Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
1:01 [Musik] 1:21 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:22 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan 1:25 akhwat rahimakumullah. 1:27 Syukur alhamdulillah atas rahmat karunia 1:29 Allah kita dapat bersama-sama di tausiah 1:33 pagi radio silaturahim yang 1:36 mudah-mudahan menjadikan kita hamba yang 1:40 semakin 1:43 dapat 1:44 keikhlasan dalam semua apa yang kita 1:48 lakukan. Dan tentu saja kita sangat 1:51 merindukan sekali. Semoga Allah selalu 1:54 memberi kita kekuatan untuk istikamah 1:57 berada di jalannya. Tidak lupa salam 2:00 selawat kita lantunkan untuk junjungan 2:02 kita Muhammad Rasulullah sallallahu 2:04 alaihi wasallam yang sangat kita kasihi. 2:07 Semoga kelak kita dipertemukan dengan 2:10 beliau di saat-saat yang sangat kita 2:12 rindukan di yaumil akhir. Ikhwan akhwat, 2:16 hari ini tausiah pagi Rabu tetap bersama 2:21 Ustaz Abul Hidayat Syoji. Alhamdulillah 2:24 beliau sudah hadir di sini. 2:26 Asalamualaikum warahmatullahi 2:27 wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam 2:29 warahmatullahi wabarakatuh. 2:32 Alhamdulillah sehat, bugar, aman ya, 2:34 Ustaz. Alhamdulillah. Mudah-mudahan, 2:36 Ustaz bicara soal pengin banget jauh 2:39 dari neraka dan dekat dari surga yang 2:41 minggu lalu kita bahas, rasanya masih 2:45 perlu banget 2:47 tambahan-tambahan ee informasi yang bisa 2:50 mempersuasi kita beneran bisa jauh dari 2:53 neraka gitu, Ustaz. Iya. Jadi bisakah 2:56 ditambahkan di bahasan hari ini? 2:59 Kita berharap dengan surga atau dekat 3:02 dengan surga, jauh dari neraka. Ternyata 3:06 juga seperti doa itu ada 3:09 konsekuensinya. Kalau kita ingin dekat 3:11 dengan surga tentu konsekuensinya 3:13 gimana? Iya. Ingin jauh dari neraka 3:15 tentu juga 3:17 aplikasinya supaya bisa jauh dari neraka 3:19 itu harus 3:21 bagaimana. Ini yang perlu kita dalami. 3:24 Insyaallah. 3:25 Insyaallah. Kalau kita semakin tahu 3:29 banyak, biasanya kesadaran juga akan 3:31 lebih banyak muncul ya. Baik, ikhwan 3:34 akhwat mari kita simak. Silakan, Ustaz. 3:38 Bismillahirrahmanirrahim. 3:40 Asalamualaikum warahmatullah 3:42 wabarakatuh. Waalaikumsalam 3:44 warahmatullahi wabarakatuh. 3:47 Alhamdulillah wasalatu wassalamu ala 3:51 rasulillah wa ala alihi 3:54 wasohbihi waman tabiahu biisani ila 3:57 yaumil qiamah. Masyaallahu kan wama lam 4:02 yasya lam yakun la haula wala quwwata 4:07 illa billah. Amma 4:09 ba'd. Fay ayyuhal ikhwah rahimakumullah. 4:13 Saudara-saudaraku kaum muslimin di mana 4:16 pun Anda 4:17 berada. Alhamdulillah pagi ini kita 4:20 bersyukur pada Allah masih diberikan 4:23 kesempatan bisa berjumpa walaupun hanya 4:25 melewati gambar, melewati TV, melewati 4:29 radio, tapi insyaallah tidak 4:32 mengurangi ee hubungan silaturahim di 4:35 antara kita. 4:38 Semoga tidak hanya di dunia bersama-sama 4:41 dalam rangka 4:42 ibadah. 4:44 Sebagaimana janji yang Allah akan 4:47 berikan. Orang-orang baik, orang-orang 4:50 saleh akan bersama dikumpulkan nanti. 4:54 Yang biasa di dunia bersama-sama, akan 4:56 di akhirat pun akan dikumpulkan bersama. 4:59 Amin. Mudah-mudahan jika di antara kita 5:01 lebih dahulu masuk surga, kita ingat ada 5:04 sahabat-sahabat kita, ikhwan-ikhwan kita 5:07 yang dulu ngaji bersama, salat bersama, 5:10 bersilaturahim di antara kita. Kemudian 5:13 dimohonkan pada Allah supaya berkumpul 5:16 lalu Allah mengabulkan. Amin. Allahum 5:18 amin. Amin. Allahumma amin. Ayyuhal 5:20 ikhwah 5:21 rahimakumullah. 5:23 Pada pekan yang lalu saya menyampaikan 5:25 tentang dekat dengan surga jauh dari 5:29 neraka. Karena pada akhir Ramadan itu 5:32 kita berdoa dengan empat 5:35 doa. Pertama kita diperintahkan 5:38 perbaharui tasyahud. Asyhadu alla 5:41 ilahaillallah. Yang kedua, kita bertobat 5:45 dengan mengucapkan kalimat 5:48 taubat. Astagfirullah. 5:51 Artinya minta ampun pada Allah. Yang 5:54 ketiga kita minta rida dan 5:58 surganya. Rida Allah dan 6:00 surganya. As'aluk ridoka wal jannah wa 6:04 naud nauzubika min 6:06 sakatika. Dan yang keempat permintaannya 6:08 adalah agar kita bisa dijauhi dari murka 6:12 Allah dan azab api neraka. Ini luar 6:16 biasa yang kita minta 6:18 itu. Kenikmatan mana lagi yang lebih 6:21 dari itu kalau doa kita dikabulkan. 6:24 Nah, ternyata Rasulullah sendiri pernah 6:26 ditanya oleh 6:28 sahabat dalam satu riwayat dari 6:32 Abi Abi Ayyub 6:35 al-Anshari ya ana a'abian aradon Nabi 6:38 shallallahu alaihi wasallam fi masirat 6:41 fi 6:42 masirat faqala akbirni ma yuqoribuni 6:47 minal jannah 6:49 waubiduni 6:51 minanar ya Rasulullah 6:56 Sampaikan kepadaku, khabarkan 6:59 kepadaku apa-apa yang bisa mendekatkan 7:02 aku dengan surga dan menjauhkan aku dari 7:08 neraka. Qala. Maka baginda Nabi 7:11 bersabda, ta'budullaha wala tusriku bihi 7:15 saia. Yang 7:17 pertama menyembah Allah. 7:20 kamu menyembah Allah dan jangan 7:22 menyekutukan dengan sesuatu 7:25 apapun. Yang 7:27 pertama mudah ya kalau lihat kalimatnya 7:29 hanya menyembah Allah oke tidak 7:32 menyekutukan tapi praktiknya yang perlu 7:34 kita kaji lebih mendalam. Watuusata yang 7:38 kedua tegakkan 7:39 salat. Salat juga sudah rutin. Tapi 7:42 masalahnya apakah salat kita itu benar? 7:45 memenuhi persyaratan untuk bisa 7:49 menjadikan alasan atau dasar kita masuk 7:52 surga. Dan kemudian yang 7:56 keempat eh yang ya keempat wattiz zakah 8:00 yang ketiga wattiz zakah tunaikan zakat. 8:06 Ini kadang-kadang kita kurang serius, 8:09 kurang peduli, kurang 8:11 teliti terhadap harta yang kita 8:14 miliki. Jangan-jangan harta yang kita 8:16 miliki, yang kita pakai untuk semuanya 8:20 itu ada unsur-unsur harta yang mestinya 8:23 dizakati. Tapi karena lalai, kurang 8:25 peduli, kurang perhatian atau kurang 8:28 mengerti dan tidak mau bertanya, banyak 8:30 zakat harta yang mesti kita zakati 8:33 karena itu milik Allah. Lalu kita makan 8:35 dan kita pergunakan tanpa ada rasa risi 8:38 dan takut. Di akhirat nanti akan beban 8:42 jadi beban yang berat. Kemudian yang 8:45 keempat adalah watasilur 8:48 rahim, menghubungkan 8:53 silaturahim. Jadi gampang ya untuk dekat 8:55 dengan surga, jauh dari neraka. 8:58 Nah, kali ini saya masih 9:00 ingin 9:02 mencoba 9:04 bersama-sama 9:06 untuk pendalaman daripada materi seperti 9:09 yang ditanyakan oleh Abu Ayub al-Anshari 9:14 tadi. 9:16 Jadi, empat yang diminta. 9:19 pertamaudullaha w 9:22 tushi menyembah Allah kamu menyembah 9:24 Allah dan jangan kamu mensekutukan 9:27 dengannya dengan sesuatu 9:29 apapun tegas sekali ajaran Islam bahkan 9:33 para nabi sebelum Rasulullah sallallahu 9:36 alaihi wasallam adalah kalimat 9:38 tauhid yaitu kalimah 9:42 lailahaillallah kalimah lailahaillallah 9:45 menafikan ilah-ilah yang lain selain 9:49 Allah artinya harus menghilangkan dari 9:52 seluruh 9:54 kepercayaan tentang Tuhan-tuhan yang 9:57 sering 9:58 menjadi 10:00 anutan atau yang diakui oleh banyak 10:04 orang sesuai dengan keadaan 10:07 masing-masing. Sehingga Tuhan itu 10:08 menjadi 10:09 banyak orang pinggir laut menganggap di 10:13 laut tu ada Tuhan, ada pamomong, ada 10:16 reekso, ada yang merawat sehingga 10:20 memberikan berkah dalam kehidupannya 10:22 karena hidupnya di pantai. Maka dia 10:25 merasa Tuhan pemelihara laut. 10:29 Lalu bagaimana karena dia 10:32 meraba-raba dia anggaplah Tuhan itu 10:35 sosoknya seperti apa? 10:37 Apakah Nyai Loro Kidul kalau di selatan 10:41 kalau di utara entah apa namanya Dewa 10:43 Laut lah itu sebenya Tuhan. Maka karena 10:47 rasa syukur sebagai manusia memang punya 10:49 fitrah nuraninya ingin membalas setiap 10:52 kebaikan maka dia harus merasa harus 10:54 punya kewajiban untuk memberikan sesuatu 10:58 persembahan. Maka muncullah yang namanya 11:01 sesaji, 11:03 ngelarung, ngelarung macam-macam. Kalau 11:06 di pantai selatan 11:08 kan 11:09 nasi kuning ya, Sekul Suci, 11:14 Ulamsari, 11:15 jajan 11:17 sepasar, jenang petak, jenang 11:20 abrit, kemudian kepala 11:24 kerbau dilarung ke tengah laut. Ditambah 11:27 lagi kembang-kembang atau lain-lainnya 11:29 dianggap itu satu persembahan 11:31 mempersembahkan sesuatu. Jadi dia merasa 11:34 sudah berbakti pada Tuhan pemelihara 11:40 laut. Jadi Tuhan sebutnya orang gunung 11:43 menganggap Tuhan ada di gunung yangwat 11:46 merawat gunung. Gunung menyemburkan 11:49 kesuburan. Ada gunung, ada sungai, ada 11:52 kesuburan tanah dan sebagainya. Kalau 11:54 gitu ada yang bau rakso, ada yang 11:56 nunggu, ada yang penguasanya. Maka 11:59 supaya hidupnya berkah, dia memberikan 12:01 persembahan berupa sesaji juga kepada 12:03 yang dianggap Tuhannya di gunung, tapi 12:06 tidak disebut 12:08 Allah. Yang di hutan tentunya dicari 12:11 pohon yang besar yang dianggap itulah 12:13 penunggu penunggu hutan. 12:17 Kalau tidak nanti kualat hidupnya tidak 12:19 berkah, sering dapat bencana dan 12:22 sebagainya. Maka dia mempersembahkan 12:25 sesuatu 12:26 ya untuk penunggu hutan yang ada di 12:30 pohon itu dan 12:31 seterusnya. Maka ketika 12:34 manusia banyak sekali melakukan 12:38 persembahan-persembahan, anggapan bahwa 12:40 ada tuhan-tuhan yang banyak sesuai 12:42 dengan perkiraan dan zon mereka. 12:46 Maka Allah turunkan 12:50 wahyunya. Seperti yang sering saya sebut 12:53 di dalam surat Al-Anbiya ayat 25. Allah 12:55 berfirman, azubillahiminasyaitanirrajim. 13:01 Wama arsalna min qoblika mir rasulin 13:05 illa nuhi ilaihi annahu la ilaha illa 13:09 ana 13:12 fa'budun. Tidaklah kami mengutus 13:15 orang-orang sebelum engkau Muhammad 13:18 berarti para 13:19 nabi, nabi sebelum Rasulullah, nabi 13:23 siapapun. Illa kecuali Nhi kami wahyukan 13:27 Ilahi kepadanya. 13:30 annahu pada sesungguhnya lailahailla 13:33 anna tidak ada tuhan selain aku kata 13:36 Allah. 13:38 Jadi tegas sekali di 13:40 sini. Jadi enggak ada tuhan-tuhan yang 13:43 di menurut image, menurut halusinasi, 13:47 menurut zon 13:49 mereka. Tuhan laut, Tuhan sawah, Tuhan 13:52 sungai, Tuhan 13:57 gunung. Dengan berbagai macam bentuknya 13:59 dan namanya, maka dengan turunnya Islam 14:03 disebutkan bu itu bukan Tuhan. 14:09 Banyak sebutan Tuhan-tuhan dengan bahasa 14:12 yang berbeda-beda. Tapi intinya itu. 14:14 Sehingga manusia memberi 14:15 persembahan-persembahan yang salah, 14:18 salah 14:19 alamat. Karena selain Allah adalah 14:22 makhluk. Tegas sekali Allah 14:24 mengatakan lailahailla anna. Tidak ada 14:27 Tuhan kecuali aku, kata Allah. Jadi 14:30 selain Allah makhluk. 14:32 Lalu siapa yang memberi keberkahan dari 14:35 pendapatan, penghasilan kehidupan dari 14:37 laut? Allah yang memberikan yang 14:40 menumbuk, yang menggerakkan air, yang 14:44 menciptakannya, yang memelihara makhluk 14:46 di 14:47 dalamnya, yang mengembang biakkan 14:49 ikan-ikan menjadi rezeki banyak orang. 14:51 Allah. mestinya kalau mau bersyukur, 14:55 memberikan persembahan, 14:57 persembahkanlah amal ibadah kita 15:00 kepadanya, kepada Allah. Maka perintah 15:03 ayat tadi akhirnya mengatakan fa'budun, 15:06 maka sembahlah aku. Jadi jangan 15:09 memberikan persembahan kepada 15:10 tuhan-tuhan 15:13 lain. Dalam surat Al-Ikhlas yang kita 15:16 banyak tegas sekali karena masih ada 15:19 pertanyaan siapa Tuhan itu? ada berapa 15:21 dan sebagainya. Maka turun ayat, qul 15:25 huwallahu ahad. Katakan dia yang kau 15:29 tanya itu 15:31 adalah Allah Tuhan yang esa. Qul 15:35 huwallahu ahad. Katakan Tuhan itu Allah 15:39 yang esa. Tidak 15:42 berbilang. Esanya tidak seperti satunya 15:45 kita. Kalau satunya orang itu masih 15:48 terdiri 15:52 dari di tadi jadi tidak berbilang ada 15:54 dua apa tiga dan 15:56 sebagainya. Lalu siapa yang memberikan 15:58 kehidupan ini? Allahus somad. Allah 16:01 tempat bergantung. Seluruh makhluk 16:03 kehidupan ini semua bergantung kepada 16:05 Allah. Allah yang menggenggam segala 16:07 urusannya. Allah penguasa langit dan 16:09 bumi. Allah yang mengatur 16:12 semuanya dari peredaran. 16:17 apa 16:18 galaksi, planet-planet yang ada sampai 16:22 bergeraknya atom 16:25 ya, kemudian benda, bakteri, daun yang 16:30 kering dan seterusnya semuanya dalam 16:32 genggaman kekuasaan Allah dan Allah yang 16:35 mengatur semuanya. Sehingga tidak ada 16:37 satu lembar daun yang kering yang jatuh 16:40 di bawah angin terbang entah ke mana 16:42 kecuali meang atas kehendak Allah 16:44 Subhanahu wa taala. 16:46 Berapa jumlah butiran pasir di laut? 16:48 Allah yang tahu. Bagaimana bentuknya 16:50 Allah tahu. Karena memang Allah yang 16:52 menciptakan dan yang memelihara 16:55 merawatnya. Apalagi makhluk-makhluk 16:58 lainnya. Jadi kalau mau menyembah ya 17:00 menyembah kepada Allah. Iyaka 17:03 na'budu wa iyaka nastain. Ayat yang 17:06 sering kita baca dalam salat. Hanya 17:08 kepada Engkau ya Allah kami memohon. Dan 17:10 hanya kepada Engkau ya Allah kami eh 17:12 Hanya kepada Engkau ya Allah kami 17:14 menyembah. Dan hanya kepada Engkaulah ya 17:16 Allah kami memohon 17:18 pertolongan. Jadi tidak boleh 17:20 mempersembahkan 17:22 sesuatu sebagai wujud 17:25 pengabdian, persembahan kecuali hanya 17:28 kepada Allah. Dan itu pun caranya sudah 17:31 diatur, diajarkan oleh baginda Nabi 17:34 sebagai utusan Allah. 17:36 Jadi tidak semau-mau 17:41 kita bagaimana memuji Allah, bagaimana 17:44 menyembah Allah, bagaimana meyakini 17:48 Allah, bagaimana ketika kita suka, kita 17:51 gembira mendapatkan nikmat, bagaimana 17:54 ketika musibah itu datang dan apa arti 17:56 musibah dan 17:57 seterusnya. Itu diajarkan oleh Nabi 18:01 dalam rangka 18:02 me apa namanya? menjabarkan tentang 18:06 pengabdian kepada Allah Subhanahu wa 18:08 taala dan 18:09 dilarang menyembah selain Allah atau 18:12 menduakan 18:16 Allah. Bagaimana yang namanya menduakan 18:20 Allah? Ada orang mengakui bahwa pencipta 18:23 alam semesta 18:24 adalah Allah seperti orang-orang 18:29 jahiliah. Tapi ketika 18:31 dia apa namanya? bersyukur atau ada 18:34 hajat 18:36 dia meminta pertolongan dan bantuan atau 18:40 wasilah orang-orang saleh yang dijadikan 18:42 patung yang akhirnya menjadi 18:45 sesembahan. Karena dianggap dia orang 18:47 suci yang bisa mengantar lebih dekat 18:50 kepada Allah, maka berhala menjadi ee 18:53 perantara pendekatan atau dekat kepada 18:56 Allah. Kalau ditanya siapa pencipta 18:59 langit dan bumi? Dia jawab Allah. Tapi 19:01 dalam praktik kehidupan, berkah, sesaji, 19:04 persembahan itu diberikan kepada patung 19:07 pada berhala. Yang dianggap berhala, 19:09 patung itu adalah patung orang saleh 19:11 yang dekat sama Allah. Ah, itu yang 19:14 disebut termasuk syirik. 19:16 Maka zaman penyembahan terhadap berhala 19:18 disebutnya paganisme. Orang yang 19:22 meyakini bahwa Tuhan itu adalah 19:23 berhala-berhala 19:25 itu. Di abad modern ini tentu orang akan 19:29 berpikir menyembah patung lah, bisu, 19:32 budek, turi, enggak bisa ngapa-ngapain. 19:35 Dah dibuat oleh tangan manusia, malah 19:37 manusia harus menyembah dia. Kalau orang 19:39 berpikir waras, ya tentu enggak mau. 19:42 Tapi yang disebut dengan paganisme 19:45 bentuk baru atau neopaganisme lain 19:50 lagi yaitu setiap 19:54 apapun yang di identifikasi sebagai yang 19:59 bisa memberikan 20:01 berkah, yang bisa memberikan kebahagiaan 20:04 yang segala macam sehingga 20:06 seolah-olah dia adalah segalanya. 20:09 Sifat-sifat Tuhan seolah-olah ada di 20:11 sana yang memberkati, yang memberikan 20:14 umur, yang memberikan 20:15 kebahagiaan, yang menimbulkan malap 20:17 malapetaka, bencana dan sebagainya. 20:20 Diidentifikasikan kepada sesuatu atau 20:23 personifikasikan kepada selain Allah. 20:27 Kalau orang modern ya kepada materi. 20:31 Saya sering menyampaikan dalam 20:32 ceramah-ceramah saya yang disebut 20:35 neobaganisme antara lain adalah menjadi 20:38 hamba 20:39 materi, menyembah kepada dewi materi dan 20:43 materi 20:45 segala-galanya sampai dia tidak ingat 20:47 lagi kepada Allah. yang bisa 20:49 membahagiakan adalah materi. Orang mulia 20:52 ditakar dengan materi. Kebenaran akan 20:55 diut diuk apa diukur dengan uang dan 21:00 seterusnya. Semua adalah uang. 21:03 Maka sering saya 21:05 berselor walaupun Indonesia ini negara 21:08 yang masyarakat berketuhanan bahkan 21:11 dijadikan sila pertama sebagai dasar 21:14 negara adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. 21:17 Tapi praktiknya keuangan yang maha 21:20 kuasa. Semua dibayar dengan uang uang. 21:22 Uang. Uang menjadi satu hal. Sampai 21:26 memberikan parameter penilaian kebaikan 21:28 dan keburukan. Kebatilan akan ditentukan 21:31 oleh uang. 21:33 teori materialis ee 21:35 pragmatisme yang menganggap bahwa yang 21:37 namanya benar itu yang menguntungkan 21:39 dari segi 21:41 materi. Pokoknya menguntungkan itu 21:43 benar. Kalau enggak menguntungkan enggak 21:46 benar. Jadi kalau yang dia dapat uang 21:48 itu baru benar. Walaupun 21:51 caranya dengan cara yang tidak baik, 21:54 berjudi misalnya benar judi itu selalu 21:57 menang karena dia punya kiat-kiat 21:59 tertentu untuk bisa mendapatkan 22:00 kemenangan. 22:02 Jadi kalau bandar judi kelas dunia, 22:04 kelas kakap ya untungnya 22:06 miliaran. Kalau main untungnya miliaran. 22:09 Maka dia menganggap benar itu judi. 22:13 Karena saya hidup mewah, saya punya 22:14 gedung, saya punya mobil, saya punya 22:16 segala macam. Itu karena dari judi. 22:20 Karena judi itu 22:21 menguntungkan. Nah, teori tentu batal 22:24 kalau begitu. 22:26 Demikian juga penjajah seks 22:29 misalnya dia mengatakan saya memang 22:32 penghidupan saya hanya bisa seperti ini. 22:34 Dari mana saya dapat 22:37 uang? Kata yang pelanggannya juga 22:39 datang. Saya kan menguntungkan, saya 22:41 tidak memaksa. Toh sama-sama rida, 22:44 sama-sama suka. Ah kan semua berguna. 22:48 repot ini. Jadi, maka tegas sekali Allah 22:51 mengatakan wail haqqu mirbikum faman sa 22:55 falyukmin faman 22:57 safalyakfur. Kebenaran itu bukan 23:00 berdasarkan teori-teori 23:03 manusia, bukan didasarkan pada 23:05 kesepakatan banyak 23:07 manusia, tetapi kebenaran itu adalah 23:10 kebenaran yang langsung diturunkan oleh 23:13 Allah Subhanahu wa taala. Parameternya 23:15 ditentukan oleh Allah. Ini yang benar, 23:17 ini yang batil, ini yang salah, ini yang 23:18 keliru. Allah yang menentukan karena 23:20 Allah maha tahu. 23:24 Karenanya soal ketuhanan tadi ya tegas 23:27 sekali Allah mengatakan tidak ada Tuhan 23:29 selain Aku kata Allah. 23:32 Berarti selain Allah makhluk yang kita 23:35 haram bagi orang beriman itu mengabdi 23:38 menjadi kaulo, menjadi jongosnya hawa 23:42 nafsu, abdul butun, perut, dorongan 23:45 hidupnya yang dia apa namanya? Hidupnya 23:49 itu mengabdi pada kepentingan perut dan 23:51 kepentingan syahwat nafsu. Dia hidup 23:54 adalah sebagai hamba-hamba Allah, maka 23:57 dia mesti taat kepada Allah, menjalani 23:59 hidup sesuai dengan kehendak Allah. 24:01 Berikan persembahan dengan persembahan 24:03 yang sesuai dengan perintah Allah. Ini 24:06 yang dimaksud dengan ya ta'budullaha 24:09 wala tusriku 24:14 bi apa ya? 24:18 Berselimut berlindung apa ditutupi 24:22 dengan 24:23 kalimat dengan amalan ibadah. 24:27 Tapi ketika salah niat, dia bisa menjadi 24:31 jatuh kepada 24:33 syirik. Ya, itu disebut dengan 24:36 ria. Riya orang beramal 24:39 kok. Saya 24:46 beramal, saya beramal. 24:50 Tapi ketika dia beramal, ada maksud 24:53 lain. Satu sisi memang dipersembahkan 24:55 kepada Allah, tapi di sisi lain dia 24:59 masih sebenarnya yang dia lakukan itu 25:03 dia memberikan persembahan kepada orang 25:05 supaya orang mengakui bahwa dia itu 25:06 adalah orang 25:08 dermawan. Nah, ini di sini dua hatinya 25:11 bercabang dua niatnya. Dan Allah gak 25:13 suka amal itu hanya boleh 25:16 mukhlisinalahuddin dipersembahkan hanya 25:18 untuk Allah. Maka dalam surah Fatihah 25:20 itu kita baca setiap hari iyaka na'budu. 25:23 Hanya kepada Engkau ya Allah kami 25:25 mempersembahkan amal. Jadi jangan 25:28 sekali-kali kita beramal tetapi 25:29 ditujukan pada yang lain selain Allah. 25:32 Beramal karena Allah, salat karena 25:34 Allah, berbuat baik karena Allah, tidak 25:38 menjadi semangat karena dipuji orang, 25:40 kemudian berhenti karena dimaki, dicaci 25:43 maki. Beramal juga karena orang banyak. 25:45 Kalau orang banyak setuju baru dia 25:48 beramal. Tapi kalau banyak orang enggak 25:49 setuju dia berhenti. Gak ada itu 25:52 urusannya. Jadi dia menyembah Allah, 25:55 taat sama Allah dan amalnya 25:57 dipersembahkan kepada Allah. Menolong 26:00 tanpa pamrih. Rameing gawe sepiing 26:04 pamrih lillahi taala. Dia tidak 26:07 mengharap 26:09 balasan, tidak pernah mengharap balasan 26:12 apapun kecuali mengharap kepada 26:15 Allah. Nah, ini yang perlu kita jaga. 26:18 Pantes kalau begitu ini bisa menjadi 26:21 kunci dekatnya kita kepada 26:25 surga. Dan kalimah lailahaillallah itu 26:27 juga yang menjadikan kita jauh dari api 26:30 neraka. Ini yang pertama. 26:33 Yang 26:36 kedua, wat tuqimus shah. Tegakkan oleh 26:39 kamu 26:42 salat. Salat ini ya bisa dekat kita ke 26:45 surga dan menjauhkan kita dari api 26:47 neraka. Tapi salat yang 26:50 bagaimana? Kalau hanya asal salat ya itu 26:54 sekadar menggugurkan kewajiban. Tapi 26:56 yang dimaksud salat adalah ketika dia 26:59 menghabi, menyembah kepada Allah. Tentu 27:03 etika adabiah 27:05 cara-caranya itu adalah cara-cara yang 27:08 dicontohkan oleh Rasulullah sallallahu 27:09 alaihi 27:10 wasallam. Apa yang harus 27:13 dibaca? 27:15 Bagaimana anu perbuatannya? Bagaimana 27:18 cara rukuknya? Bagaimana cara 27:21 sujudnya? Apa yang 27:23 dibaca? Kemudian dia mengerti bacaannya. 27:28 Jadi betul-betul ketika orang sedang 27:30 salat itu yang dimulai dengan mensucikan 27:34 diri dengan air wudu atau dari hadas 27:38 besar maupun hadas kecil itu betul-betul 27:40 dia 27:43 sedang 27:46 madep sedang menghadap sang 27:48 pencipta dan di dalam doa itu ada 27:51 semacam dialog. Oleh karenanya dia 27:54 salatnya akan menjadi lebih khusyuk 27:55 karena ada 27:58 penghayatan. Jadi dia asal baca karena 28:00 saking hafalnya salat dari kecil ya 28:02 bacanya asal mulutnya aja ngecipris 28:04 kayak baca manah gerakannya gerakan 28:07 tidak 28:11 tumakninah itu baru 28:15 pada pelaksanaan ibadahnya. Belum lagi 28:18 kekhusyukannya, bagaimana hatinya, 28:20 bagaimana 28:21 pikirannya. Dan ternyata salat pun ada 28:25 tuntutan bahwa orang yang salat itu 28:27 adalah kita terjemahkan dalam 28:29 kehidupan. Innasata tanhail fasai wal 28:33 munkar. Dia manusia yang mengabdi kepada 28:35 Allah, yang selalu 28:37 ikhlas dan dia mampu mencegah dari fasa 28:41 dan mungkar dari dirinya. Nah, dia 28:43 seorang hamba Allah yang mengakui kepada 28:45 Allah dan takut kepada 28:48 Allah. Jadi 28:51 perlu direnungi, kita evaluasi diri 28:55 sejauh di mana salat yang kita 28:59 lakukan. Apalagi kalau belum salat atau 29:01 salatnya belangbentong, itu merugikan 29:04 kita. 29:06 Karena salat sebenarnya selain 29:07 mensucikan dirinya, menghapus segala 29:10 dosa juga diminta kita menghadap Allah 29:13 dan mintalah kata Allah. Di dalam salat 29:16 itu banyak isinya adalah 29:20 doa. Kita ini hamba yang perlu dengan 29:23 segala sesuatunya atas pertolongan 29:25 Allah. Lalu Allah menyuruh kita datang 29:28 dan minta. Kita enggak mau. Apa enggak 29:30 ngeleng 29:32 itu? Apa enggak sombong itu namanya? 29:36 harta mau banyak, rezeki mau banyak, 29:38 tapi salat enggak mau. Ataupun kalau mau 29:41 ya asal-asal saja, 29:44 lalawora 29:46 semaunya, 29:48 asal-asal. Nah, tentu harus kita 29:50 perbaiki. Salat yang benar. Kalau ingin 29:53 dekat dengan surga, jauh dari neraka. 29:56 salat yang benar sejenak tidak perlu 29:59 waktu lama, tetapi betul-betul salat itu 30:03 kita sedang menghadap sang 30:05 pencipta. Hati kita hadir ketika salat 30:09 kita sedang semacam dialog kepada Allah. 30:11 Kita sedang meminta kepada 30:13 Allah. Jadi dengan sepenuh hati jangan 30:17 terjebak kita pada rutinitas ritual tapi 30:20 tanpa hati. Tahu-tahu empat rakaat salam 30:24 bubar tidak dihayati dengan 30:27 benar. Demikian juga watti zaka 30:31 mengeluarkan 30:35 zakat. Kenapa harus dikeluarkan zakat? 30:38 Satu memang itu perintah 30:41 Allah. Dan yang kedua ujian buat orang 30:44 yang kaya. Karena yang diperintah zakat 30:45 itu orang kaya. 30:47 sejauh di mana hatinya keterikatan semua 30:49 materi. Betulkah dia mengaku akan hamba 30:52 Allah sebagai hamba Allah? Mengakui 30:55 bahwa rezeki itu Allah yang memberikan. 30:57 Kalau benar Allah minta sedikit saja, 31:00 sebagian kecil 31:02 saja. Itulah zakat. Itu pun gak ti tiap 31:05 hari 1 tahun 31:07 sekali atau ketika 31:10 panen apa namanya buah-buahan tanaman 31:13 kebun dan seterusnya. Jadi dia tidak 31:15 setiap 31:16 saat untuk menguji sejauh di mana 31:19 kebenaran kecintaan dia kepada Allah. 31:22 Benarkah dia lebih iman kepada Allah 31:24 bisa cinta pada Allah daripada materi? 31:27 Betulkah dia menjadi seorang hamba yang 31:29 tahu diri terhadap Allah yang berikan 31:31 rezeki? Sedikit oleh Allah diminta dan 31:34 itu akan diberikan dialokasikan kepada 31:37 delapan asnaf yang tergolong orang-orang 31:39 yang memang sangat 31:40 memerlukan yang disebut dalam surah 31:42 Taubah ayat 60. 31:45 Nah, di sini ujian. Dan yang ketiga, 31:49 mensucikan hati dari sifat bakhil, 31:54 egoisme supaya tertanam, terbiasa 31:57 menjadi jiwa isariah, kepedulian 32:01 sosial sekaligus mengikis egoisme dalam 32:04 dirinya. Itu zakat. Jadi, orang yang 32:07 suka berzakat menjadi 32:10 karakter Allah lebih dia cintai daripada 32:12 hartanya. 32:15 tidak harta mengikat dirinya, 32:16 membelenggu dirinya menjadi orang yang 32:18 kedekut yang kemudian melupakan Allah, 32:21 berkulat dengan materi, dengan uang dan 32:24 sebagainya sampai lupa Allah, lupa hukum 32:27 yang halal, yang haram dilupakan lalu 32:31 wal-walbal semua pokoknya yang penting 32:33 dapat banyak. Kemudian panggilan Allah 32:36 tidak dipenuhi. Nah, ini masalah. Jika 32:39 itu yang terjadi, maka kita sebenarnya 32:40 sudah bukan menjadi hamba Allah, tapi 32:42 hamba perut, hamba 32:46 dunia. Nah, kemudian yang terakhir 32:49 adalah apa kata Rasul sahu alaihi 32:51 wasallam adalah watasilur 32:55 rahim. Yang bisa menjadikan kita dekat 32:57 sama 32:59 Allah, dekat sama surga, jauh dari 33:02 neraka adalah menghubungkan 33:05 silaturahim, menebar kasih sayang. 33:08 menyambung kasih sayang kepada sesama 33:12 manusia. Bukan menyambung kasih sayang 33:14 kepada kekasihnya, suami ada istrinya. 33:17 Itu enggak usah 33:18 diminta. Tapi kepada sesama 33:23 manusia yang dia lakukan itu bukan 33:27 karena 33:29 pamrih. Misalnya orang bekerja pada 33:32 bosnya, dia bukan menyambung 33:34 silaturahim, tapi menyambung fulus. 33:38 di depan bosnya. Karena bosnya memberi 33:41 gaji kepada dia, maka dia seolah-olah 33:43 ketergantungan pada dia. Dia rajin 33:45 sekali datang, tersenyum, baik, 33:49 diperintah apa saja. Bukan ini yang 33:51 dikehendaki silaturahim, tapi menyambung 33:54 rasa tertanam di jiwanya kasih dan 33:58 sayang. Jadi, ajaran Islam itu adalah 34:01 ajaran yang bukan milik tetangga. Justru 34:04 Islam 34:06 memprioritaskan kasih dan 34:09 sayang yang disebutnya rahim yang 34:11 diambil dari nama 34:14 Allah, sifat Allah ar-Rahman 34:19 arrahim. Karena menunjukkan bahwa kasih 34:21 sayang itu adalah luar biasa intinya 34:24 agama di sana. Hablum minallah w hablum 34:27 minannas. 34:32 Bahkan Allah cinta kepada orang yang dia 34:36 mencintai kepada sesamanya karena Allah. 34:39 Jadi silaturahim menyambung kasih sayang 34:41 karena Allah tanpa pamri. 34:46 Dalam beberapa hadis yang banyak 34:50 disebutnya, jika 34:54 seseorang ingin 34:57 mencintai lapangnya 35:00 rezeki, umur yang 35:03 panjang, apa 35:06 konsepnya? Falyasil 35:10 rahimah. Hubungkan kasih saya. 35:14 Rezeki itu adalah segala kebaikan yang 35:16 Allah berikan pada 35:18 kita. B yang langsung bisa dirasakan 35:20 atau yang bukan. Jadi bukan hanya 35:23 semata-mata 35:25 materi. Jadi banyak kebaikan yang bisa 35:28 kita nikmati ketika kita mengembangkan 35:30 silaturahim. 35:34 dunianya akan menjadi lapang, rezekinya 35:37 menjadi lapang, banyak pergaulan, banyak 35:40 kenal, banyak 35:41 orang bisa mendapatkan banyak hal. 35:44 Semakin luas pergaulan kita, semakin 35:47 luas anugerah yang Allah akan berikan 35:49 pada 35:51 kita. Kemudian panjang usia 35:56 perjalanannya, walaupun tidak mungkin 35:58 bisa 1000 tahun, tetapi sepanjang 36:00 umurnya itu berkesan. 36:03 Bahkan kebaikannya itu setelah dia 36:05 meninggal dunia, tapi amalnya tetap 36:08 hidup dengan jariah. Kebaikannya kan 36:11 tetap 36:12 disebut-sebut banyak orang, dirasakan 36:15 oleh banyak orang dan seterusnya. Itulah 36:17 antara lain rahasianya dan ini menjadi 36:20 perintah. Oleh karenanya memutuskan 36:23 silaturahim la yadkhulul jannata qatiur 36:27 rahim. 36:28 tidak akan masuk ke dalam surga orang 36:31 yang memutuskan silaturahim. Jadi heran 36:34 kalau kemudian satu 36:36 keluarga bapak sama anaknya enggak akur 36:40 bahkan enggak kenal. Masyaallah sama 36:43 saudara tunggal khusus satu ayah satu 36:47 ibu sekandung. Dia ribut karena 36:49 persoalan materi sampai enggak 36:51 berkenalan. Masyaallah ini kelewat 36:54 namanya hilang sifat kamanungsan. Jadi 36:57 lupa. Jadi seolah-olah hidup ini kayak 37:00 kayak saudara makhluk 37:02 lainnya. Manusia itu lain boleh. Kita 37:05 gak mungkin tanpa 37:07 masalah. Bahkan biasa ribut kita karena 37:10 apa gitu salah paham dan sebagainya. 37:12 Tapi diberikan kesempatan 3 37:15 hari. Biarin 37:18 sebelah masih marah, 2 hari masih marah 37:23 tapi sudah mulai berkurang. 3 hari harus 37:25 selesai. 37:27 Jangan lebih dari 3 hari. Kalau lebih 37:29 dari 3 hari amalnya belum akan diterima 37:31 sampai yang bersangkutan itu 37:33 bersilaturahim. Heeh. Jadi enggak boleh 37:35 cotakan itu gak boleh. Neng-nengan itu 37:38 juga enggak boleh. Apalagi bermusuhan. 37:42 Biarin sampai kiamat juga saya ndak akan 37:45 mengakui, gak akan kenal sama dia. 37:47 Hilang-hilangan dok siang-ilangan 37:51 sedulur. Jadi banyu ora nyauk dadi 37:54 godong ora nyuek. Jadi kayu ora nyoklek 37:57 sudah patah arang lah. Ah ini enggak 38:00 boleh dilarang. 3 hari kita boleh nesu, 38:03 jengkel ya, tapi ada batasnya. Hari 38:05 berikutnya harus sudah selesai. Maka 38:08 orang takwa itu adalah walina 38:10 aninas. Walk kadimin ghaid 38:14 walinainnas. Orang beriman itu adalah 38:16 orang yang mampu menahan marah dan 38:19 memberi maaf terhadap sesama. Itulah 38:22 ajaran agama. Wallahuam. 38:25 Biswab. 38:28 Subhanallah. Andai saja kita 38:32 mampu melaksanakan, menyerap apa yang 38:35 ustaz barusan katakan, 38:38 tampaknya kehidupan kita akan jauh 38:41 berbeda. Ustaz boleh langsung ke 38:43 pertanyaan, ya? Iya, silakan. Ini 38:47 dari Bapak Fauzan, Ustaz Abul Hidayah. 38:51 Asalamualaikum. He. Waalaikumsalam 38:53 warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz, 38:55 manusia itu kok aneh ya sudah diberi 38:58 akal dan pikiran, banyak informasi 39:00 tentang surga dan neraka. Eh, masih saja 39:03 tergiur dengan angin-angin neraka yang 39:06 sayup sepoi. 39:08 Dan apakah orang yang masuk neraka itu 39:11 termasuk sudah takdir dari Allah? Ya, 39:15 Ustaz. Terima kasih. Iya. 39:19 Kalau orang mengatakan bahwa hidup itu 39:21 pilihan 39:22 benar, tapi yang menjadi pilihan itu 39:26 pilihan yang benar agar kita memilih 39:29 jalan yang benar, bukan jalan yang 39:30 salah. 39:32 Allah sudah melengkapi kita berkolak 39:34 kali saya sampaikan di radio ini, di TV 39:36 Rasil 39:38 ini bahwa Allah melengkapi kita 39:41 menjadikan manusia seindah-indah 39:44 ciptaan. Diberikan akal budi, diberikan 39:49 kecerdasan sehingga dia bisa 39:51 berpikir dengan akal budi. Dia bisa 39:54 memilah dan memilih mana yang benar, 39:56 mana yang salah. 39:58 Dia sudah diberikan hati nurani untuk 40:00 memberikan mengendapkan kesadaran kita 40:03 ketika kita menghadapi masalah sehingga 40:05 dia mampu mengambil sebuah kesimpulan 40:08 yang 40:11 benar. Tapi di sisi lain memang ada 40:13 gejola nafsu yang nafsu itu sebenarnya 40:16 sebagai perangkat agar manusia 40:19 mampu menjadi dorongan orang melakukan 40:22 perbuatan atau pekerjaan-pekerjaan besar 40:25 yang harus diselesaikan oleh manusia. 40:27 sebagai khalifatullah di muka bumi. Tapi 40:30 kalau tidak dikendalikan 40:32 bahaya. Maka kadang gejola nafsu yang 40:34 tidak dikendalikan bisa mempengaruhi 40:38 menutup hati 40:40 nurani dan memandulkan akal 40:45 budi. Dia hanya melihat dengan 40:48 penglihatan syahwat. 40:50 berpikir. Berpikir orientasinya pada 40:54 kesenangan, pada duniawi semata-mata, 40:57 kenikmatan sesaat, lupa 41:02 akhirat. Kemudian karena sudah lengkap 41:05 begitu, bahkan ditambah lagi diturunkan 41:07 wahyu yang dibentangkan peta hidup, 41:10 ditunjukkan jalan kebaikan jalan 41:12 keburukan dan diberi tanda lagi ini 41:14 jalan ke surga ini jalan kemuliaan. 41:18 Lihat tanda anak panah seperti perboden 41:20 petunjuk 41:21 jalan. Di sisi lain memang ada 41:24 jalan-jalan ke neraka di depan 41:26 kita terhampar itu jalan-jalan 41:29 kesesatan, jalan kebinasaan, jalan 41:32 kecelakaan, jalan kehancuran, jalan 41:35 neraka. Tapi oleh Allah dikasih 41:36 perbuatan ini jalan jangan kau lewati 41:39 ini, jangan kau lewati ini, jangan kau 41:41 lewati yang kau lewati ini, ini menuju 41:43 kebahagiaan. Jelas sekali. 41:47 Nah, oleh karenanya kita diberikan hak 41:50 merdeka untuk 41:52 memilih. Silakan 41:55 pilih. Tapi 41:58 konsekuensi resiko tanggung sedih atas 42:01 apa yang dia pilih. Nah, memaknai takdir 42:05 bahwa takdir itu adalah segala sesuatu 42:09 di muka bumi memang benar. tidak terjadi 42:13 kecuali dengan ketentuan 42:17 Allah. Tapi jangan lupa ada takdir yang 42:19 disebut dengan kepastian dari Allah yang 42:22 tidak ada 42:24 pilihan. Tapi ada takdir yang disebutnya 42:26 ada takdir pilihan. 42:30 Misalnya ketentuan 42:33 Allah, yaitu kita lahir dari orang Jawa, 42:37 lahir dari orang Sunda, lahir dari ayah 42:39 ibunya petani. Kan kita gak bisa 42:43 milih. Kalau boleh milih mungkin kita 42:45 pengin jadi anaknya Jokowi, anak 42:48 presiden atau anak ratu, menjadi orang 42:50 yang anak konglomer. Kita enggak bisa 42:52 milih. Warna kulit kita juga kita enggak 42:55 bisa milih. Tahu-tahu terima. Jadi 42:58 maunya si yang kuning langsat, yang 42:59 putih kemerah-merahan, rambutnya ikal 43:02 mayang. Eh, keluar rambutnya keriting 43:07 alang-alang. Ya, jadi itu gak bisa. 43:10 Tetapi terhadap hal-hal yang bersifat 43:12 sayar ini kita tidak ee mendapatkan 43:18 tidak mukalaf. Artinya tidak dibebani 43:20 dengan tanggung jawab, tidak disiksa dia 43:23 karena anaknya orang Jawa. 43:26 tidak disiksa karena dia orang Asia, 43:28 tidak disiksa oleh karena orang Sumatera 43:31 dan seterusnya juga tidak disiksa karena 43:34 kulitnya menjadi hitam. Ee kulitnya 43:36 hitam, kulitnya putih. Gak 43:38 ada. Enggak enggak akan ditanya itu soal 43:41 itu. Tapi ada takdir disebut takdir 43:44 khiarah. 43:46 Pilihan. Kalau mau minum ya ambil. Ambil 43:50 air, gelas diminum. 43:52 bermain air basah, 43:55 bermain bermain api panas, bahkan bisa 43:59 terbakar. Kalau ingin kita basah, ya 44:03 nyemplung ke 44:05 air. Tapi kalau ingin kebakar ya jangan 44:08 nyemplung ke 44:10 air. Ingin api ya jangan ke 44:13 air. Nah, surga dan neraka ini pilihan 44:16 karena Allah sudah memberikan modal 44:17 begitu hebat pada manusia. 44:20 Nah, jadi kalau dia masuk neraka takdir, 44:22 tapi takdir atas pilihannya 44:25 sendiri. Dia ke surga atas takdir benar 44:28 kan gak bisa tak tanpa takdir Allah gak 44:31 mungkin. Tapi itulah pilihannya. Namanya 44:34 takdir yang disebut takdir 44:36 khiarah. Jadi jadi pelacur itu takdir, 44:39 jadi maling juga takdir. Tapi takdir 44:42 atas pilihannya sendiri. Karena hidup 44:45 itu ada sebab dan 44:47 akibat. Wallahuam. 44:50 Baik, berikutnya dari Ibu Aminah. 44:52 Asalamualaikum, Ustaz. Waalaikumsalam 44:54 warahmatullahi wabarakatuh. Semoga Ustaz 44:56 dan Kru Rasil selalu dirahmati Allah. 44:59 Amin. Amin. Allahum amin. Bagi 45:03 saya yang hidup di lingkungan komplek 45:07 perumahan, Ustaz, kalau silaturahim ya 45:10 paling seminggu sekali di majelis taklim 45:12 saja. 45:14 Kalau sama tetangga ya bertegur siapa 45:18 yang akrab saja 45:21 insyaallah hati kita baik kok. 45:24 Tapi terkait dengan bersilaturahim ini 45:27 mohon pencerahannya Ustaz 45:30 ya. Silaturahim itu maksudnya menyambung 45:33 kasih 45:34 sayang, mengikat 45:38 persaudaraan, ber apa ya? 45:42 beraktivitas bersama, guyub, rukun, 45:47 semua atas dorongan keikhlasan hatinya. 45:50 cinta kasih sayang menebarkan kasih 45:53 sayang kepada sebanyak-banyak manusia 45:56 yang dia kenal tentunya dan 45:58 mampu. Jangan cuek karena tetangga kan 46:01 enggak pernah kenal ya sudah masa bodoh. 46:04 Bahkan 46:05 diperintahkan kita misalnya supaya 46:08 mengikat 46:10 persilaturahim tadi melewati misalnya 46:13 kita datang dengan bawa apa yang di 46:16 rumah banyak sama tetangga. Bu, ini ada 46:19 alhamdulillah sedikit makanan katanya 46:22 boleh barangkali bisa nyicipin ya. Itu 46:25 kan juga menambah kasih. Terus yang 46:27 diberi juga akan memberikan balasan 46:29 karena diperintah balaslah pemberian 46:31 orang lain minimal yang 46:34 setimpal. Akan lebih baik kalau yang 46:37 diberikan balasannya lebih baik dari 46:40 yang dia berikan. Kalau enggak bisa, 46:42 bagaimana? Kalau enggak bisa doakan dia. 46:45 Coba. Ini kan luar biasa. 46:48 Nah, jadi guyub rukun 46:51 keakraban tentu saja yang mampu yang 46:54 dekat yang bisa. Tapi jangan sama sekali 46:57 kita ini tidak tegur 47:00 siapa, tidak tolong-menolong, tidak 47:03 gotong-royong, tidak ada ikatan apa 47:05 namanya menebar kasih yang di antara 47:07 kita. Itu yang maksudnya. Karena kita 47:09 hidup berinteraksi terhadap sesama. Maka 47:12 dalam agama Islam itu menjadi parameter 47:15 baiknya seseorang, mulianya seseorang 47:18 akan ditentukan hablum minallah, 47:20 bagaimana hubungan dia kepada Allah, 47:23 ibadah dia kepada Allah, cinta dia 47:24 kepada Allah, ketaatan dia kepada Allah. 47:27 Tapi yang kedua adalah bagaimana 47:29 hubungan kepada sesama manusia. Ini 47:31 menjadi parameter. Akhlaknya baik, tutur 47:34 katanya menyenangkan, tidak merugikan, 47:36 tidak mengganggu dan sebagainya. 47:40 Itu maksudnya yang dimaksud dengan 47:41 silaturahim insyaallah. Wallahuam. Ya, 47:44 terima kasih untuk Mbak Rotno di Pondok 47:48 Gede yang sudah bersama-sama kami, Mas 47:52 Harsojo dan juga Ibu Darma. Pertanyaan 47:55 dari Mbak Mila Maimun Maimuin. 47:59 Asalamualaikum, Ustaz. Waalaikumsalam 48:01 warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih 48:03 tausiahnya dan nasihatnya. Semoga akan 48:06 menambah ketebalan keimanan, dan 48:09 pendengar-pendengar yang lain 48:11 juga. Salat itu kan tiang agama, Ustaz. 48:15 Salah satu amalan yang pertama yang akan 48:18 ditanya salatnya. Baiknya salat akan 48:21 menyelamatkan seseorang itu dari neraka. 48:24 Begitukah, Ustaz? Kenapa penting juga 48:26 manusia untuk salat di samping itu? 48:29 Bagaimana dengan zakat, infak, haji, dan 48:32 lainnya? Terima kasih jawabannya, Ustaz. 48:35 Ya. Ya. Melihat sesuatu tentu tidak bisa 48:40 berdiri 48:41 sendiri-sendiri. Kalau kita sebut 48:43 sebagai misalnya rumah ya tentu rumah 48:45 tidak hanya tiang saja. Ada tiangnya 48:48 maksudnya tentu ada 48:50 temboknya. Kalau dia salat tentu salat 48:53 itu ada aplikasinya, ada konsekuensinya. 48:57 Makanya diajarkan dalam salat berjamaah 49:00 yang harus diterapkan dalam interaksi 49:03 sebagai makhluk sosial di luar 49:06 masjid. 49:08 Misalnya kompak kita 49:11 terpimpin karena ada imam salat 49:14 berjamaah. Gerakannya sama, rukuknya 49:18 sama, sujudnya sama, tidak peduli apakah 49:22 jenderal apa koperal sama. ini ngajarkan 49:24 kepada kita tentang 49:27 persamaan. Demikian juga ketika kita 49:31 duduk salat berjamaah kan persyaratannya 49:33 rapat, safnya lurus dan rapat. Makanya 49:36 imamnya salat memberikan komando sawu 49:39 sufufakum. Luruskan dan rapatkan 49:41 barisan. 49:43 itu tengoro isyarat di situ harus kita 49:47 terjemahkan dalam interaksi sosial di 49:50 kehidupan masyarakat menjadi orang yang 49:53 selalu rapi, gotong-royong, guyub, rukun 49:57 ya dan persamaan sesamanya saling 50:00 menguntungkan. 50:02 Demikian juga soal zakat, soal haji, 50:04 soal semuanya itu sebenarnya menyatu. 50:07 Satu dengan yang lain saling berkelendan 50:09 tidak ada bisa dilepaskan satu dengan 50:12 yang 50:12 lain. Jadi setiap ibadah itu ternyata 50:17 harus ditopang oleh yang lain dan juga 50:20 harus diterjemahkan dalam apa kehidupan 50:24 real dengan dua dimensi tadi. Hablum 50:27 minallah dan hablum minannas. Wallahuam. 50:31 Iya. 50:31 Untuk pertanyaan berikutnya dari Mas 50:34 Naro Ahmad. Mudah-mudahan bulan depan 50:37 tausiah bahasa jawi akan muncul kembali 50:40 insyaallah ya kalau enggak ee tahun ini 50:43 juga. Asalamualaikum Ustaz. 50:46 Waalaikumsalam warahmatullah. Mugi-mugi 50:48 kula saged mangertos kados pundi Gusti 50:50 Allah lan Kanjeng Nabi Muhammad 50:53 ngambaraken suargo lan 50:55 neroko. Mbok menawa tasih kathah nggih 50:59 piantun ingkang sibuk kalian dunyanipun 51:03 mergo mboten 51:04 mangertos 51:06 informasi-bahan suargo lan neroko menapo 51:09 kados mekaten, Ustaz? Matur nuwun. Heeh. 51:14 Kalau hari ini masih tidak mengerti ya 51:19 masyaallah. Kalau zaman dulu mungkin 51:21 karena komunikasi masih sangat 51:25 terbatas dan terhadap orang-orang yang 51:27 tidak sampai dakwah kepada dia sehingga 51:30 dia tidak mengerti nanti urusannya Allah 51:32 itu yang ngurus tuh. Apakah mau diampuni 51:35 apakah dan sebagainya. Tapi kalau 51:37 sekarang tidak 51:38 ngerti soal agama itu mungkin bukan soal 51:42 tidak ngerti, tidak mau 51:44 ngerti, tidak mau nelaah, tidak mau 51:47 tafakur. Apa sih arti hidup ini? Sudah 51:50 hidup ini mau ke mana? Makanya orang 51:53 mati itu sebenarnya juga pelajaran. 51:56 Dua peringatan yang ber yang diucapkan 51:59 yang berkata dan yang diam. Yang berkata 52:03 yang mana? Yaitu Al-Qur'an. 52:06 Petunjuk 52:07 hudalinas, petunjuk bagi manusia lengkap 52:10 dalam Al-Qur'an. Ada lagi yang diam 52:13 yaitu yang 52:14 mati. Kita ketika melihat orang mati 52:16 mestinya kita berpikir karena kita punya 52:18 akal, punya pikiran, punya kecerdasan. 52:20 Lah kok mati? Sing apane? Jantungnya 52:24 masih ada, ginjalnya masih ada, livernya 52:27 masih ada, ususnya masih ada, kepalanya 52:29 masih ada. Lah kok mati? Sing hilang 52:32 apane? 52:33 Terus kenapa itu bisa mati? Terus sudah 52:35 mati itu mau ke mana dan sebagainya. Itu 52:38 jawabannya hanya dengan agama bisa. Maka 52:40 kita menjadi tafakur, oh kalau gitu kita 52:43 pun akan kembali kepada Allah. Lalu 52:45 bagaimana ilmunya? Bagaimana bekalnya? 52:49 Maka dia kemudian belajar soal agama 52:51 dengan benar. Jadi kalau kita mau 52:54 mengerti insyaallah gak ada alasan kalau 52:57 hari ini. Tapi kalau masa lalu yang 52:59 zaman pra apa belum ada tengoro belum 53:03 ada apa dan seterusnya itu mungkin 53:06 Allahlah urusannya itu. Apakah diampuni, 53:09 apakah mau masasuk masukkan surga itu 53:11 memang urusannya urusan Allah. 53:13 Wallahuam. 53:15 Baik saya lanjutkan kembali dari Mas 53:17 Haryo Suryo. Asalamualaikum Ustaz. 53:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 53:22 wabarakatuh. Kalau saya salat selalu 53:24 terbayang atau melihat wajah saya di 53:27 saat apapun apakah salat saya ini benar, 53:31 Ustaz? Terus kalau kita sudah baik 53:34 dengan seseorang, tapi orang itu masih 53:36 saja kurang baik dengan kita, bagaimana 53:39 sikap kita? Matur nuwun, Kiai. Mugi 53:42 tansah keberkahan. Amin. Amin. Ketika 53:47 kita 53:48 salat, kita seolah-olah melihat 53:52 Allah. Jadi, jangan bayangan kita, guru 53:58 kita, kekasih kita, idola kita, jangan. 54:02 Tapi kita sudah menghadap Allah. Ya. 54:05 Jadi kita kata Nabi apa? Seolah-olah 54:08 kamu lihat Allah. Makanya iman, Islam 54:11 ihsan. 54:12 Jadi, seolah-olah ketika kita sedang 54:14 beribadah, kamu bisa melihat Allah. 54:17 Kalau tidak, kita merasa diawasi oleh 54:20 Allah. Jadi, jangan membayangkan selain 54:23 daripada Allah Subhanahu wa taala. Dan 54:25 Allah juga jangan dibayang-bayangkan 54:27 seperti makhluk karena walam yakul lahu 54:30 kufuwan ahad. Ini yang pertama. Yang 54:35 kedua, apa namanya tadi sudah baik sama 54:39 orang, orangnya masih aja jelek gitu. 54:42 Kalau istilah seperti yang sering saya 54:44 sampaikan, ada istilah bahasa Jawa yang 54:46 mengatakan sing waras 54:49 ngalah. Jadi jangan ikut-ikutan enggak 54:53 waras. Kalau ada orang salah kemudian 54:56 kita menegur dia tidak terima tapi 54:58 dengan cara yang 55:00 salah. Nah, ini kan enggak benar. Tetap 55:03 kita pada posisi yang benar. Biarkan 55:07 orang lain membenci kita, kita jangan 55:09 ikut membenci 55:12 dia. Maka ketika orang kita sudah 55:15 berbuat baik itu insyaallah dapat 55:17 pahala. Pahala silaturahim dicintai oleh 55:20 Allah Subhanahu wa 55:21 taala. Kemudian ketika dia orangnya 55:24 masih belum baik pada kita, itu urusan 55:27 dia band wae enggak usah diurusi. Nah, 55:30 ketika dia benci sama kita, berarti 55:34 kebaikan-kebaikan apa? dosa-dosa kita 55:36 itu terkurangi oleh karena keburukan 55:40 dia. Sedangkan dia melakukan itu seperti 55:43 air susu dibalas dengan air tubah. Itu 55:46 berarti dia seperti apa? Memakan api 55:51 bara api neraka sendiri. Makin banyak 55:53 berarti makin tersiksa dia. Nah, jadi 55:56 ini tetap yang waras ya itu yang akan 55:59 bergas ya. Yang sehat, yang baik dia 56:02 akan tetap mendapatkan yang baik. Jadi 56:05 jangan ikut salah, ikut ngawur. Kita 56:08 biarin dia melakukan itu. Kalau bisa 56:11 kita 56:12 ingatkan kita silaturahim, masyaallah 56:15 baik. Biar dia marah mau ngomong apa, 56:18 mau tidak suka, itu urusan dia pada 56:19 Allah. Jangan mengurangi kebaikan yang 56:22 atau sikap baik kita terhadap siapapun. 56:24 Wallahuam. Iya. Dan kita sudah ada di 56:27 penghujung, Ustaz akan rangkum bahasan 56:30 kita pagi ini. Silakan, Ustaz. Ya. 56:33 Alhamdulillah. 56:35 Ay ikhwah 56:37 rahimakumullah. Tadi amalan yang bisa 56:40 mendekatkan ke surga dan menjauhkan kita 56:43 dari 56:44 neraka. 56:46 Ta'budullaha wala tusriku bihi saian 56:49 wqimus shata wat 56:52 zakata 56:55 walasil sh. Apa tadi? Silaturahim ya. 57:01 Menghubungkan silaturahim di antara 57:03 kita. Wat 57:04 tahsilur, menghubungkan silaturahim 57:07 kepada 57:08 sesama di manaun kapanpun terhadap 57:11 sesama kita selalu menjadi orang yang 57:15 bahkan memberikan manfaat terhadap 57:16 banyak 57:18 orang. Bahkan dalam hadis 57:21 qudsi Allah nyatakan ini sebagai penutup 57:25 yang ada kaitan dengan silaturahim, 57:27 interaksi kepada sesama. 57:30 Allah berfirman melewati hadis 57:34 qudsi, "Haqat mahabbati lil 57:37 mutahabbina 57:40 fi kecintaanku aku 57:44 tetapkan, aku nyatakan aku tetapkan 57:47 kecintaanku kepada siapa?" lil 57:50 mutahabbina fi bagi orang yang saling 57:54 menyayangi tapi itu dilakukan karena 57:57 aku, kata Allah. Jadi bukan karena 57:59 pamrih, bukan karena udang dibalik batu, 58:02 bukan karena ada maksud-maksud tertentu. 58:05 Jadi murni karena Allah. Ini yang 58:07 pertama saling menyayangi karena Allah. 58:11 Yang kedua, wahaqot mahabbati lil 58:14 mutawasilina 58:16 fiha. Aku tetapkan kecintaanku kepada 58:19 siapa? Orang-orang yang saling 58:22 bersilaturahim, menyambung kasih sayang. 58:26 Coba enak sih sebenarnya. Ya Allah. Jadi 58:29 umat Nabi Muhammad itu dimanjakan benar. 58:31 Ini Allah yang menyayangi ketetapan 58:34 Allah. Wahaqot mahabbati lil 58:38 mutanasihina 58:41 fiha. Kecintaanku aku tetapkan pada 58:44 orang yang saling memberikan nasihat 58:47 karena aku. Dan temannya salah kita 58:50 tegur dengan baik. Yang ditegur menerima 58:53 mengucapkan terima kasih. Masyaallah ya. 58:56 Saling 58:58 menasihati. Yang keempat adalah wa 59:00 haqqat mahabbati lil mutazawirina 59:05 fiha. Kecintaanku aku tetapkan untuk 59:08 orang yang saling 59:10 mengunjungi. Duh lama ni kangen ni. Ayo 59:13 silaturahim ke sana ke rumahnya. 59:15 Masyaallah kebetulan di rumah ada baru 59:17 aja panen rambutan. Bawa rambutan tidak 59:20 seberapa, tapi akan menyambung kasih 59:23 sayang di antaranya. 59:25 Dan yang terakhir adalah wahaqot 59:28 mahabbati lil mutabadilina fiya. Aku 59:32 tetapkan kecintaanku bagi orang yang 59:34 saling 59:36 memberi. Memberi itu gak mesti 59:39 materi. Berdoa untuk dia juga memberi, 59:43 mi nasihat juga memberi, memberi salam 59:46 juga memberi, memberi senyuman juga 59:50 memberi. Ya, tergantung apa yang ada 59:52 pada kita. Kalau orang kaya ya jangan 59:54 sudah kan senyum juga kan cukup, enggak 59:56 usah memberi uang ya. Bukan maksudnya 59:59 justru apa yang ada pada kita itulah 1:00:02 kesempatan jadikan satu alat untuk 1:00:04 melahirkan atau menjadikan turunnya 1:00:06 rahmat dan kasih sayang kepada kita. 1:00:09 Wallahuam. Mudah-mudahan bermanfaat. 1:00:11 Mohon maaf segala kekurangan kekeliruan. 1:00:14 Wabillahi taufik wal hidayah. 1:00:16 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:00:17 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:00:19 warahmatullahi wabarakatuh. 1:00:22 Mudah-mudahan dengan salat dan syahadat 1:00:24 yang kita lakukan sepenuh hati, sepenuh 1:00:26 rasa, kita akan mampu memunculkan juga 1:00:30 rasa kasih sayang, kemudian juga senang 1:00:33 bersedekah dan bersilaturahim. 1:00:36 Mudah-mudahan kita bukan menjadi seperti 1:00:38 yang tadi ustaz bilang ya, hamba yang 1:00:41 paganisme. Tolong ukur kita lagi-lagi 1:00:44 hanya uang dan keuangan ada di yang maha 1:00:50 ber apa? berkuasa. Ya, mudah-mudahan 1:00:54 kita semuanya bebas dari apa yang kita 1:00:56 cemaskan tadi. Mudah-mudahan juga hari 1:00:59 ini Allah akan semakin mengukuhkan 1:01:03 langkah kita untuk berada di jalan dalam 1:01:09 keistikamahan di jalannya. 1:01:12 Subhanakallahumma 1:01:14 wabihamdika astagfiruka la ilaha illa 1:01:16 anta wa atubu ilaih. Billahi taufik wal 1:01:19 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullah 1:01:22 wabarakatuh. 1:01:32 [Musik]