Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Rasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil Visual untuk
- Islam yang satu. Terima kasih Wan Akhwat
- masih bersama kami dalam program tausiah
- siang kali ini bersama Ustaz Umar Rasyid
- Hasan. Dan tentunya kali ini kita
- membahas surah tafsir Ibnu Katsir surah
- An-Namal surat ke-27 ayat 67 hingga 70.
- Baik, sebelum kita berbincang lagi,
- Ustaz, ini ada pertanyaan lain yang
- datang dari YouTube nih, Ustaz. Dari di
- sini tertulis dari dari YouTube ya. Enti
- Sutisna. Eh, iya. Masyaallah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Kalau
- misalnya menentukan hari-hari baik apa
- termasuk perbuatan syirik? Contohnya
- menentukan hari baik pernikahan.
- Syukran, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. tentunya dalam
- syariat agama kita meyakini bahwa semua
- hari yang diciptakan Allah adalah baik.
- Ya, apakah hari Ahad, hari Senin, hari
- Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, gitu
- kan. Semua hari-hari yang Allah ciptakan
- baik. Tetapi ingat bahwa hari-hari yang
- Allah ciptakan itu kebaikannya
- berderajat-derajat, ya kan? Di antaranya
- Rasul katakan sebaik-baik hari yang ada
- di dunia itu adalah hari Jumat.
- Sebab hari Jumat itu diciptakannya
- ayahmu
- Adam.
- Kemudian di dimatikannya juga beliau.
- Lalu dikiamatkannya pula dunia. Jadi
- Jumat merupakan hari terbaik di dunia
- ini. Gitu loh. Nah, kemudian ee Rasul
- juga kalau bepergian beliau itu memilih
- hari-hari di antara yang tujuh ini.
- Jatuh pilihan Rasul ketika akan
- bepergian ke mana-mana itu hari Kamis.
- itu loh Rasul sallallahu alaihi wasallam
- melakukan puasa
- sunah dipilihnya oleh Rasul Senin dan
- dan Kamis. Ketika ditanya, "Mengapa
- engkau puasa seperti itu?" Ingat bahwa
- Senin adalah hari
- kelahiranku, sedangkan Kamis adalah
- diangkatnya amal-amalanku. Dan aku suka
- ketika Allah menghitung amalanku di
- langit sana, aku dalam keadaan berpu
- berpuasa. Demikian pula Rasul sallallahu
- alaihi wasallam ee menyuruh kepada hamba
- ee kepada umatnya untuk puasa ayamyamul
- baid pada tanggal 13, 14, 15. Tentunya
- harinya tepatnya hari apa kan gitu.
- Hanya tanggalnya 13, 14, 15. Ini semua
- mengisahkan pada adanya
- kebaikan-kebaikan di hari-hari yang
- Allah ciptakan.
- meskipun hari-hari itu kebaikannya
- berbeda-beda. Nah, hanya saja dalam
- Islam tidak ada syariat yang menyuruh
- kepada hamba Allah, umat Muhammad
- ini memilih hari-hari mana yang baik
- untuk pernikahan semisal, mana yang baik
- untuk melakukan ee katakanlah
- peminangan, peminangan calon jodoh kita
- dan sebagainya.
- Tidak ada syarat seperti itu. Tetapi
- bagi kita manakala ada keraguan memilih
- hari semisal nak keraguan memilih hari.
- Aduh saya mau nikah hari Kamis atau
- Jumat ya. Aduh Kamis apa Jumat ya?
- Sedangkan Sabtunya begini-begini sibuk
- ya kan. Rabunya juga enggak mungkin.
- Serleasa enggak mungkin. Hanya yang
- tersisa hanya dua ibaratnya. Kamis Jumat
- ibaratnya itu mana ya Allah yang terbaik
- untuk saya untuk nikah ini? Sedangkan
- hari-hari lain sudah kayaknya enggak
- bisa.
- Silakan istikharah kan gitu. Silakan
- istikharah mana yang Allah inginkan dari
- kebaikan dua hari itu. Demikian
- selanjutnya ee di apa di di istilahnya
- ee yang yang diinginkan hari-hari lain.
- Kalau ia terjadi keraguan seperti itu,
- mintalah pada orang istikharah. Sekali
- lagi untuk penentuan hari memilih hari
- yang baik untuk pernikahan tidak ada
- syariat yang menyuruhnya. Wallahualam
- seperti itu. Baik kepada Pak Anti
- Sutisna semoga terjadi ya. Semoga Anti
- Sutisna ini ee saudara kita kalaupun
- tidak puas dengan jawaban Ustaz
- rasa-rasanya seperti itu jawabannya.
- Baik, Ustaz, kita kembali ke fenomena
- alam nih, Ustaz.Asallah
- kalau misalkan maksiat juga menjadi
- sebab tentunya juga dihan negeri lain
- itu malah maksiat itu menjadi aktivitas
- sehari-hari. Kalau misalkan kita ee
- bertolak apa memucu kepada Al-Qur'an dan
- sunah nih, Ustaz. Heeh. Misalkan kayak
- Ustaz di London kemarin itu kan
- fenomena-fenomena di sana dan seterusnya
- itu. Ustaz iya. Ini bagaimana ini,
- Ustaz? Ya Allah.
- Bismillahirrahmanirrahim. Ya, itulah
- tadi kalau memang ee ukurannya maksiat
- itu ee ukurannya musibah itu karena
- maksiat gitu kan, maka belah negeri lain
- yang setiap saat malah mereka melakukan
- 24 jam kemaksiat yang mereka lakukan itu
- lebih lebih berpotensi kan gitu. Nah,
- ini jawabannya memang benar akan seperti
- itu hanya soal waktu. Nah, tapi kita
- juga coba kita lihat kalau di Indonesia
- kerap terjadi musibah ini dengan gempa,
- dengan tanah longsor, dengan banjir,
- dengan ee gunung meletus yang baru-baru
- ini juga tsunami, di belahan dunia lain
- pun ada bentuk-bentuk fenomena itu.
- Tetapi ee meskipun beda beda bentuknya
- gitu loh. Seperti yang kemarin ustaz
- dapatkan di di Inggris itu di London
- khususnya mereka musibahnya begini
- kepada kepada
- agama. Ternyata di London itu banyak
- sekarang ini dan itu mereka harus
- mengakuinya loh. Penduduk London itu
- kurang lebih 7
- juta. Dari 7 juta ini mereka
- berbondong-bondong lari kepada ateis.
- Berarti kan mereka memilih apa? Memilih
- tidak punya Tuhan kan gitu. Padahal kita
- tahu ini fenomena alam loh. Harus juga
- dipikirkan gitu loh. Nah, padahal mah
- kita tahu bahwa Inggris dari ratunya
- sampai tukang sapunya di sana itu apa?
- Agama mereka Kristen kan? Baik Ortodoks
- ataupun Protestan kan begitu. Tapi
- sekarang rata-rata orang sana itu
- berhijrah secara eksodus keyakinan
- mereka kepada tidak berkeyakinan adanya
- Tuhan alias ateis. Apa yang
- terjadi? Gereja-gereja di sana itu
- banyak yang
- kosong. Banyak yang kosong. Dan itu
- ustaz saksinya sendiri. Baik di daerah
- ee hotel yang ustaz diutus sana hotel
- ustaz tuh ee belum buri hotel ee belum
- sebu hotel itu di tengah kota. Kalau
- Jakartanya hi-nya lah gitu loh. He e
- zona satu lah. Makanya mahal sekali itu
- hotel buat kita. Aduh luar biasa itu.
- Cuman oleh panitia ditempatkan di situ
- gitu loh. Maka dengan mudah kita melihat
- kondisi rumah-rumah peribadatan di sana
- tuh. Ya Allah, sepi, Nak, sepi. Padahal
- mereka tuh sudah menentukan Sunday
- Manday ritualnya jam sekian jam sekian.
- Enggak ada orang. Enggak ada orang. Di
- pinggir hotel wis sendiri itu gereja
- besar itu. Itu enggak ada orang
- tertutup ya, Pak. Paling hanya tukang
- sapu gitu ya. Atau orang yang tidak
- punya uang lalu tidur di emper-emperan
- itu ada. Tetapi jemahnya tidak ada. Ini
- fenomena ya gitu kan. Nah, oleh
- karenanya kalau kita lihat kondisi
- fenomena di kita seperti itu, di belahan
- dunia lain malah agama yang terjadi gitu
- loh. Dan ini kesempatan sebetulnya untuk
- kita ee putra-putra kaum muslimin ya
- kan. Bahkan Ustaz berdoa di sana untuk
- generasi kita ini
- bisa memfokuskan dakwah gitu loh, Nak,
- di tempat itu. Dan memang alhamdulillah
- fenomena alamnya luar biasa. Jadi soal
- keindahan ya tetap negeri kita yang
- indahlah. Jauh lebih indah negeri kita
- gitu. Dan di sini soal cuaca masyaallah
- kalau di sana dingin. Sekarang sudah
- masuk waktu sesar sudah 10 derajat.
- Sekarang mungkin lebih dari itu. Nah,
- fenomena yang lain begini. Islam di sana
- ternyata ee akan beralih kepada Islam.
- Agama di sana tuh akan beralih kepada
- Islam. Bahkan dari data yang kita
- dapatkan kalau tidak salah itu dari dari
- walikota-walikota yang ada itu sembilan
- walikotanya sudah beragama Islam, sudah
- muslim gitu loh. Sudah muslim. Kemudian
- juga ee adanya imigran dari terutama
- Bangladesh ya yang mereka punya wilayah
- khusus itu loh. Punya wilayah khusus itu
- di dekat masjid namanya Ace eh Ace
- London Mus.
- Aceast London Mos itu semua wilayah itu
- dikuasai oleh orang Bangladesh beragama
- Islam semua. Bahkan masjidnya itu bisa
- menampung 12.000 orang. Besar masjidnya
- kalau Jumat ya. Hari-hari biasa aja
- waktu kemarin ustaz salat itu zuhur sama
- asar w ada 6.000-an ribuan yang salat
- zuhur dan asar itu. Dan di sekitar itu
- alhamdulillah itu kaum muslimin ee
- didominasi dari Bangladesh, dari
- Pakistan, dari India. Itu luar biasa.
- Nah, makanya kalau kita lihat fenomena
- di kita alam yang yang diuji oleh Allah
- Subhanahu wa taala gitu dengan
- penduduknya seperti itu di belahan dunia
- lain fenomena seperti ini yang
- mengakibatkan nanti barangkali di tempat
- ini akan terbuka kemajuan Islam yang
- insyaallah taala dimulai kemajuan itu
- dari timur lalu diikuti di belahan barat
- gitu. Wallahualam. Berarti untuk
- Islamofobia di sana cukup berkurang,
- Ustaz, ya kriminalitas untuk Islam
- sendiri itu. Tetapi untuk sekarang masih
- nampaknya masih apa masih mendominasi ee
- soal Islam fobia ini. Namun
- kehati-hatian ini bukan berarti kita
- malah surut ke belakang untuk tidak
- melakukan dakwah. Justru ini sebuah
- tantangan bagi generasi kaum muslimin
- untuk dijadikan ee katakanlah belahan ee
- Eropa Inggris ini menjadi fokus untuk
- kita melakukan ee ee dakwah di tempat
- itu.
- Baik, Ustaz. Untuk ee maksiat tadi ini,
- Ustaz, tentunya juga di sana kan lebih
- terang-terangan untuk melakukan maksiat.
- Iya.
- Sedangkan ee di Indonesia sendiri yang
- memang ee dilihat negatif tindakan
- seperti itu, namun Allah beri teguran.
- Namun di sana yang sudah menjadi hal
- yang biasa, nah itu belum ada. Kita
- tidak mengharapkan rencana tentunya ya.
- Tapi ini tidak terjadi apa-apa ini.
- Ustaz, bagaimana nih, Ustaz? Ee tentunya
- kita kembali pada takdir Allah ya.
- perimbangan ataupun ee kondisi di dua
- tempat di Indonesia atau di di Inggris
- sendiri yang notebnya maksiat di mereka
- itu katakanlah 24 jam ya terkecuali
- mereka bahkan mereka tidur pun mungkin
- melakukan maksiat barangkali ya dengan
- nonton film-film apa blue gitu kan dan
- lain sebagainya atau mereka sebelum
- tidur apa istilahnya ee nyedot ganja
- dulu atau apa sebab untuk kata mereka
- supaya tenang hidup
- tidur mereka. Mengapa Allah tidak ajab
- mereka? Kan gitu. Sedangkan kita yang
- masih salat di sini masih juga melakukan
- katakanlah ibadah-ibadah yang menurut ee
- agama ini disyariatkan, tetapi musibah
- lebih diawalkan. Maka musibah ini kalau
- kita lihat bisa beberapa makna
- sebetulnya. Yang pertama mungkin itu
- nasihat ya. Kedua mungkin itu sebagai ee
- ujian ya. Yang mungkin ketiga
- betul-betul seperti azab. Maka kalau
- kita melihat dari bentuk aja tiga bentuk
- fenomena yang di di didahulukan di
- Indonesia ini tidak lain tidak
- bukan mana di mana letak kita dari tiga
- makna ini apakah kita yang termasuk
- diazab toh kita masih
- salat tentu kalau yang bentuknya diazab
- bagi mereka yang kafir bagi mereka yang
- bermaksiat kan gitu atau berupa
- Nasihat bagi kita mungkin masih bisa
- berupa nasihat nih ya kan? Nasihat agar
- kita lebih meningkatkan ketakwaan juga.
- Nasihat bagi orang yang melakukan dosa
- untuk berhenti kan gitu. Atau ujian.
- Ujian ini secara umum bahwa fenomena
- yang berupa musibah ini berupa ujian.
- ujian bagi kita bahwa tidaklah manusia
- ini akan ningkat
- derajatnya sebelum Allah uji. Maka ujian
- ini pasti akan datang kapan saja Allah
- inginkan. Makanya dalam menyikapi
- masalah apa namanya musibah ini jangan
- melulu oh ini azab. Enggak bisa. Di situ
- ada orang salat, di situ ada orang yang
- ibadah.
- Tetapi mungkin kita bisa kategorikan ee
- musibah ini kepada tiga kategori tadi
- yang akhirnya kalau kita lihat di
- Inggris yang luar biasa maksiatnya Allah
- nak yang mabuk
- itu yang istilahnya yang ustaz lihat tu
- ciuman di tengah-tengah jalan tuh laki-l
- perempuan tuh udah udah fenomena harian
- itu gitu loh gitu loh jadi banyak
- hal-hal yang tidak tidak terjadi di di
- diri kita terjadi di sana yang
- kategorinya juga adalah maksiat gitu
- loh. Belum lagi minuman, belum lagi
- lesbi. Banyak sekali kalau kita lihat
- ya. Dan jujur di sana juga merupakan
- memang negara maju ya yang kemajuannya
- sulit dikontrol sebetulnya. Sulit
- dikontrol hanya kepada kita umat Islam
- yang ada di sana itu merupakan apa?
- lahan ya lahan dakwah gitu kan yang
- insyaallah taala ketika gereja-gereja
- mereka ditinggalkan dan malah memilih ee
- agama itu ateis gitu kan ini kesempatan
- kita untuk melakukan dakwah itu gitu.
- Jadi kalaupun ee bertanya mengapa di
- negara yang maksiatnya begitu banyak
- tapi Allah tidak menurunkan azab ya itu
- soal waktu saja. Soal waktu saja.
- Wallahualam. Boleh jadi juga itu untuk
- kita landak di sana. Nah, di Allah
- akhirkan bisa jadi nanti tidak diajab
- juga ketika mereka sudah muslim semua
- kan gitu akhirnya bertobat kan gitu.
- Kalau sudah bertobat ya Allah tidak akan
- melakukan kezaliman pada hambanya kan
- gitu. Lahan kita, tantangan kita
- insyaallah semoga anak panji bisa
- berdakwah ke sana nih nanti. Insyaallah.
- Amin. Ustaz sudah buka pintunya ya. Baik
- Ustaz kita sepertinya sudah di pengujung
- acara di tausiah siang kali ini, Ustaz.
- Mungkin kesimpulan di acara ini. Iya.
- Eh, sifatnya bukan kesimpulan, hanya ee
- tambahan informasi saja bahwa intisari
- dari yang kita bahas ini, ayat-ayat
- Al-Qur'an yang
- kapanpnya,
- mentadaburinya itu jangan jangan lepas
- daripada mencocokpadukan dengan kejadian
- di alam
- ini. Dan kalau sudah cocok, maka kita
- coba
- menganalisa untuk bagaimana terhindar
- daripada ancaman-ancaman Allah berupa
- azab. Lalu kita mencoba juga memperbaiki
- diri kan begitu. Dan soal musibah itu
- tadi hanya soal waktu bergiliran. Dan
- Allah pun berfirman dalam ayat yang
- lain, watilkal ayyam nudawilha bainanas.
- Hari-hari yang ada di dunia itu
- dipergilirkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Kadang siang, kadang malam, ya
- kan? Penduduknya kadang bahagia, kadang
- sengsara, ya kan? Kadang aman, kadang
- perang, kadang musibah, kadang tentram
- dengan segala bentuk kehidupannya. Yang
- glamor, yang maaf, diamankan dulu Allah
- Subhanahu wa taala. Semuanya ini adalah
- bentuk-bentuk ujian yang ada pada
- kalangan kehidupan kita manusia. Ee
- makanya dalam menyikapi masalah ini kita
- yang selamat jangan merasa aman tapi
- terus ee
- melakukan
- peningkatan-peningkatan dari keimanan
- kita, dari keislaman kita, dari amal
- saleh kita, dari persiapan-persiapan apa
- yang mungkin ke depan potensi akan
- terjadi yang lebih buruk dari yang sudah
- dialami oleh saudara kita. Bagi yang
- sudah mengalaminya sekarang ya kita
- bantu dengan trauma healing dan kita
- berikan nasihat pada mereka untuk
- bersabar, untuk memperbaiki diri dan
- jangan putus asa. Walaupun musibah
- seberat apapun, ingat jangan putus
- asa. Dan mereka sangat membutuhkan figur
- kita sebagai para ustaz, para kiai, para
- dan betapa ketika kita datang tuh kita
- dilulukan oleh mereka. Alhamdulillah
- Ustaz Umar datang. Padahal kita siapa di
- Jawa ini kan gitu. Tapi dengan ucapan
- kita ke sana menyapa dengan
- assalamualaikum, memberikan arahan
- kehidupan, kemudian mengumpulkan mereka,
- saling mendengarkan satu sama lain
- keluhan-keluhan, mereka merasa
- diperhatikan. Apalagi kita dengan
- membawa jilbab kepada mereka muk kena
- gitu kan. Apalah lagi mereka tidak butuh
- apa sebetulnya. Soal pertanian mereka
- masih cukup untuk apa? Meskipun terhenti
- sejenak saat itu. Waktu saat sekarang
- itu memang perekonomian terhenti,
- sekolahan terhenti, ee sarana kesehatan
- vakum, pertanian perdagangan berhenti.
- Tapi sekarang sudah mulai sudah mulai.
- Akhirnya mereka tidak butuh apa terkat
- ee pada ee tidak butuh apa yang
- dibutuhkan materi, tetapi soal kebutuhan
- rohani mereka. sungguh mereka menenti.
- Nah, oleh karenanya kepada kita yang
- selamat jangan jangan coba istilahnya
- merasa aman dari itu. Ee dan terhadap
- keberadaan di dunia lain semisal yang
- ustaz katakan tadi di London, di di
- Inggris ini ini
- sebuah apa istilahnya kesempatan bagi
- umat Islam untuk mendakwahkan kepada
- mereka nilai-nilai Islam yang insyaallah
- tamadun Islam ini akan dirasakan di
- wilayah timur yang mereka akan merasakan
- nikmatnya. dakwah islamiah ke depan di
- negara mereka yang insyaallah ketika
- Ustaz Ustaz mengunjungi mengunjungi apa
- namanya ee Library London kita juga
- mengunjungi Museum London kita
- mengunjung London Bridge dan A Bridge eh
- A London itu itu fenomena sekali
- fenomenal istilahnya yang semua orang
- bisa melihat oh di sini kemajuan
- Eropa satu saat oh di sini tamadun Islam
- akan kita tanamkan Nah, itu. Nah,
- insyaallah menjadi fenomena kita ke
- depan untuk melakukan terobosan dakwah
- insyaallah. Wallahuam bisawab. Apa yang
- semoga mewakili kebenaran dan sekali
- lagi kepada saudara kita yang lebih awal
- mengalami
- musibah, lebih awal mendapatkan ujian
- Allah Subhanahu wa taala, teguran Allah
- subhanahu wa taala, jangan putus asa.
- Jangan pernah katakanlah meninggalkan
- ibadah, namun tetap kepada meningkatkan
- ee iman dan takwa kita. Bagi kita yang
- memang masih selamat dari
- ancaman-ancaman itu, ingat jangan kita
- merasa aman dari itu. Di sisi kita ada
- potensi kejadian yang
- serupa. Berhati-hati ya dengan masalah
- ini. Wallahuam. Waspadalah ya.
- Wallahualam bisawab. Silakan nak Panji
- barangkali menutup insyaallah. Baik.
- Demikianlah tausiah siang kali ini
- bersama Ustaz Umar Rasyid Hasan dan
- tentunya banyak terima kasih kami
- ucapkan kepada Ustaz. jazakalir. Semoga
- selalu diberikan kesehatan yaab. Amin.
- Agar kita bisa bertemu lagi di hari
- Selasa. Semoga insyaallah, Nak. Semoga
- insyaallah. Dan tentunya juga rasa
- terima kasih kami ucapkan kepada para
- partisipan di siang kali ini cukup
- banyak. Dan Ustaz juga merasa rindu
- keras udah merutus seminggu sebulan
- sudah enggak rindu banget keras. Dan
- tentunya juga kita mengucapkan mohon
- maaf kepada penanya dari hamba Allah dan
- Ramdani di Cikarang karena tidak
- terbacakan pertanyaannya sebab
- terbatasnya waktu kita. Masyaallah.
- Masyaallah. Dan akhirnya saya Panji
- Ahmad bersakur yang bertugas ada Ondi,
- ada Yusuf Bangkit dan rekan-rekan kami
- PKL ada Nanda dan Laila di siang kali
- ini menemani Wan Akhwat. Mohon undur
- diri. Ee lebih baiknya kita tutup
- tausiah siang kali ini dengan doa akhir
- majelis. Subhanakallahumma wabihamdik
- ashadu alla ilahailla anta wubai.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam.
- Allahu Akbar
- Rasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]