Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillah alhamdulillahau wasalamu ala
- rasulillah waa alihi mawalah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala. Apa
- kabar? Senang sekali Alfagqir Isa Alkaf
- bisa menemani ikhan akhwat di acara
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- bersama Ustaz Husin bin Hamid Al-Attas
- yang sudah membersamai kita di studio.
- Asalamualaikum, Ustaz.
- Sehat, Ustaz? Masyaallah. Semoga dalam
- keadaan sehat walafiat insyaallah
- Ustazillah. Alhamdulillah.
- Ustaz, insyaallah ee hari ini kita akan
- buka sesi tanya jawab dari ikhwan-akhwan
- sekalian. Namun sebelumnya alangkah
- baiknya kita buka dulu dengan baca ummul
- Quran surah Al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- Adina anamta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim waladin.
- Amin.
- Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Allahummarhamna bil Quran. Masyaallah.
- Ustaz. Ustaz eh barangkali ini untuk
- memancing pertanyaan dari konokat
- sekalian. Bagi konokat yang ingin
- bertanya, silakan kirimkan pertanyaan
- Anda di 0811999720
- melalui pesan WhatsApp atau bisa telepon
- di 0218451512.
- Namun silakan telepon setelah ee jeda
- pertanyaan dijawab. Sekali lagi jika
- ingin bertanya walaupun ketika
- pertanyaan dijawab silakan kirimkan
- pertanyaan di nomor 0811999720
- melalui pesan WhatsApp atau telepon
- langsung di 0218451512.
- Ustaz ee sebagai pembuka Ustaz kemarin
- Alfagqir alhamdulillah baru pulang
- daripada Aceh Tamiang Ustaz melihat
- langsung bagaimana dampak bencana alam
- yang terjadi di Aceh Tamiang dan kita
- menyaksikan sendiri Ustaz bagaimana
- bencana alam yang terjadi di sana tuh
- memang jelas terjadi karena ulah tangan
- manusia Ustaz karena kerusakan alam yang
- sudah dilakukan oleh beberapa pihak yang
- tidak bertanggung jawab begitu, Ustaz.
- Terbukti dari banyaknya kayu-kayu
- gelondongan yang menimpa rumah-rumah,
- menghalangi jalan yang hingga saat ini
- menjadi masalah besar. Karena kayu-kayu
- gelondongan itu pertama bukan hanya
- menghancurkan rumah, tapi kayu
- gelondongan yang terseret terbawa arus
- air itu dia bahkan ee menghalangi jalan
- untuk bisa bantuan datang ke kampung
- yang terdampak atau untuk warga kampung
- bisa terevakuasi keluar dari kampungnya
- dia ya karena sudah tersapu oleh banjir,
- Ustaz. Nah, melihat ini Ustaz ee kita
- kembali lagi merenung bagaimana hukum
- perusak lingkungan yang sempat Ustaz
- jelaskan ee yaitu disalib au yuqattalu
- atau bahkan dibunuh au yunfau minal ard
- atau diasingkan di dari muka bumi atau
- diasingkan dari lingkungannya atau
- dipotong tangan ee tangan dan kakinya
- secara bersilangan membuktikan bahwa
- hukum perusak lingkungan memang sebesar
- itu. itu dan seberat itu. Dan memang
- kita saksikan ee sekarang dampak dari
- kerusakan lingkungan memang
- se mengerikan itu, Ustaz. Lantas
- sekarang, Ustaz, kalau memang sudah
- perusaknya itu dilakukan beram-ramai,
- Ustaz, bahkan sistematis, bahkan
- dilakukan oleh seseorang yang memiliki
- kekuasaan ini, bagaimana seandainya kita
- ingin menerapkan hukum perusak
- lingkungan, Ustaz? Syukran. Jazakumullah
- khairan. Jaz
- auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin
- hamdan katsiran thyyiban
- mubarakan fih kama yuhibbu rabbuna.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi bimaam
- allahum ahdinaam
- waakrijna minulumati
- wahdinaal
- mustaqimu
- ya rasulullah asalamu alaina waa
- ibadillah shihin wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh
- waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh
- Kita semua tahu
- bahkan beriman
- bahwa manusia ditempatkan di muka bumi
- ini sebagai khalifah,
- sebagai
- makhluk yang menerima amanat
- dan dia akan mempertanggungjawabkan
- amanat tersebut di hadapan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Oleh karena itu apabila manusia
- melakukan kerusakan bertentangan dengan
- peran mereka yang telah ditetapkan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Allah mengingatkan kita untuk tidak
- menimbulkan kerusakan di muka bumi.
- Wala tufsidu
- fil ard.
- Jangan kalian melakukan kerusakan di
- muka bumi setelah Allah Subhanahu wa
- taala menciptakannya penuh keseimbangan
- yang membawa kebaikan, manfaat. Ya,
- jangan tangan-tangan kita melakukan
- kerusakan yang mengakibatkan akhirnya
- munculnya bencana-bencana
- yang membawa kesengsaraan bagi umat
- manusia.
- Dan Allah ingatkan bahwasanya kerusakan
- ini muncul
- pada saat tangan-tangan manusia yang
- tidak bertanggung jawab ini
- melakukan perbuatan-perbuatan yang
- merusak keseimbangan
- dan keharmonian di tengah-tengah
- kehidupan kita. Allah berfirman,
- "Doharal fasadu fil barri
- wal bahri
- bima kasabat aidinas
- bima kasabat aidinas."
- bermunculan kerusakan di daratan, di
- lautan, sekarang bahkan di udara. Akibat
- pula perbuatan tangan manusia.
- Rasulullah juga mengingatkan kita untuk
- tidak membuang kotoran,
- tidak juga merusak jalan.
- Bahkan memerintahkan kita apabila ada
- gangguan di jalan,
- kita diperintahkan untuk
- menyingkirkannya.
- Dalam istilah imatulq,
- menyingkirkan gangguan dari jalan dalam
- bentuk apapun.
- Dan hukum merusak lingkungan ini
- betul-betul merupakan
- dosa dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
- Karena apabila kerusakan
- dilakukan terhadap lingkungan hidup itu
- dampaknya bencananya apabila terjadi
- bisa menimbulkan petak bukan hanya bagi
- satu dua orang bukan juga hanya bagi
- beberapa orang tapi bencana yang akan
- timbul
- bisa mengakibatkan apa terjadinya
- korban-korban yang mengerikan seperti
- yang kita jumpai baik itu di Aceh, di
- Padang Siibolga.
- Iya.
- Bagaimana kerusakan yang ditimbulkan
- oleh mereka-mereka yang merusak hutan
- hanya demi keuntungan pribadi mereka?
- Mereka menimbulkan petaka
- bagi banyak rakyat.
- Nah, pertanyaannya bagaimana hukuman
- mereka-mereka yang melakukan kerusakan
- semacam ini?
- Kalau di hari akhirat itu merupakan
- urusan Allah Subhanahu wa taala. Tapi di
- bumi begitu mereka melakukan kerusakan
- seharusnya tidak dibiarkan.
- Dan Allah Subhanahu wa taala menurunkan
- dalam suratul maidah
- ayat yang
- menerangkan bagaimana orang-orang yang
- melakukan kerusakan di muka bumi. Apa
- hukuman yang Allah jatuhkan pada mereka?
- hukumannya bertingkat-tingkat sesuai
- dengan tingkat kejahatan mereka.
- Kalau mereka melakukan kerusakan tanpa
- menimbulkan korban kematian,
- maka hukuman yang dilakukan bagi mereka
- dipotong tangan kanan mereka dengan
- tangan kiri mereka.
- Tapi kalau sampai perbuatan mereka
- menelan korban,
- apalagi korban yang tidak sedikit, bukan
- hanya merusak kekayaan rumah, tapi juga
- membunuh orang, maka seharusnya hukuman
- yang dijatuhkan pada mereka hukuman
- mati.
- Sebagaimana firman Allah, innama
- jaza
- jazaadina yuharibunallahau
- fasadan
- yusabuq
- aidihim
- minilika
- lahumizun
- dalika lahum khizun fid dunya walahum
- fil akhirati adzabun adim
- terus Sesungguhnya balasan
- yang ditimpakan kepada mereka-mereka
- yang memerangi Allah dan Rasul-Nya
- dan melakukan kerusakan di atas muka
- bumi. Anyuqat.
- Allah tidak mengatakan anyqtalu tapi
- anuqattalu.
- Ini kata kerja yang menunjukkan arti
- yang lebih dahsyat.
- Mereka-mereka yang memerangi Allah dan
- Rasulnya.
- Dengan sendirinya
- manusia tidak akan mampu memerangi
- Allah, tapi memerangi ajaran Allah yang
- mengajak manusia untuk hidup menjaga
- keadilan,
- menjauhkan kezaliman dan tidak melakukan
- kerusakan.
- Jadi inti ajaran Allah ini mengajak
- manusia semua untuk kembali kepada Allah
- dan memelihara amanat yang Allah
- amanatkan di atas pundak mereka sebagai
- khalifah di atas muka bumi dan tidak
- melakukan kerusakan.
- Nah, mereka-mereka yang memerangi Allah
- dan Rasul-Nya. Allah dan Rasulnya
- mengajak manusia
- untuk hidup betul-betul bersaudara,
- untuk hidup bekerja sama, menjaga amanat
- Allah, tidak melakukan kerusakan. Kalau
- mereka melakukan kerusakan,
- mereka dijatuhkan hukuman mati.
- A yusabu atau mereka disalib
- tuqq aidihimulum
- khilaf. Atau
- tangan dan kaki mereka dipotong secara
- khilaf. Dipotong tangan kanan dengan
- kaki kiri, tangan kiri dengan tangan
- kanan,
- kaki kanan.
- agar menimbulkan efek jera bagi mereka
- yang menentang Allah Rasulnya dan
- melakukan kerusakan di muka bumi
- atau mereka diasingkan,
- dipenjarakan diasingkan, dibuang ke
- Nusaambangan sebagai contoh.
- Nah, ada pilihan di sini
- sesuai dengan tingkat kejahatan mereka.
- Kalau seorang mencuri dipotong tangannya
- itu jarinya.
- Tapi kalau seorang perampok hukumannya
- berbeda.
- He.
- Kalau dia merampok menimbulkan teror,
- kejahatan, ketakutan, tapi tidak sampai
- terjadi pembunuhan, maka mereka dipotong
- tangan kanannya dan kaki kirinya atau
- tangan kiri dengan kaki kanan. Tapi
- kalau sampai terjadi pembunuhan, maka
- hukumannya mati. Hukumannya ma mati.
- Begitu juga yang melakukan kerusakan di
- atas muka bumi seperti katakan balakan
- hutan hingga menimbulkan longsor,
- menimbulkan banjir, menimbulkan juga
- kerusakan yang membawa penderitaan
- kesengsaraan bagi rakyat banyak. Maka
- pelaku-pelaku itu seharusnya dijatuhkan
- hukuman mati. Aset mereka dirampas. nya
- aset yang mereka kembangkan dalam rang
- kerusakan lingkungan, aset mereka
- dirampas dan mereka dijatuhkan hukuman
- mati.
- Tapi sayangnya
- di Indonesia ini orang yang berharta
- dialah yang berkuasa. Sedangkan orang
- yang bermoral tidak memiliki harta
- mereka orang-orang yang disingkirkan dan
- dipandang kecil. Nah, kalau seandainya
- wewenang berada di tangan orang yang
- tidak bermoral, apa jadinya? Iya.
- Oleh karena itu, dengan tegas Allah
- Subhanahu wa taala mengingatkan agar
- berhati-hati
- dengan seorang yang mulutnya manis di
- saat berbicara, penampilannya juga
- menarik, menawan.
- Tapi sebenarnya mereka adalah
- orang-orang
- yang menentang Allah dan Rasul-Nya.
- Mereka orang-orang yang menimbulkan
- kerusakan di atas muka bumi.
- Waitahum
- tujub.
- Kalau kamu melihat mereka begitu menarik
- tuh
- penampilan mereka. Waquas
- kalau mereka berbicara kamu asyik
- mendengarkan pembicaraan mereka.
- Kaahum
- khusyubum musada. Allah gambarkan mereka
- ini orang yang tidak membawa manfaat
- bagi lingkungannya, bagi umatnya. Bahkan
- mereka apa? orang-orang yang menarik
- keuntungan
- yang menimbulkan beban di tengah
- masyarakat.
- Kalau tiang yang menyangga bermanfaat.
- Iya.
- Tapi kalau tiang disenerkan,
- H
- persis seperti balok-balok yang
- disenerkan yang seharusnya menjadi
- penyangga, bermanfaat, tapi menjadi
- beban.
- Oh, seperti balok-balok yang saat ini
- menghalangi jalan dan rumah.
- Iya. Khumbusan. Jadi mereka ini hidupnya
- walaupun bergelar, berpendidikan,
- bertitel, cerdas, bukan membawa manfaat
- malah menimbulkan kerusakan dan menjadi
- beban buat rakyat.
- Oke.
- Berpendidikan tinggi tapi koruptor
- contohnya kan menimbulkan kerusakan.
- Iya.
- Mereka seorang pendidikan tinggi. Ada
- lagi yang dokter, ada lagi yang berilmu,
- ada lagi yang hafal Quran. Tapi
- mereka-mereka orang-orang munafik ini
- tidak membawa manfaat malah menimbulkan
- fitnah dan kerusakan.
- khusyub musanada yahsabuna
- alai.
- Mereka beranggapan setiap ada katakan
- serangan-serangan ya atau katakan
- teriakan-teriakan soal ditujukan pada
- mereka.
- Kaahum khusyub musanadatun yahsabuna
- adu hati-hati. Mereka bukan teman
- merekalah musuh yang sebenar.
- Hati-hati dari mereka. Qahumullahu
- Allah subhanahu wa taala perangi mereka,
- binasakan mereka di mana pun mereka
- berada.
- Dalam suratul baqarah Allah berfirman,
- waminanasi man yujibuka quluhu fil
- hayatid dunya wafil akhirah. Di antara
- manusia ada yang menarik kamu,
- mempesona kamu di saat dia bicara
- mengenai kehidupan dunia dan hari
- akhirat.
- Tapi wa tawalla ardsida f. Kalau dia
- diberikan kekuasaan, dia akan melakukan
- kerusakan di muka bumi. Sebelum berkuasa
- janjinya, kampany luar biasa indahnya.
- Begitu berkuasa dia berupaya untuk
- menimbulkan kerusakan.
- Kerusakan dibuka
- menghancurkan area pertanian yang
- bermanfaat, dijadikan lapangan golf,
- dijadikan area industri.
- P merupakan lumbung padi, merupakan
- sumber kehidupan. Begitu juga air yang
- tadinya jernih, mengalir membawa
- kehidupan. Mereka membuang limbah-limbah
- mereka di sungai, di hadapan mata
- mereka. Kenapa? Dengan adanya
- persetujuan dari penguasa yang berwenang
- kepada perusahaan-perusahaan yang
- membuang limbah mereka, mereka
- mendapatkan keuntungan pribadi walaupun
- mendatangkan petaka buat rakyat. Citarum
- yang tadinya airnya begitu jernih
- bersih, sekarang berubah menjadi hitam
- bercampur dengan lumpur oli dan lain
- sebagainya.
- Wuhlikal harasla merusak pertanian
- waslah. Begitu pula generasi manusia
- dirusak. Yang penting buat mereka
- keuntungan.
- Wallahu la yuhibbul fasad. Allah paling
- tidak menyukai orang yang melakukan
- kerusakan. Maka mereka-mereka yang
- melakukan kerusakan di muka bumi ini
- tidak boleh didiamkan.
- Seharusnya
- mereka ditangkap sesuai dengan kejahatan
- mereka dihukum.
- Paling sedikit dipotong tangannya secara
- menyilang bersama kakinya.
- Tapi kalau sampai akibat dari kebijakan
- perbuatan mereka atau mereka
- mengutamakan kepentingan mereka,
- seharusnya mereka dijatuhkan hukuman
- mati. Karena tidak mungkin nyawa manusia
- dipandang kecil, sepele, dan
- disia-siakan korban yang terjadi akibat
- ulah perbuatan mereka. Oleh karena itu,
- di antara yang bertanggung jawab Menteri
- Kehutanan kita bertanggung jawab.
- bertanggung jawab. Dan kalau seandainya
- hukum tidak ditegakkan, keadilan
- dirobohkan, kezaliman yang
- menggantikannya, Allah yang akan turun
- tangan. Dan ini tidak akan lama.
- Iya.
- Allah kalau turun tangan, maka azabnya
- amat mengerikan.
- Mudah-mudahan Allah
- Amin. Amin.
- Tidak menjadikan kita berkumpul bersama
- orang-orang yang berbuat kezaliman. Amin
- ya rabbal alamin.
- Masyaallah. Jazakumullah khairan jaza
- ustaz atas jawabannya. Seolah-olah
- ayat-ayat yang ustaz bacakan tadi tuh
- terjadi saat ini, Ustaz. Jadi ee yang
- membuat kami takjub itu seolah-olah kita
- sedang dibacakan berita yang terjadi
- memang benar-benar saat ini sekarang
- terjadi. Padahal ayat ini turun 1400
- tahun lalu. Masyaallah ustaz. Ada masuk
- pesan dari Eyang Sri, ada dari Fajar
- Alfatih, ada dari Fututi Fatiah, ada
- dari Sujana, Ibu Suyati, ada dari Yayat
- Nurhayati Fatma Dewi. Masyaallah,
- makasih banyak ikhwan-akukhwat
- atensinya. Masyaallah dari Ibu Eyangsi.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Kruasil, Bapak Kiai yang
- selalu dalam rahmat rida Allah Subhanahu
- wa taala. Amin. Amin. Amin ya rabbal
- alamin.
- Izin bertanya Bapak Kiai. Masyaallah.
- musibah yang dibuat di Sumatera rupanya
- kurang puas. Sekarang di Papua sedang
- dirancang akan dibuat ee juga ya sesuatu
- yang menjadi bencana di sana dengan
- merusak hutan dan menanam sawit.
- Bagaimana pencegahannya, Bapak Kiai agar
- penjahat itu tidak berlalut-lalut?
- Terima kasih, mohon maaf. Hukum tak
- berlaku untuk pejabat yang jahat.
- Masyaallah, Seri. Makasih pertanyaannya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rabbana zidna ilman waalikna bisolin.
- Allah Subhanahu wa taala selalu
- mengingatkan kita untuk melakukan amar
- makruf nahi mungkar.
- Kalau kita tidak melakukan, maka yang
- akan turun adalah azab Allah.
- I
- sebagaimana Allah subhanahu wa taala
- ingatkan. He
- baik dalam surah Al-Imran,
- dalam suratul A'raf, Allah Subhanahu wa
- taala mengingatkan kita untuk selalu
- mengajak manusia pada kebajikan,
- kepada yang makruf. Nilai-nilai
- universal yang makruf artinya yang
- dikenal.
- Bukan hanya nilai baik mulia yang
- dipahami oleh satu bangsa, tapi setiap
- manusia apapun
- suku mereka, bangsa mereka, tingkat
- pendidikan mereka, mereka semua
- sama-sama menyadari bahwa ini merupakan
- perbuatan yang mulia, yang baik, yang
- disepakati dan dikenal. Jadi Allah bukan
- mengajak kepada sesuatu yang asing, tapi
- justru mengajak kepada yang makruf,
- mencegah dari yang mungkar dari yang
- asing. Maka yang makruf segala hal yang
- akan membawa kebahagiaan, kesejahteraan,
- kedamaian,
- dan kesucian hidup manusia itu namanya
- makruf.
- Sedangkan yang munkar ni adalah hal-hal
- yang diingkari oleh fitrah manusia, oleh
- akal sehat dan kesadarannya yang bisa
- menimbulkan kerusakan luas terhadap
- masyarakat.
- Nah, kalau yang mungkar kita biarkan,
- yang makruf tidak perjuangkan,
- lama-kelamaan yang mungkar ini akan
- mendominasi.
- Iya.
- Kerusakan yang terjadi pada saat ini
- bukan kerusakan yang baru,
- tapi
- kerusakan ya sebagai apa? Akibat
- pengabaian kita yang tidak
- memperjuangkan yang makruf, mencegah
- dari yang mungkar. Sedangkan ciri dari
- umat Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam adalah umat yang beriman
- pada Allah. Kemudian mereka juga selalu
- berjuang mengajak kepada yang makruf,
- mencegah dari yang mungkar. Allah
- berfirman, "Kuntum khair umtin
- ummatin ukhrijat linas." Kalian adalah
- sebaik-baiknya umat yang dikeluarkan
- bagi umat manusia. Allah tidak
- mengatakan antum,
- karena antum tidak menjelaskan
- keterangan waktu. Tapi kalau kuntum
- menjelaskan ini merupakan ketentuan
- Allah dari mulai waktu yang silam. Umat
- nabi kita ini merupakan umat yang
- terbaik. yang dikeluarkan bagi umat
- manusia dengan sendirinya
- yang memenuhi syarat yang Allah
- sebutkan.
- Merekalah umat rasul yang sebenarnya.
- Tamuruna bil maruf watanhaun munkar.
- Ciri-ciri umat yang terbaik ini yang
- selalu berjuang untuk memperjuangkan
- yang makruf
- juga menentang dan mencegah yang
- mungkar. Watminuna billah. Dan dasarnya
- kalian beriman kepada Allah bukan untuk
- pabrik, bukan untuk nama, bukan untuk
- kebanggaan. Mereka berjuang untuk
- mengharapkan rida Allah.
- Ini merupakan ciri dari umat nabi kita.
- Allah juga menganjurkan, walqu minkum
- ummatun yadunahariuna
- bilufha
- munkarun.
- Hendaklah di tengah-tengah kalian tampil
- satu umat, bukan perorangan tapi satu
- umat yang bekerja sama. yang mengajak
- pada kebajikan, memperjuangkan yang
- makruf, menentang yang mungkar dan
- merekalah orang-orang yang sukses dan
- beruntung.
- Jadi untuk menentang memerangi kerusakan
- yang ada ini anak bangsa yang merasa
- bahwa mereka sebagai bangsa Indonesia
- mencintai negerinya dan ingin negaranya
- demikian pula bangsanya ini menjadi
- bangsa yang besar, menjadi bangsa yang
- betul-betul dapat menjadi contoh di
- tengah-tengah umat. Sebagaimana peran
- dari umat Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Jangan berdiam di
- hadapan yang mungkar. hendaknya mereka
- melakukan amar makruf nahi mungkar di
- tengah-tengah mereka.
- Kalau bangsa ini sadar
- bersatu menentang yang mungkar, tidak
- mungkin semua ini terjadi. Tapi kasihan
- sebahagian bangsa kita ini, bahkan
- sebagian besar mereka ini awam.
- Mereka mudah hanya dengan pemberian
- untuk
- kebutuhan yang singkat dan pendek.
- Mereka menjual moral mereka, menjual
- harga diri mereka. Mereka dijadikan
- sebagai alat untuk menimbulkan kerusakan
- di muka bumi. Ya.
- Kemudian kita saksikan bagaimana dengan
- pandai mereka menga domba di antara
- elemen masyarakat kita satu dengan
- lainnya agar sibuk dalam pertentangan
- hingga tidak peduli terhadap kondisi
- negara ini yang berada di ambang
- kehancuran.
- Sayang nikmat karunia kemuliaan yang
- Allah berikan bagi kita di negeri kita
- ini tidak kita syukuri. Bahkan kita
- berdiam
- di saat mereka melakukan kerusakan.
- Bahkan yang lebih menyedihkan kita yang
- memilih mereka.
- Kita yang memilih mereka yang menunjuk
- mereka t mereka melakukan kerusakan di
- muka bumi. Apa yang bakal terjadi?
- Dan kita harus sadar sesuai dengan pasal
- 33 ayat 3 dalam Undang-Undang Dasar
- bahwasanya apa yang terdapat dalam perut
- bumi ini di permukaannya begitu pula
- dalam kedalaman lautan semuanya
- merupakan kekayaan yang dikuasakan ke
- negara untuk mengaturnya
- mendistribusikannya bagi anak bangsa
- ini.
- Ini milik rakyat bukan milik pemerintah.
- Pemerintah adalah orang yang bekerja
- yang dibayar oleh rakyat dari pajak yang
- mereka Pak bayar
- untuk mendistribusikan ya amanat Allah
- ini dengan penuh keadilan di
- tengah-tengah masyarakat.
- Tapi kalau mereka tidak melakukan
- seharusnya tidak didiamkan.
- Nah, sekarang kita lihat wakil-wakil
- rakyat bukan lagi wakil rakyat tapi
- wakil partai. [tertawa]
- Ini terang-terang merupakan wakil
- partai.
- Iya.
- Dan bukan bekerja untuk rakyat. yang
- mereka sampaikan hanya kampanye dan
- janji-janji palsu pada saat mereka
- berkampanye. Tapi tidak ada sedikit pun
- kontribusi mereka berjuang untuk
- kepentingan bangsa dan negara. Yang
- setia seperti yang cinta kepada negara
- ini rakyat. Mereka yang membayar pajak
- mereka yang bekerja dengan susah payah.
- Walaupun kezaliman terjadi pada mereka
- karena kesulitan hidup, kelangkaan
- lapangan pekerjaan, tapi rakyat
- Indonesia ini rakyat yang kalau kita
- perhatikan
- bukan rakyat yang gemar melakukan
- perusahaan.
- Jadi walaupun mereka dizalimi, mereka
- mengalah. Oleh karena itu, mari
- bersama-sama kita berikan edukasi kepada
- setiap pemuda-pemudi kita, setiap anak
- bangsa kita untuk sadar
- bahwa negara ini merupakan tanggung
- jawab kita. bukan hanya tanggung jawab
- beberapa orang yang berkuasa saat ini.
- Kalau wakil rakyat tidak menjalankan
- tugas mereka, seharusnya mereka dicopot,
- digantikan dengan wakil rakyat yang
- peduli. Begitu juga pejabat sipilnya
- atau pejabat TNI-nya, pejabat
- kepolisiannya. Kalau terbukti mereka
- tidak menjalankan amanat Allah dan
- melakukan kerusakan di muka bumi,
- seharusnya mereka digantikan dengan
- orang-orang yang dapat memegang
- amaratnya.
- Tapi sayang
- ternyata
- hukum Allah Taala, nilai-nilai kebenaran
- yang bersifat universal,
- semua itu diabaikan. Hanya ditampilkan
- pada saat-saat dibutuhkan
- untuk menarik perhatian.
- Seolah-olah mereka merupakan orang-orang
- yang baik dan mulia. Padahal sebetulnya
- mereka seperti yang Allah bilang,
- "Qalahumullah
- humul adu fahum
- wallahuam." Masyaallah, Ustaz. Jadi
- usaha kita sebagai rakyat adalah beramar
- makruf nahi mungkar, Ustaz. Ya,
- bagaimana dengan amar makruf nahi
- mungkar ke
- penguasa, Ustaz? Karena ee suara kita
- bukan sebenarnya bukan hanya tidak
- dengar, tidak didengar, tidak sampai
- gitu, Ustaz ke telinga mereka. M dan
- juga mohon penjelasannya mengenai
- beberapa hadis yang kerap kali dibacakan
- oleh para dai yang berbunyi ee
- sepertinya hadis ini sudah pernah Ustaz
- jelaskan juga tapi relevan jika kita
- bahas Ustaz di tema kali ini.
- rijalanubuhum
- fi jusmanil ins qlu
- kaifa asna ya rasulullah
- in
- in adrzalika qasmu wautiu liamirin wain
- duribahruka
- Nanti setelah aku akan ada seorang
- pemimpin yang tidak mendapat petunjukku
- dalam ilmu dan tidak pula melaksanakan
- sunahku. Nanti pasti ada di
- tengah-tengah mereka orang yang hatinya
- adalah hati setan namun jasadnya adalah
- jasad manusia. Aku berkata, "Wahai
- Rasulullah, apa yang harus aku lakukan
- jika aku menemui zaman seperti itu?"
- Beliau bersabda, "Dengarlah dan taat
- kepada pemimpinmu walaupun mereka
- menyiksa punggungmu dan mengambil
- hartamu. Tetaplah mendengar dan taat
- kepada mereka." Di sini di yang alfagir
- cek di chat di pit ustaz. Hadis riwayat
- Muslim nomor 1847.
- Ustaz mengenai hadis ini, Ustaz,
- bagaimana kita bisa beramar makruf?
- Apakah ini ee merupakan salah satu apa
- namanya ee penghalang kita untuk beramar
- makruf bahkan kepada pemimpin? Ustaz
- syukran jazakumullah khairan. Jazak
- bismillahirrahmanirrahim.
- Hadis ini diriwayatkan
- dalam Sahih Muslim.
- Tapi bukan berarti kalau satu hadis
- diriwayatkan baik itu dalam Sahih
- Bukhari maupun Sahih Muslim itu
- memastikan kebenaran dari hadis
- tersebut. Karena banyak hadis-hadis yang
- terdapat di Bukhari maupun di Muslim
- hadis yang sebenarnya
- dari sisi matan dan maknanya tidak dapat
- diterima bahkan bertentangan dengan
- kitab Allah. Sebagai contoh
- dalam hadis yang diriwayatkan oleh
- Muslim disebutkan kalau seandainya aku
- kata Rasulullah
- mencaci seorang tanpa dasar kebenaran
- maka cacianku itu sebagai penghapus
- dosanya.
- Mustahil Nabi kita ini mencaci maki
- seseorang.
- Beliau orang yang jauh dari apa?
- Ucapan-ucapan yang tidak baik. Apalagi
- beliau mencaci seorang tanpa dasar
- kebenaran.
- Lalu Rasulullah mengatakan, katanya
- dalam hadis ini sebagai penghapus dosa.
- Ini tidak benar. Nabi merupakan makhluk
- yang dipuji Allah dengan akhlak yang
- begitu mulia. Orang yang tinggal bersama
- Nabi seperti Anas bin Malik, dia
- mengatakan, "Tidak pernah Nabi
- mengatakan, "Kenapa kamu mengerjakan
- ini? Kenapa kamu tidak kerjakan ini?"
- Beliau kebetulan sebagai pelayan di sisi
- Nabi kita. Tapi Nabi selalu memberikan
- pengarahan, bimbingan yang baik dan
- mulia.
- Nah, kalau kita perhatikan Aisa ya
- berkaitan dengan apa yang dilakukan para
- penguasa
- yang diberikan amanat
- tujuannya untuk memimpin, membimbing ya,
- dan mengayumi rakyatnya.
- Itu merupakan perintah dari Allah
- Subhanahu wa taala. Inallahakum.
- Wahai orang yang beriman,
- sesungguhnya sesungguhnya Allah
- memerintahkan kalian
- innallaham yurukumul
- amanat untuk menyerahkan amanat kepada
- ahlinya. Jadi kalau kita mau menunjuk
- mengangkat pemimpin,
- hendaknya kita menunjuk ya orang yang
- betul-betul akan menjalankan amanat
- dengan sebaik-baiknya.
- Kalau kalian memerintah, hendaklah
- kalian memutuskan dengan cara yang adil.
- Sesungguhnya Allah sebaik-baiknya
- memberikan nasihat, bimbingan kepada
- kalian. Sungguh Allah maha mendengar
- lagi maha melihat.
- Jadi ini perintah Allah ditujukan kepada
- mereka yang diberikan wawunan. Lalu
- setelah itu Allah ber ber apa? berfirman
- memberikan bimbingan kepada rakyat.
- Ya ayyuhalladzina amanu atiullah wa
- atiur rasul. Wahai orang yang beriman,
- taatilah Allah dan taatilah Rasul. Itu
- mutlak.
- Kita lihat di sini kata kerja diulang
- sebanyak dua kali. Taati Allah dan taati
- Rasul. Tapi ketika sampai pada ulri
- penguasa
- wa ulil amri minkum tanpa mengulangi
- kata kerjanya. Karena apa? Ketaatan pada
- mereka tergantung taatnya mereka pada
- Allah dan rasulnya.
- Waulil amrium.
- Kalau terjadi perselisihan di antara
- kalian, pertentangan baik antara rakyat
- dengan pemimpinnya, pemimpin dengan
- rakyat atau sesama rakyat, faruddu Allah
- rasul. Kembalikan pada Allah dan rasul.
- Inuntum tminuna billahi wal yaumil
- akhir. Kalau kalian mengaku beriman
- kepada Allah dan hari akhirat.
- Dalika khairun wahsan takwilat.
- Jadi ketaatan kepada siapapun juga
- selalu dikaitkan dengan ketaatan pada
- Allah. Contohnya kita wajib berbuat baik
- kepada ayah ibu kita, memperlakukan
- mereka dengan baik dan mulia walaupun
- orang musyrik. Tapi pada saat kedua
- orang tua kita memerintahkan kita untuk
- mempersekutukan Allah atau melakukan
- perbuatan yang tidak benar, tidak boleh
- kita taati mereka.
- Karena mentaati mereka berarti berenang
- Allah.
- Kita hanya taat kepada orang tua kita,
- taat kepada orang yang Allah perintahkan
- untuk kita taati ya pada saat mereka
- taat pada Allah. Oleh karena itu,
- perintah Al-Qur'an bukan mentaati
- mereka, tapi memperlakukan mereka dengan
- mulia. Nah, pada saat orang tua meminta
- sesuatu yang tidak benar, katakan bahwa
- Abah Umi, kalau saya turuti saya
- melakukan pelanggaran, dan ini akan
- membawa kita justru masuk dalam murka
- Allah.
- Allah perintahkan saya untuk berbakti
- memperlakukan Anda dengan mulia. Tetapi
- kalau berkaitan dengan kemaksiatan
- kepada Allah, saya enggak ber
- kalau orang tua yang mengatakan, "Kamu
- anak durhaka, saya enggak rida kepada
- kamu dunia akhirat,"
- itu ucapan tidak akan menimbulkan dampak
- apa-apa terhadap
- orang yang menentang untuk mentaati
- orang tuanya dalam kemaksiatan pada
- Allah.
- Adapun hadis tadi yang memerintahkan
- kita untuk taat secara buta kepada
- pemimpin walaupun dicabuk punggung kita,
- diampas harta kita. Ini merupakan hadis
- yang tidak benar. Bahkan dalam riwayat
- hadis ini terdapat rawi yang
- dipertanyakan.
- Apalagi matannya bertentangan dengan
- ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala yang
- memerintahkan kita beramar makruf
- bernahi mungkar. Dan beramar makruf
- bernahi muka tidak cukup hanya dengan
- kata-kata.
- Iya.
- Terkadang apa?
- Perbuatan aksi.
- Aksi. Contohnya kalau seandainya kita
- katakan berhadapan dengan pemimpin yang
- keluar dari Undang-Undang Dasar, He.
- Keluar dari aturan bekerja untuk
- kepentingan yang menimbulkan kerusakan,
- pemimpin dipilih oleh rakyat. Bukan
- Allah yang milih mereka.
- Iya.
- Dipilih oleh Rakyat. maka rakyat melalui
- wakil-wakilnya bisa meminta agar
- pemimpin tersebut mundur.
- Kalau wakil wakilnya juga tidak
- menjalankan kewajiban mereka, maka
- dengan sendirinya rakyat bisa
- membubarkan MP DPR-nya. Begitu juga apa?
- Menuntut agar pemimpin digantikan dengan
- yang lain. Jadi mereka harus tahu bahwa
- yang memilih mereka kan rakyat.
- Wakil rakyat dipilih oleh rakyat ya.
- Kemudian juga presiden, wakil presiden,
- semua dipilih oleh rakyat.
- Iya.
- Sedangkan menteri ditunjuk oleh
- presiden. Prinsipnya kalau mereka taat
- pada Allah, wajib kita taati mereka.
- Tapi kalau mereka menentang Allah Taala,
- kewajiban kita mengingatkan mereka,
- menegur mereka, mengajak mereka kembali
- kepada Allah dan Rasulnya. Tapi kalau
- mereka tetap melakukan kejahatan dan
- kerusakan dengan sendirinya rakyat harus
- bersatu bersama-sama
- untuk menggantikan mereka dengan
- pemimpin yang lebih baik, yang amanat
- dan tahu kewajiban mereka dan tugas
- mereka. Jadi hadis tadi itu merupakan
- hadis yang dibuat oleh para penguasa
- pada masa-masa Bani Umayyah. Ya, mereka
- sengaja menyebarkan hadis ini melalui
- rawi yang mereka perintahkan untuk apa?
- untuk membungkam mulut masyarakat. Tidak
- boleh kita berdemo, tidak boleh kita
- mengitik, ya, tidak boleh kita melakukan
- aksi. Ini semua merupakan
- perbuatan-perbuatan bidah.
- Orang yang melakukan amar makruf nahi
- mungkar, mengajak untuk melakukan
- perbaikan, bagaimana mau dikatakan
- sebagai ahli bidah? Jadi hati-hati
- terhadap hadis-hadis semacam ini ya yang
- memang sengaja dibuat untuk membungkam
- mulut kaum muslimin dari kejahatan yang
- berlangsung di tengah-tengah mereka.
- Padahal Allah perintahkan kita untuk
- apa? Dengan tegas melakukan amar makruf
- nahim. Wallahuam. Tapi Ustaz ee ini
- pertanyaan baru yang timbul Ustaz ketika
- ee dihadapkan dengan ayat-ayat tadi
- Ustaz bahwa selama tidak bermaksiat maka
- taatilah pemimpin.
- Muncul argumen ee mereka masih Islam
- enggak? Masih Islam. Yakni maksudnya
- pemimpin yang kita bilang zalim tadi
- mereka masih salat enggak? Masih salat.
- Mereka masih syahadat enggak? Masih
- syahadat. Mereka menghalangi kamu salat
- enggak? Tidak menghalangi kita salat.
- Mereka menghalangi kita untuk
- melaksanakan agama Allah tidak tidak
- menghalangi kita. Tapi di sisi lain
- mereka melakukan perusakan, kezaliman
- dari segi harta, kezaliman dari segi
- dunia dan lain sebagainya. Ee ini
- bagaimana, Ustaz? Ee ketika
- kemaksiatan itu disempitkan sebatas
- bagaimana kita bisa salat, bagaimana
- kita bisa ee berislam dan lain
- sebagainya. Sementara di sisi lain kita
- mau kerja aja susah, Ustaz. Ee kita
- kesempatan kita tertutup, Ustaz. Ekonomi
- kita anjlok, Ustaz. Kita kerja kita bisa
- kerja pun uang kita yang kita kumpulkan
- lama-lama mengikis karena inflasi dan
- lain sebagainya. Apakah seperti ini yang
- disebut dengan ee kemaksiatan yang harus
- diam makruf nahi mungkar? Apakah karena
- mereka muslim, karena mereka salat itu
- sudah cukup bagi kita untuk tidak
- beramar makruf nahi mungkar sebagaimana
- yang dikatakan orang-orang ustaz,
- bahasa yang sadar, bahasa yang
- berpendidikan
- yang bijak, mereka tidak akan pernah
- membiarkan
- kerusakan terjadi di depan mata mereka.
- Mereka diamkan. Mustahil. Oleh karena
- itu saksikan coba di Jepang.
- Pemimpin di Jepang itu bisa
- berganti-ganti dalam waktu singkat
- gitu. Kebijakannya salah tidak benar itu
- akan terjadi demo ya. Bahkan dengan
- penuh rasa malu sebagian mereka
- memundurkan diri
- karena merasa malu.
- Coba saksikan negara-negara maju
- bagaimana mereka apa mereka
- serius memilih calon pemimpin mereka.
- Mereka dukung selagi pemimpin mereka
- berjuang untuk kebenaran. Tapi di saat
- mereka melihat pemimpin mereka melakukan
- kerusakan, mereka tidak berdiam. Karena
- kebijakan pemimpin ini akan menimbulkan
- kerusakan pada bangsa, negara.
- Jadi seharusnya kaum muslimin
- mendapatkan edukasi pendidikan ya
- mengenai apa? kewajiban mereka
- betul-betul untuk bekerja sama
- menegakkan keadilan
- juga berjuang untuk apa? Memperjuangkan
- kebaikan dan kemuliaan agar setiap anak
- bangsa ini betul-betul dapat apa? Dapat
- menikmati hak mereka secara penuh.
- Tapi kalau sebahagian mendukung,
- sebahagian menentang ini menjadi alasan
- kuat bagi mereka-mereka yang berkuasa
- bahwa mereka punya legitimasi karena
- didukung oleh apa?
- Rakyat.
- Jadi kita sampai saat ini belum memahami
- betul-betul petunjuk Al-Qur'an yang
- mengajak kita untuk serius dalam
- memperjuangkan yang makruf, mencegah
- yang mungkar. Mencegah yang mungkar
- bukan hanya dengan kata-kata
- iya,
- tapi juga dengan aksi. Nah, karena para
- pemimpin mereka duduk dipilih oleh
- rakyat, rakyat punya hak untuk
- memutuskan apa? Hubungan kerja sama
- bersama mereka. Iya.
- Minta mereka mundur, digantikan dengan
- orang-orang yang baru yang mereka anggap
- lebih mampu untuk menjalankan amanat
- Allah Subhanahu wa taala. Cuma sekarang
- ada pemahaman yang salah. Seolah-olah
- yang berkuasa itu merupakan pemilik
- negeri ini.
- Seharusnya mereka melayani rakyat,
- justru mereka meminta dilayani oleh
- rakyat. [tertawa] Bukan hanya
- mereka-mereka yang mampu, sampai rakyat
- kecil pun ya dengan paksa dipungut pajak
- dari mereka.
- Sedangkan ke mana perginya uang pajak?
- Kita mengatakan wallahuam
- karena tidak bersifat transparan ya. Dan
- kita saksikan yang miskin semakin
- miskin, yang punya pekerjaan gulunger
- karena kesulitan untuk berusaha. Dan
- kita saksikan bagaimana yang tetap
- eksesif adalah mereka-mereka kalangan
- oligarki dan pejabat-pejabat yang
- bekerja sama bersama mereka. Adapun
- rakyat,
- apakah hak mereka diperhatikan? Tapi
- kalau setiap rakyat tahu bahwa negeri
- ini merupakan negeri mereka, kekayaan
- negeri ini, dia memiliki hak
- dan semuanya bangkit bersama-sama,
- mereka tidak akan menerima uang suap
- yang hanya menyenangkan sebagian orang.
- Iya.
- Tapi mereka akan berjuang lebih besar,
- lebih mulia dengan tetap menjaga
- kehormatan mereka. Mereka menikmati
- kekayaan negeri mereka yang
- distribusikan secara adil oleh para
- pemimpin yang amanat dan bertanggung
- jawab. Jadi hadis-hadis seperti tadi ya
- yang merupakan hadis ahad dan
- dipertanyakan
- pada sebagian rawinya
- karena ada rawinya ya yang apa rawi yang
- meriwayatkan tersebut ya tidak berjumpa
- dengan rawi yang lain yang meriwayatkan.
- Jadi, mari bersama-sama
- dalam menerima riwayat ini kita
- berhati-hati
- apabila sejalan dengan Al-Qur'an kita
- ambil. Kalau tidak sejalan dengan
- Al-Qur'an tidak mungkin Nabi mengucapkan
- satu hadis yang bertentangan dengan
- tuntunan dan ajaran Al-Qur'an.
- Jadi, jangan kita mendengarkan
- seruan-seruan dari sebagian apa?
- sebagian tokoh agama yang hidup di bawah
- naungan raja-raja dan makan diberikan
- oleh mereka selalu mereka gembar-gembor
- tidak boleh demo, tidak boleh melakukan
- aksi, tidak boleh ini, tidak boleh itu.
- Dan mereka sebetulnya memang apa? Mereka
- orang-orang yang dibayar untuk
- mengucapkan hal ini.
- Nah, di negeri kita alhamdulillah bangsa
- kita ini bangsa yang kita anggap santun
- dan baik ya. Bangsa juga yang cerdas
- sebetulnya, tapi tinggal
- mereka bersatu. Para ulama memberikan
- bimbingan kepada mereka untuk beramar
- makruf, bernahi mungkar. Jangan
- kemungkaran dibiarkan lama-kelamaan.
- Akhirnya kemungkaran berubah menjadi
- makruf. Yang makruf berubah menjadi
- mungkar. Wali.
- Masyaallah. Masyaallah. Jazakumullah
- khairan jaza, Ustaz. Nah, ini ada
- pertanyaan unik nih, Ustaz, dari hamba
- Allah di Bekasi. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. Ee
- kalau Allah maha adil, kenapa pemimpin
- zalim bisa bertahan lama? Masyaallah.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Kita harus paham peran kedudukan kita di
- muka bumi ini sebagai khalifah.
- Allah Subhanahu wa taala dengan
- rahmatnya
- membantu mendukung orang-orang yang
- berbuat kebaikan dan berjuang di jalan
- kebaikan. Sebagaimana firman Allah,
- walladzina jahadu fina
- yang berjuang di jalan kami.
- Kami akan tunjukkan mereka bukannya hal
- tapi jalan-jalan kami.
- Subulwa.
- Nah, sebagai khalifah Allah berikan
- mereka hak memilih.
- Allah berikan mereka kehendak. Allah
- juga utus rasulnya, turunkan kitabnya,
- memberikan bimbingan kepada mereka. Nah,
- kalau manusia memilih
- untuk hidup
- berpaling dari petunjuk Allah, mereka
- hidup melakukan kerusakan kezaliman di
- atas muka bumi
- sebagai khalifah dengan sendirinya apa?
- Allah tidak menahan mereka. Allah tidak
- menahan.
- Seharusnya rakyat rakyat ya yang
- diingatkan untuk memperjuangkan amar
- maruf nahi mungkar tidak mendiamkan
- orang yang berbuat kezaliman.
- Kalau Allah turun tangan
- mengurus mereka secara langsung, berarti
- mereka bukan khalifah yang diserahkan
- amanat dan tanggung jawab.
- Bukankah yang berbuat zalim merupakan
- bahagian dari saudara mereka? Sesama
- manusia kan.
- Kalau mereka betul-betul mengingkar
- pemimpin yang adil, mereka berikan suara
- mereka untuk pemimpin yang adil.
- Tapi kalau mereka memberikan suara
- mereka kepada pemimpin yang zalim
- sebagai contoh, jangan salahkan kalau
- seai kezaliman akan menimpa mereka.
- Jadi pemimpin bukan naik menuju
- kekuasaan dengan sendirinya, tapi
- diangkat oleh rakyat.
- Sedangkan rakyat tidak mampu membedakan
- antara pemimpin yang adil dengan
- pemimpin-pemimpin yang bicara tentang
- keadilan, tapi paling jauh dari
- kebenaran dan keadilan.
- Jadi kalau seandainya Allah itu maha
- adil, kenapa pemimpin yang zalim kok
- dibiarkan?
- Nah, di sini Allah telah memberikan
- peringatan, bimbingan kepada kita. Di
- samping menjauhkan kezaliman, Allah juga
- mengingatkan kita untuk tidak berkumpul
- bersama orang yang zalim. Warkanuam.
- Jangan kalian rukun ya, kumpul bersama
- orang yang zalim.
- Dengan cara seperti ini
- kita bisa apa? Bisa melakukan perbaikan.
- Ada orang bertanya, "Bukankah Allah
- berfirman, w minbatin ardhi illa
- rizquha?" Bukankah tidak ada satuun
- makhluk yang melata melainkan Allah
- sudah siapkan rezekinya? Allah siapkan
- di muka bumi ini berbagai macam nikmat
- karunianya.
- Tapi Allah perintahkan mereka berusaha.
- Masa mereka minta Allah memasakkan nasi
- buat mereka, memasakkan juga dagingnya
- buat mereka, kemudian menyuapin mereka.
- Lalu apa peran mereka?
- Kebetulan perbekalan mereka tersedia
- tinggal mereka berusaha berjuang.
- Iya.
- Jadi tidak menyalahi ayat ini. Ayat ini
- menjelaskan bahwa Allah telah persiapkan
- perbekalannya.
- I.
- Nah, kalau seandainya mereka berdiam
- menyaksikan sebagian orang menguasai
- sumber pangan mereka, mereka mampu
- merubah tapi mereka berpangku tangan
- dengan sendirinya. Kalau terjadi
- kerusakan jangan salahkan Allah. Mereka
- yang melakukan pembiaran.
- Jadi Allah maha adil, Allah maha
- bijaksana dan Allah mengingatkan kita
- untuk berjuang menegakkan kebenaran,
- keadilan dan jangan membiarkan
- kezaliman.
- Nah, di hari akhirat nanti orang-orang
- yang hidup dalam kebenaran keadilan,
- berjuang juga untuk menegakkan keadilan,
- memerangi yang zalim, mereka akan
- menerima balasan mereka. Sedangkan
- mereka-mereka yang berbuat zalim yang
- tidak sempat dihukum di hari akhirat
- mereka akan menerima hukuman mereka yang
- amat mengerikan.
- Jadi kita ini mustaklafuna fil ard
- diangkat sebagai khalifah di atas muka
- bumi untuk mengelola bumi kita, untuk
- bekerja sama di antara keluarga besar
- umat manusia
- dalam rangka membangun kebajikan,
- kemuliaan, menegakkan keadilan. Tapi
- kalau seandainya kita berdiam di hadapan
- yang mungkar kezaliman, jangan salahkan
- kecuali diri kita sendiri. Wallahuam.
- Masyaallah, Ustaz.
- Ee satu lagi apa sudah selesai, Ustaz?
- Nah, Ustaz ee ini sekedar refleksi Ustaz
- dari perjalanan Alfagir ke Aceh Tami
- yang kemarin. Dari
- empat kampung yang kita datangi ya,
- Alfagqir pertama kali datang ke Medan,
- belanja untuk bantuan, kemudian datang
- ke Aceh Tamiang, ke Rantok Bintang, ke
- ee Desa Sekur, ke ee Kuala Simpang dan
- lain sebagainya. Di antara desa-desa
- yang hancur, Ustaz, hampir tiap desa
- yang Alfagir datangi, Ustaz, adalah
- bangunan yang selamat adalah masjid,
- Ustaz, yang menjadi posco atau pusat
- bantuan dari luar, pusat distribusi
- bantuan dari luar, dan ee tempat
- pertolongan pertama bagi para pengungsi
- yang ada di sana, Ustaz. Selalu yang
- berdiri kokoh itu masjid. Bahkan ada
- satu masjid di daerah Sekur, Ustaz. Ini
- masjid berdiri kacanya enggak pecah,
- Ustaz. Di saat yang bersamaan,
- rumah-rumah sekitar masjid ini tertimbun
- kayu, Ustaz. Bukan hanya hancur, Ustaz.
- Tertimbun kayu gelondongan, Ustaz.
- [tertawa]
- Kita bilang bukan kayu hutan, tapi kayu
- gelondongan karena memang sudah
- terkelupas ada bekas potongan gergaji
- dan lain sebagainya, Ustaz. Nah, ini
- secara spiritual apa rahasianya, Ustaz?
- rahasia Allah dan hikmah di balik ee
- kejadian ini di mana Allah Subhanahu wa
- taala masih menyelamatkan rumah Allah
- Subhanahu wa taala di tengah-tengah
- musibah yang terjadi. Ustaz Syukran
- jazakullah khair.
- Sebetulnya menerangkan kepada kita
- bahwa rumah Allah Subhanahu wa taala
- merupakan rumah di mana Allah Subhanahu
- wa taala menaburkan rahmatnya bagi
- hamba-hambnya.
- Kalau seandainya mereka berkumpul di
- rumah Allah pada masa-masa aman, mereka
- bekerja sama mengikuti bimbingan
- petunjuknya, rahmat ini betul-betul akan
- terus
- meliputi
- baik diri mereka, keluarga mereka,
- demikian pula umat mereka.
- Allah jadikan masjid ini bukan hanya
- sebagai tempat sujud ya secara lahir
- juga masjid merupakan tempat batin kita.
- jiwa kita sujud di hadapan kebesaran
- keagungan Allah juga merupakan tempat
- kita menunjukkan kebersamaan kita di
- jalan Allah Subhanahu wa taala.
- Dan pada saat-saat terjadi bencana
- itu juga merupakan tempat yang aman bagi
- mereka. Saya teringat ketika terjadi
- tsunami di Aceh, ada seorang pemuda yang
- tadinya
- muslim tapi bercampur antara perbuatan
- baik dan buruk.
- menyaksikan suami bagikan gunung dari
- jauh dia naik ke ke apa ke menara masjid
- di puncak sambil memohon pada Allah
- apabila dia selamat dia akan bertobat.
- Subhanallah ternyata gelombang itu
- melampaui masjid bahkan menaranya.
- Uh.
- Tapi dia selamat.
- Dan saya saksikan di Banda Aceh
- bagaimana?
- Rumah yang dekat dengan apa? Yang dekat
- dengan lautan. H
- dalam keadaan selamat benteng satu pun
- tidak jatuh. Sedangkan tempat yang lain
- tenggelam.
- Tempat yang lebih jauh pun mengalami
- kerusakan. Artinya Allah Subhanahu wa
- taala akan menjaga hamba-hambanya yang
- menjaga Allah.
- Ihfadillah yahfadka. Kamu jaga Allah
- petunjuk bimbingannya Allah akan menjaga
- kamu.
- Ihfadillah tajid tuj. Jaga Allah. Engkau
- akan menjumpai Allah selalu di hadapan
- kamu. Jadi masjid ini sebagai tempat di
- mana manusia akan menemukan rasa aman
- mereka, persaudaraan mereka, kebersamaan
- mereka. Di sana mereka menerima rahmat
- Allah Subhanahu wa taala. Maka penting
- bagi kita untuk bersama-sama berkumpul
- kembali di rumah Allah Subhanahu wa
- taala. Bukan hanya untuk sujud secara
- lahir, tapi jiwa kita, batin kita juga
- sujud merendah di hadapan kebesaran dan
- keagungan Allah Subhanahu wa taala.
- mendengarkan bimbingannya, petunjuknya.
- Kemudian kita kembali ke tengah-tengah
- keluarga kita. Pesan-pesan Allah,
- pesan-pesan yang kita terima melalui
- salat kita sebarkan di tengah-tengah
- lingkungan kita. Dimulai dengan
- mentakbirkan Allah, ditutup dengan
- mengucapkan salam. Pesan agar kita
- melaburkan salam dan juga mengingatkan
- kita bahwa hidup yang aman, yang damai,
- yang kokoh, kuat pada saat kita
- membesarkan dan mengagungkan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Jadi mudah-mudahan
- amin amin
- Allah subhanahu wa taala ingatkan kita
- semua bersama-sama untuk beramai-ramai
- kembali menuju Allah. Dan rumah Allah di
- bumi ini sebetulnya bukan menunjukkan
- Allah berdiam di rumah tersebut tapi di
- sana terdapat rahmat Allah, terdapat
- hidayah Allah, terdapat apa saja yang
- kalian inginkan
- dengan kalian kembali pada Allah. Allah
- berfirman, waakib.
- Kita datang ke rumah Allah, maka kita
- akan lebih dekat dengan Allah Subhanahu
- wa taala. Subhanak
- wasalamikum warahmatullah wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakumullah khair jazan
- atas jawaban pertanyaannya, ilmu yang
- dibagikan kepada kita semua. Semoga
- menjadi berkah, menjadi pintu hidayah
- untuk kita sama-sama bisa mendekat
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Makasih
- ikhwan akhwat yang sudah menyimak.
- Makasih Ondi dan Mas Algi di meja
- operator Alfagqir Isa Alkaf bersama
- seluruh kru yang bertugas mohon undur
- diri. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.