Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Brail TV
- [musik]
- [musik]
- alhamdulillahiabbil alamin.
- Muhammadina Muhammad. Masih dipancarkan
- dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimangis Cibur, Bekasi, Radio
- Silaturahim dan juga Resil TV untuk
- Islam yang satu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah. Senang
- sekali di kesempatan pagi hari ini kami
- bisa kembali menyapa ikhwan akhwat
- secara langsung dalam program acara
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an.
- Seperti biasa bersama guru kita Ustaz
- Husein Alatas untuk edisi Kamis hari
- kedua di bulan Oktober
- 2025 bertepatan juga dengan hari ke-10
- ya di bulan Rabiul Akhir 1447
- Hijriah. Alhamdulillah guru kita sudah
- hadir di studio. Asalamualaikum
- warahmatullahi wab.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Baik, kita awali ee pertemuan ini dengan
- baca al-Fatihah bersama-sama yang akan
- dipimpin langsung oleh Ustaz Husein.
- Kami persilakan.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillah.
- Amin.
- Arrahmanirrahim.
- Maliki yaumiddin.
- Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in.
- Ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim.
- Wadin.
- Amin. Amin. Amin ya rabbal alamin. Baik,
- diawali dengan al-Fatihah. Semoga di
- pagi hari ini kita mendapatkan curahan
- rahmat dari Allah subhanahu wa taala.
- Amin ya rabbal
- dan juga bisa membetik ilmu ee dari
- penjelasan ustaz-ustaz di kesempatan
- pagi hari ini. Insyaallah
- kita mulai, Ustaz. Dua pertanyaan dari
- ee pendengar ini dari Pak Fauzi di
- Jakarta
- ini menyoroti ee berita yang
- menggembarkan Ustaz
- untuk kita semua.
- Pertanyaannya, asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. Nah,
- kita digemparkan dengan ee berita
- seorang ustaz dikatakan ulama, kiai yang
- melakukan kejahatan dengan berbuat ee
- cabul terhadap anak angkat dan juga
- keponakannya selama bertahun-tahun di
- Bekasi. Bagaimana Ustaz melihat berita
- ini? Banyak masyarakat di sana yang
- merasa tertipu dengan ustaz ini karena
- sering memberikan kajian dan
- ceramah-ceramah di berbagai tempat
- terutama di masjid-masjid. Ustaz ini
- jelas mencoreng nama baik ulama, ustaz,
- kiai yang lain katanya dan juga
- mencoreng Islam. Mohon penjelasannya,
- Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Allahumma sholli ala
- abdika wa rasulika sayyidina Muhammadin
- wa alih thyibin wasohabatihil ghuril
- mayamin
- wasairina ala nahjihi alqawimi ila
- yaumiddin.
- Allahumma atina minika rahma waimna min
- ladunka ilman nafi' waf'na bima
- alamtana. Rabbana zidna ilman waikna
- bisolihin.
- Asalamualaika ya rasulullah. Assalamu
- alaina wa ala ibadillahi shihin.
- Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Ikhwan akhwat pendengar pemirsa Radio TV
- Silaturahmi yang dirahmati Allah.
- Kita mendengarkan berbagai macam kasus
- skandal
- yang terjadi di tengah-tengah
- masyarakat.
- Bukan hanya di tengah-tengah masyarakat
- awam, bahkan
- skandal ini melibatkan juga
- ustaz, kiai, ulama yang cukup kondang.
- Mengapa semua ini terjadi? Bukankah
- ulama mereka orang-orang yang berilmu?
- Jawabannya
- apabila kita lupa kepada Allah Subhanahu
- wa taala.
- Kita tidak mengikuti bimbingan dan
- petunjuknya,
- tidak mengingat hari akhirat,
- dengan mudah kita akan masuk dalam
- perangkap setan.
- Setan menghiasi
- amal-amal buruk kita menjadi indah di
- mata kita. Wazayyana lahumusitan
- makan.
- Oleh karena itu Allah ingatkan bahwa
- orang-orang yang tidak beriman kepada
- hari akhirat yang hatinya tidak
- mengingat hari-hari tersebut
- dengan mudah setan akan menghiasi amal
- mereka.
- Amal-amal yang buruk menjadi indah.
- Kehidupan dunia begitu menarik,
- mempesona hingga lupa kepada
- peringatan-peringatan yang datang dari
- Allah.
- Oleh karena itu,
- skandal ini
- bisa terjadi pada siapa saja.
- Baik itu ustaz, kiai, ulama, habib
- apabila lupa kepada Allah, hatinya tidak
- sama sekali mengingat hari akhirat.
- Terpedaya oleh kehidupan dunia ini,
- siapapun bisa terjerumus dalam tipu daya
- setan tersebut.
- Oleh karena itu, kita saksikan pelajaran
- yang amat indah dalam kisah Nabi Allah
- Yusuf alaihialatu wasalam.
- Ketika dia digoda oleh istri pemuka
- Mesir yang berkuasa, yang menjanjikan
- dan cantik.
- Yusuf [mendengus] segera berlindung
- kepada Allah. Maadallah innahbi
- ahsanawi.
- Maadallah.
- Aku berlindung kepada Allah.
- Lalu dia mengingatkan wanita ini bahwa
- suamimu adalah Tuhanku yang merawat aku.
- Bagaimana aku mengkhianatinya?
- Dia berlari ke arah pintu. Si wanita
- mengejar dari belakang.
- Akhirnya ketika sampai di pintu terbuka,
- ternyata suaminya
- berada di depan pintu.
- Yusuf pada saat tersebut ya di samping
- dia berlindung kepada Allah, dia
- melarikan diri.
- Sampai akhirnya
- terbukti ketika istri pemuka tersebut
- menuduh Yusuf secara aniaya. Allah
- Subhanahu wa taala buktikan kebersihan
- Yusuf dengan salah seorang saksi yang
- berasal dari keluarga wanita ini.
- Ternyata wanita ini masih tidak jerah,
- tidak bertobat dari kesalahannya
- hingga perbuatannya menjadi buah bibir
- cerita di tengah-tengah lingkungan
- wanita ini. Akhirnya si wanita suatu
- hari mengundang teman-temannya
- berkumpul bersama dalam jamuan.
- Setelah makan, masing-masing diberikan
- sebuah pisau
- untuk memotong buah. Tahu-tahu wanita
- ini memerintahkan Yusuf untuk keluar di
- tengah-tengah mereka. Begitu mereka
- menyaksikannya, mereka terpesona hingga
- mengiris jari mereka sendiri.
- Lalu mereka berkata, "Ini bukan manusia,
- tapi malaikat yang mulia."
- Nah, pada saat tersebut wanita ini
- mengatakan, "Inilah ya yang ya menjadi
- apa? Menjadi cerita di balik semua ini
- kalian salahkan saya padahal saya setiap
- hari bersamanya sedangkan kalian baru
- sekali kalian terpesona mengiris jari
- kalian."
- Nah, pada saat itu kita saksikan
- bagaimana wanita ini yang tadinya
- sendiri berencana terhadap Yusuf,
- sekarang bersama teman-temannya mereka
- mengancam Yusuf,
- memaksanya untuk mengikuti kemauan
- mereka. Nah, kita lihat di sini jawaban
- Yusuf. [mendengus]
- Yusuf mengetahui dirinya manusia
- yang lemah,
- manusia yang mudah tergoda,
- mudah terpedaya oleh setan, melainkan
- apabila dia masuk dalam perlindungan
- Allah Subhanahu wa taala.
- Maka Yusuf ketika berhadapan dengan
- godaan tersebut berdoa pada Allah,
- "Rabbi sijnu ahabbu ilaiya mimma
- yadunani ilai." Wahai Tuhanku,
- aku lebih suka penjara daripada aku
- mengikuti
- permintaan mereka, mengikuti ajakan
- mereka. Wailla tosrif anni kaidahunna
- asfu ilaihinna waakum minal jahilin.
- Kalau engkau tidak palingkan aku dari
- godaan mereka, aku khawatir akan apa?
- Akhirnya terbayang-bayang tergoda pada
- mereka dan aku terjerumus dari
- orang-orang yang bodoh. Ini seorang
- nabi.
- Seorang nabi ya yang takut kalau sampai
- ini terplosok.
- Dia minta agar dirinya dimasukkan
- penjara terpisah dari tipu daya mereka
- sampai akhirnya dia masuk penjara secara
- aniaya. Kemudian Allah Subhanahu wa
- taala bersihkan dan sucikan dirinya.
- Begitu keluar dari penjara setelah
- terbukti kebersihannya, mau tidak mau
- orang memuji dirinya kan. Betapa
- tahannya kamu menghadapi godaan. Ya,
- Yusuf menjawab, "Wama ubarriu nafsi."
- Bukan aku yang mensucikan diriku. Bukan
- aku apa, bukan aku yang menjaga diriku.
- W ubu nafsi. Jadi, bukan aku yang
- membersihkan diriku dari semua itu.
- W ubarriu nafsi. Innan nafsa amaratum.
- Jiwa manusia ini apa? Selalu mengajak
- apa? Kepada hal-hal yang buruk yang
- menyenangkan. Yang penting menyenangkan
- secara cepat. Akibatnya jarang
- dipertimbangkan, dipikirkan. Illa ma
- rahim raabbi. Kecuali yang dirahmati
- Tuhanku, yang mengikuti petunjuknya,
- yang beriman kepada hari akhir ya, yang
- dijaga oleh Allah baru mereka akan
- selamat.
- Inna rabbi ghafurur rahim. Sesungguhnya
- Tuhanku maha pengampun lagi maha
- penyayang.
- Saya sebagai seorang ustaz
- kalau tidak mengikuti petunjuk Allah,
- kalau tidak beriman kepada hari akhir,
- terpesona, tergoda oleh kehidupan dunia
- ini, mudah sekali untuk terpelosok masuk
- dalam perangkap setan.
- Oleh karena itu, jalan satu-satunya
- untuk keselamatan kita hanya berlindung
- kepada Allah dan selalu mengingat hari
- akhir hingga kehidupan dunia
- tidak lagi memiliki kekuatan untuk
- menggoda kita. Apabila hati kita selalu
- ingat kepada Allah, ingat kepada hari
- akhir, berlindung kepadanya, mengikuti
- petunjuknya.
- Allah berfirman dalam suratun Nur,
- walaula fadlullahi alaikum
- warahmatuhuakum
- min ahadin abada. Kalau bukan karena
- karunia Allah dan rahmatnya atas kalian,
- tidak mungkin seorang mampu untuk
- menjaga kesuciannya. Wakallaha yuzak man
- yasya. Tapi Allah kuasa mensucikan siapa
- yang Allah kehendaki. Nah, kalau kita
- ingin disucikan, ikuti bimbingan
- petunjuk Allah yang menjauhkan kita dari
- perbuatan keji dan mungkar.
- Memerintahkan kita untuk mengerjakan
- salat, untuk mengingat hari akhirat,
- mengikuti petunjuk Allah, menjaga
- hubungan kita dengan wanita agar tidak
- berduaan bersamanya.
- Karena begitu kita berduaan bersamanya,
- setan yang ketiga,
- kita menjaga pandangan mata kita dari
- apa yang diharamkan Allah, menjaga aurat
- kita juga kita menjaga aurat
- wanita-wanita kita. Dengan cara seperti
- ini, insyaallah lingkungan kita akan
- lebih sehat, akan lebih bersih, dan
- lebih menjaga hati-hati kita semua dari
- godaan setan. Jadi apa yang Allah
- perintahkan
- semua sebetulnya untuk kemaslahatan
- kita. Apa yang Allah larang itu
- merupakan hal-hal yang membahayakan
- kita. Nah, banyak ustaz, kiai, ulama
- termasuk habib
- mereka tidak menjaga Allah, tidak juga
- banyak-banyak mengingat hari akhirat,
- tidak mengikuti petunjuknya, maka dia
- akan menjadi mangsa yang empuk bagi
- setan.
- Jadi baik itu ulama, baik itu kiai, baik
- itu ustaz, baik itu habib, baik itu
- siapapun,
- kalau dia tidak sama sekali menjaga diri
- berjalan di jalan Allah, berlindung
- kepadanya dan mengingat hari akhir, maka
- dengan mudah dia akan masuk dalam
- perangkap setan. Jadi, kita harus tahu
- ulama juga manusia.
- Nabi Yusuf seorang nabi dan rasul, tapi
- dia tahu dirinya.
- dia tahu dirinya ya, tahu kelemahan
- dirinya, maka dia berlindung kepada
- Allah. Jadi jangan kita merasa bangga
- karena kita berilmu, berkedudukan atau
- kita katakan sebagai seorang kiai besar,
- kita beranggapan kita akan tahan
- menghadapi godaan setan.
- Dalam satu riwayat, annadratu sahmun
- masmumun min sihami iblis.
- Pandangan mata ini bagaikan panah
- beracun dari panah-panah iblis.
- Siapa yang meninggalkan
- pandangan-pandangan yang liar karena
- takut padaku, abdalu iman yajidua
- aku akan gantikan dengan iman yang akan
- dirasakan manisnya dalam hatinya.
- Banyak orang-orang yang bukan dari
- kalangan ulama [berdehem] tapi dia taat
- pada Allah. selalu berlindung padanya,
- mengingat hari akhir Allah jaga dirinya.
- Jadi jangan karena kita ustaz, kiai,
- ulama, seolah surga di kantong kita.
- Seolah kita ini orang yang punya
- kekuatan untuk menghadapi setan.
- Sedangkan Nabi diperintahkan berlindung
- kepada Allah. Wa yanzaganaka
- minasyaitani nazun fastaid billah. Kalau
- kamu ya mengalami gangguan,
- kisikan-kisikan gangguan dari setan,
- hendaklah kamu berlindung kepada Allah
- yang ingin membangkitkan amarah kita
- yang bukan pada tempatnya, menggoda
- kita, membisik-bisikkan dunia. Ya, ini
- semua merupakan bisikan-bisikan setan.
- Nah, kalau Rasul diperintahkan
- berlindung, Nabi Yusuf juga berlindung
- kepada Allah. Bahkan untuk
- keselamatannya dia lebih suka memilih
- penjara daripada hidup dalam lingkungan
- godaan yang begitu kuat. Lalu apa yang
- membuat kita merasa aman? Jadi para
- ustaz, para kiai, para ulama hendaknya
- menjaga jarak batasan antara dirinya
- dengan wanita-wanita yang bukan mualim
- dan juga wanita-wanita ini menjaga juga
- auratnya dengan baik sebagaimana
- petunjuk Allah demi keselamatan kita
- semuanya. Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Nah, bagaimana dengan
- masyarakatnya ustaz yang merasa artinya
- merasa tertipu dan bagaimana juga
- masyarakat agar tidak mengkultuskan atau
- bahasa karennya nge-fans habis kepada
- seorang ulama, Ustaz yang ya sama-sama
- manusia, Ustaz bisa tergelincir gitu,
- Ustaz.
- Masyarakat kita ini sebetulnya
- masyarakat ya yang mudah sekali ee
- terpengaruh oleh kebesaran nama bahkan
- terhadap artis-artis.
- Kalau sudah nge-fan terhadap artis maka
- mereka tidak lagi melihat kesalahannya.
- H
- seringki membela secara membabi buta. Di
- saat hatinya benci juga menyerang secara
- membabi buta.
- Oleh karena itu perlu ulama-ulama kita
- memberikan edukasi kepada masyarakat di
- bawah.
- Edukasi yang menjelaskan kepada mereka
- apa-apa yang Allah Subhanahu wa taala
- ajarkan. Bukan menyampaikan pesan
- mereka, tapi pesan Allah dari
- perintahnya, bimbingannya.
- Begitu juga larangan-larangannya.
- Bagaimana beradab dengan adab Islam
- dalam seluruh pergaulan kita bersama
- orang tua kita, bersama anak kita,
- bersama kerabat kita, bersama
- masyarakat. Hubungan antara kita dengan
- wanita-wanita sebagai muhrim kita dan
- wanita yang bukan muhrim kita. Ini semua
- merupakan bimbingan yang Allah ajarkan
- dalam kitabnya dan dicontohkan Rasul
- dalam pergaulannya.
- Dan kita harus betul-betul memberikan
- pendidikan kepada masyarakat awam
- yang umum ini untuk tidak berlebih
- melakukan pemujaan
- terhadap ulama, terhadap kiai, terhadap
- ustaz maupun habib. Mereka manusia biasa
- seperti kita. Jangan mereka memuja
- secara berlebih-lebihan. Begitu
- menemukan kesalahan langsung mereka
- mencerca, mencaci juga secara
- berlebihan. Tapi hendaknya apa yang
- Allah ajarkan wat taw bilhaqqi wa taw
- bisobri kita sosialisasikan.
- Oleh karena itu pada masa Rasul
- sahabat-sahabat Nabi saling mengingatkan
- ulama-ulama yang diberikan ilmu ya
- mereka menjadi contoh yang baik. Kalau
- mereka salah di bawah juga tidak
- ragu-ragu untuk mengingatkan
- kepada para ulamanya, kepada para
- pemimpin mereka.
- [mendengus]
- Nah, kita di Indonesia di saat
- memuja-memuja secara berlebihan sampai
- terkadang kita membawa cerita-cerita
- yang tidak benar, cerita-cerita yang
- menyanjung, mengagungkan,
- berlebih-lebihan sampai akal sehat kita
- apa? Akal sehat kita tidak bekerja.
- Begitu juga ulama-ulama, para penulis
- terdahulu di saat memberikan
- pujaan-pujian kepada mereka itu
- berlebihan sampai bisa menempatkan
- mereka di atas Rasul.
- Masyaallah. di mana
- tulisan mereka, kumpulan mereka itu
- disucikan
- sampai-sampai ya kalau mereka ya katakan
- mengeluarkan pendapat fatwa bertentangan
- dengan Quran, bertentangan dengan Rasul,
- mereka bela dan pertahankan dengan
- alasan bahwa ulama kita lebih tahu
- tentang Al-Qur'an, tentang sunah. Kalau
- kita minta penjelasannya, uraiannya, dan
- dalilnya, mereka mengatakan kamu sama
- dengan mereka.
- Jadi pada akhirnya kebenaran
- rusak, kebenaran juga mengalami apa?
- Mengalami pencemaran disebabkan pemujaan
- secara berlebihan.
- Oleh karena itu, kita saksikan bagaimana
- masyarakat awam di saat memuji-muji
- ulama yang mereka kagumi
- secara berlebihan, ya
- ternyata tak ubahnya bagaikan apa?
- Bagaikan musim.
- Sekarang mereka mengelu-elukan fulan.
- He.
- Begitu mereka jemu, mereka beralih
- kepada siapa?
- Yang lain.
- Kepada yang lain.
- Nah, kita harus sebetulnya berpegang
- pada kebenaran. Imam Ali mengatakan,
- "Innal haqqo wal batila laofani biar
- rijal." Sesungguhnya kebenaran dan
- kebatilan tidak diukur dengan kedudukan
- manusia. H
- dan nama besarnya tidak.
- Tapi firil haqq. Kamu pelajari dulu yang
- hak, nanti kamu tahu siapa orang-orang
- yang berada dalam kebenaran.
- Wafil batil. Takrif ahla. Pelajari juga
- yang batil. Kamu akan tahu siapa orang
- yang berada dalam kebatilan. Tapi kalau
- diukur dengan nama besar pengaruh
- kedudukan manusia, akhirnya apa?
- Kebenaran bermacam-macam. He
- berbeda-beda.
- Tergantung manusianya, kan?
- Iya.
- Tapi kebenaran itu ya yang datang dari
- Allah.
- yang diajarkan oleh rasul-Nya apabila
- sikap kita, ucapan kita, pengetahuan
- kita, tulisan kita, dan tulisan
- ulama-ulama kita berbeda dengan kitab
- Allah, sunah rasul-Nya, maka yang harus
- dikembalikan adalah pendapat kita
- manusia dicocokkan dengan kitab Allah,
- bukan sebaliknya.
- Baik, Ustaz. Selanjutnya ini ada dari
- Abu Suhaib di Ciputat. Ustaz, jika Islam
- adalah jalan hidup yang sempurna,
- mengapa ada begitu banyak perbedaan
- praktik dan interpretas ee interpretasi
- syariah di berbagai negara muslim dan
- juga apakah Islam itu mengakui kebebasan
- beragama yang mutlak termasuk hak untuk
- murtad atau meninggalkan Islam? Mengapa
- banyak ee mengapa di banyak negara
- mayoritas muslim murtad itu masih
- dianggap sebagai kejahatan yang dapat
- dihukum mati?
- Begitu ustaz pertanyaannya. Memang ada
- Ustaz ya yang sampai dihukum mati karena
- murtad.
- [berdehem]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin. Allahumma sholli ala Muhammadin
- wa ali Muhammad.
- Rabbana zidna ilman walhiknain.
- Islam yang dibawa Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam
- bukan sesuatu yang baru dan asing.
- Tapi Nabi menyampaikan
- pesan-pesan Allah yang Allah Subhanahu
- wa taala juga sampaikan kepada para nabi
- para rasul sebelumnya.
- Nabi Allah Ibrahim mengajak agar kita
- semua berserah diri kepada Allah. Begitu
- pula Nabi Allah Nuh.
- Nabi Allah Nuh merupakan kakek manusia
- yang kedua
- yang melahirkan anak-anak manusia yang
- berkembang di atas muka bumi bersama
- kaumnya.
- Jadi baik itu Adam, baik itu Nuh, baik
- itu Nabi Allah Hud, Nabi Allah Saleh,
- Ibrahim, Luth, ya, kemudian Ishak,
- Yakub, Yusuf, Musa, Daud, Sulaiman
- hingga Isa. Begitu pula Ismail putra
- Ibrahim sampai kepada nabi kita semua
- menyampaikan pesan yang sama yang datang
- dari Allah mengajak kita semua untuk
- kembali kepada Allah.
- Kemudian bersama perkembangan manusia,
- berbagai macam
- kemajuan terjadi di tengah-tengah
- manusia, perkembangan yang amat pesat.
- Maka setiap rasul Allah Subhanahu wa
- taala turunkan bagi mereka ya
- petunjuk bimbingan yang sesuai dengan
- kebutuhan zaman mereka tapi tidak keluar
- dari prinsip-prinsip apa? utama ajaran
- Islam. Cuma ada tambahan rincian-rincian
- yang disesuaikan dengan tantangan
- kebutuhan yang dihadapi manusia.
- Baik kitab Taurah kemudian dilanjutkan
- dengan Zaburnya Daud dilanjutkan dengan
- Injilnya Isa sampai kepada kitab suci
- Al-Qur'an yang dibawa oleh nabi
- terakhir, Rasul terakhir. Dan kitab ini
- memang telah disempurnakan oleh Allah
- Subhanahu wa taala untuk menghadapi
- tantangan zaman berikutnya.
- Dan Allah Subhanahu wa taala menegaskan
- dalam Al-Qur'an
- bahwa satu-satunya
- agama pedoman hidup yang diterima diakui
- oleh Allah hanyalah alislam.
- Innaddinaallahil
- Islam.
- Islam di sini bukan hanya sekedar nama,
- tapi Islam, nama dan juga makna yang
- artinya berserah diri tunduk kepada
- Allah.
- Artinya kita menyesuaikan diri kita
- dengan petunjuk Allah bukan sebaliknya.
- Berarti di saat kita semua bersama-sama
- mengislamkan diri kita kepada Allah maka
- kita akan berjalan menuju persatuan.
- Betul gak? Kemudian Allah jelaskan sebab
- terjadinya perselisihan. Wtalafalladina
- utul kitab illa m ba'di ma jaahumul ilmu
- bagian bainahum.
- Tidak terjadi perselisihan di antara
- para ahli kitab melainkan setelah
- datangnya ilmu kepada mereka.
- Bukan dalam kebodohan, tapi setelah
- datangnya petunjuk dan pengetahuan.
- Penyebabnya apa? Bagian bainahum.
- Karena masing-masing mengikuti ambisi,
- hawa nafsu, persaingan.
- akhirnya membelokkan mereka dari
- petunjuk dan ajaran Allah yang membuat
- mereka akhirnya menafsirkan ayat ayat
- Allah petunjuknya disesuaikan dengan
- hawa nafsu mereka.
- Wam yakfur biayatillah fainnallaha
- syariul hisab. Siapa yang ingkar kepada
- ayat Allah maka Allah maha cepat
- hisabnya.
- Lalu kita lihat ayat berikutnya. Fain
- hajuka. Kalau mereka menentang engkau
- wahai rasulah faqul.
- Aslamillahi
- umumkan bahwa aku menyerahkan diriku
- kepada Allah bersama orang-orang yang
- mengikuti aku.
- Wailladina utul kitab wal umina
- aslamtum. Katakan pada para ahli kitab
- dan masyarakat umi yaitu penduduk
- Makkah. Mau tidak kalian bersama-sama
- berserah diri kepada Allah? H.
- Fain aslamu faq. Kalau mereka mau
- berserah diri berarti mereka berada
- dalam petunjuk. Wa tawallauikal.
- Kalau mereka berpaling menolak untuk
- berserah diri kepada Allah, bersatu
- dalam agamanya,
- tugasmu hanya menyampaikan pesan Allah.
- Wallahu basirun bil ibad. Allah maha
- melihat hamba-hambanya. Siapa yang tulus
- berserah diri dan siapa yang menolak
- untuk berserah diri pada Allah. Nah,
- kalau kita baca
- ee surah Aljafiah
- ayat 16 ya,
- walaqad aaina bani israilal kitaba wal
- hukma w nubuwata warzaqnahum minat
- thyibat wafadolnahum ala katirin
- wafadolnahum alamin. Sesungguhnya kami
- telah menganugerahkan kepada Bani Israil
- Alkitab
- wal hukm juga. Apa Allah anugerahkan
- Alkitab dan juga kekuasaan bagi mereka
- hingga mereka yang memberikan keputusan.
- W nubuwah kami anugerahkan juga
- kenabian. Warzaqnahum minat thyibat.
- Kami anugerahkan mereka dari berbagai
- macam rezeki yang baik.
- alamin. Kami juga karuniakan bagi mereka
- berbagai macam keutamaan atas manusia
- yang hidup pada masa itu. Waainahum
- bayinatim minal amri. Dan kami berikan
- mereka penjelasan penerangan yang
- sejelas-jelasnya dari petunjuk kami.
- Famalafu illa min ba'di ma jaahumul ilmu
- bagan bainahum. Dan tidak terjadi
- perselisihan di antara mereka melainkan
- setelah datangnya ilmu dan petunjuk
- kepada mereka bagian bainah. Karena
- dikuasai oleh apa? Oleh hawa nafsu yang
- menyimpangkan mereka, yang memecah belah
- mereka.
- Ini kondisi keadaan Bani Israil yang
- menerima anugerah dari Allah, kemuliaan,
- kenabian, rezeki yang luas, dan
- penerangan penjelasan yang
- sejelas-jelasnya.
- terjadinya perselisihan karena mereka
- mengikuti hawa nafsu. Nah, sekarang umat
- nabi kita tumma jaalnaka syariati minal.
- Kemudian kami tempatkan engkau di atas
- syariat jalan yang luas yang terang
- minal amri amrin dari petunjuk kami
- bimbingan kami.
- Fattabiha wala tattabi ahwa alladina la
- yamun. Maka ikutilah syariat ini dan
- jangan mengikuti hawa nafsu orang yang
- tidak berilmu.
- Nabi ketika menerima pesan ini, dia
- menjalankan perintah Allah, menegakkan
- syariat Allah, tidak mengikuti hawa
- nafsu orang yang tidak berilmu. Tapi
- yang datang setelah nabi kita-kita ini
- seringki menyesuaikan ayat Allah,
- disesuaikan dengan hawa nafsu.
- Orang-orang yang tidak berilmu karena
- tergiur pada kekayaan mereka, kedudukan
- mereka menempatkan ayat bukan pada
- tempatnya. Akhirnya melahirkan pemahaman
- yang tidak sejalan dengan petunjuk
- Allah.
- Kemudian innahum lay yugnu anka
- minallahiya. Sekali-kali mereka takkan
- mampu untuk melindungi engkau dari Allah
- sedikit pun.
- Wallahu
- innahum minallahi wa inimina ba'duhum
- auli ba wallahu waliul muttaqin.
- Sesungguhnya orang-orang zalim wahai
- Rasulullah juga bicara pada kita
- sebagian mereka ini menjadi wali
- pelindung pembela sebagian yang lain.
- Bersatu bersama-sama disatukan oleh
- kezaliman.
- Wallahu waliyul muttaqin. Sedangkan
- Allah dia hanya wali orang yang
- bertakwa.
- Dialah walinya orang yang bertakwa. Jadi
- tengah-tengah umat yang berbeda pendapat
- berselisih melupakan syariat dan
- petunjuk yang datang dari Allah.
- Perselisihan mereka bukan karena tidak
- jelasnya agama Allah, tapi disebabkan
- hawa nafsu membelokkan mereka
- kepentingan keuntungan yang telah
- mencerai-beraikan mereka dari agama
- Allah Subhanahu wa taala. Nah, kalau
- kita membaca firman Allah Subhanahu wa
- taala pada ayat 23 dari suratul Jiyah
- kita lihat. Afaroita manakza ilahahu
- hawa. Apa kamu pernah melihat
- orang yang menjadikan Tuhannya nafsunya?
- Menjadikan Tuhannya
- hawa nafsunya. Waahullahu ala ilmin.
- Karena dia menjadikan Tuhannya nafsunya.
- Bukan menjadikan Tuhannya Allah yang
- akan membimbing menerangi jalannya.
- Akibatnya apa? Wallahullahu ala ilm.
- Allah biarkan dia tersesat. Ala ilmin
- dalam keadaan berilmu bukan dalam
- keadaan bodoh.
- Al ilmin. Kenapa? Karena yang jadi Tuhan
- nafsunya. Nafsunya akhirnya menggiring
- dia, mengendalikan dia untuk berbuat
- bekerja secara membabi buta.
- Waallahullahu ala ilmin.
- Ya Allah biarkan dia tersesat atas dasar
- ilmu karena dia meninggalkan Allah,
- menggantikan Allah dengan hawa nafsunya.
- Akibat dia menjadikan nafsu sebagai
- Tuhannya, Allah Subhanahu wa taala
- menutup saluran hidayah
- pendengarannya.
- Tidak lagi mendengarkan hidayah Allah,
- tapi apa yang dibisikkan dianjurkan oleh
- setan. Begitu juga kalbunya. kalbunya
- dalam keadaan gelap diselimuti oleh hawa
- nafsu hingga peringatan Allah tidak
- sampai kepadanya. Walawa
- Allah letakkan juga tabir pada matanya.
- Yahdihi ba'dillah. Siapa lagi yang kuasa
- memberikan hidayah kepadanya setelah
- Allah meninggalkan dirinya? Afala
- tadakarun. Apa kalian tidak mengambil
- pelajaran? Jadi kepada Bapak Syuaib,
- perpecahan di antara umat bukan karena
- tidak jelasnya agama Allah. Agama Allah
- jelas terang benerang.
- Kita diperintahkan bersatu dalam syariat
- Allah. Syariat itu yang menurunkan
- Allah. Bukan nabi-nabi hanya
- menyampaikan pesan Allah,
- tapi asyari adalah Al.
- Nah, syariat Allah dalam Al-Qur'an
- merupakan hal yang disepakati.
- Begitu juga ya syariat Allah yang
- dicontohkan oleh Nabi. Artinya Nabi
- menerima syariat dari Al-Qur'an
- dicontohkan dalam kehidupannya.
- Sebetulnya dalam hal ini jelas gamblang
- tidak ada kesamaran dan kebingungan.
- Oleh karena itu, Allah namakan Al-Qur'an
- sebagai nur, sebagai hudan petunjuk,
- sebagai rahmah.
- sebagai penyembuh. Tapi sayang Bapak
- Syuaib, kebanyakan umat Islam justru
- meninggalkan kitab Allah. Kenapa? Karena
- kitab Allah enggak bisa disesuaikan
- dengan hawa nafsunya.
- Oleh karena itu, mereka lebih suka
- memilih pendapat fulan dan fulan.
- Padahal mereka-mereka ini orang-orang
- yang apa? Yang dengan berani ya
- menjauhkan orang dari petunjuk Allah.
- demi hawa nafsunya, demi kepentingan
- kelompok maupun golongan.
- Jadi, Allah Subhanahu wa taala jelaskan
- kepada kita bahwa satu-satunya pedoman
- hidup yang Allah terima adalah al-Islam.
- Bukan hanya nama, tapi menunjukkan arti
- berserah diri. Nah, kalau kaum muslimin
- semua bersatu di jalan Allah, tidak
- berpecah belat, tidak
- bergolong-golongan,
- tidak dikuasai ashabiah dan fanatisme
- yang membutakan mereka, mereka tidak
- akan berselisih. Nah, Bapak Syuaib kalau
- ada perbedaan
- pendapat ya sebetulnya bukan dalam
- syariat,
- dalam fikih
- yang merupakan pemahaman dan
- interpretasi manusia. Tapi kalau syariat
- dan pokoknya tidak ada perbedaan sama
- sekali. Sebagai contoh, syariat yang
- berhubungan dengan salat kita tidak ada
- perbedaan. H
- rukun-rukun salatnya jelas.
- Kalau ada perbedaan satu qunut dan tidak
- qunut itu bukan kembali kepada syariah.
- Yang qunut tidak batal salatnya. Yang
- meninggalkan qunut juga tidak batal
- salatnya. Ini bukan kembali kepada
- syariat. Ini fikih para ulama
- berdasarkan riwayat-riwayat
- yang tidak sama sekali pasti. Maka
- lahirlah perbedaan. Tapi ini bukan
- merupakan hal yang berhubungan dengan
- apa? Dengan syariat Allah.
- Oleh karena itu, perbedaan ini
- seharusnya umat Islam berlapang dada.
- Ini merupakan pendapat Syafi'i, pendapat
- Malik, bukan syariat Allah.
- Oleh karena itu, salat dalam mazhab
- Syafi'i, dalam mazhab Malik, dalam
- mazhab Ahmad bin Hambal, dalam mazhab
- Abu Hanifah, pokok-pokok salat sama.
- Tapi kenapa? Satu dua perbedaan itu yang
- diangkat ke permukaan. Sedangkan yang
- sama, yang begitu banyak kita lupakan.
- Nah, perbedaan sebagai ujian dari Allah.
- Apa kita terbawa oleh kefanatikan?
- Apa kita lebih mengutamakan keridaan
- Allah? Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam paling bahagia
- menyaksikan umatnya rukun sebagaimana
- orang tua menyaksikan anaknya rukun
- bekerja sama. Yang membuat sedih beliau
- kalau umatnya berpecah belah. Oleh
- karena itu yang diterima dan diakui
- sebagai umat rasul yang berserah diri
- kepada Allah, mengikuti petunjuk
- rasul-Nya, menaburkan rahmat di tengah
- umat. Jadi pada saat ini ulama-ulama
- kiai kita ini banyak yang sibuk
- menaburkan fitnah,
- menyebarkan ya hal-hal yang bukan
- prinsip dalam agama
- yang kalau ditinggalkan
- tidak sama sekali apa? tidak sama sekali
- merusak agamanya yang kalau dikerjakan
- pun demikian. Kenapa orang harus ribut
- meletakkan tangan di sini? Letakkan
- tangan dengan lurus atau katakan qunut
- tidak qunut? Kenapa harus diributkan?
- Iya.
- Kenapa justru mereka tidak betul-betul
- menghayati meresapi salat mereka sesuai
- dengan tuntunan yang disepakati?
- Oleh karena itu seharusnya ulama-ulama
- tidak sama sekali membenamkan masyarakat
- dalam perselisihan.
- Jangan
- apa? Mewarnai masyarakat dengan
- warna-warna perbedaan.
- Bahwa kita bermazhab Syafi'i sebetulnya
- yang memahami perbedaan pendapat dan
- mazhab itu ulama.
- Masyarakat tidak tahu apa-apa. Ajarkan
- cara salat yang disepakati. Kalau ada
- perbedaan jelaskan. Ada sebagian qunut,
- sebagian tidak qunut, jangan saling
- menyalahkan, bukan justru menanamkan
- doktrin.
- Nah, ulama yang menanamkan doktrin
- menjauhkan dari saudara-saudaranya yang
- lain, sebetulnya ulama yang sadar tidak
- sadar telah diperalat oleh setan.
- Diperalat oleh
- setan.
- Setan. Jadi, mari bersama-sama
- kita mengajak umat bersatu dalam iman
- dan Islam,
- bertakwa kepada Allah.
- tidak bercerai-berai.
- Karena orang yang bercerai-berai dalam
- agama Allah, Allah nyatakan mereka
- orang-orang musyrik. Wala takunu minal
- musyrikin. Jangan kalian tergolong dari
- orang musyrikadina
- farquinahum wau syiah. Yang memecah
- belah agama Allah hingga mereka
- bergolong-golongan hizbin bimadi
- farihun. Tiap kelompok merasa bangga
- dengan apa yang ada pada mereka.
- Begitu juga dalam suratul an'am, Allah
- mengingatkan rasulnya dan kita
- innalladina farquahum.
- Sesungguhnya mereka-mereka yang memecah
- belah agama mereka, menyekat-nyekat
- hingga bergolong-golongan, kamu bukan
- dari mereka. Artinya kamu bukan pemimpin
- mereka dan mereka bukan umatmu.
- Ini tegas. Jadi, Bapak Syuaib coba
- fokuskan perhatian kita kepada
- pokok-pokok ajaran Islam, syariatnya.
- Adapun soal perbedaan jangan terlalu
- kita apa? besar-besarkan dan hiraukan
- karena ini bukan merupakan syariat
- Allah.
- Yang masuk dalam kategori syariat adalah
- petunjuk Allah Subhanahu wa taala yang
- berhubungan dengan iman, berhubungan
- dengan tata aturan kehidupan adab ya
- yang datang dari Allah secara pasti
- melalui kitab suci Al-Qur'an, melalui
- juga sunah nabinya yang mutawatir dan
- disepakati. Adapun riwayat-riwayat ahad
- yang berbeda
- itu tidak memiliki kekuatan
- untuk seseorang memastikannya
- berfanatik kepadanya. Bisa-bisa karena
- kefanatikannya dia dijerumuskan ke dalam
- fitnah yang amat besar. Jadi ajaran
- Islam jelas terang-benerang, tidak ada
- keraguan, tidak ada kesamaran, tapi
- manusianya yang jiwanya diselimuti oleh
- hawa nafsu. Waliyadubillah. Mungkin
- cukup sampai sini.
- Baik, Ustaz.
- Insyaallah kita bertemu kembali dalam
- kesempatan lain.
- Baik, Ustaz. Terima kasih atas
- jawabannya. Tadi terkait kebebasan
- beragama yang mutlak. Mungkin kita jawab
- di hari lain ya, Ustaz ya. Mungkin besok
- juga
- masih ada kesempatan insyaallah.
- Iwan. Demikianlah renungan di bawah
- naungan Al-Qur'an bersama guru kita
- Ustaz Husain Atas. Semoga penjelasan ee
- dan jawaban-jawaban dari pertanyaan
- ikhwan akhwat tadi ee dapat memberikan
- pencerahan untuk kita semua. Mohon maaf
- jika ada pertanyaan yang belum sempat
- kita bacakan dan belum sempat kita buka
- juga karena Ustaz ada keperluan keluar
- kota Ustaz ya.
- Baik kita akhiri dengan baca doaul panj
- subhanakallah wamdika asadu alla
- ilahailla anta asubik wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.