Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi 0:02 rabbil alamin. Allahumma sholli ala 0:04 sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina 0:06 Muhammad. Ikhwan dan akhwat yang 0:08 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 0:10 Asalamualaikum warahmatullahi 0:12 wabarakatuh. Apa kabar para pendengar 0:15 rasil yang saat ini berada di rumah 0:17 maupun sedang di jalan? Mudah-mudahan 0:19 dalam keadaan sehat walafiat. 0:21 Alhamdulillah pada siang hari ini 0:23 seperti biasa hari Jumat siang kami 0:26 hadir di ruang dengar Ikhwan dan Akhwat 0:28 dengan kajian fikih wanita bersama guru 0:32 kita Ustazah Herlini Amran. Mari kita 0:35 sapa terlebih dahulu beliau di seberang 0:37 sana. Asalamualaikum warahmatullahi 0:38 wabarakatuh Ustazah. 0:40 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:42 wabarakatuh. 0:43 Apa kabar Ustazah? Sehat. 0:45 Alhamdulillah luar biasa. Tetap 0:47 semangat. Allahu Akbar. 0:49 Masya. Allahu Akbar. Masyaallah. Dan 0:51 yang saat ini mungkinnya Ustazah kita 0:53 doakan ee sedang berjuang menyuarakan ee 0:57 aspirasinya di jalan dalam keadaan sehat 0:59 ya, Ustazah juga ya. Karena 1:02 betul mudah-mudahan semua niat baik, 1:05 tujuannya juga dengan cara yang baik. 1:06 Mudah-mudahan Allah berikan keberkahan 1:08 dan dipenuhilah semua keinginan yang 1:10 baik-baik itu ya, Mbak ya. Amin ya 1:12 rabbal amin ya Allah. Dan tadi di off 1:15 air ustazah sudah menyampaikan tema kita 1:17 pada siang hari ini yaitu dosa kecil 1:19 yang menghancurkan. Tafadol ustazah 1:21 langsung dimulai aja. Makasih Mbak Olin. 1:24 Bismillahirrahmanirrahim. 1:25 Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan yfi 1:29 niamah wauki mazidah. Ya rabbana lakal 1:32 hamdu bil iman. Ya rabbana lakal hamdu 1:35 bil islam. Yaana lakal hamdu bil quran. 1:39 Lakal hamdu bilal ahli muah. 1:47 Allah wasallid 1:50 Muhammadin waa alihi wa asabi ajm. 1:55 Ibu-ibu semua pendengar Rasil yang saat 1:58 ini bersama kita. Mudah-mudahan Allah 2:01 selalu memberikan kita keridaannya ya, 2:04 menyertai keberkahan dalam setiap ee 2:07 gerak-gerik aktivitas kita. 2:09 Mudah-mudahan kita termasuk 2:10 hamba-hambnya yang dicintainya 2:13 insyaallah. Amin ya rabbal alamin. Yang 2:15 yang sedang sakit semoga Allah berikan 2:17 kesembuhan. Yang Allah berikan ujian 2:21 cobaan semoga tetap bersabar dan Allah 2:24 berikan ee pahala yang berlipat. 2:26 Insyaallah hari ini kita membahas tema 2:31 yang sehari-hari kita alami barangkali 2:34 ya barangkali juga telah kita lakukan 2:36 tanpa kita sadari. ee majelis bina 2:39 numukmin saah. Kita duduk sejenak, kita 2:42 beriman sesaat. Mudah-mudahan dengan 2:45 saling mengingatkan ini kita terhindar 2:48 dari semua bentuk salah dan khilaf. 2:52 Pembahasan kita kali ini adalah tentang 2:54 dosa kecil yang menghancurkan. 2:58 Dalam kehidupan sehari-hari barangkali 3:00 ee tanpa kita sadari kita telah 3:03 melakukan ee perbuatan-perbuatan dosa 3:06 yang walaupun kecil dianggap sepele dan 3:10 remeh barangkali ya, tapi ini sangat ee 3:12 bisa berpeluang untuk menghancurkan. 3:15 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 3:18 pernah ee bersabda ya memberikan arahan 3:22 kepada istri beliau yang tercinta, 3:25 ibunda Aisyah radhiallahu anha. Jadi 3:28 beliau ee mengingatkan ibunda Aisyah 3:32 radhiallahu anha itu adalah ee 3:35 mengingatkan kita semua. Jadi sabda 3:37 beliau kepada Ibunda Aisyah dengan 3:39 kalimat yang sangat jelas dan tegas. Ya 3:42 Aisyah iyaki waqunub 3:48 ya Aisyah langsung disebut nama ya 3:50 Aisyah iaki waqunubha 3:56 minallah thiban wahai Aisyah jauhilah 4:00 dosa-dosa yang dianggap kecil ya karena 4:04 dosa itu akan dituntut oleh Allah. Jadi 4:08 ee Rasulullah dalam ee perkataan sabda 4:13 beliau itu, "Wahai Aisyah, ijaki, 4:16 jauhilah." Jadi jangan sampai lakukan 4:19 muhtaqunub. 4:21 Jadi muhtarat itu eh iftaqaro ya itu eh 4:26 kalau dunub itu kan dosa itu adalah 4:28 sesuatu yang dianggap remeh, sesuatu 4:31 yang dianggap kecil, sesuatu yang 4:33 dianggap ee tidak penting, sesuatu yang 4:37 sepele. Nah, Rasulullah memberikan 4:41 arahan kepada ibunda Aisyah, jauhilah 4:44 dosa-dosa yang yang sepele itu, yang 4:47 dianggap kecil itu. dosa-dosa yang 4:49 mungkin bagi manusia tuh ringan. Tapi 4:51 pada pada ee di sisi Allah bisa jadi itu 4:55 tidak ringan. Karena sehari-hari kan 4:57 kita menganggap yang kecil-kecil, dosa 4:59 kecil itu sebagai yah biasa aja bohong 5:02 dikit enggak apa-apalah ya cuman enggak 5:04 ya ini gibah juga begini aja ya 5:06 barangkali begitu ya. Tapi di sini 5:07 Rasulullah menyebutkan fainna laha 5:10 minallahi thiban. Karena dosa itu akan 5:13 dituntut oleh Allah. Jadi setiap apapun 5:16 yang kita lakukan itu akan diminta 5:18 pertanggungjawaban di hadapan Allah. 5:20 Jadi ini luar biasa ya bagaimana ee 5:23 Rasulullah mengingatkan ee istri beliau 5:27 yang tercinta, Ibunda Aisyah itu dalam 5:29 rangka beliau nanti akan menyampaikan 5:31 kepada ee umatnya. Karena ini kan 5:34 perempuan ya, perempuan itu ee lisannya 5:37 terutama itu kadang-kadang tanpa 5:39 disadari mengeluarkan kata-kata yang 5:41 sebenarnya itu adalah dosa. Ya memang 5:44 dosa kecil itu ee tidak seberat 5:47 maksudnya tuh ee sanksinya tidak seberat 5:50 dosa besar atau kabair. Kalau kabair itu 5:53 kan ee kalau dosa kecil itu kan sagir 5:55 ya. Kalau kabair itu kan ee memiliki 5:58 ancaman hukuman yang jelas itu di 6:00 Al-Qur'an, di hadis Nabi itu ya ada 6:03 sanksinya disebutkan ee hukumannya 6:06 misalnya tentang syirik itu hukumannya 6:08 apa? Membunuh, berzina, mencuri, itu tuh 6:12 dosa-dosa kabair. Nah, kalau dosa-dosa 6:15 kecil saghair itu ee perbuatan yang 6:18 tidak langsung mendapatkan ancaman hukum 6:20 berat. Tapi jika terus-menerus dilakukan 6:24 tanpa ee menyadari itu adalah dosa, itu 6:28 bisa jadi besar dosa tersebut. Ya, 6:30 makanya muhtaqarat itu yang dianggap 6:33 sepele, dianggap remeh ya. Ee justru 6:36 banyak orang yang terjatuh bukan karena 6:38 dosa besar tapi karena dosa kecil yang 6:41 dianggap enteng, yang disepelekan. Jadi 6:43 mulainya suatu bahaya kehancuran dalam 6:46 hidup manusia itu dimulai dari melakukan 6:49 perbuatan-perbuatan yang dianggap 6:51 sepelik ya, yang diremehkan yang mungkin 6:54 dianggap enggak ada ya enggak enggak 6:56 apa-apalah. Jadi tidak ada rasa bersalah 6:59 sehingga tidak ada tobat karena merasa 7:01 enggak bersalah atau mungkin karena 7:04 dianggap sepele ee remeh akhirnya 7:07 dilakukan terus berulang-ulang. Jadi 7:09 sedikit-sedikit kan jadi banyak 7:11 lama-lama kan menumpuk. Makanya 7:13 Rasulullah menyebutkan 7:20 dosa kecil itu tuh akan berkumpul akan 7:23 banyak ya jadi banyak itu pada seseorang 7:25 tuh akan membinasakannya akan 7:27 menghancurkannya apalagi enggak ada 7:29 tobat. Makanya Rasulullah mewanti-wanti 7:31 Bunda Aisyah ya Aisyah iyaki wqunubah 7:35 minallah thiban. Nah, jadi ini ee suatu 7:39 peringatan buat kita ya sebagai ee umat 7:42 Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan 7:44 ibunda Aisyah ini adalah ummul mukminin, 7:47 ibunya orang-orang beriman itu 7:49 Rasulullah memberikan ee langsung ya ee 7:53 apa larangannya untuk 7:56 menjauhi dosa-dosa kecil karena dosa 7:59 kecil itu bisa menghancurkan dan bisa 8:01 berbahaya ya. Karena ya contohnya gini 8:04 deh yang mungkin yang banyak orang-orang 8:07 yang misalnya dari berzina tuh kan 8:09 enggak langsung berzina kan. Mana ada 8:11 orang ketemu senang gitu atau teman lama 8:13 itu ya ketemu zinah yuk. Mana ada yang 8:15 begitu. Itu kan dimulai dari pandangan. 8:18 Saling memandang kan dianggap sepele ya 8:20 dianggap ringan. Nah ini pandangan 8:22 enggak dijaga terus-menerus menatap 8:24 terus terus tiap hari ketemu terus terus 8:27 lama-lama lama-lama kan jadi dosa besar. 8:29 Makanya dosa kecil itu dilakukan tanpa 8:32 disadari lama-lama jadi menumpuk. Ya, 8:35 ibarat debu ya itu lama-lama bisa 8:38 menutupi ee apa kalau kalau dosa itu kan 8:41 menutupi hati ya. Lama-lama tertutup 8:43 hatinya. Jadi hilang rasa takut kepada 8:46 Allah karena sudah tidak malu lagi. 8:48 Karena dianggap sepele, karena dianggap 8:49 biasa. Ya, jadi ini adalah pintu dosa 8:53 besar dari dosa-dosa kecil tersebut ya. 8:56 karena dianggap dosa terbiasa ya, dosa 8:58 kecil yang terbiasa jadi dosa besar. 9:00 Nah, ini ee fenomena yang ada saat ini 9:04 itu ee menganggap dosa kecil tuh ringan 9:07 ya. Contoh misalnya gibah ngomongin 9:11 orang kayaknya biasa aja deh saat ini. 9:13 Dianggap ee itu udah sehari-hari rasanya 9:16 kalau enggak ngomongin orang hidup tuh 9:19 enggak enggak tenang gitu ya. Dia anggap 9:21 biasa. Bahkan mendengarkan gibah juga 9:23 biasa gitu ya atau bohong, dusta kecil. 9:26 Bahkan sampai pakai alasan tuh misalnya 9:28 kalau ada orang tua yang membohongi 9:29 anaknya walaupun hal sepelek misalnya 9:32 dianggap alah kan demi kebaikan sudah 9:34 enggak apa-apalah kecil ini kan enggak 9:36 enggak maksudnya begitu. Padahal 9:38 Rasulullah tuh melarang ya itu dimulai 9:41 orang beriman tuh enggak mungkin dusta 9:42 ya. Rasul tuh kan melarang ibu seorang 9:45 ibu di masa Nabi itu yang ingin 9:46 memberikan sesuatu kepada anaknya itu 9:49 untuk membohonginya. Sampai Rasul tanya, 9:51 "Mana yang mau dikasih tadi Bu?" Kan ada 9:53 ibu manggil anaknya. "Ya, Nak, sini nak. 9:55 Ibu mau ngasih kamu nih kurma. Rasul 9:57 datangin, "Mana kurmanya?" Benar enggak 9:59 dikasih gitu? Jadi, dusta kecil itu 10:03 kalau menjadi kebiasaan dianggap ringan 10:06 itu lama-lama menjadi pendusta beneran. 10:09 Ya. Ya. Jadi intinya termasuk pandangan 10:12 ya, pandangan yang tidak dijaga ya. Jadi 10:16 kalau kita buatkan ee analoginya 10:18 misalnya ya ee api yang membesar 10:21 kebakaran itu kan tidak tiba-tiba 10:24 langsung besar kan. Itu kan dimulai dari 10:26 api kecil. Api kecil yang dibiarkan yang 10:29 tidak segera dipadamkan itu lama-lama 10:32 bisa jadi kebakaran besar. Jadi 10:34 kebakaran besar tuh dimulai dari yang 10:36 kecil ya seperti misalnya ee tetesan air 10:41 itu justru dahsyat akibatnya itu bisa 10:43 melubangi batu. Kalau terus-menerus 10:46 ditetesi itu bukan air yang deras kan 10:50 ya. Kalau airnya deras batunya menjadi 10:52 batu karang jadi kokoh kuat dia. Tapi 10:54 ketika ditetesi air terus-menerus itu 10:57 timbullah lubang itu lama-lama hancur. 11:00 Jadi sesuatu yang besar itu dimulai dari 11:03 yang kecil ya. Jadi ee dosa-dosa kecil 11:06 itu bisa menghitamkan hati ya. hati itu 11:10 kan ee yang awalnya lembut kemudian 11:13 terbiasa melakukan hal-hal yang kecil 11:16 terus-menerus akhirnya jadi keras 11:18 akhirnya sulit menerima nasihat ya 11:21 misalnya pada saat kita lagi ngomongin 11:23 orang jelekit dia eh kita ngomongin 11:25 orang loh janganlah itu bodoh alah 11:27 enggak apa-apalah dia meang begitu nah 11:29 akhirnya kan keterusan sehingga 11:32 menghilangkan rasa takut kita kepada 11:33 Allah dan membuka peluang pintu dosa 11:37 besar lama-lama kan jadi nuduh lama-lama 11:39 akhirnya ee apa contoh misalnya gini ya, 11:43 kita tidak ee cocok atau mungkin ada 11:46 masalah dengan salah seorang teman kita 11:48 yang berasal dari daerah A misalnya ya. 11:52 Ini kadang-kadang kita tuh menjalisir 11:54 orang gitu ya. Ee karakter dari suku ini 11:58 misalnya ya, apakah suku Betawi, Sunda, 12:00 ee Minang atau Jawa lah gitu ya. Padahal 12:03 kita enggak cocok hanya dengan satu 12:04 orang saja. Tapi ketika tidak kita 12:08 waspadai ee ngomongin orang gibah ini, 12:11 itu lama-lama satu sukunya jelek semua. 12:13 Iya. Tuh memang tuh dasar suku itu 12:15 begitu tuh. Padahal kan enggak semuanya 12:17 begitu. Nah, jadi membuka pintu dosa 12:20 besar yang awalnya kecil lama-lama 12:23 menjadi besar. Ya, itulah menyebabkan 12:27 menghilangkan keberkahan hidup. Makanya 12:29 Imam Ibnu Qayyim itu mengatakan, "Jangan 12:33 melihat kecilnya dosa, kata beliau, tapi 12:36 lihat kepada siapa engkau bermaksiat." 12:39 Ya, jadi kalau kita ee apa namanya? Ee 12:44 tidak mengikuti perintah Allah tuh bukan 12:47 masa besar kecilnya ketaatan tapi kan 12:50 yang dilihat kan kepada siapa kita 12:52 bermaksiat ya. Jadi ee 12:56 itulah dosa ya. Kalau misalnya dosa 12:58 kecil itu bisa dihilangkan insyaallah ya 13:01 dengan istigfar. La kabir maal istigfar 13:04 wir 13:06 maal israr. Tidak ada dosa besar jika 13:08 dihapus dengan istigfar dan tidak ada 13:11 dosa kecil jika dilakukan tidak 13:13 terus-menerus. Jadi dosa kecil itu 13:15 jangan terus-menerus dilakukan. Nah 13:17 itulah dosa ya. Dosa besar itu bisa 13:20 tobat kita ya ee tidak diikuti lagi 13:22 dengan dosa yang lain ya. Begitu juga 13:24 dosa-dosa kecil jangan terus-menerus 13:26 dilakukan itu juga nanti akan menjadi 13:28 dosa besar. Jadi jangan menganggap remeh 13:31 dosa ya. Karena seorang hamba yang 13:34 menganggap ee besar ee meremehkan suatu 13:38 dosa itu nanti dia akan melakukan ee 13:41 jadi artinya gini ee seorang hamba 13:43 menganggap besar suatu dosa maka dosa 13:46 itu akan kecil di sisi Allah. Sedangkan 13:48 jika seorang hamba menganggap kecil e 13:50 suatu dosa maka dosa itu akan dianggap 13:52 besar di sisi Allah. Jadi artinya kita 13:54 tidak boleh ee mengecilkan suatu dosa 13:58 karena kita berarti menyepelekan ee hak 14:02 Allah yang telah melarang kita untuk 14:04 melakukannya. Ya. Jadi jangan nganggap 14:06 remeh dosa ya. Jadi ini ee karena dosa 14:10 itu bisa menghancurkan. Jadi kalau kita 14:13 ee contohkan misalnya dalam kehidupan 14:15 sehari-hari ya misalnya ee dalam apa 14:20 namanya ee 14:22 dalam kehidupan sehari-hari kita yang 14:24 biasa kita misalnya dari dosa kecil 14:26 bentuknya itu ya dosa lisan. Lisan itu 14:28 kan lidah itu kan tidak bertulang ya. 14:31 Itu gampang banget deh kita ngeluarkan 14:33 kata-kata terserah di mana ee kondisi 14:37 hati kita ya. kadang-kadang ngomongin 14:39 orang gitu ya, kadang-kadang nyeletuk 14:41 aja tuh, kadang-kadang maki, 14:43 kadang-kadang bohong gitu ya, 14:44 kadang-kadang mengeluh berlebihan. Jadi 14:46 artinya ee dosa-dosa yang kita lakukan 14:49 ini yang dibuat diperbuat oleh ee lisan 14:53 kita itu bisa jadi ee berbahaya walaupun 14:57 dosa kecil itu bisa menghancurkan ya 14:59 kibah ngomongin orang udah enggak kenal 15:01 orangnya disebut-sebut juga itu 15:03 terus-menerus itu kan jadi kita 15:06 mentransfer pahala kita untuk orang 15:08 tersebut ya atau misalnya bohong ya apa 15:11 dusta kecil ya bohonglah ngebohongin 15:14 anak gitu ya itu kan juga dosa kecil ya. 15:17 Atau misalnya berlebih-lebihan dalam ee 15:19 bercanda. Kan kan kita bercanda tuh kan 15:22 boleh tapi jangan berlebihan. Berlebihan 15:24 di sini maksudnya bercanda sampai bohong 15:26 ya. Berbohong ee misalnya ditanya ee 15:30 dari asal mana sebutnya asal yang asal 15:32 daerah lain. Padahal bukan. Itu kan 15:34 bohong. Padahal biasa kan dalam 15:36 kehidupan sehari-hari. Nah, itu juga 15:37 bagian dari ee yang paling banyak 15:39 dilakukan dan itu sangat berbahaya 15:42 ketika kita terbiasa berbohong, 15:44 berdusta. dengan hal-hal yang kecil itu 15:47 suatu saat nanti akan terbiasa berdusta 15:49 dengan yang lebih berat lagi. Atau 15:52 misalnya mengolok-olok ya, 15:54 mengolok-olok, 15:56 meremehkan, mencela, menyindir. Ya, bisa 16:00 jadi pada saat kita menyindir orang 16:03 dengan kesalahannya, kita merasa diri 16:05 kita itu sudah bersih, suci, benar, 16:08 enggak pernah salah. Kita menyindir 16:10 orang karena dia tuh kita anggap salah. 16:12 Berarti ini ada rasa di hati kita. 16:15 seakan-akan kita adalah orang yang orang 16:17 yang baik, orang yang bersih hatinya, 16:19 orang yang ee itu kan sombong. Nah, 16:22 inilah yang terjadi apabila kita 16:25 membiasakan dosa-dosa kecil yang kita 16:28 anggap ee tidak ada apa-apanya. Makanya 16:30 Rasulullah eh iyaki wa muftaqarati 16:33 dunub. Jangan ee jauhilah dosa-dosa yang 16:38 dianggap kecil itu diusahakan semaksimal 16:41 mungkin menjaga lisan ya, tidak 16:44 membentak ya berkata kasar itu kan lisan 16:47 ya. Ya Allah. Apalagi seorang anak ya 16:50 walaupun bercanda tapi terhadap orang 16:52 tuanya dengan membentak saja itu sudah 16:54 durhaka. Nah itu itu dosa yang paling 16:58 berbahaya ya lama-lama kan. Jadi tidak 16:59 menghargai orang tua atau sebaliknya ya. 17:02 Atau misalnya dalam lisan ini yang 17:05 dianggap ringan, dosa yang dianggap 17:08 ringan misalnya ee mengeluh 17:10 berlebih-lebihan ya mengeluh. Padahal 17:12 sih enggak maksud hatinya itu menyesali 17:15 takdir, tapi lisannya itu mengeluarkan 17:18 kata-kata yang sebenarnya itu adalah 17:19 dosa. Walaupun mungkin dianggapnya 17:22 sepele ya, misalnya malangnya nasib saya 17:26 kok beg-ini amat ya bertahun-tahun 17:29 begini menderita lah kayak kayak begitu 17:31 kan. Walaupun tidak ada niat di hatinya 17:34 untuk menyesali takdir, tapi lisannya 17:36 berkata seperti dia itu menyesali 17:38 takdir. Nasibku Malang dapat suami model 17:41 begini. Aduh takdir jelek amat kayak 17:45 gitu ya. Mengucapkan hal kata-kata yang 17:47 seperti itu yang seperti menyesali 17:49 takdir ini kan lisan itu kan akan di kan 17:51 ada catatannya. Ma yalfidu minlin illa 17:54 ladaiqibun atid. Setiap ucapan kan 17:56 dicatat tuh padahal bercanda. Enggak ada 17:58 bercanda dalam hal-hal apapun ya. 18:00 kemudian ee membicarakan hal-hal yang 18:03 tidak bermanfaat, yang sia-sia gitu ya. 18:07 Ngomongin ah pokoknya itu lisan ya. 18:11 Lama-lama kan jadi akhirnya ngomongin 18:12 orang dan segala macam mengucapkan 18:14 kata-kata kasar, menghina ya. Ee saya 18:19 pernah sampaikan dulu ya, bagaimana Ibnu 18:21 Sirin itu ketika beliau mendapatkan 18:25 ujian ya ee apa ee kekayaannya itu 18:29 bangkrut habis semua hartanya habis ya 18:32 bangkrut sampai orang-orang mengatakan 18:34 ha habis semua sudah bangkrut kamu gitu 18:36 ya. Terus beliau mengatakan, "Ya, dia 18:38 beliau mengevaluasi diri ya kananya nama 18:40 namanya ulama ya. Beliau kan ahli takwil 18:43 mimpi. Inilah dosen yang kul lakukan 40 18:45 tahun yang lalu karena aku pernah 18:47 mengolok-olok orang dengan sebutan he 18:49 miskin gitu ya." Jadi lisannya jadi 18:52 orang-orang alim dulu itu beliau kalau 18:55 ee berbicara dengan siapapun beliau tuh 18:58 ingat apa yang beliau ucapkan. Jadi 19:00 ketika beliau menyadari bahwa dia 19:02 diberikan balasan oleh Allah atas ucapan 19:05 terhadap orang lain, beliau langsung 19:07 evaluasi. Inilah ee Allah berikan aku ee 19:11 balasan terhadap apa yang aku katakan 19:14 kepada orang dulu. Padahal 40 tahun yang 19:16 lalu. Jadi dia ngomong sama orang lain 19:18 itu 40 tahun yang lalu, namanya masih 19:20 muda gitu. Eh miskin gitu ya. Ee 19:24 akhirnya hartanya bangkrut ya. Itu ini 19:26 akibat. Jadi mereka itu memahami ini 19:29 adalah akibat dari apa yang aku lakukan 19:31 dulu. Lisan yang tidak terjaga. Nah, 19:33 apalagi kita ya Allah ini mengucapkan 19:35 kata-kata kasar, membentak, menghina, 19:39 atau mengeluh berlebih-lebihan, 19:42 mengucapkan hal yang sia-sia, ee 19:44 membicarakan hal yang tidak bermanfaat, 19:47 menyesali takdir, apa menyesali nasib. 19:50 Nasib nasib sudah 60 tahun begini aja 19:53 gitu ya. Ini hati-hati nih Ilisan. Jadi 19:55 sering dianggap kecil. sering dianggap 19:57 sepele, tapi kalau terus-menerus itu 19:59 cepat menumpuk jadi dosa besar itu ya 20:01 akhirnya hatinya jadi keras. Artinya 20:03 hatinya tuh sulit untuk menerima ee 20:06 nasihat-nasihat ya. Jadi ee itu dari 20:09 dari lisan ya, dosa yang dianggap kecil 20:11 dari lisan. Kemudian dari pandangan. 20:15 Dosa pandangan yang dianggap sepele, 20:18 yang diremehkan, dianggap kecil itu di 20:21 antaranya adalah melihat aurat yang 20:24 tidak halal. Masyaallah. 20:26 melihat konten yang tidak pantas ya, 20:28 melihat film, video atau apapun ee 20:33 bentuknya di media sosial atau di mana 20:35 pun ya yang nauzubillah menampilkan 20:38 aurat itu sudah biasa aja. Misalnya ada 20:40 adegan-adegan yang porno atau apalah 20:43 gitu yang memperlihatkan aurat karena 20:45 sudah terbiasa melihat ngelihat eh 20:47 begini aja sih enggak seru ah gitu. Itu 20:49 menunjukkan hati hati kita sudah keras. 20:51 Tapi ketika kita menyadari bahwa harus 20:53 menjaga pandangan terus melihat aurat 20:56 orang yang astagfirullahalazim ya. Kalau 20:59 dalam surat ee Annur ayat 30 untuk 21:02 laki-laki, 31 untuk perempuan kan 21:04 diperintahkan menunduk pandangan, 21:05 menjaga pandangan ya. Ellil mukminin 21:08 yagudu min absorhim. Katakan kepada 21:11 laki-laki beriman, jaga pandangan. Kalau 21:13 yang 31 untuk perempuan mukminat itu ya 21:16 jagalah pandangan. Nah, kalau lagi 21:18 megang HP atau misalnya itu nunduk 21:20 pandangannya gimana tuh? ya enggak 21:22 ngematiin nunduk pandangannya tuh matiin 21:25 kali apa gimana atau dilihat juga 21:27 ditonton juga sambil istigfar gitu ya 21:29 astagfirullahalazim 21:30 ya itu ee pandangan jadi ee menatap 21:35 lawan jenis dengan syahwat itu ya atau 21:38 scrolling tanpa kontrol sampai 21:40 mengkonsumsi sampai menikmati ini masuk 21:43 bagian dari zinah mata apalagi sampai 21:46 terjadi ee perbuatan-perbuatan yang 21:48 tidak baik kan munculnya perbuatan 21:51 perbuatan maksiat, dosa-dosa besar kan 21:53 dari pandangan. Kenapa sampai dia 21:55 nauzubillah minzalik terjadi 21:57 penyimpangan seksual, kus ngajak orang 21:59 nonton segala macam itu kan nauzubillah 22:01 dari pandangan. Nah, itu dosa kecil yang 22:05 dianggap sepele akhirnya melahirkan 22:07 dosa-dosa besar kalau tidak segera 22:10 ditaubati, tidak disadari, ya tidak 22:12 tidak segera menyadari. Nah, nah itulah 22:15 nasihat Nabi kepada Ibunda Aisyah dan 22:17 buat kita semua. Iakiub 22:21 jauhilah dosa-dosa yang dianggap kecil. 22:23 Faha minallah thiban. Karena itu dosa 22:26 itu akan dituntut oleh Allah. Nah, itu 22:28 dosa pandangan contohnya ya. Kemudian 22:30 dosa hati. 22:32 Kalau dosa hati itu kan tidak terlihat 22:35 ya ee ya namanya di hati ya orang juga 22:39 enggak tahu ya itu di hati kita. Tapi 22:41 itu sebenarnya berat dan besar. Makanya 22:44 ee Dr. Yusuf Qardowi itu mengatakan 22:46 bahwa dosa yang dilakukan oleh hati itu 22:50 jauh lebih besar dosanya daripada dosa 22:53 yang dilakukan oleh anggota tubuh. Ya, 22:56 maksudnya lisannya atau pandangan itu 22:59 hati. Nah, contohnya apa? Misalnya ee 23:02 dosa hati yang terlihatnya itu sepele 23:05 tapi sebenarnya itu ee berat ya. itu 23:08 misalnya dengki, 23:10 dengki 23:11 ee tidak menyukai keberhasilan orang iri 23:14 hati itu ya atau suuzon itu sampai Allah 23:18 menurunkan larangan untuk melakukan ee 23:21 untuk apa ee dosa-dosa ini ya, dosa-dosa 23:24 ee gibah, dosa meremehkan ee sukhriah 23:29 tuh ya, merendahkan, mengolok-olok ee 23:32 mencari-cari kesalahan ee buruk sangka 23:34 suudon itu sampai menurunkan kan 23:37 wahyunya dalam surat Al-Hujurat itu ya 23:39 di ayat 11 dan 12 itu saking 23:41 berbahayanya karena itu kan di hati rasa 23:45 ee apa dengki itu kan di hati yang nanti 23:47 bisa di kalau tidak di segera 23:49 dihilangkan itu akan melahirkan 23:51 tindakan-tindakan ee yang berbahaya itu 23:53 kan dimulai dari hati dulu dari dalam 23:55 diri ya dengki buruk sangka terus riya 23:59 itu kan di hati semua ujub itu kan itu 24:02 kan dosa-dosa yang dilakukan di dalam 24:04 tubuh kita ya bangga 24:06 terus takabur ya, sombong ya, dendam ee 24:10 terus menyepelekan rasa menyepelekan 24:13 nganggap alah dia sih enggak ada apa-apa 24:15 enggak enggak level. Itu kan semuanya di 24:17 hati. Walaupun mungkin ee anggota 24:19 tubuhnya tidak memperlihatkan ee kotoran 24:22 hatinya itu, tapi ini sering tidak 24:25 disadari sebagai dosa. Ya Allah itu ya. 24:30 Makanya dalam hadis itu kan yaal jannah 24:33 manbihi itu ya enggak akan masuk surga 24:36 orang yang ada di dalam hatinyaatan 24:38 minal kibr ya seberat biji sawi rasa 24:41 rasa sombong ya kan kadang-kadang kita 24:44 kan enggak ngomongin apa enggak enggak 24:46 mengucapkan kata-kata meremehkan orang 24:48 tapi dalam hati sudah menghina alah dia 24:50 cuman cleaning service aja cuman OB aja 24:53 lah enggak ada apa-apanya itu kan 24:54 penyakit hati itu yang dianggap sepele 24:57 kan tapi itu ternyata berbahaya Iya. 24:59 Nah, kalau dalam hal ibadah misalnya ya 25:02 ee dosa-dosa yang dianggap kecil 25:05 meremehkan dosa itu ya enggak 25:06 meninggalkan sih misalnya 25:09 menunda salat tanpa uzur. Kita tahu 25:13 salat itu adalah kewajiban yang sudah 25:15 ditentukan waktunya. Inata alal 25:17 mukminina kitab maqu salat itu sudah ee 25:21 bagi orang beriman itu memiliki waktu 25:22 yang sudah ditentukan. Kita tahu sudah 25:24 masuk azan. Kita tahu kita enggak ada 25:26 uzur. Uzur itu kendala yang syari ya, 25:29 yang tidak bisa kita hindari ya. 25:31 Misalnya sakit perut sampai apa namanya 25:34 tuh bolak-balik kamar mandi jadi enggak 25:36 bisa salat di awal waktu ya sakit atau 25:38 apa. Itu kan uzur ya atau di kendaraan 25:40 enggak mungkin segera dilaksana 25:41 dilaksanakan lah. Kita masih di rumah 25:44 enggak ngapa-ngapain. [berdehem] 25:45 Cuman pegang HP doang lagi nonton lagi 25:47 apa atau kelamaan apalah gitu ya ngobrol 25:50 apa segala macam. enggak, enggak dalam 25:52 kerja atau dalam ee kondisi-kondisi yang 25:55 memang genting apa rapat dan segala 25:57 macam ya, tapi sengaja mengundur-undur 26:00 ya, sengaja menundak salat sampai 26:03 waktunya tuh sudah ya itu contoh ya, 26:05 bagaimana menyepelekan, 26:08 menganggap sepele lah entar juga di 26:10 entar juga begini. Nah, ini juga bagian 26:12 dari dosa kecil ya ee tidak meninggalkan 26:16 tapi meremehkan. 26:18 Padahal Allah kan sudah memanggil dalam 26:21 azan yang kita dengar muazin kan. Hayya 26:24 alas shah hayya alal falah. Itu kan 26:26 panggilan cinta Allah kepada 26:28 hamba-hambanya. Yuk salat yuk menuju 26:30 kemenangan. Lah kita duduk lagi ngobrol 26:32 enggak ngapa-ngapain ya. Nah ini menunda 26:34 salat ini tanpa uzur itu merupakan ee 26:39 peremehan kita terhadap kewajiban. 26:41 Khawatir itu nanti jadi dosa ya. Atau 26:44 misalnya salatnya terburu-buru ya. 26:47 Karena apa? Karena ee ya apa namanya? 26:51 Terserah deh karena apanya lah urusan 26:52 dunia ya. Kadang-kadang kan kita lebih 26:54 ee tanpa sadari mementingkan urusan 26:57 dunia daripada urusan kewajiban kita 26:59 kepada Allah ya. Karena salat itu kan 27:01 awalu yuha abdu yaumalqiamah kan. Awal 27:04 yang pertama yang dihisab oleh Allah itu 27:06 kan salat. Nah, itu kadang-kadang 27:07 terburu-buru. Saking terburu-burunya itu 27:10 bacaannya entah apa enggak enggak enggak 27:12 apalah pokoknya cepat-cepat ya. ee itu 27:15 bisa jadi ya bagian dari meremehkan 27:17 salat itu bisa jadi dosa. Apalagi 27:19 salatnya tidak tidak ada sedikit pun 27:21 asar ya artinya ee bekasnya dari ee 27:26 perilaku kita istilahnya itu masih terus 27:28 STMJ ya salat terus siap jalan ya. Jadi 27:32 salatnya rutin lima waktu enggak 27:34 ditinggalkan, tapi masih juga ee 27:38 memfitnah, masih juga ee menghina, masih 27:41 juga bohong, masih juga adu domba, masih 27:43 juga. Nah, itu padahal salat itu 27:46 fungsinya itu adalah innata tanha anil 27:49 fahsya wal munkar. Salat itu pencegah 27:51 dari perbuatan keji dan mungkar. Jadi, 27:53 tidak khusyuk, lalai. Nah, itu contohnya 27:56 ya. bagaimana ee dalam ibadah 28:00 kadang-kadang tanpa disadari kita 28:02 meremehkannya atau misalnya ya jarang 28:06 baca Al-Qur'an 28:09 ya pengin sih mau baca Al-Qur'an tapi 28:11 penginnya aja tapi kalau lagi baca 28:14 novel, baca drama atau nonton apa bisa 28:17 berjam-jam gitu ya. Jadi akhirnya ee 28:21 lama-lama kita terbiasa untuk ee 28:23 melakukan perbuatan-perbuatan yang 28:25 mubah. yang akhirnya bisa jadi ee yang 28:28 mubah bisa jadi dosa ya. Akhirnya 28:30 biasanya kan dalam hati itu enggak boleh 28:32 ada enggak mungkin ada dua ya. Antara 28:34 keimanan dengan maksiat itu enggak 28:36 mungkin ada dalam hati kita. Pasti ada 28:39 yang dikalahkan [berdehem] ya. Nah, itu 28:41 contoh ya bagaimana ee tanpa kita sadari 28:44 dalam ibadah pun kita kadang-kadang 28:46 meremehkannya. Makanya [berdehem] Rasul 28:48 menasihati ibunda Aisyah iyaki 28:50 waqatunubnaha 28:53 minallahi thiban. Ya, ee itu tanda 28:56 lemahnya iman. Menganggap ee dosa-dosa 28:59 itu dosa kecil itu ee apa namanya? 29:02 Enggak enggak dianggap besar ya, 29:04 dianggap kecil ya. Atau misalnya di 29:07 dalam banyak hal-hal yang tanpa kita 29:09 sadari ya. Maka kita saling mengingatkan 29:11 pada siang hari ini dengan ee sabda Nabi 29:16 kepada ibunda Aisyah juga kepada kita 29:18 semua. Jauhilah dosa-dosa yang dianggap 29:21 kecil karena dosa itu akan dituntut oleh 29:23 Allah. Atau dalam keseharian misalnya ya 29:27 berkata kasar. Emang enggak dosa berkata 29:29 kasar ya. Kalau menyakiti hati orang kan 29:32 itu jadi dosa. Apalagi berkata kasar 29:34 terhadap orang yang wajib kita hormati. 29:37 Anak terhadap orang tua ngomongnya 29:39 bentak-bentak. Nada suaranya besar kasar 29:42 tinggi nadanya. Kalimatnya menyakitin. 29:45 Itu kan sedih sedih orang tua. Itu kan 29:47 juga bagian. Bahkan itu bukan lagi dosa 29:49 kecil, dosa besar. Atau kepada pasangan 29:51 hidup bentak-bentak gitu. Alah ini kan 29:53 istri, ini istri ini kan lah ini enggak 29:56 bisa juga kalau hatinya itu sakit gitu 29:59 ya. Ini kan efeknya ke mana-mana ya atau 30:03 membentak anak juga tidak dibenarkan ya 30:05 kalau itu ee bagian dari ee tanggung 30:09 jawab ya. Ya, kenapa sih enggak 30:11 baik-baik aja gitu ngomongnya? Kenapa 30:12 sih harus bentak-bentak? Ya, jadi 30:14 artinya kan siapa yang menanam dia yang 30:16 menuai. Kita kan pengin anak kita bakti 30:18 sama orang tua kan. Kalau pengin bakti 30:20 sama orang tua ya orang tua kasih contoh 30:21 dong gitu ya. Nah, sekarang anaknya itu 30:24 dapat ee pelajaran contoh kasar ya, 30:27 bagaimana dia bisa menghargai orang 30:29 tuanya sementara orang tuanya tidak 30:31 memberikan contoh dengan ee baik gitu 30:33 ya. Ee malah membentak anak atau 30:36 misalnya mengabaikan tanggung jawab, 30:38 tidak menap tidak menepati janji dan 30:41 segala macam. Ya, itu contoh-contoh 30:43 dalam keseharian kita yang dianggap 30:44 sepelek. Nah, sekarang di sekolah ya. 30:48 Jadi di mana-mana tuh ya memang 30:50 keseharian kita kalau tidak kita 30:51 evaluasi kadang-kadang kita terjerumus 30:53 ke dalamnya. Ee misalnya di sekolah atau 30:56 di tempat kerja ya. Kalau di sekolah 30:58 kuliah ya nyontek. Emang nyontek dosa 31:00 enggak dosa? Nyontek itu dosa tahu. Itu 31:03 kan menipu diri sendiri walaupun sepele 31:05 kan. itu nyontek ya atau bohong kepada 31:09 atasan, bohong kepada guru. Bohong aja 31:11 enggak boleh sama anak aja enggak boleh 31:12 apalagi kepada orang lain. Terus ee 31:16 diberikan amanah tidak ditunaikan ngasih 31:20 dikasih PR enggak ngerjain itu kan 31:21 enggak mana. Kecuali dia minta maaf gitu 31:23 ya. Maaf saya tidak mengerjakannya. Itu 31:25 berarti enggak amanah. Nitip tidak 31:27 sampaikan. Titip ya kepada si fulan 31:29 enggak disampaikan itu kan. atau menunda 31:32 pekerjaan tanpa alasan juga bagian dari 31:34 tidak amanah. Masyaallah. Apalagi sampai 31:37 mengambil hak orang lain. Apalagi sampai 31:40 korupsi. Nauzubillah minzalik ya. Jadi 31:43 banyak sekali dosa-dosa yang dianggap 31:45 remeh itu jadi biasa jadinya ya. Ee 31:49 termasuk sebenarnya kalau dalam 31:51 pergaulan lawan jenis ya ee apa namanya 31:55 chat ya komunikasi tapi ee apa ya? 32:01 dengan niatan untuk menarik perhatian. 32:03 Itu kan sudah jelas ya, bercandanya, 32:05 berlebihan, curhat. Tapi ya itulah 32:07 munculnya selingkuh itu kan dari awal 32:09 awalnya curhat. Biasa-biasa aja itu 32:11 setan tu masuk di situ. Maka tutup 32:13 peluang pintu setan untuk menjadikan 32:15 dosa kecil menjadi dosa besar. Ya, jadi 32:18 itulah kes ee dosa kita dalam kebiasaan 32:21 sehari-hari yang Rasulullah ingatkan 32:23 kepada ibunda Aisyah untuk kita semua. 32:25 Jauhilah dosa-dosa yang dianggap kecil. 32:28 ya. Dan ee kita mulai ya tentu saja ini 32:32 penuh dengan ilmu ya. Setiap langkah 32:34 kita itu mencoba berusaha untuk 32:37 mengikuti apa yang telah diajarkan oleh 32:39 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 32:41 ya. Jadi dalam kehidupan sehari-hari 32:44 mulai dari yang kecil-kecil lah ya. Kita 32:47 mulai ee makan dengan [berdehem] doa, 32:49 ucapkan basmalah, jangan lalai untuk 32:53 bersyukur atas nikmat yang Allah 32:54 berikan. Jadi ini mudah-mudahan kita 32:58 memperhatikan hal-hal yang kecil. Kalau 33:00 yang kecil saja kita perhatikan, apalagi 33:02 yang besar gitu ya. Ya, yang dosa kecil 33:05 aja kita hindari, apalagi dosa besar. 33:08 Maka kita tidak akan menganggap 33:09 dosa-dosa yang biasa dianggap oleh 33:11 lingkungan itu adalah hal-hal yang 33:13 kecil. Kita anggap itu walaupun itu 33:15 adalah kecil, tapi kita tidak ingat, 33:17 tidak ingin menganggapnya ringan. Karena 33:19 semuanya itu nanti akan 33:21 dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. 33:23 Ya. Ya. Ee bismillahirrahmanirrahim. 33:26 Karena memang kita hidup ini sebagai 33:29 hamba Allah yang tujuannya adalah 33:31 beribadah kepadanya. Tentu kita 33:33 diberikan aturan-aturan dalam kehidupan 33:35 ini sampai detail ya. Ee tadi Ibunda 33:38 Aisyah diberikan nasihat oleh Rasulullah 33:41 untuk menjauhi dosa-dosa kecil. Nah, 33:44 dosa-dosa kecil yang dianggap kecil itu 33:46 di antaranya misalnya itu adalah 33:48 menganggap remeh dosa tersebut. itu 33:50 adalah termasuk bagian dari dosa kecil 33:52 ya. Jadi orang-orang beriman itu kata 33:55 Ibnu Mas'ud itu yarunubahu kaahu qoidun 33:59 tahta jabal. Dia orang beriman itu punya 34:01 ciri khas. Yaitu ketika mereka melihat 34:04 dosanya itu seakan-akan ee dosanya itu 34:08 seperti sebuah gunung itu yang di depan 34:10 matanya. Khawatir kalau gunung itu akan 34:13 menimpanya. Itu orang beriman. Jadi 34:15 sekecil apapun dosa yang dilakukan oleh 34:18 orang-orang yang beriman itu dianggapnya 34:19 dosa besar. Nah, sebaliknya orang yang 34:22 fajir, orang yang fajir ini orang yang 34:24 ee suka melakukan maksiat itu melihat 34:27 dosa ee melihat dosanya itu seperti 34:30 seekor lalat yang lewat begitu aja di 34:33 hidung lewat gitu dianggap sepele. Itu 34:35 orang-orang yang maksiat. Maka ee tentu 34:38 saja kita ingin menjadi seorang hamba 34:42 Allah [berdehem] yang beriman yang 34:43 menganggap dosanya sepelek tapi bagi 34:45 kita itu seakan-akan dosa besar sehingga 34:47 kita bersegera untuk bertobat memohon 34:49 ampun kepada Allah dengan dosa yang kita 34:52 lakukan tersebut. Bahkan dalam hadis kan 34:54 disebutkan ya almu idza haka nafsuh. Ee 34:58 dosa itu adalah ketika hati kita tuh 35:00 ketika kita melakukan sesuatu itu hati 35:02 itu enggak enak. Padahal kan ee itu 35:05 adalah hal yang ya biasa hari-hari ya, 35:07 tapi kita merasakan itu adalah 35:08 pelanggaran itu hati kita enggak enak, 35:10 itu adalah dosa ya. Jadi orang beriman 35:12 itu memiliki sensitivitas keimanan 35:15 sehingga kita ketika dia melakukan ee 35:18 kesalahan yang sebenarnya itu adalah 35:20 ringan tapi dianggap itu adalah suatu 35:21 dosa. Ya. Maka ee seorang sahabat itu 35:27 menyebutkan, "Ya, janganlah kalian 35:29 melihat kecilnya suatu dosa, tapi 35:32 lihatlah ee siapa yang kalian durhakai." 35:36 Jadi contohnya gini deh. Ee 35:38 kadang-kadang kan kita ee melihat orang 35:40 ya, melihat orang misalnya 35:44 ee ketika ee kita ini misalnya apa 35:50 misalnya contohnya nih ya ketika kita 35:54 diperintahkan 35:56 untuk ee memakai pakaian putih misalkan 36:01 itu adalah ee 36:05 misalnya di sekolah ya, di sekolah itu 36:07 diperintahkan memakai pakaian seragam 36:09 putih misalnya. Nah, di rumah itu ee di 36:12 acara keluarga juga diperintahkan mem 36:15 apa biar ngumpulnya pakaiannya berwarna 36:17 putih. Tentu ee sama-sama ee perintah 36:21 tapi kadang-kadang kan yang kita turuti 36:23 itu yang mana dulu. Tentu kita melihat 36:25 siapa dulu yang melaksana yang 36:27 memerintahkan. Kalau di sekolah kan ini 36:28 aturan harus kalau enggak enggak enak 36:30 nih kalau enggak gitu kan. Tapi kalau di 36:32 acara keluarga ya yang mau-mau aja yang 36:34 enggak ya enggak gitu enggak ada 36:35 sanksinya. Jadi di situlah. Nah, 36:36 sementara sahabat ini mengatakan bahwa 36:39 jangan dilihat kecil besarnya dosa, 36:42 apapun bentuknya, tapi siapa yang 36:44 menyuruh kita untuk melakukannya. Nah, 36:46 karena Allah adalah pencipta kita, 36:49 pemilik, penguasa alam semesta yang 36:51 telah memerintahkan kita ee ketaatan dan 36:54 memerintahkan kita untuk berhenti dan 36:56 tidak mengerjakan kemaksiatan, tentu 36:58 kita akan melaksanakannya karena yang 37:01 memerintahkan kita adalah pemilik hidup 37:03 ini, gitu ya. Jadi jangan sampai kita 37:06 melihat kecil besarnya dosa itu, tapi 37:09 lihat siapa yang kita kita yang kita 37:11 durhakai ini. Walaupun harus sepele, 37:13 walaupun hanya sifatnya jaga pandangan 37:15 ya ee 37:18 apa ya eil mukminin yagudu min absorim 37:21 ya. Jaga pandangannya. Ah pandangan ini 37:23 ini siapa yang memerintahkan kita? Tentu 37:25 Allah. Nah, jadi dosa kecil itu bisa 37:28 jadi besar apabila kita meremehkan dosa 37:31 kecil tersebut. Kemudian ee tentu saja 37:35 ee kita ee karena sering meremehkan dosa 37:39 itu karena memang keterbiasa 37:41 melakukannya ya. Jadi dari mata misalnya 37:44 kalau tadi kesalahan kita anggap mungkin 37:46 enggak dosa gitu ya ngelihatin ngelihat 37:48 aurat orang lawan jenis kayaknya alah 37:50 biasa ini kan aurat begini biasa karena 37:52 terbiasa akhirnya menganggap tidak dosa 37:55 akhirnya kita remehkan akhirnya sering 37:57 kita lihat lama-lama lama-lama itu akan 37:59 nauzubillah minzalik itu akan ee ya 38:03 terperosok ke dalam kemaksiatan yang 38:05 lebih ee jauh lagi ya. Jadi ini akan 38:09 dipertanggungjawabkan dihadap akan 38:11 dipertanggungjawabkan di hadapan Allah 38:13 ya. Jadi sekali lagi tadi saya sampaikan 38:15 perzinaan itu kan enggak langsung 38:16 tiba-tiba berzina. Itu kan dimulai dari 38:19 pandangan ya. Nah ini jadi ee ini hal 38:23 yang ee contoh ya dalam kehidupan kita 38:26 untuk tidak meremehkan ee dosa-dosa 38:28 kecil. Nah, solusinya ee pengingat untuk 38:32 kita wa inikro tanfaul mukminin. Karena 38:35 mengingatkan itu baik bagi orang yang 38:37 beriman. Maka solusinya yang pertama 38:39 adalah hadirkan ee muraqabah di hati 38:43 kita. Maksudnya tanamkan kita di hati 38:47 kita bahwa kita diawasi oleh Allah. Jadi 38:50 Allah melihat sekecil apapun gerak kita, 38:54 niat kita, perbuatan kita, walaupun kita 38:57 sendirian di mana pun kita berada, Allah 39:00 mengawasi kita, Allah memperhatikan 39:03 kita. Jadi, bagaimana menghadirkan rasa 39:06 tadi ya, bahwa Allah bersama kita, Allah 39:09 menghisab kita, Allah ee ee apa namanya? 39:14 Mengetahui gerak-gerik kita. Jadi ketika 39:16 kita memahami bahwa Allah bersama kita, 39:18 mengawasi kita, tentu kita takut untuk 39:20 ee melakukannya. Jangankan ya Allah ya 39:23 atau malaikat, kita aja tuh kalau di 39:25 awasi CCTV kan suka ada tuh kawasan ini 39:29 ee di awal apa 39:31 di awal CCTV. Ah itu orang aja sudah 39:34 takut itu ya takut salah kan ya. Ada 39:36 yang ngawasin itu CCTV. Apalagi Allah 39:39 yang pemilik alam semesta ini. Di mana 39:42 pun kita berada tuh enggak luput dari 39:44 pengawasannya. Jadi itu yang pertama ya, 39:46 agar kita tidak meremehkan dosa-dosa 39:49 kecil. Kemudian ee berikutnya adalah 39:52 berusaha semaksimal mungkin untuk 39:54 membiasakan istigfar ya. 39:57 Astagfirullahalazim. Minimal tuh 100 39:59 kali. Karena dosa kita tuh banyak ya 40:01 tanpa kita sadari ya. Yang sengaja, yang 40:04 tidak sengaja, yang besar, yang kecil, 40:06 yang tampak, yang tidak tampak, yang 40:08 diniatkan, yang tidak diniatkan tuh 40:09 banyak banget dah yang ada tuh. Ya, 40:11 makanya Rasul mengajarkan kita doa 40:13 ketika waktu sujud. Ya, beliau tuh kan 40:15 sujud pada salat tahajud di malam hari. 40:18 Itu yang diriwayatkan yang didengar oleh 40:20 sahabat itu dengan doa Rasul tu 40:22 bacaannya itu ya Allahfirli dzambi 40:25 kullahu diqqohu wa jallahu wa awalahu wa 40:29 akhirahu waatahuirrohu. 40:32 Masyaallah ampuni dosaku ya Allah yang 40:34 besar, yang kecil, yang tampak, tidak 40:36 tampak sengaja, tidak sengaja, ya yang 40:37 akhir itu padahal Nabi enggak punya dosa 40:39 ya. Tapi dalam rangka mengajarkan ee 40:42 umatnya untuk menyadari bahwa dirinya 40:45 tidak luput dari dosa-dosa yang 40:48 disengaja, yang tidak disengaja, dosa 40:50 yang besar, dosa yang kecil, yang awal, 40:52 yang akhir, yang diniatkan, yang tidak 40:54 diniatkan itu minimal kita beristigfar 40:56 itu 100 kali. Nah, kemudian juga ee kita 41:01 punya mindset ya. Mindset kita sekarang 41:04 adalah jangan meremehkan dosa sekecil 41:08 apapun kalau itu dilarang oleh Allah itu 41:10 adalah dosa walaupun kecil. Jadi kita ee 41:14 anggap semua dosa itu adalah besar. pada 41:17 saat kita melakukan penyimpangan atau 41:20 kita ee mengerjakan larangan ya sengaja 41:25 atau tidak sengaja kita langsung segera 41:27 menyadarinya ya. Misalnya antara suami 41:29 dan istri gitu ya ketika lagi istri 41:32 marah bentak-bentak suami gitu ya atau 41:35 misalnya suami dengan ee istri yang 41:38 mestinya disayangi malah menghardik atau 41:40 dengan anak. Jadi itu kan hal-hal yang 41:43 ee menyalahi ee akhlak ya. Akhlak dan 41:46 adab kan kita misalnya kan bertutur kata 41:48 kan mestinya dengan santun, baik gitu 41:50 ya. Tapi ada kalanya emosi terus 41:53 langsung kita ee melototkan mata gitu 41:56 ya. Kalau istri ada enggak ya melototin 41:59 mata ke suami? Mbak [tertawa] 42:03 enggak. Amin. Insyaallah. Enggak enggak. 42:05 Pendengar misalnya baik-baik semua. 42:07 Insyaallah. 42:09 Terus mata melotot, tangan di pinggang. 42:11 Jadi kayak anak kecil gitu. Padahal itu 42:13 suaminya. Nah, kayak gitulah ya. Atau 42:16 mungkin terhadap anak walaupun ini 42:18 adalah anak kita. Ini kan adalah amanah 42:20 dari Allah ya. Pada saat kita bentak 42:22 atau mungkin pukul nauzubillah apalagi 42:25 sampai KDRT, ya Allah. Nah, itu langsung 42:27 kita istigfar mohon ampun ya. Masyaallah 42:29 ya. Jadi kita ee berusaha untuk 42:34 muhasabah dalam kehidupan kita ya. dosa 42:37 apa yang aku lakukan hari ini ya gitu 42:40 ya. Rasanya ini perlu ya Mbak ya. Setiap 42:42 malam kita berpikir tadi ngapain ya? 42:45 Terus dosa apa ya? Biasanya Mbak kalau 42:48 kalau yang diingat-ingat muhasabah tuh 42:49 bukan muhasabah dosa tapi ketemu dengan 42:52 si anu kayaknya dia cakep itu yang 42:53 diingat-ingat ya. [tertawa] 42:56 Nah itu tambah dosa lagi itu ya. 42:58 Ee jadi sekali lagi bahwa ee tidak ada 43:02 manusia yang tidak luput dari dosa. 43:05 Mbak, Mbak bersama bersama saya, Mbak. 43:10 Asalamualaikum, Mbak Olin. 43:12 Eh, 43:17 asalamualaikum, Mbak Olin bersama saya. 43:19 Masih, masih sama Ustazah 43:22 masih online, Ustazah. kayaknya ee ini 43:26 tidak menangkap kehadiran kita. Ustazah 43:30 monitor. Ustazah, 43:32 Ustazah ee mendengarkan suara saya. 43:37 Ustazah Ustazah masih masih berdengar 43:43 ya nampaknya ada sedikit gangguan 43:44 teknis. 43:55 Oh, Ustazah baik. Baik, Ikhwan dan 43:57 akhwat. Nampaknya ada sedikit gangguan 43:59 teknis. Kita masih menantikan saluran 44:02 ustazah kembali lagi. Ustazah apakah 44:03 sudah kembali lagi bersama kami? 44:06 Iya, Mbak. 44:07 Alhamd 44:10 ada petir ya. 44:12 Oh, oh, gitu. 44:14 Jadi masih sebentar. 44:17 Alhamdulillah enggak kelihatan karena di 44:18 studio kita keungkep gini gelap. 44:20 [tertawa] Oh di di luar hujan. Ya Allah. 44:22 Baik, Ustazah. Em sudah e rampungkah 44:26 yang disampaikan atau masih ada lagi 44:27 yang saya 44:27 simpulkan lagi ya. Saya simpulkan lagi 44:29 tadi biar biar nyambung ya. Jadi agar 44:31 kita terhindar dari meremehkan dosa-dosa 44:34 kecil ini. Yang pertama kita berusaha 44:37 untuk muraqabah ya merasa diawasi Allah. 44:40 Jadi rasa iman itu kan rasa. Jadi rasa 44:43 bahwa Allah mengawasi kita, melihat kita 44:45 sekecil apapun perbuatan kita. Terus 44:48 kita berusaha untuk istigfar ya, mohon 44:50 ampun kepada Allah terhadap semua 44:52 dosa-dosa kita yang kita lakukan. 44:54 Sengaja tidak sengaja, besar atau kecil. 44:55 Pokoknya minta ampun pada Allah. 44:57 Kemudian tidak ee menganggap remeh dosa 45:01 kecil, tapi kita menganggap semua dosa, 45:03 semua pelanggaran itu adalah dosa besar. 45:05 Itu kan bagian dari sikap kita ya. Tidak 45:08 ingin jatuh ke dalam dosa walaupun itu 45:11 dosa kecil. 45:12 Kemudian muhasabah ee evaluasi diri 45:14 secara harian ini tadi ada enggak ya 45:17 perbuatan kita yang menyinggung perasaan 45:19 orang lain? Ee itu kita evaluasi ya. 45:23 Atau kita ketika salah atau terjerumus 45:27 dalam perbuatan dosa kecil karena kita 45:29 enggak mungkin tidak lepas dari 45:31 perbuatan dosa. Karena memang kita hidup 45:33 ee yang namanya manusia itu kan 45:35 tempatnya ada salah ya. Nah, pada saat 45:38 kita melakukan perbuatan dosa kecil 45:40 tersebut, segera kita gantikan dengan 45:43 amal kebaikan. Makanya kebaikan itu 45:47 menghapus dosa. Ya, makanya kan antara 45:49 apa? salat itu kan ya ee lima waktu atau 45:53 antar salat Jumat ke Jumat, Ramadan 45:55 Ramadan itu kan mukafirat ya, penghampus 45:57 dosa. Kita lakukan ee amal-amal saleh 46:00 kita mohon kepada Allah agar ee 46:02 menghapus mengampuni semua dosa-dosa 46:05 yang kita lakukan, kemaksiat yang kita 46:07 lakukan sekecil apapun. Nah, kemudian 46:10 kita yang sebagai penutup terakhir ya, 46:13 jangan tertipu dengan kalimat kecil 46:18 asghar gitu ya. Ah, dosa kecil inilah. 46:21 Alah, bohong sedikit enggak apa-apalah. 46:23 Akan demi kebaikan. Itu kan pembenaran 46:24 ya. Karena kalau yang kecil-kecil ini 46:26 dikumpulkan jadi besar gitu ya. Nah, 46:29 kalau udah besar ya artinya nanti bisa 46:31 mematikan hati ya. Jadi sebenarnya bukan 46:34 dosa besar saja yang membinasakan kita, 46:36 tapi juga adalah dosa-dosa kecil yang 46:38 diremehkan ya. Jadi mudah-mudahan 46:40 [berdehem] Allah menjaga kita dari semua 46:43 bentuk dosa kemaksiatan atau apapun ya. 46:46 Mudah-mudahan kita saling mengingatkan 46:48 ya Allah ampuni semua dosa dan kesalahan 46:49 kita ya Mbak Olin ya. Wallahuabah 46:53 amin. Baik Iwan dan akhwat kita langsung 46:55 saja masuk ke sesi tanya dan jawab. 46:56 Sudah ada beberapa yang masuk di mesin 46:58 WhatsApp Rasil. Saya akan bacakan 47:00 pertama dari Ibu Nur Haidah bertanya. 47:03 Asalamualaikum warahmatullahi 47:04 wabarakatuh Ustazah. 47:06 Waalaikumsalamsalam warahmatullahi 47:07 wabarakatuh. Maaf Ustazah saya yang 47:10 sering ngomel sama suami Ustazah. 47:12 Soalnya [tertawa] 47:13 kalau dengar azan masih aja main HP, 47:16 masih aja nonton televisi. Sekali dua 47:20 dua kali suara saya sih masih pelan. 47:22 Yang ketiganya saya agak ngegas, 47:24 Ustazah. Tapi istigfar aja. Cuma sayanya 47:27 enggak minta maaf lagi sama suami. Udah 47:29 itu ee ngomongnya baik-baik lagi. Apa 47:32 yang harus saya lakukan, Ustazah? 47:34 Soalnya saya kesal. [tertawa] Makasih 47:35 atas pencerahannya. 47:36 Iya. Kita paham ya, Mbak Olin ya. 47:39 Penginnya sih suami itu saleh ya. bukan 47:41 salehah. [tertawa] 47:44 Penginnya sih suami itu jadi contoh buat 47:46 anak-anaknya. Penginnya kan begitu. Tapi 47:49 bisa jadi ee setan tuh menggoda gitu ya. 47:53 Ketika suami diomelin terus sama 47:55 istrinya jadi kadung karatan gitu ya. Ah 47:58 sebelah gitu ya. Akhirnya berusaha ee 48:00 apa berbuat yang yang bikin kita kesal 48:03 gitu ya. Masyaallah. Ee jadi ee 48:06 sebaiknya gini, apa namanya 48:09 mengingatkannya itu ya dengan bahasa 48:12 kasih sayang dan doa ya. Karena kan ini 48:15 bagian dari kalau masalah amaliah kita 48:18 kan tanggung jawab suami di hadapan 48:19 Allah kan sebenarnya bukan bukan 48:21 tanggung jawab kita kan. Mestinya kan 48:22 suami itu yang mengajak ee menjadi imam 48:25 yang baik. Nah mestinya kan suaminya kan 48:26 bersyukur dong dapat pasangan hidup yang 48:29 mengingatkan kan mestinya begitu. Nah 48:31 jadi ee diganti strateginya. Bisa jadi 48:35 kalau strateginya itu saling menguatkan 48:37 gitu ya, itu suami jadi semangat untuk 48:40 ke masjid. Ee ini Bapak nih, Bapak yang 48:43 saleh nih. Aku senang banget kayak gitu 48:45 ya. Diapresiasi kalau suaminya pergi 48:47 tanpa tanpa diingatkan gitu ya. Nah, 48:50 masyaallah senang banget. Nah, gitu ya. 48:52 Kalau kita kan kadang-kadang istri atau 48:53 orang tua kayak hansip ya, Mbak ya. 48:56 Kayak hansip tuh maksudnya apa? Kalau 48:58 lagi apa namanya? Ditegur terus nyinyir 49:01 gitu, cerewet, tapi pas lagi ada 49:02 kebaikan diam aja. Jadi dilihatnya kalau 49:04 ada salah gitu baru [tertawa] 49:07 ya. Jadi diganti strategi aja kali Bu 49:09 ya. Ee dengan cara-cara yang baik. 49:11 Misalnya disiapin nih sendalnya sudah 49:14 disiapin tinggal berangkat ini sarungnya 49:16 ini kayak gitu. 49:21 Peralatan salat. 49:23 Iya [tertawa] 49:24 bisa jadi di ee salah satu 49:26 atau gini Mbak atau gini atau gini Mbak. 49:28 sebelum zuhur itu misalnya kan kita 49:30 tahulah ya azan jam berapa azannya terus 49:33 kita ini nih makan dulu nih n di padan 49:35 nanti kan biasa suka alasan gitu kan 49:37 sudah terhidang makanan makan dulu gitu 49:39 akhirnya enggak salat di masjid jadi di 49:42 memang istri itu masyaallah cerdas ya 49:47 kalau terjawab ya Ibu Nurhaidah saya 49:49 akan kembali ke pertanyaan berikutnya 49:51 ini dari Ibu Elaualaikum warahmatullahi 49:55 wabarakatuh ustazahumsalam 49:57 warahmatull 49:59 Saya ibu rumah tangga, Ustazah. Sering 50:01 terburu-buru saat mencuci pakaian atau 50:03 membersihkan kotoran anak. Kadang saya 50:05 merasa ada sedikit percikan air yang 50:07 terkena kaki, tapi saya abaikan karena 50:10 terlihat bersih. Apakah meremehkan 50:13 kebersihan dari najis kecil bisa menjadi 50:14 penghalang sahnya salat dan bahkan 50:17 mengundang siksa kubur? 50:19 Ee gini, ini kan ee najis kecil itu jadi 50:24 bedakan ya, Bu, rasa was-was kita dengan 50:28 ee tidak peduli itu bedakan ya. Jadi 50:32 kalau was-was itu kan suka padahal sudah 50:34 dibersihkan. Makanya kalau kita menyuci 50:37 pakaian anak kita itu ee pertama kalau 50:41 mau nyuci itu jangan digabung semua yang 50:43 najis-najis dengan yang bersih-bersih 50:45 itu jangan. hilangkan dulu aja najisnya 50:47 di dikucek atau diapakan gitu ya. Jadi 50:50 setelah dibersihkan najisnya sudah 50:52 dihilangkan ya itu sudah aman. Nah 50:54 sekarang percikan maksud percikan itu 50:56 apakah langsung najisnya atau 50:57 bagaimananya? Di sini bentuk bedakan 51:00 bentuk kehati-hatian dengan bentuk 51:02 kewas-wasan itu bedakan ya karena setan 51:05 tuh suka bikin kita was-was padahal 51:07 sudah bersih gitu ya. Jadi sekali lagi 51:10 ee dibedakan antara was-was atau ee apa 51:17 namanya? Kehati-hatian. Jadi jadi saya 51:21 rasa enggak rasa kalau kita sudah yakin 51:24 ya membersihkan, menghilangkan najisnya 51:26 ya udah yakin aja. Jadi jangan lagi 51:29 was-was kayak misalnya ee ada di jalanan 51:31 gitu Mbak ya pakaiannya kena kotoran e 51:35 hujan atau Heeh. tanah ya itu kan enggak 51:37 ada najisnya. itu kan tak enggak ada. 51:40 Kecuali kalau banyak hewan-hewan ee apa 51:43 namanya? Najis yang bertebaran ya anjing 51:44 atau apa segala macam ya. Ini kan cuman 51:46 kotoran. Kotoran itu kan sesuatu yang 51:48 kotor itu belum tentu najis. Tapi 51:51 sesuatu yang najis pasti kotor. Jadi 51:53 jangan was-was. Jadi hilangkan dulu ee 51:56 ininya najisnya dibersihkan dulu. E 51:58 nanti kalau udah nyuci terus kemudian 52:00 kena kecipratan itu yang ciprat kan yang 52:01 air bersihnya gitu 52:06 ya. Jadi memang ilmu itu penting agar 52:08 kita menjadi yakin dan tidak wiswas ya. 52:11 Baik Ibu Ella saya beralih ke pertanyaan 52:14 berikutnya Ustazah. Ini dari hamba 52:15 Allah. Asalamualaikum warahmatullahi 52:16 wabarakatuh Ustazah. 52:18 Waalaikumsalam warahmatullahi 52:19 wabarakatuh. Saya mahasiswi ustazah. Ee 52:22 sekarang ada tren skinimalis atau dandan 52:25 tipis agar wajah terlihat segar saat 52:27 keluar rumah. Saya merasa ini bukan 52:29 tabaruj karena tidak mencolok. Namun, 52:32 bagaimana batasan fikihnya jika niat 52:34 kita hanya agar tidak terlihat kusam, 52:37 tapi ternyata tetap menarik perhatian 52:38 lawan jenis. 52:43 Ini kan namanya kayak tabaruj gitu ya, 52:46 dan tipis ee karena niatnya untuk tidak 52:49 kusam gitu ya. Bagaimana sih sebenarnya? 52:52 Jadi gini ee kalau menarik perhatian 52:54 lawan jenis itu kan dilihat dulu ee 52:58 menarik dari sisi apanya nih ee merahnya 53:01 atau apanya kan beda kan ada yang 53:04 minimalis ya Mbak ya. Dandan minimalis 53:07 itu kan ee minimalis jadi seperti tidak 53:09 dandan tapi dia pakai pakai apa ee alas 53:12 bedak atau apa ee tipis itu tujuan. 53:16 Makanya nawa itu penting. Nawa itu itu 53:18 penting niatnya. Niatnya untuk menjaga 53:21 kebersihan kulit gitu kan. Enggak ada 53:23 masalah kalau untuk menjaga ya. Untuk 53:26 kan harus pakai itu juga Mbak ya ee SPF 53:29 ya. Karena ya artinya untuk merawat ee 53:32 untuk merawat itu enggak ada masalah. 53:35 Nah, yang tidak dibenarkan kalau ada 53:37 nawaitunya itu untuk menarik ee apa? 53:40 Lawan jenis dalam arti beda loh nih gitu 53:42 ya. Jadi kalau saya melihat di sini 53:45 Tabarus itu memang ee apa namanya? 53:48 Wajahnya itu memang bedah gitu ya. 53:52 Kelihatan merah-merahnya apanya segala 53:54 macam ya. Jadi jangan merah-merah pakai 53:58 yang sampai ya apa kan ada yang ya 54:01 berlebihan sampai ada yang ini Mbak apa 54:03 ya yang minimalis tuh kayak apa sih ya 54:05 minimalis itu kan ee enggak kalau orang 54:08 pakai lipstik itu enggak kayak pakai 54:10 lipstik tapi bibirnya tuh enggak enggak 54:12 enggak merah ngejreng tapi enggak juga 54:14 hitam gimana sih Mbak Mbak Olin coba 54:16 Mbak Olin Mbak [tertawa] 54:18 masyaallah [terkesiap] 54:19 iya iya saja insyaallah dipahami oleh 54:21 pendengar 54:22 ya jadi jangan sampai niat pertama untuk 54:24 men jadiadi niatnyauk untuk merawat, 54:26 untuk menjaga gitu ya, tapi tidak 54:29 berlebih-lebihan dalam arti, tidak ee 54:31 terbuka peluang orang menjadi tertarik 54:34 gitu ya sampai yang ya begitulah, Mbak. 54:37 Kalau misalnya warna kulitnya hitam tapi 54:39 wajahnya tuh dipakai yang merah-merah 54:41 itu kayak apa gitu ya. Ee jadi itu 54:44 mudah-mudahan ee kembali kepada nawa 54:47 itunya niatnya. 54:51 Baik. Ee ini dari hamba Allah, Ustazah. 54:54 Asalamualaikum warahmatullahi 54:55 wabarakatuh, Ustazah. 54:56 Waalaikumsalam warahmatullahi 54:58 wabarakatuh. 54:59 Saya sedang kesal dengan saudara lalu 55:01 memilih untuk tidak menyapa bahkan 55:03 memblokir kontaknya agar hati tenang. 55:06 Saya pikir ini lebih baik daripada 55:07 bertengkar. Tapi saya dengar tidak 55:09 bertegur sapa lebih dari 3 hari itu dosa 55:12 besar. Ee bagaimana Ustazah agar kita 55:14 bisa menjaga tetap menjaga kesehatan 55:17 mental ustazah? 55:20 Itu salahnya apa sih? Masalahnya apa 55:21 sih? nih 55:23 enggak disebutin. Enggak disebutin. 55:25 Iya. Jadi memang ee butuh proses lama ya 55:30 keday tahanan mental keimanan ya. Bahwa 55:33 memaafkan tu kan lebih utama daripada 55:35 menuruti rasa sakit hati ya. Dan itu kan 55:38 enggak semua orang bisa melakukannya ya. 55:39 Jadi gini kita satu sisi dilarang untuk 55:41 memutuskan silaturahim ya apalagi sampai 55:44 diblokir ya. 55:46 Jadi gini aja ee kita lakukan ini karena 55:49 Allah bukan karena kita ee sakit hati 55:51 atau apapun kan kita maunya mendapatkan 55:53 cinta Allah, rida Allah. Jadi kalau kita 55:56 makanya dilihat masalahnya masalah apa 55:58 dulu nih masalah yang terkait dengan 56:00 akidah, akhlak atau apa gitu atau apa. 56:03 Jadi ya memang dibutuhkan 56:06 ee proses yang tadi sensitivitas 56:09 keimanan. Jadi untuk menghindari supaya 56:11 ini kan dampaknya ke kita juga kalau 56:13 kita memutuskan silaturahim kan ke kita 56:15 dampaknya doa kita enggak dikabulkan 56:18 rahmat Allah jauh gitu ya udah gitu 56:21 kalaupun kita enggak salah kan yang rugi 56:23 kita yang rugi kan kita yang yang 56:25 memblokir kan gitu ya jadi ee apa yang 56:28 harus kita lakukan jadi untuk 56:29 menghindari ee terputusnya silaturahim 56:33 enggak apa-apa tegur tapi tapi tapi 56:35 menjaga jarak boleh 56:37 jadi artinya jangan diblokir 56:39 Kalau misalnya ketemu kita negur, tapi 56:42 tidak cari cari-cara untuk bisa bertemu 56:44 gitu ya. Jadi kalau misalnya gini, kalau 56:47 kita lihat ee Rasulullah ya dengan 56:49 Wahsyi, Wahsyi itu kan yang membedah ee 56:52 Hamzah paman yang dicintai oleh 56:54 Rasulullah. Nah, kemudian Wahsyi masuk 56:56 Islam. Ya, Islamnya diterima oleh 56:58 Rasulullah tapi Rasulullah enggak mau 56:59 melihat wajahnya. Ya, sampai Wahsyi itu 57:02 apa? Apa pindah posisi ke tempat 57:06 Rasulullah memandang gitu ya. di depan 57:08 Rasulullah tidak melihat, lihat ke 57:09 samping, ke samping kayak gitu ya. Ya 57:11 Rasulullah, apa apakah engkau ee benci 57:13 padaku, marah padaku? Rasul mengatakan 57:15 tidak, tapi menjauhlah wajahmu dariku 57:17 karena aku setiap melihatmu tuh ingat 57:19 pamanku gitu. Jadi artinya tidak 57:22 memutuskan ya, tapi menjaga jarak tuh 57:26 boleh. Yang penting ee apa namanya? Kita 57:29 tidak memutuskannya. Jadi sekali lagi 57:32 memang untuk mencari karunia rahmat 57:35 Allah itu memang berat ya karena surga 57:36 itu mahal ya. Justru yang namanya 57:38 menyambung silaturahim itu adalah 57:40 mengembalikan ee apa ikatan ee 57:44 persaudaraan pada saat orang memutuskan. 57:47 Jadi dia tidak baik kepada kita, kita 57:49 justru baik kepada dia. Ya, dia enggak 57:50 negur kita, kita tegur dia. Itu luar 57:52 biasa itu. Tapi itu berat ya. 57:55 Jadi 3 hari itu memang betul ya batasan 57:57 boleh untuk tidak bertegur sapa. Kalau 58:00 sudah lebih dari 3 hari berarti sudah 58:02 memutuskan silaturahim. Yang rugi kita 58:05 doa kita tidak dikabulkan. Rahmat Allah, 58:07 kasih sayang Allah tidak dicucurkan 58:09 kepada kita. Ya Allah. Jadi rugi udah 58:12 kita sakit hati ya. Mungkin kita 58:13 dizalimi gitu ya. Wallahu alam ba. 58:17 Baik. Ee insyaallah ee terjawab ya hamb 58:19 Allah. Saya akan satu pertanyaan lagi 58:21 ustazah ya. ini dari Ibu Ibu Rini 58:25 Ustazah. Asalamualaikum warahmatullahi 58:26 wabarakatuh, Ustazah. 58:28 Waalaikum 58:28 Waalaikumsalam warahmatullahi 58:30 wabarakatuh. Ee Ustazah, wanita harus ee 58:33 tertutup auratnya terutama di luar 58:36 rumah. Tapi kalau di dalam rumah 58:38 misalnya Ustazah di depan mahram seperti 58:40 kakak ipar atau mertua laki-laki 58:42 berpakaian sangat santai atau kurang 58:45 menutup aurat dengan sempurna. Tapi 58:47 tidak terbuka sekali sih, Ustazah. Hanya 58:49 saja ee kerudungan, hanya kerudungan, 58:52 tidak ee tidak seperti pada saat keluar 58:54 rumah. Apakah ketidakpedulian terhadap 58:56 batasan aurat di dalam rumah termasuk 59:00 dosa kecil yang sering kami anggap remeh 59:02 namun berdampak besar? 59:05 Iya, betul. Jadi, kan ada hadis Nabi 59:08 sampai mengatakan alhamdu almaut. Ipar 59:11 itu seperti kematian ya, mauts. Jadi 59:13 artinya kan dimulai dari situ dulu. Maka 59:16 termasuk ee kakak ipar-ipar gitu ya, itu 59:20 adalah bukan mahram kita. Bukan mahram 59:23 ipar itu bukan mahram. Ipar itu 59:26 sebenarnya orang yang bisa kita nikahi 59:28 kalau kita sudah ee atau pasangan hidup 59:32 kita tuh sudah udah kita sudah bercerai 59:33 atau meninggal ya kan. Itu orang yang 59:35 boleh jadi ee mahramnya ee sementara aja 59:39 ya. Jadi tetap kita wajib menutup aurat 59:42 kita di hadapan ee ipar-ipar kita. E 59:45 jadi kalau kita itulah kalau sudah biasa 59:47 jadi sepele ya, Mbak ya, hanya 59:50 kerudungnya aja tapi tangannya enggak 59:51 ditutup, kakinya pakaiannya bertisnya 59:53 itu tetap enggak dibenarkan. Itu kan 59:55 juga akan kita pertanggungjawabkan ya. 59:59 Ya, kalau dasarnya panjang enggak 1:00:01 apa-apa, Mbak. Tangan panjang sampai ke 1:00:02 bawah. Iya, itu deh. Itu J 1:00:08 iya Mbak. Benar, Mbak. Ada orang yang 1:00:09 nutup anak kerudungnya 1:00:12 beli risol ke depan saya sampai Allahu 1:00:14 Akbar [tertawa] jadi begini ya 1:00:16 panjang ya. 1:00:17 Betul. Tapi daftar pendek. 1:00:19 Padahal kalau kita tahu ya kerudung itu 1:00:22 ee apa bukan jilbab kan yang 1:00:24 diperintahkan menutup aurat 1:00:26 ya. 1:00:27 Kalau jilbab itu kan ee apa yang 1:00:29 diperintahkan menutup ee aurat ya pakai 1:00:31 jilbab. Jilbab itu pakaian panjang dari 1:00:34 atas sampai ke bawah. Jadi kerudung 1:00:35 dan kerudung gitu ya. 1:00:37 Eh kerudung itu khimar ya. ee kerudung 1:00:39 aja. Jadi sekali lagi kitalah yang 1:00:41 bertanggung jawab di hadapan Allah ya ee 1:00:44 tentang aurat kita kan. Enggak maulah 1:00:46 kita tuh di apa tekor ya ee kebaikan 1:00:50 kita. Kemudian ada dosa. Nauzubillah 1:00:52 minzalik. Adapun mertua. Nah ini mertua 1:00:55 ini mahram kita walaupun kita sudah 1:01:00 bercerai dengan anaknya. 1:01:02 Jadi mertua itu statusnya tetap ee 1:01:04 mahram. Kita enggak bisa nikah dengan 1:01:06 mertua ya. Tapi tentu saja 1:01:08 pakaian-pakaian kita di hadapan mahram 1:01:12 itu tidak semuanya e you can see gitu. 1:01:15 Kamu bisa lihat enggak? Tetap ya. Jadi 1:01:16 kalau mertua tuh lihat rambut apa gitu 1:01:19 yang ujung-ujunglah pakaian di rumah 1:01:21 pakai ada itu tuh enggak enggak enggak 1:01:22 apa-apa ya. Artinya ee itu tetap ee 1:01:26 mertua kita. Walaupun kita sudah 1:01:28 berpisah dengan anaknya, tapi ipar 1:01:30 enggak bisa. Kan ada yang namanya naik 1:01:33 ranjang turun ranjang ya, Mbak 1:01:36 ya? bisa dinikahi. Itu kalau mertua tuh 1:01:38 tetap enggak bisa dinikahi. Bahkan para 1:01:39 ulama mengatakan, ya kalau kita sudah ee 1:01:43 terjadi ijab dan kabul dalam pernikahan 1:01:45 dengan anaknya kemudian dicerai gitu 1:01:48 boleh enggak diganti nama mertua gitu ya 1:01:52 kan belum hubungan. Itu para ulama ada 1:01:54 yang menyebutkan enggak bisa karena 1:01:55 sudah jadi mertua gitu. Wallahuam baw. 1:02:00 Baik. Eh, Ibu Rini insyaallah sudah 1:02:02 jelas tadi pemaparan Ustazah dan 1:02:05 pertanyaan Ibu Rini tadi menutup 1:02:07 pertanyaan pada sesi kali ini. 1:02:10 Insyaallah bermanfaat dan ee karena kita 1:02:13 sudah berada di penghujung waktu 1:02:14 nampaknya kita akan menutup perjumpaan 1:02:17 ini. Namun sebelum benar-benar kita 1:02:19 berpisah kita nantikan atau kita 1:02:21 dengarkan ee kesimpulan dari Ustazah 1:02:24 tafadul. saja. Pendengar yang dirahmati 1:02:26 Allah, kita saling mengingatkan bahwa 1:02:30 dalam kehidupan kita di muka bumi ini, 1:02:32 Allah telah berikan kita rambu-rambu, 1:02:34 panduan-panduannya dalam Al-Qur'an dan 1:02:36 sunah. Ada yang pelanggaran syariat itu 1:02:39 hukumnya dosa besar. Ada juga 1:02:42 pelanggaran syariat itu hukumnya dosa 1:02:44 kecil. Tapi ketika kita menganggap dosa 1:02:47 kecil itu adalah suatu hal yang biasa 1:02:49 karena kita meremehkannya, karena kita 1:02:52 menganggap itu adalah dosa kecil, karena 1:02:54 kita melakukannya melanggar ee dengan 1:02:57 diulang-ulang, tidak bertobat, maka dosa 1:02:59 kecil itu bisa menghancurkan kita. 1:03:02 Karena terus dosa kecil-dosa kecil 1:03:04 menjadi ee besar sehingga menutupi hati 1:03:06 kita sehingga menghilangkan rasa takut 1:03:08 kepada Allah sehingga kita menganggap 1:03:10 itu adalah hal yang sepele sehingga kita 1:03:13 terbiasa melakukan dosa-dosa kecil. Oleh 1:03:16 karena itu, benar apa yang telah ee 1:03:19 Rasulullah sampaikan kepada ibunda 1:03:20 Aisyah yang menjadi panduan kita yaitu 1:03:24 iyaki wafqatun 1:03:27 laha minallahi thiban. Ee ini adalah 1:03:31 panduan perintah Rasulullah kepada 1:03:33 ibunda Aisyah yang juga untuk kita 1:03:35 jauhilah dosa-dosa yang dianggap kecil 1:03:38 karena dosa itu akan dituntut oleh 1:03:40 Allah. Karena semua apa yang kita 1:03:41 lakukan di muka bumi ini akan kita 1:03:44 hadapi nanti di yaumul hisab akan 1:03:46 diminta pertanggungjawaban di hadapan 1:03:48 Allah. Aulu qi h astagfirullahi wakum. 1:03:51 Asalamualaikum warahmatullahi 1:03:52 wabarakatuh. 1:03:53 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:03:56 wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat, 1:03:58 nampaknya mulai hari ini kita tidak 1:04:00 boleh lagi menyepelekan dosa, baik itu 1:04:02 kecil apalagi yang besar. Karena harapan 1:04:05 kita, kita dapat meraih rida Allah dan 1:04:08 kita dapat kembali dalam keadaan husnul 1:04:10 khatimah. Baik, yang bertugas pada hari 1:04:12 ini saya Karolin didampingi Ondi juga 1:04:15 Adit. Adit betul kan ya? Dan ada Algi di 1:04:18 Mixer Radio. Di bawah kami mengucapkan 1:04:21 terima kasih atas pertanyaan yang masuk 1:04:23 ke redaksi ee Rasil. Insyaallah sudah 1:04:26 dibahas semua oleh ustazah dan kami juga 1:04:28 minta maaf apabila ada tadi ada sedikit 1:04:30 ketidaknyamanan kesalahan teknis namun 1:04:32 mudah-mudahan tidak mengurangi 1:04:33 kehidmatan kita dalam mengikuti kajian 1:04:36 kami tutup dengan doa kafaratul majalid 1:04:38 subhanakallah wabihamdika ashadu alla 1:04:41 illa anta astagfiruka waubu ilaik 1:04:43 wabillahi taufik walhidayah 1:04:45 wasalamualaikum warahmatullahi 1:04:47 wabarakatuh 1:04:49 waalaikumsalam warahmatullahi 1:04:51 wabarakatuh 1:04:51 terima kasih ustazah