Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillah. Alhamdulillah wasalatu
- wasalam ala rasulillah waa alihi.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. Ikhti yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala. Apa kabar?
- Selamat datang di acara renungan di
- bawah naungan Al-Qur'an bersama Alfagqir
- Isa Alkaf. Ada dan juga Mas Algi di meja
- operator. Senang sekali kita bisa
- menemani ikhwan di pagi hari ini.
- Menemani aktivitas ikhwan akhwat
- sekalian. barangkali mengantar anak,
- berangkat kerja atau apapun yang ikhwan
- lakukan pada pagi hari ini. Insyaallah
- sama-sama kita akan menggali, mendalami,
- mentadaburi Al-Qur'anul Karim bersama
- guru kita yang sudah membersamai kita di
- studio, Ustaz Husein bin Hamid Alat.
- Asalamualaikum, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Semoga sehat selalu ya, Ustaz ya.
- Amin. Amin. Insyaallah.
- Masyaallah. Saya
- batuk-batuk ini, Ustaz. Minta maaf,
- Ustaz.
- Lagi musim sekarang, ya?
- Lagi musim, Ustaz. Masyaallah, Ustaz.
- Sebelum kita mulai, barangkali kita buka
- dulu dengan baca ummul Qur'an surat
- Al-Fatihah. Ustaz
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- iki yaumiddin
- iyaka na'budu wa iyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim walad
- in.
- Amin.
- Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Allahummarhamna bil Quran. Semoga dari
- bacaan Al-Qur'an tadi Allah bukakan
- pintu hidayahnya, Allah bukakan pintu
- rahmatnya. Allah Subhanahu wa taala
- bimbing kita senantiasa dalam rahmat
- Allah Subhanahu wa taala. Amin. Amin ya
- rabbal alamin. Ikhwan akhwat. Ee pagi
- hari ini kami informasikan kami
- bersiaran secara live. Bisa ikhwan simak
- langsung melalui YouTube eh Rasil TV
- atau melalui frekuensi radio
- silaturahim. Dan bagi kawan-akhwat yang
- ingin bertanya silakan kirimkan
- pertanyaan Anda di nomor 0811999720.
- Sekali lagi nomor WhatsApp di 0811999720
- atau bisa bertelepon di 0218451512.
- Ustaz, ini ada pertanyaan pertama,
- Ustaz, dari Bapak Sujana di Bekasi. Ee
- Ustaz, apa saja sikap yang dapat merusak
- persatuan di dalam agama Allah Subhanahu
- wa taala? Syukran jazakumullah khairan.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- abdika wa rasulika
- sayyidina wa nabina Muhammadin wa alih
- thyyibin wasohabatihil
- gurriril mayamin
- wat tabiina lahum biihsanin ila
- yaumiddin.
- Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
- innaka antal alimul hakim. Wala haula
- wala quwwata illa billahil aliyilim.
- Rabbana zidna ilman walhikna bisolihin.
- Amma ba'du.
- Asalamualaika ya Rasulullah. Assalamu
- alaina wa ala ibadillahi shihin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Allah Subhanahu wa taala memberikan
- bimbingan
- kepada kita semua
- menuju kehidupan
- yang terindah,
- penuh keharmonian,
- saling pengertian,
- saling menghargai, dan saling
- menghormati satu dengan lain.
- Oleh karena itu, dengan tegas
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- menyampaikan pesan Allah pada haji wada
- sebelum beliau meninggal dunia.
- Bahwa sesungguhnya darah sesama kalian,
- harta sesama kalian, kehormatan sesama
- kalian diharamkan Allah sebagaimana
- Allah mengharamkan hari ini, itu tanggal
- 10 Zulhijah.
- fi syahrikum hadza dalam bulan kalian
- itu bulan Zulhijah
- wafi baladikum hadza dan
- negeri kalian yang diharamkan ini. Jadi
- bagaimana Allah mengharamkan baik itu
- darah, harta, kehormatan sesama manusia
- sebagaimana Allah mengharamkan
- ee hari ke-10 bulan Zulhijah di tanah
- suci dan di bulan suci yang Allah
- haramkan.
- Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa
- taala turunkan satu surah khusus.
- Satu surah
- khusus
- secara khusus
- yang mengingatkan akan persaudaraan di
- antara sesama manusia.
- Dan Allah Subhanahu wa taala
- memerintahkan mereka untuk betul-betul
- saling menjaga kehormatan sesama mereka.
- menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan
- yang bakal menimbulkan fitnah,
- pertentangan, kebencian, dan permusuhan.
- Surah ini adalah surah al-Hujurat.
- Suratul
- alhujurat.
- Hujurat.
- Karena terkadang dua orang masing-masing
- punya niat baik,
- tapi tidak menjaga lisan dan adab dalam
- bergaul dan bersosial. Akhirnya
- menyebabkan
- kedua orang tersebut yang tadinya
- berteman bisa saling bermusuh-musuhan
- walaupun sebetulnya mereka baik-baik.
- Jadi pentingnya betul-betul kita dalam
- berkomunikasi
- selalu menggunakan kalimah thayyibah.
- Kalimah thayyibah ini yang akan naik ke
- sisi Allah mendapatkan restu dan berkah.
- Ilaihi yas'ul kalimutibu
- walhfa.
- Oleh karena itu dalam suratul hujurat
- kalau kita renungkan akis, Allah
- subhanahu wa taala mengingatkan kita
- pertama-tama setelah kita mulai dengan
- sebaik-baiknya pembuka yang membuka
- pintu rahmat Allah yang akan mengiringi
- kita dalam seluruh aktivitas hidup kita.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ya ayyuhalladzina amanu la tuqaddimu
- baina yadaillahi wa rasulih wattaqulah
- innallaha samiul alim. Wahai orang yang
- beriman,
- hendaknya kalian dalam kehidupan ini,
- dalam seluruh tindak tanduk kalian,
- kalian tidak melangkahi Allah dan
- Rasulnya.
- Tidak melangkahi Allah dan Rasulnya.
- Bertakwalah kalian kepada Allah. Sungguh
- Allah Maha Mendengar lagi Maha
- Mengetahui. Artinya dalam hidup ini kita
- mengikuti tuntunan Allah yang
- menciptakan kita, yang mengasuh kita,
- yang maha pengasih, yang maha penyayang,
- yang maha tahu lagi maha bijaksana.
- Jangan kita melangkahi Allah.
- Kemudian setelah itu Allah mengajarkan
- kita adab pertama di hadapan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam untuk tidak
- mengangkat suara kita di atas suara
- Rasul. Hendaknya kita beradab di hadapan
- rasul yang merupakan sosok yang membawa
- risalah dari Allah dan Allah jadikan
- contoh bagi kita semuanya. Ya
- ayyuhalladzina amanu la tarfau aswatakum
- fauqutin nabi wala tajharu lahu bilquli
- kajah ba'dikum baah
- ba'dikumukum.
- Allah ingatkan agar mereka tidak
- mengangkat suara mereka di atas suara
- Rasul. Karena ini kalau dibiarkan akan
- menggugurkan amal mereka tanpa mereka
- sadari. Allah mengingatkan juga orang
- yang datang ingin berjumpa dengan Rasul
- jangan berteriak-teriak tanpa adab
- memanggil Rasul dengan suara keras dari
- luar.
- Tunggu sampai Rasul keluar di
- tengah-tengah kalian. Sampaikan hajat
- kalian atau ajukan pertanyaan kalian
- tapi dengan adab. Karena tanpa kita
- beradab di hadapan Rasul,
- beradab di hadapan ya petunjuk yang
- beliau bawa akan membuat hati kita
- menjadi keras,
- akan membuat kita hanya sekedar
- kita menyerap wawasan tapi hati kita
- justru mengeras.
- Nah, kalau seandainya air turun di tanah
- yang keras, dia tidak akan diserap. Dia
- hanya akan melintas. Begitu juga hati
- kita kalau keras tanpa adab. Begitu kita
- mendengarkan apa yang disampaikan oleh
- Rasul, kita tidak akan menyerapnya, tapi
- akan melintas. Bahkan mungkin orang lain
- yang mendengar lebih cepat menyambut
- dibandingkan kita. Jadi adab ini amat
- penting yang akan melembutkan hati kita.
- Dan Allah gambarkan orang-orang yang
- bersikap
- hormat beradab di hadapan Rasul tidak
- mengangkat suara mereka. Allah tuliskan
- keimanan dalam hati mereka.
- Ulaika kataba fi qulubihimul
- iman.
- Jadi betul-betul
- penting kita beradab di hadapan Rasul
- baik pada masa hidupnya maupun setelah
- beliau wafat.
- Jadi kalau kita datang ke Madinah
- sebagai contoh di masjid Rasulullah
- hendaknya kita beradab menjaga sopan
- santun kita, penuh rasa hormat yang akan
- membuat kitanya apa?
- menghormati apa yang disampaikan Rasul
- dan juga memuliakan beliau dengan kita
- mencintai beliau, mengikuti sunahnya dan
- dijadikan sebagai satu-satunya idola
- tauladan dalam hidup ini. Sehingga tidak
- termudah kita terjebak dalam perangkap
- setan atau terkagum-kagum
- terhadap kehidupan mereka-mereka yang
- jauh dari tuntunan Allah Subhanahu wa
- taala.
- Nah, kemudian setelah itu
- Allah Subhanahu wa taala mengingatkan
- kita agar kita tidak tergesa-gesa dalam
- menerima berita, mempercayainya
- tanpa dasar kebenaran. Akhirnya kita
- memvonis satu kaum dengan tergesa-gesa.
- Ternyata yang kita lakukan merupakan
- kesalahan.
- Ini seringki menimbulkan fitnah,
- pertentangan, kebencian di antara umat.
- Ya ayyuhalladzina amanu in jaakum fasiun
- binabain fatabayanu. Kalau ada seorang
- fasik datang kepadamu membawa berita,
- periksa lebih dulu.
- Tabayyanu artinya utlubul bayinah. Minta
- bukti dari yang menyampaikan berita.
- anusibuan bijahalatin fatusbihu al ma
- faumim
- akhirnya kalian karena menerima begitu
- saja menelannya mempercayainya kalian
- menjatuhkan vonis kepada satu kaum
- setelah itu kalian apalagi di zaman AI
- sekarang ini semua bisa direkayasa
- atau yang dikenal dalam bahasa Arabnya
- fabroka
- bagaimana mana bisa diset bisa
- direkayasa
- sampai seorang seolah-olah orang
- mengucapkan sesuatu melakukan sesuatu
- padahal bukan dia pelakunya
- berbahaya gak?
- Oleh karena itu kalau kita mendengar
- berita semacam ini yang buruk dari
- saudara kita tentang saudara kita
- katakan seharusnya tidak gampang kita
- mempercayainya.
- Laula samumuhu
- donal mukminuna bianfusihim
- waqalu ifqumin.
- Coba dikakan mendengar berita-berita
- buruk semacam ini, kalian justru apa?
- Mendahulukan sangkaan baik terhadap
- saudara kalian sesama orang yang
- beriman.
- Dan mereka mengatakan ini merupakan
- kebohongan yang besar kecuali dengan
- bukti, dengan kesaksian.
- Bahkan kalau kita melihat kejelekan
- saudara kita, hanya kita yang melihat.
- Seharusnya kita berikan nasihat, tutupi
- agar dia punya kesempatan untuk
- bertobat. Bukan kita ceritakan di luar.
- Hanya akan menumbuhkan kebencian.
- Permusuhan kita anggap sepele padahal
- disebabkan karena percikan api kecil
- bisa menjadi api yang besar.
- Jadi Allah ingatkan agar kita
- berhati-hati, tidak gampang menerima
- berita dan minta bukti. Kata bayinah itu
- bukti yang pasti, bukan kata orang.
- Lalu Allah ingatkan kalau Rasul
- membiarkan dirinya mengikuti
- kemauan manusia, manusia akan binasa.
- Tapi Allah membuat kalian mencintai
- keimanan, menghiasinya di hati kalian,
- membuat kalian benci kepada apa?
- kekafiran dan kemaksiatan.
- Nah, Allah menginginkan kita menjadi
- apa? Orang-orang yang bijak, yang
- berakal sempurna. Ulika humur rasyidun.
- Lalu kalau kita menghadapi dua kaum yang
- saling bermusuhan, bukan kita berpihak
- kepada yang satu terhadap yang lain.
- Karena mereka sahabat kita, orang kita
- seharusnya kita menjadi penengah.
- Hentikan peperangan lalu tanya alasannya
- apa. Kalau yang satu berbuat zalim
- kepada yang lain, maka berbuat zalim
- wajib menggantikan kerugian pihak yang
- dizalimi.
- Kalau mereka ternyata menolak untuk
- menghentikan peperangan, kita bisa
- menggunakan kekuatan kita. Kekuatan apa?
- Ee yang dimiliki oleh umat untuk menekan
- yang berbuat kezaliman sampai mau tunduk
- menerima pengadilan sesuai dengan aturan
- Islam.
- Begitu mereka mau berunding, maka
- hendaknya kita dalam memberikan
- keputusan hendaklah kita apa? Berlaku
- adil dan bertakwa kepada Allah.
- Ini kan bimbingan yang amat indah. Yang
- terjadi seringkiali kita berpihak pada
- kelompok yang kita suka.
- Padahal kalau orang tua kita salah, kita
- enggak boleh bela.
- Iya.
- Begitu juga kalau anak kita salah, istri
- kita salah, golongan kita salah.
- qamina bilqisti syuhadaillah wusikum
- walini walqin ini panggilan kepada orang
- yang beriman ya aina amanuq
- tegakkanlah apa jadilah kalian penegak
- keadilan yang menyampaikan kesaksian
- kalian kepada Allah walaupun
- konsekuensinya akan merugikan kedua
- orang tua kalian, merugikan diri kalian
- atau kerabat-kerabat kalian. Keadilan
- wajib ditegakkan. Nah, kalau ini
- dilakukan, maka dengan sendirinya apa?
- Perdamaian bisa diciptakan dan orang
- juga akan bisa menerima keadilan.
- Tapi kalau
- yang diharapkan mendamaian, mendamaikan
- berpihak kepada kelompok yang mereka
- suka atau kelompok ya katakan yang
- merupakan payung daripada apa? Dari apa
- namanya ee pemikirannya, walaupun salah
- ini berbahaya sekali.
- Lalu Allah ingatkan, "Innamal mukminuna
- ikhwatun faaslihu baina akwaikum
- wattaqulaha laakum turham." Ini pesan
- dari Allah, mau rahmat Allah, perbaiki
- hubungan sesama kalian karena kalian
- bersaudara dalam iman yang lebih kuat
- daripada nasab. Dan bertakwalah kepada
- Allah ya sesungguhnya dengan ketakwaan
- kepada Allah kalian akan menerima rahmat
- dari Allah.
- Lalu setelah itu Allah ingatkan kita,
- jangan kita olok-olok orang lain. Satu
- golongan mengolok-olok golongan lain
- hanya disebabkan karena perbedaan
- pandangan. Bukan itu jalan yang Allah
- tunjukkan. Jalan yang Allah tunjukkan
- adalah kita memberikan nasihat kepada
- orang-orang yang kita anggap ee katakan
- bersalah atau keluar dari kebenaran.
- Kalau perbedaan pendapat, duduk
- sama-sama kita berdialog agar saling
- menghargai, menghormati. Tapi
- mengolok-olok seperti yang kita jumpai
- di media pada saat ini, saling
- mengolok-olok hanya menimbulkan
- kebencian, permusuhan, tidak
- menyelesaikan persoalan. Bahkan kita
- masuk dalam perangkap setan menjadi
- fitnah di tengah-tengah umat. Jadi,
- wahai orang yang beriman, jangan
- sebagian laki-laki atau sebagian katakan
- golongan mengolok-olok golongan yang
- lain. Bisa saja yang diolok-olok lebih
- baik. Begitu juga di kalangan wanita
- juga jangan sebagian wanita
- mengolok-olok sebagian lain.
- Karena agama itu bertentangan dengan
- akhlak seperti ini. Kalau dia suka
- mengolok-olok orang lain, membanggakan
- dirinya, dia bukan seorang yang beragama
- dengan benar, tapi seorang yang mabuk.
- Yang mabuk ya, yang betul-betul tidak
- memahami agama dalam arti yang
- sebenarnya. Ini kita jumpai di
- tengah-tengah kita banyak orang saling
- mengejek dan meledek.
- Lalu Allah ingatkan kita untuk tidak
- mencaci orang lain. Karena mencaci orang
- lain sama dengan mencaci diri sendiri
- juga tidak memberikan jurukan yang tidak
- patut bagi saudara kita. Allah ingatkan
- kita untuk tidak apa suka mengintai
- mencari-cari kesalahan orang lain.
- Karena Allah larang kita untuk mengintai
- mencari-cari kesalahan orang. Allah
- melarang kita juga untuk berburuk
- sangka. Karena kebanyakan buruk sangka
- ini dosa.
- Melarang kita juga apa? Di samping
- mencari-cari kesalahan orang berburuk
- sangka melarang kita untuk mengumpat
- kejelekan orang lain. Orang bertanya,
- "Ya Rasul, yang saya bicarakan sesuai
- dengan perbuatan." Kalau yang kamu
- bicarakan sesuai dengan perbuatan kamu,
- itulah gibah. Tapi kalau kamu
- membicarakan sesuatu yang tidak ada pada
- orang tersebut, itu bohtan
- mengada-adakan kebohongan, dosanya lebih
- besar lagi.
- Lalu setelah itu Allah ingatkan bahwa
- kita umat manusia ini satu keluarga yang
- berasal dari ayah ibu yang yang sama.
- bergolong-golongan,
- bersuku-suku, berbangsa-bangsa, beraneka
- rupa. Toak ukur kemuliaan bukan suku,
- bukan bangsa, bukan pula rupa, tapi
- tolok ukur yang ditetapkan Allah
- subhanahu wa taala. Iman dan ketakwaan
- pada Allah.
- Jadi, hak kisah
- i
- kalau kita perhatikan bersama-sama,
- Allah sudah turunkan sebetulnya dalam
- Al-Qur'an bimbingan petunjuk untuk
- menjaga lisan kita, menjaga perbuatan
- kita. Belum lagi dengan amal saleh yang
- memupuk. dengan saling membantu,
- menolong mereka-mereka yang membutuhkan.
- Ini sebetulnya merupakan ajaran yang
- paling indah dalam agama Allah. Allah
- tidak meninggalkan sesuatu tanpa
- penjelasan, tapi dijelaskan dengan
- sejelas-jelasnya. Wallahuam.
- Masyaallah, Ustaz. Indah sekali, Ustaz.
- Ustaz ee mengenai tadi mengenai
- pertikaian kata Ustaz juga tidak boleh
- saling mengolok-olok atau mencurigai
- satu sama lain atau bahasa kita terjas.
- Ee makin ke sini, Ustaz, kalau kita
- lihat di media sosial, perdebatan antara
- umat beragama ini didasari oleh ee
- keinginan mereka untuk beramar makruf
- nahi munkar. Yakni e mencegah orang
- daripada kemungkaran-kemungkaran yang
- mereka buat sendiri di otak mereka,
- Ustaz. Nah, jika kita mau beramar makruf
- nahi munkar kepada saudara kita sama
- muslim tanpa menimbulkan pertikaian atau
- tanpa menimbulkan menyebabkan perpecahan
- ini, gimana caranya, Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim. Rabbana zidna
- ilman wfikna bih. Amin.
- Allah memberikan petunjuk bimbingan
- kepada kita
- dalam berdakwah mengajak orang lain agar
- kita betul-betul apa?
- Mempergunakan hikmah. Udu ila sabili
- rabbika
- bilhikmah.
- Bilhikmah.
- Dengan sedikit hikmah itu kita
- menempatkan sesuatu pada tempatnya. Kita
- tahu bagaimana kita masuk ya ke dalam
- apa hatinya tanpa menyentuh apa-apa yang
- bakal apa bakal membuat dia sakit hati
- dan berpaling dengan niat baik yang
- tulus. Kemudian wal maidil hasanah
- nasihat juga yang baik.
- Oleh karena itu Allah berfirman,
- "Wal takum minkum ummatun yaduna ilal
- khair."
- Hendaklah di antara kalian tampil satu
- umat yang mengajak kepada kebaikan.
- Kebaikan subhanallah dicintai bukan
- hanya oleh orang yang beriman.
- Orang-orang yang tidak beriman pun
- mencintai kebaikan.
- Kemudian wayammuruna bil ma'ruf.
- Menariknya Allah gunakan kata
- wayammuruna bil ma'ruf.
- Jadi di samping memerintahkan kita
- mensosialisasikan
- ya dan mengajak kepada nilai-nilai mulia
- yang bersifat universal, cara juga
- menyampaikannya apa?
- Ya
- bil makruf. Jadi bukan hanya targetnya
- alma'ruf, tapi apa? Caranya pun dalam
- menyampaikan juga bil makruf.
- Dan kata makruf ini menggambarkan apa?
- hal-hal yang dipahami, yang dikenali
- sebagai hal-hal yang baik, yang mulia.
- Lawannya adalah mungkar. Itu yang
- diingkari oleh fitrah manusia. Bukan
- terbatas pada orang yang beriman. Bahkan
- yang tidak beriman pun mengingkari
- perbuatan tersebut. Sebagai contoh,
- bohong, khianat, kezaliman. Bukan hanya
- orang Islam. Orang di luar Islam pun
- membenci perbuatan tersebut walaupun
- mungkin dia pelakunya.
- Iya.
- Jadi kalau antum lihat bagaimana dakwah
- Rasul ya udu ila sabilbika bil hikmati
- wal maidil hasanah. Lalu Allah
- menerangkan, waman ahsanu mimman da
- ilallahi waila shihan waqala inani minal
- wasin.
- Bahwa tidak ada sebetulnya orang yang
- lebih baik tutur katanya daripada orang
- yang mengajak kepada siapa? Kepada
- Allah.
- Kalau orang diajak kepada Allah dengan
- diajak kembali kepada Tuhannya. Tapi
- kalau kita ajak orang kepada diri kita,
- dia merasa kita akan peralat dia, kita
- intimidasi dia. Beda. Mari bersama-sama
- kita menuju Allah.
- Waman ahsanu mimman daallah wa amila
- shihan. Dan dia mengerjakan amal saleh.
- Waqala innani minal muslimin. Dengan
- penuh rasa syukur dia mengatakan, "Saya
- orang-orang yang berserah."
- Begitu juga dalam surah An-Nisa, waman
- ahsanu dinan mimman aslama wajhahu
- lillah wahua muhsinun wattabaa millata
- Ibrahima
- hanif
- hanifah watakhalallahu Ibrahima
- khalilah. Siapakah yang lebih baik
- agamanya dari orang yang berserah diri
- kepada Allah dan dia selalu berbuat
- kebaikan. Jadi antara alislam penyerahan
- kepada Allah diiringi dengan perbuatan
- ihsan yang menjadi hiasan yang amat
- indah.
- Ketika Hamas menawan tawanan-tawanan
- Israel diperlakukan dengan baik, mulia.
- Wanita-wanitanya diperlakukan dengan
- mulia, laki-lakinya pun demikian.
- Anak-anak kecilnya bermain dengan
- anak-anak kecil dari orang Palestin.
- Bahkan mereka diajak untuk bersalon
- menyalon rambut mereka agar tidak kusam.
- Ya, itu dibungker-bungker di tempat
- tahanan Palestina.
- Ketika mereka keluar bercerita bagaimana
- perlakuan Hamas terhadap mereka, dunia
- terkejut, terperanggah luar biasa,
- terkagum kagum. Tapi begitu mendengar
- Israel melakukan genoset pembantaian
- terhadap anak-anak kecil, bahkan dunia
- berteriak.
- Bahkan dunia Islam atau negara Arab
- berdiam, dunia justru berteriak mengecam
- Israel sebagai bangsa barbar biadab di
- luar prikemanusiaan. Kita lihat
- bagaimana apa nilai-nilai universal ini
- tertanam pada setiap manusia walaupun
- orang tersebut bukan dari kalangan kaum
- muslimin.
- Sampai kita saksikan bagaimana parlemen
- Irlandia begitu juga salah satu
- menterinya mengeluarkan kata-kata yang
- luar biasa dahsyat terhadap Israel.
- Jadi
- para nabi semuanya ya bukan mengajak
- kepada sesuatu yang asing, mengajak
- kepada sesuatu yang dikenal oleh fitrah
- manusia
- dan juga dengan cara yang makruf,
- bukan dengan cara yang kejam, yang
- arogan, yang merendahkan. Tidak. Oleh
- karena itu, orang berbondong-bondong
- menyambut ajakan Rasul, menghormati
- Rasul. Karena dengan ajaran Rasul,
- mereka mengenali kemuliaan diri mereka.
- Mereka menyadari kehormatan mereka
- seperti yang terjadi pada Bilal, pada
- Salman dulu. Mereka merupakan
- orang-orang yang direndahkan. Tapi
- dengan ajaran Rasul, mereka sadar akan
- kedudukan mereka yang mulia. Walaupun
- katakan Bilal lahir sebagai seorang
- budak, tapi keimanan keislamannya
- mengangkat dirinya, mengangkat
- derajatnya. yang dulu merupakan budak
- manusia. Setelah dia beriman, dia
- menjadi hamba Allah,
- menjadi sahabat Rasul, menjadi orang
- yang selalu disebut dalam sejarah
- perjuangan Islam. Ini yang dikatakan
- asabiquunabiquunikal
- muqarun
- fi jannatinatun
- minal awalin
- waqil minal akhirin.
- Alawalin di sini orang-orang yang
- berjuang meletakkan fondasi Islam
- bersama Rasul, berdakwah, menghadapi
- cobaan. Kalau kita sekarang sudah masuk
- dalam rumah Islam yang dibangun oleh
- mereka, kita menikmatinya.
- Mereka hidup dalam suasana mencekam,
- berhadapan dengan musuh, kita dalam
- suasana aman. Tapi sedikit sekali syukur
- kita kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Jadi kesimpulannya dalam menyampaikan
- dakwah hendaklah yang
- kita utamakan mengajak kepada
- nilai-nilai
- universal yang disepakati.
- Kemudian yang kita ingkari mungkar yang
- disepakati. Jangan perbedaan fikih
- dijadikan sebagai apa? Sebagai dasar
- kita untuk menganggap orang melakukan
- perbuatan mungkar. Nah, ini yang terjadi
- sebagian kalangan kalau menyaksikan
- seorang fikihnya berbeda, mereka anggap
- ini merupakan mungkar yang luar biasa.
- Kemudian mereka lakukan serangan pada
- para pelakunya. Padahal ini perbedaan
- fikih di mana para ulama dulu berbeda
- saling menghargai. Tapi awam-awam di
- belakang hari justru menjadikan
- perbedaan ini sebagai
- ee alat untuk menyebarkan fitnah. Hanya
- gara-gara seorang salat meluruskan
- tangannya
- mereka kecam habis-habisan. Hanya karena
- baca Yasin malam Jumat atau katakan baca
- doa Nisfu Syakban mereka kecam
- habis-habisan. Padahal yang dibaca doa.
- Selagi doanya benar, mohon pada Allah
- Taala. Kita tidak dibenarkan di sini
- untuk melakukan apa? Melakukan ingkar
- dengan cara keras. Kalau mau dialog,
- duduk sambil mendengarkan dalilnya
- boleh. Tapi kalau kita mengajukan
- katakan ee serangan dan menganggap ini
- perbuatan mungkar, ini yang menimbulkan
- akhirnya fitnah di antara umat. Jadi
- kita kembali kepada yang pokok, yang
- prinsip yang disepakati.
- dari nilai-nilai kebaikan dan kemuliaan.
- Kita mengajak umat ke sana. Kemudian
- menjauhkan perbuatan mungkar yang dapat
- merusak amal kita. Menampilkan wajah
- kita menjadi gelap. Wajah yang tidak
- menarik, kehilangan keindahannya karena
- melakukan perbuatan-perbuatan yang
- dibenci oleh setiap manusia.
- Wallahuam.
- Masyaallah. Ustaz jazakumullah khairan
- jaz. Satu penjelasan yang komprehensif
- sekali bagaimana tuntunan kita supaya
- bersatu di dalam agama Allah Subhanahu
- wa taala. Memang kalau kita mengajaknya
- ke Allah pasti harusnya nuar ini manusia
- bisa ikut. Tapi kalau mengajaknya kepada
- kelompok atau kepada pribadi
- ya namanya kita manusia setara. Tidak
- ada yang mau di bawah manusia lain
- Ustaz. Ya.
- Pasti dengan kelompok lain juga yang
- sama kita akan ribut.
- Oh iya benar Ustaz. antara pengikut
- terjadi persaingan seperti sekarang ini.
- Yang satu membanggakan
- Imam Syafi'inya, satu membanggakan Imam
- Maliknya, satu Ahmad bin Hambal seperti
- Saudi Arab, satu lagi Abu Hanifah.
- Padahal mereka di atas tidak ribut.
- Mereka saling menghargai. Yang di bawah
- ini
- terkadang hansip lebih susah dihadapi
- daripada jenderal.
- Benar. Benar, Ustaz. Masyaallah. Nah,
- ini ada pertanyaan menarik, Ustaz, dari
- Sayid Saleh. Asalamualaikum, Ustaz. Izin
- bertanya. Suami saya sapam di masjid dan
- bila ada jemah, ada barang jemah
- tertinggal sudah disimpan dan diumumkan.
- Tapi tidak juga ada yang mengakui sampai
- 3 bulan lebih. Apakah boleh diambil
- seperti misalnya jam tangan, mukena agar
- bermanfaat untuk dipakai keluarganya di
- rumah? Bagaimana hukumnya, Ustaz? Terima
- kasih. Oh, ini bukan Sayid namanya. Umi,
- Ustaz. Umi di Bogor. Masyaallah.
- bicara kepada Umi ya. Kalau seandainya
- ya katakan ada barang yang ee tertinggal
- ya
- yang dipungut juga bisa di jalan.
- Katakan barang tersebut ya berupa jam,
- berupa mukena tertinggal di masjid.
- Sudah diumumkan sekian lama tidak ada
- yang tidak ada yang mengaku dan
- mengklaim. Saya pikir mukena tersebut
- bisa digunakan sebagai wakaf masjid.
- Iya.
- Artinya bagi perempuan-perempuan yang
- salat yang tidak bawa mukena bisa apa?
- Memanfaatkan mukena tersebut. Nanti
- kalau saya terbukti orangnya datang ya
- datang orangnya setelah setahun kemudian
- datang mencari mukenanya kalau perlu
- bisa digantikan oleh jemaah masjid yang
- mau berinfak atau dari uang masjid.
- Nah, kalau seandainya katakan
- ketinggalan jam tangan
- selama sekian lama ternyata apa?
- Ternyata setelah diumumkan tidak ada
- yang mengakui. Nah, kalau seandainya
- seorang ingin memakai menggunakannya
- boleh saja tapi pada saat nanti orangnya
- betul-betul datang seandainya datang
- maka dia gantikan.
- Mau dikembalikan itu jam atau mau
- digantikan. Yang jelas umumkan dulu ya
- selama sekian lama.
- Kalau tidak ada yang mengakui, jadi
- seandainya dia ambil manfaatnya, kalau
- seandainya bersangkutan datang menuntut
- bisa dikembalikan haknya.
- Yang penting tidak menimbulkan
- kecurigaan bahwa dia mencuri barang
- tersebut.
- Ada telepon masuk, Mas Salgi.
- Boleh diangkat dari musafir tulisannya.
- Asalamualaikum.
- Asalamualaikum.
- Masih tersambung
- belum? Mati. Mati.
- Oh, mati. Oh, iya. Insyaallah.
- Nah, kalau berkaitan dengan jam tangan
- sebaiknya selama setahun lah.
- Oh, baik ustaz.
- Karena kan beda kan kalau mau kena
- seandainya orang tersebut sudah niatkan
- untuk apa namanya? Untuk
- wakaf atau kebaikan fabiha w nikmat.
- Iya.
- Kalau enggak dipergunakan kita gantikan
- nanti kalau dia minta untuk digantikan.
- Baik.
- Karena memang ee kalau disia-siakan juga
- sayang kan.
- Benar. Ustaz. Nah, saya yakin bahwa di
- masjid atau masjid bisa menggantikan
- nanti kalau s orang tersebut meminta
- kembali bukananya yang hilang. Si Ustaz,
- berikutnya dari Pak Syamsul. Syamsul di
- Cibinong. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Nah, ini berkaitan
- dengan sejarah, Ustaz.
- Pada surah Al-An'am ayat 7, Allah
- menyebut tentang kertas.
- Iya.
- Berarti saat itu orang sudah mengenal
- kertas, Ustaz. Namun mengapa para
- sahabat tidak menuliskan ayat-ayat Quran
- pada kertas, tapi pada batu, tulang,
- kulit, hewan, dan lain sebagainya.
- Syukran.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allah sebutkan kertas
- dalam Al-Qur'an sebanyak dua kali dan
- dua-duanya terdapat dalam suratul an'am.
- Yang pertama walau nazalna alaika
- kitaban
- falamuid.
- Yang kedua,
- pada zaman Rasul sebetulnya kertas sudah
- ada. Bahkan sebelum zaman Rasul,
- ribuan tahun sebelum Nabi diutus,
- orang-orang Mesir telah mengenal kertas
- yang mereka buat dari daun papirus.
- atau dikenal dalam bahasa Waraqatul
- Bardi itu kalau sekarang kita berangkat
- ke Mesir ke daerah Khan Khalili,
- daerah-daerah ee
- ee yang mengabadikan peninggalan
- sejarah,
- mereka menjual ya
- virus ya
- jalan ee kertas yang terbuat dari
- papirus diberikan warna kuning itu
- digunakan pada masa dahulu kala untuk
- menulis. Begitu juga kulit. Begitu juga
- ku
- kulit
- kulit.
- Nah, riwayat yang meriwayatkan
- bahwasanya sahabat-sahabat Nabi ya
- untuk pegangan mereka menulis ya di atas
- tulang,
- menulis juga di atas ee katakan ee
- pelepah-pelepah dan lain sebagainya.
- Sebetulnya ini riwayat juga bukan
- merupakan riwayat yang bagaimana yang
- kuat.
- Tapi ada ada apa? ada yang melatar
- belakangi semua ini.
- Tapi kita harus tahu ya bahwasanya Quran
- yang dikumpulkan oleh Rasul yang ditulis
- oleh para penulis wahyu berbeda dengan
- apa yang ditulis oleh para sahabat.
- Kalau Quran yang ditulis oleh para
- penulis wahyu, diawasi oleh Rasul, semua
- ayat-ayat tersusun dengan baik sempurna.
- Kemudian juga surah-surahnya juga
- disusun secara sempurna. Oleh karena
- itu, Rasulullah waktu meninggalkan dunia
- Quran sudah dalam keadaan sempurna.
- Dimulai dengan suratul fatihah.
- Sebagaimana sabda Nabi, "La shah liman
- lam yaqra bifatihatil kitab." Tidak sah
- salat seseorang yang enggak baca
- Alfatihah.
- Iya.
- Berarti Al-Fatihah pembuka Alqur
- Al-Qur'an.
- Kemudian Quran bukan hanya terkumpul di
- dunia pada masa Rasul, bahkan di Lauh
- Mahfuz.
- bimwaqinjumam
- terjaga masud
- jadi terjaga dalam kitab ya dalam kitab
- yang terjaga terpelihara di lahu mahfud
- la yamuhu illal mutahar di lauh mahfuz
- dijaga diawasi oleh para malaikat yang
- disucikan Allah Taala waktu di bumi pun
- ya waktu mau turun di bawah Jibril
- langit dijaga dengan Ket jin tidak
- diingin diizinkan untuk mengoping
- diserahkan pada rasul-rasul pun di bawah
- penjagaan Allah Taala hingga
- menyampaikan risalah Allah gaibi fala
- yudhiru ala gaibihi ahada illa man
- rasulin fainnahu yasluku min baini yadai
- win khfihi rada. Jadi Allah jelaskan
- bahwasanya Rasul sepanjang perjalanan
- dakwahnya diawasi oleh Allah, dilindungi
- oleh malaikat-malaikat Allah agar dapat
- menyampaikan amanat Allah dengan
- sempurna. Rasulullah wafat, Quran sudah
- terkumpul. Nah, para sahabat untuk
- hafalan mereka, pegangan mereka, mereka
- menulis Al-Qur'an.
- Ada yang mereka tulis di kulit ya, yang
- punya kemampuan untuk beli kertas.
- Kertas kan mahal pada saat itu
- mereka menggunakan kertas.
- Tapi kalau di tulang dan lain sebagainya
- ini pertanyaan. Jadi seolah-olah zaman
- Nabi itu zaman purba.
- He.
- Jadi mereka ingin mengesankan bahwa
- Quran itu belum terkumpul pada masa
- Nabi, tapi dikumpulkan pada masa Abu
- Bakar radhiallahu anhu. Yang benar Abu
- Bakar menyalin,
- Utsman juga menyalin disebarkan di
- seluruh wilayah Islam agar masing-masing
- punya pegangan dan rujukan yang
- tertulis. Tapi bukan berarti Abu Bakar
- atau Umar yang mengumpulkan Al-Qur'an
- sebagaimana riwayat yang terdapat dalam
- Bukharinya. Kar riwayat ini riwayat
- ahad. Sedangkan Quran menjelaskan pada
- kita sebelum turun ke hadapan Rasul pun
- di Lauh Mahfuz sudah terkumpul menjadi
- kitab. Begitu turun Allah perintahkan,
- "Tempatkan ayat ini dalam surah ini.
- Tempatkan ayat ini dalam surah ini."
- Kemudian Allah susun
- dengan betul-betul penuh hikmah kitabun
- uhkimat ayatuh tumma fusilatadun
- hakim khabir.
- Dan Rasul dengan tegas mengatakan, "La
- liman lam yaqati kitab." Tidak sah
- salatnya orang yang tidak membaca
- pembuka Alkitab. Berarti ada kitab, ada
- pembukanya itu Alfa
- Alfatih.
- Alfatihah. Nah, Quran yang ada pada saat
- itulah Quran yang ada pada masa Nabi
- kita. Nah, pada masa Sayyidina Utsman,
- Sayyidina Utsman perintahkan sahabat
- mengumpulkan semua tulisan Al-Qur'an
- mereka yang ditulis secara pribadi
- yang mungkin ada salah tulis ya dan
- ditakutkan nanti muncul versi-versi
- Quran yang bermacam-macam. dikumpulkan
- kemudian dibakar disatukan
- dengan Quran yang ada pada Rasulullah
- sallallahu alaihi was yang ada di rumah
- Rasul.
- Jadi semua yang dihanjurkan ya
- dikembalikan disatukan pada naskah yang
- dikumpulkan oleh Nabi kita hingga semua
- bersatu dalam kitab Quran yang sama.
- Karena yang ditulis oleh para sahabat
- kan terkadang ada Albaqarah, ada Al
- Imran, ada surah-surah pendek. Jadi
- susunannya enggak sama dengan susunan
- Al-Qur'an seperti yang kita jumpai saat
- ini. Jadi sebetulnya ini kalau kita
- perhatikan ini riwayat-riwayat ada
- kemungkinan riwayat israiliyat yang
- ingin betul-betul apa menempatkan
- Al-Qur'an ini pada posisi yang meragukan
- yang tidak meyakinkan keasliannya.
- Nah, kita mau menerima menyebarkan hal
- ini. Akhirnya ikut juga punya andil
- dalam menimbulkan keragu-raguan terhadap
- Al-Qur'an. Wallahuam.
- Masyaallah. Eh,
- terima kasih banyak, Ustaz, jawabannya.
- Makasih juga, Pak Syamsul yang sudah
- bertanya. Ee ini tadi baru sedang
- telepon, Teh. Abdi nelepon tara
- diangkat-angkat katanya. Abdi titip
- salam buat Ustaz. Masyaallah, Ustaz.
- Salam dari sepertinya dari orang
- Sukabumi ini, Ustaz. Dari musafir.
- Masyaallah jazakallah khair. Dari Bu
- Retno hadir menyimak melalui radio.
- Masyaallah. Dari Fajar Alfatah.
- juga memberikan salam kepada Ustaz dari
- Fan di Rasil. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz
- izin bertanya.
- Waalaikumsalam.
- Bagaimana caranya menjadi muslimah yang
- kuat? Bukan hanya fisiknya saja tapi
- juga kuat tauhidnya dan akidahnya.
- Syukran jazakallah khairan. Ustaz Always
- love rasil katanya. Masyaallah.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Imam Ali pernah memberikan kita
- bimbingan sebagai pengantar kita untuk
- masuk dalam agama.
- Beliau mengatakan, "Awaluddin
- makrifatuh." Langkah pertama masuk ke
- dalam agama
- kita harus mulai dengan mengenal Allah.
- mengenal
- Allah
- dengan sendirinya untuk mengenal Allah
- enggak mungkin kita mengenal Allah
- sebagaimana kita berupaya untuk
- mengenali sesama manusia
- kita kalau mengenal manusia di samping
- kita bertemu berkomunikasi
- secara langsung atau melalui apa katakan
- Facebook ya kita berkenalan kemudian
- saling mengenal setelah itu kita ee
- berusaha untuk mengenal pribadi
- masing-masing asing dengan pergaulan.
- Pergaulan yang lama akan menunjukkan
- betul-betul apa? Kepribadian seorang.
- Kita bertemu baik itu fisik dengan fisik
- bisa berjumpa dengan langsung ya.
- Kemudian dengan berbagai macam
- pengalaman kita bisa menilai teman kita,
- diri kita, kesetiaannya, kesabarannya,
- kepedulian.
- Tapi kalau kita ingin mengenal Allah,
- bagaimana kita mengenal Allah?
- Kita enggak melihat zat Allah. Betul
- enggak?
- Karena Allah Subhanahu wa taala zat yang
- maha suci. Laudul abs wahu abs w.
- Nah, Allah berikan kita bimbingan untuk
- mengenal Allah melalui nama-namanya yang
- penuh dengan keindahan.
- Walillahil asmaul husna.
- Jadi kalau kita mengenal Allah, coba
- resapi nama-nama Allah yang semuanya
- menunjukkan keindahan, keadilan,
- kebijaksanaan,
- kasih sayang. kesabarannya, syukurnya
- Allah terhadap kebaikannya lakukan
- hambanya. Dan kita menyadari kita ini
- manifestasi dari nama-nama Allah
- alkhalid kita merupakan salah satu
- manifestasinya ciptaan. Betul enggak? H.
- Begitu juga Ar-Rahman.
- Salah satu manifestasi dari rahmat
- Allah. Kita ini yang merupakan rahmat
- karunia dari Allah yang tak terhingga
- baik kasihnya maupun sayangnya.
- Kita lupa kepada Allah. Allah tidak
- pernah melupakan kita. Kita berpaling
- dari Allah. Sekejap pun Allah tidak
- pernah meninggalkan kita. Jadi kalau
- kita ingin masuk ke dalam agama mulai
- dengan mengenal Allah.
- Karena alam semesta termasuk kita
- merupakan manifestasi dari nama-nama
- Allah yang begitu indah. Allah bernama
- Al-Hakim. Diri kita dengan tatanan yang
- Allah ciptakan menunjukkan bagaimana
- kebijaksanaan Allah Taala. fungsi kerja
- setiap organ tubuh kita, sel-sel kita,
- sistem imunitas kita yang menggambarkan
- kesempurnaan dan juga rahmat yang tak
- terhingga. Nah, setelah kita mengenal
- Allah
- untuk dapat menyempurnakan makrifat
- kita, Imam Ali mengatakan waamalu
- makrifatihi tasdiq.
- Makrifat itu baru akan sempurna. Kalau
- yang kita tahu, kita aplikasikan
- implementasikan.
- Tapi kalau hanya sebuah teori atau
- katakan pemahaman dan keyakinan di hati
- tidak diiringi dengan amal, maka
- lama-kelamaan
- makrifah kita akan menurun.
- H.
- Tapi begitu makrifah kita berjuang untuk
- mengamalkannya, dia akan tumbuh.
- Walladinau zadahum huda.
- Iya. Menerima petunjuk mereka ikuti
- Allah tambahkan lagi hidayahnya. Waahum
- taqwahum. Tapi sebaliknya falamahu
- dia tahu kebenaran bukan diikuti dia
- nyeleweng.
- Allah biarkan jiwa mereka.
- Jadi makrifah kita kalau ingin
- betul-betul mendalam setelah kita
- mengenal Allah melalui nama-namanya
- yang penuh keindahan, kita berusaha
- untuk betul-betul memahami dan
- mengamalkan.
- Kalau kita tahu bahwa Allah Subhanahu wa
- taala alkali, dialah al-Malik. Ya.
- Kemudian juga Allah tegaskan
- lailahaillahu dengan sendirinya.
- Hanya kepadanya kita hanya kepadanya
- kita bergantung dalam juga pedoman hidup
- kita, kita kembali kepadanya. Yang pasti
- yang datang dari Allah yang paling
- sesuai untuk diri kita. Karena kita
- merupakan ciptaan Allah Subhanahu wa
- taala.
- Nah,
- kelanjutannya wa kamalut tasdiq bihi
- tauhiduhu.
- Nah, untuk melanjutkan dari tasdiknya
- mengamalkan apa yang kita tahu
- untuk menuju puncaknya, puncaknya adalah
- tauhid.
- di mana kalau kita sudah mengenal Allah,
- beramal dengan petunjuk Allah, kita
- menyadari bahwa yang memberikan manfaat,
- yang kuasa juga untuk mendatangkan
- bahaya dan menolaknya hanya Allah
- Subhanahu wa taala.
- Dan Allah Subhanahu wa taala sesuai
- dengan nama-namanya yang penuh
- keindahan, semua memberikan dengan
- sendirinya apa? memberikan pemahaman
- keyakinan bagi kita bahwa kembali kepada
- Allah, berserah diri kepadanya,
- menyembahnya dan tidak
- mempersekutukannya dengan sesuatu serta
- memohon pertolongan hanya kepadanya.
- Itulah merupakan jalan yang paling
- utama. Iyaka na'budu
- wa
- waaka nastain.
- Kalau kita dalam hidup ini selalu
- bergantung berharap pada Allah, akan
- terbebas dari segala macam perbudakan.
- Kalau kita gantungkan harapan kita pada
- manusia,
- kalau dia mengecewakan kita karena tidak
- menepati janji kita akan sendih kecewa
- bisa berputus asa. Tapi kalau Allah
- tidak pernah mengecewakan hambnya, tidak
- pernah menutup pintunya dari
- hamba-hambnya yang berdosa bahkan
- berlumuran dosa. Dan Allah Subhanahu wa
- taala yang maha pengasih lagi maha
- penyayang, pintunya terbuka setiap saat.
- Kalau kita datang kembali, Allah akan
- menyambut kita. Allah Subhanahu wa taala
- akan rida
- dengan apa yang kita lakukan dan Allah
- akan ampuni semua dosa kesalahan kita.
- Jadi kalau semua kita kembalikan kepada
- Allah karena kata wahada yahid ini apa?
- Mengesakan.
- Mengesakan atau menyatukan. Jadi hati
- kita, wawasan kita, hidup kita, kita
- tauhidkan kita kembalikan kepada Allah
- yang maha esa.
- Kita bersatu dengan
- Iya. Nah, kalau semuanya mentauhidkan
- hatinya kepada Allah, pasti bersama para
- muwahidin. Orang yang bertauhid bersatu.
- Tapi yang tidak mungkin bersatu antara
- musyrik dan muwahid. Karena perpecahan
- itu sumbernya syirik. H.
- Jadi kita diajak untuk mentauhidkan
- hidup kita kembali kepada Allah yang
- Maha Esa. Jadi semuanya kita kembalikan
- kepada Allah sebagaimana kita berasal
- berawal dari Allah dan bergantung pada
- Allah. Lah kita mengajak manusia
- siapapun yang kita ajak semua untuk
- jalan kembali pada Allah bukan untuk
- kepentingan kita. kemaslahatan kita,
- keuntungan kita atau kita ingin
- menguasai diri untuk kita beralat demi
- kepentingan-kepentingan duniawi. Tapi
- kita bersama-sama seperti yang
- Rasulullah katakan,
- ana
- katakan umumkan wahai Rasulullah bahwa
- aku mengajak kepada Allah alir dengan
- membuka hati, akal, pikiran manusia
- bukan ikut-ikutan.
- Ana, inilah aku dan orang yang mengikuti
- aku. Jadi kalau kita mengikuti Rasul
- dalam arti yang sebenarnya kita mengajak
- orang kepada Allah ala basir tanpa ada
- paksaan. Tapi mengajak dia berpikir,
- mengajak dia memahami betul-betul
- kebenaran yang datang dari Allah. Kalau
- dia menyambut alhamdulillah. Tidak
- menyambut alhamdulillah kita sudah
- melaksanakan amanat Allah untuk
- menyampaikan kepadanya. Jadi puncak
- daripada apa? dari tasdik kita,
- pengamalan kita adalah tauhid.
- Nah, di atas tauhid ada lagi puncaknya.
- Ustaz
- al-Ikhlas
- tauhidil ikhlas. Orang kalau sudah
- ikhlas
- maka betul-betul apa? Kecintaannya
- kepada Allah benar-benar murni. Bukan
- hanya didasari maslahat, bahkan di saat
- dia dicoba. Di saat dia dicoba
- dengan penderitaan seperti yang dialami
- Ayub, sedikit pun tidak terdapat keluh
- kesah di hati.
- Sebagaimana kalau seorang mencintai
- seseorang dengan penuh keikhlasan,
- cintanya benar-benar murni.
- Dia tidak mengharap dari yang dicintai
- untuk memberikan sesuatu. Bahkan dia
- ingin memberi, ingin melindunginya,
- ingin menaunginya. Nah, kalau manusia
- bisa memberikan hal ini kepada sesama
- manusia yang merupakan sesamaat, kenapa
- bukan untuk Allah Taala?
- Sehingga di saat kita dicoba dengan
- kenikmatan, kita bersyukur, tidak bangga
- diri, dicoba dengan kesusahan, kita juga
- bersabar dan yakin di balik semua ini
- ada kebaikan dan hikmah seperti Ibrahim.
- Kalau dia bukan seorang hamba yang
- mukhlis, mungkin enggak ketika
- diperintahkan menyembelih anaknya mau
- atau meninggalkan anaknya di padang yang
- tak bertua?
- Iya. Tapi dia yakin dengan penuh
- ketulusan bahwa Allah Subhanahu wa taala
- tidak mungkin sama sekali yang
- berkehendak untuk berbuat buruk padanya.
- Pasti di balik semua ini ada hikmah.
- Kalau Ibrahim menolak, dia tidak akan
- menjadi pendiri kota suci Makkah, tidak
- akan menjadi pendiri juga kota suci
- Yussalam. Dan tidak mungkin Allah akan
- menjadikan Ibrahim sebagai khalilnya.
- Q lahu aslim q aslamtu labamin.
- Jadi
- pada saat kita betul-betul sampai pada
- makam al-Ikhlas,
- kebaikan tidak akan membuat kita lupa.
- Cobaan kesempitan tidak akan membuat
- kita sedih, bercuriga terhadap Allah.
- Kita selalu yakin akan keadilan Allah,
- rahmat dan kasih-Nya. Juga kehendak
- Allah Subhanahu wa taala yang perlu
- kebaikan buat kita. Sehingga Allah
- mengatakan bagi orang-orang yang salah
- paham wa asa anrahuaian
- wahua
- wahuair waasaan tuhibbuan
- wahua. Jadi jangan kita nilai sesuatu
- dengan penilaian yang bersifat sathi.
- Tapi pahamilah Allah yang maha pengasih
- tidak mungkin bermaksud buruk terhadap
- dirimu. Nah, makam ikhlas ini makam yang
- tertinggi.
- Wama umiru illa liya'budullaha
- mukhlisina
- lah dengan mengikhlaskan, memurnikan
- ibadah mereka semata-mata untuk Allah.
- Masyaallah.
- Apagi ya?
- Masyaallah. Ustaz tadi lengkap sekali
- pokoknya kita ee mengawali agama dengan
- mengenal Allah kemudian mengamalkannya
- agar memperkuat keyakinan kita,
- menjadikannya
- kemudian akan bertingkat sebagai tauhid.
- Jadi tauhid itu buah dari amal saleh
- sebenarnya, Ustaz. Ya,
- tauhid itu dengan sendirinya orang
- bagaimana mungkin akan mentauhidkan
- mengembalikan semuanya kepada Allah
- tanpa makrifat.
- Oh,
- betul gak?
- Iya.
- Kalau hanya ikut-ikutan bukan tauhid
- yang sebenarnya.
- Dan bagaimana mungkin ya? E dia akan
- apa? Bertauhid pada Allah tanpa
- mengamalkan apa yang dia tahu.
- Iya.
- Karena begitu dia mengamalkan baru dia
- akan petik buahnya.
- Makin yakin ya.
- Iya. Harus itu meningkat kepada makam
- tauhid. Nah, dari tauhid ya dia
- merasakan juga karunia Allah. Kemudian
- juga merasakan buah-buah yang manis pada
- saat dia mentauhidkan Allah. Hidupnya
- tidak gampang goyah, berpegang kepada
- Allah dalam segala hal. Kemudian
- diakhiri dengan ikhlas.
- Kalau sudah sampai pada makam ikhlas,
- berarti sudah melewati yang
- lain-lainnya. Ustaz,
- betul. Oleh karena itu, kenapa Nabi
- tidak apa namanya tetap berdakwah
- menyampaikan pesan Allah walaupun ya
- disakiti, dizalim, bahkan memberikan
- maaf kepada orang-orang yang pernah
- mengusir dan menzaliminya.
- Kenapa? Karena ikhlasnya ya kepada Allah
- dan dia menerima semua itu sebagai
- ujian. Begitu juga Nabi Allah Musa
- terhadap kaumnya.
- Iya. Begitu juga kita saksikan bagaimana
- Ibrahim kesabarannya, keikhlasannya,
- bahkan diusir oleh orang tuanya dijawab
- tanpa ada kebencian. Salamun alaika
- saastagfirulaka
- innahuana
- bi
- Allah.
- Jadi saya mau menggaris bawahi penyebab
- perpecahan adalah karena syirik saat
- mulai dari yang kecil ri menimbulkan
- perpecahan
- karena kita merasa bangga diri dan lain
- sebagainya. Ri kan syriik kecil kata
- ulama sampai syirik yang paling besar
- akan membuat kita fanatik kepada suatu
- selain Allah Subhanahu wa taala. Kalau
- kita katakan Aisaya kita kumpul
- sama-sama dalam satu pekerjaan
- kita klaim ini semua saya punya usaha,
- saya punya perjuangan, saya punya ini.
- Sama kalau kita mengatakan ini semua
- alhamdulillah perlu Anda tahu semua ini
- hasil kerja sama kita semuanya
- bersama-sama.
- Mana yang menyatukan? Yang kedua, yang
- kedua ini dengan sendirinya apa? Membuat
- orang merasa diikut serta. I
- seperti ketika Allah mendidik kita
- bagaimana jangan melupakan
- keikut sertaan orang yang bekerja.
- Sanukriuka falaansailla. Masyaallah.
- Nahnu naqusu alaika ahsan qas. Ini kisah
- Allah yang
- yang apa? yang memerintahkan Jibril
- untuk membawanya kepada Rasulullah
- maupun rasul-rasul sebelumnya.
- Oleh karena itu Allah gunakan kata kami.
- H
- kenapa mengikut sertakan peran dari
- Jibril ini.
- Tapi kalau yang berkaitan dengan
- otoritas Allah tidak sanqriuka fala
- tansa illa masyaallah bukan illa masna.
- Kami akan bacakan pada kamu. Kamu takkan
- lupa kecuali bila aku kehendaki. Enggak
- mengatakan kami kehendaki. Karena yang
- punya kehendaki sini Allah. Jibril hanya
- menyampaikan. Betul gak?
- Heeh.
- Jadi bagaimana kata kami itu amat indah.
- Ini semua alhamdulillah kerja sama kita
- semuanya. Sampai pernah dalam satu ee
- katakan apa namanya? Satu pertemuan
- parenting di antara para ustaz, para
- ulama. kita adakan pertemuan dalam
- pertemuan tersebut menyampaikan narasi
- masing-masing. Selesai acara
- lalu
- mereka yang mengadakan acara itu
- memanggil semua yang bekerja termasuk
- yang membuat teh.
- Dikatakan ustaz semua pejuang-pejuang
- kita termasuk saudara kita yang membuat
- teh untuk kita, yang menyediakan yang
- menyediakan peralatan kita sama-sama
- berjuang tanpa mereka tidak mungkin
- semua ini terlaksana.
- Indah kan?
- Iya. Jadi kata kami yang biasa digunakan
- di habarmutu nahnu bukan aku ana tapi
- nahnu.
- Karena awal man
- yang pertama mengatakan ana sy ana
- khairun
- minhuqani minar wqin.
- Tapi kalau kita menggunakan nahnu
- sebagaimana yang Allah ajarkan indah
- sekali.
- Ini semua alhamdulillah kerja sama kita
- di Rasil
- oni Fakri Alqi punya peran kan. Iya.
- Nanti kalau mereka enggak sama sekali
- ikut serta, kita enggak bisa
- berkomunikasi melalui radio ini.
- Iya, benar.
- Termasukin yang membuat apa? Yang
- membuat minuman.
- Jadi semuanya punya peran dalam
- perjuangan ini.
- Dan balasan yang Allah berikan kepada
- mereka sesuai dengan amal, ketulusan dan
- keikhlasan mereka. Ini pendidikan yang
- amat indah yang Allah ajarkan kepada
- kita semua. Dan termasuk
- dulu para ulama dari Habrmut yang
- berilmu itu mengajarkan kita untuk
- selalu menggunakan kata nab.
- menghadapi satu orang antum satu orang
- tapi an
- antum
- menjelaskan bagaimana walaupun satu sama
- dengan jemaah
- Allah ajarkan inna Ibrahima kana ummah
- h
- satu orang sama dengan umat kenapa
- karena pendiri umat tauhid
- dari masa ke masa
- ini adab-adab yang amat indah betulallah
- yang dicontohkan langsung sama Allah
- subhanahu wa taala ya ustaz ya Allah
- saja melibatkan orang lain atas jasanya
- mengapresiasi bagaimana dengan kita
- terakhir ustaz dari Ibu Sundari ini Dari
- tadi dia bertanya, "Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. Mohon
- maaf bertanya, bagaimana menenangkan
- hati yang kadang rabuh, Ustaz. Karena
- saya ibu yang single parents menghadapi
- anak. Normal tidak ya, Ustaz? Kalau
- kadang-kadang saya suka seperti ngobrol
- sama Allah Subhanahu wa taala, seperti
- ngobrolnya kita sama manusia." Mohon
- maaf, Ustaz. Terima kasih.
- Manusia ada saat-saat dirinya kuat, ada
- saat-saat dirinya lemah.
- Oleh karena itu, kenapa Allah
- perintahkan kita untuk berada dalam
- lingkungan yang bagaimana? Watu
- bilhaqqi watu
- bri.
- Kalau sebagian dari kita lemah, yang
- sebagian lagi mengingatkan.
- Itu merupakan kebersamaan yang akan
- membuat apa? Jemaah saling melengkapi,
- saling menyempurnakan satu dengan
- lainnya. Begitu juga pasangan suami
- istri. Hunna libasakum waum
- libas. Tuhan yang saling melengkapi,
- menyempurnakan. Jadi kalau kadang-kadang
- kita dalam keadaan lemah, bersedih,
- berduka, mendengarkan saudara kita
- mengatakan, "Jangan kau bersedih, jangan
- kau berduga. Allah bersama kamu melihat,
- mendengarkan keluh kesahmu, tahu
- persoalanmu. Coba lepaskan dari selain
- Allah. Kau hadapkan wajah kamu kepada
- Allah."
- Kalau perlu kamu berwudu, salat,
- kemudian kamu sujud sambil menangis
- mengeluhkan
- kondisi keadaan kamu dalam merawat anak
- kamu agar menjadi anak saleh dalam juga
- mencukupi kebutuhan kamu. Allah paling
- suka terhadap hambanya ya yang
- betul-betul apa? Dengan penuh
- kekhusyukan mohon kepadanya.
- Apabila hambanya memanggilnya, Allah
- tidak akan sama sekali memalingkan
- wajahnya walaupun para pendosa. Bahkan
- para pendosa yang datang dengan penuh
- ketulusan, Allah akan sambut
- berulang-ulang lebaika, labaika,
- labbaika wasa'daika ya abdi. Karena
- bukan datang dengan kebanggaan, datang
- dengan betul-betul apa? Hati yang
- betul-betul penuh penyesalan, penuh
- kesedihan, penuh harapan kepada Allah.
- Oleh karena itu orang yang terpaksa
- mendesak memohon kepada Allah pada saat
- itu doa lebih gampang dikabulkan.
- Amujibul mut siapa yang akan mengabulkan
- doa orang terjepit? Kenapa? Kalau orang
- terjepit kan dia berlepas tangan dari
- selain Allah. Dia hanya kepada
- Allah.
- Kalau dia masih ada yang bisa nolong
- dia, doanya enggak sempurna. Dia pikir,
- "Ah, saya masih ada simpuran, ada fulan,
- saya bisa harapkan." Tapi begitu
- semuanya
- tak mampu menolongnya. Hanya Allah Taala
- seperti orang di tengah-tengah udara. Di
- udara kapalnya terbakar.
- Apa yang dimiliki manusia enggak mampu
- untuk menyelamatkannya. Pada saat itu
- dia akan memanggil Allah dengan penuh
- kekhusyukan. Jadi hendaknya dalam berdoa
- kepada Allah pada saat biasa sama dengan
- orang yang berada dalam keadaan sempit.
- Karena Imam Ali pernah berdoa, "Ya
- Allah, jadikan aku, Ya Allah, di saat
- memohon kepada-Mu pada saat-saat aku
- lapang dan senang sebagaimana aku
- memohon kepadamu pada saat aku dalam
- keadaan susah dan terjepit."
- Artinya dalam berdoa pada Allah jangan
- sekali-kali kita apa? Jangan sekali-kali
- kita merasa ragu, merasa rendah untuk
- menyampaikan hajat kita pada Allah.
- Pertama, keluh kesah kita akan menjadi
- rahasia Allah. Kalau kita mengadu sama
- manusia, dia bakal ceritakan kejelekan
- kita.
- Iya.
- Tapi kalau kepada Allah rahasia terjadi.
- Maka Allah bilang, "Udu astajib lakum."
- Tanpa harus ada perantara antara kita
- dengan Allah. Kalau menyampaikan wahyu,
- amanat dari Allah kepada kita melalui
- perantara nabinya.
- Tapi kalau doa Allah hilangkan semua
- sekat-sekat bahkan perantara. Sampaikan
- hajat kamu kepada Allah. Wahua maakum
- aakum.
- Mudah-mudahan insyaallah ibu dibantu,
- ditolong dan hendaklah ibu banyak-banyak
- memohon terutama pada saat sujud apa
- saja yang ibu inginkan Allah kuasa untuk
- mengabulkan permintaan ibu.
- Jadi yang disebut seperti ngobrol itu
- jadikan doa saja.
- Iya. Banyak orang berkomunikasi dengan
- Allah. Ya Allah keadaanku seperti ini.
- Aku tidak memiliki harapan.
- Semua pintu tertutup kecuali hanya
- pintumu. Ya Allah. Engkaulah harapanku,
- Engkau dambaanku dan aku yakin Kau yang
- maha pengasih lagi maha penyayang tidak
- pernah melupakan aku. Arti kalau kita
- bisa bermunajat bersama Allah,
- mengungkapkan harapan kita, kerinduan
- kita, luar biasa.
- Syukur ustaz. Jazakallah khair ustaz
- atas nasihatnya. Subhanakallahumma
- wabihamdika asadu alla ilahailla anta
- astagfirull. Ikhwan akhwat, pertanyaan
- dan jawaban dari pertanyaan tadi menutup
- akhir perjumpaan kita. Saya kaf dan juga
- Mas Algi di meja operator mohon undur
- diri. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Warahmatullah wabarakatuh.