Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin
- wabihi nastain wa ala umurid dunya
- waddin wasalatu wasalamu ala asrofil
- iyaai wal mursalin wa ala alihi
- wasohbihi ajmain. Ashadu alla
- ilahaillallah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli
- wasallim wabarik ala nabiyana muhammadin
- waa alihi wasohbihi ajmain. Qallahu
- taala fil quranil karim.
- Aubillahiminasyaitanirjim.
- Innallaha wa malaikatahu yushalluna alan
- nabi. Ya ayyuhalladzina amanu shu alaihi
- wasallimu taslima. Sadaqallahulim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Masih
- dipancarkan dari jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Cibubur Bekasi
- Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang
- dimuliakan Allah Subhanahu wa taala.
- Bagaimana kabar Anda di Jumat sore ini?
- Semoga Allah senantiasa memberikan
- kesehatan di mana pun akwat [berdehem]
- akhwat berada.
- Amin.
- Senang sekali saya Fauzi Ridanul Haq
- ditemani oleh Neza dan juga Yusuf
- Subangkit dapat kembali menemani ikhwan
- akhwat dalam program tausiah sore edisi
- Jumat 21 Syawal 1447
- Hijriah dan juga bertepatan dengan
- tanggal 10 April 2026. Alhamdulillah
- bersama guru kita almukaram Ustaz Ahmad
- Shoh. Beliau sudah hadir bersama kita.
- Kita sapa guru kita terlebih dahulu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sehat, Ustaz?
- Alhamdulillah sihah walfi atas doa dari
- semuanya dari ikhwan dan akhwat.
- Taqabbullah minum ustaz.
- Takbul karim. Masyaallah. Alhamdulillah.
- Baik ikhwan akhwat. kita ee selepas
- bulan Ramadan ini dalam
- ee bulan Syawal kita baru pertama kali
- siaran langsung dengan Ustaz Ahmad
- Saleh.
- Naam.
- Iya. Baik ikhwan akhwat. Semoga kajian
- ini dapat menemani Ikhwan Akhwat dalam
- segala aktivitas di Jumat sore. Ini
- merupakan salah satu waktu yang mustajab
- dari asar sampai magrib insyaallah. nam
- dengan bertauballah dengan kajian-kajian
- yang mendekatkan diri kepada Allah yang
- insyaallah akan disampaikan oleh Ustaz
- Ahmad Saleh. Baik, Ikhwan Awat ee
- terakhir di bulan Ramadan Ustaz Ahmad
- Saleh telah membahas sama-sama
- memberikan ilmu kepada kita tentang
- kembali kepada fitrah. Insyaallah pada
- bulan Syawal ini Ustaz Ahmad Saleh masih
- akan membahas tentang
- yaitu dengan tema kembali dekat kepada
- Allah. Masih sesuai dengan kembali
- kepada fitrah yang lalu. Namun
- sebelumnya bagi ikhwan akhwat yang ingin
- berpartisipasi yang ingin menyampaikan
- pertanyaan dapat mengirimkan di
- 0811999720.
- Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi
- dengan ustaz dapat menghubungi langsung
- di 0218451512.
- Semoga apa yang akan disampaikan ilmunya
- oleh Ustaz Ahmad Shih bermanfaat buat
- ikhwan akhwat serta keluarga besarnya,
- putra-putrinya tentunya sebagai bekal di
- masa yang akan datang. Baik ikhwan
- akhwat. Mari kita simak dan dengarkan
- ilmu yang akan disampaikan oleh Ustaz
- Ahmad Saleh tentang kembali dekat kepada
- Allah. Tafadol Ustaz.
- Alhamdulillahi
- hamdan katsiron thayiban mubarokan fih
- kama yuhibuna
- waard.
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluhu wa innahu la nabiya
- ba'dah. Allahumma sholli wasallim
- wabarik ala nabiyina Muhammadin wa ala
- alihi wasohbihi ajmain. Amma ba'd.
- Ikhwan dan akhwat pendengar radio
- silaturahim serta pemirsa Rasil Visual
- di mana pun berada. Alhamdulillah kita
- berjumpa lagi di 10 hari terakhir di
- bulan Syawal. Kalau kita kemarin mencari
- lailatul qadar di 10 terakhir bulan
- Ramadan e qadarullah sekarang kita sudah
- sampai juga di 10 hari bulan Syawal.
- Masyaallah.
- Syawal yakni ee peningkatan gitu loh ya.
- Kenapa peningkatan? Karena memang kita
- selama Ramadan ditempak dididik dengan
- kurikulum yang mampu mengantarkan dekat
- kembali kepada Allah. Kenapa kembali
- dekat kepada Allah? Naam. Karena
- sebelumnya kita jauh dari Allah. Kenapa
- jauh? Karena di dinodai oleh maksiat,
- dinodai oleh kelalaian-kelaian.
- Faasbahna. Maka jadilah kita baid
- minallah, jauh dari Allah.
- Tuh. Jadi semakin maksiat, semakin lalai
- dari Allah, berarti semakin jauh dari
- Allah. Nah, supaya kembali dekat yaitu
- taat kepada Allah. Tubu ilallah.
- Bertobatlah kepada Allah. Dengan tobat
- itu taqarub.
- Qoraba yuqorbut. Taqarub kembali dekat.
- Jadi taqarub itu upaya pendekatan diri
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Kita
- rasakan di bulan Ramadan itu dipenuhi
- dengan ibadah
- ya, ibadah taswirah maupun ibadah
- sosial, ibadah maknawiah.
- ibadah-ibadah taswiriah, ibadah
- ibadah-ibadah simbolis
- ya mulai dari misalnya salat ya sudah
- dilakukan berjamaah di masjid bagi
- ikhwan ya bagi akhwat juga ada yang di
- masjid ada yang di rumah kan begitu.
- Nah, maka pendekatan-pendekatan itu
- selama sebulan penuh itu dihiasi terus
- dengan pendekatan diri kepada Allah.
- salat sunahnya yang biasanya tidak
- dilakukan dilakukan yang tadinya jarang
- salat salat malam melakukan salat malam
- khususnya salat tarawih. Nah, meskipun
- tarawih kan ee debat table ya tarawih di
- kita ini bakda isya karena kemudian tapi
- kemudian kita dapat memahami, dapat
- memaklumi karena ada cantolannya gitu
- loh kepada ijtihadnya Umar bin Al
- alkhattab gitu. Nah, terlepas dari apa?
- Terlepas dari praktik-praktik
- variasi. Jadi begini, dalam syariat
- Islam itu Rasul kadang mencontohkan yang
- paling ee apa ee ee garis paling rendah,
- tapi juga Nabi mencontohkan garis batas
- yang paling tinggi.
- Masyaallah
- gitu ya. Nabi contohkan kadang atau
- kadang Nabi mencontohkan garis yang
- paling tinggi tapi membiarkan para
- sahabatnya melakukan garis paling
- rendah.
- Gitu ya. Misalnya begini.
- Nabi memberikan contoh salat malamnya
- itu
- antara 11 dan 13 dalam satu riwayat ya.
- Misalnya 11 rakaat tapi sampai
- bengkak-bengkak.
- 11 rakaat sampai bengkak-bengkak
- berjam-jam lagi gitu ya.
- Itu yang paling paling apa namanya?
- Paling tinggi.
- Kemudian ada pertanyaan, "Gimana, Ustaz,
- kalau saya salat tahajudnya cuma dua
- rakaat?"
- Iya.
- Nah, gitu ya. Ah, itu berarti batasan
- paling rendah. Jaiz boleh. Atau witir
- aja satu rakaat tiap malam. Nam
- masih dalam batasan.
- Masih dalam batasan. Jadi kadang kita
- perdebatan itu bukan perdapat diterima
- atau tidak. Perdatan ini ada afdoliah
- i
- keutamaan.
- Ah, saya mah jarang salat tahajud,
- jarang juga salat witir. Sekarang tiap
- malam saya cuma serakaat.
- Seperti Utsman bin Affan pernah
- melakukan salat sepanjang sepanjang
- malam suntuk cuma satu rakaat
- tapi mengkhatamkan Quran.
- Satu rakaatnya mengkhatamkan Quran. Kita
- mah sudah 11 rakaat, juz 30 juga tidak
- khatam, kan begitu. [tertawa] Nah, jadi
- nah itu kalau kita
- ee apa namanya? Juz 30 tidak khatam itu
- adalah batas minimal.
- Jadi sesuatu yang dibolehkan gitu loh
- ya. Apa bahkan utama juga bagi kalangan
- kita utama itu gitu loh. Tapi kalau kita
- mau membandingkan dengan para sahabat
- Nabi ya tidak sebanding gitu loh. Maka
- oleh sebab itu sahabat apa di antara
- kita di antara jemaah bertanya,
- "Ustadz,
- mana yang lebih baik tarawih itu
- bacaannya panjang tapi bagus?
- atau bacaannya pendek tapi bagus.
- Maksudnya apa? Iya. Salat tarawih
- berjamaah di masjid. Bagusan mana tuh?
- Bagusan baca ayatnya panjang-panjang
- tapi bagus atau pendek-pendek tapi
- bagus?
- Jawaban mana pun benar
- karena bagus.
- Iya. Jawaban mana pun benar. Tapi kalau
- di kita sekali di kita ya berarti aglabu
- aksaru keuman
- itu lebih baik pendek-pendek tapi bagus
- tuh gitu ya. Pada kalau kita sepakat
- misalnya ada satu komunitas
- mereka enggak pengin itu bacaannya
- pendek-pendek. Aduh sayang ini
- kesempatan munajat kepada Allah.
- Cobalah yang panjang hafiz Qurannya jadi
- imamnya.
- Jadi satu apa? Satu rakaat itu misalnya
- katakanlah ya, katakanlah satu apa
- namanya ee satu hari atau satu malam itu
- satu juz.
- Iya.
- Atau seperti tadi kata para sahabat satu
- malam itu khatam Quran.
- Masyaallah
- gitu ya. Ya, kalau sepakat sekali lagi.
- Nah, jadi kalau sepakat satu malam
- khatam Quran.
- Ah, misalnya terlalu berat. Meskipun ada
- di kalangan kita ada itu yang baca apa
- namanya? Satu malam khatam Quran satu
- ada. Ah, saya ke Pak ini terlalu ini di
- kita mah belum seperti itu ya. Sudah
- satu juz satu hari jadi khatam Ramadan
- khatam Quran gitu loh ya. Tapi aduh saya
- mah juz 30 aja.
- Satu harinya juz 30 terus diulang-ulang
- gak apa-apa. Nah, pertama begini. Kenapa
- kita membolehkan atau batasan minimalnya
- pendek-pendek bacaannya pendek-pendek
- tapi khatam? Karena banyak orang awam
- yang ingin salat tarawih.
- Sementara orang awam enggak punya banyak
- hafalan,
- inginnya dipandu oleh imam. He.
- Nah, maka kemudian tadi tuh, maka oleh
- sebab itu di komunitas tertentu tuh ada
- salat malamnya dua waktu. Ada yang bada
- isya itu bagi orang-orang yang tidak
- punya waktu bangun apa sepertiga malam.
- Nanti sepertiga malam bangun lagi. Beda
- lagi imamnya, beda lagi gitu loh. Jadi
- ee jadi isinya bukan perkara bidah.
- Bahkan jika bakda isya sudah melakukan
- juga kemudian di sepertiga malam atau
- dua per3 malam ingin melakukan lagi
- falyatafadol masykur gitu loh ya. Jadi
- sekarang analisa-analisa terhadap ini
- tuh aduh menarik. Jadi pada akhirnya lah
- kenapa ribut ramai masalah bidah bidah
- gitu. Ternyata setelah diteliti dihayati
- aduh masyaallah ternyata itu kesempatan
- tuh gitulah ya. Oke. Baik. Nah, jadi
- seperti itu gambarnya. Jadi, Nabi
- memberikan contoh yang e jadi kadang
- Nabi tidak saklak, tidak fikihnya tuh
- tidak satu.
- Kadang bermacam-macam fikihnya.
- Gitu. Pertanyaannya begini. Misalnya kan
- penelitian-penelitian yang sudah
- dilakukan
- misalnya apa? Kalau talak terus kemudian
- apa? mencium istri di waktu puasa kan
- sudah sering ya. Nah, termasuk tadi
- salat tahajud. Nah, kalau kemudian bakda
- isya, latihan bakda isya itu adalah
- kemudian menuju kepada ee apa arahan
- Umar bin al-Khattab. Umar bin Khattab
- sendiri tidak melakukan salat tarawih
- bada isya. Beliau itu melakukannya
- tengah tengah malam sama karena memang
- itu yang utama. yang afdali adalah
- tengah malam
- gitu. Dan kita tidak pernah menemukan
- Nabi mengumpulkan para sahabat untuk
- salat tarawih gitu loh. Tapi Nabi
- sendiri salat tarawihnya malam bahkan
- sembunyi-sembunyi. Tapi sahabat ada yang
- tahu ikut berjamaah. Akhirnya kemudian
- setelah 3 hari ah ikut berjamaah Nabi
- kemudian tidak datang lagi ke masjid.
- Kenapa? khawatir
- diwajibkan. Itu salah satu alasan.
- Khawatir diwajibkan tuh sesungguhnya ya
- kalau diteliti banyak lagi alasannya.
- Nah, gitu ya. Nah, ketika kita sudah
- terbiasa itu ya ee kesalehan-kesalehan
- tadi itu apa? Taswiriah simbolik ya. Kes
- ruku sujud gitu ya. Heeh. Kemudian
- kesalehan yang mengantarkan kesalehan
- sosial juga dibiasakan. ngasih makan
- orang berpuasa
- ya, ngumpulkan orang-orang misalnya ini
- buka bersama, buka puasa bersama kan
- kemarin sudah dibahas secara ini buka
- persamaan ya tidak tapi kalau kemudian
- ada orang lewat eh sini sini sini buka
- puasa dulu aja dibuka bersama gitu loh
- ya jadi bukan persoalan antara bidah dan
- bukan bidah tuh buka puasa bersama itu
- gitu loh ya bagaimana meningkatkan
- kebaikan jadi kebaikan-kebaikan yang
- dibangun
- di waktu ee syahru Ramadan mengakibatkan
- menjadi kebiasaan, menjadi akhlak. Nah,
- maka kita menjadi dekat kembali kepada
- Allah Subhanahu wa taala karena dengan
- akhlak yang takwa tadi. Jadi, oleh sebab
- itu sekali lagi ee segala bentuk macam
- segala macam bentuk peribadahan
- itu mesti tidak simbolis.
- haji. Ah, bukan hanya pergi ke ke
- Makkah, ke Madinah. Sudah, bukan bukan
- itu. Mesti ada tujuannya.
- Mesti ada tujuan yang harus dicapai yang
- berbekas dalam akhlak di mana-mana itu.
- Iya,
- mau haji, mau puasa gitu ya. Termasuk
- adalah namanya simbolis kurban. Kalau
- kurban memang, tapi juga ee kalau tadi
- ee apa ibadah-ibadah biasa adalah
- simbolistik. Nah, kalau kalau ibadah
- kurban dibalik
- ya kalau misalnya kalau simbolistik itu
- kan kesalehan dulu. Nah, baru kemudian
- apa namanya? Aarnya. Ahar itu bekasnya.
- Nah, kalau kurban itu bekasnya karena
- memang sudah motong apa? motong hewan
- itu dinikmati. Tapi tentang kesalehan
- apa namanya? kesalehan pribadinya yaitu
- keikhlasan itu juga harus ditumbuhkan
- gitu loh. Jadi kalau apa namanya kalau
- zakat kururban itu adalah betul-betul
- real tapi tetap itu menjadi tidak
- berguna kalau tidak ikhlas
- gitu loh. Kalau ini keikhlasan dulu yang
- dipupuknya kesalehan dulu keikhlasan.
- Nah nanti buahnya. Nah gitu. Kalau kalau
- yang jadi ee apa ibadah itu ada dua
- macam. Ada yang buahnya dulu gitu ya
- baru teoritisnya.
- Ada teoritisnya dulu baru buahnya gitu
- loh. Nah, maka oleh sebab itu kita
- pasca melaksanakan saum Ramadan. Nah,
- kalau kalau saum Ramadan itu teoritis
- gitulah. Nanti yang didapatkan adalah
- bekas. Membekas di dalam jiwa
- kesalehannya. membekas di dalam jiwa.
- Nah, kalau ee kesalehannya membekas di
- dalam jiwa, diduga keras dia dapat
- lailatul qadar. Masyaallah
- gitu. Diduga keras tuh kalau membekas
- dalam jiwa. Bahkan kemudian sudah
- Syawal, sudah Zulkadah, sudah Zulhijah,
- bahkan sifat-sifat ketakwaan itu masih
- bisa dipertahankan. Ah, masyaallah.
- Namun kemudian ini kan sulit bagi kita
- ini golongan-golongan yang sulit
- mempertahankan itu. Wong kita Ramadan
- selesai aja merdeka kok.
- Ah yes gitu. Nah karena memang
- pemahaaman kita begitu.
- He
- kita mencari lailatul qadarnya cuma di
- bulan Ramadan.
- Setelah Ramadan selesai tidak dicari
- lagi Ramadan apa ee lailatul qadarnya.
- Padahal kan kemarin dibahas Nabi iktikaf
- bukan hanya di bulan Ramadan, kadang di
- bulan Syawal gitu loh. Kadang 10 hari,
- kadang 20 hari gitu loh ya. Ah 10 awal,
- 10 pertengahan, 10 akhir gitu. Kadang di
- bulan Syawal. Nah, itu sing diteliti itu
- mesti ada tujuan gitu loh. Kenapa Nabi
- kok apa namanya e iktikafnya juga bukan
- hanya di bulan Ramadan? Manakah? Maka
- oleh sebab itu kita tidak boleh
- menyepelekan
- ibadah
- gitu loh ya. Nah, jadi kapanp
- seakan-akan kita seperti bulan Ramadan
- gitu kalau bisa gitu loh. Tapi kalau
- karena manusia itu punya kepentingannya
- berbeda-beda gitu loh. Misalnya seperti
- ini, Syawal adalah bulan peningkatan.
- Aduh berat bulan peningkatan.
- Kemarin aja Ramadan kan kita puasa
- sebulan. Kalau ditingkatkan di bulan
- Syawal 45 hari, bukan begitu.
- Kalau kita bahkan kalau kita tidak bisa
- berpuasa di bulan Syawal
- gitu ya, bahkan tidak bisa puasa di
- bulan Syawal, puasa sunah maksudnya,
- maka jaga lisan.
- Jadi menjaga lisan itu dalam upaya
- meningkatkan
- pengabdian kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Jadi nanti bisa jadi dengan
- penjelasan seperti itu ada orang yang
- tidak puasa lebih mulia dibanding orang
- puasa.
- Tuh bisa begitu. Kenapa? Karena yang
- tidak puasa menjaganya menjaga lisan,
- menghiasinya dengan zikir. Sementara
- yang puasa ngomongin orang lah. Jadi, oh
- rahasia kalau begitu ya.
- Jadi jangan merasa kita paling saleh
- kalau sudah bisa puasa. Karena orang
- lain bisa ngalahkan meskipun
- kelihatannya dia tidak puasa.
- Tuh gitu ya. Nah, kita rajin puasa. Dia
- tidak puasa tapi dia peduli kepada fakir
- miskin.
- H iya.
- Dia ngasih pembiayaan nanggung ininya
- dia tidak puasa. Kelihatan. Maka orang
- ada yang menyembunyikan begitu.
- kelihatannya dia sengaja memperlihatkan
- bahwa dia orang yang tidak taat. Ya
- gitu. Tidak taat itu maksudnya tidak
- taat-taat banget gitu loh. Jadi semua
- kewajibannya dikerjakan
- biasa-biasa a.
- Heeh. Tapi kalau amalan-amalan sunah
- disembunyikan seakan-akan dia tidak
- pernah melakukannya.
- Tapi ah ya, tetapi sekali lagi substansi
- daripada amalan-amalan sunah tadi
- diamalkan
- tuh. Itu rahasia tuh begitu. Makanya
- oleh sebab itu
- kamu nih jarang jarang puasa. Kenapa
- jarang puasa? Iya saya lu mengaku.
- Padahal dia tahu mohon maaf saya belum
- bisa ngamalkan sunah.
- Padahal dia membiai fakir miskin
- apa membelanjai ee apa namanya para
- janda tuh. Jadi dia pikirannya itu
- adalah solusi untuk persoalan-persoalan
- umat.
- H.
- Nah, maka oleh sebab itu sekali lagi
- ikhwan dan akhwat yang dimuliakan Allah
- Subhanahu wa taala. Jadi hendaknya kita
- pintar-pintar, cerdas-cerdas lah gitu
- ya. Kalau sekali lagi kalau kita syukur
- kita bisa melaksanakan saum-saum sunah,
- salat-salat sunah setelah wajib tentunya
- kemudian diikuti dengan
- kesalehan-kesalahanelan sosial,
- kesalehan pribadi dan sosial gitu ya.
- Itu lebih baik ya. Tetapi kalau enggak
- kita menyembunyikan enggak apa-apa.
- Ustaz puasa enggak? Enggak. Saya enggak
- puasa,
- tapi dia hatinya tetap memperhatikan
- orang lain. Karena bisa jadi ada orang
- yang berpuasa
- begini,
- "Ustadz, saya enggak puasa."
- Karena kalau saya puasa
- yang tidak puasa lima orang tuh gitu ya.
- Kalau saya berpuasa,
- jadi yang tidak berpuasa lima orang.
- Tapi kalau saya tidak puasa, yang tidak
- puasa cuma saya.
- Maksudnya apa?
- Maksudnya kalau saya puasa berarti saya
- enggak bisa kerja.
- Berarti yang tidak makan jadi banyak
- karena saya tidak kerja.
- Iya,
- gitu loh. Tapi kalau saya tidak puasa ya
- karena dia apa nam pekerja kasar. Kalau
- saya tidak puasa, yang puasa jadi
- banyak.
- Karena saya kerja, saya bisa ngasih
- makan istri, ngasih makan anak dan lain
- sebagainya.
- Kerja banyak
- gitu. J itu fikih itu begitu.
- Ada yang begitu
- sosial ya.
- E gitu. Betul. Kalau saya puasa, saya
- harus puasa. Akhirnya dia karena
- kerjanya berat. Karena kerjanya bukan
- bukan apa namanya bukan kerja-kerja yang
- biasa. Kerja berat. Banting tulang.
- He.
- Kalau saya tidak puasa, hanya saya
- berarti yang tidak puasa. Istri dan
- anak-anak saya bisa puasa karena bisa di
- saya kasih makan.
- Tapi kalau saya puasa, saya enggak bisa
- usaha.
- Emang ada saya kayak gitu? Iya. Ini
- kasus ada tentunya. Maka oleh sebab itu
- fikih itu bijaksana.
- Terus gimana kalau begitu? [tertawa]
- Maunya kan gini. kamu tetap puasa tapi
- ngasih makan kan gitu.
- Justru ini kan pilihan
- kalau saya puasa lima orang tidak puasa.
- Tapi kalau saya tidak puasa berarti cuma
- saya yang tidak puasa karena mereka
- tetap berpuasa gitu loh. Nah ini fikih
- namanya gitu ya. Nah maka oleh sebab itu
- ya beda lagi kalau seperti kita ya. Kita
- mah harus puasa gitu ya. Anak-anak kita
- harus puasa, istri kita harus puasa.
- Karena pekerjaan kita mah tidak berat
- gitu gitu ya. Nah, misalnya per bulan
- lumayan tuh 5 juta gitu loh. Mereka
- untuk mendapatkan aduh masyaallah bebak
- belur.
- Nah, maka oleh sebab itu sekali lagi ini
- menariklah ya. Maka oleh sebab itu kita
- yang diberi kesempatan oleh Allah
- Subhanahu wa taala [berdehem]
- untuk meningkatkan pendekatan diri
- kepada Allah, meningkatkan ibadah gitu
- ya dan tidak berpengaruh kepada yang
- lainnya, maka tingkatkan
- gitu ya. Jangan sampai nanti kita
- kesempatan itu
- hilang
- ya. Jangan seperti tadi kasus tadi. Maka
- oleh sebab itu kita bersyukur kita
- laksanakan ibadah kita bahkan
- sunah-sunahnya kita laksanakan dan
- kembalikan kepada Allah Subhanahu wa
- taala gitu. Mudah-mudahan Allah selalu
- memimpin kita, kita bisa beramal fokus
- istiqamah gitu dan berdampak kepada
- istri dan anak gitulah ya. Dan juga kita
- ee penghasilan tidak berpengaruh.
- puasa kita tidak puasa kita penghasilan
- tetap dapat gitu ya. Demikian saya kira
- sebagai pengantar kajian kita pada ee
- sore hari ini. Mudah-mudahan apa yang
- telah kita capai, kita raih dalam
- kebaikan, berbagai macam kebaikan bisa
- ditingkatkan, minimal bisa
- dipertahankan, minimal pesan-pesannya
- bisa dilaksanakan.
- Demikian kurang dan lebihnya saya mohon
- maaf.
- naina Muhammadinhamdulillahiabbilamin
- wallahu aamwab
- alhamdulillahiabbil alamin wallahuam
- bawab jazakumullah khairan kirakum
- amin
- demikian ikhwan akhwat ilmu yang sudah
- disampaikan dari Ustaz Ahmad Salh
- tentang kembali dekat kepada Allah
- bertakwarub kepada Allah dengan cara
- meningkatkan
- sunah-sunah di bulan Ramadan
- untuk dilaksanakan di bulan Syawal.
- Baik, Ikhwan Awawat tetap di radio
- silaturahim. Kami akan lanjut setelah
- nada takwa berikut tetap Radio
- Silaturahim. Terima kasih.
- I ingin. Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Terima kasih ikhwan akhwat masih
- menyimak radio silaturahim dan Rasel TV.
- Saat ini Anda sedang menyimak siaran
- tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Saleh
- dengan tema kembali dekat kepada Allah.
- Sebelum kita membacakan pertanyaan, kita
- bacakan
- ee komentar-komentar yang sudah masuk.
- Yang pertama dari Ibu Karisa.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Terima kasih, Ustaz, ilmunya.
- Alhamdulillah saya menyimak acara
- tausiah sore, Ustaz.
- Barakallahu fik.
- Kemudian kedua dari Bapak Arwin.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Terima kasih Ustaz atas tausiah,
- nasihat, dan pencerahannya. Semoga ustaz
- dan pejuang dakwah serta para pendengar
- hasil selalu dalam keadaan sehat
- walafiat dan dalam lindungan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Amin. Allahum amin. Barakallahu fik.
- Bapak Arwin, 67 tahun di Lenteng Agung,
- Jakarta Selatan.
- Ah, masyaallah. Barakallah fik.
- Kemudian Ibu Lise.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Terima kasih Ustaz ilmunya.
- Alhamdulillah saya menyimak tausiah
- Ustaz Ahmad Saleh. Syukran.
- Kemudian Mbak Ibu Nurjanah binti Madio.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil
- alamin. Ustaz saya menyimak dari Sydney,
- Australia.
- Masyaallah. Barakallahu fikum.
- Jauh.
- Iya.
- Sampai jauh ada yang mendengar.
- Masyaallah. Masyaallah. Iya. Ya. Ya.
- Kemudian
- Bapak
- pertanyaan pertama kita bacakan dari
- Bapak Sayyan Rohili. Ustaz
- Naam.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Saya Rohili di Pulau Gebang. Ustaz izin
- bertanya.
- Nam.
- Bagaimana kalau ada seseorang yang
- beribadahnya hanya di bulan Ramadan
- saja, Ustaz? Setelah bulan Ramadan
- selesai, ibadahnya juga selesai. Apakah
- Allah tetap menghapus dosa-dosanya atau
- tidak, Ustaz? Bagaimana? Naam.
- Masyaallah. Jika yang dimaksud adalah
- Ramadan itu betul-betul dia ee ibadahnya
- serius.
- H
- ya, mau wajibnya, mau sunahnya.
- atau pengertiannya
- dia hanya mengerjakan yang wajib-wajib
- saja. Setelah bulan Ramadan selesai,
- maka selesai pula sunah-sunahnya. H
- atau betul-betul dia hanya ibadahnya di
- bulan Ramadan. Di luar bulan Ramadan ah
- dia tidak melakukannya. Naam. Jadi apa
- namanya ee misalnya kalau ibadahnya di
- bulan Ramadan juga di bulan lainnya
- enggak ada masalah itu clear, pahamlah.
- Tapi kalau kemudian misalnya dia fokus
- kalau bulan Ramadan itu yang
- wajib-wajibnya saja.
- Iya.
- Adapun yang sunah-sunah itu hanya di
- bulan Ramadan saja. Selain bulan Ramadan
- dia tidak ngerjakan.
- Itu juga tidak ada masalah gitu ya.
- tentu akan ada perhitungannya. Yang
- menjadi perdebatan adalah mereka yang
- hanya ibadahnya betul-betul ibadahnya
- hanya di bulan Ramadan.
- Sebagian ada yang menghukumi kafir.
- Kafir.
- Nah, misalnya dia bulan puasa salat.
- Nah, bulan Syawal enggak salat dia
- gitu loh ya. Nah, nanti ini kepada ke
- apa nam perdebatan dia apakah akan
- diterima tobatnya ataukah dia tidak.
- Kalau kemudian dia menyengaja hanya
- puasanya, hanya kewajiban-kewajibannya
- hanya di bulan Ramadan, berarti di bulan
- itu tidak. [berdehem] Berarti bisa
- kategorinya kufar
- dia tidak salat, ya tidak zakat gitu loh
- ya. Ee maksud saya zakat itu adalah
- zakat ee zakat ee zakat harta
- pokoknya kewajiban-kewajiban kan ada
- yang ngitungnya di bulan Ramadan, ada
- yang di luar bulan Ramadan. Nah, ketika
- dia puasa, ketika dia salat gitu ya di
- bulan Ramadan tapi kemudian tidak salat
- di bulan-bulan lainnya, maka tadi ya
- awal-awalnya bisa diperhitungkan
- awal-awalnya gitu. Asalnya dia dihitung,
- oh salatnya dicatat.
- Tapi ketika dia meninggalkan salatnya
- dengan sengaja, maka dia dicatat sebagai
- ahli maksiat. Bahkan dinyatakan kufrun,
- kafir
- gitu loh. Ya. Jadi begitu. Jadi oleh
- sebab itu ya kita bermohon kepada Allah
- agar kita diberi kekuatan bisa
- melaksanakan kewajiban-kewajiban.
- Paling tidak kewajiban-kewajiban. Kalau
- yang sunah-sunah tidak bisa dikerjakan,
- paling tidak yang wajib-wajib saja gitu
- loh. Paling tidak itu pertahankan,
- tingkatkan.
- Nah, apalagi kalau kita sudah bisa
- membiasakan
- sunah-sunah dikerjakan.
- Karena sunah-sunah itu fungsinya adalah
- memperbaiki
- jika di dalam hal yang wajib ada
- kekurangan. Lah, jadi itu bisa menjadi
- penembel.
- nambal ya nambal. Nah, gitu ya. Jadi
- sekali lagi kalau bisa kita mengerjakan
- amalan-amalan sunah ya tidak harus
- semuanya tapi upayakan gitu misalnya ah
- saya mah apa ya salat sunah misalnya
- qobliah subuh kemudian
- qobliah subuh bakda isya gitu loh ya
- qbliah subuh bakda isya sama tahajud itu
- insyaallah kalau istikamah baik itu
- bagus
- tidak harus kemudian dipaksa, "Oh, kamu
- harus selalu sunah." Gak juga. Tapi
- kalau kita mampu melaksanakan
- sunah-sunahnya,
- qobliah subuhnya,
- kemudian apa namanya? Ee apa kalau
- duhanya,
- tahajudnya gitu loh ya. Nah, dan yang
- lainnya itu lebih utama, lebih afdal.
- Meskipun sekali lagi harus serahkan
- kepada Allah ya. Jangan merasa kepedean
- juga, tapi kita tetap yakin gitu. Tapi
- serahkan kepada Allah, "Ya Allah, inilah
- yang bisa saya kerjakan, ini yang bisa
- saya lakukan. Terima ya Allah, gitu loh
- ya." Nah, jadi sekali lagi pertama yang
- wajib-wajib dituntaskan.
- Nah, alhamdulillah diikuti dengan
- sunah-sunah bagus tuh gitu ya. Jadi
- seperti itu ya. Jadi ee upayakan betul
- tiap waktu gitu ya. Ee apa namanya ee
- menurut ee Ali Imran ayat 102 itu kan ya
- ayyuhalladzina amanutlaha
- haqqo tuqatihi wala tabutunna illa wa
- antum muslimun.
- Jadi senantiasa menghidupkan
- bersungguh-sungguh takwa kepada Allah
- gitu ya.
- sungguh-sungguh takwa itu bisa maksimal
- tapi kemudian bisa dibatasi dengan
- mastatum
- kemampuan kita ya. Jadi seperti itu
- kurang dalamnya saya mohon maaf. Wallahu
- aam biswab.
- Wallahuam bawab. Demikian Bapak Say
- Rahil semoga dapat menjawab. Jadi ee
- meskipun
- Ramadan setelah selesai, ibadahnya juga
- selesai, tapi mungkin karena ada alasan
- lain yang di yang bisa dibenarkan
- kemudian tetap berharap
- amal ibadahnya diterima seperti itu.
- Namam. Namam. Nam.
- Baik, Bapak Rohiri. Semoga dapat
- menjawab. Pertanyaan kedua
- dari
- Bapak Baron.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah kami menyimak rasil dari
- Pamulang, Ustaz.
- Barakallahu fikum.
- Terima kasih ilmunya, Ustaz. Izin
- bertanya. Kalau kita hendak puuasa qada,
- mengq qada Ramadan, apakah
- qada Ramadan? Iya.
- Apakah niatnya harus malam hari juga,
- Ustaz? Atau seperti apa, Ustaz? Mohon
- bimbingannya, Ustaz. E naam. Jadi
- sebaiknya niat qada itu berarti
- menjelang ee terbit fajar ya. Menjelang
- terbit fajar niat gitu ya. Kalau itu
- qada. Qada itu kan berarti wajib. Nah,
- kalau sunah beda lagi. Kalau sunah mah
- boleh pas saat puasa boleh niat gitu loh
- ya. Tapi sekali lagi kalau sunah pas
- saat kita praktik puasa sunah nih, maka
- kita niat boleh. Tapi sebelum apa
- namanya terbit fajar, maka itu
- disarankan untuk ee berniat terlebih
- dahulu. Baik itu apa? Wajib mau apa?
- Qada. Karena qada itu kategorinya wajib
- gitu. Nah, maka oleh sebab itu
- upaya-upaya untuk puasa serius gitu ya,
- puasa serius. Puasa serius. Jadi
- kemudian supaya ee apa namanya? Bisa di
- apa namanya? Supaya di ee
- apa? Serius lah ya. Jadi kalau yang ee
- apa namanya yang wajib yang qada berarti
- ee sebelum apa? Sebelum puasa. Jadi
- sebelum terbit fajar.
- itu niat ya kalau memang cuma sehari
- atau 2 hari. Tapi kalau kemudian aduh
- saya sampai 2 minggu.
- Nah, itu boleh niatnya ketika sudah
- sehat boleh niatnya dirapel dalam satu
- mazhab misalnya saya 2 minggu niat saya
- puasa 2 minggu karena Allah apa lillahi
- taala
- qada
- atau qadaan lillahi taala saya niat
- puasa selama 2 minggu qada karena Allah
- itu boleh tuh tapi boleh juga dicicil ya
- boleh t niat 2 minggu terus kemudian
- diurai per hari.
- Iya,
- gitu ya. Boleh tuh ya. Jadi memang dalam
- berbagai mazhab ada yang diuraikan per
- hari, ada yang diuraikan 2 minggu
- berturut-turut atau bahkan sebulan
- berturut-turut. Saya niat puasa sebulan
- penuh gitu ya. Lillahi taala gitu loh.
- Jadi atau namanya e kalau kalau apa
- namanya? Kalau
- ee
- apa namanya? Niat ya, niat puasa karena
- Allah ya. Niat puasa wajib karena Allah
- sebulan penuh gitu ya. Boleh juga diurai
- per hari gitu ya. Demikian ee apa
- namanya? Kurang lebihnya minta maaf. Ee
- wallahuam
- bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Bapak
- Baron semoga dapat menjawab. Baik Ehwat,
- kami akan segera kembali tetap di radio
- silaturahim. Terima kasih.
- Alhamdulillahirabbil alamin. Terima
- kasih Iwan. Masih bersama Rasil TV. Saat
- ini Anda sedang menyimak tausiah sore
- bersama Ustaz Ahmad Saleh tentang
- kembali dekat kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Kita lanjut dalam sesi diskusi.
- Ada
- ada Ibu Yanti, alhamdulillah
- hadir melalui Rasil TV di YouTube.
- Kemudian juga
- Ibu Hani Hufaidah alhamdulillah hadir
- menyimak tausiah sore. Syukran Ustaz
- pencerahannya.
- Kemudian
- ada
- Ibu Retno. Alhamdulillah menyimak Ustaz
- Afwan terlambat Ustaz habis ada
- kegiatan.
- Masyaallah.
- Kemudian kita bacakan pertanyaan dari
- Ibu Aminah. Ustaz, asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Terima kasih, Ustaz, ilmunya. H. Namam.
- Alhamdulillah. Saya menyimak. Izin
- bertanya, Ustaz.
- Namam.
- Ketika kita melaksanakan salat sunah,
- apakah
- yang kita laksanakan salat sunah ini
- untuk menutupi kekurangan atau juga
- boleh untuk sebagai rasa tanda syukur
- kepada Allah Subhanahu wa taala atas
- bisa melaksanakan salat sunah, Ustaz?
- Masyaallah.
- Jazakullah khairan.
- Jadi niatkan aja dalam rangka syukur
- kepada Allah tuh niatnya begitu. Nanti
- faedah tambahannya itu adalah menghapus,
- menyempurnakan
- kekurangan-kekurangan yang kita lakukan.
- Nah, maka oleh sebab itu sekali lagi
- niatkan sebagai bukti syukur kepada
- Allah. Karena bukti syukur berarti kita
- tidak pengin apa-apa lagi.
- Iya.
- Kalau kita tidak pengin apa-apa lagi kan
- jadinya begitu. Tapi tetap Allah akan
- menyempurnakan kekurangan-kekurangan
- kita. Meskipun kita niatnya cuma apa?
- Supaya cuma apa? Syukrun
- ya. Syukron kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Kalau Nabi katakan afala akuna
- abdan syakur? Apakah aku tidak boleh
- menjadi hamba yang bersyukur? Nabi itu
- bersyukur ibadahnya itu bersyukur enggak
- ada yang lain
- gitu loh ya. Tapi kemudian meskipun
- begitu nanti dikasih itu dikasih apa?
- Dikasih surga.
- Masyaallah
- ya. Kasih surga. Saudara yang paling
- tinggi itu surga apa? Untuk Nabi
- Firdaus.
- E bukan [tertawa]
- surga wasilah.
- Surga wasilah.
- Surga wasilah. Kan kita seling berdoa
- habis doa ini doa azan.
- Allahumma hadwati tammah wasatil qoimah
- ati sayidana muhammadanil
- wasilataadilah.
- Jadi wasilah di situ maksudnya surga.
- surga wasilah gitu loh. Jadi surga
- paling dekat kepada Allah dan aku
- berharap akulah penghuninya kata Nabi aq
- sallallahu alaihi wasallam gitu loh. Nah
- meskipun Nabi tadi ibadahnya sampai
- bengkak-bengkak itu bukan lagi apa
- namanya agar dimasukkan ke dalam surga
- agar dibebaskan dari api neraka
- gitu. Tapi bukan niatnya syukur aja
- pokoknya, tapi segala sesuatunya dikasih
- oleh Allah tuh. Diampuni dosanya, dijaga
- ee kepribadiannya
- gitu loh. [tertawa]
- Jadi masyaallah. Nah, kalau kita kan
- masih ah saya mah agar Allah memberikan
- anugerah kepada saya, memasukkan saya ke
- dalam surganya Allah, itu ibadah kita
- tuh atau hmm ya Allah saya belajar
- puasa, belajar salat agar Engkau
- mengampuni segala dosaku,
- gituah ya. Nah, itu semua ya. Ah, saya
- mah pokoknya semaksimal mungkin aja
- ibadahnya maksimal sebagus-bagusnya
- niat syukur kepada Engkau ya Allah. Gitu
- loh. Kenapa syukur juga akan menghapus
- dosa? Kenapa syukur juga ee apa akan
- memasukkan kita ke dalam rahmatnya
- Allah?
- Karena syukur itu adalah tingkatan
- tertinggi.
- Bahkan kemudian pentingnya saya syukur.
- Ah, enggak apa-apa enggak dikasih surga
- juga. Saya mah syukur aja. Ya Allah,
- alhamdulillah Engkau telah memberikan
- anugerah kepada saya sehingga saya bisa
- ibadah kepada Engkau.
- Ya Allah, saya berucapkan apa namanya?
- Syukur kepada Engkau karena Engkau telah
- membebaskan saya dari maksiat. Saya
- tetap bersyukur aja tuh. Nanti yang
- lain-lainnya ngikuti
- tu. Karena apa? Syu, syukur. Maka orang
- syukur itu tidak akan kecewa. H.
- Kalau kita minta surga bisa jadi kecewa
- ketika kita tidak dikasih.
- Bisa jadi kita kecewa ketika kita minta
- dijauhkan dari
- neraka.
- Dari neraka. Bisa kecewa. Tapi kalau
- orang bersyukur, "Haya syukur. Terserah
- Engkau ya Allah." Begitu loh kurang
- lebih. Terserah engkau mau engkau
- masukkan aku ke dalam neraka.
- ataukah tidak dimasak dimasukin kepada
- apa? Kepada kepada surga. Yang penting
- saya mah syukur kepada engkau. Nah, ini
- logika-logika. Aduh, masyaallah kalau
- sudah logika tingkat-tingkatan itu aduh
- malu kepada Allah. L gitulah ya. Malu
- sama segitu.
- Malu sendiri mak. Ya Allah, penting mah
- saya bersyukur engkau telah
- menganugerahkan kepada saya. Engkau
- telah memberikan petunjuk saya bang
- sujud saya rukun bukti syukur kepada
- Engkau. Tidak minta ditambah lagi
- kebaikan tidak minta ditambah lagi
- pahala gitu loh ya tapi syukur.
- Faidanukum
- lain syakartum laazidannakum
- walain kafartum innazabiadid.
- Itu ya
- alah ditambahnya itu ditambah nikmat
- pokoknya syukur aja gitu loh. Syukur
- tambah nikmatnya gitu loh. Nah, maka
- oleh sebab itu memang hendaknya kita
- tingkatkan
- dari mencari pahala pahala pahala
- pahala. Bukan berarti tidak boleh ya
- boleh.
- Tapi kalau kemudian kalau fokus
- kepada syukur, Allah tambah
- nikmat-nikmatnya.
- Nikmat itu tadi bisa dibebaskan dari ini
- ya. Bahkan nanti
- ah ya sudahlah itu aja dulu gitu.
- [tertawa]
- Karena memang menarik ya ketika Allah
- memberikan anugerah, ketika Allah
- membebaskan dari siksa api neraka itu
- menarik.
- Dia tercengang ketika dimasukkan ke
- dalam surganya Allah Subhanahu wa taala.
- Oh, kok saya dimasukkan oleh Allah ke
- surga ya? Padahal amalan saya tidak
- seberapa
- gitulah. Ya Allah, ternyata Allah
- membebaskan saya dari siksa api neraka
- padahal saya tidak seberapa ibadahnya.
- Teu saya melakukan kemaksiatan tapi saya
- berupaya untuk bertobat.
- Tuh, gitu loh. Sebaik-baik orang adalah
- orang yang bermaksiat
- kemudian bertobat tuh. Dibanding dengan
- orang yang taat
- tidak pernah bertobat.
- Heeh. Iya. Jadi, jadi orang yang maksiat
- kemudian bertobat lebih baik dibanding
- dia taat namun menjadi kibir.
- Kibir.
- Nah, aduh saya kan ahli taat. Saya kan
- selalu ibadah kepada Allah. Saya kan
- lebih hebat daripada yang tidak pernah.
- Nah, jadi apa namanya? Ee oleh sebab itu
- maka tobat ya dari makanya maksiat orang
- maksiat tapi kemudian tobat husnul
- khatimahu itu.
- Dan kita mintanya kan husnul khatimah.
- Iya.
- Meskipun kita taat, taat, taat belum
- tentu husnul khatimah. Nah, maka oleh
- sebab itu mohon kepada Allah ya pokoknya
- selalu mohonlah kepada Allah diupayakan.
- berawal dari apa namanya pendekatan diri
- kepada Allah kembali dekat kepada Allah
- misalnya mohon maaf ya dia membiasakan
- habis tahajud itu istigfar
- misalnya baca dulu apa tasbih
- subhanal malikil qudus
- subhana malikul qudus 100 kali itu tiap
- habis tahajud ya subhanal malikul qudus
- 100 kali masyaallah
- Maha suci engkau wahai raja yang maha
- suci.
- Subhanallah.
- Coba subhanal malikul qudusal malikul
- qudus terus diulang-ulang dinikmati
- dihayati. Pertanda apa? Bahwa Allah itu
- bebas dari cela, bebas dari kekurangan.
- Maka subhana maha suci Allah.
- Maha sempurna. Jadi, ya. Jadi, kan ada
- subhanallah, ada alhamdulillah.
- Alhamdulillah itu annafyu, alhamdulillah
- itu isbat.
- Nah, kalau annafyu peniadaan segala
- kekurangan tuh. Subhanallah itu
- meniadakan segala bentuk kekurangan,
- segala bentuk cacat.
- Kalau alhamdulillah itu isbat penetapan
- keagungan kesempurnaan Allah Subhanahu
- wa taala. Maka subhanal malikul qudus
- subhanal malikul quddus
- subhanal malikul quddus
- subuhun quddusun rabbuna warabbul
- malaikati war 100 kali itu subhanal
- malikul qudus 100 subhanal apa subhanal
- malikul qudus eh subhanal malikul qudus
- 100 kemudian ee tadi apaagi ee
- ah subhanal malikul qudus
- Tiap habis tahajud itu 100 kali, 100
- kali terus terus
- gitu loh ya. Ah kemudian apalagi?
- Allahumma lakal hamdu anta nurus
- samawati wal ardhi w fihinna dan
- seterusnya. Terus. Nah, itu tiap tiap
- itu di didawamkan istiqamah di baca
- seperti itu. Ya Allah, bacaan ini cuma
- ini yang bisa saya baca ya Allah.
- Subhanal malikul qudus. Subhanal malikul
- qudus.
- Kemudian tadi ya kemudian dia selawat
- sabar selawat juga habis tahajud itu
- Allahumma sholli ala sayyidina
- Muhammadin nurikari waadikal jari wma
- bihi fi kulliw waa alihi wasbihi
- wasallim ya nurun 100 kali itu
- didawamkan terus.
- Nah, maka setelah istiqamah itu
- masyaallah konon katanya bagi orang yang
- sudah mengamalkan itu ada satu situasi
- yang tidak bisa dijelaskan.
- Ada satu situasi yang begitu mengalir
- sejuk gitu. Subhanal malikul qudus
- subuhun quddusun rabbuna warabbul
- malaikati waruh.
- Dawkan itu aja itu bahwa kemudian kita
- banyak dosa akui iya saya banyak dosa ya
- Allah saya hanya bisa mengucapkan
- subhanal malikul quddus
- tapi di hayati betul subhanal malikuldus
- subuh qudusbul malaikat kemudian allahum
- lakal hamdu anta nurus samawati wal ard
- w fihinna
- wakal hamdu anta qyuswati
- dan seterusnya didawamkan, dihayati
- betul,
- disadari kekurangan, disadari ya Allah
- aku ini belum bisa khusyuk. Aku ini
- tidak seperti para malaikat yang selalu
- istikamah.
- Aku ini bukan tidak sampai kepada apa
- makamnya para nabi dan rasul. jauh dari
- mereka ya Allah. Tapi ini yang baru bisa
- aku lakukan.
- Tuh di masyaallah disadari kekurangannya
- tapi harapannya besar.
- Mohon kepada Allah harapannya besar tapi
- menyadari kekurangannya gitu loh ya.
- Nah, maka oleh sebab itu, maka oleh
- sebab itu, masyaallah kita mohon kepada
- Allah agar kita dianugerahi husnul
- khatimah. Kan di dalam sujud boleh baca
- apa namanya ya muqbalik
- tiga kali itu
- ya muqbal ya apa kemudian
- allahumzuqniatan
- maut tiga kali itu
- kemudian Allahumma inni asaluka husnal
- khatimah tiga kali
- ya atau mau ditamahi lagi Allahumfirli
- waliwalidaiya warhamhuma
- tiga kali atau dengan doa Nabi Ibrahim
- ya Allahfirlial
- mukminina yaum yaumul hisab tiga kali
- atau doanya Nabi Musa. Allahumma lakal
- hamdu Allahumma lakal hamdu e waikal
- waal astagfirullahalim allahumma lakal
- hamdu waakal mustaqa
- waikal eal mustaan gang
- itu lupa lagi gitu kadang ya padahal
- sudah sering
- allahum lakal hamdu waaikal
- waal musta lailahaillallah
- kemudian Kemudian doanya Nabi siapa?
- Nabi Yunus.
- La ilahailla anta subhanaka inni kuntu
- minzalimin. Paling tidak habis itu tiga
- kali. Tiga kali
- tuh kumpulkan atau ditutup dengan doa.
- Allahumma inni asaluka ma saalaka
- nabiuna Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam.
- Muhammadahu alaihi wasallamu.
- Amin.
- Gitu loh. Jadi ya pokoknya bisa-bisalah
- meskipun tidak harus semuanya hafal.
- Pilih aja enggak apa-apa
- ya. Pilih aja salah satu apa dua apa
- tiga gitu loh. Tapi yakini betul.
- Ah saya mah cuma rabbana atina fid dunya
- hasanah wafil akhirati hasanah. Waqina.
- Udah hayati aja itu
- yakin gitu aja. Jadi jangan e selalu
- apaal pokoknya ucapkan aja itu ya.
- Rabbana atina fid dunya hasan wafil
- akhirati hasana waqinaabanar. Yakini ya
- Allah berikanlah kepada saya kehidupan
- dunia yang hasanah. Nah, itu doa yang
- apa yang paling menarik itu. Jadi di
- disarankan doa-doa kita itu yang
- general, general,
- yang umum jangan yang khusus.
- Oh, gitu, Ustaz.
- Iya. Nanti antum misalnya mohon tadi
- rabbana atina fid dunya hasanah.
- Kemudian antum diantar pilihan-pilihan,
- antum jadi manajer, antum jadi
- pengusaha, antum jadi ini. Eh, jadi
- penyiar. Ah, penyiar jadi hasanah tuh.
- Iya,
- Hasanah. Wah, saya Hasan jadi penyiar
- daripada jadi manajer, jadi lupa kepada
- Allah. Kan bisa begitu. Nah, tapi bisa
- jadi nanti orang dia jadi manajer. Hm.
- Alhamdulillah saya oleh Allah diberikan
- dunia hasanahnya jadi manajer. Saya bisa
- dapat penghasilan, bisa dapat bisa
- sodqah, bisa bantu anak fakir miskin,
- bisa bantu para janda, bisa ah begitu
- gitu aja. Jadi tidak kecewa. Tapi kalau
- misalnya ditaksis meskipun boleh ya,
- tapi nanti terkesannya ngatur Allah
- gil. Ya Allah jadikan saya jadi orang
- kaya tapi enggak kaya-kaya. Kenapa
- enggak kaya-kaya? Karena nanti di apa di
- akhirat dikabulnya.
- He.
- Nah kadang kita menjadi apa? Menjadi
- kecewa.
- Kecewa
- gitu. Tapi bukan berarti tidak boleh.
- Boleh gitu loh. Hanya misalnya ada yang
- diabulnya di dunia, ada yang dikabulnya
- di akhirat gitu loh. Nah, kebanyakan
- karena tidak dikabul di dunia kecewa
- gitu loh. Nah, maka oleh sebab itu yang
- general itu yang lebih bagus gitu ya.
- Demikian. Wallahu aam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Ibu Aminah
- semoga dapat menjawab. Kemudian
- ada Ibu Retno. Ustaz, asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga Ustaz selalu sehat.
- Amin. Allahum amin.
- Terima kasih, Ustaz ilmunya. Izin
- bertanya, Ustaz.
- Manakah yang lebih tinggi kedudukannya
- puasa Senin Kamis ditambah
- puasa ayamul bid atau puasa Daud? Ustaz,
- jazakumullah khairallah.
- Jika kualitasnya sama, sekali lagi jika
- kualitas saumnya sama maka saum Daud
- tu kan. Kemudian setelah saum Daud,
- Senin saum Kamis. Senin Kamis.
- Iya.
- Baru setelah itu ayamul bid. Ayamul bid
- kan 3 hari dalam sebulan. Kalau Senin
- Kamis berarti 8 hari dalam sebulan.
- Kalau ee saum Daud 15 hari dalam
- sebulan. Kalau statusnya kualitasnya
- sama berarti saum Daud gitu. Tapi kadang
- saum yang 3 hari itu bisa lebih baik.
- 3 hari aja Ustaz.
- 3 hari dibanding yang 8 hari Senin Kamis
- dibanding yang saum daun. Di mana
- letaknya?
- Di mana, Ustaz?
- Di kualitas
- saum Daud. Tapi kemen dia Senin puasa,
- Reboa, Jumat puasa, tapi tidak bisa
- menjaga akhlak.
- Kualitas
- gitu ya. Jadi kualitas jadi meskipun
- kuantitasnya lebih banyak saum Daud
- tidak menunjukkan bisa lebih baik. Maka
- oleh sebab itu yang harus diperhatikan
- adalah kualitasnya
- gitu loh. Bahkan orang yang tidak puasa
- bisa lebih baik daripada orang yang
- sering saum Daud. Tadi disampaikan.
- Nah, gitu kan gitu. Rahasia-rahasia itu
- begitu ya. Begitu juga ahlul tahajud.
- Ah, tapi kan enggak mungkinlah orang
- tidak tahajud bisa lebih baik daripada
- yang sering tahajud. Kenapa tidak?
- Dia tahajud ruku, sujud, ruku sujud tapi
- enggak merubah akhlaknya. Ah,
- masyaallah. Tuh. Maka oleh sebab itu
- rahasia gitu tidak menunjukkan orang
- ahli ibadah aja belum tentu menunjukkan
- dia ahli khair tuh.
- Orang tidak puasa tapi akhlaknya
- masyaallah itu afdol wa ahsan lebih
- utama dan lebih baik.
- Nah, maka tapi oleh sebab itu sekali
- lagi tentu kita berharap semakin banyak
- beribadah
- lebih banyak mengamalkan seb apa semakin
- banyak berpengaruh kepada akhlak. Kan
- ada pertanyaan mana ustaz yang lebih
- bagus?
- salatnya rajin tapi akhlaknya tidak
- berubah atau
- dia tidak pernah salat tapi akhlaknya
- bagus gitu. [tertawa]
- Aduh saya bilang nanya itu masyaallah
- ya. Yang lebih bagus itu ya. Jadi kita
- jangan menganggap sepele orang yang jadi
- salat meskipun akhlaknya belum berubah.
- Kita berharap dengan rajin ibadah
- akhlaknya jadi berubah tuh. Jadi kalau
- kita tidak bisa melaksanakan seluruhnya,
- jangan tinggalkan seluruhnya.
- Ya, gitu. Jadi kalau tidak bisa
- seluruhnya jangan ditinggalkan
- seluruhnya. Apa yang mampu dilakukan
- lakukan. yang belum
- usahakan gitu loh. Nah, maka oleh sebab
- itu sekali lagi maka masya masyaallah ya
- apa namanya rahasia-rahasia ibadah itu
- masyaallah pokoknya udah ibadah aja gitu
- loh meskipun oh ngapain dia ibadah rajin
- saum apa Senin Kamis kalau akhlaknya
- tidak berubah ulang jangan didengar kamu
- e apa saum senin Kamis kemudian perbaiki
- akhlak saum Nabi Daud kemudian perbagi
- perbaiki akhlak saum ayyamul bid
- kemudian perbaiki akhlak
- Ya udah jangan ngapain tidak gak
- bagi Allah itu mudah
- membolak-balikkan itu kan pengaruh kan
- di antara kita misalnya ada yang
- akhlaknya enggak bagus-bagus tapi
- bergaul dengan kita yang sudah bagus
- akhlaknya tiba-tiba akhlaknya bagus.
- Iya
- bisa jadi karena doanya bisa jadi karena
- doa kita.
- Maka oleh sebab itu jangan sekali-kali
- membenci umat Islam di mana pun berada.
- Karena kebaikan kita bisa jadi karena
- kebaikan umat Islam.
- Kita orang kaya
- kenal dengan orang miskin. Miskinnya
- orang bertakwa, kaya pun orang bertakwa
- gitu misalnya. Tapi bisa jadi setiap doa
- kita dikabul karena adanya orang miskin.
- Masyaallah.
- Sama-sama kita mengedahkan tangan e ke
- langit ke Allah. Orang miskin pun juga
- berdoa kepada Allah.
- Eh, yang dikabul justru doanya orang
- miskin.
- Doanyafir lil muslimin.
- Ah, bisanya seperti itu ya. Allahumfirli
- wali walidaya warham.
- Allahumfirli walil muslim wal muslimati
- wal mukminin wal mukminati alahya minhum
- wal amwat birahmatika ya arhamarah. Maka
- oleh sebab itu pandanglah sesama muslim
- itu dengan penuh cinta
- apapun kondisinya.
- Apapun kondisinya.
- Jadi untuk apa kita mohonkan ampun tapi
- dibidah-bidaahkan, dikafir-kafirkan
- gitu. Ah, kafir dia mah masa tidak
- diajarkan Nabi, diamalkan. Tapi di sisi
- lain, Allahumagfirli waliwalidah walil
- muslimin muslimati.
- Dimohonkan ampun tapi dicela. Nah, kalau
- memang Anda tahu itu adalah celaan harus
- diperbaiki, udah datangi, perbaiki. Akhi
- kita diskusi.
- Antum kenapa sih ngamalkan itu?
- Kan semestinya itu kan Nabi enggak
- nyontohkan misalnya. Kenapa antum
- amalkan? Kata dia, "Iya, Nabi tidak
- mencontohkan tapi Nabi mengisyaratkan."
- Misalnya gini kan antum negur saya,
- antum ngapain salaman Nabi salat? Nabi
- enggak mencontohkan.
- Terus kalau mainan HP Nabi nyontohkan.
- [tertawa]
- Kalau mainan HP Nabi nyontohkan.
- Gak memang Nabi tidak mengilustrasikan
- amalan seperti itu. Tapi ada
- isyarat-isyaratnya.
- Siapa yang ketemu sesama muslim ketemu
- terus salaman, sebelum berpisah sudah
- diampuni dosanya tuh. Tuh ketika salaman
- itu ada isyaratnya. Apalagi ini habis
- salat ngapain? Masa kalau salaman bidah,
- dolalah bahkan gitu. Mainan HP boleh ini
- enggak masuk ke akal gitu loh ya. Jadi
- memang ee mohon maaf ya saya berdoa
- kepada orang-orang yang masih berpahaman
- seperti itu ya. Mudah-mudahan bisa jadi
- samalah pemahamannya, sama-sama
- diuntungkan, sama-sama benarnya gitu loh
- ya. Sama-sama kemudian berdampak po
- positif. Bahkan ikhwah
- termasuk orang yang tergelincir
- tetap harus disayangi.
- Jadi kita sekali lagi punya masalah
- kalau pengajian kita, kalau kajian kita
- menghasilkan kebencian kepada ahli
- maksiat.
- Tuh salah kita ini punya penilaian
- menjadi benci kepada ahli maksiat. Tapi
- boleh kita tidak menyukai kemaksiatan.
- Tuh, kalau kemaksiatan harus dibenci,
- tapi kalau ahli kemaksiatan tidak boleh
- dibenci, harus disayangi.
- Cara menyayanginya dinasehati, diajak
- kepada kebaikan. Nah, gitu ya. Demikian
- saya kira yang dapat saya kemukakan.
- Wallahu aam bisawab.
- Wallahuam bawab. Demikian Ibu Retno
- semoga dapat menjawab
- berikutnya.
- Masih ada Ustaz. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, saya sering bolong tidak salat
- subuhnya.
- Tidak salat subuhnya waktu kerja di
- Saudi karena tidur kita jam .00 sampai
- jam . Kemudian bangun jam 0.00 sampai
- jam 09.00. Apakah cukup dengan
- mengundang anak yatim 60 orang sebagai
- ganti
- dan [berdehem] saya juga rajin puasa
- Senin Kamis dan ayamul bid? Ustaz mohon
- penjelasnya, Ustaz. Jazakumullah khairan
- kairan.
- Iya,
- saya mengambil pendekatan ee salat ya.
- Jadi salat itu tidak boleh sekalipun
- ditinggalkan.
- itu pendekatan itu. Jadi, siapa yang
- meninggalkan satu kali salat dengan
- sengaja,
- maka 500 tahun di neraka.
- Nauzubillah.
- Nauzubillahimizinzalik.
- Maka oleh sebab itu salat tidak boleh
- sedikit pun ditinggalkan. Kayak tadi
- misalnya saya bangun apa namanya?
- Salatnya eh tidurnya jam .00 atau jam .
- bangun-bangun jam 0.00. Sudah salat
- subuhnya jam 0.00. Tapi saya sudah
- kongkorongkok domba. Sudah kongkor
- rongkok domba itu sudah bukan kongkor
- rongkok ayam lagi. Kongkorongkok domba
- jam enggak apa-apa jam 0.00 salat subuh
- karena tidak boleh diting ditinggalkan
- gitulah ya.
- Besar-besar.
- Heeh. Jadi karena tadi tidurnya kan jam
- . jam . Ah tapi kalau kemudian kita bisa
- bangun jam .00 atau jam misalnya
- subuhnya di Saudi itu .30 bisa bangun
- kita .30 Tapi tetap kita tidak bisa
- tidak bangun. Salah.
- Tapi kalau memang betul-betul tidak bisa
- bangun pas bangun .30 tuh mata masih
- perim maka jam 0.00 lah salat subuhnya.
- Kenapa? Karena salat tidak boleh
- ditinggalkan. Dan itu bisa terjadi apa?
- Pernah kejadian. Rasul pun kesiangan.
- Iya.
- Kalau dalam pendekatan sunah gitu loh,
- kalau Nabi sudah melakukan satu kali
- berarti sunah.
- Jangankan pernah dilakukan oleh Nabi,
- baru diniatkan,
- baru diniatkan tapi belum dikerjakan
- bisa jadi sunah.
- Baru niat.
- Baru niat. Nah, maka oleh sebab itu
- salat jam 0.00 pun kategorinya bisa
- dalam terdepetik sunah.
- Kenapa? Karena Nabi pernah kesiangan.
- Nah, maka ketika jam 0.00 bangun salat
- subuh sudah.
- Yang penting tidak ditinggal, tidak
- ditinggalkan.
- Tapi Ustaz, masa tiap hari begitu ya?
- Kenapa Anda kerjanya tiap hari begitu?
- Kalau tiap hari begitu enggak apa-apa
- berarti kan. Makanya kan penelitiannya
- misalnya tidur, kalau misalnya tidur jam
- .00, jam .00 sudah bangun. Nah, bangun
- itu. Tapi kalau kemudi sengaja jam .00
- tidak bangun. Padahal dia bisa bangun.
- Itu masalah
- kayak kan begitu. Kan ada orang yang
- tidur 2 jam itu bebas dalam pengertian
- bisa
- tidur. Kalau di Indonesia misalnya tidur
- jam, jam .30 atau jam dia bisa bangun,
- mata tidak perih dia bisa konsentrasi
- salatnya. Salat lakukan
- sadar.
- Sadar gitu. Tapi kalau dia tidur jam
- 3.00, jam .00 saja bangunnya perih,
- susah buka matanya, udah tidur aja dulu.
- Berarti saya salat subuhnya jam 0.00,
- salat subuhnya saya jam 0.00 salat
- subuhnya jam .00.
- Ah, gimana ya? Lebih baik, lebih baik
- apa? Lebih baik tidak salat gitu. Nah,
- gitu loh. Nah, jadi pendekatan fikih itu
- menarik
- dan memang itu disesuaikan dengan
- kondisi si pelaku.
- Ruksah, Ustaz.
- Iya. Kategorinya ruksah
- tuh gitu loh. Sekali lagi tuh
- penjelasannya. Ingat tuh kalau dia mampu
- bangun jam .
- Mampu sekali lagi mampu itu berarti
- tidak apa? Tidak perih matanya.
- Konsentrasi
- padahal tidurnya jam .00ah salat subuh.
- Tapi kalau kemudian jam 5.00 dia bisa
- melek, tetapi jam .00 baru tidur itu
- matanya masih peri dan tidak
- konsentrasi.
- Kalaupun dia maksakan salat,
- bismillahirrahmanirrahim,
- alhamdulillahiabbil
- ah.
- Tidur.
- Iya.
- Ingat. Ulangi lagi.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin arrahmanirrahim.
- Sudah tidur lagi aja. Bahkan orang yang
- mau tahajud ini makanya debat tebel tuh
- para ulama.
- Kalau antum mau tahajud tapi masih apa?
- Masih ngantuk sudah tidur aja lah.
- Daripada nanti antum mencaci maki,
- mencela dirimu, lebih baik tidur aja.
- Tuh bisa begitu.
- Nah, maka oleh sebab itu fikih sangat
- tergantung kondisi
- si pelaku tuh ya bisa jadi haram, bisa
- jadi boleh, bisa jadi yang lainnya. Tuh,
- gitu loh. Maka oleh sebab itu kita mohon
- kepada Allah yang ringan-ringan yang apa
- yang bisa yang mampu kita laksanakan
- gitu ya. Baik, seperti itu yang dapat
- saya jelaskan. Jadi [berdehem] sekali
- lagi, Anda ee tidak boleh meninggalkan
- salat
- ya. Meskipun jam berapa pun salat.
- Salat.
- Heeh. Jam berapa pun salat. Karena
- sementara ulama ada yang membenarkan
- qada. Tapi saya lebih menyukai
- melaksanakan apa? Salat terlambat.
- Nah, kan salat terlambat juga qada juga
- sesungguhnya kan qada itu melaksanakan
- ibadah di luar waktunya itu qada.
- Iya.
- Salat subuh jam . di luar waktunya
- sesungguhnya. Tapi kemudian dianggapnya
- terlambat. Tapi kalau qada itu biasanya
- kalau sudah diselingi waktu lain
- misalnya tidur sebelum subuh
- bangun-bangun jam .00. Nah, begitu. Maka
- itu qada gitu. Nah, jadi saya kira ee
- pendekatan-pendekatan fikih ini menarik
- ya. Baik, seperti itu yang dapat saya
- kemukakan. Wallahu aam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Masyaallah. Baik,
- ikhwan akhwat. Alhamdulillah kita tidak
- terasa Ustaz. Baik, Ustaz, Ustaz sebagai
- penutup, Ustaz.
- Masallah. Ya, sebagai penutup kita mohon
- kepada Allah semoga Allah
- mempertahankan, menjadikan kita
- istiqamah terhadap amalan-amalan yang
- kita lakukan, kita perbanyak, kita
- lakukan di bulan Ramadan.
- Dan mudah-mudahan Allah memberikan apa
- namanya keberkahan
- ya, keberkahan dari sikap-sikap yang
- kita lakukan semakin bertambah manfaat,
- semakin bertambah ee apa namanya?
- kebaikan kita. Ya, demikian yang dapat
- saya kemukakan. Wasallallahu ala nabiina
- Muhammadin. Walhamdulillahi rabbil
- alamin. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahirabbil
- alamin. Jazakumullah khairan kairun
- ustaz. Demikian ikhwan a. Semoga apa
- yang disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh
- tentang kembali dekat kepada Allah
- bermanfaat untuk ikhwan akhwat dan
- sebagai bekal di bulan Syawal dan di
- waktu-waktu yang lain. Saya Fauzi Ridul
- HQ mohon unduh diri mohon maaf atas
- segala khilaf. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka waubu ilaik. Alalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.