Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- alamin. Allahumma sholli ala sayyidina
- Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat,
- pendengar silaturahim dan juga pemirsa
- Rasil TV yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah kita kembali berjumpa Iwan
- Ahwat di Rabu sore hari ini tanggal 14
- Jumadil Awal 1447
- Hijriah atau tanggal 5 November 2025.
- Kembali hadir acara tausiah sore bersama
- Ustaz Ahmad Zazuli Kholil yang
- alhamdulillah telah bergabung bersama
- kami dan kita live via aplikasi Zumi
- Iwan Wanwat. Kita sapa ustaz terlebih
- dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Kabar sehat, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Hari ini kita akan ee
- bersama-sama simak tema yang akan Ustaz
- sampaikan, yaitu mengenai kerinduan para
- sahabat pasca wafatnya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Dan kita
- nanti akan bersama-sama simak iman awat
- dan setelah itu Anda bisa yang ingin
- bertanya silakan bisa Anda kirimkan m
- WhatsApp hasil di 0811999720
- Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alfatih hadrati sayidina wa habibina
- rasulillah Muhammad ibn Abdillah
- sallallahu alaihi wasallam waa alihi wa
- ashabihi wawajihiri
- waitihwani
- minalbiya wal mursalinidinabi
- kia ansar bin abdurahman
- K ahmadwani nawawi
- ulama k muhammadim asarib
- jami muhammadiyah k ahmadlanulim
- akirum wa arwahi abina wa umina wawajit
- muslimin muslim
- Alfatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirjim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin.
- Arahmanirrahimiki
- yaumiddin. Iyaka na'budu wa iyaka
- nastain. Ihdinatal mustaqimatadina
- anamta alaihim giril magdubi
- alaihimadin.
- Amin. Bismillahirahmanirahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu
- wasalamu ala asrofil mursalin sayyidina
- wa maulana Muhammadin wa ala alihi
- wasohbihi ajmain. Amma ba'd.
- Para pendengar radio silaturahim dan
- pemirsa Rasil TV rahimakumullah.
- Alhamdulillah kembali kita panjatkan
- puji serta syukur ke hadirat Allah
- Subhanahu wa taala yang senantiasa
- melimpah curahkan nikmat karunianya
- kepada kita, terutama nikmat iman dan
- Islam, nikmat sehat walafiat, nikmat
- panjang usia dalam taat, termasuk nikmat
- dipertemukannya kita sore ini dalam
- rangka menjalankan salah satu
- perintahnya yang diwajibkan atas kita
- semua yaitu menuntut untuk ilmu yang
- insyaallah
- pada pertemuan sore ini kita akan
- melanjutkan kaji kita minggu lalu ee
- [berdehem] dalam
- bab ee apa namanya subbahasan
- ee apa kerinduan ya kerinduan para
- sahabat terhadap Rasulullah pasca
- wafatnya beliau.
- Selawat dan salam semoga selalu tercurah
- atas junjungan kita Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam beserta
- keluarganya, para sahabatnya, para
- pengikut dan pengamal sunahnya, para
- pendengar hadia silaturahim dan pemirsa
- Rasul TV rahimakumullah.
- Minggu yang lalu kita sudah bahas
- tentang detik-detik wafatnya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam yang demikian
- mengharukan. Nah, sekarang bagaimana
- ee para sahabat ee setelah ditinggalkan
- oleh Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam? Tentu saya tidak akan me
- [berdehem]
- ee satu persatu bagaimana mereka para
- sahabat ini beberapa orang saja yaitu
- satu adalah sahabat Umar, keduanya
- sahabat Bilal, ketiganya sahabat Abu
- Bakar Assiddiq radhiallahu anh.
- Mudah-mudahan
- ee kerinduan tiga orang ini yang akan
- kita bahas pada sore ini tuntas bisa
- diselesaikan pada waktunya.
- Para pendengar silaturahim,
- ee hal ini sangat [berdehem] sengaja
- saya sampaikan. harapannya agar kita
- tahu bagaimana kecintaan mereka kepada
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- dengan harapan secercah atau sedikit
- ya ee rasa cinta yang melahirkan
- kerinduan
- ee pada [berdehem] diri kita eh pada
- diri mereka ini Allah karuniakan pula
- kepada kita sehingga kita pun ee
- walaupun Walaupun tidak sama seperti
- mereka kecintaan dan kerinduannya,
- setidaknya kita digolongkan ke dalam
- golongan orang-orang yang sangat
- mencintai dan merindukan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Yang pertama
- adalah sahabat Umar
- ee diriwayatkan wairwa anna Umar al
- Khattab radhiallahu an ba'da mauti
- rasulillah sallallahu alaihi wasallam
- yabki.
- Ya, diriwayatkan bahwa sahabat Umar bin
- Khattab radhiallahu anhu itu setelah
- wafatnya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam pernah didengar beliau ini
- menangis sambil mengatakan begini, "Bi
- abi anta wa umi ya Rasulullah
- laqana jidun
- alaihi
- Demi ayah dan bundaku wahai Rasulullah,
- sungguh
- pernah ya ee tiang kurma
- yang engkau
- [berdehem]
- ee berkhotbah.
- Jadi kalau hari Jumat itu Rasulullah
- khotbah sambil memegang tiang kurma
- ya. Namun falamas itak mimbaron. Namun
- setelah manusia atau para sahabat
- semakin banyak tentu membutuhkan suara
- yang apa nama yang ee tinggi agar bisa
- terdengar.
- Maka dibuatkanlah oleh seseorang mimbar
- ya dengan harapan litusmiahum agar
- engkau bisa menyampaikan suaramu ke
- seluruh jemaah, ke seluruh sahabat.
- Nah, dan dengan sendirinya
- ketika beliau ini khotbah di atas
- mimbar,
- maka tiang
- kurma tadi kemudian tidak lagi dipakai
- oleh Rasulullah.
- Ya, fahannal jidu liraqi
- ya. Lalu didengarlah rintihan yang
- sangat memilukan
- dari batang atau pohon kurma itu.
- Dan suara rintihan tangisan ini bukan
- cuma Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam yang mendengar, tapi juga para
- sahabat.
- Ya. [berdehem]
- Nah, begitu Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam mengetahui suara itu adalah
- dari tiang kurma, maka ya Nabi
- sallallahu alaihi wasallam kemudian ee
- menarik tiang itu, memegangnya
- ya, menyentuhnya
- dan menyatukannya dengan ee
- ee mimbar itu.
- Nah, begitu oleh Rasulullah disentuh
- lagi dipegangnya
- pasakana tiang itu sudah enggak lagi
- menangis. Subhanallah. Jadi rupanya si
- tiang kurma ini dari dulu selalu dipakai
- oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam.
- Begitu Nabi sudah membuat sudah ada
- mimbar tidak dipakai lagi. Ada
- kerinduan.
- Ada kerinduan dari pohon kurma ini akan
- sentuhan tangan Rasulullah yang sangat
- mulia. Maka kata sahabat Umar,
- Tentu umatku lebih lagi lebih rindu lagi
- kepadamu wahai Rasulullah karena
- berpisahnya mereka dengan engkau. Jadi
- kalaupun pohon kurma saja begitu rindu
- kepada Rasulullah padahal dia tidak
- bernyawa. Untuk apalagi umatmu
- bi anta wa umi ya rasulallah laq
- minadilatallah
- [berdehem]
- eilatukaatahuah
- demi ayah dan bundaku Rasulullah sungguh
- telah sampai keutamaanmu itu di sisi
- Allah Subhanahu wa taala
- bahwa ketaatan kepadamu Allah jadikan
- sama dengan taat ketaatan kepadanya atau
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Faqala
- azza waalluti
- rasul faqad Allah.
- Allah berfirman dalam Al-Qur'an, "Barang
- siapa yang taat kepada Rasul
- sesungguhnya maka sesungguhnya dia telah
- taat kepada Allah Subhanahu wa taala."
- Oleh sebab itu, siapa saja yang iman
- kepada Allah tapi tidak iman kepada
- Rasul, maka tidak terima keimanannya.
- Siapa yang taat kepada Allah tapi tidak
- taat kepada Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam, maka ketaatannya kepada
- Allah tidak ada artinya.
- Ya, ketaatan kepada Rasul sama dengan
- ketaatan kepada Allah.
- Bi anta wa umi ya rasulallah
- demi ayah bundaku rasulullah laqad
- akbar
- [berdehem]
- demi ayah bundaku Rasulullah sungguh
- telah sampai keutamaan
- ee keutamaanmu di sisi Allah Subhanahu
- wa taala bahwa Allah mengkhabarkan
- kepadamu akan Maafnya sebelum
- mengkhabarkan dosa. Allah berfirman,
- Allah afallahu anka lima adinta lahum.
- Allah telah memaafkan engkau w Muhammad
- ya karena engkau mengizinkan ee
- mengizinkan mereka tidak berperang.
- Ya. Jadi sebelum dikabarkan salahnya
- Allah sudah memaafkan lebih dulu. Itu
- menunjukkan karena keagungan ya
- kedudukan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. di sisi Allah Subhanahu wa
- taala. [mendengus] Abi anta wa umi ya
- Rasulullah.
- Demi ayah bundaku wahai Rasulullah
- sungguh telah sampai keutamaanmu di
- sisinya.
- ak
- ya [berdehem]
- fi aalihimakaroka
- aalihim faq az wall ak mininumin
- wa ibrahim wa musa wa
- isa bni maryamna
- minhuqid
- dan ingatlah demi ayah bundaku rasul
- demi ayah bundaku Rasulullah sungguh
- telah sampai Keutamaanmu di sisi Allah
- bahwa Allah mengutusmu sebagai nabi
- terakhir wujudnya
- ya penciptaannya
- namun menyebutkan engkau di
- permulaannya.
- Ingatlah, ingatlah ketika kami
- minan nabiin [berdehem] mengambil
- perjanjian dari para nabi dan
- termasuknya dari dar dari darimu wahai
- Muhammad wamin Nuhin dan dari Nabi Nuh
- dan Ibrahim, Musa, Isa bn Maryam dan
- kami mengambil dari mereka perjanjian
- yang teguh. Nah, itu ee [berdehem] ee
- dalam surah Al-Ahzab itu ya. Kemudian
- ya Rasulallah
- ahlah
- bunda, bundaku, wahai Rasulullah,
- sesungguhnya telah sampai keutamaanmu di
- sisi Allah bahwa penghuni neraka mereka
- sangat menginginkan, mencintai, menyukai
- bahwa dulu mereka itu taat kepadamu.
- Padahal mereka sedang disiksa ee di
- dalam api neraka. Ya, apa kata Allah
- menjelaskan dalam Al-Qur'an? Yaakuluna.
- Mereka berkata, "Ya laitana atallahu wa
- rasul."
- Celakalah katanya kita. Kenapa dulu kita
- tidak taat kepada Allah dan taat kepada
- rasul? kepada rasul [mendengus]
- bi anta wa umi ya rasulullah lain musa
- [berdehem]
- lain musnu imronullah
- hajaronajar
- minhul anharika
- asika
- minal
- [mendengus] demi ayah bundaku wahai
- rasulullah sungguh dulu nabi musa bin
- Allah karuniakan kepadanya
- ee batu
- yang dengan sebab engkau iya beliau
- memukulnya maka memancarlah darinya ee
- air ya. Ee tentu saja mengagumkan sekali
- bagaimana dari batu bisa memancarkan
- air. Tapi kata beliau, kata sahabat
- Umar,ikaab
- asika
- naba minal ma. Namun itu tidak lebih
- mengagumkan dibandingkan dengan
- jari-jarimu
- yang mulia ketika ee memancar
- ya keluar dari jari-jari dari sela-sela
- jari-jarimu itu air. Nah, [berdehem]
- sampai kata sahabat Ibnu Abbas ee
- sebagai rawinya ee maaf sahabat Anas
- bahwa pada waktu itu
- jadi bini kejadiannya setelah
- peperangan, Rasulullah mau berwudu tapi
- tidak ada air. Akhirnya Rasulullah minta
- kepada sahabat, nanya pada sahabat,
- "Apakah ada di antara kalian yang
- mempunyai sedikit air?" Akhirnya mereka
- mencari, didapatilah sedikit air
- diberikan kepada Rasul. Kemudian
- Rasulullah mencelupkan tangannya ke
- wadah tersebut. Begitu diangkat, maka
- memancarlah air dari selah-selah jari
- Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya.
- Nah, dan kata sahabat Anas, pada waktu
- itu tidak kurang lebih, tidak kurang
- dari 70 orang sahabat yang berwudu dari
- air tersebut dari air yang memancar dari
- jari-jari Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Dan saya ketika menerangkan
- ini kepada jemaah, saya tanya kira-kira
- jemaah, kalau Anda saat itu adalah
- termasuk di antara sahabat yang ikut
- berwudu dari air yang memancar dari
- jari-jari Rasul, kira-kira Anda ini
- menelan enggak e airnya? Semua menjawab,
- "Pastilah kami akan menelannya."
- [berdehem] Ya, air yang luar biasa. Dan
- memang itu air yang paling luar biasa.
- Para ulama mengatakan, jadi air yang
- paling mulia, yang paling baik adalah
- nomor satu, air yang memancar dari
- jari-jari Rasul. Baru yang keduanya
- adalah air zamzam. Ya. Namun karena air
- itu cuma satu kali dan banyak juga orang
- yang tidak tahu, maka orang mengatakan
- yang terbaik air itu adalah ya air
- zamzam.
- Para pendengar radi silaturahim
- rahimakumullah. Selanjutnya ee beliau
- melanjutkan e renungannya itu keluhannya
- itui abi ani. Ya Rasulullah
- lain Sulaiman.
- Demi ayah bundaku wahai Rasulullah,
- sungguh jika Nabi Allah Sulaiman
- alaihialatu wasalam dikaruniai oleh
- Allah ee menundukkan ee apa namanya?
- Angin di pagi harinya, sore harinya,
- perjalanan 1 bulan, itu tentu tidak
- lebih mengagumkan dibandingkan dengan
- Bura hina. ee ketika engkau ee
- pergi melaksanakan ee Isra dan Mikraj
- naik ke langit ketujuh kemudian
- ee apa? ke Rofroful A'la ya sampai
- [berdehem] mendengar derit-deritnya
- suara ini suara kolam lalu engkau salat
- subuh malam itu juga di abdah ya di
- abdah ini kan luar biasa sekali ya
- kejadiannya enggak sampai satu malam
- perjalanan Isra dan Mikraj Nabi
- sallallahu alaihi wasallam dan ini
- adalah suatu hal yang memang di luar ee
- apa namanya namanya di luar
- ee
- apa namanya? [berdehem] Jangkauan hak.
- Makanya saya sering katakan peristiwa
- Isra Mikraj ini, terutama mikrajnya itu
- kalau kita mengukurnya dengan akal,
- siapapun tidak akan ada yang percaya.
- Siapapun tidak mungkin percaya kalau
- mengukurnya dengan akal. Itulah makanya
- Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika
- pulang mikraj ya di perjalanan itu
- Rasulullah bersabda kepada malaikat
- Jibril, "Jibril, kaumku tidak akan
- percaya dengan peristiwa ini." Karena
- Rasulullah yakin bahwa semua orang akan
- melihat ya mengukur perjalanan ini
- dengan akal mereka gitu.
- Nah, lalu kata malaikat Jibril begini,
- "Ada ada yang percaya." Siapa? Katanya
- sahabatmu Abu Bakar. Kenapa sahabat Abu
- Bakar percaya? Karena Abu Bakar tidak
- melihat peristiwa ini dengan logika,
- dengan akal, tapi dengan iman. Dan
- beliau adalah orang yang menempatkan
- iman di atas akal, bukan sebaliknya.
- Bi anta wa umi ya rasulallah lain isu
- maryam alaihaka
- wah waqatni
- masmumah. Demi ayah bundaku wahai
- Rasulullah, sungguh jika Isa bin Maryam
- alaihalam
- dikaruniai oleh Allah ya mukjizat
- menghidupkan orang-orang yang sudah
- mati.
- Orang yang sudah mati itu kan tadinya
- hidup dulu pernah hidup ya.
- Kemudian famaalik itu adalah tidak lebih
- mengagumkan dibandingkan dengan kaki
- kambing yang dihadiahkan oleh seorang
- wanita Yahudi
- ya kepada kepadamu
- ya. Kemudian ketika engkau mau
- memakannya
- maka kaki kambing itu berkata, "La
- takulni ya Rasulullah fainni masmumah."
- Jangan kau makan aku Rasulullah karena
- aku ini diracuni. Ya, ya Allah. Dari
- zaman ee apa namanya? Dari masa Nabi
- Adam sampai kapanpek
- kambing hidup bicara.
- Dan ini kan mukjizat yang luar biasa
- bagi Nabi sallallahu alaihi wasallam.
- Rasulullah, sungguh Nabi Allah Nuh
- alaihi salam pernah mendoakan buruk,
- melaknat atau mengutuk kaumnya. Dan
- beliau mengatakan, "Rabbi la tadar." Ya
- Allah Tuhanku, jangan kau biarkan,
- jangan kau sisakan di atas bumi ini ee
- orang kafir ya tinggal di rumah-rumah
- mereka. Walau dauta alaina. Jadi Nabi
- Nuh itu pernah begitu
- mendoakan buruk kepada ee kaumnya ya.
- sehingga ee dalam hadis tentang ee ini
- tentang ee
- syafaat Rasul di ee yang cukup panjang
- di sana dijelaskan bahwa nanti di Padang
- Mahsar ketika semua orang ketakutan
- ya, maka mereka kemudian bersama mereka
- mencari Nabi Allah Adam alaihialatu
- wasalam. Setelah bertemu kemudian mereka
- berkata, "Wahai Nabi Allah Adam, engkau
- adalah satu-satunya
- manusia yang diciptakan oleh Allah
- dengan tangannya sendiri."
- Ya, dan juga ee satu-satunya [berdehem]
- orang yang Allah perintahkan malaikat
- bersujud kepadamu.
- Nah, itu karena Engkau mempunyai
- kedudukan yang sangat mulia. Nah, kami
- dalam ketakutan.
- Karena itu tolonglah katanya, "Tolonglah
- kami wahai ee ee ayah ee bapak kami."
- Lalu kata Nabi Adam alaihi salam begini
- ya, ini bahasa bebasnya. Aku tidak bisa
- katanya menolong kalian karena aku
- sendiri sedang sedang sibuk dengan
- diriku sendiri. Aku sendiri merasa takut
- karena dulu aku dilarang oleh Allah
- untuk memetik pohon, tapi aku malah
- memetiknya memakan buah larangan yang
- ada di surga. Tentu itu akan ada
- perhitungannya. Ya, karena itu aku
- sendiri lagi ketakutan.
- Ah, aku tidak bisa menolong kalian. Coba
- pergilah kamu kepada Nuh. Barangkali Nuh
- katanya bisa membantu kalian. Maka
- manusia kemudian mencari Nabi Allah Nuh.
- Begitu sudah bertemu dengan Nabi Nuh,
- Nabi Nuh pun menjelaskan, "Saya tidak
- bisa menolong kalian karena saya ini
- dulu pernah berdoa mendoakan buruk
- kepada kaumku. Padahal aku seorang nabi,
- seorang rasul yang tentunya tidak boleh
- seperti itu. Tentu ini ada
- perhitungannya ee di sisi Allah
- Subhanahu wa taala." Karena itu pergilah
- coba cari Ibrahim. Barangkali katanya
- Nabi Ibrahim bisa menolong kalian. Maka
- manusia yang mencari Nabi Ibrahim
- setelah ketemu Nabi Ibrahim. Begitu juga
- manusia ini meminta kepada Nabi Ibrahim
- agar memberikan syafaat kepada mereka,
- memberikan pertolongan. Namun apa kata
- Nabi Ibrahim? Saya tidak bisa menolong
- kalian. Wong saya sendiri juga sama lagi
- sibuk dengan diri saya sendiri. Saya
- sendiri lagi
- lakukan kesalahan yaitu berdusta tiga
- kali di dunia. Dan itu tentu akan ada
- apa perhitungannya.
- Karena itu carilah oleh kamu Musa
- barangkali Musa bisa menolong kalian.
- Maka setelah bertemu Nabi Musa, manusia
- ini pun menyampaikan hajatnya memohon
- agar Nabi Musa memberi syafaat. Tapi
- Nabi Musa pun sama, tidak bisa. Kenapa?
- Karena dulu katanya, "Aku pernah memukul
- orang Kiddi sampai mati. [mendengus]
- Padahal aku ini adalah seorang nabi."
- Ya, tentu itu akan ada ee perhitungannya
- di sisi Allah Subhanahu wa taala. Karena
- itu pergilah. Karena itu aku tidak bisa
- menolong kalian. Coba carilah oleh
- kalian Nabi Isa. Barangkali Isa katanya
- bisa menolong kalian. Pergilah mereka
- mencari Nabi Isa. Setelah ketemu Nabi
- Isa ee mereka sampaikan Nabi Isa pun
- sama mengatakan, "Saya pun salah
- ketakutan karena saya ini dan ibu saya
- [berdehem] dianggap oleh mereka pengikut
- atau umat-umat umat-umatku [berdehem]
- bahwa aku dan ibuku adalah Tuhan ya ee
- atau anak Tuhan dan tentu itu akan
- dimintai pertanggungjawaban oleh Allah
- Subhanahu wa taala yang aku sebagai
- nabinya. [mendengus] Nah, karena itu aku
- tidak menolong kalian. Coba pergilah
- kalian carilah Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Dicarinya Nabi. Begitu
- ketemu Nabi lalu mengatakan, "Wahai
- Rasulullah, engkaulah satu-satunya nabi,
- satu rasul yang tidak punya kesalahan.
- Karena Allah laq gofar taqdamambika."
- Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang
- dulu dan dosa-dosamu yang kemudian.
- Seandai seandaai seandainya engkau
- melakukan dosa, hanya Engkaulah katanya
- yang tidak punya kesalahan. Karena itu
- tolonglah kami mawak. Bangkitlah Nabi
- sallallahu alaihi wasallam untuk
- memberikan syafaat kepada mereka.
- Para pendengar radi silaturahim. Nah,
- jadi nabi-nabi Nuh itu pernah berdoa
- yang ee yang enggak baik buat umatnya.
- [berdehem] Mendoakan buruk.
- Lalu dilanjutkan oleh sahabat Umaraknaq.
- Seandainya engkau dulu Rasulullah
- mendoakan yang buruk kepada kami,
- pastilah kami semua akan binasa, akan
- dibinasakan oleh Allah. Padahal dulu
- kami pernah menginjak. Dulu punggungmu
- diinjak. Ketika engkau salat di mizab,
- begitu juga di ee punggungmu lagi salat
- dilempari kotoran unta, tengkukmu
- diinjak waadma wajhuka. Wajahmu sampai
- berdarah ya dengan ee karena apa namanya
- ee ini panah wakat rubai. Demikian juga
- gigi depan engkau sampai pecah.
- La abaita anquula illa khair. Tapi
- walaupun kondisimu seperti itu
- diperlakukan oleh umatmu, tetap engkau
- tidak mau mendoakan kecuali yang baik.
- Faqulta allahummagfir liqu fainnahum la
- y'lamun. Yang keluar dari mulutmu adalah
- doa, "Ya Allah ampunilah ee kaumku
- karena mereka itu tidak mengetahui."
- Bi anta wa ummi ya Rasulullah.
- Demi ayah bund Rasulullah.
- Ee sungguh dalam usiamu yang sangat
- singkat,
- yang sangat pendek, yaitu 63 tahun,
- begitu banyak umat yang mengikuti
- engkau. Sementara
- Nabi Allah Nuh dalam usia sampai 100.000
- tahun
- itu jumlahnya pengikutnya sangat
- sedikit. yang beriman kepadamu demikian
- banyak, tapi hanya sedikit yang beriman
- bersama dengan dengan Nabiullah Nuh
- alaihiatu wasalam. Bi anta wa umi ya
- Rasulullah. Demi ayah bundaku ya
- Rasulullah. Walam tujalisan laka
- ma [berdehem]
- jalastana. Seandainya engkau tidak mau
- duduk berteman
- kecuali dengan orang yang sepadan.
- sekelas selevel dengan engkau
- ya niscaya engkau tidak akan berteman
- duduk-duduk bersama dengan kami. Walau
- tankah
- maahina.
- Seandainya engkau tidak menikahi kecuali
- wanita yang sepadan dengan engkau, yang
- selevel dengan engkau, niscaya engkau
- tidak akan menikahi wanita-wanita kami.
- Dan seandainya engkau tidak mau makan
- kecuali dengan orang yang sepadan
- denganmu, niscaya engkau tidak mau makan
- bersama dengan kami. Wallah demi falaqad
- wallah. Sungguh demi Allah, Engkau mau
- duduk berteman dengan kami. Engkau mau
- menikahi wanita-wanita kami dan engkau
- juga mau makan bersama kami. E
- walabistas dan kau mau memakai pakaian
- dari kulit
- himar. Engkau mau mengendarai keledai.
- Padahal keledai itu adalah kendaraan
- orang-orang yang yang miskin, orang yang
- rendah.
- Dan engkau pun mau
- berboncengan di atas ee kendaraan
- bersama dengan kami. Ya. Ee dan engkau
- pun meletakkan makanan di atas ee di
- atas bumi di bumi. Wikobiaka dan engkau
- menjilati jari-jari engkau setelah
- makan. Ini semua adalah tawadu minka.
- karena ketawaduan engkau wahai
- Rasulullah sallallahu alaih. Inilah apa
- namanya? Renungan daripada sahabat Umar
- bin Khattab setelah wafatnya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Selanjutnya sekarang adalah sahabat
- Bilal. Sahabat Bilal itu setelah
- wafatnya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam ya beliau ini sudah enggak
- betah hidup di Madinah.
- Karena setiap setiap e setiap
- sudut-sudut di Madinah semuanya itu
- mengingatkan beliau kepada Rasulullah.
- Ya. Jadi dia hanya menangis
- sehari-harinya menangis kerinduannya
- kepada Rasulullah yang luar biasa. Dan
- hebatnya lagi beliau sudah tidak pernah
- lagi azan sesudah wafatnya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Kemudian
- pada suatu hari beliau menghadap
- Khalifah Abu Bakar. "Wahai Khalifah Abu
- Bakar, aku mau minta izin ya, mau minta
- izin mau ikut dengan saudara-saudara
- saudara-saudara kita di Syam ya. Ee
- berjihad di jalan Allah Subhanahu wa
- taala." Kata sahabat Abu Bakar, "Aku
- tidak izinkan.
- Aku tidak izinkan kau pergi ke sana."
- [berdehem]
- Lalu kata sahabat Bilal, "Wahai
- khalifah, waktu dulu aku dijemur oleh
- majikanku, ditindiin batu ya di
- tengah-tengah padang pasir, lalu engkau
- menebus aku. Apakah saat engkau menebus
- aku itu niatmu adalah karena Allah atau
- karenamu,
- untukmu? Jika engkau menebus aku itu
- karenamu, maka aku siap menjadi budakmu
- sampai mati. Tapi jika engkau waktu itu
- menebus aku karena Allah, maka
- biarkanlah aku berjihad bersama
- saudaraku membela agamanya Allah.
- Ya, demi Allah katanya ee Bilal, aku
- menebus kamu itu karena Allah ya, bukan
- karenaku. Aku melarang kamu ke sana itu
- tidak mengizinkan. Bukan karena itu,
- tetapi
- [berdehem] setelah aku ditinggalkan,
- setelah kita ditinggalkan oleh orang
- yang sangat kita cintai, Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Dan sekarang
- engkau orang yang aku cintai akan
- meninggalkan aku juga.
- Itu rupanya alasan sahabat Abu Bakar
- tidak mengizinkan karena dia tidak mau
- berpisah dengan sahabat Bilal. Namun
- kemudian kata sahabat Bilal, "Wahai
- khalifah,
- saya tidak bisa tenang di di apa namanya
- di Madinah ini. Karena setiap
- sudut-sudut di Madinah semuanya
- mengingatkan aku kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Masih
- terengian di telingaku."
- Beliau membawa aku menemui Abdurrahman
- bin Auf. Kemudian beliau mengatakan,
- "Wahai Abdurrahman bin Auf, nikahkan
- adikmu dengan calon penghuni surga ini."
- Ya, coba seorang yang tadinya sangat
- hina din.
- Jangankan hasil karyanya, dirinya saja
- dia tidak punya, tapi begitu Islam ya
- memeluk agama Islam, maka dia
- dimuliakan, duduk sejajar dengan Abu
- Bakar dan Umar dan dibimbing langsung
- oleh sang maha guru yang luar biasa.
- Terhormat sekali sahabat Bilal ya. Dan
- ini adalah karena Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Nah, karena itu aku
- katanya enggak kuat. Gak bisa tinggal di
- Madinah ini. Abu Bakar izinkanlah aku.
- Ya, akhirnya diizinkan oleh sahabat Abu
- Bakar. 2 tahun lebih beliau ini di ee
- apa namanya? Di Syam ya. Sampai akhirnya
- sahabat Abu Bakar wafat digantikan oleh
- sahabat Umar. Suatu malam dia ini mimpi
- bertemu dengan Rasulullah. Lalu
- Rasulullah bersabda dalam mimpinya, "Ya
- Bilal, mail jafa di malam tazurni
- kekerasan macam apa ini?" Katanya Bilal,
- "Kenapa engkau tidak berziarah kepadaku?
- Kenapa engkau tidak mengunjungi aku?"
- Ya, Bilal begitu bangun ya, dia
- menangis.
- Menangis takut dia ditinggalkan oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Maka enggak pikir panjang lagi. Segera
- dia buntel ya. Dia ee pergi ke Madinah.
- Satu-satunya tujuan dia adalah mau
- menemui Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam.
- Setiba di Madinah maka langsung beliau
- memeluk kubur Nabi sallallahu alaihi
- wasallam sambil menangis ya mengambil
- tanahnya diusapkan ke mukanya.
- Sahabat Umar dari kejauhan kaget melihat
- ada orang yang melakukan perbuatan ya
- yang tidak terpuji, yang tidak baik.
- Maka beliau mengambil cambuk mau
- mencambuk orang itu. Begitu sudah dekat
- dilihatnya ternyata adalah sahabat
- Bilal. Maka sahabat Umar yang rencana
- mau mencambuk itu enggak jadi. Kenapa
- sahabat Umar ini mencabuk? Karena
- perbuatan seperti itu ini bisa
- membahayakan kepada akidah kaum
- muslimin. Ya. Ya. Anda boleh berziarah
- silakan, tapi kalau sampai kemudian
- memeluk-meluk batu nisan-nisannya,
- menciumi nisannya, mengusap-ngusap
- nisannya, wah luar biasa sekali.
- Hati-hati, Saudara. ini bisa-bisa
- merusak kepada akidah Anda. Ya, itulah
- makanya sahabat Umar segera membuat
- cambuk, mau mencambuk orang yang
- melakukan perbuatan itu.
- Namun setelah tahu itu adalah sahabat
- Bilal,
- enggak jadi sahabat Umar. Kenapa? Ya.
- Karena menurut Sy Umar, sahabat Umar
- walaupun perbuatan itu adalah bukan
- perbuatan baik yang dilakukan sahabat
- Bilal, tapi enggak mungkin Bilal itu
- melakukan perbuatan syirik dengan
- perbuatan itu. Enggak mungkin. Kenapa?
- Dia adalah ulama besar yang dibimbing
- oleh Sang Maha Guru yang luar biasa.
- Tentu tahu batasan mana syirik, mana
- tauhid. Ya, paham betul sahabat Bilal,
- ulama besar. Makanya sahabat Umar enggak
- gegabah. Artinya begini, para pendengar
- ya. [mendengus] Satu perbuatan yang
- dilakukan oleh dua orang ya atau dua
- orang melakukan perbuatan yang sama ya
- boleh jadi yang dilakukan oleh si A itu
- bisa menyebabkan syirik. Tapi yang
- melakukannya kalau si B tidak syirik.
- Ya, tidak syirik bahkan mungkin bisa
- jadi baik.
- Kalau kita melihat perbuatan baik,
- mengetahui perbuatan baik, kita enggak
- perlu jangan melihat orangnya. Yang kita
- lihat adalah kebaikannya
- atau perbuatannya.
- Itu kalau perbuatan baik.
- [berdehem]
- Tapi kalau perbuatan itu perbuatan ee
- bukan perbuatan baik ya, bukan perbuatan
- baik, maka
- kita jangan ngelihat perbuatannya, tapi
- lihat dulu siapa yang berbuat.
- Ya, siapa yang berbuat. Sebab sesuatu
- perbuatan yang nampaknya tidak baik
- kalau dilakukan oleh orang alim belum
- tentu itu nilainya buruk.
- Ya. Jadi jangan menyamaatakan. Jangan
- menyamaatakan. Namanya ulama itu tahu
- batasan mana yang hak, mana yang batil,
- mana yang baik, mana yang buruk, mana
- yang zahirnya, lahiriahnya buruk. Tapi
- sebenarnya dia itu adalah apa namanya?
- punya punya tujuan yang sangat mulia
- sekali yang mengak ee berakibat ee baik
- ya dan itu adalah tentu buat tertentu
- buat orang-orang yang ngerti mana baik
- mana buruk, mana hak bat mana batil
- [berdehem]
- begitu jamaah rahimullah [mendengus] ya.
- E jadi Islam itu tidak hitam putih ya.
- Bagaimana dulu saya dalam bab fikih
- telah menyampaikan
- orang lagi
- ee seorang berbagi
- Rasulullah kalau lagi puasa istri boleh
- enggak? Mencium itu bukan perbuatan baik
- ya. Nah, lagi puasa ya. Nah, kemudian
- kata ee boleh enggak Rasul mencium
- istri? Kata Rasulullah boleh enggak
- apa-apa.
- Lalu ada lagi yang bertanya yang sama.
- Rasulullah lagi itu boleh enggak cium
- istri? Ya kata Rasulullah, oh enggak
- boleh. Jangan. Nah, [berdehem]
- dua orang melakukan perbuatan yang sama.
- Kenapa yang pertama oleh Rasulullah
- diperbolehkan? Kalau yang kedua enggak
- boleh
- gitu ya.
- Ternyata karena itu ulama pengin tahu
- elatnya apa, apa penyebabnya
- gitu. Ternyata setelah diselidiki
- bertanya itu adalah kakek-kakek
- ya, aki-aki yang bertanya. Oh, kalau
- aki-aki yang bertanya pasti menciumnya
- bukan syahwat, bukan karena nafsu.
- Makanya diperbolehkan.
- Yang kedua, itu adalah anak muda. Kalau
- anak muda boleh jadi menciumnya karena
- syahwat. Itulah makanya oleh Nabi enggak
- diperbolehkan.
- Jadi apa kesimpulannya?
- Kesimpulannya kemudian ya ada orang
- mengatakan, "Oh, kalau gitu kalau yang
- mencium aki-aki
- boleh, tapi kalau yang mencium muda itu
- enggak boleh." Enggak begitu
- kesimpulannya, pendengar ya. Bukan
- begitu, tapi alat yang dilihat. Kenapa?
- Oh, karena masalah nafsu syahwat. Jadi
- kalau mencium tidak karena nafsu, tidak
- karena syahwat, ya enggak enggak enggak
- jadi masalah baik muda maupun tua. Tapi
- kalau karena nafsu, karena syahwat, biar
- aki-aki tetap enggak boleh. Jadi bukan
- karena aki-aki, karena mudanya, tapi
- adalah karena syahwatnya, karena
- nafsunya gitu ya, Jemakullah. Nah,
- makanya jangan jangan apa namanya? Ee
- jangan gegabahlah
- dalam menetapkan satu hukum boleh
- tidaknya. Ya, makanya pelajari dulu
- dengan baik. Itulah jamaah rahim Allah.
- Ee akhirnya sahabat Umar setelah tahu
- itu sahabat Bilal, kebetulan kata
- sahabat Umar, "Wahai katanya Bilal
- ya ee kebetulan sekali engkau ada di
- sini. Saya ingin mengenang masa-masa
- bersama dengan Rasulullah. Rindu rasanya
- kita mendengarkan suasana di masa Rasul.
- Karena itu dengannya memohon kepada-Mu
- Bilal, tolonglah kumandangkan azan
- walaupun cuma satu kali untuk kami. Biar
- kami merasakan bagaimana ee
- apa nam suasana bersama Rasulullah
- dirasakan kembali. Tapi sahabat Bilal
- enggak mau. Enggak mau ya. Jadi bukan
- enggak mau tapi enggak bisa. Katanya Abu
- Umar, "Setelah wafat Rasulullah, saya
- sudah tidak mau lagi azan."
- Ya, dibujuk sama yang lain tetap beliau
- enggak mau. Enggak lama kemudian datang
- Sayidina Hasan dan Husein. Begitu datang
- Sayidina Hasan dan Husein, cucunya
- Rasulullah, sahabat Bilal ya, berdiri
- kemudian dipeluknya kedua cucu
- kesayangan Rasulullah sambil menangis.
- Kemudian Bilal menatap wajahnya Sayidina
- Hasan lalu melihat kakinya Sayidina
- Husein. Kenapa demikian? Karena dari
- puser ke atas itu Rasulullah itu mirip
- sekali dengan Sayidina Hasan atau
- Sayidina Hasan mirip sekali dengan
- Rasulullah. Maka kalau melihat Sayyidina
- Hasan sahabat Bilal seperti melihat
- wajahnya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Kuantengnya luar biasa
- Sayidina Hasan. Kemudian kalau dari
- puser ke bawah, nah itu Sayidina Husein
- ya. Kakinya Sayidina Husein tuh sama
- dengan kakinya Rasul. Kalau pendengar
- sudah melihat ee makam Ibrahim dan di
- situ kan ada telapak kaki ya, itu enggak
- ada lengkungannya.
- Tuh yang kakinya begitu rata di bawahnya
- ya. Dari zaman Nabi Adam itu hanya tiga
- orang. satu Nabi Ibrahim, keduanya Nabi
- Muhammad, yang ketiganya Sayyidina ee
- apa namanya? Husein. Makanya kakinya
- Sayidina Husein itu sama dengan kakinya
- Rasulullah. Begitu juga jalannya.
- Makanya sahabat Bilal melihat kakinya
- Sayidah Husein seolah-olah dia sedang
- melihat kakinya Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Nah, kemudian Sayidina
- Hasan dan Husein berkata, "Paman
- ya ee tolonglah katanya saya ee ee
- memohon kepadamu
- ya untuk mengenang masa-masa bersama
- dengan Rasulullah. Tolong kumandangkan
- azan untuk kami walaupun cuma satu
- kali."
- Kata sahabat Bilal, "Wahai dua ee
- kesayangan cucu kesayangan Rasulullah,
- seandainya seluruh penduduk bumi meminta
- aku untuk mengumandangkan azan, aku
- tidak akan kabulkan permintaannya." Tapi
- siapakah yang berani menolak permintaan
- dari kedua cucu kesayangan Rasulullah?
- Ya, aku tidak mungkin menolak permintaan
- kalian. Ya, karena ya menolak permintaan
- kalian seolah-olah seperti menolak
- permintaannya Rasulullah. Insyaallah
- katanya, "Wahai kedua cucu Rasulullah
- yang sangat disayangi, ah nanti subuh
- aku akan mengumandangkan azan." Ya,
- begitulah para pendengar di silaturahim.
- Maka di waktu subuh ee sahabat Bilal
- mengumandangkan azan. Informasi ini
- sudah menyebar dulu. Makanya masjid
- sudah penuh oleh orang ya. Ah, mau
- mendengarkan azannya Bilal begitu
- mengucapkan Allahu Akbar, Allahu Akbar
- ya semuanya merasakan bagaimana dulu
- waktu bersama dengan Rasulullah. Suara
- inilah ya, suara inilah yang
- dikumandangkan dulu ya. Lalu kemudian
- sampai asyhadu alla ilahaillallah. Bukan
- cuma laki-laki, perempuan pun ke masjid
- pengin melihat. Ya, seolah-olah
- barangkali apa Rasulullah hidup lagi
- karena ada lagi muadinnya. Ya. Dan
- begitu sampai ashadu anna muhammadan,
- ashadu anna muhammadar rasulullah sampai
- disebutnya Muhammad. Nah, itu Bilal
- sudah tidak bisa melanjutkan lagi ya.
- Suaranya tersekat di kerongkongan. Maka
- menangislah dia, ya. Menangislah dia
- sejadi-jadinya
- sehingga tidak bisa menyelesaikan
- azannya. Nah, itulah alasannya. Jadi,
- beliau bukan enggak mau azan, tapi
- memang beliau sudah enggak bisa lagi
- azan sesudah wafatnya Rasul. Karena
- setiap disebut kata Muhammad, selalu
- sahabat Bilal itu menangis karena
- kerinduannya kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Mudah-mudahan kerinduan yang merupakan
- buah dari mahabbah, dari cinta di dalam
- jiwa, di dalam hati sahabat Bilal kepada
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam,
- Allah karuniakan pula kepada kita
- walaupun entah seperberapanya.
- Allahumma aman. Ya Allah ya kami beriman
- kepada Allahumma
- inna amanna bih. Ya Allah kami sungguh
- beriman kepada Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Waam nakunar walaupun
- kami belum pernah melihat beliau. Ya
- warzuati
- jamalihi ya arhamarahimin.
- Karena itu ya Allah ya karuniakan kepada
- kami untuk dapat melihat keindahan wajah
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di
- hari kemudian nanti. Amin ya rabbal
- alamin. Inilah yang bisa sampaikan ini.
- Mudah-mudahan ee dari renungan mereka
- ini ya tertanam ee rasa mahabbah di
- dalam hati kita. Begitu juga adalah
- kerinduan kepada Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Ee walaupun ee tidak
- setidaknya kita dimasukkan oleh Allah
- subhanahu wa taala ke dalam golongan
- orang yang cinta dan rindu kepada
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Ee ini barangkali yang saya sampaikan.
- Wallahuam.
- Baik, alhamdulillah telah kita
- bersama-sama simak Iwan tausiah sore
- bersama Ustaz Ahmad Zazuli Kholil.
- Kerinduan para sahabat pasca wafatnya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Ini karena waktu Ustaz langsung ke
- pertanyaan atau bagaimana Pak Ustaz?
- Langsung ya.
- Dan
- 2 menit ya.
- Jeda dulu, ya. Baik kita
- jeda 2 menit.
- Baik kita akanwat
- setelah ini kita akan kembali lagi
- bacakan WhatsApp yang telah masuk. Tetap
- bersama kami.
- Radio Rasil untuk Islam yang satu. Masih
- bersama kami ikhwan akhwat di acara
- tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Zazuli
- Kholil membahas tema mengenai sahabat
- kerinduan para sahabat pasca wafatnya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Sudah banyak yang bergabung di WhatsApp
- Rasil ini. Ada Ibu Iim sedang menyimak.
- Terima kasih Ustaz tausiahnya di sore
- hari ini. Bapak Baron Betawi juga sedang
- menyimak sambil santai sore hari ini ya.
- Ibu Tini juga sedang menyimak.
- Masyaallah ikut ee terharu menangis.
- Mendengar kisah yang ustaz sampaikan.
- Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad
- wa ala sayyidina Muhammad. Ibu Saidah
- juga sedang menyimak. Mohon doanya,
- Ustaz. Sedang tidak enak badan sedang
- sakit ya. Semoga cepat sembuh Ibu
- Saidah. Bapak JS Eyang Sri juga ada
- Bapak Pandi, Pak Arwin, Ibu Ani Cani
- Hudaifah selalu menyimak kerasil. Ibu
- Imas juga ada Bapak Haji Raya Depok, Ibu
- Tati, Ibu
- Musiati di Priuk, Bapak Nana Sumarna dan
- masih banyak lagi yang bertanya. Apa,
- Ustaz? Yang pertama saya bacakan
- pertanyaan yang masuk dari
- siapa ini? Tidak menyertakan nama ya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, mohon pencerahannya. Tempat makam
- Rasulullah yang sekarang ini atas
- prakarsa dari sahabat, keluargakah atau
- wasiat dari Rasul sendiri, Pak Ustaz?
- Demikian.
- Baik.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ketika Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam sudah wafat, sudah ee di apa
- namanya? Jenazahnya sudah di kafani,
- disalatkan dan apa, tinggal beliau ini
- mau dikuburkan.
- Nah, para sahabat ini berselisih di mana
- kita akan kuburkan Rasulullah.
- Sebagian sahabat ada yang mengatakan,
- "Kita kuburkan Rasulullah di ee mihrab
- H
- di pengimaman
- ya. Tempat salat imam artinya berarti
- kan di dalam masjid.
- Iya.
- Ada lagi di bawah mimbar katanya gitu.
- Di mimbar sama di masjid juga kan?
- Iya. Ada lagi ya dibakilah ya bersama
- dengan yang lain, sahabat-sahabat
- lainnya.
- [mendengus] Nah, dalam perselesahan itu
- tiba-tiba sahabat Abu Bakar Assiddiq
- radhiallahu anh beliau kemudian
- mengatakan, "Aku mendengar Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam bersabda
- bahwa para nabi itu dikuburkan di mana
- beliau wafat.
- Jadi kalau wafat ee Rasulullah wafatnya
- di kamar Sayidah Aisyah
- ya dikuburkan di situ tempat beliau
- wafat itu. Sehingga kemudian Rasul ya
- dikuburkannya
- di tempat yang sekarang kita maklumi
- bersama yaitu bekas rumahnya Sayidah
- Aisyah radhiallahu anha. Itu di situ
- dulunya ya. kemudian dimasukkan menjadi
- bagian dari masjid. Kalau tadinya kan
- masjid aslinya, nah itu yang apa
- namanya?
- Ee
- yang sebelah utaranya yang kita kenal
- dengan Raudah. Itulah Masjid Madinah.
- Awalnya segede itu. Ya, demikian ee dari
- penanya tadi. Wallahuam. Ya, beralih ke
- pertanyaan selanjutnya dari Bapak Wawan
- di Sukabumi. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz Ahmad
- Zuli Khil.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Wawan.
- Tadi kisah kisah tiang dari pohon kurma
- yang menangis yang tadi Ustaz kisahkan
- apakah ada dalam Al-Qur'an ataukah
- kitab-kitab hadis, Pak Ustaz. Dan
- bagaimana menceritakan kisah-kisah
- hikmah ini pada zaman Nabi kepada para
- generasi sekarang. atau disebut Genzit
- ya, Genzet ya yang amat kritis jika
- mendengar kisah-kisah seperti itu. Mohon
- pencerannya, Pak Ustaz. Demikian.
- Baiklah. Bismillahirrahmanirrahim.
- Kalau dalam Al-Qur'an memang itu tidak
- ada ya. Adanya
- itu adalah dalam ee hadis ya.
- Hadis
- ya. dalam buku-buku tarikh itu ada
- ee mengenai kisah ini dan itu
- ee bisa dibaca dari hadis Umar. Kemudian
- ini muttafaq alaih ini ya. H.
- Jadi hadisnya disepakati diriwayatkan
- oleh Imam Bukhari dan Muslim dari
- sahabat Jabir bin Abdillah dan sahabat
- Ibnu Umar radhiallahu anhu. Ya, itu ada.
- Silakan aja nanti dibuka di dalam ee apa
- namanya kitab hadis Bukhari dan Muslim
- atau di syarahnya syarahnya [berdehem]
- kitab Bukhari itu Fathul Bari itu akan
- lebih jelas di sana ya. Nah, lalu
- bagaimana menceritakan ini kepada
- anak-anak yang kritis? Ya, ya kita
- ceritakan apa adanya ya. Ceritakan apa
- adanya kepada mereka dan lalu tanamkan
- kepada mereka bahwa agama itu ya tidak
- semuanya adalah rasional.
- H
- tidak semuanya. Tapi harus menempatkan
- keimanan itu di atas logika kita. Jangan
- sampai akal itu kita tempatkan sebagai
- panglima dalam beragama.
- Ya, sekarang [berdehem] begini saya
- bahas.
- Ee apa yang menyebabkan haram ee jadi
- dalam ushul fikih dikatakan
- bahwa sesuatu diharamkan itu pasti ada
- penyebabnya.
- Wujudan wa adaman. Ya. Jadi, kenapa ini
- haram? Oh, karena ini. Kenapa ini haram?
- Oh, karena ini. Ada penyebab penyebabnya
- gitu ya. Nah, sekarang di antaranya babi
- itu apa
- ya? Sekarang ini kan sudah ditemukan.
- Oh, di antaranya adalah karena babi itu
- mengandung cacing pita yang sangat
- bahaya luar biasa terhadap kesehatan
- manusia. Nah, pertanyaannya sekarang,
- kapan manusia ngerti, tahu kalau babi
- itu mengandung cacing pita? Itu kan di
- abad 18, Pak.
- Ya,
- artinya dulu di zaman sahabat, zaman
- tabiin, tabiintabiin mana ngerti mereka.
- Mereka enggak ada yang tahu. Sahabat ya,
- para imam-imam. Nah, itu enggak tahu
- mereka ini. Nah, ee sekarang aja orang
- pada tahu ya. Lalu apakah mereka karena
- tidak tahu lalu kemudian mereka makan
- babi? Tidak.
- Ya, akal mereka enggak nerima akalnya,
- tapi keimanan mereka, wahyu ya itu
- mereka tempatkan di atas kepala walaupun
- isi kepala tidak memahaminya
- gitu. Sahabat Umar ketika ditanya oleh
- Rasulullah, Umar, kamu cinta kepadaku?
- Tentu Rasulullah siapa yang lebih kamu
- cintai? Engkau apa aku? Kata sahabat
- Umar, ya selain diriku engkau lebih aku
- cintai daripada siapapun.
- Artinya kan sahabat Umar lebih mencintai
- dirinya daripada Rasulullah. Jadi
- Rasulullah pada urutan yang kedua.
- Pertama, Umar mencintai dirinya dulu,
- baru Rasulullah, baru yang lain.
- Karena di manaun menurut beliau tentunya
- menurut logika enggak ada orang yang
- mencintai orang lain melebihi kecintaan
- pada dirinya sendiri,
- gitu ya. Namun kemudian Rasulullah
- mengatakan begini, "La yukminu ahadukum
- hatta akuna ahabba ilaihi min waladihi
- wa walidihi.
- Nah, wafian
- wfsih. Belum sempurna iman seseorang
- hingga orang itu mencintai aku melebihi
- kecintaan pada ayahnya, pada anaknya,
- bahkan pada dirinya sendiri.
- Nah, Umar yakin Rasulullah benar
- wahyu masalahnya,
- tapi akal dia enggak nerima.
- H
- akal dia enggak enggak nyanda. Ya, ya.
- Enggak nyampai itu sahabat Umar ya. Nah,
- tapi dia yakin Rasulullah benar. Kalau
- Rasulullah benar berarti aku salah. Cuma
- di mana letak salahku dan di mana letak
- benarnya Rasul?
- Nah, ini dia yang enggak tahu. Tapi
- tetap dia ini mengikuti Rasulullah,
- membenarkan Rasul, menyalahkan dirinya.
- Lalu dia mencari bagaimana caranya
- supaya ketemu diini kesalahan dirinya
- dan mengerti kebenaran Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Ya, akhirnya
- dia temukan
- ya di antaranya bagaimana beliau ini
- diberti kan sudah menempatkan wahyu di
- atas akalnya. Seperti yang dikatakan
- oleh Imam Abu Hanifah, ma jaa anillah wa
- rasulih ya. Majaillahuli
- adi.
- Apa saja yang datang dari Allah dan
- rasulnya aku letakkan di atas kepalaku
- walaupun isi kepalaku tidak memahaminya.
- Begitu kata sahabat Abu Hanifah. Apalagi
- nih sahabat Umar. Makanya sahabat Umar
- merenung dalam renungannya ini. Selama
- ini aku berdiri di atas ee tepi jurang,
- yakni jurang neraka. Ya. H
- kan tinggal nyemplungnya aja. Kalau
- mati,
- nah
- orang yang selama ini aku lindungi, aku
- cintai, aku bela, aku nafkahi, yaitu
- anaknya, istrinya, satu pun tidak ada
- yang menyelamatkan, yang menarik aku
- dari tepi jurang itu. Ya. Ee bahkan
- mereka mendukung.
- Jadi, enggak berarti anak istri semuanya
- enggak ada yang sayang kepadaku gitu.
- Nah, tapi orang yang selama ini aku
- benci bahkan aku berusaha untuk
- membunuhnya yaitu Nabi Muhammad, dialah
- yang tidak rida aku berdiri di tepi
- jurang itu.
- H.
- Maka dibimbingnya aku dibawa ke taman
- yang sangat indah, yaitu taman Islam.
- Berarti kata beliau ya, yang cinta
- kepadaku itu adalah cuma Rasulullah. Aku
- sendiri enggak cinta kepadaku karena
- membiarkan aku dalam kekafiran. Rasulah
- yang menyelamatkan aku. Berarti
- Rasulullah satu-satunya orang yang
- sangat mencintai aku. Berarti kalau gitu
- yo benar kalau gitu aku harus mencintai
- Rasul melebihi kecintaanku kepada
- diriku. Karena Rasul lebih menyayangi,
- mencintai aku daripada diriku sendiri.
- Nah, mulai tuh terbuka tuh di situ
- ketahuan di mana letak benarnya
- Rasulullah. Dan ini kan adalah yang
- begini bisa ditemukan oleh orang-orang
- yang mau menggunakan
- akal sehatnya, mau menggunakan pikiran
- ya pikirannya dengan tepat sekali.
- Nah, dan ini adalah harus ditunjang
- dengan adanya wawasan dan lain
- sebagainya
- begitu ya. Wallahualam.
- Baik. Selanjutnya dari Bapak Musyawir.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Para sahabat yang sering disebut
- kebanyakan sahabat laki-laki. Mohon
- pencerahannya, Ustaz, tentang para
- sahabat perempuan atau sahabiyah di
- sahabiah Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Terima kasih.
- Iya. Ya, banyaklah sahabiah itu.
- Sahabiyah satu, istri-istrinya Rasul,
- putri-putrinya Rasul. istrinya-istrinya
- para sahabat yang namanya shobiah ya
- sahabiah. Jadi sahabat itu baik laki
- maupun perempuan
- adalah orang yang berkumpul
- ya meli di bumi bersama Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam dan beriman.
- Itu namanya sahabat. Kalau laki-laki ya
- perempuan ya sama juga.
- Ah, sekarang berkumpul di bumi tetapi
- tidak beriman
- kayak Abu Jahal, Abu Lahab yang enggak
- bisa disebut sahabat
- ya. Jadi satu berkumpul bersama Nabi
- ya di bumi dan beriman syaratnya.
- Beriman.
- Makanya sekarang kalau berkumpul dengan
- Nabi di bumi
- ya e tapi tidak beriman bukan sahabat.
- H
- gitu. beriman tapi kumpulnya dengan Nabi
- bukan di bumi,
- di langit misalnya yang enggak disebut
- sahabat. Makanya sahabat Nabi itu dari
- kalangan malaikat adalah Jibril, Mikail,
- ya, Izrail itu sahabat Nabi. Ya, kalau
- malaikat Ridwan, malaikat Malik ya
- enggak disebut sahabat. Walaupun dia
- beriman kepada Nabi, tapi dia tidak
- pernah kumpul bersama Nabi di bumi, gitu
- ya. Nah, barangkali itulah yang bisa
- sampaikan sore ini. Mudah-mudahan besar
- manfaatnya. Akhirnya marilah kita
- memohon kepada Allah semoga Allah
- subhanahu wa taala
- tambahkan iman dan Islam kita.
- Amin.
- Allah kuatkan keyakinan kita. Allah
- kokohkan pendirian kita.
- Allah panjangkan usia kita dalam taat
- kepadanya. Allah bimbing hati kita ke
- jalan yang diridai dan dicintainya.
- Allah hiasi hati kita dengan akhlak yang
- mulia. Allah bersihkan hati kita dari
- akhlak yang hina. Allah limpahkan
- rahmat, taufik, dan hidayah kepada kita
- anak cucu kita sehingga selama hidup
- kita istikamah menjalankan perintah-Nya,
- menju larangannya. dan mencintai
- dengan sepenuh hati kepada rasul
- kekasih-Nya serta dan manakala wafat
- semoga Allah wafatkan kita semua dalam
- keadaan husnul khatimahbana
- taqbal minna doana warana amalina
- birahmatika ya arhamarahimana
- atina fid dunya hasanah wafil akati
- hasan waqinaabanar wasallallahu ala
- sayidina muhammad
- Alalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian man telah kita
- bersama-sama simak tausiah sore yang
- disampaikan oleh Ustaz Ahmad Zazuli
- Kholil. Tema mengenai kerinduan para
- sahabat pasca wafatnya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Semoga apa
- yang disampaikan banyak manfaat untuk
- semuanya. Saya yang bertugas Pak Har
- ditemani Neza dan juga Yusuf Subamit.
- Subhanakallahum wabihamdika ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka waubu ilaik.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.