Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan katon
- thyiban barokan fih kama yuhibuna
- waardu. Allahumma sholli wasallim
- wabarik ala sayyidina Muhammadin waa ali
- sayidina Muhammad. Masyaallam yasya lam
- yakun la haula wala quwwata illa
- billahil aliyil adzim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah. Senang
- sekali di pagi hari ini kami bisa
- kembali menjumpai ikhwan akhwat dalam
- program acara renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an untuk edisi Senin. Ya, sudah
- masuki hari ke-23
- di bulan Rajab 1447 Hijriah bertepatan
- dengan 12 Januari.
- 2026. Ikhwan akhwat, apa kabarnya di
- kesempatan pagi hari ini? Semoga dalam
- keadaan baik, sehat dan juga selalu
- dalam lindungan Allah Subhanahu wa
- taala. Alhamdulillah Iwan Awat mungkin
- yang berada di Jabot The Tabek
- Guyuran Hujan dari tadi malam Ustaz ya
- sampai pagi hari ini tidak berhenti.
- Masyaallah semoga dengan ee turunnya
- hujan Allah mencurahkan rahmatnya kepada
- kita semua melalui butiran-butiran hujan
- yang begitu deras. Masyaallah. Dan
- semoga derasnya hujan di pagi hari ini
- menjadi tanda derasnya keberkahan dan
- juga ampunan yang mengalir untuk kita.
- Ikhwan akhwat semuanya dan selawat dan
- salam semoga tetap tercurah kepada Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Ikhwan akhwat. Alhamdulillah guru kita
- Ustaz Husein telah hadir di studio.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabar baik dan sehat Ustaz ya?
- Alhamdulillahamdulillah.
- Dari rumah tadi hujannya cukup deras
- tadi ya. Masyaallah.
- Hujannya cukup menghibur. Cukup cukup
- menghibur. Masyaallah.
- Orang yang tidur lelap.
- Iya betul Ustaz. Dan semoga menjadi
- kebaikan untuk kita semua ya. Dan
- terutama buat
- em Bapak-bapak yang mencari nafkah,
- mencari rezeki di pagi hari ini, Ustaz.
- Dari subuh sudah keluar rumah. Semoga
- diberikan kemudahan dan kelancaran,
- Ustaz, ya. Insyaallah.
- Dan juga rezeki yang berkah dan deras
- seperti hujan. Para pejuang yang
- berjuang.
- Masyaallah.
- Yang perlu didoakan mereka-mereka yang
- setelah subuh masih tertidur. Bangun di
- siang hari, malam hari mereka bergadang.
- Betul-betul mengenaskan.
- Masyaallah. Baik.
- Baik ikhwan akhwat kita buka renungan di
- bawah naungan Al-Qur'an ini. Seperti
- biasa dengan pembacaan Quran surah
- Al-Fatihah yang akan dibimbing langsung
- oleh ustaz. Kami persilakan.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin.
- Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirat
- mustaqim.
- Shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim waladin.
- Amin.
- Amin. Amin. Amin ya rabbal alamin. Baik,
- telah kita buka bersama dengan pembacaan
- Quran surah al-Fatihah yang dibimbing
- langsung oleh Ustaz US atas. Selanjutnya
- kita akan memulai dengan ee beberapa
- pertanyaan dan kami juga mengundang
- Ikhwan Afwat yang ingin bergabung ya
- menyampaikan pertanyaannya kami
- persilakan atau komentarnya bisa
- mengirimkan di nomor WhatsApp Rasil di
- 0811999720.
- Ustaz di akhir pekan kemarin ya cukup
- ramai diperbincangkan
- ee terkait pernikahan
- ee janda tanpa wali, Ustaz. Nah, ini
- cukup ramai juga di media sosial banyak
- dibahas ee mengenai apa ya ikhtilaf ya,
- Ustaz? Perbedaan pendapat ini, Ustaz.
- Nah, ada public figure seorang janda
- menikah menikah lagi dia tanpa wali dan
- dia menyatakan memang yang dia ketahui
- janda itu tidak perlu wali gitu, Ustaz.
- Nah, banyak juga yang membahas memang
- lalu ee
- gimana kira-kira sighah dan bentuk
- perkawinan ya Rasulullah gimana
- kira-kira? Kita ingin tahu
- betul
- waktu menikah apakah dia mengatakan saya
- nikahkan diri saya kepada kamu atau
- diwakili oleh seseorang. Nah, itu kita
- ee tidak tahu, Ustaz, ya. Cuman ya
- poinnya adalah Nah, itu Ustaz juga
- beberapa kali pernah membahas mengenai
- hal ini, Ustaz, ya. Karena di Indonesia
- beberapa ulama, beberapa ustaz yang
- cukup ee ternama Ustaz menyatakan juga
- memang wajib ada wali gitu, Ustaz, ya.
- Penjelasannya mengenai syariat ini
- seperti apa, Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi' wafana bimaam.
- Rabbana zidna ilmanin.
- Asalamualaika ya rasulallah.
- Asalamualaina wa ala ibadillahi shihin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sebelum kita berbicara mengenai
- sahnya perkawinan seorang wanita yang
- berstatus janda
- dengan pria pilihannya
- tanpa wali.
- perlu kita memahami sebetulnya
- kata wali dan fungsinya itu apa.
- Kata wali dengan sendirinya yang
- bertanggung jawab
- untuk mengurus,
- mendidik,
- begitu juga mengawasi,
- mengayomi, dan melindungi.
- Sebagaimana kata walikota
- dalam bahasa Arab, wali berasal dari
- bahasa Arab.
- Arab.
- Dengan sendirinya dia yang bertanggung
- jawab.
- terhadap
- wilayah yang berada di bawah naungannya.
- Apabila ada seorang
- lapar
- tidak sama sekali mendapatkan
- makanannya, maka walikota bertanggung
- jawab di hadapan Allah. He.
- Kemaksiatan yang berlangsung di
- wilayahnya dan dia berdiam apalagi
- menyetujuinya, dia akan bertanggung
- jawab di hadapan Allah Subhanahu wa
- taala.
- Kalau ada katakan orang yang sakit
- di bawah naungan wilayahnya, dia tidak
- turun tangan untuk merawatnya hingga dia
- meninggal dunia atau penyakitnya semakin
- berat, dia sebagai walikota bertanggung
- jawab di hadapan Allah.
- Oleh karena itu, Sayidina Umar sebagai
- amirul mukminin
- yang penuh betul-betul rasa prihatin dan
- tanggung jawab ibu kota pemerintahan di
- Madinah.
- Kejadian di Irak. Dia mengatakan,
- "Seandainya ada seekor keledai
- tergelincir di tepi sungai Furat di
- Irak,
- saya khawatir saya akan dipanggil oleh
- Allah. Ditanya, "Kenapa kamu tidak
- memperbaiki jalan?"
- Jarak dari Irak ke Madinah kan cukup
- jauh.
- Hm.
- Jadi seorang wali
- dalam Islam itu orang yang bertanggung
- jawab penuh terhadap wilayah dan orang
- yang berada di bawah naungan wilayahnya.
- Begitu juga orang tua sebagai wali yang
- bertanggung jawab untuk apa? Untuk
- merawat, mengasuh anaknya
- sesuai dengan ketentuan syariat.
- Nah, kalau dia tidak berperan dengan
- baik sebagai seorang wali,
- tidak mendidik anaknya untuk mengenal
- Allah,
- untuk taat kepadanya, mengetahui juga
- syariat Allah, statusnya hanya sebagai
- orang tua yang memberikan makan buat
- anaknya, membesarkannya, tapi sama
- sekali tidak peduli terhadap urusan
- agamanya. Maka dengan sendirinya
- kedudukan dia sebagai wali cacat.
- Hm.
- ca
- cacar.
- Karena tujuan
- diamanatkan anak pada orang tua untuk
- apa? Untuk betul-betul dirawat dan
- diasuh
- sesuai dengan amanat Allah Subhanahu wa
- taala. Oleh karena itu apabila
- seorang ayah nonmuslim
- dia tidak dapat menjadi wali bagi
- anaknya wanita. Karena apa? Karena
- perbedaan keimanan di sini ya. dia tidak
- layak untuk menjadi wali seorang wanita
- ya
- muslimah.
- He.
- Oleh karena itu kalau ada paman yang
- muslim, pamannya atau saudara laki-laki
- yang muslim, kalau tidak maka orang yang
- beriman yang betul-betul prihatin dan
- menjaga saudara-saudaranya yang beriman,
- dia bertanggung jawab. Sebagaimana
- firman Allahunminatum
- orang yang beriman
- pria maupun wanita, sebagian mereka
- menjadi wali sebagian yang lain.
- Karena adanya iman ini membuat mereka
- prihatin terhadap saudari mereka.
- Saudara mereka tidak ingin menjerumuskan
- dirinya ke dalam spekulasi yang akan
- merusak imannya maupun agamanya. Tapi
- kalau ayahnya non muslim.
- Hm.
- Begitu juga kalau ayahnya fasik. Fa
- fasik.
- Ayahnya bukan hanya tidak mendidik
- anaknya
- secara islami, bahkan membiarkan anaknya
- terjerumus dalam pergaulan yang tidak
- baik, yang tidak Islam. Apakah orang
- semacam ini layak dikatakan sebagai
- wali?
- Mungkin dia wali secara formal sebagai
- ayah yang memberikan makan, tapi di mata
- Allah, di hadapan syariatnya ini bukan
- wali yang sebenarnya.
- H.
- Jadi kita harus pahami.
- Allah Subhanahu wa taala mengamanatkan
- anak-anak kita
- di atas pundak kita. Bukan hanya sekedar
- kita memberikan makan, minum, dan
- pakaian,
- tapi mendidik mereka. Kalau sampai
- mereka jauh dari agama Allah, tidak
- mengenal Allah, maka orang tua walaupun
- memberikan makan yang cukup, ya, begitu
- juga pakaian yang baik, rumah tinggal,
- tapi mengabaikan pendidikan agamanya,
- dia bertanggung jawab di hadapan Allah.
- Baik itu seorang gadis maupun janda,
- orang tua harus mengarahkan mereka ke
- arah yang positif. Apabila ada laki-laki
- yang baik, yang beragama, takut kepada
- Allah, melamar putrinya, baik itu gadis
- maupun janda,
- anaknya menerima karena hak anak juga
- ada. Mau gadis, bawa janda, mereka yang
- bakal menikah.
- Orang tua seharusnya menyetujuinya.
- Tapi kalau ada orang melamar putrinya
- janda maupun gadis, kaya raya,
- berkedudukan, tapi fasik, dia wajib
- untuk menolak. Wajib untuk
- menolak.
- Kalau dia menerima, berarti dia
- mengabaikan apa? Mengabaikan peran dia
- sebagai wali yang diamanatkan Allah. Ini
- perlu kita pahami hal ini.
- Nah, bagaimana kira-kira kalau seorang
- perempuan kebetulan tidak ada walinya
- ayahnya meninggal dunia?
- Ayahnya mening
- meninggal,
- saudara laki-laki juga tidak ada.
- Yang pantas menjadi wali
- tahu-tahu digantikan oleh wali hakim
- yaitu penghulu.
- Penghulu kira-kira peduli enggak
- terhadap perempuan ini?
- Tidak
- kenal enggak?
- Enggak.
- Dia hanya sebagai petugas formal ya,
- secara administratif tapi tidak punya
- kedekatan emosi, rasa tanggung jawab dan
- kecintaan. Bagaimana layak dijadikan
- hakim?
- Bagaimana layak dijadikan
- hakim
- sebagai wali?
- Oleh karena itu, saya merasa heran
- ketika pengguru yang tidak punya sama
- sekali kedekatan emosional bersama
- wanita tersebut, dia juga baru berjumpa.
- Dia hanya sebagai petugas administratif
- untuk mencatat pernikahan
- sesuai dengan aturan Allah. Oleh karena
- itu, sebagusnya perempuan ini dinikahkan
- oleh katakan tokoh agama yang saleh yang
- dapat dipercaya. yang peduli terhadap
- apa? Agama wanita ini.
- Wal mukminun wal mukminat ba'duhum
- auliya bair. Ada sebuah kasus terjadi.
- Saya kebetulan hadir seorang wanita
- ayahnya tidak ketahuan ke mana
- h
- arahnya menghilang begitu. Tidak ada
- kabar matinya tapi dia menghilang.
- Perempuan ini punya saudara laki-laki,
- tapi karena ayah yang tidak jelas
- nasibnya, maka yang menikahkan penghulu
- sebagai wali hakim. Padahal ada sudah
- laki-lakinya yang merawat, yang
- membesarkan dirinya, yang peduli
- terhadapnya. Mana yang lebih peduli?
- Saudara laki-laki apa pemulu?
- Saudara laki-laki.
- Tapi aturan yang dibuat ya di negara
- kita ini
- Iya. Iya.
- Karena ayah sebagai wali yang sejati
- tidak ada. Saudara tidak dapat
- menggantikan, maka jatuhlah hak untuk
- menikahkan pada penghulu sebagai status
- wali hakim.
- Akhirnya begitu selesai pernikahan
- sesuai dengan aturan, saya bilang sama
- saudara laki-lakinya, "Jangan biarkan
- mereka kumpul, kamu nikahkan kembali."
- He
- dia yang lebih berhak untuk menikahkan
- bukan pengguru.
- H
- dengan rasa hormat saya pada penghulu
- yang melayani ya umat Islam dalam
- mencatat pernikahan mereka, tapi kita
- harus ingat yang menjadi wali itu yang
- punya kepedulian, yang punya tanggung
- jawab dan bersatu dalam iman dan
- ketaatan pada Allah. Wal mukminun
- wal mukminat ba'duhum auliya ba'.
- Nah, kita berbicara sekarang tentang
- seorang janda.
- seorang J
- dia sudah punya pengalaman dalam berumah
- tangga. Kalau seorang gadis dengan
- sendirinya kan tidak punya pengalaman.
- H
- kalau dia memilih dan tidak diberikan
- pengarahan oleh wali, bisa-bisa salah
- pilih. Laki-laki yang pandai berbicara,
- yang menarik, yang gaul buat dirinya
- langsung masuk ke dalam hati. tidak
- berpikir bahwa ini hanya merupakan
- casing yang menutupi kepribadian dia
- yang sebenarnya.
- Oleh karena itu, butuh wali untuk
- mengontrol, mengawasi.
- Oleh karena itu, dia tidak dapat menikah
- ya tanpa persetujuan wali.
- Kalau walinya melihat pria tersebut
- layak untuk menjadi pendamping putrinya
- yang akan menjaga agamanya, disetujui,
- maka perkawinan tidak ada masalah dengan
- syarat bahwa pria tersebut muslim dan
- bertakwa kepada Allah.
- Kalau seandainya pria tersebut tidak
- layak karena perilaku dan akhlaknya,
- seandainya wanita ini menikah, katakan
- lari nikah dengan apa? Dengan
- menggunakan wali hakim. Katakan kawin
- lari ya
- dengan wali ha
- wali hakim.
- Orang tua berhak untuk membatalkan
- pernikahan mereka karena khawatir
- putrinya akan apa?
- akan terjerumus dalam kehidupan yang
- tidak baik. Dalam Islam, negara Islam
- dengan sendirinya mendukung sikap orang
- tua tersebut.
- Tapi kalau sebaliknya, orang tuanya
- fasik. Artinya terhadap agama itu
- dianggap merupakan
- sambilan lah. Muslim tapi sambilan.
- Mau menikahkan putrinya dengan laki-laki
- yang tidak baik, si putri berhak
- menolak. H
- dan masyarakat juga harus membantu.
- Orang yang beriman harus membantu wanita
- tersebut.
- Datang pria baik-baik mau melamar
- perempuan ini bertakwa, taat kepada
- Allah, bertanggung jawab. Si perempuan
- juga suka, orang tuanya tidak
- menyetujui, maka dengan sendirinya hak
- walinya cacat.
- Hm.
- Maka si perempuan bisa dinikahkan dengan
- wali yang beriman, orang yang dipercaya.
- tokoh untuk menikahkan wanita ini dengan
- pria pilihannya. Karena apa? Karena
- standar dan barometer yang dimiliki oleh
- si bapak ini bukan barometer yang
- islami, tapi sifatnya duniawi. Karena
- laki-lakinya kaya, berpengaruh. Padahal
- si laki-laki tukang minum, berzina. Si
- bapak mau menikahkan putrinya dengan
- pria ini.
- Kalau sampai si bapak mau menikahkan,
- maka yang berwajib dalam Islam wajib
- menghentikan.
- Hak dia sebagai wali cacat.
- karena dia tidak menjalankan hak dia
- sebagai wali sebagaimana yang
- diamanatkan Allah. Lalu kalau si
- perempuan ternyata dilamar oleh pria
- yang bertakwa, yang taat kepada Allah,
- si wanita suka terhadap pria ini, maka
- dalam Islam yang bertanggung jawab ya
- kalau seandainya pemerintahnya Islam
- menikahkan dengan pria ini atau kalau
- bukan negara Islam seperti Indonesia,
- tokoh agama ya yang dipercaya atau
- katakan orang yang terpandang walaupun
- bukan seorang tokoh agama tapi yang
- dapat dipercaya, peduli terhadapnya,
- menjaga keislamannya. Dia berhak untuk
- menikahkan dengan syarat si perempuan
- meminta agar dia mewakili dirinya untuk
- menikah.
- Dan harus ada saksi supaya tidak ada
- tuduhan yang tidak bukan menikah
- sembunyi-sembunyi.
- He.
- Nah, sekarang ada aturan pemerintah yang
- melarang orang untuk menikah
- sembunyi-sembunyi. Memang menikah
- sembunyi-sembunyi berisiko. Bisa-bisa si
- laki-laki mengingkari tanggung jawabnya.
- seperti kasus ya kasus kejadian yang
- pernah heboh. Saya menikahkan seorang
- wanita
- masih ada hubungan keluarga
- dengan seorang laki-laki. Kebetulan dia
- keponakan Ibu Mega, Ibu Megawati
- dihadiri oleh ayah perempuannya. Ayahnya
- datang, ibunya datang. Kemudian pihak
- laki-laki dihadiri juga oleh keluarga,
- termasuk saudara laki-lakinya.
- Mereka menikah berapa lama kemudian si
- laki-laki meninggalkan si perempuan, dia
- mengatakan, "Saya enggak pernah menikah.
- Saya anggap itu tradisi Arab."
- Bayangkan coba heboh beritanya. Dia
- mengingkari bahwa dia menikah padahal
- dihadiri oleh saudaranya, oleh
- keluarganya. Dari pihak perempuan, ayah
- ibunya hadir dan saya menyampaikan
- khotbah nikah, kita nikahkan dia ingkar.
- Oleh karena itu perlu ada apa? Ada
- catatan.
- Jadi silakan mereka minta yang berwajib
- mencatat secara formal
- supaya ada bukti jangan sampai wanita
- disia-siakan dan dianiaya.
- Tapi pemerintah jangan
- menghalang-halangi orang yang mau
- menikah. Jangan yang berzina disediakan
- difasilati tempatnya. Sedangkan yang mau
- berumah tangga, yang menjaga
- kehormatannya dihalang-halangi.
- H
- kita lihat coba iklan di televis iklan
- di medsos kita ini yang menawarkan wali
- iyadzubillah h tawaran-tawaran
- untuk melangsungkan hubungan yang haram.
- Hm.
- Bahkan dengan pengaman lagi untuk
- menjaga nama mereka, kehormatan mereka.
- Jadi kembali kita harus memahami bahwa
- kata wali ini bukan hanya sebuah kata.
- Ya, tapi dalamnya terdapat makna di mana
- dia bertanggung jawab untuk menjaga
- yang berada di bawah naungannya agar
- agamanya baik secara fisik sehat, secara
- batin sehat, begitu juga wawasan
- agamanya tidak membiarkan yang berada di
- bawah tanggung jawabnya untuk terjerumus
- dalam perbuatan dosa.
- Nah, setelah itu baru kita bicara,
- sahnya tidak perkawinan seorang janda
- tanpa wali?
- Artinya wali yang biasa kita kenal baik
- itu orang tua, saudara dan lain
- sebagainya.
- Seperti tadi yang saya sebutkan
- kalau seorang wali seorang wa wali bapak
- bertanggung jawab terhadap anaknya,
- gadis maupun janda, dia ingin
- kemaslahatan dan kesehatan lahir batin
- serta agamanya. Dia mengawasi laki-laki
- yang berhubungan sama anaknya. Begitu
- juga yang melamarnya. Kalau dia lihat
- laki-laki baik, dia berikan masukan buat
- anaknya. He.
- Kalau tidak dia berikan masukan bahwa
- ini tidak tepat buat kamu. Nanti akan
- membahayakan kamu dunia maupun
- akhiratmu.
- Jadi orang tua di sini memfasilitasi
- bukan mengedepankan obsesinya,
- kepentingannya, tapi keselamatan
- anaknya yang diasuh agar betul-betul
- sesuai dengan apa yang diamanatkan Allah
- Subhanahu wa taala menjaga anaknya untuk
- tidak terjerumus dalam perbuatan lista.
- Yang janda juga begitu. Kalau mengajukan
- laki-laki yang baik, yang saleh, yang
- bertakwa,
- suka sama suka dalam keridaan Allah,
- orang tua jangan menghalangi.
- He.
- Tapi kalau si perempuan membawa
- laki-laki yang tidak baik, ya dengan
- sendirinya orang tua harus mengingatkan
- anaknya ini akan membahayakan. Kamu
- berikan nasihat dengan akal sehat.
- Jangan justru dia ingin anak
- perempuannya menikah dengan pilihan dia
- yang dianggap bakal mengangkat
- martabatnya, akan membuat mereka hidup
- sejahtera. Nah, pertimbangan seperti ini
- harus kita perhatikan. Jangan hanya kita
- memahami bahwa orang tua sudah sebagai
- wali tanpa memperhatikan kemaslahatan
- yang berada di bawah naungannya.
- Cuma dibedakan oleh Rasul kalau wanita
- yang statusnya gadis itu tustamar.
- Artinya dengan sendirinya dia harus
- tunduk pada apa? Ee ketentuan orang
- tuanya. Kalau orang tua ini menolak
- dianggap ini tidak layak dengan syarat
- penolakan dengan sebab-sebab yang syari
- harus ditaati.
- Nah, kalau seorang janda karena sudah
- pernah berumah tangga punya pengalaman
- dia lebih tahu. Oleh karena itu
- kalau dia menyukai seseorang, ada orang
- melamar dirinya. Kalau ada orang tuanya
- dengan sendirinya dia tidak menikah. apa
- tidak menikah sama sekali di luar
- pengetahuan orang tuanya berarti
- melangkahi mereka padahal mereka merawat
- membesarkan, menjaga juga agamanya tidak
- patut sama sekali.
- Tapi kalau orang tuanya
- menghalang-halangi dia untuk menikah,
- berumah tangga,
- padahal pri saleh, bertakwa ya dan dia
- melihat bahwa dia bisa percayakan
- hidupnya pada pria tersebut, orang tua
- menolak.
- Hm.
- tanpa alasan syari. Tanpa alasan syar.
- Kalau alasannya syari si laki-laki
- katakan ee terbukti perilakunya pernah
- terlibat dalam perbuatan ini atau itu
- atau katakan mengkonsumsi apa yang
- diharamkan Allah atau meninggalkan salat
- orang tua bisa bersi keras walaupun
- jadah.
- Pinjol judul,
- pinjol judul. Kalau terbukti
- laki-lakinya seperti itu, maka orang tua
- ya punya hak untuk menghentikan dan
- tidak membiarkan mereka berumah tangga.
- Tapi kalau alasannya tidak syari ya
- tidak syar
- tidak syari
- si perempuan ingin berumah tangga
- dan dia punya kebutuhan untuk ada suami
- di sisinya. Ada laki-laki yang
- bertanggung jawab dan baik. Orang tua
- tidak merestui, tidak mempertimbangkan
- kondisi keadaan anaknya. Maka dengan
- sendirinya janda ini punya hak untuk
- menikah.
- Kalau orang tuanya menolak, saudaranya
- menolak, dia minta kepada tokoh yang
- bisa dipercaya untuk menikahkan dirinya
- dengan syarat tokoh tersebut peduli
- terhadap dirinya, agamanya dan
- mempertimbangkan ini bukan hanya
- mengawinkan, tapi mempertimbangkan layak
- tidak laki-laki tersebut untuk menikah
- dengan perempuan ini?
- Dia berhak untuk menikahkan dengan
- adanya saksi dan walinya orang yang
- beriman yang dapat dipercaya, peduli
- terhadap dirinya lebih daripada orang
- tuanya dalam soal agamanya. Jadi tetap
- ada wali meskipun tidak ada hubungan
- darah dengan dia gitu
- kan. Kalau dia menikahkan dirinya dengan
- pria tersebut kan enggak pantes saya
- nikahkan diri saya dengan kamu enggak
- pantes dong.
- Iya
- betul gak
- betul?
- Ada wali tapi walinya dari orang yang
- beriman bukan dari urutan nasabnya.
- Hm.
- Nah sekarang yang unik anak umur 10
- tahun
- anak 10 t orang tuanya enggak ada. Sudah
- dia punya anak laki-laki 10 tahun. Anak
- ini 10 tahun yang menjadi wali ibunya
- kan aneh.
- Kecuali kalau anaknya sudah dewasa,
- bijak, berpikir.
- Karena peran wali ini bukan main-main.
- He.
- Jadi peran wali bukan permainan tapi
- penanggung jawab.
- Penanggung ja
- penanggung jawab
- jawab. Jadi walaupun ada anak
- perempuannya, kalau pamannya ada yang
- lebih bijak, pamannya bisa menikahkan
- karena dia orang yang bertanggung jawab
- bukan anaknya yang masih kecil. Nah,
- batasan usia Ustaz seorang anak bisa
- yang penting anaknya bijak. H
- anaknya dewasa, bijak walaupun usianya
- baru 11 12 tahun.
- He.
- Anaknya bijak ya
- sudah matang
- ya. Kemudian juga apa anaknya apa ee
- juga bisa memahami kondisi ibunya
- dan melihat juga laki-laki yang akan
- menjadi orang tuanya merupakan laki-laki
- yang beriman, bertanggung jawab.
- Jadi orang yang baligh dan berakal.
- Jadi kalau kita ribut berbicara mazhab
- Syafi'i mengatakan begini, Hanafi
- mengatakan begini, Hambali mengatakan
- begini, kemudian Maliki mengatakan tanpa
- melihat
- makna dari wali, peran dan tanggung
- jawabnya sia-sia. Seperti satu orang
- mencalonkan diri menjadi walikota,
- begitu jadi walikota enggak bertanggung
- jawab terhadap rakyatnya.
- He.
- Hanya terima gaji buta, kemudian main
- proyek dengan konglomerat untuk membuat
- ini atau membuat itu. Ini mali setan.
- Bukan walikota, wali sy.
- Begitu juga bapak kalau dirumuskan
- anaknya dengan pria yang tidak
- bertanggung jawab, wali setan, bukan
- wali Allah.
- Jadi, wal mukminun wal mukminat ba'duhum
- auliya ba'bin yuruna bil maruf wanil
- munkar wuqimunah wunallahazakahunallaha
- waasulah ulikahamullah.
- Jadi
- kita daripada ribut berdebat
- persoalan-persoalan yang semacam ini
- hendaknya kita harus tahu apa itu wali,
- apa itu perannya dalam Islam ya supaya
- kita bisa menempatkan
- kata wali ini pada tempatnya.
- H
- bukan hanya apa melihat statusnya
- sebagai orang tua. Karena kalau dia non
- muslim atau fasik
- menawarkan buat anaknya pria fasik, anak
- tidak boleh menerima. He.
- Dan juga orang-orang yang beriman yang
- mengetahui hal ini bisa intervensi, bisa
- melakukan interven. Jadi kalau si
- perempuan mengadu, dia berhak untuk
- menghalangi orang tua melakukan
- perbuatan seperti ini dan kamu bukan
- wali syari yang diamanatkan Allah Taala.
- Nah, sekarang terjadi perdebatan di sana
- sini. Perdebatannya yang sama sekali
- tidak melahirkan sama sekali apa?
- Kemaslahatan buat umat.
- Perzinaan meraja di mana-mana tempat
- difasilitasi. dengan mudah media
- mendukungnya. Tahu-tahu mereka sekarang
- sedang ribut berbicara bahwa tidak sah
- seorang wanita kawin tanpa wali. Kembali
- kepada riwayat yang diriwayatkan Abu
- Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah ya yang kalau
- kita lihat riwayatnya ahad semuanya
- merupakan riwayat-riwayat ahad dan
- kesahihannya dipertanyakan. Yang
- mensahihkan Ibnu Habban
- atau Ibnu Hibban. Sedangkan yang lain
- tidak menyatakan kesahihannya.
- Kenapa bukan kembali kepada Al-Qur'an
- dan nas-nas yang lebih sahih? Dalam
- riwayat Muslim ditegaskan bahwa
- perempuan yang bersatu sejandah lebih
- berhak terhadap. Ahaqu binafsiha.
- Hadisnya lebih kuat dibandingkan hadis
- Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah.
- Memang
- kedudukan wali yang bertanggung jawab,
- yang memberikan nafkah, kemudian
- memberikan pendidikan prihatin terhadap
- agamanya. Kalau seorang wanita
- melangkahi ya kemudian memilih pria
- menikah dengan meninggalkan orang
- tuanya, ini perempuan bukan perempuan
- yang beriman, bukan perempuan yang
- mensyukuri kebaikan orang tuanya, dia
- sakiti orang tuanya. H.
- Jadi seperti itu yang saya sampaikan
- tadi, melihat dan menimbang wali
- menjalankan tugasnya apa tidak untuk
- menjaga anaknya atau yang di bawah
- naungannya agar betul-betul berada dalam
- ketaatan kepada Allah, mendapatkan
- pasangan yang Allah ridai. Kalau si
- wanita salah memilih, wari berhak untuk
- menghentikan. Bahkan kalau sudah menikah
- dibatalkan pernikahannya.
- Dibatalkan
- pernikahannya.
- Pernikahannya demi menjaga keselamatan
- agamanya. Tapi kalau walinya tidak
- menjaga statusnya, justru menawarkan
- laki-laki yang tidak baik, yang fasik
- untuk menikah dengan putrinya, maka wali
- ini tidak dapat ditaati.
- Tidak dapat ditaati. Bahkan bisa
- diintervensi kalau dalam wilayah Islam,
- dalam negara Islam, pemerintah turun
- tangan, menghentikan, bahkan bisa
- menghukum laki-laki tersebut. bisa
- menghukum
- orang yang berstatus wali tersebut atau
- umat langsung
- kamu jerumuskan anak kamu ke dalam
- kerusakan. Jadi kita harus mengutamakan
- keridaan Allah, menjaga syariat Allah
- Subhanahu wa taala, juga keselamatan
- anak-anak kita dari
- kepentingan-kepentingan dan obsesi
- pribadi kita. Karena banyak orang tua
- tidak bertanggung jawab terhadap
- anaknya. He.
- Baik dalam pendidikan diabaikan.
- Tahu-tahu begitu berumah tangga dia
- mengancam anaknya. Harus mentaati
- dirinya. Keridaan orang tua adalah
- keridaan Allah Subhanahu wa taala. Ini
- tidak mutlak. Kalau keridaan orang tua
- yang dikejar bertentangan dengan
- keridaan Allah, maka tidak dibolehkan
- kita mentaati makhluk dalam kemaksiatan
- kepada Allah. Jadi kepada para ustaz,
- para dai, hendaknya kalau mereka
- berbicara menyampaikan fatwa hendaknya
- mempertimbangkan maqasid asyari
- islamiyah. Tujuan dari syariat islamiah
- ya. Di mana Allah subhanahu wa taala
- mengamanatkan anak-anak kita ya kepada
- kita yang berstatus sebagai wali untuk
- menjaga mereka agar mereka berjalan
- dalam agama Allah bukan sebaliknya.
- Wallahuam.
- Baik. Terima kasih, Ustaz, atas
- jawabannya. Ee penjelasan mengenai tadi
- pernikahan janda tanpa wali
- dan dengan wali-wali yang ee bisa tanpa
- ee hubungan nasab, Ustaz, ya.
- Masyaallah.
- Semuanya bertujuan untuk menjaga agama
- Allah.
- Masyaallah. Baik, kita lanjutkan dengan
- ee pertanyaan selanjutnya, Ustaz.
- Mungkin ini juga ada kaitannya dengan
- pernikahan nih, Ustaz ya. Dari siapa
- ini? Dari hamba Allah. Ustaz ingin
- bertanya ee bagaimana kalau kita
- melarang seorang adik yang akan menikah
- mendahului kakaknya, Ustaz? Karena
- kakaknya belum ada calonnya. Sementara
- sang adik sudah ada calon suami yang
- serius ingin menikahi sang adik. Mohon
- nasihatnya, Ustaz. Nah, ini kan di
- beberapa daerah jadi apa ya? Tradisi,
- Ustaz ya. Jadi tidak boleh melangkahi
- kakaknya, terutama yang perempuan.
- Ada ada uang uang pelangkah.
- Uang pelangkah, Ustaz. itu
- malah sebagian mengatakan bahwa ini
- pamali bisa-bisa nanti kakaknya tidak
- dapat jodoh.
- Iya. Akhirnya kan adik-adiknya lama juga
- akhirnya tertunda untuk menik.
- Apalik kalau kakaknya milih-milih
- ditawarkan menolak ya dengan sendiri
- tidak ada sama sekali larangan seorang
- adik untuk melangkahi saudari atau kakak
- perempuan.
- Saya punya anak
- yang perempuan yang kakak justru paling
- akhir menikah.
- Setiap saya tawarkan dia mengatakan
- masih belum siap masih menyelesaikan
- sekolah. Saya bilang, "Adik adik kamu
- sudah mau menikah. Biar bah mereka liwat
- duluan."
- Hm.
- Biar mereka apa? Lebih dulu. Setelah
- adik-adiknya menikah baru apa? Sang
- kakak menikah. Enggak ada masalah dan
- enggak harus bayar uang pelangkah. Dan
- ini sama sekali bukan pamali, bukan
- membawa kesialan buat kakaknya. Tidak.
- Jodoh di tangan Allah, minta kepada
- Allah Subhanahu wa taala yang terbaik.
- Tapi jangan kakak karena ee pertimbangan
- tertentu menghalangi adiknya untuk
- menikah padahal sudah ada pasangan.
- Karena untuk menjaga agama Allah,
- keselamatan putri kita lebih diutamakan.
- He.
- Daripada adat, kebiasaan
- ya atau mitos-mitos yang berkembang di
- tengah-tengah masyarakat.
- Berbagai macam mitos kalau kita ikuti
- bisa-bisa merusak agama kita.
- Seperti orang kalau perkawinan untuk
- menjaga keselamatan, membanting
- semangka, menginjak telur. Apa dosanya
- semangka?
- Allah tumbuhkan semangka untuk untuk
- apa? Untuk kebaikannya. Begitu juga
- telur. Kenapa harus diinjak?
- Mubazir, Ustaz.
- La haula wala quwwata illa billah. Kita
- sudah mendapatkan hidayah petunjuk dari
- Allah. Seharusnya hal semacam ini sudah
- harus kita jauhkan. Tapi banyak kalangan
- ada orang yang melakukan hanya sebagai
- tradisi yang menyenangkan.
- Dia lakukan bukan dia yakin tapi sebagai
- apa? Ada juga perempuan-perempuan
- sebelum menikah besoknya malamnya ada
- malam pacar sambil perempuan yang belum
- menikah beramai-ramai antri menyirami
- apa dia dengan menggunakan apa ee handuk
- atau kemben sampai kemari. Kemudian
- diambil gambarnya lagi. Setiap perempuan
- yang mau menikah ya mandikan dia dengan
- harapan supaya enteng jodohnya.
- Atau katakan laki-laki yang pakai melati
- ya nanti melatih dibagi-bagikan di
- antara pemuda-pemuda biar gampang
- jodohnya. Gampang dan susah tergantung
- Allah. Kalau kita minta kepada Allah
- mudahkan. Lupa kepada Allah ya Allah
- tidak akan turun tangan membantu.
- Katakan Tuhan kalian tidak peduli kepada
- kalian kecuali kalau kalian minta. Apa
- susahnya minta kepada Allah Taala?
- Jangan minta kepada selain
- selain Allah.
- Ada yang datang kepada wali-wali minta
- supaya digampangkan jodohnya. Walinya
- sendiri mengajak manusia untuk mohon
- pada all.
- Bahkan Nabi mengajak orang minta kepada
- Allah. Jadi jangan minta kepada makhluk,
- kepada malaikat, kepada nabi, kepada
- rasul, kepada wali, kepada siapapun
- juga. Karena mereka semua mengajak kita
- untuk mohon kepada Allah. Para nabi
- diutus untuk mengajak manusia
- mentauhidkan Allah, bukan
- mempersekutukan Allah. Oleh karena itu,
- mereka tidak akan terima kalau
- dipersekutukan bersama Allah. Di hari
- kemudian nanti mereka akan mengingkari
- orang-orang yang menyembah mereka. Wa
- husirasu
- lahumda
- biadatihim kafirin. Begitu manusia
- dikumpulkan nanti mereka-mereka yang
- disembah selain Allah bakal mengingkari
- perbuatan-perbuatan yang menyembahnya.
- Mereka mengatakan, "Kami tidak pernah
- sama sekali, ya Allah memerintahkan
- mereka untuk melakukan apa yang mereka
- lakukan." Bahkan Nabi Isa pun juga akan
- apa? Akan menyampaikan kesaksiannya di
- hadapan Allah. Saya tidak pernah sama
- sekali memerintahkan mereka untuk
- menyembah saya atau ibu saya. Saya hanya
- melaksanakan perintah kamu ya Allah agar
- mereka menyembah Allah ya Tuhanku dan
- Tuhan kalian semuanya.
- Jadi kenapa kita ragu untuk minta kepada
- Allah yang begitu dekat selalu bersama
- kita, enggak pernah meninggalkan kita.
- Kalau para wali kan punya urusan
- masing-masing. Pada saat mereka hidup,
- urusan istrinya, anaknya, tanggung
- jawabnya. Betul enggak?
- Betul. Mereka juga minta kepada Allah.
- Tapi kalau kita minta kepada Allah, kita
- mendapatkan kemuliaan, kedekatan dengan
- Allah. Diberikan kesempatan langsung
- mohon tanpa perantara. Kenapa kita
- ragu-ragu? Jadi kita harapkan para
- pendengar sekalian mulai saat ini jangan
- ragu minta kepada Allah dalam segala
- urusan. Dan jangan kita minta mohon
- kepada selain Allah. Ingat firman Allah,
- iyaka budu wa
- iyaka
- waaka nasta. Hanya kepadamu ya Allah.
- Kami menyembah dan hanya kepadamu kami
- memohon pertolongan. Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Jadi tadi ee jangan
- melarang ya kalau adiknya sudah ada
- jodohnya, Ustaz ya.
- Jangan. [tertawa] Kenapa?
- Baik. Selanjutnya, Ustaz dari siapa ini?
- Dari buku Sumingsih, Ustaz.
- Iya.
- Ini sebenarnya ee sudah sering juga
- dibahas, Ustaz. ini bagaimana ee Ustaz
- mengenai al-fatihah orang untuk orang
- tua katanya sudah meninggal sampai atau
- sampai atau tidak diterima Allah Ustaz?
- Pengiriman al-Fatihah ini, Ustaz dari
- Ibu Kusum.
- Allah Subhanahu wa taala berfirman dalam
- suratul maidah. Ya ayyuhalladzina
- amanutaqulah wabu ilaihil
- wasilata wajahidu fi sabilihi laallakum.
- Wahai orang yang beriman, bertakwalah
- pada Allah. Lalu untuk mendekatkan diri
- kepada Allah,
- tempuh wasilah-wasilah yang Allah ridai.
- Jangan menggunakan wasilah yang Allah
- haramkan.
- Seperti mohon kepada Allah melalui
- berhala atau kepada manus itu tawasul
- yang tidak dibolehkan sama sekali. Tapi
- bertawasul mendekatkan diri kita kepada
- Allah untuk mendapatkan ijabah dari
- Allah. Contohnya dengan sedekah, dengan
- birrul walidain, ya. dengan kita
- membantu atau bersilaturahmi, berbuat
- kebaikan atau berjihad di jalan Allah.
- Itu namanya wasilah yang Allah ridai.
- Melaksanakan perintah Allah, salat,
- puasa, berhaji. Itu wasil wasil syariah,
- wasilah-wasilah yang syar'i yang Allah
- ridai.
- Tetapi
- kalau kita menempuh wasilah-wasilah yang
- diharamkan Allah untuk mendekatkan diri
- kita kepada Allah, ini bentuk
- pengkhianatan. Nah, kalau seorang
- membaca Al-Fatihah, Al-Fatihah dikenal
- sebagai ummul Qur'an. Ummul Qur
- ummul Quran.
- Mari bersama-sama kita
- berdoa untuk orang-orang yang mendahului
- kita. Kita mulai dengan membaca
- al-Fatihah. Baca al-Fatihah. Setelah itu
- kita berdoa kepada Allah.
- Seorang anak yang mendapatkan pendidikan
- baik dari orang tuanya setiap kali dia
- melakukan ibadah ketaatan kepada Allah
- tanpa dia bilang, "Ya Allah, kirimkan
- pahalanya orang tua dapat bahagia."
- Hm.
- Karena ini merupakan tanaman orang tua.
- Iya.
- Kalau dia berbuat kemaksiatan,
- berbuat durhaka karena orang tuanya
- tidak mendidik anaknya, maka orang tua
- dapat saham dari perbuatan dosa anak.
- Tapi kalau orang tua sudah mendidik,
- mengingatkan anak, kita tetap dalam
- keingkaran, orang tua bebas dari
- tanggung jawab. Allah berfirman dalam
- surat Yasin, inna nahnu nuhyil mauta.
- Kami akan menghidupkan orang yang telah
- mati. Watubu ma qaddamu. Kami catat
- semua yang mereka lakukan langsung.
- Kemudian waarahum dan
- peninggalan-peninggalan mereka.
- Sayang terjemahannya di antaranya bekas
- jalan kita ke masjid. Bukan itu asar di
- sini semua peninggalan kebaikan mereka
- atau keburukan mereka.
- Heeh.
- Contohnya mereka melakukan sunah
- hasanah, mendirikan masjid, mendikan
- sekolah ya atau katakan mereka mendidik
- anak-anak yatim. He.
- Selagi mereka semua ya mengalirkan
- kebaikan untuk diri mereka, orang tua
- dapat pahala. Tapi kalau diikan
- diskotik, tempat maksiat, kemudian
- tempat-tempat atau majelis taklim, tapi
- isinya fitnah,
- perpecahan. bukan mengajak kepada
- Allah.
- Maka walaupun dia sudah meninggal dunia,
- semua dosa yang berlangsung dalam
- majelis tersebut, tempat maksiat yang
- ditinggalkan, dia mendapatkan sahamnya.
- Jadi kita membaca Al-Fatihah sebetulnya
- tawasulan bisuratil fatihah. Bertawasul
- dengan membaca suratul fatihah. Adapun
- sampai enggak sampai tergantung Allah.
- Hm.
- Allah Subhanahu wa taala yang
- menyampaikan kebaikannya atau tidak.
- Kalau dia dengan tulus berdoa memohon
- kepada Allah ya semata-mata mengharapkan
- ridanya dan berharap kebaikan yang
- dibaca dari suratul fatihah atau doa
- agar disampaikan untuk orang tua yang
- dicintai atau istrinya atau anaknya atau
- katakan kakek dan neneknya yang
- dirasakan kedekatannya. Allah Subhanahu
- wa taala yang menentukan diterima tidak
- diterima.
- Doanya orang-orang yang bertakwa
- diterima oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Doa para koruptor ya
- selagi mereka masih belum bertobat tidak
- akan diterima oleh Allah. Bahkan sedekah
- koruptor juga tidak akan diterima.
- H
- karena apa? Yang diterima oleh Allah
- dari hasil yang halal. Kalau seandainya
- koruptor, miliarder, oligarki diterima
- amal mereka walaupun dalam perbuatan
- khianat, surga kaflingnya diambil alih
- mereka semuanya nanti. Bisa-bisa apa?
- Sebagaimana ee konsesi sawit ada yang
- 1,4 juta hektar, 600.000 1000 hektar
- dibagi baik kol berat ya dibagi antara
- oligarki dan penguasa.
- H
- kasihan rakyat enggak dapat apa-apa. T
- di akhirat nanti apa? Konglomerat yang
- bersedekah dari uang haram diterima
- juga. Habis kapling di surga di dunia
- diambil mereka, di akhirat juga apa?
- Diambil mereka.
- Tapi orang yang berinfak walaupun
- sedikit dari yang halal
- dari hasil keringatnya yang halal itu
- yang diterima di sisi Allah. Innama
- yataqobbalullahu minal. Allah enggak
- silau. Kayak kita nih ulama-ulama ustaz
- silau lihat kongl berat. Allah enggak
- silau dengan dunia. Dunia enggak ada
- arti apa-apanya di hadapan Allah. Jadi
- jangan kita merasa bangga dengan apa
- yang kita keluarkan.
- H
- Allah hanya menerima dari orang yang
- bertakwa.
- Jadi kesimpulannya ee dalam hal ini
- hendaknya kita betul-betul ya menjaga
- amal kita. Berdoa kepada Allah dengan
- tulus. Doakan kedua orang tua kita yang
- diajarkan Allah rabbighfirli widi.
- Sebelum baca itu kita baca al-Fatihah.
- Bagus sekali. H
- Al-Fatihah ini merupakan ummul Quran
- yang mengandung makna-makna yang amat
- indah. Di dalamnya juga terdapat apa?
- Pelajaran yang amat indah. Dan
- sehari-shari petik Al-Qur'an terdapat
- dalam suratul fatihah. Oleh karena itu,
- dari mulai zaman dahulu kala biasanya
- membuka doa mereka atau katakan majelis
- mereka dengan membaca al-Fatihah itu
- bahagian dari tawasul dengan amal saleh
- dengan surah yang dicintai Allah. Karena
- surah ini langsung pendidikan dari Allah
- kepada hambanya untuk mengajarkan
- bagaimana hamba berkomunikasi dengan
- Allah.
- Jadi kalau apa frase kirim Al-Fatihah
- itu mungkin tradisi, Ustaz ya?
- Iya. Sebetulnya kata mengirimkan
- Al-Fatihah sebetulnya ini merupakan
- ungkapan majaz bahasa
- tapi semua tergantung pada
- karena kalau kita mau kirim Al-Fatihah
- dalam arti yang apa namanya? Hakiki.
- Kode posi berapa?
- Nomor WA-nya berapa?
- Iya. Tapi kembali kepada
- kepada Allah.
- Kembali kepada Allah yang menyampaikan.
- Nah, kalau Allah rida, Allah sampaikan.
- Tapi kalau perbuatan kita lakukan bukan
- karena Allah. Contohnya
- Heeh.
- Ustaz-ustaz, kiai-kiai di majelis nih
- datang nanti masyarakat taruh uang di
- amplop Rp50.000, Rp100.000, tolong
- kirimkan al-Fatihah buat orang tua kamu.
- Dikuburin amplopnya sama ustaz mulai
- bacakan al-Fatihah satu persatu. Kita
- lihat ini dagang bukan doa yang
- sebenarnya. Saya pertama kali pulang
- dari Mesir banyak yang mengejutkan saya
- karena waktu saya berangkat ke Mesir
- saya masih tinggal di pesantren. Belum
- belum ceramah ke sana kemari.
- Begitu saya pulang dari Mesir
- ceramah di satu majelis saya terima
- amplop tuh cukup banyak.
- Diamp dituliskan tolong bacakan
- al-Fatihah untuk fulan. Saya heran luar
- biasa kalau doa pakai dibayar bukan
- karena
- Allah bakal terima apa tidak.
- Betul gak?
- Kemudian yang unik apa? Begitu saya
- pulang dari Mesir
- datang majelis taklim untuk minta saya
- ceramah. Ada Maulid Isra Mikraj.
- Kemudian mereka kasih amplop. Saya tanya
- apa nih? Ini uang muka, Ustaz. Uang mu
- muka? Saya bilang, "La haula wala
- quwwata illa billah." Bagaimana agama
- ini bisa murni, bisa maju berkembang,
- umat bisa bersatu kalau dikotori dengan
- apa? Dengan kepentingan-kepentingan
- duniawi. Jadi, tadinya ulama-ulama kita
- permulaan dakwah itu tulus. H
- tapi begitu mulai
- bisa membeda-bedakan amplop ini
- tempatnya lebih tebal, ini lebih
- sedikit, akhirnya mulai arahnya ke mana?
- Finansial
- kepada pendaringan yang lebih apa?
- Lebih besar. Bahkan sampai ada sebagian
- mereka mengatakan, "Kamu enggak boleh
- masuk wilayah ini. Pendaringan saya
- ini."
- Allahu Akbar.
- Nah, ini terjadi di tengah-tengah kita.
- Ini yang merusak agama Allah. Begitu
- juga kalau kita mau doakan saudara kita
- yang beriman,
- baik yang hidup meninggal dunia, mari
- kita baca Al-Fatihah sebagai pembuka
- yang baik. Setelah itu kita doakan
- dengan tulus. Bukan untuk ini,
- bukan untuk fulus.
- Bukan untuk fulus. Itu insyaallah ya
- 99%.
- satu persanya kalau Allah enggak
- kehendaki Allah akan terima. Tapi begitu
- doa untuk tujuan-tujuan duniawi jangan
- harap akan diterima. Saya ingat Buya
- Hamka
- sewaktu Bung Karno meninggal dunia, Bung
- Karno ini termasuk pada masa
- kekuasaannya paling tidak suka sama Buya
- Hamka. Bahkan dimasukkan dalam penjara
- lagi.
- Iya.
- Tapi begitu beliau akan meninggal dunia
- minta supaya Bu Hamka apa yang mengimami
- salat. Bukan ulama yang dekat sama dia.
- Karena ulama yang dekat sama dia apa?
- dekat tujuannya untuk apa? Untuk
- kepentingan mereka.
- Iya.
- Ada satu kejadian pada masa-masa dulu
- ketika Golkar ee dikuasai oleh Soekarno
- siapa saya lupa itu pada masa itu tahun
- 0 sekian.
- Dia merupakan tokoh Golkar yang keras.
- Nah, pada saat itu ya era itu
- orang-orang yang kerja di bawah Pak
- Hartonya agak keras. Pak Hartonya
- mungkin enggak begitu. yang di bawah ini
- keras main ini, main itu. Sampai di
- setiap keluar-kelurahan kalau ada
- penceramah harus persetujuan dari
- SOSPOL. Ada SOSP di mana? He.
- Di kelurahan
- untuk mengawasi semua ceramah-ceramah
- yang beredar.
- Nah, kebetulan salah seorang dari mereka
- itu ya orang yang keras, punya kekuasaan
- keras dan ulama termasuk musuhnya.
- Apa yang terjadi? Begitu dia meninggal
- dunia, dia pesan, "Nanti yang salatkan
- saya tuh si fulan."
- Dia kan musuh kamu, tapi dia lebih
- ikhlas dibandingkan yang lain.
- Ingat enggak siapa namanya e Menko Cup
- kita? Sudomo.
- Sudomo.
- Sudomo itu banyak menghalang-halangi
- ulama untuk ceramah. Bahkan pada masa
- kekuasaan dia ya sebagai orang yang
- punya kekuasaan yang cukup luas dalam
- bidang keamanan seringki membubarkan,
- menghalangi, tidak memberikan ide.
- Begitu dia dicopot dari jabatan dia di
- hari tua, dia sering masuk dalam subuh
- gabungan.
- Hmm. He.
- Subuh gabungan
- gabungan
- ketemu di antaranya seorang kiai. Dia
- bilang, "Pak Kiai, saya minta maaf dulu.
- Saya yang sering menghalang-halangi Pak
- Kiai untuk menyampaikan ceramah. Saya
- minta maafnya."
- Begitu hilang jabatannya, akal sehatnya
- muncul.
- Hm.
- Begitu terbungkus sama jabatan, akal
- sehatnya hilang. Mau ahli kota, mau
- gubernur, ya begitu juga mau tokoh-tokoh
- yang tadinya sebelum naik ke DPR,
- "Ustaz, tolong nasihatin saya.
- Begitu naik, boro-boro mau ketemu kita.
- Kenapa? Karena merasa menghalangi
- rencana-rencana ke depan. Jadi
- betul-betul ikhlaskan niat kita. Itu
- yang akan membuat amal diterima. W umiru
- illa liyaudullaha muklina lahudinaak.
- Oke, cukup ya.
- Iya, Ustaz. Subhanakallahumma wabihamdik
- ashadu alla ilahailla anta astagfiruka
- waubu ilaik walalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih jazakallah
- khairan kir guru kita Ustaz Husain
- Alatas yang sudah memberikan penjelasan,
- pemaparan dari beberapa pembahasan dan
- pertanyaan dari Ikhwan akhwat yang sudah
- sempat kita bacakan. Mohon maaf bagi
- ikhwanat yang belum sempat kita bacakan
- WA-nya, pertanyaannya. Insyaallah kita
- bertemu lagi di ee lain kesempatan
- ikhwan akhwat ya. Dan akhirnya saya Riza
- Alhaq dan juga teman-teman yang bertugas
- ada Kang Algi, Kang Fahri dan juga Bang
- Ondi undur diri. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.