Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Bagaimana kabar Anda di sore hari ini?
- Semoga dalam keadaan sehat walafiat dan
- selalu dalam lindungan Allah Subhanahu
- wa taala. Senang sekali kami dapat
- kembali menjumpai Anda dalam program
- tausiah sore edisi Rabu 24 Rabiul Awal
- 1447 Hijriah yang juga bertepatan di
- tanggal 17 September 2025 Masehi. Ikut
- akhot di sore hari ini walaupun di
- studio kami di sekitaran wilayah Cibubur
- hingga kediaman Ustaz Ahmad Jazul Kholil
- dalam keadaan hujan yang cukup deras.
- Mudah-mudahan tidak menyurutkan langkah
- kita untuk terus menimba ilmu baik di
- masjid ataupun di radio-radio Islam.
- Salah satunya adalah radio silaturahim,
- radio yang menyatukan semua umat
- manusia.
- Dan di sore hari ini, ikhwan dan akhwat,
- Ustaz Ahmad Jazuli Khalil akan
- membawakan tema tentang menjelang
- wafatnya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam.
- Dan satu lagi, ikhwan dan akhwat, kami
- ingatkan kepada Anda bahwa hari Sabtu
- besok ee jangan lewatkan untuk hadir
- dalam acara Temu Pendengar Radio
- Silaturahim
- dalam rangka Maulid Nabi Muhammad
- sallallahu sallallahu alaihi wasallam
- dan milad Radio Silaturahim yang ke-16.
- Dan Ustaz Ahmad Jazuli Kholil adalah
- salah satu pengisi di acara tersebut.
- Mudah-mudahan beliau bisa hadir dan
- Allah berikan keberkahan dan juga ee
- naungan rahmatnya. Kita langsung menyapa
- guru kita yang telah terhubung melalui
- aplikasi Zoom. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sehat, Ustaz, ya.
- Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Baik, ikhwan dan akhwat.
- Marilah kita dengarkan tausiah yang akan
- disampaikan oleh guru kita Ustaz Ahmad
- Jazuli Khalil. Tafadol Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam
- habibina rasulillah Muhammad [berdehem]
- Abdillah sallallahu alaihi wasallam waa
- alihiwa
- Auzubillahiminasyaitanirjim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin
- arrahmanirrahim.
- iki yaumiddin iyaka na'budu wa iyaka
- nastain ihdinatal mustaqimathalladzina
- anamta alaihim ghairil magdubi alaihim
- waladin
- amin
- bismillahirrahmanirrahim
- alhamdulillahi rabbil alamin wasalatu
- wasalamu ala asrofil mursalin
- sayyidina wa maulana muhammadin wa ala
- alihi wasohbihi ajma
- Muhammadinallahu alaihi wasallam
- umur wa bidah bidatinar.
- Para pendengar hadia silaturahim dan
- pemirsa Rasil TV rahimakumullah.
- Alhamdulillah kembali kita panjatkan
- puji serta syukur
- ke hadirat Allah Subhanahu wa taala yang
- senantiasa melimpah curahkan nikmat
- karunianya kepada kita, terutama nikmat
- iman dan Islam, nikmat sehat walafiat,
- nikmat panjang usia dalam taat, termasuk
- nikmat dipertemukannya kita sore ini
- dalam rangka menjalankan salah satu
- perintah nya yang diwajibkan atas kita
- semua yaitu menuntut ilmu yang
- insyaallah
- pada sore ini kita akan bahas tentang
- ihtidaruhu
- wafatuhu alaihialatu wasalam yaitu
- ikhtidar
- menjelang wafatnya dan wafatnya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Sahabat Abdullah bin Mas'ud
- beliau ee menceritakan,
- "Saya masuk menjenguk Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Kemudian begitu saya menyentuh tubuh
- Rasul,
- saya rasakan begitu panasnya demamnya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Ya, sampai kata beliau, "Ya Rasulullah,
- engkau panas sekali."
- Lalu kata Rasulullah, "Benar
- ya.
- Jadi aku ini
- merasakan panas dua kali panasnya atau
- demamnya orang lain.
- Karena memang nabi itu
- apabila melakukan kebaikan, kebaikannya
- itu dilipat gandakan.
- Apabila beliau ini melakukan umpamanya
- ya ee melakukan kesalahan, maka dosanya
- juga dilipat gandakan. Yang namanya
- pemimpin ya seperti itu. Termasuk
- sakitnya Rasulullah.
- Ya, makanya sahabat Abdullah Ibnu Mas'ud
- kemudian mengatakan, "Inna laka ajrain."
- Tapi kan kau mendapatkan pahala dua kali
- lipat. Katanya Rasulullah Q naam iya
- walladzi nafsi biyadii maal ard muslimun
- yusibuan min mar
- siwahu illahahuahu
- kamaajarah
- warqoha
- demi zat yang jiwaku dalam kekuasaannya
- tidak ada di muka bumi ini seorang
- muslim pun yang ditimpa
- penyakit
- atau sakit dari penyakitnya itu
- ya, melainkan Allah menghapuskan
- dengannya segala kesalahannya.
- Banyak sekali kesalahan yang
- dihapuskannya.
- Apakah Nabi punya kesalahan? Tidak.
- Ini kan untuk muslim umatnya.
- Sebagaimana pepohonan itu daun
- sebagaimana daun-daun dedaunan yang
- rontok dari pepohonan. Begitulah dosa
- ya seorang mukmin manakala dia itu
- sakit.
- Ketika Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam hijrah ke Madinah
- itu ada seseorang seorang wanita yang
- menawarkan kepada Rasul barangkali Rasul
- berkenan untuk menikah lagi.
- Ya.
- Ya. Maka ditawarkan nih Rasulullah ada
- seorang wanita yang bukan di samping dia
- itu cantik
- tapi istimewanya lagi orang itu enggak
- pernah sakit.
- Lalu Rasulullah mengatakan, "Tidak ada
- kebaikan bagi orang yang tidak pernah
- sakit." Tidak baik katanya ya. Tidak
- baik orang kalau enggak pernah sakit
- ya. Nah, kenapa ada satu hadis walaupun
- ini hadis adalah hadis daif,
- di sana diriwayatkan bahwa apabila Allah
- Subhanahu wa taala
- itu ber menghendaki seseorang sakit,
- maka diutusnyaalah empat malaikat.
- satu malaikat yang mengambil
- tenaganya
- ya. Makanya orang kalau mau sakit
- biasanya lemas ya sudah enggak bergairah
- karena tenaganya diambil.
- Yang kedua adalah malaikat yang
- ditugaskan mengambil nafsu makannya
- sehingga udah air putih pun berasa
- pahit, enggak ada yang enak.
- Dan kadang-kadang nih di sini nih yang
- saya sesalkan
- si istri-istri itu kalau suaminya sakit
- ditawarin makan yang enak-enak.
- Padahal yang bagus nawarin makan yang
- enak tuh jangan lagi sakit
- ya, tapi lagi sehat biar dimakan. Kalau
- lagi sakit gimana mau makan? [tertawa]
- Baiklah para pendengar yang saya
- hormati.
- hilang nafsu makannya karena sudah
- dicabut.
- Kemudian yang ketiga adalah malaikat
- yang mengambil
- cahaya sinar sinar mukanya
- ya.
- Karena enggak makan, enggak banyak gerak
- dengan sendirinyal cahaya mukanya ini
- hilang. Jadilah kemudian pucat.
- Nah, yang keempat adalah malaikat yang
- ditugaskan oleh Allah untuk mengambil
- dosanya.
- Begitu kata Rasulullah. Dan apabila
- Allah
- hendak menyembuhkan
- orang itu,
- maka oleh Allah diutuslah malaikat yang
- kedua,
- yaitu malaikat yang mengambil nafsu
- makannya dikembalikan.
- sehingga
- ya nafsu makan
- ada lagi
- apa saja enak
- kata orang Betawi katanya kemaru
- ya kata orang Sunda itu mamayu
- apa saja enak kenapa nafsu makannya
- sudah dikembalikan
- kemudian malaikat yang pertama yang
- mengembalikan tenaganya
- Kembalikan sekarang tenaganya.
- Dikembalikan tenaganya.
- Kemudian malaikat yang ketiga
- yang mengambil sinar mukanya
- dikembalikan lagi sinar mukanya sehingga
- seperti keadaan sebelum dia sakit.
- Tinggal malaikat yang keempat.
- Malaikat yang keempat ini menunggu
- lah. Kok enggak disuruh-suruh oleh
- Allah? Ya
- gitu.
- Karena itu maka malaikat yang keempat
- kemudian bertanya kepada Allah sujud di
- bawah arasy. Ya Rabb,
- kami berempat di Engkau perintahkan
- untuk mengambil dari si fulan
- sesuatu
- sesuai dengan yang Engkau perintahkan
- kepada kami dan itu sudah kami
- laksanakan.
- Kini mereka sudah mengembalikan apa yang
- dulu mereka ambil. Tinggal saya ya Rabb.
- Kapan saya harus mengembalikan apa yang
- saya ambil darinya?
- Lalu kata Allah, "Wahai malaikatku,
- sakit itu adalah penderitaan."
- Ya, sakit itu adalah penderitaan
- bagian dari siksaan.
- Sementara aku ini arhamur rahimin,
- Tuhan yang maha pengasih, maha
- penyayang.
- Nah, kalau sekarang dosa itu
- dikembalikan lagi, sementara hambaku ini
- sudah menderita, sudah sengsara, lalu di
- mana
- letak kasih sayangku?
- Karena itulah sebagai imbalannya,
- buanglah apa yang sudah kamu ambil.
- Jadi dibuanglah dosanya.
- Karena itu dari kacamata agama sakit itu
- sebenarnya adalah
- bagus ya karena sedang membersihkan
- orang itu dari dosa.
- Tapi juga jangan Anda kemudian kalau
- nengokin orang yang sakit lama enggak
- sembuh-sembuh, wah berarti orang ini
- dosanya belum habis nih. Enggak boleh
- bicara seperti itu, ya.
- Nah, demikianlah dan penderitaan
- yang dialami oleh Nabi, rasa sakitnya
- itu adalah dua kali lipat yang dirasakan
- oleh umatnya. [berdehem]
- Karena pahala dari sakitnya itu juga itu
- dua kali lipat lebih besar daripada
- pahala yang diperoleh oleh umatnya yang
- sedang sakit.
- waqala Nabi sallallahu alaihi wasallam,
- inna
- masyarul anbiya.
- Kami ini adalah para nabi, golongan para
- anbiya, para nabi.
- Yud,
- yudafulan bala.
- Kalau kami ditimpa bala
- itu dilipat gandakan balanya.
- Kama yudafulan ajru.
- Sebagaimana pahala juga dilipat
- gandakan.
- Ya, begitulah namanya para nabi, para
- aulia, para ulama.
- Semakin kualitas orang itu ya
- keimanannya,
- ilmunya semakin tinggi, maka nilai dari
- pahalanya juga pasti bedalah dengan
- orang awam.
- Makanya kan ada ungkapan begini ya dari
- Nabi.
- Tuba liman roani waabi.
- Tumma tuba tumma tuba tumma tuba
- liman amana bi walam yaroni.
- Beruntung sekali orang yang melihatku
- kemudian dia beriman kepadaku.
- beruntung. Kemudian beruntung dan
- beruntung
- orang yang beriman kepadaku padahal dia
- tidak pernah melihat aku.
- Ya, kita-kita ini jadi untuk sahabat
- dikatakan beruntung satu kali.
- Untuk kita, Nabi mengatakan beruntungnya
- sampai tiga kali.
- Nah, kemudian kita beranggapan bahwa
- keberuntungan kita ini lebih besar
- daripada keberuntungan para sahabat.
- Jadi, artinya kita lebih baik dari
- sahabat, lebih beruntung daripada
- sahabat.
- Ya, keliru kalau kita punya paham
- seperti itu.
- Kenapa ya walaupun satu kali beruntung
- ya dan untuk para sahabat, untuk kita
- tiga kali kualitasnya itu beda yang satu
- ini
- ya.
- Orang yang membaca Al-Qur'an kata Nabi
- dengan mahir, dengan baik, dia bersama
- safaratil kiramil barorah. Tapi bagi
- orang yang membaca Al-Qur'an dan dia
- tersendat-sendat, dia mendapatkan pahala
- dua. Bukan berarti yang pahala dua ini
- lebih baik daripada yang lancar, Pak.
- Ya, jangan salah memahami.
- Bilangannya banyak tapi kualitasnya.
- Ketika ee Nabi sallallahu alaihi
- wasallam itu ketika salat sunah ihram,
- beliau mengerjakannya di Bir Ali
- ya. Sehingga kita juga kalau mau
- melaksana ibadah haji, mau umrah, ambil
- miqat dari Madinah, biasanya kita
- mengerjakannya itu di Bir Ali. Kenapa?
- Ittiba kepada Rasul.
- Apakah [berdehem]
- memang lebih baik di situ di Bir Ali
- atau di Madinah? Padahal kalau kita
- mengerjakan salatnya di Madinah, di
- Masjid Nabawi,
- tentu dapat lipatan 1000 kali lipat
- dibanding dengan di Bir Ali.
- Kalau di Bir Ali tidak, tidak ada
- lipatan 1.000.
- Nah, cuma satu gitu. Cuma satu.
- Tapi kalau kita mengerjakan salatnya di
- Masjid Nabawi, maka salat itu lebih baik
- dari di tempat lain 1000 kali lipat.
- Mana yang lebih baik? Sebaiknya salat
- sunah ihramnya di Masjid Nabawi atau di
- Bir Ali? Jelas di Bir Ali.
- Di Bir Ali tidak dilipat gandakan, tapi
- mempunyai nilai ittiba kepada Nabi
- sallallahu alaihi wasallam. Kalau di
- sana di Masjid Nabawi mendapatkan nilai
- lipatan 100 tapi tidak dapat nilai
- itibak kepada Nabi dan kualitas ini jauh
- lebih besar dari lipatan 1.000.
- Nah, jadi kita kembali lagi kepada hadis
- ini. Jadi kata Nabi, S Nabi, para nabi
- itu dilipat gandakan ketika kena bala
- begitu juga adalah pahala.
- Waqala Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam, "Ayadunasi balaan alanbiya."
- Manusia paling berat balanya
- ya, ujian
- kemudian musibah ya. Sebab bala itu
- di satu sisi sama dengan musibah.
- Cuma bedanya kalau musibah adalah ujian
- yang enggak enak. Itu musibah ditinggal
- mati
- ya, dicuri, kemudian apalagi ketimpa
- reruntuhan, tenggelam. Itu namanya
- musibah. Jadi enggak enak
- ya ditimpa kemiskinan. Itu musibah e apa
- namanya? Musibah.
- Jadi enggak enak. Kalau bala bisa jadi
- enggak enak, bisa juga enak.
- Orang diberi kekayaan oleh Allah. Ah,
- itu bala
- ujian ya. Tapi ujian yang pada umumnya
- menyenangkan yang diuji
- gitu. Orang diberi ilmu, diberi jabatan
- atau kedudukan itu adalah bala juga sama
- ujian dari Allah. Cuma ujian yang
- mungkin menyenangkan.
- Banyak orang yang lulus diuji dengan
- kemiskinan.
- Ya, banyak orang yang lulus diuji dengan
- kemiskinan. Jarang yang lulus diuji
- dengan kekayaan.
- Nah, ini kata Rasulullah, manusia yang
- paling keras balanya
- adalah para nabi.
- Jadi kalau kena bala itu yang paling
- berat itu para nabi. Summolihuna.
- Kemudian orang-orang saleh seperti para
- sahabat,
- para aulia, para ulama. Summal amsal fal
- amsal.
- Kemudian ya yang mendekati itu terus di
- bawahnya
- di bawahnya
- sabar lah itu ujiannya berat.
- Lalu nanti di bawah sahabat adalah
- tabiin. Begitu juga ya cuma tidak
- seberat sahabat
- dan seterusnya. Semakin ringan, semakin
- enteng atau lemah iman seseorang,
- semakin apa namanya? enteng juga
- ujiannya. Semakin tinggi semakin kuat ya
- ilmu dan keimanan seseorang maka
- ujiannya juga semakin berat. Sudah yang
- mudah beginilah
- dari mulai SD kelas 1 sampai perguruan
- tinggi itu ada pelajaran matematika.
- Tentu saja kalau anak kelas 1 ujian
- matematika
- pasti soal yang diberikannya adalah
- disesuaikan dengan kemampuan si anak
- kelas 1. Enggak mungkin soal yang biasa
- diberikan kepada anak kelas 6 diberikan
- kepada anak kelas 1. Begitu juga ya
- ujian ya soal-soal yang diberikan kepada
- anak SMP. enggak bakalan diberikan
- kepada anak SD. Begitulah seterusnya
- ya disesuaikan.
- Maka selanjutnya kata Nabi,
- "Yubtalarjulu ala hasbiinih, seseorang
- itu akan ditimpa bala
- ya sesuai dengan agamanya. [berdehem]
- Fain fiinihi."
- Kalau ternyata agamanya kuat, keras ya,
- kokoh,
- maka suddida alaihi bala,
- maka balanya diberatkan.
- Karena apa? Agamanya, akidahnya kuat
- gitu. Akidahnya kuat.
- Hm. Nah, kemudian ya otomatis ya
- kesabaran menghadapi bala buat orang
- yang akidah atau agamanya kuat dengan
- kesabaran menghadapi bala yang dialami
- oleh orang awam nilai kesabarannya
- adalah berbeda. Karena apa? kualitas
- bala berbeda dan dengan sendirinya
- kualitas sabarnya juga pasti akan
- berbeda.
- Karena itu boleh jadi ya orang awam
- sudah menganggap dia itu sabar tapi buat
- ulama dia belum sabar.
- Boleh jadi seorang ulama itu sudah
- dikatakan sabar, tapi belum dikatakan
- sabar buat orang-orang yang di atasnya
- oleh para nabi dan seterusnya.
- dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhu
- ya dalam kitab muwatonya
- Imam Malik rahimahullah beliau ya
- mencantumkan hadis
- dari
- Umar bin Abdul Aziz
- Beliau mengatakan
- kana
- min akhiri ma takallama bi rasulillah
- sallallahu alaihi wasallam anq
- qalallahul
- yahuda nasoro itaku qubur anbiya
- masajid.
- Di antara yang terakhir diucapkan oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- atau kalimat yang termasuk akhir
- diucapkan oleh Rasul adalah semoga Allah
- memerangi orang Yahudi dan Nasrani yang
- menjadikan kuburan para nabi mereka
- sebagai masjid.
- Nah, di sinilah makanya ada sebagian
- dari kaum muslimin ya itu mengutuk keras
- kalau di kuburan itu eh kalau di masjid
- itu ada kuburan.
- Bahkan menganggap orang yang salat di
- sana itu sudah masuk dalam kategori
- syirik.
- Ya. Hmm.
- Lalu mereka juga lupa bahwa kuburan Nabi
- sallallahu alaihi wasallam, kuburan
- sahabat Abu Bakar, sahabat Umar itu ada
- di dalam
- masjid.
- Dalam sejarah diriwayatkan bahwa ketika
- Nabi sallallahu alaihi wasallam wafat,
- ada sahabat yang mengusulkan agar Nabi
- Muhammad itu dikebumikannya di
- pengimaman.
- Ada lagi sahabat yang mengusulkan agar
- di bawah mimbar.
- Ya, terlepas masalah kemudian ini
- dilaksanakan atau tidak, usulan itu
- menunjukkan
- berarti mereka menganggap boleh
- menguburkan di dalam masjid. Kalau
- enggak, mana mungkin mengusulkan begitu.
- Lalu sahabat Abu Bakar Assiddiq
- radhiallahu anh beliau datang, beliau
- mengatakan, "Aku mendengar Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam bersabda,
- seorang nabi itu dikuburkan
- di mana
- beliau ini meninggal.
- Kalau meninggalnya di dalam masjid
- dikubur di masjid. Meninggalnya di rumah
- dikubur di rumah. meninggalnya di tengah
- perjalanan dikubur di mana beliau itu
- wafat. Itulah kata Nabi. Nah, sementara
- sedangkan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam itu wafatnya di kamar Sayidah
- Aisyah radhiallahu anha.
- ya. Nah, dan kita tahu bahwa berdasarkan
- beberapa hadis sahih
- bahwa rumahnya Siti Aisyah itu
- ukurannya
- panjang 4 m,
- lebarnya juga 4 m.
- Di dalamnya ada satu kamar.
- Yang besarnya kamar itu adalah 3 m * 3
- m.
- Ya. Lalu ada pintu di sebelah barat dan
- di sebelah timur. Kalau keluar dari
- sebelah barat ya masuk ke masjid atau
- sekarang rodoh.
- Nah, para pendengar hadiah silaturahim
- ya.
- Maka Nabi dikuburkan di kamarnya Sayidah
- Aisyah radhiallahu anha karena
- penjelasan. Karena begitulah Rasulullah
- memerintahkan.
- Nah, [berdehem]
- jadi tidak tidak dibaki, tidak di
- mana-mana.
- Karena itu sekarang ya jangan terlalu
- gegabahlah kita memusyrikkan ya atau
- mengkafirkan orang lain.
- Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu
- anhu.
- Qala samitu Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam yaakul
- ee qobla mautihi bisalas
- ahsinudon billah.
- Jadi mendengar Rasulullah sebelum
- wafatnya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam beliau mengatakan
- berbaik sangkalah kepada Allah.
- Berbaik sangkalah kepada Allah.
- Berbaik sangka pada dirinya maupun pada
- keluarganya.
- Kepada diri kepada diri sendiri bahwa
- Allah itu maha pengasih, maha penyayang,
- maha pengampun, maha pemaaf dan Allah
- pasti memaafkan, mengampuni saya.
- Seorang badui datang menghadap
- Rasulullah.
- Kata Bade begini, Rasul,
- nanti waktu kita dihisab
- itu yang menghisab siapa?
- Allah. Kata Rasulullah, "Selain Allah,
- apakah ada yang turut menghisab?"
- "Enggak ada kata Rasulullah, cuma
- Allah." Lalu si badui itu mengatakan,
- "Kalau begitu saya tenang."
- Maka Rasul kemudian menjelaskan, "Ya,
- kalau kalian pengin melihat pengalon
- penghuni surga itu orangnya,
- ya Allah. Tiba ngomong begitu saja, kau
- [mendengus] menjadi calon penghuni
- surga. Bingunglah para sahabat."
- Nah, sedangkan Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam
- itu adalah mempunyai tugas untuk
- menghilangkan kebingungan umat,
- menghilangkan kegalauan umat. Bagaimana
- supaya umat ini bisa hidup tenang,
- tentram, damai, tidak bingung, tidak
- galau.
- Itulah apa namanya? tugas Nabi.
- Nah, demikian juga ulama yang warasatul
- anbiya, ulama itu adalah ahli waris para
- nabi. Maka kalau ulama mewarisi ilmunya
- dari nabi, dia juga adalah punya tugas
- untuk membuat umat itu tenang
- ya, tidak galau,
- tidak bingung.
- Itulah ulama yang mewarisi ilmu dari
- Nabi.
- Bukan sebaliknya. [berdehem]
- Ulama mah ulama KBA membuat umat menjadi
- bingung,
- umat menjadi galau, umat menjadi puyeng.
- Enggak seperti itu. Kalau ulama yang
- warasatul anbiya.
- Karena itulah oleh Nabi kemudian ditanya
- orang itu,
- "Kenapa engkau mengatakan begitu? Bisa
- merasa tenang
- ya. Ya, saya dengan bahasa bebas ya. Kan
- engkau sendiri yang mengatakan
- bahwasanya Allah itu lebih sayang kepada
- kita dibandingkan ibu kita.
- Saya yakin kalau ibu saya yang menghisab
- saya pasti saya masuk ke surga."
- karena akan dibelain oleh ibu. Mana ada
- ibu yang ee rida yang rela melihat
- anaknya masuk neraka. Pasti dibelain.
- Nah, kalau ibu saja membela saya,
- apalagi Allah yang lebih sayang kepadaku
- dibandingkan dengan Ibu. Pasti dia
- membela saya. Ini namanya husnudon
- kepada Allah. Ini husnudon.
- Nih kata Nabi, berhusnudanlah kepada
- Allah Subhanahu wa taala.
- Ini husnudan pada diri sendiri
- ya. Ee
- husnudon baik sangkanya kita kepada
- Allah terhadap keluarga kita.
- Anak kita masih kecil-kecil gitu. Ya
- Allah kalau nanti mati bagaimana lah.
- Nah ini nih nih nih ya. Enggak
- boleh kita punya pikiran gitu. Emang
- selama ini yang ngurusin
- anak kita itu siapa yang merawat? Ya,
- nahnu narzuquukum wa iyahum. Kata Allah,
- "Aku yang memberi rezeki kamu juga yang
- memberi rezeki mereka ya aku." Kata
- Allah.
- Makanya ada satu kisah
- cerita ya.
- Suatu hari malaikat maut itu ditanya,
- "Malaikat maut, apa kamu pernah merasa
- kasihan gitu ketika mau menyabut nyawa
- seseorang? Enggak tegalah gitu." Pernah
- katanya satu kali, "Kapan?" Yaitu saat
- saya mau mencabut nyawa seorang ibu yang
- sedang hamil. yang mau melahirkan di
- tengah padang pasir
- kasihan ya.
- Artinya apa? Membayangkan tuh anaknya
- nanti bagaimana
- ya
- gitu.
- Apakah kamu juga pernah merasa kagum
- ketika mau mencabut nyawa seseorang? Ya
- pernah juga ketika mencabut nyawa
- seseorang di mana cahaya keluar dari
- tubuhnya. Subhanallah. Oh, itu orang.
- Dan kamu tahu kan siapakah anak itu atau
- orang itu yang bercahaya itu? Tidak, ya
- Rabb. Itulah anak yang dilahirkan oleh
- ibu
- yang kau cabut nyawanya di tengah padang
- pasir. Aku yang menjaganya.
- Nah, jadi kalau kita umpamanya mau
- meninggal, anak kita masih kecil,
- serahkan kepada yang maha melindungi.
- Ya,
- ini karena kebiasaan kita ya kalau kita
- mau pergi haji mengadakan walimatus
- safar, nitip anak, nitip cucu, nitip
- istri ya atau orang tua kepada Pak RT,
- kepada Pak RW.
- Padahal mah sejak kita berangkat sampai
- kembali lagi, Pak RW enggak pernah
- nengokin keluarga kita.
- Ya. Oke. Ini namanya dalam bermasyarakat
- ya, mujamalah ya boleh, tapi dalam hati
- yang paling baik adalah menyerahkan
- menitipkannya kepada yang maha
- melindungi atau kepada sebil terbaik.
- Kita sering mengucapkan memanjatkan doa
- hasbunallah nikmal wakil nikmal maula wa
- nikman nasir.
- Hasbiallah cukuplah Allah bagiku
- nikmal wakil sebaik-baik wakil wikman
- nasir dan sebaik-baik penolong.
- Yakini itu oleh kita. Inilah yang
- namanya husnudzon
- ya.
- Selanjutnya adalah dari sahabat Jabir
- radhiallahu anh. Beliau juga berkata,
- "Qala Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam." Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam bersabda, "La yamutanna
- ahadukum illa wahu yuhsinud billahi
- taala." Jangan sekali-kali kali-kali
- mati ee seseorang dari kamu mati
- melainkan ia berhusnudan kepada Allah
- Taala. Tuh ya berhusnudan kepada Allah
- Taala. Makanya Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam ketika mau meninggal itu
- ee ilarfiqil a'la ila jannah firdausil
- a'la
- ila sidrat muntaha gitu. Enggak mau
- ngomonglah terserah Allah. Saya mah
- tidak. Tapi mau kembali saya kepada
- Allah, mau kembali masuk ke dalam surga
- firdaus yang tinggi. Walqil afa. Ya.
- Jadi kalimat-kalimatnya itu adalah
- kalimat-kalimat yang menunjukkan
- husnudan yang luar biasa Rasulullah
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Ini
- tentu adalah buat kita juga karena
- beliau uswatun hasanah kita. terakhir
- ya. Banyak hadis-hadis
- yang meriwayatkan yang menceritakan baik
- itu dari Qotadah,
- sahabat Anas bin Malik,
- kemudian juga sahabat Ali bin Abi Thalib
- dan yang lain-lainnya
- ya. dari Aisyah bahwa
- menjelang wafatnya
- Rasulullah itu berpesan berwasiat
- satu adalah salat. Awas jangan sampai
- tinggal salat. Yang kedua wanita. Entah
- itu istri entah itu ibu entah siapapun
- wanita.
- Yang ketiganya adalah wama malakat
- aimanukum. budak, hamba sahaya atau
- pembantu
- supaya dihargai, supaya dihormati,
- jangan diperbudak.
- Kemudian yang keempatnya adalah azzakah,
- ya. Jadi kesadaran beribadah dan
- kesadaran sosial agar selalu tumbuh di
- dalam diri umatnya Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- Nah, nah selanjutnya jemaah rahimahullah
- nanti insyaallah pada pertemuan yang
- akan datang kita akan bicarakan tentang
- ee apa namanya?
- Detik-detik
- wafatnya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Barangkali inilah yang bisa
- saya sampaikan pada ee sore ini dengan
- harapan mudah-mudahan
- ee
- ada manfaatnya. Wallahuam. Wallahuam
- bisawab. Terima kasih Ustaz atas
- tausiahnya dan juga perenungannya.
- Ikhwan dan akhwat, tepat di pukul 5.00
- sore waktu studio kami ee Ustaz telah
- memberikan tausiahnya kepada kita.
- Mudah-mudahan apa yang beliau sampaikan
- bisa bermanfaat dan tentu saja menambah
- keilmuan kita. Di sesi yang kedua nanti,
- Ikhwan dan Akhwat, kami akan mengundang
- Anda untuk bergabung. Silakan kirimkan
- pertanyaan atau pernyataan dari Anda,
- opini Anda, komentar Anda di 0811999720.
- Kami akan segera kembali setelah jeda
- berikut ini.
- Islam yang satu. Ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Terima kasih Anda masih bersama kami di
- kesempatan sore hari ini dalam program
- tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Jazuli
- Kholil.
- Kita sapa ada Ibu Anggit. Alhamdulillah
- luar biasa. Allahu Akbar. Siap menyimak
- tausiah sore. Amin ya rabbal alamin. Ibu
- Retno
- hadir menyimak tausiah sore bersama
- Ustaz Ahmad Jazuli Kholil. Semoga ustaz
- selalu sehat.
- [berdehem]
- Amin.
- Amin. Kemudian ada Ibu Darma di Bekasi.
- Alhamdulillah menyimak selalu. Syukron
- ilmu juga pencerahannya, Ustaz. Ibu Ani.
- Ibu Ani. Asalamualaikum Pak Ustaz dan
- juga Bagus. Semoga sehat walafiat.
- Alhamdulillah hadir menyimak di radio
- pencerahan kita semua. Lalu ada siapa
- ini? Ibu Nana Sumarna menyimak. Kemudian
- ada Ibu
- Fani Rasil. Ee semoga Ustaz senantiasa
- dalam lindungan Allah. Izin bertanya,
- bagaimana mempertahankan keimanan agar
- tetap terjaga di tengah badai fitnah
- saat ini. Jazakillah khairon, Ustaz.
- Baik, kita terima telepon dulu, Pak
- Ustaz. ahmanirrahim.
- Kita terima telepon Ustaz. Boleh
- ya? Silakan.
- Siap. Asalamualaikum.
- Halo. Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ibu
- Ustaz ee maaf keluar dari tema dari
- hamba Allah di Jakarta.
- Iya. Ibu
- boleh keluar dari tema?
- Boleh?
- Iya. Iya. Silakan.
- Silakan Ibu.
- Ee baik. Jadi, saya lagi mengalami
- masalah. Eh, adik saya, adik laki, adik
- laki-laki saya
- diselingkuhi oleh istrinya
- dan itu sudah kejadiannya sudah tiga
- kali melakukan perselingkuhan dengan
- laki-laki [tertawa] lain. Istri saya
- juga eh adik saya juga, adik saya
- laki-laki [mendengus] umurnya sekitar 27
- tahun itu. Dia juga sudah mengalami
- KDRT. di mana
- adik saya yang laki-laki ini disiksa
- dengan istrinya. Disiksa, dipukul,
- ditendang sampai kemaluannya juga
- ditendang [menghela napas] tanpa sebab.
- Padahal yang yang bersalah ini ada ipar
- saya, istrinya adik saya ini. Karena dia
- berselingkuh. Dan sekarang saya sedang
- berusaha pengin mengumpulkan keluarga
- tapi tanpa orang tua saya gitu, Pak
- Ustaz. [mendengus]
- Dan saya juga menyarankan untuk pisah ee
- menurut Ustaz ee bagaimana cara agar
- masalah ini selesai? Ee apakah memang
- harus ada talak tiga langsung dan apakah
- ee dalam suatu hubungan rumah tangga
- jika sang istri berzina dan itu lebih
- dari satu kali ee apakah boleh
- diceraikan seperti itu? ee karena memang
- sudah melukai [tertawa] apa ya martabat
- adik saya sendiri. Dia yang salah, dia
- juga sudah melakukan dosa kepada
- suaminya. KDRT itu kan biasa dilakukan
- laki-laki terhadap istri. Nah, ini
- sebaliknya. Jadi seperti istilah
- sekarang tuh playing victim gitu. Jadi
- dia yang salah tetapi dia yang
- memutarbalikkan fakta. Jadi menurut
- ustaz seperti apa? Insyaallah kami akan
- merembuk ee antara kami sebagai
- kakaknya, ibunya, tapi tanpa
- sepengetahuan orang tua saya. Seperti
- itu. Segitu aja, Ustaz. Terima kasih,
- Ustaz. Semoga semoga masalah kami
- terselesaikan. Mohon doanya. Makasih ya,
- Mas. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Dari hamba Allah, Ustaz, di
- Jakarta.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- masalah hubungan masalah rumah tangga
- ini kan ee dalam rumah tangga itu ada
- tujuan
- ya. Tujuannya apa? Tujuannya litaskunu
- ilaiha agar hidup sakinah.
- Jadi si suami merasa sakinah pada
- istrinya. Begitu juga sebaliknya. Hidup
- tenang, tentram itu adalah tujuan dari
- rumah tangga.
- Nah, sekarang kalau memang tujuan itu
- tidak tercapai ya karena ee maka ya
- tidak ee tidak harus dipertahankan.
- Tidak harus dipertahankan
- ya. Ee karena tujuannya sudah enggak
- tercapai gitu. Itu nanti akan yang ada
- adalah ketersiksaan.
- Hmm. Selanjutnya sekarang perselingkuhan
- itu. Selingkuh itu adalah penyakit yang
- sulit obatnya
- ya. Kalaupun umpamanya orang itu sudah
- menyadarinya, minta maaf dan sebagainya,
- apakah itu akan selesai? Ya, ini suka
- kambuh. Saya bukan nak-nakutin walaupun
- tidak semuanya ya, tapi itu adalah
- penyakit yang memang susah untuk
- diobati.
- Dan selanjutnya sekarang
- ya kalau memang kan dalam Al-Qur'an
- dikatakan orang yang berzina itu
- hendaknya menikahnya dengan orang yang
- berzina. Kenapa?
- Karena orang yang tidak bermartabat
- dia tidak menghormati dirinya apalagi
- menghormati pasangannya.
- Dan ada dalam hadis Nabi, apabila
- istri itu akhlaknya buruk kemudian tidak
- diceraikan, maka itu akan menghambat
- rezeki seorang suami, akan mempersulit.
- Nah, menjadi penyebab terhalangnya
- kelancaran rezeki. Maka kalau memang
- kenyataannya adalah seperti itu, maaf
- saya kan enggak tahu ya.
- Iya. Ee ini saya bukan enggak
- mempercayai omongan ibu ya, tapi ibu
- yang berbicara. Seandainya memang
- seperti itu, maka jalan yang terbaik
- bukan terbaik seharusnya adalah
- bercerai,
- berpisah. Memang perceraian itu adalah
- zat perbuatan halal yang dibenci oleh
- Allah. Tentu sekarang kenapa bisanya
- dibenci?
- Apakah Allah itu membenci barang halal?
- Tidak. Ya Allah tidak membenci barang
- halal lah. Ini kan pernikahan itu halal
- kok. Kenapa dibenci? Bukan e ceraiannya
- yang dibenci oleh Allah, tapi ses akibat
- dari perceraian. Itu yang tidak sukai.
- Tinggal sekarang bisa enggak
- menjaga agar jangan menimbulkan
- apa namanya ee sesuatu yang tidak
- disukai oleh Allah. Ibu saya dulu
- ngomong kepada anaknya begini, "Orang
- berkeluarga itu seperti orang yang
- mikul." Katanya, "Nak, ya. Kalau memang
- kamu masih kuat, ya teruskan kamu pikul.
- Tapi kalau sudah enggak kuat, ya sudah
- berhenti. Tapi awas hati-hati barang
- yang kau pikul jangan sampai pada pecah.
- Nah, ini jadi artinya akibat dari
- pracaraian itu ya. Nah, selanjutnya
- ee jalan keluarnya ya satu adalah
- mengakhiri ee rumah tangga ya.
- Mengakhiri rumah tangga jangan karena ee
- menghentikan kita karena anak.
- Sebagaimana juga kita kalau rujuk jangan
- demi anak, tapi demi kita. Ada orang
- yang datang kepada saya mau mau balik
- lagi kepada istrinya. Kenapa? Untuk
- menjaga karena kasihan pada anak-anak.
- Kata saya, "Kalau ente mau kembali lagi,
- jangan alasannya karena anak, tapi
- karena ente memang pengin balik lagi."
- Begitu juga adalah istri. Kalau karena
- anak berarti kita ini sudah membohongi
- anak
- dan kita ini sudah bersandiwara di depan
- anak. Sepandai-pandai orang
- menyembunyikan bangkai pasti tercium.
- Anak akan menyadari, anak akan tahu
- bagaimana kepura-puraan kita. Dan
- celakanya lagi kalau itu kemudian
- menjadi pelajaran buat anak. Ini yang
- lebih berbahaya.
- Nah, kemudian [berdehem] terakhir
- kalau memang mau berpisah atau
- menceraikan
- ya anjuran para ulama sebaiknya jangan
- talak tiga.
- Hm.
- Ya. Jadi talak raji'i saja, talak satu
- saja biasa aja.
- Dikhawatirkan
- barangkali di kemudian hari ada timbul
- penyesalan yang benar-benar menyesal
- lalu ingin kembali lagi kan susah
- jadinya ya. Jadi cukup talak satu saja.
- Tuh demikian mungkin jalan keluarnya.
- Yang kemudian terakhir,
- [berdehem]
- alangkah baiknya kalau masalah ini saya
- rasa tidak ada salahnya kalau bicara
- juga dengan apa namanya dengan orang tua
- ya. Kecuali kalau memang kita tidak
- bicara dengan orang tua ini adalah
- mempertimbangkan
- ee kejiwaan dari orang tua itu sendiri,
- ketenangannya dan lain sebagainya. Yait
- kalau umpamanya berita yang ini akan
- membuat pusing, membuat stres orang tua,
- ya alangkah baiknya kalau orang tua itu
- tidak diberitahu lebih dulu. Tapi kalau
- memang tidak ya tidak ada salahnya kita
- bicara dengan orang tua. Sebab orang tua
- walaupun bodoh banyak pengalamannya
- ya. Siapa tahu nanti ada hal-hal yang
- sangat bermanfaat
- ee bisa kita petik dari pandangan orang
- tua kita. Mungkin itu dari saya. Wallahu
- alam.
- Baik. Kalau orang tua itu kan asam
- garamnya kehidupan, Ustaz. yang
- iya itu sudah dialami ya. Iya. Yang
- sudah dialami dan namanya orang tua itu
- yang makbul itu adalah doanya, Ustaz.
- Iya,
- betul ya. Nah, dari Ibu Fan Posat tadi
- jawaban untuk hamba Allah semoga
- terjawab gitu ya. Untuk Ibu Fan Posat
- yang tadi bertanya, "Bagaimana
- mempertahankan keimanan agar tetap
- terjaga di tengah badai fitnah saat
- ini."
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ee ada satu Allah membuat satu tamsil
- ya, setelah Allah menjelaskan tentang
- orang mukmin di awal surah Albaqarah
- lima ayat. Alif lam alif lam mim dalikal
- kitabu laba fi sampai ulaika ala
- hudamhim waulaika humul muflihun. Ya,
- itu lima ayat. Kemudian Allah
- menerangkan lagi tentang orang kafir dua
- ayat. Innalladzina kafaru dengan
- khatamallahu ala qulubihim. Itu dua
- ayat. Kemudian 13 ayat Allah menerangkan
- tentang orang munafik. Ya, sesudah
- menjelaskan itu kemudian Allah membuat
- tamsil.
- Kenapa? Dengan adanya tamsil akan lebih
- mengenaaluhum
- kamalilladqaramma
- dan seterusnya. Ya. Jadi sini
- perumpamaan mereka orang munafik itu
- seperti orang yang menyalakan api unggun
- ya. Nah, kenapa di ditafsilkan seperti
- ini oleh Allah? Orang munafik itu ada
- imannya. Cuma imannya itu kemudian redup
- dan mati. Kalau orang mukmin terus
- aliman kata Rasulullah yazid waquus.
- Kadang pasang kadang surut. Apa yang
- menyebabkan iman kita pasang dan surut?
- Itu kan pasti ada penyebabnya lah. Ini
- dibuat tamsil api unggun ya.
- Jadi kita ini ketika membakar kayu bakar
- maka keluarlah kemudian ee api cahaya
- nur. Inilah iman. Cahaya ini atau nur
- api ini adalah diibaratkan iman.
- [berdehem]
- Dengan sebab adanya api itu yang tadinya
- kita kegelapan
- jadi terang ya.
- Seberapa terangnya itu api itu sangat
- tergantung kepada seberapa banyak kayu
- yang dibakar.
- Ya, ketika ya beberapa potong kayu yang
- dibakar mungkin menerangi sekelilingnya
- ya. Tapi yang kecil-kecil enggak
- kelihatan. Begitu ditambahin lagi kayu
- bakar, ditambahin lagi semakin besar.
- Karena semakin besar semakin jauh
- jangkauan itu apa nam cahaya dan semakin
- terang memperlihatkan yang tadinya
- enggak terlihat dengan sebab tambah
- besarnya api.
- Nah, lalu jadi kalau gitu
- kayu bakar itu apa?
- Nabi sallallahu alaihi wasallam
- mengatakan begini, alhasadul
- khatul
- alhas yaul
- [berdehem] hasan kama takulunarul
- khatam. Sifat hasud itu bisa
- menghancurkan kebaikan. Hasanat kebaikan
- sebagaimana api menghancurkan kayu
- bakar. Ah, lihat nih di tamsil yang
- dibuat ya. Jadi, sifat hasud itu kan
- sifat buruk
- bisa menghancurkan hasanat, kebaikan
- sebagaimana api. Nah, api disamakan
- dengan hasud ya, [berdehem] dapat
- menghancurkan kayu bakar. Kayu bakar ini
- gitu tuh. Kayu bakar itu disamakan oleh
- Rasul dengan amal saleh hasanat. Ya.
- Jadi
- kalau ee iman itu akan bertambah ketika
- ee ketika bertambahnya amal saleh kita,
- semakin kita tingkatkan amal saleh kita,
- semakin besar keimanan kita. Nah, jadi
- bagaimana mempertahankan
- agar iman kita jangan sampai kurang
- ya. Maka
- tingkatkan oleh kita amal saleh kita.
- kurangi ya hilangkan
- kalau enggak kurangi perbuatan-perbuatan
- apa namanya buruk kita demikian iman
- kita dalam situasi dan kondisi zaman
- apapun insyaallah tidak akan apa namanya
- surut dia akan terus pasang dengan sebab
- kita meningkatkan amal saleh kita
- mungkin begitu ya wallahuam
- baik ustaz
- Ini banyak pertanyaan yang masuk. Kita
- ke Bapak Junaidi. Tadi Ibu Fani sudah
- terjawab ya. Ee Pak Ustaz dari Pak
- Junaidi yang pertama salat di rakaat
- ketiga dan keempat hanya membaca
- Alfatihah. Apakah tidak boleh membaca
- surah yang lain? Kemudian yang kedua,
- apakah membaca surah dalam salat harus
- di surah yang dahulu baru yang
- belakangnya? Umpama rakaat pertama
- al-Ikhlas, rakaat kedua annas. tidak
- boleh terbalik. Mohon pencerahannya,
- Ustaz.
- Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
- Jadi, berdasarkan apa namanya? Membaca
- surat itu hukumnya adalah sunah.
- Heeh.
- Ya, membaca surat itu hukumnya adalah
- sunah. Tidak menjadi rukun. Jadi kalau
- kita salat enggak baca surat dari rakaat
- pertama sampai rakaat terakhir salat
- kita sah. Ya, cuma gitu berdasarkan
- riwayat-riwayat dari para sahabat, Nabi
- sallallahu alaihi wasallam itu kalau
- salat di rakaat pertama dan kedua ee itu
- membaca surat.
- Rakaat ketiga dan keempatnya enggak.
- enggak membaca surat. Oh, itu kan kalau
- magrib isya subuh, Pak kedengaran.
- Bagaimana dengan zuhur asar? Kan enggak
- kedengaran sehingga enggak tahu apakah
- beliau ini membaca surat atau tidak.
- Nah, sahabat menceritakan,
- "Ya, kami tahu kalau Nabi itu membaca
- surat dari apa? Dari gerak e
- bergerak-geraknya
- apa namanya? dagu beliau gitu. sehingga
- menunjukkan mm menunjukkan apa namanya
- beliau itu membaca surat. Jadi intinya
- apa? Itu adalah kesunahan dari Nabi.
- Seandainya kita membaca surat pada
- rakaat ketiga dan keempat bagaimana?
- Enggak apa-apa. Boleh-boleh saja. Cuma
- itu kita tidak ittiba, tidak ikut kepada
- ee perbuatan Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Kalau haram enggak,
- apalagi membatalkan. Kemudian pertanyaan
- yang kedua,
- di antara kesunahan membaca surat adalah
- bahwa rakaat ee surat yang dibaca pada
- rakaat pertama itu lebih panjang dari ee
- surat yang dibaca di rakaat kedua.
- Heeh. Ya, misalnya kalau rakaat pertama
- membacanya
- ee alam taro ya surat alfil lam taro
- kaifa fa'albuka biashhabil fil. Rakaat
- keduanya mau baca surat liilafi quraisy
- apa qul azab falaq qul azabinnas ya
- rakaat pertamanya kan lebih panjang tuh
- ya. Nah, itu sunah seperti itu.
- Kemudian juga ee kecuali
- kecuali yang wur dari rasul ee dari
- rasul ya. Seperti ee apa namanya? Rasul
- itu kalau salat Jumat suka rakaat
- pertama membaca surah al-A'la.
- Sabbihismaikal
- a'la yang ke rakaat keduanya membaca
- surah alghasiah. Hal ataka haditul
- ghasiah. Ini kan panjangan surah
- alghasiyah dibandingkan dengan surah ee
- apa namanya? Ala. Kemudian yang
- berikutnya lagi juga disunahkan bahwa
- urutan ee surat di rakaat pertama
- itu di dalam Al-Qur'annya lebih dahulu
- daripada urutan
- surat yang dibaca di rakaat kedua.
- misalnya ya ee di rakaat ee dalam
- Al-Qur'an rakaat terakhir itu kan surah
- An-Nas
- ya, kemudian surah al-Falaq, kemudian
- Al-Ikhlas, Alahab, Annasr, ya gitu. Nah,
- jadi rakaat pertama kalau baca misalnya
- kulya ya surat Alkafirun kemudian di
- rakaat berikutnya membaca inna atina
- membaca surah idza jaa nasrullah atau
- surah Annasr. Maka ini kita mendapatkan
- kesunahan
- membaca surat yang urutannya di rakaat
- pertama ini lebih dulu dibanding dengan
- urutan ee di rakaat kedua ya kan lebih
- duluan kuliah dibandingkan dengan
- an-nasr. Ditambah lagi surat kuliah itu
- lebih panjang daripada surah an-nasr ya.
- Maka mendapatkan pahala dua, pahala
- urutan ayat e urutan surat juga pahala
- panjangnya memanjangkan
- ee surat di rakaat pertama daripada
- surat di rakaat kedua. Kemudian yang
- berikutnya lagi lebih utama membaca
- surat ya selesai walaupun pendek
- dibandingkan dengan membaca surat
- panjang tapi tidak selesai satu surat.
- Misalnya begini ya, Bapak ee yang Bapak
- atau Ibu saya lupa. Ibu membaca surat
- dalam salat misalnya surat ini ee alhaut
- takutumul
- maqir atau surat apa? Watun.
- Tapi selesai satu surat ya. Satu surat
- selesai. Nah, dibandingkan dengan
- membaca lillahi ma fisamawati wa fil ard
- ma fi anfusikumfu yuhasibkum terus
- sampai berapa ayat itu tiga ayat ya apa
- empat ayat selesai kan panjang tuh dari
- lillahi lebih baik membaca surah at-Tin
- tapi selesai satu surat daripada membaca
- ujung surah albaqarah walaupun lebih
- panjang yang dibaca Baca ya. Itu
- demikian. Makanya kan kiai-kiai kalau di
- Jawa ya kita lihat kalau salat itu
- membacanya suratnya adalah juz ama dan
- tamat semua. Tamat semua satu surat
- gitu. Nah, beda dengan ee apa namanya?
- Kiai-kiai atau ustaz-ustaz yang dari
- Timur Tengah. Nah, itu biasanya
- membacanya suratnya panjang-panjang tapi
- enggak selesai satu surat gitu ya.
- Ee masing jadi demikian, Ibu ya. Jadi
- mengenai bukan enggak boleh ya. Bukan
- enggak boleh baca surat pertamanya surat
- apa namanya? Qulil falaq. Rakaat
- keduanya qulhu bukan enggak boleh, boleh
- aja.
- Mau baca dibolak-balik juga enggak ada
- masalah sebenarnya. Cuma tadi
- menghilangkan keutamaan itu saja ya.
- Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan
- ini besar manfaatnya khususnya bagi saya
- dan umumnya bagi semuanya. Dan terakhir
- saya mengundang kepada
- ee Bapak apa pemirsa semuanya ee juga
- pemirsa [berdehem] Rasil TV maupun
- pendengar Radio Silaturahim bahwa
- tanggal 28
- bulan September ini insyaallah saya akan
- memperingati Maulid Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam
- dan penceramahnya tunggal insyaallah
- nanti Habib Husein Altos guru kita bersu
- menyampaikan ceramahnya insyaallah.
- Di Pondok Pesantren Ihya Ulumuddin,
- Ustaz.
- Iya, di pesantren Ihya Ulumuddin ya.
- Mudah-mudahan dari para hari Minggu ya,
- hari Ahad ya.
- Hari Minggu tanggal 28 September. Mudah
- mudah-mudahan pukul jam ee insyaallah
- jam 11.30
- kita sudah apa namanya? Makan siang
- nantinya ya.
- Ee mudah-mudahan begitu. Heeh.
- Nanti para pendengar dan pemirsa Rasil
- TV mudahudan bisa ikut ee mensyiarkan
- hadir. Nah, selanjutnya bagi para
- pendengar ee Radio Silaturahim juga
- Rasil TV yang mau apa namanya turut
- berkontribusi ya untuk syar ya. Ee
- silakan mau dananya boleh, tenaganya,
- pikirannya monggo silakan. Paling tidak
- doanya dari Bapak semua demi dan
- lebih-lebih lagi adalah saya lagi
- membangun pesantren minta doanya biar
- cepat. Jadi barangkali inilah akhirnya
- mari kita memohon kepada Allah semoga
- Allah panjangkan umur kita dalam taat
- kepadanya. Allah ee tambahkan iman dan
- Islam kita. Allah kuatkan keyakinan
- kita. Allah kokohkan pendirian kita. Am
- bimb kita ke jalan yang diri dan
- dicintainya. Allah hiasi hati kita
- dengan akhlak yang mulia. Allah
- bersihkan hati kita dari akhlak yang
- hina. Allah limpahkan rahmat, taufik,
- dan hidayah kepada kita anak cucu kita
- sehingga selama hidup kita istikamah
- menjalankan perintahnya, menjai
- larangannya dan manakala wafat semoga
- Allah wafatkan kita semua dalam keadaan
- husnul ktimah.
- amfana
- maana
- muhammadillah
- Amin. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz boleh di-share nomor
- telepon Ustaz mungkin ada yang ingin
- menghubungi Ustaz begitu.
- Baik. Baik.
- Boleh Ustaz ya.
- Nomor ya nomornya 08.
- Iya.
- 16.
- Heeh.
- 17
- 0595.
- H. Jadi 08
- 16 17
- 095.
- Iya. Baik. Jadi itu nomor ustaz, ikhwan
- dan akhwat. Jadi, Anda ingin bertanya
- untuk Maulid Nabi tanggal 28 September
- besok di hari Ahad atau ingin ee
- ngobrol-ngobrol yang lain atau ingin
- ngobrol tentang pondok pesantren beliau
- Ihya Ulumuddin? Langsung saja di 0816
- 17050995
- 081617050995.
- Ini sebenarnya ada pertanyaan juga, Pak
- Ustaz ya beberapa. Tapi mohon maaf
- ikhwan dan akhwat ee karena kita
- dibatasi waktu ada Ibu Retno SW, Bapak
- Haji Raya di Depok, kemudian ada Bapak
- Maulana Yusuf, Bapak Arwin Eyang Sri,
- lalu ada Tuan Baron Betawi dan Bapak
- Saian Rohili yang pertanyaannya belum
- sempat terjawab. Insyaallah nanti di
- Rabu pekan depan, Ustaz, ya.
- Insyaallah.
- Insyaallah. Baik, ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Dengan demikian usah sudah jumpa kita di
- kesempatan sore hari ini. Mohon maaf
- atas segala khilaf dan salah. Kami pamit
- mohon undur diri. Billahi taufik wal
- hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.