Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail [bernyanyi] TV. 0:11 [musik] 0:22 [musik] 0:35 Asalamualaikum warahmatullahi 0:37 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:38 rahimakumullah. 0:40 Syukur alhamdulillah kita dikaruniai 0:42 kesempatan untuk berada bersama-sama 0:44 kembali di sekat acara kesehatan di 0:49 ruang kesehatan rasil untuk Islam yang 0:51 satu yang mudah-mudahan membuat kita 0:54 semakin siap untuk menjalani hari-hari 0:56 kita dengan jauh lebih bertanggung 0:58 jawab. Alhamdulillah wasyukurillah. 1:00 Sekali lagi tidak lupa salam selawat 1:02 kita sampaikan kepada junjungan kita 1:05 penghulu umat Rasulullah sallallahu 1:07 alaihi wasallam beserta keluarga dan 1:09 kerabatnya. Dan untuk Kamis kali ini 1:14 yang hadir ke ruangan kita adalah dr. T 1:17 Fauziah yang sudah siap di sana. 1:19 Asalamualaikum warahmatullahi 1:21 wabarakatuh, Dok. 1:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:24 wabarakatuh. 1:26 Sehat ya? Tambah cantik, bugar. 1:30 Alhamdulillah 1:31 ya. Dan di masa PSBB ini dari jarak 1:34 kapanpun, di mana pun kita masih tetap 1:36 bisa hadir di rasil untuk Islam yang 1:38 satu ya, Dok. Ya, hari ini kira-kira 1:41 kita akan bahas tentang apa nih? 1:45 Ee karena kita sedang di dalam pandemi 1:47 Corona, saya mengusulkan kita akan 1:50 berdiskusi tentang sumber nutrisi 1:52 terbaik selama pandemi. 1:55 Nah, ini dia ikhwan akhwat. begitu 1:57 banyak makanan enak, tapi apakah itu 1:59 betul-betul bisa menolong, membantu 2:01 untuk menambah daya tahan tubuh kita? 2:04 Atau adakah sesuatu yang perlu kita 2:07 catat? Bahasan kali ini insyaallah akan 2:10 mengisi tabung jiwa kita dengan hal-hal 2:12 yang membuat kita semakin tangguh 2:14 menghadapi pandemi ini. Oke, Dok. Siap. 2:17 Kami semua akan menyimak. Silakan. 2:20 Baik. 2:22 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 2:24 warahmatullahi wabarakatuh. Sahabat 2:27 Rasil Radio Rasil TV sekalian, ikhwan 2:29 dan akhwat yang dirahmati Allah 2:31 subhanahu wa taala. Apa kabarnya? 2:34 Mudah-mudahan kita semua mendapatkan 2:36 perlindungan, kesehatan, 2:38 dan kekuatan serta ketangguhan di dalam 2:41 masa kita menghadapi pandemi yang 2:45 berlangsung sudah 8 bulan ini di 2:47 Indonesia dan sudah 10 bulan di dunia. 2:51 Saya ingin menyampaikan sekaligus juga 2:54 memberikan bekal kepada sahabat Rasil 2:56 sekalian ee sesuatu yang amat sangat 2:59 penting bagi kita yang sementara ini 3:02 alhamdulillah masih mendapatkan rahmat 3:04 dan karunia kesehatan sehingga kita 3:06 masih bisa di rumah masing-masing, masih 3:09 bisa melakukan berbagai macam kegiatan 3:12 walaupun dengan segala keterbatasan 3:14 karena kita semua masih dalam rangka 3:18 kita banyak melakukan aktivitas di 3:21 rumah. Baik yang bekerja juga sekarang 3:24 kan sedang bergiliran apalagi yang 3:26 tinggal di DKI Jakarta dan daerah 3:28 penyangganya. Kita banyak bekerja dari 3:31 rumah, bergiliran untuk ee menuju ke 3:34 tempat kerja, kemudian juga yang sekolah 3:36 dan yang kuliah juga anak-anak kita juga 3:40 mereka melakukan ee sistem pendidikan 3:42 dan pengajaran secara daring juga. 3:45 Heeh. He 3:46 sebetulnya ada hikmahnya. Karena 3:48 hikmahnya yang pertama tentu saja karena 3:49 kita menjadi banyak sekali family time, 3:52 waktu buat keluarga yang selama ini kita 3:55 kalau di luar pandemi corona ini kita 3:58 ketemunya antara tidur sama tidur. 4:01 [tertawa] 4:01 Ketemu anak-anak kita dalam keadaan 4:04 mereka masih tidur, nanti kita pulang 4:06 mereka sudah tidur. Seperti itu yang 4:08 terjadi. Dan selama 4:11 8 bulan ini kita mendapatkan hikmah ya, 4:13 mendapatkan blessing in disguise. kita 4:15 bisa melihat anak-anak kita selama 4:17 mungkin. Kita pun juga di rumah. Dan 4:20 tentu saja secara kesehatan 4:23 sesungguhnya kalau kita bisa mensikapi 4:25 dan menghikmati kondisi kita sekarang 4:28 ini ee sebetulnya ada satu hikmah yaitu 4:32 kualitas ee mental kita, kualitas ee 4:38 spiritual kita, kualitas sosial ee apa 4:41 kita itu juga tentu saja akan makin 4:44 meningkat. Kalau seandainya kita bisa 4:46 menghikmati semua ini dengan baik 4:48 dan tentu saja kesehatan utama yaitu 4:51 kesehatan fisik kita sesungguhnya itu 4:53 akan bisa jauh lebih terjaga 4:55 dibandingkan dengan kalau kita ee 4:57 berpergian atau kita harus meninggalkan 5:00 rumah. Contoh misalnya yang terjadi sama 5:02 kita aja ya di ee orang-orang yang 5:05 tinggal Jakarta lah ya Mbak Nuning ya. 5:07 He. 5:08 Jadi kita ini rata-rata kan dari pagi 5:10 kita sudah keluar rumah untuk menunaikan 5:12 amanah, kemudian kita sore atau malam 5:14 baru tiba di rumah. Tentu saja ada 5:17 beberapa kali waktu makan dan minum yang 5:19 terpaksa kita mendapatkannya dari luar 5:21 rumah. 5:22 Iya. 5:23 Kecuali bagi yang rajin bawa bekel gitu 5:25 ya. Tapi kan 90% kan kita pasti makan 5:29 makanan yang ada di sekitar kantor kita 5:31 masing-masing pastilah gitu 5:33 yang tentu saja kualitas ee dan kemudian 5:36 juga mutu nutrisinya juga pastilah kita 5:39 ee akan mendapatkannya dengan segala 5:41 keterbatasan ya gitu. 5:44 ee hikmahnya ketika kita bisa menyiapkan 5:47 semua itu di rumah ya, artinya kan waktu 5:50 kita untuk memasak dan menyiapkan 5:52 makanan buat kita dan seluruh keluarga 5:55 itu kan menjadi jauh lebih panjang ya 5:57 dengan kondisi sekarang ini. Kemudian 5:59 yang kedua juga bagaimanapun 6:02 semurah-murahnya makanan kita di luar 6:04 itu kan tetap saja jauh lebih murah dan 6:06 jauh lebih hemat apabila kita siapkan 6:08 sendiri di rumah ya. He 6:10 karena sangat ee tentu saja akan sangat 6:12 menekan. Kecuali kalau kita ee ini loh 6:15 ya, dapurnya di HP. Nah, itu beda tuh. 6:18 Kalau dapurnya di HP, nah itu beda lagi. 6:21 [tertawa] 6:21 Kita pesan dapurnya orang lain pakai 6:23 online. 6:24 Ya, 6:25 yang saya maksudkan adalah dapur kita 6:27 nih yang menyala gitu, ya. Jadi, kita 6:30 menyiapkan semua makanan sendiri. Nanti 6:33 akan tips-tips akan saya bahas di sesi 6:35 kedua ee tentang bagaimana makan eh 6:38 menyiapkan makanan yang efektif. efisien 6:40 dan tentu saja sehat dan lezat ya. 6:43 Nah, kemudian juga ee terkait dengan ee 6:46 nutrisi yang terbaik. Nah, kalau kita 6:49 siapkan semuanya di rumah, tentu saja 6:51 semua bahan-bahan, komponen-komponen 6:54 makanan ya beserta kandungannya yang 6:57 kita mengharapkan itu kandungannya 6:59 adalah nutrisi, kemudian komponen 7:01 bioaktif, vitamin, mineral yang kita 7:04 harapkan bisa kita dapatkan dari apa 7:06 yang kita makan dan minum itu akan tentu 7:08 saja akan jauh lebih terjaga. 7:10 He. 7:10 Apalagi kalau kita dapatkan ilmunya. 7:13 Kalau kita punya ilmunya, saya kan sudah 7:15 siapkan sebetulnya ya dalam bentuk satu 7:17 buku yang namanya Nutrisi Surgawi. Di 7:20 situ kan sebetulnya adalah suatu 7:21 kumpulan ilmu makan, ilmu nutrisi yang 7:25 terdapat di dalam kitab suci Al-Qur'an 7:27 yang saya bukukan dan bisa dipakai 7:30 sebagai panduan ilmu pengetahuan yang ee 7:34 sahih dan ee sangat mudah diaplikasikan 7:37 untuk kita sehari-hari. seperti itu. 7:39 Nah, kemudian hikmah yang berikutnya 7:41 lagi terkait dengan makan dan minum ya 7:44 ee asupan nutrisi kita sehari-hari. 7:47 Jadi sebetulnya kan ee dunia ya dunia 7:51 terutama dunia nutrisi itu sudah membuat 7:53 suatu prediksi bahwa dengan keterbatasan 7:56 sumber daya alam, keterbatasan 7:59 lahan-lahan pertanian dan perkebunan 8:01 yang tentu saja dari tahun ke tahun 8:03 makin lama akan makin sempit. Kemudian 8:06 dengan ditambah dengan kepadatan 8:08 penduduk ya, jumlah penduduk dunia yang 8:10 makin lama makin tinggi ya, itu akan 8:12 mempersempit lahan-lahan pertanian dan 8:14 perkebunan ya. Imbal ee apa namanya? 8:19 Ee [mendengus] 8:19 imbasnya adalah tentu saja ketersediaan 8:21 pangan, ketersediaan sumber ee nutrisi 8:24 itu akan makin lama akan makin sedikit 8:27 ya kalau tidak dilakukan satu kondisi 8:30 yang mengantisipasinya ya. He. 8:33 Tetapi dengan keadaan yang secara apa 8:35 adanya seperti sekarang kita alami ya, 8:37 kita hadapi di luar pandemi Corona ya, 8:40 artinya ee sebelum tahun 2019 deh gitu 8:43 ya, kita coba tarik ke belakang gitu 8:46 sekitar 20 tahun terakhir ya dari mulai 8:49 tahun 2000 ya, abad milenial ketiga, 8:52 milenium ketiga ya, abad 21 sampai 8:55 dengan 19 tahun di tahun 2019 saja ya. 8:57 Tahun 2020 ini kan pandemi corona yang 9:00 sangat abnormal ya. Jadi kita coba lihat 9:03 19 tahun itu kan sesungguhnya kan apa ya 9:07 ee 9:09 situasi atau habit atau gaya makanan 9:12 kita itu kan berangsur-angsur tu sudah 9:14 mulai berubah ya. kita makan menjadi 9:17 jauh lebih instan, makan menjadi jauh 9:20 lebih ee banyak mengasuh makanan olahan 9:22 dan sangat kurang untuk makan aneka 9:25 rupa, aneka ragam, sayur-sayuran, 9:26 buah-buahan dan rempah-rempahan seperti 9:28 itu. Nah, 9:30 oleh karena itu maka ahli-ahli nutrisi 9:33 ya itu sudah melakukan prediksi bahwa 15 9:37 tahun dari sekarang itu ee kebiasaan 9:40 makan kita dan apa yang kita makan itu 9:42 menjadi sangat berubah ya. Kemudian ee 9:45 salah satu kontribusinya tentu saja 9:48 terkait dengan keterbatasan lahan ya, 9:50 tapi juga ada yaitu peningkatan 9:52 kesadaran dan pengetahuan dari ee umat 9:55 manusia di seluruh dunia bahwa mereka 9:58 makan itu harus ee jauh lebih sehat ya. 10:01 Dan panduan dari para ahli nutrisi itu 10:04 menyatakan bahwa makanan di masa depan 10:06 itu namanya adalah makanan fungsional. 10:09 Jadi lebih daripada sekedar makanan yang 10:13 menyenangkan lidah dan mulut kita saja, 10:16 tetapi makanan yang betul-betul 10:18 memberikan manfaat bagi tubuh kita 10:20 secara keseluruhan. Itu dinamakan 10:22 makanan fungsional. Dan era makanan 10:25 fungsional itu akan bersama-sama seluruh 10:27 dunia itu akan betul-betul mewarnai 10:31 dunia itu di tahun 2035 10:34 ya. Artinya ee diperkirakan 15 tahun 10:37 dari sekarang. Nah, hikmah dari pandemi 10:40 corona ini 15 tahun itu kemudian 10:42 didatangkan dengan cepat ya. 10:46 Ya, harus didatangkan dengan cepat. 10:47 Artinya yang harusnya tahun 2035 itu 10:50 kita sudah memikirkan dan sudah mulai 10:53 mensosialisasikan atau membiasakan untuk 10:57 makanan fungsional. 10:59 Sekaranglah saatnya kita sudah harus 11:01 belajar, sudah harus merubah mindset 11:03 kita, 11:04 sudah harus merubah ee menambah ilmu 11:06 pengetahuan kita tentang makanan untuk 11:09 memahami tentang makanan fungsional. Ya, 11:12 itu kenapa? Karena kan kita tahu 11:15 sekarang pandemi corona ini bisa 11:17 menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. 11:19 Tidak ada kelompok usia yang tertentu 11:22 yang lebih rentan daripada kelompok usia 11:24 yang lain. Tidak ada jenis kelamin 11:26 tertentu yang lebih rentan daripada 11:27 jenis kelamin yang lain. Tidak ada 11:30 strata sosial ekonomi apapun itu yang 11:33 lebih berisiko terbanding dengan ee ee 11:36 kelompok yang lain. Jadi artinya 11:39 ee Coron virus ini menjadi satu penyakit 11:41 yang bisa menimpa siapa saja tanpa 11:43 terkecuali. 11:45 artinya risiko kita ee menjadi sangat 11:48 tinggi dibandingkan dengan 11:49 penyakit-penyakit yang lain yang 11:51 masing-masing itu secara partikular ya 11:53 secara sendiri-sendiri itu memiliki 11:56 risiko-risiko sendiri-sendiri. tidak 11:58 semua orang rentan terhadap diabetes 11:59 misalnya, 12:00 tidak semua orang rentan terhadap 12:02 penyakit ee malaria misalnya seperti 12:05 itu. Tapi untuk pandemi ee untuk corona 12:08 virus ini semua orang tanpa terkecuali 12:11 itu memiliki risiko yang sama untuk 12:14 terkena Coron virus. Ya, berikutnya lagi 12:17 kalau sudah terkena maka dampaknya 12:18 seperti apa? Nah, ini sebetulnya berita 12:21 bagus ya. Artinya kan gini, semua dari 12:24 kita, kita semua, seluruh umat manusia 12:26 tanpa terkecuali itu memiliki potensi 12:28 yang sama untuk terinfeksi 12:31 ya. Tetapi dari kita semua yang 12:32 terinfeksi itu 86% itu akan sembuh 12:36 sendiri. Jadi angka sembuh sendirinya 12:38 itu cukup besar ya. 12:40 Kok bisa sih sembuh sendiri? Iya, karena 12:41 memang kita punya kapasitas kapasitas 12:43 imunitas di dalam tubuh. 12:45 Artinya akan ada 86% yang bisa sembuh 12:48 sendiri. Lalu ada 11% itu yang kemudian 12:52 menjadi sakit kategorinya itu memberikan 12:55 gejala-gejala seperti gejala COVID ya 12:58 dengan tingkat ringan sampai sedang. 13:01 Nah, mereka ini kategori ini bisa masih 13:03 bisa dirawat diisolasi mandiri di rumah 13:05 masing-masing ya dengan pengawasan 13:07 dokter tentu saja ya. Kemudian kategori 13:10 yang ketiga ini yang masuk kategori 13:12 berat itu berapa jumlahnya? 3% ya ini 13:16 kalau kategori dunia kalau Indonesia 4% 13:18 3% saja yang memang mutlak harus dibawa 13:22 ke rumah sakit ya dan memerlukan 13:23 perawatan-perawatan khusus ya dan mereka 13:26 inilah yang berpotensi untuk mengalami 13:29 ee morbiditas mortalitas ya mortalitas 13:31 artinya mengalami memiliki risiko yang 13:33 lebih jauh lebih tinggi untuk mengalami 13:35 kematian dibanding dengan dua kelompok 13:37 yang tadi. Artinya ini sesungguhnya 13:39 adalah berita bagus. Kenapa? Berarti 13:42 dengan 86% itu kesempatan kita untuk 13:45 menjadi sehat kembali dengan daya yang 13:48 kita miliki dan dengan ee bantuan 13:51 nutrisi yang bisa kita sediakan dengan 13:54 lebih jauh lebih teliti, jauh lebih 13:57 lengkap ya, jauh lebih bermutu di rumah 13:59 itu akan sangat ee posibel ya, akan 14:04 sangat mungkin untuk bisa kita siapkan 14:07 definisinya untuk makanan fungsional itu 14:09 ya. Jadi makanan fungsional itu adalah 14:11 makanan yang memenuhi unsur nutrisi 14:14 selengkap mungkin dan yang dibutuhkan 14:17 oleh tubuh manusia untuk bertahan hidup, 14:21 untuk tumbuh dan berkembang, untuk tetap 14:24 sehat dan untuk menyembuhkan serta 14:27 memulihkan dirinya sendiri. Jadi seperti 14:30 itulah makanan fungsional, ya. Nah, dua 14:34 kelompok besar ya kalau kita bisa bagi 14:36 makanan fungsional itu. Yang pertama 14:39 adalah kelompok makronutrisi, yang kedua 14:42 adalah kelompok mikronutrisi. Ya, 14:45 makronutrisi itu ada tiga subkelompok ee 14:48 terdiri atas karbohidrat, protein, dan 14:51 lemak. Bagus, ya. Kemudian untuk 14:54 mikronutrisi itu ada tiga kelompok ya, 14:56 subkelompok. satu vitamin, kelompok yang 14:59 kedua mineral, kelompok yang ketiga 15:01 fitonutrisi atau antioksidan. Jadi 15:04 itulah sumber nutrisi terbaik yang harus 15:07 disiapkan oleh kita. Sebagus-bagusnya 15:11 adalah disiapkan di rumah. Nah, sekarang 15:14 mana yang terbaik dan mana yang tidak 15:16 gitu kan. Itu kan harus kita ee miliki 15:20 pengetahuan itu ya. tadi supaya untuk 15:23 diingat-ingat kalau bagusnya lagi sih 15:25 dicatat gitu. Untuk makronutrisi kan ada 15:28 tiga kelompok besar ya. Satu 15:30 karbohidrat. Nah, karbohidrat seperti 15:32 apa sih yang terbaik ya untuk tubuh kita 15:36 dan terutama selama pandemi? Karbohidrat 15:39 dengan indeks glikemik yang sedang 15:42 sampai rendah dan kita menghindari 15:45 karbohidrat yang indeks glikemiknya 15:47 tinggi ya. Seperti contoh yang indeks 15:50 likemiknya tinggi itu apa? Nasi putih, 15:54 gula putih, gula pasir ya. Kemudian mie 15:58 putih, kemudian roti putih ya, 15:59 tepung-tepungan putih. Artinya putih ini 16:02 dalam arti sudah diproses melalui 16:04 beberapa kali proses di pabrik ya gitu. 16:08 Nah, artinya kalau kita memang masih 16:11 pengin masih pengin makan nasi, ya 16:14 sebaiknya nasi yang masih belum melalui 16:17 suatu proses yang panjang sehingga dia 16:19 hanya tinggal nasi putih aja. 16:21 Karena nasi putih itu kan nasi yang 16:23 isinya hanya gula aja ya. 16:26 Sedangkan gula itu teman banget sama 16:28 coronavirus. 16:30 Jadi, Coron virus itu senang sekali 16:32 dengan ee kebiasaan atau asupan yang 16:35 mengandung gula tinggi termasuk di sini 16:37 nasi putih ya. Jadi nasinya apa gitu? 16:40 Nasinya kalau enggak nasi coklat ya, 16:43 nasi yang masih ada apa selubung itu ee 16:48 apa namanya? selubungnya itu ya masih 16:49 ada kulitnya bukan kulit gabah ya kulit 16:53 di dalamnya itu sehingga dia berwarnanya 16:54 tidak cemerlang putih tapi cokelat gitu 16:57 atau nasi merah atau nasi hitam itu 17:00 pilihan yang terbaik untuk nasi. 17:03 Kemudian juga kalau yang lain misalnya 17:05 masih kepengin roti, Dok, gitu kan. 17:08 Rotinya sebaiknya roti gandum. 17:10 Jadi roti yang berasal dari ee tepung 17:13 gandum yang utuh, kasar. Memang sih 17:16 tidak terlalu manis seperti roti putih, 17:18 tapi kan sekarang ini kan kita 17:20 orientasinya kepada fungsi dan 17:22 kesehatannya kan gitu. Lalu kemudian 17:25 kalau memang masih mau tetap makan mie 17:27 misalnya mie apa tuh sebagai pengganti 17:29 dari mie yang dari tepung putih ya 17:31 banyak loh sekarang ini di pasaran ya 17:34 saya sangat senang hobi banget dengan 17:36 mie sirataki 17:39 ya mieaki itu mie yang terbuat dari umbi 17:42 iles-iles ya namanya aja keren ya 17:45 sirataki karena dipopulerkan justru di 17:47 Jepang padahal umbinya bahan baku untuk 17:50 membuat sirataki itu dari Indonesia 17:53 namanya namanya umbi porang atau umbi 17:55 iles-iles 17:56 itu umbi asli Indonesia ya. Ketika 17:59 diekspor ee jadi sirataki namanya ya 18:03 apakah itu dalam bentuk mie atau dalam 18:04 bentuk beras itu kemudian diimpor udah 18:07 balik namanya jadi keren. 18:09 He sudah tinggal makan. [tertawa] 18:10 Iya dan tinggal makan. Padahal 18:12 sesungguhnya kan itu bisa kita ee apa 18:15 namanya? Bisa kita ee fabrikasi sendiri 18:17 sih karena sangat simpel sesungguhnya 18:20 kok gitu. Nah, itu yang ee untuk 18:22 karbohidrat. Kemudian untuk protein 18:25 seperti apa? Nah, protein itu kan 18:27 terdiri atas dua hal. Satu protein 18:29 nabati, 18:31 kedua adalah protein hewani. 18:33 Nah, saya ke hewani dulu. Kalau ini kita 18:36 bicara pandemi corona ya, protein hewani 18:39 terbaik itu adalah unggas beserta dengan 18:42 telurnya. 18:44 Jadi, pilihlah ayam tentu saja ayam 18:46 kampung yang terbaik. kemudian juga 18:48 telur. Karena komponen protein yang ada 18:51 di dalamnya itu sangat bermanfaat dalam 18:53 kita di masa pandemi Corona ini. Lalu 18:56 protein hewan yang lain adalah ikan, 18:59 ikan-ikan. 19:00 Syukur-syukur ayam sama ikan itu sudah 19:04 bisa diternakkan sendiri di rumah. 19:07 Mumpung kita semua WFH ya. [tertawa] 19:10 Sehingga kita bisa mendapatkan ayam yang 19:13 terbaik ya. Kemudian telurnya juga 19:16 terbaik, ikan-ikannya juga yang terbaik. 19:18 Itu protein hewani. Kalau protein abati 19:21 seperti apa? Nah, kita mendapatkan apa 19:25 namanya? Hikmah ya dari ee bagian bagian 19:29 yang penting ya di buku saya nutrisi 19:31 surgawi itu adalah kacang-kacangan ya. 19:34 Itu ada di surat Quran surah Albaqarah 19:36 ayat 61 ya. 19:38 Jadi wa adasiha ya adas atau kacang. 19:42 Kalau ada situ kan kacang lentil, kacang 19:44 Arab ya. Karena memang waktu itu sedang 19:46 bicara tentang kondisi di Mediteria ya. 19:49 Nah, kalau di sini kita punya banyak 19:52 sekali kacang-kacangan yang tak 19:54 terhitung jumlahnya ya. Mulai dari 19:56 kacang kedelai bisa kacang kedelainya 19:59 sendiri atau dalam bentuk tempe atau 20:01 tahu atau taucho atau jadi kecap gitu 20:05 ya. Semua itu makanan yang disebut 20:07 simbiotik ya. Jadi makanan yang sangat 20:10 baik karena mengandung ee mikrobiota itu 20:13 sangat bagus. Lalu kacang yang lain 20:16 silakan kacang hijau, kacang merah, 20:18 kacang hitam, kacang apalagi ya? Kacang 20:21 polong, buncis, kacang panjang, 20:24 banyak sekali. Termasuk ada juga tuh 20:27 jenis polong-polongan atau 20:29 kancang-kancangan yang sangat populer di 20:31 saya perhatikan tuh masyarakat ee ee 20:33 senang banget itu dengan yang namanya 20:35 daun kelor atau moringga ya. Sebenarnya 20:38 kan dia itu ee kategorinya kan ee 20:41 kacang-kacangan ya, tetapi kita lebih 20:44 familiar atau lebih banyak mengasuk ee 20:47 daunnya untuk dipakai segala macam ya 20:50 itu juga silakan. Nah, itu untuk e 20:53 sumber protein. Lalu protein yang lain 20:55 kita juga bisa dapatkan dari 20:58 sayur-sayuran yang rasanya gurih ya, 21:01 seperti brokoli, kemudian tadi yang saya 21:05 sebut ya, kacang buncis, kacang panjang 21:06 seperti itu. Kemudian juga daun-daunan 21:09 yang berasal dari kacang-kacangan. Daun 21:12 apa tuh? Daun kacang. Kemudian 21:16 daun yang umbi-umbinya juga kita makan 21:18 seperti misalnya daun singkong ya. 21:21 Kemudian daun pepaya itu adalah makan ee 21:24 sayur-sayuran yang kandungan proteinnya 21:27 tinggi. 21:28 Lalu kemudian lemak. Nah, lemak kalau 21:31 untuk pandemi corona ini ya ee 21:35 lemak yang terbaik itu adalah dari lemak 21:38 nabati bukan dari lemak hewani. 21:41 Kalau lemak hewani kita insyaallah sudah 21:43 mendapatkan tadi dari ikan, kemudian 21:46 dari ayam dan dari telurnya. Nah, jadi 21:48 kita enggak usah khawatir. Kemudian asal 21:51 seorganik mungkin ya, asal pakannya juga 21:53 organik, enggak dikasih hormon, enggak 21:56 dikasih vitamin-vitamin yang kimiawi 21:59 sifatnya ya. Jadi betul-betul makanan 22:01 organik insyaallah kita mendapatkan 22:03 lemak yang diperlukan untuk tubuh kita. 22:06 Lalu lemak yang nabati itu yang terbaik 22:09 ya. Jadi lemak dari kacang-kacangan, 22:11 minyak dari kacang-kacangan, minyak 22:13 wijen, minyak kedelai gitu. Sama juga 22:16 minyak dari kelapa ya. Kelapa itu juga 22:19 biji loh ya. Kelapa itu walaupun besar 22:21 itu kan biji-bijian tuh ya. 22:23 Itu minyaknya yang namanya VCO itu juga 22:25 sangat bagus kita konsumsi pada masa 22:28 pandemi Corona ini. Nah, itu adalah 22:31 untuk lemak. Nah, lalu kemudian dari ee 22:34 mikronutrisi ya ee fito vitamin, 22:38 kemudian mineral, kemudian fitonutrisi 22:40 dan antioksidan itu kan kita dapatkan 22:43 utamanya sumber terbesar adalah dari 22:45 sayur-sayuran, kemudian dari buah-buahan 22:48 beraneka ragam, beraneka warna. Sangat 22:52 bersyukur kita sebagai ee orang yang 22:55 dilahirkan di Indonesia ya, kita mau 22:57 buah apa saja ada dari Sabang sampai 23:00 Merauke. Kita mau sayuran yang warnanya 23:03 apa saja ada. 23:05 Jadi itu 23:07 itu yang kita perlukan. Terakhir adalah 23:10 kelompok bunga-bungaan dan 23:12 rempah-rempahan. Ya, kok bunga-bungaan? 23:14 Ya, bunga-bungaan biasanya kita familiar 23:16 untuk kita pakai sebagai minuman kan ya. 23:19 He 23:19 minuman misalnya dari telang ya, bunga 23:22 telang, bunga kisan, bunga rosella, 23:25 bunga mawar bahkan ya itu bisa dipakai 23:28 untuk menambahkan antioksidan yang 23:31 diperlukan oleh tubuh kita untuk menjaga 23:33 ketangguhan imunitas kita. Lalu 23:36 rempah-rempahan ya, rempah-rempahan yang 23:37 terbaik selama pandemi Corona itu adalah 23:40 jahe-jahean 23:41 ya. Jahe-jahe itu kelompoknya besar 23:43 mulai dari jahe itu sendiri. Mau jahe 23:46 merah, jahe pedas itu yang kecil-kecil 23:49 itu cabe rawit itu ya sampai jahe putih. 23:52 Lalu kelompok keluarganya jahe-jahean 23:55 seperti kunyit, kemulawak ya. Kalau 23:58 untuk pandemi corona saya sarankan 24:00 selain jahe, kunyit ya itu jauh ee 24:03 artinya ee menjadi prioritas. Berikutnya 24:06 lagi adalah sereh, 24:08 kemudian juga jeruk-jeruk yang kita bisa 24:11 masukkan di dalam kategori 24:12 rempah-rempahan seperti jeruk lemon, 24:15 jeruk nipis. 24:17 Iya. Itu dipakai sebagai ee penambahan. 24:21 Mau diaplikasikan, 24:23 mau diaplikasikan di apa? Di makanan 24:27 juga bisa ya. dicampur jeruk limon ee 24:30 lemong chui itu ya, jeruk Kalimantan 24:32 atau jeruk Sulawesi itu juga bisa 24:34 dimasukkan ke makanan apa, ikan atau 24:37 ayam juga gitu kan. Jadi kita 24:39 mendapatkan vitamin, mineral dan ee 24:42 antioksidannya. Jadi seperti itu kurang 24:45 lebih ketika kita ee apa namanya 24:49 memberikan nutrisi yang terbaik. Lalu 24:51 untuk buah apa yang menjadi prioritas? 24:54 Nomor satu adalah buah pisang. 24:56 Heeh. Pisang itu iya pisang itu sangat 24:59 betul. Pisang itu buah surga ya. Dan 25:03 alhamdulillah kita ini 25:05 ratusan jenis pisang dan enggak 25:07 kurang-kurang. Pisang itu tidak kenal 25:09 musim, penuh dengan ee kandungan nutrisi 25:13 yang terbaik. Kemudian bisa kita beli 25:16 kapan saja mau pagi, siang, sore, malam. 25:19 Harganya pun juga sangat murah. Bahkan 25:22 kita tanam sendiri di rumah juga bisa 25:25 ditanam enggak usah di kebun, di pot pun 25:27 juga bisa. Jadi silakan lihat YouTube 25:29 ya. Nah, pisang is a must ya. Jadi harus 25:32 ada di rumah. Kemudian buah-buah yang 25:35 lain itu setelah pisang ya prioritas 25:38 pertama pisang. Prioritas kedua adalah 25:40 buah-buahan dengan biji yang banyak. 25:43 Berbuah berbiji banyak ya. 25:46 Seperti apa tuh? Delima, kemudian 25:49 anggur, mark. jambu biji, apalagi ya, 25:54 semangka, melon, pepaya ya. Bagi yang 25:57 bijinya bisa dimakan, silakan dikonsumsi 26:00 dengan sebiji-bijinya. 26:02 Bagi yang tidak senang dengan bijinya 26:05 seperti biji pepaya, kan enggak bisa tuh 26:06 karena pahit ya. Semangka enggak bisa 26:09 bijinya karena keras ya. Silakan 26:11 disisihkan. Itu jatahnya burung 26:14 ditebarkan aja di luar rumah. 26:17 Jadi semua dapat ya. Ee seperti itu 26:20 kurang lebih ee Bu Nuning ya panduan apa 26:23 pemantik diskusi ee kita pada 26:27 ee saat sekarang ini. Silakan nanti 26:29 mungkin kita bisa elaborasi lagi dengan 26:31 pertanyaan-pertanyaan yang mungkin 26:34 audiens perlu bertanya lebih jauh kepada 26:36 kita. 26:37 Baik, terima kasih Dr. Tifa. Yang jelas 26:40 ee ikhwan akhwat dari gambaran tadi 26:43 kayaknya banyak deh yang bisa kita 26:45 siapin di rumah. Banyak juga yang bisa 26:47 kita buat dan kalau di tangan kita yang 26:50 penuh cinta ini taburannya adalah kasih 26:53 sayang. Makanannya pasti jauh lebih 26:55 sehat ya. Baik, nanti kami akan kembali 26:57 ke ruangan Anda. Sementara kita jeda 27:00 sejenak tetap bersama Rasil TV untuk 27:03 Islam yang satu di acara ruang [musik] 27:14 [musik] 27:19 [musik] 27:27 terima kasih 27:28 masih tetap bersama Rasil untuk Islam 27:31 yang satu. Ikhwan akhwat yang disayang 27:33 Allah, kita masih di ruang kesehatan 27:36 bersama dr. Reti Fauziah yang tengah 27:40 membahas nutrisi terbaik selama pandemi. 27:45 Tadi sudah kita dengar, tapi kalau ke 27:47 pertanyaan eh Drkoter Tifa tadi ada 27:49 suara di sebelah kanan. Mbak Nuning, aku 27:52 itu sukanya makan junk food. Jadi gimana 27:55 dong? Susah enggak ada keluarga, aku 27:57 tinggal sendirian di kos-kosan. Nah, 28:00 loh, [tertawa] 28:02 gimana, Dok? 28:04 Iya. Jadi, Manun itu kan pertanyaan yang 28:07 banyak juga masuk ke saya gitu. 28:09 Heeh. 28:10 Intinya sih sebenarnya soal ee bagaimana 28:12 kita menempatkan makanan ini. Apakah 28:15 hanya sekedar untuk mengganjal lapar ya, 28:18 menghilangkan lapar saja 28:20 atau kita juga ingin mendapatkan manfaat 28:22 dari makanan yang kita makan. Nah, tentu 28:25 saja jawabannya pasti pengin dong dapat 28:27 manfaat ya. Sekarang kalau soal manfaat 28:30 berarti ada sesuatu yang kita sebut ee 28:33 kesadaran untuk makan yang sehat. 28:36 Jadi sebelum kita ee berpikir ee makanan 28:40 apa yang harus kita makan itu harus ada 28:42 kesadaran dulu tentang makanan yang 28:44 sehat yang memang tubuh kita perlukan. 28:47 Bukan sekedar sekali lagi bukan mulut 28:50 sama lidah kita aja yang suka ya, tetapi 28:52 makanan kita memang betul-betul makanan 28:54 yang diperlukan oleh tubuh kita yang 28:56 namanya makanan fungsional. Nah, 28:58 kesadaran itu bisa diperoleh kalau punya 29:01 pengetahuan gitu. Jadi, kenapa sih orang 29:03 enggak tahu apa yang harus dia makan 29:06 yang bagus karena dia enggak punya 29:07 pengetahuan yang cukup. 29:09 H 29:09 pengetahuan yang cukup kemudian 29:11 diaplikasikan itu akan menghasilkan 29:13 kesadaran. Namanya teori bloom ya. Jadi 29:16 pengetahuan dulu, pengetahuan kita 29:18 menjadi tahu, terus kemudian pengetahuan 29:21 itu kita aplikasikan kita menjadi paham, 29:24 aplikasinya berlangsung terus-menerus 29:26 menjadi kebiasaan ya. Kebiasaan atau 29:29 habit itu menghasilkan kesadaran ya 29:31 memang harus ada di level tersebut 29:33 sehingga pandemi corona ini harus 29:35 menjadi hikmah. Hikmahnya apa? 29:38 kita semua ini kan harus pengetatan ikat 29:40 pinggang ya 29:41 di masa pandemi sekarang ya tidak ada 29:44 yang tidak terimbas secara ekonomi. Jadi 29:46 kan kesempatan nih buat kita untuk 29:48 sedikit mengerem dulu yang 29:51 pastinya sih enggak ada remnya ya kita 29:53 bisa makan apa aja bisa jajan apa aja. 29:56 Sekarang kita semua berhitung kan ee 29:59 kita mengeluarkan uang untuk mendapatkan 30:01 makanan harusnya kita hitung-hitung nih 30:04 saya mengeluarkan uang sekian saya dapat 30:05 makanan yang sehat enggak nih gitu. He 30:07 he. 30:07 Lalu kalau problemnya itu adalah 30:09 ketersediaan misalnya seperti di cost 30:11 gitu. Sesungguhnya sih kalau pengetahuan 30:14 sudah ada kemudian kesadaran sudah 30:16 muncul sebetulnya tidak ada satuun 30:19 keterbatasan yang menjadi kendala gitu. 30:22 Misalnya contoh ya kita di kos adanya 30:25 kompor sama panci. Sebetulnya enggak ada 30:27 masalah buat kita untuk nyiapin makanan 30:29 sehat sendiri loh. Panci tinggal diisi 30:31 air kemudian tinggal 30:32 dicemplung-cemplungin sayur. 30:36 Kemudian misalnya kepengin apa tadi yang 30:39 yang saya bilang sehat misalnya e 30:41 karbohidrat. Kalau enggak punya nasi 30:44 putih, enggak punya apa ee kalau enggak 30:48 punya nasi, enggak punya yang lain-lain, 30:49 bisa aja ngerebus jagung karena jauh 30:52 lebih sehat, seratnya tinggi atau rebus 30:55 umbi ya, ubi buat cemilan kan bisa 30:58 begitu. 30:59 Ini sih sebenarnya soal pengetahuan dan 31:01 kesadaran sih gitu ya. 31:03 Lalu buah buah juga kan saya tadi sudah 31:05 sampaikan buah yang saya rekomendasikan 31:08 ya itu adalah yang paling sehat itu buah 31:11 surga, buah pisang. 31:13 I kan enggak ada enggak ada problemnya 31:15 kan kalau kita nyambar pisang ke 31:16 mana-mana ya. Pisang semua R.000 sudah 31:21 dapat satu itu tuh satu sisir itu ya 31:23 R.000 31:24 biasanya isinya 18 31:26 18 ya bisa di sama anak kos 3 hari 31:29 sampai 5 hari kan itu. [tertawa] 31:32 Iya 31:33 iya. Jadi Heeh 31:35 yang penting kesadaran dan bisa jadi 31:38 gaya hidup anak-anak kos berubah. Enggak 31:40 tinggal pesan beli makan. makan tapi ee 31:43 mau ke dapur itu enggak pria enggak 31:45 wanita loh ya. 31:46 Iya betul betul. [tertawa] 31:48 Enggak pria enggak wanita. Terus terkait 31:50 dengan camilan tadi, Dok, orang yang 31:52 suka ngemil. Yang suka ngemil yang sehat 31:55 tadi ee kalau enggak salah 31:57 kacang-kacangan ya. 31:58 Iya, kacang-kacangan juga boleh jadi 32:01 cemilan. 32:03 Cemilannya. Terus kalau yang saya edik 32:05 sama cokelat gimana, Dok? 32:07 [tertawa] 32:09 Oh, cokelat itu termasuk ee makanan yang 32:12 disebut makanan prebiotik ya. 32:14 Coklat ituak enggak ada salahnya. Itu 32:16 coklat sangat bermanfaat. 32:18 Wah, berita bagus nih. Sangat tinggi. 32:21 Iya. Hanya, nah, pakai hanya nih 32:24 gulanya juga ya. 32:25 Iya. Jadi, pilihlah cokelat yang gulanya 32:28 ee rendah 32:30 atau dark cokelat gitu. Jadi memang 32:32 lebih banyak unsur cokelat dibanding 32:34 sama unsur gulanya. Jangan sampai beli 32:37 gula yang dicoklatin. 32:39 Nah, terbalik tuh. Ya, 32:41 oke. Cokelatnya sendiri oke banget. Buat 32:43 perasaan juga nyaman. Apalagi yang hobi, 32:46 tetapi ingat, ambil yang dark chocolate 32:50 yang tidak terlalu manis gitu ya. 32:52 Iya. Oke. Terus kalau tadi dokter 32:55 sebutkan karbo 32:58 enggak tinggi itu selain kalau misalnya 33:00 beras-beras putih ambil yang coklat atau 33:03 yang hitam kan karbo enggak cuman dari 33:06 nasi ya, Dok ya. Nah, itu yang lain 33:08 kandungannya seperti apa? 33:10 Iya, misalnya contoh ya ee alternatif 33:13 pengganti nasi kan sebenarnya banyak 33:15 sekali ya. He, 33:16 seperti yang tadi satu contoh 33:17 umbi-umbian yang sekarang sudah familiar 33:20 sekali, populer banget dipakai sebagai 33:22 ee bahan nasi an beras analog ya. Beras 33:25 analog itu adalah bahan selain padi yang 33:29 bisa dikategori ee bisa dibentuk seperti 33:31 beras itu macam-macam sekarang di 33:33 pasaran ya. Ada beras siraaki tadi yang 33:36 dari umbi, kemudian ada beras jagung, 33:40 kemudian ada beras sagu ya. Beras sagu 33:43 ini sangat saya rekomendasikan. He. 33:45 Jadi seakan-akan makan beras tapi itu 33:48 sebetulnya bukan dari padi kan lebih 33:50 sehat. Lalu ada lagi beras barle. Beras 33:53 barle ini berasnya Rasulullah 33:55 sallallahu alaihi wasallam di Arab sana. 33:58 Itu juga saya lihat sekarang sudah mulai 34:00 banyak kok di 34:01 apa di ee online gitu. Silakan. Lalu 34:05 kalau memang tidak beras-berasan, tidak 34:07 biji-bijian ya serealia apa umbi-umbian 34:11 ya. Umbi-umbian itu sendiri. Jadi ini 34:13 kan soal tinggal soal kebiasaan aja sih 34:15 gitu. [mendengus] Saya kan sedang 34:17 melakukan penelitian ya gastronomi 34:19 ee lokal dan perenial. Jadi maksudnya ee 34:23 olah makanan yang sesuai dengan kekayaan 34:26 lokal hayati dan merupakan warisan adil 34:30 luhung dari nenek moyang kita. 34:32 He. 34:33 Ternyata nenek moyang kita itu bukan 34:36 bangsa pemakan nasi loh ya 34:38 sebetulnya ya. [tertawa] 34:40 Iya. Jadi kita baru diperkenalkan nasi 34:42 menjadi kebiasaan itu baru abad 15 tuh 34:45 sejalan Indonesia diduduki VOC ya 34:48 dulu sebelum abad 15 ya di zaman purba 34:52 ya di zaman ee Indonesia masih purba 34:55 gitu kita kenal juga dengan beras purba 34:57 jadi beras itu sesungguhnya dari 34:59 Indonesia tapi beras purba yang ada di 35:02 sekitar 2 juta tahun lalu sampai 200.000 35:04 tahun yang lalu ya 35:05 kita masih punya kok warisan beras purba 35:07 namanya beras huma. Mbak Nun pernah 35:09 dengar kan beras huma? 35:11 Iya. He 35:11 di Jawa Barat atau beras Gogo ya kalau 35:14 di Jawa padi gogo itu ya. 35:17 He. 35:18 Itu sebetulnya beras-beras purba, beras 35:20 asli Indonesia. 35:22 Saya sekarang ini sedang Iya. beras 35:24 human atau beras purba ya. Beras 35:27 yang tidak perlu air banyak itu ya. 35:29 Heeh. He 35:30 tidak perlu atau beras hutan atau beras 35:32 ini. Saya kan sedang berkeliling ini 35:34 untuk menemukan padi-padian asli 35:37 Indonesia. Lalu umbi-umbian tadi itu 35:40 hanya soal kebiasaan aja sih. Kalau kita 35:42 Mbak Nun sama saya kan ee besar di Jogja 35:45 ya. Kita kan kenal kan nasi tiwul ya. 35:48 Heeh. Se tiwul. 35:51 Iya sego tapi tiwul. Jadi dari singkong 35:54 atau dari umbi itu sangat sangat 35:57 familiar pada kala dulu ya. Sekarang ini 36:00 sangat bagus di era pandemi ini kita 36:02 bisa sosialisasikan kembali menjadi 36:04 makanan yang keren. 36:06 Iya. Iya. 36:06 Makan. Iya. Bisa dimakan pakai ikan, 36:09 bisa dimakan pakai lauk yang lain. Itu 36:11 cocok kok. 36:12 Sekali lagi ini soal kebiasaan aja. 36:15 Heeh. Mari. Pandemi membuat kita memilih 36:18 pilihan-pilihan yang menyehatkan kalau 36:21 mau. Sekarang kalau soalnya kalau mau 36:23 kan tadi dokter Tifa sudah bilang ya, 36:25 mari kita ubah mindset kita untuk lebih 36:27 sehat dengan bla bla bla. Dok, Dok, 36:30 kalau jamur gimana, Dok? Tadi tadi tidak 36:33 apakah itu termasuk ee makanan juga yang 36:35 oke karena ada orang-orang tertentu yang 36:38 hobi banget jamur. Entah itu dibuat ee 36:41 lauk basah atau digoreng gitu. 36:44 Saya tuh termasuk penggemar jamur juga. 36:47 Oh, asal jangan jamuran ya. Boleh 36:48 dibilang [tertawa] ya. Boleh dibilang 36:50 setiap hari itu ada unsur jamur. Karena 36:51 jamur itu kategorinya kan sebenarnya 36:54 bunga dia ya. bunga yang tidak seperti 36:56 bunga pada umumnya ini dia langsung 36:58 tumbuh dan kemudian merekah menjadi 37:00 bunga. Lalu juga jamur itu juga di dalam 37:04 Al-Qur'an juga ya manna waktu 37:07 ee zamannya ee Bani Israil itu bersama 37:09 Nabi Musa Alaih Salam itu kan di sedang 37:12 tersesat di gurun itu 40 tahun ya itu 37:15 kan Allah Subhanahu wa taala kan 37:16 membekali dengan dua jenis makanan mana 37:18 dan salwa ya mana salwa 37:21 itu ee jamur dan burung daging unggas 37:24 yang didatangkan langsung oleh Allah 37:25 dari langit gitu ya 37:27 seperti itu. Nah, ini juga ternyata 37:29 berdasarkan penelitian juga sudah saya 37:31 muat dalam buku saya Nutrisi Surgawi. 37:33 Penelitian ribuan tahun ya. 37:35 He 37:35 ya. penelitian yang lebih dari 3.000 37:38 tahun itu ya sampai dengan hari ini 37:41 ternyata memang jamur itu adalah ee 37:43 sumber pangan yang boleh dikata utama 37:46 dan menjadi prioritas terutama di masa 37:49 pandemi ini. Silakan diaplikasikan mau 37:52 dibikin jadi sup masukin ke cah sayuran 37:57 atau dimakan begitu aja gitu kan bikin 38:00 salad gitu tapi saya memang tidak 38:03 merekomendasikan jamurnya digoreng. 38:06 [tertawa] 38:07 crispy-krpy juga enggak usah gitu ya, 38:09 Dok ya. 38:09 Cemilan boleh aja sih untuk menyenangkan 38:12 hati kita ya, 38:14 menyenangkan jiwa kita sesekali kepengin 38:15 cemilan yang crispy-krispy ya. Tapi 38:18 ingat bahwa kita sudah kehilangan 38:21 sebagian besar unsur nutrisinya gitu kan 38:23 kalau digoreng. 38:24 Digoreng. Heeh. Heeh. 38:25 Ya, sekedar untuk menyenangkan hati aja 38:27 tuh. Kalau namanya goreng-goreng itu, 38:29 kalau saya pernah dengar ya, Dok ya, 38:31 katanya jamur itu termasuk antibakteri, 38:35 bahkan dia merupakan memiliki sifat 38:38 antivirus gitu. 38:40 Oh, iya. 38:41 Sebetulnya seluruh ee karunia 38:45 Allah Subhanahu wa taala dalam bentuk 38:47 tetumbuhan ya yang di dalam kitab suci 38:50 Al-Qur'an itu mengandung unsur anti 38:54 mikroba ya, antioksidan 38:57 bahkan juga antivirus gitu. Kalau mau 38:59 spesifik sih silakan baca buku saya ya. 39:01 Tapi ee karena pertanyaan Mbak Nun 39:04 adalah tentang jamur, ya saya sampaikan 39:06 bahwa jamur itu kandungannya itu 39:09 antioksidannya sangat tinggi. Kemudian 39:11 juga selain itu proteinnya juga bagus 39:14 ya. Dia sumber protein yang bagus. 39:16 Sedikit ada karbohidrat tetapi itu juga 39:18 karbohidrat yang bagus dan penuh dengan 39:21 ee yang disebut sebagai bioactive 39:23 compound atau komponen bioaktif ya yang 39:26 berfungsi berdasarkan penelitian itu 39:28 anti ee mikroba ya. 39:31 mikroba itu adalah virus. Jadi, tetapi 39:34 memang kalau kita pengin dapatkan 39:36 manfaat jamur seperti itu, maka 39:39 sebaiknya aplikasinya itu jangan dimasak 39:42 terlalu lama di dalam di atas kompor. 39:45 Tapi. Heeh. 39:46 Iya. Jadi supaya kita masih dapat ee 39:49 ininya apa? Manfaat secara maksimalnya 39:51 gitu. Jadi aplikasikanlah jamur itu di 39:54 saat-saat terakhir banget sekitar 1 39:56 menit aja. Jadi semua masakan itu sudah 39:58 bagus gitu ya. sayuran misalnya kita 40:01 bikin cap cai misalnya atau cah sayuran 40:04 lalu jamur itu taruh di terakhir. 40:06 Kalau 40:07 mempel Mas angkat gitu ya. 40:10 Sup jadi dulu jamurnya cemplung angkat 40:14 gitu. Sekedaruh ini aja kuman. 40:17 Betul. Kalau bawang putih, Dok katanya 40:20 itu juga keren banget. 40:21 Oh iya sangat. 40:22 Seberapa seberapa keren sih? 40:24 Iya bawang putih itu kan tersebut di 40:27 dalam Quran surah Albaqarah ayat 61 juga 40:29 ya. Jadi bawang putih bukan sekedar 40:32 bawang putih sih sebenarnya tapi 40:33 keluarga bawang-bawang ya 40:36 albasol ya albasol itu keluarga 40:38 bawang-bawangan yang terentang ee luas 40:41 ya mulai dari bawang putih sendiri 40:42 garlic ya kemudian bawang bombai yang 40:46 kita kenal bawang bomb onion ya termasuk 40:48 juga bawang merah salot daun bawang 40:51 sampai bawang tunggal 40:53 bawang dasun 40:55 ee lokio ya bawang batak gitu ya 40:59 bawang-bawang deh pokoknya ya itu bagus 41:02 sekali dan saya pun juga sangat hobi 41:06 dengan bawang itu dan bawang itu juga 41:09 bisa dijadikan sebagai makanan yang 41:11 betul-betul menunjang ee kemampuan 41:15 imunitas kita yang ada di dalam saluran 41:17 pencernaan kita ya namanya simbiotik ya 41:19 simbiotik jadi dipakai dengan cara apa? 41:22 Dibikin acar 41:24 ee 41:25 jadi acar bawang putih maupun acar 41:27 bawang merah ya. He. 41:28 Selain unsur nutrisi yang ada di dalam 41:31 bawang itu tidak hilang, dia juga 41:33 meningkat kapasitas nutrisinya karena 41:35 dia menjadi simbiotik. Karena di dalam 41:38 acar itu kan sudah terfermentasi kan, 41:40 terfermentasi menghasilkan fermentasi 41:43 ya. Itu hasilnya adalah bawang itu 41:45 menjadi simbiotik ya, 41:47 makanan yang sangat sehat dan sangat 41:49 bermanfaat untuk mengaktifkan imunitas 41:52 tubuh kita yang ada di dalam saluran 41:53 pencernaan. Imunitas tubuh kita itu di 41:56 salan pencernaan itu 85% dari seluruh 41:58 imunitas yang ada di tubuh kita. Jadi 42:00 saya sangat sekali lagi sangat 42:02 merekomendasikan bawang bawangan. 42:06 Titip-titipin aja tuh. Iya. Kalau 42:08 misalnya masak semur ayam gitu ya, 42:10 masukin yang banyak gitu. [tertawa] 42:12 Banyak yang utuh-utuh nanti kita makan 42:14 seperti kacang gitu. Enak sekali. 42:16 Tapi dengan catatan sama dong, jangan 42:18 digoreng gitu. [tertawa] 42:20 Iya. Kalau gini sebetulnya kan ee apa ee 42:25 kalau kita mau masak ya, masak kan kalau 42:27 orangor Indonesia kan sukanya tumis e 42:30 bumbu dulu ya. 42:31 Saya kan tumis. Nah, sebenarnya trik 42:33 untuk menumis tentu saja dengan minyak 42:35 yang sedikit itu ada caranya Mbak Nun. 42:38 Yang selama ini saya perhatikan orang 42:40 Indonesia keliru 42:42 dalam menumis e bumbung terutama 42:44 misalnya bawang. Jadi sebetulnya kan 42:47 misalnya kita pakai apa namanya ee apa 42:50 belanga itu ya wajan 42:51 wajan 42:52 masukin minyak minyaknya yang saya 42:55 prioritaskan minyak kelapa 42:57 atau minyak kacang-kacangan masukin ya 42:59 satu atau du sendok kemudian bahan yang 43:02 udah digerus atau diblender atau 43:04 dicincang itu masukin bawang itu 43:06 misalnya ya kita mau pakai masukin baru 43:08 kompornya dinyalain. 43:10 Oh jangan nunggu minyaknya panas ya. 43:13 Heeh. Heeh. Pak. Nah, setelah kelihatan 43:16 sudah mulai panas itu kita aduk terus. 43:19 Kenapa itu kok diaduk terus? Supaya 43:21 terhindar dari titik didih minyak yang 43:23 menimbulkan kerusakan pada apa yang 43:26 dimasukkan. 43:27 Nah, begitu udah harum gitu ya. 43:30 Iya. Lalu masukin semua bahan yang lain 43:32 kan. Nah, selesai tuh minyaknya enggak 43:35 enggak rusak ya, titik didih enggak 43:37 tercapai dan ee struktur molekul dari 43:40 minyak itu enggak rusak, enggak menjadi 43:42 minyak trans, kita juga mendapatkan 43:45 manfaat baik dari minyak tersebut. 43:47 Ya, 43:47 jadi jangan lupa ya ikhwan akhwat kalau 43:50 yang namanya menggoreng sesuatu, numis 43:52 sesuatu itu jangan nunggu panas dulu 43:53 baru dimasukin gitu ya, Dok ya. 43:55 Masukinnya bareng aja. 43:57 Oke. 43:58 Betul. 44:00 Ya, proses 44:01 iya. Kalau terkait buah, Dok, ada orang 44:03 yang suka banget sama alpukat. Alpukat 44:06 itu termasuk juga enggak karena kan e 44:08 sama lunaknya dengan pisang ya. 44:10 [tertawa] 44:11 Gimana, Dok? Alpukat saya juga sangat 44:14 favorit sama alpuket ya. 44:16 Alpuket itu intinya kalau bisa ada 44:18 setiap hari tuh saya ya. Ya, karena 44:21 alpukat apa? Saya menggunakan alpukat 44:23 untuk menjadi sumber ee lemak bagus ya. 44:28 Sumber lemak bagus. sumber lemak bagus 44:30 karena memang kandungannya itu dia nomor 44:32 satu tuh lemak lemak nabati yang sangat 44:34 bagus kemudian dia mengandung protein 44:37 karena itu kan jadi heavy ya kalau 44:39 dimakan itu kan kenyang 44:41 tetapi dia memang ada kalorinya yang 44:43 tinggi. Makanya kita mesti juga harus ee 44:47 mempertimbangkan jumlah kalorinya 44:48 tersebut. 44:49 Hitung-hitunganlah ya. 44:51 Iya. Jangan ee apa namanya alpukut gede 44:54 banget dimakan langsung sekaligus ya. 44:56 Jadi kita mesti tetap berhitung. Lalu ee 45:00 apa namanya? Alpuket itu sendiri itu 45:02 sebenarnya kategorinya juga tidak buah 45:05 murni ya. Karena dia itu masuk di dalam 45:07 kategori kacang-kacangan juga. 45:09 Sama seperti ee biji-bijian juga ya. Dia 45:12 biji-bijian kacang. Biji-bijian gitu. 45:14 Sama seperti kelapa. Kelapa itu kan 45:16 biji-bijian juga tuh. 45:17 Iya. 45:18 Hanya bentuknya aja gede. 45:19 Gede. Heeh. 45:19 Iya. Alpukut. Alpukut itu sebenarnya 45:22 buah yang dia sebenarnya biji kan hanya 45:26 terselimuti oleh ee daging yang ee 45:29 sangat kaya dengan lemak bagus yaitu. 45:33 Iya. Apuket keren banget. Jadi 45:36 enggak masalah ya. 45:37 Iya. 45:38 Ada yang bilang, Dok, katanya ada yang 45:40 bilang katanya kalau apuket itu jangan 45:42 dicampurin apa-apa deh biar ee apa 45:45 namanya? Nutrisinya lengkap. Kalau sudah 45:47 dicampur susu atau dicampur gula katanya 45:50 berkurang apanya gitu. Itu menurut 45:52 dokter gimana? 45:55 Ee sebetulnya sih bukan berkurang apanya 45:57 ya, tapi membuat ee apa namanya? Secara 46:00 keseluruhan menjadi makanan yang kurang 46:03 bagus. 46:04 Hm. He. 46:05 Kalau orang Indonesia kan kebiasaannya 46:06 karena enggak belum terlalu familiar 46:08 dengan rasa alpuket yang 46:12 kan sukanya dikasih susu kental manis, 46:15 dikasih lagi sirup gitu kan. 46:18 Nah, yang apa yang tidak sehat itu kan 46:21 susu kental manis sama sirupnya. 46:23 Alpuknya sih baik-baik aja enggak ada 46:25 masalah. 46:27 Cuma ketika alpuket Heeh. alpuket 46:29 sendiri itu cuma ee setengah dari 46:31 alpuket itu kan 80 sampai 100 kalori ya. 46:34 He. 46:34 Tapi begitu ada susu kental manisnya, 46:36 begitu ada sirupnya jadi esteler, maka 46:40 kalorinya naik tuh jadi 600. [tertawa] 46:43 Masalahnya di situ ya, 46:46 bukan sesuatunya berkurang dari alpuket, 46:48 tapi karena ditambahin sesuatu yang akan 46:50 membuat kita jadi rugi. Karena 46:52 kebanyakan kalori, sebaiknya enggak usah 46:54 dicampur-campur yang manis-manis. Ya, 46:56 Dok. Kal kalau bicara soal sayuran tadi 46:59 dengan berwarna dengan segala macam. 47:03 Ada yang ingin tahu soal ketimun nih, 47:04 Dok? 47:06 Timun itu termasuk buah apa sayur enggak 47:08 sih? Kok kayaknya keren banget kalau 47:10 dibuat makan apapun gitu. 47:13 Gimana soal ketimun? 47:15 Oh iya iya. Timun itu salah satu yang 47:19 juga disebut dalam Quran surat Albaqarah 47:20 ayat 61 ya kita ya. He. 47:23 Jadi, timun itu keluarganya besar. 47:25 Keluarganya besar termasuk timun. 47:27 Kemudian ee apa 47:30 ee melon, kemudian tim ee labu-labuan 47:34 ya, labu parang, labu air, labu kuning, 47:38 terus semangka sama melon. Itu semua 47:41 keluarga besarnya timun termasuk pare 47:44 juga ya. Itu termasuk oyong ya. Poyong 47:47 itu termasuk keluarga besar dari 47:49 ee curi, ada okra, ada apalagi ya, 47:52 Zukini ya, itu besar sekali dan dia 47:55 adalah prebiotik ya, prebiotik artinya 47:58 bagian dari unsur ee nutrisi dari 48:01 tumbuhan yang sangat menjadi bahan baku 48:05 utama untuk tumbuhnya imunitas di dalam 48:07 tubuh kita. 48:09 Jadi, sangat saya sarankan 48:11 timun itu mudah banget didapat lagi ya. 48:13 Jadi Indonesia ini luar biasa banget 48:16 dengan tumbuhan-tumbuhannya. 48:18 [tertawa] 48:18 Iya. Kalau kategori ini buah sama sayur 48:21 enggak enggak penting ya. Yang penting 48:23 makan timun deh sama teman-temannya. 48:25 Tuh kan [tertawa] bisa 48:26 dianya timun timun mengandung vitamin K 48:30 katanya Dok. 48:31 Dan itu kan 48:32 vitamin K vitamin K 48:34 [terkesiap] 48:35 ya pokoknya yang penting ke 48:36 dalam tubuh. 48:37 Eh yang jelas timun gampang didapat 48:40 harganya murah dan segar enak gitu ya, 48:42 Dok ya. 48:43 Heeh. Terus kalau wortel, Dok, kalau 48:45 wortel sepenting apa kita mengkonsumsi 48:47 wortel di masa pandemi ini? 48:50 Ya, jadi kalau di dalam asas nutrisi 48:54 surgawi itu kan saya sebut sebagai seven 48:56 colorsan ya, tujuh warna dan tujuh ragam 49:00 ee tetumbuhan. Salah satunya tujuh tujuh 49:03 ragam itu adalah umbi-umbian. Wortel itu 49:06 adalah umbi-umbian yang sering 49:09 dikategorikan sebagai sayur ya. Dia kan 49:12 umbi tuh. 49:13 Nah, wortel 49:15 ee salah satunya 49:17 kenapa kok dia disebut sayur? Suka 49:19 disebut sayur karena unsur vitamin, 49:21 mineral, dan antioksidan fitonutrisinya 49:24 itu cukup tinggi. Nah, 49:26 maka dia suka juga dikategorikan sebagai 49:29 ee sayur-sayuran ya gitu. Nah, sebagai 49:33 umbi wortel itu sebetulnya yang terbaik 49:36 itu tidak dimakan mentah tetapi dirbus 49:40 atau dikukus. Dimasaklah 49:42 sebentar ya. Justru dengan dimasak maka 49:46 unsur nutrisinya akan meningkat 49:48 sama seperti umbi-umbi yang lain. 49:51 Iya. Tapi kalau misalnya Anda senang jus 49:53 wortel ya enggak apa-apa, enggak ada 49:55 masalah. Hanya ada ee kualitas nutrisi 49:59 yang tidak terurai karena tidak melalui 50:02 proses pemasakan. Enggak ada masalah. 50:05 Iya iya iya 50:06 iya. 50:08 Sayur, buah. Oke. Ikan ee apa namanya? 50:12 Daging ayam unggas ya tadi ya. Kalau 50:15 yang ikan, yang suka ikan doang nih. 50:18 Sukanya ikan gitu. Apakah semua ikan oke 50:21 atau ada ikan tertentu yang dianjurkan 50:24 gitu, Dok? 50:25 Yang saya anjurkan di masa pandemi 50:27 Corona ini adalah ikan dengan daging 50:29 yang tebal dan lemak yang banyak. 50:32 Seperti contoh ikan patin, 50:35 ikan gabus, kemudian 50:39 tongkol enggak ya? 50:41 Tongkol juga masuk tapi 50:43 ee yang apa yang lemaknya tinggi ya 50:47 kalau di laut ya salmon, bawal. Jadi 50:51 kategorinya daging tebal dan lemaknya 50:53 tebal gitu. 50:55 Lele kalau di kalau diternakkan sendiri 50:57 juga bagus karena lemaknya tinggi. 51:00 Lemaknya di dalam ikan itu lemak bagus 51:02 ya, bukan lemak jelek. 51:03 Iya. Iya. 51:04 Silakan. Heeh. Jadi daging tebal sama 51:07 lemaknya tebal. 51:09 Tadi dokter sebutkan 51:10 ee tadi dokter sebutkan 86% 51:13 yang sakit itu sembuh. itu karena mereka 51:16 betul-betul isolasinya benar plus ee 51:19 nutrisi yang di ee konsumsi mendukung 51:23 dengan obat-obatan atau ditambah dengan 51:26 apa, Dok? Semangat yang tinggi juga 51:29 [tertawa] 51:30 86% tinggi juga loh, kan ya. 51:32 Oh, iya iya. Jadi, gini ee misalnya di 51:34 dalam suatu populasi misalnya contoh aja 51:37 Jakarta ya. Jakarta ini kan 51:39 boleh dikata sekarang di masa 8 bulan 51:42 pandemi ini kan sudah OTG semua 51:44 sebetulnya kita 51:45 iya praktis ya. Nah, tetapi kan dari 51:48 kita semua ini kan ada yang sampai 51:50 dengan hari ini pun enggak terpajan 51:52 artinya tidak terkonfirmasi positif gitu 51:54 padahal kita OTG nih kita pernah 51:56 bersentuhan atau pernah bertemu dengan 51:58 jarak dekat dengan orang yang ternyata 52:01 OTG 52:02 ee dia sebutnya positif ya gitu kan. 52:05 Nah, kemudian kenapa kita enggak sakit? 52:07 atau kenapa orang yang terinfeksi nih 52:10 terkonfirmasi positif ya 86% itu sembuh 52:13 karena memang kesembuhan itu tidak 52:15 didapat dari tempat lain ya kesembuhan 52:18 itu didapat dalam diri tubuh manusia 52:21 sendiri 52:22 yang namanya imunitas internal 85% 52:25 imunitas internal itu ada di dalam 52:27 saluran pencernaan yang di-support 52:30 didukung sepenuhnya oleh mikrobiota atau 52:32 jasa trinik yang ada di dalam usus kita. 52:35 Nah, jadi yang 86% itu kemungkinan 52:38 mereka memang memiliki mikrobiota yang 52:40 bagus sehingga yang mikrobiota yang 52:43 bagus itu kan didapat dari apa? Dari 52:46 pola makan yang bagus kan gitu yang 52:48 seimbang tersebut yang seven colors 52:50 gadanya tercapai. 52:51 Kemudian berikutnya juga dia ee memiliki 52:56 ee kekebalan tertentu secara genetik 52:58 terhadap virus corona ini. Itu juga bisa 53:02 karena terkait juga dengan genetik. 53:04 Contoh misalnya ada satu keluarga yang 53:06 terpajat tapi ada tuh yang enggak. Jadi 53:08 benar-benar dia tuh enggak positif. 53:10 Padahal satu keluarga loh semua positif. 53:12 Karena memang ada ee keterlibatan 53:15 genetik di sini. Jadi orang yang 53:17 genetiknya memang tidak ee tidak ee 53:20 selaras dengan genetiknya dari virus 53:22 corona itu biar dia kena juga dia enggak 53:25 enggak akan dia enggak akan sakit 53:28 seperti itu. 53:29 Nah, jadi berita betul iya 53:31 kita bisa meningkatkan 86 86% ini ee 53:36 asalkan seluruh umat manusia di 53:38 Indonesia ini bisa memperbagus ee 53:41 kualitas makanan yang dia makan. 53:43 Sesungguhnya seperti itu. 53:44 Iya. Jadi jangan khawatir, besar 53:47 semangat, gaya hidup yang oke. 53:51 Kemudian kita juga ee ikuti aturan 53:54 mainnya dalam artian protokoler yang 53:56 dianjurkan kita juga ikuti. Insyaallah 53:59 di samping jangan lupa berdoa ya, Dok 54:01 ya. 54:02 Kemudian ee terkait dengan 54:07 kualitas spiritual yang tadi juga dokter 54:09 sebutkan bahwa itu sangat berperan di 54:11 dalam kesehatan ee kita untuk 54:14 menanggulangi kondisi seperti sekarang 54:16 ini. Saran dokter apa nih untuk 54:18 meningkatkannya? 54:21 Ya, pertama kalau ini nomor satu tuh 54:23 kaitannya dengan makanan. Karena makanan 54:25 itu sebetulnya kan suatu makanan itu kan 54:28 makan ya, makan itu kan sangat spiritual 54:31 ya. Sangat. 54:32 Karena aturan makan itu kan diatur jelas 54:35 di dalam Al-Qur'an. Makan yang halal dan 54:37 thayib ya. Nah, sukanya kan kita suka 54:39 motong, kita cuma konsern sama yang 54:41 halal aja tapi thayibnya enggak. Padahal 54:44 itu menjadi satu kesatuan 54:46 halal dan thayib. Jadi makan yang halal 54:49 dan baik. 54:50 Baik dalam arti ya diselaraskan, 54:52 disesuaikan dengan ee kebutuhannya yang 54:54 saya sebut sebagai makanan fungsional. 54:56 Jadi makanan fungsional itu aturannya ya 54:58 halalan thayiban itu tadi 55:00 makanan yang betul-betul berfungsi baik 55:03 untuk tubuh kita seperti itu sih. Jadi 55:07 sangat spiritual. Jadi kemudian 55:09 berikutnya lagi juga Rasulullah 55:11 sallallahu alaihi wasallam juga sudah 55:13 mencontohkan adab atau protokol makan 55:16 yang baik nih. Tata cara makan yang baik 55:18 ya. Kita makan itu 55:21 ketika kita lapar ya. Tapi terakh kan 55:25 enggak boleh kebanyakan. [tertawa] 55:27 Tidak boleh kebanyakan. Berhenti sebelum 55:29 kekenyangan. Itu kan adab tuh. 55:31 Iya. Iya. 55:32 Berikutnya lambung kita itu hanya 55:34 sepertiga aja yang isinya makanan padat. 55:37 Sepertiga lagi isinya cairan. 55:39 Cairan. He. 55:41 Sepertiga lagi isinya udara. Jadi jangan 55:44 sampai makan sampai bersendawa. Itu 55:46 artinya udara 55:47 kekenyangan terbuka. 55:49 Kamu makan jadi udaranya keluar tuh kan. 55:53 Heeh. 55:54 teraniaya ya si udara terpaksa nyingkir, 55:57 terpaksa minggir karena banyak makanan 56:00 yang padat yang lainnya. 56:01 Iya. Kalau kualitas sosial yang tadi 56:04 dokter maksudkan terkait dengan pandemi 56:07 ini yang harus juga kita jaga terkait 56:09 dengan ee nutrisilah. 56:12 Iya. Jadi kan sebetulnya ee definisi 56:16 dari sehat itu sehat itu kan ada empat 56:18 pilar. Sehat fisik, sehat mental, sehat 56:22 sosial, dan sehat spiritual. Itu 56:25 definisinya WHO ya. Nah, iya. 56:27 Kita ini kan untuk pandemi corona ini 56:29 kan kena semuanya tuh kena 56:30 keempat-empatnya. 56:31 Betul 56:32 ya kan? 56:32 Heeh. 56:33 Fisik kita juga terisiko kena infeksi, 56:36 mental kita juga down semua kan, cemas, 56:39 takut, khawatir dan sebagainya. Lalu 56:42 sisi spiritualnya ini yang harus kita 56:44 tingkatkan. Keimanan dan ketakwaan kita, 56:46 kesabaran dan keikhlasan kita. 56:49 menerima pandemi corona ini sebagai 56:50 ujian bersama dari Allah Subhanahu wa 56:52 taala. Ya. 56:54 Lalu ee kemudian juga sekarang kita 56:56 orientasikan makanan spiritual artinya 56:59 makanan fungsional halalan thayiban. 57:01 Bukan sekedar makanan yang kita senangin 57:04 aja ya. Terus kemudian untuk sosial. 57:07 Jadi sekarang ini ee saya selama 5 bulan 57:11 terakhir ya 57:11 Heeh. 57:12 saya membangun satu komunitas di seluruh 57:14 Indonesia ee namanya relawan pejuang 57:17 lawan COVID ya. 57:19 Nah ee itu ee kebanyakan sebagian besar 57:22 aktivitasnya ada di online ya. Kita 57:24 bersama-sama belajar. Saya 57:26 mensosialisasikan menyebaruaskan ilmu di 57:29 dalam komunitas tersebut dan mereka 57:30 nanti tugasnya adalah menyebaruaskan 57:32 ilmu yang mereka dapat sekaligus 57:34 mengaplikasikan. 57:36 Jadi sosialnya ee fungsi sosialnya 57:38 seperti itu. Kita menggetok tularkan 57:42 atau menularkan pengetahuan dan 57:45 kebiasaan yang baik selama pandemi. Lalu 57:48 juga kita sama-sama membangun 57:51 ee kesadaran untuk menanam bahan makanan 57:55 sendiri di rumah, beternak, ikan maupun 57:58 ayam gitu ya. itu kita gaungkan di 58:02 seluruh Indonesia sehingga 58:04 kita kalau pergi keluar untuk ke warung 58:08 enggak perlu harus beli tetek bengek 58:09 segala macam 58:11 karena sebagiannya [berdehem] 58:12 sudah kita sediakan di rumah seperti 58:15 itu. Jadi fungsinya adalah kita 58:17 mensosialisasikan ilmu, bagaimana kita 58:20 mencegah dan menangkal serta menangani 58:23 pandemi corona 58:24 sekaligus juga mensosialisasikan 58:26 gerakan untuk makan dengan kualitas ee 58:31 nutrisi yang terbaik ee yang diperlukan 58:34 oleh seluruh umat manusia. 58:37 Itu fungsi sosialnya seperti itu. 58:39 Iya. Dan Dok, tampaknya kita akan 58:43 rangkum bahasan ruang kesehatan siang 58:45 hari ini terkait dengan nutrisi yang 58:48 terbaik selama masa pandemi. Silakan, 58:50 Dok. 58:51 Iya. Baik. Jadi ee 58:55 [berdehem] ikhwan dan akhwat yang 58:57 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 58:59 Pada siang hari ini kita sudah 59:01 berbincang-bincang tentang makanan 59:03 nutrisi terbaik yang diperlukan selama 59:06 masa pandemi. Makanan yang terbaik 59:08 selama masa pandemi ini kita sangat 59:11 membutuhkan makanan yang disebut makanan 59:13 fungsional. Makanan fungsional itu 59:15 adalah yang memenuhi unsur nutrisi 59:18 selengkap mungkin dan yang dibutuhkan 59:19 oleh tubuh kita untuk bertahan hidup, 59:22 tumbuh, dan berkembang, tetap sehat, dan 59:25 mampu menyembuhkan serta memulihkan 59:26 dirinya sendiri. Allah Subhanahu wa 59:28 taala sudah memberikan perintah 59:31 penjelasan yang sangat ee saintifik ya 59:34 di dalam kitab suci Al-Qur'an yang telah 59:36 juga saya bantu bukukan dengan cara yang 59:39 e dengan bahasan yang sangat mudah 59:41 dipahami dalam bentuk buku nutrisi 59:43 surgawi. Komponen utamanya adalah 59:45 bagaimana kita bisa mengasup tujuh 59:47 kelompok ee tetumbuhan ya unsur 59:50 tetumbuhan yang berwarna-warni dan 59:52 beragam jenisnya. dan dengan yang saya 59:55 tadi paparkan memberikan fungsi untuk 59:58 mencegah, menangkal sekaligus bisa 1:00:00 memulihkan dirinya sendiri ketika di 1:00:03 masa pandemi Corona ini. Masa pandemi 1:00:05 ini adalah masa yang terbaik bagi kita 1:00:08 untuk mengevaluasi, untuk mer-review, 1:00:10 sekaligus untuk melakukan perubahan yang 1:00:14 sangat fundamental terhadap terutama 1:00:17 pola makan kita menjadi jauh lebih baik. 1:00:19 Sesuai juga dengan apa yang sudah 1:00:22 difirmankan oleh Allah Subhanahu wa 1:00:23 taala, makanlah yang halal dan thayib. 1:00:26 Ya, jadi itu artinya adalah makanan 1:00:28 fungsional. tidak hanya sekedar mengejar 1:00:30 halal, tapi juga mengejar fungsi baiknya 1:00:33 untuk tubuh kita. Dengan demikian, maka 1:00:36 kita bisa memenuhi soko guru, empat toko 1:00:40 guru dari ee kesehatan ee manusia yaitu 1:00:43 meliputi kesehatan fisik di mana 1:00:45 imunitas kita juga terjaga. Sehingga 1:00:47 insyaallah dengan imunitas yang terjaga 1:00:49 itu kita akan bisa tercegah dari infeksi 1:00:52 ee corona. Lalu kemudian mental kita 1:00:54 dengan makanan yang baik maka mental 1:00:56 kita juga insyaallah akan menjadi lebih 1:00:58 baik. fungsi spiritual karena makanan 1:01:00 kita juga betul-betul berlandaskan 1:01:02 dengan tuntunan dari ajaran kitab suci 1:01:05 dan fungsi sosial dengan cara kita 1:01:07 menyebarluaskan pengetahuan tentang 1:01:09 makanan yang bermanfaat dan terbaik bagi 1:01:13 seluruh manusia, maka insyaallah kita 1:01:15 bersama-sama bahu membahu untuk 1:01:17 menyehatkan seluruh e rakyat Indonesia. 1:01:19 Selain juga mendapatkan insyaallah amal 1:01:22 jariahnya. 1:01:23 Amin. 1:01:24 Rangkuman yang saya sampaikan, Mbak Nun. 1:01:27 Mudah-mudahan bermanfaat bagi ee ikhwan 1:01:30 dan akhwat sekalian. 1:01:31 Insyaallah mudah-mudahan ya, Dok. 1:01:35 Kesadaran muncul kemudian ee pilihannya 1:01:38 adalah langkah-langkah yang lebih tepat 1:01:40 lagi. Sekali lagi terima kasih banyak 1:01:42 dr. 1:01:45 yang sudah mengisi siang hari ini di 1:01:48 acara ruang kesehatan untuk Rasil yang 1:01:52 juga dapat disimak melalui YouTube Rasil 1:01:55 TV dan mudah-mudahan ya kita betul-betul 1:01:59 berharap di samping berusaha untuk tetap 1:02:02 bisa sehat bukan hanya diri sendiri dan 1:02:04 keluarga tetapi juga lingkungan sekitar 1:02:07 kita, tetangga kita, teman-teman kita. 1:02:10 Mudah-mudahan semuanya terselamatkan 1:02:12 dari pandemi yang sangat-sangat 1:02:14 meresahkan ini, Dok. Sekali lagi terima 1:02:16 kasih ya, Dok. Ya, ikhwan akhwat. 1:02:19 Billahi taufik wal hidayah. 1:02:20 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:02:22 wabarakatuh. 1:02:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:02:25 wabarakatuh.