Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:12 Allahidina Muhammad 0:18 Allah Subhanahu wa taala. 0:23 Asalamualaikum warahmatullahi 0:26 wabarakatuh. Mudah-mudahan 0:31 tidak bosan kami ingatkan 0:35 mudah-mudahan juga akwat yang kami 0:38 ruangan 0:43 alhamdulillah tidak ada 0:49 hadir dan seperti 0:52 ini 0:55 dengan 0:56 terlebih dahulu. 0:59 Asalamualaikum warahmatullahi 1:01 wabarakatuh, Ustazah. 1:03 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:05 wabarakatuh. Sehat? Alhamdulillah 1:10 saja. Alhamdulillah. Mudah-mudahan yang 1:13 wajib diberikan ketembuhan buat siapun 1:15 ya termasuk buat dan keluarganya. 1:23 dan 1:25 juga 1:37 hidup. 1:44 Bismillahirrahmanirrahim. 1:46 Alhamdulillahabbilaminah 1:51 yaamanaidina 2:11 Muhammadin 2:15 Puji syukur kepada Allah tidak lepas 2:18 dari lisan kita selalu memuji dan memuj. 2:22 Allah yang menggenggam seluruh waktu 2:25 dalam genggamannya. Dialah Allah yang 2:28 menggilirkan siang dan malam kemuliaan 2:30 dan kehinaan, kemenangan dan kekalahan, 2:34 sakit dan sehat itu dipergilirkan. 2:37 Tentu saja selawat dan salam serta 2:40 kerinduan kita kita berikan semoga 2:44 tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad 2:47 sallallahu alaihi wasallam yang sabar 2:50 menghadapi setiap pergiliran hidup 2:52 dengan keyakinan penuh dengan janji 2:54 Allah nabi akhir zaman, nabi yang kita 2:56 cintai. 2:58 Sesungguhnya hidup ini adalah pergiliran 3:01 ujian yang bergilir. Kita tahu ya, hidup 3:04 di dunia ini tidak satu keadaan. 3:08 Kadang-kadang ada yang hidupnya di atas, 3:11 kadang-kadang di bawah. Kadang-kadang 3:13 kita merasakan bahagia, kadang-kadang 3:15 kita diuji penuh dengan tangis, duk dan 3:18 lara. Kadang-kadang ee umat Islam itu 3:20 diberikan kemenangan. Kadang-kadang 3:22 mereka dalam keadaan tertekan dan 3:25 terzalimi. Semua itu bukan berarti tidak 3:28 ada makna. Semuanya bermakna. Dan ini 3:30 adalah bagian dari sunatullah Allah, 3:32 dari sunatullah yang telah Allah 3:34 tetapkan untuk hamba-hambanya. Maka 3:36 dalam Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 140 3:40 ya watilkal ayyamu nudawilha 3:45 bainanasi. 3:46 Ya, itulah. Jadi kalau ayam itulah masa, 3:51 itulah hari-hari kejayaan dan kehancuran 3:54 itu kami pergilirkan di antara manusia 3:59 amanu 4:03 wallahu yuhibbimin. 4:05 Jadi Allah telah menciptakan waktu 4:08 hari-hari itu untuk dipergilirkan. Ya, 4:11 jadi memang hidup itu adalah ujian yang 4:13 bergilir di antara manusia. Kenapa 4:15 diadakan ujian dipergilirkan? Agar Allah 4:20 bisa membedakan. Bukan berarti ini ya, 4:22 supaya Allah itu membedakan orang-orang 4:24 yang beriman. Mana yang teruji, mana 4:26 yang diuji dengan ujian kemudian 4:28 berhasil dan lulus. Jadi untuk 4:30 membedakan orang-orang yang beriman 4:32 dengan orang-orang yang kafir. Jadi 4:34 artinya di sini dan sebagiannya supaya 4:36 kamu dijadikan syuhada ya ee dalam ee 4:39 apa namanya kehidupan itu mana yang 4:42 diuji yang beriman sebenar-benarnya. 4:44 Waktu itu kan adalah ujian ya untuk 4:46 menentukan mana yang syuhada, mana yang 4:47 tidak. Dan Allah tidak menyukai 4:49 orang-orang yang zalim. Ee dalam tafsir 4:52 Ibnu Katsir itu dijelaskan ya bahwa 4:54 Allah itu mempergilirkan kemenangan dan 4:57 kekalahan itu agar manusia mengetahui 5:00 bahwa dunia ini bukan tempat balasan, 5:03 tapi dunia ini adalah ujian. Kadang 5:05 seorang mukmin itu diuji dengan 5:07 kekalahan agar sabar dan mendapatkan 5:10 pahala. Jadi tidak selamanya orang 5:12 beriman itu menang di dunia. Tidak 5:15 selamanya orang beriman itu selalu 5:17 sukses. Ya, kemenangan sejati itu 5:19 hakikatnya itu adalah bagaimana dia bisa 5:22 teguh, kokoh, dan ketika diuji dia 5:24 betul-betul tetap istikamah dan berada 5:26 dalam jalan kebenaran. Nah, itulah 5:29 hidup. Nah, jadi ini kalau kita ee 5:32 tadaburkan ayat ini, itu kan tidak hanya 5:35 dalam berperang yang menang dan kalah, 5:36 dalam semua hal. Hidup itu adalah bagian 5:40 dari waktu yang tidak berhenti. Hidup 5:42 itu kan hari-hari yang terus berjalan, 5:44 detik, menit, ya, jam, hari, pekan, 5:48 bulan, tahun itu tidak tetap. Keadaan 5:51 itu tidak akan tetap. Hari-hari itu 5:53 terus berlalu dan masa itu terus 5:56 berganti silih ee beredar terus ya dan 5:58 tidak terasa ya, Mbak Olin ya. Mungkin 6:00 dulu Mbak Olin masih muda ya, tahu-tahu 6:02 menikah punya anak eh anaknya sudah 6:04 besar ya. Ya Allah, cepat sekali berlalu 6:07 ya. Mungkin dulu kita masih 6:08 bermanja-manja dengan kedua orang tua 6:11 kita. Kemudian enggak tanpa kita ee 6:14 sadari eh ternyata waktu cepat berlalu. 6:17 Ya, sekarang sudah punya anak, orang tua 6:18 kita sudah tiada. Nah, itulah hidup ya 6:20 penuh dengan perubahan ya. Kadang-kadang 6:23 kita ee berada dalam keadaan sangat 6:27 bahagia. Mungkin suatu saat kita dalam 6:29 keadaan sedih ya. Itulah tidak ada 6:31 keadaan yang selamanya itu tetap ya. 6:33 tidak ada semuanya seperti itu. Semuanya 6:36 sulit, semuanya berhasil, enggak ada ya. 6:39 Jadi pasti ada setiap ee kemenangan 6:42 pasti ada kekalahan. Setiap keberhasilan 6:44 pasti ada kegagalan. Setiap kemudahan 6:47 pasti ada kesulitan. Setiap ee 6:49 penderitaan pasti ada saatnya 6:51 berbahagia. Jadi keberhasilan dan 6:53 kegagalan itu semuanya telah diatur oleh 6:56 Allah ya. dalam ketika kita ee merasakan 7:00 kemenangan ya dalam setiap kemenangan 7:02 kita bersyukur ketika kita dalam 7:05 kekalahan tidak berputus asa. Jadi 7:07 pergantian antara suka dan duka itu 7:10 kalah dan menang itu itu memang ada 7:12 adalah hal-hal yang memang sudah 7:14 sunatullah. Yang kuat suatu saat akan 7:16 menjadi lemah ya dulunya muda, gagah, 7:19 ganteng, cantik ya nanti juga akan tua 7:21 ya ee sepuh dan ada kalanya kemiskinan 7:25 pun bergilir waktunya menjadi kaya. Dulu 7:27 mungkin sulit hidupnya, susah, penuh 7:30 dengan penderitaan. Sekarang masyaallah 7:33 kaya gitu ya. Mungkin yang dulunya kaya, 7:36 mentang-mentang, petantang-petenteng dan 7:37 segala macam, eh sekarang jauh hidupnya 7:40 penuh dengan kehinaan. Kesombongan yang 7:42 dibanggakan nanti juga akan menjadi 7:44 kelemahan yang terpuruk. Kezaliman yang 7:47 meraja lelah saatnya nanti pasti menjadi 7:49 kehinaan yang memalukan. Pengkhianatan 7:52 yang dilakukan suatu saat nanti akan ada 7:56 penyesalan yang tiada berkesudahan. 7:58 Jadi, setiap sukacita selalu ada duka 8:00 yang mengiring. Ketenangan tuh pasti 8:02 diikut dengan ketakutan. Kekaguman, 8:05 kenyamanan pasti diikuti oleh pengabaian 8:07 dan ketidakpedulian ya. Pada saatnya 8:09 nanti semua akan diperkilkan.Alam 8:14 nudawinanas. 8:16 Jadi hidup itu adalah perjalanan pasang 8:18 surut, silih berganti dan pergiliran 8:20 dari waktu ke waktu. Bisa jadi awal yang 8:23 indah nanti berakhir dengan duka atau 8:26 kesulitan penuh penderitaan berakhir 8:28 dengan kebahagiaan penuh pesona. 8:30 Masyaallah. Itulah hidup. pergiliran 8:32 antara kesuksesan dan kegagalan, 8:34 kemenangan dan kekalahan, kekuatan dan 8:36 kelemahan. Inilah hidup yang memang 8:39 ujian yang dipergilirkan. Nah, kekalahan 8:42 itu bukanlah akhir dari segalanya, 8:45 melainkan kesempatan untuk belajar. 8:48 Belajar untuk bersabar dan kesempatan 8:50 untuk berkembang. Belajar dari kesalahan 8:53 dan bangkit menuju kemenangan. Kekalahan 8:56 itu adalah ujian untuk melatih rasa 8:58 syukur atas pengalaman yang didapat dari 9:01 kekalahan dengan kesempatan untuk 9:03 memperbaiki diri menjadi lebih baik 9:05 lagi. Itulah hakikat orang-orang yang 9:07 beriman mengisi hari-harinya di dunia. 9:09 Kemenangan itu juga bukan tujuan akhir, 9:12 tapi sebuah titik awal untuk belajar 9:14 bersyukur, melatih diri menjadi rendah 9:16 hati dengan pikiran yang jernih. Betapa 9:19 banyak orang-orang yang sombong ketika 9:21 dia kaya, ketika dia ada berakhir dengan 9:25 keterpurukan dan kehinaan. Karena dia 9:27 tidak memahami bahwa hakikat kemenangan 9:29 itu adalah ujian, bukan tujuan akhir. 9:32 Belajar untuk bersabar dari rasa 9:35 kesombongan ya, bangga yang menguasai 9:37 jiwa. Itulah hakikat ee orang beriman. 9:40 Jadi kemenangan itu adalah kesempatan 9:42 untuk mengingat diri kita bahwa hidup 9:45 ini adalah perjalanan indah kita menuju 9:47 Allah. Karena hidup ini adalah ujian 9:49 yang bergilir ya. Bergilir enggak ada 9:52 yang sama, enggak ada yang tetap pasti 9:54 berubah. Ya, inilah kehidupan kita ya. 9:58 Ujian keimanan ya. Perjalanan hidup, 10:01 pergiliran hidup itu adalah ujian 10:02 keimanan. Siapa yang tetap sabar dan 10:05 siapa yang goyah, siapa yang rida dengan 10:07 takdir Allah dan siapa yang kecewa. Itu 10:09 semuanya untuk pembuktian keimanan. Nah, 10:12 ini yang saya sampaikan ini terutama 10:14 ditujukan untuk diri dan keluarga ya. 10:16 Karena pada hakikatnya setiap yang kita 10:19 sampaikan itu adalah untuk mengingatkan 10:21 kita dan keluarga. Nah, kita lihat 10:24 contoh ya seperti pergiliran ee hidup 10:26 ya. Hidup ini adalah ujian yang bergilir 10:28 seperti kita lihat perang Uhud ya. Dulu 10:31 kan kaum muslimin menang perang Badar. 10:33 Nah, ketika perang Uhud itu kan ee 10:36 ketika di perang Badar menang kan tidak 10:39 selamanya menang. di perang Uhud itu kan 10:42 mengalami ee ya kita bisa bagaimana 10:45 pelajaran ee yang kita pelajari ya 10:47 bagaimana 10:49 mengalami kekalahan ya karena pasukan 10:51 pemanah ya itu memang ujian juga ya 10:54 karena tidak mentaati perintah Rasul ya 10:56 apapun kondisinya jangan turun tapi 10:58 akhirnya turun karena memang ujian. Nah, 10:59 ini pelajaran yang kita dapatkan 11:01 bagaimana kesabaran, ketaatan, dan 11:04 munculnya para syuhada ya itu paman Nabi 11:07 seperti Hamzah bin Abdul Muthalib itu 11:09 adalah ee ya itu izin Allah. Allah 11:11 izinkan umat Islam kalah agar untuk 11:13 memperbaiki diri. Kadang Allah menunda 11:16 kemenangan agar hati kita tidak sombong. 11:18 Ya, jadi itulah pergiliran tidak 11:20 semuanya ee menang. Contoh saat ini 11:24 misalnya kita lihat ya, bagaimana 11:25 kondisi saudara kita di Palestina ya. 11:29 Bagaimana ee di Palestina ini kita lihat 11:32 kondisinya ya Allah 2 tahun ya Tufanul 11:36 Aqsa ini memang kalau yang tidak yang 11:39 tidak meyakini adanya ee pergiliran ini 11:42 pasti ya Allah terpuruk sekali ya 11:44 bagaimana umat Islam. Nah ini kan 11:46 kondisi saat ini. Yakinlah zaman itu 11:49 akan berputar hari akan diperdirikan 11:51 Allah. Tidak selamanya kondisi seperti 11:54 ini ya. Coba lihat dulu Firaun. Firaun 11:57 itu kan dengan angkuhnya itu dalam 11:59 Al-Qur'an sampai diabadikan perkataannya 12:01 ya. Ya. Dia mengatakan alais mulkro wil 12:05 anharj tahti. Bukankah kerajaan Mesir 12:09 ini kepunyaanku dan sungai-sungai ini 12:11 mengalir di bawahku. Itu kan kata Firaun 12:13 ya. Ketika dia berjaya merasa sombong, 12:16 merasa inni rbukumul a'la. Ya, aku 12:18 adalah Tuhanmu yang tertinggi. Allah 12:21 putar balikkan zaman. Ya, Allah 12:23 pergilirkan hari. Bagaimana ee kita 12:25 lihat Allah memutar balikkan ee 12:28 kehidupan ini hari-hari ya zaman itu 12:30 menjadikan air itu mengalir di atas 12:32 dirinya ya. Dulunya kan kita lihat kata 12:36 ee Firaun kan sungai-sungai itu mengalir 12:38 di bawahku. Alanhar tajri min tahti. 12:41 Kita lihat seiring dengan perjalanan 12:43 waktu ya, hari yang dipergilirkan itu 12:46 air itu mengalir di atasnya kan 12:48 tenggelam Firaun. Nah, jadi ee kita 12:52 lihat bagaimana luar biasa ya pergiliran 12:55 waktu memang proses ya waktu ya. Kalau 12:57 mungkin ada kapan ya kayaknya lama 12:59 banget enggak hidup di dunia sebentar 13:00 kok enggak lama ya. Kita jalani aja 13:02 dengan kesabaran entar juga akan berubah 13:05 selama kita tetap istikamah. Coba kita 13:07 lihat misalnya ya, dulu Nabi Musa Alaih 13:10 Salam kan menangis ya ee di istana 13:13 ketika ee diselamatkan oleh Allah ingin 13:15 menyusu. Kita kita lihat sekarang 13:17 bagaimana ketika Firaun jatuh tuh Nabi 13:20 Musa melihat menyaksikan kejatuhannya 13:23 ya. Bagaimana Allah membalas kesombongan 13:26 manusia pada saat itu juga ya. Dulu kan 13:29 Nabi Musa terzalimi ya dikejar-kejar mau 13:31 dibunuh. Akhirnya Firaun itu hancur. 13:34 Atau misalnya Namrud ketika Namrud itu 13:37 berkata, "Ana uhyi wa umit." Akulah yang 13:40 menghidupkan dan mematikan. Allah 13:42 putarbalikkan zaman. Allah perkil. Allah 13:45 mengirimkan seekor nyamuk kecil yang 13:47 merusak hidupnya hingga dia tidak bisa 13:50 tenang. Ya, sampai dia tuh memukul 13:51 kepalanya sampai dia tuh sampai wah 13:53 pokoknya sampai hancur hanya gara-gara 13:55 seekor semut. Padahal dia bilang aku 13:57 yang menghidupkan dan mematikan. Itulah 13:58 pergiliran waktu. Atau apalagi kalau 14:01 kita lihat misalnya perjuangan Nabi 14:03 Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang 14:05 dulunya keluar dari Makkah hijrah ke 14:07 Madinah itu ya penuh dengan penderitaan 14:09 kan itu seluruh kabilah kaum Quraisy itu 14:12 mengutus ya setiap kabilah tuh untuk 14:14 membunuhnya bersama-sama supaya tidak 14:16 ada lagi ee apa ee komplain ya. Jadi 14:19 semua bersepakat untuk membunuhnya ya. 14:22 Kita lihat bagaimana 13 tahun Rasulullah 14:24 dan para sahabat berjuang di Madinah di 14:26 Makkah untuk menyebarkan nilai-nilai 14:28 Islam. Itu perjuangan penuh penderitaan 14:31 ya, penuh dengan pengorbanan. Kita lihat 14:34 darah pun menjadi pengorbanan. Yang 14:37 syahid pertama adalah e Sumayyah. Ya, 14:40 dia berjuang apapun yang dia lakukan 14:42 sehingga syahid. Ya, syahid pertama 14:44 perempuan ya di Makkah itu Allah memutar 14:47 balikkan waktu. Ya, Allah memutar 14:49 balikkan waktu pergiliran hari. itu 14:52 setelah hijrah ke Madinah 8 tahun 14:55 kemudian Allah kembalikan nabinya ke 14:57 Makkah di siang hari sebagai pemenang 15:00 dan pembuka kota itu fatu Makkah. 15:03 Masyaallah padahal 13 tahun tuh penuh 15:05 penderitaan. Itulah saat waktu yang 15:07 Allah pergilirkan. Atau misalnya kita 15:09 lihat Bilal bin Rabah 15:11 ketika Umayyah bin Khalaf gitu ya 15:14 menelentangkannya di atas pasir panas 15:17 Makkah yang menindihkannya batu besar 15:20 itu ya itu azab yang luar biasa ya. Nah 15:22 itu mungkin kita mungkin saat itu akan 15:25 berkata ini kapan ya azab ini ujian ini 15:29 akan berakhir? Wah memang penuh 15:31 penderitaan. Bisa dibayangkan pasir 15:32 panas kemudian ditelentangkan tanpa 15:35 pakaian kemudian batu ditimpuk. Wah, 15:37 mungkin pada saat itu kalau yang tidak 15:39 memiliki kesabaran, kapan ujian ini 15:41 berakhir? Ya, nah Allah ya dengan 15:44 kemahakuasaannya 15:46 memutarbalikkan waktu, ya mempergilirkan 15:49 hari ketika dua pasukan bertemu di 15:52 Badar, pasukan Quraisy dan pasukan 15:54 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, 15:56 Bilalah yang menancapkan pedangnya ke 15:58 dada Umayyah. Subhanallah. Di sanalah 16:01 kita akan memahami bagaimana hikmah 16:03 Allah dengan pergiliran zaman ini, 16:05 pergantian waktu ini. Watkal ayyam 16:07 nudawi bainanas itu Allah akan 16:10 pergilirkan. Itulah hari-hari yang 16:11 berjalan yang Allah ciptakan ya 16:14 menggilirkan di antara makhluknya. 16:16 Mungkin ada yang sehat nanti suatu saat 16:18 sakit. Mungkin suatu saat ada yang kaya 16:20 nanti juga miskin. Mungkin bahagia 16:23 mungkin berduka ya. Ada yang kuat 16:26 kemudian lemah. Makanya kita berharap ya 16:28 dengan pemahaman dan ee keyakinan kita 16:31 bahwa Allahlah yang menggilirkan waktu 16:33 itu. Maka ketika ada ujian dan cobaan 16:35 tuh ketika kita berada di waktu yang 16:37 kuat kita tidak terkelen 16:40 berada dalam keadaan lemah kita tidak 16:42 putus asa. Ketika kita mungkin kaya 16:44 dengan harta yang Allah berikan, kita 16:46 tidak sombong. Dan ketika kita miskin 16:48 terpuruk, Allah uji kita dengan sedikit 16:50 harta. Kita tidak berputus asa dan tidak 16:53 berputus harapan. Ya, itulah Allah yang 16:55 melepaskan anak-anak anak-anak panah 16:58 takdirnya kepada manusia. Maka tentu 17:01 ketika Allah melemparkan tanah takdirnya 17:04 kepada manusia, maka kita sebagai hamba 17:06 Allah itu berada di sisi sang pelempar 17:09 ya agar kita selamat. Ya, inilah hidup 17:12 ya penuh ujian. 17:14 Ada yang diuji dengan kekuatan, harta, 17:17 pangkat, kedudukan, jabatan, ketampanan. 17:21 Ya, ada yang diuji dengan kelemahan, 17:23 kemiskinan, sakit, kehilangan, 17:26 kesempitan, dan segala macam ujian yang 17:29 Allah berikan. Pada hakikatnya semua 17:31 ujian itu adalah tanda cinta Allah 17:33 kepada kita, bukan tanda benci. Tentu 17:36 ini adalah ujian keimanan. 17:43 Kami akan menguji kamu dengan keburukan 17:46 dan kebaikan sebagai cobaan, sebagai 17:50 ujian. dan kepada kamilah kamu akan 17:53 kembali. Jadi ujian yang Allah berikan 17:55 kalau itu mungkin berupa keburukan, kita 17:58 bisa ini membuat kita bersabar. Ketika 18:01 ujian kebaikan Allah berikan kita akan 18:03 bersyukur. Nah, kedua-duanya itu adalah 18:05 ladang pahala. Bukan ada bukan alasan 18:08 untuk disombongkan atau berputus asa. 18:10 Tidak. Ujian ini kan hidup ini kan 18:12 adalah ujian. Ya. Ya. Jadi, bagaimana 18:16 kita menyadari bahwa hakikat kehidupan 18:19 kita di dunia ini adalah ujian. 18:21 Hari-hari yang dipergilirkan Allah 18:24 dengan ujian itu. Nah, dengan dengan 18:26 ujian-ujian ini kita menyadari yang 18:28 kekal itu hanyalah Allah. Kita juga 18:30 hanya sementara kok hidup di dunia ini. 18:33 Kita akan menjalani perjalanan yang 18:35 sangat panjang. Dunia ini kan sebenarnya 18:38 sebentar, 18:40 enggak lama kan? Coba kita lihat 18:42 misalnya Rasulullah sallallahu alaihi 18:43 wasallam saat ini kan Rasulullah masih 18:45 di alam barzakh kan? Nabi Adam juga 18:47 masih di alam barzakh kan. Padahal Nabi 18:49 Adam sudah lama wafatnya. 18:51 Kalau kita lihat Rasulullah diberikan 18:53 kesempatan untuk hidup hanya 63 tahun. 18:56 Sekarang sudah berlalu masa 1447 18:59 Hijriah ya tahun ya sejak hijrah beliau. 19:02 Sudah lama kan? Berarti dunia ini enggak 19:04 enggak enggak lama. Dunia ini hanya 19:06 sementara. Liyabluakum ayukumu amal. 19:10 Jadi dunia ini hanya untuk ujian bagi 19:12 kita untuk membuktikan mana di antara 19:15 kita yang terbaik amalnya untuk bekal 19:18 nanti di yaumil akhir. Maka inilah 19:20 hari-hari dunia ini adalah ujian yang 19:22 dipergilirkan Allah kepada kita. Nah, 19:24 kita lihat misalnya ujian yang diberikan 19:26 kepada Nabi Sulaiman ya. Ini kita banyak 19:28 mendapatkan contoh-contoh hidup yang 19:31 telah berlalu yang menjadi pedoman dan 19:33 ee tuntunan buat kita. Ujian Nabi 19:36 Sulaiman Alaih Salam. Beliau itu raja, 19:40 kekuasaannya luar biasa ya, bisa 19:43 menguasai jin, angin, hewan, kerajaannya 19:46 besar, tunduk pada pokoknya luar biasa 19:48 tuh Nabi Sulaiman. Tapi beliau adalah 19:52 seorang nabi. Walaupun juga seorang raja 19:54 dan penguasa tapi kekuatannya tidak 19:57 menyebabkan beliau itu sombong, tidak 19:59 menyombongkan diri. Beliau itu penuh 20:02 dengan rendah hati. Bahkan beliau itu 20:04 berdoa kepada Allah ya 20:07 asakati 20:11 waid. Itu kan doanya Nabi Sulaiman ya. 20:14 Ya Rabbku anugerahkan kepadaku kemampuan 20:17 untuk bersyukur atas nikmat yang telah 20:19 Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua 20:21 orang tuaku. Bahkan beliau itu ketika 20:25 melihat dan menghadapi atau menerima 20:28 semua anugerah ya ya Allah kekuasaan dan 20:30 segala macam. Beliau mengatakan, "H 20:33 minadlibi." Ini karena karunia yang 20:35 Allah berikan kepadaku. Ini boleh juga 20:38 kita contoh ya, Mbak ya. Ketika Allah 20:39 berikan kepada kita karunia ya mungkin 20:42 kita punya keberhasilan dalam usaha yang 20:45 kita lakukan, kesuksesan, pangkat 20:47 jabatan atau anak yang kita harapkan 20:49 berhasil. Pokoknya semua 20:50 anugerah-anugerah yang didapatkan itu 20:53 adalah karunia Allah. Boleh juga kita 20:55 mengikuti apa yang disampaikan oleh Nabi 20:58 Sulaiman ini. Hadza minadbi. 21:01 Ini adalah karunia yang Allah berikan 21:04 kepadaku. Jangan pernah menyombongkan 21:06 diri ya. Ketika kita mampu membelikan 21:08 mobil yang mobil membeli mobil yang 21:10 mahal terus kita katakan siapa dulu itu 21:12 ya itu kan bentuk kesombongan ya. Siapa 21:15 dulu ini? Nauzubillah minzalik. Dilihat 21:17 Nabi Sulaiman itu enggak ada yang mampu 21:19 menandingi kekuasaannya dan kekuatannya 21:21 tuh sampai ya Allah ini luar biasa. Nabi 21:24 Sulaiman itu ya dia tahu Nabi Sulaiman 21:26 itu tahu bahwa kekuatan dan kekuasaan 21:28 itu memang ujian. Nabi Sulaiman tidak 21:31 sombong bahkan semakin tunduk kepada 21:32 Allah. Ya. Ya. Ini kita bukan bukan nabi 21:36 bukan juga punya kekuasaan [tertawa] 21:38 baru punya itu saja sudah merasa milik 21:41 dunia ini milik sendiri. Nauzubillah 21:43 minzalik ya. Atau misalnya ujian yang 21:45 didapatkan yang dialami oleh Nabi Ayub 21:48 Alaih Salam. Beliau lemah tapi tidak 21:51 putus asa. Nabi Ayub ini kan diuji sakit 21:54 bertahun-tahun ya. Ya Allah sakit aja 21:57 tuh sudah membuat kita aduh gimana baru 21:59 ini kita sakit apa ya baru batuk gitu ya 22:02 Mbak ya. Ya baru cuman 1 bulan atau 2 22:05 bulan atau 22:06 istigfar-istigfar panjang. [tertawa] 22:08 Istigfar panjang. Ya, ini Nabi Ayub 22:10 tidak hanya sakit yang beliau derita itu 22:14 sakit itu bertahun-tahun loh, Mbak. 22:16 Seluruh badannya itu sakit dan bau ya. 22:19 Bahkan luar biasalah penyakitnya itu 22:21 bertahun-tahun. Yang sehat itu hanya 22:23 hati dan lidahnya aja, lisannya. Yang 22:26 lisannya dia selalu bersyukur kepada 22:28 Allah dan hatinya juga selalu ya 22:30 mengiringi lisannya. Itu sakit panjang, 22:32 penuh penderitaan. Tidak hanya itu, 22:35 kehilangan keluarga, anak-anaknya 22:37 semuanya wafat. Ya Allah, kita kalau 22:40 punya anak satu aja meninggal tuh sampai 22:42 sekarang mungkin masih berduka terus ya. 22:44 Enggak hanya itu, harta beliau tuh punya 22:46 kekayaan yang luar biasa itu Allah 22:49 cabut, Allah ambil. Tapi beliau itu 22:51 penuh dengan kesabaran ya. Bahkan beliau 22:54 itu doanya nih yang diabadikan oleh 22:57 Allah dalam Alquran.Bi Rbi inni 23:00 masanadur wa anta arhamurahimin. 23:03 Ini doa juga boleh kita ucapkan juga ya 23:05 ketika kita mendapatkan ujian musibah 23:08 cobaan sakit ya. Ya Rabbku sungguh aku 23:11 telah ditimpa penyakit dan engkau adalah 23:13 rab yang maha penyayang di antara 23:15 penyayang. Jadi ini doa-doa seperti ini 23:19 supaya kita tidak mengeluh tidak putus 23:21 asa, tidak menuduh Allah itu zalim ya 23:24 supaya Allah angkat derajat kita itu ya. 23:27 Jadi doa sepenuh hati ya. Maka 23:30 fastajabahu 23:32 bihi. Lalu kami kabulkan doanya dan kami 23:36 hilangkan penyakit yang ada padanya. Itu 23:38 pernah ditanya ya oleh istri beliau, 23:40 "Mintalah kesembuhan pada Allah." Ya kan 23:43 engkau nabi. Nabi Ayub mengatakan, 23:46 "Bagaimana aku di hadapan Allah itu? 23:48 Allah telah memberikan aku banyak nikmat 23:51 dan sehat selama puluhan tahun. Hanya 23:54 sakit begini aja rasanya." Jadi luar 23:56 biasa nih Nabi Ayub ya memahami bahwa 23:58 kayaknya enggak pantas deh minta-minta 24:00 sama Allah. Padahal kita diberikan 24:01 nikmat banyak, kesehatan yang panjang. 24:04 Jadi lihat doanya kan gitu ya, bukan doa 24:06 ya Allah sembuhkanlah aku. Kan enggak 24:08 gitu doa Nabi Ayub. Rbi inni masanu wa 24:11 anta arhamahimin. Hanya bersifat 24:14 informasi. Ya Rabbku aku telah ditimpa 24:16 sakit. Ya udah kan gitu ya kan kalau 24:19 Allahfini gitu ya. Ah, tapi Nabi Ayub 24:21 mengatakan, "Wa anta arhamur rahimin." 24:24 Engkaulah Tuhan yang maha penyayang di 24:27 antara para penyayang. Subhanallah. 24:29 Yaitu para nabi. Maka beliau ini 24:31 termasuk pilihan Allah ya menjadi 24:33 seorang nabi yang tidak pernah lemah, 24:35 tidak pernah putus asa. Beliau tidak 24:38 mengeluh, beliau tidak berkecil hati, 24:41 tidak berputus asa, tidak menyesali 24:43 takdir. Kan kalau orang yang enggak 24:45 beriman itu pasti nyalahin menyalahin 24:46 takdir. Kenapa mesti aku? Ya gitu ya. 24:49 Kenapa bukan dia ya? Kenapa nauzubillah? 24:53 Kan aku sudah beribadah, aku sudah 24:55 melaksanakan ini kok masih sakit juga 24:57 ya. Nah, itu orang yang tidak beriman 25:00 kepada takdir. Nah, ini contoh bagi kita 25:02 ya, bagaimana ee ujian yang dialami oleh 25:06 Nabi Ayub Alaih Salam ya. Jadi ketika 25:08 sakit beliau tetap bersyukur kepada 25:11 Allah apalagi ketika diberikan karunia 25:13 tetap selalu bahkan bertambah rasa 25:15 syukurnya. Ya, sebagaimana Rasulullah ya 25:18 ee ketika beliau merasakan rasa syukur 25:21 kepada Allah itu Rasulullah melipat 25:23 gandakan ketaatannya. 25:26 Ketika salat malam itu sampai bengkak 25:28 loh kaki. Rasanya kayaknya kita susah ya 25:30 kalau mencontoh salat sampai bengkak 25:33 kaki ya. Paling bengkak kakinya lagi ke 25:35 mall ya, Mbak ya. Jalannya jauh gitu. 25:37 Pulang-pulang kaki bengkak ya. Nah, 25:39 kalau Rasulullah tuh ibadahnya saking 25:41 lamanya berdiri sampai Ibunda Aisyah 25:44 radhiallahu anha tuh kasihan, "Ya 25:46 Rasulullah, kenapa kok sampai begini? 25:48 Bukankah Allah telah mengampuni dosamu 25:50 yang lalu dan yang akan datang? Mestinya 25:53 udah gitu ya kan udah senanglah gitu." 25:55 Apa kata Nabi? Afala akuna abdan 25:58 syakuro. Tidakkah pantas aku menjadi 26:00 hamba Allah yang bersyukur? Jadi hakikat 26:03 syukur itu adalah terus melipat gandakan 26:05 lagi amal-amal saleh ya. memperbanyak 26:08 amal-amal saleh. Nah, itulah ujian ya ee 26:10 kehidupan di zaman kita ini ee hari-hari 26:14 yang dipergilirkan Allah inilah dunia 26:16 ya. Hari-hari yang dipergilirkan penuh 26:18 dengan ujian yang dipergilirkan. Kita 26:20 lihat saat ini ya ujian-ujian yang 26:23 banyak bentuknya, banyak variasinya, 26:25 banyak ragamnya ya. ujian bagi yang kuat 26:28 dan berhasil. Ya, mestinya ketika 26:31 seseorang berhasil dalam kehidupannya ya 26:33 pencapaian-pencapaian dunianya ya 26:36 kekuasaan yang dia dapat, jabatan, 26:38 popularitas atau kekayaan, mestinya pada 26:41 saat itu merasakan bersyukur kepada 26:43 Allah dengan karunianya dan tidak merasa 26:46 sombong, tidak merasa mentang-mentang, 26:50 arogan. Baru segitu aja udah kayak apa 26:52 memperlakukan manusia kayaknya rendah 26:54 banget. Udah kayak ya jangan sampai itu 26:57 terjadi. Hati-hati jangan sampai seperti 27:00 Qarun. Qarun itu kan begitu dikasih 27:03 kekuatan jabatan, popularitas, kekayaan 27:06 kan sombong. Sampai dia mengatakan, 27:08 "Innamau 27:10 ala ilmin." Katanya itu dalam surat 27:12 Qasas Alqasas ayat 78 ya. Sesungguhnya 27:15 aku memperoleh harta ini karena ilmu 27:18 yang ada padaku. Makanya usaha dong 27:21 kayak aku nih. Aku tuh begini begini 27:23 begini. Sekian tahun mendapat ini sudah 27:25 ada gelar ini nih. Aku berusaha paya. 27:27 Kalau bukan astagfirullahalazim. 27:30 Jadi merasa dirinya lah yang mendapatkan 27:33 ini karena ilmunya, karena 27:35 keterampilannya, karena susah payahnya, 27:38 karena usahanya. Jadi ya Qarun kan 27:41 begitu. Ini aku peroleh harta ini karena 27:43 ilmu yang ada padaku. Padahal semua yang 27:46 kita dapatkan itu adalah karunia Allah. 27:49 Bukan hasil kekuatan kita semata. Bukan 27:53 karena kepintaran kita, kecerdasan kita, 27:56 bukan. Semuanya itu karena karunia 27:59 Allah. 28:00 Makanya dalam hadis ya Rasulullah 28:03 menyebutkan ya. 28:08 Enggak akan masuk surga orang yang di 28:10 dalam hatinya ada kesombongan seberat 28:13 biji sawi. 28:15 Ya, zarah itu kan kecil banget ya. 28:18 Seatom kali apa kecil sekali. Maka orang 28:21 yang memiliki kesombongan sedikit itu 28:24 tidak akan masuk surga. Maka tentu saja 28:27 kita ingin ya menjadi orang yang rendah 28:29 hati. Karena kekuatan itu bukan untuk 28:31 membanggakan diri, tapi untuk menolong 28:33 yang lemah. Jadi, Allah berikan kita 28:35 kesempatan ya mungkin memperoleh harta, 28:38 jabatan, kedudukan. Tuh, maksudnya apa? 28:40 Supaya kita mampu membantu orang-orang 28:43 yang membutuhkan bantuan kita, 28:45 orang-orang yang lemah. Bisa jadi lewat 28:47 kitalah orang itu akan terbantu mesti 28:49 kan begitu ya. Maka kita berharap ya 28:52 mudah-mudahan ya ketika dalam kondisi 28:55 berada di atas kita tidak lupa diri 28:57 kita. Kita ingat bahwa ini adalah ujian. 28:59 Nanti juga dipergilirkan oleh Allah. 29:01 Tunggu aja waktunya. Enggak ada orang 29:03 yang selamanya tuh kaya selamanya enggak 29:05 ada. Lihat aja mungkin yang sekarang 29:07 merasa dirinya tidak terkalahkan. Nanti 29:10 lihat ada tu ada lemah. Hmm. Habislah 29:12 dia. Ya. Nah, begitu juga ujian bagi 29:15 yang lemah dan ee kehilangan ya. Mungkin 29:18 bagi yang diuji oleh Allah saat ini yang 29:21 ketika Allah pergilirkan waktunya dia 29:24 dalam kondisi sakit, kehilangan, 29:26 kemiskinan, ee ada tekanan hidup, 29:30 insyaallah itu ada berita gembira dari 29:32 Allah. Inna maal usri yusro. 29:36 Sesungguhnya bersama kesulitan ada 29:39 kemudahan. Yaqnatu 29:42 rahmatillah. Jangan putus asa dari 29:44 rahmat Allah. Ya. Nah, itulah hakikat 29:47 orang beriman ya. Sampai Rasul itu 29:49 memuji ajaban diambil mukmin. Sungguh 29:51 menakjubkan [berdehem] orang-orang 29:53 mukmin ini. Asat 29:56 syakaro fakanairah wa asat 30:00 fakir kalau dapat kesenangan itu dia 30:03 bersyukur. Kalau dapat dan itu baik 30:05 baginya. Kalau ditimpa kesulitan dia tuh 30:07 bersabar itu baik baginya. Maka ketika 30:11 kita diuji oleh Allah, hari-hari kita 30:13 itu adalah hari ujian. Hari yang penuh 30:15 dengan kelemahan, kita tidak boleh 30:18 berputus asa. Karena kesulitan itu pasti 30:21 ada jalan menuju kemuliaan. Jadi, inilah 30:24 hidup ujian di dunia yang penuh dengan 30:27 yang akan digilirkan oleh Allah. Makanya 30:29 seorang pengusaha yang sukses jangan 30:31 sombong ya. Kalau bisa bangun masjid, 30:34 nyantunin anak yatim seperti Nabi 30:35 Sulaiman di zaman modern sekarang ya. 30:38 atau ibu yang miskin ya, yang susah 30:40 hidupnya tetap ibadahnya, salat malamnya 30:43 tetap bersyukur walaupun hidupnya 30:45 sederhana. Lihat tuh Nabi Ayub Alaih 30:46 Salam. Atau misalnya seorang pemuda yang 30:50 kuat fisiknya tapi hatinya lembut gitu 30:53 ya. Menolong yang lemah, bukan 30:55 merendahkan. Itulah kekuatan yang sejati 30:57 ya. Atau mungkin seorang ibu, seorang 30:59 muslimah mungkin kehilangan suaminya 31:01 tapi tetap sabar dan yakin Allah 31:03 menolongnya. Kan itulah yang disebut 31:05 dengan tidak putus asa. Apapun yang kita 31:07 alami saat ini ya ee kondisi apapun 31:11 pasti ada solusinya, pasti ada jalan 31:13 keluarnya. Nah, saya mau cerita Mbak ini 31:17 ee hidup ini kan ee ujian yang 31:20 dipergilirkan yang memang ee kita kan 31:21 mengambil hikmah dari apapun yang kita 31:24 bisa ee apa yang kita alami, Mbak ya. 31:27 Ee ini kita tahu ya bahwa hidup ini 31:32 adalah ujian yang bergilir. Jadi ini 31:34 cerita kisah-kisah nyata ya, Mbak ya. 31:36 Arti dalam kehidupan kita tadi kan 31:37 cerita bagaimana para nabi, orang-orang 31:39 saleh dan segala macam ini kita dalam 31:40 keseharian kita sehari-hari ya. Jadi ee 31:43 ini dalam rumah tangga, kisah dalam 31:44 rumah tangga. Jadi ee ini dikisahkan 31:48 oleh ee laki-lakinya, suaminya. Jadi 31:51 ketika dia berumah tangga sudah sekian 31:53 puluh tahun, usia-usia pernikahan tuh 31:55 udah anak-anaknya sudah pada nikah semua 31:57 ya. Ya namanya rumah tangga hartanya 32:00 ada, istrinya walaupun sudah tua tetap 32:03 cantik dan melayani salhat pula. Ya 32:05 namanya godaan kan Mbak jadi ah coba 32:07 kayaknya hidup begini aja ya. Mungkin 32:10 kan kurang syukur kali ya. Akhirnya dia 32:12 mencoba mungkin kalau variasi nikah lagi 32:14 mungkin lebih ini kali ya. Kan anak-anak 32:16 sudah pada menikah ya istri begini ya. 32:18 Ya, itu dia barangkali ee kurang rasa 32:21 syukur karena memang setan itu, Mbak 32:24 ujung tombak dakwahnya yang berhasil 32:26 untuk mengganggu dan menjerumuskan 32:28 manusia itu adalah tidak bersyukur. 32:32 Faqol e min ibad syakur. Ya, ee Allah 32:35 juga mengkan sedikit hambaku yang 32:37 bersyukur dan setan juga mengatakan, 32:38 "Maka aku jadi e aku akan aku goda 32:40 manusia maka engkau dapatkan mereka 32:42 tidak bersyukur." Jadi syukur itu ee 32:45 mahal harganya dan godaan dari setan 32:49 kepada manusia agar manusia itu tidak 32:51 bersyukur ya. Nah, akhirnya dia 32:53 coba-cobalah eh dapat tuh janda yang 32:56 masih muda usianya gitu ya. Akhirnya dia 32:58 nikah. Ini kejadiannya bukan orang 33:01 Indonesia, Mbak ya, orang Arab ya. 33:03 Enggak apa-apa. Ini kan contoh aja ya 33:05 untuk menguatkan kita bahwa hari itu ada 33:07 hidup itu adalah ujian yang bergilir. 33:09 Nah, ketika dia menikah lagi, istrinya 33:11 sebenarnya tidak menerima. Tapi ya kan 33:13 kalau ini kasusnya di Saudi ya, Mbak ya. 33:16 Ee biasanya kan kalau istri tuh ya 33:18 ngikut suami dan biasanya mereka tuh 33:20 kalau rumah tuh kan milik suami. Kalau 33:22 kamu enggak mau enggak mau nerima 33:23 nikahku, ya sudah kamu keluar aja dari 33:25 rumah ini. Aku mau nerima tapi kamu 33:27 kasih aku rumah ini ya. Oh, suaminya 33:29 enggak mau ya. Ya, maunya tuh bergantung 33:31 teruslah istri itu ya. Akhirnya ee 33:34 istrinya enggak mau nerima. Akhirnya 33:35 dicerai ya. Akhirnya keluar dari rumah 33:37 itu dan dia tinggal bersama 33:39 anak-anaknya. Ya sudah kan ini ini ee 33:42 versi ceritanya bukan dari istri, 33:44 ceritanya dari suaminya. Maka aku pun 33:47 menikah dengan seorang janda yang yang 33:50 masih muda ya mungkin sepantaran anaknya 33:52 lah ya. Aku merasakan kebahagiaan. 33:54 Pokoknya aku berharap nanti istriku akan 33:57 ee apa? Datang meny merendahkan diri 34:00 supaya minta dirujuk lagi gitu ya. 34:01 supaya dia kan dia bergantung dia punya 34:03 apa sih, enggak punya apa-apa. Jadi ada 34:04 rasa sombong di sini. Mentang-mentang 34:07 dia berharta, punya uang, jadi dia 34:08 merasa bisa mengatur semuanya, mengatur 34:11 istrinya dan menekan istrinya ee tanda 34:14 kutip sepertinya menzalimi gitu ya. Nah, 34:16 akhirnya sudah istrinya bersama ee 34:18 tinggal bersama anaknya. Dia pun menikah 34:20 dan dia ee hone ke ke Malaysia. Pokoknya 34:24 dia merasakan kebagian yang amat sangat 34:26 ya. Nah, dia menikah dengan e janda ini 34:29 karena memang sebelum pernikahannya 34:30 tidak punya anak ya. Dia bercerai dengan 34:32 suaminya. Nah, ternyata dia usianya 34:34 sudah 60-an, Mbak. Karena memang sudah 34:36 tua ya. Udah ini ya biasalah hidup kan 34:38 kalau sudah tua ini ee biasanya kalau 34:41 pendengar semua tuh kalau anak-anak 34:42 sudah nikah kan tinggal berdua-duaan aja 34:44 ya. Suami istri berdua-duaan anak. Jadi 34:46 ini suami itu mungkin mau tantangan kali 34:49 ya kayaknya variasi nih kayaknya bosan 34:51 begini berdua. Nah, akhirnya dia 34:53 berusaha ternyata betul ya dia menikah 34:55 lagi dia merasa bahagia. Seluruh kasih 34:57 sayangnya di di ee diberikan kepada 35:00 istri mudanya ya kan. Dia sudah 35:02 menceraikan istri tuanya dianggap ya 35:03 sudahlah gitu udah bosan kali apa 35:05 gimana. Nah, akhirnya dia ee curahkan 35:09 kasih sayang. Ternyata 35:11 ee istrinya itu hamil ya itu penantian 35:14 karena memang dia bercerai dengan suami 35:16 yang dulu tuh kan karena tidak punya 35:17 anak. Oh senang banget ternyata kembar 35:19 gitu ya. Ya kan di satu sisi mungkin di 35:22 istri itu alhamdulillah bahagia. Cuman 35:23 yang di sisi suami itu usia dan 60 kan 35:26 maunya dilayani, maunya tuh di ya 35:29 pokoknya ada istri di samping lah 35:31 istrinya sibuk sama anaknya. Akhirnya 35:33 dia berikan khadimat ya untuk membantu 35:35 urusan ee anak-anaknya [berdehem] supaya 35:37 ada waktu dengan suaminya. Namanya punya 35:39 anak ya dia sibuk dengan anak kok. 35:42 Apalagi usia masih muda ya. Nah ini yang 35:44 si bapak yang sudah si kakek ini 35:46 akhirnya kok sesuai dengan apa yang 35:49 diharapkan ya. Jadi selama 2 tahun itu 35:51 melahirkan dua kali, anaknya tiga. Nah, 35:53 jadi saya itu di usia tuh maunya enggak 35:56 enggak disibukkan lagi dengan anak-anak 35:58 ya. Cucu aja udah ya. Namanya juga kalau 36:01 anak kecil kalau sudah tua tuh kan 36:02 pusing juga dengar nangisnya apanya 36:05 ternyata ya sendiri lagi gitu kan. Nah, 36:08 akhirnya dia minta ee itu berlalu kan 36:10 sudah 2 tahun lebih dia minta ee pada 36:13 anaknya pengin deh rujuk lagi sama 36:15 istrinya karena dia walau bagaimana kan 36:17 butuh teman ya, butuh teman yang 36:19 mendampingiah. Kalau istri punya anak 36:21 kan susah ya mendampingi apalagi 36:24 suaminya sudah tua begitu ya. Akhirnya 36:26 anaknya bilang eh jadi sama anak pun dia 36:29 kurang dekat ya anaknya. Jadi karena dia 36:31 sudah sibuk dengan istri mudanya ini, 36:34 akhirnya ee ketika dia menghubungi 36:36 anaknya, dia bilang, "Ibu sudah menikah 36:38 lagi." Masyaallah. Padahal usianya juga 36:41 ya udah-udah 50 tahun ke atas ya. Dengan 36:43 siapa nikahnya? Ternyata menikahnya 36:45 dengan tetangganya. Jadi dulu dia punya 36:47 mereka punya tetangga yang istrinya itu 36:49 udah meninggal 5 tahun yang lalu ya. 36:51 Sudah berusaha cari istri yang ee apa 36:53 yang sampai dua orang tuh enggak enggak 36:55 ini enggak awet ya. Nah, nikah dengan 36:57 tetangga itu baru dia ingat. Jadi si 36:59 Bapak ini cerita, "Oh ya, saya ingat 37:01 dulu waktu dengan tetangga ini cukup 37:03 baik hubungannya. Saya suka apa pernah 37:04 menceritakan tentang istri saya. Dulu 37:06 sebelum dia nikah saya bersyukur dapat 37:08 istri saya. Sekarang ini ibunya 37:10 anak-anak orangnya sabar, perhatian ya. 37:14 Walaupun ee sudah tua tapi tetap e baik 37:16 pokoknya ini deh salihah. Nah, nasihat 37:19 tetangganya itu, kamu sudah dapat istri 37:21 yang salehah, pegang jangan di jangan 37:23 disia-siakan gitu." Dia teringat itu 37:26 langsung, "Ya Allah, gimana ya?" 37:28 Akhirnya dia menenangkan diri umrah ya. 37:30 Umrah rencananya Ramadan mau umrah ya 37:33 sendiri ya. Karena dia ajak istri sibuk 37:34 dengan anak kak dia sendiri menenangkan 37:36 diri di hari tua tuh kan enggak mau 37:38 enggak mau repot-repot ya ngurus itu itu 37:40 maunya istirahat ya namanya juga usia 37:43 faktor usia ya akhirnya umrah ya sebulan 37:45 sendirian karena istri enggak mau diajak 37:47 karena sibuk dengan anak. Anaknya masih 37:49 apa? Masih kecil-kecil. Ternyata ketika 37:52 dia satu di hotel itu ketemu dengan 37:54 tetangganya itu dan tetangganya dengan 37:57 siapa? dengan istriku. Katanya dia tahu 37:59 itu mantan istrinya ya. E artisnya dia 38:02 merenung ya pada saat masuk Masjidil 38:04 Haram. Dia berpapasan ya dengan 38:07 tetangganya itu yang menggandeng mantan 38:09 istrinya. Ya Allah. Jadi di situ dia 38:12 mengambil pelajaran karena dia yang 38:13 menceritakan kisah ini bahwa kalau kita 38:16 memang kurang bersyukur ya beginilah 38:18 jadinya. Apa sih yang kita harapkan di 38:19 hari tua gitu? Artinya ketika dia dulu 38:22 bersikap zalim kepada istrinya, 38:24 mengusirnya, menceraikannya, ternyata 38:26 dia dapat yang lebih baik lagi dari dia 38:28 ya, penggantinya. N itulah hidup ya. 38:32 Hidup itu tidak selamanya duka. Mungkin 38:34 dari sisi seorang istri ini mungkin dia 38:36 merasa, "Ya Allah, sedih banget pasti 38:37 ya, sudah bertahun-tahun mengabdi kepada 38:40 suami. Ternyata di hari tua 38:42 disia-siakan." Tapi dia tetap percaya 38:44 dengan Allah ini karena memang salihat 38:46 ya istrinya itu. Dia juga dapat 38:47 penggantin yang saleh juga. Masyaallah. 38:50 Itulah hidup ujian yang bergilir begitu, 38:53 Mbak Olin 38:55 ya Allah sampai ee kita terpukau dengan 38:59 ee alur cerita yang disampaikan oleh 39:02 Ustazah juga menjadi ibrah untuk yang 39:04 mendengarkan. Baik, e ikhwan dan akhwat 39:07 kami undang untuk menyampaikan 39:10 pertanyaannya seperti biasa nomornya 39:12 tidak berubah di nomor WhatsApp 39:14 0811999720 39:18 nanti akan disambut oleh produser Abi 39:21 Agus. Jadi nanti akan disortir dan akan 39:24 diserahkan kepada saya untuk dibacakan 39:26 dan Ustazah insyaallah akan menjawabnya 39:28 dan mendiskusikannya. Tapi nanti kami 39:30 akan jeda ambil nasid. Jangan ke 39:32 mana-mana. Kita akan kembali setelah 39:33 berikut ini. 39:37 [musik] 39:49 Ini adalah hidup adalah ujian yang 39:53 bergilir. tadi sudah dipaparkan beserta 39:55 contoh ceritanya tentang bagaimana 39:58 konsep hidup ini adalah bagian dari ee 40:01 Allah yang memilih hamba-hambnya yang 40:05 mana yang terbaik lewat ujian yang 40:07 datang. Sehingga apabila ujian datang 40:08 kita harus bersyukur. Dan masih ada 40:11 beberapa hal yang ingin disampaikan 40:12 sebelum kita masuk tanya dan jawab. 40:14 Silakan Ustazah. 40:15 Iya. Bismillahirrahmanirrahim. 40:17 Inilah hidup ujian yang bergilir. Karena 40:19 kita tahu hidup di dunia ini memang 40:21 tidak kekal ya. Hidup di dunia ini hanya 40:24 sementara. Tentu saja ee ya dunia ini 40:27 kan tidak aman, tidak stabil, hanya 40:29 sementara. Nah, oleh karena itu yang 40:31 kekal itu hanya Allah. Nah, bagaimana 40:33 kita menghadapi dunia ini sebagai hanya 40:37 persinggahan. Sebagaimana Ibnu Qayyim 40:39 mengatakan, dunia ini hanyalah 40:40 persinggahan singkat. Sebagaimana 40:43 musafir berteduh di bawah pohon sebentar 40:46 lalu melanjutkan perjalanan. Dan dunia 40:48 ini tempat ujian dan cobaan. dunia ini 40:52 kan ya bagaimana merealisasikan 40:55 penghambaan kita kepada Allah. Karena 40:57 memang kita diciptakan Allah tuh untuk 40:59 beribadah kepadanya. Jadi Allah karena 41:02 kita diciptakan beribadah kepadanya, 41:04 Allah mendidik hamba-Nya dengan suka, 41:07 duka, nikmat, musibah. Nah, dengan itu 41:11 terlihat siapa yang benar-benar 41:13 beribadah dalam setiap keadaan kepada 41:15 Allah. Nah, tentu saja hamba yang sejati 41:17 itu adalah hamba yang tetap beribadah, 41:20 baik dalam lapang maupun dalam keadaan 41:22 sempit. Nah, adapun orang-orang yang 41:24 hanya beribadah di waktu senang lalu 41:27 berbalik saat ditimpa ujian, maka dia 41:29 bukanlah hamba pilihan Allah. Maka ujian 41:32 itu kan ibarat ee api yang menguji emas 41:35 ya. Ya. Atau ee seperti obat ee pahit ya 41:41 yang diberikan dokter ya untuk seorang 41:43 ee pasien ya. Jadi kalau memang ee itu 41:47 adalah obat pahit, kita kan enggak akan 41:49 memuntahkan ya dengan keluhan. Pasti 41:51 kita akan mencoba menelannya walaupun 41:54 rasa tidak suka. Nah, itulah hidup. 41:56 Ujian-ujian yang ada di dunia ini kan 41:58 sebagai penghapusan dosa. Musibah itu 42:01 kan tanda cinta Allah ya. Ibarat obat 42:03 pahit yang justru menyembuhkan. Nah, 42:06 lebih baik dosa itu ditebus di dunia 42:09 dengan cobaan daripada disimpan untuk 42:12 azab di neraka. ya. Maka ee 42:16 apa namanya? Dunia ini memang 42:18 ujian-ujian yang ada itu untuk 42:20 meningkatkan derajat kita ya di sisi 42:22 Allah untuk menggandakan pahala kita. 42:25 Ya, makanya dalam sebuah riwayat ya. 42:34 tidaklah seorang mukmin ditimpa musibah 42:37 walau hanya duri yang menusuknya itu 42:40 Allah akan mengangkat derajatnya 42:42 derajatnya dan menghapuskan dosanya. 42:43 Duri loh duri itu kan ayah cuma sedikit 42:45 aja ada rasa duh sakit dikit. Justru itu 42:48 Allah ingin mengangkat derajat kita. 42:50 Allah ingin menghapus dosa-dosa kita. 42:52 Apalagi ujian yang sangat tidak 42:54 menyenangkan ya tadi kayak ibu tadi ya. 42:56 Berat banget tuh ujiannya ya. Puluhan 42:58 tahun menikah mengabdikan dirinya dengan 42:59 suami. Begini balasannya gitu ya. Ketika 43:02 dia mendapatkan tambatan hati, dia 43:04 pasrah kepada Allah. Dia menyerahkan 43:06 semua urusannya kepada Allah. Ini adalah 43:09 takdir Allah. Allah ganti yang lebih 43:10 baik lagi. Jadi digantinya tuh tidak 43:12 hanya di surga aja, di dunia sudah Allah 43:14 berikan ganti. Nah, itulah hakikat ujian 43:17 ya, pelajaran tauhid dan tawakal kita 43:19 kepada Allah ya. Musibah itu kan membuat 43:21 seorang hamba menyadari kelemahannya. 43:23 Dia sadar tidak ada daya dan upaya 43:25 kecuali dengan pertolongan Allah. Nanti 43:27 Allah berikanlah gantinya yang lebih 43:29 baik. Jadi ujian itu menyaring 43:32 menyaring hakikat manusia. Ujian itu kan 43:34 sebenarnya standarisasi keimanan ya. 43:37 Kalau sekarang standarisasi guru apa tuh 43:40 ada ya ini standarisasi guru segala ya. 43:42 Masyaallah. 43:44 Makanya ujian itu bukan karena Allah 43:46 tidak tahu tapi Allah itu untuk 43:48 menyingkap siapa yang jujur, siapa yang 43:50 dusta. Jadi ujian itu menambah teguh 43:53 iman hamba-hambanya dan membongkar 43:56 kemunafikan orang-orang yang berdusta, 43:58 yang berbohong. ya. Nah, itulah ya ee 44:00 hakikat ee hidup di dunia ini ee memang 44:04 ujian. Nah, para salafus saleh ini luar 44:06 biasa, Mbak ya. Namanya ujian pasti 44:08 mereka juga alami, ya. Nah, mereka ini 44:11 ketika mendapatkan ujian dari Allah itu 44:15 para salafus saleh ini mereka saling 44:17 menghibur. Nah, mereka tuh menghibur 44:19 dengan ungkapan apa? Ungkapan kalimat 44:22 innama hiya ayyam tamdi wal maidul 44:25 jannah. Ya, iniyalam tadi kan tilkal 44:28 ayamas 44:30 ya. Ini iniyal ayyam ini hanyalah 44:32 hari-hari yang akan berlalu dan tempat 44:35 yang dijanjikan bagi kita adalah surga. 44:38 Masyaallah. Jadi saling menghibur. Jadi 44:41 sebesar apapun ujian cobaan yang mereka 44:43 alami iniyalam 44:47 ya ini hari-hari juga akan berlalu. Wal 44:49 maidul jannah. Maka yang dijanjikan itu 44:51 adalah surga. Nah, jadi kalimat ini ini 44:56 penghibur ya bagi kita ya, bagi jiwa 44:58 kita. Jadi, jika pintu-pintu syahwat 45:01 terbuka di hadapan kita, tahan nafsumu. 45:04 Jangan dibiarkan seakan-akan itulah 45:06 setan ya membuat indah-indah nanti indah 45:09 pasti begini. Enggak mungkin deh. Itu 45:11 hawa nafsu ya. Jadi tilkal ayyam inamah 45:15 ayyamdi wal maidul jan sabarlah, 45:18 bersyukurlah gitu ya. Karena diya tempat 45:21 yang dijanjikan bagi kita itu adalah 45:22 surga. Jika harta haram sudah ada di 45:25 depan mata, jangan diambil tinggalkan. 45:28 Karena tempat yang dijanjikan kita itu 45:30 adalah surga. Ya, kalau kita mampu ya 45:33 untuk membalas dendam terhadap sakit 45:36 hati kita, tahan amarah kita. Karena 45:38 tempat yang dijanjikan itu adalah surga. 45:41 Jika mungkin keluarga kita, siapapun ya, 45:43 orang terdekat kita memutuskan 45:45 silaturahim dengan kita ya tadi suami 45:48 menzalimi istri dan segala macam apapun 45:51 anak sama ibu apa orang tua dengan anak, 45:53 anak tidak mau dengan orang tua dan 45:55 apapunlah pokoknya keluarga tuh kalau 45:57 memutuskan silaturahim silaturahim 45:59 dengan kita jangan kita balas. Sabar 46:02 tetap menyambungnya karena tempat yang 46:04 dijanjikan kepada kita itu adalah surga. 46:07 Jadi seluruh kenikmatan dunia itu akan 46:10 terlupakan hanya dengan satu celupan di 46:13 dalam neraka. Karena kita tahu ya dunia 46:16 ini kalau dibandingkan dengan akhirat 46:18 tuh seperti celupan. Jadi tangan 46:20 dicelupkan ke e laut. Itulah yang 46:22 kenikmatan dunia tuh seperti itu. Jadi 46:24 tangan dicelupkan jari nih dicelupkan ke 46:27 laut kan yang dapat hanya setetes. Itu 46:29 kenikmatan dunia dibandingkan kenikmatan 46:32 nanti di akhirat. Jadi seluruh 46:34 penderitaan di dunia ini akan sirna, 46:36 akan hilang hanya dengan satu celupan ke 46:39 dalam surga. Surga itu luar biasa ya. 46:41 Jadi mudah-mudahan hari-hari yang 46:43 berlalu ini ya akan kita hadapi 46:46 insyaallah akan berlalu. Dan janji Allah 46:48 itu adalah surga. Mudah-mudahan kita 46:51 ditakdirkan semuanya untuk dapat hidup 46:54 dan kekal selamanya di surga bighhairi 46:56 hisab. Amin ya rabbal alamin. 46:58 Amin. Amin ya Allah ya rabbal alamin. 47:01 Baik ikhwan dan akhwat. sudah rampung 47:03 pemaparan dari Ustazah yang kita garis 47:06 bawahi adalah ujian merupakan ee 47:09 standarisasi keimanan. Masyaallah itu ee 47:12 merupakan quot hari ini apabila kita ee 47:15 sedang dalam keadaan diuji, kita harus 47:18 melewatinya dengan baik agar 47:20 standarisasi kita, level kita bisa ee 47:23 naik levelnya. Insyaallah. Amin. Kita 47:26 langsung masuk ke tanya dan jawab, Ustaz 47:27 Jah. Ini langsung ke Ibu Aminah di 47:30 Bekasi. Asalamualaikum warahmatullahi 47:32 wabarakatuh, Ustazah. 47:34 Waalaikumsalamumsalam warahmatullahi 47:37 wabarakatuh. 47:38 Saya sering merasa hidup ini seperti 47:40 tidak ada habisnya diuji. Ee kadang 47:43 sehat sebentar kemudian sakit lagi. 47:45 Rezeki lancar sebentar seratnya panjang. 47:48 Ujiannya sih datang silih berganti, 47:50 Ustazah. Apakah memang hidup itu 47:52 pastinya seperti ini, Ustazah? Dan 47:54 dialami orang lain juga. Bagaimana cara 47:57 kita tetap kuat dan sabar menjalaninya? 48:00 Masyaallah, Ibu. Inilah hidup seperti 48:02 inilah hidup. Watilkal ayamu 48:04 nudawinanas. 48:06 Ya, inilah pergantian ya, Ibu. Kalau 48:09 kita lihat, kalau kita lihat keadaan 48:11 bersyukur, masih bersyukur. Coba lihat 48:14 kehidupan orang yang di bawah kita. 48:16 Tentu kita itu jauh ya. Ini 48:19 alhamdulillah merasakan dalam kondisi 48:22 lagi ada ya. Ada orang yang tidak ada 48:25 sama sekali. Coba bayangkan kondisi kita 48:26 ya, Bu ya, dengan saudara kita di 48:29 Palestina. Ya Allah, itu jangankan ee 48:33 rumah, tempat tinggal, makan, minum, air 48:36 aja susah hidupnya. Ya Allah, itu 48:39 penderitaan. Justru mereka itu sedang 48:41 memperjuangkan agamanya. Tuh, ujiannya 48:43 berat loh. Kita ini masih bersyukur ya, 48:45 masih bisa salat, masih bisa yang lain 48:48 masih bisa lah ya, masih bisa bernaapas. 48:51 Hanya ya sedikit aja bagian barangkali 48:53 dalam kehidupan aja yang sulit. mereka 48:54 tuh lebih sulit lagi. Susah untuk 48:57 ibadah, susah tidur susah. Ya, 48:59 barangkali kesedihannya juga keluarganya 49:02 juga tidak ada. Ya Allah. Jadi kalau 49:04 kita agar rasa syukur itu ada dalam diri 49:07 kita, cobalah lihat kehidupan orang yang 49:10 jauh lebih ee rendah dari kita yang 49:12 ujian banyak. Makanya, Subhanallah, kita 49:14 tuh banyak syukur. Makanya perlu 49:16 sekali-kali kita tuh kalau ee mungkin 49:19 kalau jalan-jalan Mbak ya, melihat 49:22 kondisi yang ada. Coba deh datang ke 49:24 rumah sakit yang rawat inap orang yang 49:27 penderita kanser yang berbulan-bulan 49:30 kondisinya sulit. Coba lihatlah itu ya. 49:32 Itu kita merasakan bersyukur nikmatnya 49:34 sehat atau melihat orang yang tinggal 49:36 yang hidupnya sulit gitu ya. Ya, kayak 49:38 saudara kita di Palestina. Ya Allah kita 49:40 tuh bersyukur. Dan lagi sekali lagi di 49:43 dunia ini hanya sementara. Nah, jadi 49:46 ujian yang Allah berikan kepada kita itu 49:49 hakikatnya adalah karena cinta Allah 49:51 kepada kita untuk mengangkat derajat 49:53 kita, untuk mengampuni dosa kita. Ya, 49:56 ini kan hidup hari-hari akan berlalu ya, 49:58 enggak akan selamanya begini. Nah, 50:00 tinggal bagaimana tadi ya untuk tauhid 50:02 dan akidah kita yang harus diper ee 50:05 kuat, diperdalang akidah dan tauhid 50:08 keyakinan kepada Allah bahwa ini adalah 50:12 tanda cinta Allah kepada kita. Itu yang 50:14 perlu ditanamkan bahwa ujian yang Allah 50:16 berikan kepada kita itu bukan karena 50:18 Allah murka kepada kita, tapi justru 50:21 karena cinta Allah. Karena ketika Allah 50:23 mencintai seseorang atau suatu kaum, 50:25 ibtahum, Allah berikan dia ujian. Nah, 50:27 ketika kita rida dengan takdir Allah, di 50:30 situlah cinta Allah akan dicurahkan 50:32 kepada kita. Maka ritu billahi rabba. 50:35 Kita rida dengan Allah sebagai Rabb 50:37 kita. Rida dengan takdir yang telah 50:38 ditetapkan kepada kita. Insyaallah. 50:40 Begitu ya. 50:41 Insyaallah. Semoga dikuatkan, Ibu. Ya, 50:44 saya akan beralih ke pertanyaan 50:45 berikutnya. Hamba Allah, Ustazah. 50:47 Asalamualaikum warahmatullahi 50:48 wabarakatuh. 50:50 Waalaikumsalam warahmatullahi 50:51 wabarakatuh. Mbak Karoli dan Ustazah 50:54 menyikapi yang terjadi baru-baru ini 50:57 perihal robohnya masjid di Pondok 50:59 Pesantren Alkhazini Sidoarjo. Saya kerap 51:02 memikirkan karena saya juga memiliki 51:04 anak yang di pesantren. Bagaimana 51:06 rasanya membayangkan anak yang mungkin 51:08 bertahan dalam rasa sakit, kehausan, 51:10 kegelapan, dan ketakutan. Rencana Allah 51:13 apa yang 51:15 Saya juga jadi sedih bacanya. Rencana 51:18 Allah apa yang dikira-kira ya, Ustaz? 51:21 rencana Allah apa yang diterapkan kepada 51:25 yang mengalami sakitnya yaitu si anak 51:27 yang kemudian mungkin akhirnya meninggal 51:29 dan juga orang tuanya. Saya luar biasa, 51:31 Ustazah mencoba mencerna kejadian 51:33 tersebut tidak habis berpikir dan bahkan 51:36 kadang-kadang menangis sendirian 51:37 membayangkan apabila itu terjadi kepada 51:40 anak saya yang juga di pesantren dan 51:42 juga SMP ee tingkatannya sama dengan 51:45 para korban yang banyak berjatuhan di 51:49 Sidoarjo tersebut. Terima kasih. 51:51 Iya. Ee tentu kita sebagai hamba Allah 51:56 yang saudara seiman ya tentu kita juga 51:59 merasakan sedih sekali ya robohnya 52:02 pesantren tersebut ya. Ini memang ee 52:05 peristiwa yang sangat-sangat menyedihkan 52:07 ya menyentuh hati hamba-hamba Allah yang 52:09 beriman ya Allah. Ya kalau kita kan 52:11 berempati ya kalau peristiwa itu 52:14 seandainya anak kita gimana sedih banget 52:16 ya. 52:17 Nah mari kita lihat peristiwa ini dengan 52:19 kacamata iman. Ya, ketika kita melihat 52:23 peristiwa ini, kejadian ini dengan 52:25 kacamata iman, tentu kita tahu ini 52:27 adalah musibah yang telah ditentukan dan 52:30 ditakdirkan oleh Allah. Sudah ada di 52:32 Laul Mahfuz ee kisah-kisah seperti ini. 52:34 Dan kita memahami ya dengan kac kacamata 52:37 iman bahwa ini adalah ujian ya musibah 52:40 yang diberikan kepada hamba kepada Allah 52:43 dari Allah kepada hamba-hambnya yang 52:45 beriman. Allah menguji hamba-hamb-Nya. 52:48 Ee ini kan ujian kesabaran ya bagi 52:51 saudara kita yang ditimpa musibah agar 52:53 ee tetap ee meyakini bahwa ini bagian 52:56 dari takdirnya dan yang meninggal ini 52:59 adalah mudah-mudahan menjadi tabungan ya 53:03 ee untuk orang tuanya. Mudah-mudahan 53:05 nanti ini anak menjadi ee berkah buat 53:08 orang tuanya yang nanti manggil orang 53:10 tuanya di surga ya kan. Kita lihat dari 53:12 kacamata kacamata iman memang sangat 53:15 menyedihkan. Ya Allah kelaparan gimana? 53:17 Tapi insyaallah Allah ya kita juga 53:19 banyak dengar cerita ini masih ini ya 53:21 wangi dan segala macam ya. Nah ini 53:23 adalah tanda bahwa Allah itu cinta 53:25 dengan kita dengan yang ee ini kacamata 53:28 iman ya. Bahwa Allah itu sangat cinta 53:30 kepada hamba-hambanya yang diberikan 53:31 ujian dan kemudian bersabar. Ini adalah 53:33 isyarat kasih sayang Allah ya. ini 53:36 bagaimana melatih keikhlasan, bagaimana 53:40 ee membersihkan hati barangkali ya 53:43 membersihkan ee semua ya ee apa dari 53:48 dari hal-hal yang mungkin selama ini 53:49 peringatan buat kita juga ini dari 53:51 kacamata iman ya. Id ahabballahu 53:53 ibtalahum. Allah jika mencintai ee suatu 53:57 kaum atau hamba, Allah akan berikan 53:58 ujian. Jadi ini adalah tanda cinta Allah 54:01 ya. Jadi Allah cinta dengan 54:02 hamba-hambanya yang diberikan ujian 54:04 berat kemudian dia bersabar. Nah, ini 54:07 dari kacamata iman ya. Jadi sesungguhnya 54:10 orang yang diberikan ujian musibah itu 54:11 sesungguhnya beruntung. Mereka sudah 54:14 punya kavling kali ya di surga ya yang 54:16 tempat kembali. Kita yang masih merasa 54:19 begini-begini aja kan belum tentu ada 54:20 jaminan. Dulu para ulama salafus saleh 54:24 pernah ee bertanya pada dirinya, "Ya 54:26 Allah, kena artinya ketika kita tidak 54:29 diberikan ujian yang berat, waspada nih. 54:32 Jangan-jangan ini adalah bentuk istidraj 54:35 gitu ya. Allah biarkan kita 54:36 bersenang-senang kemudian Allah akan ee 54:39 siksa kita." Aduh, hati-hati banget ya. 54:41 Makanya orang yang diberikan ujian itu 54:42 termasuk orang-orang yang beruntung. 54:44 Karena sejatinya orang-orang yang diuji 54:46 itu adalah orang-orang yang dicintai 54:48 oleh Allah. Nah, itu dari sisi kacamata 54:51 iman. Tapi dari sisi ee kemanusiaan 54:56 ee bisa jadi ini adalah ee ya mungkin 55:01 kalau bisa dikatakan kelalaian, 55:03 ketidaktahuan atau apalah dari semua 55:04 pihak ya. Mungkin kan itu perencanaan ya 55:07 membuat pesantrennya ya. Ini memang jadi 55:09 evaluasi bersama ya untuk ee kembali ya 55:14 menata ya bangunan ya. Artinya ini perlu 55:17 diatur ya, bagaimana jadi perlu 55:19 kehati-hatian, harus ada orang yang ahli 55:21 untuk membangunnya. Jadi ini semua jadi 55:24 bahan evaluasi buat semua ya. Nah, ini 55:27 ee secara kita lihat secara kacamata 55:29 iman buat orang tua yang ditimpa musibah 55:31 ya. Mudah-mudahan Allah berikan ee 55:33 sangat banyak pahala yang berlipat dan 55:35 mudah-mudahan ini menjadi perhatian buat 55:38 yang lain ya, buat pemerintah, buat umat 55:40 Islam semuanya jadi evaluasi ya. Jadi 55:43 sekali lagi 55:45 tidak ada yang sia-sia dalam takdir yang 55:47 Allah tentukan kepada kita dan janji 55:51 Allah adalah surga. 55:53 Masyaallah. Amin. Amin ya rabbal alamin. 55:56 Baik. Ee kita beralih ke 55:59 ini. 56:01 Ee tidak ada tidak ada keterangan 56:04 penanyaan ya Gus ya. Kita ee sebut saja 56:06 hamba Allah. Ustazah saya ingin 56:08 bertanya. Qadrullah saya kena sakit HNP 56:11 atau saraf kejepit kurang lebih sudah 5 56:14 tahun lamanya sehingga saya salat 56:16 sekarang duduk. Apakah salat saya 56:18 diterima ya Ustazah? Diampuni kemudian 56:21 dosa-dosa saya oleh Allah Subhanahu wa 56:22 taala. Jazakillahu khairan kir 56:24 jawabannya. Oh, Ibu Retno. Ibu Retno. 56:26 Ustazah. Iya, Ibu Retno ya. Eh, Allah 56:31 memberikan kita ujian dan tidak ada 56:33 makhluk yang tidak diuji. 56:42 Jadi, seluruh makhluk hidup yang Allah 56:44 ciptakan pasti diuji oleh Allah. Nah, 56:47 khususnya kepada hamba-hamba Allah yang 56:48 beriman, ujian itu merupakan anugerah ya 56:53 keberkahan, ampunan, dan kemudian 56:55 meninggikan derajat. Ibu Retno diberikan 56:57 sakit ya. Mudah-mudahan setiap rasa 57:00 sakit yang Ibu alami itu adalah 57:03 pengampunan dosa dan pengangkat derajat 57:05 ibu ya. Dan jangan sampai ngeluh karena 57:09 memang pahala dan pengangkatan derajat 57:11 itu akan anjrok dengan keluhan ya. 57:14 Artinya mengeluh kepada manusia ya. 57:17 Lama-lama nanti setan masuk deh akhirnya 57:19 menyesali takdir. Kenapa sih aku sakit 57:21 itu orang enggak sakit gitu ya. Jadi 57:23 kadang-kadang menyesali takdir. 57:25 Nauzubillah minzalik ya. Ibu Rno sih 57:26 insyaallah enggak begitu ya, Bu ya. Nah, 57:28 adapun ee Ibu ini adalah ujian 57:32 pengangkatan derajat dan ampunan. Enggak 57:35 ada masalah Bu kalau salat itu sendiri 57:37 memang kewajiban ya. Amal yang pertama 57:40 dihisab oleh Allah di yaumil akhir. Tapi 57:42 Rasulullah memberikan kita panduan. 57:45 Tidak bisa berdiri duduk, tidak bisa 57:48 duduk berbaring ya atau memberikan 57:51 isyarat. Jadi kalau Ibu tidak bisa salat 57:54 sebagaimana ee orang-orang yang biasa 57:56 salat berdiri ya, jika mampu duduk 57:59 enggak ada masalah Ibu ya. Jadi artinya 58:01 adalah kaifiah bagaimana tata cara salat 58:04 itu tergantung kondisi kita dan tidak 58:06 perlu merasa kenapa ya enggak bisa 58:09 seperti ini ah bagian dari ketentuan. 58:12 Tapi yang penting adalah bagaimana 58:13 berusaha untuk selalu sehat. Jadi kalau 58:16 ee tidak ada penyakit yang tidak bisa 58:20 disembuhkan ya Mbak ya. kecuali penyakit 58:21 tua ya. Yang penting berusaha untuk 58:23 sehat, berusaha untuk ee ya 58:26 terapi-terapi kali ya. Kalau saraf 58:28 kejepit itu kan ada juga Mbak ya yang ee 58:31 berolahraga ya. Artinya dia berusaha 58:34 untuk sehat kemudian meyakini kesembuhan 58:37 itu di tangan Allah. Ada juga yang bisa 58:38 disembuhkan, Mbak? 58:41 Ada. Insyaallah. 58:41 Terapi banyak. 58:42 Terapi-terapi yang penting tidak lepas 58:45 usaha. 58:46 Karena Allah memerintahkan kita untuk 58:48 selalu berusaha. Nah, pertolongan 58:50 kesembuhan itu adalah di tangan Allah. 58:54 Nah, jadi ee ada sebuah riwayat, Mbak 58:57 dari hadis Nabi ya, tada mardokumqoh. 59:01 Obatilah orang yang sakit di antaramu 59:04 dengan sodqah. 59:05 Jadi, boleh juga tuh ee Ibu misalnya 59:08 bersedekah dan minta kepada Allah ya 59:11 semoga pahalanya diterima oleh Allah ya 59:13 Allah. Oleh karena itu sembuhkanlah 59:15 sakitku. Boleh tuh begitu ya. Bertawasul 59:17 dengan sedekah ya. Tapi yang tahu kan 59:20 hanya ibu dengan Allah ya. Karena kita 59:22 pernah bahas sodqah enggak, Mbak? 59:24 Ee sudah ustaz yang tahu. 59:26 Iya. Yang kemarin itu ya. Heeh. Jadi 59:29 insyaallah ibadah diterima oleh Allah 59:31 apapun kondisi. Yang penting kan kita 59:32 tetap melaksanakan ibadah salat dan 59:34 ibadah yang wajib lainnya dengan 59:36 khusyuk. Tapi upaya juga untuk 59:38 kesembuhan dengan berbagai cara ya, 59:40 dengan terapi, dengan apapun dan 59:41 termasuk dengan wasilah tadi dari pahala 59:44 sedqah kita. Mudah-mudahan diberikan 59:45 kesembuhan ya, Ibu ya. Insyaallah. Tapi 59:47 kalaupun belum diberikan kesembuhan, 59:50 masyaallah setiap sakit yang kita 59:51 rasakan dan kita ikhlas karena Allah itu 59:54 pengampunan dosa dan pengangkatan 59:55 derajat. Insyaallah. 59:56 Insyaallah. Amin. Baik, masih ada satu 59:59 lagi pertanyaan ya, Ustazah. Kita akan 1:00:01 bacakan di Tangerang ini. Ada Ibu Sari. 1:00:04 Ustazah, kadang ujian datang tidak cuma 1:00:06 dalam bentuk kesulitan atau kesusahan, 1:00:08 tapi juga kesenangan. Misalnya saat kita 1:00:11 diberi kelapangan rezeki atau jabatan. 1:00:14 Bagaimana caranya kita menyadari bahwa 1:00:15 itu juga ujian dan tidak terlena? 1:00:18 Iya, betul. 1:00:21 Semuanya itu adalah ujian. Kelapangan, 1:00:24 kesulitan, kebahagiaan, kemiskinan, 1:00:27 kaya, dan seterusnya itu adalah ujian. 1:00:29 Nah, kita lihat tadi bagaimana ujian 1:00:31 yang dialami oleh Nabi Sulaiman Alaih 1:00:34 Salam ketika dalam keadaan berpunnya. 1:00:37 Wah, Nabi Sulaiman itu contoh hebat buat 1:00:40 kita ya, buat orang-orang yang diberikan 1:00:42 ee ujian kebaikan, ujian kebahagiaan, 1:00:45 ujian ee kenikmatan ya itu ujian itu 1:00:48 Nabi Sulaiman tuh enggak ada 1:00:49 tandingannya tuh ya. Semua dia miliki 1:00:52 tuh kekuasaan, harta, bahkan 1:00:55 prajuritnya, pengawalnya itu enggak 1:00:57 hanya manusia, jin gitu. Masyaallah. 1:00:59 [tertawa] 1:01:00 Pokoknya dunia itu di tangan beliaulah 1:01:02 gitu ya. Tapi subhanallah rasa syukurnya 1:01:06 itu. Jadi ketika ditanya bagaimana ujian 1:01:08 ee Allah berikan kenikmatan itu 1:01:10 bersyukur. 1:01:11 Jadi bersyukur itu memang ee amal yang 1:01:15 sangat berat gitu ya. Ee apa namanya? 1:01:19 Bersyukur itu adalah amal yang sangat 1:01:21 berat yang menjadi ee prioritas setan 1:01:25 untuk menggoda manusia. Jadi manusia itu 1:01:28 digoda supaya tidak bersyukur, maka 1:01:30 engkau akan dapati mereka itu tidak 1:01:32 bersyukur. Kata itu janjinya setan 1:01:34 kepada Allah ya. Ketika e setan disuruh 1:01:38 ee sujud kepada Nabi Adam kan dia enggak 1:01:39 mau ya abawastaro dia dia dikatakan ana 1:01:42 khairu minhu gitu ya. Akhirnya dilaknat 1:01:44 oleh Allah ya sampai hari kiamat. 1:01:46 Kemudian setan mengatakan beri tangguh 1:01:48 aku ya Allah. Nah aku akan goda mereka 1:01:51 dari kanan kiri depan belakang dan 1:01:53 seterusnya itu ya. dan engkau akan ee 1:01:55 temukan mereka tuh tidak bersyukur gitu 1:01:57 ya. Jadi ujian terberat bagi yang Allah 1:02:00 berikan kelebihan, harta, pangkat, 1:02:03 jabatan, dan segala macam adalah rasa 1:02:05 syukur. Maka bersyukurlah. Bagaimana 1:02:07 cara bersyukur? Cara bersyukur itu ada 1:02:09 yang meyakini bahwa semua yang kita 1:02:11 dapatkan itu bukan karena kepandaian dan 1:02:14 keterampilan kita, keahlian kita, tapi 1:02:16 semuanya adalah anugerah dari Allah. 1:02:19 Maka kita berikan hak-hak yang lain. Ada 1:02:21 kita banyak membantu orang. Karena kita 1:02:23 bersyukur kepada Allah dengan harta yang 1:02:25 diberikan, maka kita ingin orang-orang 1:02:27 itu merasakan juga bagaimana harta yang 1:02:29 kita miliki itu berbagi dengan mereka. 1:02:32 Jadi artinya di sini adalah ee wujud 1:02:35 rasa syukur itu adalah membahagiakan 1:02:38 orang lain. 1:02:39 Idkhal surur. Jadi enggak 1:02:41 petantangpetente, enggak apa. Jaga hati 1:02:44 mereka tuh jangan merasa terluka. Ya, 1:02:46 contoh misalnya contoh Mbak ya. misalnya 1:02:49 ee pejabat kita yang dipilih oleh rakyat 1:02:52 misalkan kadang-kadang terjadi flexing, 1:02:55 Mbak. 1:02:56 Flexing itu kan menampakkan kekayaan. 1:02:59 Dia foto-foto di mobil mewahnya, di 1:03:01 rumah mewahnya gitu ya dengan tas 1:03:04 branded dan segala macam. Padahal dia 1:03:06 dulu diusung gitu oleh rakyat ya. Nah, 1:03:09 itu kan bentuk sepertinya kurang syukur 1:03:11 deh ya ketika Allah berikan mesti itu 1:03:13 jaga rasa ee perasaan orang-orang yang 1:03:16 dulu mendukung kita. Nah, jadi sekarang 1:03:18 bentuk rasa syukurnya apa? Ya itu 1:03:20 janganlah itu jangan sampai 1:03:22 diposting-postingkan hal-hal yang 1:03:24 membuat orang itu menjadi marah, dengki, 1:03:27 iri, ya kan berdampak kan nanti kalau 1:03:28 ada sesuatu akhirnya kan digeroduk ke 1:03:30 rumah dan segala macam. Nah, jadi 1:03:32 hakikat syukur itu adalah mau berbagi 1:03:34 ya, memberikan ee hak-hak orang-orang 1:03:37 yang tidak mampu ya. Jadi berbagi itu 1:03:40 bersyukur kepada Allah itu. 1:03:41 Mudah-mudahan seperti itu. Insyaallah ee 1:03:44 memang berat, Mbak kalau kita 1:03:46 banding-bandingkan ya. Lebih mudah mana? 1:03:49 Bersyukur ketika kaya atau bersabar 1:03:51 ketika miskin? [tertawa] 1:03:55 Yang paling sulit itu adalah bersyukur 1:03:57 ketika kaya. Sulit 1:03:59 kalau ketika miskin bersabar mah ya 1:04:01 iyalah mau apaagi ya. Tapi ada juga 1:04:03 orang 1:04:04 tapi ada juga Mbak orang miskin enggak 1:04:06 bersabar. H 1:04:07 dia ee dengki gitu ya. Kenapa sih ini? 1:04:10 Kenapa? Akhirnya kan jadi orang miskin 1:04:12 itu kan orang fakir itu kan dekat dengan 1:04:14 kekafiran ya 1:04:15 karena tidak ber ee tidak ini tidak 1:04:17 bersabar. 1:04:18 Begitu Mbak? 1:04:19 Iya. Baik pertanyaan dari Ibu Sari tadi 1:04:22 merupakan pertanyaan penutup ustazah. 1:04:24 Sebelum kita tutup silakan kesimpulan 1:04:26 kita. 1:04:27 I pendengar yang dirahmati Allah bahwa 1:04:31 kita hidup ini merupakan hari-hari yang 1:04:34 dipergilirkan. Hidup itu adalah ujian 1:04:37 yang bergilir. Kadang-kadang kita berada 1:04:40 di atas, kadang-kadang berada di bawah. 1:04:43 Sebagaimana Allah mempergilirkan, ada 1:04:45 siang, ada malam, ada tua, ada muda, ada 1:04:50 mulia, ada hina, ada menang, ada kalah, 1:04:53 semuanya dipergilirkan dan itulah hidup. 1:04:55 Dan kita yakin bahwa ketika kita 1:04:58 bersabar menghadapi setiap pergiliran 1:05:01 yang Allah telah takdirkan kepada kita 1:05:04 dan kita meyakini bahwa janji Allah itu 1:05:07 pasti berlaku, maka di situlah Allah 1:05:09 akan memberikan kita jalan keluar yang 1:05:12 terbaik. Dan kita tahu ini adalah 1:05:13 semuanya sudah sunatullah yang telah 1:05:15 Allah tetapkan untuk hamba-hambanya. 1:05:17 Watkal ayyam nudawi bainan. Semoga kita 1:05:20 mampu menghadapi pergilaran hari di mana 1:05:24 pun kita ditempatkan. Karena kita yakin 1:05:26 semua tidak lepas dari takdir dan 1:05:28 kehendak Allah. Dan janji Allah itu 1:05:30 adalah surga. Semoga kita termasuk 1:05:32 pilihan dari hamba-hamba Allah yang 1:05:34 berhak mendapatkan surganya kelak. Amin 1:05:36 ya rabbal alamin. Asalamualaikum 1:05:38 warahmatullahi wabarakatuh. 1:05:40 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:05:42 wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat. 1:05:44 Alhamdulillah telah kita ikuti bersama 1:05:46 kajian hari ini perihal ee ujian yang 1:05:49 merupakan ee bagian dari silih berganti 1:05:53 kehidupan kita. Mudah-mudahan bermanfaat 1:05:55 banyak dan menjadi pengingat kita dalam 1:05:58 kita berusaha menjadi hambanya yang 1:06:00 lebih baik lagi ke depannya. Baik, yang 1:06:02 bertugas pada hari ini saya Caroline 1:06:05 juga didampingi oleh produser kita Agus 1:06:08 dan Neza juga Algi. Kami mohon maaf 1:06:10 apabila ada kekurangan dan 1:06:11 ketidaknyamanan selama siaran ini 1:06:13 berlangsung. Mudah-mudahan dibukakan 1:06:15 pintu maafnya dan kita berdoa 1:06:17 mudah-mudahan guru kita diberikan 1:06:18 kesehatan, diberikan kesempatan lagi 1:06:20 kita bisa berjumpa kembali dengan beliau 1:06:22 dan ee menikmati kajian-kajian 1:06:25 berikutnya. Kami mohon pamit. Subhanaka 1:06:27 Allahumma wabihamdika ashadu alla ila 1:06:30 anta astagfiruka wa atubu ilai. 1:06:33 Wabillahi taufik wal hidayah. 1:06:35 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:06:37 wabarakatuh.