Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirohmanirohim. Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- lagi hari ini hari Senin tanggal 20
- April 2026 atau 3 Zulqaidah 1447
- Hijriah. Kita jumpa lagi dalam acara
- renungan di bawah naungan Alquran untuk
- edisi tanya jawab. Silakan kirim
- pertanyaan Anda ke nomor 08111
- 999720.
- Nanti insya Allah akan dijawab oleh guru
- kita Ustaz Husein bin Hamid Al Athas.
- Alhamdulillah beliau sudah hadir di
- sini. Salam Ustaz Husein. Waalaikumsalam
- warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik, kita mulai acara ini
- dengan membaca Al Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin.
- Arrahmanirrahim.
- Maliki yaumiddin.
- Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in.
- Ihdinash shiratol mustaqim.
- Shirotolladzina
- an'amta alaihim.
- Ghoiril maghdubi alaihim.
- Waladdhollin.
- Amin. Alhamdulillah mudah-mudahan dengan
- membaca Al Fatihah tadi
- Allah memberi kita kemudahan memahami
- apa-apa yang dijelaskan oleh guru kita
- Ustaz Husein bin Hamid Alatas.
- Baik, pertanyaan pertama dari Bapak
- Irfan Mukhtar, Tulungagung. Salam untuk
- Ustaz Husein, dalam surat
- ke-29 ayat
- 68 Al-Ankabut
- ee artinya dan siapakah yang lebih zalim
- daripada orang-orang yang
- mengada-ngadakan kebohongan kepada Allah
- atau tidak orang yang mendustakan yang
- hak ketika yang hak itu datang
- kepadanya.
- Mohon penjelasan apa maksud dari
- kebohongan
- Al-Qur'an ee Ankabut ayat
- 68.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin.
- Hamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi
- kama yuhhibu rabbuna wa yardha.
- Allahumma shalli wa sallim wa barik ala
- abdika wa rasulika sayyidina
- wa nabiyina Muhammadin wa alihi
- wa shahbihi
- wa sallim
- tasliman katsiran thayyiban mubarakan
- fihi kama yuhhibu rabbuna wa yardha.
- Subhanaka la ilmalana illa ma allamtana
- innaka antal alimul hakim.
- Wa la haula wa la quwwata illa billahil
- aliyil azhim.
- Rabbana zidna ilman wa alhiqna bish
- [berdehem] shalihin.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa ta'ala.
- Salamullahi alaikum jami'an wa
- rahmatullahi wa barakatuh.
- Di dalam Alquran Al Karim banyak
- ayat-ayat
- yang memperingatkan kita
- untuk tidak mengada-adakan kebohongan
- atas nama Allah
- yang akhirnya akan menjerumuskan kita
- untuk mendustakan kebenaran yang datang
- dari Allah.
- Dalam surah Al An'am sebagaimana firman
- Allah
- Waman adzlamu mimman iftara alallahi
- kadziban au kadzdzaba bi ayatihi.
- Begitu juga dalam surah As-Shaff Waman
- adzlamu mimman iftara alallahi kadziba
- wa huwa yud'a ilal Islam.
- Wallahu la yahdil qaumadz dzalimin.
- Yang dimaksudkan dengan mengada-adakan
- kebohongan atas nama Allah Subhanahu wa
- Ta'ala.
- Seorang
- menisbatkan kepada Allah Subhanahu wa
- Ta'ala apa yang tidak berasal dari
- Allah.
- Di saat dia menetapkan sesuatu
- kemudian dia mengatakan bahwa ini
- merupakan
- hukum yang datang dari Allah Subhanahu
- wa Ta'ala.
- Perbuatan semacam ini merupakan
- perbuatan yang paling dzalim. Bahkan
- tidak ada kedzaliman yang lebih berat
- dari ini, karena apa?
- Karena ini bisa menyesatkan manusia.
- Kalau kita membaca sejarah
- para ahli kitab sebelum kita
- baik itu rabi-rabi Yahudi ya
- pendeta-pendeta Nasrani
- banyak yang mengada-adakan kebohongan
- atas nama Allah.
- Kebohongan juga atas nama nabi mereka.
- Hingga akhirnya lama-kelamaan kebohongan
- ini menggantikan kebenaran yang datang
- dari Allah
- dan apa-apa yang disampaikan oleh para
- rasul.
- Begitu juga kita kaum muslimin
- sebagaimana
- perilaku menyimpang yang dilakukan oleh
- sebagian ahli kitab sebelum kita
- ternyata juga dilakukan oleh ulama-ulama
- kita.
- Mereka-mereka yang ingin mendapatkan
- kekuasaan
- mereka-mereka yang menginginkan kepingan
- dunia seringkali mereka mengada-adakan
- kebohongan atas nama Allah, atas nama
- rasulnya untuk menyenangkan orang-orang
- yang mereka ingin senangkan demi
- mendapatkan keuntungan dunia.
- Jangankan jauh setelah rasul, pada masa
- hidup rasul saja
- ada orang-orang yang sengaja
- mengada-adakan kebohongan atas nama
- rasul.
- Hingga Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam mengancam
- dalam sabda beliau
- yang dianggap merupakan sebuah hadis
- mutawatir.
- Man kadzaba alayya falyatabawwa
- maq'adahu minannar.
- Dalam riwayat yang lain man kadzaba
- alayya muta'ammidan falyatabawwa
- maq'adahu minannar.
- Siapa-siapa yang berdusta atas namaku ya
- silakan dia persiapkan
- tempatnya dalam api neraka.
- Artinya dia tidak akan memiliki tempat
- di dalam surganya tapi tempatnya dalam
- api neraka. Dan nabi juga mengingatkan
- al kadzibu alayya laisa kal kadzibi ala
- ghairihi.
- Orang berdusta atas namaku
- beda dengan berdusta atas nama orang
- lain. Karena kalau berdusta atas nama
- Rasul, berarti berhubungan dengan
- risalah
- dengan risalah beliau.
- Karena setiap keterangan Rasul itu
- merupakan apa? Merupakan
- bimbingan, ya.
- Dari Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasallam
- yang membimbing kita menuju jalan yang
- lebih indah dan mulia. Sebagaimana sabda
- Rasul Inna asdaqul haditsi kitabullah wa
- khairul hadi, hadiyu Muhammadin
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- Sesungguhnya sebaik-baiknya atau
- sebenar-benarnya firman adalah firman
- Allah.
- Sedangkan sebaik-baiknya tuntunan adalah
- tuntunan Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasallam.
- Nah, di antara tuntunan Nabi yang
- merupakan sunahnya,
- saya tidak menyamakan sunah dengan
- hadis. Karena hadis kumpulan riwayat,
- sedangkan sunah itu tuntunan.
- Ya. Yang dipetik dari perilaku Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang
- merupakan refleksi dari Alquran.
- Jadi tidak mungkin
- antara Alquran yang merupakan Islam
- konseptual akan bertentangan dengan
- sunah Nabi yang merupakan Islam aktual.
- Karena Nabi mengaktualisasikan
- isi
- dari apa? Kitab suci Alquran.
- Di mana Allah perintahkan Nabi-Nya untuk
- menjadi sebaik-baiknya teladan bagi
- kita.
- Oleh karena itu untuk mengoreksi
- kebenaran riwayat atas nama Nabi
- agar kita tidak termasuk dari orang yang
- paling zalim.
- Tidak termasuk dari orang yang paling
- aniaya.
- Yang dipersiapkan
- tempatnya dalam azab api neraka, tempat
- khusus. Bagi orang yang berdusta atas
- nama Allah dan Rasul-Nya.
- Kita harus berhati-hati.
- Jangan kalau kita
- mendengar satu riwayat, baik yang
- terdapat dalam buku-buku yang populer
- ataupun tidak, kita langsung menyebarkan
- riwayat tersebut.
- Oleh karena itu, kalau kita
- mengembalikan buku-buku riwayat ini ya.
- Dan hadis-hadis yang terdapat di
- dalamnya.
- Di hadapan Alquran, kita akan temukan
- banyak kebohongan.
- Kebohongan mengatasnamakan Rasul, karena
- yang terdapat dalam matan atau konten
- hadis tersebut bertentangan dengan
- Alquran.
- Sebagaimana yang kita jumpai dalam
- kitab ya.
- Al-Bukhari, Muslim.
- Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Nasa'i.
- Begitu juga yang terdapat dalam
- referensi Syiah, literasi Syiah. Seperti
- Al-Kafi, Al-Kulaini ya.
- Begitu juga Man La Yahduruhul Faqih.
- At-Tahdzib Li Tusi, begitu pula
- Al-Istibshar juga dari At-Tusi.
- Kitab
- pasti akan menemukan banyak kebohongan
- atas nama keluarga Rasul maupun atas
- nama Rasul.
- Baik itu disengaja atau tidak disengaja.
- Jadi tidak ada satu pun ya.
- Kumpulan hadis yang terjamin
- kesahihannya.
- Maka untuk berhati-hati, karena kalau
- tidak berhati-hati kita termasuk dari
- orang yang melakukan perbuatan yang
- paling zalim yaitu
- mengada-ngadakan kebohongan atas nama
- Rasul yang akan juga membawa kita
- berbohong atas nama Allah Subhanahu Wa
- Ta'ala karena apa yang disampaikan Rasul
- merupakan risalah yang datang dari Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala
- Nah kalau kita membuka Al Bukhari kita
- akan temukan hadis-hadis yang mencederai
- kehormatan para nabi seperti nabi
- Sulaiman, nabi Allah Musa ini
- tidak mirip dengan ucapan Rasul tapi
- lebih mirip dengan Israiliyat
- juga yang menisbatkan kebohongan pada
- nabi Allah Ibrahim padahal seorang nabi
- dan Rasul itu
- salah satu
- kepribadian dan karakternya yang paling
- utama
- adalah
- As-Sidqu wal Amanah kejujuran dan amanah
- bagaimana mungkin
- Ibrahim Alaihissalatu Wasallam berdusta
- hingga akhirnya membuat syafaatnya tidak
- berlaku ini mustahil sama sekali
- oleh karena itu saya tidak akan
- merincikan begitu juga di kalangan Syiah
- kitab Al Kulaini yang mengumpulkan
- 16.000 hadis 2/3 hadis-hadis Al Kulaini
- itu hadis-hadis yang dianggap merupakan
- hadis-hadis yang
- tidak memiliki sama sekali kekuatan
- oleh karena itu jangan kita
- gampang-gampang kembali kepada riwayat
- tapi kembali kepada Al Quran dari mulai
- dini anak-anak kita ditanamkan nilai
- Quran hingga kalau ada orang berbohong
- berdusta dia dapat merasakan kebohongan
- tersebut tapi kalau dimulai dari hadis
- dan riwayat nanti akhirnya dia akan
- mengukur Al Quran dengan riwayat seperti
- yang kita jumpai pada ulama-ulama ahli
- hadis.
- Mereka menganggap seolah-olah mereka
- menyampaikan sunah, padahal sebetulnya
- mereka melakukan kebohongan atas nama
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa
- alaihi wasallam.
- Apalagi Mas Krisna.
- Hadis-hadis Rasul ini dikumpulkan
- setelah jauh dari wafatnya Rasul, bukan
- ditulis seperti Alquran pada masa hidup
- Rasul.
- Begitu juga
- ulama ahli hadis sepakat bahwa, ya,
- hadis-hadis Nabi ini diriwayatkan dengan
- maknanya, bukan dengan lafaznya.
- Bayangkan coba, Mas Krisna, dari 200.000
- hadis yang terkumpul, yang berulang dan
- tidak berulang,
- hanya terdapat satu hadis mutawatir
- lafaz dan makna, yang lafaz dan maknanya
- dianggap mutawatir.
- Yaitu man kadzaba
- alaiyya falyatabawwa' maq'adahu
- minannar.
- Itu pun masih ada perbedaan antara
- sengaja tidak sengaja. Riwayat
- mengatakan man kadzaba alaiyya, ada yang
- mengatakan man kadzaba alaiyya
- muta'ammidan.
- Jadi,
- satu-satunya hadis yang mutawatir lafaz
- dan maknanya,
- hadis tadi yang mengingatkan kita untuk
- tidak berbohong dan bagi yang berbohong
- atas nama Rasul, silakan siapkan
- tempatnya dalam api neraka. Nah, kenapa
- orang sekarang kok dengan gampang qala
- Rasulullah, qala Rasulullah, tanpa sama
- sekali apa?
- Dikonfirmasi terlebih dahulu di hadapan
- Alquran.
- Jadi, ayat ini sebetulnya, Mas Krisna,
- dan ayat-ayat yang serupa,
- menjelaskan bahwa tidak ada kezaliman
- yang lebih besar
- dari orang yang mengada-ngadakan
- kebohongan atas nama Allah, seperti yang
- dilakukan
- para ahli kitab atau sebagian ahli kitab
- sebelum kita Yahudi Nasraninya, begitu
- juga yang dilakukan ulama-ulama Islam.
- Orang Yahudi menggantikan Taurat dengan
- Talmud.
- Kemudian lama-kelamaan kebohongan
- menggantikan kebenaran.
- Kemudian kita jumpai umat Nasrani
- menggantikan Injil dengan surat-surat
- Paulus.
- Hingga hukum yang ditetapkan oleh Taurat
- seperti pengharaman babi ternyata
- dirubah.
- Artinya pengharaman babi ini
- sebagaimana berlaku untuk
- Bani Israil ya.
- Dari mulai zaman Musa hingga Daud
- Sulaiman berlaku juga pada masa Isa
- karena Isa tidak menghapuskan hukum
- Taurat.
- Dia hanya menghapuskan sebagian
- hukum-hukum yang bersifat apa?
- Aturan-aturan yang bersikap hukuman.
- Tapi tidak sama sekali apa? Tidak sama
- sekali meralat hukum yang ditetapkan
- dalam Taurat diantaranya pengharaman
- babi.
- Tapi ternyata
- pada umat Kristiani, bukan seluruhnya
- pada sebagian umat Kristiani ternyata
- mereka tidak menghiraukan pengharaman
- yang terdapat dalam kitab Taurat
- digantikan dengan keputusan yang
- bersumber dari Paulus.
- Nah, sebagaimana terjadi pada ahli kitab
- terjadi juga pada kita.
- Terjadi juga pada kita di mana banyak
- ulama-ulama su yang menjilat para
- penguasa ya. Mereka akhirnya membenarkan
- yang salah, menyalahkan yang benar
- kemudian menghalang-halangi kaum
- muslimin untuk berjuang membela saudara
- mereka
- dengan berbagai macam alasan sebagaimana
- yang kita jumpai dari orang seperti
- Sudais, Imam Masjid Al Haram.
- Bagaimana dia menghalang-halangi orang
- yang memberikan suaranya untuk saudara
- mereka di Palestina yang mengajak untuk
- mendukung mereka. Sedangkan terhadap
- Donald Trump sudah memuji dan
- mengangkat-ngangkatnya sebagai orang
- yang berjuang untuk perdamaian. Bersama
- Saudi Arabia yang merupakan dua kutub
- dunia, Saudi dan Amerika. Ehm. Padahal
- Saudi merupakan boneka dan budak
- Amerika. Bagaimana dapat dikatakan dua
- kutub yang bersanding bersama-sama.
- Begitu juga Utsman Khamis, ulama Kuwait.
- Bagaimana dia sibuk menimbulkan fitnah
- di tengah-tengah umat Islam dengan
- fatwanya. Tahu-tahu ketika pangkalan
- Amerika di Kuwait diserang, dia
- menganjurkan umat untuk berjuang
- melindungi pangkalan Amerika. Ehm.
- Dan banyak mereka-mereka yang menjadi
- antek-antek Zionis ya. Tidak berpihak
- kepada saudara mereka yang teraniaya,
- tidak mengulurkan bantuan, tapi justru
- menganjurkan umat untuk memberikan
- dukungan bagi
- Zionis ya.
- Bagi Amerika tidak terdengar suara
- kecaman mereka terhadap Zionis karena
- mereka sebetulnya merupakan antek-antek
- Zionis.
- Nah, kita lihat juga ulama-ulama di
- Indonesia.
- Maupun di Saudi Arabia, negara Teluk
- bagaimana mereka mengecam Iran.
- Menyerangnya, membusukkannya,
- mengkafirkannya.
- Karena apa? Karena Iran menyerang
- Israel. Berarti sebetulnya walaupun
- mereka berpakaian Islam, sebetulnya hati
- mereka bersama Zionis Israel.
- Nah, kita ingin bagaimana kita kembali
- bersatu dalam kebenaran yang pasti,
- Alquran.
- Adapun di luar Alquran Mas Krisna ya,
- agar kita tidak berbohong atas nama
- Allah dan Rasul-Nya.
- Kembalikan kepada Alquran. Konfirmasikan
- kebenarannya dulu di hadapan Alquran.
- Baik datang dari kalangan Syiah, datang
- dari kalangan Ahlus Sunnah dengan
- kelompok-kelompok mereka,
- kita tidak terima
- lebih dulu sebelum kita konfirmasi
- kebenarannya di hadapan Alquran.
- Dan tahu tidak Mas Krisna, ini merupakan
- fatwa dan perintah dari keluarga Rasul
- di atas, bukan dari kalangan Syiah. Ehm.
- Tapi keluarga Rasul di atas. Di mana
- mereka berkata,
- "Iza rawaitum an Rasulillahi wa anna
- fa'aribuhu alal kitabillah."
- "Kalau kalian meriwayatkan dari Rasul
- maupun dari kami,
- cocokkan di hadapan kitab Allah. Fama
- wafaquhu fakhuzu, yang cocok kalian
- ambil. Wama kholafahu fatruku, yang
- tidak cocok kalian buang.
- Lianna lanaqulu mayukholifu kitaballah,
- karena kami tidak punya wewenang untuk
- berbicara
- bertentangan dengan kitab Allah.
- Jangankan
- ulama dari Ahlul Bait, jangankan juga
- sahabat Nabi, tidak punya wewenang untuk
- merubah apa yang dalam Alquran. Ehm.
- "Qul ma yakunu li an ubaddilahu min
- tilqa'i nafsi, in attabi'u illa ma yuha
- ilai."
- "Katakan aku tidak punya wewenang
- mengubah ya
- ayat-ayat Alquran sekehendak hatiku, aku
- hanya mengikuti wahyu yang diwahyukan
- kepadaku."
- Bahkan Allah pernah mengancam Nabi kalau
- berani ya
- meninggalkan sebagian ayat Allah untuk
- menyenangkan manusia.
- Ini bukan berarti Nabi berniat
- melakukan, tapi sebagai peringatan Nabi
- saja diancam oleh Allah. "Walau
- taqawwala alaina ba'dal aqawil, akhazna
- minhu bilyamin, summa laqato'na minhu
- watin." "Kalau Nabi berani
- mengada-adakan kebohongan atas nama
- Allah,
- kami akan cengkram beliau,
- kemudian kami akan putuskan pembuluh
- darah jantungnya." Ehm.
- Artinya apa Mas Krisna, Nabi sendiri
- sebagai Rasul tugasnya menyampaikan apa
- yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala turunkan.
- Tidak menambahkan dan tidak mengurangi.
- Jadi, tidak ada wewenang
- bagi siapapun
- baik itu bagi sahabat Rasul maupun
- keluarga Rasul di atas yang patut
- mengikuti petunjuk Allah atau bagi
- pengumpul hadis mau Bukhari-nya,
- Muslim-nya, tidak ada buku ya yang dapat
- dibandingkan dengan kitab Allah. Begitu
- pula yang berasal dari kalangan Syiah.
- Maka, prinsip kita menjadikan Alquran
- sebagai barometer,
- sebagai neraca ya, sebagai furqan yang
- memisahkan di antara hak dan batil,
- sebagai nur yang menerangi
- kegelapan yang ditimbulkan oleh
- kebodohan dan lain sebagainya. Maka,
- pada ayat ini dengan tegas Waman adzlamu
- mimmanif taru alallahi kadziban au
- kadzdzaba bil haq. Siapakah
- Allah bertanya nih, siapakah orang yang
- lebih zalim dari orang yang berani
- mengada-adakan kebohongan atas nama
- Allah
- atau mendustakan kebenaran
- ketika datang padanya. Alaisa fi
- jahannama matswan
- lil kafirin. Bukankah dalam api neraka
- jahanam merupakan
- tempat yang sesuai dan selayak-layaknya
- bagi orang yang kafir.
- Maka, siapa-siapa yang mengubah apa yang
- datang dari Allah ya, baik dengan
- riwayat atau dengan fatwa ulama sama
- dengan para pendeta,
- pendeta ya, Nasrani yang mengubah apa
- yang datang dari Allah Subhanahu Wa
- Ta'ala sebagaimana firman Rasul
- ittakhadzu ahbarahum wa ruhbanahum
- arbaban mindunillah. Mereka menjadikan
- rahib-rahib mereka, pendeta-pendeta
- mereka sebagai rob-rob yang mengatur
- selain dari Allah.
- Ketika seorang mantan Nasrani
- mendengarkan ucapan Rasul ini
- atau firman Allah yang diturunkan pada
- Rasul-Nya yang bernama Adi bin Hatim
- mengatakan, "Ya Rasulullah, kami tidak
- menjadikan pendeta-pendeta kami sebagai
- rab-rab selain Allah."
- Dijawab oleh Rasul, "Kalian lakukan hal
- tersebut."
- Ketika mereka menghalalkan apa yang
- diharamkan Allah
- atau sebaliknya, mengharamkan yang
- dihalalkan, atau menetapkan sesuatu yang
- bertentangan dengan apa yang datang dari
- Allah, kalian ikuti mereka, maka sama
- kalian menjadikan mereka sebagai rab-rab
- selain dari Allah subhanahu wa taala.
- Jadi, Mas Krisna, para pendengar,
- para pemirsa, ya, ini perlu ditegaskan
- agar kita tidak termasuk dari
- orang-orang yang gampang berbohong atas
- nama Rasul, kemudian atas nama Allah,
- tapi sampaikan dengan jujur amanat
- Allah, karena kita seorang ustaz tidak
- punya wewenang
- untuk
- mengubah sesuatu yang datang dari Allah,
- bahkan Rasul pun tidak punya wewenang
- tersebut. Maka, sebaik-baiknya hamba
- yang taat dan patuh kepada Allah. Jadi,
- di saat kita kembali kepada Alquran
- bukan berarti mengingkari sunah,
- tapi justru kita kembali kepada sunah
- dan sumbernya yang sejati, dan kita
- mulai
- mempelajari riwayat-riwayat yang datang
- dari Rasul yang sejalan dengan Alquran,
- itulah sunah, yang tidak sejalan itulah
- kebohongan yang musti kita jauhkan dan
- buang jauh-jauh. Wallahualam.
- Baik, selanjutnya pertanyaan dari Bapak
- Hamid, Ustaz. Assalamualaikum, Ustaz
- Adi. Iya. Kami ingin bertanya tentang
- surat As-Saffat ayat 102 dan Balad ayat
- 3, apakah ini mengkonfirmasi bahwa
- eh orang tua tidak boleh mengklaim yang
- paling benar?
- Eh surat Saffat ayat Saffat
- ayat 100 eh
- Saffat ayat berapa tadi ayat
- Saff
- Al-Balad ayat 3, Saffat ayat 102. He eh.
- Nah, 102. 102.
- Jadi, orang tua tidak boleh mengklaim
- paling benar. Harus konfirmasi kepada
- anak.
- Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.
- [berdehem]
- Falammā balagho ma'ahu sa'ya.
- Qola yā bunayya innī arā fil manāmi annī
- adzbahuka fanzhur mādzā tarā.
- Qola yā abati if'al mā tu'mar satājidunī
- insyā Allāhu Ta'ala, insyā Allāhu minas
- shābirīn.
- Perhatikan, renungkan ayat ini.
- Ketika
- Ibrahim ya
- bersama putranya Ismail
- yang dewasa, yang sudah apa? Dewasa,
- bekerja bersama sang [berdehem] ayah.
- As sa'yu itu artinya usaha.
- Tahu-tahu Ibrahim, sang nabi, sang rasul
- yang mulia berkata kepada putranya
- Ismail juga yang merupakan nabi dan
- rasul yang mulia.
- Bahwa aku menerima [berdehem] wahyu
- dalam mimpiku
- ya
- bahwa aku menyembelih kamu.
- Wahyu diterima oleh Ibrahim, tetapi
- yang akan apa? Yang [berdehem] akan
- dengan sendirinya mengalami adalah
- putranya Ismail.
- Artinya, perintah ini untuk Ibrahim
- bukan berlaku untuk Ibrahim, tapi
- perintah untuk menyembelih putranya,
- dengan sendirinya yang bersangkutan
- harus ditanya dong. Iya.
- Bagaimana pendapat kamu? Kan ini
- menyangkut nyawanya. He eh. Ternyata
- anak dan ayah sama, like father
- like son.
- He eh. Sebagaimana ayah, begitu pula
- putranya.
- Qola yā abati if'al ma tu'mar satajiduni
- insya allahu minas sabirin.
- Wahai ayah, silakan kamu lakukan apa
- yang diperintahkan Allah padamu. Insya
- Allah engkau akan menjumpai aku dari
- orang yang bersabar.
- Nah, sebagaimana ayah, sebagaimana
- putranya, begitu pula sebagaimana ibu,
- sebagaimana putranya. Karena ibu ketika
- ditinggalkan di padang yang tak bertuan
- atas perintah Allah, dia juga
- menerima dengan penuh ke pasrahan.
- Silakan kamu pergi, Allah tidak akan
- menyia-nyiakan kami.
- Jadi, dalam hal ini,
- ya, dengan sendirinya walaupun merupakan
- perintah kepada Ibrahim, tapi karena
- bersangkutan dengan anaknya, Ibrahim
- harus bertanya pada anak. Kalau anaknya
- menolak, Ibrahim tidak bisa memaksakan
- kehendaknya pada sang anak tersebut.
- Ibrahim mau melaksanakan, anaknya
- menolak. Berarti pelanggaran dari pihak
- anak.
- Jadi, dalam hal ini jelas dan gamblang.
- Kalau seandainya datang perintah dari
- Allah subhanahu wa taala menyangkut hak
- orang lain, kita harus tanya dulu
- sahibul hak. Ehm. Kita bertanya pada
- apa?
- Pada sahibul hak yang bersangkutan.
- Perintah berjihad sebagai contoh. Kita
- mengajak kaum muslimin untuk berjihad.
- Dengan sendirinya yang akan kita ajak
- yang menyambut. Yang menolak untuk
- berjihad, berarti dia menolak hukum dan
- perintah Allah subhanahu wa taala. Maka,
- urusan dia kembali pada Allah. Oleh
- karena itu, dalam masuk ke dalam Islam
- pun tidak boleh ada paksaan. La ikraha
- fiddin.
- Tidak boleh kita menggunakan kekuatan
- untuk memaksa orang masuk ke dalam
- Islam.
- Adapun perang dalam Islam sebagaimana
- yang telah kita bahas panjang lebar,
- kita diizinkan berperang pada saat kita
- dizalimi.
- Atau kita ingin menuntaskan kezaliman
- yang terjadi pada kaum yang lain. Uzina
- lillazina yuqatalluna biannahum zulimu.
- Wa innallaha ala nasrihim laqadir.
- Ayat pertama yang turun mengizinkan
- untuk berperang dijelaskan bahwa
- diizinkan untuk berperang orang-orang
- yang tadinya teraniaya.
- Mereka terusir dari rumah mereka, mereka
- mengalami penganiayaan karena mereka
- memilih Allah, memilih agamanya daripada
- mengikuti kesyirikan mereka.
- Tapi walaupun mereka musyrik, walaupun
- mereka katakan tidak seiman dengan kita,
- kalau mereka tidak sama sekali melakukan
- kejahatan, menzalimi kita atau
- menyerangi kita, kita haram untuk
- mengganggu mereka.
- Berdakwah di tengah mereka, nah, tapi
- memaksakan tidak. Jadi apa-apa yang
- disampaikan Abu Janda
- dari ayat-ayat
- yang katanya
- memerintahkan untuk menumpahkan darah,
- ini salah besar. Abu Janda yang tidak
- memahami Alquran ikut berbicara mengenai
- Alquran, padahal ayat ini ayat-ayat yang
- diturunkan dalam kontek perang,
- berhadapan dengan musuh. Adapun di luar
- perang
- kaum muslimin diperintahkan untuk
- memperlakukan manusia dengan cara yang
- baik dan mulia.
- Wallahualam. Kalau surat Al Balad ayat
- tiganya itu apa, Ustaz?
- Allah berfirman dalam surat Al Balad,
- bismillahirrahmanirrahim,
- la uqsimu
- bi hadzal balad, wa anta hillum
- bi hadzal balad, wa walidin wa ma walad.
- Sebetulnya
- kalau kita perhatikan dari ayat ini
- konteknya berbeda sebetulnya dengan
- pertanyaan tadi.
- Allah bersumpah
- la di sini ya untuk menjelaskan
- penegasan dan penguat sumpah.
- Aku benar-benar bersumpah dengan kota
- suci yang mulia ini.
- Bertambah lagi kemuliaannya wa anta
- hillum bi hadzal balad dan engkau
- berdiam dalam kota suci yang mulia ini.
- Fas da da syarofan maka bertambah mulia
- dengan kelahiran nabi ya.
- Dengan juga berdiamnya beliau di tempat
- tersebut yang tidak disyukuri oleh kaum
- musyrikin.
- Kemudian wawaliidin wamawalat
- di sini Allah subhanahu wa taala
- bersumpah
- tentang apa?
- Tentang sunatullah yang berlaku
- dalam kehidupan manusia ya hewan,
- tumbuh-tumbuhan. Bagaimana proses
- kelahiran terjadi Mas Krisna?
- Bagaimana proses kelahiran kelahiran
- terjadi. Bagaimana sel ya yang membelah
- atau yang terbelah ya
- hingga Allah subhanahu wa taala
- perintahkan kita berlindung kepada Allah
- qul audzubirabbilfalaq.
- Alfalaq ini menggambarkan juga
- sunatullah metode penciptaan
- setelah terjadi pembuahan antara sperm
- atau sperma dengan ovum ya
- terjadilah zigot kemudian dia memulai
- membelah dirinya dari dua menjadi empat,
- empat menjadi delapan kemudian mulai
- merajut organ-organ tubuh manusia begitu
- pula
- syaraf-syarafnya, ototnya,
- tulang-tulangnya
- hingga lahirlah manusia secara sempurna
- dengan metode penciptaan yang unik dan
- menakjubkan di tengah-tengah kegelapan
- rahim.
- Jadi wawaliidin wamawalat Allah
- subhanahu wa taala bersumpah di sini ya
- dengan keajaiban ciptaan pada makhluknya
- ada alwalid yang melahirkan, ada juga
- yang dilahirkan. Dan ini bukan hanya
- untuk manusia atau untuk hewan bahkan
- tumbuh-tumbuhan pun demikian.
- Bahkan tumbuh-tumbuhan juga apa?
- Tumbuh-tumbuhan juga demikian yang
- menakjubkan luar biasa.
- Jadi wawaliidin wamawalat
- setelah itu Allah berfirman laqod
- kholaqnal insana fi kabad
- Allah jelaskan proses penciptaannya
- dari kelahiran tapi ini enggak berlaku
- untuk Allah, Allah lam yalid walam yu
- setelah Allah jelaskan ya
- bagaimana penciptaan manusia dengan
- kehendak Allah dan masyi'ahnya yang
- begitu sempurna dengan metode penciptaan
- juga yang amat menakjubkan
- lalu Allah terangkan tentang peran hidup
- manusia dalam kehidupan dunia ini laqad
- khalaqnal insana fi'kabatin
- sesungguhnya kami telah menciptakan
- manusia dan kami tempatkan dalam
- kehidupan dunia ini sebetulnya kehidupan
- dia itu bukan kehidupan
- yang apa yang bergelimangan kesenangan
- kata kabad dalam bahasa Arab masih bisa
- menggambarkan
- secara anatomi hati
- masih menggambarkan bahwa kehidupan
- manusia di dunia ini sebetulnya
- kenikmatan kesenangannya sedikit
- dibandingkan deritanya
- di mana segala sesuatu melalui
- perjuangan yang kaya raya konglomerat
- juga hidupnya
- dari mulai awal berjuang sampai di atas
- pun mereka tidak akan pernah menikmati
- ketenangan
- begitu juga yang berkedudukan di atas
- semuanya mereka raih melalui perjuangan
- dan kenikmatan ini tidak sebanding
- dengan kadar perjuangan yang mereka
- harus korbankan ini mengingatkan kita
- bahwa kehidupan dunia sepele seharusnya
- kita mempersiapkan diri kita untuk
- kehidupan yang kekal dan abadi
- wallahualam baik kemudian dari hamba
- Allah salam satu
- waalaikumsalam
- apa efek buruk dari memberi kebebasan
- terbang pesawat Amerika di udara
- Indonesia
- bismillahirrahmanirrahim rabbana zidna
- ilman
- walhiqna bisshalihin
- [berdehem]
- [mendengus]
- kebijakan pemerintah Indonesia untuk
- memberikan kebebasan terbang
- bagi pesawat-pesawat
- militer Amerika melintasi udara atau
- wilayah udara Indonesia ini sebetulnya
- beresiko
- amat besar.
- Pertama melanggar kedaulatan udara kita.
- Dan telah disepakati di Chicago di
- Amerika sendiri bahwa untuk memasuki
- wilayah udara ya satu negara harus
- mendapatkan izinnya.
- Bukan dengan bebas setiap saat
- memberikan kebebasan bagi pesawat
- militer asing untuk memasuki wilayah
- udara kita.
- Bapak Presiden Prabowo tidak punya
- wewenang tersebut seharusnya bertanya
- kepada DPR.
- Dan DPR di sini sebagai wakil rakyat
- betul-betul mewakili anak bangsa kita
- untuk melindungi kedaulatan bangsa kita.
- Tapi yang terjadi pada saat ini kita
- jumpai bagaimana ya
- pemerintah memberikan kebebasan,
- wewenang yang luas sebagaimana yang
- diucapkan Donald Trump dalam narasinya.
- Untuk melintasi, memasuki wilayah udara
- Indonesia kapan saja.
- Jadi pertama melanggar kedaulatan negeri
- kita. Kemudian yang kedua resiko
- intelijen dan pengintaian.
- Pesawat-pesawat tempur, pesawat-pesawat
- canggih Amerika seperti AWACS dan lain
- sebagainya bisa melakukan pengintaian
- terhadap
- internal
- negara kita.
- Di samping melakukan pengintaian yang
- merupakan ancaman yang besar, bisa juga
- melakukan penculikan seperti yang mereka
- lakukan terhadap Venezuela.
- Yang mereka lakukan terhadap apa?
- Pemimpin Venezuela.
- Di saat mereka atau pihak Amerika
- menjumpai ada katakan orang-orang yang
- mengancam kepentingan mereka
- atau wilayah yang dianggap oleh mereka
- menjadi ancaman, mereka bisa melakukan
- apa yang mereka ingin lakukan.
- Kemudian kita akan tahu ya, bahwa ini
- menjadi ancaman keamanan negeri kita.
- Ancaman
- bangsa kita, negara kita.
- Belum lagi kita tahu
- akhir-akhir ini pertentangan antara
- Amerika
- Cina
- Rusia cukup besar.
- Peperangan yang terjadi antara Iran
- Israel dan Amerika, ini sebetulnya
- merupakan pertanda buruk.
- Ini sebetulnya merupakan apa?
- Merupakan
- satu mukadimah yang akan memasuki
- eskalasi peperangan secara
- besar-besaran.
- Rupanya
- negara-negara besar melihat bahwa
- tatanan yang saat ini berlangsung tidak
- lagi sesuai dengan kepentingan Amerika.
- Apalagi Amerika termasuk negara
- penghutang terbesar.
- Negara penghutang terbesar.
- Maka untuk kembali memutihkan hutang,
- cara yang paling cepat dan mudah dengan
- mengobarkan peperangan.
- Dengan mengobarkan peperangan, itu
- merupakan cara yang paling mudah.
- Hingga dia tidak lagi apa?
- Memiliki tanggung jawab untuk melunasi
- kewajiban dan hutangnya.
- Di samping ancaman nasional ya.
- Ancaman untuk bangsa kita dari berbagai
- macam aspek Mas Krisna, ada lagi yang
- mengerikan sekali.
- Kalau kita mengizinkan
- pesawat militer Amerika melintasi udara
- kita
- apalagi sampai mendirikan pangkalan,
- berarti kita beraliansi dengan Amerika.
- [mendengus]
- Dan sudah terbukti negara-negara yang
- beraliansi dengan Amerika selalu
- dirugikan. Sebagai contoh negara Teluk
- Saudi Arabia.
- Mereka beraliansi
- dengan Amerika bahkan membuka tanahnya,
- negerinya untuk pangkalan Amerika.
- Ketika menghadapi serangan, Amerika
- tidak akan membela mereka. Amerika hanya
- akan membela Israel.
- Karena sebetulnya Donald Trump dan
- Amerika ini sebetulnya merupakan proksi
- Israel, bukan sebaliknya. Ehm.
- Bagaimana Donald Trump begitu memanjakan
- Israel, begitu tunduk mengikuti bahkan
- menyediakan kursi buat Netanyahu. Ini
- menunjukkan bahwa yang lebih berkuasa
- Netanyahu.
- Nah, kita tahu bagaimana Ya.
- Amerika sedang mengalami betul-betul
- krisis yang besar yang tidak disadari.
- Apalagi dengan berkobarnya peperangan
- antara Israel, Amerika bersama Iran yang
- membuat Amerika tak berdaya. Kemudian
- Amerika ditinggalkan oleh rekan-rekannya
- di NATO.
- Ditinggalkan juga oleh rakyat Amerika
- yang mengecam perbuatannya.
- Legitimasi Donald Trump sudah hilang
- sebetulnya.
- Tahu-tahu kita
- mau beraliansi dengan Amerika dengan
- resiko yang amat tinggi
- yang bisa saja kita dan bangsa kita
- mengalami ancaman dari musuh Amerika.
- Dengan kita memberikan wilayah kita
- secara bebas untuk dilintasi oleh
- pesawat-pesawat tempur Amerika, kita
- harus mengetahui
- bahwasanya Amerika bersama Cina sedang
- memperebutkan wilayah Cina Selatan yang
- amat strategis
- yang bisa
- menjadi pintu yang menghubungkan antara
- Samudra Hindia dengan Samudra Pasifik.
- Termasuk juga Selat Malaka yang memiliki
- posisi yang amat penting dan amat
- strategis.
- Kalau kita beraliansi dengan Amerika
- seandainya hal ini
- menimbulkan peperangan antara Cina
- dengan Amerika
- maka kita yang akan menjadi apa? Kita
- yang akan menjadi ajang serangan dari
- Cina. Cina tidak akan mengirimkan
- rudalnya ke Amerika.
- Tapi akan melakukan serangan pada
- wilayah-wilayah
- yang beraliansi dengan Amerika
- sebagaimana Iran melakukan serangan
- kepada proksi-proksi Amerika, negara
- teluk ya. Begitu juga kita.
- Lalu kita bertanya, kalau seandainya
- kita diserang dan kita ikut berperang
- bersama Amerika menghadapi Cina,
- motifnya apa? Apa jihad fisabilillah?
- Ehm. Kan bukan jihad. Jadi kalau kita
- mati, mati konyol. Kita mengalami
- kehancuran, kita menyediakan tempat
- fasilitas untuk Amerika, tapi kita yang
- mengalami kehancuran. Berbeda kalau
- seandainya negeri kita, bangsa kita
- diserang oleh pihak asing bukan karena
- kita menjadi proksi Amerika atau Zionis.
- Kita bangkit membela bangsa kita, negara
- kita dengan semangat jihad mengharapkan
- ridho Allah.
- Mati kita tidak sia-sia. Yang hidup
- mulia, yang mati juga apa? Mulia.
- Sebagaimana ucapan Menteri luar negeri
- eee
- Iran bahwa kami
- memilih untuk hidup mulia, mati pun
- dalam keadaan mulia. Kami tidak akan
- memberikan sama sekali apa?
- Kelonggaran atau pintu bagi pihak-pihak
- luar untuk menguasai kami atau mendikte
- kemauan kami.
- [mendengus]
- Jadi kita heran di tengah-tengah situasi
- yang amat betul-betul panas.
- Kemudian juga kedudukan Amerika yang
- amat kritis karena krisis yang
- bermacam-macam yang dihadapi,
- ditinggalkan oleh NATO, ditinggalkan
- juga oleh rakyat Amerika, tahu-tahu kita
- beraliansi dengan Amerika. Kita merasa
- bangga bisa mengambil hati Amerika.
- Padahal Donald Trump selalu menghinakan
- orang-orang yang ikut bekerja
- bersamanya. Contohnya Muhammad bin
- Salman dikatakan mencium pantat Donald
- Trump.
- Dan jangan sekali-kali Bapak Presiden
- kita beranggapan bahwa dia mulia atau
- dimuliakan oleh Trump. Trump hanya
- memanfaatkan kita. Kalau terjadi
- apa-apa, maka yang akan terjadi wal
- iyazubillah adalah keselamatan anak
- bangsa kita, negara kita, kedaulatannya.
- Kita khawatirkan bahkan di tengah-tengah
- konflik
- regional ya antara Amerika, Cina dan
- sekutu-sekutunya
- akan membuat kita terbakar.
- Kita akan diberangus dan negara kita
- akan pecah belah. Masa kita tidak
- bersyukur dengan nikmat Allah yang Allah
- anugerahkan bagi kita, negara yang
- begitu luas, subur, makmur tanpa kita
- bersusah payah untuk mengikat negara
- kesatuan Republik Indonesia. Karena
- kecintaan mereka terhadap Indonesia,
- juga karena kesatuan mereka dalam
- beragama yang menuntun mereka untuk
- bersatu.
- Jadi tanpa susah payah negara kita ini
- bersatu.
- Kemudian kekayaan alamnya juga yang
- melimpah. Kenapa kita justru
- berharap untuk mendapatkan perlindungan
- dengan beraliansi bersama Trump.
- Bersama Amerika yang tidak mengakui
- Trump.
- Saat ini hubungan berlangsung antara
- kita dengan Trump dan Menteri Pertahanan
- Amerika.
- Bukan bersama pemerintah Amerika dan
- rakyatnya. Di saat terjadi perubahan
- pemerintahan di Amerika
- maka yang akan terjadi ya
- kekuatan-kekuatan
- yang terhubung dengan kekuatan yang lama
- atau penguasa yang lama di Amerika
- semuanya akan berjatuhan dan berguguran.
- Tidak punya sama sekali legitimasi
- sedikitpun juga. Oleh karena itu kita
- mengingatkan
- kepada Bapak Presiden kita sebagaimana
- yang telah diingatkan melalui surat yang
- dilayangkan oleh Menteri Luar Negeri
- Indonesia kepada Menteri Pertahanan
- bahwa ini membentuk atau akan
- menimbulkan ancaman yang amat serius
- terhadap kedaulatan negeri kita,
- terhadap keamanannya. Apalagi kalau
- pihak asing menganggap kita beraliansi
- dengan Amerika di bawah pimpinan Donald
- Trump.
- Semoga Allah memberikan hidayah kepada
- para penguasa yang saat ini berkuasa
- untuk beberapa tahun.
- Karena setelah itu mau tidak mau mereka
- akan melepaskan semua ini berpindah ke
- tangan orang lain.
- Maka selagi berada di tangan Bapak-bapak
- sekalian jangan merusak negeri ini yang
- akan meninggalkan
- ar
- yang akan meninggalkan noda
- dan dianggap sebagai pengkhianatan
- terhadap bangsa dan negara.
- Mudah-mudahan Allah memberikan hidayah
- juga kepada wakil rakyat jangan menjadi
- tukang stempel. Ehm. Karena sesaat
- mereka menikmati kesenangan
- karena noda ini akan sepanjang mereka
- masa mereka bawa
- dan ditinggalkan untuk anak-anak
- keluarga mereka dan di hari akhir nanti
- mereka akan menjalani siksa yang
- mengerikan dan menakutkan.
- Tugas sebagai seorang
- dai sebagai seorang muslim saya patut
- menyampaikan hal ini sebagai bentuk
- ungkapan kecintaan saya kepada negeri
- kita, kepada bangsa kita dan tidak ingin
- menjerumuskan negeri dan bangsa ke dalam
- kebinasaan. Wallahualam. Baik, masih ada
- waktu lagi? Cukup kali.
- Cukup. Kang Yudi masih ada waktu? Oh,
- sudah habis. Iya.
- Eee sayang sekali waktu
- sudah habis. Terima kasih untuk Syah
- Umar
- untuk Ibu Hidayah
- Ibu Ram, insyaallah nanti hari
- hari Jumat depan ya, depan satu lagi
- kita akan eee bahas lagi acara tanya
- jawab ini. Baik, terima kasih Ustaz Zen.
- Saya Muhammad Krisna, Ondy Saputra juga
- Algi mohon pamit. Wabillahi taufik
- walhidayah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Hah.