Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Allahidina Muhammad
- Allah Subhanahu wa taala.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Mudah-mudahan
- tidak bosan kami ingatkan
- mudah-mudahan juga akwat yang kami
- ruangan
- alhamdulillah tidak ada
- hadir dan seperti
- ini
- dengan
- terlebih dahulu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sehat? Alhamdulillah
- saja. Alhamdulillah. Mudah-mudahan yang
- wajib diberikan ketembuhan buat siapun
- ya termasuk buat dan keluarganya.
- dan
- juga
- hidup.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahabbilaminah
- yaamanaidina
- Muhammadin
- Puji syukur kepada Allah tidak lepas
- dari lisan kita selalu memuji dan memuj.
- Allah yang menggenggam seluruh waktu
- dalam genggamannya. Dialah Allah yang
- menggilirkan siang dan malam kemuliaan
- dan kehinaan, kemenangan dan kekalahan,
- sakit dan sehat itu dipergilirkan.
- Tentu saja selawat dan salam serta
- kerinduan kita kita berikan semoga
- tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam yang sabar
- menghadapi setiap pergiliran hidup
- dengan keyakinan penuh dengan janji
- Allah nabi akhir zaman, nabi yang kita
- cintai.
- Sesungguhnya hidup ini adalah pergiliran
- ujian yang bergilir. Kita tahu ya, hidup
- di dunia ini tidak satu keadaan.
- Kadang-kadang ada yang hidupnya di atas,
- kadang-kadang di bawah. Kadang-kadang
- kita merasakan bahagia, kadang-kadang
- kita diuji penuh dengan tangis, duk dan
- lara. Kadang-kadang ee umat Islam itu
- diberikan kemenangan. Kadang-kadang
- mereka dalam keadaan tertekan dan
- terzalimi. Semua itu bukan berarti tidak
- ada makna. Semuanya bermakna. Dan ini
- adalah bagian dari sunatullah Allah,
- dari sunatullah yang telah Allah
- tetapkan untuk hamba-hambanya. Maka
- dalam Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 140
- ya watilkal ayyamu nudawilha
- bainanasi.
- Ya, itulah. Jadi kalau ayam itulah masa,
- itulah hari-hari kejayaan dan kehancuran
- itu kami pergilirkan di antara manusia
- amanu
- wallahu yuhibbimin.
- Jadi Allah telah menciptakan waktu
- hari-hari itu untuk dipergilirkan. Ya,
- jadi memang hidup itu adalah ujian yang
- bergilir di antara manusia. Kenapa
- diadakan ujian dipergilirkan? Agar Allah
- bisa membedakan. Bukan berarti ini ya,
- supaya Allah itu membedakan orang-orang
- yang beriman. Mana yang teruji, mana
- yang diuji dengan ujian kemudian
- berhasil dan lulus. Jadi untuk
- membedakan orang-orang yang beriman
- dengan orang-orang yang kafir. Jadi
- artinya di sini dan sebagiannya supaya
- kamu dijadikan syuhada ya ee dalam ee
- apa namanya kehidupan itu mana yang
- diuji yang beriman sebenar-benarnya.
- Waktu itu kan adalah ujian ya untuk
- menentukan mana yang syuhada, mana yang
- tidak. Dan Allah tidak menyukai
- orang-orang yang zalim. Ee dalam tafsir
- Ibnu Katsir itu dijelaskan ya bahwa
- Allah itu mempergilirkan kemenangan dan
- kekalahan itu agar manusia mengetahui
- bahwa dunia ini bukan tempat balasan,
- tapi dunia ini adalah ujian. Kadang
- seorang mukmin itu diuji dengan
- kekalahan agar sabar dan mendapatkan
- pahala. Jadi tidak selamanya orang
- beriman itu menang di dunia. Tidak
- selamanya orang beriman itu selalu
- sukses. Ya, kemenangan sejati itu
- hakikatnya itu adalah bagaimana dia bisa
- teguh, kokoh, dan ketika diuji dia
- betul-betul tetap istikamah dan berada
- dalam jalan kebenaran. Nah, itulah
- hidup. Nah, jadi ini kalau kita ee
- tadaburkan ayat ini, itu kan tidak hanya
- dalam berperang yang menang dan kalah,
- dalam semua hal. Hidup itu adalah bagian
- dari waktu yang tidak berhenti. Hidup
- itu kan hari-hari yang terus berjalan,
- detik, menit, ya, jam, hari, pekan,
- bulan, tahun itu tidak tetap. Keadaan
- itu tidak akan tetap. Hari-hari itu
- terus berlalu dan masa itu terus
- berganti silih ee beredar terus ya dan
- tidak terasa ya, Mbak Olin ya. Mungkin
- dulu Mbak Olin masih muda ya, tahu-tahu
- menikah punya anak eh anaknya sudah
- besar ya. Ya Allah, cepat sekali berlalu
- ya. Mungkin dulu kita masih
- bermanja-manja dengan kedua orang tua
- kita. Kemudian enggak tanpa kita ee
- sadari eh ternyata waktu cepat berlalu.
- Ya, sekarang sudah punya anak, orang tua
- kita sudah tiada. Nah, itulah hidup ya
- penuh dengan perubahan ya. Kadang-kadang
- kita ee berada dalam keadaan sangat
- bahagia. Mungkin suatu saat kita dalam
- keadaan sedih ya. Itulah tidak ada
- keadaan yang selamanya itu tetap ya.
- tidak ada semuanya seperti itu. Semuanya
- sulit, semuanya berhasil, enggak ada ya.
- Jadi pasti ada setiap ee kemenangan
- pasti ada kekalahan. Setiap keberhasilan
- pasti ada kegagalan. Setiap kemudahan
- pasti ada kesulitan. Setiap ee
- penderitaan pasti ada saatnya
- berbahagia. Jadi keberhasilan dan
- kegagalan itu semuanya telah diatur oleh
- Allah ya. dalam ketika kita ee merasakan
- kemenangan ya dalam setiap kemenangan
- kita bersyukur ketika kita dalam
- kekalahan tidak berputus asa. Jadi
- pergantian antara suka dan duka itu
- kalah dan menang itu itu memang ada
- adalah hal-hal yang memang sudah
- sunatullah. Yang kuat suatu saat akan
- menjadi lemah ya dulunya muda, gagah,
- ganteng, cantik ya nanti juga akan tua
- ya ee sepuh dan ada kalanya kemiskinan
- pun bergilir waktunya menjadi kaya. Dulu
- mungkin sulit hidupnya, susah, penuh
- dengan penderitaan. Sekarang masyaallah
- kaya gitu ya. Mungkin yang dulunya kaya,
- mentang-mentang, petantang-petenteng dan
- segala macam, eh sekarang jauh hidupnya
- penuh dengan kehinaan. Kesombongan yang
- dibanggakan nanti juga akan menjadi
- kelemahan yang terpuruk. Kezaliman yang
- meraja lelah saatnya nanti pasti menjadi
- kehinaan yang memalukan. Pengkhianatan
- yang dilakukan suatu saat nanti akan ada
- penyesalan yang tiada berkesudahan.
- Jadi, setiap sukacita selalu ada duka
- yang mengiring. Ketenangan tuh pasti
- diikut dengan ketakutan. Kekaguman,
- kenyamanan pasti diikuti oleh pengabaian
- dan ketidakpedulian ya. Pada saatnya
- nanti semua akan diperkilkan.Alam
- nudawinanas.
- Jadi hidup itu adalah perjalanan pasang
- surut, silih berganti dan pergiliran
- dari waktu ke waktu. Bisa jadi awal yang
- indah nanti berakhir dengan duka atau
- kesulitan penuh penderitaan berakhir
- dengan kebahagiaan penuh pesona.
- Masyaallah. Itulah hidup. pergiliran
- antara kesuksesan dan kegagalan,
- kemenangan dan kekalahan, kekuatan dan
- kelemahan. Inilah hidup yang memang
- ujian yang dipergilirkan. Nah, kekalahan
- itu bukanlah akhir dari segalanya,
- melainkan kesempatan untuk belajar.
- Belajar untuk bersabar dan kesempatan
- untuk berkembang. Belajar dari kesalahan
- dan bangkit menuju kemenangan. Kekalahan
- itu adalah ujian untuk melatih rasa
- syukur atas pengalaman yang didapat dari
- kekalahan dengan kesempatan untuk
- memperbaiki diri menjadi lebih baik
- lagi. Itulah hakikat orang-orang yang
- beriman mengisi hari-harinya di dunia.
- Kemenangan itu juga bukan tujuan akhir,
- tapi sebuah titik awal untuk belajar
- bersyukur, melatih diri menjadi rendah
- hati dengan pikiran yang jernih. Betapa
- banyak orang-orang yang sombong ketika
- dia kaya, ketika dia ada berakhir dengan
- keterpurukan dan kehinaan. Karena dia
- tidak memahami bahwa hakikat kemenangan
- itu adalah ujian, bukan tujuan akhir.
- Belajar untuk bersabar dari rasa
- kesombongan ya, bangga yang menguasai
- jiwa. Itulah hakikat ee orang beriman.
- Jadi kemenangan itu adalah kesempatan
- untuk mengingat diri kita bahwa hidup
- ini adalah perjalanan indah kita menuju
- Allah. Karena hidup ini adalah ujian
- yang bergilir ya. Bergilir enggak ada
- yang sama, enggak ada yang tetap pasti
- berubah. Ya, inilah kehidupan kita ya.
- Ujian keimanan ya. Perjalanan hidup,
- pergiliran hidup itu adalah ujian
- keimanan. Siapa yang tetap sabar dan
- siapa yang goyah, siapa yang rida dengan
- takdir Allah dan siapa yang kecewa. Itu
- semuanya untuk pembuktian keimanan. Nah,
- ini yang saya sampaikan ini terutama
- ditujukan untuk diri dan keluarga ya.
- Karena pada hakikatnya setiap yang kita
- sampaikan itu adalah untuk mengingatkan
- kita dan keluarga. Nah, kita lihat
- contoh ya seperti pergiliran ee hidup
- ya. Hidup ini adalah ujian yang bergilir
- seperti kita lihat perang Uhud ya. Dulu
- kan kaum muslimin menang perang Badar.
- Nah, ketika perang Uhud itu kan ee
- ketika di perang Badar menang kan tidak
- selamanya menang. di perang Uhud itu kan
- mengalami ee ya kita bisa bagaimana
- pelajaran ee yang kita pelajari ya
- bagaimana
- mengalami kekalahan ya karena pasukan
- pemanah ya itu memang ujian juga ya
- karena tidak mentaati perintah Rasul ya
- apapun kondisinya jangan turun tapi
- akhirnya turun karena memang ujian. Nah,
- ini pelajaran yang kita dapatkan
- bagaimana kesabaran, ketaatan, dan
- munculnya para syuhada ya itu paman Nabi
- seperti Hamzah bin Abdul Muthalib itu
- adalah ee ya itu izin Allah. Allah
- izinkan umat Islam kalah agar untuk
- memperbaiki diri. Kadang Allah menunda
- kemenangan agar hati kita tidak sombong.
- Ya, jadi itulah pergiliran tidak
- semuanya ee menang. Contoh saat ini
- misalnya kita lihat ya, bagaimana
- kondisi saudara kita di Palestina ya.
- Bagaimana ee di Palestina ini kita lihat
- kondisinya ya Allah 2 tahun ya Tufanul
- Aqsa ini memang kalau yang tidak yang
- tidak meyakini adanya ee pergiliran ini
- pasti ya Allah terpuruk sekali ya
- bagaimana umat Islam. Nah ini kan
- kondisi saat ini. Yakinlah zaman itu
- akan berputar hari akan diperdirikan
- Allah. Tidak selamanya kondisi seperti
- ini ya. Coba lihat dulu Firaun. Firaun
- itu kan dengan angkuhnya itu dalam
- Al-Qur'an sampai diabadikan perkataannya
- ya. Ya. Dia mengatakan alais mulkro wil
- anharj tahti. Bukankah kerajaan Mesir
- ini kepunyaanku dan sungai-sungai ini
- mengalir di bawahku. Itu kan kata Firaun
- ya. Ketika dia berjaya merasa sombong,
- merasa inni rbukumul a'la. Ya, aku
- adalah Tuhanmu yang tertinggi. Allah
- putar balikkan zaman. Ya, Allah
- pergilirkan hari. Bagaimana ee kita
- lihat Allah memutar balikkan ee
- kehidupan ini hari-hari ya zaman itu
- menjadikan air itu mengalir di atas
- dirinya ya. Dulunya kan kita lihat kata
- ee Firaun kan sungai-sungai itu mengalir
- di bawahku. Alanhar tajri min tahti.
- Kita lihat seiring dengan perjalanan
- waktu ya, hari yang dipergilirkan itu
- air itu mengalir di atasnya kan
- tenggelam Firaun. Nah, jadi ee kita
- lihat bagaimana luar biasa ya pergiliran
- waktu memang proses ya waktu ya. Kalau
- mungkin ada kapan ya kayaknya lama
- banget enggak hidup di dunia sebentar
- kok enggak lama ya. Kita jalani aja
- dengan kesabaran entar juga akan berubah
- selama kita tetap istikamah. Coba kita
- lihat misalnya ya, dulu Nabi Musa Alaih
- Salam kan menangis ya ee di istana
- ketika ee diselamatkan oleh Allah ingin
- menyusu. Kita kita lihat sekarang
- bagaimana ketika Firaun jatuh tuh Nabi
- Musa melihat menyaksikan kejatuhannya
- ya. Bagaimana Allah membalas kesombongan
- manusia pada saat itu juga ya. Dulu kan
- Nabi Musa terzalimi ya dikejar-kejar mau
- dibunuh. Akhirnya Firaun itu hancur.
- Atau misalnya Namrud ketika Namrud itu
- berkata, "Ana uhyi wa umit." Akulah yang
- menghidupkan dan mematikan. Allah
- putarbalikkan zaman. Allah perkil. Allah
- mengirimkan seekor nyamuk kecil yang
- merusak hidupnya hingga dia tidak bisa
- tenang. Ya, sampai dia tuh memukul
- kepalanya sampai dia tuh sampai wah
- pokoknya sampai hancur hanya gara-gara
- seekor semut. Padahal dia bilang aku
- yang menghidupkan dan mematikan. Itulah
- pergiliran waktu. Atau apalagi kalau
- kita lihat misalnya perjuangan Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang
- dulunya keluar dari Makkah hijrah ke
- Madinah itu ya penuh dengan penderitaan
- kan itu seluruh kabilah kaum Quraisy itu
- mengutus ya setiap kabilah tuh untuk
- membunuhnya bersama-sama supaya tidak
- ada lagi ee apa ee komplain ya. Jadi
- semua bersepakat untuk membunuhnya ya.
- Kita lihat bagaimana 13 tahun Rasulullah
- dan para sahabat berjuang di Madinah di
- Makkah untuk menyebarkan nilai-nilai
- Islam. Itu perjuangan penuh penderitaan
- ya, penuh dengan pengorbanan. Kita lihat
- darah pun menjadi pengorbanan. Yang
- syahid pertama adalah e Sumayyah. Ya,
- dia berjuang apapun yang dia lakukan
- sehingga syahid. Ya, syahid pertama
- perempuan ya di Makkah itu Allah memutar
- balikkan waktu. Ya, Allah memutar
- balikkan waktu pergiliran hari. itu
- setelah hijrah ke Madinah 8 tahun
- kemudian Allah kembalikan nabinya ke
- Makkah di siang hari sebagai pemenang
- dan pembuka kota itu fatu Makkah.
- Masyaallah padahal 13 tahun tuh penuh
- penderitaan. Itulah saat waktu yang
- Allah pergilirkan. Atau misalnya kita
- lihat Bilal bin Rabah
- ketika Umayyah bin Khalaf gitu ya
- menelentangkannya di atas pasir panas
- Makkah yang menindihkannya batu besar
- itu ya itu azab yang luar biasa ya. Nah
- itu mungkin kita mungkin saat itu akan
- berkata ini kapan ya azab ini ujian ini
- akan berakhir? Wah memang penuh
- penderitaan. Bisa dibayangkan pasir
- panas kemudian ditelentangkan tanpa
- pakaian kemudian batu ditimpuk. Wah,
- mungkin pada saat itu kalau yang tidak
- memiliki kesabaran, kapan ujian ini
- berakhir? Ya, nah Allah ya dengan
- kemahakuasaannya
- memutarbalikkan waktu, ya mempergilirkan
- hari ketika dua pasukan bertemu di
- Badar, pasukan Quraisy dan pasukan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam,
- Bilalah yang menancapkan pedangnya ke
- dada Umayyah. Subhanallah. Di sanalah
- kita akan memahami bagaimana hikmah
- Allah dengan pergiliran zaman ini,
- pergantian waktu ini. Watkal ayyam
- nudawi bainanas itu Allah akan
- pergilirkan. Itulah hari-hari yang
- berjalan yang Allah ciptakan ya
- menggilirkan di antara makhluknya.
- Mungkin ada yang sehat nanti suatu saat
- sakit. Mungkin suatu saat ada yang kaya
- nanti juga miskin. Mungkin bahagia
- mungkin berduka ya. Ada yang kuat
- kemudian lemah. Makanya kita berharap ya
- dengan pemahaman dan ee keyakinan kita
- bahwa Allahlah yang menggilirkan waktu
- itu. Maka ketika ada ujian dan cobaan
- tuh ketika kita berada di waktu yang
- kuat kita tidak terkelen
- berada dalam keadaan lemah kita tidak
- putus asa. Ketika kita mungkin kaya
- dengan harta yang Allah berikan, kita
- tidak sombong. Dan ketika kita miskin
- terpuruk, Allah uji kita dengan sedikit
- harta. Kita tidak berputus asa dan tidak
- berputus harapan. Ya, itulah Allah yang
- melepaskan anak-anak anak-anak panah
- takdirnya kepada manusia. Maka tentu
- ketika Allah melemparkan tanah takdirnya
- kepada manusia, maka kita sebagai hamba
- Allah itu berada di sisi sang pelempar
- ya agar kita selamat. Ya, inilah hidup
- ya penuh ujian.
- Ada yang diuji dengan kekuatan, harta,
- pangkat, kedudukan, jabatan, ketampanan.
- Ya, ada yang diuji dengan kelemahan,
- kemiskinan, sakit, kehilangan,
- kesempitan, dan segala macam ujian yang
- Allah berikan. Pada hakikatnya semua
- ujian itu adalah tanda cinta Allah
- kepada kita, bukan tanda benci. Tentu
- ini adalah ujian keimanan.
- Kami akan menguji kamu dengan keburukan
- dan kebaikan sebagai cobaan, sebagai
- ujian. dan kepada kamilah kamu akan
- kembali. Jadi ujian yang Allah berikan
- kalau itu mungkin berupa keburukan, kita
- bisa ini membuat kita bersabar. Ketika
- ujian kebaikan Allah berikan kita akan
- bersyukur. Nah, kedua-duanya itu adalah
- ladang pahala. Bukan ada bukan alasan
- untuk disombongkan atau berputus asa.
- Tidak. Ujian ini kan hidup ini kan
- adalah ujian. Ya. Ya. Jadi, bagaimana
- kita menyadari bahwa hakikat kehidupan
- kita di dunia ini adalah ujian.
- Hari-hari yang dipergilirkan Allah
- dengan ujian itu. Nah, dengan dengan
- ujian-ujian ini kita menyadari yang
- kekal itu hanyalah Allah. Kita juga
- hanya sementara kok hidup di dunia ini.
- Kita akan menjalani perjalanan yang
- sangat panjang. Dunia ini kan sebenarnya
- sebentar,
- enggak lama kan? Coba kita lihat
- misalnya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam saat ini kan Rasulullah masih
- di alam barzakh kan? Nabi Adam juga
- masih di alam barzakh kan. Padahal Nabi
- Adam sudah lama wafatnya.
- Kalau kita lihat Rasulullah diberikan
- kesempatan untuk hidup hanya 63 tahun.
- Sekarang sudah berlalu masa 1447
- Hijriah ya tahun ya sejak hijrah beliau.
- Sudah lama kan? Berarti dunia ini enggak
- enggak enggak lama. Dunia ini hanya
- sementara. Liyabluakum ayukumu amal.
- Jadi dunia ini hanya untuk ujian bagi
- kita untuk membuktikan mana di antara
- kita yang terbaik amalnya untuk bekal
- nanti di yaumil akhir. Maka inilah
- hari-hari dunia ini adalah ujian yang
- dipergilirkan Allah kepada kita. Nah,
- kita lihat misalnya ujian yang diberikan
- kepada Nabi Sulaiman ya. Ini kita banyak
- mendapatkan contoh-contoh hidup yang
- telah berlalu yang menjadi pedoman dan
- ee tuntunan buat kita. Ujian Nabi
- Sulaiman Alaih Salam. Beliau itu raja,
- kekuasaannya luar biasa ya, bisa
- menguasai jin, angin, hewan, kerajaannya
- besar, tunduk pada pokoknya luar biasa
- tuh Nabi Sulaiman. Tapi beliau adalah
- seorang nabi. Walaupun juga seorang raja
- dan penguasa tapi kekuatannya tidak
- menyebabkan beliau itu sombong, tidak
- menyombongkan diri. Beliau itu penuh
- dengan rendah hati. Bahkan beliau itu
- berdoa kepada Allah ya
- asakati
- waid. Itu kan doanya Nabi Sulaiman ya.
- Ya Rabbku anugerahkan kepadaku kemampuan
- untuk bersyukur atas nikmat yang telah
- Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua
- orang tuaku. Bahkan beliau itu ketika
- melihat dan menghadapi atau menerima
- semua anugerah ya ya Allah kekuasaan dan
- segala macam. Beliau mengatakan, "H
- minadlibi." Ini karena karunia yang
- Allah berikan kepadaku. Ini boleh juga
- kita contoh ya, Mbak ya. Ketika Allah
- berikan kepada kita karunia ya mungkin
- kita punya keberhasilan dalam usaha yang
- kita lakukan, kesuksesan, pangkat
- jabatan atau anak yang kita harapkan
- berhasil. Pokoknya semua
- anugerah-anugerah yang didapatkan itu
- adalah karunia Allah. Boleh juga kita
- mengikuti apa yang disampaikan oleh Nabi
- Sulaiman ini. Hadza minadbi.
- Ini adalah karunia yang Allah berikan
- kepadaku. Jangan pernah menyombongkan
- diri ya. Ketika kita mampu membelikan
- mobil yang mobil membeli mobil yang
- mahal terus kita katakan siapa dulu itu
- ya itu kan bentuk kesombongan ya. Siapa
- dulu ini? Nauzubillah minzalik. Dilihat
- Nabi Sulaiman itu enggak ada yang mampu
- menandingi kekuasaannya dan kekuatannya
- tuh sampai ya Allah ini luar biasa. Nabi
- Sulaiman itu ya dia tahu Nabi Sulaiman
- itu tahu bahwa kekuatan dan kekuasaan
- itu memang ujian. Nabi Sulaiman tidak
- sombong bahkan semakin tunduk kepada
- Allah. Ya. Ya. Ini kita bukan bukan nabi
- bukan juga punya kekuasaan [tertawa]
- baru punya itu saja sudah merasa milik
- dunia ini milik sendiri. Nauzubillah
- minzalik ya. Atau misalnya ujian yang
- didapatkan yang dialami oleh Nabi Ayub
- Alaih Salam. Beliau lemah tapi tidak
- putus asa. Nabi Ayub ini kan diuji sakit
- bertahun-tahun ya. Ya Allah sakit aja
- tuh sudah membuat kita aduh gimana baru
- ini kita sakit apa ya baru batuk gitu ya
- Mbak ya. Ya baru cuman 1 bulan atau 2
- bulan atau
- istigfar-istigfar panjang. [tertawa]
- Istigfar panjang. Ya, ini Nabi Ayub
- tidak hanya sakit yang beliau derita itu
- sakit itu bertahun-tahun loh, Mbak.
- Seluruh badannya itu sakit dan bau ya.
- Bahkan luar biasalah penyakitnya itu
- bertahun-tahun. Yang sehat itu hanya
- hati dan lidahnya aja, lisannya. Yang
- lisannya dia selalu bersyukur kepada
- Allah dan hatinya juga selalu ya
- mengiringi lisannya. Itu sakit panjang,
- penuh penderitaan. Tidak hanya itu,
- kehilangan keluarga, anak-anaknya
- semuanya wafat. Ya Allah, kita kalau
- punya anak satu aja meninggal tuh sampai
- sekarang mungkin masih berduka terus ya.
- Enggak hanya itu, harta beliau tuh punya
- kekayaan yang luar biasa itu Allah
- cabut, Allah ambil. Tapi beliau itu
- penuh dengan kesabaran ya. Bahkan beliau
- itu doanya nih yang diabadikan oleh
- Allah dalam Alquran.Bi Rbi inni
- masanadur wa anta arhamurahimin.
- Ini doa juga boleh kita ucapkan juga ya
- ketika kita mendapatkan ujian musibah
- cobaan sakit ya. Ya Rabbku sungguh aku
- telah ditimpa penyakit dan engkau adalah
- rab yang maha penyayang di antara
- penyayang. Jadi ini doa-doa seperti ini
- supaya kita tidak mengeluh tidak putus
- asa, tidak menuduh Allah itu zalim ya
- supaya Allah angkat derajat kita itu ya.
- Jadi doa sepenuh hati ya. Maka
- fastajabahu
- bihi. Lalu kami kabulkan doanya dan kami
- hilangkan penyakit yang ada padanya. Itu
- pernah ditanya ya oleh istri beliau,
- "Mintalah kesembuhan pada Allah." Ya kan
- engkau nabi. Nabi Ayub mengatakan,
- "Bagaimana aku di hadapan Allah itu?
- Allah telah memberikan aku banyak nikmat
- dan sehat selama puluhan tahun. Hanya
- sakit begini aja rasanya." Jadi luar
- biasa nih Nabi Ayub ya memahami bahwa
- kayaknya enggak pantas deh minta-minta
- sama Allah. Padahal kita diberikan
- nikmat banyak, kesehatan yang panjang.
- Jadi lihat doanya kan gitu ya, bukan doa
- ya Allah sembuhkanlah aku. Kan enggak
- gitu doa Nabi Ayub. Rbi inni masanu wa
- anta arhamahimin. Hanya bersifat
- informasi. Ya Rabbku aku telah ditimpa
- sakit. Ya udah kan gitu ya kan kalau
- Allahfini gitu ya. Ah, tapi Nabi Ayub
- mengatakan, "Wa anta arhamur rahimin."
- Engkaulah Tuhan yang maha penyayang di
- antara para penyayang. Subhanallah.
- Yaitu para nabi. Maka beliau ini
- termasuk pilihan Allah ya menjadi
- seorang nabi yang tidak pernah lemah,
- tidak pernah putus asa. Beliau tidak
- mengeluh, beliau tidak berkecil hati,
- tidak berputus asa, tidak menyesali
- takdir. Kan kalau orang yang enggak
- beriman itu pasti nyalahin menyalahin
- takdir. Kenapa mesti aku? Ya gitu ya.
- Kenapa bukan dia ya? Kenapa nauzubillah?
- Kan aku sudah beribadah, aku sudah
- melaksanakan ini kok masih sakit juga
- ya. Nah, itu orang yang tidak beriman
- kepada takdir. Nah, ini contoh bagi kita
- ya, bagaimana ee ujian yang dialami oleh
- Nabi Ayub Alaih Salam ya. Jadi ketika
- sakit beliau tetap bersyukur kepada
- Allah apalagi ketika diberikan karunia
- tetap selalu bahkan bertambah rasa
- syukurnya. Ya, sebagaimana Rasulullah ya
- ee ketika beliau merasakan rasa syukur
- kepada Allah itu Rasulullah melipat
- gandakan ketaatannya.
- Ketika salat malam itu sampai bengkak
- loh kaki. Rasanya kayaknya kita susah ya
- kalau mencontoh salat sampai bengkak
- kaki ya. Paling bengkak kakinya lagi ke
- mall ya, Mbak ya. Jalannya jauh gitu.
- Pulang-pulang kaki bengkak ya. Nah,
- kalau Rasulullah tuh ibadahnya saking
- lamanya berdiri sampai Ibunda Aisyah
- radhiallahu anha tuh kasihan, "Ya
- Rasulullah, kenapa kok sampai begini?
- Bukankah Allah telah mengampuni dosamu
- yang lalu dan yang akan datang? Mestinya
- udah gitu ya kan udah senanglah gitu."
- Apa kata Nabi? Afala akuna abdan
- syakuro. Tidakkah pantas aku menjadi
- hamba Allah yang bersyukur? Jadi hakikat
- syukur itu adalah terus melipat gandakan
- lagi amal-amal saleh ya. memperbanyak
- amal-amal saleh. Nah, itulah ujian ya ee
- kehidupan di zaman kita ini ee hari-hari
- yang dipergilirkan Allah inilah dunia
- ya. Hari-hari yang dipergilirkan penuh
- dengan ujian yang dipergilirkan. Kita
- lihat saat ini ya ujian-ujian yang
- banyak bentuknya, banyak variasinya,
- banyak ragamnya ya. ujian bagi yang kuat
- dan berhasil. Ya, mestinya ketika
- seseorang berhasil dalam kehidupannya ya
- pencapaian-pencapaian dunianya ya
- kekuasaan yang dia dapat, jabatan,
- popularitas atau kekayaan, mestinya pada
- saat itu merasakan bersyukur kepada
- Allah dengan karunianya dan tidak merasa
- sombong, tidak merasa mentang-mentang,
- arogan. Baru segitu aja udah kayak apa
- memperlakukan manusia kayaknya rendah
- banget. Udah kayak ya jangan sampai itu
- terjadi. Hati-hati jangan sampai seperti
- Qarun. Qarun itu kan begitu dikasih
- kekuatan jabatan, popularitas, kekayaan
- kan sombong. Sampai dia mengatakan,
- "Innamau
- ala ilmin." Katanya itu dalam surat
- Qasas Alqasas ayat 78 ya. Sesungguhnya
- aku memperoleh harta ini karena ilmu
- yang ada padaku. Makanya usaha dong
- kayak aku nih. Aku tuh begini begini
- begini. Sekian tahun mendapat ini sudah
- ada gelar ini nih. Aku berusaha paya.
- Kalau bukan astagfirullahalazim.
- Jadi merasa dirinya lah yang mendapatkan
- ini karena ilmunya, karena
- keterampilannya, karena susah payahnya,
- karena usahanya. Jadi ya Qarun kan
- begitu. Ini aku peroleh harta ini karena
- ilmu yang ada padaku. Padahal semua yang
- kita dapatkan itu adalah karunia Allah.
- Bukan hasil kekuatan kita semata. Bukan
- karena kepintaran kita, kecerdasan kita,
- bukan. Semuanya itu karena karunia
- Allah.
- Makanya dalam hadis ya Rasulullah
- menyebutkan ya.
- Enggak akan masuk surga orang yang di
- dalam hatinya ada kesombongan seberat
- biji sawi.
- Ya, zarah itu kan kecil banget ya.
- Seatom kali apa kecil sekali. Maka orang
- yang memiliki kesombongan sedikit itu
- tidak akan masuk surga. Maka tentu saja
- kita ingin ya menjadi orang yang rendah
- hati. Karena kekuatan itu bukan untuk
- membanggakan diri, tapi untuk menolong
- yang lemah. Jadi, Allah berikan kita
- kesempatan ya mungkin memperoleh harta,
- jabatan, kedudukan. Tuh, maksudnya apa?
- Supaya kita mampu membantu orang-orang
- yang membutuhkan bantuan kita,
- orang-orang yang lemah. Bisa jadi lewat
- kitalah orang itu akan terbantu mesti
- kan begitu ya. Maka kita berharap ya
- mudah-mudahan ya ketika dalam kondisi
- berada di atas kita tidak lupa diri
- kita. Kita ingat bahwa ini adalah ujian.
- Nanti juga dipergilirkan oleh Allah.
- Tunggu aja waktunya. Enggak ada orang
- yang selamanya tuh kaya selamanya enggak
- ada. Lihat aja mungkin yang sekarang
- merasa dirinya tidak terkalahkan. Nanti
- lihat ada tu ada lemah. Hmm. Habislah
- dia. Ya. Nah, begitu juga ujian bagi
- yang lemah dan ee kehilangan ya. Mungkin
- bagi yang diuji oleh Allah saat ini yang
- ketika Allah pergilirkan waktunya dia
- dalam kondisi sakit, kehilangan,
- kemiskinan, ee ada tekanan hidup,
- insyaallah itu ada berita gembira dari
- Allah. Inna maal usri yusro.
- Sesungguhnya bersama kesulitan ada
- kemudahan. Yaqnatu
- rahmatillah. Jangan putus asa dari
- rahmat Allah. Ya. Nah, itulah hakikat
- orang beriman ya. Sampai Rasul itu
- memuji ajaban diambil mukmin. Sungguh
- menakjubkan [berdehem] orang-orang
- mukmin ini. Asat
- syakaro fakanairah wa asat
- fakir kalau dapat kesenangan itu dia
- bersyukur. Kalau dapat dan itu baik
- baginya. Kalau ditimpa kesulitan dia tuh
- bersabar itu baik baginya. Maka ketika
- kita diuji oleh Allah, hari-hari kita
- itu adalah hari ujian. Hari yang penuh
- dengan kelemahan, kita tidak boleh
- berputus asa. Karena kesulitan itu pasti
- ada jalan menuju kemuliaan. Jadi, inilah
- hidup ujian di dunia yang penuh dengan
- yang akan digilirkan oleh Allah. Makanya
- seorang pengusaha yang sukses jangan
- sombong ya. Kalau bisa bangun masjid,
- nyantunin anak yatim seperti Nabi
- Sulaiman di zaman modern sekarang ya.
- atau ibu yang miskin ya, yang susah
- hidupnya tetap ibadahnya, salat malamnya
- tetap bersyukur walaupun hidupnya
- sederhana. Lihat tuh Nabi Ayub Alaih
- Salam. Atau misalnya seorang pemuda yang
- kuat fisiknya tapi hatinya lembut gitu
- ya. Menolong yang lemah, bukan
- merendahkan. Itulah kekuatan yang sejati
- ya. Atau mungkin seorang ibu, seorang
- muslimah mungkin kehilangan suaminya
- tapi tetap sabar dan yakin Allah
- menolongnya. Kan itulah yang disebut
- dengan tidak putus asa. Apapun yang kita
- alami saat ini ya ee kondisi apapun
- pasti ada solusinya, pasti ada jalan
- keluarnya. Nah, saya mau cerita Mbak ini
- ee hidup ini kan ee ujian yang
- dipergilirkan yang memang ee kita kan
- mengambil hikmah dari apapun yang kita
- bisa ee apa yang kita alami, Mbak ya.
- Ee ini kita tahu ya bahwa hidup ini
- adalah ujian yang bergilir. Jadi ini
- cerita kisah-kisah nyata ya, Mbak ya.
- Arti dalam kehidupan kita tadi kan
- cerita bagaimana para nabi, orang-orang
- saleh dan segala macam ini kita dalam
- keseharian kita sehari-hari ya. Jadi ee
- ini dalam rumah tangga, kisah dalam
- rumah tangga. Jadi ee ini dikisahkan
- oleh ee laki-lakinya, suaminya. Jadi
- ketika dia berumah tangga sudah sekian
- puluh tahun, usia-usia pernikahan tuh
- udah anak-anaknya sudah pada nikah semua
- ya. Ya namanya rumah tangga hartanya
- ada, istrinya walaupun sudah tua tetap
- cantik dan melayani salhat pula. Ya
- namanya godaan kan Mbak jadi ah coba
- kayaknya hidup begini aja ya. Mungkin
- kan kurang syukur kali ya. Akhirnya dia
- mencoba mungkin kalau variasi nikah lagi
- mungkin lebih ini kali ya. Kan anak-anak
- sudah pada menikah ya istri begini ya.
- Ya, itu dia barangkali ee kurang rasa
- syukur karena memang setan itu, Mbak
- ujung tombak dakwahnya yang berhasil
- untuk mengganggu dan menjerumuskan
- manusia itu adalah tidak bersyukur.
- Faqol e min ibad syakur. Ya, ee Allah
- juga mengkan sedikit hambaku yang
- bersyukur dan setan juga mengatakan,
- "Maka aku jadi e aku akan aku goda
- manusia maka engkau dapatkan mereka
- tidak bersyukur." Jadi syukur itu ee
- mahal harganya dan godaan dari setan
- kepada manusia agar manusia itu tidak
- bersyukur ya. Nah, akhirnya dia
- coba-cobalah eh dapat tuh janda yang
- masih muda usianya gitu ya. Akhirnya dia
- nikah. Ini kejadiannya bukan orang
- Indonesia, Mbak ya, orang Arab ya.
- Enggak apa-apa. Ini kan contoh aja ya
- untuk menguatkan kita bahwa hari itu ada
- hidup itu adalah ujian yang bergilir.
- Nah, ketika dia menikah lagi, istrinya
- sebenarnya tidak menerima. Tapi ya kan
- kalau ini kasusnya di Saudi ya, Mbak ya.
- Ee biasanya kan kalau istri tuh ya
- ngikut suami dan biasanya mereka tuh
- kalau rumah tuh kan milik suami. Kalau
- kamu enggak mau enggak mau nerima
- nikahku, ya sudah kamu keluar aja dari
- rumah ini. Aku mau nerima tapi kamu
- kasih aku rumah ini ya. Oh, suaminya
- enggak mau ya. Ya, maunya tuh bergantung
- teruslah istri itu ya. Akhirnya ee
- istrinya enggak mau nerima. Akhirnya
- dicerai ya. Akhirnya keluar dari rumah
- itu dan dia tinggal bersama
- anak-anaknya. Ya sudah kan ini ini ee
- versi ceritanya bukan dari istri,
- ceritanya dari suaminya. Maka aku pun
- menikah dengan seorang janda yang yang
- masih muda ya mungkin sepantaran anaknya
- lah ya. Aku merasakan kebahagiaan.
- Pokoknya aku berharap nanti istriku akan
- ee apa? Datang meny merendahkan diri
- supaya minta dirujuk lagi gitu ya.
- supaya dia kan dia bergantung dia punya
- apa sih, enggak punya apa-apa. Jadi ada
- rasa sombong di sini. Mentang-mentang
- dia berharta, punya uang, jadi dia
- merasa bisa mengatur semuanya, mengatur
- istrinya dan menekan istrinya ee tanda
- kutip sepertinya menzalimi gitu ya. Nah,
- akhirnya sudah istrinya bersama ee
- tinggal bersama anaknya. Dia pun menikah
- dan dia ee hone ke ke Malaysia. Pokoknya
- dia merasakan kebagian yang amat sangat
- ya. Nah, dia menikah dengan e janda ini
- karena memang sebelum pernikahannya
- tidak punya anak ya. Dia bercerai dengan
- suaminya. Nah, ternyata dia usianya
- sudah 60-an, Mbak. Karena memang sudah
- tua ya. Udah ini ya biasalah hidup kan
- kalau sudah tua ini ee biasanya kalau
- pendengar semua tuh kalau anak-anak
- sudah nikah kan tinggal berdua-duaan aja
- ya. Suami istri berdua-duaan anak. Jadi
- ini suami itu mungkin mau tantangan kali
- ya kayaknya variasi nih kayaknya bosan
- begini berdua. Nah, akhirnya dia
- berusaha ternyata betul ya dia menikah
- lagi dia merasa bahagia. Seluruh kasih
- sayangnya di di ee diberikan kepada
- istri mudanya ya kan. Dia sudah
- menceraikan istri tuanya dianggap ya
- sudahlah gitu udah bosan kali apa
- gimana. Nah, akhirnya dia ee curahkan
- kasih sayang. Ternyata
- ee istrinya itu hamil ya itu penantian
- karena memang dia bercerai dengan suami
- yang dulu tuh kan karena tidak punya
- anak. Oh senang banget ternyata kembar
- gitu ya. Ya kan di satu sisi mungkin di
- istri itu alhamdulillah bahagia. Cuman
- yang di sisi suami itu usia dan 60 kan
- maunya dilayani, maunya tuh di ya
- pokoknya ada istri di samping lah
- istrinya sibuk sama anaknya. Akhirnya
- dia berikan khadimat ya untuk membantu
- urusan ee anak-anaknya [berdehem] supaya
- ada waktu dengan suaminya. Namanya punya
- anak ya dia sibuk dengan anak kok.
- Apalagi usia masih muda ya. Nah ini yang
- si bapak yang sudah si kakek ini
- akhirnya kok sesuai dengan apa yang
- diharapkan ya. Jadi selama 2 tahun itu
- melahirkan dua kali, anaknya tiga. Nah,
- jadi saya itu di usia tuh maunya enggak
- enggak disibukkan lagi dengan anak-anak
- ya. Cucu aja udah ya. Namanya juga kalau
- anak kecil kalau sudah tua tuh kan
- pusing juga dengar nangisnya apanya
- ternyata ya sendiri lagi gitu kan. Nah,
- akhirnya dia minta ee itu berlalu kan
- sudah 2 tahun lebih dia minta ee pada
- anaknya pengin deh rujuk lagi sama
- istrinya karena dia walau bagaimana kan
- butuh teman ya, butuh teman yang
- mendampingiah. Kalau istri punya anak
- kan susah ya mendampingi apalagi
- suaminya sudah tua begitu ya. Akhirnya
- anaknya bilang eh jadi sama anak pun dia
- kurang dekat ya anaknya. Jadi karena dia
- sudah sibuk dengan istri mudanya ini,
- akhirnya ee ketika dia menghubungi
- anaknya, dia bilang, "Ibu sudah menikah
- lagi." Masyaallah. Padahal usianya juga
- ya udah-udah 50 tahun ke atas ya. Dengan
- siapa nikahnya? Ternyata menikahnya
- dengan tetangganya. Jadi dulu dia punya
- mereka punya tetangga yang istrinya itu
- udah meninggal 5 tahun yang lalu ya.
- Sudah berusaha cari istri yang ee apa
- yang sampai dua orang tuh enggak enggak
- ini enggak awet ya. Nah, nikah dengan
- tetangga itu baru dia ingat. Jadi si
- Bapak ini cerita, "Oh ya, saya ingat
- dulu waktu dengan tetangga ini cukup
- baik hubungannya. Saya suka apa pernah
- menceritakan tentang istri saya. Dulu
- sebelum dia nikah saya bersyukur dapat
- istri saya. Sekarang ini ibunya
- anak-anak orangnya sabar, perhatian ya.
- Walaupun ee sudah tua tapi tetap e baik
- pokoknya ini deh salihah. Nah, nasihat
- tetangganya itu, kamu sudah dapat istri
- yang salehah, pegang jangan di jangan
- disia-siakan gitu." Dia teringat itu
- langsung, "Ya Allah, gimana ya?"
- Akhirnya dia menenangkan diri umrah ya.
- Umrah rencananya Ramadan mau umrah ya
- sendiri ya. Karena dia ajak istri sibuk
- dengan anak kak dia sendiri menenangkan
- diri di hari tua tuh kan enggak mau
- enggak mau repot-repot ya ngurus itu itu
- maunya istirahat ya namanya juga usia
- faktor usia ya akhirnya umrah ya sebulan
- sendirian karena istri enggak mau diajak
- karena sibuk dengan anak. Anaknya masih
- apa? Masih kecil-kecil. Ternyata ketika
- dia satu di hotel itu ketemu dengan
- tetangganya itu dan tetangganya dengan
- siapa? dengan istriku. Katanya dia tahu
- itu mantan istrinya ya. E artisnya dia
- merenung ya pada saat masuk Masjidil
- Haram. Dia berpapasan ya dengan
- tetangganya itu yang menggandeng mantan
- istrinya. Ya Allah. Jadi di situ dia
- mengambil pelajaran karena dia yang
- menceritakan kisah ini bahwa kalau kita
- memang kurang bersyukur ya beginilah
- jadinya. Apa sih yang kita harapkan di
- hari tua gitu? Artinya ketika dia dulu
- bersikap zalim kepada istrinya,
- mengusirnya, menceraikannya, ternyata
- dia dapat yang lebih baik lagi dari dia
- ya, penggantinya. N itulah hidup ya.
- Hidup itu tidak selamanya duka. Mungkin
- dari sisi seorang istri ini mungkin dia
- merasa, "Ya Allah, sedih banget pasti
- ya, sudah bertahun-tahun mengabdi kepada
- suami. Ternyata di hari tua
- disia-siakan." Tapi dia tetap percaya
- dengan Allah ini karena memang salihat
- ya istrinya itu. Dia juga dapat
- penggantin yang saleh juga. Masyaallah.
- Itulah hidup ujian yang bergilir begitu,
- Mbak Olin
- ya Allah sampai ee kita terpukau dengan
- ee alur cerita yang disampaikan oleh
- Ustazah juga menjadi ibrah untuk yang
- mendengarkan. Baik, e ikhwan dan akhwat
- kami undang untuk menyampaikan
- pertanyaannya seperti biasa nomornya
- tidak berubah di nomor WhatsApp
- 0811999720
- nanti akan disambut oleh produser Abi
- Agus. Jadi nanti akan disortir dan akan
- diserahkan kepada saya untuk dibacakan
- dan Ustazah insyaallah akan menjawabnya
- dan mendiskusikannya. Tapi nanti kami
- akan jeda ambil nasid. Jangan ke
- mana-mana. Kita akan kembali setelah
- berikut ini.
- [musik]
- Ini adalah hidup adalah ujian yang
- bergilir. tadi sudah dipaparkan beserta
- contoh ceritanya tentang bagaimana
- konsep hidup ini adalah bagian dari ee
- Allah yang memilih hamba-hambnya yang
- mana yang terbaik lewat ujian yang
- datang. Sehingga apabila ujian datang
- kita harus bersyukur. Dan masih ada
- beberapa hal yang ingin disampaikan
- sebelum kita masuk tanya dan jawab.
- Silakan Ustazah.
- Iya. Bismillahirrahmanirrahim.
- Inilah hidup ujian yang bergilir. Karena
- kita tahu hidup di dunia ini memang
- tidak kekal ya. Hidup di dunia ini hanya
- sementara. Tentu saja ee ya dunia ini
- kan tidak aman, tidak stabil, hanya
- sementara. Nah, oleh karena itu yang
- kekal itu hanya Allah. Nah, bagaimana
- kita menghadapi dunia ini sebagai hanya
- persinggahan. Sebagaimana Ibnu Qayyim
- mengatakan, dunia ini hanyalah
- persinggahan singkat. Sebagaimana
- musafir berteduh di bawah pohon sebentar
- lalu melanjutkan perjalanan. Dan dunia
- ini tempat ujian dan cobaan. dunia ini
- kan ya bagaimana merealisasikan
- penghambaan kita kepada Allah. Karena
- memang kita diciptakan Allah tuh untuk
- beribadah kepadanya. Jadi Allah karena
- kita diciptakan beribadah kepadanya,
- Allah mendidik hamba-Nya dengan suka,
- duka, nikmat, musibah. Nah, dengan itu
- terlihat siapa yang benar-benar
- beribadah dalam setiap keadaan kepada
- Allah. Nah, tentu saja hamba yang sejati
- itu adalah hamba yang tetap beribadah,
- baik dalam lapang maupun dalam keadaan
- sempit. Nah, adapun orang-orang yang
- hanya beribadah di waktu senang lalu
- berbalik saat ditimpa ujian, maka dia
- bukanlah hamba pilihan Allah. Maka ujian
- itu kan ibarat ee api yang menguji emas
- ya. Ya. Atau ee seperti obat ee pahit ya
- yang diberikan dokter ya untuk seorang
- ee pasien ya. Jadi kalau memang ee itu
- adalah obat pahit, kita kan enggak akan
- memuntahkan ya dengan keluhan. Pasti
- kita akan mencoba menelannya walaupun
- rasa tidak suka. Nah, itulah hidup.
- Ujian-ujian yang ada di dunia ini kan
- sebagai penghapusan dosa. Musibah itu
- kan tanda cinta Allah ya. Ibarat obat
- pahit yang justru menyembuhkan. Nah,
- lebih baik dosa itu ditebus di dunia
- dengan cobaan daripada disimpan untuk
- azab di neraka. ya. Maka ee
- apa namanya? Dunia ini memang
- ujian-ujian yang ada itu untuk
- meningkatkan derajat kita ya di sisi
- Allah untuk menggandakan pahala kita.
- Ya, makanya dalam sebuah riwayat ya.
- tidaklah seorang mukmin ditimpa musibah
- walau hanya duri yang menusuknya itu
- Allah akan mengangkat derajatnya
- derajatnya dan menghapuskan dosanya.
- Duri loh duri itu kan ayah cuma sedikit
- aja ada rasa duh sakit dikit. Justru itu
- Allah ingin mengangkat derajat kita.
- Allah ingin menghapus dosa-dosa kita.
- Apalagi ujian yang sangat tidak
- menyenangkan ya tadi kayak ibu tadi ya.
- Berat banget tuh ujiannya ya. Puluhan
- tahun menikah mengabdikan dirinya dengan
- suami. Begini balasannya gitu ya. Ketika
- dia mendapatkan tambatan hati, dia
- pasrah kepada Allah. Dia menyerahkan
- semua urusannya kepada Allah. Ini adalah
- takdir Allah. Allah ganti yang lebih
- baik lagi. Jadi digantinya tuh tidak
- hanya di surga aja, di dunia sudah Allah
- berikan ganti. Nah, itulah hakikat ujian
- ya, pelajaran tauhid dan tawakal kita
- kepada Allah ya. Musibah itu kan membuat
- seorang hamba menyadari kelemahannya.
- Dia sadar tidak ada daya dan upaya
- kecuali dengan pertolongan Allah. Nanti
- Allah berikanlah gantinya yang lebih
- baik. Jadi ujian itu menyaring
- menyaring hakikat manusia. Ujian itu kan
- sebenarnya standarisasi keimanan ya.
- Kalau sekarang standarisasi guru apa tuh
- ada ya ini standarisasi guru segala ya.
- Masyaallah.
- Makanya ujian itu bukan karena Allah
- tidak tahu tapi Allah itu untuk
- menyingkap siapa yang jujur, siapa yang
- dusta. Jadi ujian itu menambah teguh
- iman hamba-hambanya dan membongkar
- kemunafikan orang-orang yang berdusta,
- yang berbohong. ya. Nah, itulah ya ee
- hakikat ee hidup di dunia ini ee memang
- ujian. Nah, para salafus saleh ini luar
- biasa, Mbak ya. Namanya ujian pasti
- mereka juga alami, ya. Nah, mereka ini
- ketika mendapatkan ujian dari Allah itu
- para salafus saleh ini mereka saling
- menghibur. Nah, mereka tuh menghibur
- dengan ungkapan apa? Ungkapan kalimat
- innama hiya ayyam tamdi wal maidul
- jannah. Ya, iniyalam tadi kan tilkal
- ayamas
- ya. Ini iniyal ayyam ini hanyalah
- hari-hari yang akan berlalu dan tempat
- yang dijanjikan bagi kita adalah surga.
- Masyaallah. Jadi saling menghibur. Jadi
- sebesar apapun ujian cobaan yang mereka
- alami iniyalam
- ya ini hari-hari juga akan berlalu. Wal
- maidul jannah. Maka yang dijanjikan itu
- adalah surga. Nah, jadi kalimat ini ini
- penghibur ya bagi kita ya, bagi jiwa
- kita. Jadi, jika pintu-pintu syahwat
- terbuka di hadapan kita, tahan nafsumu.
- Jangan dibiarkan seakan-akan itulah
- setan ya membuat indah-indah nanti indah
- pasti begini. Enggak mungkin deh. Itu
- hawa nafsu ya. Jadi tilkal ayyam inamah
- ayyamdi wal maidul jan sabarlah,
- bersyukurlah gitu ya. Karena diya tempat
- yang dijanjikan bagi kita itu adalah
- surga. Jika harta haram sudah ada di
- depan mata, jangan diambil tinggalkan.
- Karena tempat yang dijanjikan kita itu
- adalah surga. Ya, kalau kita mampu ya
- untuk membalas dendam terhadap sakit
- hati kita, tahan amarah kita. Karena
- tempat yang dijanjikan itu adalah surga.
- Jika mungkin keluarga kita, siapapun ya,
- orang terdekat kita memutuskan
- silaturahim dengan kita ya tadi suami
- menzalimi istri dan segala macam apapun
- anak sama ibu apa orang tua dengan anak,
- anak tidak mau dengan orang tua dan
- apapunlah pokoknya keluarga tuh kalau
- memutuskan silaturahim silaturahim
- dengan kita jangan kita balas. Sabar
- tetap menyambungnya karena tempat yang
- dijanjikan kepada kita itu adalah surga.
- Jadi seluruh kenikmatan dunia itu akan
- terlupakan hanya dengan satu celupan di
- dalam neraka. Karena kita tahu ya dunia
- ini kalau dibandingkan dengan akhirat
- tuh seperti celupan. Jadi tangan
- dicelupkan ke e laut. Itulah yang
- kenikmatan dunia tuh seperti itu. Jadi
- tangan dicelupkan jari nih dicelupkan ke
- laut kan yang dapat hanya setetes. Itu
- kenikmatan dunia dibandingkan kenikmatan
- nanti di akhirat. Jadi seluruh
- penderitaan di dunia ini akan sirna,
- akan hilang hanya dengan satu celupan ke
- dalam surga. Surga itu luar biasa ya.
- Jadi mudah-mudahan hari-hari yang
- berlalu ini ya akan kita hadapi
- insyaallah akan berlalu. Dan janji Allah
- itu adalah surga. Mudah-mudahan kita
- ditakdirkan semuanya untuk dapat hidup
- dan kekal selamanya di surga bighhairi
- hisab. Amin ya rabbal alamin.
- Amin. Amin ya Allah ya rabbal alamin.
- Baik ikhwan dan akhwat. sudah rampung
- pemaparan dari Ustazah yang kita garis
- bawahi adalah ujian merupakan ee
- standarisasi keimanan. Masyaallah itu ee
- merupakan quot hari ini apabila kita ee
- sedang dalam keadaan diuji, kita harus
- melewatinya dengan baik agar
- standarisasi kita, level kita bisa ee
- naik levelnya. Insyaallah. Amin. Kita
- langsung masuk ke tanya dan jawab, Ustaz
- Jah. Ini langsung ke Ibu Aminah di
- Bekasi. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalamumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Saya sering merasa hidup ini seperti
- tidak ada habisnya diuji. Ee kadang
- sehat sebentar kemudian sakit lagi.
- Rezeki lancar sebentar seratnya panjang.
- Ujiannya sih datang silih berganti,
- Ustazah. Apakah memang hidup itu
- pastinya seperti ini, Ustazah? Dan
- dialami orang lain juga. Bagaimana cara
- kita tetap kuat dan sabar menjalaninya?
- Masyaallah, Ibu. Inilah hidup seperti
- inilah hidup. Watilkal ayamu
- nudawinanas.
- Ya, inilah pergantian ya, Ibu. Kalau
- kita lihat, kalau kita lihat keadaan
- bersyukur, masih bersyukur. Coba lihat
- kehidupan orang yang di bawah kita.
- Tentu kita itu jauh ya. Ini
- alhamdulillah merasakan dalam kondisi
- lagi ada ya. Ada orang yang tidak ada
- sama sekali. Coba bayangkan kondisi kita
- ya, Bu ya, dengan saudara kita di
- Palestina. Ya Allah, itu jangankan ee
- rumah, tempat tinggal, makan, minum, air
- aja susah hidupnya. Ya Allah, itu
- penderitaan. Justru mereka itu sedang
- memperjuangkan agamanya. Tuh, ujiannya
- berat loh. Kita ini masih bersyukur ya,
- masih bisa salat, masih bisa yang lain
- masih bisa lah ya, masih bisa bernaapas.
- Hanya ya sedikit aja bagian barangkali
- dalam kehidupan aja yang sulit. mereka
- tuh lebih sulit lagi. Susah untuk
- ibadah, susah tidur susah. Ya,
- barangkali kesedihannya juga keluarganya
- juga tidak ada. Ya Allah. Jadi kalau
- kita agar rasa syukur itu ada dalam diri
- kita, cobalah lihat kehidupan orang yang
- jauh lebih ee rendah dari kita yang
- ujian banyak. Makanya, Subhanallah, kita
- tuh banyak syukur. Makanya perlu
- sekali-kali kita tuh kalau ee mungkin
- kalau jalan-jalan Mbak ya, melihat
- kondisi yang ada. Coba deh datang ke
- rumah sakit yang rawat inap orang yang
- penderita kanser yang berbulan-bulan
- kondisinya sulit. Coba lihatlah itu ya.
- Itu kita merasakan bersyukur nikmatnya
- sehat atau melihat orang yang tinggal
- yang hidupnya sulit gitu ya. Ya, kayak
- saudara kita di Palestina. Ya Allah kita
- tuh bersyukur. Dan lagi sekali lagi di
- dunia ini hanya sementara. Nah, jadi
- ujian yang Allah berikan kepada kita itu
- hakikatnya adalah karena cinta Allah
- kepada kita untuk mengangkat derajat
- kita, untuk mengampuni dosa kita. Ya,
- ini kan hidup hari-hari akan berlalu ya,
- enggak akan selamanya begini. Nah,
- tinggal bagaimana tadi ya untuk tauhid
- dan akidah kita yang harus diper ee
- kuat, diperdalang akidah dan tauhid
- keyakinan kepada Allah bahwa ini adalah
- tanda cinta Allah kepada kita. Itu yang
- perlu ditanamkan bahwa ujian yang Allah
- berikan kepada kita itu bukan karena
- Allah murka kepada kita, tapi justru
- karena cinta Allah. Karena ketika Allah
- mencintai seseorang atau suatu kaum,
- ibtahum, Allah berikan dia ujian. Nah,
- ketika kita rida dengan takdir Allah, di
- situlah cinta Allah akan dicurahkan
- kepada kita. Maka ritu billahi rabba.
- Kita rida dengan Allah sebagai Rabb
- kita. Rida dengan takdir yang telah
- ditetapkan kepada kita. Insyaallah.
- Begitu ya.
- Insyaallah. Semoga dikuatkan, Ibu. Ya,
- saya akan beralih ke pertanyaan
- berikutnya. Hamba Allah, Ustazah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Mbak Karoli dan Ustazah
- menyikapi yang terjadi baru-baru ini
- perihal robohnya masjid di Pondok
- Pesantren Alkhazini Sidoarjo. Saya kerap
- memikirkan karena saya juga memiliki
- anak yang di pesantren. Bagaimana
- rasanya membayangkan anak yang mungkin
- bertahan dalam rasa sakit, kehausan,
- kegelapan, dan ketakutan. Rencana Allah
- apa yang
- Saya juga jadi sedih bacanya. Rencana
- Allah apa yang dikira-kira ya, Ustaz?
- rencana Allah apa yang diterapkan kepada
- yang mengalami sakitnya yaitu si anak
- yang kemudian mungkin akhirnya meninggal
- dan juga orang tuanya. Saya luar biasa,
- Ustazah mencoba mencerna kejadian
- tersebut tidak habis berpikir dan bahkan
- kadang-kadang menangis sendirian
- membayangkan apabila itu terjadi kepada
- anak saya yang juga di pesantren dan
- juga SMP ee tingkatannya sama dengan
- para korban yang banyak berjatuhan di
- Sidoarjo tersebut. Terima kasih.
- Iya. Ee tentu kita sebagai hamba Allah
- yang saudara seiman ya tentu kita juga
- merasakan sedih sekali ya robohnya
- pesantren tersebut ya. Ini memang ee
- peristiwa yang sangat-sangat menyedihkan
- ya menyentuh hati hamba-hamba Allah yang
- beriman ya Allah. Ya kalau kita kan
- berempati ya kalau peristiwa itu
- seandainya anak kita gimana sedih banget
- ya.
- Nah mari kita lihat peristiwa ini dengan
- kacamata iman. Ya, ketika kita melihat
- peristiwa ini, kejadian ini dengan
- kacamata iman, tentu kita tahu ini
- adalah musibah yang telah ditentukan dan
- ditakdirkan oleh Allah. Sudah ada di
- Laul Mahfuz ee kisah-kisah seperti ini.
- Dan kita memahami ya dengan kac kacamata
- iman bahwa ini adalah ujian ya musibah
- yang diberikan kepada hamba kepada Allah
- dari Allah kepada hamba-hambnya yang
- beriman. Allah menguji hamba-hamb-Nya.
- Ee ini kan ujian kesabaran ya bagi
- saudara kita yang ditimpa musibah agar
- ee tetap ee meyakini bahwa ini bagian
- dari takdirnya dan yang meninggal ini
- adalah mudah-mudahan menjadi tabungan ya
- ee untuk orang tuanya. Mudah-mudahan
- nanti ini anak menjadi ee berkah buat
- orang tuanya yang nanti manggil orang
- tuanya di surga ya kan. Kita lihat dari
- kacamata kacamata iman memang sangat
- menyedihkan. Ya Allah kelaparan gimana?
- Tapi insyaallah Allah ya kita juga
- banyak dengar cerita ini masih ini ya
- wangi dan segala macam ya. Nah ini
- adalah tanda bahwa Allah itu cinta
- dengan kita dengan yang ee ini kacamata
- iman ya. Bahwa Allah itu sangat cinta
- kepada hamba-hambanya yang diberikan
- ujian dan kemudian bersabar. Ini adalah
- isyarat kasih sayang Allah ya. ini
- bagaimana melatih keikhlasan, bagaimana
- ee membersihkan hati barangkali ya
- membersihkan ee semua ya ee apa dari
- dari hal-hal yang mungkin selama ini
- peringatan buat kita juga ini dari
- kacamata iman ya. Id ahabballahu
- ibtalahum. Allah jika mencintai ee suatu
- kaum atau hamba, Allah akan berikan
- ujian. Jadi ini adalah tanda cinta Allah
- ya. Jadi Allah cinta dengan
- hamba-hambanya yang diberikan ujian
- berat kemudian dia bersabar. Nah, ini
- dari kacamata iman ya. Jadi sesungguhnya
- orang yang diberikan ujian musibah itu
- sesungguhnya beruntung. Mereka sudah
- punya kavling kali ya di surga ya yang
- tempat kembali. Kita yang masih merasa
- begini-begini aja kan belum tentu ada
- jaminan. Dulu para ulama salafus saleh
- pernah ee bertanya pada dirinya, "Ya
- Allah, kena artinya ketika kita tidak
- diberikan ujian yang berat, waspada nih.
- Jangan-jangan ini adalah bentuk istidraj
- gitu ya. Allah biarkan kita
- bersenang-senang kemudian Allah akan ee
- siksa kita." Aduh, hati-hati banget ya.
- Makanya orang yang diberikan ujian itu
- termasuk orang-orang yang beruntung.
- Karena sejatinya orang-orang yang diuji
- itu adalah orang-orang yang dicintai
- oleh Allah. Nah, itu dari sisi kacamata
- iman. Tapi dari sisi ee kemanusiaan
- ee bisa jadi ini adalah ee ya mungkin
- kalau bisa dikatakan kelalaian,
- ketidaktahuan atau apalah dari semua
- pihak ya. Mungkin kan itu perencanaan ya
- membuat pesantrennya ya. Ini memang jadi
- evaluasi bersama ya untuk ee kembali ya
- menata ya bangunan ya. Artinya ini perlu
- diatur ya, bagaimana jadi perlu
- kehati-hatian, harus ada orang yang ahli
- untuk membangunnya. Jadi ini semua jadi
- bahan evaluasi buat semua ya. Nah, ini
- ee secara kita lihat secara kacamata
- iman buat orang tua yang ditimpa musibah
- ya. Mudah-mudahan Allah berikan ee
- sangat banyak pahala yang berlipat dan
- mudah-mudahan ini menjadi perhatian buat
- yang lain ya, buat pemerintah, buat umat
- Islam semuanya jadi evaluasi ya. Jadi
- sekali lagi
- tidak ada yang sia-sia dalam takdir yang
- Allah tentukan kepada kita dan janji
- Allah adalah surga.
- Masyaallah. Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Baik. Ee kita beralih ke
- ini.
- Ee tidak ada tidak ada keterangan
- penanyaan ya Gus ya. Kita ee sebut saja
- hamba Allah. Ustazah saya ingin
- bertanya. Qadrullah saya kena sakit HNP
- atau saraf kejepit kurang lebih sudah 5
- tahun lamanya sehingga saya salat
- sekarang duduk. Apakah salat saya
- diterima ya Ustazah? Diampuni kemudian
- dosa-dosa saya oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Jazakillahu khairan kir
- jawabannya. Oh, Ibu Retno. Ibu Retno.
- Ustazah. Iya, Ibu Retno ya. Eh, Allah
- memberikan kita ujian dan tidak ada
- makhluk yang tidak diuji.
- Jadi, seluruh makhluk hidup yang Allah
- ciptakan pasti diuji oleh Allah. Nah,
- khususnya kepada hamba-hamba Allah yang
- beriman, ujian itu merupakan anugerah ya
- keberkahan, ampunan, dan kemudian
- meninggikan derajat. Ibu Retno diberikan
- sakit ya. Mudah-mudahan setiap rasa
- sakit yang Ibu alami itu adalah
- pengampunan dosa dan pengangkat derajat
- ibu ya. Dan jangan sampai ngeluh karena
- memang pahala dan pengangkatan derajat
- itu akan anjrok dengan keluhan ya.
- Artinya mengeluh kepada manusia ya.
- Lama-lama nanti setan masuk deh akhirnya
- menyesali takdir. Kenapa sih aku sakit
- itu orang enggak sakit gitu ya. Jadi
- kadang-kadang menyesali takdir.
- Nauzubillah minzalik ya. Ibu Rno sih
- insyaallah enggak begitu ya, Bu ya. Nah,
- adapun ee Ibu ini adalah ujian
- pengangkatan derajat dan ampunan. Enggak
- ada masalah Bu kalau salat itu sendiri
- memang kewajiban ya. Amal yang pertama
- dihisab oleh Allah di yaumil akhir. Tapi
- Rasulullah memberikan kita panduan.
- Tidak bisa berdiri duduk, tidak bisa
- duduk berbaring ya atau memberikan
- isyarat. Jadi kalau Ibu tidak bisa salat
- sebagaimana ee orang-orang yang biasa
- salat berdiri ya, jika mampu duduk
- enggak ada masalah Ibu ya. Jadi artinya
- adalah kaifiah bagaimana tata cara salat
- itu tergantung kondisi kita dan tidak
- perlu merasa kenapa ya enggak bisa
- seperti ini ah bagian dari ketentuan.
- Tapi yang penting adalah bagaimana
- berusaha untuk selalu sehat. Jadi kalau
- ee tidak ada penyakit yang tidak bisa
- disembuhkan ya Mbak ya. kecuali penyakit
- tua ya. Yang penting berusaha untuk
- sehat, berusaha untuk ee ya
- terapi-terapi kali ya. Kalau saraf
- kejepit itu kan ada juga Mbak ya yang ee
- berolahraga ya. Artinya dia berusaha
- untuk sehat kemudian meyakini kesembuhan
- itu di tangan Allah. Ada juga yang bisa
- disembuhkan, Mbak?
- Ada. Insyaallah.
- Terapi banyak.
- Terapi-terapi yang penting tidak lepas
- usaha.
- Karena Allah memerintahkan kita untuk
- selalu berusaha. Nah, pertolongan
- kesembuhan itu adalah di tangan Allah.
- Nah, jadi ee ada sebuah riwayat, Mbak
- dari hadis Nabi ya, tada mardokumqoh.
- Obatilah orang yang sakit di antaramu
- dengan sodqah.
- Jadi, boleh juga tuh ee Ibu misalnya
- bersedekah dan minta kepada Allah ya
- semoga pahalanya diterima oleh Allah ya
- Allah. Oleh karena itu sembuhkanlah
- sakitku. Boleh tuh begitu ya. Bertawasul
- dengan sedekah ya. Tapi yang tahu kan
- hanya ibu dengan Allah ya. Karena kita
- pernah bahas sodqah enggak, Mbak?
- Ee sudah ustaz yang tahu.
- Iya. Yang kemarin itu ya. Heeh. Jadi
- insyaallah ibadah diterima oleh Allah
- apapun kondisi. Yang penting kan kita
- tetap melaksanakan ibadah salat dan
- ibadah yang wajib lainnya dengan
- khusyuk. Tapi upaya juga untuk
- kesembuhan dengan berbagai cara ya,
- dengan terapi, dengan apapun dan
- termasuk dengan wasilah tadi dari pahala
- sedqah kita. Mudah-mudahan diberikan
- kesembuhan ya, Ibu ya. Insyaallah. Tapi
- kalaupun belum diberikan kesembuhan,
- masyaallah setiap sakit yang kita
- rasakan dan kita ikhlas karena Allah itu
- pengampunan dosa dan pengangkatan
- derajat. Insyaallah.
- Insyaallah. Amin. Baik, masih ada satu
- lagi pertanyaan ya, Ustazah. Kita akan
- bacakan di Tangerang ini. Ada Ibu Sari.
- Ustazah, kadang ujian datang tidak cuma
- dalam bentuk kesulitan atau kesusahan,
- tapi juga kesenangan. Misalnya saat kita
- diberi kelapangan rezeki atau jabatan.
- Bagaimana caranya kita menyadari bahwa
- itu juga ujian dan tidak terlena?
- Iya, betul.
- Semuanya itu adalah ujian. Kelapangan,
- kesulitan, kebahagiaan, kemiskinan,
- kaya, dan seterusnya itu adalah ujian.
- Nah, kita lihat tadi bagaimana ujian
- yang dialami oleh Nabi Sulaiman Alaih
- Salam ketika dalam keadaan berpunnya.
- Wah, Nabi Sulaiman itu contoh hebat buat
- kita ya, buat orang-orang yang diberikan
- ee ujian kebaikan, ujian kebahagiaan,
- ujian ee kenikmatan ya itu ujian itu
- Nabi Sulaiman tuh enggak ada
- tandingannya tuh ya. Semua dia miliki
- tuh kekuasaan, harta, bahkan
- prajuritnya, pengawalnya itu enggak
- hanya manusia, jin gitu. Masyaallah.
- [tertawa]
- Pokoknya dunia itu di tangan beliaulah
- gitu ya. Tapi subhanallah rasa syukurnya
- itu. Jadi ketika ditanya bagaimana ujian
- ee Allah berikan kenikmatan itu
- bersyukur.
- Jadi bersyukur itu memang ee amal yang
- sangat berat gitu ya. Ee apa namanya?
- Bersyukur itu adalah amal yang sangat
- berat yang menjadi ee prioritas setan
- untuk menggoda manusia. Jadi manusia itu
- digoda supaya tidak bersyukur, maka
- engkau akan dapati mereka itu tidak
- bersyukur. Kata itu janjinya setan
- kepada Allah ya. Ketika e setan disuruh
- ee sujud kepada Nabi Adam kan dia enggak
- mau ya abawastaro dia dia dikatakan ana
- khairu minhu gitu ya. Akhirnya dilaknat
- oleh Allah ya sampai hari kiamat.
- Kemudian setan mengatakan beri tangguh
- aku ya Allah. Nah aku akan goda mereka
- dari kanan kiri depan belakang dan
- seterusnya itu ya. dan engkau akan ee
- temukan mereka tuh tidak bersyukur gitu
- ya. Jadi ujian terberat bagi yang Allah
- berikan kelebihan, harta, pangkat,
- jabatan, dan segala macam adalah rasa
- syukur. Maka bersyukurlah. Bagaimana
- cara bersyukur? Cara bersyukur itu ada
- yang meyakini bahwa semua yang kita
- dapatkan itu bukan karena kepandaian dan
- keterampilan kita, keahlian kita, tapi
- semuanya adalah anugerah dari Allah.
- Maka kita berikan hak-hak yang lain. Ada
- kita banyak membantu orang. Karena kita
- bersyukur kepada Allah dengan harta yang
- diberikan, maka kita ingin orang-orang
- itu merasakan juga bagaimana harta yang
- kita miliki itu berbagi dengan mereka.
- Jadi artinya di sini adalah ee wujud
- rasa syukur itu adalah membahagiakan
- orang lain.
- Idkhal surur. Jadi enggak
- petantangpetente, enggak apa. Jaga hati
- mereka tuh jangan merasa terluka. Ya,
- contoh misalnya contoh Mbak ya. misalnya
- ee pejabat kita yang dipilih oleh rakyat
- misalkan kadang-kadang terjadi flexing,
- Mbak.
- Flexing itu kan menampakkan kekayaan.
- Dia foto-foto di mobil mewahnya, di
- rumah mewahnya gitu ya dengan tas
- branded dan segala macam. Padahal dia
- dulu diusung gitu oleh rakyat ya. Nah,
- itu kan bentuk sepertinya kurang syukur
- deh ya ketika Allah berikan mesti itu
- jaga rasa ee perasaan orang-orang yang
- dulu mendukung kita. Nah, jadi sekarang
- bentuk rasa syukurnya apa? Ya itu
- janganlah itu jangan sampai
- diposting-postingkan hal-hal yang
- membuat orang itu menjadi marah, dengki,
- iri, ya kan berdampak kan nanti kalau
- ada sesuatu akhirnya kan digeroduk ke
- rumah dan segala macam. Nah, jadi
- hakikat syukur itu adalah mau berbagi
- ya, memberikan ee hak-hak orang-orang
- yang tidak mampu ya. Jadi berbagi itu
- bersyukur kepada Allah itu.
- Mudah-mudahan seperti itu. Insyaallah ee
- memang berat, Mbak kalau kita
- banding-bandingkan ya. Lebih mudah mana?
- Bersyukur ketika kaya atau bersabar
- ketika miskin? [tertawa]
- Yang paling sulit itu adalah bersyukur
- ketika kaya. Sulit
- kalau ketika miskin bersabar mah ya
- iyalah mau apaagi ya. Tapi ada juga
- orang
- tapi ada juga Mbak orang miskin enggak
- bersabar. H
- dia ee dengki gitu ya. Kenapa sih ini?
- Kenapa? Akhirnya kan jadi orang miskin
- itu kan orang fakir itu kan dekat dengan
- kekafiran ya
- karena tidak ber ee tidak ini tidak
- bersabar.
- Begitu Mbak?
- Iya. Baik pertanyaan dari Ibu Sari tadi
- merupakan pertanyaan penutup ustazah.
- Sebelum kita tutup silakan kesimpulan
- kita.
- I pendengar yang dirahmati Allah bahwa
- kita hidup ini merupakan hari-hari yang
- dipergilirkan. Hidup itu adalah ujian
- yang bergilir. Kadang-kadang kita berada
- di atas, kadang-kadang berada di bawah.
- Sebagaimana Allah mempergilirkan, ada
- siang, ada malam, ada tua, ada muda, ada
- mulia, ada hina, ada menang, ada kalah,
- semuanya dipergilirkan dan itulah hidup.
- Dan kita yakin bahwa ketika kita
- bersabar menghadapi setiap pergiliran
- yang Allah telah takdirkan kepada kita
- dan kita meyakini bahwa janji Allah itu
- pasti berlaku, maka di situlah Allah
- akan memberikan kita jalan keluar yang
- terbaik. Dan kita tahu ini adalah
- semuanya sudah sunatullah yang telah
- Allah tetapkan untuk hamba-hambanya.
- Watkal ayyam nudawi bainan. Semoga kita
- mampu menghadapi pergilaran hari di mana
- pun kita ditempatkan. Karena kita yakin
- semua tidak lepas dari takdir dan
- kehendak Allah. Dan janji Allah itu
- adalah surga. Semoga kita termasuk
- pilihan dari hamba-hamba Allah yang
- berhak mendapatkan surganya kelak. Amin
- ya rabbal alamin. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat.
- Alhamdulillah telah kita ikuti bersama
- kajian hari ini perihal ee ujian yang
- merupakan ee bagian dari silih berganti
- kehidupan kita. Mudah-mudahan bermanfaat
- banyak dan menjadi pengingat kita dalam
- kita berusaha menjadi hambanya yang
- lebih baik lagi ke depannya. Baik, yang
- bertugas pada hari ini saya Caroline
- juga didampingi oleh produser kita Agus
- dan Neza juga Algi. Kami mohon maaf
- apabila ada kekurangan dan
- ketidaknyamanan selama siaran ini
- berlangsung. Mudah-mudahan dibukakan
- pintu maafnya dan kita berdoa
- mudah-mudahan guru kita diberikan
- kesehatan, diberikan kesempatan lagi
- kita bisa berjumpa kembali dengan beliau
- dan ee menikmati kajian-kajian
- berikutnya. Kami mohon pamit. Subhanaka
- Allahumma wabihamdika ashadu alla ila
- anta astagfiruka wa atubu ilai.
- Wabillahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.