menyangkut hakatif Al.
- Wong yang salah mau diampuni mau enggak
- hak verogatif Allah itu gitu ya. Kita
- bisa mengatakan oh diampuni. Dengan
- maksud mengatakan diampuni itu sebagai
- motivasi.
- Oh tidak diampuni dengan maksud
- mengatakan tidak diampuni itu sebagai
- pembelajaran agar dia tidak sembarangan
- gitu loh. Jadi makanya hukum itu,
- syariat itu
- bisa ambigu
- kan. Bisa saja saya ditanya ee seperti
- tadi tegas saya katakan bisa dikabul
- enggak, Ustaz? Tidak.
- Dengan maksud saya katakan tidak agar ia
- tidak lagi terburu-buru. Hm.
- Kalau saya katakan dikabul insyaallah
- dengan maksud agar saya memberikan
- motivasi agar ia tidak putus asa dari
- rahmat Allah. Gitu loh maksudnya. Jadi
- bisa makanya semua ustaz boleh ditanya
- dan boleh berbeda jawabannya.
- [mendengus]
- Nah, tetapi perbedaannya tidak harus
- diadu-adu. Itu persoalan.
- Iya.
- Tidak harus diadu-adu. Dan semuanya juga
- punya alasan.
- Sangat tergantung di titik mana dia
- berdiri. [berdehem] Kan tadi boleh
- karena pertimbangannya oh begini. Oh
- tidak boleh. Pertimbangannya begini.
- Nah, maka oleh sebab itu saya kira sudah
- saatnya kita bersatu padu tuh di situ.
- Ustaz satu dengan ustaz lain tidak harus
- diadu domba karena masing-masing punya
- cara pandang, punya kacamata gitu loh.
- Makanya aduh iya ya. Makanya sudah wajib
- berjamaah itu aja intinya.
- Makanya tidak harus saling menjatuhkan,
- tidak harus merasa paling benar. Karena
- semuanya di sisi Allah bisa jadi benar
- semuanya.
- Amin.
- Iya, bisa jadi begitu. Meskipun berbeda
- loh memang Allah memang karena berbeda
- terus dua-duanya ditolak. Jangankan
- berbeda, yang bertentangan saja bisa
- saja dua-duanya diterima
- bisa ituah bertentangan
- ya seperti do kuru. [tertawa]
- Kuru itu kan suci dan head.
- Head dan head dan suci itu bertentangan.
- Suci dengan head ya bertentanganlah gitu
- loh ya. Ah itu tapi dua-duanya diterima.
- Oh kuru itu berarti head karena artinya
- terkumpul di rahim tuh darah yang kotor.
- Tapi kalau darahnya sudah terkumpul di
- seluruh tubuh berarti bersih ke tohur
- kan begitu. Nah ini saya kira oleh sebab
- itu saya kira sudah saatnya kita saling
- menghormati, saling menghargai ya. Jadi
- termasuk kepada pertanyaan tadi,
- apakah dikabul atau tidak? Jawabannya
- wallahuam.
- Tapi saya jawab, saya jawab tidak akan
- diterima berdasarkan pemahaman karena
- dia saja sudah berkeyakinan tidak akan
- diterima.
- Kemudian saya ingatkan, "Oh, jangan
- begitu.
- Kamu istijal terburu-buru gitu."
- Tetapi ketika saya oh akan dikabul oleh
- Allah karena supaya dia husnudan
- mencabut keluh kesahnya, mencabut
- terburu-burunya sehingga dia punya
- harapan yang begitu kuat kepada Allah
- subhanahu wa taala. Jadi saya kira
- demikian yang bisa saya ee jelaskan.
- Jadi kesimpulannya lalu kesimpulannya
- apa jawaban pertanyaan tadi? Saya tidak
- tahu
- gitu ya. ee tidak tahu itu maknanya bisa
- diterima dengan pendekatan ini, bisa
- ditolak dengan pendekatan ini,
- gitu ya. Oke. Wallahu aam bisawab.
- Wallahuam diwab. Semoga dapat menjawab,
- Pak Abdullah. Terakhir dari ini Ustaz,
- Pak Kiroden.
- Nah,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz, izin bertanya, Ustaz
- tentang salat tahajud itu yang dinamakan
- salat tahajud itu 11 rakaat dengan witir
- atau
- tahajud itu 8 rakaat sedangkan witirnya
- berbeda.
- He. Masyaallah. Lhendapat yang semua
- mengatakan ee tahajud 8, witirnya tiga.
- Boleh.
- Iya.
- Yang mengatakan 11 rakaat itu witirnya
- saja boleh.
- Witirnya saja. [tertawa]
- Terus gimana jawaban? Pokoknya antum
- salat tahajud
- dua rakaat juga boleh. Ditutup witir.
- Jadi tahajudnya dua rakaat, witirnya 11
- rakaat boleh.
- Hanya kan jarang dibahas yang seperti
- ini
- gitu loh. Yang sering dibahas itu 8 + 3,
- 10 + 1. Witir itu jadi selebih sedikit
- dibanding salat tahajudnya. Enggak ada
- masalah.
- Enggak ada masalah. Meskipun tahajudnya
- 10 rakaat, witirnya satu rakaat, tidak
- ada masalah. Tidak berbeda dengan 4 + 4
- ditambah 3. Tidak ada bedanya juga.
- Tidak ada bedanya maksudnya dalam tata
- cara ya. Jadi maksudnya begini, tahajud
- itu
- ya maka oleh sebab itu semuanya
- dirangkum menjadi qiyamulail.
- Nah, jadi tidak ada orang tidak lagi
- membedakan tahajud dengan witir,
- pokoknya qiyamulail gitu loh ya. Mau mau
- dua tambah du tambah 2 tambah du tambah
- 2 sampai 5 kemudian ditambah satu boleh
- itu ya. Nah, jadi ee pada akhirnya
- jangan kita dipusingkan dengan
- perdebatan-perdebatan
- jumlah rakaat. Intinya berapa pun rakaat
- yang paling penting khusyuk dan
- berdampak positif. Itu yang paling
- penting kita ikhlas.
- Apalagi
- melakukannya di makam kedekatan kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Ya, ada orang
- dua rakaat cukup dibanding 10 rakaat
- tapi lalai. Tapi dua rakaatnya cukup.
- Misalnya rukuknya adalah subhana
- rabbiyal adzim wabihamdih.
- Subhana rabbiyal adzim wabihamdih.
- Berkali-kali dia baca. Bahkan bukan
- hanya tiga kali, 11 kali dia baca.
- Subhana rabbiyal adzim wabihamdih.
- Samiallahu
- liman hamidah. Rabbana wakal hamdu
- hamdan katsiran thyiban mubarokan fih
- kama yuhibuna
- waard. Allahu
- akbar. Subhanaabbial a'la wabihamdih.
- terus sampai berbekas betul sampai dia
- merasakan malu kepada Allah Subhanahu wa
- taala itu yang paling diharapkan
- dibanding sekali lagi memperbanyak
- rakaat
- tapi lalai tapi juga itu bagus
- loh gimana sih ustaz ini kok 10 rakaat
- lalai kok bagus bagus daripada dia tidak
- melakukan salat tahajud
- loh kalau begitu berarti maknanya sangat
- kurang ya salah Anda. Anda melakukannya
- dalam keadaan lalai tapi Allah tetap
- masih menghargai. Tuh. Jadi fikih
- mengatakan ah itu enggak masuk misalnya
- ee lalai. Ada yang mengatakan tidak
- diterima. Ada yang mengatakan lalai itu
- diterima kan. Ada yang mensyaratkan
- khusyuk itu jadi syarat jadi rukun. Tapi
- ada yang mengatakan tidak. Nah, maka
- oleh sebab itu sekali lagi tadi dua
- rakaat tapi dengan bacaan-bacaan yang
- indah, nikmat
- tuh berdampak kepada kehidupan yang akan
- dia hadapi. Berdampak positif, baik
- sangka, sumringa, apapun yang menimpanya
- dia senyum. Alhamdulillah. Masyaallah.
- Ya, gitu ya. Baik, saya car itu saja
- yang dapat saya jelaskan. Wallahu aam
- bissawab.
- [berdehem]
- Wallahuam bisawab. Demikian Pak Kirudin
- semoga dapat menjawab. Alhamdulillah
- kita sudah di ujung waktu [berdehem]
- closing statement dari Bapak Baron
- Betawi. Ustaz kalau salat mah yang
- merem. Kalau salat mah jangan merem,
- Ustaz. Nanti bisa tidur. Kemudian
- [tertawa]
- secara medis pun lebih baik melek ketika
- sujud agar matanya sehat, retinanya dan
- syarat-syarat. Oke. Baik ya. Terima
- kasih. Jazakallah khairan. I betul. Iya.
- Masyaallah. Baik, Ustaz. Sebagai penutup
- apa, Ustaz?
- I sebagai penutupnya maka hendaknya kita
- berbaik sangka terus kepada Allah
- Subhanahu wa taala.
- Masyaallah.
- Merasa doa kita sudah dikabul atau
- belum, tetap baik sangka kepada Allah.
- Dan kemudian jangan istijal, jangan
- terburu-buru.
- Apa yang kita nikmati, apa [berdehem]
- yang kita rasakan sebagai kebaikan. Bisa
- jadi itu adalah dampak dari doa-doa kita
- yang dipanjatkan.
- Demikian wasallallahu ala nabiina
- Muhammadin. Walhamdulillahi rabbil
- alamin. Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh ustaz. Jazakumullah khair
- kiran ustaz. Wakum jazakallah khair.
- Baikat terima kasih sudah ikut
- berpartisipasi dalam tausiah sore
- bersama Ustaz Ahmad Saleh. Saya Fauzi
- Ridul Hak. Mohon undiri. Mohon maaf atas
- segala khilaf. Subhanakallahumma
- wabihamdika asaduala ilahailla anta
- astagfiruka wa atubuik. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.