Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan
- katsir thyiban barukan fih kama
- yuhibuna. Allahumma shi wasallim wabarik
- ala sayyidina Muhammadin waa ali
- sayidina Muhammad. Masyaallah.
- Masih dipancarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimangis Cibubur
- Bekasi, Radio Silaturahim dan juga Rasil
- TV untuk Islam yang satu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah. Senang
- sekali di kesempatan
- Senin pagi hari ini kami bisa kembali
- menjumpai ikhwan akhwat dalam program
- acara renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an untuk edisi 6 April.
- 2026 bertepatan juga dengan hari ke1
- ya di bulan Syawal 1447 Hijriah.
- Ikhwanat semoga di pagi hari ini ikhwan
- akhwat dalam keadaan baik, dalam keadaan
- sehat dan selalu dalam lindungan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Semoga juga urusan ikhwan akhwat di hari
- ini dan khususnya di pagi hari ini
- diberikan kemudahan dan kelancaran
- tentunya. Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Alhamdulillah guru kita Ustaz Husein
- Alatas telah hadir dan akan kembali
- melanjutkan kajiannya dan kita awali
- dengan pembacaan Quran surah Al-Fatihah.
- Kami persilakan Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- adina anamta alaiim
- giril magdubi alaihim waladin.
- Amin. Amin. Amin ya rabbal [berdehem]
- alamin. Ikhwanat telah kita buka bersama
- dengan pembacaan Quran surah al-Fatihah
- yang dipimpin langsung oleh Ustaz Husein
- Alatas. Ikhwanat. Selanjutnya kita akan
- mendengarkan renungan ee Quran surah
- Assf Ustaz ya ayat yang ke-14. Setelah
- pertemuan sebelumnya kita membahas ee
- Quran surah Assf ayat 10 sampai ke-13.
- Hari ini kita akan mendengarkan
- kajiannya ayat terakhir dari Quran surah
- ee Assf ayat ke-14. Kami persilakan,
- Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin
- hamdan katsiran thyyiban mubarokan f
- kama yuhibbu rabbuna waard.
- Alhamdulillahilladzi hadana lil imani
- wa'alana
- muslimin
- was'alullah tabaraka wa taala
- an yusolliya wa yusallima
- ala nabihi wa rasulihi
- sayyidina wa nabiina Muhammadin almab'i
- rahmatan lil alamin.
- wasiri ibadillah shihin
- subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
- innaka antal alimul hakim wala haula
- wala quwwata illa billahil aliyil adzim
- allahumma atina minika rahmah waim
- bimamana.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Salamullahi
- warahmatullah
- wabarakatuh.
- [berdehem]
- Pagi hari ini, alhamdulillah
- Allah Subhanahu wa taala
- anugerahkan kita kesehatan, keafiatan,
- masih memberikan kita kesempatan
- untuk dapat memperbaiki perilaku kita,
- meluruskan wajah kita menghadap ke
- hadapan Allah Subhanahu wa taala.
- Bertobat dari kesalahan-kesalahan yang
- kita lakukan.
- di mana kesempatan ini
- tidak didapatkan oleh mereka-mereka yang
- telah mendahului kita.
- Oleh karena itu, sebelum datangnya
- panggilan Allah Subhanahu wa taala tiba
- pada ajal yang ditetapkan, mari
- bersama-sama
- kita banyak-banyak beristigfar, memohon
- [berdehem] ampun kepada Allah,
- memohon agar Allah subhanahu wa taala
- meneguhkan iman kita, menuangkan
- ketakwaan,
- mencurahkan rahmatnya kepada kita,
- keluarga kita, membantu kita untuk
- menjalankan tugas dan amanat yang Allah
- amanatkan di atas pundak kita sekalian.
- Ikhwan akhwat
- pendengar pemirsa Radio TV Silaturahmi
- yang dirahmati Allah.
- Pada pagi hari ini
- saya ingin
- membacakan
- satu ayat
- dari suratus Saf yang berisikan pesan
- yang amat indah.
- pesan yang akan dapat menyatukan kita.
- Pesan yang akan dapat mengantarkan kita
- menuju kejayaan dan selalu berada di
- bawah naungan rahmat, dukungan, dan
- perlindungan Allah Subhanahu wa taala.
- Apabila kita betul-betul
- mendengarkan, menyimak, menghayati, dan
- mengikuti pesan-pesan yang Allah
- Subhanahu wa taala sampaikan kepada
- kita.
- Pesan ini termuat pada ayat 14 dari
- suratus Saf.
- Setelah sebelumnya Allah Subhanahu wa
- taala
- menawarkan kepada kita satu perdagangan
- yang akan menyelamatkan kita dari azab
- yang maha pedih
- yang akan mengantarkan kita kepada
- keberuntungan yang tak terhingga meraih
- ampunan Allah atas segala dosa yang akan
- memasukkan kita ke dalam taman surg-Nya
- di tempat kediaman yang indah permai
- dengan sungai yang beraneka macam
- mengalir di sekeliling tempat kediaman
- kita.
- Juga janji kemenangan yang Allah
- janjikan
- bagi hamba-hambnya yang beriman yang
- akan membawa rahmat membuka kota demi
- kota bukan dalam rangka melakukan
- ekspansi atau penjajahan atau menguasai
- sumber-sumber kekayaan
- dari bangsa yang lain atau mereka yang
- berbeda agama. Justru kedatangannya
- dengan membawa rahmat
- yang akan betul-betul memberikan
- perlindungan kepada mereka.
- Karena mereka walaupun berbeda agama
- dengan kita, mereka merupakan sesama
- hamba Allah yang berasal dari ayah ibu
- yang sama. Dan semuanya merupakan
- manifestasi dari nama Allah Arrahman
- Arrahim. Kita diperintahkan untuk
- memperlakukan manusia dengan baik dan
- mulia, mengasihi mereka, menyayangi
- mereka,
- bukan menumpahkan darah manusia dan
- melakukan kerusakan di atas muka bumi.
- Perbedaan agama tidak mahalkan kita
- untuk menyakiti, menganiaya sesama
- saudara kita, apalagi menzalimi mereka
- dengan menumpahkan darah mereka atau
- mengambil harta mereka
- dalam memilih keyakinan.
- Allah kembalikan kepada pilihan kita.
- Adapun
- orang-orang yang melakukan kejahatan dan
- merusak kerusakan di atas muka bumi ini,
- mereka dihukum bukan karena perbedaan
- agama. Bahkan yang seagama pun, yang
- seiman, kalau mereka melakukan
- kerusakan, maka dengan sendirinya
- kita dibenarkan menjatuhkan hukuman
- bahkan hingga hukuman mati bagi mereka
- yang melakukan kejahatan, pembunuhan dan
- kerusakan di muka bumi ini. Jadi, pokok
- dari ajaran Islam yang utama
- mengingatkan kita bahwa kita manusia
- merupakan keluarga besar yang berasal
- dari ayah ibu yang sama yang diciptakan
- dari entitas yang sama. Allah mengajak
- kita semua kembali kepada Rabb kita,
- beribadah kepadanya, tidak
- mempersekutukan Allah dengan sesuatu.
- Bertakwa dengan menjaga diri kita,
- perilaku kita di hadapan Allah yang
- mengetahui semua sepak terjang kita
- hingga bisikan hati kita.
- Kalau setiap orang betul-betul meresapi,
- menghayati
- keimanan dalam arti yang sebenarnya,
- bukan hanya percaya, tapi merasa dirinya
- diketahui, diawasi,
- hingga bisikan hatinya, niscaya dia akan
- merasa malu di hadapan Allah untuk
- melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak
- benar atau berbohong
- di hadapan manusia dan kebohongannya
- tidak akan tertutup dari Allah Subhanahu
- wa taala. Nah, ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah. [mendengus]
- Baik sesama kaum muslimin maupun
- saudara-saudara kita yang belum beriman.
- Dengarkan firman Allah Subhanahu wa
- taala dan pesan yang disampaikan.
- Mari bersama-sama kita beristiadah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Ya ayyuhalladzina amanu
- kunu ansarallah
- kama qala isa bnu Maryamail hawariina
- man ansia
- qal hawariyuna nahnu ansarullah
- faamanat thifatu min bani israil wa
- kafarat thifah faayyatnalladzina
- amanu ala aduwihim faashbahuirin
- Ini merupakan pesan yang berisikan kabar
- gembira yang tak terhingga.
- Wahai orang-orang yang beriman." Allah
- menyapa orang-orang yang beriman secara
- khusus.
- Sapaan yang penuh kehangatan, kemesraan,
- dan kecintaan.
- Kunu ansarullah. Hendaklah dalam
- kehidupan ini kalian menjadi ansar-ansar
- Allah
- yang berjuang untuk menegakkan kalimat
- Allah, menegakkan keadilan, menaburkan
- yang makruf dan menghentikan
- serta apa? Mengingkari
- perbuatan-perbuatan yang mungkar yang
- akan dapat membawa manusia menuju
- kesengsaraan dan penderitaan.
- [mendengus]
- Jadilah kalian sebagai ansar Allah.
- Pesan ini dengan sendirinya mengingatkan
- kita untuk tidak menjadi ansar setan.
- Begitu juga Ansar Mazhab, Ansar Sekte,
- Ansar Partai
- atau Ansor
- yang berjuang untuk kepentingan suku dan
- fanatisme atau bangsa. Karena kita semua
- merupakan keluarga besar. apapun warna
- kulit kita, suku kita, bangsa kita, kita
- semua menjadi khalifah di muka bumi. Dan
- tugas kita dalam hidup ini menjadikan
- diri kita sebagai ansar-ansar Allah. Di
- saat kita disatukan hati kita, barisan
- kita berjuang sebagai ansar Allah,
- niscaya tidak mungkin kita akan berpecah
- belah kecuali yang tak beriman.
- [mendengus] Kecuali yang
- tak beriman.
- Tak beriman. Tapi begitu kita menjadikan
- diri kita sebagai ansar mazhab sebagai
- contoh yang bermazhab Syafi'i berjuang
- untuk mazhabnya yang yang bermazhab
- Maliki juga demikian. Begitu juga yang
- bermazhab Hambali, yang bermazhab
- Hanafi. Saya yakin
- yakin dengan seyakin yakinnya
- kalau Imam Syafi'i, Maliki, Hambali atau
- Hanafi menyaksikan para pengikutnya di
- sini yang dibimbing oleh mereka untuk
- kembali kepada Allah, berubah menjadi
- orang-orang yang fanatik terhadap
- pandangan-pandangan mereka, berpaling
- dari kitab Allah dan bersatu berpegang
- kepada talinya. Saya yakin mereka
- betul-betul akan murka dan di hari akhir
- nanti mereka akan berlepas tangan dari
- mereka-mereka yang mengaku sebagai
- pengikutnya. Karena semuanya mengajak
- kepada Allah,
- mengajak kepada rasul-Nya, mengajak
- semuanya untuk beriman dan saling
- mencinta dalam iman, bukan berfanatik
- buta terhadap pandangan mereka.
- Jadi, kunu ansarullah. Jadilah kalian
- sebagai ansar-sar Allah yang akan
- memurnikan
- iman kita, mensucikan jiwa kita,
- memperbaiki akhlak kita dan menghadapkan
- wajah kita dari mana pun kita berasal
- dengan menghadapkan wajah kita kepada
- Allah. Sebagaimana firman Allah dalam
- suratrum,
- faqim wajhaka lidini hanifa.
- Hadapkan wajahmu dengan lurus ke hadapan
- dengan mengikuti tuntunan agamanya.
- Artinya kita betul-betul dengan lurus ya
- mengikuti tuntunan agamanya menghadapkan
- wajah kita kepada Allah. Tidak
- dicerai-beraikan oleh kefanatikan.
- Karena kefanatikan ini akan membuat
- akhirnya niat kita ternoda.
- Kemudian juga arah dan tujuan kita juga
- akan dibelokkan oleh setan dari Allah
- kepada selainnya.
- [mendengus]
- Faqim wajhaka lidini hanifah. Hadapkan
- wajah kamu dengan lurus mengikuti
- tuntunan agama yang Allah turunkan
- kepada kita dibawa oleh rasul-Nya
- bersama-sama menghadapkan wajah kita
- kepada Allah. Fitratallah.
- Dan tuntunan agama ini sejalan dengan
- fitrah manusia ketika pertama kali
- diciptakan oleh Allah. Laq khalaqnal
- insana fi ahsaniw.
- Sungguh kami telah menciptakan manusia
- bukan hanya dalam keadaan lurus tapi
- dalam keadaan yang sebaik-baiknya.
- Dalam kelurusannya, kesuciannya,
- kebersihannya
- dari Allah.
- Mereka semua serentak bersama-sama
- secara simultan menghadapkan hati mereka
- kepada Allah. Bersaksi bahwa Allah
- adalah Tuhan mereka. Sebagaimana yang
- diterangkan Allah dalam suratul A'raf.
- Sebelum Allah Subhanahu wa taala
- keluarkan kita dari rahim ibu kita, kita
- telah bersaksi bahwa Allah adalah Tuhan
- kita, Rabb kita yang menciptakan kita,
- merawat kita. Pada saat itu belum kita
- mengenal ayah ibu kita, apalagi mengenal
- mazhab.
- Jadi jangan mazhab dijadikan alat untuk
- memecah belah umat. Mazhab merupakan
- pendapat manusia. Kita ikuti
- pendapat-pendapat tersebut ya yang
- tepat, yang sesuai dengan petunjuk
- Allah, yang sesuai dengan kebutuhan
- zaman kita.
- Kalau kitab Allah adalah manifestasi
- dari ilmu Allah Subhanahu wa taala yang
- meliputi segala sesuatu, begitu juga
- tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.
- Beda dengan pandangan manusia. Kita
- menghormati, mencintai para imam
- mujtahid seperti Imam Syafi'i, Maliki,
- Hambali, Hanafi. Dan bukan hanya mereka,
- setiap mujtahid kita hargai, kita
- hormati. Kita merasa mereka merupakan
- saudara kita yang mengajak kita kepada
- Allah. Tapi tidak menjadikan mereka
- sebagai berhala-berhala yang kita
- sembah, kita hadapkan wajah kita kepada
- mereka. Tapi bersama-sama mereka kita
- menghadapkan wajah kita kepada Allah.
- [mendengus]
- Jadi kunu ansarallah.
- Jadilah kalian sebagai ansar-ansar
- Allah. Kama qala
- kama qala alhawariuna liisa kama qahu
- kama qala isa ibnu Maryama lil hawariyin
- man ansariallah.
- Sebagaimana ya yang diumumkan yang
- dikumandangkan oleh Isa putra Maryam
- alaihialatu wasalam kepada para
- hawariyin, murid-murid dan pengikutnya
- yang setia. Man ansari ilallah? Siapa
- yang akan menjadi ansarku? Ya, dalam
- berjuang menuju Allah.
- Ini ungkapan yang amat indah.
- Mansoriallah.
- Siapa yang akan menjadi ansar-ansu
- menuju Allah? Jadi Isa bukan mengajak
- para pengikutnya untuk berfanatik buda
- terhadap dirinya, tapi mengajak manusia
- bersama-sama berjuang menuju Allah.
- Membela Isa Ibnu Maryam dalam
- menyampaikan dakwahnya di tengah-tengah
- manusia. Begitu juga nabi kita
- diperintahkan, "Udu'u ila sabili rabbik.
- Ajak ke jalan Tuhanmu. Dan Allah
- perintahkan rasulnya mengumumkan, "Qul
- hadihi sabili." Katakan ini jalanku.
- Adu ilallah. Aku mengajak kepada siapa?
- Kepada Allah. Ala biasir. Dengan membuka
- akal pikiran manusia membuka hatinya.
- Ana wamantabaani.
- Inilah jalanku dan jalan orang yang
- mengikuti aku. Jadi kita mengikuti rasul
- yang mengajak kita kepada
- agamanya. Begitu juga kita mengikuti
- para imam mazhab ya yang mengajak kita
- kepada Allah, kepada agamanya. Adapun
- pandangan mereka adalah bimbingan
- petunjuk yang mengarahkan kita kepada
- Allah. Bukan mengarahkan kita kepada
- mereka untuk menyembah mereka,
- menjadikan mereka sebagai
- berhala-berhala yang membutakan mata
- kita, membuat kita menjadi
- manusia-manusia yang kehilangan akal
- sehat dan nurani kita. Radhiallahu anhum
- jamian.
- [mendengus]
- Jadi sebagaimana Isa putra Maryam
- mengumumkan di hadapan murid-muridnya
- para hawariyin, siapakah ansar-ansarku
- menuju Allah?
- Qalal hawariyun nahnu ansarullah. Para
- hawariin langsung mengatakan bahwa kami
- adalah ansar-ansar Allah. Betapa
- indahnya nahnu ansarullah.
- Faaman thifatu min bani israil wa
- kafarat thaifah. Maka di antara Bani
- Israil, putra-putra Israel dan Isa juga
- dari putra Israel itu Yakub
- menyambut seruan Isa, beriman kepada
- Allah, mendukung Isa, dan mengikutinya
- dalam mengajak manusia kepada Allah. Wa
- kafarat thaifah. Dan sebagian dari Bani
- Israil ingkar sebagaimana juga kaum
- Quraisy dulu ingkar kepada Allah. Begitu
- juga kaum Musa juga ingkar kepada Allah.
- Begitu juga kaum muslimin juga walaupun
- mereka
- mengatakan sebagai kaum muslimin, tapi
- mereka juga ingkar kepada Allah dengan
- meninggalkan jalannya. Bercerai-berai,
- saling bermusuhan, mengobarkan kebencian
- dan fitnah, bukan mengajak kepada Allah
- subhanahu wa taala.
- Lalu Allah tutup faayyatnalladina amanu
- ala aduhim faasbahuirin.
- Maka kami menopang mendukung orang-orang
- yang beriman dalam menghadapi
- musuh-musuh mereka hingga mereka meraih
- kemenangan yang gilang-gemilang.
- Isa telah kembali kepada Allah tapi
- pesan-pesannya masih terus
- dikumandangkan kemudian dikumandangkan
- oleh Rasul. Jadi kita sebagai pengikut
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- juga pengikut Isa, juga pengikut Musa,
- pengikut Ibrahim. Karena para nabi
- semuanya menyampaikan pesan yang sama.
- Maka dari pesan yang amat mulia ini
- hendaknya betul-betul kita jadikan
- sebagai apa? Sebagai acuan dan pegangan
- yang menyatukan hati kita bersama-sama
- menghadap kepada Allah. Dan jangan
- biarkan hati kita menyeleweng berpaling
- dari pesan Allah ini. Maka sebagai
- penutup dari renungan kita pada ayat
- ini,
- dengan terjadinya peperangan di antara
- Iran
- dan Zionis Israel yang didukung oleh
- Amerika,
- salah satu negara super power yang
- dianggap tak terkalahkan,
- ternyata mereka tak berdaya.
- Mereka justru mengalami pukulan yang
- amat berat yang tak terbayangkan oleh
- benak mereka ketika mereka melakukan
- pembantaian pembunuhan yang berbalik
- menghancurkan negeri mereka, memupuskan
- harapan mereka, menghilangkan wibawa
- mereka dan membuka mata dunia. Ternyata
- Amerika Israel tidak menakutkan seperti
- yang digembar-gemburkan
- bagi rakyat Iran yang berjuang di jalan
- Allah.
- membela saudara mereka di Palestina.
- Hidup adalah perjuangan. Berjuang untuk
- menjadi ansar-ansar Allah. Kematian itu
- merupakan dambaan dan harapan untuk mati
- sebagai syahid. Baik dengan peluru,
- dengan bom atau ruda, ataupun dengan
- menggunakan bom atom, menggunakan
- nuklir. Bagi mereka kehidupan mereka ini
- merupakan perdagangan
- antara mereka dengan Allah Subhanahu wa
- taala. Kapan Allah subhanahu wa taala
- meminta jiwa mereka, harta mereka,
- keluarga mereka tak ragu-ragu untuk
- mempersembahkan. Maka dengan peristiwa
- ini seluruh mazhab runtuh kecuali hanya
- dua mazhab.
- Seluruh mazhab berguguran satu persatu.
- Yang tertinggal hanya dua mazhab. Satu
- mazhabnya Ansarullah. Ya, Ansar Allah.
- Satu lagi merupakan Ansar setan yang
- diwakili oleh Zionis Amerika. Mereka
- merupakan ansar-ansar setan. Nah,
- silakan Anda memilih. Apakah Anda akan
- bergabung bersama Ansarullah?
- Mempersembahkan jiwa, raga, harta benda
- kalian, keluarga kalian untuk Allah.
- Apakah Anda akan menjadi ansar setan?
- Bergabung bersama Zionis, ya. Bergabung
- bersama Amerika yang mendukung Zionis.
- Dan mereka dengan sikap mereka ini,
- jelas-jelasan mereka menempatkan diri
- mereka sebagai lawan orang-orang yang
- beriman dan orang-orang yang beriman
- harus bersikap tegas. Dan jangan kita
- mengikuti
- perilaku yang dilakukan oleh rakyat di
- negara teluk atau Saudi Arabia di mana
- para pemimpin mereka telah bergabung
- menjadi ansar-ansar setan. Dan
- sebagaimana janji Allah, orang yang
- beriman akan mendapatkan dukungan dari
- Allah. mengalahkan musuh-musuh mereka.
- Dalam bahasa Arab kata ayyada yuayyid
- taidan
- diambil dari kata yat tangan.
- Nah, di saat Allah mengatakan ayyatna ya
- kami mendukung maksudnya tangan Allah,
- dukungan Allah bersama mereka
- sebagaimana dalam surah al-Fath yadullah
- fauqa aidihim. Tangan Allah di atas
- tangan mereka. Artinya Allah yang akan
- turun [berdehem] tangan mendukung,
- membela, membantu orang-orang yang
- beriman. Asal hati mereka sepenuhnya
- mereka betul-betul berbaiat bahwa mereka
- adalah Ansarullah. Maka kita harapkan
- kaum muslimin di Indonesia yang telah
- membuka mata mereka menyaksikan
- bagaimana negara yang dianggap sebagai
- negara yang tak terkalahkan ternyata
- lemah di hadapan kekuasaan Allah. Di
- hadapan orang-orang yang menjadikan
- Allah Subhanahu wa taala sebagai
- pegangan mereka. Hasbunallah wanikmal
- wakil.
- Nikmal maula wikman nasir. Wala haula
- wala quwwata illa billahil aliyil adzim.
- Baik, [berdehem] demikian ikhwan akhwat
- ee kandungan yang disampaikan oleh Ustaz
- Husin Alatas dari Quran surah Assof ayat
- yang ke-14.
- Beberapa inti syarinya mengenai seruan
- menjadi Ansarullah, Ustaz ya.
- Kemudian juga bagaimana dinamika
- keimanan dan pertolongan. Dan tadi
- terakhir bagaimana Allah memberikan ee
- dukungan ya kemenangan di atas ee
- orang-orang yang beriman. Ustaz, ada
- beberapa pertanyaan mengenai ee
- [menghela napas]
- surah ini, Ustaz. Yang pertama dari Abu
- Ahmad dan juga hamba Allah di Bogor.
- Saya gabungkan pertanyaannya.
- Emm, Ustaz, sekarang banyak yang ee jadi
- ansor penolong militan membela bagi
- golongannya sendiri,
- organisasinya sendiri,
- manhajnya, mazhabnya yang dia jalankan,
- partainya sendiri dan memusuhi yang
- lain, menganggap yang lain itu salah.
- fanatik terhadap sosok. Apalagi sosok
- itu yang memberikan benefit atau manfaat
- untuk dia. Pasti dibela membabi buta
- meskipun jelas salah, jelas zalim.
- Contohnya para pejabat yang akhirnya
- takut kehilangan jabatannya.
- [berdehem]
- Ada juga di negeri ini ya ormas golongan
- yang malah bersahabat dengan Zionis
- mengunjungi dan berfoto dengan senyum
- dengan mereka dan malah memusuhi saudara
- seagamanya. Ini dari Pak Abu Ahmad di
- Jakarta, kemudian dari hamba Allah di
- Bogor. Dalam ayat ini disebutkan Allah
- menguatkan orang beriman atas musuhnya
- seperti yang ustaz jelaskan. He.
- Tapi mengapa saat ini umat Islam di
- berbagai belahan dunia tampak masih
- tertindas, Ustaz?
- Apakah ada syarat pertolongan Allah yang
- belum kita penuhi? Demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rabbana zidna ilman walhikna bisolihin.
- Allah Subhanahu wa taala memberikan
- janji dalam surah Muhammad.
- Intansurullah.
- yurkumitakum.
- Kalau kalian dalam hidup ini berjuang
- untuk
- membela
- Allah, maksudnya membela, berjuang untuk
- agamanya, menegakkan kalimat Allah,
- berjuang untuk menegakkan nilai-nilai ya
- yang Allah perintahkan kita untuk kita
- perjuangkan. dari mulai
- keadilan,
- menaburkan rahmat,
- memerangi kerusakan di atas muka bumi,
- kemudian mengajak manusia semua bersatu
- untuk menghadapkan wajah mereka kepada
- Allah. Siapa yang berjuang untuk membela
- Allah, agamanya dan kebenaran, maka
- Allah berjanji akan turun tangan untuk
- membela kita, membantu kita.
- Tapi di saat kita menjadikan agama
- sebagai kendaraan untuk dunia kita atau
- kita dipalingkan dari Allah untuk dunia,
- maka Allah tidak akan memberikan bantuan
- kepada kita.
- sebagai pelajaran
- kisah nyata
- yang terjadi
- pada peperangan Uhud
- ketika kaum muslimin di bawah pimpinan
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam
- berjuang menghadapi kaum musyrikin yang
- mengerahkan pasukan mereka yang besar.
- Rasul bersama para sahabat menantikan
- mereka
- di
- Gunung Uhud. Di mana bahagian belakang
- terjaga oleh bukit, bahagian depan ada
- celah yang akan apa? Yang akan menjadi
- apa? pintu bagi mereka untuk menghadang
- kaum musyrikin.
- Lalu Rasulullah perintahkan sebagian
- sahabat ya yang ahli memanah untuk
- menjaga bahagian belakang. Jadi setiap
- ada orang yang berusaha menyelinap dari
- atas bukit mereka bisa mengirimkan
- panah-panah mereka
- dan mengingatkan mereka untuk tidak
- turun sampai peperangan usai.
- Maka berkecamuklah peperangan
- antara kaum muslimin dan musyrikin di
- bawah pimpinan rasul.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- bersama kaum muslim berhasil mengalahkan
- musuh
- membuat mereka betul-betul kocar-kacir
- dan korban berjatuhan di antara mereka.
- Tapi sayang sungguh sayang yang berada
- di atas bukit menjaga bahagian belakang
- kaum muslimin. Menyaksikan bahwa musuh
- sudah mulai terkalahkan. Mereka melihat
- harta benda berjatuhan,
- bergelimangan, mereka khawatir nanti
- mereka tidak akan dapat bahagia.
- Seolah-olah yang berperang saja yang
- akan mendapatkan bahagia.
- Akhirnya mereka turun dari pos-pos
- mereka ya.
- karena tergiur pada harta.
- Akhirnya Khalid bin Walid pada saat itu
- belum masuk ke dalam Islam dari belakang
- menyelinap bersama beberapa orang.
- Akhirnya menimbulkan kekacauan dari
- belakang kaum muslimin hingga akhirnya
- korban berjatuhan. Bahkan Nabi pun
- sempat luka-luka pada saat tersebut.
- Akhirnya dari kemenangan mereka
- mengalami kekalahan
- sampai mereka bertanya awalum
- musibatunum
- inallah qir
- apa kalian bertanya-tanya ketika kalian
- terkena musibah akibat ulah perbuatan
- kalian yang tidak patuh kepada pemimpin
- kalian
- kalian mengalami musibah kekalahan
- padahal sebelumnya kalian
- telah meraih keuntungan sebanyak dua
- kali lipat menghadapi kaum musyrikin
- peperangan Badar. Kalian bertanya-tanya,
- "Kenapa kita kalah padahal kita ini
- merupakan kaum muslimin?" Dijawab oleh
- Allah, "Qullu min indi anfusikum." Semua
- ini gara-gara kesalahan kalian yang
- tidak patuh.
- Adapun Allah maha kuasa agar sesuatu.
- Kenapa? Minkum man yuridud dunya winkum
- man yuridul akhirah. Di antara kalian
- ada yang menginginkan dunia, sebagian
- lagi menginginkan akhirat. Akhirnya
- disebabkan karena penyelewengan sebagian
- dari kemenangan yang sudah di tangan
- lepas dari tangan mereka. Ini hanya
- sebahagian yang menginginkan dunia.
- Pasukan di bawah pimpinan rasul tapi
- mengalami kekalahan. Oleh karena itu,
- untuk perjuangan yang mendapatkan
- dukungan, bantuan dari Allah, hati kita
- harus sepenuhnya berjuang untuk Allah.
- Bukan mengharapkan apa? mengharapkan
- dari peperangan ini kalau menang
- kedudukan, jabatan atau dunia dan
- kepentingan-kepentingan yang lain harus
- benar-benar tulus ya berjuang di jalan
- Allah menjadi ansar-ansarnya
- baru pertolongan Allah subhanahu wa
- taala akan datang. Allah kuasa untuk
- apa? Menghancurkan nuklir mereka,
- pesawat tempur mereka, rudal-rudal
- mereka. Belum lama ini pesawat F35
- yang dianggap merupakan pesawat siluman
- yang mampu untuk mengalihkan gelombang
- elektromagnetik
- dari tubuh pesawat hingga tidak terekam
- oleh radar. Subhanallah.
- Dengan hukum fisika sederhana mereka
- lupa bahwa jet tersebut
- mesinnya amat panas. mesinnya amat panas
- karena mereka tidak mampu untuk
- menerobos ya sistem yang menjadi
- perlindungan dari pesawat siluman
- tersebut yang tidak masuk dalam radar
- mereka yang canggih. Hanya dengan radar
- sederhana mereka
- mengawasi panasnya pesawat tersebut.
- Lalu mereka kirimkan rudal mereka untuk
- memburu pesawat tersebut melalui panas
- yang dikeluarkan dari jetnya yang
- mengakibatkan akhirnya pesawat yang
- dibangun
- ya yang dibangun dengan biaya penelitian
- sebanyak 2 triliun dolar kehilangan
- kebesaran. [mendengus]
- Siapa yang memberikan bimbingan
- petunjuk? Begitu juga kenapa rudal-rudal
- Iran mampu untuk menerobok menerobos
- lapisan-lapisan pertahanan. Di Israel
- sai terdapat tiga lapisan pertahanan.
- Belum lagi melintasi negara Arab yang
- dikuasai oleh Amerika, terdapat sistem
- pertahanan. Semua diterobos karena apa?
- Bukan karena kecanggihan Iran,
- tapi karena dukungan dari Allah. Wama
- ramaita idama wakinallah rama. yang
- ditulis oleh para pejuang Iran pada
- rudal-rudal mereka adalah ayat tadi.
- Ketika kamu melontarkan senjatamu,
- sebetulnya yang melontarkan adalah Allah
- Subhanahu wa taala. Sistem pertahanan
- tersebut sobek atas perintah Allah.
- Rudal mampu untuk masuk ke jantung
- Israel membuat suasana yang mencekam,
- menakutkan, menghancurkan, meluluh
- lantakan bangunan-bangunan mereka dan
- sistem pertahanan mereka. Ini kalau kita
- berjuang untuk Allah. Tapi kalau kita
- berjuang bagaimanapun canggihnya senjata
- kita, tapi bukan untuk Allah, Allah akan
- berlepas tangan.
- Jadi, kunu ansarullah. Jadilah kalian
- sebagai ansar Allah. Murnikan niat kita,
- hadapkan wajah kita kepada Allah dan
- jadikan perjuangan ini sebagai ladang
- perdagangan antara kita dengan Allah.
- Kalau kita mati, kita akan meraih
- betul-betul kemuliaan sebagai syahid.
- dan meraih perdagangan yang tidak akan
- merugi. Kalau kita hidup, kita hidup
- mulia. Dan perjalanan kita dalam
- kehidupan ini merupakan ladang untuk
- meraih kemuliaan dan ampunan dari sisi
- Allah Subhanahu wa taala. Jadi, mari
- ikhwan akhwat kaum muslimin dan muslimat
- kita bergabung dalam Ansarullah. Dan
- Ansarullah tidak dibatasi oleh suku,
- tidak dibatasi oleh bangsa. Jadi pada
- saat kita mendukung pejuang di Iran
- bukan berarti kita Syiah, bukan berarti
- kita ini apa? mendukung secara membuta
- Iran ya atau Syiah mereka sama sekali
- tidak kita mendukung
- mendukung apa? Mendukung perjuangan di
- jalan Allah. Jadi tidak lagi ada
- perasaan tidak nyaman nanti kalau kita
- berbicara atau mendukung kita dianggap
- sebagai Syiah. Silakan mereka berbicara.
- Setan-setan yang terkutuk ini ada
- setan-setan yang memang menjadi bazer.
- Ada setan yang berpakaian ulama.
- Hm.
- Gembar-gembor menikam dari belakang
- bukan memberikan dukungan.
- agar betul-betul dapat menyelamatkan
- saudara kita di Gaza. Malah dari
- belakang mereka menikah menyebarkan isu
- dan fitnah. Mereka adalah ansarsar
- setan. Ini yang harus dipahami agar kita
- tidak tertipu terpedaya oleh
- bualan-bualan setan yang disebarkan oleh
- mereka-mereka yang mengaku sebagai ustaz
- dan ulama. Tapi mereka sebetulnya
- menjadi antek Zionis. Karena apa? Karena
- pemuka-pemuka mereka, majikan mereka di
- Teluk maupun di Saudi Arabia telah
- mengikhlaskan diri mereka untuk menjadi
- ansar setan. Maka di sini mereka menjadi
- bazer-bazar walaupun berpakaian ulama.
- Kalau mereka tidak bertobat maka mereka
- akan terkena murka Allah, terkena
- laknatnya dan kekal dalam azab api
- neraka. Maka waspadalah terhadap isu
- fitnah-fitnah semacam ini. Wallahuam.
- Baik, Ustaz. [mendengus] Mengenai tadi
- fanatisme yang babi buta, Ustaz. Heeh.
- Ee terhadap sosok contohnya ustaz
- meskipun salah
- zalim tetap dibela. Karena sosok
- tersebut, tokoh tersebut memberikan
- benefit, memberikan manfaat untuk dia.
- Itu bagaimana, Ustaz?
- Terutama di kalangan atas, Ustaz. Ya,
- saya ingat pepatah jahiliah.
- Orang-orang Arab ini kan dulu pada masa
- jahiliyah mereka dibutakan oleh
- kefanatikan pada suku, pada
- kebanggaan-kebanggaan warisan mereka.
- Seorang suku Ghuza
- berkata secara membuta membela sukunya.
- Ana min Ghuzayyah inawat ghuzayyatu
- gwaitu. Saya ini dari suku Ghuzayyah.
- Kalau suku Ghuzaah katakan tersesat
- menyelimpang, saya akan ikut juga
- bergabung bersama mereka.
- Ada lagi sekelompok orang yang berkata,
- "Apa?" Saya akan tetap ikuti apa yang
- saya dapatkan dari orang-orang tua saya,
- dari salaf-salaf terdahulu.
- Kalau mereka masuk ke neraka, saya akan
- masuk bersama mereka.
- Nah, orang-orang semacam ini bukan
- manusia-manusia yang berakal yang akan
- dipersiapkan untuk masuk ke dalam surga.
- Tapi seharusnya
- dia mengatakan, "Ana maal haqqi haitu
- dar atau aduru maahu haitu daro." Saya
- akan selalu bersama kebenaran.
- Ke manaun arah kebenaran tersebut
- berputar, saya akan mengikutinya. Wa
- kftu
- abai
- wahabi
- wa baladi.
- Aku akan bersama kebenaran di manapun
- kebenaran tersebut mengorbit. Walaupun
- harus bertentangan dengan nenek
- moyangku, dengan mazhabku, bahkan dengan
- sukuku maupun bangsaku, aku akan tetap
- menjadi ansar Allah. Ini yang seharusnya
- terjadi.
- Oleh karena itu, kita lihat banyak dari
- kalangan mereka di saat mereka tak
- berdaya untuk menjawab, "Kami mengikuti
- asalafus saleh." Salaf saleh yang kamu
- maksudkan siapa? Kalau para sahabat
- Rasul yang berjuang bersama Rasul,
- enggak seperti kamu.
- Sahabat enggak pernah menyebarkan
- fitnah, memecah belah umat, tapi
- mengajak orang kembali pada
- hingga Allah jelaskan, innaddinaallahil
- Islam. Agama itu yang diterima adalah
- Islam yang artinya penyerahan secara
- total kepada Allah. Wtalafadina utul
- kitab illa m ba'di ma jaahumul ilmu.
- Terjadinya perselisihan di antara para
- ahli kitab bukan karena bodoh. Malah
- setelah datangnya ilmu. Kenapa bagian
- bainahum? Disebabkan karena albagu
- penyimpangan yang bersumber
- dari hawa nafsu kefanatikan. Seperti
- orang-orang Yahudi walaupun tahu bahwa
- Rasulullah ini merupakan Rasulullah,
- mereka menolak. Karena apa? Karena Rasul
- bukan dari suku mereka, bukan dari
- bangsa mereka. Karena Rasul mengajak
- pada kebenaran, sedangkan mereka telah
- hidup jauh dari kebenaran.
- Padahal dulu mereka yang menyebarkan
- kabar gembira tentang Nabi akhir zaman,
- tapi kefanatikan telah membutakan
- mereka. Malah saya dalam sebuah ucapan
- seorang Yahudi ketika menyaksikan
- kelahiran Rasul atau dakwah Rasul yang
- sedang berkembang, dia menangis
- meneteskan air mata mengatakan,
- "Khorjatin nubuwatu
- min bani israila ila bani Ismail."
- Ternyata kenabian telah berpindah dari
- Bani Israil menuju Bani Ismail.
- Begitu juga kita kaum muslimin. Allah
- telah mengingatkan kita pada ayat
- terakhir dari surah Muhammad. Wa
- tatawallau yastabdilan girirakum tumma
- laakunu amsalakum. Kalau kalian
- berpaling ini peringatan kepada bangsa
- Arab karena apa? Ayatnya diturunkan di
- tengah-tengah mereka. Kalau kalian wahai
- bangsa Arab tidak menyambut seruan
- Allah, tidak menjadi ansar-ansar Allah,
- maka Allah akan pindahkan kehormatan ini
- kepada kaum yang lain dan mereka tidak
- seperti kalian.
- Dan terbukti nubuwah Nabi kita ketika
- Persia belum Islam, tapi Salman
- al-Farisi telah menjadi seorang muslim
- dan diangkat sebagai keluarga Rasul.
- Ketika turun ayat ini, sahabat bertanya,
- "Man hum ya Rasulullah?" Siapa mereka
- yang akan apa mendapatkan kemuliaan
- tersebut? Dijawab oleh Rasul sambil
- menepuk pundak Salman. Kaumu hadza kaum
- ini kaum Salman. Kemudian apa? Kemudian
- Nabi juga berkata,
- "Lau kanal imanu furayah." Kalau iman
- terdapat di bintang surayah, lalahu
- unasun min faris, nisan diraih oleh
- mereka-mereka yang berasal dari Persia.
- Padahal pada saat itu Persia belum
- beriman dan terbukti ternyata
- ulama-ulama, para pengumpul hadis ya,
- para ahli sains berasal dari sana. Ini
- bukan berarti apa? Bukan berarti
- bahwasanya Allah Subhanahu wa taala
- telah memindahkan apa?
- Kemuliaan ini tanpa dasar kepada bangsa
- Persia. Oleh karena itu, mereka-mereka
- yang sering mengatakan apa? Mereka kaum
- majus. Betul. Dulu mereka majus.
- Sekarang mereka telah beriman. Sedangkan
- kalian keluar dari iman karena berpihak
- pada Zionis.
- Jadi ingat jangan terbawa oleh fanatisme
- mazhab atau bangsa atau suku. Kita
- ketika mendukung Iran bukan secara
- mayuta. Kalau Iran bekerja sama bersama
- setan pada masa Syairan, kita akan
- berlepas tangan. Nah, sekarang
- negara-negara teluk terlihat bagaimana
- mereka melakukan kerusakan, menyediakan
- tanah mereka sebagai pangkalan Amerika,
- Israel untuk melakukan serangan pada
- kaum muslimin yang dapat kita ucapkan
- hanya alaihim laknatullahi wal malaikati
- wasasi ajmain. Mereka jelas-jelasan
- menempatkan diri mereka sebagai lawan
- dan musuh Allah.
- kelak mereka akan dihancurkan. Yang
- selamat hanya orang yang beriman.
- Siapapun mereka, apapun suku mereka.
- Wallahuam.
- Baik, [mendengus] Ustaz. Selanjutnya
- dari Ibu Khadijah di Ciputat. Ustaz,
- satu lagi, Ustaz. Ya,
- satu lagi.
- Ee bagaimana Ustaz melihat pemimpin
- negeri ini, Ustaz, yang mengkritik malah
- diintimidasi,
- disiram air keras, dibilang antek asing
- katanya, Ustaz. Sedangkan kita mendengar
- ee berita duka tiga prajurit TNI kita
- meninggal oleh Zionis. jelas-jelas oleh
- asing malah pemimpinnya diam saja. Saya
- hanya berharap kepada Allah. Pemimpin di
- negeri ini aneh katanya. Enggak bisa
- diharapkan, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Kewajiban kita sebagai umat,
- sebagai hamba Allah, sebagai umat Islam
- mengingatkan
- beramar makruf bernahi mungkar.
- Adapun mengubah manusia ya dari buruk
- menjadi baik,
- dari salah menjadi benar, itu bukan
- kemampuan dan kekuasaan kita. Tapi Allah
- katakan waqulalu fasayarallahu amalakum
- warasuluhu wal mukminin. Katakan wahai
- rasul, silakan kalian beramal. Allah
- akan menilai amal kalian. Rasulnya
- begitu juga orang yang beriman. Jadi
- kita ingatkan kepada Bapak Presiden
- kita, kepada juga mereka-mereka yang
- berwenang untuk kembali pada Allah.
- untuk membangun kekuasaan mereka atau
- pemerintahan mereka di atas kepercayaan
- rakyat. Jangan bergantung pada kekuatan
- eksternal.
- Kalau kita bergantung pada kekuatan
- eksternal, selama-lamanya kita akan
- menjadi bangsa yang mengekor, tidak
- punya kekuatan, tidak punya sikap dan
- keberanian. Tapi kalau Bapak Presiden
- bersama para pembantunya membangun
- pemerintahannya di atas kepercayaan
- rakyat karena peduli terhadap mereka,
- mengayomi mereka, membela mereka,
- melindungi mereka dan kebijakannya semua
- berpihak kepada rakyat, maka rakyat siap
- untuk mati demi pemimpin yang berjuang
- di jalan Allah. Tapi kalau tidak, maka
- Allah Subhanahu wa taala melihat, Allah
- mengawasi, Allah mencatat
- perbuatan-perbuatannya dan tidak akan
- lepas dari apa? Dari hukuman Allah
- Taala. Dan ingat
- kalau seandainya pada hari ini ya pada
- hari ini masih belum dijatuhkan hukuman.
- Bisa saja besok atau lusa akan datang
- hukuman dari Allah Subhanahu wa taala.
- Sebagaimana negara teluk yang tadinya
- berforia, bersenang-senang ya,
- bergantung kepada kekuatan asing,
- sekarang rudal-rudal yang datang dari
- Iran bukan menyerang Amerika, tapi
- negeri mereka yang menjadi sasaran.
- Kemudian Trump menekan mereka untuk
- membayar kewajiban mereka sebanyak 5
- triliun dolar
- sebagai pemerasan. Kalau tidak, Amerika
- akan berlepas tangan. Pemerintahan
- kalian akan berganti, rakyat juga akan
- bergolak menghadapi kalian. Jadi,
- percuma kita bergantung pada kekuatan di
- luar. Negara Indonesia merupakan negara
- yang subur, makmur, kaya, sumber daya
- juga masyaallah di samping sumber apa?
- Di samping sumber daya manusianya,
- sumber kekayaan alam ini luar biasa.
- Kalau dikelola secara baik, kita akan
- menjadi negara yang luar biasa.
- negara yang akan menimbulkan iri
- bangsa-bangsa yang lain. Bahkan air liur
- mereka bercucuran. Cuma kalau kita
- kelola
- dengan cara yang tidak benar, kekayaan
- negara atau kebijakan yang dibuat tidak
- kembali kepada rakyat, maka setiap
- laknat kutukan yang keluar dari rakyat
- akan didengarkan oleh Allah dan akan
- tiba saatnya kutukan dan laknat dari
- Allah Subhanahu wa taala akan dijatuhkan
- pada orang-orang yang zalim. Apalagi
- kita semua tahukan tidak ada yang bisa
- bertahan di hadapan waktu. Enggak
- ada yang bisa bertahan.
- Saya, Kang Rizal, siapapun juga kita
- sudah mulai merasakan bagaimana penuaan
- mulai menggerogoti kita.
- Kita mulai merasakan napas
- tersengal-sengal. Tubuh kita juga mulai
- sakit di sana sini. Kita enggak bisa
- menjamin sampai kapan kita hidup. Bisa
- saja besok panggilan Allah akan datang
- kepada kita. Cuma yang kita harapkan
- kita bisa menjalankan amanat Allah
- sebagai ustaz. Sampaikan amanat dan
- peringatan kepada mereka dengan penuh
- rasa cinta. Jadi apa yang kita sampaikan
- ini bukan karena kebencian. Dengan rasa
- cinta kita kepada bangsa kita juga
- kepada para pemimpin di atas kepada
- Bapak Presiden Prabowo. Mari kembali
- kepada Allah demi keselamatan kita. Mari
- laksanakan amanat yang diamanatkan oleh
- Allah dan bangsa ini di atas pundak
- Anda. Tepati janji yang pernah Anda
- ucapkan. Mari kita berjuang demi
- kepentingan bangsa negara di atas
- kebenaran dan keadilan. Insyaallah Anda
- akan hidup mulia, mati sebagai seorang
- martir.
- Dan jangan dengarkan para pembisik di
- sekeliling Anda yang ingin menjerumuskan
- Anda ke dalam murka Allah, ke dalam juga
- spekulasi yang amat mengerikan. Bukan
- hanya tidak akan dikenang oleh anak
- bangsa, tapi akan menjadi cemohan
- sepanjang masa. Maka mari bersama-sama
- kita kembali kepada Allah. Ini bukan
- merupakan
- hujatan, tapi merupakan amar makruf nahi
- mungkar. Dan kewajiban kita tegas dalam
- masalah ini. Kalau saya tidak sampaikan
- atau para ustaz tidak menyampaikan, maka
- sebelum para penyembah berhala kita yang
- akan dipanggil oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Mari kita menjalankan tugas kita
- bersama-sama. Ulama menyampaikan pesan
- Allah, jangan mencari keuntungan. Dari
- apa? Dari ilmu yang Allah ajarkan untuk
- kepentingan pribadi. Lalu bungkam di
- hadapan yang batil dan tidak mengajak
- kepada yang makruf. Mudah-mudahan Allah
- berikan hidayah kepada para pemimpin di
- atas agar meluruskan hidup mereka,
- bekerja, berjuang untuk kepentingan
- bangsa dan membangun bangsa kita kembali
- menjadi bangsa yang kokoh, kuat, erat,
- saling mencinta, saling menghormati.
- Semuanya hidup dalam keadaan aman. Bukan
- hanya kaum muslimin, orang di luar Islam
- pun juga menikmati hak mereka dan mereka
- dapat melihat bagaimana keadilan dan
- keindahan Islam. Subhanakallahumma
- wabihamdik ashadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik wal afu
- minkum. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikianlah ikhwan akhwat
- yang dirahmati Allah program acara
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- untuk edisi Senin pagi hari ini. Ikhwan
- akhwat. Semoga kita semua dapat mempetik
- pelajaran ee hikmah dan juga ibrah dari
- kajian yang disampaikan oleh guru kita
- Ustaz Husein Alatas. Terima kasih Ustaz
- atas kajiannya.
- Dan terima kasih juga Ikhwan Wat atas
- kebersamaannya. Saya Rizal Alhq, Bang
- Ondi dan Bang Alki undur diri. Billah
- taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi.
- Waalaikumsalam warahmatullah.