Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan
- katiban barokan fih kama yuhibardi
- [batuk]
- wasallim wabarik ala sayidina Muhammadin
- wa ali sayidina Muhammad. Masyaallah.
- Lam yasya lam yakun laula wala quwwata
- illa billahil alilim.
- Ikhwan akhwat masih dipancarkan dari
- Jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimagis Cibubur Bekasi. Radio
- Silaturahim dan juga Resil TV untuk
- Islam yang satu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah. Senang
- sekali di kesempatan pagi hari ini kami
- masih menjumpai ikhwan akhwat dalam
- program acara Radungan di bawah naungan
- Al-Qur'an
- untuk edisi Kamis ya, hari kedua di
- bulan April 2026 bertepatan dengan ee 14
- Syawal ya. Hari ini 1447 Hijriah. Iwan.
- Seperti biasa, guru kita Ustaz Husin
- Alatas akan melanjutkan ee kajian
- tafsirnya dalam program acara renungan
- di bawah naungan Al-Qur'an. Ikhwan
- akhwat, semoga ikhwan akhwat di
- kesempatan pagi hari ini dalam keadaan
- baik, dalam keadaan sehat, dan selalu
- dalam lindungan Allah subhanahu wa
- taala. Tidak lupa bagi ikhwan akhwat
- [berdehem] yang tengah diuji sakit
- semoga diberikan kesembuhan yang
- sempurna oleh Allah subhanahu wa taala
- dan juga tetap ee diberikan kesabaran
- ya. Dan juga ini Mas Agus, Mas Agus
- Rasil, Abi Agus saat ini tengah sakit
- juga kemudian sudah 2 hari ya ee sakit
- [berdehem] gejala tives katanya Ustaz.
- Tes
- iya bed di rumah e istirahat mungkin
- terlalu capek nih akhir-akhir ini
- taman. Amin. Amin. Amin ya rabbal
- alamin. Diberikan kesembuhan yang
- sempurna insyaallah. Baik. Kabar baik
- Ustaz ya di pagi hari ini, Ustaz?
- Alhamdulillahiabbil
- alamin untuk semua umat Islam.
- Insyaallah mudah-mudahan ya. Baik.
- Insyaallah ikhwan awan di kesempatan ini
- kita akan awali dengan kajian tafsir
- Quran surah Saf. Assf dimulai ayat 10.
- Namun diawali dulu seperti biasa dengan
- bacaan Quran surah Al-Fatihah. Kami
- persilakan Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- Maiki yaumiddin.
- Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta.
- Ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim
- waladin.
- Amin.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma
- sholli
- wasallim wabarik ala abdika wa rasulika
- sayyidina Muhammadin wa alih thayibin
- wasohabatihil ghuril mayamin
- wasairi ibadillahi shihin.
- Allahumma aina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi'a wanfa'na bima
- alamtana.
- Allahumma ahdina subulasalam wa akhrijna
- minadulumati ilan nur wahdina ilaikal
- mustaqim.
- Wajirna min adzabi jahannama. Ya rahman
- ya rahim. Ya rabbal alamin. Amma ba'du.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Allah Subhanahu wa taala
- menawarkan
- kabar gembira kepada kita.
- Menawarkan
- suatu [berdehem] perdagangan
- antara kita dengan Allah
- yang akan menyelamatkan kita dari azab
- Allah Subhanahu wa taala yang maha
- pedih.
- memasukkan kita ke dalam surga-Nya,
- mengampuni kita dari seluruh dosa-dosa
- kesalahan yang pernah kita lakukan.
- Ini merupakan perdagangan yang amat
- menguntungkan
- bagi orang-orang yang beriman
- dengan mempergunakan
- [berdehem] uslub tasyiki.
- Mempergunakan uslub tasyfiqi yang
- merupakan salah satu metode Al-Qur'an.
- dalam memberikan pendidikan, bimbingan
- dan membangkitkan
- semangat orang-orang yang beriman dalam
- perjuangan mereka. Arti uslub tasyfiqi
- adalah metode yang membuat orang amat
- merindukan.
- Yang membuat orang amat rin
- rindu
- karena apa? Karena sesuatu yang
- betul-betul
- membawa keberuntungan bagi mereka.
- bukan tentang kehidupan dunia, tapi
- tentang kehidupan yang jauh lebih indah,
- yang lebih kekal, lebih abadi dari
- kehidupan dunia yang fah [berdehem] ini.
- Nah, pada ayat 10 dari surah Asshf,
- Allah berfirman,
- "Ya ayyuhalladzina amanu, wahai
- orang-orang yang beriman, sapaan yang
- begitu mesra dari Allah kepada hamb-Nya
- yang beriman tanpa melihat dan memandang
- suku mereka, warna kulit mereka, bahasa
- mereka juga tidak dibatasi hanya pada
- mereka-mereka yang hidup pada masa
- nabi."
- Seruan ini umum. Kepada setiap orang
- yang beriman.
- Hal adullukum ala tijaratin
- tunjikum min adabin alim. Maukah kalian
- aku tunjukkan tentang satu perdagangan
- yang akan menyelamatkan kalian dari azab
- yang maha pedih?
- Dengan sendirinya [berdehem]
- ketika orang-orang yang beriman
- mendengarkan tawaran ini, pasti
- betul-betul hati mereka akan merasakan
- kebahagiaan, kegembiraan yang tak
- terhingga dan merindukan
- jawaban dari Allah Subhanahu wa taala
- tentang perdagangan tersebut. [berdehem]
- Lalu Allah menjawab, "Tminuna billahi wa
- rasulih."
- Kalian beriman kepada Allah, kalian
- menyembahnya, tidak mempersekutukannya
- dengan sesuatu.
- Kalian dalam hidup ini mengikuti
- bimbingan dan petunjuknya.
- Warasuli
- tminuna billahi wa rasuli. Kalian
- beriman kepada Allah, beriman juga
- kepada rasulnya dengan mengikuti
- risalah yang dibawa oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam untuk
- dijadikan sebagai pedoman hidup bagi
- kita yang langsung datang dari pencipta
- kita. [berdehem]
- Watjahiduna fi sabilillahi biamwalikum
- wa anfusikum.
- Dan kalian berjihad berjuang di jalan
- Allah bukan untuk kepentingan kelompok,
- bukan juga
- atas dasar fanatisme kesukuan maupun
- kebangsaan, tapi jihad dan perjuangan
- kalian semata-mata di jalan Allah.
- Yang akan menyatukan juga semua orang
- yang beriman di bawah panji yang sama
- hingga mereka berada pada barisan yang
- sama. Bukan lagi mereka digerakkan,
- dikendalikan oleh fanatisme mereka, hawa
- nafsu mereka atau keuntungan dunia, tapi
- semata-mata di jalan Allah.
- Kalian beriman kepada Allah dan
- Rasul-Nya dan kalian berjuang di jalan
- Allah Subhanahu wa taala biamwalikum wa
- anfusikum dengan harta kalian
- dan jiwa kalian. [berdehem]
- Hidup kita, harta kita, semua berasal
- dari Allah. Begitu pula anak dan
- keluarga kita. Nah, setelah Allah
- memberikannya kepada kita, Allah
- menawarkan, "Mau tidak kalian melakukan
- perdagangan bersama Allah?
- yang akan menyelamatkan kalian dari azab
- yang maha pedih.
- Orang yang beriman pasti akan
- mengatakan,
- [berdehem] "Bala ya rabbi?"
- Maka Allah jawab, "Tminuna billahi wa
- rasulihi wa tujahiduna fi sabilillahi
- biamwalikum wa anfusikum." Maka jalan
- tersebut, perdagangan tersebut yang akan
- menguntungkan kalian, kalian beriman
- kepada Allah dan rasulnya, berjihad di
- jalan Allah. dengan harta kalian dan
- jiwa kalian.
- In kuntum tamamun. Yang demikian
- tersebut
- akan betul-betul membawa keuntungan bagi
- kalian yang lebih baik dari apa yang
- kalian persembahkan
- baik itu harta maupun jiwa kalian yang
- Allah berikan, yang Allah tawarkan
- keuntungan yang jauh lebih besar.
- Inuntum tamamun. Bila kalian mengetahui
- hal ini, apa artinya kehidupan dunia?
- Cepat atau lambat, suka atau tidak suka,
- kita akan meninggalkan dunia ini. Dunia
- yang penuh dengan berbagai macam
- kekeruhan,
- kegelisahan, keresahan. Hanya orang yang
- menjadikan Allah dan akhirat sebagai
- tujuan hidupnya. Orang-orang yang
- betul-betul merasa damai dan tentram
- hingga mereka hidup mulia dan selalu
- berada di bawah naungan Allah. Dan
- ketika mereka meninggalkan dunia penuh
- dengan harapan bahwa Allah menyediakan
- tempat yang lebih baik baginya,
- kehidupan yang lebih mulia daripada
- kehidupan dunia ini.
- Yagfir lakum dunubakum.
- Di samping [berdehem]
- apa yang Allah Subhanahu wa taala
- janjikan dengan balasan yang lebih baik,
- Allah Subhanahu wa taala mulai rincikan
- di antaranya yagfir lakum dunubakum.
- Allah akan ampuni seluruh dosa kalian.
- jannatin tajri min tahtihal anhar. Dan
- Allah akan masukkan kalian ke dalam
- taman-taman surga yang mengalir di
- bawahnya beraneka macam sungai yang
- mengalir di sekeliling tempat kediaman
- mereka. Waakina thyibatan fi jannati
- adnin dan tempat-tempat kediaman yang
- amat indah.
- Jannati di surga loka yang kekal dan
- abadi.
- Waakina thyibatan fi jannati adninikal
- fauzulim. Itulah kesuksesan
- keberuntungan yang maha besar. Bukan
- keberhasilan dalam kehidupan dunia
- dengan memiliki sejumlah harta yang
- besar atau kedudukan yang diraih atau
- nama ya yang membuat dirinya dipandang
- di sana maupun di sini. Tapi kesuksesan
- yang sebenarnya adalah orang-orang yang
- lulus dari ujian kehidupan dunia ini
- meraih kemuliaan di sisi Allah dengan
- menjadikan kehidupannya sebagai ladang
- perjuangan, sebagai ladang jihad. Dan
- jihad jangan dipahami hanya sekedar
- berjihad di medan perang. Karena
- berjihad di medan perang hanya pada saat
- diperlukan. Tapi seluruh arena kehidupan
- kita merupakan jihad bagi setiap orang
- sesuai dengan potensi yang Allah berikan
- kepadanya. Hingga seorang tidak
- merasakan bahwa hidupnya hanya untuk
- dirinya, tapi hidupnya untuk Allah
- Subhanahu wa taala dengan imbalan yang
- akan membuat dirinya berbahagia dan
- keberuntungan yang tak terhingga.
- Jadi seorang
- wakil rakyat, dia bekerja bukan hanya
- untuk dirinya, keluarganya, tapi dia
- menjalankan tugasnya. Ini merupakan
- jihadnya. Seorang kepala negara, seorang
- menteri, seorang gubernur, seorang
- walikota,
- dia merasa bahwa kehidupannya merupakan
- arena jihad untuk menegakkan keadilan
- dan menjalankan amanat Allah Subhanahu
- wa taala. Begitu pula seorang dokter,
- dia merasa bahwa apa? Bahwa profesinya
- sebagai seorang dokter merupakan ladang
- jihad baginya. Begitu pula seorang
- ustaz, seorang ulama
- bukan dia mencari keuntungan dunia
- dengan profesinya, tapi justru dia
- merasa bahwa ini merupakan ladang jihad
- baginya. Kalau setiap orang yang beriman
- menyadari hal ini, niscaya umat Islam
- akan bersatu di jalan Allah Subhanahu wa
- taala dengan syarat mereka tidak
- berpecah belah. Mereka hidup sebagai
- ansar-ansar Allah Subhanahu wa taala.
- Wa masakina thyibatan fi jannati adnin
- dalzalikal fauzul adim wa ukh tuhibbuna.
- Ada lagi janji yang lain yang kalian
- sukai dan kalian cintai. Nasrun
- minallah. Kalian akan meraih kemenangan
- di arena perjuangan kalian. Waathun
- qarib. Dan Allah Subhanahu wa taala akan
- membuka bagi kalian kemenangan demi
- kemenangan yang tadinya kota-kota yang
- dikuasai ya oleh mereka-mereka yang
- melakukan kerusakan di muka bumi. Allah
- buka kalian bagi kalian kota-kota
- tersebut. Kalian memimpin dengan
- menegakkan keadilan dan menaburkan
- rahmat di tengah-tengah umat manusia.
- Ini yang dibuktikan oleh Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam. Bukan berjuang untuk melakukan
- ekspansi daerah maupun kekuasaan atau
- menguasai sumber-sumber kekayaan alam,
- tapi mereka berjuang di jalan Allah
- untuk menegakkan keadilan hingga
- kedatangan mereka disambut.
- Kedatangan mereka betul-betul dan
- kehadiran mereka diharapkan dan
- dicintai. Ini merupakan keterangan yang
- Allah terangkan ee dalam suratus Saf
- dimulai dari ayat 10. Nah, sekarang
- kalau kita kaitkan dengan ayat 111 dari
- surah at-Taubah. Dua ayat ini saling
- berhubungan dan saling menerangkan.
- [berdehem]
- Allah berfirman, "Innallaha
- minal mukminina anfusahum wa amwalahum
- bianna lahumul jannah."
- Sesungguhnya Allah telah membeli, bukan
- akan membeli, tapi Allah telah membeli
- dari orang yang beriman,
- jiwa mereka maupun harta mereka dengan
- imbalan surga.
- Sungguh Allah telah membeli dari
- orang-orang yang beriman jiwa mereka
- maupun harta mereka dengan imbalan
- surga.
- Yuqatiluna fiilillah. Mereka berperang
- berjuang di jalan Allah. Fayqtuluna
- wauqtalun.
- Mereka membunuh musuh-musuh mereka yang
- melakukan kezaliman, yang melakukan
- kejahatan.
- Wtarun. Dan mereka juga terbunuh di
- jalan Allah. Hidup mereka tidak sia-sia.
- Perjuangan mereka semata-mata untuk
- Allah.
- Mereka terbunuh juga di jalan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Wa'dan alaihi haqqon fit taurati wal
- injil. Ini merupakan janji yang hak,
- yang pasti yang dijanjikan Allah dan
- terdapat dalam kitab Taurat, terdapat
- dalam kitab Injil, dan terdapat juga di
- dalam Al-Qur'an sebagaimana yang tadi
- kita baca dalam suratus Saf.
- Wa'dan alaihi haqqan fit taati wal injil
- wal quran.
- Minallah. Siapakah yang lebih tepat
- janjinya dari Allah?
- Dia yang maha kuasa. Tidak ada satuun
- yang menghalangi kehendaknya. Bila Dia
- menghendaki sesuatu pasti akan terjadi.
- Berbeda dengan kita. Walaupun kita
- berniat untuk menepati janji, terkadang
- keadaan menghalangi kita baik
- ketidakmampuan kita atau ajal mendahului
- apa yang kita inginkan dan kita niatkan
- serta kita janjikan.
- Tapi kalau Allah, siapakah yang lebih
- tepat janjinya dari Allah? Fastabsyiru
- bibikumadzi bum bih. Maka sambutlah,
- bergembiralah kalian dengan perdagangan
- yang kalian lakukan bersama Allah
- Subhanahu wa taala.
- Lalu Allah sebutkan, "Wadzalika huwal
- fauzul adzim." Dan itulah merupakan
- keberuntungan
- yang amat besar yang sebenar-benarnya.
- Tidak seperti sebagian orang yang
- menganggap jabatan, kedudukan, harta,
- nama merupakan lambang kesuksesan. Tapi
- kesuksesan yang sebenar-benarnya
- adalah berdagang bersama Allah yang
- tidak akan merugikan kita semuanya. Pada
- saat kita berdagang bersama Allah.
- Walaupun katakan perdagangan dunia kita
- menurun karena kita berpegang kepada
- jalan Allah dan janjinya. Bahkan tubuh
- kita luka-luka. Semua merupakan bahagian
- dari keuntungan yang dicatat di sisi
- Allah Subhanahu wa taala. Nah, motivasi
- ini, Kang Rizal yang membuat kenapa
- saudara-saudara kita di Iran mereka tak
- gentar menghadapi Israel yang didukung
- oleh Amerika.
- Mereka tidak gentar. Bahkan ketika para
- pemimpin mereka satu demi satu
- berjatuhan dalam keadaan syahid, tidak
- membuat mereka mundur, tidak membuat
- mereka frustasi, tapi mereka
- berlomba-lomba memperserahkan diri
- mereka atau mempersembahkan diri mereka.
- Karena apa? Karena janji yang Allah
- janjikan, "Maukah kalian aku tunjukkan
- bagi kalian perdagangan yang akan
- betul-betul menyelamatkan kalian dari
- azab yang maha pedih?"
- Saya teringat kisah
- baru ini saya dengarkan bagaimana
- seorang ibu
- ketika didatangi oleh salah satu perwira
- yang berjuang di Iran menghadapi Israel
- dan Amerika
- memberikan kabar kepada ibu tersebut
- bahwa anaknya yang merupakan temannya
- telah gugur di jalan Allah.
- Ketika si ibu mendengarkan kabar ini,
- bukan dia menangis seperti tentara
- Israel yang gugur membuat keluarganya
- menjerit-jerit.
- Tapi yang terjadi si ibu ini langsung
- tersungkur sujud di hadapan Allah,
- bersyukur karena anaknya telah dipilih
- oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Jadi mereka bukan orang-orang yang
- cengeng, bukan orang-orang yang berat
- berpisah dengan dunia ini. Baik orang
- yang mereka cintai maupun diri mereka,
- mereka siap untuk berkumpul di sisi
- Allah Subhanahu wa taala. Ketika Sayid
- Ali Khamnai gugur di jalan Allah
- Subhanahu wa taala bersama istrinya,
- bersama menantunya,
- bersama juga ya cucunya gugur di jalan
- Allah Subhanahu wa taala. dan sekian
- perwira tinggi juga yang gugur.
- Apakah membuat anak yang sekarang
- menggantikannya frustasi? Sama sekali
- tidak.
- Dia melanjutkan perjuangan tersebut dan
- dia berharap untuk dapat berkumpul
- bersama orang tuanya.
- Karena apa? Karena mereka tahu hakikat
- dari kehidupan dunia ini. Bukan seperti
- kita yang tergila-gila terhadap
- kehidupan dunia. Nah, sebagai ee penutup
- ya bagi apa yang saya sampaikan ini,
- [berdehem] saya ingin menceritakan
- sebuah kisah
- yang terjadi antara Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam
- dan penduduk Madinah ya yang menyatakan
- iman dan baiat mereka kepada Rasulullah.
- Dipimpin oleh Abdullah Ibnu Nawahah
- dalam Baiat al-Aqabah.
- Di mana pada musim haji ya datang para
- utusan dari Madinah setelah mendengarkan
- dakwah Nabi dan mereka yakin akan
- kebenarannya. Lalu Abdullah bin Rawahah
- mewakili
- mewakili apa? Mewakili kaum mereka di
- Madinah. Berkata kepada Rasul,
- "Istarit lirabbika wainafsika ma syita."
- Ajukan syarat bagi Tuhanmu,
- bagi diri kamu apa yang kamu kehendaki.
- Rasulullah mengatakan sallallahu alaihi
- wa alihi wasallam, asaritu lirabbi an
- ta'buduh wala tusyriku bihi saaian.
- Saya mengajukan syarat ya kepada kalian
- bagi Tuhan saya, kalian menyembahnya dan
- tidak mempersekutukan Allah dengan
- sesuatu. Ini syarat ya yang diajukan
- Rasul
- untuk Allah Subhanahu wa taala
- l untuk dirinya. Waastaritu linafsi
- anamnauni kama tamnauna
- kama tamnauna ya
- bihi kama tamnauna minhu kama tamnauna
- bihi
- anfusakum wa amwalakum.
- Syarat bagi saya kalian melindungi saya,
- menjaga saya dalam menyampaikan dakwah
- ini sebagaimana kalian menjaga diri
- kalian dan harta benda kalian. Lalu Ibnu
- Rawaha bertanya kepada Rasulullah, fama
- lana in fa'alna dalalik. Lalu apa yang
- kami akan dapatkan kalau kami lakukan
- hal tersebut?
- Dijawab oleh Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam, aljannah surga.
- Ibnu Rawaha mengatakan, "Rabihalba baik,
- robihal baik." Sungguh perdagangan yang
- amat menguntungkan. La nuqil wala
- nastaqil. Kami tidak akan mengubah dan
- kami tidak akan meminta untuk berubah.
- Tawaran surga.
- Kalau orang Islam sekarang ditawarkan
- surga, dia akan tertawa.
- Surga masih belum kelihatan, masih belum
- ada yang lain apa? Jabatan, kedudukan,
- koneksi dan lain sebagainya.
- Jadi jawaban Rasul aljannah langsung
- Ibnu Rawaha mengatakan sungguh
- perdagangan yang menguntungkan karena
- mereka tahu
- kehidupan dunia ini fana dan setiap
- orang yakin bahwa dirinya akan
- dibangkitkan maka tidak ada yang lebih
- indah dari keselamatan dari azab yang
- maha pedih dan berkumpul bersama nabinya
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam para
- nabi keluarga mereka sahabat-sahabat
- yang berjuang di sisi mereka merupakan
- sebaik-baiknya Teman dan pendamping.
- Mudah-mudahan hidup kita sebagai
- [berdehem] jihad bukan untuk kehidupan
- dunia, tapi dunia kita untuk meraih
- kemuliaan di sisi Allah Subhanahu wa
- taala. Wallahuam.
- Baik, terima kasih Ustaz atas ee
- kajiannya dari Quran surah Assf, Ustaz
- ya. Tadi dimulai
- asf dimulai dari ayat 10 dan Taubah dari
- ayat ayat 111.
- 111. Baik. Nah, Ustaz, kalau kita
- melihat ee di dunia, Ustaz, tadi kan
- kata Ustaz di dunia ini penuh
- kegelisahan, keresahan
- juga ketidakadilan, Ustaz, ya. Ee
- terutama kita lihat di negara kita
- sendiri, Ustaz, mengenai korupsi, Ustaz.
- Iya.
- Masyaallah. Ini kan sepertinya sudah
- laten gitu ya.
- Kalau secara logika kayaknya agak susah
- disembuhkan, Ustaz. Kita lihat
- kasus-kasus terakhir misalnya [berdehem]
- kasus ee korupsi haji, Ustaz, ya.
- Pengkondisian kuota tambahan haji 2024
- dan KPK sudah menetapkan tersangka
- mantan Menteri Agama yang kerugiannya
- itu bisa ratusan miliar kalau atau
- sampai triliun saya lupa tuh ee melihat
- hal itu, Ustaz. Kemudian ada kasus lagi
- ee nah yang kasus yang barusan setelah
- ditetapkan tersangka masih bisa
- berlebaran di rumah, Ustaz. Nah,
- kemudian ada kasus yang miris sekali
- Ustaz di masih di bulan Ramadan waktu
- itu di Februari kalau enggak salah ya,
- di akhir Februari.
- Pencurian labu Ustaz Maling Labu di
- Cianjur kebetulan di kota saya sendiri
- tidak jauh dari kampung saya Ustaz hanya
- dua buah labu. Akhirnya dia dianiaya
- sama pemilik ee kebunnya itu sampai
- meninggal pada akhirnya, Ustaz. Hanya
- dua buah labu. Sedangkan korupsi yang
- masyaallah banyak kasus di Indonesia
- gitu ya. Ee para pejabat yang korupsinya
- tidak wah sampai triliunan gitu ya
- kerugian negaranya. Kemudian yang
- terakhir ramai juga ee [berdehem] kasus
- korupsi yang dinyatakan korupsi gitu. eh
- videografer yang bernama Amsal Sitepu.
- Kalau enggak salah ini cukup menarik
- perhatian eh masyarakat juga, Ustaz.
- Netizen juga, influencer juga yang
- harusnya tidak dikasuskan malah
- dikasuskan. Tapi alhamdulillah akhirnya
- kan dibebaskan gitu karena bantuan dari
- ee DPR Komisi 3 kalau enggak salah,
- Ustaz. Nah, bagaimana Ustaz melihat apa
- ya ketidakadilan terutama di negeri ini,
- Ustaz? Dari sisi kasus korupsi yang ee
- masyaallah luar biasa di negeri
- [berdehem] ini, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. Rabbana zidna
- ilman walikna bihin.
- Berbagai macam ketidakadilan yang
- berlangsung di negeri kita.
- Perlakuan
- yang pilih tebang atau pilih bulu.
- ini sebetulnya
- merupakan gambaran dari apa? Dari era
- jahiliah.
- Merupakan apa? gambaran dari era
- masyarakat jahiliah ketika mereka masih
- belum beradab, berpendidikan, ya mereka
- hidup ya masing-masing
- berdasarkan kekuatan yang mereka miliki.
- Yang kuat dapat menindas, dapat
- melakukan berbagai macam perbuatan
- aniaya sekehendak hati mereka dan tak
- ada yang menolong bahkan bersuara untuk
- membela orang-orang yang teraniaya.
- Mirip dengan apa yang diucapkan oleh
- Trump.
- Benar salah tergantung
- morality saya.
- Apa yang saya tetapkan benar itulah
- benar. Yang salah itu salah. Dia tidak
- dengarkan sama sekali apa? Tidak
- dengarkan sama sekali orang di
- sekelilingnya.
- Dia beranggapan seolah-olah dia
- merupakan raja di raja yang mirip dengan
- Firaun yang berkata, "Ma urikum illa ma
- wahdikum illa sabilar rasyad." Saya
- tidak menunjukkan kalian kecuali pada
- pandangan ya yang betul-betul apa?
- Cemerlang dari pandangan saya dan saya
- tidak menunjukkan kalian melainkan
- kepada jalan kebenaran,
- jalan kebijakan. Itu ucapan Firaun.
- Nah, begitu pula yang dilakukan oleh
- Trump. Begitu juga yang kita saksikan di
- negeri kita dari berbagai macam fenomena
- yang menunjukkan
- ternyata manusia kembali kepada masa
- jahiliah.
- Kenapa saya mengatakan hal ini?
- Karena hal ini pernah terjadi pada masa
- Nabi setelah
- mereka beriman. Ketika satu hari
- seorang wanita dari pemuka Quraisy yang
- berasal dari Bani Makhzum.
- Bani Mahzum merupakan salah satu suku
- Quraisy yang besar. Dan Abu Jahal juga
- berasal dari apa? Dari Bani Makhzum.
- Begitu juga Al-Walid Ibnu Mughirah. Dan
- banyak orang-orang yang beriman dari
- mereka berasal dari Bani Mah termasuk
- Khalid bin Walid berasal dari Bani
- Mahzum.
- [mendengus]
- Nah, seorang wanita dari Bani Mahsum
- mencuri sebuah kalung
- lalu
- tertangkap. Rasulullah putuskan untuk
- menegakkan hududullah, yaitu potongan
- tangan. Karena dia mencuri bukan karena
- butuh, tapi mencuri merupakan bahagian
- dari profesi pilihannya. Karena dalam
- Islam kalau orang miskin, orang butuh
- mencuri, bukan hanya dibebaskan dari
- hukuman potong tangan, bahkan diberikan
- solusi jalan keluar.
- H
- seperti kasusnya tadi Kang Rizal
- sebutkan, seorang mencuri dua butir labu
- harus diperiksa. Kenapa?
- Kalau dia mencuri karena butuh, karena
- tidak mendapatkan sesuatu yang dimakan,
- H
- bukan hanya dibebaskan,
- bahkan pemerintah bertanggung jawab
- memberikan solusi untuk memberikan
- pekerjaan kepadanya yang bisa
- menghidupkannya. Kalau tidak mampu
- bekerja, pemerintah menanggung
- kebutuhannya. Itu merupakan tanggung
- jawab pemimpin dan undang-undang harus
- dibuat sesuai dengan apa? Dengan
- kebenaran keadilan yang melindungi
- rakyat, bukan melindungi pejabat
- konglomerat. Ya,
- dari apa? Dari rakyat mereka yang hidup
- dalam kekurangan.
- Oleh karena itu, Nabi mengatakan idraul
- hudud bisyubhat.
- Batalkan hududullah, hukum Allah. Ya,
- bisyubhat dengan adanya syubhat.
- Contohnya syubhat alju lapar atau dia
- sakit butuh berobat, enggak ada uang dia
- mencuri, ya. Maka pada saat tersebut dia
- tidak dikenakan potongan tangan. Tapi
- pejabat yang telah menikmati
- kesejahteraan, mendapatkan gaji jaminan
- ternyata dia korupsi, maka potongan
- tangan tidak dapat dielakkan sama
- sekali. Bahkan bisa-bisa kalau tingkat
- korupsinya ya tingkat yang betul-betul
- amat mengerikan, merugikan rakyat,
- menjerumuskan ke dalam spekulasi yang
- berbahaya, bisa-bisa hukuman mati
- seperti yang dilakukan di Cina. Hingga
- Cina yang tadinya negara yang syarat
- dengan korupsi
- bisa berubah menjadi negara yang bersih
- dan bangkit setelah rakyatnya apa?
- Betul-betul dibangun kembali karakter
- mereka. [mendengus]
- Nah, ketika
- keluarga wanita ini mendengar Rasulullah
- akan menjatuhkan hukuman potong tangan
- yang akan mempermalukan mereka dan
- setiap kali wanita ini berjalan pasti
- akan terlihat perbuatannya.
- Betul gak?
- Iya.
- Dan mereka akan merasa malu. Akhirnya
- mereka datang kepada Usamah bin Zaid.
- Usamah bin Zaid. Zaid ini merupakan Zaid
- bin Haritah
- yang merupakan anak angkat Rasul dan
- amat dicintai Rasul. Rasul mencintainya
- seperti anaknya. Nah, Usama dicintai
- oleh Rasul sebagaimana Rasul mencintai
- Hasan dan Husein.
- Datang ke hadapan Rasul
- mengatakan, "Ya Rasulullah,
- Bani Mahzum ya meminta saya untuk
- memohon syafaat kepada kamu ya
- Rasulullah agar membatalkan hukum Allah
- terhadap wanita ini." Mereka siap untuk
- memberikan ganti rugi.
- Siap untuk memberikan
- ganti rugi. Jadi, Usamah ya diminta
- untuk paling enggak menjadi perantara
- memohon keringanan hukuman pada wanita
- ini agar tidak dipotong tangannya.
- Ketika Rasul mendengarkan ucapan Usamah
- marah yang luar biasa. Atasfau fi haddin
- min hududillah. Apa kamu berani
- mengajukan permohonan, memberikan
- syafaat berkaitan dengan satu hukum dari
- hukum Allah Subhanahu wa taala?
- Langsung Rasulullah kumpulkan para
- sahabatnya di masjid.
- Rasulullah mengatakan bahwa kalian
- ternyata masih belum terbebas dari
- tradisi budaya jahiliah.
- Kalau orang-orang yang kuat melakukan
- kejahatan, pencurian, kalian ringankan
- hukumannya. Tapi kalau orang lemah
- melakukan pencurian, kalian hukum
- seberat-beratnya demi yang jiwa Muhammad
- di tangannya. Seandainya putriku Fatimah
- melakukan pencurian, aku tak ragu-ragu
- untuk memotong tangannya. Putrinya yang
- terdidik dalam kebersihan, kesucian
- dijadikan sebagai perumpamaan oleh Rasul
- untuk menegaskan dalam menegakkan hukum
- Allah tidak ada pilih.
- Nah, di negeri kita jumpai banyak
- fenomena yang aneh. Pencuri kuc, pencuri
- kecil dipukul hingga babak belur,
- apalagi sampai meninggal dunia.
- Sedangkan pencuri-pencuri kakap yang
- merugikan negara, mereka diringankan
- bahkan dibebaskan. Saya ingat ketika
- seorang koruptor yang cukup terkenal,
- mereka bisa keluar masuk penjara bahkan
- bisa berangkat ke luar negeri
- menyaksikan pertandingan tenis
- Wembledon.
- Coba bayangkan.
- Iya.
- Dan di negeri kita ini banyak sebetulnya
- lubang-lubang yang menjadi apa? yang
- menjadi ee ladang korupsi bagi para
- pejabat. Contoh jangan jauh-jauh.
- Saya dengarkan Said Didu dalam
- ceramahnya mengatakan bahwa
- event organizer ya bagi acara-acara
- pemerintah merupakan salah satu lubang
- atau ladang korupsi.
- Dari mulai pusat hingga ke daerah. Dari
- mulai acara hal bihalal, acara ini,
- acara itu dan lain sebagainya.
- Marak di negeri kita. Lalu orang
- bertanya, "Berapa kira-kira potensi
- yang bisa dikorupsi?" Itu mencapai 30
- triliun.
- Masyaallah.
- 30
- triliun.
- Triliun. Artinya mereka bisa melakukan
- tindakan korupsi di sini. Mereka
- melakukan mark up di sana maupun di
- sini.
- Ada yang lebih dahsyat lagi yang
- merupakan lubang yang bisa menjadi apa?
- Menjadi ladang korupsi. MBG.
- H.
- Satu harinya 1,2 triliun. Bukan setahun
- 1,2 triliun. Berarti per bulan berapa?
- 30 triliun lebih.
- Dari dana ya yang disiapkan untuk per
- orang
- sebanyak katakan 15.000 yang sampai
- betul-betul
- kepada anak-anak kita yang dimakan oleh
- mereka berapa jumlahnya.
- Saya enggak perlu jelaskan dan rincikan.
- Karena apa? Karena orang buta bisa
- melihat, orang tuli bisa mendengar,
- orang yang yang berakal tahu bagaimana
- MBG ini merupakan ladang korupsi. Oleh
- karena itu kita sebagai seorang muslim
- apalagi seorang ustaz yang tanggung
- jawab ingatkan kepada Bapak Prabu.
- Seandainya Bapak ingin menyehatkan
- anak-anak kita, lakukan hal-hal yang
- betul-betul menghemat dana kita, tidak
- bocor ke tangan-tangan orang-orang yang
- merusak negara kita, yang menjadi beban
- bagi apa anggaran negara kita. Tapi
- hendaknya dana tersebut sampai kepada
- orang-orang yang miskin yang dapat
- betul-betul membantu mereka. Jangan
- diberikan kepada setiap orang. Bahkan
- orang-orang yang biasa makan-makannya di
- rumahnya enggak enggak siap untuk makan
- makanan tersebut. Akhirnya membusuk
- diberikan kepada makanan-makanan untuk
- bebek dan lain sebagainya. Nah, ini
- terjadi apalagi di bulan puasa kemarin.
- He.
- Jadi, hendaknya kita sadanya
- banyak di negeri kita ini merupakan apa?
- Merupakan ladang-ladang korupsi yang
- amat basah. Dari mulai perkebunan ya,
- kita saksikan bagaimana kita saksikan
- korupsi di sana sini. Begitu pula ya di
- berbagai macam apa? di berbagai macam
- lini kehidupan. Kita saksikan para
- konglomerat, para oligarki dapat
- menikmati keuntungan yang
- sebesar-besarnya dengan merugikan rakyat
- kita. Dengan merugikan rakyat kita.
- Termasuk di bursa saham bukan lagi
- merupakan ladang investasi yang sehat,
- tapi yang terjadi sebagai ladang
- gambling. Ladang gambling bagi
- mereka-mereka ya yang memiliki
- kemampuan, kekuatan, dan kekayaan.
- dengan melalui short buying dan short
- selling. Beli cepat, lepas cepat. Ini
- yang terjadi dan kasus yang kita dengar
- kemarin mengenai apa? Pejabat-pejabat
- OJK yang mengundurkan diri. Begitu juga
- pejabat tinggi ya bursa efek kita. Kita
- tahu di balik semuanya terdapat
- kebohongan. Dan saya betul-betul apa?
- betul-betul menyaksikan secara
- terang-terangan. Di antaranya sebuah
- kasus yang pernah saya saya dengar
- langsung seorang pengusaha yang belum
- memulai usahanya. Ladangnya merupakan
- ladang kosong datang ke Trakindo ingin
- membeli alat-alat besar. Waktu ditanya
- tujuannya apa? Dia bilang untuk go
- public.
- Untuk apa?
- Go public.
- Perusahaannya sudah sudah apa? Sudah
- eksis di dalam belum? Baru mulai. Jadi
- begitu gampang [berdehem] satu
- perusahaan untuk melakukan go public
- padahal belum pernah sama sekali apa
- belum pernah sama sekali menjalankan
- usahanya dan terbukti menguntungkan
- selama sekian tahun.
- Jadi digunakan oleh mereka-mereka para
- perusak ini untuk menghancurkan negara
- kita menghisab sumsumnya darari
- kehidupannya yang membawa penderitaan
- untuk rakyat demi kepentingan mereka.
- Jadi Kang Rizal ini sebetulnya kembali
- ke era jahiliah bahkan lebih dahsyat.
- dari masa jahiliah. Lebih dahsyat dari
- masa jahiliah.
- Nah, bagaimana kita keluar dari apa?
- Dari era yang bobrok dan rusak ini
- dengan sendirinya mendidik umat
- agar mereka betul-betul sadar kehidupan
- dunia ini ladang ujian bagi kita dan
- ladang jihad. Jangan sampai kita hidup
- dalam kehidupan dunia merusak
- menghancurkan masa depan kita dan
- berakhir. Wali iyadzubillah. menuju
- jurang api neraka. Hidup dalam
- kegelisahan, keresahan. Karena tidak ada
- orang yang hidup melakukan perbuatan
- kotor seperti ini kecuali hidupnya
- gelisah. Kecuali hidupnya gelisah dan
- ketakutan. Nah, sebagai jawaban penutup,
- [berdehem]
- [mendengus]
- ada seorang anak
- dari seorang pejabat. Pejabat ini pada
- masa-masa aman ya, jauh dari pengawasan.
- Dia kebetulan banyak melakukan tindakan
- korupsi.
- Mobilnya sekian banyak, kekayaannya
- sekian banyak dan dia tidak menyimpan
- uangnya di bank, tapi dia menyimpan
- uangnya di atas lemari. Anaknya pun tahu
- karena bapaknya sering membuka dan
- melihat ya bapaknya sedang menghitung
- mata uang asing dalam jumlah besar.
- [mendengus]
- Akhirnya
- satu hari si Bapak menemukan
- pada setiap bendel ya dolar yang
- dimiliki sewaktu dia melakukan
- pembayaran terdapat kekurangan
- 100 [berdehem] dolar setiap bendel ni
- akhirnya
- dia melakukan pemeriksaan dan pengawasan
- ternyata anaknya yang suka naik ke
- lemari untuk tidak ketahuan diambil dari
- setiap bendel 100 dolar atau 200 dolar
- untuk mencukongi orang-orang di
- sekolahnya dan teman-temannya.
- Si bapak dengan marah berkata pada
- anaknya, "Ayah sudah berulang kali
- mengingatkan kamu untuk tidak berbohong
- dan mencuri.
- Bukankah ayah cukupi kebutuhan kamu?
- Dari mana kamu belajar mencuri?" Si anak
- mengatakan, "Dari ayah."
- Masyaallah.
- Dari a
- dari ayah.
- Ayah dapatkan semuanya dari mana?
- Jadi si anak belajar dari orang tuanya.
- Nah, orang tua yang melakukan tindakan
- seperti ini, memberikan makan keluarnya
- dari uang haram, kira-kira mungkin
- enggak hidupnya lurus? Akhirnya anaknya
- narkoba, anaknya melakukan kejahatan,
- melakukan pemerkosaan, bapaknya juga
- melakukan perbuatan yang penuh skandal
- di sana sini. Karena uang haram belum
- lagi di hari akhirat, dia tidak akan
- terbebas dari hukuman Allah. Maka jalan
- satu-satunya untuk memperbaiki bangsa
- kita [mendengus]
- hendaknya kita mendidik anak bangsa kita
- untuk selalu menyadari kehidupan dunia
- merupakan ladang jihad bukan merupakan
- ladang kebanggaan. Tujuan kita adalah
- kehidupan yang kekal dan abadi.
- Sebagaimana saudara-saudara kita di
- Iran. Bukan seperti saudara kita di
- Teluk yang diberikan kekayaan,
- kenikmatan, lupa kepada Allah melakukan
- kerusakan di muka bumi. Bahkan berkorusi
- dengan para Zionis menjadikan negeri
- mereka sebagai pangkalan-pangkalan
- Amerika untuk menyerang saudara-saudara
- mereka di sana maupun di sini. Allah
- tidak buta, Allah juga tidak tuli. Allah
- tidak berdiam. Tapi Allah sedang melihat
- dan kelak mereka akan merasakan akibat
- buruk dari kejahatan yang mereka
- lakukan. Begitu pula di negeri kita dan
- apa yang saya sampaikan bukan isapan
- jempol
- tapi merupakan fakta yang diketahui
- setiap orang. Wallahuam.
- Baik Ustaz [berdehem]
- tadi sedikit Ustaz tadi mengenai MBG
- juga Ustaz ya. Malah sampai para pejabat
- itu seolah-olah mendukung sampai ada
- menteri menyatakan MPG ini sesuai dengan
- ayat Al-Qur'an Quran surah
- Al-Quraisy ayat keempat
- dalam hal memberi makan
- orang-orang yang lapar gitu, Ustaz. Nah,
- ini ee ee kalau kita melihat orang-orang
- yang baik sebelumnya ketika memasuk
- masuk sistem akhirnya ikut terbawa arus,
- Ustaz. Nah, itu bagaimana, Ustaz? Apakah
- memang sistemnya seperti itu, Ustaz?
- Jadi kalau kita perhatikan [berdehem]
- bahwa
- satu amal yang baik, satu amal yang baik
- katakan dengan tujuan untuk membantu
- anak-anak yatim, orang-orang miskin ya
- yang kehidupan mereka sulit agar mereka
- memiliki tubuh yang sehat [berdehem]
- juga memiliki apa wawasan dan
- pengetahuan yang luas.
- Pemerintah katakan berniat baik
- mengeluarkan anggaran ya sebanyak
- katakan 1 triliun setiap harinya untuk
- kesejahteraan mereka. Tapi kalau
- ditangani oleh penjahat-penjahat, H
- oleh para koruptor, mereka-mereka yang
- menyimpangkan dana ini bukan anak-anak
- kita, bukan orang-orang miskin, anak
- yatim yang menikmati,
- tapi yang menikmati orang-orang yang
- mentalnya bobrok dan rusak,
- bersenang-senang, menari-nari dengan
- anggaran tersebut
- untuk kepentingan mereka, keluarga
- mereka yang menambah kemiskinan
- masyarakat. Kenapa?
- Karena yang dikeluarkan untuk MB kan
- dana pajak. merupakan pendapatan negara
- yang didapatkan dari rakyat atau dari
- kekayaan negara ini. Kekayaan alam.
- Bayangkan coba dihambur-hamburkan begitu
- saja walaupun tujuannya katakan baik
- tapi dihamburkan oleh tangan-tangan
- kotor yang kita ingin tangan tersebut
- dipotong.
- H
- kalau perlu mereka dihukum mati untuk
- menimbulkan efek jerat. Jadi ketika
- Allah berfirman, "Aroadzi yukbu
- biddinikultim
- miskin." Apa kamu tidak melihat orang
- yang mendustakan agama? Itu yang
- menghardik anak-anak yim, anak-anak
- y.
- Kemudian apa? Tak peduli untuk
- memberikan bantuan makan kepada
- orang-orang miskin.
- Ini merupakan peringatan dari Allah agar
- kita peduli. Bukan kita mengambil
- manfaat dari apa? dari kebutuhan
- masyarakat di bawah. H.
- Maka kejahatan ini lebih dahsyat
- dibandingkan orang yang tidak peduli.
- Orang yang tidak peduli untuk membantu
- orang miskin, orang yang menghardik anak
- yatim masih lebih ringan daripada orang
- yang memanfaatkan dana untuk kebutuhan
- mereka demi kepentingan pribadinya. Ini
- kejahatan yang lebih besar lagi. Ini
- bukan hanya yukadzib biddin,
- tapi orang yang memerangi agama yang
- merusak citra umat Islam yang mayoritas
- di negeri kita ini dengan perbuatan
- semacam ini. Hingga banyak orang di luar
- Islam mengatakan yang korupsi siapa?
- Yang berbuat skandal macam-macam siapa.
- Mereka yang mengambil keuntungan tidak
- rusak nama mereka karena enggak
- kelihatan. He.
- Tapi mereka ini yang melakukan kejahatan
- seperti ini, apalagi orang-orang Islam
- terlihat bagaimana buruknya
- kejahatan yang mereka lakukan. Oleh
- karena itu, kita ingatkan kepada Bapak
- Prabowo untuk dicintai rakyat, dihargai,
- dihormati. Ini merupakan fondasi yang
- kuat bagi seorang pemimpin. Bukan
- bergantung kepada kekuatan eksternal.
- He.
- Tapi rakyat percaya memberikan dukungan
- bahkan mencintai pemimpinnya harus
- memperbaiki kinerja para pejabatnya,
- mengawasi mereka dan menghukum mereka
- yang melakukan kejahatan. Dan harus
- dimulai dari diri kita.
- Ibda binafsika. Mulai dari diri kamu.
- Fain bada binafsika faanta hakim. Kalau
- kamu mulai dari diri kamu, maka kamu
- seorang bijak.
- Oleh karena itu, kita ingin Bapak
- Prabowo menepati janjinya bagaimana
- menindak mereka pelaku-pelaku korupsi,
- kejahatan yang merugikan negara, bawa
- mereka ke tiang gantungan.
- Dan beliau pernah mengatakan bahwa apa?
- Bahwa kalau perlu dia akan merampas
- aset-aset mereka para koruptor dan para
- penjahat. Kita dukung
- akan dikejar sampai Antartika.
- Sampai ke Antartika dikejar. Kalau
- seandainya ini dilakukan, negara kita
- insyaallah akan beres.
- Iya. Jangan dimkan jangan kita berharap
- atau bersandar kepada Trump yang gila,
- yang tidak waras dan sebentar lagi dia
- akan jatuh. He.
- Kita gantungkan harapan kita pada Trump,
- bukan kepada Amerika. Trump pribadi.
- Coba bayangkan kalau dia jatuh apa
- kira-kira dampaknya? Mari kita
- gantungkan harapan kita pada Allah dan
- jadikan rakyat, bangsa kita, negara kita
- sebagai fondasi bagi kita yang akan
- menjadi pencinta, pendukung kita yang
- setia. Dan rakyat Indonesia ini
- sebetulnya mudah diambil hatinya. Asal
- diperlakukan baik dan mulia. He.
- Pemerintah bekerja untuk bangsanya. Saya
- yakin di dunia mereka akan selalu
- disebutkan kebaikannya waktu
- meninggalkan dunia menjadi pahlawan
- bangsa kita yang layak untuk dimasukkan
- di taman pahlawan. Sedangkan banyak di
- taman pahlawan tidak layak untuk
- dikuburkan di sana.
- I.
- Jadi mudah-mudahan insyaallah ada
- perubahan di tengah-tengah bangsa kita,
- negara kita. Dan kita harapkan ulama nih
- jangan hanya ribut di seputar ritual, di
- seputar hal-hal yang sepele atau
- berpikir tentang ladang lahan mereka,
- tapi berpikir bagaimana mereka
- menjalankan kewajiban mereka untuk
- memberikan pencerahan bagi umat,
- memberikan nasihat yang dibutuhkan. Ini
- yang kita harapkan insyaallah
- mudah-mudahan.
- Baik, Ustaz. Nampaknya kita sudah di
- akhir acara. Kesimpulan singkat, Ustaz,
- sebelum ditutup mungkin
- kesimpulannya hanya bersama Allah baru
- Allah subhanahu wa taala akan peduli
- kepada kita. Sekejap pun Allah tidak
- pernah meninggalkan kita, tapi kita yang
- melupakan Allah. Pada saat kita
- meninggalkan Allah, Allah tidak akan
- dirugikan. Tapi kita akan hidup
- terombang-ambing
- di tengah-tengah ketidakpastian.
- Maka marilah kita kembali pada Allah.
- berjalan di atas jalan itulah merupakan
- jalan keselamatan kita.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilaha illa anta astagfiruka wa atubu
- ilaik walu minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian adalah yuan
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- bersama guru kita Ustaz Husein Alatas.
- Terima kasih Ustaz atas kajiannya dan
- terima kasih Iwan Wan Akhwat atas
- kebersamaannya. Kita e pamit. Saya Rizal
- Hak, Bang Ondi dan Bang Algi. Billahi
- taufik walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakat. Waalaikumsalam
- warah