Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Hamdan katsiran thayyiban mubarakan fi
- kama yuhibbu rabbuna waard.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- abdika wa rasulika sayyidina muhammadin
- wa alih thyibin wasohabatihil
- gurril mayamin wasairina ala nahjihil
- qawim ila yaumiddin.
- Allahumma atina minika rahmah
- waimna min ladunka ilman nafi'afa'na
- bimaamtana.
- Rabbana la tuziq qulubana ba'da
- idzdaitana wahablana min ladunka
- rahmatan innaka antal wahab. Rabbana
- atina min ladunka rahmah wahyi lana min
- amrina rasada. Amma ba'du.
- Yang saya cintai
- seluruh kaum muslimin dan muslimat yang
- dirahmati Allah.
- Kami mengucapkan selamat
- dalam menyambut kehadiran bulan Ramadan
- yang penuh dengan rahmah, berkah,
- yang tak terkira dari Allah Subhanahu wa
- taala.
- Semoga kehadiran Ramadan pada kali ini
- akan mensucikan jiwa kita, menyatukan
- hati kita, kalimat kita
- bekerja sama di jalan Allah Subhanahu wa
- taala,
- beramar makruf, bernahi mungkar
- semata-mata mengharapkan rida Allah
- subhanahu wa taala
- hingga kita dapat
- meneladani Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasallam. dengan
- sebaik-baiknya.
- Sebagaimana firman Allah, "Laqad kanana
- lakum fi rasulillahi uswatun hasanah."
- Sesungguhnya bagi kalian
- pada diri Rasulullah sallallahu alaihi
- wa alihi wasallam terdapat suri tauladan
- yang sebaik-baiknya.
- Dialah merupakan
- contoh kita,
- idola kita, dan suri tauladan kita
- sebagaimana yang ditunjuk langsung oleh
- Allah.
- Dan tidak setiap orang akan mampu
- meneladani rasul hingga memiliki tiga
- kriteria. Limana yarjullaha
- wal yaumal akhir wakakarallaha katir.
- Hanya bagi mereka yang selalu
- mengharapkan rida Allah.
- Begitu pula keselamatan di hari akhir,
- bukan kehidupan dunia ini. Dan hatinya
- selalu mengingat Allah. Oleh karena itu,
- tutur katanya,
- begitu pula pandangan, pendengarannya,
- maupun sikapnya selalu didasari
- harapan
- kepada Allah Subhanahu wa taala dan
- keridaannya. Begitu pula mengharapkan
- keselamatan di hari akhir
- ini merupakan
- jalan yang akan mengantarkan kita menuju
- keselamatan dunia dan akhirat.
- Allah Subhanahu wa taala berfirman dalam
- kitab sucinya
- pada suratul baqarah. Ya ayyuhalladzina
- amanu
- kutiba alaikumusam kama kutiba
- alalladina min qoblikum laallakum
- tattaquun.
- Wahai orang-orang yang beriman. Allah
- menyapa orang yang beriman dengan sapaan
- yang penuh, dengan kecintaan,
- dengan kasih sayang yang membimbing
- mereka
- menuju jalan keselamatan mereka.
- Wahai orang-orang yang beriman, kutiba
- alaikumusam.
- telah diwajibkan atas kalian untuk
- melakukan ibadah siang
- yang manfaatnya kebaikannya semua
- kembali kepada kalian. Oleh karena itu
- Allah gunakan kata kutiba tidak
- menggunakan kata furid. Dan kita tahu
- kata kataba yaktubu dalam bahasa Arab
- berarti jemah
- atau dammasya ilasai yang artinya
- mengumpulkan.
- Oleh karena itu, Alkitab dinamakan
- Alkitab karena terdiri dari kumpulan
- kalimat,
- kumpulan juga
- tulisan yang ditulis ya oleh
- mereka-mereka yang menulisnya.
- Kutiba alaikumusam.
- Allah menggunakan kata kutiba
- yang memberikan harapan bagi orang yang
- beriman bahwa ibadah siam ini bukan
- untuk memberatkan mereka, tapi justru
- untuk mengantarkan mereka menuju
- keberuntungan yang tak terhingga.
- Dan ibadah siam ini bukan hanya ibadah
- yang Allah wajibkan atas umat nabi kita,
- tapi umat-umat sebelum kita juga
- melakukan ibadah siam.
- Adapun kita kaum muslimin, Allah
- Subhanahu wa taala tentukan bulan
- Ramadan, bulan turunnya Al-Qur'an
- sebagai tempat kita menjalankan ibadah
- siam agar kita menyatu dengan Al-Qur'an
- dan petunjuknya.
- La'allakum tattaquun. Dengan ibadah siam
- yang kita lakukan. Baik di siang hari,
- di malam hari membaca ayat-ayat sucinya.
- bukan hanya sekedar menahan lapar dan
- haus, tapi untuk
- menjaga hati kita kebersihannya
- agar selalu betul-betul kita
- menjaga diri kita di hadapan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Kita selalu mengawasi hati kita, menahan
- dari hal-hal yang akan dapat menodainya.
- Kebersihan hati ini yang akan menjadi
- wasilah untuk menuju kebersihan ucapan
- kita, pandangan kita, pendengaran kita,
- begitu pula perilaku kita.
- Oleh karena itu, ibadah Ramadan
- merupakan ibadah yang menyeluruh dimulai
- dengan kita menjaga hati kita,
- menjaga lisan kita, pandangan kita,
- pendengaran kita, kemaluan kita, dan
- seluruh sikap kita dan gerak-gerik kita.
- Sedangkan menahan lapar dan haus
- merupakan wasilah menuju ke sana. Agar
- kita tidak teralihkan oleh kesibukan
- makan minum sebagaimana kebiasaan kita.
- Sepenuhnya kita betul-betul menghadapkan
- hati kita, wajah kita kepada Allah.
- La'allakum tattaquun.
- Dengan ibadah siam dan amalan-amalan
- yang dilakukan di siang hari maupun
- malam harinya. Allah Subhanahu wa taala
- menjadikan kalian sebagai orang yang
- bertakwa. Dan kita tahu kata takwa dalam
- bahasa Arab diambil dari kata waqwa.
- Kata kerjanya waqa yaqi wiqayatan yang
- artinya menjaga. Kita menjaga Allah
- subhanahu wa taala dalam seluruh
- gerak-gerik kita dengan betul-betul
- menghadapkan wajah hati kita sepenuhnya
- kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Oleh karena itu, ibadah siam Allah
- wajibkan untuk menjadikan kita sebagai
- orang yang bertakwa
- hingga kita akan memperlakukan manusia
- dengan mulia,
- menjaga kata-kata kita, menutup mata
- kita dari aurat mereka. Begitu pula
- mendengarkan hal-hal yang buruk
- hingga kita akan dapat hidup harmoni,
- saling mencinta, bekerja sama dalam
- kebajikan dan kemuliaan. Oleh karena
- itu, mari kita menyambut atau kita
- sambut kehadiran bulan Ramadan ini
- betul-betul dengan amalan-amalan
- yang akan betul-betul mensucikan dan
- meluruskan hidup kita hingga kita keluar
- dari Ramadan. keluar betul-betul menjadi
- orang yang bertakwa dalam seluruh
- gerak-gerik dan sikap kita.
- Dalam menentukan awal Ramadan,
- kita jumpai terdapat perbedaan
- di antara sebagian kaum muslimin. Bukan
- karena mereka sengaja untuk berbeda,
- tapi perbedaan ini disebabkan karena
- metodologi penentuan
- awal bulan yang berbeda.
- Tadi telah kita dengarkan, simak
- bersama-sama
- apa yang disampaikan oleh Menteri Agama
- kita. Begitu pula oleh ketua MUI kita
- mengenai awal Ramadan berdasarkan kaidah
- ilmiah, begitu pula kaidah agama.
- Bahwasanya awal Ramadan
- dimulai dari hari Kamis, 19 Februari
- karena bulan tidak terlihat di seluruh
- penjuru Indonesia.
- Apa
- yang diucapkan oleh beliau-beliau benar.
- Seperti juga yang disampaikan oleh Ustaz
- Agus Mustofa melalui simulasi yang
- diperagakan,
- dia menerangkan bagaimana baik Indonesia
- bahagian timur maupun barat hingga ke
- Aceh bulan belum lahir pada saat
- tersebut.
- Tapi ketika sampai di Saudi Arabia di
- Jeddah, Riyad bulan sudah mulai lahir.
- Begitu pula daerah yang lebih barat
- lagi, bulan lebih tinggi di tempat
- tersebut.
- Maka mereka yang menganut kepada
- kalender
- hijriah global tunggal.
- Mereka tidak membatasi lahirnya Bilal
- lahirnya Hilal pada wilayah mereka. Tapi
- mereka menetapkan negara-negara yang
- berada pada malam yang sama
- apabila
- sebagian negara menyaksikan bulan.
- Sedangkan kita berada pada malam yang
- sama, maka kita dapat bersatu bersama
- mereka. Karena Allah Subhanahu wa taala
- tidak melihat batasan negara dan
- geografi yang dibuat oleh manusia. Tapi
- Allah Subhanahu wa taala ketentuannya
- bersikap menyeluruh mencakup seluruh
- kaum muslimin
- yang berada di negara manaun yang berada
- pada malam yang sama, hari yang sama
- mereka dapat memulai ibadah siam mereka.
- Nah, perbedaan seperti ini merupakan hal
- yang niscaya, merupakan hal yang biasa
- sebagaimana yang disampaikan oleh ee
- ketua majelis ulama kita.
- Tapi yang penting dalam menghadapi
- perbedaan ini, hadapi dengan kebersihan
- hati dan mendoakan sesama saudara kita
- agar mereka dapat menjalankan ibadah
- puasa dengan baik, mensucikan jiwa
- mereka dan amal ibadah mereka diterima
- hingga kita keluar dari Ramadan dalam
- keadaan yang lebih baik, yang lebih
- akrab, yang lebih erat, saling mencintai
- dalam membangun bangsa kita, dalam
- berhadapan dengan musuh yang akan
- mengancam kesatuan kita. Jadi, jangan
- dijadikan sebagai bahan perdebatan.
- Saling caci mencaci, maki memaki, atau
- sesat menyesatkan. Jadi mereka-mereka
- yang berpuasa dimulai dari hari Rabu
- walaupun mereka mengetahui bulan belum
- lahir di wilayah Indonesia.
- Tapi karena di sebagian negara yang
- berada pada malam yang sama, bulan telah
- lahir, maka berdasarkan kalender
- global, kalender hijriah global tunggal,
- mereka berada pada malam yang sama, hari
- yang sama maka mereka memulai puasa
- mereka sebagaimana
- penduduk yang berada
- di wilayah yang menyaksikan bulan.
- Nah, kita ambil contoh kita dengan Saudi
- Arabia
- terdapat perbedaan sebanyak 60 derajat
- kurang lebih sebanyak 4 jam.
- Perbedaan antara kita dengan Saudi
- Arabia. Kita di wilayah timur, Saudi di
- wilayah yang lebih barat.
- Kita di Indonesia tidak menyaksikan
- bulan. Tapi di Saudi Arabia bulan telah
- lahir.
- Ketika Saudi Arabia menyaksikan bulan
- kira-kira pukul 10. malam kita pukul ee
- kita berada pada pukul 10.00 malam. Jadi
- kita berada pada malam yang sama.
- Nah, kalau kita bergabung dengan Saudi
- Arabia
- dalam memulai puasa selisih antara kita
- sebanyak 4 jam.
- Tapi kalau kita tunda
- karena dasar bahwasanya bulan lahir di
- Saudi Arabia menuju ke arah barat, maka
- selisih waktunya kurang lebih sekitar 20
- jam. bulan akan terus ya menuju ke arah
- barat disaksikan oleh wilayah-wilayah
- yang lebih barat kemudian kembali ke
- timur.
- Nah, pada saat kembali ke Indonesia
- waktu ya diperkirakan selama 20 jam.
- Maka di sini kita lihat ya
- ada yang melihat perbedaan waktu yang
- begitu sedikit sebanyak 4 jam.
- Jarak antara kita Saudi Arabia kemudian
- berada pada malam yang sama, hari yang
- sama, maka mereka bersama-sama berpuasa.
- Tapi ada yang berpandangan karena
- mengingat di wilayah Indonesia bulan
- belum lahir,
- tapi lahir di Saudi Arabia atau di
- negara yang lebih barat ya, yang berada
- pada malam yang sama dengan kita.
- Maka mereka memulai puasa pada hari
- Kamis menggenapkan Syakban menjadi 30.
- Jadi masing-masing memiliki argumen.
- Masing-masing memiliki argumen. Sebagai
- contoh, 20 tahun yang lampau kira-kira
- di wilayah bahagian timur Indonesia
- mereka belum melihat bulan. Tapi di
- bahagian yang lebih barat dari wilayah
- Indonesia menyaksikan bulan.
- Kalau mengikuti
- mengikuti
- apa yang ditetapkan
- oleh mereka yang bersidang pada lajnah
- isbat, seharusnya wilayah Indonesia
- bahagian timur berpuasa pada satu hari
- berikut.
- Tapi kalau mengikuti kalender
- hijriah global,
- mereka dapat bersama-sama
- berpuasa bersama kaum muslimin yang
- berada di wilayah barat Indonesia. Dan
- saya ingat keputusan pada saat itu
- mengingat negara kesatuan NKRI, maka
- wilayah Indonesia bahagian timur
- bersama-sama berpuasa dengan wilayah
- Indonesia bahagian barat.
- Tapi kalau kita bukan hanya terpatok
- pada batasan negeri kita Indonesia,
- karena bumi bumi Allah Subhanahu wa
- taala seluruh bangsa juga berasal dari
- ayah ibu yang sama. Dan kita berada pada
- hari yang sama, malam yang sama maka
- kita memulai puasa pada hari Rabu. Tapi
- tidak menyalahkan orang yang berpuasa
- pada hari Kamis. Jadi yang berpuasa pada
- hari Rabu semoga Allah terima puasanya
- dan bukan merupakan satu pelanggaran
- karena memiliki argumen yang berpuasa
- pada hari Khamis
- mereka juga memiliki alasan yang cukup
- kuat.
- Kita doakan mudah-mudahan amal ibadah
- mereka diterima dan tidak dikurangi
- sedikit pun. Tapi yang kita tekankan
- hendaknya yang memulai puasa di hari
- Kamis ataupun di hari Rabu, jangan
- beranggapan yang memulai puasa di hari
- Rabu lebih mulia dari yang mulai puasa
- di hari Kamis. Atau yang memulai puasa
- di hari Kamis merasa lebih mulia dari
- yang berpuasa di hari Rabu. Karena yang
- paling mulia di sisi Allah adalah yang
- paling bertakwa.
- Jadi walaupun Anda berpuasa,
- katakan lebih banyak dari orang lain
- atau Anda mengatakan kami sesuai dengan
- sunah. Tapi kalau tidak terlihat dari
- perilaku Anda, pribadi Anda, sikap Anda,
- maka semua yang Anda lakukan adalah
- amalan yang sia-sia. Baik yang memulai
- di hari Rabu maupun yang memulai di hari
- Kamis yang bertepuk dada membanggakan
- diri mereka. Semua ini bukan
- amalan-amalan yang sejalan dengan sunah
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Jadi walaupun kita berbeda,
- ada yang berpuasa di hari Rabu, ada yang
- berpuasa di hari Kamis, masing-masing
- memiliki argumen, "Mari bersama-sama
- kita berdoa agar Allah menerima amal
- ibadah kita, mensucikan jiwa kita,
- mensucikan juga diri kita dari dosa-dosa
- perbuatan yang kita lakukan, menjadikan
- kita sebagai hamba-hambanya yang saleh,
- yang menjadi pengikut yang setia dengan
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam dan Allah tutup hidup
- kita dalam keadaan husnul khatimah. Dan
- perbedaan semacam ini bukan hanya
- terjadi pada masa kini. Perbedaan
- terjadi pada apa? Terjadi juga pada
- masa-masa sebelumnya. Bahkan para
- sahabat pun berbeda pendapat. Hingga ada
- yang dinamakan madahibut assahabah.
- Yaitu mazhab para sahabat. Ada mazhabnya
- Ibnu Abbas, ada mazhabnya Ibnu Umar.
- Begitu juga mazahibut tabiin. Begitu
- juga madahibut tabiin. Tabiit tabiin.
- Ingat.
- Kita bukan beragama dengan mazhab, tapi
- beragama dengan nama Islam yang Allah
- berikan kepada kita langsung. Dan kita
- semua kaum muslimin, apapun perbedaan
- mazhab kita tidak penting bagi kita.
- Allah tidak akan bertanya di hari
- kemudian nanti apa mazhab kamu? Tapi
- Allah akan melihat bagaimana perilaku
- kita, perbuatan kita, begitu juga hati
- kita. Semoga Allah subhanahu wa taala
- melimpahkan rahmatnya kepada kita semua,
- mengampuni dosa-dosa kita dan kita
- doakan yang memulai ibadah siam di hari
- Rabu ataupun Kamis, mereka dapat
- menyempurnakan ibadah puasa mereka lahir
- maupun batin.
- Hadanallahu waakum ajmain wajalana min
- ibadi shihin. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.