Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:13 Rasul TV 0:17 [musik] 0:32 Assalamualaikum warahmatullahi 0:34 wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim. 0:36 Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma 0:39 sholli ala Muhammad 0:41 wa ala ali Muhammad. Dipancar luaskan 0:43 dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36 0:47 Kalimanggis Cibubur Bekasi Radio 0:50 Silaturahim untuk Islam yang satu. 0:53 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 0:55 Subhanahu wa taala. Bagaimana kabar Anda 0:57 di pagi hari ini? 0:59 Semoga dalam keadaan sehat walafiat dan 1:01 selalu dalam lindungan Allah Subhanahu 1:04 wa taala. 1:06 Di pagi hari ini ikhwan dan akhwat 1:07 kembali kita berjumpa dalam program 1:11 Keluarga Islami bersama narasumber kita 1:14 Ustaz Agus Sudarmaji edisi hari ini 1:16 Jumat 6 Zulhijah 1:18 1442 Hijriah yang bertepatan di tanggal 1:21 16 Juli 2021. 1:25 Kita telah terhubung dengan Ustaz Agus 1:27 Sudarmaji melalui aplikasi Zoom meeting. 1:30 Assalamualaikum warahmatullahi 1:31 wabarakatuh, Ustaz. 1:33 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:35 wabarakatuh. 1:36 Baik, sehat Ustaz ya? 1:38 Alhamdulillah doanya dari para ikhwan 1:40 semuanya. 1:41 Baik. 1:42 Ikhwan semua sehat-sehat semua ya, 1:43 insyaallah. 1:44 Insyaallah. Dan tema kita yaitu bekal 1:46 spiritual untuk tetap sehat, selamat, 1:49 dan sejahtera di masa pandemi Covid-19. 1:53 Demikian Ustaz ya. 1:54 Baik, Ustaz. Silakan, Ustaz. 1:57 Bismillahirrahmanirrahim. 1:59 Assalamualaikum warahmatullahi 2:01 wabarakatuh. 2:03 Alhamdulillahirobbil alamin. Asyhadu an 2:06 la ilaha illallah wahdahu la syarikalah. 2:09 Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa 2:11 rasuluhu la nabiya ba'dah. Allahumma 2:13 sholli wasallim wabarik ala sayyidina 2:15 Muhammadin. 2:17 Wa ala alihi wasahbihi ajma'in. Amma 2:20 ba'du. 2:21 Qalallahu ta'ala fil kitabihil karim. 2:24 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 2:26 Bismillahirrahmanirrahim. 2:28 Ya ayyuhalladzina amanu ittaqullaha 2:32 haqqo tuqotih. 2:34 Wala tamutunna illa waantum muslimun. 2:39 Shodaqallahul adzim. Amma ba'du. Ikhwan 2:41 dan akhwat rahimakumullah. 2:44 Marilah kita awali bersama-sama dengan 2:47 baca doa tholabul ilmi. 2:48 Bismillahirrahmanirrahim. Robbi zidni 2:50 ilman. Allahumma anfa'ni bima allamtani 2:53 wa alimni ma yanfa'uni. Warzuqni ilman 2:56 yanfa'uni. Robbi shrohli shodri 2:58 wayassirli amri. Wahlul uqdatan min 3:00 lisani yafqohu qouli. Amin Allahumma 3:02 amin. Syukur kepada Allah. 3:05 Di hari ini tanggal 6 Dzulhijjah. 1442 3:09 Hijriah. 3:11 Bagi para ikhwan dan akhwat yang 3:14 melaksanakan puasa sejak awal. 3:18 Dzulhijjah dari tanggal 1 sudah selesai 3:20 5 hari puasanya. Ini hari ke-6 ya. 3:24 Mudah-mudahan Allah menerima semua 3:27 puasanya. 3:29 Dan juga semua amal ibadah yang lain 3:31 selama 10 hari di awal bulan 3:34 Dzulhijjah ini. 3:37 Dan kita mendapati berbagai keterangan 3:39 ya di dalam Alquran dan hadis. 3:42 Bahwasanya 3:44 10 hari di awal bulan Dzulhijjah ini 3:47 adalah masa-masa yang sangat 3:50 spesial ya. Sangat khusus. untuk yang 3:54 melaksanakan ibadah itu 3:56 nilainya seperti orang pergi jihad 3:58 dengan seluruh hartanya 4:00 dan tidak kembali pulang kecuali dalam 4:02 keadaan syahid, ya. Masya Allah. Jadi, 4:05 tidak rugi orang yang melaksanakan 4:07 berbagai amal kegiatan ibadah, ya, 4:11 selama bulan Zulhijah ini, ya. 4:14 Yang sempat puasa, puasa. 4:16 Yang sempat ber eh sedekah, sedekahlah. 4:20 Yang ingin baca Quran diselesaikan, 4:23 selesaikanlah. 4:25 Ya. Yang ingin 4:27 dengan amaliyah yang lain, salat malam, 4:30 salat-salat sunah, 4:32 ataupun dengan membaca eh 4:36 dengan 4:39 mem 4:40 mengeluarkan uang untuk membeli kurban, 4:43 ya, silakan. 4:44 Ini di dalam 4:46 bulan ini begitu mulia. 4:48 Ikhwan akhwat sekalian, kita 4:51 eh akan bicara tentang bekal spiritual 4:53 untuk tetap sehat, 4:55 selamat, sejahtera 4:57 di masa pandemi Covid-19. Pandemi Covid 5:00 ini sudah berjalan 5:02 1 tahun lebih, ya. 5:04 Setahun setengah, ya. 1 tahun setengah, 5:06 Bang Agus, ya. 5:08 Eh tapi 5:11 grafiknya di Indonesia terutama 5:15 tidak kunjung melandai, ya. Tidak 5:17 kunjung melandai bahkan 5:19 kira-kira ini cenderung naik lagi 5:22 sehingga pemerintah terpaksa, ya. 5:24 Ini garis garis bawah betul. Terpaksa 5:26 memberlakukan lockdown. 5:29 Ya, atau PPKM. 5:32 Nah, ini 5:34 merupakan satu tindakan di yang 5:38 sebenarnya tidak perlu dilakukan. 5:41 Ya. 5:43 Tidak perlu dilakukan oleh kita 5:47 sebagai bangsa menyekat sana sekat sini 5:50 sebenarnya tidak perlu. 5:52 Kalau tidak terjadi satu extraordinary 5:57 insiden 5:58 atau kejadian yang luar biasa. 6:02 Maka 6:04 kita menghargai pemerintah yang 6:06 melakukan PPKM tapi harusnya juga 6:09 berlaku untuk semua 6:11 eee semua tempat, semua sektor, semua 6:15 bidang ya, semua komunitas tanpa pandang 6:18 bulu secara disiplin. Ya ini mungkin ada 6:20 masalahnya di 6:22 kita sendiri. 6:24 Maka itu harapan kami dengan mengangkat 6:27 ini mudah-mudahan 6:29 kita bisa lebih 6:31 memahami bagaimana 6:34 berperilaku yang benar di masa pandemi 6:36 ini, ya. 6:38 Ada orang maksa-maksa untuk eee mohon 6:41 maaf 6:43 sudah masjidnya ditutup, masjidnya 6:45 dibongkar, ya masjidnya dipaksa 6:48 didobrak, dipaksa buka. 6:51 Padahal di situ sudah ada 6:53 dari pihak DKM juga mohon maaf, mohon 6:55 maaf betul bukan kita tidak membuka 6:57 masjid, ya. Nah ini bagaimana sebaiknya? 7:00 Ya. Baiklah sekalian, kesempatan ini 7:03 [berdehem] kita akan bicara beberapa 7:04 hal. 7:06 Yang pertama hakikat musibah dalam 7:07 Islam. 7:10 Kemudian bagaimana kita bersikap yang 7:11 benar. 7:13 Yang bersikap yang benar terhadap 7:14 musibah. 7:16 Nah, bekal spiritual itu berkenaan 7:18 dengan kalbu dengan hati. 7:20 Maka kita akan melakukan penguatan hati 7:22 untuk ketahanan di masa 7:25 eee pandemi ini. 7:27 Kemudian amal-amal terbaik apa yang kita 7:29 perlu lakukan di masa pandemi ya. 7:33 Serta kita mudah-mudahan nanti bisa 7:35 berdoa bersama, ya. 7:37 Jemaah sekalian 7:40 musibah itu di dalam Islam adalah 7:42 sesuatu keniscayaan. 7:45 Setiap orang dikenai musibah. 7:50 Ya. 7:52 Tidak terkecuali siapapun. Begitu 7:55 lepas dari rahim bunda, sudah kena 7:57 musibah. 7:59 Ya, sudah dikenai musibah. Jadi, manusia 8:02 ini makhluk yang kenyang musibah dari 8:04 kecil, ya. 8:06 Contoh musibah 8:08 dari kecil itu, ya. 8:10 Sudah waktunya makan. 8:12 Ya. 8:13 Sudah waktunya makan, eh tiba-tiba 8:16 ibunya 8:18 ada 8:20 kejadian, jadi enggak bisa eh kasih 8:23 makan dia. Asinya bisa berhenti. 8:26 Itu adalah bagian dari musibah. 8:30 Tangisan demi tangisan kita dengar dari 8:32 anak, ya. Apakah yang kurang makan 8:37 atau kemudian tidak nyaman dengan 8:40 badannya yang sakit, ya. 8:44 Hari ini 8:46 kita juga mendengar saudara-saudara kita 8:47 sedang sakit. Ya. Termasuk 8:52 termasuk 8:55 anak-anak kita atau cucu-cucu kita. 8:57 Barusan saya terima kabar cucu saya 8:59 sedang sakit, ya. 9:01 Bahkan nanti kita minta doa 9:03 cucu-cucu kita, ya. 9:05 Eh, bisa di sehatkan Allah subhanahu wa 9:08 taala. Amin Allahuma amin. 9:10 Ya. 9:13 Dan 9:14 manusia ini dari kecil, dari lahir 9:17 bahkan, ya. Itu sudah kena musibah. 9:19 Berhentinya musibah itu nanti kalau dia 9:21 sudah mati. 9:24 Ya. Mati itu akhir dari musibah. Karena 9:27 dia enggak hidup lagi. 9:29 Nah. 9:30 Maka di sinilah penegasan kita 9:32 mendapatkan penegasan dari Allah 9:33 subhanahu wa taala 9:35 bahwa 9:36 ya. 9:37 kullu nafsin dzaiqatul maut, ya 9:41 audzubillahiminasyaitonirojim, 9:43 bismillahirohmanirohim 9:46 kullu nafsin dzaiqatul maut setiap yang 9:50 bernyawa, setiap jiwa 9:53 itu didatangi maut, ya 9:58 merasakan kematian, ya 10:01 kematian itu musibah yang paling besar 10:04 wanablukum bisyarri wal khoiri fitnah 10:08 dan kami 10:12 menguji kamu, wanablukum 10:15 ya, ini fi'ilnya fi'il mudhori' 10:19 berlangsung terus, enggak berhenti, 10:21 Allah akan menguji kita sedang dan akan 10:24 menguji kita 10:25 dengan apa? bisyarri 10:28 wal khoiri fitnah 10:31 jadi 10:32 yang mengenai kita itu ujian-ujian 10:35 cobaan 10:37 bahkan disebut fitnah 10:39 bukan sekedar musibah biasa, fitnah 10:43 apa itu? 10:45 fitnah ada yang bersifat syarri, 10:47 bisyarri 10:49 yang 10:50 bersifat buruk, sempit, enggak enak kita 10:53 menerima itu 10:55 tetapi juga bisa wal khoiri fitnah 10:59 jangan dikira 11:01 orang musibah itu hanya dikenai 11:05 keburukan-keburukan, kemalangan 11:08 tapi kalau 11:09 kenaikan pangkat 11:12 gajinya tambah 11:14 dapat anak, ya 11:17 bisnisnya naik, itu jarang disebut 11:20 sebagai musibah, padahal itu musibah 11:21 juga 11:22 fitnah juga ya 11:25 belum tentu orang lulus 11:28 dengan musibah yang 11:30 baik musibah yang enak 11:34 ya dulu zaman 11:36 eee 11:38 K.H. 11:40 Zainuddin M.Z. 11:42 memberi satu 11:44 perumpamaan yang indah sekali 11:47 coba kalau kita 11:49 duduk di satu tempat 11:52 kursinya itu 11:55 jelek pantat kita duduk situ sudah gatal 11:58 semua sakit-sakit karena banyak 12:00 tingginya banyak 12:02 apa namanya kutu busuknya 12:06 tempatnya buruk bau 12:09 panas 12:11 kira-kira gimana? 12:12 kita bisa tidur enggak? 12:14 enggak bisa tidur 12:16 tapi kalau masuk ruang ber-AC kursinya 12:18 empuk wangi semua 12:21 ya perutnya lagi kenyang pasti sebentar 12:24 saja kita sudah tertidur terlelap 12:27 nah ini satu perumpamaan yang cerdas ya 12:30 bahkan menggelitik kita supaya kita juga 12:33 hati-hati di dalam hidup 12:35 justru mungkin saja 12:41 enaknya hidup kita 12:44 mapannya hidup kita 12:46 itulah musibah yang sebenarnya jadi kita 12:48 tidak sempat apa? tidak sempat 12:51 berdakwah sibuk ngurusin 12:54 keenakan-keenakan 12:55 kita bisnisnya lagi bagus enggak sempat 12:58 dakwah 12:59 enggak sempat 13:01 ngantar orang 13:04 ke kubur ya ditelepon teman 13:08 eh teman kita meninggal nih 13:10 ayo kita datang 13:13 takziah waduh saya ada meeting segala 13:16 macam ya 13:18 itu memang bisa diterima 13:20 tetapi 13:21 kalau berterusan kita enggak 13:22 sempat-sempat 13:25 lama-lama enggak sempat juga. 13:28 Meskipun tidak terlalu pandai pun 13:30 hatinya tidak menyempatkan. Nah, ini 13:32 karena masyaallah hatinya yang kena 13:34 musibah. 13:35 Jadi, ikhwan dan akhwat sebenarnya 13:37 musibah itu yang dikenai musibah memang 13:41 badan 13:44 atau harta. [berdehem] 13:47 Tetapi intinya musibah itu 13:50 menyasarnya sasaran utama itu hati 13:53 manusia. 13:57 Hatinya gimana? 14:00 Hatinya jadi lalai 14:02 atau jadi ingat kepada Allah. 14:05 Di dalam berbagai tempat di Alquran 14:09 juga dikatakan bahwasanya 14:11 manusia itu cenderung 14:13 kalau dikasih musibah yang baik-baiknya, 14:15 yang enak-enak, kelapangan, kemewahan, 14:18 kesuksesan 14:21 ya, kemudahan 14:23 itu lena 14:25 dan mengatakan 14:26 Tuhanku, "Rabbi akroman." 14:30 Tuhanku sedang memuliakan aku, aku lagi 14:32 dimuliakan Allah nih, ya toh. Padahal 14:34 itu musibah. 14:35 Tapi kalau dikasih kesempitan 14:38 ya, "Rabbi ahanan." 14:41 Tuhanku sedang menyempitkan aku. 14:44 Nah, manusia ini begitulah. Nah, ikhwan 14:46 dan sekalian 14:48 maka kalau kita dapat musibah yang tidak 14:50 enak, yang yang buruk 14:53 itu justru kita 14:56 dekat kepada Allah. Tapi ketika kita 14:58 dikasih mapan hidup, sukses, lebih dari 15:01 itu kita 15:03 ya, kita lebih dekat sama Allah, lebih 15:06 waspada. 15:08 Ya. 15:09 Lebih rabitu. 15:11 Nanti kita akan masuk ke sana, ya. 15:14 Kita lanjutkan. 15:16 Jadi, "Kullu nafsin dzaiqatul maut." 15:19 Surat Al-Anbiya ayat 30-35. 15:23 Bahwa setiap yang hidup itu dikenai 15:26 maut. Ya. 15:29 Wana blukum bisyarri wal khoiri fitnah 15:31 dan kamu 15:33 kami akan menguji kamu dengan 15:36 cobaan yang yang buruk dan cobaan yang 15:39 baik. 15:40 Wailaina turjaun dan kepada lah kamulah 15:44 kamu akan kembali dikembalikan turjaun. 15:48 Ya. 15:50 Dikembalikan ikhwan sekalian. 15:52 Berkali-kali Allah itu 15:57 mengatakan dalam Quran. 16:01 Kalau dikasih musibah itu yang terbaik 16:02 ya kamu kembali kepada Allah. 16:05 Meskipun tidak lahir batin, ruhmu tidak 16:09 kembali kepada Allah yang kembali hatimu 16:11 kembali kepada Allah. 16:13 Ruhnya masih jumeneng, ruhnya masih 16:16 tegak berdiri di badannya. 16:19 Tapi yang kembali kepada Allah apa? 16:21 Yang kembali kepada Allah itu adalah 16:23 hatimu. 16:25 Hatimu kembali kepada Allah. Bagaimana 16:27 cara kembali kepada Allah? 16:29 Akui [berdehem] bahwa semua yang ada itu 16:31 bukan milik kamu. Semua yang ada itu 16:34 milik Allah ya dalam kalimat istirja 16:36 nanti kita akan bahas. 16:38 Dan kamu pasrah sepenuhnya 16:41 kembali kepada Allah, mentaati Allah, 16:44 merasa dirimu kecil, merasa dirimu 16:47 tidak tidak berdaya apa-apa. Ya, ikhwan 16:50 sekalian. 16:51 Inilah kalimat 16:53 yang akan kita pelajari. 16:55 Nah ini. 16:56 Ya. 17:01 Audzubillahiminasyaitanirrajim. 17:02 Bismillahirrahmanirrahim. Secara lebih 17:04 detail Allah mengatakan ujian itu apa. 17:08 Surah Al Baqarah 155 yang kita semuanya 17:11 sudah hafal. 17:14 Minimal nanti ucapan istirja nya kalimat 17:16 istirja'. 17:18 Walana bluannakum 17:20 bisyai'in minal khaufi wal ju'i wal 17:24 naqsin minal amwali wal anfus wa 17:29 tsamarat. 17:31 Ya. Di sana Allah mengatakan dan 17:34 sungguh kami akan 17:37 memberikan 17:39 atau mengenai kamu 17:42 dengan coba, mencoba kamu, menguji kamu. 17:44 Walan nabluannakum. 17:47 Ada dua harfu taukid di sana. 17:49 Lam dan nun. 17:51 Sungguh-sungguh kami akan 17:52 sungguh-sungguh menguji kamu. Jadi ini 17:56 kesungguhan Allah menguji kita dengan 17:57 sungguh-sungguh. 18:00 Jadi tidak main-main. 18:02 Wah, ini Allah main-main sama aku. 18:04 Enggak, jangan ngomong gitu. Ini Allah 18:05 sungguh menguji kamu, benar. 18:08 Serius. 18:11 Apapun ujian yang menimpa kamu, Allah 18:13 sedang serius menguji kamu. 18:16 Apa bentuknya? Bisya'in. 18:19 Ya. 18:20 Sebagian dengan cara apa? Minal khauf. 18:23 Rasa takut. 18:27 Pertama adalah ujian yang sifatnya 18:29 abstrak. 18:30 Ya. 18:31 Maya. 18:35 Ujian yang bersifat maya, belum nyata. 18:41 Tapi sudah di hati. 18:43 Jadi yang 18:44 dikenai ujian pertama tuh hati. Al khauf 18:46 siapa? Hati. 18:51 Ya. 18:52 Orang sebelum 18:54 kecelakaan 18:56 yang 18:57 lebih dulu mengenai dirinya apa? Rasa 18:59 takut. 19:01 Ah, nanti 19:03 aku kena 19:05 Covid lagi. 19:07 Enggak mau ah. 19:08 Aku nanti 19:10 ngasih makan orang itu. 19:12 Padahal dari Pak RT ada himbauan Bapak 19:14 Ibu sekalian yang yang 19:17 ada di sekitar warga kita yang sedang 19:20 isolasi mandiri 19:22 karena Covid sekeluarga tolong dibantu 19:26 ya syukur-syukur dianteri makanan matang 19:28 karena mereka enggak bisa keluar 19:30 mau keluar cuma dilarang sama Pak RT 19:33 kamu enggak boleh kalian enggak boleh 19:34 keluar 19:36 mau beli makanan matang yang yang 19:38 didatangi juga ngeri ngeri sedap ya itu 19:41 takut 19:43 waduh itu Pak Fulan sekeluarga kena 19:45 Covid eh tiba-tiba sudah muncul di depan 19:48 warung warung tegal ini yang punya 19:50 warung tegal jerit-jerit wah jangan 19:52 masuk Pak jangan masuk nah 19:55 al khauf 19:57 yang diuji pertama kali itu adalah hati 20:02 ujian pertama mengenai hati 20:06 dan begitu banyak berbagai hal 20:09 banyak sekali bentuk-bentuk 20:12 sebab-sebab yang menjadikan hati kita 20:15 itu menjadi takut al khauf 20:19 ya 20:20 wal ju' baru kemudian yang kedua sesuatu 20:23 yang lebih nyata yang lebih material 20:26 yang lebih konkret daripada sekedar rasa 20:29 takut ya 20:31 mengenai apa al ju' badan kita 20:34 kalau sudah masuk ke bab al ju' 20:37 kelaparan kekurangan 20:40 al ju' 20:43 ya al ju' ini lapar 20:48 apa yang di yang di dera 20:51 yang terdampak 20:54 dari kelaparan ini badan kita 20:59 perut kita utamanya nah ini sudah oh 21:02 masya Allah 21:05 orang bisa 21:07 melakukan apa saja 21:09 yang tidak masuk akal 21:11 kalau sudah kepepet lapar. 21:15 Ya, kepepet lapar. 21:17 Berani bongkar 21:19 rumah orang, berani menjarah 21:22 warung orang, berani meng 21:26 eee membohongi orang, menipu orang, 21:29 bahkan merampok orang ini karena al ju. 21:33 Ya. 21:35 Kemudian wa naqsin minal amwal. 21:37 Dan 21:39 kekurangan atau 21:41 berkurangnya 21:43 dari harta. 21:46 Harta berkurang. 21:48 Itu wah 21:50 kerugian ya. 21:52 Kerugian hartanya kurang. 21:56 Apa-apa yang me me menimpa harta benda, 22:00 ini masuk golongan ini. Wa naqsin minal 22:02 amwal. 22:04 Ya. 22:06 Apakah harta berkurangnya sedikit, 22:08 apalagi yang baik bahkan hilang musnah 22:11 sama sekali, ini bagian dari musibah 22:13 yang besar. 22:16 Ya, karena tingkat 22:18 pengurangan atau berkurangnya harta itu 22:20 bertingkat-tingkat. 22:22 Termasuk wa naqsin minal anfus. 22:28 Yakni 22:30 berkurangnya 22:33 dari jiwa. 22:35 Badan kita. 22:37 Salah satu yang mengenai badan kita, 22:40 kalau belum hilang sama sekali nyawanya, 22:42 adalah hilang 22:44 sehatnya. 22:47 Jadi sakit masuk ke kategori 22:49 para ulama 22:50 memasukkan berbagai jenis sakit 22:53 kemalangan fisik 22:55 ataupun mental juga di situ, masuk ke 22:58 kategori ini. Wa naqsin minal amfus 23:05 Ibu-ibu pagi-pagi ya mohon maaf 23:11 lagi bikin sarapan goreng sana goreng 23:14 sini karena ikannya itu ada airnya ke 23:17 pletik itu 23:20 minyaknya 23:22 kecipratan ya menciprat ke tangan bagus 23:26 ke tangan tidak ke wajah 23:29 nah ibu-ibu gimana kalau ibu-ibu yang 23:32 sering ngaji bilang innalillahi wa inna 23:33 ilaihi rajiun 23:36 tidak sumpah serapah tidak latah Saudara 23:40 begitu bicara innalillahi wa inna ilaihi 23:42 rajiun ingat Allah ada ingat lagi 23:44 kewajiban kalau kena musibah kemalangan 23:47 apa 23:48 perbaiki diri 23:49 istigfar setelah itu 23:51 kemudian kena minyak panas diapakan 23:53 diikhtiari supaya sehat supaya sembuh 23:56 ambil minyak zaitun 23:59 dioleskan supaya luka bakarnya tidak 24:02 memburuk 24:03 dengan ada minyak zaitun sambil baca 24:05 doa-doa untuk kesehatan 24:08 diolesi 24:10 ingat itu diberi musibah sama Allah 24:13 ingat itu yang kasih Allah 24:15 itu sudah berpahala Saudara 24:17 ya barang siapa nanti setelah ini ada 24:20 hadisnya 24:22 yang ketiga wa naqsin minal 24:25 ats tsamarat 24:28 berkurangnya buah-buahan atau hilangnya 24:33 buah-buahan ini sebagian ulama 24:35 mengartikan adalah sesuatu yang 24:38 diupayakan 24:39 dengan susah payah 24:41 seperti para petani yang menanam 24:43 buah-buahan 24:44 atau para petani kita di sawah itu 24:46 menggarap sawah 24:48 begitu harusnya besok sudah 24:52 panen panen raya waduh sudah bikin 24:55 macam-macam acara pasang umbul-umbul ya, 24:58 undang sana, undang sini, malamnya 25:01 digasak sama 25:03 tikus. 25:06 Tikus datang entah dari mana, lawang 25:09 yang biasa saja enggak pernah kelihatan 25:11 itu tikus, eh tiba-tiba besok panen, 25:13 tikusnya ribuan datang, habis eh 25:17 enggak jadi panen. 25:20 Nah, 25:22 ada juga ulama yang mengatakan 25:25 termasuk kalau kita punya anak, 25:29 anak yang dari kecil ya, 25:32 sudah diasuh dengan penuh kasih sayang, 25:35 dididik yang terbaik, 25:39 masukkan ke perguruan tinggi terbaik, 25:44 didorong 25:45 supaya berprestasi terbaik, 25:48 jadi sarjana dengan prestasi terbaik, 25:50 cum laude bahkan, semua cum laude. 25:53 Apa yang terjadi setelah itu? Diambil 25:55 sama Allah dengan sebab yang sangat 25:56 sepele dan itu banyak terjadi. 25:59 [berdehem] 26:01 Ini lebih menyakitkan daripada yang 26:02 lain. 26:04 Maka tingkatan itu lebih tinggi, lebih 26:06 tinggi, lebih tinggi, masyaallah. 26:08 Dan semua 26:10 intinya menguji hati kita, menguji hati 26:14 manusia. 26:16 Maka kemudian Allah kasih 26:19 solusi di situ, "Wabasyirissobirin." 26:23 Kabar gembira, gembirakanlah. Yang 26:26 digembirakan apa? Yang digembirakan itu 26:28 hati. 26:30 Jadi musibah itu mengenai hati, sekarang 26:32 Allah kasih suruh kasih gembira 26:34 orang-orang yang sabar. 26:37 Allahu Rabbi, jadi ikhwan sekalian, 26:39 di sini kita dibuka sama Allah. 26:43 Kalau kamu mau lulus, 26:45 maka jadilah orang yang berkarakter 26:48 sabar, 26:50 menjadi sobirin atau sobir. 26:53 Ya, 26:54 orang yang sabar. 26:57 Pasti. 26:59 Orang sabar ini ditolong oleh Allah 27:01 untuk lulus menghadapi semua bentuk 27:03 musibah. Cuma satu, apapun musibahnya, 27:06 cuma satu sikap dasar. Apa itu? Sabar. 27:10 Sabar. 27:12 Apakah [berdehem] musibah kecil, 27:14 musibah sedang, atau musibah besar, atau 27:17 bahkan musibah yang dahsyat. 27:19 Ya, mega musibah. 27:22 Nah, sekarang kita masuk apa? Mega 27:25 musibah global. 27:29 Saya sering terima 27:31 kabar, ya. 27:32 Bahkan video di pemakaman-pemakaman umum 27:35 yang disiapkan oleh pemerintah, terutama 27:38 di Pondok Ranggon dan Rorotan sana, Budi 27:40 Dharma, ya, kalau enggak salah namanya. 27:43 Itu tiap hari orang berjejer. 27:48 Ya. 27:50 Tapi di balik itu semua juga ada berkah 27:52 buat orang-orang tertentu. 27:55 Yang bikin peti mati, waduh, itu lagi 28:00 besar, ee, 28:02 proyeknya. 28:04 Ya. 28:05 Ada saja Allah 28:07 memberikan kurnia bagi hamba-hambanya di 28:09 balik kemalangan orang lain, ya. Dan itu 28:12 tidak salah. 28:14 Yang bikin peti mati, 28:16 ya. Yang punya ambulans swasta. Yang 28:21 punya, ee, 28:23 pabrik nisan. 28:26 Batu nisan maksudnya. 28:28 Nah. 28:29 Oke, kita lanjutkan. Jadi, masya Allah. 28:34 Ikhwan dan sekalian, 28:36 pandemi ini tidak akan terjadi kecuali 28:38 karena izin Allah. 28:40 Ini harus digarisbawahi. 28:44 Tidak soal ada 28:47 spekulasi, konspirasi di balik pandemi 28:50 ini. Makanya ada sebagian orang 28:52 mengatakan, "Ini bukan pandemi, Bro." 28:54 Plandemi. 28:55 Kenapa? Di-planning. 28:58 Ada planning, hidden plan. 29:00 [berdehem] 29:01 Hidden skenario. 29:06 Skenario tersembunyi di balik 29:09 pandemi ini. 29:12 Tapi tidak akan terjadi apa pun. Bahkan 29:15 daun jatuh 29:18 dari tangkainya, enggak bakal terjadi, 29:21 kecuali atas izinnya Allah. 29:26 Mungkin pandemi ini sudah direncanakan 29:29 bertahun-tahun yang lalu, tapi 29:30 gagal-gagal, maning gagal maning, ya. 29:32 Termasuk 29:34 dengan perjuangannya 29:37 eh ibunda kita, ya, ibunda 29:40 menteri 29:42 kesehatan, Siti Fadilah Supari. 29:45 Ya. 29:46 Supari, ya. Itu Supari, ya. 29:50 Oh, itu Fadilah Supari. Ya, itu Fadilah 29:52 Supari. 29:54 Itu 29:56 sudah terjadi berkali-kali. Mau ada 30:00 plandemi-plandemi, tapi Allah belum 30:02 izinkan. Nah, sekarang sudah Allah 30:03 izinkan terjadi 30:05 ya, musibah dahsyat global, mega musibah 30:10 global. 30:13 Ya. 30:16 Allah berfirman dalam surah At-Taghabun 30:18 ayat 11. Auzubillahiminasyaitanirrajim. 30:21 Ma asoba min musibatin illa bi iznillah. 30:26 Dan tiada 30:28 mengenai 30:31 kamu atau seseorang di antara kamu 30:35 dari musibah apa pun illa bi iznillah. 30:38 Ah, ya. Apa pun enggak. 30:40 Oh, dia mati karena Covid, salah. 30:46 Dia mati karena diambil sama Allah, maut 30:49 sudah menjemput, itu yang benar. 30:52 Ya, ada enggak orang, mohon maaf ya, 30:57 sudah masuk di 31:00 cap Covid sama dokter ya, 31:03 tapi sehat, ada enggak? Banyak. 31:06 Tapi ada enggak orang yang 31:08 nolong para pasien Covid, 31:11 dia sendiri meninggal, tapi bukan karena 31:13 Covid, 31:14 kan diambil sama Allah saja, banyak, 31:16 banyak juga. 31:20 Ya, ini kejadian dekat kampung kami. 31:24 Kalau enggak salah ibunya yang kena 31:25 Covid, bapaknya yang tidak kena Covid. 31:29 Yang ngurus bapaknya, bapaknya diambil 31:32 dulu sama Allah, sehari kemudian baru 31:33 ibu. 31:35 Dekat kampung kami sih. 31:39 Nah, 31:40 Wa may yu'min billahi yahdi qolbah, nah 31:42 ini subhanallah. 31:45 Bicaranya tentang qolbu lagi, qolbu 31:48 lagi, qolbu, hati, hati, hati manusia. 31:52 Wa may yu'min billah. 31:56 Barangsiapa yang beriman kepada Allah, 32:01 yahdi qolbah, 32:03 sungguh 32:05 dia akan diberi hidayah, 32:08 diberi bimbingan, diberi petunjuk jalan 32:13 keluar, 32:14 diberi petunjuk 32:17 apa yang harus dilakukannya. 32:19 Wallahu bi kulli syai'in alim. Dan 32:23 sesungguhnya Allah terhadap semua hal, 32:27 apapun, apapun, apapun, 32:30 Allah itu Maha Mengetahui semua, 32:33 termasuk pandemi ini kenapa bisa 32:35 menyebar, kenapa muncul ada yang namanya 32:38 varian delta, entah varian apalagi 32:40 delta, theta 32:42 dan sebagainya. 32:44 Allah yang Maha tahu. 32:47 Dan Allah punya 32:50 maksud kalau sudah menetapkan sesuatu 32:52 dengan izinnya. 32:55 Nah, para ikhwan sekalian, enggak 32:56 mungkin pandemi ini berlangsung 32:58 lama-lama. 33:00 Kecuali atas izin. Nah, sekarang kalau 33:02 Allah enggak izinkan pandemi terjadi 33:04 berhenti itu pandemi. 33:07 Maka itu kita mintanya ke Allah dengan 33:10 hati kita. 33:13 Ya. 33:16 Enggak mungkin pandemi ini berhenti 33:18 kecuali dengan izin Allah. 33:20 WHO, WHO seperti macan ompong, 33:24 WHO enggak bisa apa-apa, dia kelihatan, 33:26 iya kan? Malah jadi 33:28 eee 33:31 gun-gunjingan para dokter, ya, WHO ini 33:34 gimana? 33:37 Apakah benar memerangi Covid atau 33:41 punya agenda komersial, bisnis, jualan, 33:45 dagang. 33:46 Ya. 33:47 Dagang apa? Dagang macam-macam. 33:50 Ya. 33:52 Dagang kebijakan, dagang macam-macam, 33:55 ya. 33:56 Enggak usah dibahas di sini. Kita 33:58 lanjut. 34:00 Nah, para ikhwan 34:03 ini yang menarik. 34:05 Kalau kita kena musibah itu 34:09 yang indah sebenarnya Allah enggak 34:11 mungkin berlaku zalim sama hambanya. 34:15 Yang beriman, ya. 34:19 Kalau dikasih musibah, tentu Allah kasih 34:21 juga 34:22 kebaikan buat dia. 34:25 Ya. Mayusibul muslim 34:28 minnasobin 34:31 walasobin walahammin walahus 34:36 Wala adza wala ghommin. Hatta syaukati. 34:40 Yusyaquha illa kafarallahu biha. Min 34:44 khotoyahu. 34:46 Tidaklah seorang muslim itu tertimpa 34:48 suatu kelelahan. 34:51 Ya. 34:54 Kalau Abu Khalifah itu lelah. 34:57 Pulang. 34:58 Dari pagi. Apa tugas macam-macam ya. 35:01 Pulang ke rumah dalam keadaan lelah 35:03 karena dapat amanah. 35:06 Lelah itu enggak enak. 35:09 Coba ada enggak orang yang mau lelah. 35:11 Enggak ada. 35:13 Kemudian kedua apa? 35:15 Atau. Satu penyakit. 35:20 Ya. 35:21 Atau juga kekhawatiran. 35:23 Atau juga huzn. 35:25 Huzn itu adalah kesedihan. 35:29 Atau juga gangguan-gangguan. 35:31 Wala ghommin bahkan se 35:33 satu butir 35:35 duri yang melukai kamu. 35:38 Ya, tiba-tiba lagi ngangkat 35:40 ang lagi bantu ngangkat-ngangkat barang. 35:44 Tangannya ketusuk 35:46 serpihan 35:48 kayu. 35:49 Oh itu sakit itu, masuk ke dalam kulit. 35:52 Ditariknya susah. 35:54 Sakit itu. 35:56 Itu kalau kita tahu dan kita sadar itu 35:59 musibah dari Allah nah. 36:02 Ya. 36:05 Illa kafarallahu biha min khotoyahu. 36:09 Allah menghapuskan menjadi kafarah. 36:12 Dari. Dosa-dosa kesalahan. Masyaallah. 36:17 Jadi kalau kita capek. 36:20 Oh aku sendiri sih yang dikasih tugas 36:22 saya yang lain enggak dikasih tugas. Itu 36:24 kita harus syukur sama Allah. 36:26 Kenapa? Dengan sebabiyahnya kita capek 36:29 kita lelah. 36:31 Eh, Allah ampuni dosa-dosa kita, ya. 36:35 Nah, para sekalian ini masya Allah. 36:38 Nah, kemudian 36:39 bersikap yang benar ini penggalan 36:41 berikutnya dari surah Al-Baqarah 36:44 155-156. 36:47 Setelah tadi Allah mengatakan 36:48 "Wabasyirisshabirin." 36:51 Kasih kabar gembira, gembirakanlah itu 36:53 hati orang-orang sabar, hamba-hambaku 36:56 yang sabar itu tolong kasih kabar 36:58 gembira, hatinya disenangkan, hatinya 37:00 dibesarkan, kenapa? 37:03 Masya Allah. 37:05 Yang sedang sakit, ya, ini 37:08 ada yang mendengarkan juga sedang sakit. 37:10 Masya Allah. 37:13 Bersikap sabar menerima, rida 37:18 dan tidak menyalahkan Allah. 37:20 Justru sabar menerima, menjalaninya 37:22 dengan sabar, dengan lapang dada, dengan 37:24 penuh 37:26 ketaatan kepada Allah, ya. 37:30 Sakit ya sakit, tapi tetap saya salat. 37:35 Tetap baca Quran, tetap taat sama Allah, 37:38 jaga tidak maksiat. 37:41 Tetap pakai 37:44 jilbab kalau ada orang masuk bukan 37:46 muhrimnya, ya. 37:49 Siapa itu orang-orang sabar? "Alladzina 37:52 idza 37:53 ashobat humul musibah 37:57 qalu inna 38:01 lillah 38:03 wa inna [bernyanyi] 38:05 ilaihi raji'un." 38:10 Orang-orang yang disebut 38:13 hamba-hamba Allah yang sabar itu adalah 38:15 orang-orang yang apabila ditimpa musibah 38:20 kepada mereka. 38:22 Apapun bentuknya dari yang tadi 38:23 disebutkan. 38:25 Mereka berkata, "Inna lillahi wa inna 38:28 ilaihi raji'un." 38:30 Kalimat ini kita sebut kalimat istirja. 38:33 Mengembalikan semuanya itu kepada Allah, 38:36 bayangkan. 38:38 Yang kembali apanya? Roh kita? Enggak, 38:40 roh kita masih ada bersemayam di badan 38:42 kita. 38:44 Tetapi ketika itu yang kembali kepada 38:46 Allah hati kita, itu. 38:52 Inna lillahi. 38:54 Kita bawa hati kita menerima, menerima, 38:58 sadar sepenuhnya, ini ketentuan Allah. 39:02 Kemudian, 39:04 yakin bahwa semua yang ada itu miliknya 39:08 Allah dan semuanya akan kembali kepada 39:10 Allah. Jadi, enggak pernah terpikir kita 39:14 itu menggondeli, apa istilahnya 39:16 menggondeli? Nahan-nahan, memonopoli 39:18 nikmat, enggak itu. Aku punya, kasih 39:21 Allah. 39:22 Kemudian, kembali kepada Allah. 39:25 Ya, lewat sekalian ini, 39:27 bicara tentang hati ya. Subhanallah. 39:30 Maka itu, 39:32 [berdehem] 39:34 bersikap sabar, eh bersikap benar atas 39:36 musibah, pertama dasarnya adalah iman 39:38 dan takwa. Enggak mungkin orang bisa 39:40 bersikap sabar kecuali dengan iman dan 39:43 takwa. Punya iman. 39:45 Kalau orang imannya tipis, 39:47 ya tentu tidak mungkin bersabar. Enggak 39:49 mungkin. 39:50 Ya. 39:51 Jadi, kalau ada orang 39:54 kelihatannya kok rapuh dia, 39:56 tapi kelihatan kemudian terbukti tegar, 39:59 imannya bagus. 40:01 Nah, dari dasar iman dan takwa itu, dia 40:03 mampu bersikap rida, lapang dada 40:06 menerima ketentuan 40:08 dan takdirnya Allah, ya. 40:10 Kemudian sabar, 40:12 sikap sabar. 40:13 Sadar semua milik Allah, istirja, 40:16 mengembalikan semuanya kepada Allah 40:17 dalam hal apa? Pemikirannya, 40:20 perasaannya, ucapannya pun enggak ada 40:23 yang buruk-buruk sekali. 40:24 Meratap apalagi, memaki Allah enggak 40:28 ada. 40:29 Ya, ya Allah, terima kasih Engkau 40:31 menyadarkan kami semua dengan musibah 40:33 ini, ya Allah. 40:36 Kalau toh Engkau ambil semua yang Engkau 40:38 berikan kepada kami, kami harusnya 40:42 ikhlas, ya Allah. 40:43 [berdehem] 40:44 Rida. 40:45 Nerima. 40:47 Kami semua yang sudah 40:48 rida, ya Allah. 40:50 Dan itu yang terbaik. 40:52 Yang terbaik karena Engkau 40:54 yang 40:56 buat keputusan. 41:00 Takdirnya sudah dijatuhkan. 41:03 Ya. 41:04 Nah, setelah itu ada 41:06 ada apa? 41:08 Sikap memperbaiki diri. 41:11 Mungkin dari 41:14 kes, eh, sababiyah. 41:16 Kekurangan diri kita, kelalaian kita 41:18 juga terjadi itu. 41:20 Ya. 41:21 Keluarga juga kita perbaiki dan tentu 41:23 lingkungan kita. Ini kalau terjadi 41:27 apa? Gelombang kedua pandemi. Ya. Coba 41:30 perbaiki diri. 41:33 Tetangga pada sakit semua. Perbaiki 41:36 diri. 41:38 Lingkungannya diperbaiki. 41:41 Ternyata sebelah sana 41:43 tidak dinyatakan 41:45 zona 41:46 merah, red zone. Kenapa? Loh, di sana 41:52 warganya, penduduknya 41:54 semuanya 41:56 disiplin pro, protokol kesehatan. 42:00 Tidak lalai, tidak abai, tidak 42:01 menggampangkan, tidak meremehkan. 42:04 Mereka itu 42:06 sangat menghargai 42:08 orang lain, termasuk menghargai 42:10 pemerintah. 42:12 Nah, ini kan masyaallah. 42:14 Begitu terjadi ini, yang disalahkan 42:16 pemerintah. 42:18 Muncul lah 42:20 cebong dan kampret lagi, ya toh? Wah. 42:24 Terakhir, proaktif berikhtiar mencari 42:26 solusi terbaik dengan berbasis ilmu. 42:29 Nah, ini yang penting. Dan para hadirin 42:31 sekalian, 42:32 [berdehem] 42:33 karena waktu ya, 42:34 kita 42:36 eee 42:38 coba persingkat 42:40 bahasannya. 42:43 Di dalam situasi pandemi seperti ini, 42:45 ini kan pos eee posisi kita sedang 42:49 musibah 42:50 global. 42:51 Mega musibah global pula. 42:55 Ini sebenarnya berlaku hukum darurat, 42:58 fikih darurat. 43:02 Maka itu, ya, kita perhatikan 43:06 rukhsah dari Allah. 43:09 Qala Rasulullah sallallahu alaihi 43:10 wasallam. Ini dari eee Abu Musa 43:12 Al-Asy'ari radhiallahu anhu. 43:15 Idza maradhil abdu 43:18 au safara, kutiba lahu mitslu ma kana 43:21 ya'malu muqiman 43:24 shahihan. 43:25 Kalau seorang hamba itu sakit 43:29 atau dia sedang safar, bepergian, 43:31 dan dia terkendala, 43:34 ya, terkendala, 43:36 susah, 43:37 sulit mau ibadah seperti perbiasaannya 43:41 yang rutin 43:42 Apa yang terjadi? 43:44 Dia enggak sempat salat dhuha. 43:46 Enggak sempat baca Quran. 43:48 Karena sedang perjalanan atau sedang 43:50 sakit. 43:53 Maka kutiba lahu, Allah sudah catat 43:55 baginya. 43:56 Mitslu, sama, semisal, ma kana ya'malu, 44:00 apa yang dia lakukan ketika dia tidak 44:03 safar dan di rumah dan shahihan, ketika 44:06 sehat. 44:07 Nah, ya. 44:09 Jadi, orang yang biasa salat malam, 44:12 tiba-tiba sakit enggak salat malam, 44:13 tetap dicatat oleh Allah. 44:16 Ikhwan-ikhwan Allah sekalian yang rajin 44:17 salat duha. 44:19 Dicatat sama Allah, tetap salat duha, 44:21 meskipun dia sakit, meskipun sedang 44:23 safar. 44:24 Ya, jadi santai saja. 44:27 Nah, kemudian kita bicara tentang 44:28 penguatan kalbu untuk ketahanan diri 44:30 dalam 44:31 masa pandemi. 44:33 Nah, Ikhwan sekalian, pemandangan 44:35 di rumah-rumah sakit itu adalah ketika 44:38 banyak orang, ya, 44:40 menangis karena war eh, salah satu 44:43 anggota keluarganya diambil oleh Allah, 44:45 ya, atau 44:47 marah bahkan, ya. 44:50 Rumah sakit kok penuh, enggak bisa 44:52 mendapatkan 44:53 eh, 44:56 mendapatkan pelayanan medis yang 44:58 terbaik. Wah, itu sekarang enggak ada 45:00 yang mampu. Semua rumah sakit enggak 45:02 mampu 45:04 memberikan pelayanan terbaik. Karena 45:05 apa? Kapasitasnya terbatas. Yang datang 45:09 dobel bahkan tripel. 45:11 Ya. 45:12 Bahkan ber 45:13 iya, berlipat-lipat ganda. 45:16 Nah, 45:17 termasuk 45:19 kesedihan, 45:20 kegundahan para nakes kita. 45:25 Kelelahan, ya. 45:28 Maka apa yang harus ter kita lakukan, 45:29 Mas? 45:30 Ikhwan sekalian, 45:32 jadi ada satu laporan dari lembaga 45:34 dunia, 45:36 bahwasanya 45:38 di seluruh dunia itu dampak Covid 45:41 kepada kesehatan manusia itu pertama 45:44 mengenai kesehatan mental. 45:47 Ya, itu justru yang terburuk. 45:49 Nih, kesehatan mental berkenaan juga 45:51 dengan imunitas, 45:53 ketahanan tubuh terhadap 45:56 mikroorganisme. 45:58 Ya, kalau orang 45:59 pikirannya terganggu, mentalnya 46:02 s tidak sehat, kesehatan mentalnya 46:05 terganggu 46:06 akan terkena juga 46:09 penurunan imunitas, ini yang berbahaya. 46:12 Nah, ini ada beberapa catatan 46:15 yang terdampak paling tinggi itu 46:18 kesehatan mental, ini catatan dunia ya. 46:21 Amerika Serikat 46:23 sepertiga orang 46:25 Amerika 46:27 itu 46:29 meskipun belum kena pandemi, belum kena 46:33 COVID 46:34 sudah kena ini, gangguan kesehatan 46:36 mental. 46:39 Mentalnya terganggu. 46:40 Jadi, sebelum virus itu me me mengenai 46:43 badan seseorang 46:45 dia sudah mengenai pikirannya, mengenai 46:49 hatinya sebenarnya. 46:52 Jadi, kalau kalau saya ditanya, "Ustaz, 46:54 yang diserang COVID apa?" Hati. 46:56 Ya, yang diserang COVID pertama itu 46:58 hati. Maka, kembali ke Quran Al-Baqarah 47:01 155 47:02 yang pertama disebut oleh Allah adalah 47:05 rasa takut 47:07 ya. 47:09 Walana bluwanakum bisyaiin minal khauf. 47:12 Ini benar 47:14 penjelasannya empirisnya seperti ini. 47:18 Sebelum Corona atau COVID itu 47:23 mengenai seseorang, yang sudah 47:25 dikenainya adalah 47:27 hati. 47:30 Ya. 47:31 Bukan saluran pencerna, bukan saluran 47:33 pernapasan, 47:35 bukan paru-parunya. 47:37 Ya. 47:39 Bukan badan fisiknya, hati dulu. Maka 47:41 itu, ini kunci. 47:43 Ya. 47:44 [berdehem] 47:45 Ini juga laporan 47:47 dari eh satu situs internasional 47:52 jadi 47:53 di balik upaya manusia untuk memerangi 47:56 virus 47:58 itu ternyata isu kesehatan mental itu 48:01 utama sekarang. 48:03 Kalau turun 48:04 kesehatan mentalnya 48:06 ya 48:07 karena sebab-sebab apa? 48:08 Yaitu 48:10 fear anger panic anxiety depression 48:15 insomnia 48:17 rasa takut kemarahan panik kecemasan 48:22 depresi 48:23 dan insomnia 48:24 ya 48:26 akan terjadi berbagai macam 48:29 penurunan 48:31 kesehatan mental ya takut mati ya 48:36 kemudian 48:39 di rumah sakit uncertainty about the 48:42 outcome apa itu? Enggak yakin 48:46 dokter bisa menyembuhkan saya 48:48 itu sudah terjadi di mana-mana 48:51 apalagi waduh semua rumah sakit penuh 48:53 dengan Covid 48:56 takut rasa takut inilah yang kemudian 49:00 ya itu di hati tuh 49:04 di hati kemudian 49:08 terbawa ke otak manusia di otak ada yang 49:10 namanya amigdala ada limbic system ada 49:14 talamus ada hipotalamus 49:16 yang semuanya berkenaan dengan emosi 49:18 manusia 49:20 sehingga begitu begitu rupa otak itu 49:24 mengirim sinyal darurat emergensi 49:27 akhirnya 49:29 terjadilah 49:31 penurunan-penurunan 49:33 ya 49:35 sekresi hormonal segala macam ya 49:39 dan yang terjadi intinya 49:42 imunitas manusia 49:44 menurun karena faktor emosional 49:47 ya 49:48 Kawan sekalian ini kita pegang sebagai 49:50 terakhir 49:51 bahwa 49:54 hati itu adalah sumber kebaikan dan 49:57 keburukan badan kita. 50:00 Ya. 50:01 Maaf. Eh, kembali sekali sebelumnya, ya. 50:05 Dari hadis 50:07 yang diriwayatkan dari Nu'man bin Basyir 50:09 radhiallahu 50:10 Nabi bersabda 50:12 Ala wa inna fil jasadi mudghah 50:15 ketahuilah bahwa 50:17 di tubuh manusia itu ada al ada mudghah 50:22 segumpal daging. 50:24 Idza shalahat shalahal jasadu kulluh. 50:27 Kalau segumpal daging itu baik, sehat, 50:30 maka baik dan sehatlah seluruh tubuh. 50:33 Wa idza fasadat, apabila itu buruk 50:37 apabila itu rusak, ya 50:40 maka rusak, buruklah, rusak 50:43 seluruh tubuh itu. Ala wa hiyal qolbu. 50:45 Ketahuilah yang disebut 50:48 itu adalah al qolbu. 50:51 Ya, al qolbu. Maka masyaallah, hadirin 50:52 sekalian 50:54 marilah kita sama-sama memperhatikan, ya 50:58 bahwasanya 51:00 tuh eh qolbu kita itu 51:02 harus dikendalikan, 51:05 harus dikuatkan. Dan salah satu 51:06 menguatkan ini 51:08 eh ke surat ar ra'd, ar ra'du, ya, ayat 51:11 ke 28. 51:13 Alladzina 51:15 alladzina amanu wa tatma'innu qulubuhum 51:19 bi dzikrillah. 51:21 Ala bi dzikrillah tatma'innul 51:24 qulub. 51:26 Hadirin sekalian 51:27 kalau orang hatinya goncang 51:30 goncanglah seluruh sistem 51:33 fisio psikisnya. 51:36 Lahir batinnya juga goncang. Akhirnya 51:38 apa? Badannya cepat sakit. 51:41 Nah, supaya tidak goncang bawa hati 51:44 untuk mutma'innah, tenang hatinya, 51:47 tentram. 51:49 Dengan begitu akan muncul kekuatan di 51:52 dalam, ya. Kekuatan untuk menangkis 51:55 semua serangan-serangan dari virus. 51:57 Karena Allah memberikan 51:59 salah satu sistem pertahanan terbaik 52:01 yang pernah Allah ciptakan adalah 52:03 antibodi. 52:05 Antibodi di dalam tubuh kita. Nah, 52:07 sekarang ada anti qalbi. 52:09 Maka itu jadikanlah hati kita tenang 52:12 selalunya dengan bi dzikrillah, tidak 52:15 dengan yang lain, tidak mohon maaf 52:18 dengan manggil 52:21 pemusik, memanggil pelawak. Nah, bi 52:24 dzikrillah. Dan itu murah. Murah saja. 52:27 Istigfar banyak-banyak, banyak Quran, 52:29 sholat. Lagi takut gimana? Sholat dua 52:31 rakaat, sholat mutlak. 52:33 Untuk, ya, 52:35 untuk menenangkan, ya. 52:37 Aqimis sholata li dzikri, kata Allah. 52:41 Tegakkanlah sholat untuk apa? Mengingat 52:42 Allah. 52:45 Karena sesungguhnya 52:47 hanya dengan mengingat Allah itu qalbu 52:49 menjadi baik. Nah, sekarang amaliyah 52:51 harian apa? 52:52 Di masa Covid ini saya berlaku umum. 52:55 Jaga hati. Always connected to Allah. 52:58 Kalau Aa Gym kan eh mengingatkan dengan 53:01 senandungnya, jagalah hati. 53:05 Dzikrullah. Husnuzon sama Allah all the 53:08 time. Jangan sampai suuzon. 53:11 Membaca Alquran. 53:13 Minimal setengah juz sehari. Minimal. 53:16 Banyak sholawat nabi. Berdoa buat diri, 53:19 keluarga, sahabat, umat Islam sedunia. 53:22 Orang banyak berdoa, itu makin sehat 53:24 hati. 53:25 Ya. Shodaqoh. Nah, shodaqoh ini luar 53:28 biasa. 53:30 Para ikhwan dan akhwat, kita mau 53:33 berbisnis dengan siapa saja di masa 53:35 pandemi ini agak sulit. 53:37 Nah, kenapa kita tidak berbisnis dengan 53:39 Allah? 53:39 Kita minta Allah saja. Bisnisnya dengan 53:42 Allah, sedekah. 53:44 Kemudian saling memberi nasehat yang 53:46 baik, ya. 53:47 Terakhir, menjauhi kita menyebarkan 53:50 kabar hoax. 53:52 Ini di medsos berlaku peperangan, ya. 53:56 Peperangan antara hak dan batil. 53:59 Kita jangan sampai berdiri 54:01 di kebatilan. 54:04 Ikut-ikutan share 54:06 yang mengajak orang 54:09 melepas masker, 54:10 mengajak orang berla ber berperilaku 54:13 abai, lalai. 54:15 Padahal diri sendiri itu al inni saya 54:18 enggak habis pikir. 54:20 Sedang sakit, sedang di isolman, 54:22 dia share. 54:24 Share ke grup, ini terjadi ini. 54:27 Sedang di isolman, 54:30 di supply oleh tetangganya, dia malah 54:33 share. 54:34 Oh, di Eropa tuh orang enggak pakai 54:36 masker, padahal dia kena Covid. Lucu 54:38 ini. 54:40 Jadi, 54:42 di masa pandemi kita diuji sama Allah. 54:45 Masih waras atau tidak? 54:46 Nah, terakhir, untuk yang kena 54:50 karena pandemi, yang kena 54:52 terpapar, ya, terkonfirmasi Covid, ya, 54:55 selain yang tadi di 54:57 sebutkan, 54:58 tetap husnudzon sama Allah. 55:00 Ya. Sikap sabar dan tawakal. 55:02 Menjalani pengobatan dengan positif. 55:05 Justru ketika sakit, stop itu medsos, 55:08 kalau perlu tutup. 55:10 Yang dibuka apa? Qurannya, ya. 55:13 Pasti kalau buka ini, buka itu, 55:15 terganggu hatinya. 55:18 Karena hatinya, sekecil apapun celah 55:20 hati, dimasuki setan, hancur, ya. 55:23 Alladzi yuwaswisu fi sudurin nas. Dan 55:25 setan tuh paling senang kalau orang 55:27 tetap sakit. 55:29 Kalau sudah tetap sakit, orang akan 55:31 terus, ya, 55:33 tidak bisa 55:35 ibadah dengan sempurna. 55:38 Ya. 55:40 Eee jadi yang menghalang-halangi orang 55:42 berpikir sehat, 55:45 menghalang-halangi orang untuk 55:47 menegakkan protokol kesehatan, itu 55:49 setan. 55:50 Salah satunya. 55:52 Ya. 55:53 Tetapi juga jangan berlebihan juga, kita 55:55 enggak mau ke masjid. Kalau waktunya ke 55:57 masjid, masjid pakai. Kami di di kampung 56:00 kami, 56:01 alhamdulillah 56:03 tidak berkurang yang 56:05 eee biasa rutin ya, meskipun memang 56:07 jamaahnya tinggal separuhnya, bahkan 56:09 tinggal 56:11 seperempatnya, bahkan tinggal seperlima 56:12 atau sepersepuluhnya dari jamaah yang 56:14 rutin, 56:15 itu tetap orang-orang yang sering ke 56:18 masjid dengan protokol kesehatan, dia 56:20 tetap dijaga oleh Allah. 56:22 Ya. 56:23 Menjauhi berpikir negatif, ya, apalagi 56:26 suuzon, ya. Dan yakin kesembuhan datang 56:29 dari Allah subhanahu wa taala. Demikian 56:31 para sekalian, mohon maaf. 56:34 Kembali kepada Abu Khalifah, 56:36 walhamdulillah alamin. Asalamualaikum 56:38 warahmatullahi wabarakatuh. 56:40 Iya, waalaikumsalam warahmatullahi 56:42 wabarakatuh. Alhamdulillahirabbilalamin, 56:44 ikhwanan akhwat, demikian tadi tausiah 56:46 telah disampaikan 56:48 oleh Ustaz Agus Sudarmaji di kesempatan 56:52 pagi hari ini. Kita langsung Pak Ustaz 56:54 ya. Satu pertanyaan Pak Ustaz. 56:56 Bang. 56:57 Sebelum di-closing, 56:59 satu pertanyaan dari 57:03 Bang Adi di Pasar Minggu. Asalamualaikum 57:05 warahmatullahi wabarakatuh. 57:08 Eee Pak Ustaz, 57:09 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:10 wabarakatuh. 57:10 amalan apa yang dibaca di masa Covid 57:13 seperti saat ini? Terima kasih. 57:16 Dan juga banyak yang meminta 57:18 doa dari Ustaz eee buat pendengar yang 57:22 sedang diuji sakit oleh Allah subhanahu 57:24 wa taala. 57:25 Baik. Ini tadi ada doa yang 57:27 saya mau share, lupa tuh, ya. Boleh saya 57:30 share ya, Bang ya. 57:31 Ya, Bang, saya lagi ya, Bang. Nah, ini 57:33 doanya. Para sekalian, doa ini 57:37 diajarkan oleh Baginda Nabi Shallallahu 57:38 Alaihi Wasallam. Hadisnya hadis yang 57:41 baik. Ya. 57:42 Ada menggolongkan hadis hasan, ada yang 57:44 menggolongkan hasan sahih. 57:46 Ya, tiga kali kita baca doa ini. 57:48 Ya. 57:49 Doa ini kita baca 57:51 Bismillahirrahmanirrahim. 57:54 Bismillahilladzi 57:55 la yadurru ma asmihi syaiun 57:59 fil ardhi 58:00 wala fis sama'i 58:02 wa huwas sami'ul alim. 58:05 Ini doa dahsyat sekali. 58:08 Kalau doa rabbana atina fid dunya 58:09 hasanah itu doa 58:12 doa sapu jagat ya. 58:15 Semuanya dapat. Ini juga sapu jagat 58:17 tetapi 58:19 tolak 58:20 bala yang 58:22 yang pamungkas itu. 58:25 Nah, 58:27 artinya bismillah 58:30 dengan nama Allah alladzi la yadurru 58:34 ya 58:35 yang tidak ada kemudaratan 58:39 atau sesuatu pun yang berbahaya yang 58:41 bikin orang celaka atau 58:43 eh dalam 58:45 eh 58:47 kebahayaan ya. 58:49 Ma asmihi 58:51 dengan namanya itu 58:54 syaiun fil ardhi wala fis sama' 58:57 apapun 58:59 di bumi maupun di langit bayangkan. 59:02 Ini yang Nabi yang yang ngajarkan. Wa 59:04 huwas sami'ul alim dan Allah itu Maha 59:06 mendengar dan Allah itu Maha mengetahui. 59:10 Nah, ini catatannya begini kata Nabi, 59:12 "Barangsiapa yang membaca zikir ini, doa 59:15 tolak bahaya ini 59:17 ya 59:18 doa tolak bala ya 59:21 tiga kali di pagi hari, insya Allah 59:24 tidak akan menimpa dia mara bahaya, 59:27 bala, bencana sampai pagi. 59:30 Kalau dia, kalau dia malam ya. 59:32 Ya. 59:35 Tapi kalau dia baca sore, 59:39 dia sampai pagi. Jadi dibaca pagi sampai 59:41 sore, Allah lindungi. Dibaca sore sampai 59:44 pagi lagi Allah 59:46 Jadi masyaallah. 59:47 Sekali lagi kita sama-sama baca yuk. 59:50 Bismillahilladzi 59:52 la yadurru ma'asmihi syai'un fil ardi 59:55 wala fis sama'i wahuwas sami'ul alim. 59:58 Ya. Doa-doa lain untuk orang yang sedang 1:00:00 sakit, baca istigfar. Istigfar yang 1:00:03 terus 1:00:04 Istigfar itu adalah 1:00:07 doa 1:00:08 dan juga 1:00:09 obat buat kita sekalian. Ya. 1:00:12 Nah, demikian 1:00:14 Bang Abu Hanifah, kita doa atau gimana? 1:00:17 Boleh Ustaz langsung. 1:00:18 Langsung doa ya. Para ikhwan dan akhwat 1:00:20 sekalian, 1:00:21 kita 1:00:23 dengan hati yang selalu ingat sama 1:00:26 Allah, 1:00:27 hati itu akan tetap 1:00:29 dikuatkan oleh Allah. 1:00:31 Maka itu sama Allah di Quran kita 1:00:34 diajari doa untuk membuat hati kita 1:00:36 kuat, membuat hati kita sabar. Mari kita 1:00:39 sama-sama doa ya. 1:00:41 Bismillahirrahmanirrahim. 1:00:42 Alhamdulillahirobbil alamin. Allahumma 1:00:44 sholli wasallim ala Sayyidina Muhammadin 1:00:46 wa'ala alihi wasohbihi ajma'in. 1:00:48 Hamdan yuwafi ni'amahu wayukafi mazidah. 1:00:51 Ya Robbana lakal hamdu kama yanbaghi 1:00:53 lijalali wajhikal karim wa'adzimi 1:00:55 sultanik. 1:00:56 Allahummaghfirlana 1:00:58 wali walidaina warhamhuma kama robbayana 1:01:01 shighoro. 1:01:02 Allahummaghfirlana 1:01:04 dzunubana wal ikhwaninalladzina sabaquna 1:01:07 bil iman. 1:01:09 Wala taj'al fi qulubina ghillal 1:01:11 lilladzina amanu Robbana innaka raufur 1:01:14 rahim. 1:01:15 Robbana la tuzigh qulubana ba'da idz 1:01:18 hadaitana wahablana min ladunka 1:01:21 rahmatan. 1:01:22 Innaka antal wahhab. 1:01:24 Allahumma a'ina ala dzikrika wa syukrika 1:01:27 wa husni ibadatik. 1:01:29 Allahumma afrih alaina shobron. Wa 1:01:32 tsabit aqdamana wan shurna ala qoumil 1:01:35 kafirin wa tawaffana muslimin. Rabbana 1:01:39 hablana min azwajina 1:01:41 wa dzuriyatina qurrota a'yunin waj'alna 1:01:43 lil muttaqina imama. 1:01:45 Allahumma ksyif annal ghola wal wal wal 1:01:48 bala. 1:01:51 Wal waba wal zalazila wal mihan. Ma 1:01:55 dzoharo minha wa ma bathon. Min baladina 1:01:57 hadza khosho wa min buldanil mukminin 1:02:00 a'mma. Innaka ala kulli syai'in qodir. 1:02:03 Amin. 1:02:03 Wa bil ijabati jadid. 1:02:05 Allahumma rabbana 1:02:09 adzhibil ba'sa. 1:02:11 Isyfi jami'a mardona minal muslimina wal 1:02:14 muslimati. 1:02:15 Anta syafi ya Allah. Anta syafi la 1:02:19 syifa'a illa syifa'uk. Syifa'an la 1:02:23 yughodiru saqoma. Hasbunallah wa ni'mal 1:02:26 wakil. Ni'mal maula wa ni'man nashir. La 1:02:28 haula wala quwwata illa billahil aliyil 1:02:31 adzim. 1:02:31 Rabbana atina fid dunya hasanah. 1:02:34 Wa fil akhirati hasanah waqina 1:02:36 adzabannar. 1:02:38 Wa adkhilnal jannah ma'al abror. Ya aziz 1:02:41 ya ghofar ya rabbal alamin. Wa 1:02:43 shallallahu ala Muhammad wa ala ali 1:02:45 Muhammad. Walhamdulillahirabbil alamin. 1:02:49 Terima kasih atas segala perhatian 1:02:51 Ikhwan sekalian. Assalamualaikum 1:02:52 warahmatullahi wabarakatuh. 1:02:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:02:55 wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat demikian 1:02:58 tausiyah pagi keluarga Islami bersama 1:03:01 Ustad Agus Sudarmaji. Terima kasih 1:03:03 kepada Anda yang telah mengirimkan 1:03:05 pertanyaan. Mohon maaf karena kita 1:03:07 dibatasi waktu untuk sementara 1:03:09 pertanyaan dari Anda belum bisa dijawab. 1:03:12 Dan insya Allah di lain waktu akan 1:03:13 terjawab oleh Ustad Agus Sudarmaji. 1:03:16 Akhirul kalam saya Abi Agus ditemani 1:03:18 Ondy juga Fahri. Mohon undur diri. 1:03:21 Terima kasih, Ustaz. 1:03:22 Sudah memberikan tausiahnya di pagi hari 1:03:24 ini. Semoga bermanfaat. 1:03:26 Amin. 1:03:27 Ila liqa, [berdehem] billahi taufik wal 1:03:28 hidayah. Wassalamualaikum warahmatullahi 1:03:31 wabarakatuh.