Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil alamin. Allahumma sholli ala
- sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina
- Muhammad. Ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Apa kabar para pendengar
- rasil yang saat ini berada di rumah
- maupun sedang di jalan? Mudah-mudahan
- dalam keadaan sehat walafiat.
- Alhamdulillah pada siang hari ini
- seperti biasa hari Jumat siang kami
- hadir di ruang dengar Ikhwan dan Akhwat
- dengan kajian fikih wanita bersama guru
- kita Ustazah Herlini Amran. Mari kita
- sapa terlebih dahulu beliau di seberang
- sana. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Apa kabar Ustazah? Sehat.
- Alhamdulillah luar biasa. Tetap
- semangat. Allahu Akbar.
- Masya. Allahu Akbar. Masyaallah. Dan
- yang saat ini mungkinnya Ustazah kita
- doakan ee sedang berjuang menyuarakan ee
- aspirasinya di jalan dalam keadaan sehat
- ya, Ustazah juga ya. Karena
- betul mudah-mudahan semua niat baik,
- tujuannya juga dengan cara yang baik.
- Mudah-mudahan Allah berikan keberkahan
- dan dipenuhilah semua keinginan yang
- baik-baik itu ya, Mbak ya. Amin ya
- rabbal amin ya Allah. Dan tadi di off
- air ustazah sudah menyampaikan tema kita
- pada siang hari ini yaitu dosa kecil
- yang menghancurkan. Tafadol ustazah
- langsung dimulai aja. Makasih Mbak Olin.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan yfi
- niamah wauki mazidah. Ya rabbana lakal
- hamdu bil iman. Ya rabbana lakal hamdu
- bil islam. Yaana lakal hamdu bil quran.
- Lakal hamdu bilal ahli muah.
- Allah wasallid
- Muhammadin waa alihi wa asabi ajm.
- Ibu-ibu semua pendengar Rasil yang saat
- ini bersama kita. Mudah-mudahan Allah
- selalu memberikan kita keridaannya ya,
- menyertai keberkahan dalam setiap ee
- gerak-gerik aktivitas kita.
- Mudah-mudahan kita termasuk
- hamba-hambnya yang dicintainya
- insyaallah. Amin ya rabbal alamin. Yang
- yang sedang sakit semoga Allah berikan
- kesembuhan. Yang Allah berikan ujian
- cobaan semoga tetap bersabar dan Allah
- berikan ee pahala yang berlipat.
- Insyaallah hari ini kita membahas tema
- yang sehari-hari kita alami barangkali
- ya barangkali juga telah kita lakukan
- tanpa kita sadari. ee majelis bina
- numukmin saah. Kita duduk sejenak, kita
- beriman sesaat. Mudah-mudahan dengan
- saling mengingatkan ini kita terhindar
- dari semua bentuk salah dan khilaf.
- Pembahasan kita kali ini adalah tentang
- dosa kecil yang menghancurkan.
- Dalam kehidupan sehari-hari barangkali
- ee tanpa kita sadari kita telah
- melakukan ee perbuatan-perbuatan dosa
- yang walaupun kecil dianggap sepele dan
- remeh barangkali ya, tapi ini sangat ee
- bisa berpeluang untuk menghancurkan.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- pernah ee bersabda ya memberikan arahan
- kepada istri beliau yang tercinta,
- ibunda Aisyah radhiallahu anha. Jadi
- beliau ee mengingatkan ibunda Aisyah
- radhiallahu anha itu adalah ee
- mengingatkan kita semua. Jadi sabda
- beliau kepada Ibunda Aisyah dengan
- kalimat yang sangat jelas dan tegas. Ya
- Aisyah iyaki waqunub
- ya Aisyah langsung disebut nama ya
- Aisyah iaki waqunubha
- minallah thiban wahai Aisyah jauhilah
- dosa-dosa yang dianggap kecil ya karena
- dosa itu akan dituntut oleh Allah. Jadi
- ee Rasulullah dalam ee perkataan sabda
- beliau itu, "Wahai Aisyah, ijaki,
- jauhilah." Jadi jangan sampai lakukan
- muhtaqunub.
- Jadi muhtarat itu eh iftaqaro ya itu eh
- kalau dunub itu kan dosa itu adalah
- sesuatu yang dianggap remeh, sesuatu
- yang dianggap kecil, sesuatu yang
- dianggap ee tidak penting, sesuatu yang
- sepele. Nah, Rasulullah memberikan
- arahan kepada ibunda Aisyah, jauhilah
- dosa-dosa yang yang sepele itu, yang
- dianggap kecil itu. dosa-dosa yang
- mungkin bagi manusia tuh ringan. Tapi
- pada pada ee di sisi Allah bisa jadi itu
- tidak ringan. Karena sehari-hari kan
- kita menganggap yang kecil-kecil, dosa
- kecil itu sebagai yah biasa aja bohong
- dikit enggak apa-apalah ya cuman enggak
- ya ini gibah juga begini aja ya
- barangkali begitu ya. Tapi di sini
- Rasulullah menyebutkan fainna laha
- minallahi thiban. Karena dosa itu akan
- dituntut oleh Allah. Jadi setiap apapun
- yang kita lakukan itu akan diminta
- pertanggungjawaban di hadapan Allah.
- Jadi ini luar biasa ya bagaimana ee
- Rasulullah mengingatkan ee istri beliau
- yang tercinta, Ibunda Aisyah itu dalam
- rangka beliau nanti akan menyampaikan
- kepada ee umatnya. Karena ini kan
- perempuan ya, perempuan itu ee lisannya
- terutama itu kadang-kadang tanpa
- disadari mengeluarkan kata-kata yang
- sebenarnya itu adalah dosa. Ya memang
- dosa kecil itu ee tidak seberat
- maksudnya tuh ee sanksinya tidak seberat
- dosa besar atau kabair. Kalau kabair itu
- kan ee kalau dosa kecil itu kan sagir
- ya. Kalau kabair itu kan ee memiliki
- ancaman hukuman yang jelas itu di
- Al-Qur'an, di hadis Nabi itu ya ada
- sanksinya disebutkan ee hukumannya
- misalnya tentang syirik itu hukumannya
- apa? Membunuh, berzina, mencuri, itu tuh
- dosa-dosa kabair. Nah, kalau dosa-dosa
- kecil saghair itu ee perbuatan yang
- tidak langsung mendapatkan ancaman hukum
- berat. Tapi jika terus-menerus dilakukan
- tanpa ee menyadari itu adalah dosa, itu
- bisa jadi besar dosa tersebut. Ya,
- makanya muhtaqarat itu yang dianggap
- sepele, dianggap remeh ya. Ee justru
- banyak orang yang terjatuh bukan karena
- dosa besar tapi karena dosa kecil yang
- dianggap enteng, yang disepelekan. Jadi
- mulainya suatu bahaya kehancuran dalam
- hidup manusia itu dimulai dari melakukan
- perbuatan-perbuatan yang dianggap
- sepelik ya, yang diremehkan yang mungkin
- dianggap enggak ada ya enggak enggak
- apa-apalah. Jadi tidak ada rasa bersalah
- sehingga tidak ada tobat karena merasa
- enggak bersalah atau mungkin karena
- dianggap sepele ee remeh akhirnya
- dilakukan terus berulang-ulang. Jadi
- sedikit-sedikit kan jadi banyak
- lama-lama kan menumpuk. Makanya
- Rasulullah menyebutkan
- dosa kecil itu tuh akan berkumpul akan
- banyak ya jadi banyak itu pada seseorang
- tuh akan membinasakannya akan
- menghancurkannya apalagi enggak ada
- tobat. Makanya Rasulullah mewanti-wanti
- Bunda Aisyah ya Aisyah iyaki wqunubah
- minallah thiban. Nah, jadi ini ee suatu
- peringatan buat kita ya sebagai ee umat
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan
- ibunda Aisyah ini adalah ummul mukminin,
- ibunya orang-orang beriman itu
- Rasulullah memberikan ee langsung ya ee
- apa larangannya untuk
- menjauhi dosa-dosa kecil karena dosa
- kecil itu bisa menghancurkan dan bisa
- berbahaya ya. Karena ya contohnya gini
- deh yang mungkin yang banyak orang-orang
- yang misalnya dari berzina tuh kan
- enggak langsung berzina kan. Mana ada
- orang ketemu senang gitu atau teman lama
- itu ya ketemu zinah yuk. Mana ada yang
- begitu. Itu kan dimulai dari pandangan.
- Saling memandang kan dianggap sepele ya
- dianggap ringan. Nah ini pandangan
- enggak dijaga terus-menerus menatap
- terus terus tiap hari ketemu terus terus
- lama-lama lama-lama kan jadi dosa besar.
- Makanya dosa kecil itu dilakukan tanpa
- disadari lama-lama jadi menumpuk. Ya,
- ibarat debu ya itu lama-lama bisa
- menutupi ee apa kalau kalau dosa itu kan
- menutupi hati ya. Lama-lama tertutup
- hatinya. Jadi hilang rasa takut kepada
- Allah karena sudah tidak malu lagi.
- Karena dianggap sepele, karena dianggap
- biasa. Ya, jadi ini adalah pintu dosa
- besar dari dosa-dosa kecil tersebut ya.
- karena dianggap dosa terbiasa ya, dosa
- kecil yang terbiasa jadi dosa besar.
- Nah, ini ee fenomena yang ada saat ini
- itu ee menganggap dosa kecil tuh ringan
- ya. Contoh misalnya gibah ngomongin
- orang kayaknya biasa aja deh saat ini.
- Dianggap ee itu udah sehari-hari rasanya
- kalau enggak ngomongin orang hidup tuh
- enggak enggak tenang gitu ya. Dia anggap
- biasa. Bahkan mendengarkan gibah juga
- biasa gitu ya atau bohong, dusta kecil.
- Bahkan sampai pakai alasan tuh misalnya
- kalau ada orang tua yang membohongi
- anaknya walaupun hal sepelek misalnya
- dianggap alah kan demi kebaikan sudah
- enggak apa-apalah kecil ini kan enggak
- enggak maksudnya begitu. Padahal
- Rasulullah tuh melarang ya itu dimulai
- orang beriman tuh enggak mungkin dusta
- ya. Rasul tuh kan melarang ibu seorang
- ibu di masa Nabi itu yang ingin
- memberikan sesuatu kepada anaknya itu
- untuk membohonginya. Sampai Rasul tanya,
- "Mana yang mau dikasih tadi Bu?" Kan ada
- ibu manggil anaknya. "Ya, Nak, sini nak.
- Ibu mau ngasih kamu nih kurma. Rasul
- datangin, "Mana kurmanya?" Benar enggak
- dikasih gitu? Jadi, dusta kecil itu
- kalau menjadi kebiasaan dianggap ringan
- itu lama-lama menjadi pendusta beneran.
- Ya. Ya. Jadi intinya termasuk pandangan
- ya, pandangan yang tidak dijaga ya. Jadi
- kalau kita buatkan ee analoginya
- misalnya ya ee api yang membesar
- kebakaran itu kan tidak tiba-tiba
- langsung besar kan. Itu kan dimulai dari
- api kecil. Api kecil yang dibiarkan yang
- tidak segera dipadamkan itu lama-lama
- bisa jadi kebakaran besar. Jadi
- kebakaran besar tuh dimulai dari yang
- kecil ya seperti misalnya ee tetesan air
- itu justru dahsyat akibatnya itu bisa
- melubangi batu. Kalau terus-menerus
- ditetesi itu bukan air yang deras kan
- ya. Kalau airnya deras batunya menjadi
- batu karang jadi kokoh kuat dia. Tapi
- ketika ditetesi air terus-menerus itu
- timbullah lubang itu lama-lama hancur.
- Jadi sesuatu yang besar itu dimulai dari
- yang kecil ya. Jadi ee dosa-dosa kecil
- itu bisa menghitamkan hati ya. hati itu
- kan ee yang awalnya lembut kemudian
- terbiasa melakukan hal-hal yang kecil
- terus-menerus akhirnya jadi keras
- akhirnya sulit menerima nasihat ya
- misalnya pada saat kita lagi ngomongin
- orang jelekit dia eh kita ngomongin
- orang loh janganlah itu bodoh alah
- enggak apa-apalah dia meang begitu nah
- akhirnya kan keterusan sehingga
- menghilangkan rasa takut kita kepada
- Allah dan membuka peluang pintu dosa
- besar lama-lama kan jadi nuduh lama-lama
- akhirnya ee apa contoh misalnya gini ya,
- kita tidak ee cocok atau mungkin ada
- masalah dengan salah seorang teman kita
- yang berasal dari daerah A misalnya ya.
- Ini kadang-kadang kita tuh menjalisir
- orang gitu ya. Ee karakter dari suku ini
- misalnya ya, apakah suku Betawi, Sunda,
- ee Minang atau Jawa lah gitu ya. Padahal
- kita enggak cocok hanya dengan satu
- orang saja. Tapi ketika tidak kita
- waspadai ee ngomongin orang gibah ini,
- itu lama-lama satu sukunya jelek semua.
- Iya. Tuh memang tuh dasar suku itu
- begitu tuh. Padahal kan enggak semuanya
- begitu. Nah, jadi membuka pintu dosa
- besar yang awalnya kecil lama-lama
- menjadi besar. Ya, itulah menyebabkan
- menghilangkan keberkahan hidup. Makanya
- Imam Ibnu Qayyim itu mengatakan, "Jangan
- melihat kecilnya dosa, kata beliau, tapi
- lihat kepada siapa engkau bermaksiat."
- Ya, jadi kalau kita ee apa namanya? Ee
- tidak mengikuti perintah Allah tuh bukan
- masa besar kecilnya ketaatan tapi kan
- yang dilihat kan kepada siapa kita
- bermaksiat ya. Jadi ee
- itulah dosa ya. Kalau misalnya dosa
- kecil itu bisa dihilangkan insyaallah ya
- dengan istigfar. La kabir maal istigfar
- wir
- maal israr. Tidak ada dosa besar jika
- dihapus dengan istigfar dan tidak ada
- dosa kecil jika dilakukan tidak
- terus-menerus. Jadi dosa kecil itu
- jangan terus-menerus dilakukan. Nah
- itulah dosa ya. Dosa besar itu bisa
- tobat kita ya ee tidak diikuti lagi
- dengan dosa yang lain ya. Begitu juga
- dosa-dosa kecil jangan terus-menerus
- dilakukan itu juga nanti akan menjadi
- dosa besar. Jadi jangan menganggap remeh
- dosa ya. Karena seorang hamba yang
- menganggap ee besar ee meremehkan suatu
- dosa itu nanti dia akan melakukan ee
- jadi artinya gini ee seorang hamba
- menganggap besar suatu dosa maka dosa
- itu akan kecil di sisi Allah. Sedangkan
- jika seorang hamba menganggap kecil e
- suatu dosa maka dosa itu akan dianggap
- besar di sisi Allah. Jadi artinya kita
- tidak boleh ee mengecilkan suatu dosa
- karena kita berarti menyepelekan ee hak
- Allah yang telah melarang kita untuk
- melakukannya. Ya. Jadi jangan nganggap
- remeh dosa ya. Jadi ini ee karena dosa
- itu bisa menghancurkan. Jadi kalau kita
- ee contohkan misalnya dalam kehidupan
- sehari-hari ya misalnya ee dalam apa
- namanya ee
- dalam kehidupan sehari-hari kita yang
- biasa kita misalnya dari dosa kecil
- bentuknya itu ya dosa lisan. Lisan itu
- kan lidah itu kan tidak bertulang ya.
- Itu gampang banget deh kita ngeluarkan
- kata-kata terserah di mana ee kondisi
- hati kita ya. kadang-kadang ngomongin
- orang gitu ya, kadang-kadang nyeletuk
- aja tuh, kadang-kadang maki,
- kadang-kadang bohong gitu ya,
- kadang-kadang mengeluh berlebihan. Jadi
- artinya ee dosa-dosa yang kita lakukan
- ini yang dibuat diperbuat oleh ee lisan
- kita itu bisa jadi ee berbahaya walaupun
- dosa kecil itu bisa menghancurkan ya
- kibah ngomongin orang udah enggak kenal
- orangnya disebut-sebut juga itu
- terus-menerus itu kan jadi kita
- mentransfer pahala kita untuk orang
- tersebut ya atau misalnya bohong ya apa
- dusta kecil ya bohonglah ngebohongin
- anak gitu ya itu kan juga dosa kecil ya.
- Atau misalnya berlebih-lebihan dalam ee
- bercanda. Kan kan kita bercanda tuh kan
- boleh tapi jangan berlebihan. Berlebihan
- di sini maksudnya bercanda sampai bohong
- ya. Berbohong ee misalnya ditanya ee
- dari asal mana sebutnya asal yang asal
- daerah lain. Padahal bukan. Itu kan
- bohong. Padahal biasa kan dalam
- kehidupan sehari-hari. Nah, itu juga
- bagian dari ee yang paling banyak
- dilakukan dan itu sangat berbahaya
- ketika kita terbiasa berbohong,
- berdusta. dengan hal-hal yang kecil itu
- suatu saat nanti akan terbiasa berdusta
- dengan yang lebih berat lagi. Atau
- misalnya mengolok-olok ya,
- mengolok-olok,
- meremehkan, mencela, menyindir. Ya, bisa
- jadi pada saat kita menyindir orang
- dengan kesalahannya, kita merasa diri
- kita itu sudah bersih, suci, benar,
- enggak pernah salah. Kita menyindir
- orang karena dia tuh kita anggap salah.
- Berarti ini ada rasa di hati kita.
- seakan-akan kita adalah orang yang orang
- yang baik, orang yang bersih hatinya,
- orang yang ee itu kan sombong. Nah,
- inilah yang terjadi apabila kita
- membiasakan dosa-dosa kecil yang kita
- anggap ee tidak ada apa-apanya. Makanya
- Rasulullah eh iyaki wa muftaqarati
- dunub. Jangan ee jauhilah dosa-dosa yang
- dianggap kecil itu diusahakan semaksimal
- mungkin menjaga lisan ya, tidak
- membentak ya berkata kasar itu kan lisan
- ya. Ya Allah. Apalagi seorang anak ya
- walaupun bercanda tapi terhadap orang
- tuanya dengan membentak saja itu sudah
- durhaka. Nah itu itu dosa yang paling
- berbahaya ya lama-lama kan. Jadi tidak
- menghargai orang tua atau sebaliknya ya.
- Atau misalnya dalam lisan ini yang
- dianggap ringan, dosa yang dianggap
- ringan misalnya ee mengeluh
- berlebih-lebihan ya mengeluh. Padahal
- sih enggak maksud hatinya itu menyesali
- takdir, tapi lisannya itu mengeluarkan
- kata-kata yang sebenarnya itu adalah
- dosa. Walaupun mungkin dianggapnya
- sepele ya, misalnya malangnya nasib saya
- kok beg-ini amat ya bertahun-tahun
- begini menderita lah kayak kayak begitu
- kan. Walaupun tidak ada niat di hatinya
- untuk menyesali takdir, tapi lisannya
- berkata seperti dia itu menyesali
- takdir. Nasibku Malang dapat suami model
- begini. Aduh takdir jelek amat kayak
- gitu ya. Mengucapkan hal kata-kata yang
- seperti itu yang seperti menyesali
- takdir ini kan lisan itu kan akan di kan
- ada catatannya. Ma yalfidu minlin illa
- ladaiqibun atid. Setiap ucapan kan
- dicatat tuh padahal bercanda. Enggak ada
- bercanda dalam hal-hal apapun ya.
- kemudian ee membicarakan hal-hal yang
- tidak bermanfaat, yang sia-sia gitu ya.
- Ngomongin ah pokoknya itu lisan ya.
- Lama-lama kan jadi akhirnya ngomongin
- orang dan segala macam mengucapkan
- kata-kata kasar, menghina ya. Ee saya
- pernah sampaikan dulu ya, bagaimana Ibnu
- Sirin itu ketika beliau mendapatkan
- ujian ya ee apa ee kekayaannya itu
- bangkrut habis semua hartanya habis ya
- bangkrut sampai orang-orang mengatakan
- ha habis semua sudah bangkrut kamu gitu
- ya. Terus beliau mengatakan, "Ya, dia
- beliau mengevaluasi diri ya kananya nama
- namanya ulama ya. Beliau kan ahli takwil
- mimpi. Inilah dosen yang kul lakukan 40
- tahun yang lalu karena aku pernah
- mengolok-olok orang dengan sebutan he
- miskin gitu ya." Jadi lisannya jadi
- orang-orang alim dulu itu beliau kalau
- ee berbicara dengan siapapun beliau tuh
- ingat apa yang beliau ucapkan. Jadi
- ketika beliau menyadari bahwa dia
- diberikan balasan oleh Allah atas ucapan
- terhadap orang lain, beliau langsung
- evaluasi. Inilah ee Allah berikan aku ee
- balasan terhadap apa yang aku katakan
- kepada orang dulu. Padahal 40 tahun yang
- lalu. Jadi dia ngomong sama orang lain
- itu 40 tahun yang lalu, namanya masih
- muda gitu. Eh miskin gitu ya. Ee
- akhirnya hartanya bangkrut ya. Itu ini
- akibat. Jadi mereka itu memahami ini
- adalah akibat dari apa yang aku lakukan
- dulu. Lisan yang tidak terjaga. Nah,
- apalagi kita ya Allah ini mengucapkan
- kata-kata kasar, membentak, menghina,
- atau mengeluh berlebih-lebihan,
- mengucapkan hal yang sia-sia, ee
- membicarakan hal yang tidak bermanfaat,
- menyesali takdir, apa menyesali nasib.
- Nasib nasib sudah 60 tahun begini aja
- gitu ya. Ini hati-hati nih Ilisan. Jadi
- sering dianggap kecil. sering dianggap
- sepele, tapi kalau terus-menerus itu
- cepat menumpuk jadi dosa besar itu ya
- akhirnya hatinya jadi keras. Artinya
- hatinya tuh sulit untuk menerima ee
- nasihat-nasihat ya. Jadi ee itu dari
- dari lisan ya, dosa yang dianggap kecil
- dari lisan. Kemudian dari pandangan.
- Dosa pandangan yang dianggap sepele,
- yang diremehkan, dianggap kecil itu di
- antaranya adalah melihat aurat yang
- tidak halal. Masyaallah.
- melihat konten yang tidak pantas ya,
- melihat film, video atau apapun ee
- bentuknya di media sosial atau di mana
- pun ya yang nauzubillah menampilkan
- aurat itu sudah biasa aja. Misalnya ada
- adegan-adegan yang porno atau apalah
- gitu yang memperlihatkan aurat karena
- sudah terbiasa melihat ngelihat eh
- begini aja sih enggak seru ah gitu. Itu
- menunjukkan hati hati kita sudah keras.
- Tapi ketika kita menyadari bahwa harus
- menjaga pandangan terus melihat aurat
- orang yang astagfirullahalazim ya. Kalau
- dalam surat ee Annur ayat 30 untuk
- laki-laki, 31 untuk perempuan kan
- diperintahkan menunduk pandangan,
- menjaga pandangan ya. Ellil mukminin
- yagudu min absorhim. Katakan kepada
- laki-laki beriman, jaga pandangan. Kalau
- yang 31 untuk perempuan mukminat itu ya
- jagalah pandangan. Nah, kalau lagi
- megang HP atau misalnya itu nunduk
- pandangannya gimana tuh? ya enggak
- ngematiin nunduk pandangannya tuh matiin
- kali apa gimana atau dilihat juga
- ditonton juga sambil istigfar gitu ya
- astagfirullahalazim
- ya itu ee pandangan jadi ee menatap
- lawan jenis dengan syahwat itu ya atau
- scrolling tanpa kontrol sampai
- mengkonsumsi sampai menikmati ini masuk
- bagian dari zinah mata apalagi sampai
- terjadi ee perbuatan-perbuatan yang
- tidak baik kan munculnya perbuatan
- perbuatan maksiat, dosa-dosa besar kan
- dari pandangan. Kenapa sampai dia
- nauzubillah minzalik terjadi
- penyimpangan seksual, kus ngajak orang
- nonton segala macam itu kan nauzubillah
- dari pandangan. Nah, itu dosa kecil yang
- dianggap sepele akhirnya melahirkan
- dosa-dosa besar kalau tidak segera
- ditaubati, tidak disadari, ya tidak
- tidak segera menyadari. Nah, nah itulah
- nasihat Nabi kepada Ibunda Aisyah dan
- buat kita semua. Iakiub
- jauhilah dosa-dosa yang dianggap kecil.
- Faha minallah thiban. Karena itu dosa
- itu akan dituntut oleh Allah. Nah, itu
- dosa pandangan contohnya ya. Kemudian
- dosa hati.
- Kalau dosa hati itu kan tidak terlihat
- ya ee ya namanya di hati ya orang juga
- enggak tahu ya itu di hati kita. Tapi
- itu sebenarnya berat dan besar. Makanya
- ee Dr. Yusuf Qardowi itu mengatakan
- bahwa dosa yang dilakukan oleh hati itu
- jauh lebih besar dosanya daripada dosa
- yang dilakukan oleh anggota tubuh. Ya,
- maksudnya lisannya atau pandangan itu
- hati. Nah, contohnya apa? Misalnya ee
- dosa hati yang terlihatnya itu sepele
- tapi sebenarnya itu ee berat ya. itu
- misalnya dengki,
- dengki
- ee tidak menyukai keberhasilan orang iri
- hati itu ya atau suuzon itu sampai Allah
- menurunkan larangan untuk melakukan ee
- untuk apa ee dosa-dosa ini ya, dosa-dosa
- ee gibah, dosa meremehkan ee sukhriah
- tuh ya, merendahkan, mengolok-olok ee
- mencari-cari kesalahan ee buruk sangka
- suudon itu sampai menurunkan kan
- wahyunya dalam surat Al-Hujurat itu ya
- di ayat 11 dan 12 itu saking
- berbahayanya karena itu kan di hati rasa
- ee apa dengki itu kan di hati yang nanti
- bisa di kalau tidak di segera
- dihilangkan itu akan melahirkan
- tindakan-tindakan ee yang berbahaya itu
- kan dimulai dari hati dulu dari dalam
- diri ya dengki buruk sangka terus riya
- itu kan di hati semua ujub itu kan itu
- kan dosa-dosa yang dilakukan di dalam
- tubuh kita ya bangga
- terus takabur ya, sombong ya, dendam ee
- terus menyepelekan rasa menyepelekan
- nganggap alah dia sih enggak ada apa-apa
- enggak enggak level. Itu kan semuanya di
- hati. Walaupun mungkin ee anggota
- tubuhnya tidak memperlihatkan ee kotoran
- hatinya itu, tapi ini sering tidak
- disadari sebagai dosa. Ya Allah itu ya.
- Makanya dalam hadis itu kan yaal jannah
- manbihi itu ya enggak akan masuk surga
- orang yang ada di dalam hatinyaatan
- minal kibr ya seberat biji sawi rasa
- rasa sombong ya kan kadang-kadang kita
- kan enggak ngomongin apa enggak enggak
- mengucapkan kata-kata meremehkan orang
- tapi dalam hati sudah menghina alah dia
- cuman cleaning service aja cuman OB aja
- lah enggak ada apa-apanya itu kan
- penyakit hati itu yang dianggap sepele
- kan tapi itu ternyata berbahaya Iya.
- Nah, kalau dalam hal ibadah misalnya ya
- ee dosa-dosa yang dianggap kecil
- meremehkan dosa itu ya enggak
- meninggalkan sih misalnya
- menunda salat tanpa uzur. Kita tahu
- salat itu adalah kewajiban yang sudah
- ditentukan waktunya. Inata alal
- mukminina kitab maqu salat itu sudah ee
- bagi orang beriman itu memiliki waktu
- yang sudah ditentukan. Kita tahu sudah
- masuk azan. Kita tahu kita enggak ada
- uzur. Uzur itu kendala yang syari ya,
- yang tidak bisa kita hindari ya.
- Misalnya sakit perut sampai apa namanya
- tuh bolak-balik kamar mandi jadi enggak
- bisa salat di awal waktu ya sakit atau
- apa. Itu kan uzur ya atau di kendaraan
- enggak mungkin segera dilaksana
- dilaksanakan lah. Kita masih di rumah
- enggak ngapa-ngapain. [berdehem]
- Cuman pegang HP doang lagi nonton lagi
- apa atau kelamaan apalah gitu ya ngobrol
- apa segala macam. enggak, enggak dalam
- kerja atau dalam ee kondisi-kondisi yang
- memang genting apa rapat dan segala
- macam ya, tapi sengaja mengundur-undur
- ya, sengaja menundak salat sampai
- waktunya tuh sudah ya itu contoh ya,
- bagaimana menyepelekan,
- menganggap sepele lah entar juga di
- entar juga begini. Nah, ini juga bagian
- dari dosa kecil ya ee tidak meninggalkan
- tapi meremehkan.
- Padahal Allah kan sudah memanggil dalam
- azan yang kita dengar muazin kan. Hayya
- alas shah hayya alal falah. Itu kan
- panggilan cinta Allah kepada
- hamba-hambanya. Yuk salat yuk menuju
- kemenangan. Lah kita duduk lagi ngobrol
- enggak ngapa-ngapain ya. Nah ini menunda
- salat ini tanpa uzur itu merupakan ee
- peremehan kita terhadap kewajiban.
- Khawatir itu nanti jadi dosa ya. Atau
- misalnya salatnya terburu-buru ya.
- Karena apa? Karena ee ya apa namanya?
- Terserah deh karena apanya lah urusan
- dunia ya. Kadang-kadang kan kita lebih
- ee tanpa sadari mementingkan urusan
- dunia daripada urusan kewajiban kita
- kepada Allah ya. Karena salat itu kan
- awalu yuha abdu yaumalqiamah kan. Awal
- yang pertama yang dihisab oleh Allah itu
- kan salat. Nah, itu kadang-kadang
- terburu-buru. Saking terburu-burunya itu
- bacaannya entah apa enggak enggak enggak
- apalah pokoknya cepat-cepat ya. ee itu
- bisa jadi ya bagian dari meremehkan
- salat itu bisa jadi dosa. Apalagi
- salatnya tidak tidak ada sedikit pun
- asar ya artinya ee bekasnya dari ee
- perilaku kita istilahnya itu masih terus
- STMJ ya salat terus siap jalan ya. Jadi
- salatnya rutin lima waktu enggak
- ditinggalkan, tapi masih juga ee
- memfitnah, masih juga ee menghina, masih
- juga bohong, masih juga adu domba, masih
- juga. Nah, itu padahal salat itu
- fungsinya itu adalah innata tanha anil
- fahsya wal munkar. Salat itu pencegah
- dari perbuatan keji dan mungkar. Jadi,
- tidak khusyuk, lalai. Nah, itu contohnya
- ya. bagaimana ee dalam ibadah
- kadang-kadang tanpa disadari kita
- meremehkannya atau misalnya ya jarang
- baca Al-Qur'an
- ya pengin sih mau baca Al-Qur'an tapi
- penginnya aja tapi kalau lagi baca
- novel, baca drama atau nonton apa bisa
- berjam-jam gitu ya. Jadi akhirnya ee
- lama-lama kita terbiasa untuk ee
- melakukan perbuatan-perbuatan yang
- mubah. yang akhirnya bisa jadi ee yang
- mubah bisa jadi dosa ya. Akhirnya
- biasanya kan dalam hati itu enggak boleh
- ada enggak mungkin ada dua ya. Antara
- keimanan dengan maksiat itu enggak
- mungkin ada dalam hati kita. Pasti ada
- yang dikalahkan [berdehem] ya. Nah, itu
- contoh ya bagaimana ee tanpa kita sadari
- dalam ibadah pun kita kadang-kadang
- meremehkannya. Makanya [berdehem] Rasul
- menasihati ibunda Aisyah iyaki
- waqatunubnaha
- minallahi thiban. Ya, ee itu tanda
- lemahnya iman. Menganggap ee dosa-dosa
- itu dosa kecil itu ee apa namanya?
- Enggak enggak dianggap besar ya,
- dianggap kecil ya. Atau misalnya di
- dalam banyak hal-hal yang tanpa kita
- sadari ya. Maka kita saling mengingatkan
- pada siang hari ini dengan ee sabda Nabi
- kepada ibunda Aisyah juga kepada kita
- semua. Jauhilah dosa-dosa yang dianggap
- kecil karena dosa itu akan dituntut oleh
- Allah. Atau dalam keseharian misalnya ya
- berkata kasar. Emang enggak dosa berkata
- kasar ya. Kalau menyakiti hati orang kan
- itu jadi dosa. Apalagi berkata kasar
- terhadap orang yang wajib kita hormati.
- Anak terhadap orang tua ngomongnya
- bentak-bentak. Nada suaranya besar kasar
- tinggi nadanya. Kalimatnya menyakitin.
- Itu kan sedih sedih orang tua. Itu kan
- juga bagian. Bahkan itu bukan lagi dosa
- kecil, dosa besar. Atau kepada pasangan
- hidup bentak-bentak gitu. Alah ini kan
- istri, ini istri ini kan lah ini enggak
- bisa juga kalau hatinya itu sakit gitu
- ya. Ini kan efeknya ke mana-mana ya atau
- membentak anak juga tidak dibenarkan ya
- kalau itu ee bagian dari ee tanggung
- jawab ya. Ya, kenapa sih enggak
- baik-baik aja gitu ngomongnya? Kenapa
- sih harus bentak-bentak? Ya, jadi
- artinya kan siapa yang menanam dia yang
- menuai. Kita kan pengin anak kita bakti
- sama orang tua kan. Kalau pengin bakti
- sama orang tua ya orang tua kasih contoh
- dong gitu ya. Nah, sekarang anaknya itu
- dapat ee pelajaran contoh kasar ya,
- bagaimana dia bisa menghargai orang
- tuanya sementara orang tuanya tidak
- memberikan contoh dengan ee baik gitu
- ya. Ee malah membentak anak atau
- misalnya mengabaikan tanggung jawab,
- tidak menap tidak menepati janji dan
- segala macam. Ya, itu contoh-contoh
- dalam keseharian kita yang dianggap
- sepelek. Nah, sekarang di sekolah ya.
- Jadi di mana-mana tuh ya memang
- keseharian kita kalau tidak kita
- evaluasi kadang-kadang kita terjerumus
- ke dalamnya. Ee misalnya di sekolah atau
- di tempat kerja ya. Kalau di sekolah
- kuliah ya nyontek. Emang nyontek dosa
- enggak dosa? Nyontek itu dosa tahu. Itu
- kan menipu diri sendiri walaupun sepele
- kan. itu nyontek ya atau bohong kepada
- atasan, bohong kepada guru. Bohong aja
- enggak boleh sama anak aja enggak boleh
- apalagi kepada orang lain. Terus ee
- diberikan amanah tidak ditunaikan ngasih
- dikasih PR enggak ngerjain itu kan
- enggak mana. Kecuali dia minta maaf gitu
- ya. Maaf saya tidak mengerjakannya. Itu
- berarti enggak amanah. Nitip tidak
- sampaikan. Titip ya kepada si fulan
- enggak disampaikan itu kan. atau menunda
- pekerjaan tanpa alasan juga bagian dari
- tidak amanah. Masyaallah. Apalagi sampai
- mengambil hak orang lain. Apalagi sampai
- korupsi. Nauzubillah minzalik ya. Jadi
- banyak sekali dosa-dosa yang dianggap
- remeh itu jadi biasa jadinya ya. Ee
- termasuk sebenarnya kalau dalam
- pergaulan lawan jenis ya ee apa namanya
- chat ya komunikasi tapi ee apa ya?
- dengan niatan untuk menarik perhatian.
- Itu kan sudah jelas ya, bercandanya,
- berlebihan, curhat. Tapi ya itulah
- munculnya selingkuh itu kan dari awal
- awalnya curhat. Biasa-biasa aja itu
- setan tu masuk di situ. Maka tutup
- peluang pintu setan untuk menjadikan
- dosa kecil menjadi dosa besar. Ya, jadi
- itulah kes ee dosa kita dalam kebiasaan
- sehari-hari yang Rasulullah ingatkan
- kepada ibunda Aisyah untuk kita semua.
- Jauhilah dosa-dosa yang dianggap kecil.
- ya. Dan ee kita mulai ya tentu saja ini
- penuh dengan ilmu ya. Setiap langkah
- kita itu mencoba berusaha untuk
- mengikuti apa yang telah diajarkan oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- ya. Jadi dalam kehidupan sehari-hari
- mulai dari yang kecil-kecil lah ya. Kita
- mulai ee makan dengan [berdehem] doa,
- ucapkan basmalah, jangan lalai untuk
- bersyukur atas nikmat yang Allah
- berikan. Jadi ini mudah-mudahan kita
- memperhatikan hal-hal yang kecil. Kalau
- yang kecil saja kita perhatikan, apalagi
- yang besar gitu ya. Ya, yang dosa kecil
- aja kita hindari, apalagi dosa besar.
- Maka kita tidak akan menganggap
- dosa-dosa yang biasa dianggap oleh
- lingkungan itu adalah hal-hal yang
- kecil. Kita anggap itu walaupun itu
- adalah kecil, tapi kita tidak ingat,
- tidak ingin menganggapnya ringan. Karena
- semuanya itu nanti akan
- dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
- Ya. Ya. Ee bismillahirrahmanirrahim.
- Karena memang kita hidup ini sebagai
- hamba Allah yang tujuannya adalah
- beribadah kepadanya. Tentu kita
- diberikan aturan-aturan dalam kehidupan
- ini sampai detail ya. Ee tadi Ibunda
- Aisyah diberikan nasihat oleh Rasulullah
- untuk menjauhi dosa-dosa kecil. Nah,
- dosa-dosa kecil yang dianggap kecil itu
- di antaranya misalnya itu adalah
- menganggap remeh dosa tersebut. itu
- adalah termasuk bagian dari dosa kecil
- ya. Jadi orang-orang beriman itu kata
- Ibnu Mas'ud itu yarunubahu kaahu qoidun
- tahta jabal. Dia orang beriman itu punya
- ciri khas. Yaitu ketika mereka melihat
- dosanya itu seakan-akan ee dosanya itu
- seperti sebuah gunung itu yang di depan
- matanya. Khawatir kalau gunung itu akan
- menimpanya. Itu orang beriman. Jadi
- sekecil apapun dosa yang dilakukan oleh
- orang-orang yang beriman itu dianggapnya
- dosa besar. Nah, sebaliknya orang yang
- fajir, orang yang fajir ini orang yang
- ee suka melakukan maksiat itu melihat
- dosa ee melihat dosanya itu seperti
- seekor lalat yang lewat begitu aja di
- hidung lewat gitu dianggap sepele. Itu
- orang-orang yang maksiat. Maka ee tentu
- saja kita ingin menjadi seorang hamba
- Allah [berdehem] yang beriman yang
- menganggap dosanya sepelek tapi bagi
- kita itu seakan-akan dosa besar sehingga
- kita bersegera untuk bertobat memohon
- ampun kepada Allah dengan dosa yang kita
- lakukan tersebut. Bahkan dalam hadis kan
- disebutkan ya almu idza haka nafsuh. Ee
- dosa itu adalah ketika hati kita tuh
- ketika kita melakukan sesuatu itu hati
- itu enggak enak. Padahal kan ee itu
- adalah hal yang ya biasa hari-hari ya,
- tapi kita merasakan itu adalah
- pelanggaran itu hati kita enggak enak,
- itu adalah dosa ya. Jadi orang beriman
- itu memiliki sensitivitas keimanan
- sehingga kita ketika dia melakukan ee
- kesalahan yang sebenarnya itu adalah
- ringan tapi dianggap itu adalah suatu
- dosa. Ya. Maka ee seorang sahabat itu
- menyebutkan, "Ya, janganlah kalian
- melihat kecilnya suatu dosa, tapi
- lihatlah ee siapa yang kalian durhakai."
- Jadi contohnya gini deh. Ee
- kadang-kadang kan kita ee melihat orang
- ya, melihat orang misalnya
- ee ketika ee kita ini misalnya apa
- misalnya contohnya nih ya ketika kita
- diperintahkan
- untuk ee memakai pakaian putih misalkan
- itu adalah ee
- misalnya di sekolah ya, di sekolah itu
- diperintahkan memakai pakaian seragam
- putih misalnya. Nah, di rumah itu ee di
- acara keluarga juga diperintahkan mem
- apa biar ngumpulnya pakaiannya berwarna
- putih. Tentu ee sama-sama ee perintah
- tapi kadang-kadang kan yang kita turuti
- itu yang mana dulu. Tentu kita melihat
- siapa dulu yang melaksana yang
- memerintahkan. Kalau di sekolah kan ini
- aturan harus kalau enggak enggak enak
- nih kalau enggak gitu kan. Tapi kalau di
- acara keluarga ya yang mau-mau aja yang
- enggak ya enggak gitu enggak ada
- sanksinya. Jadi di situlah. Nah,
- sementara sahabat ini mengatakan bahwa
- jangan dilihat kecil besarnya dosa,
- apapun bentuknya, tapi siapa yang
- menyuruh kita untuk melakukannya. Nah,
- karena Allah adalah pencipta kita,
- pemilik, penguasa alam semesta yang
- telah memerintahkan kita ee ketaatan dan
- memerintahkan kita untuk berhenti dan
- tidak mengerjakan kemaksiatan, tentu
- kita akan melaksanakannya karena yang
- memerintahkan kita adalah pemilik hidup
- ini, gitu ya. Jadi jangan sampai kita
- melihat kecil besarnya dosa itu, tapi
- lihat siapa yang kita kita yang kita
- durhakai ini. Walaupun harus sepele,
- walaupun hanya sifatnya jaga pandangan
- ya ee
- apa ya eil mukminin yagudu min absorim
- ya. Jaga pandangannya. Ah pandangan ini
- ini siapa yang memerintahkan kita? Tentu
- Allah. Nah, jadi dosa kecil itu bisa
- jadi besar apabila kita meremehkan dosa
- kecil tersebut. Kemudian ee tentu saja
- ee kita ee karena sering meremehkan dosa
- itu karena memang keterbiasa
- melakukannya ya. Jadi dari mata misalnya
- kalau tadi kesalahan kita anggap mungkin
- enggak dosa gitu ya ngelihatin ngelihat
- aurat orang lawan jenis kayaknya alah
- biasa ini kan aurat begini biasa karena
- terbiasa akhirnya menganggap tidak dosa
- akhirnya kita remehkan akhirnya sering
- kita lihat lama-lama lama-lama itu akan
- nauzubillah minzalik itu akan ee ya
- terperosok ke dalam kemaksiatan yang
- lebih ee jauh lagi ya. Jadi ini akan
- dipertanggungjawabkan dihadap akan
- dipertanggungjawabkan di hadapan Allah
- ya. Jadi sekali lagi tadi saya sampaikan
- perzinaan itu kan enggak langsung
- tiba-tiba berzina. Itu kan dimulai dari
- pandangan ya. Nah ini jadi ee ini hal
- yang ee contoh ya dalam kehidupan kita
- untuk tidak meremehkan ee dosa-dosa
- kecil. Nah, solusinya ee pengingat untuk
- kita wa inikro tanfaul mukminin. Karena
- mengingatkan itu baik bagi orang yang
- beriman. Maka solusinya yang pertama
- adalah hadirkan ee muraqabah di hati
- kita. Maksudnya tanamkan kita di hati
- kita bahwa kita diawasi oleh Allah. Jadi
- Allah melihat sekecil apapun gerak kita,
- niat kita, perbuatan kita, walaupun kita
- sendirian di mana pun kita berada, Allah
- mengawasi kita, Allah memperhatikan
- kita. Jadi, bagaimana menghadirkan rasa
- tadi ya, bahwa Allah bersama kita, Allah
- menghisab kita, Allah ee ee apa namanya?
- Mengetahui gerak-gerik kita. Jadi ketika
- kita memahami bahwa Allah bersama kita,
- mengawasi kita, tentu kita takut untuk
- ee melakukannya. Jangankan ya Allah ya
- atau malaikat, kita aja tuh kalau di
- awasi CCTV kan suka ada tuh kawasan ini
- ee di awal apa
- di awal CCTV. Ah itu orang aja sudah
- takut itu ya takut salah kan ya. Ada
- yang ngawasin itu CCTV. Apalagi Allah
- yang pemilik alam semesta ini. Di mana
- pun kita berada tuh enggak luput dari
- pengawasannya. Jadi itu yang pertama ya,
- agar kita tidak meremehkan dosa-dosa
- kecil. Kemudian ee berikutnya adalah
- berusaha semaksimal mungkin untuk
- membiasakan istigfar ya.
- Astagfirullahalazim. Minimal tuh 100
- kali. Karena dosa kita tuh banyak ya
- tanpa kita sadari ya. Yang sengaja, yang
- tidak sengaja, yang besar, yang kecil,
- yang tampak, yang tidak tampak, yang
- diniatkan, yang tidak diniatkan tuh
- banyak banget dah yang ada tuh. Ya,
- makanya Rasul mengajarkan kita doa
- ketika waktu sujud. Ya, beliau tuh kan
- sujud pada salat tahajud di malam hari.
- Itu yang diriwayatkan yang didengar oleh
- sahabat itu dengan doa Rasul tu
- bacaannya itu ya Allahfirli dzambi
- kullahu diqqohu wa jallahu wa awalahu wa
- akhirahu waatahuirrohu.
- Masyaallah ampuni dosaku ya Allah yang
- besar, yang kecil, yang tampak, tidak
- tampak sengaja, tidak sengaja, ya yang
- akhir itu padahal Nabi enggak punya dosa
- ya. Tapi dalam rangka mengajarkan ee
- umatnya untuk menyadari bahwa dirinya
- tidak luput dari dosa-dosa yang
- disengaja, yang tidak disengaja, dosa
- yang besar, dosa yang kecil, yang awal,
- yang akhir, yang diniatkan, yang tidak
- diniatkan itu minimal kita beristigfar
- itu 100 kali. Nah, kemudian juga ee kita
- punya mindset ya. Mindset kita sekarang
- adalah jangan meremehkan dosa sekecil
- apapun kalau itu dilarang oleh Allah itu
- adalah dosa walaupun kecil. Jadi kita ee
- anggap semua dosa itu adalah besar. pada
- saat kita melakukan penyimpangan atau
- kita ee mengerjakan larangan ya sengaja
- atau tidak sengaja kita langsung segera
- menyadarinya ya. Misalnya antara suami
- dan istri gitu ya ketika lagi istri
- marah bentak-bentak suami gitu ya atau
- misalnya suami dengan ee istri yang
- mestinya disayangi malah menghardik atau
- dengan anak. Jadi itu kan hal-hal yang
- ee menyalahi ee akhlak ya. Akhlak dan
- adab kan kita misalnya kan bertutur kata
- kan mestinya dengan santun, baik gitu
- ya. Tapi ada kalanya emosi terus
- langsung kita ee melototkan mata gitu
- ya. Kalau istri ada enggak ya melototin
- mata ke suami? Mbak [tertawa]
- enggak. Amin. Insyaallah. Enggak enggak.
- Pendengar misalnya baik-baik semua.
- Insyaallah.
- Terus mata melotot, tangan di pinggang.
- Jadi kayak anak kecil gitu. Padahal itu
- suaminya. Nah, kayak gitulah ya. Atau
- mungkin terhadap anak walaupun ini
- adalah anak kita. Ini kan adalah amanah
- dari Allah ya. Pada saat kita bentak
- atau mungkin pukul nauzubillah apalagi
- sampai KDRT, ya Allah. Nah, itu langsung
- kita istigfar mohon ampun ya. Masyaallah
- ya. Jadi kita ee berusaha untuk
- muhasabah dalam kehidupan kita ya. dosa
- apa yang aku lakukan hari ini ya gitu
- ya. Rasanya ini perlu ya Mbak ya. Setiap
- malam kita berpikir tadi ngapain ya?
- Terus dosa apa ya? Biasanya Mbak kalau
- kalau yang diingat-ingat muhasabah tuh
- bukan muhasabah dosa tapi ketemu dengan
- si anu kayaknya dia cakep itu yang
- diingat-ingat ya. [tertawa]
- Nah itu tambah dosa lagi itu ya.
- Ee jadi sekali lagi bahwa ee tidak ada
- manusia yang tidak luput dari dosa.
- Mbak, Mbak bersama bersama saya, Mbak.
- Asalamualaikum, Mbak Olin.
- Eh,
- asalamualaikum, Mbak Olin bersama saya.
- Masih, masih sama Ustazah
- masih online, Ustazah. kayaknya ee ini
- tidak menangkap kehadiran kita. Ustazah
- monitor. Ustazah,
- Ustazah ee mendengarkan suara saya.
- Ustazah Ustazah masih masih berdengar
- ya nampaknya ada sedikit gangguan
- teknis.
- Oh, Ustazah baik. Baik, Ikhwan dan
- akhwat. Nampaknya ada sedikit gangguan
- teknis. Kita masih menantikan saluran
- ustazah kembali lagi. Ustazah apakah
- sudah kembali lagi bersama kami?
- Iya, Mbak.
- Alhamd
- ada petir ya.
- Oh, oh, gitu.
- Jadi masih sebentar.
- Alhamdulillah enggak kelihatan karena di
- studio kita keungkep gini gelap.
- [tertawa] Oh di di luar hujan. Ya Allah.
- Baik, Ustazah. Em sudah e rampungkah
- yang disampaikan atau masih ada lagi
- yang saya
- simpulkan lagi ya. Saya simpulkan lagi
- tadi biar biar nyambung ya. Jadi agar
- kita terhindar dari meremehkan dosa-dosa
- kecil ini. Yang pertama kita berusaha
- untuk muraqabah ya merasa diawasi Allah.
- Jadi rasa iman itu kan rasa. Jadi rasa
- bahwa Allah mengawasi kita, melihat kita
- sekecil apapun perbuatan kita. Terus
- kita berusaha untuk istigfar ya, mohon
- ampun kepada Allah terhadap semua
- dosa-dosa kita yang kita lakukan.
- Sengaja tidak sengaja, besar atau kecil.
- Pokoknya minta ampun pada Allah.
- Kemudian tidak ee menganggap remeh dosa
- kecil, tapi kita menganggap semua dosa,
- semua pelanggaran itu adalah dosa besar.
- Itu kan bagian dari sikap kita ya. Tidak
- ingin jatuh ke dalam dosa walaupun itu
- dosa kecil.
- Kemudian muhasabah ee evaluasi diri
- secara harian ini tadi ada enggak ya
- perbuatan kita yang menyinggung perasaan
- orang lain? Ee itu kita evaluasi ya.
- Atau kita ketika salah atau terjerumus
- dalam perbuatan dosa kecil karena kita
- enggak mungkin tidak lepas dari
- perbuatan dosa. Karena memang kita hidup
- ee yang namanya manusia itu kan
- tempatnya ada salah ya. Nah, pada saat
- kita melakukan perbuatan dosa kecil
- tersebut, segera kita gantikan dengan
- amal kebaikan. Makanya kebaikan itu
- menghapus dosa. Ya, makanya kan antara
- apa? salat itu kan ya ee lima waktu atau
- antar salat Jumat ke Jumat, Ramadan
- Ramadan itu kan mukafirat ya, penghampus
- dosa. Kita lakukan ee amal-amal saleh
- kita mohon kepada Allah agar ee
- menghapus mengampuni semua dosa-dosa
- yang kita lakukan, kemaksiat yang kita
- lakukan sekecil apapun. Nah, kemudian
- kita yang sebagai penutup terakhir ya,
- jangan tertipu dengan kalimat kecil
- asghar gitu ya. Ah, dosa kecil inilah.
- Alah, bohong sedikit enggak apa-apalah.
- Akan demi kebaikan. Itu kan pembenaran
- ya. Karena kalau yang kecil-kecil ini
- dikumpulkan jadi besar gitu ya. Nah,
- kalau udah besar ya artinya nanti bisa
- mematikan hati ya. Jadi sebenarnya bukan
- dosa besar saja yang membinasakan kita,
- tapi juga adalah dosa-dosa kecil yang
- diremehkan ya. Jadi mudah-mudahan
- [berdehem] Allah menjaga kita dari semua
- bentuk dosa kemaksiatan atau apapun ya.
- Mudah-mudahan kita saling mengingatkan
- ya Allah ampuni semua dosa dan kesalahan
- kita ya Mbak Olin ya. Wallahuabah
- amin. Baik Iwan dan akhwat kita langsung
- saja masuk ke sesi tanya dan jawab.
- Sudah ada beberapa yang masuk di mesin
- WhatsApp Rasil. Saya akan bacakan
- pertama dari Ibu Nur Haidah bertanya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustazah.
- Waalaikumsalamsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Maaf Ustazah saya yang
- sering ngomel sama suami Ustazah.
- Soalnya [tertawa]
- kalau dengar azan masih aja main HP,
- masih aja nonton televisi. Sekali dua
- dua kali suara saya sih masih pelan.
- Yang ketiganya saya agak ngegas,
- Ustazah. Tapi istigfar aja. Cuma sayanya
- enggak minta maaf lagi sama suami. Udah
- itu ee ngomongnya baik-baik lagi. Apa
- yang harus saya lakukan, Ustazah?
- Soalnya saya kesal. [tertawa] Makasih
- atas pencerahannya.
- Iya. Kita paham ya, Mbak Olin ya.
- Penginnya sih suami itu saleh ya. bukan
- salehah. [tertawa]
- Penginnya sih suami itu jadi contoh buat
- anak-anaknya. Penginnya kan begitu. Tapi
- bisa jadi ee setan tuh menggoda gitu ya.
- Ketika suami diomelin terus sama
- istrinya jadi kadung karatan gitu ya. Ah
- sebelah gitu ya. Akhirnya berusaha ee
- apa berbuat yang yang bikin kita kesal
- gitu ya. Masyaallah. Ee jadi ee
- sebaiknya gini, apa namanya
- mengingatkannya itu ya dengan bahasa
- kasih sayang dan doa ya. Karena kan ini
- bagian dari kalau masalah amaliah kita
- kan tanggung jawab suami di hadapan
- Allah kan sebenarnya bukan bukan
- tanggung jawab kita kan. Mestinya kan
- suami itu yang mengajak ee menjadi imam
- yang baik. Nah mestinya kan suaminya kan
- bersyukur dong dapat pasangan hidup yang
- mengingatkan kan mestinya begitu. Nah
- jadi ee diganti strateginya. Bisa jadi
- kalau strateginya itu saling menguatkan
- gitu ya, itu suami jadi semangat untuk
- ke masjid. Ee ini Bapak nih, Bapak yang
- saleh nih. Aku senang banget kayak gitu
- ya. Diapresiasi kalau suaminya pergi
- tanpa tanpa diingatkan gitu ya. Nah,
- masyaallah senang banget. Nah, gitu ya.
- Kalau kita kan kadang-kadang istri atau
- orang tua kayak hansip ya, Mbak ya.
- Kayak hansip tuh maksudnya apa? Kalau
- lagi apa namanya? Ditegur terus nyinyir
- gitu, cerewet, tapi pas lagi ada
- kebaikan diam aja. Jadi dilihatnya kalau
- ada salah gitu baru [tertawa]
- ya. Jadi diganti strategi aja kali Bu
- ya. Ee dengan cara-cara yang baik.
- Misalnya disiapin nih sendalnya sudah
- disiapin tinggal berangkat ini sarungnya
- ini kayak gitu.
- Peralatan salat.
- Iya [tertawa]
- bisa jadi di ee salah satu
- atau gini Mbak atau gini atau gini Mbak.
- sebelum zuhur itu misalnya kan kita
- tahulah ya azan jam berapa azannya terus
- kita ini nih makan dulu nih n di padan
- nanti kan biasa suka alasan gitu kan
- sudah terhidang makanan makan dulu gitu
- akhirnya enggak salat di masjid jadi di
- memang istri itu masyaallah cerdas ya
- kalau terjawab ya Ibu Nurhaidah saya
- akan kembali ke pertanyaan berikutnya
- ini dari Ibu Elaualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh ustazahumsalam
- warahmatull
- Saya ibu rumah tangga, Ustazah. Sering
- terburu-buru saat mencuci pakaian atau
- membersihkan kotoran anak. Kadang saya
- merasa ada sedikit percikan air yang
- terkena kaki, tapi saya abaikan karena
- terlihat bersih. Apakah meremehkan
- kebersihan dari najis kecil bisa menjadi
- penghalang sahnya salat dan bahkan
- mengundang siksa kubur?
- Ee gini, ini kan ee najis kecil itu jadi
- bedakan ya, Bu, rasa was-was kita dengan
- ee tidak peduli itu bedakan ya. Jadi
- kalau was-was itu kan suka padahal sudah
- dibersihkan. Makanya kalau kita menyuci
- pakaian anak kita itu ee pertama kalau
- mau nyuci itu jangan digabung semua yang
- najis-najis dengan yang bersih-bersih
- itu jangan. hilangkan dulu aja najisnya
- di dikucek atau diapakan gitu ya. Jadi
- setelah dibersihkan najisnya sudah
- dihilangkan ya itu sudah aman. Nah
- sekarang percikan maksud percikan itu
- apakah langsung najisnya atau
- bagaimananya? Di sini bentuk bedakan
- bentuk kehati-hatian dengan bentuk
- kewas-wasan itu bedakan ya karena setan
- tuh suka bikin kita was-was padahal
- sudah bersih gitu ya. Jadi sekali lagi
- ee dibedakan antara was-was atau ee apa
- namanya? Kehati-hatian. Jadi jadi saya
- rasa enggak rasa kalau kita sudah yakin
- ya membersihkan, menghilangkan najisnya
- ya udah yakin aja. Jadi jangan lagi
- was-was kayak misalnya ee ada di jalanan
- gitu Mbak ya pakaiannya kena kotoran e
- hujan atau Heeh. tanah ya itu kan enggak
- ada najisnya. itu kan tak enggak ada.
- Kecuali kalau banyak hewan-hewan ee apa
- namanya? Najis yang bertebaran ya anjing
- atau apa segala macam ya. Ini kan cuman
- kotoran. Kotoran itu kan sesuatu yang
- kotor itu belum tentu najis. Tapi
- sesuatu yang najis pasti kotor. Jadi
- jangan was-was. Jadi hilangkan dulu ee
- ininya najisnya dibersihkan dulu. E
- nanti kalau udah nyuci terus kemudian
- kena kecipratan itu yang ciprat kan yang
- air bersihnya gitu
- ya. Jadi memang ilmu itu penting agar
- kita menjadi yakin dan tidak wiswas ya.
- Baik Ibu Ella saya beralih ke pertanyaan
- berikutnya Ustazah. Ini dari hamba
- Allah. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Saya mahasiswi ustazah. Ee
- sekarang ada tren skinimalis atau dandan
- tipis agar wajah terlihat segar saat
- keluar rumah. Saya merasa ini bukan
- tabaruj karena tidak mencolok. Namun,
- bagaimana batasan fikihnya jika niat
- kita hanya agar tidak terlihat kusam,
- tapi ternyata tetap menarik perhatian
- lawan jenis.
- Ini kan namanya kayak tabaruj gitu ya,
- dan tipis ee karena niatnya untuk tidak
- kusam gitu ya. Bagaimana sih sebenarnya?
- Jadi gini ee kalau menarik perhatian
- lawan jenis itu kan dilihat dulu ee
- menarik dari sisi apanya nih ee merahnya
- atau apanya kan beda kan ada yang
- minimalis ya Mbak ya. Dandan minimalis
- itu kan ee minimalis jadi seperti tidak
- dandan tapi dia pakai pakai apa ee alas
- bedak atau apa ee tipis itu tujuan.
- Makanya nawa itu penting. Nawa itu itu
- penting niatnya. Niatnya untuk menjaga
- kebersihan kulit gitu kan. Enggak ada
- masalah kalau untuk menjaga ya. Untuk
- kan harus pakai itu juga Mbak ya ee SPF
- ya. Karena ya artinya untuk merawat ee
- untuk merawat itu enggak ada masalah.
- Nah, yang tidak dibenarkan kalau ada
- nawaitunya itu untuk menarik ee apa?
- Lawan jenis dalam arti beda loh nih gitu
- ya. Jadi kalau saya melihat di sini
- Tabarus itu memang ee apa namanya?
- Wajahnya itu memang bedah gitu ya.
- Kelihatan merah-merahnya apanya segala
- macam ya. Jadi jangan merah-merah pakai
- yang sampai ya apa kan ada yang ya
- berlebihan sampai ada yang ini Mbak apa
- ya yang minimalis tuh kayak apa sih ya
- minimalis itu kan ee enggak kalau orang
- pakai lipstik itu enggak kayak pakai
- lipstik tapi bibirnya tuh enggak enggak
- enggak merah ngejreng tapi enggak juga
- hitam gimana sih Mbak Mbak Olin coba
- Mbak Olin Mbak [tertawa]
- masyaallah [terkesiap]
- iya iya saja insyaallah dipahami oleh
- pendengar
- ya jadi jangan sampai niat pertama untuk
- men jadiadi niatnyauk untuk merawat,
- untuk menjaga gitu ya, tapi tidak
- berlebih-lebihan dalam arti, tidak ee
- terbuka peluang orang menjadi tertarik
- gitu ya sampai yang ya begitulah, Mbak.
- Kalau misalnya warna kulitnya hitam tapi
- wajahnya tuh dipakai yang merah-merah
- itu kayak apa gitu ya. Ee jadi itu
- mudah-mudahan ee kembali kepada nawa
- itunya niatnya.
- Baik. Ee ini dari hamba Allah, Ustazah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Saya sedang kesal dengan saudara lalu
- memilih untuk tidak menyapa bahkan
- memblokir kontaknya agar hati tenang.
- Saya pikir ini lebih baik daripada
- bertengkar. Tapi saya dengar tidak
- bertegur sapa lebih dari 3 hari itu dosa
- besar. Ee bagaimana Ustazah agar kita
- bisa menjaga tetap menjaga kesehatan
- mental ustazah?
- Itu salahnya apa sih? Masalahnya apa
- sih? nih
- enggak disebutin. Enggak disebutin.
- Iya. Jadi memang ee butuh proses lama ya
- keday tahanan mental keimanan ya. Bahwa
- memaafkan tu kan lebih utama daripada
- menuruti rasa sakit hati ya. Dan itu kan
- enggak semua orang bisa melakukannya ya.
- Jadi gini kita satu sisi dilarang untuk
- memutuskan silaturahim ya apalagi sampai
- diblokir ya.
- Jadi gini aja ee kita lakukan ini karena
- Allah bukan karena kita ee sakit hati
- atau apapun kan kita maunya mendapatkan
- cinta Allah, rida Allah. Jadi kalau kita
- makanya dilihat masalahnya masalah apa
- dulu nih masalah yang terkait dengan
- akidah, akhlak atau apa gitu atau apa.
- Jadi ya memang dibutuhkan
- ee proses yang tadi sensitivitas
- keimanan. Jadi untuk menghindari supaya
- ini kan dampaknya ke kita juga kalau
- kita memutuskan silaturahim kan ke kita
- dampaknya doa kita enggak dikabulkan
- rahmat Allah jauh gitu ya udah gitu
- kalaupun kita enggak salah kan yang rugi
- kita yang rugi kan kita yang yang
- memblokir kan gitu ya jadi ee apa yang
- harus kita lakukan jadi untuk
- menghindari ee terputusnya silaturahim
- enggak apa-apa tegur tapi tapi tapi
- menjaga jarak boleh
- jadi artinya jangan diblokir
- Kalau misalnya ketemu kita negur, tapi
- tidak cari cari-cara untuk bisa bertemu
- gitu ya. Jadi kalau misalnya gini, kalau
- kita lihat ee Rasulullah ya dengan
- Wahsyi, Wahsyi itu kan yang membedah ee
- Hamzah paman yang dicintai oleh
- Rasulullah. Nah, kemudian Wahsyi masuk
- Islam. Ya, Islamnya diterima oleh
- Rasulullah tapi Rasulullah enggak mau
- melihat wajahnya. Ya, sampai Wahsyi itu
- apa? Apa pindah posisi ke tempat
- Rasulullah memandang gitu ya. di depan
- Rasulullah tidak melihat, lihat ke
- samping, ke samping kayak gitu ya. Ya
- Rasulullah, apa apakah engkau ee benci
- padaku, marah padaku? Rasul mengatakan
- tidak, tapi menjauhlah wajahmu dariku
- karena aku setiap melihatmu tuh ingat
- pamanku gitu. Jadi artinya tidak
- memutuskan ya, tapi menjaga jarak tuh
- boleh. Yang penting ee apa namanya? Kita
- tidak memutuskannya. Jadi sekali lagi
- memang untuk mencari karunia rahmat
- Allah itu memang berat ya karena surga
- itu mahal ya. Justru yang namanya
- menyambung silaturahim itu adalah
- mengembalikan ee apa ikatan ee
- persaudaraan pada saat orang memutuskan.
- Jadi dia tidak baik kepada kita, kita
- justru baik kepada dia. Ya, dia enggak
- negur kita, kita tegur dia. Itu luar
- biasa itu. Tapi itu berat ya.
- Jadi 3 hari itu memang betul ya batasan
- boleh untuk tidak bertegur sapa. Kalau
- sudah lebih dari 3 hari berarti sudah
- memutuskan silaturahim. Yang rugi kita
- doa kita tidak dikabulkan. Rahmat Allah,
- kasih sayang Allah tidak dicucurkan
- kepada kita. Ya Allah. Jadi rugi udah
- kita sakit hati ya. Mungkin kita
- dizalimi gitu ya. Wallahu alam ba.
- Baik. Ee insyaallah ee terjawab ya hamb
- Allah. Saya akan satu pertanyaan lagi
- ustazah ya. ini dari Ibu Ibu Rini
- Ustazah. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikum
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ee Ustazah, wanita harus ee
- tertutup auratnya terutama di luar
- rumah. Tapi kalau di dalam rumah
- misalnya Ustazah di depan mahram seperti
- kakak ipar atau mertua laki-laki
- berpakaian sangat santai atau kurang
- menutup aurat dengan sempurna. Tapi
- tidak terbuka sekali sih, Ustazah. Hanya
- saja ee kerudungan, hanya kerudungan,
- tidak ee tidak seperti pada saat keluar
- rumah. Apakah ketidakpedulian terhadap
- batasan aurat di dalam rumah termasuk
- dosa kecil yang sering kami anggap remeh
- namun berdampak besar?
- Iya, betul. Jadi, kan ada hadis Nabi
- sampai mengatakan alhamdu almaut. Ipar
- itu seperti kematian ya, mauts. Jadi
- artinya kan dimulai dari situ dulu. Maka
- termasuk ee kakak ipar-ipar gitu ya, itu
- adalah bukan mahram kita. Bukan mahram
- ipar itu bukan mahram. Ipar itu
- sebenarnya orang yang bisa kita nikahi
- kalau kita sudah ee atau pasangan hidup
- kita tuh sudah udah kita sudah bercerai
- atau meninggal ya kan. Itu orang yang
- boleh jadi ee mahramnya ee sementara aja
- ya. Jadi tetap kita wajib menutup aurat
- kita di hadapan ee ipar-ipar kita. E
- jadi kalau kita itulah kalau sudah biasa
- jadi sepele ya, Mbak ya, hanya
- kerudungnya aja tapi tangannya enggak
- ditutup, kakinya pakaiannya bertisnya
- itu tetap enggak dibenarkan. Itu kan
- juga akan kita pertanggungjawabkan ya.
- Ya, kalau dasarnya panjang enggak
- apa-apa, Mbak. Tangan panjang sampai ke
- bawah. Iya, itu deh. Itu J
- iya Mbak. Benar, Mbak. Ada orang yang
- nutup anak kerudungnya
- beli risol ke depan saya sampai Allahu
- Akbar [tertawa] jadi begini ya
- panjang ya.
- Betul. Tapi daftar pendek.
- Padahal kalau kita tahu ya kerudung itu
- ee apa bukan jilbab kan yang
- diperintahkan menutup aurat
- ya.
- Kalau jilbab itu kan ee apa yang
- diperintahkan menutup ee aurat ya pakai
- jilbab. Jilbab itu pakaian panjang dari
- atas sampai ke bawah. Jadi kerudung
- dan kerudung gitu ya.
- Eh kerudung itu khimar ya. ee kerudung
- aja. Jadi sekali lagi kitalah yang
- bertanggung jawab di hadapan Allah ya ee
- tentang aurat kita kan. Enggak maulah
- kita tuh di apa tekor ya ee kebaikan
- kita. Kemudian ada dosa. Nauzubillah
- minzalik. Adapun mertua. Nah ini mertua
- ini mahram kita walaupun kita sudah
- bercerai dengan anaknya.
- Jadi mertua itu statusnya tetap ee
- mahram. Kita enggak bisa nikah dengan
- mertua ya. Tapi tentu saja
- pakaian-pakaian kita di hadapan mahram
- itu tidak semuanya e you can see gitu.
- Kamu bisa lihat enggak? Tetap ya. Jadi
- kalau mertua tuh lihat rambut apa gitu
- yang ujung-ujunglah pakaian di rumah
- pakai ada itu tuh enggak enggak enggak
- apa-apa ya. Artinya ee itu tetap ee
- mertua kita. Walaupun kita sudah
- berpisah dengan anaknya, tapi ipar
- enggak bisa. Kan ada yang namanya naik
- ranjang turun ranjang ya, Mbak
- ya? bisa dinikahi. Itu kalau mertua tuh
- tetap enggak bisa dinikahi. Bahkan para
- ulama mengatakan, ya kalau kita sudah ee
- terjadi ijab dan kabul dalam pernikahan
- dengan anaknya kemudian dicerai gitu
- boleh enggak diganti nama mertua gitu ya
- kan belum hubungan. Itu para ulama ada
- yang menyebutkan enggak bisa karena
- sudah jadi mertua gitu. Wallahuam baw.
- Baik. Eh, Ibu Rini insyaallah sudah
- jelas tadi pemaparan Ustazah dan
- pertanyaan Ibu Rini tadi menutup
- pertanyaan pada sesi kali ini.
- Insyaallah bermanfaat dan ee karena kita
- sudah berada di penghujung waktu
- nampaknya kita akan menutup perjumpaan
- ini. Namun sebelum benar-benar kita
- berpisah kita nantikan atau kita
- dengarkan ee kesimpulan dari Ustazah
- tafadul. saja. Pendengar yang dirahmati
- Allah, kita saling mengingatkan bahwa
- dalam kehidupan kita di muka bumi ini,
- Allah telah berikan kita rambu-rambu,
- panduan-panduannya dalam Al-Qur'an dan
- sunah. Ada yang pelanggaran syariat itu
- hukumnya dosa besar. Ada juga
- pelanggaran syariat itu hukumnya dosa
- kecil. Tapi ketika kita menganggap dosa
- kecil itu adalah suatu hal yang biasa
- karena kita meremehkannya, karena kita
- menganggap itu adalah dosa kecil, karena
- kita melakukannya melanggar ee dengan
- diulang-ulang, tidak bertobat, maka dosa
- kecil itu bisa menghancurkan kita.
- Karena terus dosa kecil-dosa kecil
- menjadi ee besar sehingga menutupi hati
- kita sehingga menghilangkan rasa takut
- kepada Allah sehingga kita menganggap
- itu adalah hal yang sepele sehingga kita
- terbiasa melakukan dosa-dosa kecil. Oleh
- karena itu, benar apa yang telah ee
- Rasulullah sampaikan kepada ibunda
- Aisyah yang menjadi panduan kita yaitu
- iyaki wafqatun
- laha minallahi thiban. Ee ini adalah
- panduan perintah Rasulullah kepada
- ibunda Aisyah yang juga untuk kita
- jauhilah dosa-dosa yang dianggap kecil
- karena dosa itu akan dituntut oleh
- Allah. Karena semua apa yang kita
- lakukan di muka bumi ini akan kita
- hadapi nanti di yaumul hisab akan
- diminta pertanggungjawaban di hadapan
- Allah. Aulu qi h astagfirullahi wakum.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat,
- nampaknya mulai hari ini kita tidak
- boleh lagi menyepelekan dosa, baik itu
- kecil apalagi yang besar. Karena harapan
- kita, kita dapat meraih rida Allah dan
- kita dapat kembali dalam keadaan husnul
- khatimah. Baik, yang bertugas pada hari
- ini saya Karolin didampingi Ondi juga
- Adit. Adit betul kan ya? Dan ada Algi di
- Mixer Radio. Di bawah kami mengucapkan
- terima kasih atas pertanyaan yang masuk
- ke redaksi ee Rasil. Insyaallah sudah
- dibahas semua oleh ustazah dan kami juga
- minta maaf apabila ada tadi ada sedikit
- ketidaknyamanan kesalahan teknis namun
- mudah-mudahan tidak mengurangi
- kehidmatan kita dalam mengikuti kajian
- kami tutup dengan doa kafaratul majalid
- subhanakallah wabihamdika ashadu alla
- illa anta astagfiruka waubu ilaik
- wabillahi taufik walhidayah
- wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh
- waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh
- terima kasih ustazah