Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirahmanirahim, assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Allahuma shali ala
- sayyidina Muhammad wa alihi sayyidina
- Muhammad. Alhamdulillah kita berjumpa
- lagi hari ini hari Jumat tanggal 30 Mei
- 2025 atau 3 Zulhijah 1446 Hijriah. Kita
- jumpa lagi dalam acara renungan di bawah
- naungan Alquran bersama Ustaz Husein
- Alatas dan Ustaz Hamzah Alatas.
- Untuk edisi tanya jawab, silakan kirim
- pertanyaan Anda ke 08111999720.
- Insyaallah nanti akan dijawab.
- Assalamualaikum Ustaz Husein, Ustaz
- Hamzah. Waalaikumsalam Baik kita mulai
- acara ini dengan membaca Al Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin.
- Arrahmanirrahim.
- Maliki yaumiddin.
- Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in.
- Ihdinash shirathal mustaqim.
- Shirathalladzina
- an'amta alaihim.
- [mendengus]
- Ghairil maghdubi alaihim waladhdhalin.
- Amin, alhamdulillah kita sudah baca Al
- Fatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan
- kita dalam memahami apa-apa yang
- dijelaskan oleh guru-guru kita.
- Baik pertanyaan pertama datang dari
- hamba Allah, Ustad. Assalamualaikum.
- Waalaikumsalam.
- Eh, apakah kalau kita nikah itu perlu
- ada
- eh, pemeriksaan darah, penyakit, HIV,
- dan eh
- karena ada suami juga yang ternyata
- waktu mudanya suka berzina. Apa Apakah
- pemeriksaan ini perlu diadakan, Ustad,
- untuk
- suami pasangan calon pasangan suami
- istri? Audzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi
- rabbil alamin.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad.
- Allahumma atina min indika rahmah wa
- alimna min ladunka ilman nafi'ah unfana
- bima alamtana.
- Rabbana zidna ilman wa alhiqna
- bisholihin.
- Amma ba'du.
- Assalamualaikum ya Rasulullah.
- Assalamualaina wa ala
- ibadillahisholihin. Wassalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Akhir-akhir ini disebabkan karena
- pergaulan bebas
- juga kecenderungan seksual yang
- menyimpang.
- Di mana kita jumpai bahwa LGBT ini bukan
- hanya sekedar penyakit
- tapi banyak orang berupaya untuk
- menganggap bahwa LGBT ini merupakan
- bagian dari varietas seksual.
- Mereka bukan hanya melakukannya bahkan
- mempropagandakannya.
- Oleh karena itu, untuk menjaga kesucian
- anak-anak kita baik pria maupun wanita
- jangan sampai seorang pria menikahi
- seorang wanita ternyata yang mengendap
- penyakit-penyakit yang berbahaya seperti
- HIV
- demikian pula penyakit-penyakit yang
- lain begitu pula untuk menjaga kesucian
- wanita kita
- agar tidak menikah dengan pria-pria yang
- membawa
- penyakit bawaan yang amat berbahaya oleh
- karena itu
- wajib dan harus
- setiap pria yang akan menikah demikian
- pula wanita yang akan menikah untuk
- memeriksakan diri mereka
- dengan pemeriksaan-pemeriksaan
- yang betul-betul
- membuat mereka layak untuk membangun
- kehidupan rumah tangga dengan
- pasangan-pasangan yang betul-betul suci
- baik secara lahir maupun batin
- dan ini sebetulnya merupakan
- anjuran
- dan juga peringatan dari Nabi kita
- Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Alihi
- Wasallam
- agar seorang pria dalam memilih
- pasangannya memilih pasangan yang
- betul-betul
- taat dalam beragama begitu juga wanita
- disaat memilih pasangan
- laki-lakinya jangan sekali-kali hanya
- melihat ketampanan melihat kemapanan
- dalam bidang ekonomi
- atau melihat nasabnya semata tapi harus
- betul-betul memperhatikan
- pria yang taat dalam beragama
- sebagaimana peringatan Rasul fadzfar
- bidzatiddin taribat yada hendaklah kamu
- cari peruntunganmu dalam berumah tangga
- itu dengan wanita yang betul-betul taat
- dalam beragama yang menjaga kesuciannya.
- Taribat tiadak.
- Ini merupakan jawaban
- dari apa? Dari fi'lu syarti,
- yang tidak disebutkan. Aiwa illam taf'al
- dzalik, wa illam talfar bidzatiddin.
- Taribat tiadak. Jadi taribat tiadak
- merupakan sebagai jawaban dari apa? Dari
- fi'lu syarti yang tidak disebutkan.
- Kalau kamu tidak melakukan hal ini, kamu
- tidak mencari peruntunganmu pada wanita
- yang taat dalam beragama,
- taribat tiadak, niscaya kedua tanganmu
- akan berlumuran tanah. Artinya
- terjerumus dalam kehinaan.
- Jadi jangan seorang wanita
- menerima lamaran seorang pria yang
- diketahui bahwa ini laki-laki tidak
- menjaga kesuciannya, suka bermain
- perempuan. Ini merupakan hal yang
- diharamkan Allah dalam Alquran.
- Allah berfirman,
- Azani la yankihu illa zaniatan au
- musyrikah.
- Wazaniatu la yankihuha illa zaniatin au
- musyrik, wahurima dzalika al mukminin.
- Seorang pria pezina,
- dia tidak akan cocok, tidak akan condong
- hatinya, ya,
- kecuali terhadap wanita pezina serupa
- dengan dirinya
- atau seorang wanita musyrik.
- Jadi kedudukan seorang wanita musyrik
- itu sama dengan wanita pezina.
- Dan seorang wanita pezina sama dengan
- wanita musyrik.
- Begitu seba begitu pula sebaliknya,
- wazaniatu la yankihuha illa zaniatin au
- musyrik.
- Seorang wanita pezina, hatinya tidak
- akan condong kecuali kepada pria pezina
- serupa dengan dirinya atau pria musyrik.
- Wahurima dzalika al mukminin, dan
- diharamkan hal tersebut atas orang-orang
- yang beriman.
- Oleh karena itu,
- kalau seorang wanita menemukan ternyata
- suaminya adalah seorang pezina yang suka
- bermain perempuan di luar,
- maka wajib wanita ini untuk menuntut
- perpisahan, perceraian.
- Agar terhindar dari penyakit-penyakit
- kotor yang dibawa oleh seorang pria
- pezina, juga untuk menjaga kesucian
- dirinya dan kesucian rumah tangganya,
- begitu pula anak-anaknya. Jadi, wajib
- wanita ini menuntut
- perceraian dari pria pezina.
- Kecuali dulu dia pernah berbuat zina,
- kemudian dia bertobat, memperbaiki
- dirinya, itu lain persoalan.
- Orang yang bertobat dengan sendirinya,
- Allah subhanahu wa taala bukakan pintu
- rahmat dan ampunannya. Tapi, kalau pria
- ini adalah pria yang melakukan
- perzinaan, ya,
- menjadi kebiasaannya,
- hendaknya kita putuskan hubungan dengan
- pria semacam ini. Begitu pula
- sebaliknya,
- apabila seorang pria tahu seorang wanita
- bebas suka melakukan perzinaan, jangan
- karena keindahan tubuhnya, kecantikan
- wajahnya, kita dibutakan. Yang
- mengakibatkan akhirnya kita merusak
- kesucian hidup kita, rumah tangga kita,
- dan anak keturunan kita.
- Jadi, bagaimanapun cantiknya,
- bagaimanapun indahnya,
- wanita pezina tidak layak untuk menjadi
- pasangan pria yang beriman.
- Kalau terbukti istrinya berselingkuh,
- ya,
- melakukan hubungan dengan pria lain,
- wanita semacam ini tidak layak untuk
- dihargai menjadi pendamping hidup kita.
- Karena kita bertanggung jawab kelak di
- hadapan Allah di hari kemudian nanti
- terhadap diri kita, rumah tangga kita,
- begitu pula anak-anak kita. Bagaimana
- mungkin anak kita akan menjadi anak-anak
- yang saleh dari pria pezina atau dari
- wanita pezina.
- Jadi hendaknya orang-orang tua
- begitu pula
- wanita-wanita kita, pria-pria kita di
- saat akan berumah tangga, hendaknya
- mereka memeriksakan diri mereka dan
- pasangan mereka agar memulai hidup dari
- kebersihan, jauh dari kecurigaan
- demi menjaga kesucian hidup mereka dan
- rumah tangga mereka.
- Semoga Allah subhanahu wa taala menjaga
- anak-anak kita, keluarga kita, pasangan
- kita dari perbuatan-perbuatan nista.
- Apalagi dengan pornografi yang
- merajalela pada saat ini, banyak wanita
- baik-baik rusak akibat dari
- tontonan-tontonan semacam ini. Banyak
- juga pria baik-baik akibat
- tontonan-tontonan yang tidak sehat dan
- tidak baik menjerumuskan mereka ke dalam
- lembah perzinahan. Padahal Allah
- berfirman, "Wala taqrobuz zina, jangan
- dekati perzinahan."
- Bukan hanya mengatakan jangan berzina,
- tapi jangan dekati perzinahan. Innahu
- kana fahisyatan wa sa'a sabila. Itu
- perbuatan yang keji dan merupakan jalan
- yang buruk yang tidak akan mengantarkan
- kita menuju kemuliaan
- kebahagiaan, tapi menuju kehancuran dan
- penderitaan. Wal iyazubillah. Wallahu
- a'lam.
- Baik, Ustaz Hamzah mau menambahkan,
- silakan.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- sholli wasallim ala sayyidina Muhammadin
- wa alihi sayyidina Muhammad. Sedikit
- saya tambahkan tadi Ustaz Husein sudah
- menyebutkan bagaimana
- eee
- bagi
- siapapun kalau
- pernah berbuat dosa, kemudian dia
- bertobat, Allah pasti memberikan
- ampunan [mendengus] baginya kalau dia
- benar-benar bertobat dengan taubatan
- nasuha.
- Termasuk tadi si
- pezina, seorang yang pernah berzina
- kalau dia mau bertobat. Tapi syarat dari
- tobatnya ini
- Allah subhanahu wa taala sebutkan dalam
- surah An Nur itu, kelanjutan dari tadi
- ayat yang dibacakan az-zaniatu la yankih
- az-zani la yankih illa zaniatan au
- musyrikah
- ini kelanjutannya
- illalladzina tabu min ba'di dzalika wa
- aslahu
- kecuali bagi mereka-mereka yang bertobat
- setelah itu
- artinya ketika dia
- [mendengus]
- menyesali perbuatannya kemudian
- meninggalkan perzinahan
- lalu
- dia aslahu bukan hanya jadi bertobat
- menyesal seperti itu menangis seperti
- itu tapi juga ini memperbaiki dirinya
- jadi kalau dia misalnya ada penyakit dia
- periksakan dirinya dia harus obatin dulu
- ya seperti itu
- ya kalau dia mau menikah lagi dengan
- orang sebab kalau dia
- nanti walaupun dia sudah bertobat tapi
- dia mengidap penyakit kemudian menikah
- dengan seorang wanita yang baik-baik
- ya akhirnya
- wanita tersebut menjadi tercemar ya
- menjadi tertular seperti itu itu zalim
- namanya
- jadi memberikan membuat membuat dosa
- kepada orang lain lagi berbuat zalim
- lagi jadi memang
- kesimpulan yang tadi eee
- ini wajib untuk diperiksakan ya jadi eee
- untuk menghindari al madharat daf'ul
- dharar ya antara kedua belah pihak maka
- ya ini harus di diperiksa wallahualam
- Baik pertanyaan selanjutnya dari Bapak
- Susanto di Sukabumi assalamualaikum
- assalamualaikum satu Ustad Hamzah
- bolehkah kita mengizinkan anak perempuan
- kita sekolah di luar kota tapi tinggal
- di asrama khusus perempuan bagaimana
- pandangan Islam dalam dalam hal ini
- bismillahirrahmanirrahim
- alhamdulillahirobbilalamin
- allahumma sholli ala [mendengus]
- Muhammadin wa ali Muhammad.
- Yang paling penting untuk kita
- perhatikan.
- Kita menjaga kesucian
- putra-putri kita.
- Baik mereka bersama kita di bawah
- pengawasan orang tua atau mereka
- dalam keadaan sekolah di luar.
- Saat ini banyak
- tempat-tempat pendidikan boarding untuk
- kaum wanita.
- Dan tempat tersebut merupakan tempat
- yang betul-betul terjaga, terpelihara,
- pergaulan juga di antara sesama kaum
- wanita.
- Apabila wanita-wanita ini
- sekolah di tempat khusus pendidikan
- wanita
- kesuciannya terjaga, dikenali juga bahwa
- para pendidiknya merupakan orang-orang
- yang baik dan saleh.
- Dalam hal ini kita tidak keberatan.
- Yang penting betul-betul kita ketahui
- bahwa tempat tersebut tempat yang
- terjaga, terpelihara
- dan
- dikemudikan oleh guru-guru
- orang-orang yang betul-betul taat
- beragama dan takut pada Allah Subhanahu
- wa ta'ala.
- Tapi kalau seperti kasus yang kita
- dengar, kalau tidak salah di wilayah
- Bandung ya.
- Bagaimana seorang
- guru mencabuli murid-muridnya ya.
- Sebagian mereka dalam keadaan hamil.
- Ini merupakan betul-betul hal yang amat
- mengerikan. Oleh karena itu
- tempat pendidikan yang transparan, yang
- terbuka, yang diketahui betul-betul
- manajemennya, guru-gurunya ya.
- Di mana wanita-wanita tidak gampang
- untuk dibully ya.
- Dengan sendirinya kita melihat bahwa ini
- merupakan hal yang tidak bertentangan
- dengan syariat Islam.
- Orang tua juga harus terus melakukan
- pengawasan terhadap anak-anaknya.
- Tapi kalau seandainya
- anak-anak wanita kita bersekolah,
- katakan di luar kota atau di luar
- negeri,
- kita tidak tahu bagaimana keamanan, ya,
- anak-anak kita, begitu pula kesucian
- mereka, pergaulan mereka, maka dengan
- sendirinya hal ini merupakan hal yang
- dilarang oleh agama untuk tidak
- menjerumuskan anak kita, ya,
- ke dalam
- situasi dan spekulasi yang akan merusak
- kesucian dan kehormatan mereka.
- Walaupun demikian,
- anak-anak wanita kita kalau sekolah
- didampingi orang tua, di bawah
- pengawasan orang-orang tua, tinggal
- bersama orang tua mereka, itu lebih baik
- daripada mereka sekolah, ya,
- dan berdiam, boarding, di luar kota.
- Tapi terkadang orang-orang tua atau
- sebagian orang tua kita ini karena
- kesibukan mereka, si bapak sibuk, ibu
- juga sibuk, mereka tidak mampu
- betul-betul untuk menyediakan pendidikan
- yang baik buat anak-anaknya, begitu pula
- kontrol.
- Mereka merasa bahwa di tempat boarding
- itu akan lebih baik dibandingkan mereka
- tinggal di rumah tanpa
- eh diawasi oleh orang tua karena
- kedua-duanya sibuk bekerja.
- Oleh karena itu,
- rumah tangga yang baik sebetulnya rumah
- tangga yang bisa menjaga keseimbangan
- antara pekerjaan,
- kalau bisa laki-laki yang bekerja,
- perempuan menjadi ibu rumah tangga,
- mereka bisa mengawasi anak-anak mereka,
- bisa memberikan perhatian, itu yang
- terbaik.
- Tapi terkadang
- suami bekerja, pendapatan mereka tidak
- cukup, akhirnya memaksa wanita untuk
- keluar bekerja, akhirnya anak-anak
- kurang mendapatkan perhatian. Jadi yang
- paling utama
- dari persoalan kita ini
- adalah
- menjaga kesucian anak-anak kita, baik di
- rumah atau di tempat boarding.
- Kalau di rumah orang tua tidak mampu
- untuk melakukan dan di tempat boarding
- menemukan tempat yang bisa menjaga,
- merawat, mendidik anak-anak mereka, maka
- dengan sendirinya di tempat boarding itu
- akan lebih baik. Tapi kalau orang tua
- mampu untuk mengawasi pendidikan anaknya
- di rumah,
- menjaganya,
- mengetahui kehidupan dan perilaku
- sehari-harinya, itu merupakan cara yang
- lebih baik. Wallahualam.
- Ustaz Hamzah mau menambahkan? Iya memang
- penting sekali apa eh
- memperhatikan pendidikan anak-anak kita
- ini sejak dini ya, sejak.
- Jadi biasanya kalau yang di apa eh
- sampai kos keluar itu biasakan sudah
- sudah mulai dewasa itu, sudah dewasa
- ya kuliah misal seperti itu.
- Nah kalau dari sejak dini kita sudah
- didik mereka
- [mendengus]
- dengan pengawasan yang baik, dengan
- keimanan yang baik sehingga
- eh dia
- apa
- eh merasa senantiasa
- diawasi oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala
- ketika di mana pun insya Allah eh
- ini akan men menjaga dia.
- Di samping ya tentunya orang tua tetap
- membantu menempatkannya
- di mana, di pendidikan di mana, sekolah
- mana,
- di kampus mana, kemudian ketika
- kos juga
- apa bagaimana lingkungannya, kemudian
- diawasi juga, diingatkan pergaulannya
- harus
- bersama orang-orang yang baik,
- orang-orang yang saleh karena pengaruh
- teman ini begitu dahsyat, begitu kuat
- bisa
- membuat orang yang asalnya
- taat, bisa tergelincir karena bujukan
- teman-teman dekat yang ya, membujuk dia,
- mengajak dia, mungkin
- ngajaknya pertama cuman datang saja ke
- tempat maksiat, tapi tidak melakukan
- maksiat, tapi sedikit demi sedikit dia
- akan terpengaruh ini.
- Jadi, penting sekali yang pertama yaitu
- menanamkan pendidik
- keimanan pada anak-anak kita
- dan juga
- ya, tentu selanjutnya orang tua
- turut mengawasi tentang pergaulan anak
- tersebut, ya.
- Tempat di mana dia
- ya, kos di mana dia tinggal, di mana dia
- sekolah
- dan nya dipilihkan ya, tempat yang
- terbaik. Ini bagi yang kalau terpaksa
- eee
- menyekolahkan anaknya ya, jauh dari eee
- eee rumah orang tuanya.
- Mungkin seperti itu, wallahualam.
- Baik, kita istirahat dulu sejenak, nanti
- kami akan kembali setelah yang berikut
- ini.
- [musik]
- [musik]
- Baik, kawan dan kawan, kita lanjutkan
- lagi acara renungan di bawah naungan
- Alquran untuk edisi
- tanya jawab.
- Oh.
- Baik, kawan dan kawan, kita lanjutkan
- kembali acara renungan di bawah naungan
- Alquran untuk edisi tanya jawab.
- Pertanyaan berikutnya datang dari Bapak
- Ali Basyah di Jalan Pajajaran, Sukabumi.
- Salam untuk Ustadz Zen dan Ustadz
- Hamzah.
- Waalaikumsalam Ustadz Zen. Eee di
- sebagian tempat kami masih ada untuk
- memperdalam Alquran harus memenuhi ilmu
- 12.
- Apa memang demikian sedangkan Alquran
- itu sangat penting sekali
- memperdalamnya? Mohon pencerahannya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirobbil alamin. Robbana
- zidna ilman war hikmat bis sholihin.
- Tanpa disadari
- tradisi pendidikan yang diadakan di
- pesantren-pesantren
- dan saya termasuk jebolan pesantren.
- Para ustadz, para ulama
- menghalang-halangi
- murid-murid mereka untuk mempelajari dan
- mendalami Alquran.
- Sampai saya ingat pada masa kanak-kanak
- dulu
- ketika kita rajin-rajin membaca Alquran
- mereka mengatakan hati-hati kamu kalau
- salah dosa kamu dosa besar.
- Jadi akhirnya banyak orang
- dijauhkan untuk membaca Alquran.
- Lalu pada saat orang akan mendalami
- Alquran mereka mengatakan kamu harus
- menguasai sekian banyak ilmu.
- Kamu harus menghafal hadits paling tidak
- sebanyak 35.000 hadits.
- Kamu harus menguasai juga
- nahunya
- shorofnya
- balaghohnya
- mantiknya.
- Ini persyaratan-persyaratan
- yang tidak pernah disebutkan oleh Allah
- dalam Alquran
- maupun oleh Nabi kita Muhammad
- Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam.
- Begitu pula oleh para sahabat-sahabatnya
- maupun keluarga Nabi.
- Dan Allah
- Wa Ta'ala
- dalam surat Al-Qamar berulang kali
- menegaskan "Walaqad yassarnal Qur'ana
- lidzikri fahal mim muttadzakkir."
- Sungguh kami telah mempermudah Al-Qur'an
- untuk dipelajari, untuk diingat, apakah
- ada di antara kalian yang mau mengambil
- pelajaran?
- Al-Qur'an merupakan hujjah Allah
- atas umat manusia.
- Apabila manusia
- sulit untuk memahami Al-Qur'an
- maka mereka akan beralasan di hari
- kemudian nanti ya Allah
- Engkau jadikan Al-Qur'an sebagai pedoman
- hidup kami
- tapi kami sulit untuk memahami
- Al-Qur'an, bahkan ulama-ulama kami
- menjauhkan kami dari Al-Qur'an.
- Jadi bagaimana mungkin Engkau
- menyalahkan kami ya Allah?
- Oleh karena itu, alasan-alasan yang
- dibuat-buat ini harus betul-betul
- dijauhkan dari benak kita dan benak
- anak-anak didik kita.
- Hendaknya mereka diajak untuk membaca
- Al-Qur'an dengan baik
- memahami juga isinya
- merenungkan maknanya sebagaimana anjuran
- Allah "Afala yatadabbarunal Qur'an am
- ala qulubin aqfaluha."
- Mengapa mereka tidak merenungkan
- Al-Qur'an? Apakah hati-hati mereka
- tertutup?
- Begitu seorang dekat dengan Al-Qur'an,
- penuh kecintaan, mau mempelajarinya,
- Allah akan mudahkan baginya.
- Allah akan tunjukkan nanti guru-guru
- yang akan mengajarkan Al-Qur'an
- kepadanya.
- Oleh karena itu
- sebab yang paling utama
- terjadinya perpecahan, pertikaian di
- antara umat Islam dan lahirnya
- golongan-golongan yang bermacam-macam
- karena mereka meninggalkan Alquran
- menjadikan selain Alquran sebagai
- pedoman hidup mereka.
- Tapi kalau seluruh kaum muslimin apapun
- latar belakang mereka kembali kepada
- Alquran
- menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup
- mereka
- dan juga mereka memudahkan juga
- pemahaman Alquran kepada umat dengan
- bekal ilmu yang Allah berikan kepada
- mereka niscaya ini akan membawa
- keberkahan, rahmat dan juga persatuan
- serta keridhoan Allah terhadap mereka.
- Pada zaman dahulu kala setiap ada
- persoalan
- Nabi menjawab setelah turunnya wahyu
- kepadanya.
- Wayas'alunaka
- anil khamri wayas'alunaka anil khamri
- wal maisir.
- Yas'alunaka anil anfal ya.
- Yas'alunaka ma dzayunfiqun.
- Kita perhatikan bagaimana Nabi
- memberikan jawaban dengan bimbingan
- wahyu yang Allah turunkan kepadanya.
- Seharusnya
- para ulama kita sebagaimana Nabi,
- sebagaimana keluarga Rasul
- yang hidup bersama Rasul, para sahabat
- juga Nabi kita Muhammad Shallallahu
- alaihi wasallam mereka mendidik umat
- dengan Alquran, seharusnya ulama-ulama
- kita ini mempelajari Alquran kemudian
- menerangkan kepada umat dengan bahasa
- yang mereka pahami. Ini merupakan
- kewajiban mereka tanggung jawab mereka
- apabila mereka mengaku sebagai penerus
- Nabi kita Muhammad Shallallahu alaihi wa
- alihi wasallam.
- Tapi sayang sungguh sayang
- mereka justru menakut-nakuti orang dari
- Alquran
- menghalang-halangi orang untuk
- mempelajari Alquran
- kemudian mereka mengajak manusia untuk
- meninggalkan Quran dan menggantikannya
- nya yang lain.
- Akhirnya lahirlah perpecahan di tubuh
- umat Islam dan ulama Islam bertanggung
- jawab dalam hal ini di hadapan Allah
- Subhanahu wa ta'ala.
- [mendengus]
- Jadi, berbagai macam persyaratan yang
- mereka ajukan bagi orang yang ingin
- mendalami Alquran,
- persyaratan-persyaratan ini tidak pernah
- ada sebelumnya. Tapi bagi para ulama,
- mempelajari
- an nahwu
- was sharf, mempelajari al balaghah
- merupakan satu keharusan untuk dapat
- memahami Alquran dengan baik. Adapun
- mempelajari mantik dan lain sebagainya
- ini bukan merupakan satu keharusan.
- Jadi, mempelajari
- bahasa Arab dengan nahwunya, sharfnya,
- juga mempelajari dan memahami uslub
- orang-orang Arab dalam berbicara,
- seperti menggunakan
- tasybihnya, kinayahnya,
- isti'arahnya, ya, dan lain-lain ini
- merupakan satu keharusan bagi para ulama
- untuk mendalaminya.
- Karena Alquran diturunkan dalam bahasa
- Arab,
- mempergunakan juga gaya bahasa dan uslub
- mereka, maka dengan sendirinya
- para ulama harus memenuhi persyaratan
- tersebut. Sedangkan awam,
- cukup mereka
- membuka Alquran
- melalui terjemahannya, ulama menjelaskan
- kepada mereka kandungan-kandungan
- Alquran yang lebih dalam.
- Ini bukan main-main, tapi ini merupakan
- tanggung jawab besar para ulama yang
- kelak akan ditanya oleh Allah Subhanahu
- wa ta'ala. Wallahu a'lam.
- Ustaz Hamzah mau menambahkan, silakan.
- Ini adalah memang pengalaman kita dan
- banyak orang-orang yang dulu di
- pesantren seperti itu.
- Mereka sampai ya kan dulu ee
- pesantren tahfiz itu masih belum banyak
- ya.
- Ee tahun 70-an itu masih umumnya
- pesantren-pesantren itu pesantren baca
- kitab, itu menterjemahkan kitab, belajar
- bahasa Arab, nahwu, shorof, fiqih,
- hadits, sirah dan sebagainya. Juga ada
- tafsir Alquran.
- Eee
- kalau menghafal Alquran
- eee
- jarang paling yang dihafal juz amma
- [mendengus]
- ya dan surat-surat yang biasa dibaca,
- surat Yasin, Waqiah, Tabarok dan
- sebagainya seperti itu.
- Karena apa? Karena juga ada
- doktrin, ada
- eee hembusan-hembusan untuk
- jangan menghafal nanti dosa seperti yang
- Ustadz bilang tadi.
- Kamu kalau sudah hafal Alquran kemudian
- lupa
- ya apa hafalan kamu hilang itu dosa.
- Nah,
- akhirnya
- ya daripada kita dosa nanti ya sudah
- hafal Quran terus apa eee lupa
- ya mendingan enggak hafal sekaligus gitu
- seperti itu.
- Ini kebanyakan dulu jadi jadi seperti
- itu hanya fokus baca kitab dan juga
- mereka mengumpamakan itu enggak bisa
- kita itu memahami Alquran secara
- langsung mesti melalui macam-macam tadi
- seperti waktu kitab-kitab dulu.
- Ya kemudian dicontohkan seperti seorang
- mau minum air yang baru mendidih
- katanya.
- Enggak bisa diminum langsung ya taruh
- dari
- ceretnya itu masukin ke mulut mesti ke
- teko dulu, dari teko ke cangkir dulu,
- dari cangkir baru
- baru diminum seperti itu.
- Ini adalah perumpamaan-perumpamaan yang
- yang membuat orang jadi jauh dari
- Alquran Al Karim.
- Ini enggak tahu dosanya begini begini
- bagaimana besarnya padahal
- Alquran ini diperintahkan oleh Allah
- untuk disampaikan kepada nabinya.
- Nabinya supaya diperintahkan untuk
- menyampaikan Alquran dan Nabi Allah
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- menyampaikan Alquran setiap hari
- kepada seluruh lapisan
- baik mereka yang paham sastra Arab
- ataupun
- ee rakyat
- yang biasa yang sederhana yang lugu
- Alquran disampaikan buat mereka tetap
- Alquran ini bisa dipahami oleh mereka
- karena Alquran ini kan bahasa Allah
- kepada makhluknya masa sih Allah enggak
- ngerti bagaimana cara memahamkan
- ee sesuatu kepada hambanya sendiri
- ciptaannya
- oleh karena itu berkali-kali dalam surah
- Alqamar sampai empat kali Allah ulangi
- walau qod yassarnal quran lidzikri fahal
- mim mudzakir
- sungguh kami telah memudahkan pakai ta
- taukid di sini sungguh kami telah
- memudahkan Alquran sebagai peringatan
- nah fahal mim mudzakir apa ada orang
- yang mau mengambil peringatan dari
- Alquran tersebut artinya masalahnya kita
- mau enggak ya dekat dengan Alquran mau
- enggak kita mengambil peringatan dari
- Alquran
- jadi secara umumnya mudah Alquran itu
- ya kecuali kalau ee ada hal-hal yang
- memerlukan ilmu memerlukan dari segi
- bahasa dan sebagainya itu sebagian kecil
- daripadanya
- tapi umumnya bahasanya gamblang seperti
- itu
- ya dan ketika kita mentok tidak paham
- apa yang
- kita baca dari terjemahannya nah itu dah
- kita tanya kepada orang yang mengerti
- oleh karena itu solusinya juga dari
- Alquran sendiri Allah sebutkan fas alu
- ahla dzikri
- in kuntum la ta'lamun bertanyalah kepada
- ahli dzikir yakni Alquran
- in kuntum la ta'lamun jika kalian enggak
- tahu ada yang enggak paham tanya kepada
- ulama tadi memang
- kalau ulama berkewajiban dia memperdalam
- segala ilmunya untuk lebih memahami
- Alquran. Tujuannya untuk lebih lebih
- paham kandungan Alquran seperti itu.
- Ya, jadi bukan
- oh mesti belajar dulu berbagai ilmu.
- Kadang-kadang seperti itu di pesantren
- disuruh belajar berbagai berbagai kitab.
- Akhirnya habis umurnya.
- Ya, akhirnya
- Alqurannya malah enggak kebaca seperti
- itu. Padahal
- kalau sebaliknya Alqurannya didahulukan
- dipahami ya dalam beberapa yang
- sederhana kemudian dibantu dengan
- ilmu-ilmu yang akan mendukung dia
- lebih memahami Alquran
- dia akan capai ilmu yang lebih lebih
- cepat ya daripada diurutin semua ilmu
- dipelajari semuanya. Akhirnya habis
- waktunya dan terkadang Alqurannya malah
- enggak kepegang seperti itu. Itu
- pengalaman banyak yang di di kalangan
- ya orang sampai sudah punya pesantren
- kadang-kadang ada masalah
- ya, pernah saya ketemu
- masalah padahal ada di Alquran. Karena
- dia ya artinya enggak akrab dengan
- Alquran
- ketika kita kasih tahu dia kaget. Oh,
- ternyata ada Allah subhanahu wa taala
- berikan jawaban
- untuk hal tersebut yang ditanyakan
- seperti itu.
- Nah, inilah apa eh
- kemunduran umat Islam karena jauhnya
- dari Alquran.
- Kalau sahabat-sahabat nabi dulu yang
- asalnya terke belakang, yang asalnya
- eh disebut kaum yang ummiyin
- ya
- om kaum yang terbelakang yang enggak
- belum pernah mendapatkan Alkitab dulu
- tapi dididik dengan Alquran mereka
- berubah menjadi khairu ummah
- menjadi sebaik-baiknya umat dalam segala
- hal
- bukan saja hanya dalam ibadah ritualnya
- tapi dalam ekonominya, dalam
- pengetahuannya, dalam wawasannya, dalam
- akhlaknya semuanya menjadi terbaik. Ini
- dengan didikan Alquranul Karim. Sekarang
- kebalikan kita jauh dengan Alquran.
- Dan bukan saja karena
- enggak ditunjukkan ya tadi ya banyak
- juga
- ustaz-ustaz menghalang-halangi seperti
- itu.
- Ya, jadi menghalang-halangi dari
- orang mau ee dekat dari Alquran. Enggak
- apa-apa silakan dia dekat Alquran tapi
- bilang kalau ada yang enggak tahu tanya
- ya seperti itu. Karena kau karena
- ya kamu belum ee apa mungkin ada
- ayat-ayat yang kamu enggak bisa paham
- kecuali dengan bantuan tadi ilmu-ilmu
- tertentu seperti itu. Tapi secara
- umumnya mudah dipahami wallahualam.
- Baik, selanjutnya dari hamba Allah di
- Sukabumi. Assalamualaikum Ustaz Husain
- dan Ustaz Hamzah. Waalaikumsalam
- warahmatullah wabarakatuh. Seorang ibu
- rumah tangga dengan usia sudah lanjut.
- Pak Ustaz saya punya guru ngaji yang
- saya hormati dan saya sayangi dan
- sebagainya. Tapi beliau
- sudah menyakiti hati jemaahnya termasuk
- saya. Beliau berbuat zina Ustaz dengan
- seorang duda tiga anak. Tapi guru saya
- tidak mau dinikahi. Bagaimana saya harus
- menyikapinya Ustaz?
- Oh
- maaf maaf harus pakai mic ya.
- Assalamualaikum Ustaz Husain ehm
- e dan Ustaz Hamzah saya hamba Allah dari
- Sukabumi mohon pencerahannya Pak Ustaz.
- Saya seorang ibu rumah tangga dengan
- usia sudah lanjut. Pak Ustaz saya punya
- guru ngaji yang saya hormati dan saya
- sayangi dan lain sebagainya.
- Tapi beliau sudah
- menyakiti hati saya termasuk saya.
- Beliau berbuat zina Ustaz dengan seorang
- duda tiga anak tetapi guru saya tidak
- mau untuk dinikahi bagi bagi saya
- bagaimana saya
- harus menyikapi Ustaz mohon pencerah
- pencerahannya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirobbil alamin.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad.
- Robbana zidna ilman wal hikmah bis
- sholihin.
- [berdehem]
- Kita berlindung kepada Allah Subhanahu
- wa Ta'ala begitu pula kita mohon
- perlindungan untuk anak-anak kita, semua
- keluarga kita
- kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang
- Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha
- Kuasa
- agar tidak terjerumus dalam
- perbuatan-perbuatan semacam ini.
- [berdehem]
- Seorang guru yang mengajarkan Alquran
- kalau benar-benar terjerumus dalam
- perbuatan zina dengan seorang laki-laki
- kemudian dia tidak bertobat, bahkan
- menolak untuk dinikahi, ini
- jelas-jelasan
- merupakan
- perbuatan dosa
- yang dilakukan secara terang-terangan
- dan juga mempropagandakan perbuatan yang
- tidak benar.
- Kalau dia bertobat dari perbuatan
- tersebut memperbaiki dirinya
- dia menikah katakan dengan baik-baik ya
- kita sebagai orang yang tahu
- perbuatannya kita menutupi perbuatannya.
- Semoga Allah juga mengampuni
- dosa-dosanya, tapi kalau
- dia melakukan perbuatan zina tidak
- menyesal, tidak memperbaiki diri
- dan menolak untuk dinikahi, tapi
- menerima untuk dizinahi, ini
- jelas-jelasan bukan merupakan seorang
- guru yang baik.
- Oleh karena itu seharusnya jamaahnya
- memberikan peringatan kepadanya dengan
- meninggalkan dirinya kecuali dia
- bertobat kembali kepada Allah Subhanahu
- Wa Ta'ala.
- Kita juga jangan menutup pintu tobat
- dari saudara-saudari kita
- karena kita tidak tahu
- bisa saja di saat dia bertobat,
- menyesal, memperbaiki dirinya
- Allah Subhanahu Wa Ta'ala ampuni dosanya
- sedangkan kita
- yang meremehkan dirinya atau
- mencemoohkannya menjadikan nya sebagai
- tutur
- malah kita akhirnya terperangkap dalam
- perbuatan yang sama bahkan lebih
- mengerikan lagi.
- Jadi
- hendaknya para jamaah memberikan
- peringatan kepadanya.
- Meninggalkan dirinya sampai dia bertobat
- kembali kepada Allah Subhanahu Wa
- Ta'ala.
- Bila dia bertobat, menyesal, memperbaiki
- dirinya ya
- dan tidak mengulangi perbuatannya
- ibu-ibu dapat kembali belajar
- daripadanya.
- Semoga
- ini menjadi
- satu amar ma'ruf nahi munkar
- sebagaimana yang Allah Subhanahu Wa
- Ta'ala perintahkan kepada kita
- tapi tanpa mencemarkan nama baik wanita
- ini atau menceritakannya ke sana kemari.
- Oleh karena itu siapa yang menutupi
- aurat saudaranya Allah Subhanahu Wa
- Ta'ala akan tutupi auratnya
- dan ampuni dosanya.
- Jadi jangan perbuatan kotor semacam ini
- kita sebarkan
- karena bisa saja dia ingin bertobat tapi
- karena telah dicemarkan, dipermalukan
- akhirnya jarak antara dia dengan Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala semakin jauh dia
- merasa dirinya dipermalukan dan merasa
- bahwa ini sudah kepalang tanggung, sudah
- kepalang basah.
- Jadi hendaknya
- ibu-ibu dan para jamaah yang belajar
- daripadanya memberikan nasehat,
- memberikan peringatan
- kalau dia tidak mau juga tinggalkan dia.
- Semoga dia bertobat dari kesalahannya.
- Di saat dia bertobat memperbaiki dirinya
- ibu-ibu dapat kembali kepadanya
- semoga semuanya mendapatkan limpahan
- rahmat dan ampunan dari Allah Subhanahu
- Wa Ta'ala dan dijauhkan kita, keluarga
- kita dari perbuatan yang serupa. Wallahu
- A'lam.
- Ustaz Hamzah, mohon maaf saya cukup.
- Selanjutnya dari Mama Dini,
- Assalamualaikum Ustaz Husein dan Ustaz
- Hamzah. Afwan izin bertanya anak saya
- kelas 1 Aliyah, alhamdulillah sudah
- menyelesaikan hafalan 30 juz. Bolehkah
- saya
- mengarahkan anak kami untuk kuliahnya
- ambil jurusan agama
- jurusan ambil jurusan agama, sementara
- anakku maunya mengambil jurusan di luar
- agama dengan alasan ilmu Alquran untuk
- akhirat dan tujuan cari dunia untuk
- mencari uang. Mohon penjelasannya.
- Iya.
- Bismillahirrahmanirrahim, Allahumma
- sholli wasallim ala Sayyidina Muhammadin
- wa ala Sayyidina Muhammad.
- Ya
- artinya apa yang sudah dihafal dari
- Alquran ini merupakan anugerah yang
- sangat mulia yang sangat berbekas.
- Sangat yang sangat baik buat buat anak
- Ibu ini.
- Ya, alangkah baiknya lagi ya
- kalau sudah dihafal punya hafalan
- Alquran itu dia ngambil jurusan
- dalam ilmu Alquran untuk
- dalam bahasa Arab ya dan
- eh ilmu-ilmu yang lain yang yang akan
- mendukung
- eh hafalannya itu ya. Jadi dia dibekali
- bukan saja dengan hafalannya tapi juga
- dengan pengetahuannya tentang Alquran.
- Dia bisa memahami ayat Alquran, dia bisa
- mengamalkan Alquranul Karim.
- Ya ini
- kalau orang eh
- menjadi pengemban Alquran, pembawa
- dakwah Alquran, ya,
- dan pengamal Alquran, insyaallah ya,
- Allah akan berikan rezeki kepadanya
- rezeki yang dia tidak sangka-sangka, ya.
- Kadang-kadang kalau seorang ingin
- menganda mencari rezeki hanya
- menggunakan akalnya,
- kepintarannya, Allah berikan dia rezeki
- sesuai dengan kepintarannya seperti itu.
- Ya, dengan usahanya. Tapi kalau seorang
- mencari rezeki,
- dia berusaha,
- tapi dia pasrahkan rezekinya kepada
- Allah subhanahu wa taala, ini orang akan
- diberikan rezeki yang dia tidak
- duga-duga.
- Ya, apalagi kalau dia eh
- mempersiapkan dirinya untuk
- untuk menjadi pengemban eh
- kitabullah, penyampai kitabullah,
- pendakwah kitabullah, dan
- orang yang apa mensyiarkan
- eh Alquran ini ya, menjadi sesuatu
- yang diamalkan oleh masyarakat. Maka ini
- ada
- ini pasti Allah subhanahu wa taala akan
- jamin rezekinya seperti itu.
- Kalau dibilang, "Oh, ini Alquran untuk
- ilmu
- untuk di akhirat." Di akhirat itu bukan
- waktunya lagi seorang
- eh beribadah dengan menghafal Alquran.
- Di sana adalah tempat balasan.
- Tempat di mana kita sudah tidak beramal
- lagi, kita diberikan ganjaran di sana.
- Ya, justru Alquran ini Allah turunkan
- sebagai pedoman hidup buat kita di
- dunia.
- Ya, untuk kita amalkan di dunia supaya
- ini menjadi pedoman kita,
- penuntun kita, penerang bagi kita untuk
- hidup di dunia.
- Kalau kita benar-benar mendalami
- Alquran,
- jangan sangka oh ini Alquran di dalam
- Alquran
- hanya bicara tentang akhirat, tidak.
- Alquran ini banyak berbicara tentang
- ilmu pengetahuan,
- ya,
- tentang science,
- ya,
- tentang alam raya, tentang diri manusia,
- bahkan
- apa yang disebutkan dengan
- isyarat-isyarat dalam Alquran mendahului
- kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
- saat ini.
- Jadi,
- ini sering
- eh disalahpahami
- oleh kebanyakan kaum muslimin ya karena
- tidak akrab dengan Alquran sehingga
- banyak generasi generasi yang ketika
- diperintahkan untuk mendalami Alquran,
- akrab dengan Alquran, dia mereka
- menganggap oh Alquran ini hanya untuk
- akhirat.
- Ya, Alquran ini ilmunya hanya untuk ya
- untuk kita men ya mempersiapkan diri ya
- untuk ya meninggal [mendengus]
- seperti itu.
- Padahal di dalam Alquran diajarkan ya
- mulai dari seorang itu bangun tidur,
- bagaimana hidup di dalam rumah tangga,
- sampai bermasyarakat, sampai di dalam
- bernegara itu ada dalam Alquran.
- Ya, jadi Alquran ini adalah pedoman
- hidup untuk di dunia. Jadi,
- barang siapa yang
- eh
- eh mencari keridhoan Allah dengan
- ya tadi
- mempelajari Alquran, menghafalkannya,
- mengamalkannya, insyaallah ya dia akan
- eh mendapatkan apa, ee
- keberkahan dari Allah subhanahu wa taala
- dan
- ya, rezeki yang
- dibukakan oleh Allah dari jalan yang dia
- tidak sangka-sangka. Wallahualam.
- Saya mau nanya-nanya kan?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma zidna ilman warzuqna bis
- sholihin.
- Banyak orang beranggapan di saat mereka
- mempelajari Alquran, mempelajari agama,
- rezeki mereka tidak terjamin.
- Padahal apabila dia mengikhlaskan
- niatnya semata-mata untuk Allah.
- Dan dia mempelajari Alquran, mengajarkan
- Alquran, yang akan memberikan gaji,
- imbalan adalah Allah. Sebagaimana Rasul,
- beliau berdakwah mengharapkan rida Allah
- subhanahu wa taala, Allah yang
- memberikan kepadanya kemuliaan dan
- rezeki.
- Satu hari,
- seorang
- [berdehem]
- pengusaha kebetulan sedang mengalami
- krisis dalam usahanya.
- Dia bertanya, "Ustaz, ada tidak petunjuk
- dalam Alquran yang membantu kita ini
- untuk
- mendapatkan kemurahan rezeki?" Saya
- bilang, "Ada."
- Dalam surat Fatir, Allah berfirman,
- "Innal ladzina yatluuna kitaballahu wa
- aqamus sholah,
- wa anfaqu mimma razaqnahum sirran wa
- alaniyah, yarjuna tijaratan lan tabur."
- "Liyuwaffiyahum ujurohum wa yazidahum
- min fadlih, innahu ghofurun syakur."
- Sesungguhnya mereka-mereka yang membaca
- kitab Allah,
- merenungkannya dan juga membacakannya
- kepada orang lain, artinya
- mengajarkannya.
- "Wa aqamus sholah." Mereka juga
- mendirikan sholat.
- Mereka lakukan secara berjamaah.
- Wa anfaqu mimma rozaqnahum sirron wa
- alaniyah, dan mereka menginfakkan
- sebagian rezeki yang Allah berikan
- kepada mereka.
- Baik secara sembunyi-sembunyi atau
- terang-terangan.
- Yarjuuna tijarotan lan tabuur, mereka
- akan selalu betul-betul
- hidup dengan penuh harapan
- dan perdagangan yang tidak akan pernah
- bangkrut untuk selama-lamanya.
- Allah akan membayar dan melunasi bayaran
- mereka.
- Dan akan menambahkan lagi dari
- karunia-Nya. Sungguh Dia Maha Pengampun
- lagi Maha Penyukur.
- Akhirnya orang ini mengamalkan ayat ini.
- Dia selalu
- sebelum subuh membaca Alquran, setelah
- subuh juga membaca Alquran.
- Kemudian pagi-pagi berangkat ke kantor,
- dia membawa beras, membawa juga sedikit
- bingkisan.
- Dia datangi orang-orang yang tidak
- mampu, diberikan bantuan kepada mereka.
- Kemudian mendirikan sholat juga
- berjamaah.
- Tidak lama kemudian, Allah Subhanahu wa
- Ta'ala anugerahkan baginya satu proyek
- yang menghasilkan betul-betul keuntungan
- yang amat besar.
- Dan proyek ini proyek yang betul-betul
- halal karena tidak terlibat dalam
- kebohongan dan lain sebagainya.
- Mulai saat itu Allah kasih
- perdagangannya langsung berkembang,
- membeli aset di sana sini. Dan terus
- membagi-bagikan bantuan untuk orang di
- sekelilingnya.
- Jadi kalau kita mempelajari Alquran
- mengajarkannya, yang akan turun tangan
- memberikan imbalan adalah Allah. Bahkan
- ditambahkan dari karunia-Nya.
- Saya punya seorang guru yang mengajarkan
- Alquran.
- Pada saat di pesantren kita bersama
- Ustad Hamzah dulu.
- Guru kita yang mengajarkan Quran ini, di
- samping mengajar Quran dia memikul air
- untuk kebutuhan santri.
- Juga memasak
- eh masakan ya
- untuk kebutuhan mereka. Hidup sederhana
- sekali.
- Pendapatannya tidak seberapa.
- Perlahan-lahan Allah kasih, subhanallah
- setelah dia berumah tangga Allah
- anugerahkan anak satu demi satu, enggak
- mencapai mungkin 15 anak.
- Setelah keluar dari pesantren
- dia hanya mengajar Alquran ke sana
- kemari.
- Diminta oleh orang-orang untuk mengajar
- anak-anaknya di rumah.
- [mendengus]
- Setelah itu, subhanallah dengan rahmat
- Allah anak-anaknya satu persatu
- berangkat ke luar negeri.
- Ada yang berangkat ke Madinah.
- Ada yang berangkat juga ke negara yang
- lain satu demi satu anak-anaknya Allah
- kasih, subhanallah.
- Ya, mereka belajar di luar negeri dari
- seorang bapak yang tidak punya apa-apa.
- Profesinya hanya mengajarkan Alquran.
- Dia menerima sesuai dengan apa yang
- diberikan oleh orang-orang yang
- diajarkan, tidak pernah minta ini atau
- minta itu.
- Tapi Allah subhanahu wa taala yang
- memberikan imbalan
- yang tidak dimiliki oleh orang-orang
- kaya yang sibuk dengan urusan dunia,
- anak-anak mereka susah untuk belajar,
- sedangkan anak-anak dia berangkat ke
- luar negeri.
- Sekolah di luar.
- Allah subhanahu wa taala berikan
- keberkahan padanya. Jadi, jangan
- beranggapan orang yang mempelajari agama
- itu hidupnya akan miskin. Salah.
- Tapi yang penting niat kita luruskan.
- Jangan seperti para ustaz yang menjual
- agama, mengajak orang tertawa ke sana
- kemari. Betul mereka nampak seolah-olah
- memiliki aset kendaraan yang mewah, tapi
- sebetulnya mereka jauh dari rahmat
- Allah. Ikhlaskan niat kita
- semata-mata untuk Allah, Allah yang akan
- memberikan imbalan untuk kita, bahkan
- menambahkannya dari karunia-Nya.
- Demikianlah ikhwan akhwat renungan kita
- pada siang hari ini.
- Insya Allah kita berjumpa kembali dalam
- dialog ya yang lain. Semoga bermanfaat
- untuk kita semua. Subhanakallahumma
- wabihamdik. Asyhadu an la ilaha illa
- anta. Astaghfiruka wa atubu ilaik.
- Alhamdulillah terima kasih atas tausiah
- dari Ustaz Hamzah. Kita akan jumpa lagi
- pada pekan depan. Saya Muhammad
- Saya Muhammad Krishna Wandisaputra.
- Algi mohon pamit.
- Wabillahi taufik wal hidayah.
- Wassalamualaikum warahmatullahi
- Wassalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [tertawa]
- Alhamdulillah terima kasih atas tausiah
- dari Ustaz Hamzah. Insya Allah kita akan
- berjumpa lagi pada Jumat depan.
- Saya Muhammad Krishna, Algi,
- [tertawa]
- Wandi.
- Mohon maaf. Wabillahi taufik wal
- hidayah. Wassalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam.