Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:15 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:17 warahmatullahi wabarakatuh. 0:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:20 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin 0:22 wabihi nastain wa ala umurid dunya 0:24 waddin wasalatu wasalamu ala asrofil 0:27 iyaai wal mursalin wa ala alihi 0:30 wasohbihi ajmain. Ashadu alla 0:32 ilahaillallah wa ashadu anna muhammadan 0:35 abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli 0:38 wasallim wabarik ala nabiyana muhammadin 0:41 waa alihi wasohbihi ajmain. Qallahu 0:45 taala fil quranil karim. 0:46 Aubillahiminasyaitanirjim. 0:49 Innallaha wa malaikatahu yushalluna alan 0:53 nabi. Ya ayyuhalladzina amanu shu alaihi 0:56 wasallimu taslima. Sadaqallahulim. 0:59 Alhamdulillahiabbil alamin. Masih 1:01 dipancarkan dari jalan Masjid 1:03 Silaturahim nomor 36 Cibubur Bekasi 1:06 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 1:10 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 1:12 dimuliakan Allah Subhanahu wa taala. 1:15 Bagaimana kabar Anda di Jumat sore ini? 1:18 Semoga Allah senantiasa memberikan 1:20 kesehatan di mana pun akwat [berdehem] 1:22 akhwat berada. 1:24 Amin. 1:24 Senang sekali saya Fauzi Ridanul Haq 1:26 ditemani oleh Neza dan juga Yusuf 1:28 Subangkit dapat kembali menemani ikhwan 1:31 akhwat dalam program tausiah sore edisi 1:34 Jumat 21 Syawal 1447 1:39 Hijriah dan juga bertepatan dengan 1:41 tanggal 10 April 2026. Alhamdulillah 1:45 bersama guru kita almukaram Ustaz Ahmad 1:48 Shoh. Beliau sudah hadir bersama kita. 1:50 Kita sapa guru kita terlebih dahulu. 1:53 Asalamualaikum warahmatullahi 1:54 wabarakatuh. 1:55 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:58 wabarakatuh. 2:00 Sehat, Ustaz? 2:00 Alhamdulillah sihah walfi atas doa dari 2:04 semuanya dari ikhwan dan akhwat. 2:06 Taqabbullah minum ustaz. 2:07 Takbul karim. Masyaallah. Alhamdulillah. 2:11 Baik ikhwan akhwat. kita ee selepas 2:15 bulan Ramadan ini dalam 2:17 ee bulan Syawal kita baru pertama kali 2:20 siaran langsung dengan Ustaz Ahmad 2:23 Saleh. 2:24 Naam. 2:24 Iya. Baik ikhwan akhwat. Semoga kajian 2:27 ini dapat menemani Ikhwan Akhwat dalam 2:29 segala aktivitas di Jumat sore. Ini 2:31 merupakan salah satu waktu yang mustajab 2:34 dari asar sampai magrib insyaallah. nam 2:37 dengan bertauballah dengan kajian-kajian 2:41 yang mendekatkan diri kepada Allah yang 2:43 insyaallah akan disampaikan oleh Ustaz 2:46 Ahmad Saleh. Baik, Ikhwan Awat ee 2:50 terakhir di bulan Ramadan Ustaz Ahmad 2:52 Saleh telah membahas sama-sama 2:55 memberikan ilmu kepada kita tentang 2:57 kembali kepada fitrah. Insyaallah pada 3:01 bulan Syawal ini Ustaz Ahmad Saleh masih 3:05 akan membahas tentang 3:08 yaitu dengan tema kembali dekat kepada 3:10 Allah. Masih sesuai dengan kembali 3:12 kepada fitrah yang lalu. Namun 3:14 sebelumnya bagi ikhwan akhwat yang ingin 3:16 berpartisipasi yang ingin menyampaikan 3:19 pertanyaan dapat mengirimkan di 3:21 0811999720. 3:26 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 3:28 dengan ustaz dapat menghubungi langsung 3:31 di 0218451512. 3:36 Semoga apa yang akan disampaikan ilmunya 3:39 oleh Ustaz Ahmad Shih bermanfaat buat 3:42 ikhwan akhwat serta keluarga besarnya, 3:44 putra-putrinya tentunya sebagai bekal di 3:47 masa yang akan datang. Baik ikhwan 3:50 akhwat. Mari kita simak dan dengarkan 3:51 ilmu yang akan disampaikan oleh Ustaz 3:53 Ahmad Saleh tentang kembali dekat kepada 3:56 Allah. Tafadol Ustaz. 3:59 Alhamdulillahi 4:02 hamdan katsiron thayiban mubarokan fih 4:06 kama yuhibuna 4:08 waard. 4:10 Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la 4:13 syarikalah wa ashadu anna muhammadan 4:17 abduhu wa rasuluhu wa innahu la nabiya 4:20 ba'dah. Allahumma sholli wasallim 4:23 wabarik ala nabiyina Muhammadin wa ala 4:27 alihi wasohbihi ajmain. Amma ba'd. 4:31 Ikhwan dan akhwat pendengar radio 4:33 silaturahim serta pemirsa Rasil Visual 4:37 di mana pun berada. Alhamdulillah kita 4:40 berjumpa lagi di 10 hari terakhir di 4:44 bulan Syawal. Kalau kita kemarin mencari 4:48 lailatul qadar di 10 terakhir bulan 4:51 Ramadan e qadarullah sekarang kita sudah 4:53 sampai juga di 10 hari bulan Syawal. 4:57 Masyaallah. 4:58 Syawal yakni ee peningkatan gitu loh ya. 5:03 Kenapa peningkatan? Karena memang kita 5:06 selama Ramadan ditempak dididik dengan 5:09 kurikulum yang mampu mengantarkan dekat 5:13 kembali kepada Allah. Kenapa kembali 5:16 dekat kepada Allah? Naam. Karena 5:18 sebelumnya kita jauh dari Allah. Kenapa 5:21 jauh? Karena di dinodai oleh maksiat, 5:25 dinodai oleh kelalaian-kelaian. 5:29 Faasbahna. Maka jadilah kita baid 5:32 minallah, jauh dari Allah. 5:35 Tuh. Jadi semakin maksiat, semakin lalai 5:39 dari Allah, berarti semakin jauh dari 5:42 Allah. Nah, supaya kembali dekat yaitu 5:46 taat kepada Allah. Tubu ilallah. 5:50 Bertobatlah kepada Allah. Dengan tobat 5:53 itu taqarub. 5:55 Qoraba yuqorbut. Taqarub kembali dekat. 5:59 Jadi taqarub itu upaya pendekatan diri 6:02 kepada Allah Subhanahu wa taala. Kita 6:04 rasakan di bulan Ramadan itu dipenuhi 6:07 dengan ibadah 6:09 ya, ibadah taswirah maupun ibadah 6:13 sosial, ibadah maknawiah. 6:17 ibadah-ibadah taswiriah, ibadah 6:19 ibadah-ibadah simbolis 6:22 ya mulai dari misalnya salat ya sudah 6:25 dilakukan berjamaah di masjid bagi 6:28 ikhwan ya bagi akhwat juga ada yang di 6:32 masjid ada yang di rumah kan begitu. 6:35 Nah, maka pendekatan-pendekatan itu 6:38 selama sebulan penuh itu dihiasi terus 6:41 dengan pendekatan diri kepada Allah. 6:44 salat sunahnya yang biasanya tidak 6:47 dilakukan dilakukan yang tadinya jarang 6:50 salat salat malam melakukan salat malam 6:53 khususnya salat tarawih. Nah, meskipun 6:56 tarawih kan ee debat table ya tarawih di 7:00 kita ini bakda isya karena kemudian tapi 7:04 kemudian kita dapat memahami, dapat 7:07 memaklumi karena ada cantolannya gitu 7:10 loh kepada ijtihadnya Umar bin Al 7:13 alkhattab gitu. Nah, terlepas dari apa? 7:17 Terlepas dari praktik-praktik 7:20 variasi. Jadi begini, dalam syariat 7:22 Islam itu Rasul kadang mencontohkan yang 7:26 paling ee apa ee ee garis paling rendah, 7:32 tapi juga Nabi mencontohkan garis batas 7:35 yang paling tinggi. 7:36 Masyaallah 7:36 gitu ya. Nabi contohkan kadang atau 7:38 kadang Nabi mencontohkan garis yang 7:40 paling tinggi tapi membiarkan para 7:43 sahabatnya melakukan garis paling 7:45 rendah. 7:47 Gitu ya. Misalnya begini. 7:50 Nabi memberikan contoh salat malamnya 7:53 itu 7:54 antara 11 dan 13 dalam satu riwayat ya. 7:58 Misalnya 11 rakaat tapi sampai 8:01 bengkak-bengkak. 8:03 11 rakaat sampai bengkak-bengkak 8:05 berjam-jam lagi gitu ya. 8:08 Itu yang paling paling apa namanya? 8:11 Paling tinggi. 8:12 Kemudian ada pertanyaan, "Gimana, Ustaz, 8:14 kalau saya salat tahajudnya cuma dua 8:16 rakaat?" 8:17 Iya. 8:18 Nah, gitu ya. Ah, itu berarti batasan 8:20 paling rendah. Jaiz boleh. Atau witir 8:24 aja satu rakaat tiap malam. Nam 8:28 masih dalam batasan. 8:29 Masih dalam batasan. Jadi kadang kita 8:32 perdebatan itu bukan perdapat diterima 8:35 atau tidak. Perdatan ini ada afdoliah 8:39 i 8:39 keutamaan. 8:42 Ah, saya mah jarang salat tahajud, 8:44 jarang juga salat witir. Sekarang tiap 8:47 malam saya cuma serakaat. 8:49 Seperti Utsman bin Affan pernah 8:52 melakukan salat sepanjang sepanjang 8:55 malam suntuk cuma satu rakaat 8:58 tapi mengkhatamkan Quran. 9:02 Satu rakaatnya mengkhatamkan Quran. Kita 9:05 mah sudah 11 rakaat, juz 30 juga tidak 9:08 khatam, kan begitu. [tertawa] Nah, jadi 9:11 nah itu kalau kita 9:13 ee apa namanya? Juz 30 tidak khatam itu 9:16 adalah batas minimal. 9:20 Jadi sesuatu yang dibolehkan gitu loh 9:22 ya. Apa bahkan utama juga bagi kalangan 9:25 kita utama itu gitu loh. Tapi kalau kita 9:28 mau membandingkan dengan para sahabat 9:31 Nabi ya tidak sebanding gitu loh. Maka 9:34 oleh sebab itu sahabat apa di antara 9:37 kita di antara jemaah bertanya, 9:40 "Ustadz, 9:41 mana yang lebih baik tarawih itu 9:45 bacaannya panjang tapi bagus? 9:48 atau bacaannya pendek tapi bagus. 9:52 Maksudnya apa? Iya. Salat tarawih 9:54 berjamaah di masjid. Bagusan mana tuh? 9:57 Bagusan baca ayatnya panjang-panjang 10:00 tapi bagus atau pendek-pendek tapi 10:03 bagus? 10:05 Jawaban mana pun benar 10:07 karena bagus. 10:08 Iya. Jawaban mana pun benar. Tapi kalau 10:11 di kita sekali di kita ya berarti aglabu 10:15 aksaru keuman 10:18 itu lebih baik pendek-pendek tapi bagus 10:22 tuh gitu ya. Pada kalau kita sepakat 10:27 misalnya ada satu komunitas 10:29 mereka enggak pengin itu bacaannya 10:31 pendek-pendek. Aduh sayang ini 10:33 kesempatan munajat kepada Allah. 10:36 Cobalah yang panjang hafiz Qurannya jadi 10:39 imamnya. 10:40 Jadi satu apa? Satu rakaat itu misalnya 10:44 katakanlah ya, katakanlah satu apa 10:47 namanya ee satu hari atau satu malam itu 10:50 satu juz. 10:51 Iya. 10:52 Atau seperti tadi kata para sahabat satu 10:56 malam itu khatam Quran. 10:58 Masyaallah 10:59 gitu ya. Ya, kalau sepakat sekali lagi. 11:02 Nah, jadi kalau sepakat satu malam 11:04 khatam Quran. 11:07 Ah, misalnya terlalu berat. Meskipun ada 11:11 di kalangan kita ada itu yang baca apa 11:14 namanya? Satu malam khatam Quran satu 11:17 ada. Ah, saya ke Pak ini terlalu ini di 11:19 kita mah belum seperti itu ya. Sudah 11:22 satu juz satu hari jadi khatam Ramadan 11:26 khatam Quran gitu loh ya. Tapi aduh saya 11:29 mah juz 30 aja. 11:32 Satu harinya juz 30 terus diulang-ulang 11:35 gak apa-apa. Nah, pertama begini. Kenapa 11:39 kita membolehkan atau batasan minimalnya 11:43 pendek-pendek bacaannya pendek-pendek 11:45 tapi khatam? Karena banyak orang awam 11:47 yang ingin salat tarawih. 11:51 Sementara orang awam enggak punya banyak 11:53 hafalan, 11:56 inginnya dipandu oleh imam. He. 11:58 Nah, maka kemudian tadi tuh, maka oleh 12:02 sebab itu di komunitas tertentu tuh ada 12:04 salat malamnya dua waktu. Ada yang bada 12:07 isya itu bagi orang-orang yang tidak 12:09 punya waktu bangun apa sepertiga malam. 12:13 Nanti sepertiga malam bangun lagi. Beda 12:15 lagi imamnya, beda lagi gitu loh. Jadi 12:19 ee jadi isinya bukan perkara bidah. 12:23 Bahkan jika bakda isya sudah melakukan 12:27 juga kemudian di sepertiga malam atau 12:30 dua per3 malam ingin melakukan lagi 12:32 falyatafadol masykur gitu loh ya. Jadi 12:37 sekarang analisa-analisa terhadap ini 12:39 tuh aduh menarik. Jadi pada akhirnya lah 12:41 kenapa ribut ramai masalah bidah bidah 12:44 gitu. Ternyata setelah diteliti dihayati 12:47 aduh masyaallah ternyata itu kesempatan 12:50 tuh gitulah ya. Oke. Baik. Nah, jadi 12:54 seperti itu gambarnya. Jadi, Nabi 12:56 memberikan contoh yang e jadi kadang 12:58 Nabi tidak saklak, tidak fikihnya tuh 13:02 tidak satu. 13:05 Kadang bermacam-macam fikihnya. 13:08 Gitu. Pertanyaannya begini. Misalnya kan 13:12 penelitian-penelitian yang sudah 13:14 dilakukan 13:16 misalnya apa? Kalau talak terus kemudian 13:20 apa? mencium istri di waktu puasa kan 13:23 sudah sering ya. Nah, termasuk tadi 13:26 salat tahajud. Nah, kalau kemudian bakda 13:29 isya, latihan bakda isya itu adalah 13:33 kemudian menuju kepada ee apa arahan 13:37 Umar bin al-Khattab. Umar bin Khattab 13:39 sendiri tidak melakukan salat tarawih 13:42 bada isya. Beliau itu melakukannya 13:45 tengah tengah malam sama karena memang 13:47 itu yang utama. yang afdali adalah 13:50 tengah malam 13:52 gitu. Dan kita tidak pernah menemukan 13:55 Nabi mengumpulkan para sahabat untuk 13:58 salat tarawih gitu loh. Tapi Nabi 14:02 sendiri salat tarawihnya malam bahkan 14:05 sembunyi-sembunyi. Tapi sahabat ada yang 14:07 tahu ikut berjamaah. Akhirnya kemudian 14:10 setelah 3 hari ah ikut berjamaah Nabi 14:13 kemudian tidak datang lagi ke masjid. 14:16 Kenapa? khawatir 14:18 diwajibkan. Itu salah satu alasan. 14:21 Khawatir diwajibkan tuh sesungguhnya ya 14:23 kalau diteliti banyak lagi alasannya. 14:25 Nah, gitu ya. Nah, ketika kita sudah 14:29 terbiasa itu ya ee kesalehan-kesalehan 14:33 tadi itu apa? Taswiriah simbolik ya. Kes 14:37 ruku sujud gitu ya. Heeh. Kemudian 14:41 kesalehan yang mengantarkan kesalehan 14:43 sosial juga dibiasakan. ngasih makan 14:46 orang berpuasa 14:48 ya, ngumpulkan orang-orang misalnya ini 14:51 buka bersama, buka puasa bersama kan 14:54 kemarin sudah dibahas secara ini buka 14:56 persamaan ya tidak tapi kalau kemudian 14:59 ada orang lewat eh sini sini sini buka 15:01 puasa dulu aja dibuka bersama gitu loh 15:04 ya jadi bukan persoalan antara bidah dan 15:07 bukan bidah tuh buka puasa bersama itu 15:10 gitu loh ya bagaimana meningkatkan 15:12 kebaikan jadi kebaikan-kebaikan yang 15:14 dibangun 15:15 di waktu ee syahru Ramadan mengakibatkan 15:20 menjadi kebiasaan, menjadi akhlak. Nah, 15:23 maka kita menjadi dekat kembali kepada 15:26 Allah Subhanahu wa taala karena dengan 15:28 akhlak yang takwa tadi. Jadi, oleh sebab 15:31 itu sekali lagi ee segala bentuk macam 15:35 segala macam bentuk peribadahan 15:39 itu mesti tidak simbolis. 15:42 haji. Ah, bukan hanya pergi ke ke 15:44 Makkah, ke Madinah. Sudah, bukan bukan 15:47 itu. Mesti ada tujuannya. 15:51 Mesti ada tujuan yang harus dicapai yang 15:54 berbekas dalam akhlak di mana-mana itu. 15:58 Iya, 15:59 mau haji, mau puasa gitu ya. Termasuk 16:04 adalah namanya simbolis kurban. Kalau 16:07 kurban memang, tapi juga ee kalau tadi 16:10 ee apa ibadah-ibadah biasa adalah 16:13 simbolistik. Nah, kalau kalau ibadah 16:16 kurban dibalik 16:18 ya kalau misalnya kalau simbolistik itu 16:21 kan kesalehan dulu. Nah, baru kemudian 16:25 apa namanya? Aarnya. Ahar itu bekasnya. 16:28 Nah, kalau kurban itu bekasnya karena 16:31 memang sudah motong apa? motong hewan 16:34 itu dinikmati. Tapi tentang kesalehan 16:38 apa namanya? kesalehan pribadinya yaitu 16:41 keikhlasan itu juga harus ditumbuhkan 16:43 gitu loh. Jadi kalau apa namanya kalau 16:47 zakat kururban itu adalah betul-betul 16:51 real tapi tetap itu menjadi tidak 16:53 berguna kalau tidak ikhlas 16:56 gitu loh. Kalau ini keikhlasan dulu yang 16:59 dipupuknya kesalehan dulu keikhlasan. 17:03 Nah nanti buahnya. Nah gitu. Kalau kalau 17:07 yang jadi ee apa ibadah itu ada dua 17:10 macam. Ada yang buahnya dulu gitu ya 17:14 baru teoritisnya. 17:16 Ada teoritisnya dulu baru buahnya gitu 17:18 loh. Nah, maka oleh sebab itu kita 17:21 pasca melaksanakan saum Ramadan. Nah, 17:24 kalau kalau saum Ramadan itu teoritis 17:27 gitulah. Nanti yang didapatkan adalah 17:30 bekas. Membekas di dalam jiwa 17:34 kesalehannya. membekas di dalam jiwa. 17:37 Nah, kalau ee kesalehannya membekas di 17:39 dalam jiwa, diduga keras dia dapat 17:42 lailatul qadar. Masyaallah 17:44 gitu. Diduga keras tuh kalau membekas 17:46 dalam jiwa. Bahkan kemudian sudah 17:49 Syawal, sudah Zulkadah, sudah Zulhijah, 17:52 bahkan sifat-sifat ketakwaan itu masih 17:55 bisa dipertahankan. Ah, masyaallah. 17:58 Namun kemudian ini kan sulit bagi kita 18:01 ini golongan-golongan yang sulit 18:03 mempertahankan itu. Wong kita Ramadan 18:06 selesai aja merdeka kok. 18:09 Ah yes gitu. Nah karena memang 18:12 pemahaaman kita begitu. 18:13 He 18:14 kita mencari lailatul qadarnya cuma di 18:16 bulan Ramadan. 18:19 Setelah Ramadan selesai tidak dicari 18:21 lagi Ramadan apa ee lailatul qadarnya. 18:27 Padahal kan kemarin dibahas Nabi iktikaf 18:30 bukan hanya di bulan Ramadan, kadang di 18:33 bulan Syawal gitu loh. Kadang 10 hari, 18:37 kadang 20 hari gitu loh ya. Ah 10 awal, 18:41 10 pertengahan, 10 akhir gitu. Kadang di 18:44 bulan Syawal. Nah, itu sing diteliti itu 18:47 mesti ada tujuan gitu loh. Kenapa Nabi 18:51 kok apa namanya e iktikafnya juga bukan 18:55 hanya di bulan Ramadan? Manakah? Maka 18:59 oleh sebab itu kita tidak boleh 19:01 menyepelekan 19:03 ibadah 19:04 gitu loh ya. Nah, jadi kapanp 19:07 seakan-akan kita seperti bulan Ramadan 19:09 gitu kalau bisa gitu loh. Tapi kalau 19:13 karena manusia itu punya kepentingannya 19:15 berbeda-beda gitu loh. Misalnya seperti 19:18 ini, Syawal adalah bulan peningkatan. 19:22 Aduh berat bulan peningkatan. 19:26 Kemarin aja Ramadan kan kita puasa 19:29 sebulan. Kalau ditingkatkan di bulan 19:31 Syawal 45 hari, bukan begitu. 19:36 Kalau kita bahkan kalau kita tidak bisa 19:39 berpuasa di bulan Syawal 19:41 gitu ya, bahkan tidak bisa puasa di 19:44 bulan Syawal, puasa sunah maksudnya, 19:47 maka jaga lisan. 19:50 Jadi menjaga lisan itu dalam upaya 19:53 meningkatkan 19:54 pengabdian kepada Allah Subhanahu wa 19:56 taala. Jadi nanti bisa jadi dengan 20:00 penjelasan seperti itu ada orang yang 20:03 tidak puasa lebih mulia dibanding orang 20:05 puasa. 20:07 Tuh bisa begitu. Kenapa? Karena yang 20:11 tidak puasa menjaganya menjaga lisan, 20:14 menghiasinya dengan zikir. Sementara 20:17 yang puasa ngomongin orang lah. Jadi, oh 20:22 rahasia kalau begitu ya. 20:24 Jadi jangan merasa kita paling saleh 20:26 kalau sudah bisa puasa. Karena orang 20:29 lain bisa ngalahkan meskipun 20:31 kelihatannya dia tidak puasa. 20:35 Tuh gitu ya. Nah, kita rajin puasa. Dia 20:40 tidak puasa tapi dia peduli kepada fakir 20:43 miskin. 20:43 H iya. 20:44 Dia ngasih pembiayaan nanggung ininya 20:48 dia tidak puasa. Kelihatan. Maka orang 20:50 ada yang menyembunyikan begitu. 20:52 kelihatannya dia sengaja memperlihatkan 20:55 bahwa dia orang yang tidak taat. Ya 20:58 gitu. Tidak taat itu maksudnya tidak 21:00 taat-taat banget gitu loh. Jadi semua 21:02 kewajibannya dikerjakan 21:04 biasa-biasa a. 21:05 Heeh. Tapi kalau amalan-amalan sunah 21:07 disembunyikan seakan-akan dia tidak 21:09 pernah melakukannya. 21:12 Tapi ah ya, tetapi sekali lagi substansi 21:17 daripada amalan-amalan sunah tadi 21:21 diamalkan 21:22 tuh. Itu rahasia tuh begitu. Makanya 21:24 oleh sebab itu 21:27 kamu nih jarang jarang puasa. Kenapa 21:30 jarang puasa? Iya saya lu mengaku. 21:33 Padahal dia tahu mohon maaf saya belum 21:36 bisa ngamalkan sunah. 21:39 Padahal dia membiai fakir miskin 21:42 apa membelanjai ee apa namanya para 21:45 janda tuh. Jadi dia pikirannya itu 21:48 adalah solusi untuk persoalan-persoalan 21:51 umat. 21:51 H. 21:52 Nah, maka oleh sebab itu sekali lagi 21:55 ikhwan dan akhwat yang dimuliakan Allah 21:58 Subhanahu wa taala. Jadi hendaknya kita 22:01 pintar-pintar, cerdas-cerdas lah gitu 22:04 ya. Kalau sekali lagi kalau kita syukur 22:07 kita bisa melaksanakan saum-saum sunah, 22:11 salat-salat sunah setelah wajib tentunya 22:14 kemudian diikuti dengan 22:16 kesalehan-kesalahanelan sosial, 22:17 kesalehan pribadi dan sosial gitu ya. 22:20 Itu lebih baik ya. Tetapi kalau enggak 22:23 kita menyembunyikan enggak apa-apa. 22:26 Ustaz puasa enggak? Enggak. Saya enggak 22:27 puasa, 22:29 tapi dia hatinya tetap memperhatikan 22:33 orang lain. Karena bisa jadi ada orang 22:36 yang berpuasa 22:38 begini, 22:41 "Ustadz, saya enggak puasa." 22:44 Karena kalau saya puasa 22:47 yang tidak puasa lima orang tuh gitu ya. 22:51 Kalau saya berpuasa, 22:53 jadi yang tidak berpuasa lima orang. 22:56 Tapi kalau saya tidak puasa, yang tidak 23:00 puasa cuma saya. 23:02 Maksudnya apa? 23:05 Maksudnya kalau saya puasa berarti saya 23:08 enggak bisa kerja. 23:11 Berarti yang tidak makan jadi banyak 23:13 karena saya tidak kerja. 23:16 Iya, 23:16 gitu loh. Tapi kalau saya tidak puasa ya 23:20 karena dia apa nam pekerja kasar. Kalau 23:24 saya tidak puasa, yang puasa jadi 23:26 banyak. 23:27 Karena saya kerja, saya bisa ngasih 23:29 makan istri, ngasih makan anak dan lain 23:32 sebagainya. 23:32 Kerja banyak 23:33 gitu. J itu fikih itu begitu. 23:36 Ada yang begitu 23:37 sosial ya. 23:38 E gitu. Betul. Kalau saya puasa, saya 23:41 harus puasa. Akhirnya dia karena 23:44 kerjanya berat. Karena kerjanya bukan 23:48 bukan apa namanya bukan kerja-kerja yang 23:51 biasa. Kerja berat. Banting tulang. 23:53 He. 23:54 Kalau saya tidak puasa, hanya saya 23:57 berarti yang tidak puasa. Istri dan 23:59 anak-anak saya bisa puasa karena bisa di 24:02 saya kasih makan. 24:04 Tapi kalau saya puasa, saya enggak bisa 24:06 usaha. 24:09 Emang ada saya kayak gitu? Iya. Ini 24:11 kasus ada tentunya. Maka oleh sebab itu 24:14 fikih itu bijaksana. 24:17 Terus gimana kalau begitu? [tertawa] 24:19 Maunya kan gini. kamu tetap puasa tapi 24:23 ngasih makan kan gitu. 24:25 Justru ini kan pilihan 24:27 kalau saya puasa lima orang tidak puasa. 24:31 Tapi kalau saya tidak puasa berarti cuma 24:33 saya yang tidak puasa karena mereka 24:35 tetap berpuasa gitu loh. Nah ini fikih 24:39 namanya gitu ya. Nah maka oleh sebab itu 24:42 ya beda lagi kalau seperti kita ya. Kita 24:45 mah harus puasa gitu ya. Anak-anak kita 24:48 harus puasa, istri kita harus puasa. 24:50 Karena pekerjaan kita mah tidak berat 24:54 gitu gitu ya. Nah, misalnya per bulan 24:57 lumayan tuh 5 juta gitu loh. Mereka 25:00 untuk mendapatkan aduh masyaallah bebak 25:02 belur. 25:04 Nah, maka oleh sebab itu sekali lagi ini 25:07 menariklah ya. Maka oleh sebab itu kita 25:09 yang diberi kesempatan oleh Allah 25:11 Subhanahu wa taala [berdehem] 25:14 untuk meningkatkan pendekatan diri 25:17 kepada Allah, meningkatkan ibadah gitu 25:20 ya dan tidak berpengaruh kepada yang 25:22 lainnya, maka tingkatkan 25:25 gitu ya. Jangan sampai nanti kita 25:28 kesempatan itu 25:30 hilang 25:31 ya. Jangan seperti tadi kasus tadi. Maka 25:33 oleh sebab itu kita bersyukur kita 25:36 laksanakan ibadah kita bahkan 25:38 sunah-sunahnya kita laksanakan dan 25:41 kembalikan kepada Allah Subhanahu wa 25:44 taala gitu. Mudah-mudahan Allah selalu 25:46 memimpin kita, kita bisa beramal fokus 25:49 istiqamah gitu dan berdampak kepada 25:52 istri dan anak gitulah ya. Dan juga kita 25:56 ee penghasilan tidak berpengaruh. 26:00 puasa kita tidak puasa kita penghasilan 26:03 tetap dapat gitu ya. Demikian saya kira 26:06 sebagai pengantar kajian kita pada ee 26:09 sore hari ini. Mudah-mudahan apa yang 26:12 telah kita capai, kita raih dalam 26:14 kebaikan, berbagai macam kebaikan bisa 26:17 ditingkatkan, minimal bisa 26:18 dipertahankan, minimal pesan-pesannya 26:21 bisa dilaksanakan. 26:24 Demikian kurang dan lebihnya saya mohon 26:26 maaf. 26:28 naina Muhammadinhamdulillahiabbilamin 26:33 wallahu aamwab 26:37 alhamdulillahiabbil alamin wallahuam 26:40 bawab jazakumullah khairan kirakum 26:42 amin 26:43 demikian ikhwan akhwat ilmu yang sudah 26:44 disampaikan dari Ustaz Ahmad Salh 26:47 tentang kembali dekat kepada Allah 26:50 bertakwarub kepada Allah dengan cara 26:52 meningkatkan 26:54 sunah-sunah di bulan Ramadan 26:57 untuk dilaksanakan di bulan Syawal. 26:59 Baik, Ikhwan Awawat tetap di radio 27:01 silaturahim. Kami akan lanjut setelah 27:03 nada takwa berikut tetap Radio 27:06 Silaturahim. Terima kasih. 27:22 I ingin. Alhamdulillahi rabbil alamin. 27:24 Terima kasih ikhwan akhwat masih 27:26 menyimak radio silaturahim dan Rasel TV. 27:31 Saat ini Anda sedang menyimak siaran 27:34 tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Saleh 27:37 dengan tema kembali dekat kepada Allah. 27:44 Sebelum kita membacakan pertanyaan, kita 27:46 bacakan 27:47 ee komentar-komentar yang sudah masuk. 27:49 Yang pertama dari Ibu Karisa. 27:52 Asalamualaikum warahmatullahi 27:53 wabarakatuh, Ustaz. 27:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 27:56 wabarakatuh. 27:58 Terima kasih, Ustaz, ilmunya. 27:59 Alhamdulillah saya menyimak acara 28:01 tausiah sore, Ustaz. 28:03 Barakallahu fik. 28:04 Kemudian kedua dari Bapak Arwin. 28:08 Asalamualaikum warahmatullahi 28:10 wabarakatuh. Waalaikumsalam 28:12 warahmatullahi wabarakatuh. 28:14 Terima kasih Ustaz atas tausiah, 28:16 nasihat, dan pencerahannya. Semoga ustaz 28:18 dan pejuang dakwah serta para pendengar 28:20 hasil selalu dalam keadaan sehat 28:22 walafiat dan dalam lindungan Allah 28:25 Subhanahu wa taala. 28:26 Amin. Allahum amin. Barakallahu fik. 28:29 Bapak Arwin, 67 tahun di Lenteng Agung, 28:32 Jakarta Selatan. 28:33 Ah, masyaallah. Barakallah fik. 28:35 Kemudian Ibu Lise. 28:38 Asalamualaikum warahmatullahi 28:39 wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam 28:41 warahmatullahi wabarakatuh. 28:43 Terima kasih Ustaz ilmunya. 28:45 Alhamdulillah saya menyimak tausiah 28:47 Ustaz Ahmad Saleh. Syukran. 28:50 Kemudian Mbak Ibu Nurjanah binti Madio. 28:53 Asalamualaikum warahmatullahi 28:54 wabarakatuh. 28:55 Waalaikumsalam warahmatullahi 28:57 wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil 28:59 alamin. Ustaz saya menyimak dari Sydney, 29:03 Australia. 29:04 Masyaallah. Barakallahu fikum. 29:06 Jauh. 29:07 Iya. 29:07 Sampai jauh ada yang mendengar. 29:09 Masyaallah. Masyaallah. Iya. Ya. Ya. 29:11 Kemudian 29:13 Bapak 29:16 pertanyaan pertama kita bacakan dari 29:19 Bapak Sayyan Rohili. Ustaz 29:21 Naam. 29:21 Asalamualaikum warahmatullahi 29:23 wabarakatuh. 29:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 29:26 wabarakatuh. 29:27 Saya Rohili di Pulau Gebang. Ustaz izin 29:30 bertanya. 29:30 Nam. 29:31 Bagaimana kalau ada seseorang yang 29:33 beribadahnya hanya di bulan Ramadan 29:36 saja, Ustaz? Setelah bulan Ramadan 29:37 selesai, ibadahnya juga selesai. Apakah 29:41 Allah tetap menghapus dosa-dosanya atau 29:44 tidak, Ustaz? Bagaimana? Naam. 29:46 Masyaallah. Jika yang dimaksud adalah 29:50 Ramadan itu betul-betul dia ee ibadahnya 29:53 serius. 29:54 H 29:55 ya, mau wajibnya, mau sunahnya. 29:59 atau pengertiannya 30:01 dia hanya mengerjakan yang wajib-wajib 30:03 saja. Setelah bulan Ramadan selesai, 30:07 maka selesai pula sunah-sunahnya. H 30:10 atau betul-betul dia hanya ibadahnya di 30:13 bulan Ramadan. Di luar bulan Ramadan ah 30:16 dia tidak melakukannya. Naam. Jadi apa 30:21 namanya ee misalnya kalau ibadahnya di 30:24 bulan Ramadan juga di bulan lainnya 30:27 enggak ada masalah itu clear, pahamlah. 30:30 Tapi kalau kemudian misalnya dia fokus 30:34 kalau bulan Ramadan itu yang 30:36 wajib-wajibnya saja. 30:37 Iya. 30:38 Adapun yang sunah-sunah itu hanya di 30:40 bulan Ramadan saja. Selain bulan Ramadan 30:43 dia tidak ngerjakan. 30:44 Itu juga tidak ada masalah gitu ya. 30:46 tentu akan ada perhitungannya. Yang 30:49 menjadi perdebatan adalah mereka yang 30:51 hanya ibadahnya betul-betul ibadahnya 30:54 hanya di bulan Ramadan. 30:56 Sebagian ada yang menghukumi kafir. 30:59 Kafir. 31:00 Nah, misalnya dia bulan puasa salat. 31:03 Nah, bulan Syawal enggak salat dia 31:06 gitu loh ya. Nah, nanti ini kepada ke 31:10 apa nam perdebatan dia apakah akan 31:13 diterima tobatnya ataukah dia tidak. 31:17 Kalau kemudian dia menyengaja hanya 31:19 puasanya, hanya kewajiban-kewajibannya 31:23 hanya di bulan Ramadan, berarti di bulan 31:25 itu tidak. [berdehem] Berarti bisa 31:28 kategorinya kufar 31:31 dia tidak salat, ya tidak zakat gitu loh 31:35 ya. Ee maksud saya zakat itu adalah 31:38 zakat ee zakat ee zakat harta 31:43 pokoknya kewajiban-kewajiban kan ada 31:45 yang ngitungnya di bulan Ramadan, ada 31:47 yang di luar bulan Ramadan. Nah, ketika 31:51 dia puasa, ketika dia salat gitu ya di 31:54 bulan Ramadan tapi kemudian tidak salat 31:57 di bulan-bulan lainnya, maka tadi ya 32:01 awal-awalnya bisa diperhitungkan 32:03 awal-awalnya gitu. Asalnya dia dihitung, 32:06 oh salatnya dicatat. 32:08 Tapi ketika dia meninggalkan salatnya 32:10 dengan sengaja, maka dia dicatat sebagai 32:13 ahli maksiat. Bahkan dinyatakan kufrun, 32:17 kafir 32:18 gitu loh. Ya. Jadi begitu. Jadi oleh 32:21 sebab itu ya kita bermohon kepada Allah 32:24 agar kita diberi kekuatan bisa 32:27 melaksanakan kewajiban-kewajiban. 32:30 Paling tidak kewajiban-kewajiban. Kalau 32:32 yang sunah-sunah tidak bisa dikerjakan, 32:35 paling tidak yang wajib-wajib saja gitu 32:37 loh. Paling tidak itu pertahankan, 32:40 tingkatkan. 32:41 Nah, apalagi kalau kita sudah bisa 32:44 membiasakan 32:46 sunah-sunah dikerjakan. 32:48 Karena sunah-sunah itu fungsinya adalah 32:52 memperbaiki 32:53 jika di dalam hal yang wajib ada 32:57 kekurangan. Lah, jadi itu bisa menjadi 33:00 penembel. 33:02 nambal ya nambal. Nah, gitu ya. Jadi 33:05 sekali lagi kalau bisa kita mengerjakan 33:08 amalan-amalan sunah ya tidak harus 33:11 semuanya tapi upayakan gitu misalnya ah 33:15 saya mah apa ya salat sunah misalnya 33:18 qobliah subuh kemudian 33:22 qobliah subuh bakda isya gitu loh ya 33:26 qbliah subuh bakda isya sama tahajud itu 33:29 insyaallah kalau istikamah baik itu 33:32 bagus 33:33 tidak harus kemudian dipaksa, "Oh, kamu 33:35 harus selalu sunah." Gak juga. Tapi 33:38 kalau kita mampu melaksanakan 33:40 sunah-sunahnya, 33:42 qobliah subuhnya, 33:44 kemudian apa namanya? Ee apa kalau 33:49 duhanya, 33:50 tahajudnya gitu loh ya. Nah, dan yang 33:53 lainnya itu lebih utama, lebih afdal. 33:57 Meskipun sekali lagi harus serahkan 33:59 kepada Allah ya. Jangan merasa kepedean 34:03 juga, tapi kita tetap yakin gitu. Tapi 34:06 serahkan kepada Allah, "Ya Allah, inilah 34:08 yang bisa saya kerjakan, ini yang bisa 34:11 saya lakukan. Terima ya Allah, gitu loh 34:14 ya." Nah, jadi sekali lagi pertama yang 34:17 wajib-wajib dituntaskan. 34:20 Nah, alhamdulillah diikuti dengan 34:22 sunah-sunah bagus tuh gitu ya. Jadi 34:26 seperti itu ya. Jadi ee upayakan betul 34:30 tiap waktu gitu ya. Ee apa namanya ee 34:34 menurut ee Ali Imran ayat 102 itu kan ya 34:39 ayyuhalladzina amanutlaha 34:41 haqqo tuqatihi wala tabutunna illa wa 34:44 antum muslimun. 34:47 Jadi senantiasa menghidupkan 34:49 bersungguh-sungguh takwa kepada Allah 34:52 gitu ya. 34:53 sungguh-sungguh takwa itu bisa maksimal 34:56 tapi kemudian bisa dibatasi dengan 34:58 mastatum 35:00 kemampuan kita ya. Jadi seperti itu 35:02 kurang dalamnya saya mohon maaf. Wallahu 35:06 aam biswab. 35:09 Wallahuam bawab. Demikian Bapak Say 35:11 Rahil semoga dapat menjawab. Jadi ee 35:14 meskipun 35:16 Ramadan setelah selesai, ibadahnya juga 35:18 selesai, tapi mungkin karena ada alasan 35:21 lain yang di yang bisa dibenarkan 35:24 kemudian tetap berharap 35:27 amal ibadahnya diterima seperti itu. 35:29 Namam. Namam. Nam. 35:30 Baik, Bapak Rohiri. Semoga dapat 35:33 menjawab. Pertanyaan kedua 35:36 dari 35:39 Bapak Baron. 35:41 Asalamualaikum warahmatullahi 35:42 wabarakatuh, Ustaz. 35:43 Waalaikumsalam warahmatullahi 35:46 wabarakatuh. 35:47 Alhamdulillah kami menyimak rasil dari 35:50 Pamulang, Ustaz. 35:51 Barakallahu fikum. 35:53 Terima kasih ilmunya, Ustaz. Izin 35:55 bertanya. Kalau kita hendak puuasa qada, 36:00 mengq qada Ramadan, apakah 36:02 qada Ramadan? Iya. 36:03 Apakah niatnya harus malam hari juga, 36:06 Ustaz? Atau seperti apa, Ustaz? Mohon 36:09 bimbingannya, Ustaz. E naam. Jadi 36:12 sebaiknya niat qada itu berarti 36:15 menjelang ee terbit fajar ya. Menjelang 36:19 terbit fajar niat gitu ya. Kalau itu 36:22 qada. Qada itu kan berarti wajib. Nah, 36:26 kalau sunah beda lagi. Kalau sunah mah 36:29 boleh pas saat puasa boleh niat gitu loh 36:33 ya. Tapi sekali lagi kalau sunah pas 36:37 saat kita praktik puasa sunah nih, maka 36:41 kita niat boleh. Tapi sebelum apa 36:45 namanya terbit fajar, maka itu 36:48 disarankan untuk ee berniat terlebih 36:51 dahulu. Baik itu apa? Wajib mau apa? 36:55 Qada. Karena qada itu kategorinya wajib 36:58 gitu. Nah, maka oleh sebab itu 37:00 upaya-upaya untuk puasa serius gitu ya, 37:04 puasa serius. Puasa serius. Jadi 37:07 kemudian supaya ee apa namanya? Bisa di 37:10 apa namanya? Supaya di ee 37:16 apa? Serius lah ya. Jadi kalau yang ee 37:20 apa namanya yang wajib yang qada berarti 37:24 ee sebelum apa? Sebelum puasa. Jadi 37:26 sebelum terbit fajar. 37:28 itu niat ya kalau memang cuma sehari 37:31 atau 2 hari. Tapi kalau kemudian aduh 37:33 saya sampai 2 minggu. 37:36 Nah, itu boleh niatnya ketika sudah 37:39 sehat boleh niatnya dirapel dalam satu 37:42 mazhab misalnya saya 2 minggu niat saya 37:45 puasa 2 minggu karena Allah apa lillahi 37:49 taala 37:50 qada 37:51 atau qadaan lillahi taala saya niat 37:54 puasa selama 2 minggu qada karena Allah 37:57 itu boleh tuh tapi boleh juga dicicil ya 38:01 boleh t niat 2 minggu terus kemudian 38:04 diurai per hari. 38:05 Iya, 38:06 gitu ya. Boleh tuh ya. Jadi memang dalam 38:09 berbagai mazhab ada yang diuraikan per 38:13 hari, ada yang diuraikan 2 minggu 38:17 berturut-turut atau bahkan sebulan 38:19 berturut-turut. Saya niat puasa sebulan 38:23 penuh gitu ya. Lillahi taala gitu loh. 38:27 Jadi atau namanya e kalau kalau apa 38:31 namanya? Kalau 38:33 ee 38:35 apa namanya? Niat ya, niat puasa karena 38:38 Allah ya. Niat puasa wajib karena Allah 38:41 sebulan penuh gitu ya. Boleh juga diurai 38:44 per hari gitu ya. Demikian ee apa 38:47 namanya? Kurang lebihnya minta maaf. Ee 38:50 wallahuam 38:52 bisawab. 38:54 Wallahuam bisawab. Demikian Bapak 38:58 Baron semoga dapat menjawab. Baik Ehwat, 39:01 kami akan segera kembali tetap di radio 39:03 silaturahim. Terima kasih. 39:22 Alhamdulillahirabbil alamin. Terima 39:23 kasih Iwan. Masih bersama Rasil TV. Saat 39:27 ini Anda sedang menyimak tausiah sore 39:29 bersama Ustaz Ahmad Saleh tentang 39:32 kembali dekat kepada Allah Subhanahu wa 39:34 taala. Kita lanjut dalam sesi diskusi. 39:40 Ada 39:42 ada Ibu Yanti, alhamdulillah 39:44 hadir melalui Rasil TV di YouTube. 39:49 Kemudian juga 39:51 Ibu Hani Hufaidah alhamdulillah hadir 39:54 menyimak tausiah sore. Syukran Ustaz 39:56 pencerahannya. 39:59 Kemudian 40:02 ada 40:06 Ibu Retno. Alhamdulillah menyimak Ustaz 40:08 Afwan terlambat Ustaz habis ada 40:11 kegiatan. 40:12 Masyaallah. 40:12 Kemudian kita bacakan pertanyaan dari 40:15 Ibu Aminah. Ustaz, asalamualaikum 40:18 warahmatullahi wabarakatuh. 40:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 40:22 wabarakatuh. 40:24 Terima kasih, Ustaz, ilmunya. H. Namam. 40:26 Alhamdulillah. Saya menyimak. Izin 40:28 bertanya, Ustaz. 40:29 Namam. 40:30 Ketika kita melaksanakan salat sunah, 40:34 apakah 40:37 yang kita laksanakan salat sunah ini 40:40 untuk menutupi kekurangan atau juga 40:43 boleh untuk sebagai rasa tanda syukur 40:47 kepada Allah Subhanahu wa taala atas 40:50 bisa melaksanakan salat sunah, Ustaz? 40:52 Masyaallah. 40:52 Jazakullah khairan. 40:56 Jadi niatkan aja dalam rangka syukur 40:59 kepada Allah tuh niatnya begitu. Nanti 41:02 faedah tambahannya itu adalah menghapus, 41:06 menyempurnakan 41:07 kekurangan-kekurangan yang kita lakukan. 41:10 Nah, maka oleh sebab itu sekali lagi 41:12 niatkan sebagai bukti syukur kepada 41:15 Allah. Karena bukti syukur berarti kita 41:17 tidak pengin apa-apa lagi. 41:19 Iya. 41:19 Kalau kita tidak pengin apa-apa lagi kan 41:22 jadinya begitu. Tapi tetap Allah akan 41:26 menyempurnakan kekurangan-kekurangan 41:28 kita. Meskipun kita niatnya cuma apa? 41:31 Supaya cuma apa? Syukrun 41:33 ya. Syukron kepada Allah Subhanahu wa 41:36 taala. Kalau Nabi katakan afala akuna 41:39 abdan syakur? Apakah aku tidak boleh 41:42 menjadi hamba yang bersyukur? Nabi itu 41:45 bersyukur ibadahnya itu bersyukur enggak 41:47 ada yang lain 41:48 gitu loh ya. Tapi kemudian meskipun 41:51 begitu nanti dikasih itu dikasih apa? 41:54 Dikasih surga. 41:56 Masyaallah 41:57 ya. Kasih surga. Saudara yang paling 41:59 tinggi itu surga apa? Untuk Nabi 42:02 Firdaus. 42:03 E bukan [tertawa] 42:05 surga wasilah. 42:07 Surga wasilah. 42:08 Surga wasilah. Kan kita seling berdoa 42:10 habis doa ini doa azan. 42:14 Allahumma hadwati tammah wasatil qoimah 42:20 ati sayidana muhammadanil 42:23 wasilataadilah. 42:25 Jadi wasilah di situ maksudnya surga. 42:27 surga wasilah gitu loh. Jadi surga 42:30 paling dekat kepada Allah dan aku 42:34 berharap akulah penghuninya kata Nabi aq 42:37 sallallahu alaihi wasallam gitu loh. Nah 42:40 meskipun Nabi tadi ibadahnya sampai 42:43 bengkak-bengkak itu bukan lagi apa 42:46 namanya agar dimasukkan ke dalam surga 42:48 agar dibebaskan dari api neraka 42:51 gitu. Tapi bukan niatnya syukur aja 42:53 pokoknya, tapi segala sesuatunya dikasih 42:57 oleh Allah tuh. Diampuni dosanya, dijaga 43:02 ee kepribadiannya 43:04 gitu loh. [tertawa] 43:05 Jadi masyaallah. Nah, kalau kita kan 43:07 masih ah saya mah agar Allah memberikan 43:13 anugerah kepada saya, memasukkan saya ke 43:16 dalam surganya Allah, itu ibadah kita 43:18 tuh atau hmm ya Allah saya belajar 43:22 puasa, belajar salat agar Engkau 43:24 mengampuni segala dosaku, 43:27 gituah ya. Nah, itu semua ya. Ah, saya 43:30 mah pokoknya semaksimal mungkin aja 43:33 ibadahnya maksimal sebagus-bagusnya 43:36 niat syukur kepada Engkau ya Allah. Gitu 43:40 loh. Kenapa syukur juga akan menghapus 43:43 dosa? Kenapa syukur juga ee apa akan 43:46 memasukkan kita ke dalam rahmatnya 43:48 Allah? 43:50 Karena syukur itu adalah tingkatan 43:52 tertinggi. 43:54 Bahkan kemudian pentingnya saya syukur. 43:56 Ah, enggak apa-apa enggak dikasih surga 43:58 juga. Saya mah syukur aja. Ya Allah, 44:02 alhamdulillah Engkau telah memberikan 44:03 anugerah kepada saya sehingga saya bisa 44:05 ibadah kepada Engkau. 44:07 Ya Allah, saya berucapkan apa namanya? 44:10 Syukur kepada Engkau karena Engkau telah 44:12 membebaskan saya dari maksiat. Saya 44:15 tetap bersyukur aja tuh. Nanti yang 44:18 lain-lainnya ngikuti 44:20 tu. Karena apa? Syu, syukur. Maka orang 44:23 syukur itu tidak akan kecewa. H. 44:27 Kalau kita minta surga bisa jadi kecewa 44:30 ketika kita tidak dikasih. 44:33 Bisa jadi kita kecewa ketika kita minta 44:36 dijauhkan dari 44:37 neraka. 44:37 Dari neraka. Bisa kecewa. Tapi kalau 44:40 orang bersyukur, "Haya syukur. Terserah 44:42 Engkau ya Allah." Begitu loh kurang 44:43 lebih. Terserah engkau mau engkau 44:45 masukkan aku ke dalam neraka. 44:47 ataukah tidak dimasak dimasukin kepada 44:50 apa? Kepada kepada surga. Yang penting 44:53 saya mah syukur kepada engkau. Nah, ini 44:56 logika-logika. Aduh, masyaallah kalau 44:59 sudah logika tingkat-tingkatan itu aduh 45:01 malu kepada Allah. L gitulah ya. Malu 45:05 sama segitu. 45:06 Malu sendiri mak. Ya Allah, penting mah 45:08 saya bersyukur engkau telah 45:11 menganugerahkan kepada saya. Engkau 45:13 telah memberikan petunjuk saya bang 45:15 sujud saya rukun bukti syukur kepada 45:18 Engkau. Tidak minta ditambah lagi 45:20 kebaikan tidak minta ditambah lagi 45:23 pahala gitu loh ya tapi syukur. 45:28 Faidanukum 45:29 lain syakartum laazidannakum 45:32 walain kafartum innazabiadid. 45:37 Itu ya 45:38 alah ditambahnya itu ditambah nikmat 45:41 pokoknya syukur aja gitu loh. Syukur 45:44 tambah nikmatnya gitu loh. Nah, maka 45:46 oleh sebab itu memang hendaknya kita 45:49 tingkatkan 45:50 dari mencari pahala pahala pahala 45:53 pahala. Bukan berarti tidak boleh ya 45:55 boleh. 45:56 Tapi kalau kemudian kalau fokus 45:59 kepada syukur, Allah tambah 46:01 nikmat-nikmatnya. 46:02 Nikmat itu tadi bisa dibebaskan dari ini 46:06 ya. Bahkan nanti 46:09 ah ya sudahlah itu aja dulu gitu. 46:11 [tertawa] 46:12 Karena memang menarik ya ketika Allah 46:15 memberikan anugerah, ketika Allah 46:17 membebaskan dari siksa api neraka itu 46:19 menarik. 46:22 Dia tercengang ketika dimasukkan ke 46:25 dalam surganya Allah Subhanahu wa taala. 46:27 Oh, kok saya dimasukkan oleh Allah ke 46:30 surga ya? Padahal amalan saya tidak 46:33 seberapa 46:34 gitulah. Ya Allah, ternyata Allah 46:37 membebaskan saya dari siksa api neraka 46:40 padahal saya tidak seberapa ibadahnya. 46:44 Teu saya melakukan kemaksiatan tapi saya 46:47 berupaya untuk bertobat. 46:50 Tuh, gitu loh. Sebaik-baik orang adalah 46:53 orang yang bermaksiat 46:56 kemudian bertobat tuh. Dibanding dengan 46:58 orang yang taat 47:00 tidak pernah bertobat. 47:01 Heeh. Iya. Jadi, jadi orang yang maksiat 47:05 kemudian bertobat lebih baik dibanding 47:08 dia taat namun menjadi kibir. 47:11 Kibir. 47:11 Nah, aduh saya kan ahli taat. Saya kan 47:14 selalu ibadah kepada Allah. Saya kan 47:17 lebih hebat daripada yang tidak pernah. 47:19 Nah, jadi apa namanya? Ee oleh sebab itu 47:24 maka tobat ya dari makanya maksiat orang 47:28 maksiat tapi kemudian tobat husnul 47:31 khatimahu itu. 47:33 Dan kita mintanya kan husnul khatimah. 47:35 Iya. 47:35 Meskipun kita taat, taat, taat belum 47:37 tentu husnul khatimah. Nah, maka oleh 47:39 sebab itu mohon kepada Allah ya pokoknya 47:43 selalu mohonlah kepada Allah diupayakan. 47:48 berawal dari apa namanya pendekatan diri 47:50 kepada Allah kembali dekat kepada Allah 47:53 misalnya mohon maaf ya dia membiasakan 47:56 habis tahajud itu istigfar 47:59 misalnya baca dulu apa tasbih 48:02 subhanal malikil qudus 48:08 subhana malikul qudus 100 kali itu tiap 48:12 habis tahajud ya subhanal malikul qudus 48:15 100 kali masyaallah 48:19 Maha suci engkau wahai raja yang maha 48:22 suci. 48:23 Subhanallah. 48:24 Coba subhanal malikul qudusal malikul 48:27 qudus terus diulang-ulang dinikmati 48:30 dihayati. Pertanda apa? Bahwa Allah itu 48:34 bebas dari cela, bebas dari kekurangan. 48:37 Maka subhana maha suci Allah. 48:41 Maha sempurna. Jadi, ya. Jadi, kan ada 48:44 subhanallah, ada alhamdulillah. 48:47 Alhamdulillah itu annafyu, alhamdulillah 48:50 itu isbat. 48:53 Nah, kalau annafyu peniadaan segala 48:56 kekurangan tuh. Subhanallah itu 49:00 meniadakan segala bentuk kekurangan, 49:02 segala bentuk cacat. 49:05 Kalau alhamdulillah itu isbat penetapan 49:09 keagungan kesempurnaan Allah Subhanahu 49:12 wa taala. Maka subhanal malikul qudus 49:16 subhanal malikul quddus 49:19 subhanal malikul quddus 49:23 subuhun quddusun rabbuna warabbul 49:26 malaikati war 100 kali itu subhanal 49:30 malikul qudus 100 subhanal apa subhanal 49:33 malikul qudus eh subhanal malikul qudus 49:36 100 kemudian ee tadi apaagi ee 49:41 ah subhanal malikul qudus 49:46 Tiap habis tahajud itu 100 kali, 100 49:49 kali terus terus 49:52 gitu loh ya. Ah kemudian apalagi? 49:55 Allahumma lakal hamdu anta nurus 49:58 samawati wal ardhi w fihinna dan 50:01 seterusnya. Terus. Nah, itu tiap tiap 50:04 itu di didawamkan istiqamah di baca 50:07 seperti itu. Ya Allah, bacaan ini cuma 50:11 ini yang bisa saya baca ya Allah. 50:13 Subhanal malikul qudus. Subhanal malikul 50:16 qudus. 50:18 Kemudian tadi ya kemudian dia selawat 50:21 sabar selawat juga habis tahajud itu 50:24 Allahumma sholli ala sayyidina 50:26 Muhammadin nurikari waadikal jari wma 50:31 bihi fi kulliw waa alihi wasbihi 50:35 wasallim ya nurun 100 kali itu 50:39 didawamkan terus. 50:42 Nah, maka setelah istiqamah itu 50:45 masyaallah konon katanya bagi orang yang 50:47 sudah mengamalkan itu ada satu situasi 50:51 yang tidak bisa dijelaskan. 50:55 Ada satu situasi yang begitu mengalir 51:00 sejuk gitu. Subhanal malikul qudus 51:06 subuhun quddusun rabbuna warabbul 51:10 malaikati waruh. 51:13 Dawkan itu aja itu bahwa kemudian kita 51:16 banyak dosa akui iya saya banyak dosa ya 51:19 Allah saya hanya bisa mengucapkan 51:21 subhanal malikul quddus 51:25 tapi di hayati betul subhanal malikuldus 51:29 subuh qudusbul malaikat kemudian allahum 51:32 lakal hamdu anta nurus samawati wal ard 51:36 w fihinna 51:38 wakal hamdu anta qyuswati 51:49 dan seterusnya didawamkan, dihayati 51:52 betul, 51:53 disadari kekurangan, disadari ya Allah 51:57 aku ini belum bisa khusyuk. Aku ini 52:00 tidak seperti para malaikat yang selalu 52:02 istikamah. 52:04 Aku ini bukan tidak sampai kepada apa 52:08 makamnya para nabi dan rasul. jauh dari 52:11 mereka ya Allah. Tapi ini yang baru bisa 52:13 aku lakukan. 52:15 Tuh di masyaallah disadari kekurangannya 52:19 tapi harapannya besar. 52:23 Mohon kepada Allah harapannya besar tapi 52:25 menyadari kekurangannya gitu loh ya. 52:29 Nah, maka oleh sebab itu, maka oleh 52:31 sebab itu, masyaallah kita mohon kepada 52:33 Allah agar kita dianugerahi husnul 52:37 khatimah. Kan di dalam sujud boleh baca 52:41 apa namanya ya muqbalik 52:46 tiga kali itu 52:48 ya muqbal ya apa kemudian 52:50 allahumzuqniatan 52:53 maut tiga kali itu 52:55 kemudian Allahumma inni asaluka husnal 52:59 khatimah tiga kali 53:01 ya atau mau ditamahi lagi Allahumfirli 53:05 waliwalidaiya warhamhuma 53:08 tiga kali atau dengan doa Nabi Ibrahim 53:12 ya Allahfirlial 53:15 mukminina yaum yaumul hisab tiga kali 53:20 atau doanya Nabi Musa. Allahumma lakal 53:24 hamdu Allahumma lakal hamdu e waikal 53:30 waal astagfirullahalim allahumma lakal 53:33 hamdu waakal mustaqa 53:36 waikal eal mustaan gang 53:42 itu lupa lagi gitu kadang ya padahal 53:44 sudah sering 53:45 allahum lakal hamdu waaikal 53:48 waal musta lailahaillallah 53:51 kemudian Kemudian doanya Nabi siapa? 53:53 Nabi Yunus. 53:55 La ilahailla anta subhanaka inni kuntu 53:58 minzalimin. Paling tidak habis itu tiga 54:01 kali. Tiga kali 54:03 tuh kumpulkan atau ditutup dengan doa. 54:06 Allahumma inni asaluka ma saalaka 54:08 nabiuna Muhammad sallallahu alaihi 54:11 wasallam. 54:15 Muhammadahu alaihi wasallamu. 54:19 Amin. 54:19 Gitu loh. Jadi ya pokoknya bisa-bisalah 54:23 meskipun tidak harus semuanya hafal. 54:25 Pilih aja enggak apa-apa 54:27 ya. Pilih aja salah satu apa dua apa 54:29 tiga gitu loh. Tapi yakini betul. 54:33 Ah saya mah cuma rabbana atina fid dunya 54:36 hasanah wafil akhirati hasanah. Waqina. 54:38 Udah hayati aja itu 54:41 yakin gitu aja. Jadi jangan e selalu 54:45 apaal pokoknya ucapkan aja itu ya. 54:48 Rabbana atina fid dunya hasan wafil 54:50 akhirati hasana waqinaabanar. Yakini ya 54:53 Allah berikanlah kepada saya kehidupan 54:56 dunia yang hasanah. Nah, itu doa yang 54:59 apa yang paling menarik itu. Jadi di 55:02 disarankan doa-doa kita itu yang 55:05 general, general, 55:06 yang umum jangan yang khusus. 55:09 Oh, gitu, Ustaz. 55:09 Iya. Nanti antum misalnya mohon tadi 55:12 rabbana atina fid dunya hasanah. 55:15 Kemudian antum diantar pilihan-pilihan, 55:16 antum jadi manajer, antum jadi 55:18 pengusaha, antum jadi ini. Eh, jadi 55:21 penyiar. Ah, penyiar jadi hasanah tuh. 55:23 Iya, 55:24 Hasanah. Wah, saya Hasan jadi penyiar 55:27 daripada jadi manajer, jadi lupa kepada 55:29 Allah. Kan bisa begitu. Nah, tapi bisa 55:32 jadi nanti orang dia jadi manajer. Hm. 55:35 Alhamdulillah saya oleh Allah diberikan 55:37 dunia hasanahnya jadi manajer. Saya bisa 55:40 dapat penghasilan, bisa dapat bisa 55:42 sodqah, bisa bantu anak fakir miskin, 55:44 bisa bantu para janda, bisa ah begitu 55:48 gitu aja. Jadi tidak kecewa. Tapi kalau 55:51 misalnya ditaksis meskipun boleh ya, 55:55 tapi nanti terkesannya ngatur Allah 55:58 gil. Ya Allah jadikan saya jadi orang 56:00 kaya tapi enggak kaya-kaya. Kenapa 56:03 enggak kaya-kaya? Karena nanti di apa di 56:05 akhirat dikabulnya. 56:07 He. 56:07 Nah kadang kita menjadi apa? Menjadi 56:10 kecewa. 56:11 Kecewa 56:11 gitu. Tapi bukan berarti tidak boleh. 56:14 Boleh gitu loh. Hanya misalnya ada yang 56:16 diabulnya di dunia, ada yang dikabulnya 56:20 di akhirat gitu loh. Nah, kebanyakan 56:23 karena tidak dikabul di dunia kecewa 56:25 gitu loh. Nah, maka oleh sebab itu yang 56:28 general itu yang lebih bagus gitu ya. 56:31 Demikian. Wallahu aam bisawab. 56:36 Wallahuam bisawab. Demikian Ibu Aminah 56:38 semoga dapat menjawab. Kemudian 56:43 ada Ibu Retno. Ustaz, asalamualaikum 56:46 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 56:47 Waalaikumsalam warahmatullahi 56:50 wabarakatuh. 56:51 Semoga Ustaz selalu sehat. 56:53 Amin. Allahum amin. 56:55 Terima kasih, Ustaz ilmunya. Izin 56:57 bertanya, Ustaz. 56:58 Manakah yang lebih tinggi kedudukannya 57:01 puasa Senin Kamis ditambah 57:04 puasa ayamul bid atau puasa Daud? Ustaz, 57:07 jazakumullah khairallah. 57:09 Jika kualitasnya sama, sekali lagi jika 57:13 kualitas saumnya sama maka saum Daud 57:18 tu kan. Kemudian setelah saum Daud, 57:21 Senin saum Kamis. Senin Kamis. 57:24 Iya. 57:25 Baru setelah itu ayamul bid. Ayamul bid 57:28 kan 3 hari dalam sebulan. Kalau Senin 57:32 Kamis berarti 8 hari dalam sebulan. 57:35 Kalau ee saum Daud 15 hari dalam 57:40 sebulan. Kalau statusnya kualitasnya 57:42 sama berarti saum Daud gitu. Tapi kadang 57:47 saum yang 3 hari itu bisa lebih baik. 57:50 3 hari aja Ustaz. 57:51 3 hari dibanding yang 8 hari Senin Kamis 57:55 dibanding yang saum daun. Di mana 57:57 letaknya? 57:58 Di mana, Ustaz? 57:59 Di kualitas 58:02 saum Daud. Tapi kemen dia Senin puasa, 58:05 Reboa, Jumat puasa, tapi tidak bisa 58:08 menjaga akhlak. 58:11 Kualitas 58:11 gitu ya. Jadi kualitas jadi meskipun 58:14 kuantitasnya lebih banyak saum Daud 58:16 tidak menunjukkan bisa lebih baik. Maka 58:18 oleh sebab itu yang harus diperhatikan 58:20 adalah kualitasnya 58:23 gitu loh. Bahkan orang yang tidak puasa 58:25 bisa lebih baik daripada orang yang 58:27 sering saum Daud. Tadi disampaikan. 58:29 Nah, gitu kan gitu. Rahasia-rahasia itu 58:32 begitu ya. Begitu juga ahlul tahajud. 58:36 Ah, tapi kan enggak mungkinlah orang 58:38 tidak tahajud bisa lebih baik daripada 58:40 yang sering tahajud. Kenapa tidak? 58:43 Dia tahajud ruku, sujud, ruku sujud tapi 58:47 enggak merubah akhlaknya. Ah, 58:49 masyaallah. Tuh. Maka oleh sebab itu 58:52 rahasia gitu tidak menunjukkan orang 58:55 ahli ibadah aja belum tentu menunjukkan 58:58 dia ahli khair tuh. 59:01 Orang tidak puasa tapi akhlaknya 59:04 masyaallah itu afdol wa ahsan lebih 59:08 utama dan lebih baik. 59:11 Nah, maka tapi oleh sebab itu sekali 59:13 lagi tentu kita berharap semakin banyak 59:17 beribadah 59:19 lebih banyak mengamalkan seb apa semakin 59:22 banyak berpengaruh kepada akhlak. Kan 59:25 ada pertanyaan mana ustaz yang lebih 59:27 bagus? 59:33 salatnya rajin tapi akhlaknya tidak 59:35 berubah atau 59:38 dia tidak pernah salat tapi akhlaknya 59:40 bagus gitu. [tertawa] 59:42 Aduh saya bilang nanya itu masyaallah 59:45 ya. Yang lebih bagus itu ya. Jadi kita 59:49 jangan menganggap sepele orang yang jadi 59:51 salat meskipun akhlaknya belum berubah. 59:56 Kita berharap dengan rajin ibadah 59:58 akhlaknya jadi berubah tuh. Jadi kalau 1:00:02 kita tidak bisa melaksanakan seluruhnya, 1:00:05 jangan tinggalkan seluruhnya. 1:00:09 Ya, gitu. Jadi kalau tidak bisa 1:00:10 seluruhnya jangan ditinggalkan 1:00:12 seluruhnya. Apa yang mampu dilakukan 1:00:15 lakukan. yang belum 1:00:18 usahakan gitu loh. Nah, maka oleh sebab 1:00:21 itu sekali lagi maka masya masyaallah ya 1:00:25 apa namanya rahasia-rahasia ibadah itu 1:00:28 masyaallah pokoknya udah ibadah aja gitu 1:00:30 loh meskipun oh ngapain dia ibadah rajin 1:00:34 saum apa Senin Kamis kalau akhlaknya 1:00:37 tidak berubah ulang jangan didengar kamu 1:00:39 e apa saum senin Kamis kemudian perbaiki 1:00:42 akhlak saum Nabi Daud kemudian perbagi 1:00:45 perbaiki akhlak saum ayyamul bid 1:00:48 kemudian perbaiki akhlak 1:00:50 Ya udah jangan ngapain tidak gak 1:00:55 bagi Allah itu mudah 1:00:58 membolak-balikkan itu kan pengaruh kan 1:01:02 di antara kita misalnya ada yang 1:01:05 akhlaknya enggak bagus-bagus tapi 1:01:07 bergaul dengan kita yang sudah bagus 1:01:09 akhlaknya tiba-tiba akhlaknya bagus. 1:01:11 Iya 1:01:12 bisa jadi karena doanya bisa jadi karena 1:01:15 doa kita. 1:01:17 Maka oleh sebab itu jangan sekali-kali 1:01:20 membenci umat Islam di mana pun berada. 1:01:25 Karena kebaikan kita bisa jadi karena 1:01:27 kebaikan umat Islam. 1:01:31 Kita orang kaya 1:01:33 kenal dengan orang miskin. Miskinnya 1:01:36 orang bertakwa, kaya pun orang bertakwa 1:01:39 gitu misalnya. Tapi bisa jadi setiap doa 1:01:42 kita dikabul karena adanya orang miskin. 1:01:45 Masyaallah. 1:01:46 Sama-sama kita mengedahkan tangan e ke 1:01:50 langit ke Allah. Orang miskin pun juga 1:01:52 berdoa kepada Allah. 1:01:54 Eh, yang dikabul justru doanya orang 1:01:56 miskin. 1:01:57 Doanyafir lil muslimin. 1:01:59 Ah, bisanya seperti itu ya. Allahumfirli 1:02:02 wali walidaya warham. 1:02:04 Allahumfirli walil muslim wal muslimati 1:02:06 wal mukminin wal mukminati alahya minhum 1:02:10 wal amwat birahmatika ya arhamarah. Maka 1:02:13 oleh sebab itu pandanglah sesama muslim 1:02:15 itu dengan penuh cinta 1:02:18 apapun kondisinya. 1:02:19 Apapun kondisinya. 1:02:21 Jadi untuk apa kita mohonkan ampun tapi 1:02:24 dibidah-bidaahkan, dikafir-kafirkan 1:02:26 gitu. Ah, kafir dia mah masa tidak 1:02:29 diajarkan Nabi, diamalkan. Tapi di sisi 1:02:32 lain, Allahumagfirli waliwalidah walil 1:02:34 muslimin muslimati. 1:02:37 Dimohonkan ampun tapi dicela. Nah, kalau 1:02:40 memang Anda tahu itu adalah celaan harus 1:02:43 diperbaiki, udah datangi, perbaiki. Akhi 1:02:46 kita diskusi. 1:02:48 Antum kenapa sih ngamalkan itu? 1:02:52 Kan semestinya itu kan Nabi enggak 1:02:53 nyontohkan misalnya. Kenapa antum 1:02:56 amalkan? Kata dia, "Iya, Nabi tidak 1:02:58 mencontohkan tapi Nabi mengisyaratkan." 1:03:01 Misalnya gini kan antum negur saya, 1:03:03 antum ngapain salaman Nabi salat? Nabi 1:03:05 enggak mencontohkan. 1:03:07 Terus kalau mainan HP Nabi nyontohkan. 1:03:10 [tertawa] 1:03:11 Kalau mainan HP Nabi nyontohkan. 1:03:14 Gak memang Nabi tidak mengilustrasikan 1:03:17 amalan seperti itu. Tapi ada 1:03:20 isyarat-isyaratnya. 1:03:22 Siapa yang ketemu sesama muslim ketemu 1:03:24 terus salaman, sebelum berpisah sudah 1:03:27 diampuni dosanya tuh. Tuh ketika salaman 1:03:31 itu ada isyaratnya. Apalagi ini habis 1:03:33 salat ngapain? Masa kalau salaman bidah, 1:03:38 dolalah bahkan gitu. Mainan HP boleh ini 1:03:42 enggak masuk ke akal gitu loh ya. Jadi 1:03:45 memang ee mohon maaf ya saya berdoa 1:03:48 kepada orang-orang yang masih berpahaman 1:03:52 seperti itu ya. Mudah-mudahan bisa jadi 1:03:55 samalah pemahamannya, sama-sama 1:03:57 diuntungkan, sama-sama benarnya gitu loh 1:04:01 ya. Sama-sama kemudian berdampak po 1:04:04 positif. Bahkan ikhwah 1:04:08 termasuk orang yang tergelincir 1:04:11 tetap harus disayangi. 1:04:13 Jadi kita sekali lagi punya masalah 1:04:16 kalau pengajian kita, kalau kajian kita 1:04:20 menghasilkan kebencian kepada ahli 1:04:23 maksiat. 1:04:24 Tuh salah kita ini punya penilaian 1:04:29 menjadi benci kepada ahli maksiat. Tapi 1:04:32 boleh kita tidak menyukai kemaksiatan. 1:04:37 Tuh, kalau kemaksiatan harus dibenci, 1:04:40 tapi kalau ahli kemaksiatan tidak boleh 1:04:43 dibenci, harus disayangi. 1:04:46 Cara menyayanginya dinasehati, diajak 1:04:49 kepada kebaikan. Nah, gitu ya. Demikian 1:04:52 saya kira yang dapat saya kemukakan. 1:04:55 Wallahu aam bisawab. 1:05:00 Wallahuam bawab. Demikian Ibu Retno 1:05:02 semoga dapat menjawab 1:05:04 berikutnya. 1:05:06 Masih ada Ustaz. Asalamualaikum 1:05:08 warahmatullahi wabarakatuh. 1:05:09 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:05:11 wabarakatuh. 1:05:12 Ustaz, saya sering bolong tidak salat 1:05:15 subuhnya. 1:05:17 Tidak salat subuhnya waktu kerja di 1:05:20 Saudi karena tidur kita jam .00 sampai 1:05:23 jam . Kemudian bangun jam 0.00 sampai 1:05:26 jam 09.00. Apakah cukup dengan 1:05:29 mengundang anak yatim 60 orang sebagai 1:05:32 ganti 1:05:33 dan [berdehem] saya juga rajin puasa 1:05:35 Senin Kamis dan ayamul bid? Ustaz mohon 1:05:37 penjelasnya, Ustaz. Jazakumullah khairan 1:05:39 kairan. 1:05:41 Iya, 1:05:42 saya mengambil pendekatan ee salat ya. 1:05:47 Jadi salat itu tidak boleh sekalipun 1:05:50 ditinggalkan. 1:05:51 itu pendekatan itu. Jadi, siapa yang 1:05:55 meninggalkan satu kali salat dengan 1:05:57 sengaja, 1:05:59 maka 500 tahun di neraka. 1:06:02 Nauzubillah. 1:06:02 Nauzubillahimizinzalik. 1:06:04 Maka oleh sebab itu salat tidak boleh 1:06:07 sedikit pun ditinggalkan. Kayak tadi 1:06:10 misalnya saya bangun apa namanya? 1:06:12 Salatnya eh tidurnya jam .00 atau jam . 1:06:16 bangun-bangun jam 0.00. Sudah salat 1:06:18 subuhnya jam 0.00. Tapi saya sudah 1:06:21 kongkorongkok domba. Sudah kongkor 1:06:23 rongkok domba itu sudah bukan kongkor 1:06:26 rongkok ayam lagi. Kongkorongkok domba 1:06:27 jam enggak apa-apa jam 0.00 salat subuh 1:06:31 karena tidak boleh diting ditinggalkan 1:06:34 gitulah ya. 1:06:35 Besar-besar. 1:06:36 Heeh. Jadi karena tadi tidurnya kan jam 1:06:38 . jam . Ah tapi kalau kemudian kita bisa 1:06:42 bangun jam .00 atau jam misalnya 1:06:44 subuhnya di Saudi itu .30 bisa bangun 1:06:48 kita .30 Tapi tetap kita tidak bisa 1:06:51 tidak bangun. Salah. 1:06:54 Tapi kalau memang betul-betul tidak bisa 1:06:56 bangun pas bangun .30 tuh mata masih 1:06:59 perim maka jam 0.00 lah salat subuhnya. 1:07:04 Kenapa? Karena salat tidak boleh 1:07:07 ditinggalkan. Dan itu bisa terjadi apa? 1:07:10 Pernah kejadian. Rasul pun kesiangan. 1:07:14 Iya. 1:07:15 Kalau dalam pendekatan sunah gitu loh, 1:07:18 kalau Nabi sudah melakukan satu kali 1:07:21 berarti sunah. 1:07:24 Jangankan pernah dilakukan oleh Nabi, 1:07:27 baru diniatkan, 1:07:29 baru diniatkan tapi belum dikerjakan 1:07:31 bisa jadi sunah. 1:07:32 Baru niat. 1:07:33 Baru niat. Nah, maka oleh sebab itu 1:07:35 salat jam 0.00 pun kategorinya bisa 1:07:38 dalam terdepetik sunah. 1:07:41 Kenapa? Karena Nabi pernah kesiangan. 1:07:44 Nah, maka ketika jam 0.00 bangun salat 1:07:46 subuh sudah. 1:07:49 Yang penting tidak ditinggal, tidak 1:07:52 ditinggalkan. 1:07:54 Tapi Ustaz, masa tiap hari begitu ya? 1:07:56 Kenapa Anda kerjanya tiap hari begitu? 1:07:59 Kalau tiap hari begitu enggak apa-apa 1:08:00 berarti kan. Makanya kan penelitiannya 1:08:04 misalnya tidur, kalau misalnya tidur jam 1:08:06 .00, jam .00 sudah bangun. Nah, bangun 1:08:09 itu. Tapi kalau kemudi sengaja jam .00 1:08:12 tidak bangun. Padahal dia bisa bangun. 1:08:14 Itu masalah 1:08:16 kayak kan begitu. Kan ada orang yang 1:08:19 tidur 2 jam itu bebas dalam pengertian 1:08:22 bisa 1:08:24 tidur. Kalau di Indonesia misalnya tidur 1:08:26 jam, jam .30 atau jam dia bisa bangun, 1:08:32 mata tidak perih dia bisa konsentrasi 1:08:36 salatnya. Salat lakukan 1:08:38 sadar. 1:08:39 Sadar gitu. Tapi kalau dia tidur jam 1:08:42 3.00, jam .00 saja bangunnya perih, 1:08:46 susah buka matanya, udah tidur aja dulu. 1:08:51 Berarti saya salat subuhnya jam 0.00, 1:08:53 salat subuhnya saya jam 0.00 salat 1:08:56 subuhnya jam .00. 1:08:58 Ah, gimana ya? Lebih baik, lebih baik 1:09:01 apa? Lebih baik tidak salat gitu. Nah, 1:09:04 gitu loh. Nah, jadi pendekatan fikih itu 1:09:06 menarik 1:09:08 dan memang itu disesuaikan dengan 1:09:11 kondisi si pelaku. 1:09:12 Ruksah, Ustaz. 1:09:13 Iya. Kategorinya ruksah 1:09:16 tuh gitu loh. Sekali lagi tuh 1:09:19 penjelasannya. Ingat tuh kalau dia mampu 1:09:21 bangun jam . 1:09:24 Mampu sekali lagi mampu itu berarti 1:09:26 tidak apa? Tidak perih matanya. 1:09:28 Konsentrasi 1:09:30 padahal tidurnya jam .00ah salat subuh. 1:09:33 Tapi kalau kemudian jam 5.00 dia bisa 1:09:36 melek, tetapi jam .00 baru tidur itu 1:09:40 matanya masih peri dan tidak 1:09:42 konsentrasi. 1:09:43 Kalaupun dia maksakan salat, 1:09:45 bismillahirrahmanirrahim, 1:09:48 alhamdulillahiabbil 1:09:50 ah. 1:09:53 Tidur. 1:09:54 Iya. 1:09:55 Ingat. Ulangi lagi. 1:09:56 Bismillahirrahmanirrahim. 1:09:59 Alhamdulillahiabbil 1:10:00 alamin arrahmanirrahim. 1:10:04 Sudah tidur lagi aja. Bahkan orang yang 1:10:07 mau tahajud ini makanya debat tebel tuh 1:10:09 para ulama. 1:10:12 Kalau antum mau tahajud tapi masih apa? 1:10:15 Masih ngantuk sudah tidur aja lah. 1:10:18 Daripada nanti antum mencaci maki, 1:10:20 mencela dirimu, lebih baik tidur aja. 1:10:23 Tuh bisa begitu. 1:10:26 Nah, maka oleh sebab itu fikih sangat 1:10:29 tergantung kondisi 1:10:31 si pelaku tuh ya bisa jadi haram, bisa 1:10:36 jadi boleh, bisa jadi yang lainnya. Tuh, 1:10:40 gitu loh. Maka oleh sebab itu kita mohon 1:10:43 kepada Allah yang ringan-ringan yang apa 1:10:46 yang bisa yang mampu kita laksanakan 1:10:49 gitu ya. Baik, seperti itu yang dapat 1:10:51 saya jelaskan. Jadi [berdehem] sekali 1:10:53 lagi, Anda ee tidak boleh meninggalkan 1:10:57 salat 1:10:58 ya. Meskipun jam berapa pun salat. 1:11:01 Salat. 1:11:01 Heeh. Jam berapa pun salat. Karena 1:11:05 sementara ulama ada yang membenarkan 1:11:07 qada. Tapi saya lebih menyukai 1:11:12 melaksanakan apa? Salat terlambat. 1:11:16 Nah, kan salat terlambat juga qada juga 1:11:18 sesungguhnya kan qada itu melaksanakan 1:11:22 ibadah di luar waktunya itu qada. 1:11:26 Iya. 1:11:27 Salat subuh jam . di luar waktunya 1:11:29 sesungguhnya. Tapi kemudian dianggapnya 1:11:32 terlambat. Tapi kalau qada itu biasanya 1:11:35 kalau sudah diselingi waktu lain 1:11:38 misalnya tidur sebelum subuh 1:11:40 bangun-bangun jam .00. Nah, begitu. Maka 1:11:43 itu qada gitu. Nah, jadi saya kira ee 1:11:46 pendekatan-pendekatan fikih ini menarik 1:11:49 ya. Baik, seperti itu yang dapat saya 1:11:51 kemukakan. Wallahu aam bisawab. 1:11:56 Wallahuam bisawab. Masyaallah. Baik, 1:11:59 ikhwan akhwat. Alhamdulillah kita tidak 1:12:01 terasa Ustaz. Baik, Ustaz, Ustaz sebagai 1:12:03 penutup, Ustaz. 1:12:04 Masallah. Ya, sebagai penutup kita mohon 1:12:06 kepada Allah semoga Allah 1:12:09 mempertahankan, menjadikan kita 1:12:12 istiqamah terhadap amalan-amalan yang 1:12:15 kita lakukan, kita perbanyak, kita 1:12:17 lakukan di bulan Ramadan. 1:12:20 Dan mudah-mudahan Allah memberikan apa 1:12:23 namanya keberkahan 1:12:25 ya, keberkahan dari sikap-sikap yang 1:12:27 kita lakukan semakin bertambah manfaat, 1:12:31 semakin bertambah ee apa namanya? 1:12:33 kebaikan kita. Ya, demikian yang dapat 1:12:36 saya kemukakan. Wasallallahu ala nabiina 1:12:40 Muhammadin. Walhamdulillahi rabbil 1:12:42 alamin. Wasalamualaikum warahmatullahi 1:12:46 wabarakatuh. 1:12:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:12:49 wabarakatuh. Alhamdulillahirabbil 1:12:50 alamin. Jazakumullah khairan kairun 1:12:52 ustaz. Demikian ikhwan a. Semoga apa 1:12:54 yang disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh 1:12:57 tentang kembali dekat kepada Allah 1:13:00 bermanfaat untuk ikhwan akhwat dan 1:13:02 sebagai bekal di bulan Syawal dan di 1:13:05 waktu-waktu yang lain. Saya Fauzi Ridul 1:13:09 HQ mohon unduh diri mohon maaf atas 1:13:11 segala khilaf. Subhanakallahumma 1:13:13 wabihamdika ashadu alla ilahailla anta 1:13:16 astagfiruka waubu ilaik. Alalamualaikum 1:13:18 warahmatullahi wabarakatuh.