Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatull
- Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad
- wa ali sayyidina Muhammad. Alhamdulillah
- kita berjumpa lagi hari ini hari Jumat
- tanggal ee 11 Syakban 1447 Hijriah atau
- tanggal 30 Januari 2026. Kita jumpa lagi
- dalam acara renungan di bawah Nanganun
- Al-Qur'an untuk edisi tanya jawab.
- Silakan kalau Anda punya pertanyaan
- langsung aja kirim ke 0811999720.
- Baik, alhamdulillahin sudah hadir sini
- juga dan AGI. Ee kita mulai acara ini
- dengan membaca al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- Maiki yaumiddin.
- Iyaka na'budu wa iyyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim
- waladin.
- Amin. Alhamdulillah kita sudah
- alfatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan
- kita dalam menangkap apa-apa yang
- dijelaskan oleh guru kita. Baik,
- pertanyaan pertama dari Bapak Iqbal di
- Jakarta. Asalamualaikum, Ustaz Husein.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Ustaz, pada surat Albaqarah ayat 286, la
- yukimullahu nafsan illa wusaha. Allah
- tidak membebani seseorang kecuali
- menurut kesanggupannya. Ada seorang
- ustaz mengatakan bahwa ayat itu dalam
- konteks syariat dan atau ibadah, bukan
- dalam konteks beban hidup. Benarkah
- demikian, Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- abdika wa rasulika
- sayyidina Muhammadin wa alihi wasahbihi
- wasallim.
- Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
- innaka antal alimul hakim.
- Wala haula wala quwwata illa billahil
- aliyil adzim.
- Allahumma alimna ma yunfauna wfna bima
- alamtana.
- Allahumma sholli wasallim wabarik alaihi
- wa ala alihi wasohbihi wasairina ala
- nahjihil qawim ila yaumiddin.
- Amma ba'du. Ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah.
- Allah Subhanahu wa taala ditempatkan
- kita di muka bumi ini
- dengan taklif dan tugas untuk
- mengabdikan hidup kita kepada Allah.
- bukan hanya sebatas
- dengan mengerjakan salat,
- berpuasa,
- berzakat, berhaji,
- dan ibadah ritual yang lain, tapi
- mencakup seluruh aspek kehidupan kita.
- Lalu Allah Subhanahu wa taala menegaskan
- kepada kita bahwa semua taklif
- yang dibebankan kepada kita sebagai
- khalifah di atas muka bumi ini
- disesuaikan dengan kemampuan setiap
- insan. Dengan kemampuan setiap insan
- sesuai dengan perannya sesuai pula
- dengan kemampuannya. Sebagai contoh,
- seorang
- suami yang memberikan nafkah kepada
- istrinya.
- Allah sesuaikan kewajiban dia sesuai
- dengan kemampuannya. La yukallifulahu
- nafsan illa ma ataha. Allah tidak bebani
- seseorang
- kecuali sesuai dengan apa yang Allah
- berikan kepadanya.
- Jadi pada saat kemampuan dia katakan
- tidak mencukupi,
- hendaklah
- mereka bersabar sambil menantikan
- kemudahan yang datang dari Allah. Ini
- merupakan janji Allah. Oleh karena itu,
- pada penutup ayat ini, sayaj'alullahu
- ba'da usrin yusro. Allah Subhanahu wa
- taala akan mengadakan kemudahan setelah
- kesulitan.
- Dan Allah jelaskan bahwa agama Allah, ya
- agama Allah ini agama yang betul-betul
- tidak membebani
- para pemeluknya dengan beban di luar
- kemampuan mereka. Allah menginginkan
- kemudahan bagi hamba-hambanya.
- Yuridullah bikumul yusro wala yuridu
- bikumul usro. Ma ja'ala alaikum fiddini
- min haraj. Allah tidak mengadakan
- kesempitan
- atas kalian dalam menjalankan agamanya.
- Begitu juga Allah tegaskan dalam surah
- Asyar. Fainna maal usri yusra. Inna maal
- usri yusro.
- Oleh karena itu apabila seorang
- berhadapan dengan kondisi
- tidak terdapat pangan yang dimakan
- kecuali apa yang diharamkan Allah
- seperti babi. Dia dibolehkan untuk
- memakan babi sesuai dengan kebutuhannya.
- Begitu juga dalam berbagai macam peran
- kita di atas muka bumi.
- Kita diperintahkan untuk beramar makruf,
- bernahi mungkar. disesuaikan juga dengan
- kemampuan kita. Oleh karena itu, yang
- berwenang, yang punya kekuasaan, tugas
- mereka lebih besar dibandingkan
- masyarakat awam yang tidak punya
- wewenang dan kekuasaan.
- Dia memberikan nasihatnya,
- peringatannya. Begitu juga para pendai
- tugas mereka menyampaikan amanat Allah
- sebagaimana pesan Allah kepada rasulnya.
- Sedangkan
- mereka yang telah mendengarkan
- kebenaran, mereka bertanggung jawab
- dengan apa-apa
- yang telah mereka dengar dan terima dari
- kebenaran. Kalau mereka melaksanakan
- perintah Allah untuk kebaikan mereka,
- kalau mereka menentang perintah Allah
- Subhanahu wa taala, maka itu dengan
- sendirinya menjadi tanggung jawab
- mereka.
- dan rasul. Begitu juga
- seorang juru dakwah tidak bertanggung
- jawab setelah menyampaikan pesan dan
- peringatannya kepada mereka. Allah tidak
- mengizinkan rasul maupun para pendakwah
- untuk memaksakan
- agamanya kepada mereka.
- Jadi perbedaan agama
- bukan merupakan persoalan bagi kita.
- Setiap orang bebas memilih keyakinannya.
- untuk tidak saling mengganggu. Lakum
- dinukum waliyadin. Bukan berarti kita
- menerima keyakinan yang salah. Tapi di
- sini Allah yang perintahkan kita melalui
- pesan-pesannya
- bahwa setiap orang sesuai dengan
- pilihannya dan hari akhir di sanalah
- Allah akan mengadili mereka. Famanyaa
- falyukmin wamyaa falyakfur.
- Setiap mukmin
- Allah subhanahu wa taala tugaskan sesuai
- dengan apa yang Allah berikan kepadanya.
- Sebagai contoh seorang pengusaha,
- seorang konglom er berat.
- Dia berjihad dengan hartanya di jalan
- Allah.
- Kalau dia tidak melaksanakan kewajiban
- tersebut, maka dia bertanggung jawab di
- hari kemudian nanti.
- Nah, seorang dai, seorang ulama
- yang Allah berikan ilmu kepadanya, dia
- berjihad dengan ilmunya menyampaikan
- amanat Allah Subhanahu wa taala.
- Begitu juga seorang pejabat, seorang
- pegawai sesuai dengan perannya mereka
- berjihad dengan amanat yang Allah
- berikan kepada mereka. Jadi jihad bukan
- hanya terbatas jihad di medan perang,
- tapi berjihad di jalan Allah dengan
- peran, tugas, potensi yang Allah berikan
- kepada kita. Lalu Allah berjanji,
- walladzina jahadu fina lanahdiannahum
- suburana. Dan orang-orang yang berjuang
- di jalan kami, kami akan tunjukkan bagi
- mereka jalan-jalan kami, jalan
- kemudahan,
- dukungan dari Allah Subhanahu wa taala,
- kelapangan dan bantuannya bagi mereka
- yang berjuang di jalan Allah. Dan jihad
- di sini bukan jihad perang karena ayat
- ini turun pada masa periode Makkah
- sebelum ada perintah untuk berjihad
- perang berhadapan dengan musuh.
- Jadi jangan sekali-kali kita beranggapan
- bahwa kita cukup hanya dengan
- mengucapkan dua kalimat syahadat,
- mengerjakan salat, begitu juga puasa,
- zakat, lalu kita tidak merasa
- bertanggung jawab, tidak merasa
- bahwasanya apa yang Allah Subhanahu wa
- taala berikan kepada kita merupakan
- amanat, baik itu ilmu, baik itu harta,
- maupun kedudukan. Dan Allah akan meminta
- pertanggungjawaban kita atas apa-apa
- yang Allah Subhanahu wa taala telah
- berikan kepada kita.
- Jadi kesalahan kita ini dalam memahami
- ibadah itu hanya sebatas ritual.
- H
- hanya sebatas apa?
- Ritual.
- Ibadah ritual. Padahal ibadah ini
- mencakup seluruh aspek kehidupan kita. H
- ada ibadah yang sama yang Allah wajibkan
- kepada setiap mukmin, kepada setiap
- muslim, yaitu fardu ain.
- Ada kewajiban yang dibagi sesuai dengan
- peran dan potensi yang Allah berikan
- kepadanya.
- Nah, ini yang dinamakan fardu kifayah.
- Artinya kewajiban yang Allah wajibkan
- pada setiap muslim sesuai dengan potensi
- peran yang apa? peremban.
- Jadi kalau dia seorang dokter dengan
- sendiri jihad dia dalam bidang medis,
- dia seorang ahli ekonomi, jihad dia
- dalam bidang ekonomi. Dia seorang
- pengusaha, jihadnya dalam bidang usaha.
- Begitu pula seorang alim jihadnya justru
- dengan menyampaikan ilmunya. Kalau umat
- manusia atau kaum muslimin masing-masing
- menjalankan tugas sesuai dengan
- pembahagian tugas yang Allah berikan
- kepada mereka, niscaya kita umat Islam
- akan berjaya.
- Ini diungkapkan dalam firman Allah, wal
- mukminun wal mukminat ba'duhum auliyau
- ba'bin. Orang-orang yang beriman.
- Sebahagian mereka menjadi wali,
- pelindung, penolong sebahagian yang
- lain. Jadi kalau kita lihat Mas Krishna
- dengan pembahagian tugas sesuai dengan
- peran kita. Kalau masih melaksanakan
- jihadnya, melaksanakan ibadahnya,
- niscaya
- kehidupan kaum muslimin tidak seperti
- saat ini. Tapi kalau ulama tidak
- menjalankan kewajibannya
- dengan ilmu yang Allah ajarkan, dia
- mengejar dunia.
- Pejabat mengkhianati jabatan, wakil
- rakyat mengkhianati amanat rakyat yang
- merupakan
- amanat yang diembankan kepada mereka
- atas pilihan rakyat. Begitu juga kita
- saksikan mereka yang katakan diberikan
- keutamaan dengan profesi tentu mereka
- tidak menjalankan kewajibannya.
- Apa yang akan terjadi? Kerusakan di atas
- muka bumi. Oleh karena itu, Rasul
- mengatakan
- tilil amanah.
- Kalau amanat disia-siakan,
- tidak dijalankan, tunggulah saat
- kehancurannya. Jadi, hidup kita amanat.
- Potensi yang Allah berikan kepada kita
- amanat, baik itu harta, kedudukan,
- maupun ilmu. Dan semua ini Allah tuntut
- untuk kita jadikan sebagai apa? Sebagai
- ladang ibadah kita kepada Allah.
- Kemudian Allah tegaskan, "La
- yukallifulahu nafsan illa wusaha." La
- nukallifu nafsan
- illa
- w'aha. Artinya semua
- beban yang Allah letakkan di atas pundak
- mereka disesuaikan dengan kemampuan yang
- Allah berikan kepada mereka. Apa-apa
- yang mereka tidak mampu, Allah Subhanahu
- wa taala maafkan mereka. Jadi bukan
- hanya sebatas ibadah,
- tapi mencakup seluruh aspek kehidupan
- kita yang menegaskan bahwa agama Allah
- agama sebetulnya yang mudah.
- Tapi mereka-mereka yang mengabaikan
- meninggalkan agama Allah yang
- menjerumuskan hidup mereka dalam
- kesulitan. Waliubillah.
- Baik, selanjutnya dari Bapak
- Ikram Yogyakarta. Ikram AB.
- Asalamualaikum Ustaz Husein.
- Waalaikumsalam warahmatullah. Ustaz, di
- masjid rumah kami hampir setiap subuh,
- Jumat subuh imamnya di rakaat pertama
- membaca surat As-Sajadah di mana pada
- ayat ke-15 makmum disunahkan untuk sujud
- sahwi. Saya tidak hafal ee doa sujud
- sahwi. Saya hanya membaca subhana
- rabbiyal a'la. Ee bolehkah, Dib ustaz?
- Dan apa makna dari sujud sahwi?
- Bismillahirrahmanirrahim. Rabbana zidna
- ilman walhikna.
- yang tadi disebutkan oleh saudara kita
- bukan sujud sahwi
- namanya sujud tilawah.
- Sujud tilawah.
- Sujud tilawah.
- Karena ada perintah sujud dari Allah
- atau ada anjuran untuk sujud atau ada
- apa? Ada keterangan dari Allah tentang
- orang-orang yang beriman kepada Allah
- dengan sebenar-benarnya.
- Ya, apabila mereka disebutkan
- nama Allah, disebutkan ayat-ayat
- kebesaran keagungannya, mereka
- tersungkur sujud. Dalam surat Sajdah
- Allah berfirman, "Innama yukminu
- biayatinalladzina idza dzukkiru biha
- kharru sujad
- wasabbahu bihamdib rabbihim wahum la
- yastakbirun."
- Sesungguhnya orang-orang yang
- benar-benar
- beriman kepada ayat Kami apabila mereka
- diperingatkan dengan ayat-ayat Allah
- langsung mereka tersungkur sujud
- dan mereka bertasbih wasabbahu ya e
- wasabbahu bihamdihi. Mereka bertasbih
- memuji Tuhan mereka wahum la yastakbirun
- dan mereka tidak menyombongkan diri.
- Ini sebagai pertanda kepatuhan
- ketundukan mereka kepada Allah Subhanahu
- wa taala. Jadi bukan hanya sekedar
- raganya yang sujud, tapi jiwanya pun
- betul-betul menggambarkan kepatuhan,
- ketundukan sepenuhnya kepada Allah.
- Nah, dengan sendirinya ketika Allah
- menyebutkan, "Sesungguhnya orang-orang
- yang beriman kepada ayat Kami apabila
- diberikan peringatan dengan ayat
- tersebut langsung mereka tersungkut
- sujud sambil bertasbih memuji Tuhan
- mereka." Kita sebagai orang yang beriman
- tak ragu untuk langsung tersungkur
- sujud. Begitu juga pada akhir suratul
- alaq, wasjud waqtarib. Sujudlah dan
- dekatkan diri kamu kepada Allah.
- Langsung kita sujud di hadapan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Nah, apa yang kita baca doanya pada ayat
- ini disebutkan
- disebutkan ya mereka bertasbih memuji
- Tuhan mereka bisa mengatakan
- subhanakallahumma
- wabihamdik
- ditambah istigfar wafiruka waatubu ilaik
- atau subhanallahi wabihamdih.
- Jadi mereka bisa bertasbih kemudian
- memuji Allah dengan sekedar mengatakan
- subhanallahi wabihamdihi.
- Atau mereka tambahkan subhanallah
- wabihamdihi wasastagfiruka waatubu
- ilaik. Maha suci Allah segala puji
- baginya. Kami mohon ampun kepada-Mu ya
- Allah dan kami bertobat kembali
- kepada-Mu. Jadi kalau ada pelanggaran
- kesalahan dulu yang kurang patuh kepada
- Allah dengan tasbih, dengan tahmid,
- puja-puji kepada Allah Subhanahu wa
- taala, Allah subhanahu wa taala hapuskan
- kesalahan dan dosa kita. Kalau dalam
- suratul Isra
- Allah Subhanahu wa taala ajarkan sebuah
- doa bagi orang yang ee
- melaksanakan sujud tilawah. Subhana
- rabbina inana wa'du rabbina l maf'ula.
- Maha suci Tuhan kami. Sungguh janji
- Tuhan kami pasti akan terlaksana.
- Subhana rabbina inana w'duina la
- maf'ula. Jadi ini dinamakan sujud
- tilawah karena sujud yang kita
- laksanakan sewaktu kita membaca
- ayat-ayat Allah yang memerintahkan atau
- yang menganjurkan atau yang
- menggambarkan keadaan orang yang beriman
- sujud di hadapan Allah ketika
- diperingatkan dengan ayat-ayatnya.
- Wallahuam.
- Baik. He selanjutnya dari mm
- Salam Ustaz Husein. Ustaz, sejauh mana
- Islam bisa mentolerir perilaku kearifan
- lokal atau lokal wisdom agar tidak
- tenggelam dalam khurafat dari Rian di
- Depok misalnya apa ya orang enggak boleh
- di depan pintu, enggak boleh nyapu
- malam-malam atau ada lagi uang bibit
- segala macam kayak gitu-gitu.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammadin wa ali rabbana
- zidna ilman waiknain.
- Islam agama yang luas, yang lues,
- yang amat mudah bagi para pemeluknya
- yang diajarkan diturunkan langsung oleh
- Allah Subhanahu wa taala
- yang telah menciptakan alam semesta
- dengan seluruh isinya. yang menciptakan
- kita, yang mengetahui betul-betul mana
- yang baik untuk kita dan mana yang
- merugikan kita.
- Islam menganjurkan kita untuk melakukan
- perbuatan-perbuatan yang makruf.
- Mengingatkan kita untuk menjauhkan dari
- hal-hal yang mungkar. juga mengingatkan
- kita untuk
- mengikuti sesuatu atas dasar ilmu. Atas
- dasar ilmu
- artinya pemahaman yang benar. Bukan
- kembali kepada khurafat, bukan kembali
- kepada waham, tapi kembali kepada yang
- benar. Maka tradisi-tradisi yang baik
- yang selaras dengan apa? tuntunan Allah
- Subhanahu wa taala yang sejalan dengan
- kebenaran tidak diperangi oleh Allah
- Subhanahu wa taala.
- Tapi keyakinan-keyakinan,
- pemahaman-pemahaman
- atau perbuatan-perbuatan
- yang dilakukan seseorang yang
- bertentangan dengan prinsip-prinsip
- agama
- yang akan dapat mengotori pemahamannya,
- keyakinannya, yang akan membelokkan
- perilakunya dari yang benar kepada yang
- tidak benar. ini merupakan hal yang apa
- yang harus ditinggalkan. Sebagai contoh
- apabila katakan penganten
- digiring untuk apa? Penganten pria
- digiring untuk katakan ee menghadiri
- acara pernikahan.
- Kemudian
- mereka mulai membanting semangka,
- h
- menginjak telur. Ini merupakan
- perbuatan-perbuatan yang dilarang dalam
- agama.
- Mereka melakukan hal ini dengan alasan
- menolak bala.
- Menolak bala bukan dilakukan dengan
- membanting semangka. Allah tumbuhkan
- semangka ini sebagai rezeki bagi kita.
- Begitu juga telur yang Allah anugerahkan
- buat kita haram untuk kita sia-siakan.
- He.
- Pertama, pemahaman keyakinannya salah.
- Yang kedua, merupakan perbuatan setan.
- Karena ini merupakan tabwir.
- H
- menghambur-hamburkan harta bukan pada
- tempatnya.
- Begitu juga orang pada saat akan
- mengadakan acara ya, mereka meletakkan
- bawang di atas lidi dengan alasan untuk
- menahan hujan. Kenapa Anda tidak minta
- kepada Allah?
- Apakah bawang dengan lidi yang
- ditancapkan mampu untuk menghalangi
- turunnya hujan? Seandainya hujan tidak
- turun karena dia melakukan hal tersebut,
- dia masuk dalam perangkap setan meyakini
- sesuatu yang tidak benar dan di matanya
- dianggap benar. Karena apa? karena
- berhasil menurut dia. H
- ini merupakan tipu daya setan.
- Begitu juga orang meyakini bahwasanya
- batu kecombong dapat memelet perempuan.
- Akhir dia merasa sugesti dan PD. Dia
- mulai merayu perempuan berhasil. Dia
- beranggapan karena apa? Karena batu
- kecombong. Ini merupakan perangkap
- setan.
- Dan kalau kita mampu untuk menarik hati
- perempuan, kalau dia bukan merupakan
- pasangan yang tepat, yang saleh bagi
- kita, apa gunanya?
- Ini bukan kebanggaan. Bukan kebanggaan.
- Karena pernikahan memilih pasangan juga
- merupakan tanggung jawab yang akan kita
- pertaruhkan di hari kemudian nanti. Kita
- diperintahkan memilih pasangan wanita
- yang salehah, begitu juga pasangan
- laki-laki yang saleh. Ya, melihat
- bagaimana akhlak perilakunya. Bukan
- hanya melihat kecantikannya, begitu juga
- cara yang harus kita lakukan. Cara-cara
- yang sesuai dengan aturan Allah
- Subhanahu wa taala dan contoh dari Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam.
- Pada masa dahulu kala sewaktu kita
- kanak-kanak kalau ada gerhana mulai
- orang ya anak-anak memukul panci,
- memukul apa namanya ee barang-barang ya
- yang dapat dibunyikan katanya untuk
- menolak bala. Ada lagi yang mengayun
- anak di atas sumur.
- Ya Allah.
- Mengayun anak di atas su
- bahaya
- sumur ini merupakan perbuatan-perbuatan
- yang tidak benar.
- Nah, kita temukan banyak ya banyak ya
- tradisi-tradisi yang bertentangan dengan
- prinsip Islam.
- Tradisi-tradisi yang bertentangan dengan
- apa? Dengan keimanan kita kepada Allah
- Subhanahu wa taala. di mana kebaikan
- maupun keburukan tak akan terjadi
- melainkan izin Allah. Oleh karena itu
- daripada kita mengalihkan harapan kita
- kepada lidi dan bawang atau kita menolak
- bala melalui apa? Melalui semangka yang
- kita banting atau telur yang kita injak.
- Kenapa kita tidak mohon pada Allah yang
- tidak pernah meninggalkan kita? Wahua
- maakum ainama kuntum.
- Begitu juga ada tradisi,
- ada malam siraman perempuan yang mau
- menikah. He.
- Nanti gadis-gadis ya satu persatu antri
- untuk menyiram pengantin perempuan
- dengan harapan nanti mereka mendapatkan
- jodoh dengan mudah. Kalau ingin
- mendapatkan jodoh, kenapa enggak minta
- kepada Allah? Biasakan kita orang yang
- beriman untuk selalu kembali bergantung
- kepada
- kepada Allah.
- Dan ini bukan kearifan lokal. Ini
- namanya apa? Tradisi yang salah yang
- bertentangan dengan tuntunan Allah
- pencipta langit dan bumi, pencipta kita
- semuanya. yang mengajak kita untuk
- selalu kembali kepada Allah. Iyaka
- na'budu wa iyaka nastain.
- Di mana puja-puji kita kita persembahkan
- kepada Allah dengan kesadaran bahwa kita
- ini merupakan manifestasi dari rahmat
- Allah Subhanahu wa taala. Kalau jiwa
- kita selalu bertautan dengan Allah,
- begitu juga pandangan kita semua
- diterangi oleh cahaya Allah dan
- petunjuknya, hidup kita insyaallah akan
- aman, damai, dan selamat. Nah, contoh
- yang lain kalau orang mempersembahkan
- sesajen ke kuburan,
- begitu juga mempersembahkan korban
- kelautan seperti yang dipersembahkan
- untuk Nirol Kidul atau yang terjadi di
- Palu belum lama ini. Di mana mereka
- ingin menarik wisatawan dengan
- menghidupkan tradisi-tradisi lokal yang
- tidak benar, yang sudah dimatikan.
- Mempersembahkan persembahan kelautan
- terjadi gempa bumi yang amat dahsyat.
- ini merupakan hal yang harus kita jauhi,
- yang harus betul-betul sebagai seorang
- muslim tidak bisa meyakini keyakinan
- seperti ini apalagi melestarikannya.
- Tapi tradisi-tradisi yang baik sebagai
- contoh,
- kalau ada orang menikah di kampung kita
- di sini ada orang menikah ya
- tetangga-tetangga dari berbagai macam
- penjurit berdatangan.
- Bukan hanya mereka datang pada saat
- perkawinan sebelumnya
- ada yang membawa beras 3 lit. Ada yang
- membawa pisang, ada yang membawa ini,
- ada yang membawa itu. Untuk pengantin
- membantu mereka meringankan bebannya.
- Itu enggak apa-apa itu ya.
- Itu tradisi yang bagus kan.
- Itu bahagian dari yang makruf. Itu
- namanya bahagian taawun alal birri. di
- daerah Purwakarta satu lingkungan kalau
- ada yang menikah tetangga sebelum
- pernikahan ada yang membawa kambing, ada
- yang membawa beras hingga keluarga
- penganten begitu selesai perkawinan ada
- sisa berasnya bahkan ada sisa
- kambingnya.
- He.
- Itu lebih bermanfaat daripada kita
- mengadakan acara di gedung ratusan juta
- apakah miliaran. Lebih baik kita
- membantu keluarga yang akan mengadakan
- acara. Apalagi kalau membantu pasangan
- pengantin.
- Kalau orang membawakan kado yang
- bermanfaat seperti piring, penggorengan,
- cowet, ya atau sekarang katakan mixer
- itu lebih berharga daripada
- hadiah-hadiah yang gemerlap tapi tidak
- memberikan manfaat.
- Jadi kebutuhan dan peralatan rumah
- tangga yang diberikan untuk kedua
- mempelai agar mereka memasuki kehidupan
- rumah tangga dengan mudah dan ringan.
- Jadi kerja sama dalam kebaikan yang
- merupakan kearifan lokal yang menjadi
- tradisi satu kaum, satu suku yang tidak
- bertentangan dengan iman kita kepada
- Allah dan syariat Islam tidak dilarang
- untuk kita kembangkan. Jangan kita
- mengatakan bahwa ini bidah.
- Ini berarti tidak memahami betul-betul
- di mana dia harus menempatkan kata
- bidah. Jadi kita jumpai di sebagian kaum
- terdapat tradisi-tradisi yang baik yang
- mendorong ke arah yang positif. Ya,
- bahkan mereka juga menjaga kehormatan
- mereka. Tradisi yang menjaga kehormatan
- mereka.
- Pada zaman dahulu kala
- kita tahu bahwasanya
- bahkan pada masa Belanda itu wilayah
- tamu laki-laki dipisahkan dengan kerai
- yang memisahkan bahagian perempuan.
- Hm.
- Jadi laki-laki duduk di bagian depan. di
- serambi depan tidak sama sekali
- terhubung dengan wanita. Ini merupakan
- tradisi yang dilakukan dulu pada
- zaman-zaman Wali Songo maupun
- penerusnya.
- Sekarang telah hilang. Telah hi
- telah hilang.
- Hilang. Nah, tradisi ini kan bersumber
- dari apa? Bersumber dari tuntunan Islam.
- Ini merupakan kearifan lokal. Jadi yang
- kita namakan sebagai kearifan lokal itu
- hal-hal yang membawa ke arah yang
- positif, membawa kemajuan, membawa
- kesejahteraan, membawa kekompakan dan
- tidak bertentangan dengan
- prinsip-prinsip Islam ini merupakan
- kearifan lokal. Bukan hanya di bahkan
- kalau perlu apa? Kalau perlu
- disosialisasikan untuk membawa kebaikan
- bagi umat. Tapi tradisi lokal perkawinan
- dengan besar-besaran
- dari mulai pelaminanya sampai juga apa
- namanya kembang-kembangnya mengeluarkan
- sampai miliaran. Ini merupakan tradisi
- bidah yang bertentangan dengan ajaran
- Allah di mana perkawinan berubah menjadi
- pamer dan flexing.
- Oleh karena itu, pada masa Nabi tidak
- ada hal seperti ini. Tapi ternyata
- sekarang bahkan ulama pun melakukan
- hal-hal yang salah. seperti ini mereka
- anggap ini merupakan hal yang biasa.
- Wallahuam.
- Baik, selanjutnya dari Bu Fani.
- Asalamualaikum, Ustaz Husein. Waalaikum
- Ustaz ingin bertanya, bagaimana adab
- membaca kalamullah dan mengapa standar
- adab ini begitu tinggi?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allah berfirman, "Fala uqsimu
- bimawaqi'in nujum wa inahu wa innahu
- laqasamun lau tamamunaim. Innahu la
- quranun karim fi kitab maknun."
- Allah bersumpah, "Aku bersumpah demi
- posisi dari setiap bintang
- yang ada pada galaksinya
- yang merupakan gugusan bintang. Di
- dalamnya terdapat bermiliar-miliar
- bintang. Bahkan ada yang galaksi ya
- di dalamnya terdapat 1 triliun bintang.
- Dan matahari kita yang berada pada
- galaksi Milky Wi atau Bima Sakti
- terdapat bermiliar miliar bintang di
- dalamnya. Matahari kita merupakan salah
- satu bintangnya dan jumlah galaksi
- begitu banyak yang menggambarkan
- kebesaran keagungan Allah. Allah
- bersumpah dengan kebesarannya, dengan
- keagungannya di antaranya dengan posisi
- setiap bintang pada tempatnya. Dan ini
- merupakan sumpah yang amat besar bila
- kalian tahu maknanya.
- untuk menegaskan bahwa kitab suci
- Al-Qur'an ini merupakan kitab yang
- mulia.
- Allah ingin meyakinkan kita akan
- keagungan kitabnya. Allah bernama Karim.
- Kitabnya juga Allah Subhanahu wa taala
- berikan sifat karim. Arti kitab yang
- akan membawa rahmat, kemurahan, hidayah,
- petunjuk dan kebahagiaan bagi manusia.
- fi kitabi maknun yang terjaga tersimpan
- dalam kitab yang terpelihara itu lauh
- mahfuz la yamuhu illal mutaharun yang
- tidak disentuh kecuali oleh hamba-hamba
- yang disucikan yaitu para malaikat suci
- tanzilum mirbil alamin yang diturunkan
- dari sisi Tuhan semesta alam. Jadi Allah
- di sini menerangkan kepada kita
- keagungan kitabnya. Demikian pula
- penjagaan Allah. Dan demikian pula yang
- mendekatinya hamba-hamba yang disucikan.
- Oleh karena itu, berhadapan dengan kitab
- Allah yang berisikan kalamnya, yang
- berisikan wahyu daripadanya, sikap kita
- jangan kita samakan seperti kita membaca
- kitab-kitab yang lain. Hendaknya kita
- bersuci terlebih dahulu. Kita juga
- membersihkan mulut kita menggunakan
- aroma yang semerbak. Kemudian membacanya
- dengan tartil sambil mohon kepada Allah
- agar Allah Subhanahu wa taala
- menerima bacaannya, menganugerahkan dia
- pemahaman yang benar mengenai ayat-ayat
- Allah. Membantu juga untuk mengamalkan
- hidayah dan petunjuknya. Begitu juga
- menyampaikan kepada saudara-saudaranya
- yang belum yang belum apa? yang belum
- menerima hidayah dan petunjuk dari Allah
- atau membawa apa yang dia pahami dari
- ayat-ayat Allah diceritakan pada
- keluarganya, pada sanak, familya,
- saudaranya. Ini merupakan tata cara kita
- membaca Al-Qur'an yang mesti kita
- betul-betul apa? Kita jaga.
- Dan Allah dalam surat Abasa mengatakan
- apa? Kalla innaha tazkiraa
- fi suhufin mukarromah marfuatin
- mutaharah biidi safar kiram bar.
- Menggambarkan bagaimana
- lembaran-lembaran kitab ini yang
- disucikan oleh Allah, ditinggikan oleh
- Allah, diantar oleh duta-duta mulia dari
- kalangan malaikat Jibril kemudian duta
- mulia dari kalangan manusia itu Rasul.
- Dan bagaimana Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam sepanjang hidupnya
- menyatu dengan Al-Qur'an.
- Nah, orang-orang yang menghormati
- Al-Qur'an merekalah yang dapat menyatu
- dengan Al-Qur'an. Tapi yang tidak
- beradab di hadapan Al-Qur'an, mereka
- yang akan terhijab dari hidayah,
- petunjuk dan cahaya Al-Qur'an.
- Wallahuam.
- Baik, selanjutnya dari Ibu Asma di
- Jakarta Selatan. Asalamualaikum Husein.
- Waalaikumsalam.
- Tentang iktikaf arus di masjid. Saya ibu
- berusia 65 tahun, fisik alhamdulillah
- sehat. Mohon pencerahani antara iktikaf
- di masjid dengan ibadah Ramadan di
- rumah. Mana lebih baik, Ustaz? Terima
- kasih.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allah Subhanahu wa taala
- menganjurkan e
- melalui Rasulnya Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasallam
- yang menyampaikan pesan-pesan amanat
- Allah. Begitu juga ya ketika Allah
- berbicara mengenai rumah pertama yang
- dibangun
- yang dibangun
- dan dijadikan sebagai tempat kita
- mengabdi beribadah kepada Allah dan
- menghadapkan wajah kita ke sana sama
- dengan menghadapkan wajah kita kepada
- Allah. Allah jadikan tempat tersebut
- sebagai tempat suci
- simbolik bagi kita yang menjaga
- kesuciannya, kemuliaannya sama dengan
- kita mensucikan dan memuliakan Allah.
- Tempat tersebut dinamakan Baitullah,
- rumah Allah. Bukan berarti Allah berdiam
- di sana, tapi rumah yang dinisbatkan
- kepada Allah. Karena itu merupakan
- tempat kita beribadah dan Allah jadikan
- sebagai kiblat persatuan di antara kita
- semuanya.
- Allah Subhanahu wa taala perintahkan
- kepada Ibrahim dan Ismail baiti lifina
- walakifinauk
- sujud. Sucikanlah rumahku wahai Ibrahim
- dan Ismail bagi orang yang bertawaf,
- bagi orang yang beriktikaf, bagi orang
- yang rukuk dan sujud. mensucikannya dari
- najasah kotoran yang bersifat fisik atau
- najasah maknawiah dari berhala ya dan
- hal-hal yang apa yang memalingkan mereka
- dari Allah subhanahu wa taala kepada
- selainnya hingga orang datang ke sana
- dengan penuh kekhusyukan menghadapkan
- wajah mereka beriktikaf untuk merenung
- dan bertafakur melakukan muhasabah
- terhadap amal-amal mereka selama ini.
- itu merupakan tempat yang paling utama
- yaitu Baitullahil Haram,
- kemudian Al-Masjid An-Nabawi, begitu
- juga almasjid al-Aqsa. Tapi bukan
- berarti rumah-rumah Allah yang lain yang
- terdapat di muka bumi ini tidak memiliki
- kemuliaan. Begitu seorang atau begitu
- masyarakat membangun rumah Allah,
- dinisbatkan kepada Allah, maka rumah
- tersebut mendapatkan kesucian dan
- kemuliaannya. bukan lagi milik orang
- yang mewakafkan, milik orang yang
- menyumbang, tapi milik. Oleh karena itu
- Allah berfirman, "Waal masajid lillah
- falaahi ahada." Masjid-masjid milik
- Allah, maka jangan kalian memohon
- kecuali hanya kepada Allah. Dan dia
- bukan milik NU, bukan milik Persis,
- bukan milik Muhammadiyah, bukan milik
- Syiah maupun Sunah. Walaupun mereka yang
- membangunnya, tapi begitu diniatkan
- sebagai masjid, kepemilikan milik Allah.
- Maka semua kaum muslimin di saat masuk
- ke rumah Allah, mereka wajib menjaga
- akhlak mereka, adab mereka di hadapan
- Allah, menjaga lisan mereka, perbuatan
- mereka. Jangan masuk ke dalam masjid
- bukan dengan penyerahan diri kepada
- Allah, tapi dengan kefanatikan,
- kebanggaan terhadap kelompok dan
- golongan. Akhirnya masjid menjadi tempat
- keributan dan pertentangan.
- Nah, Mas Krishna berkaitan dengan
- iktikaf ini
- lebih diutamakan bagi kaum pria. Karena
- kaum wanita banyak urusan yang harus
- dilakukan. Dia menjaga rumah, dia juga
- menyusui anaknya, dia memasak, kemudian
- juga banyak pekerjaan-pekerjaan
- yang sulit untuk ditinggalkan.
- Kalau dia sebagai ibu muda atau katakan
- ibu-ibu yang bertanggung jawab untuk
- merawat anak-anaknya, Allah tidak apa?
- Tidak menganjurkan kepada mereka untuk
- beriktikaf sebagaimana anjuran yang
- dianjurkan kepada kaum pria. Sebagaimana
- yang kita dengar dari Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- Tetapi kalau seandainya seorang ibu
- katakan tidak ada kesibukan,
- lenggang, ya kemudian apa dia juga dalam
- keadaan sehat dan tidak melanggar atau
- mengabaikan kewajiban dan tugasnya, dia
- bisa beriktikaf di masjid selagi masjid
- tersebut betul-betul menjaga kesucian
- dan kehormatan wanita, tidak bercampur
- di antara pria dan wanita. bisa
- beriktikaf di masjid. Tapi seandainya
- mereka beriktikaf di rumah, membaca
- Al-Qur'an,
- kemudian juga memperbanyak salat mereka
- dan zikir mereka, tidak kalah dengan
- beriktikaf di masjid. Bagi kaum wanita
- tidak kalah dengan beriktikaf di masjid.
- Jadi wanita Allah berikan kemudahan,
- mereka tidak wajib melaksanakan salat
- Jumat. Tapi kalau mereka melakukan salat
- Jumat di tempat yang disediakan bagi
- kaum wanita juga dibolehkan dengan
- syarat tetap menjaga kesucian
- kehormatannya.
- Di samping itu
- mereka tidak mengabaikan kewajiban dan
- tugas mereka.
- Ini merupakan kemudahan dari Allah
- Subhanahu wa taala sesuai dengan peran
- masing-masing. Bukan karena meremehkan
- wanita, tapi Allah berikan keutamaan
- pada pria. berikan keutamaan pada wanita
- yang disesuaikan dengan peran hidup
- mereka dalam kehidupan dunia ini.
- Mudah-mudahan ibu-ibu kita di bulan
- Ramadan ini seandainya mereka tidak
- beriktikaf di masjid, mereka bisa
- beriktikaf di tempat ibadah mereka,
- tempat salat mereka yang khusus mereka
- jadikan sebagai tempat mereka
- mendekatkan diri kepada Allah.
- Wallahuam. Satu lagi.
- Baik, selanjutnya dari Ibu Aminah.
- Asalamualaikum Husein, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Izin bertanya. Saya alhamdulillah
- menikahkan anak-anak saya semuanya
- acaranya sederhana di aula di masjid.
- Alhamdulillah berkah Rizia banyak ee
- semoga berkah anak cucu, menantu semua
- menjadi hamba Allah yang selalu
- bersyukur kita.
- Alhamdulillah.
- Cuma begitu aja, Ustaz.
- Ini betul-betul merupakan hal yang patut
- dicontoh oleh kaum ibu.
- Apalagi saat ini pada saat krisis
- ekonomi, saudara-saudara kita banyak
- yang menderita. Kalau ada katakan
- pasangan, pengantin atau keluarga yang
- menikahkan anak mereka, lalu sebagian
- besar katakan rencana perkawinan yang
- mereka akan keluarkan di hotel atau di
- gedung-gedung perkawinan yang mewah,
- mereka keluarkan sebagian besarnya untuk
- memberikan bantuan kepada saudara mereka
- di Gaza juga korban-korban bencana di
- Aceh, di mana-mana tempat atau saudara
- mereka dalam lingkungan mereka. Saya
- yakin kalau mereka lakukan dengan
- mengharapkan rida Allah, Allah akan
- berikan rahmat, keberkahan, kebahagiaan
- bagi mereka dalam rumah tangga mereka
- dan jadikan anak mereka sebagai anak
- yang saleh. Tapi saya ingatkan mereka
- yang menghambur-hamburkan harta mereka,
- membuang harta mereka di acara yang
- mewah, pamer dan flexing ya dalam acara
- perkawinan Allah akan cabut rahmat,
- keberkahan dan cahaya dari kehidupan
- mereka. Kar ini merupakan tabir. Ini
- bukan menyenangkan Allah, bukan membuat
- Allah rida, malah membuat setan yang
- bahagia. W tubir tabir inal mubadirinau
- ikhwatin
- kafur. Jangan kamu hamburkan harta-harta
- kamu secara sia-sia.
- Orang-orang yang suka menghamburkan
- harta mereka dengan sia-sia ini
- merupakan saudara setan. Dan setan amat
- ingkar kepada Tuhannya. Berarti apa? Dia
- termasuk orang yang ingkar kepada Allah.
- Jangan mengharapkan yang mengadakan
- acara-acara yang berlebih-lebihan akan
- mendapatkan rahmat, keberkahan dari
- Allah yang saya khawatir bahkan terkena
- murkanya.
- Jadi kalau kita sebagai kaum muslimin,
- sebagai orang-orang yang beriman,
- hendaknya kita juga mencontoh mengikuti
- akhlak orang-orang yang beriman.
- Kita mengikuti rasulnya, mengikuti juga
- orang-orang yang saleh yang mengikuti
- rasul. Jangan mengikuti gaya hidup orang
- yang tak beriman. Akhirnya perkawinan
- menjadi sulit. menjadi berat. Bukan
- karena agama Allah yang berat, tapi
- mereka memberatkan diri mereka.
- Sebagaimana sabda Nabi, "Innadina
- yusrun." Agama ini mudah. Walan
- yusyaddadina
- ahadun illa golabahu. Dan tidak ada yang
- mempersulit agama Allah kecuali dia yang
- akan terkapar. Jadi, alhamdulillah Ibu
- mudah-mudahan bisa contoh bagi ee bagi
- keluarga-keluarga yang lain dalam
- menikahkan anak mereka. Ya,
- alhamdulillah insyaallah hari Minggu ini
- atau hari Ahad kita akan menikahkan
- saudara kita Ondi.
- Masyaallah.Allah
- di apa namanya?
- Di aula Munif Khatib di
- lingkungan silaturahmi.
- Mudah-mudahan Allah berikan keberkahan
- [tertawa]
- ya rahmatnya bagi saudara Ondi dan bisa
- menjadi contoh
- buat orang di sekeliling kita ngapain
- buang-buang uang enggak pada tempatnya.
- kebanggaan yang kita rasakan sekejap
- tapi Allah jauhkan kita dari rahmat. Ini
- bukan merupakan ucapan kosong tapi ini
- merupakan betul-betul peringatan yang
- datang langsung dari Allah dan kita
- hanya menyampaikannya. Kasihan orang
- yang butuh, yang susah, yang menderita
- di lingkungan kita begitu banyak. Belum
- orang-orang yang sedang menjadi korban
- bencana. Bagaimana kalau Allah turunkan
- bencana kepada kita akibat dari kita
- tidak peduli terhadap saudara-saudara
- kita? Mudah-mudahan ini mengingatkan,
- menyadarkan kita semuanya. Dan bukan
- kita ingin menjadikan agama sebagai
- guyon dan lawakan, tapi agama sebagai
- pedoman hidup yang sebenarnya.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik wal afu minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh.
- Alhamdulillahi
- selamat ya.
- [tertawa]
- Oke, terima kasih Ustaz Husin.
- Insyaallah kita akan jumpa lagi pada
- Jumat depan juga lagi di sini mohon
- pamit. Wabillahi taufik walidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.